Anda di halaman 1dari 29

TUGAS

GANGGUAN FUNGSI SEKSUAL WANITA

DOSEN
Dr. Hj. YUSRAWATI, SPOG (K)

DISUSUN OLEH
NURHAYATI, S.ST

PROGRAM PASCA SARJANA BIOMEDIK


UNIVERSITAS ANDALAS
2008
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 2
BAB I

GANGGUAN GAIRAH SEKSUAL

Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 3


A. DEFENISI
E. CONTOH DARI GANGGUAN SEKSUAL WANITA

Gangguan gairah seksual :ketidak mamapuan untuk mendapat atau


mempertahankana cairan genital yang memadai, swelling atau respon
somatic [somatic berhubungan dengan tubuh, bukan pikiran], seperti
sensitivitas pada puting susu. Ganggguan gairah seksual termasuk
didalamnyanya kurangnya cairan vagina, menurunkannya sensasi yang
dirasakan daerah clitoris dan labia; lemahnya pembesaran dan gairah
vagina; meskipun kondisi-kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor psikologi
seperti depresi, namun dapat juiga disebabkan oleh adanya masalah–masalah
medis seperti berkurangnya aliran darah menuju daerah vagina atau clitoris

B. HAL-HAL YANG DAPAT BERDAMPAK PADA SEKSUAL WANITA

a. Operasi panggul atau trauma

Hysterectomy, episiotomy., luka pada vagina selama melahirkan dapat


meyebabkan kerusakan pada vagina, urat saraf vagina dan clitoris, vaskular
vagina dan clitoris. Rusaknya pembuluh darah berefek pada clirtoris wanita.
Labia, sensitifitas vagina, dan kemamapuan waita untuk memulai gairah seksual
hingga mengeluarkan cairan pelicin dan kemudian mecapai orgasme.
Pengangkatan rahim dan cervix daapt juga mengubah orgasme wanita.
Khususnya jika dia mengalami “orgasme pada panggul” kerusakan panggul dan
luka yang menganga juga dapat berefek pada panggul, orgasme kelamin , urat
saraf dan sirkulasi darah. Banyak dokter yang tidak mengetahui bahwa operasi
dapat membawa efek negatif .

b. Vasculogenic atau masalah sirkulasi darah

Sirkulasi darah yang melalui panggul dan organ kelamin merupakan hal yang
penting untuk respon seksual wanita. Sirkulasi darah tadi akan memebawa efek
langsung pada kemampuan wanita untuk mengalami gairah seksual,
mengeluarkan cairan pelicin hingga menghasilkan orgasme. Jika anda
membatasi atau memotong sirkulasi darah ini maka respon seksual wanita akan
melemah.

Berikut ini adalah penyakit dan aktifitas yang dapat berefek pada sirkulasi darah
panggul.
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 4

Frigiditas

Bagaimana caranya mengenali apakah kita termasuk salah satu yang


menderita penyakit ini? Ciri wanita frigid adalah mereka yang menolak
atau sama sekali tidak bergairah pada suatu rangsangan seksual.

Secara fisik, tidak ada tanda-tandanya sama sekali. Keseharian bisa saja ia
seorang yang lincah, bahkan memiliki anak banyak dari hubungan
perkawinannya. Bahkan, banyak wanita yang tidak merasakan ada masalah
dengan kehidupan seksualnya.

Penyebab frigiditas

Penyebab terbesar wanita menjadi sedingin es adalah faktor psikis.


Umumnya, masalah psikoseksual merupakan awal mula frigiditas,.Banyak
masalah yang membuat wanita menjadi sedingin es. Seorang wanita tidak
serta-merta menjadi dingin. Bisa saja sebelumnya kehidupan intimnya
baik-baik saja.

Frigiditas bisa timbul di tengah pernikahan karena suatu perasaan kecewa


yang berat terhadap pasangan, merasa dikhianati, atau ada kemarahan yang
ditutupi.

Penyebab frigiditas lainnya, antara lain:

1. Secara tidak disadari wanita mengalami ketakutan tidak diterima oleh


pasangannya yang muncul dalam bentuk takut mendapat kritikan dari
pasangannya menyangkut keadaan tubuhnya dan reaksi seksualnya;
kekhawatiran wanita akan kemungkinan dilukai alat genitalianya oleh
pasangannya; ketakutan wanita akan kehamilan sebagai akibat relasi
seksual.
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 5

2. Kebencian terpendam terhadap pasangannya oleh berbagai sebab yaitu,


terpaksa menikah dengan seseorang yang sebenarnya tidak ia kasihi;
secara tidak disadari, memendam rasa dendam pada laki-laki yang
mendominasi wanita.
3. Konflik cinta: wanita tersebut sebenarnya mencintai laki-laki yang bukan
suaminya; memiliki kecenderungan lesbianisme yang bersifat laten,
memiliki kecenderungan narsistik, yaitu lebih mencintai diri daripada
orang lain.
4. Kesulitan keuangan menjadi faktor penyebab frigiditas karena hampir
seluruh energi psikisnya diserap upaya mengatasi kesulitan tersebut.
5. Keadaan kesedihan yang berlanjut dialami wanita sebab faktor di luar
diri ataupun dari dalam diri wanita seperti depresi berlanjut yang dialami
wanita tersebut.
6. Terlalu lelah oleh beban kerja dalam keseharian akan membuat minat
terhadap hubungan intim suami-istri pun terkikis.
7. Suami yang hanya memperhatikan pencapaian orgasme pada dirinya dan
tidak peduli terhadap orgasme pada pihak istrinya, artinya langsung tidur,
membalikkan tubuhnya ke arah lain tanpa memperhatikan istri. Dalam
hal ini istri akan merasa hanya dimanfaatkan saja dan tidak memperoleh
apa pun dari hubungan intimnya. Ia merasa dieksploitasi, direndahkan,
dimanfaatkan secara sia-sia, tetapi wanita ini takut untuk menolak reaksi
seksual yang diinginkan suaminya.
8. Pengalaman psikoseksual terdahulu yang bersifat traumatik, seperti
pernah menjadi korban perkosaan.

Dampak Frigiditas
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 6

Sebagian dari pengidap frigiditas akan pura-pura sedang menstruasi


untuk menghindarkan diri dari hubungan suami-istri. Sehingga kondisi
frigiditas yang diam-diam diidap sebagian wanita ini, bukan saja membuat
dirinya menderita. Tapi bisa menghancurkan rumah tangganya.

Hal yang perlu dipertimbangkan adalah, bila respons seksual istri


didominasi keluhan frigiditas, maka gairah seksual suami pun akan menurun
secara bertahap. Bisa saja menurunnya gairah suami akan berakibat bagi
perkembangan keluhan impotensi psikogenis pada pihak suami.

Tips mengatasi Frigiditas

1. Segera komunikasikan gangguan seksual Anda ke pasangan.


2. Biasakan Anda selalu terbuka mengenai permasalahan yang ada di
kehidupan rumah tangga.
3. Bila pencetusnya , stress, segera cari tahu penyebab stress dan atasi
dengan bijaksana.
4. Berbagai keadaan fisik yang menjadi pencetus bisa diobati. Misalnya
diberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi kandung kemih atau infeksi
vagina.
5. Jika penyebabnya kurang hormon dapat diberikan hormon untuk
menggantikan kekurangan hormon.
6. Buatlah "Surprise-surprise" Romantis kecil yang dapat menghangatkan
hubungan Anda dengan pasangan.
7. Bila perlu konsultasikan ke pihak ketiga yang ahli dibidangnya, dan
sesuai dengan pencetus timbulnya gangguan seksual Anda
8. Bisa dilakukan penyuluhan untuk mengajarkan teknik pemusatan
perasaan (terapi seksual).
9. Latihan Kegel dapat memperkuat otot-otot panggul dan bisa membantu
wanita untuk mencapai kepuasan.
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 7

Bila perlu konsumsi suplemen vitalitas yang dapat menjaga stamina


sekaligus membantu memacu gairah, atas saran dokter ahli
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 8

BAB II

VAGINISMUS

A. PENDAHULUAN
Vaginismus merupakan salah satu penyebab utama gangguan fungsi
seksual. Kontraksi otot polos bersifat membatasi pembukaan kepada vagina
sehingga tidak bisa terjadi penetrasi oleh penis. Sakit vaginismus berakhir
ketika perhentian usaha seksual, dan pada umumnya berhubungan seksual
harus dihentikan karena terjadi rasa sakit dasn kegelisahan.
Otot vagina yang mengejang bisa disebabkan oleh ketakutan akan rasa
sakit. Kekejangan saat berhubungan ini menyebabkan rasa sakit bahkan
sampai bertahun – tahun. Beberapa wanita dengan vaginismus tidak pernah
melakukan hubungan seksual secara baik ( Hilary' 2007 ).
Jumlah kasus vaginismus pada populasi masih belum dapat diketahui
dengan pasti, namun dapat deperkirakan berjumlah dibawah 10% dari
kasus-kasus disfungsi seksual wanita. Diperkirakan 2-3% dari wanita dewasa
menderita vaginismus.

B. DEFINISI
- Vaginismus adalah sebuah kondisi kontraksi otot polos (otot tidak
sadar) di sekitar pintu masuk vagina, yang membuat penetrasi
menyakitkan atau tidak mungkin dilakukan. kelompok otot yang terlibat
dalam kondisi ini adalah kelompok pubococcygeus (PC).
(http://www.hanyawanita.com/sex/article.php?article_id=4810)
- Vaginismus merupakan berkontraksinya otot-otot vagina
sepertiga distal yang tidak dapat dikuasai akibat dari keinginan wanita
yang tak disadari untuk mencegah terjadinya penetrasi. Akibatnya
menyebabkan tertutupnya pembukaan vagina sehingga penetrasi menjadi
tidak mungkin terjadi dan timbul rasa nyeri Menurut (Jusni, I.S, 2008).
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 9

- Vaginismus adalah kekejangan abnormal pada otot vagina


sepertiga bagian luar. Akibatnya, lubang vagina menjadi tertutup rapat
dan kuat sehingga hubungan seksual tidak mungkin dilakukan. Bahkan
setiap sentuhan pada daerah kelamin juga mengakibatkan reaksi seperti
itu. (Wimpie,P. 1992 ).
- Vaginismus sendiri merupakan satu kondisi dimana para wanita
mengalami kesukaran seksual akibat mengejangnya otot-otot di wilayah
vagina sehingga sulit menerima penetrasi yang dilakukan pasangannya.
Artinya, seorang wanita yang mengidap vaginismus secara otomatis akan
'menolak' terhadap terjadinya senggama.
(http://astaga.com/hidup-gaya/indexphp?cat=162&id=112263, 2008).

C. PENYEBAB
- Menurut dr Hendro Pramono SpOG (K) dari Siloam Hospital,
vaginismus terjadi karena kontraksi di lingkar vagina bagian luar. Otot di
lingkar vagina, lanjut dr Hendro, terbagi menjadi dua. Yang di bagian
dalam merupakan otot polos dan yang di bagian luar otot lurik. Otot lurik
beraksi berdasar instruksi sadar. Sebaliknya, otot polos bekerja sesuai
sistem bawah sadar.
- Biasanya vaginismus juga dapat terjadi akibat dari perkawinan
yang tak diinginkan. Atau karena terlalu percaya dengan mitos-mitos
negatif yang didengar sebelum menikah. Misal mitos tentang hubungan
seks pertama akan berdarah dan sakit. Mempercayainya akan berdampak
negatif. Sang istri sangat takut melakukan hubungan seks. Padahal, si
istri punya gairah dan dapat mencapai orgasme tanpa berhubungan seks.
(Jusni,2008).
- Vaginismus dapat pula terjadi pada saat seseorang menjalani
pemeriksaan ginekologis, yaitu ketika pemasangan spekulum (alat cocor
bebek) ke dalam vagina.
- Faktor Psikologis, menurut Dr. Jusni Ichsan Solichin, vaginismus
merupakan reaksi yang dipelajari dan tersimpan dalam memori.
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 10

Seringkali akibat dari dyspareunia (perasaan sakit pada waktu hubungan


seksual) pertama. Bahkan setelah penyebab dyspareunia teratasi, ingatan
akan rasa sakit hubungan seks dapat menyebabkan vaginismus.
- Penyebab psikologis juga bisa terjadi seperti sewaktu kecil pernah
mau diperkosa, atau melihat orang tua melakukan hubungan seksual yang
menciptakan persepsi ibu dianiaya suami.
- Wanita dengan konflik psikoseksual bisa terperangkap dalam
problem vaginismus. Mereka menganggap penis adalah suatu alat atau
senjata yang berbahaya karena dapat menimbulkan kerusakan dan luka
pada dirinya. Nyeri atau antisipasi terhadap rasa nyeri pada pengalaman
pertama hubungan seksual dapat pula menjadi penyebab terjadinya
vaginismus.
- Wanita yang memiliki masalah dengan pasangan hidupnya,
seperti wanita yang mengalami penganiayaan emotional (emotional
abuse) oleh pasangannya, juga bersiko mengalami hal yang sama. Ini
biasanya muncul yaitu sebagai protes secara nonverbal terhadap
pasangannya.
- Vaginismus juga dapat muncul karena takut hamil, takut dikuasai
laki-laki, takut kehilangan kendali atau takut merasa sakit saat penetrasi
akibat konsep salah bahwa hubungan seksual adalah tindak kekerasan.
Jika penyebabnya demikian, vaginismus digolongan primer atau terjadi
sepanjang hidup.
- Kejang-kejang otot di sekitar bibir vagina bisa disebabkan oleh
faktor-faktor fisik dan psikis. Faktor-faktor fisik terjadinya vaginismus
tersebut biasanya akibat adanya endeometrosis, cedera otot-otot pelvis,
serta selaput dara yang kaku. (Nina, 2007).
Faktor psikis pada wanita itu sendiri umumnya lantaran mereka
kurang memahami atau memiliki pengetahuan tentang anatomi seksual
diri sendiri. Banyak hal yang melandasinya seperti merasa vaginanya
lebih kecil, vaginanya kurang bersih, atau bahkan akibat trauma
perkosaan misalnya,
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 11

(http://astaga.com/hidup-gaya/indexphp?cat=162&id=112263, 2008).
D. TANDA DAN GEJALA

- Pada umumnya vaginismus berawal dari rasa sakit ketika


mengalami sentuhan pada kelamin. Wanita yang mengalami vaginismus
merasa sangat takut dengan setiap sentuhan pada kelamin, apalagi
hubungan seksual. (Wimpie, P 2004).
- Sebagian besar penderita vaginismus sangat merasa ketakutan
untuk melakukan aktivitas seksual, meskipun mereka tidak mengalami
gangguan dalam gairah seksual. (Jusni, 2007).
- Wanita yang mengalami vaginismus tetap mempunyai dorongan
(gairah) seksual ketika melakukan aktivitas seksual seperti berciuman
dan berpelukan. Perlendiran vagina juga normal, bahkan dapat mencapai
orgasme dengan cara lain, misalnya rangsangan pada payudara. Namun,
begitu aktivitas seksual berubah ke sentuhan pada kelamin, reaksi
penolakan muncul dalam bentuk vaginismus. ( Wimpie, 2004).
- Pada vaginismus, otot polos langsung berkontraksi begitu ada
rangsangan, biasanya saat ada penis berusaha masuk ke vagina. Pada
kasus vaginismus ekstrem, otot lurik ikut berkontraksi. Akibatnya, penis
tidak bisa penetrasi.
- Kondisi itu membuat perempuan penderita vaginismus merasa
nyeri setiap ada upaya penetrasi.
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 12

E. MEKANISME KONTRAKSI OTOT POLOS VAGINISMUS

- Psikologis Perangsangan
- Ketakutan Syaraf Kolinergik
- Kepercayaan Dikorteks Serebrum

Potensial membran Pelepasan


Asetilkolin

Kontraksi Otot Polos

F. JENIS VAGINISMUS
- Ketika seorang perempuan belum pernah merasakan sakit saat
berhubungan dalam kaitan dengan kekejangan otot ini disebut
vaginismus primer.
- Vaginismus dapat juga berkembang dikemudian hari, bahkan
setelah sekian tahun melakukan hubungan yang menyenangkan. Kondisi
jenis ini dikenal sebagai vaginismus sekunder, dan pada umumnya
dipercepat oleh suatu kondisi medis, peristiwa taraumatis, kelahiran bayi,
perawatan atau berhentinya masa subur / menopause ( Hyde JS,
1994 ).

G. PENATALAKSANAAN / PENGOBATAN
- Jika vaginismus menetap, kepada penderita diajarkan teknik
untuk mengurangi kejang otot. ( Widayanto, 2008 ).
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 13

≠ Pada tehnik pelebaran yang bertahap, seorang wanita memasukan alat


yang telah diberi pelumas ke dalam vaginanya.Pada awalnya
digunakan alat pelebar dengan ukuran kecil, lalu secara bertahap
digunakan alat yang lebih besar.
≠ Latihan untuk memperkuat otot panggul (latihan Kegel) bisa
dilakukan pada saat alat pelebar berada di dalam vagina. Otot di
sekitar vagina dikerutkan kuat-kuat dan kemudian dikendorkan,
sehingga memungkinkan terbentuknya suatu perasaan bahwa
penderita bisa mengendalikan otot-otot tersebut.
≠ Teknik pelebaran ini juga bisa dilatih secara teratur di rumah dengan
menggunakan jari-jari tangan.
≠ Jika penderita sudah dapat menerima masuknya alat pelebar berukuran
besar dengan rasa nyaman, maka dia dan mitra seksualnya bisa
mencoba untuk melakukan hubungan seksual lagi.
- Penyuluhan terhadap penderita dan mitra seksualnya bisa
mempermudah proses ini dan menghilangkan kecemasan.
- Bagi para wanita, pelajarilah anatomi seksual diri sendiri, entah
lewat buku-buku ataupun internet. Cara ini perlu pula dipelajari oleh
pasangan agar sama-sama bisa saling mendiskusikan perubahan-
perubahan yang perlu dilakukan. Misalnya, jika vaginismus timbul ketika
tengah melakukan hubungan intim pada posisi tertentu maka wanita dan
pasangan bisa menggantinya dengan posisi lain.
- Rasa takut biasanya lahir lantaran melekatnya sugesti diri sendiri
dan sifat subjektif yang berlebihan. Jika wanita kesulitan melenyapkan
sugesti tersebut maka wanita bisa meminta bantuan kepada pakar
seksologi. Dengan begitu wanita bukan hanya mendapat nasihat
bagaimana mengusir sugesti tapi biasanya akan diberikan pula petunjuk
tentang latihan-latihan tertentu, utamanya latihan otot-otot vagina.
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 14

BAB III

GANGGUAN ORGASME

A. DEFINISI

Orgasme merupakan suatu respon yang menyenangkan, dengan


berkurangnya ketegangan, serta merupakan puncak dari kepuasan fisik dan
emosional dalam kepuasan seksual. Perangsangan khusus yang menyebabkan
terjadinya orgasme meliputi adanya kenaikan yang nyata dari nadi, tekanan
darah, pernafasan yang lebih cepat dan dalam, bendungan darah dalam organ-
organ tertentu. Sensasi yang subjektif terdapat dalam daerah panggul pada
clitoris, vagina, uterus pada wanita(Rono Sulistyo)

B. ORGANISME PADA WANITA.


Seorang wanita biasa mendapatkan multiple orgasme dan orgasme kedua
dan ketiga lebih menyenangkan, 95% dari wanita pernah mendapatkan orgasme.
Klitoris dan vulva mempunyai banyak ujung syaraf sedangkan vagina hanya
sedikit, maka wanita lebih cepat dan sering mendapatkan orgasme dari
masturbasi dibandingkan denga coitus.
Dengan perangsangan manueel, dengan vibrator, atau dengan rangsangan oral
genital biasanya wanitapun mendapatkan orgasme dalam 4 menit.

C. GANGGUAN ORGASME

Gangguan orgasme perempuan. Orgasme yang terhambat adalah suatu


kelainan di mana seorang perempuan tidak pernah mengalami orgasme, atau
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 15

orgasmenya tertunda lebih lama daripada yang diinginkan olehnya dan oleh
mitra seksualnya, atau sulit mencapai orgasme meskipun rangsangannya sudah
memadai Kesulitan atau ketidakmampuan untuk mencapai orgasme setelah
mendapat rangsangan seksual yang cukup. Orgasme dan dapat menyebabkan
wanita menjadi strees, sehingga kualitas dari orgasme itu sendiri mungkin akan
berkurang. Beberapa wanita yang memepunyai masalah–masalah diatas
menceritakan orgasme mereka dengan istilah “mendiamkannya,” khususnya jika
dulunya mereka pernah merasakan orgasme yang kuat. Kekacauan pada orgasme
sering dikategorikan dalam 2 hal, pertama yaitu seorang wanita tidak pernah
mecapai orgasme. Dan yang kedua yaitu seorang wanita tidak akan bertahan
lama ketika mecapai orgasme yang mungkin disebabkan oleh operasi,
kekurangan hormon, atau trauma.

Gangguan orgasme ini dapat disebabkan oleh trauma emosional atau


trauma seksual tapi ada banyak faktor-faktor medis seperti adanya pengobatan
atau adanya kerusakan pada saraf panggul selama operasi yang dapat
menyebabkan masalah–masalah diatas

a. Operasi panggul atau trauma :

hysterectomy, episiotomy., luka pada vagina selama melahirkan


dapat meyebabkan kerusakan pada vagina, urat saraf vagina dan clitoris,
vaskular vagina dan clitoris. Rusaknya pembuluh darah berefek pada clirtoris
wanita. Labia, sensitifitas vagina, dan kemamapuan waita untuk memulai gairah
seksual hingga mengeluarkan cairan pelicin dan kemudian mecapai orgasme.
Pengangkatan rahim dan cervix daapt juga mengubah orgasme wanita.
Khususnya jika dia mengalami “orgasme pada panggul” kerusakan panggul dan
luka yang menganga juga dapat berefek pada panggul, orgasme kelamin , urat
saraf dan sirkulasi darah. Banyak dokter yang tidak mengetahui bahwa operasi
dapat membawa efek negatif .

b. Vasculogenic atau masalah sirkulasi darah :


Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 16

Sirkulasi darah yang melalui panggul dan organ kelamin merupakan hal
yang penting untuk respon seksual wanita. Sirkulasi darah tadi akan memebawa
efek langsung pada kemampuan wanita untuk mengalami gairah seksual,
mengeluarkan cairan pelicin hingga menghasilkan orgasme. Jika anda
membatasi atau memotong sirkulasi darah ini maka respon seksual wanita akan
melemah.

c. Masalah hormon :

Tingkat hormon estrogen dan testosterone pada tubuh wanita


memppunyai efek significant pada seksualnya.

Beberapa kondisi umum pada hormon-hormon yang dapat menyebabkan


ketidakpuasan seksual pada wanita sebagai berikut :.

1.Menopause :

Penurunanan produksi homon estrogen yang terjadi selama menopause


dapat menghasilkan rasa panas, kekeringan atau irirtasi pada vagina, menipisnya
atau hilangnya elastisitas kulit, mood yang berubah-ubah, dan depresi.
Penurunanan hormon adrogen seperti hormon testosterone dapat menyebakan
berkurangnnya tenaga, nafsu/ seera, energy, memory, gairah seksual dan respon.
Hormon testosterone berperan sebagai kontrol utama pada gairah seksual.

2.Gangguan-gangguan Endokrin :

Kelenjar Endokrin dikeluarkan oleh seluruh tubuh dan bertanggung


jawab untuk mengotrol fungsi internal tubuh dengan memeproduksi banyak
hormon, penyakit dan rasa sakit, yang berefek seperti glans yaitu pituitary,
hypothalamus, thyroid dan adrenal memepunyai dampak yang significant pada
seksual wanita. Hormon mengontrol prosduksi hormon lainnya sehingga
memebentuk suatu mata rantai yang mungkin menyebakban ketidakpuasan pada
sekusal.
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 17

3.Kurangnya hormon Postpartum

Hilangnya libido untuk sementara waktu selama masa kehamilan dan


kelahiran adalah normal, dan hal tersebut seharusnya tidak lebih dari setahun.
Ketika seorang wanita sedang menyusui, maka tubuhnysa memeproduksi
oxytocin dan prolaction dan menahan produksi hormon testosterone. Dan
hasilnya, wanita menyusui mungkin mengalami penurunana gairah seks selama
masa tersebut. ( keuntungan dari menyusui masih lebih besar/lebih banyak
daripada dampak negatif yaitu berat badan yang berlebihan). Wanita yang tidak
menyusui, atau yang telah menghentikannya, mungkin mengalami penurunan
gairah seksual yang kronis dan hal ini mungkin hasil dari berkurangnya hormon
testosterone atau tubuh benar–benar tidak memprduksi hormon tertosteroned
lagi. Alasan ini yang menyebabkan , mengapa terputusnya produksi hormon
testosterone lagi...

Ada 4 klasifikasi ketidakpuasan seks wanita. 2001 oleh Jennifer Berman, M.D.,
dan Laura Berman, PH.D..

1. Ganguan gairah Hypoactive seksual :

Lemah gairah seksual yang akan menyebabkan seorang wanita


mengalami stres. Penyebab lainnya adalah persistent, yaitu kurangnya atau
lemahnya fantasi dan fikiran seksual mereka, atau kurangnnya ketertarikan
untuk hubungan seks. Sebagai kategori tambahan, yaitu keengganan untuk
berhubungan seks. gairah hypoaktif seksual mungkin disebabkan oleh faktor-
faktor medis ( seperti pengobatan), faktor-faktor emosiaonal (seperti depresi),
atau karena menapuse ( baik secara natural maupun operasi). Kenggganan
melakukan seks termasuk didalamanya menghindari untuk bersenggama atau
yang behubungan . Itu juga di klasiikasikan sebagai kekacauan phobic yang
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 18

dapat berasal dari fisik, seks berlebihan atau trauma masa kecil. [Hypo- berarti
kelemahan atau kekurangan.

2. Gangguan gairah seksual :

Ketidak mamapuan untuk mendapat atau memeprtahankana cairan


genital yang memadai, swelling atau respon somatic [somatic berhubungan
dengan tubuh, bukan pikiran], seperti sensitivitas pada puting susu. Ganggguan
gairah seksual termasuk didalamnyanya kurangnya cairan vagina,
menurunkannya sensasi yang dirasakan pada daerah clitoris dan labia; lemahnya
perpanjangan, pembesaran dan gairah vagina; meskipun kondisi-kondisi ini
dapat disebabkan oleh faktor psikologi seperti depresi, namun dapat juiga
disebabkan oleh adanya masalah–masalah medis seperti berkurangnya aliran
darah menuju daerah vagina atau clitoris. Beberapa wanita yang secara pisik
mengalami masalah seksual dan berkembang menjadi masalah kejiwaan,.

3. Rasa sakit selama hubungan seksual :

Termasuk didalamnya dyspareunia yang mana rasa sakit pada kelamin


terus berulang setiap berhubungan seks. Dyspareunia dapat berkembang menjadi
masalah medis seperti infeksi vagina atau lemahnya vagina selama masa
menopause, hingga melakukan operasi pada vagina atau vulva. Masalah ini
dapat juga disebabkan oleh faktor psikologi. Atau konflik emosional lainnya.
Penyebab rasa sakit lainnya yaitu kejang panggul, kemudian kejang ini
bercampur dengan penetrasi vagina. Masalah vagina biasanya berkembang
sebagai respon untuk rasa sakit penetrasi, rasa sakitt ini dapat berupa infeksi
pada vagina, luka pada alat kelamin
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 19

Masalah psycology yang menyebabkan ketidakpuasana seksual pada


wanita :

a. Depresi dan dysthymia :

Depresi membawa dampak dua kali lebih besar pada wanita


dibandingkan pada pria. Penyebabnya banya sekali, ketikaseimbangan dalam
otak, stress hebat, gagal/ berdukacita, keturunanan keluarga, konflik emosional,
atau faktor-faktor lainnya/ dysthymia masih berada dibawah depresi dan
biasanya sukar untuk dideteksi. Seorang wanita yang menderita dythmia
mungkin merasa sedih dan tidak menarik. Baik depresi maupun dysthymia dapat
membawa ketidak puasan pada sex dan menghindarinya.

b.Stress :

Sekarang ini sebagian besar wanita memepunyai pekerjaan, sebagai


seorang ibu dan business women. Sekarang ini , pekrjaan seorang ibu sering kali
tidak mendapat support dari anggota keluarga, dalam artian pekerjaan sebagai
ibu hanya dia yang melakukannya. Tanggunga jawab sebagai ibu dan wanita
karir menyebakan stress berat pada seorang wanita dibandingkan kebanyak pria.
Strees dapat berdampak pada emosi, masalah medis dan akhirnya sulit untuk
berhubungan seks. Wanita yang sedang stress membutuhkan bantuan dari orang
lain.

Beberapa pasangan mempunyai masalah dalam menerima perubahan


natural hubungan mereka seiring berlalunya waktu. Banyak hubungan yang
terjalin, berangkat dari hasil birahi yang kuat antara keduanya dan juga karena
adanya nafsu seks antara keduanya. Sekali suatu hubungan yang baru keduanya
dan juga karena adanya nafsu seks antara keduanya. Sekali suatu hubungan yang
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 20

baru terjalin mendapat masalah , maka hubungan tersebut menjadi kurang


menarik. Jkka pasangan memepunyai komunikasi yang baik dan diantara merea
terdapat rasa saling percaya dan saling hormat maka hubungan mereka akan
bertahan dimasa transisi, mereka akan menemukan cinta,. Jika seseorang
berharap memepertahankan emosi dan seluruh intensitas hubungan fisik maka
mereka akan sering medapatkan dirinya berpindah dari hubungan yang satu
dengan hubungan yang lainnya.

Banyak pasangan yang salah berharap bahwa seperti apa kehidupan seks
mereka seharusnya, dan tidak ingin mengetahui apapun yang telah berubah dala
hubungan mereka. Cntohnya memepunyai anak biasanya akan mengubah
hubungan seks pasangan tersebut. Hubungan yang sehat sangat dibutuhkan
untuk menikmati seks. Cinta bukan jaminan untuk memepunyai hubungan seks
yang sehat, tapi rasa saling percaya dan hormat antar keduanya dan juga
kemampuan untuk saling berkomunikasi secara efekstif. Namun sayangnya,
kesalahan masyarakat yaitu mereka salinng menyalahkan satu sama lain jika
mempunyai masalah.

Ketika seorang wanita melakukannya maka dia butuh untuk melengkapi


informasi yang dibutuhkan untuk diagnosa dan pengobatannya. Saya menyebut
hal ini bukan berarti wanita seharusnya mendignosa dirinya sendiri, dia hanya
sebaiknya yakin bahwa segala sesuatu pada dirirnya telah diperiksa. Dia
sebaiknya yakin bahwa dokternya mengetahui penyebab masalahnya secara
medis dan melakukan test untuk masalah tersebut, dan ahli terapinya sebaiknya
dibuat untuk mengetahui kondisi medisnyanya.

Seorang wanita mungkin butuh untuk meyakinkan ahli terapinya untuk


tidak langsung menerima bahwa dia tidak memepunyai masalah kodisi medis
sebagai dasar dari masalah emosinalnya. Jika seorang wanita memiliki kesulitan
seksual, dia mungkin tidak mempunyai rasa percaya diri, hal yang sangat bisa
dimengerti. Mendapat kesulitan seksual, seorang wanita mungkin tidak akan
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 21

senang berbicara mengenai hal ini dengan banyak orang terutama orang yang
asing baginya.

BAB IV

DISPAREUNIA

A. PENDAHULUAN
Dispareunia atau rasa sakit saat intercourse bisa dialami pria dan wanita.
Pada wanita, peristiwa ini merupakan pertanda adanya penyakit fisik atau
psikis berbahaya. Jika dyspareunia itu berlangsung cukup lama akan memicu
timbunya masalah psikis.
Dispareunia jarang dijumpai di klinik – klinik. Estimasinya hanya
berkisar antara 1 % sampai 5 % diantara laki – laki (Bancroft, 1989) dan
lebih sering terjadi pada perempuan, yaitu 10 % sampai 15 % dari seluruh
perempuan (Hawton, 1995).

B. DEFINISI
- Dispareunia adalah keadaan sakit pada waktu melakukan
hubungan seks (Boyke, 2008).
- Dispareunia adalah nyeri pada alat kelamin atau nyeri di dalam
panggul yang terjadi selama melakukan hubungan seksual.
- Dispareunia adalah nyeri pada alat kelamin atau nyeri di dalam
panggul yang terjadi selama melakukan hubungan seksual

C. PENYEBAB
Penyebabnya bisa berupa faktor fisik maupun faktor psikis.
- Yang termasuk ke dalam faktor fisik adalah:
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 22

1. Pada seorang wanita yang belum pernah melakukan


hubungan seksual, suatu lipatan selaput (hymen, selaput dara) bisa
menutup jalan masuk ke vagina, sebagian atau seluruhnya.
2. Penembusan oleh penis hubungan seksual yang pertama
bisa merobek selaput dara ini dan menyebabkan nyeri.
3. Luka lecet di daerah kemaluan dan pelumasan vagina
yang kurang (biasanya karena foreplay yang kurang) .
4. Kondom atau diafragma yang tidak terpasang dengan
benar atau reaksi alergi terhadap busa atau jeli kontrasepsi.
5. Kelainan bawaan, misalnya selaput dara yang kaku atau
pembentukan dinding vagina yang abnormal.
6. Kekurangan estrogen, yang biasanya terjadi setelah
menopause, menyebabkan kekeringan dan penipisan dinding vagina.
7. Pembedahan untuk memperbaiki jaringan yang robek
setelah melahirkan atau pembedahan lainnya yang menyebabkan
penyempitan vagina.
8. Peradangan dan infeksi vagina (vaginitis), Infeksi leher
rahim atau saluran telur, Endometriosis. Tumor-tumor panggul.
9. Perlekatan (jaringan fibrosa) yang terbentuk setelah
penyakit panggul atau pembedahan.
10. Terapi radiasai untuk kanker bisa menyebabkan
perubahan dalam jaringan.

- Sedangkan faktor psikis yang bisa menjadi penyebab dari


kelainan ini adalah:
- Kecemasan dan ketakutan terhadap hubungan seksual
- Kemarahan atau perasaan jijik terhadap mitra seksualnya.
Faktor psikis menyebabkan terjadinya penekanan dan gangguan
di hipotalamus, sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan produksi
GnRH. Penurunan ini akan menurunkan fungsi hipofise dalam
memproduksi hormon LH dan FSH yang menyebabkan rangsangan ke
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 23

ovarium juga terganggu. Hal ini tentu akan membuat terganggu dan
menurunnya produksi hormon seks wanita. Hal ini akan menyebabkan
terjadinya dispareunia.

Sebab-sebab lain dari dispareunia perempuan meliputi hal-hal


berikut:
1. Masalah kulit diseputar lubang vagina atau yang mempengaruhinya.
2. Iritasi atau infeksi klitoris.
3. Gangguan mulut vagina, seperti bekas luka karena episiotoni, hymen
utuh atau sisa hymen yang terinfeksi secara kronis yang merengang
selama berhubungan, atau infeksi kelenjar bartholin.
4. Gangguan urethra atau anus.
5. Gangguan vagina, seperti infeksi, luka bedah, penipisan dinding vagina
(apakah karena penuaan atau kekurangan estrogen), dan iritasi akibat
bahan-bahan kimia yang ditemukan dalam materi kontrasepsi.
6. Gangguan pelvic seperti infeksi, tumor, abnormalitas pada serfiks atau
uterus, dan ligamen yang rusak yang menopang uterus.

Buku-buku teks sering membagi penyebab dispareunia dalam penyebab


fisik dan psikologik; tapi pembagian ini tidak selalu dapat dibenarkan. Suatu
lingkaran setan mungkin timbul: setiap rasa nyeri selama koitus akan
menyebabkan ansietas dan menghalangi arousal, dan sebaliknya, akibat
tiadanya arousal, lubrikasi tak ada sehingga menimbulkan nyeri Penyebab
yang mendasarinya perlu dicari dengan cermat agar pengobatan dapat
berhasil. Tidak jarang penyebabnya mudah diketahui dengan menentukan
tempat rasa nyeri dan saat mulainya meskipun pendekatan semacam itu juga
punya risiko akibat terlalu sederhana.
Kondisi ini dapat diakibatkan oleh berbagai masalah fisik, walaupun
faktor-faktor psikososial juga berperan penting sebagaimana faktor organik.
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 24

Kondisi tertentu yang mengakibatkan pelumasan vagina yang buruk dapat


memunculkan ketidaknyamanan selama berhubungan.
Jahitan episiotomi yang tidak baik. Karena jahitan yang terlalu tegang
atau menghasilkan "jembatan" kulit pada introitus tanpa didukung oleh otot
di bawahnya dapat menyebabkan nyeri hebat di kemudian hari.

D. TANDA DAN GEJALA


- Gangguan ini ditandai dengan timbulnya rasa nyeri atau sakit
yang terus enerus setiap kali seorang wanita melakukan hubungan
seksual dengan pasangannya.
- Nyeri pada alat kelamin atau nyeri di dalam panggul yang terjadi
selama melakukan hubungan seksual.

E. TIPE DISPAREUNIA

- Dispareunia superfisial primer, misalnya, mungkin akibat himen


yang terlalu kaku.
- Dispareunia superficial sekunder mungkin disebabkan oleh
infeksi atau jahitan episiotorni yang tidak benar. Penyebab lain dari
dispareunia sekunder ialah vaginitis, meskipun pasien belum
mengeluhkan "keputihan".

F. DISPAREUNIA PADA MENOPAUSE

Menopause menyebabkan beberapa perubahan fisik yang dapat


mempengaruhi fungsi seksual seorang wanita. Berkurangnya kadar estrogen dan
progesteron saat dan setelah menopause menyebabkan lapisan dinding vagina
menjadi tipis dan lebih keras. Sebagaitambahan, produksi cairan vagina turun,
menambahkan rasa tidaknyaman saat bersetubuh.Pada masa ini hormon estrogen
dan progesteron menurun jauh sekali, yang selanjutnya menimbulkan berbagai
akibat. Sekitar 80 % perempuan mengalami gejala akibat penurunan kadar
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 25

hormon tersebut. Gejala yang umum terjadi adalah rasa panas pada tubuh
bagian atas disertai warna kemerahan, berkeringat, dan kadang-kadang pusing.
Rasa panas akan lebihmengganggu kalau terjadi pada malam hari, yang
kemudian dapat mengganggu tidur sehingga dapat menimbulkan insomnia.
Biasanya rasa panas ini akan hilang sendiri setelah terjadi beberapa tahun.

Akibat rendahnya kadar estrogen, terjadilah perubahan pada kelamin


perempuan. Vagina berkerut dan lapisan epitelnya menipis, di samping
elastisitas jaringannya hilang. Perlendiran vagina selama fase rangsangan,
hanya sedikit terjadi. Perubahan-perubahan Inisering menimbulkan rasa sakit
ketika melakukan hubungan seksual. Namun keadaan ini dapat diatasi sehingga
tidak menghambat hubungan seksual untuk selanjutnya. Menopause tidak
menurunkan atau melenyapkah dorongan seksual perempuan bila keadaan
kesehatan seara umum baik. Demikian juga kemampuan mencapai orgasme tidak
berubah karena menopause.

Tubuh mempunyai tiga sistem utama, yaitu sistem saraf, sistem


kekebalan dan sistem endokrin, yang ketiganya saling menunjang bekerja sama.
Hormon dibentuk dan dilepaskan ke dalam pembuluh darah oleh berbagai
macam kelenjar termasuk diantaranya kelenjar testis, ovarium,
pankreas,
adrenal, tiroid, paratiroid, thymus dan kelenjar pituitary.Kelenjar dan hormon
yang dihasilkan oleh kelenjar adalah merupakan sistem endokrin. Hormon sangat
penting untuk bekerjanya sejumlah
proses biologis tubuh, yaitu berperan sebagai
pembawa pesan diantara sel atau organ. Sebagai contoh, hormon estrogen,
progesteron dan testosteron, berperan penting untuk pertumbuhan organ
reproduksi, hormon tiroid berperan penting dalam pertumbuhan otak, dan hormon
insulin dalam pengaturan jumlah gula
dalam darah.

Hormon bekerja sebagai pembawa pesan untuk gen di dalam sel tubuh.
Jika
sistem hormon bekerja dengan baik maka pesan yang dibawanya pun akan tepat.
Tapi jika ada yang mengganggu sistem hormon, maka pesan yang dibawanya dapat
salah, atau bahkan pesannya tidak terbawa.
Setiap hormon untuk dapat bekerja
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 26

harus berikatan dengan penerimanya/reseptor khusus sejenis protein.


Reseptor
khusus masing-masing jenis hormon berbeda antara hormon yang satu dengan yang
lain, seperti lubang kunci dan anak kuncinya.
Setelah berikatan, maka barulah
hormon dapat bekerja membawa pesan untuk gen dalam sel tubuh. Beberapa zat
kimia hasil industridapat bekerja sebagai pengganggu sistem hormon (hormone
disrupters). Caranya pun dapat bermacam-macam, ada yang terlibat dalam
interaksi dengan reseptor, ada yang terlibat dalam produksi atau
eliminasi/pengurangan jumlah hormon dan reseptor, yang
kesemuanya
berpengaruh terhadap pesan hormon yang dibutuhkan
untuk menghasilkan
pertumbuhan yang normal.

Testosteron mempengaruhi otak atau susunan syaraf pusat


untuk memberi
libido (nafsu), sekaligus membuatsyaraf-syaraf pancaindera sensitif terhadap
stimmulasi seks.Dengan testosteron yang cukup, seluruh
pancaindera akan aktif
menerima stimulasi seks. Demikian juga otak akan lebih sensitif menerima impuls,
mengolah dan menyalurkannya. Bila mata melihat wanita cantik, akan timbul
perasaan seksual akan berkurang.
tertarik. Bila telinga mendengar suara wanita
yang enak didengar, akan menimbulkan gairah. Bila hidung mencium wangi
wanita, timbul rasa tertarik. Demikian juga bila permukaan kulit
bersentuhan
dengan lawan jenis akan terasa nikmat. Hal itu terjadi karena pengaruh hormon
testosteron. Bila jumlah testosteron dalam darah berkurang, libido seksual akan
berkurang.

G. PENATALAKSANAAN / PENGOBATAN
- Menggunakan salep anestetik bisa mengurangi nyeri.
- Nyeri dan kejang otot bisa dicegah dengan mengoleskan pelumas
sebanyak mungkin sebelum melakukan hubungan seksual.
- Lebih baik digunakan pelumas dengan pelarut air, karena
pelumas dengan pelarut minyak cenderung akan membuat vagian kering
dan juga bisa merusak kondom dan diafragma.
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 27

- Lebih lama melakukan foreplay (pemanasan sebelum melakukan


hubungan seksual) bisa meningkatkan sekresi vagina.
- Wanita yang telah memasuki masa menopause bisa menggunakan
krim estrogen atau pil estrogen untuk meningkatkan pelumasan vagina
dan mengatasi efek penipisan dinding vagina.
- Infeksi dan peradangan vagina diatasi dengan obat yang sesuai.
- Jika vulva bengkak dan nyeri, bisa dikompres dengan verban
yang telah dibasahi dengan larutan alumunium asetat.
Mungkin diperlukan pembedahan untuk:
- Mengangkat kista atau abses
- Membuka selaput dara yang kaku.
- Memperbaiki kelainan anatomi.

Diafragma yang sudah tidak sesuai lagi mungkin perlu diganti jenis, merek
atau ukurannya; atau perlu dicoba metode kontrasepsi lainnya.
Kadang diberikan obat pereda nyeri atau obat penenang.
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 28

DAFTAR PUSTAKA

http://astaga.com/hidup-gaya/indexphp?cat=162&id=112263, 2008.

Wimpie, P. Seksologi: Disfungsi Seksual pada Wanita & Pria, Artikel 2006,
Update From :
http://64.203.71.11/kesehatan/news/0603/22/125957.htm, Juli 2008.

http://www.hanyawanita.com/sex/article.php?article_id=4810

Wimpie,P. Gangguan orgasme, Artikel, Update From :

http://community.siutao.com/showthread.php?t=1022, Juli 2008.

Nina. Siasati Problem Vaginismus. Artikel. Maret 2007. diakses dari


http://astaga.com/hidup-gaya/index.php?cat=162&id=112263, di
akses 19 Juni 2008.

Jusni, I.S. diakses dari :


http://happyfamily.sumberide.com/2007/12/ingin-bercinta-tapi-takut/,
19 Juni 2008.

Hendro, P. Siloam Hospital , Artikel. Juli 2007. di akses dari


http://www.cenderawasihpos.com/artikel.php?p=100&jml=123&id=wanita, 19
Juni 2008.

Wimpie, P. Vaginismus dan gangguan menstruasi. Artikel. Agustus 2004.


diakses dari http://www.balipost.co.id/balipostcetaK/2004/8/8/ce2.html, 19 Juni
2008.

Wimpie, P. Kalau Istri Vaginismus. Artikel. Juli 2004. diakses dari


http://64.203.71.11/kesehatan/news/senior/seks/0407/16/seks.htm, 19 Juni 2008.
Ganngguan Fungsi Seksual Wanita……….. 29

Widayanto. Vaginismus. Artikel. Maret 2008. diakses dari


http://widayanto.com/?p=29 19 Juni 2008.