Anda di halaman 1dari 14

Hidrokarbon dan Minyak bumi

Hidrokarbon dan Minyak Bumi


Minyak Bumi

Minyak Bumi terbentuk sebagai hasil akhir dari penguraian bahan-bahan organik (sel-sel dan
jaringan hewan/tumbuhan laut) yang tertimbun selama berjuta tahun di dalam tanah, baik di
daerah daratan atau pun di daerah lepas pantai. Hal ini menunjukkan bahwa minyak bumi
merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Terbentuknya minyak bumi sangat
lambat, oleh karena itu perlu penghematan dalam penggunaannya.
Di Indonesia, minyak bumi banyak terdapat di bagian utara Pulau Jawa, bagian timur
Kalimantan dan Sumatera, daerah kepala burung Papua, serta bagian timur Seram. Minyak bumi
juga diperoleh di lepas pantai Jawa dan timur Kalimantan.

Minyak bumi kasar (baru keluar dari sumur eksplorasi) mengandung ribuan macam zat kimia
yang berbeda baik dalam bentuk gas, cair maupun padatan. Bahan utama yang terkandung di
dalam minyak bumi adalah hidrokarbon alifatik dan aromatik. Minyak bumi mengandung
senyawa nitrogen antara 0-0,5%, belerang 0-6%, dan oksigen 0-3,5%. Terdapat sedikitnya empat
seri hidrokarbon yang terkandung di dalam minyak bumi, yaitu seri n-paraffin (n-alkana) yang
terdiri atas metana (CH4) sampai aspal yang memiliki atom karbon (C) lebih dari 25 pada
rantainya, seri iso-paraffin (isoalkana) yang terdapat hanya sedikit dalam minyak bumi, seri
neptena (sikloalkana) yang merupakan komponen kedua terbanyak setelah n-alkana, dan seri
aromatik (benzenoid).

1. Komposisi Minyak Bumi

Minyak Bumi terdiri atas bermacam-macam senyawa, terutama senyawa hidrokarbon, selain
mengandung unsure C dan H, kadang-kadang minyak bumi juga mengandung belerang ( S ),
nitrogen ( N ), dan Oksigen ( O ). Susunan unsure kimia dalam minyak bumi ditunjukan dalam
table 1.1

Tabel 1.1 susunan unsure kimia dalam minyak bumi ( dalam % massa )

Unsur Minyak Mentah Aspal Gas Bumi


Karbon ( C ) 82 – 87 80 – 85 65 – 80
Hidrogen ( H ) 11 – 14 8,5 – 11 1 – 25
Belerang ( S  ) 0,0 – 5,5 2–8 0 – 0,2
Nitrogen ( N ) 0,1 – 4 0–2 1 – 15
Oksigen ( O ) 0,1 – 4,5 - -

Unsur Minyak Mentah Aspal Gas Bumi


 Karbon ( C )Hidrogen ( H )Belerang ( S )Nitrogen ( N )Oksigen ( O ) 82 – 8711 – 140,0 – 5,50,1 – 40,1 – 4,5
80 – 858,5 – 112 – 80 – 2- 65 – 801 – 250 – 0,21 – 15-

Komposisi senyawa hidrokarbon pada minyak bumi tidak sama, bergantung pada sumber penghasil
minyak bumi tersebut. Misalnya, minyak bumi Amerika komponen utamanya ialah hidrokarbon jenuh,
yang digali di Rusia banyak mengandung hidrokarbon siklik, sedangkan yang terdapat di Indonesia
banyak mengandung senyawa aromatik dan kadar belerangnya sangat rendah.Minyak bumi berdasarkan
titik didihnya dapat dibagi menjadi sembilan fraksi. Pemisahan ini dilakukan melalui proses destilasi

Penyusun utama minyak bumi berupa hidrokarbon, tertama alkana, sikloalkana, dan
senyawa aromatis. Komponen selelngkapnya minyak bumi dapat dilihat pada Tabel 1.2

Jenis Senyawa Jumlah ( Presentasi ) Contoh


Senyawa Hidrokarbon 90-99 % Alkana, siklolkana dan aromatis
Senyawa karbon mengandung 0,1 – 7 % Tiolkana ( R-S-K ), alkana tional (
Belerang R-S-H )
Senyawa karbon mengandung 0,01 – 0,9 % Pirol ( C4 H5 N )
Nitrogen Asam Karboksilat
Senyawa karbon mengandung 0, 01 – 0,4 % ( RC00H )
Oksigen Senyawa logam nikel
Senyawa Organi Logam Sangat Kecil

Komposisi Minyak Bumi


Jenis Senyawa Jumlah ( Presentasi ) Contoh
Senyawa HidrokarbonSenyawa karbon mengandungBelerangSenyawa karbon
mengandungNitrogenSenyawa karbon mengandungOksigenSenyawa Organi Logam 90-99 %0,1
– 7 %0,01 – 0,9 %0, 01 – 0,4 %Sangat Kecil Alkana, siklolkana dan aromatisTiolkana ( R-S-K ),
alkana tional ( R-S-H )Pirol ( C4 H5 N )Asam Karboksilat ( RC00H )Senyawa logam nikel
2. Pengolahan Minyak Bumi

Minyak mentah ( Crude Oil ) berupa cairan hitam kental, dan belum dapat dimanfaatkan. Agar
minyak bumi dimanfaatkan harus dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu.
Pengolahan minyak bumi dilakukan pada “Kilang Minyak” melalui dua tahap. Pengolahan tahap
pertama dilakukan dengan cara distilasi bertingkat, dan pengolahan tahap kedua dilakukan
dengan berbagai cara.

a. Pengolahan Tahap Pertama

Pada proses tahap pertama dilakukan dengan proses “distilasi bertingkat”, yaitu proses distilasi
berulang-ulang, sehingga didapatkan berbagai macam hasil berdasarkan perbedaan titik
didihnya.
Hasil pada proses distilasi bertingkat ini meliputi :
a. Fraksi Pertama
Merupakan gas yang pada akhirnya dicairkan kembali dan dan dikenal dengan nama “elpiji” atau
LPG ( Liquified Petroleum Gas ). Fkasi ini digunakan untuk bahan bakar kompor atau gas mobil
denfan BBG atau diolah menjadi bahan kimia lainnya.

b. Fraksi kedua disebut nafta ( Gas bumi )


Nafta tidak dapat langsung digunakan, tetapi diolah pada tahap kedua untuk dijadikan bensin
( premium ) atau bahan petrokimia yang lain. Nafta sering disebut juga bensin berat.
c. Fraksi ketiga atau fraksi tengah
Selanjutnya dibuat menjadi kerosin ( minyak tanah ) dan avtur ( bahan bakar pesawat jet )
d. Fraksi keempat
Sering disebut solar yang digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel.
e. Fraksi kelima
Disebut juga residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat diolah lebih lanjut pada
tahap kedua menjadi berbagai senyawa karbon lainnya dan sisanya sebagai aspal dan lilin.

b. Pengolahan Tahap Kedua

Pada pengolahan tahap kedua, dilakukan berbagai proses lanjutan dari hasil penyulingan pada
tahap pertama. Proses-proses ini meliputi :

1) Perengkahan ( Cracking ) : pada proses perengkahan dilakukan berbagai


perubahan struktur kimia senyawa – senyawa hidrokarbon, yang meliputi:
pemecahan rantai, alkilasi ( penambahan alkil ), polimerisasi ( penggabungan
rantai karbon ), reformasi ( perubahan struktur ), dan isomerasi ( perubahan
isomer ).
2) Proses ekstrasi : pembersihan produk dengan menggunakan pelarut, sehingga diperoleh hasil
lebih banyak dengan mutu yang lebih baik.
3) Proses kristalisasi : proses pemisahan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya.
Misalnya dari pemurnian solar melalui proses pendinginan, penekanan dan penyaringan akan
diperolah produk sampingan lilin.
4) Pembersihan dan Kontaminasi ( treating ) : pada proses pengolahan tahap pertama dan tahap
kedua sering terjadi kontaminasi ( pengotoran ), kotoran-kotoran ini harus dibersihkan dengan
cara menambahkan soda kaustik ( NaOH ) tanah liat atau proses hidrogenesi.

HIDROKARBON
Hidrokarbon merupakan segolongan senyawa yang banyak terdapat di alam sebagai minyak
bumi. Indonesia banyak menghasilkan minyak bumi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi,
diolah menjadi bahan bakar motor, minyak pelumas, dan aspal.
Klasifikasi hidrokarbon yang merupakan senyawa yang hanya tersusun oleh karbon dan
hydrogen. Sedangkan senyawa karbon lainnya dapat dipandang sebagai turunan dari
hidrokarbon. Hidrokarbon masih dapat dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu : Hidrokarbon
alifatik, termasuk didalamnya adalah yang berantai lurus, yang berantai cabang, dan rantai
melingkar. Dan kelompok kedua yaitu : Hidrokarbon Aromatik, yang mengandung cincin atom
karbon yang sangat stabil.

Senyawa Hidrokarbon

Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. Dari namanya,
senyawa karbon adalah senyawa yang tersusun dari atom hydrogen dan atom.

Senyawa hidrokarbon terdiri atas karbon dan hydrogen. Bagian dari ilmu kimia yang membahas
senyawa hidrokarbon disebut kimia karbon. Dulu ilmu kimia karbon disebut kimia organic,
karena senyawa – senyawa dianggap hanya dapat diperoleh dari tubuh mahluk hidup dan tidak
dapat di sintesis dalam pabrik. Akan tetapi sejak Friedrich Whloe pada tahun 1982 berhasil
mensintesis urea ( suatu senyawa yang terdapat dalam air seni ) dari senyawa organic,
ammonium sianat dengan jalan memanaskan ammonium disaat tersebut.

                                    O


NH4  CNO-  H2N – C – NH2

Begitu keberhasilan Wohler diketahui, banyaklah sarjana lain yang mencoba membuat senyawa
karbon dari senyawa anorganik. Lambat laun teori tentang daya hidup hilang dan orang hanya
menggunakan kimia organiksebagai nama saja tanpa disesuaikan dengan arti yang
sesungguhnya. Sejak saat itu banyak senyawa karbon berhasil disintesis dan hingga sekarang
lebih dari 2 juta senyawa karbon dikenal orang dan terus bertambah setiap harinya.

Selain perbedaan jumlah yang sangat mencolok yang menyebabkan kimia karbon dibicarakan
secara tersendiri, karena memang terdapat perbedaan yang sangat besar antara senyawa karbon
dan senyawa anorganik seperti yang dituliskan sebagai berikut :

Senyawa Karbon Senyawa Organik


· Membentuk ikatan kovalen· Dapat membentuk rantai karbon· Non-elektrolit· Reaksi
berlangsung lambat· Titik didih dan titik lebur rendah· Larut dalam pelarut organik · Membentuk
ikatan ion· Tidak dapat membentuk rangkai karbon· Elektrolit· Reaksi berlangsung cepat· Titik
didih dan titik lebur tinggi· Larut dalam pelarut pengion

Senyawa Karbon Senyawa Organik

        Membentuk ikatan kovalen  Membentuk ikatan ion


        Dapat membentuk rantai karbon  Tidak dapat membentuk
rangkai karbon
        Non-elektrolit
        Reaksi berlangsung lambat  Elektrolit

        Titik didih dan titik lebur rendah  Reaksi berlangsung cepat

        Larut dalam pelarut organik  Titik didih dan titik lebur
tinggi

 Larut dalam pelarut pengion

Senyawa organik paling sederhana yang merupakan molekul yang tersusun atas karbon dan
hidrogen. Walaupun hanya terdiri dari dua jenis unsur, hidrokarbon merupakan suatu kelompok
senyawa yang besar.Hidrokarbon digolongkan berdasarkan bentuk rantai karbon dan jenis
ikatannya.

Berdasarkan bentuk rantai karbon, hidrokarbon digolongkan menjadi:


1. Hidrokarbon alifatik

Hidrokarbon alifatik adalah hidrokarbon bentuk rantai terbuka


2. Hidrokarbon alisiklik
Hidrokarbon alisiklik adalah hidrokarbon yang memiliki rantai lingkar (cincin)
3. Hidrokarbon aromatik
Hidrokarbon yang memiliki rantai lingkar yang berikatan konjugat yaitu ikatan tunggal dan
rangkap yang tersusun selang-seling.

Berdasarkan ikatan antarkarbon, senyawa hidrokarbon dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:


1. Hidrokarbon berikatan jenuh, yakni hidrokarbon yang hanya memiliki ikatan
tunggal pada rantainya.
2. Hidrokarbon berikatan tak jenuh, yakni hidrokarbon yang memiliki ikatan
rangkap (baik itu ikatan rangkap dua ataupun ikatan rangkap tiga) dalam rantainya.

Jenis Hidrokarbon yang Didegradasi Mikroba

1. Hidrokarbon Alifatik

Mikroorganisme pedegradasi hidrokarbon rantai lurus dalam minyak bumi ini jumlahnya relatif
kecil dibanding mikroba pendegradasi hidrokarbon aromatik. Di antaranya adalah Nocardia,
Pseudomonas, Mycobacterium, khamir tertentu, dan jamur. Mikroorganisme ini menggunakan
hidrokarbon tersebut untuk pertumbuhannya. Penggunaan hidrokarbon alifatik jenuh merupakan
proses aerobik (menggunakan oksigen). Tanpa adanya O2, hidrokarbon ini tidak didegradasi
oleh mikroba (sebagai pengecualian adalah bakteri pereduksi sulfat).Langkah pendegradasian
hidrokarbon alifatik jenuh oleh mikroorganisme meliputi oksidasi molekuler (O2) sebagai
sumber reaktan dan penggabungan satu atom oksigen ke dalam hidrokarbon teroksidasi.

2. Hidrokarbon Aromatik

Banyak senyawa ini digunakan sebagai donor elektron secara aerobik oleh mikroorganisme
seperti bakteri dari genus Pseudomonas. Metabolisme senyawa ini oleh bakteri diawali dengan
pembentukan Protocatechuate atau catechol atau senyawa yang secara struktur berhubungan
dengan senyawa ini. Kedua senyawa ini selanjutnya didegradasi menjadi senyawa yang dapat
masuk ke dalam siklus Krebs (siklus asam sitrat), yaitu suksinat, asetil KoA, dan piruvat.

Faktor Pembatas Biodegradasi

Kemampuan sel mikroorganisme untuk melanjutkan pertumbuhannya sampai minyak bumi


didegradasi secara sempurna bergantung pada suplai oksigen yang mencukupi dan nitrogen
sebagai sumber nutrien. Seorang ilmuwan bernama Dr. D. R. Boone menemukan bahwa nitrogen
tetap merupakan nutrien yang paling penting untuk degradasi bahan bakar. Selain itu keaktifan
mikroorganisme pendegradasi hidrokarbon juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti
temperatur dan pH.
Kondisi lingkungan yang tidak sesuai menyebabkan mikroba ini tidak aktif bekerja
mendegradasi minyak bumi. Sebagai contoh, penambahan nutrien anorganik seperti fosfor dan
nitrogen untuk area tumpahan minyak meningkatkan kecepatan bioremediasi secara signifikan.
Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya, hidrokarbon dibedakan menjadi :
1. Hidrokarbon jenuh, yaitu hidrokarbon pada rantai karbonnya semua berikatan tunggal.
Hidrokarbon ini diesbut juga sebagai alkana
2. Hidrokarbon tak jenuh, yaitu hidrokarbon yang antara atom karbon pada rantai atom
karbonnya terdapat ikatan rangkap dua atau tiga. Hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap
dua disebut alkena, dan hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap tiga disebut alkuna.

1) Alkena

Alkena merupakan hidrokarbon tidak jenuh, yaitu hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap
dua antara atom karbon. Alkena adalah senyawa hidrokarbon yang mempunyai satu ikatan
rangkap dua ( C = C ) pada rantai karbonnya. Sehingga alkena yang paling sederhana
mempunyai 2 atom C. Alkena disebut juga olfin dari kata olefiatn gas ( gas yang membentuk
minyak )
a. Rumus Umum Alkena

Dengan menggunakan model molekul ( molymood ), kita bias melihat bahwa paling sedikit
dibutuhkan dua buah atom karbon untuk menyusun sebuah molekul alkena. Senyaa hidrokarbon
yang dibentuk mempunyai rumus molekul C2H4

b. Tata Nama Alkena

Nama Alkena diturunkan dari nama alkana, yaitu sesuai dengan nama alkana dengan akhiran
“ana” diganti dengan akhiran “ena” .

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penamaan alkena, antara lain :


1. Rantai utama diambil dari rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap.
2. Penomoran atom karbon dimulai dari ujung yang paling dekat dengan ikatan rangkap.
3. Ikatan rangkap diberi nomor imtuk menunjukan letak ikatan rangkap.
4. Cara penulisan dan penamaan cabang sama dengan pada alkana.
5. Urutan penamaan

Contoh:

CH3 – C – CH = CH2 : 3 metil-1-butena

CH3

CH3 – C – CH = CH2 : 2 metil-2-butena

CH3

2) Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon tak jenuh yang mempunya satu ikatan rangkap tiga
( - C C - ) pada rantai karbonnya. Dibandingkan dengan alkana dan alkena yang sesuai, alkuna
memunyai lebih jumlah atom ( H ) yang lebih sedikit.
Latihan Soal PG Pilahan Ganda

1. Senyawa hidrokarbon terdiri atas …


a. Karbon dan hidrogen
b. Karbon dan Oksigen
c. Karbon dan nitrogen
d. Karbon dan sulfat
e. Sulfat dan Nitrogen
2. Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai pada karbonnya, hidrokarbon dibedakan menjadi

a. 5
b. 4
c. 3
d. 2
e. 1
3. Penyusun utama minyak bumi adalah senyawa…
a. Alkana dan Alkena
b. Hidrokarbon dan Aromatis
c. Sikloalkana
d. Alkanational
e. Sikloheksana
4. Fraksi minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar dengan angka oktan tinggi adalah…
a. Kerosin
b. Residu
c. Solar
d. Bnesin
e. Gitumen

5. Friedrich wohler berhasil mensintesis urea pada tahun …


a. 1930
b. 1928
c. 1948
d. 1918
e. 1950
6. Alkediena memiliki rumus umum sama dengan alkuna adalah…
a. CnH2N-2
b. C4H10
c. C5H10
d. C5H12
e. CnH2n+2
7. Fraksi yang mempunyai nama “Elpiji” atau LPG ( Liquifed Petroleum Gas ) adalah Fraksi…
a. Fraksi pertama
b. Fraksi kedua
c. Fraksi ketiga
d. Fraksi keempat
e. Fraksi kelima
8. Hidrokarbon yang antar karbon pada rantai karbonnya semua berikatan tunggal adalah…
a. Hidrokarbon jenuh
b. Hidrokarbon tak jenuh
c. Hidrokarbon jenuh tak jenuh
d. Hidrogen aromatis
e. Karbon monoksida
9. Kedudukan atom karbon dibedakan menjadi 4 macam, kecuali…
a. Atom karbon sekunder
b. Atom karbon Kuarterner
c. Atom karbon Primer
d. Atom karbon tersier
e. Atom Primer dan Sekunder

10. Senyawa karbon yang dapat disintesis diluar tubuh mahluk hidup adalah?
a. Senyawa organic
b. Senyawa karbon anorganik
c. Karbon monoksida
d. Hidrokarbon aromatis
e. Karbon dioksida
11. Pengolahan minyak bumi dilakukan pada “kilang minyak” melalui …. Tahap
a. 4
b. 3
c. 2
d. 1
e. 5
12. Molekul yang mempunyai sturktur ruang tetrahendron dengan atom karbon sebagai pusat dan
pada keempatsudut terdapat atom hydrogen, adalah..
a. Metana
b. Karbon monoksida
c. Butena
d. Propona
e. Etilena
13. Parafin adalah …
a. Daya gabungnya tinggi
b. Daya gabungnya sedang
c. Daya gabungnyarendah
d. Daya gabungnyatinggi sekali
e. Hanya daya gabung
14. berdasarkan jumlah ikatannya, ikatan rangkap dua adalah …
a. Ikatan antara atom – atom karbon dengan dua tangan ikatan ( dua pasang electron ikatan .
b. Ikatan antara atom – atom karbon dengan satu tangan ikatan ( sepasang electron ikatan )
c. Elektronnya tidak saling berikatan
d. Ikatan antara atom – atom karbon dengan tiga tangan ikatan ( tiga pasangan electron ikatan )
e. Anggotanya memiliki sifar kimia yang serupa.
15. Alkadiena memiliki rumus umum sama dengan alkuna adalah …
a. CnH2n –2
b. C4H10
c. C5H10
d. C5H12
e. CnH2n+2
16. Terbagi berapakah hasil pada proses distilasi bertingkat ( fraksi ) ?
a. Satu
b. Dua
c. Tiga
d. Empat
e. Lima
17. Apa yang dimaksud Hidrokarbon tak jenuh?
a. Hidrokarbon pada rantai karbonnya semua berikatan tunggal. Hidrokarbon ini diesbut juga
sebagai alkana
b. Hidrokarbon yang antara atom karbon pada rantai atom karbonnya terdapat ikatan rangkap dua
atau tiga. Hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap dua disebut alkena, dan hidrokarbon
yang mengandung ikatan rangkap tiga disebut alkuna.
c. Pada proses perengkahan dilakukan berbagai perubahan struktur kimia senyawa – senyawa
hidrokarbon
d. Hidrokarbon tak jenuh yang mempunya satu ikatan rangkap tiga ( - C C - ) pada rantai
karbonnya
e. Hidrokarbon rantai lurus dalam minyak bumi ini jumlahnya relatif kecil dibanding mikroba
pendegradasi hidrokarbon aromatik
18. Proses distilasi berulang-ulang, sehingga didapatkan berbagai macam hasil berdasarkan
perbedaan titik didihnya disebut?
a. Alkena
b. Alkuna
c. Distilasi bertingkat
d. Distilasi tak bertingkat
e. Hidrokarbon Tak jenuh

19. Apa penyusun utama minyak bumi?


a. Nitrogen
b. Hidrokarbon
c. Hidrogen
d. Belerang
e. Oksigen
20. Jumlah senyawa hidrokarbon pada komposisi minyak bumi adalah…
a. 0,1 – 7 %
b. Sangat kecil
c. 0,01 – 0,4 %
d. 90 – 99 %
e. Sangat besar
Essay !

1. Hidrokarbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkap dua atau tiga disebut?
2. Atom karbon yang terikat oleh empat atom karbon yang lain disebut?
3. Gugus cabang pada alkana umumnya merupakan alkil yaitu?
4. Peristiwa dimana senyawa-senyawa karbon mempunyai rumus molekul yang sama tetapi beda
dalam strukturnya di sebut?
5. Apa yang dimaksud dengan deret homolog alkana? Bagai mana sifat-sifat deret homolog
alkana?

KUNCI JAWABAN

Pilihan Ganda

1. A 11. C
2. D 12. A
3. A 13. C
4. D 14. A
5. B 15. A
6. A 16. E
7. A 17. A
8. A 18. C
9. D 19. B
10. B 20. D

Essay !

1. Hidrokarbon tak jenuh “alkena” dan alkuna “ 2 dan 3 “


2. Atom Karbon Kuarter
3. Gugus hidrokarbon ( alkana ) yang kehilangan sebuah atom karbon, rumus umum
alkil dalah CnH2n+1
4. Isometri Alkana
5. Deret Homolog alkana adalah Deret senyawa – senyawa hidrokarbon yang setiap
anggota satu keanggota berikutnya bertambah sebanyak CH2.
Sifat – sifatnya :
· Mempunyai rumus, untuk deret homolog alkana adalah CnH2n + 2
· Antara satu anggota ke anggota berikutnya mempunyai pembeda CH2
· Selisih massa rumus antara satu anggota ke anggota berikutnya sebesra 14
· Semakin panjang rantai atom karbonnya, semakin tinggi titik didihnya.
KESIMPULAN
Minyak Bumi

Minyak Bumi terbentuk sebagai hasil akhir dari penguraian bahan-bahan organik (sel-sel dan
jaringan hewan/tumbuhan laut) yang tertimbun selama berjuta tahun di dalam tanah, baik di
daerah daratan atau pun di daerah lepas pantai.

q Komposisi minyak bumi


Minyak Bumi terdiri atas bermacam-macam senyawa, terutama senyawa hidrokarbon, selain
mengandung unsure C dan H, kadang-kadang minyak bumi juga mengandung belerang ( S ),
nitrogen ( N ), dan Oksigen ( O ).

q Pengolahan minyak bumi


· Pengolahan Tahap Pertama
Ø Fraksi pertama
Ø Fraksi kedua disebut Nafta ( Gas Bumi )
Ø Fraksi ketiga atau Fraksi Tengah
Ø Fraksi keempat
Ø Fraksi kelima

· Pengolahan Tahap Kedua


Ø Perengkahan ( Cracking )
Ø Proses ekstrasi
Ø Proses kristalisasi
Ø Pembersihan dan Kontaminasi ( treating )

Hidrokarbon
Hidrokarbon merupakan segolongan senyawa yang banyak terdapat di alam sebagai minyak
bumi. Indonesia banyak menghasilkan minyak bumi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi,
diolah menjadi bahan bakar motor, minyak pelumas, dan aspal.
Ø Jenis Hidrokarbon yang Didegradasi Mikroba
v Hidrokarbon Alifatik
v Hidrokarbon Aromatik
Ø Faktor Pembatas Biodegradasi
Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya, hidrokarbon dibedakan menjadi :

Ø Hidrokarbon jenuh,
Ø Hidrokarbon tak jenuh,
Hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap dua disebut alkena, dan hidrokarbon yang
mengandung ikatan rangkap tiga disebut alkuna.

q Alkena
Ø Rumus Umum Alkena
Ø Tata Nama Alkena
q Alkuna

Daftar Pustaka
§ Unggul sudarmo 2006. Kimia untuk sma Kelas X. Jakarta : PHIBETA
§ http://kimiakoloid.com/blog/?cat=10
§ http://www.chem-is-try.org/tanya_pakar/apa_komposisi_dari_minyak_bumi/
§ Buku kimia kelas ix