PENGERTIAN HUKUM

1. Pengertian Hukum Memberi batasan tentang pengertian hukum atau defenisi hukum adalah sangat sulit, tidak ada satupun yang dapat menjelaskan secara tuntas atau sempurna. Bahkan ada beberapa sarjana hukum yang tidak mau mendefenisikan pengertian hukum. Misalnya. L.J. Van Apeldoorn, beliau mengatakan bahwa : “ setidak-tidaknya mengenai hukum, ada ruginya yang lebih besar, tiap-tiap defenisi mengenai hukum, memberi kesan yang tidak tepat kepada mereka yang baru belajar, sehingga perkenalan pertama, segera dimulai dengan salah faham, karena tidak mungkin memberikan definisi tentang hukum, yang sungguh-sungguh dapat memadai kenyataan. Walaupun sejak beberapa ribu tahun orang sibuk mencari sesuatu fedinisi tentang hukum namun belum pernah terdapat sesuatu yang memuaskan.” Walaupun beliau tidak memberikan definisi tentang hukum secara tegas, namun beliau mencoba memberikan pandangan mengenai hukum yang bertolak dari dua sudut, yaitu : a. De ont wikkelde leek yaitu orang yang terpelajar tetapi bukan ahli hukum (yuris). Menurut Van Apeldoorn, kalau mereka ini ditanya apa itu hukum ? dia akan menjawab saya melihatnya dalam undang-undang. Baginya hukum adalah sama dengan undangundang, deretan pasal dalam undang-undang yang tidak berkesudahan. Pandangan inilah yang menyebabkan de ont wikkelde leek berkata ilmu pengetahuan hukum adalah membosankan. Hukum tidak sama dengan undang-undang, karena undang-undang sebagian saja dari hukum yaitu hukum yang tertulis. Hukum yang tertulis itupun jenisnya atau bentuknya berbagai ragam misalnya. Traktat, UUD, Ketetapan MPR, UU, Perpu, PP, Keputusan Presiden dan sebagainya. Dengan demikian undang-undang itu hanya sebagian pula dari hukum yang tertulis. Memang undang-undang adalah hukum, tetapi tidak bisa dibalik bahwa hukum adalah undang-undang. Undang-undang adalah hukum yang tertulis, tetapi juga tidak dapat dibalik bahwa hukum yang tertulis adalah undang-undang. b. The man in the street yaitu orang-orang kebanyakan atau orang pada umumnya, misalnya pedagang-pedagang kali lima, sopir-sopir colt, tukang becak dan lain sebagainya. Menurut Van Apeldoorn, jika mereka mendengar perkataan hukum seketika itu juga teringatlah ia akan gedung pengadilan, hakim, pengacara, jurusita, polisi, ia tak pernah melihat undang-undang, tetapi ia pernah di ruang pengadilan. Mendengar kata hukum, seketika itu juga ia mengingat sesuatu perkara. Hukum masih hidup, hidup di ruang pengadilan. Di sana ia tidak kering menjadi rumus, akan tetapi di sana ia menjelma dalam perbuatan. Karena itu pandangan the man in the street yang berhadapan dengan hidup sehari-hari lebih baik daripada pandangan de ont wikkelde leek yang pernah membuka kitab undang-undang dan mengira bahwa ia telah mengetahui seluk beluk hukum. Untuk kelompok the man in the street hukum tidak membosankan karena ia melihat hukum sebagaimana hukum itu hidup. Eutrecht senada dengan Van Apeldoorn yang juga keberatan memberikan definisi tentang hukum, dengan alasan hukum itu suatu gejala sosial. Jadi agar ada hukum, maka perlu ada suatu masyarakat orang. Bilamana tidak ada masyarakat orang, maka tentu tidak ada hukum. Oleh sebab tidak dapat dikatakan perhubungan macam apa yang terdapat dalam masyarakat, maka tidak dapat pula bagi seseorang mengatakan hukum macam apa yang mengatur perhubungan itu. Maka dari itu yang dapat dikatakan hanyalah bahwa hukum itu terlalu luas sekali sehingga tidak mungkin dibuat definisi yang meliputinya dalam segala-galanya. Sebagai pedoman atau pegangan saja menurut Eutrecht, hukum adalah himpunan petunjuk-petunjuk hidup (perintah-perintah dan larangan-larangan) yang mengatur tata tertib dalam sesuatu masyarakat, dan oleh karena itu harus ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan.

Hukum yang ada dan mengatur masyarakat itu meliputi hukum yang tertulis dan hukum yang tidak tertulis. maka dari hasil pengukuran atau penilaian itu akan diketahui tingkah laku seseorang itu baik atau tidak baik. b. b) Immanuel Kant. Norma berasal dari bahasa Latin dan dalam bahasa Belanda kata norma yang berarti patokan. menurut peraturan hukum tentang kemerdekaan. salah satu fungsi hukum yaitu mengatur. Meyers dalam bukunya “De Algemere Begrippen Vanhet Burgerlijk Recht” mengatakan bahwa hukum ialah semua aturan tingkah laku manusia dalam masyarakat dan yang menjadi pedoman bagi penguasa-penguasa negara dalam melakukan tugasnya. Hukum merupakan himpunan peraturan Apabila kita renungkan secara mendalam. hukum ialah aturan tingkah laku para anggota masyarakat. Di sinilah hukum memainkan perannya. Unsur hukum Berpijak dari beberapa definisi tentang hukum di atas dapat dimengerti bahwa dalam hukum itu terkandung unsur-unsur sebagai berikut : a. apabila tingkah lakunya tidak bertentangan dengan hukum. Amin dalam bukunya Bertamasya ke Alam Hukum. keadilan dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat. e) J.C.M. yang keduanya berfungsi sebagai pengatur kehidupan masyarakat. Simorangkir dan Woerjono Sastropranoto dalam bukunya “Pelajaran Hukum Indonesia”. Hukum adalah kumpulan-kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi-sanksi itu disebut hukum dan tujuan hukum itu adalah mengadakan ketetatertiban dalam pergaulan manusia. hukum adalah keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas orang yang lain. Dengan demikian kegunaan kaidah untuk memberi petunjuk kepada manusia bagaimana semestinya ia bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kita sering mendengar istilah lain dari hukum yaitu norma dan kaidah.Antar para ahli hukum belum ada kesepakatan pendapat tentang apa hukum itu. Istilah kaidah berasal dari bahsa Arab yang berarti petunjuk atau perintah tingkah laku. Dikatakan seseorang itu bertingkah laku baik. maka dapat dirumuskan bahwa hukum adalah suatu himpunan peraturaan-peraturan baik yang tertulis ataupun yang tidak tertulis yang berperan mengatur tingkah laku manusia di dalam pergaulan hidup di masyarakat yang bersifat memaksa. yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibatkan diambilnya tindakan yaitu dengan hukuman tertentu. sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara.M. Oleh karena itulah setiap manusia bertingkah laku untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing. c) Leon Duguit. yakni mengatur manusia-manusia yang . sehingga tiap ahli hukum memberikan pendapatnya yang berbeda-beda. Tingkah laku seseorang diukur atau dinilai dengan norma. mengikat dan bagi yang melanggar akan dijatuhi sanksi oleh penguasa yang berwenang agar ada ketertiban. Setiap manusia mempunyai berbagai ragam kepentingan yang mesti dipenuhi dalam hidupnya. d) S. hukum itu ialah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa. sedangkan tingkah laku seseorang dikatakan tidak baik apabila ia bertingkah laku yang bertentangan dengan hukum.T. apalagi manusia yang di tengah bermasyarakat. aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan yang jika dilanggar menimbulkkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran itu. Apabila pendapat-pendapat di atas kita tarik kesiumpulan. Manusia yang bertingkah laku dalam masyarakat Kehidupan manusia itu sangat kompleks. 2. pedeoman atau alat ukur. antara lain : a) E. agar di masyarakat ada ketentraman.

mempertahankan) tata tertib kehidupan bersama. dipatuhi dan benar-benar dapat berfungsi sebagai pengayom atau pelindung masyarakat. penting pula untuk dipahami. Selain itu hukuman itu bermaksud pula untuk memperbaiki orang yang telah berbuat kejahatan. Ada juga yang mengatakan dasar pemberian hukuman itu adalah pembalasan. Dalam konteks yang demikian itu. memperbaiki orang yang telah berbuat tidak boleh diabaikan. d. Lepas dari mau atau tidak mau hukum mengikat dan dapat dipaksakan dengan alat perlengkapan atau kekuatan negara. mempertakutkan.sedang bertingkah laku dalam masyarakat agar tidak terjadi kekacauan atau benturan antar kepentingan manusia. yang mendekati kepastian saja. itu tidak masuk dalam pengertian ini. Atas dasar itulah maka sifat hukum dapat dipaksakannya hukum bagi yang melanggar adalah sangat penting. akan tetapi maksud lain-lainya (pencegahan. . Hukuman atau sanksi menurut pasal 10 KUHP (kitab Undang-Undang Hukum Pidana) terdiri dari : 1) Hukuman-hukuman pokok : a) hukuman mati b) hukumaan penjara c) hukuman kurungan d) hukuman denda 2) Hukuman-Hukuman tambahan a) pencabutan beberapa hak yang tertentu b) perampasan berang-barang tertemntu c) pengumunan keputusan hakim Dalam KUHP karangan Soesilo dijelaskan mengenai arti hukuman ialah suatu perasaan tidak enak (sengsara) yang dijatuhkan oleh hakim dengan ponis kepada orang yang telah melanggar undang-undang hukum pidana. Adanya sanksi bagi si pelanggar hukum Sanksi atau hukuman adalah unsur yang penting pula bagi suatu hukum. berdasar atas pepatah kuno. menuntut agar dapat dicapai kepastian atau bahkan. Menurut Feurback. dengan demikian hukum melakukan kompromi. Sedangkan menurut Emmanuel Kant. kalau berani melanggar hukum. memang keras supaya ditaati. Mereka ini menganut teori yang biasa disebut theorie gabungan. tetapi justru merasa bangga. Sifat hukum itu memaksa atau mengikat Unsur memaksa adalah penting bagi hukum. bahwa pengadilan itu memberikan keputusan atas permintaan para pihak yang berdasarkan bukti-bukti yang diajukan oleh para pihak pula. c. Setiap hukum yang diterbitkan oleh penguasa negara selalu disertai dengan sanksi namun pasti ada orang yang melanggarnya. Sekalipun pengadilan itu memang harus memutuskan secara benar. Manusia yang sudah jatuh dosa ini rupa-rupanya tidak begitu saja dapat menerima dan melaksanakan hukum berdasar atas rasa kesadaran dan solidaritas hidup bermasyarakat. siapa membunuh harus dibunuh. Bagaimanapun keputusan haruslah diambil. Tanpa adanya sanksi bagi orang yang melanggar suatu hukum sulitlah diharapkan orang-orang menaati akan hukum itu. Hukum dapat dipaksakan dan mengikat bagi warga masyarakat lepas mereka senang atau tidak senang. hukuman adalah suatu pembalasan. Lebih jauh dari pada itu. Orang yang bertingkah laku melanggar hukum yang dapat mengancam keselamatan orang lain dipaksa untuk mematuhi hukum. Dengan demikian dapat kita pahami bahwa hukum itu keras. Kecenderungan manusia pada umumnya tidaklah mentaati hukum. Pendapat ini biasa disebut theori pembalasan (vergeldings theorie). Teori ini bisasa disebut teori mempertakutkan (afchrikkings theorie). Teori ini biasa disebut teori perbaiki (verbeterings theorie). karena telah melanggar peraturan tata tertib kepolisian. atau hukuman diciplinair yang diberikan oleh pejabat polisi kepada bawahannya. hukuman harus dapat mempertakutkan orang supaya jangat berbuat jahat. Penerapan hukum tidak menuntut adanya suatu kepastian yang absolut tentang kebenaran suatu keputusan. Hukuman yang biasa dijatuhkan guru kepada murid.

seperti di bawah ini : 1). dianggap oleh hukum sebagai tuntas e.fakta-fakta yang dapat diketemukan oleh dewan. mengajukan gugatan secara sendiri-sendiri. Ada negara yang tujuan hukumnya adalah mencapai keadilan. karena dibutuhkan peraturan-peraturan yang tak terhinga banyaknya untuk mengatur setiap peristiwa yang khusus. Orang yang melanggar. Tujuan Hukum Berpijak dari unsur-unsur hukum di atas. maka tujuan hukum yakni agar di dalam masyarakat ada keteraturan. sekalipun dalam perkara yang lain diterima bahwa lampu menyala merah. karena peraturan yang demkian ini hanya memperhatikan hal-hal yang bersifat umum. 3. Di sini hukum mempunyai tugas menegakkan atau mewujudkan keadilan bagi si pelanggar keadilan tersebut. Mungkin terjadi. Jadi hukum dibentuk untuk memberikan kepada tiap orang apa yang menjadi haknya (teori etis). supaya adil dijatuhi hukuman. teori etis terlalu berat sebelah. bahwa dua orang penumpang yang sama-sama mengalami luka dalam suatu kecelakaan bus yang sama. Keadaan seperti ini menekankan pada peranan peradilan sebagai suatu cara untuk melakukan penyelesaian perkara secara tersendiri-tersendiri (particular). maka dapat dirumuskan bahwa tujuan hukum adalah sebagai berikut : a) Atas dasar bahwa hukum itu merupakan peraturan. 4). dihadapan dewan yang tidak memihak. suatu dewan yang semula belum diberitahu mengenai masalah yang dibicarakan. bahwa lampu ternyata menyala hijau. tujuan hukum menurut tata hukum di Indonesia Seperti yang telah di terangkan tujuan hukum di Indonesia adalah pertama- . tenteram dan damai. sesuai dengan bobot pelanggarannya. d) Agar terwujud kehidupan masyarakat yang aman.Hukum tidak menuntut agar fakta yang diadili itu dapat diketemukan dengan cara yang sama pada pengadilan yang lain. sedang keduaduannya mendasarkan gugatannya pada pernyataan bahwa pengemudi bus telah melanggar lampu lalu lintas yang menyala merah. b) Apabila setiap warganegara sudah taat atau patuh kepada peraturanperaturan yang mengatur hidupnya maka akan terwujud ketertiban. biasannya antara dua pihak. sedang hal-hal yang bersifat kepentingan khusus kurang diperhatikan. c) Menegakkan keadilan. 2). menurut banyaknya negara yang menetapkan apa yang menjadi tujuan hukum bagi tata hukuman masing-masing. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tujuan hukum adalah sematamata mengurus kepentingan manusia dalam masyarakat. Jadi kalau terjadi ketidak adilan lembaga peradilan lah yang berwenang untuk membuat keadilan dengan cara menjatuhkan sanksi yang sesuai dengan rasa keadilan masyarakat dan berdasarkan atas hukum yang ada. Kebiasaaan masyarakat seperti ini tidak dapat dibenarkan sebab dalam masyarakat negara ini sudah ada lembaga peradilan yang berwenang untuk itu yaitu lembaga peradilan inilah yang didambakan oleh masyarakat yang tengah menegara untuk menjaga adanya keadilan. Namun tujuan ini tidak otomatis terwujud tanpa ketaatan yang sama baik bagi warga masyarakat ataupun penguasa. tentram dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Penguasa yang berwenang Apabila kita perhatikan peristiwa-peristiwa hukum yang terjadi di masyarakat ada kecenderungan dari masyarakat untuk menyelesaikan persoalan itu dengan cara main hakim sendiri (eigen rechting). Hukum membiarkan pemeriksa fakta pada perkara yang satu untuk menerima. Ada lagi negara yang bertujuan agar tata hukumnya bisa memberi “ kegunaan” sebanyak-banyaknya kepada orang sebanyak-banyaknya (utility teori). Ketaatan yang terus menerus oleh semua pihak adalah kunci terwujudnya rasa aman. Tujuan yang demikian inipun terlalu berat sebelah. Mengenai tujuan hukum sebenarnya ada bermacam-macam pendapat. Hukum mendasarkan kebanyakan prosedur formalnnya atas penyajian oleh pihak-pihak yang berperkara dalam suatu forum peradilan yang bersifat umum. Jadi. 3). Tentu saja hal yang demikian ini tidak mungkin diberikan oleh hukum.

J. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik (2). Sistem pemerintahan adalah sistem demokrasi Pancasila. Menurut dia maka hukum mempunyaiu suatu tugas yang suci yaitu memberikan kepada tiap orang apa ia berhak menerimanya. Sistem pembelaan negara berdasarkan hak dan kewajiban semua warga negara (7). c) Van Kans. maka . Kedua. Van Apeldoorn. b). mengatakan bahwa hukum beertujuan menjaga kepentingan tiap-tiap manusia supaya kepentingan itu tidak dapat diganggu. e) C. kehormatan.S. utiletrits theorie). yaitu asas-asas keadilan dari masyarakat itu. tujuan hukum ialah mengatur pergaulan hidup secara damai. Perdamaian di antara manusia dipertahankan oleh hukum dengan melindungi kepentingan-kepentingan manusia yang tertentu. Kalau hal ini kita hubungkan dengan seruan pemerintah bahwa : “Keamanan dan ketertiban adalah syarat mutlak untuk melaksanakan pembangunan nasional”. b) Eutrecht. jiwa. Menjunjung tinggi hak asasi manusia dengan berpangkal pada konsep keselarasan dan keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat (3). Kepentingan dari perseorangan dan kepentingan golongan-golongan manusia selalu bertentangan satu sama lain.T. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945 itu. Untuk memperluas cakrawala pandang tentang apa yang menjadi tujuan hukum. suatu anggapan berdasarkan etika. suatu anggapan yang menuju ke arah barang apa yang berguna (anggapan yang mengutamakan utilitet. Kansil. mengomentari bahwa pendapat Van Apeldoorn mengambil jalan tengah dari dua anggapan yaitu : pertama. maka jelaslah sudah apa yang sebenarnya menjadi tujuan dari pada tata hukum nasional RI dewasa ini ialah : a). Pertentangan kepentingan ini selalu menyebabkan pertikaian. Dengan uarian tentang sistem pemerintahan seperti tersebut di atas. mengatakan bahwa hukum itu mengabdi pada tujuan negara yang dalam pokoknya ialah mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada rakyatnya. benda.tama hendak mencapai dan memelihara keamanan serta ketertiban dalam masyarakat. Biasanya menurut anggapan ini hukum dirumuskan bertujuan menjamin adanya bahagia sebanyak-banyaknya pada orang sebanyak-banyaknya. harta. Bahwa hal ini merupakan syarat mutlak untuk melaksanakan pembangunan nasional kita. mengatakan bahwa hukum itu bertujuan menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat dan hukum itu harus pula bersendikan pada keadilan. terhadap yang merugikannya. Bahwa tujuan tata hukum RI ialah untuk menjamin keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. kemudian dijabarkan dalam sistem kenegaraan dan secara pokok-pokok sebagai berikut : (1). Sistem politik atas dasar kesamaan kedudukan semua warganegara dalam hukum dan pemerintahan (5). bahkan peperangan antara semua orang melawan semua orang jika hukum tidak bertindak sebagai perantara untuk mempertahankan perdamaian. di bawah ini akan dikemukakan beberapa pendapat dari para ahli hukum antara lain : a) L. Menurut anggapan ini hukum bertugas hanya membuat adanya keadilan (yang mula-mula membuat anggapan ini adalah Aritoteles dalam bukunya Rhetorica. guna mencapai masyarakat adil makmur yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem sosial budaya berdasarkan azas Bhinneka Tunggal Ika (4). Sistem ekonomi disusun sebagai usaha bersama atas dasar kekeluargaan (6). Menurut anggapan ini maka hukum bertujuan semata-mata apa yang berfaedah saja. kemerdekaan. d) Subekti.

serta aliran-aliran yang mewakilinnya. Buatlah laporan diskusi kelompokmu pada kertas kerjamu ! 4. Sebutkan apa saja unsur-unsur hukum ! d. mau tidak mau harus dilakukan. Diskusikan bersama anggota kelompokmu. Berikan 3 contoh kalimat sehingga kalimat tersebut dapat dikatakan sebagai aturan hukum ! e. harus ditaati atau dipatuhi oleh siapa saja. maka besarlah peranan aliran-aliran (aspirasi dan dinamika) masyarakat. Setelah selesai salah satu anggota kelompokmu untuk mempresentasikan ke depan kelas ! 5. Bacalah materi Pengertian Hukum dengan teliti dan seksama ! 2. Berikan contoh upaya-upaya yang harus dilakukan dalam rangka mematuhi aturan hukum di sekolah ! 3.tampak jelas kerangka mekanisme penyelenggaraan pemerintahan negara. kumpulkan pekerjaanmu kepada gurumu ! HASIL KERJA KELOMPOK : . Hukum itu harus dipatuhi atau ditaati berarti perintah yang tersurat dalam aturan atau dalam hukum itu harus dijalankan atau dilaksanakan. permasalahan berikut ini : a. Ciri-ciri Hukum Dari uraian di atas. sifatnya keras. hukum merupakan larangan hukum merupakan larangan dalam artian melarang untuk melakukan sesuatu perbuatan atau tidak boleh melakukan sesuatu perbuatan apapun. dapat ditemukan ciri-ciri hukum sebagai berikut : a. bahwa mekanisme kelembagaan negara secara konstitusional dijamin sifat demokratisnnya dengan wadah dan status Undang-Undang. Supaya ada keteraturan. 4. Setelah dipresentasikan. keadilan dan kedamaian hidup dalam masyarakat. Dengan peraturan semacam itu. sebagai wadah pengorganisasian kepentingan-kepentingan yang ada. hukum merupakan perintah berarti harus dilakukan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hukum ! b. c. TUGAS KELOMPOK 1 Alokasi waktu : 20 Menit Petunjuk Umum : 1. Apabila melakukan perbuatan yang dilarang tersebut berarti melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum. b. Sebutkan apa saja ciri-ciri hukum ! c. Adapun mutu atau materi Undang-Undang itu sangat tergantung pada tingkat kecerdasan rakyat dan pengalaman rakyat dalam bernegara. ketertiban. tidak dapat ditawartawar. hukum itu merupakan perintah. Setiap orang wajib melaksanakan aturan atau hukum yang mengatur kehidupan masyarakatnya. Jelaslah.