Anda di halaman 1dari 4

Oleh:

Ade Qomaruzzaman/Syari’ah/Mu’ammalat/Perbankan
Syari’ah

KOPERASI

A. Pengertian Koperasi

Menurut Undang-undang No. 25/1992, koperasi


adalah badan usaha yang beranggotakan orang-
perorangan atau badan hukum Koperasi dengan
melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang
berdasarkan asas kekeluargaan (Sitio dan Tamba, 2001).
Koperasi sebagai organisasi ekonomi yang berwatak sosial
sebagai usaha bersama berdasar asas-asas kekeluargaan
dan gotong royong (Widiyanti, 94).
Perkoperasian di Indonesia diatur dengan Undang-
Undang Nomor 25 Tahun 1992 yang berlandaskan
Pancasila dan UUD 1945, dan bertujuan memajukan
kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat
pada umumnya serta ikut membangun tatanan
perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan
masyarakat yang maju, adil, dan makmur (Koperindo.com,
2001 )
Prinsip-prinsip atau sendi-sendi dasar Koperasi
menurut UU No. 12 tahun 1967, adalah sebagai berikut.
a. Sifat keanggotaannya sukarela dan terbuka untuk
setiap warg negara Indonesia
b. Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi
sebagai pencerminan demokrasi
dalam koperasi
c. Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing
anggota
d. Adanya pembatasan bunga atas modal
e. Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya
dan masya rakat pada umumnya
f. Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka
g. Swadaya, swakarta, dan swasembada sebagai
pencerminan prinsip dasar percaya pada diri sendiri
Menurut UU No. 25 Tahun 1992, prinsip-prinsip
koperasi adalah sebagai berikut:
a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil
sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-
masing anggota.

1
d. Pemberian balas jasa tidak terkait dengan besarnya
setoran modal.
e. Kemandirian
f. Pendidikan koperasi
g. Kerja sama antar koperasi

B. Kewirausahaan Koperasi

Para wirausaha koperasi adalah orang yang


mempunyai sikap mental positif yang berorientasi pada
tindakan dan mempunyai motivasi tinggi dalam mengambil
risiko pada saat mengejar tujuannya. Tetapi mereka juga
orang-orang yang cermat dan penuh perhitungan dalam
mengambil keputusan tentang sesuatu yang hendak
dikerjakan, Setiap mengambil keputusan tidak didasarkan
pada metode coba-coba, melainkan dipelajari setiap
peluang bisnis dengan mengumpulkan informasi-informasi
yang berharga bagi keputusan yang hendak dibuat.
Selanjutnya menurut Meredith (1984) para wirausaha
(termasuk wirausaha koperasi) mempunyai ciri dan watak
yang berlainan dengan individu kebanyakan.
Ciri-ciri dan watak tersebut dijelaskan sebagai
berikut:
a. Mempunyai kepercayaan yang kuat pada diri sendiri.
b. Berorientasi pada tugas dan basil yang didorong oleh
kehutuhan untuk herprestasi, berorientasi pada
keuntungan, mempunyai ketekunan dan ketabahan,
mempunyni tekad kerja keras, dan mempunyai energi
inisiatif.
c. Mempunyai kemampuan dalam mengambil risiko dan
mengambil keputusan keputusan secara cepat dan
cermat.
d. Mempunyai jiwa kepemimpinan, suka bergaul dan
suka menanggapi saransaran dan kritik.
e. Berjiwa inovatif, kreatif dan tekun.

f. Berorientasi ke masa depan.

C. Fungsi Koperasi

1 Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian indonesia

2. Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi indonesia

3. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara indonesia

2
4. Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia dengan jalan

pembinaan koperasi

D. Peran dan Tugas Koperasi

1. Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat indonesia

2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di indonesia

3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan


cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi
yang ada

E. Sejarah Koperasi

Koperasi adalah institusi (lembaga) yang tumbuh atas dasar


solidaritas tradisional dan kerjasama antar individu, yang pernah
berkembang sejak awal sejarah manusia sampai pada awal “Revolusi
Industri” di Eropa pada akhir abad 18 dan selama abad 19, sering
disebut sebagai Koperasi Historis atau Koperasi Pra-Industri. Koperasi
Modern didirikan pada akhir abad 18, terutama sebagai jawaban atas
masalah-masalah sosial yang timbul selama tahap awal Revolusi
Industri.

Koperasi merupakan salah satu lembaga ekonomi yang menurut


Drs. Muhammad Hatta (Bapak Koperasi Indonesia) adalah lembaga
ekonomi yang paling cocok jika diterapkan di Indonesia. Hal ini
dikarenakan sifat masyarakat Indonesia yang tinggi kolektifitasannya
dan kekeluargaan.Tapi sayangnya lembaga ekonomi ini malah tidak
berkembang dengan pesat di negara Republik Indonesia ini.
Kapitalisme berkembang dengan pesat dan merusak sendi-sendi
kepribadian bangsa tanpa berusaha untuk memperbaikinya. Sehingga
jurang kesenjangan sosial semakin lebar dan tak teratasi lagi.

Gerakan koperasi digagas oleh Robert Owen (1771–1858), yang


menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New
Lanark, Skotlandia.
Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King
(1786–1865) – dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris.
Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama
The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis
tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi.

Koperasi akhirnya berkembang di negara-negara lainnya. Di Jerman,


juga berdiri koperasi yang menggunakan prinsip-prinsip yang sama
dengan koperasi buatan Inggris. Koperasi-koperasi di Inggris didirikan

3
oleh Charles Foirer, Raffeinsen, dan Schulze Delitch. Di Perancis,
Louis Blanc mendirikan koperasi produksi yang mengutamakan kualitas
barang.

Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di


Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Dia mendirikan koperasi
kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan
rentenir.
Koperasi tersebut lalu berkembang pesat dan akhirnya ditiru oleh Boedi
Oetomo dan SDI.

Belanda yang khawatir koperasi akan dijadikan tempat pusat


perlawanan, mengeluarkan UU no. 431 tahun 19 yang isinya yaitu :

- Harus membayar minimal 50 gulden untuk mendirikan koperasi


- Sistem usaha harus menyerupai sistem di Eropa
- Harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jendral
- Proposal pengajuan harus berbahasa Belanda

Hal ini menyebabkan koperasi yang ada saat itu berjatuhan


karena tidak mendapatkan izin Koperasi dari Belanda. Namun setelah
para tokoh Indonesia mengajukan protes, Belanda akhirnya
mengeluarkan UU no. 91 pada tahun 1927, yang isinya lebih ringan dari
UU no. 431 seperti :
- Hanya membayar 3 gulden untuk materai
- Bisa menggunakan bahasa derah
- Hukum dagang sesuai daerah masing-masing
- Perizinan bisa di daerah setempat

Koperasi menjamur kembali hingga pada tahun 1933 keluar UU


yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang
kedua kalinya.
Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan
koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun
fungsinya berubah drastis dan menjadi alat jepang untuk mengeruk
keuntungan, dan menyengsarakan rakyat.

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947,


pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang
pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari
Koperasi Indonesia.