P. 1
Pengolahan Tanah, Penanaman Dan Pemupukan Tanaman Jagung

Pengolahan Tanah, Penanaman Dan Pemupukan Tanaman Jagung

|Views: 1,162|Likes:
Dipublikasikan oleh Rhoe AyUe AsyHari

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rhoe AyUe AsyHari on Oct 12, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/14/2013

pdf

text

original

PENGOLAHAN TANAH, PENANAMAN DAN PEMUPUKAN TANAMAN JAGUNG

Disusun Oleh: 1. Riana Aninditya P. 2. Rohmatun Ayu A. 3. Rokhmi Ifada

H0808040 H0808044 H0808045

PENGOLAHAN TANAH
‡ Lahan terlebih dahulu dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya ‡ Pengolahan tanah, dibagi tiga yaitu TOT, OTM, OTS ‡ Alat Pengolah Tanah: cangkul, garpu, dan bajak singkal/rotari

TOT (Tanpa Olah Tanah)
‡ Hanya membersihkan lahan dari semua gulma yang ada ‡ gulma dapat disemprot dengan herbisida golongan paraquat ataupun jenis Glyphosat, tergantung dari kondisi gulma di lokasi tersebut

OTM (Olah Tanah Minimum)
‡ Pembersihan gulma ‡ Pengolahan lahan selebar 20 cm sepanjang barisan yang akan ditanam

OTS (Olah Tanah Sempurna)
‡ Pembersihan gulma ‡ Pengolahan seluruh lahan ‡ Mundurnya waktu penanaman

PENANAMAN
Penanaman jagung merupakan kegiatan pembenaman benih ke dalam tanah, dapat dilakukan secara manual atau dengan bantuan alat dan mesin pertanian. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penenaman jagung, antara lain: - Waktu Tanam dan Pola Tanam - Populasi, Lubang Tanam dan Cara Tanam

Waktu Tanam dan Pola Tanam
WAKTU TANAM ‡ Pada tanah tegal, biasanya dilakukan menjelang musim hujan yaitu antara bulan September sampai bulan Nopember. ‡ Pada tanah sawah ada 2 waktu tanam, yaitu menjelang musim hujan dan setelah panen padi. Jadi berdasarkan perhitungan bulan yaitu antara bulan September- Oktober dan antara bulan Mei-Agustus.

POLA TANAM ‡ Tumpang sari (intercropping) ‡ Tumpang gilir (Multiple Cropping) ‡ Tanaman Bersisipan (Relay Cropping) ‡ Tanaman Campuran (Mixed Cropping)

Populasi, Lubang Tanam dan Cara Tanam
‡ Secara umum, kepadatan tanam anjuran adalah 66.667 tanaman/ha. ‡ Penentuan jarak tanam jagung dipengaruhi oleh varietas yang ditanam, pola tanam, dan kesuburan tanah. ‡ Jarak tanam jagung yang umum digunakan adalah 75 cm x 25 cm, 80 cm x 25 cm, 75 cm x 40 cm, dan 80 cm x 40 cm. ‡ Lubang tanam ditugal dengan kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang diisi 1-2 butir benih.

Alat Tanam
‡ Penanaman benih jagung yang umum dilakukan petani adalah dengan tugal. ‡ Cara ini memerlukan banyak waktu, tenaga, dan melelahkan. ‡ Beberapa modifikasi telah dilakukan terhadap alat tanam tugal, di antaranya menghasilkan alat tanam modifikasi model V.

Gambar Tugal Modifikasi Model V

Pemupukan
‡ Secara umum pemupukan yang dianjurkan pada tanaman jagung: a. pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20 ton/ha b. pupuk an organik : Urea 300 kg/ha, TSP 100 kg/ha, KCI 50 kg/ha. Pupuk susulan diberikan 3 minggu setelah tanam berupa Urea 100 kg / ha, diteruskan pupuk susulan kedua pada tanaman berumur 5 minggu sejumlah 100 kg Urea / ha.

Pemeliharaan
‡ Penjarangan dan Penyulaman ‡ Penyiangan ‡ Pembumbunan ‡ Pengairan dan Penyiraman

TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->