Anda di halaman 1dari 9

Planning Dalam Proses Keperawatan

Oleh :
Redma Julianah (131011089)
Taufiqul Rochman (131011091)
Dian Laili A (131011093)
Woro Mustika Weni (131011095)

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS AIRLANGGA
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan
bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Planning proses
keperawatan”. Sehubungan dengan hal tersebut kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca.

Kami menyadari makalah yang kami buat belum sepenuhnya sempurna, oleh karena itu
kami sangat mengharap masukan dari para pembaca demi sempurnannya makalah ini.

Surabaya, 03 Oktober 2010

Tim Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................................................... i

Daftar Isi .................................................................................................................................. ii

Bab I : Pendahuluan ................................................................................................................. 1

Bab II : Pembahasan .....................................................................................................… ……..2

Bab III : Penutup ..................................................................................................................... 5

Daftar Pustaka ......................................................................................................................... 6


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan keperawatan di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perkembangan
keperawatan secara global. Dewasa ini keperawatan dituntut untuk luwes menghadapi
perkembangan global. Dalam menyusun proses keperawatan ada beberapa tahap yang harus
dilakukan yakni critical thingking, assessing, diagnosing, planning, implementating and
evaluating, documentating and reporting. Untuk dapat menyusun proses keperawatan
dengan baik, langkah yang paling penting yaitu planning atau perencanaan.

1.2 TUJUAN

1. Mengetahui dan memahami definisi planning dalam proses keperawatan.


2. Mengetahui dan memahami tahap-tahap planning dalam proses keperawatan
3. Mengetahui dan memahami tujuan planning dalam proses keperawatan.
BAB II

PEMBAHASAN

Definisi Perencanaan Asuhan Keperawatan

Perencanaan adalah suatu kategori dari perilaku keperawtan dimana tujuan yang berpusat pada
klien dan hasil yang dipekirakan ditetatapkan dan intervensi keperawatan dipilih untuk mencapai
tujuan tersebut. (potter, 2005). Dalam menetapkan perencanaan seorang perawat perlu
berkolaborasi dengan berbagai pihak yakni klien, keluarga, serta petugas medis lain seperti
dokter, ahli farmasi, dan nutrisionist.

Tahap Tahap Merencanakan Asuhan Keperawatan

1. Menetapkan prioritas

Penetapan Prioritas dibutuhkan karena hal ini dapat mengidentifikasi urutan intervensi
keperawatan ketika klien mempunyai masalah. Dalam metapkan prioritas tidak hanya
memperhatikan aspek fisiologis tapi juga aspek keinginan, kebutuhan, dan keselamatan
klien.

Prioritas diklasifikasikan menjadi tiga yakni tinggi, menengah, rendah.

• Prioritas tinggi

Prioritas yang berdasarkan diagnose keperawatan dapat mengakibatkan ancaman


bagi klien atau orang lain bila tidak segera ditangani

• Prioritas menengah

Prioritas ini mencakup kebutuhan klien non-emergency, tidak mengancam


kehidupan
• Prioritas rendah

Mencakup kebutuhan yang tidak secara langsung berhubungan dengan suatu


penyakit spesifik.

2. Menetapkan tujuan asuhan keperawatan

Tujuan asuhan keperawatan adalah sasaran yang ingin dicapai dalam pemberian
intervensi keperawatan. Terdapat 2 tipe tujuan yakni jangka pendek (diarahkan rencana
perawatan mendesak) dan harus dicapai dalam waktu yang relative singkat. Tipe lain
adalah tujuan jangka panjang yang dicapai dalam waktu yang relative lebih lama.
Biasanya tujuan jangka panjang berfokus pada pencegahan, pemulangan, rehabilitasi, dan
pendidikan kesehatan. Dalam menetukan tujuan ada beberapa criteria, yakni sebagai
berikut;

A. Berfokus kepada klien

B. Jelas dan singkat

C. Dapat diukur dan diobserfasi

D. Realistik

E. Waktu relative dibatasi

F. Melibatkan peran serta klien

3. Menetapkan intervensi

Setelah menetapkan prioritas dan tujuan asuhan keperawatan, maka seorang perawat
menetapkan intervensi keperawatan yang akan diberikan kepada klien

4. Menuliskan dan mendokumentasikan perencanaan asuhan keperawatan


Mendokumentasikan perlu dilakukan sebagai bukti dan juga dapat digunakan sebagai
acuan terhadap proses selanjutnya atau perencanaan asuhan keperawatan lain di
kemudian hari.

Kriteria dalam penulisan perencanaan, yakni sebagai berikut:

A. Memakai kata kerja yang tepat

B. Dapat dimodifikasikan

C. Bersifat spesifik

• Siapa yang akan melakukan

• Apa yang akan dilakukan

• Dimana dilakukan

• Kapan dilakukan

• Bagaimana melakukan

• Frekuensi melakukan

Manfaat Membuat Perencanaan Asuhan Keperawatan

Tujuan dan dalam pembuatan perencanaan adalah agar saat implementasi intervensi asuhan
keperawatan dapat dilakukan langkah yang tepat dan efisien serta memperhatikan segala aspek
yang dibutuhkan.
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Dalam menetapkan perencanaan seorang perawat perlu berkolaborasi dengan berbagai


pihak yakni klien, keluarga, serta petugas medis lain seperti dokter, ahli farmasi, dan
nutrisionist. Dengan perencanaan proses keperawatan yang baik akan terlaksana asuhan
keperawatan yang baik pula untuk klien.

3.2 Saran

Dalam melakukan asuhan keperwatan, kita harus mengerti dan memahami proses-proses
keperawatan. Hal tersebut harus diwujudkan dalam realita. Karena kesembuhan klien pada
dasarnya adalah hal utama yang menjadi tanggungjawab perawat.
Daftar Pustaka

Effendy, Nasrul. 1998. Dasar Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: penerbit
buku kedokteran ECG

Potter, patricia A. 2005. Fundamental Keperawatan Konsep, Proses Dan Praktik. Jakarta:
penerbit buku kedokteran ECG