Anda di halaman 1dari 23

DAMPAK EKONOMI PARIWISATA

TAHUN 2005
NERACA SATELIT PARIWISATA NASIONAL TAHUN 2006

Pusat Data dan Informasi


Departemen Kebudayaaan dan Pariwisata
Republik Indonesia
DAMPAK EKONOMI PARIWISATA
TAHUN 2005
1. PENDAHULUAN
a. Definisi NESPARNAS
b. Latar Belakang NESPARNAS
c. Fungsi & Peranan NESPARNAS
d. Tahapan Penyusunan NESPARNAS

2. DAMPAK EKONOMI PARIWISATA TAHUN 2005


ditinjau dari NESPARNAS

3. TINJAUAN DATA
DEFINISI NESPARNAS
Seperangkat neraca sebagai perluasan dari Sistem
Neraca Nasional Indonesia (SNNI) yang berisikan data
terkait dengan peran kegiatan pariwisata dalam tatanan
ekonomi nasional; yang memiliki berbagai Elemen
Neraca (misalnya: Pertanian, Listrik, Pertambangan,
Transportasi, Jasa, dsb) yang saling terkait dan
mempengaruhi.
Secara spesifik, NESPARNAS berisikan data perilaku
pariwisata dalam melakukan transaksi ekonomi
(barang dan jasa pariwisata) dengan berbagai institusi
ataupun pelaku-pelaku ekonomi domestik dalam
bentuk neraca dan matriks.
LATAR BELAKANG
KEBIJAKAN SAAT INI:
- Analisis terpisah DAPAT MENYEBABKAN
BERSIFAT
- Tidak konsisten
SANGAT TERJADINYA
- Tidak terkendali
- Tidak menyeluruh SEKTORAL “MISLEADING”
- Tidak kompak

PENTINGNYA PARIWISATA: DIPERLUKAN


1. Sumber Devisa Andalan. PENGEMBANGAN DAN
2. Mampu memperluas PENYEMPURNAAN
Kesempatan Berusaha
NESPARNAS
ANALISIS YG DIPERLUKAN:
TEPAT - Komprehensif
- Konsisten
& KEBIJAKAN - Terkendali
- Menyeluruh
TERARAH - Kompak
FUNGSI DAN PERAN NESPARNAS
A. Sektor Ekonomi (GDP) C. Komposisi Pengeluaran (GDE)

1. Pertanian 1. Konsumsi
2. Pemerintah 1
2. Pertambangan
3. Industri 3 2 1 3. Investasi 2 6
4. Listrik 4 4. Export
9 5. Import 3 5
5. Konstruksi 5
6. Selisih Stok 4
6. Perdagangan, Hotel, 6 7 8
Restaurant
7. Transportasi/Komunikasi NESPARNAS
8. Keuangan
9. Jasa-Jasa
(al. Rekreasi & Hiburan) A Sub
B. Faktor Pendapatan
C Neraca

1. Upah 2
1
6
B SNNI
2. Keuntungan
3. Sewa Tanah 3 5 NPI
4. Bunga Modal 4
5. Pajak
6. Subsidi Neraca
Perdagangan
TAHAPAN PENYUSUNAN NESPARNAS
PENYUSUNAN
KERANGKA UMUM
NESPARNAS

PEMBAHASAN
PENETAPAN
KONSEP, DEFINISI,
VARIABEL KLASIFIKASI, & METODOLOGI

PENYUSUNAN PENETAPAN
ALUR KEGIATAN SKALA PRIORITAS

IDENTIFIKASI DATA, SIMULASI &


PENGUMPULAN DATA,
PENGOLAHAN DATA, &
PENYUSUNAN
TABULASI DASAR NESPARNAS

SOSIALISASI
(SEMINAR)
ANALISIS
DAMPAK EKONOMI PARIWISATA
TAHUN 2006
DITINJAU DARI NESPARNAS
DAMPAK EKONOMI PARIWISATA TAHUN 2005
STRUKTUR EKONOMI
PENGELUARAN NASIONAL/DAERAH
WISMAN (42,14)
I-O
Multiplier
PENGELUARAN Matrix TABEL I-O
WISNUS (74,72) INDONESIA 2000

Dampak Terhadap
INVESTASI SEKTOR 5,15 %
Produksi Barang & Produksi Nasional
PARIWISATA (32,29) Jasa (289,73) (5.623,9)

PENGELUARAN Dampak Thd nilai 5,27 % PDB Indonesia


WISATAWAN INDONESIA tambah sektoral (2.784,9)
KE LUAR NEGERI (6,5) (146,80)

Dampak thd 6,97 % Lapangan


PENGELUARAN Kesempatan Kerja Nasional
ANGGARAN kerja (6,55 Jt.) (93,96 Jt.)
PEMERINTAH UNTUK
PARIWISATA (3,41)
4,56 % Total Upah
Dampak Terhadap
Nasional
Upah & Gaji (38,76)
PENGELUARAN DUNIA (849,74)
USAHA UNTUK BIDANG
PARIWISATA
Dampak thd 5,18 % Total Pajak
Penciptaan Nasional
Angka dalam Triliun Rupiah Pajak (6,58) (127,11)
PENERIMAAN DEVISA PARIWISATA DIBANDINGKAN
DENGAN KOMODITI LAINNYA TAHUN 2004 - 2006

Miliar US$

KOMODITI 2004 2005 2006


Minyak dan Gas Bumi 15,59 19,23 8,63
Pariwisata 4,80 4,52 4,45
Pakaian Jadi 4,27 4,97 5,61
Kayu Olahan 3,14 3,09 3,32
Alat Listrik 3,41 4,36 4,45
Kontribusi Pariwisata
10,42% 9,30% 11,64%
Terhadap Total Ekspor
TINJAUAN DATA
DAMPAK EKONOMI PARIWISATA
TAHUN 2006
DITINJAU DARI NESPARNAS
JUMLAH WISNUS, PERJALANAN & RATA-RATA PERJALANAN
MENURUT PROVINSI ASAL, TAHUN 2005
JUMLAH RATA-RATA
JUMLAH
PROVINSI ASAL PERJALANAN PERJALANAN
WISNUS
WISNUS WISNUS
Sumatera Utara 5.296.388 10.327.957 1,95
Sumatera Barat 2.959.324 5.681.902 1,92
DKI. Jakarta 6.663.916 11.661.853 1,75
Jawa Barat 20.211.148 38.401.181 1,90
Jawa Tengah 15.327.920 26.823.860 1,75
D.I. Yogyakarta 2.442.236 4.591.404 1,88
Jawa Timur 23.341.108 41.780.583 1,79
Bali 1.754.568 3.491.590 1,99
Sulawesi Utara 732.628 1.348.036 1,84
Sulawesi Selatan 3.496.056 6.118.098 1,75
Lainnya 30.475.908 48.132.709 1,58
Jumlah 112.701.200 198.359.173 1,76
JUMLAH PENGELUARAN WISNUS
MENURUT PROVINSI ASAL, TAHUN 2005 (Miliar Rp)
JUMLAH PERSENTASE
PROVINSI ASAL
PENGELUARAN (%)
Sumatera Utara 3.544,83 4,74%
Sumatera Barat 2.047,09 2,74%
DKI. Jakarta 6.772,03 9,06%
Jawa Barat 12.059,87 16,14%
Jawa Tengah 5.829,39 7,80%
D.I. Yogyakarta 942,13 1,26%
Jawa Timur 10.837,83 14,50%
Bali 1.293,78 1,73%
Sulawesi Utara 923,58 1,24%
Sulawesi Selatan 2.273,76 3,04%
Lainnya 28.199,59 37,74%
Jumlah 74.723,89 100,00%
JUMLAH PENGELUARAN WISNUS MENURUT PROVINSI
TUJUAN, TAHUN 2005
PENGELUARAN PERSENTASE
PROVINSI ASAL
(Miliar Rp) (%)
Sumatera Utara 4.196,18 5,62%
Sumatera Barat 2.596,38 3,47%
DKI. Jakarta 7.640,46 10,22%
Jawa Barat 9.119,58 12,20%
Jawa Tengah 9.722,77 13,01%
D.I. Yogyakarta 2.514,39 3,36%
Jawa Timur 10.169,25 13,61%
Bali 2.614,46 3,50%
Sulawesi Utara 1.183,25 1,58%
Sulawesi Selatan 3.585,16 4,80%
Lainnya 21.382,01 28,62%

Jumlah 74.723,89 100,00%


STRUKTUR PENGELUARAN WISNUS
MENURUT JENIS PENGELUARAN TAHUN 2005

JENIS PENGELUARAN
PERSENTASE
PENGELUARAN (Miliar Rp)
Akomodasi 4.769,05 6,38%
Makanan dan minuman 13.940,66 18,65%
Transportasi 30.369,83 40,64%
Kesenian, Kebudayaan,
1.457,55 1,95%
Rekreasi & Pertunjukan
Jasa pariwisata lainnya 6.184,47 8,28%
Paket Wisata 474,51 0,64%
Souvenir 2.927,84 3,92%
Kesehatan dan kecantikan 18,09 0,02%
Produk Industri Non Makanan 11.665,51 15,61%
Produk Pertanian 2.916,38 3,90%
Jumlah 74.423,89 100,00%
JUMLAH KEDATANGAN WISMAN MENURUT PINTU MASUK,
TAHUN 2001 - 2005

No Pintu Masuk 2001 2002 2003 2004 2005

1. Soekarno-Hatta 1.049.471 1.095.507 921.737 1.005.072 1.005.202

2. Ngurah Rai 1.422.714 1.351.176 1.054.143 1.525.994 1.454.804

3. Polonia 94.211 97.870 74.776 97.087 109.034

4. Batam 1.145.578 1.101.048 1.285.394 1.527.132 1.024.758

5. Lainnya 1.387.799 1.130.971 1.130.971 1.165.880 1.408.303

Jumlah 5.153.620 5.033.400 4.467.021 5.321.165 5.002.101


JUMLAH KEDATANGAN WISMAN MENURUT PINTU MASUK,
TAHUN 2004 – 2005

NO. PINTU MASUK 2004 2005 Pertumbuhan (%)


1 Soekarno-Hatta 1.005.072 1.105.202 9,96%
2 Ngurah Rai 1.525.994 1.454.804 -4,67%
3 Polonia 97.087 109.034 12,31%
4 Batam 1.527.132 1.024.758 -32,90%
5 Juanda 75.802 81.409 7,40%
6 Sam Ratulangi 16.930 15.839 -6,44%
7 Entikong 16.914 21.301 25,94%
8 Adi Sumarmo 4.042 4.736 17,17%
9 Minangkabau Int’l 12.677 17.708 39,69%
10 Mataram 23.997 31.174 29,91%
11 Hasanudin 323 2.059 537,46%
12 Lainnya 1.015.195 1.134.077 11,71%

JUMLAH 5.321.165 5.002.101 -6,00%


PENERIMAAN DEVISA DARI WISMAN MENURUT NEGARA ASAL
TAHUN 2001 - 2005

Juta US$
No. Negara Asal 2001 2002 2003 2004 2005
1 Singapura 569,04 762,35 791,72 752,94 689,73
2 Malaysia 233,92 279,90 325,89 318,48 273,66
3 Jepang 695,38 594,37 447,66 546,15 521,63
4 Australia 661,27 327,85 299,19 469,27 462,48
5 Taiwan 257,66 460,96 411,41 287,29 288,71
6 Korea Selatan 225,04 136,73 223,39 207,88 229,13
7 Amerika Serikat 283,83 227.55 155,71 200,85 214,36
8 Jerman 191,11 145.12 134,69 167,68 172,92
9 Inggris 284,44 170.81 107,54 133,98 160,44
10 Belanda 165,86 119.01 107,13 125,82 167,52
11 Lainnya 1.861,06 1,271.52 1.032,68 1.587,56 1.341,31
Jumlah 5428,62 4.496,16 4.037,02 4.797,9 4.521,9
DISTRIBUSI PENGELUARAN WISMAN
MENURUT JENIS PENGELUARAN, TAHUN 2005

JUMLAH
NO. JENIS PENGELUARAN DISTB (%)
(Miliar Rp)
1 Hotel dan akomodasi 16.217,4 38,48
2 Restoran dan sejenisnya 8.145,3 19,33
3 Angkutan domestik 2.970,0 7,07
4 Biro perjalanan, operator dan pramuwisata 458,9 1,09
5 Jasa seni budaya, rekreasi dan hiburan 2.696,5 6,40
6 Jasa pariwisata lainnya 2.326,3 5,52
7 Souvenir 3.300,3 7,83
8 Kesehatan dan kecantikan 463,3 1,10
9 Produk industri non makanan 4.463,5 10,59
10 Produk pertanian 1.089,0 2,58

JUMLAH 42.139,59 100,00


DAMPAK PARIWISATA THD PEREKONOMIAN NASIONAL, 2005

Uraian Output PDB Upah/Gaji PTL TK


(Miliar Rp.) (Miliar Rp.) (Miliar Rp.) (Miliar Rp.) (Juta)
A. Nilai Ekonomi Nasional 5.623.993 2.784.960 849.739 127.109 93.958

B. Nilai Ekonomi Pariwisata 289.726 146.799 38.764 6.584 6.546


(Dampak)
1. Wisnus 134.137 63.169 18.281 3.058 3.634
2. Wisnas 12.055 5.536 1.629 267 247
3. Wisman 74.184 37.914 11.237 2.043 1.737
4. Investasi 63.747 37.132 6.233 1.119 809
5. Promosi & Pembinaan 5.602 3.048 1.384 95 120
C. Share Pariwisata (%) 5,15 5,27 4,56 5,18 6,97
1. Wisnus 2,39 2,27 2,15 2,41 3,87
2. Wisnas 0,21 0,20 0,19 0,21 0,26
3. Wisman 1,32 1,36 1,32 1,61 1,85
4. Investasi 1,13 1,33 0,73 0,88 0,86
5. Promosi & Pembinaan 0,10 0,11 0,16 0,08 0,13
SUB-NERACA STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN MENURUT
PRODUK BARANG & JASA YANG DIKONSUMSI (Miliar Rp)
TAHUN 2005
Outbound
Produk Wisman Wisnus
Pre Trip Post Trip Jumlah
1. Htl & Akom. lain 16.217,39 4.769,05 80,02 98,32 21.164,78

2. Rest dan Sejenis 8.145,27 13.940,66 723,01 204,16 23.013,10

3. Angk. Domestik 2.979,00 30.369,82 1.419,39 360,52 35.128,73

4. BPW, Pramuwisata 458,87 474,51 1.911,86 68,88 2.914,12

5. Jasa Senibud/Rek 2.696,55 1.457,55 - - 4.154,10

6. Jasa Par Lain 2.326,30 6.184,47 - - 8.510,77

7. Souvenir 3.300,32 2.927,84 - - 6.228,16

8.Kesehat & Kectk 463,34 18,09 - - 481,43

9. Prod. Non-Mkn 4.463,54 11.665,51 1.582,36 121,63 17.833,04

10. Prod. Tani 1.089,00 2.916,38 - - 4.005,38


Jumlah 42.139,59 74.723,88 5.716,65 853,52 123.433,61
SUB-NERACA STRUKTUR PENGELUARAN WISATAWAN MENURUT
PRODUK BARANG & JASA YANG DIKONSUMSI (Miliar Rp)
TAHUN 2005 - LANJUTAN

Outbound
Produk Wisman Wisnus
Pre Trip Post Trip Jumlah
Pengeluaran 42.139,59 74.723,89 5.716,65 853,51 123.433,64

a. Jumlah 5.002.101 198.359.173 4.106.225 4.106.225


b. Lama tinggal 9,05 8,15 8,15
c. Rata-rata
pengeluaran 8.424,38 398,97 1.392,19 207,86
(Juta Rp)
SUB-NERACA
STRUKTUR PMTB PARIWISATA BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK
LANGSUNG TAHUN 2005 (Miliar Rp)
Penanaman Modal
Jenis Barang Modal Pemerintah
Swasta/BUMN/
BUMD
Jumlah
Pusat Daerah
1. Bangunan Hotel & Akom. lain 4.760,67 - - 4.760,67
2. Bangunan Rest & Sejenisnya 3.102,13 - - 3.102,13
3. Bangunan Bukan Tmp Tinggal 5.563,55 0,37 0,69 5.564,61
4. Bangunan OR/rek/hib/seni/bud 3.591,10 1,10 2,02 3.594,22
5. Infrastuktur (Jln, Jbt, Pel) 3.937,92 1,05 1,99 3.940,96
6. Bangunan Lainnya 2.564,40 - - 2.564,40
7. Mesin dan Peralatan 3.324,76 43,25 50,63 3.418,64
8. Alat Angkutan 3.875,40 9,03 12,67 3.897,10
9. Barang Modal Lainnya 1.450,00 0,11 0,19 1.450,30
Jumlah 32.169,93 54,91 68,19 32.293,03
PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto)
PARIWISATA DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL, 2001 - 2005
2001 2002 2003 2004 2005 *
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
ADHB (milyar rupiah)
PDB 1,684.28 1,863.27 2,045.85 2,273.14 2,729.71
Hotel 9.94 10.46 11.30 12.69 14.83
Restoran 33.75 58.63 62.90 68.56 78.69
Rekreasi dan hiburan 5.41 6.17 6.76 7.60 8.68
ADHK (milyar rupiah)
PDB 1,442.98 1,506.12 1,579.56 1,656.83 1,749.55
Hotel 9.64 10.11 10.67 11.59 12.37
Restoran 32.09 33.65 35.17 37.27 39.46
Rekreasi dan hiburan 5.04 5.48 5.77 6.30 6.67
Pertumbuhan (%)
PDB (ekonomi nasional) 3.83 4.38 4.88 4.89 5.60
Hotel 7.39 4.83 5.53 8.62 6.73
Restoran 5.20 4.87 4.50 5.97 5.88
Rekreasi dan hiburan 5.12 8.76 5.21 9.19 5.87
Share thd PDB (%) 2.91 4.04 3.95 3.91 3.74
Hotel 0.59 0.56 0.55 0.56 0.54
Restoran 2.00 3.15 3.07 3.02 2.88
Hrekreasi dan hiburan 0.32 0.33 0.33 0.33 0.32
Inflasi (%)
Nasional 12.55 10.03 5.06 6.40 17.11
Rekreasi **) 7.39 4.85 0.65 -2.69 4.82
Share rekreasi
Catatan:
*) Angka sementara
**) Tahun 2001 - 2003 untuk rekreasi dan hiburan masih tergabung dengan olah raga
adhb: atas dasar harga berlaku
adhk: atas dasar harga konstan (tahun 2000)