Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL

PRAKTIK PEMBINAAN PROGRAM KEPEMUDAAN


TENTANG PELATIHAN BUDIDAYA SALAK PONDOH
MELALUI SISTEM CANGKOK

Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah


Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan
yang dibimbing oleh Drs. Sunarto Hapsoyo, M. Pd.

Oleh
Sri Wahyuni
NIM 820430796
VII / B

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR GURU KELAS
UPBJJ UT MALANG
KELOMPOK BELAJAR KABUPATEN TRENGGALEK
Mei 2010
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah selalu terucap kehadirat Illahi Robi,atas semua nikmat


serta hidayah yang telah tercurahkan, sehingga penulis bisa menyelesaikan pembuatan
laporan yang berjudul “Praktek Pembinaan Program Kepemudaan Tentang Pelatihan
Budidaya Salak Pondoh melalui system cangkok”
Penyusunan laporan yang bertujuan membantu para pemuda untuk bisa hidup
mandiri tanpa harus meninggalkan daerah asal mereka ini, tentu saja tidak bisa
terselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis
menyampaikan ucapan terimakasih yang tiada tara kepada:
1. Drs. Sunarto Hapsoyo, M. Pd. Selaku dosen pembimbing Mata Kuliah
Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan.
2. Bapak Kepala Desa Dongko
3. Bapak Imam Sakurudin, selaku pemilik kebun salak sekaligus pemberi materi
pelatihan.
4. Warga belajar yang dengan sukarela membantu penulis dalam menyelesaikan
praktik pembinaan program kepemudaan ini.
5. Semua pihak yang tidak bisa panulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh untuk bisa
dikatakan sempurna. Untuk itu segala kritik dan saran yang membangun sangat
penulis harapkan demi lebih baiknya penyelesaian tugas-tugas yang akan datang.
Semoga penulisan laporan ini mempunyai arti bagi pembaca semua. Amin

Trenggalek, Juni 2010

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……………………………………………………… i


KATA PENGANTAR……………………………………………………... ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………. iii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………. 1
A.Latar Belakang Masalah…………………………………………. 1
B.Tujuan Umum……………………………………………………. 2
C.Tujuan Khusus……………………………………………………. 3
BAB II PELAKSANAAN PROGRAM…………………………………… 4
A.Identitas Warga belajar………………………………………….. 4
B.Tempat dan Waktu Pelaksanaan………………………………… 4
1)Tempat Pelaksanaan Pelatihan……………………………… 4
2)Waktu Pelaksanaan Pelatihan………………………………. 4
C.Jadwal Persiapan dan Pelaksanaan Program Praktek………….. 5
D.Budidaya Salak Pondoh Dengan Sistem Cangkok……………... 6
BAB III TEMUAN DAN HASIL……………………………………………..
A.Temuan atau Hasil Evaluasi Proses…………………………………
B.Temuan atau Hasil Evaluasi Produk…………………………………
C.Pembahasan…………………………………………………………
D.Gambaran Keaktifan…………………………………………………
BAB IV PENUTUP…………………………………………………………….
A.Kesimpulan…………………………………………………………….
B.Saran………………………………………………………………….
C.Tindak Lanjut…………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..
LAMPIRAN-LAMPIRAN……………………………………………………..
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan atau latihan kepemudaan merupakan suatu program pendidikan
yang diarahkan untuk para pemuda dalam usia produktif. Sebagian besar
penduduk kita beradadalam usia produktif. Di mana masa ini merupakan dasar
bagi mereka utnuk mengembangkan kemampuannya. Mengingat besarnya peran
para pemuda bagi perkembangan pembangunan, maka pendidikan yang memadai
sudah seharusnya mereka dapatkan. Pemuda merupakan modal pokok atau salah
satu sumber daya yang sangat penting dalam perkembangan suatu daerah.
Pada kenyataannya,masih banyak pemuda ynag hanya membuang waktunya
dengan percuma. Mereka hanya berhura-hura dengan teman sebayanya. Seolah
mereka tidak tahu akan perannya dalam perkembangan pembangunan. Bagi
mereka masa muda adalah masanya,maka nikmatilah selagi bisa.
Karena hal itulah, akhirnya penulis bertekad mengadakan pelatihan atau
bimbingan terhadap para pemuda yang berada di sekitar lingkungan penulis.
Pelatihan tentang cara budidaya salak pondoh melalui system cangkok merupakan
pilihan yang tepat. Mengingat letak dari kebun salak pondoh sendiri yang hanya
berjarak beberapa meter. Selain itu dalam praktek ini juga tidak memerlukan biaya
yang besar. Karena yang diperlukan hanyalah bekas tempat infuse. Dengan
pelatihan ini, diharapkan pemuda memiliki live skill dan keterampilan yang
memadai tentang cara bertanam salak. Hasil dari praktek ini memang tidak bisa
dinikmati secara langsung setelah proses penanaman atau pencangkoan. Tentu
saja harus ada tenggang waktu beberapa tahun untuk bisa menikmati hasilnya.
Salak pondoh merupakan salah satu jenis dari sekian banyak jenis salak.
Keistimewaan dari jenis salak ini adalah walaupun buahnya masih muda tetapi
rasanya sudah manis. Padahal kalau jenis salak lainnya yang masih muda pasti
sepet rasanya. Salak pondoh daunnya lebih lemas dibandingkan dengan salak
biasa. Susunan daunnya berselang seling. Daun salak pondoh tampak mengkilap
seperti berminyak bila terkena matahari. Batang salak pondoh kekuning-kuningan
dan batang salak hijau kehijau-hijauan.
Seperti buah pada umunya, salak pondoh mempunyai kasiat dalam
mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral bagi tubuh manusia. Daerah tanam
atau iklim tanam salak pondoh, dimulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi
sebatas 900 meter dari permukaan laut. Tanaman ini juga tidak memilih
bermacam-macam tanah. Tanaman ini bisa tumbuh di tanah cadas, asalkan
cadasnya dihancurkan terlebih dahulu. Tetapi tempat yang paling cocok untuk
tanaman ini adalah tempat yang cukup air. Yang perlu diperhatikan tanaman ini
adalah kebutuhan akan sinar matahari.
Penanaman sebaiknya silakukan pada awal musim penghujan disore hari.
Hal ini diharapkan supaya pada musim kemarau nantinya, akar tanaman sudah
kuat. Lagi pula pada sore hari tanaman mendapatkan udara yang sejuk. Jarak
tanam antar lubang sebaiknya 2 m X 2 m. Bila jarak antar lubang berdekatan,
nantinya pelepah tanaman akan saling berhimpit. Hal ini akan menyulitkan pada
saat pemeliharaan dan pemanenan nantinya. Satu lubang digunakan untuk satu
batang tanaman, sehingga tanaman akan tumbuh kekar dan buahnyapun besar-
besar.Pemeliharaan tanaman dimulai dari pemupukan, pemangkasan,
pemberantasan hama dan penyakit. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara
menebar pupuk di sekitar pohon pada galian yang dibuat. Galian ditutup lagi
dengan tanah, agar pupuk tidak terbawa air hujan atau menguap.
Hasil dari salak pondoh dengan system cangkok ini, sungguh memuaskan,
karena buah hasil cangkoan tidak mengalami perubahan dari pohon induknya.
Selain itu pohon salak hasil cangkoan lebih tahan hama dari pada salak biasa.
Karena berbagai alasan itulah, penulis akhirnya memutuskan untuk
mengadakan bimbingan dan pelatihan terhadap masyarakat, khususnya kaum
muda tentang “ Praktek Pembinaan Program Kepemudaan Tentang Pelatihan
Budidaya Salak Pondoh Melalui Sistem Cangkok”

B. Tujuan Umum
Setelah pelatihan selesai diharapkan warga belajar yaitu kaum muda bisa
mengembangkan potensi daerahnya serta potensi dirinya sendiri. Sehingga usaha
budidaya salak pondoh ini nantinya bisa dijadikan sumber devisa bagi daerah
Dongko.
C. Tujuan khusus
Warga belajar yaitu kaum muda diharapkan bisa membudidayakan salak
pondoh melalui system cangkok.
BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Identitas Warga Belajar


Pendidikan Sos. Eko.
No Nama L/P Usia SD SMP SMA Ket
orang tua
1 Subagyo L 20 √ Tani
2 Sudarto L 24 √ Tani
3 Inung Adin. R L 18 √ Tani
4 Kukuh S L 23 √ Tani
5 Eko Setiawan L 22 √ Tani
6 Suharno L 22 √ Tani

B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan


1. Tempat Pelaksanaan Pelatihan
Praktek pelatihan dan pembinaan program ini dilakukan secara
bertahap. Tahap penjelasan secara teori diadakan di rumah salah satu warga
yang bernama Bapak Tarwaji,dan tahap praktek langsung diadakan di kebun
salak milik Bapak Imam Sakurudin tepatnya yaitu RT 61 RW 13 Dusun
Premban, Desa Dongko, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.

2. Waktu Pelaksanaan Pelatihan


Praktek pembinaan program kepemudaan ini, dilakukan selama 3 hari
yaitu mulai tanggal 14 sampai 16 Mei 2010.

3. Jadwal Persiapan dan Pelaksanaan Program Praktek


a) Jadwal Persiapan Pelatihan Program
 Pertama-tama ynag penulis lakuka adalah meminta izin kepada ketua
RT setempat untuk mengadakan pelatihan kepemudaan.Hal ini penulis
lakukan pada tanggal 13 Mei 2010
 Setelah meminta izin kepada pejabat setempat, penulis mengadakan
konsultasi dan membuat jadwal tentang akan diadakannya program
pelatihan kepemudaan tentang budidaya salak pondoh.

b) Jadwal Pelaksanaan Praktek Program


Hari /
No Pertemuan Tempat Materi Waktu
Tanggal
1 I 14 Mei Rumah - Sosialisasi salak pondoh 2 jam
2010 warga kepada warga
(Bapak masyarakat.
Tarwaji) - Perekrutan warga yang
berkeinginan bwelajar
dan mengikuti pelatihan
tentang budidaya salak
pondoh.

2 II 15 Mei Kebun - Pengumpulan bahan- 1 jam


2010 salak bahan yang akan
milik digunakan dalam
Bapak budidaya salak pondoh
Imam dengan system cangkok.
Sakurudin

3 III 16 Mei Kebun - Penjelasan secara singkat 3 jam


2010 salak tentang pohon salak
milik pondoh yang akan
Bapak dicangkok.
Imam - Penjelasan tentang alat-
Sakurudin alat yang diperlukan
dalam pencamngkoan.
- Demonstrasi cara
mencangkok salak
pondoh. Mulai dari
pemilihan tunas yang
akan dicangkok sampai
pada proses
pencangkoan.
- Evaluasi hasil.
C. Budidaya Salak Pondoh Dengan Sistem Cangkok
Dalam pelatihan program kepemudaan ini, penulis menggunakan system
cangkok, bukan dengan menggunakan pembibitan melalui biji salak. Keunggulan
system cankok adalah buahnya tidak akan berubah. Jadi rasa buahnya akan tetap
sama dengan pohon induknya. Selain itu pohon salak hasil pencangkoan akan
lebih tahan hama.
Memang hasil dari pelatihan budidaya pohon salak pondoh melalui system
cangkok ini, tidak bisa dinikmati hasilnya secara langsung seperti halnya pada
pelatihan pembuatan produk-produk makanan ringan. Kita harus menunggu
sekitar 2 sampai 3 tahun untuk bisa menikmati hasilnya. Tetapi waktu menunggu
yang sekian tahun akan terasa terbayar lunas apabila kita sudah memanen dan
menikmati hasilnya.
Adapun peralatan yang diperlukan dalam proses pencangkoan salak
pondoh ini adalah :
1. Bekas botol infuse
2. Pemangkas salak. Digunakan untuk memotong tunas pohon salak yang akan
dicangkok.
3. Sabit. Digunaikan untuk membersihkan tanaman salak induk sehingga
mempermudah proses pencangkoan.
Berikut adalah cara-cara pencangkoan:
1. Bersihkan terlebih dahulu salak induk yang akan dicangkok. Seperti pelepah
yang sudah tua.
2. Bersihkan daerah sekitar pohon salak induk.
3. Bekas botol infuse dipotong menjadi dua, kemudian masing-masing potongan
diberi lubang.
4. Bekas botol infuse yang sudah dipotong diberi tanah yang sudah dicampur
pupuk. Pengisian pertama ini dilakukan hanya sampai setengah botol infuse.
5. Tunas salak yang akan dicangkok ditarik, kemudian pucuknya dimasukkan ke
dalam lubang bekas botol infuse.
6. Bekas botol infuse diberi tanah lagi hingga penuh.
7. Apabila tidak ada hujan, tunas yang sudah dicangkok tadi disiram minimal 2
hari sekali.
8. Setelah menunggu sekitar 6 atau 7 bulan, tunas yang kita cangok tadi mulai
berakar.
9. Selama menunggu sampai tunas berakar, kita harus selalu menjaga kebersahan
dari rumput atau kotoran-kotoran lain.
10. Sesudah tunas berakar, maka kita potong tunas tersebut (akar akan terlihat di
dalam botol infus) dengan alat pemangkas salak.
11. Setelah dipotong, hasil cangkoan tadi dibiarkan sekitar 1 bulan ditempat yang
lembab.
12. Pohon salak muda siap ditanam di dalam lubang-lubang yang sudah disiapkan.
13. Setelah ditanam dilakukan pemeliharaan. Mulai dari pemupukan,
pemangkasdan, pemberantasan hama dan pengairan.
14. Tunggu sekitar 2 sampai 3 tahun untuk dapat menikmati hasil dari salak
pondoh ini.

Catatan :
Karena dalam satu pohon induk terdapat banyak tunas, maka dalam satu pohon
induk bisa dilakukan pencangkoan lebih dari satu atau setiap tunas bisa
dicangkok.

BAB III
PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat ubtuk mendapatkan persetujuan dan digunakan
sebagai acuan dalam penyelenggaraan kegiatan.

Mengetahui Trenggalek, Mei 2010


Kepala Desa Dongko Praktikan,

Hardji Wiyanto Sri Wahyuni


NIM 820430796

Menyetujui,
Dosen Pembimbing Mata Kuliah
Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan

Drs. Sunarto Hapsoyo, M. Pd.


NIP 19441219197502 1 001

Anda mungkin juga menyukai