Persebaran flora dan fauna di muka bumi dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu : A. Penyebab Persebaran 1.

Tekanan Populasi, semakin banyak /bertambahnya populasi akan menyebabkan kebutuhan akan persediaan bahan makanan menjadi semakin sulit dipenuhi sehingga menyebabkan migrasi. 2. Persaingan, ketidakmampuan fauna dalam bersaing dalam memperebutkan wilayah kekuasaan dan bahan makanan yang dibutuhkan juga mendorong terjadinya migrasi ke daerah lain 3. Perubahan Habitat, berubahnya lingkungan tempat tinggal dapat menyebabkan ketidakmampuan dalam beradaptasi terhadap perubahan tersebut dan menjadi merasa tidak cocok untuk terus menempati daerah asal. B. Sarana Persebaran 1. Udara, dengan media udara fauna dapat bermigrasi dari kekuatan terbang sedangkan flora dapat menggunakan angin untuk bermigrasi dari berat-ringannya benih. 2. Air, kemampuan fauna dalam berenang terutama hewan-hewan air menyebabkan perpindahan mudah terjadi. Benih tumbuhan dapat terangkut dan berpindah tempat dengan menggunakan media aliran air sungai atau arus laut. 3. Lahan, hampir semua fauna daratan menggunakan lahan sebagai media untuk berpindah tempat. 4. Pengangkutan Manusia, baik secara sengaja ataupun tidak manusia dapat menyebabkan perpindahan flora dan fauna. C. Hambatan (barier) Persebaran 1. Hambatan Iklim, keadaan iklim terutama yang bersifat ekstrim dapat dapat menghambat persebaran misalnya kondisi temperatur, kelembaban udara dan curah hujan. 2. Hambatan Edafik (tanah), tanah sangat berpengaruh bagi tanaman/tumbuhan karena sangat memerlukan unsur-unsur penting dalam tanah yaitu unsur hara, udara, kandungan air yang cukup. Lapisan tanah yang tipis dan keras membuat hewan-hewan yang terbiasa menggali tanah dan bertempat tinggal di dalam tanah memilih mencari daerah yang lapisan tanahnya tebal dan gembur. 3. Hambatan Geografis, bentang alam muka bumi dapat menghambat persebaran flora dan fauna seperti samudera, padang pasir, sungai dan pegunungan. 4. Hambatan Biologis, kondisi lingkungan yang cocok untuk hidup serta persediaan bahan makanan yang melimpah menjadi faktor penghambat flora dan fauna dalam bermigrasi. Hal ini berkaitan dengan kecocokan dengan kondisi alam.

Kondisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap kehidupan hewan dan tumbuhan.Pada bagian awal telah dikemukakan bahwa tidak seluruh wilayah di muka bumi dapat dihuni oleh makhluk hidup. kelembapan udara. hewan. Tingkat kelembapan udara berpengaruh langsung terhadap pola persebaran tumbuhan di muka bumi. sudah tentu sangat menyulitkan bagi kehidupan suatu organisme. dan tingkat curah hujan. Berdasarkan hasil penelaahan kondisi fisik wilayah. sebaliknya terdapat jenis tumbuhan yang hanya dapat bertahan . antara lain suhu. edafik. serta tingkat toleransi yang berbeda-beda di antara satu dan lainnya. vegetasi gurun. a. seperti daerah kutub yang senantiasa tertutup salju dan lapisan es abadi. kondisi suhu udara adalah salah satu faktor pengontrol persebaran vegetasi sesuai dengan posisi lintang. angin. dan biotik. sistem penamaan habitat flora seringkali sama dengan kondisi iklimnya. dan kedalaman laut. vegetasi lintang sedang. 2) Kelembapan Udara Selain suhu. ketinggian tempat. Kelembapan udara yaitu banyaknya uap air yang terkandung dalam massa udara. diperkirakan hanya sekitar 1/550 bagian dari muka bumi yang berpotensi sebagai lingkungan hidup. Hal ini disebabkan suhu yang terlalu panas atau dingin merupakan salah satu kendala bagi makhluk hidup. atau gurun yang gersang. Misalnya. karena berbagai jenis spesies memiliki persyaratan suhu lingkungan hidup ideal atau optimal. maupun tumbuhan. seperti vegetasi hutan tropis. Pada wilayah-wilayah yang memiliki suhu udara tidak terlalu dingin atau panas merupakan habitat yang sangat baik atau optimal bagi sebagian besar kehidupan organisme. ketinggian tempat. Faktor Klimatik Kondisi iklim merupakan salah satu faktor dominan yang mempengaruhi pola persebaran flora dan fauna. 1) Suhu Permukaan bumi mendapatkan energi panas dari radiasi matahari dengan intensitas penyinaran yang berbeda-beda di setiap wilayah. fisiografi. dan kondisi topografinya. kerapatan penutupan lahan dengan tumbuhan. Faktor-faktor iklim yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup di permukaan bumi ini. daerah tropis merupakan wilayah yang optimal bagi kehidupan flora dan fauna. Beberapa faktor yang memengaruhi persebaran flora dan fauna di muka bumi antara lain faktor klimatik. Sebaliknya. menerima penyinaran matahari setiap tahunnya relatif lebih banyak jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnya. faktor lain yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup di muka bumi adalah kelembapan. Beberapa jenis tumbuhan sangat cocok hidup di wilayah yang kering. faktor kondisi geografis lainnya yang mempengaruhi tingkat intensitas penyinaran matahari antara lain kemiringan sudut datang sinar matahari. Daerah-daerah yang berada pada zona lintang iklim tropis. jarak suatu wilayah dari permukaan laut. Wilayah-wilayah dengan pola iklim yang ekstrim. Oleh karena itu. Perbedaan intensitas penyinaran matahari menyebabkan variasi suhu udara di muka bumi. Khusus dalam dunia tumbuhan. Oleh karena itu. persebaran flora dan fauna pada kedua wilayah ini sangat minim baik dari jumlah maupun jenisnya. baik manusia. flora dan fauna yang hidup di kawasan kutub memiliki tingkat ketahanan dan toleransi yang lebih tinggi terhadap perbedaan suhu yang tajam antara siang dan malam jika dibandingkan dengan flora dan fauna tropis. dan vegetasi pegunungan tinggi. Selain posisi lintang.

Wilayah gurun didominasi oleh jenis tumbuhan yang sangat tahan terhadap kekeringan. karena terjadi distribusi uap air di atmosfer ke berbagai wilayah. c) Hygrophyta. Gejala alam ini menguntungkan bagi kehidupan makhluk di bumi. tidak mungkin akan terdapat bentuk-bentuk kehidupan di muka bumi. yaitu jenis tumbuhan yang sangat tahan terhadap lingkungan hidup yang kering atau gersang (kelembapan udara sangat rendah). Tanpa sumber daya air. Begitu pentingnya air bagi kehidupan mengakibatkan pola penyebaran dan kerapatan makhluk hidup antarwilayah pada umumnya bergantung dari tinggi-rendahnya curah hujan. dan teratai. kemudian mengisi badan-badan air. bahwa titik-titik air hujan yang jatuh ke bumi dapat meresap pada lapisan.lapisan tanah dan menjadi persediaan air tanah. seperti danau atau sungai. Bagi makhluk hidup yang menempati biocycle daratan. yaitu jenis tumbuhan yang sangat cocok hidup di lingkungan yang lembap. Sebagaimana telah Anda pelajari di kelas X. proses pendistribusian air di muka bumi akan berlangsung secara berkelanjutan. selada air. d) Tropophyta. Karakter vegetasi di wilayah muson didominasi oleh tumbuhan gugur daun untuk menjaga kelembapan saat musim kemarau. atau gurun. yaitu jenis tumbuhan yang sangat cocok hidup di lingkungan yang basah. Gerakan angin juga membantu memindahkan benih dan membantu proses penyerbukan beberapa jenis tanaman tertentu. Akibatnya. Berdasarkan tingkat kelembapannya. Karakter vegetasi yang menutupi hutan hujan tropis sangat jauh berbeda dengan vegetasi yang menutupi kawasan muson. Sebagai contoh daerah tropis ekuatorial dengan curah hujan tinggi merupakan wilayah yang secara alamiah tertutup oleh kawasan hutan hujan tropis (belantara tropis) dengan aneka jenis flora dan fauna dan tingkat kerapatan yang tinggi. 4) Curah Hujan Air merupakan salah satu kebutuhan vital bagi makhluk hidup. angin berfungsi sebagai alat transportasi yang dapat memindahkan uap air atau awan dari suatu tempat ke tempat lain. yaitu sebagai berikut.hidup di atas lahan dengan kadar air yang tinggi. Wilayah-wilayah yang memiliki curah hujan tinggi pada umumnya merupakan kawasan yang dihuni oleh aneka spesies dengan jumlah dan jenis jauh lebih banyak dibandingkan dengan wilayah yang relatif lebih kering. seperti kaktus dan beberapa jenis rumput gurun. seperti eceng gondok. atau bergerak sebagai air larian permukaan. b) Mesophyta. Melalui curah hujan. Kekhasan pola dan karakteristik vegetasi ini tentunya mengakibatkan adanya hewan- . a) Xerophyta. Tropophyta merupakan flora khas di daerah iklim muson tropis. seperti anggrek dan jamur (cendawan). yaitu jenis tumbuhan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan musim kemarau dan penghujan. stepa. berbagai jenis tumbuhan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok utama. sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan hidup berasal dari curah hujan. seperti pohon jati 3) Angin Di dalam siklus hidrologi. Tingkat intensitas curah hujan pada suatu wilayah akan membentuk karakteristik yang khas bagi formasi-formasi vegetasi (tumbuhan) di muka bumi. secara alamiah kebutuhan organisme akan air dapat terpenuhi.

Perbedaan suhu siang haridenganmalamharisangattinggi(siangdapat mencapai 45 C. Oleh karena itu. Kelembaban udara sangat rendah 4. + 25 cm/tahun 2. Australia dan Asia Barat. d. baik yang sifatnya menjaga kelestarian maupun mengubah tatanan kehidupan flora dan fauna. Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi 3. Tanah merupakan media tumbuh dan berkembangnya tanaman. Adapun yang menjadi parameter kesuburan tanah antara lain kandungan humus atau bahan organik. b.6o C setiap wilayah naik 100 meter dari permukaan laut. di mana suhu udara akan mengalami penurunan sekitar 0. Kondisi tanah yang secara langsung berpengaruh terhadap tanaman adalah kesuburan. jenis tumbuhan yang hidup di wilayah pantai akan berbeda dengan yang hidup pada wilayah dataran tinggi atau pegunungan. Tanah-tanah yang subur.hewan yang khas pada lingkungan vegetasi tertentu. Pada dasarnya tumbuhan merupakan salah satu sumber bahan makanan (produsen) bagi hewan. Faktor Fisiografi Faktor fisiografi yang berkaitan dengan persebaran makhluk hidup adalah ketinggian tempat dan bentuk wilayah. Ciri-ciri: 1. manusia berusaha mengolah dan memanfaatkan lingkungan hidup di sekitarnya semaksimal mungkin. Bioma Gurun dan Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara. Afrika Utara. Misalnya. serta ketersediaan air dalam pori-pori tanah.5o C–0. Anda tentu masih ingat gejala gradien thermometrik. tekstur dan struktur tanah. seperti jenis tanah vulkanis dan andosol merupakan media optimal bagi pertumbuhan tanaman. Faktor Biotik Manusia adalah komponen biotik yang berperan sentral terhadap keberadaan flora dan fauna di suatu wilayah. Curah hujan sangat rendah. Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya seharihari. dalam waktu yang relatif singkat manusia mampu mengubah kawasan hutan menjadi daerah permukiman dan areal pertanian. Adanya penurunan suhu ini sangat berpengaruh terhadap pola persebaran jenis tumbuhan dan hewan. Faktor Edafik Faktor kedua yang memengaruhi persebaran bentuk-bentuk kehidupan di muka bumi terutama tumbuhan adalah kondisi tanah atau faktor edafik. malam dapat turun sampai 0 C) . 1. c. sebab organisme memiliki keterbatasan daya adaptasi terhadap suhu lingkungan di sekitarnya. Perubahan fungsi lahan tersebut berakibat terhadap kestabilan ekosistem yang secara alamiah telah terjalin dalam periode jangka waktu yang lama. dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. unsur hara. walaupun terkadang dapat merusak kelestarian alam.

. sedang untuk hewan-hewan kecil misalnya kadal. anjing liar. . meskipun ada pula tumbuhan lain yang hidup selain rumput. 2. misalnya unta.Flora: tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit). gajah dan jerapah di domba dan kanguru diAustralia. puzta di Hongaria. tetapi karena mereka merupakan vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput.Flora: tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan porositas dan drainase kurang baik adalah rumput. seperti Hongaria.50 cm/tahun. Bioma Padang Rumput Bioma padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim sedang. . Australia. Turunnya hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air. 3.Fauna: hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu menyimpan air. Asia Tengah. cheetah. Karnivora: singa.5. Curah hujan antara 25 . tikus. Afrika. semut.Fauna: bison dan kuda liar (mustang) di Amerika. Lingkungan biotik: . Rusia Selatan. pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang. Ciri-ciri: 1. 2. ular. srigala. Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur. Amerika Selatan. umumnya hanya aktif hidup pada pagi hari. di beberapa daerah padang rumput curah hajannya dapat mencapai 100 cm/tahun. Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air Lingkungan biotik: . prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina. Nama padang rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia Selatan.

sebaliknya saat musim hujan. Di bawah kanopi atau tudung pohon. Ciri tumbuhan yang membentuk formasi hutan musim: Pohon-pohonnya tahan dari kekeringan dan termasuk tumbuhan tropofit. Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil. . Di Indonesia. 4. sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini. Ciri-ciri: 1. Fauna yang banyak ditemukan rusa. . sehingga tidak ada perubahan suhu antara siang dan malam hari. Matahari bersinar sepanjang tahun. selain hutan tropis terdapat pula hutan musim. merata sepanjang tahun. 2. Curah hajannya tinggi. contoh: rotan. gelap sepanjang hari. harimau. hutan musim dapat ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. daunnya meranggas. misalnya: burung hantu. pada siang hari hidup hewan-hewan yang bersifat diurnal yaitu hewan yang aktif pada di daerah bawah kanopi dan daerah dasar hidup hewanhewan yang bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam hari. Bioma Hutan Taiga / Hutan Homogen dengan siang hari. cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung atau kanopi. contoh: Anggrek. Meliputi daerah aliran sungai AmazoneOrinaco. daunnya lebat.Fauna: di daerah tudung yang cukup sinar matahari. 3. artinya mampu beradaptasi terhadap keadaan kering dan keadaan basah pada saat musim kemarau (kering). 8. misalnya: hutan jati. yaitu antara 200 . Hutan Musim Di daerah tropis. Hutan musim biasa diberi nama sesuai dengan tumbuhan yang dominan. babi hutan. hutan angsana. dan lembah Kongo di Afrika.4. . Liana adalah tumbuhan yang menjalar di permukaan hutan. Bioma Hutan Tropis Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi.40 m. dan tidak merugikan pohon tersebut. macan tutul. Pohon-pohon utama dapat mencapai ketinggian 20 . babi hutan. Tumbuhan khas yang dijumpai adalah liana dan epifit.225 cm/tahun. 5. Epifit adalah tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon. Amerika Tengah.Flora: pada biorna hutan tropis terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan. paku Sarang Burung.kucing hutan.

Istilah tundra berarti dataran tanpa pohon. dominan pohon-pohon konifer karena nyaris seragam. Flora khasnya adalah pohon berdaun jarum/pohon konifer. Bioma Hutan Tundra Bioma ini terletak di kawasan lingkungan Kutub Utara sehingga iklimnya adalah iklim kutub. 3. Keanekaragaman tumbuhan di bioma taiga rendah. dan mempunyai musim panas yang pendek. Bioma Taiga atau Hutan Boreal Bioma taiga terletak di kawasan beriklim subartik dengan . Tersebar di kutub utara dan di Pegunungan Alpine. Fauna yang terdapat di daerah ini adalah beruang hitam. Kanada. contoh pohon konifer adalah Pinus merkusii (pinus). Rusia. 3. hutannya disebut hutan homogen.Bioma ini kebanyakan terdapat di daerah antara subtropika dengan daerah kutub. a. pada musim panas suhu tinggi. 4. Siberia. meskipun dalam musim dingin dengan suhu sangat rendah. seperti di daerah Skandinavia. rumput kipas. ajak. 2. Tumbuhannya hijau sepanjang tahun. 2. Mendapat sedikit energi radiasi matahari. pada masa inilah vegetasi mengalami pertumbuhan. 9. pada musim dingin suhu sangat rendah. b. Ciri-ciri bioma hutan taiga: 1. Ciri-ciri: 1. dan lain-lain. vegetasinya didominasi oleh lumut dan lumut kerak. bersalju. Musim panas berlangsung selama 3 bulan. Jenisjenis lumut tersebut yaitu dark red. Alaska. Beberapa jenis hewan seperti tupai dan mammalia kecil lainnya maupun berhibernasi pada saat musim dingin. vegetasinya nyaris seragam. musim dingin sangat panjang dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap. Fauna khas bioma tundra adalah "Muskoxem" (bison berhulu tebal) dan Reindeer/Caribou (rusa kutub). srigala dan burung-burung yang bermigrasi kedaerah tropis bila musim dingin tiba. Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan. Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi. Jenis vegetasi yang tumbuh adalah lumut yang membentuk suatu hamparan yang luas atau sering disebut sebagai ”hamparan bantalan”. vegetasi lainnya adalah rumput-rumputan dan sedikit tumbuhan berbunga berukuran kecil. Bioma Tundra Bioma tundra mempunyai karakteristik iklim regional yang sangat ekstrim dengan suhu rata-rata rendah.

Eropa Tengah. Tersebar di Eropa Barat. Bioma Hutan Iklim Sedang Ciri khas dari bioma hutan iklim sedang adalah warna daun yang berwarna oranye keemasan. Afrika bagian barat. Kisaran temperatur antara suhu rendah dan suhu tinggi sangat besar. dan daunnya merupakan ”kanopi” (payung) bagi vegetasi di bawahnya. Hutan hujan merupakan bioma paling kompleks. Iklim hutan hujan tropis dicirikan dengan musim hujan yang panjang. 5) Lapisan vegetasi dengan ketinggian antara 0-1 m. c. Hal ini disebabkan karena pendeknya hari sehingga merangsang tanaman menarik klorofil dari daun sehingga diisi pigment lain. 3) Lapisan tertutup kanopi berkisar 4–20 m. Jenis vegetasi yang mendominasi adalah jenis vegetasi konifer (tumbuhan berdaun jarum). pada lapisan ini sinar matahari masih bisa menembus. suhu udara. karena vegetasi ini hidup pada kawasan subtropis dengan iklim semi selama enam bulan serta mengalami musim gugur saat musim kering sampai musim dingin. berupa anakan pohon serta semak belukar. Vegetasi jenis ini hanya dapat ditemui di Benua Eropa serta Asia Timur. d. yaitu sebagai berikut.iklim yang sangat dingin dan musim panas yang sangat pendek. keadaan itu disebabkan oleh iklim mikro yang sangat sesuai bagi kehidupan berbagai jenis tumbuhan. Bioma Hutan Hujan Tropis Indonesia merupakan salah satu negara terbesar yang masih mempunyai hutan hujan tropis selain Brazil. merupakan daerah kelembapan udara relatif konstan. Jenis vegetasi yang tumbuh dalam hutan hujan tropis di . Rusia Timur. 4) Lapisan vegetasi dengan ketinggian berkisar 1-4 m. Jenis vegetasi yang tumbuh adalah quercus (oak). 2) Lapisan tertutup kanopi dengan ketinggian vegetasi berkisar 20-35 m. dan beberapa di kawasan Asia Utara. pinus. Amerika Utara. Asia Timur (Korea dan Jepang) dan Timur Laut Amerika. Tersebar di Skandinavia. dan larix. abies. castanea dan lain-lain. acer (maple). Terdapat beberapa lapisan vegetasi dalam hutan hujan. di antaranya picea. 1) Lapisan vegetasi yang tingginya mencapai 35-42 m. jumlah dan jenis vegetasinya sangat banyak dan bervariasi. dan kelembapan udara tinggi. dan Madagaskar.

seperti gramineae jenis rumput yang hidup sepanjang tahun dengan ketinggian rumput mencapai 2. Bioma Savana (Padang Rumput) Bioma savana beriklim asosiasi antara iklim tropis basah dan iklim kering yang terbentang dari kawasan tropika sampai subtropik. Tanaman ini mempunyai banyak duri dan terlapisi oleh lapisan lilin yang tebal.5 m lebih. Afrika Barat. dan Afrika Selatan disebut veld. termasuk di dalamnya Hutan Amazon (Amerika Tengah). dan cholla. Bioma gurun ini tersebar di Amerika Utara yang disebut praire. Bioma gurun dicirikan dengan kondisi iklim musim kering yang sangat ekstrim dengan suhu udara yang tinggi. Madagaskar Timur. e. Mangifera spp. Daerah tropika sampai subtropika dengan curah hujan yang tidak teratur menyebabkan tanah di daerah tersebut mempunyai tingkat kesuburan sangat rendah. dan Australia. Asia Selatan (Indonesia dan Malaysia). Bioma hutan hujan tropis tersebar di daerah antara 10º LU dan 10º LS. Bioma Gurun Pada bioma gurun sangat jarang ditemui suatu kehidupan. kaktus saguora. liliaceae. Amerika Selatan disebut pampas. Pometia spp. untuk dapat bertahan hidup beberapa flora harus bisa beradaptasi dengan lingkungan gurun. Lapisan lilin dan duri merupakan bentuk adapatasi kaktus untuk mengurangi penguapan. Tanaman yang tumbuh di antaranya kaktus. Arecaceae (palem). Sesuai dengan kondisi alamnya. hal tersebut adalah bentuk adaptasinya untuk regenerasi.antaranya Dipterocarpaceae. Selain gramineae f. . di Asia disebut steppa. Vegetasi yang tumbuh adalah rumput-rumputan. Bentuk adaptasi kaktus yang lain adalah kemampuannya dalam berbunga dan berbiji yang sangat cepat yaitu segera setelah turun hujan. Jenis vegetasi yang bisa bertahan hidup di daerah gurun antara lain adalah kaktus. aloe. dan Rafflesia spp. maka tidak semua jenis vegetasi bisa tumbuh di gurun. Terdapat juga jenis vegetasi yang khas yaitu epifit (angrek-anggrekan) dan liana (tumbuhan merambat contohnya adalah rotan). Tanaman kaktus merupakan tanaman yang memiliki ciri khas berbeda dengan tanaman lain.

Juga ada tumbuhan epifit (tumbuhan yang tumbuh pada pohon yang mempunyai naungan/kanopi. Tanah pada umumnya tidak mampu menyimpan air yang disebabkan oleh rendahnya tingkat porositas tanah dan sistem penyaluran yang kurang baik sehingga menyebabkan rumput-rumput tumbuh dengan subur. Argentina dan Australia. . terdapat di daerah tropis yang banyak turun hujan. Perbedaan yang cukup antara Stepa dengan Sabana adalah : • Pada bioma Sabana merupakan padang rumput yang diselingi oleh kumpulan pepohonan besar. Beberapa jenis rumput mempunyai ketinggian hingga 3. Memiliki pohon yang khas. Amerika Serikat bagian barat. harimau. Curah hujan tidak teratur. mulai dari tumbuhan pendek yang hidup di dasar hutan hingga tumbuhan yang berukuran tinggi. macan kumbang. dan bermacam-macam Bioma Stepa (Padang Rumput) terbentang dari daerah tropika sampai ke daerah subtropika yang curah hujannya tidak cukup untuk perkembangan hutan. Bioma Stepa berbeda dengan Bioma Sabana. seperti anggrek) dan liana (tumbuhan yang memanjat pada tumbuhan lain. 3. Amerika Selatan. Ciri -ciri bioma Stepa antara lain : 1. yaitu akasia 5. kalaupun ada hanya sedikit saja pepohonan yang ada. Vegetasinya tumbuh sangat rapat. tapir. Jenis tumbuhan pada bioma ini sangat beraneka ragam/heterogen. Wilayah persebaran bioma Stepa meliputi Afrika. gajah.5 m 4. sedangkan pada bioma Stepa merupakan padang rumput yang tidak di selingi oleh kumpulan-kumpulan pepohonan.5 Hutan hujan tropis (hutan basah). seperti rotan). antara 250 – 500 mm/tahun 2. Hewan-hewan yang hidup pada hutan ini antara lain monyet.

rodent. f. corak faunanya sebagian besar sama dengan corak fauna Asia. kelinci kutub. dan sebagian Indonesia bagian timur. Afrika Utara. Provinsi Zoogeografi Australia Provinsi ini meliputi Australia. gajah india. Provinsi Zoogeografi Paleartic Provinsi ini meliputi di Siberia. Provinsi Zoogeografi Ethiopian Provinsi ini meliputi Afrika dan Madagaskar. plathypus. Fauna daerah ini di antaranya rusa kutub. dan beruang kutub. c. lumba-lumba. Tasmania. Hal tersebut dikarenakan letak Indonesia barat dulunya bergabung dengan benua Asia . gorila gunung. anjing laut. dan beruang. berupa beberapa jenis ikan dan fauna laut jenis mamalia. e. Provinsi Zoogeografi Neartic Provinsi ini meliputi sebagian besar Amerika Utara dan Greenland (kutub utara sampai dengan subtropis).Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa flora yang terdapat di permukaan bumi berbeda-beda jenisnya sesuai dengan kondisi fisik daerah tersebut. rusa. trenggiling. Fauna yang hidup di antaranya antelope. b. Fauna yang hidup di antaranya kanguru. jerapah. yaitu : Wilayah Persebaran Fauna Indonesia Barat Dikawasan wilayah persebaran fauna Indonesia Barat. tapir malaysia. badak. Cina. Provinsi Zoogeografi Neotropical Provinsi ini meliputi Amerika Selatan. Provinsi Zoogeografi Oriental Provinsi ini meliputi India. g. Provinsi Antartik Provinsi ini mencakup kawasan di kutub Selatan. Pola persebaran fauna di Indonesia terbagi atas tiga wilayah persebaran. kelelawar. beaver. beruang kutub. Provinsi Zoogeografi Oceanic Tersebar di seluruh samudra di dunia. jenis fauna yang hidup di daerah ini memiliki bulu lebat untuk menahan dingin serta memiliki lapisan lemak yang tebal pula. Amerika Tengah. dan lain-lain. Fauna yang hidup di antaranya harimau siberia. Alfred Russel Wallece pada tahun 1876 membagi persebaran fauna di dunia dalam beberapa provinsi yaitu sebagai berikut. Asia Selatan dan Asia Tenggara. h. d. dan kukang. Fauna yang hidup di antaranya primata. dan ikan paus. dan rusa. dan lain-lain. dan Mexico. seperti anjing laut. dan beberapa kawasan di Asia Timur. kuskus. Pola persebaran fauna di Indonesia sama dengan pola persebaran flora di Indonesia. burung penguin. Fauna yang hidup di kawasan ini di antaranya gajah afrika. wombat. Alfred Russel Wallace adalah tokoh yang sangat terkenal dalam membahas persebaran flora dan fauna dunia sehingga sering disebut sebagai bapak biogeografi dunia. kerbau air. Fauna yang hidup dalam kawasan ini di antaranya harimau sumatra. Jenis fauna apa saja yang bisa Anda temukan dari internet dan buku! Bandingkan dengan pembagian fauna di dunia yang dibuat oleh Alfred Russel Wallace. a. dan lain-lain.

Beruang. Garis Wallace yaitu garis batas penyebaran fauna Asia di Indonesia. hewan yang hidup di daerah tersebut mirip dengan hewan tipe Australia karena pada zaman dahulu wilayah Irian Jaya. Kalimantan. Wilayah persebarasn fauna di Indonesia Tengah terletak di antara garis Wallace dibagian barat dan garis weber di bagian timur. Siamang. . Daerah kawasan ini dinamakan kawasan Wallace. Fauna khasnya yaitu Anoa. karena fauna di kawasan Indonesia tengah merupakan fauna peralihan antara fauna tipe Asia dengan fauna tipe Australia. kemudian beberapa juta tahun kemudian bumi mengalami pergeseran yang menyebabkan pulai Irian Jaya beserta pulau kecil lainnya yang menyatu dengan Australia menjadi terpisah. dan lain sebagainya. Daerah persebarannya meliputi pulai Sulawesi. Kasuari. Yang tadinya Indonesia barat bersatu dengan benua Asia sekarang menjadi terpisah. Daerah persebaran fauna Indonesia barat meliputi pulau Sumatera. Persebaran fauna di kawasann Indonesia Timur dibatasi oleh garis weber. Babi Rusa dan Komodo Wilayah Persebaran Fauna di Indonesia Timur Wilayah persebaran fauna di Indonesia Timur. Harimau. Bali dan Pulau Kecil lainnya yang dikenal sebagai Paparan Sunda. menyatu dengan wilayah Australia sehingga banyak hewan yang dari Australia berpindah ke kawasan Indonesia Timur. Orang Utan. Wilayah Persebaran Fauna Indonesia Tengah Wilayah persebaran fauna Indonesia Tengah disebut juga wilayah fauna peralihan. Kakatua dan burung Kasuari. burung Cendrawasih. Jawa. Banteng. Badak. Garis weber yaitu garis batas penyebaran fauna Australia di Indonesia. Fauna khas dari Indonesia Timur yaitu Kangguru. Dengan begitu hewan yang beralih dari Australia ke Indonesia Timur tidak dapat kembali ke Australia. Musang berkantung.sehingga banyak hewan dari Asia beralih ke wilayah Indonesia barat. Maluku dan Pulai kecilnya lainnya. Setelah hal itu terjadi. Fauna khas dari Indonesia bagian Barat Adalah Gajah. Persebaran fauna Indonesia barat dibatasi oleh garis Wallace. Nusa Tenggara. Setelah hewan tersebut sampai di Indonesia berjuta-juta tahun yang lalu bumi mengalami pergeseran. Hal tersebut menjadikan hewan yang tadinya dari benua Asia yang datang ke Indonesia barat tidak dapat kembali ke kawasan Asia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful