RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Kompetensi Dasar A. Indikator 1. 2. 3. 4. B. 1. 2. 3. C. 1. 2. 3. D. Dua atau lebih bilangan bulat dioperasikan ( dijumlah, dikurang, dikali, dibagi ) sesuai dengan prosedur Dua atau lebih bilangan pecahan, dioperasikan ( dijumlah, dikurang, dikali, dibagi ) sesuai dengan prosedur Bilangan pecahan dikonversi ke bentuk persen, atau pecahan, desimal, sesuai prosedur Konsep perbandingan ( senilai dan berbalik nilai ), skala, dan persen digunakan dalam penyelesaian masalah program keahlian Siswa dapat mengoperasikan bilangan bulat Siswa dapat mengkonversikan pecahan kedesimal atau sebaliknya Siswa dapat menyelesiakan masalah pada program keahlian Konsep bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya Operasi pada bilangan berpangkat Penyederhanaan bilangan berpangkat : Matematika :X/1 :1-5 : 10 x 45 Menit : Menerapkan operasi pada bilangan real

Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan real

Tujuan Pembelajaran

Materi Pelajaran

Metode Pengajaran

1. 2.
E. 1. 2. 3. F. 1. 2. 3. 4. G. 1. 2.

Ceramah Penugasan

3. Diskusi 4. Penemuan

Langkah Pembelajaran Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Memberikan pengantar tentang bilangan real dan jenis-jenis bilangan. : Menerangkan serta menjelaskan tentang operasi dan konversi pada bilangan Real. : Memberi latihan tentang operasi dan konvesi bilangan real.

Sumber Belajar Modul Bilangan Riil Powerpoint Pembelajaran matematika Internet [ Blog Matematika ] Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan Kuis Tes tulis 1. a. b. c. d. e. 3. Hitunglah : 15 + 7 11 +19 36 – 12 17 – 43 – 12 + 25 3. Tes lisan

Penilaian

f. g. h. i. j.

– 63 + 38 – 15 – 24 – 47 – 25 14 + (-7 ) 12 + (-27)

k. l. m. n. o.

-72 + (-54) -51 + (-63) 45 – (-32) 26 – (-35) – 29 – (-51)

Pengamatan dan penugasan Jakarta, 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika

Mengetahui, Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta

Drs. Dedi Dwitagama, MM NIP/NRK: 131765462 / 132471

Parjono, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Kompetensi Dasar A. Indikator 4. 5. 6. B. Bilangan berpangkat dioperasikan sesuai dengan sifat-sifatnya Bilangan berpangkat disederhanakan atau ditentukan nilainya dengan menggunakan sifat-sifat bilangan berpangkat Konsep bilangan berpangkat diterapkan pada penyelesaian masalah : Matematika :X/1 : 6 - 10 : 10 x 45 Menit : Menerapkan operasi pada bilangan berpangkat

Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan real

Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat mengoperasikan bilangan berpangkat 2. Siswa dapat menyederhanakan bilangan berpangkat 3. Siswa dapat menyelesaiakan persamaan bilangan berpangkat

C.

Materi Pelajaran

1. Kuis 2. Kagitan Akhir : Mengenalkan dan menerangkan operasi bilangan berpangkat : Menerangkan Konsep bilangan berpangkat. Metode Pengajaran 1. Modul Bilangan Riil 2. 3. sifat-sifat dan operasi bilangan berpangkat F. Powerpoint Pembelajaran 3. Penilaian 1. Penemuan E. 2. Tes lisan . Penugasan 4. Diskusi 3. sifat-sifat dan operasi bilangan berpangkat : Memberikan lathan yang menyangkut bilangan berpangkat. Kegiatan Inti 3. Ceramah 2. Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan G. Langkah Pembelajaran 1. Kegiatan awal 2. Internet [ Blog Matematika ] 4. Sumber Belajar 1. Konsep bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya Operasi pada bilangan berpangkat Penyederhanaan bilangan berpangkat D.

    8   25  a 6 .. .5 y x. .   3 4 ×y 3 −4 1 5 =.b 4 . . 3) Sederhanakanlah dan tuliskan hasilnya dalam pangkat pecahan positif. y .c 5 2) Sederhanakan soal-soal berikut. 1 −3 4 a)  x   b) c) (y ) 3 4 5 = . . .. 5  5  5 5 c)   ×  = . x .b5 . (a ) = . . . Tes tulis 1) a) b) c) (a ) .3..  7  3  11 8 4 4  4  b)   :   = . . . .. −1 2 1 1 d)   +  =. (x y z) 2 3 −1 2 2 3 −1 3 2 Selesaikan soal-soal berikut ini ! 2 =. 7  7  6 2 d) a 16 : a 10 = . . a 2 . (x y z ) . .c 3 e) =.... a)   −3   7  2  × ×( − 7 ) = .. . ( 4) 3 2 −2 3 = . .

2. 3. Dedi Dwitagama. Bilangan bentuk akar dioperasikan sesuai dengan sifat-sifatnya Bilangan bentuk akar disederhanakan atau ditentukan nilainya dengan menggunakan sifat-sifat bentuk akar Konsep bilangan irasional diterapkan dalam penyelesaian masalah Tujuan Pembelajaran . Indikator : Matematika :X/1 : 11 . S. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono.14 : 8 x 45 Menit : Menerapkan operasi pada bilangan bentuk akar Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan real 1. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Drs. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Kompetensi Dasar A. Pengamatan dan penugasan Mengetahui.4. B.

2. E. Kuis 2. 4. C. 1. Konsep bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya Operasi pada bilangan berpangkat Penyederhanaan bilangan berpangkat Metode Pengajaran 1. 2. 2. Siswa dapat menyederhanakan bilangan bentuk akar Siswa dapat menentukan nilai bilangan bentuk akar Siswa dapat menerapkan konsep bilangan irasional bentuk akar dalam penyelesaian masalah Materi Pelajaran 1. F. Penemuan : Mengenalkan dan memberikan pengantar tentang bilangan irasional : Menerangkan Konsep bentuk akar.1. Tes lisan . 2. 3.Diskusi 4. 1. 3. sifat-sifat dan operasi pada bilangan bentuk akar : Memberikan PR Langkah Pembelajaran Sumber Belajar Modul Bilangan Riil Powerpoint Pembelajaran matematika Internet [ Blog Matematika ] Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan Penilaian 1. G. D. 3. Ceramah Penugasan Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir 3. 3. 2.

p2 + q2 b. . 2 3 − 2 + 4 = . Dedi Dwitagama. 2 pq d. ( p + q )2 3.18 : 8 x 45 Menit : Menerapkan konsep logaritma Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan riil . 2. 2 10 − 5 − 5 5 4 7 4 = 8 . Nyatakan tiap bentuk akar dibawah ini dalam bentuk akar yang paling sederhana ! 2 a. Tes tulis 1 . 4. S. 2 + 8 + 3 = . 7 8 b. Sebuah persegi panjang dengan panjang (5 + 3 ) cm. Pengamatan dan penugasan Mengetahui. .. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta. .3 ) cm.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Kompetensi Dasar : Matematika :X/1 : 15 . . c.5 dan q = 3 + 5 hitunglah : a. Misalkan p = 3 . MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono. Tentukanlah luas dan panjang diagonalnya. sedangkan lebarnya (5 . . 2p + 4q c..3. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematiaka Drs.

2. Metode Pengajaran 1. Konsep logaritma Sifat-sifat logaritma Operasi pada logaritma D. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat logaritma Siswa dapat menggunakan table logaritma Siswa dapat mengaplikasikan logaritma pada bidang keahlian C. 2. 4. Indikator 1. Operasi logaritma diselesaikan sesuai dengan sifat-sifatnya Soal-soal logaritma diselesaikan dengan menggunakan tabel dan tanpa tabel Permasalahan program keahlian diselesaikan dengan menggunakan logaritma B. Materi Pelajaran 1. Ceramah Diskusi Penugasan Penemuan . 2. 3. 3. 2. 3.A. 3. Tujuan Pembelajaran 1.

c. Nyatakan tiap bentuk di bawah ini dengan notasi logaritma.E. 25 = 32 b. Tes tulis Contoh instrumen : 1. 3-1 = c. 3 3 log 1 = −2 9 log 81 = 5 . 34 = 81 1 3 2. 2 a. Langkah Pembelajaran 1. Penilaian 1. Kuis 2. 3. 2. sifat-sifat dan operasi logaritma serta penggunaan table logaritma : Memberikan PR F. Nyatakan tiap bentuk di bawah ini dengan notasi pangkat. Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Membahas PR sebelumnya dan memberikan pengantar tentang logaritma : Menerangkan Konsep. log 128 = 7 b. Modul Bilangan Riil Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 2. a. Sumber Belajar 1. Tes lisan 3. G.

7 3 lo 5 + 7 lo 2 g g lo g 3 + 3 lo 2 g 7 = i. 6 log 9 + 6 lo 4 g = f. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta. 2 log 8 + 8 log 3 − 4 log 2 = j. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Drs. 5 log 27 − 27 log 3 + 3 log 81 = = 4. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono. 3 log 9 − 3 log 3 = = = = 1 2 2 b. e. log + log 24 = 3 3 100 5 + 5 log c. Pengamatan dan penugasan Mengetahui. S. Selesaikan soal-soal berikut dengan menggunakan sifat-sifat logaritma ! a. Dedi Dwitagama. log 4 3 d.3 . 2 log 48 − 2 log 6 g. 2 log 20 − 2 log 5 h.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN .

Konsep Pengukuran Kesalahan dalam pengukuran dan persentase kesalahannya Toleransi dalam pengukuran . B. Siswa dapat mengukur dan membilang sesuai pengertiannya Siswa dapat menentukan kesalahan mutlak dan kesalahan relatif dalam suatu pengukuran Siswa dapat menghitung pertsentase kesalahan dalam pengukuran dan toleransinya C. Indikator 1. 3.23 : 10 x 45 Menit : Menerapkan konsep kesalahan pengukuran Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep aproksimasi kesalahan Hasil membilang dan mengukur dibedakan berdasar pengertiannya Hasil pengukuran ditentukan salah mutlak dan salah relatifnya Persentase kesalahan dihitung berdasar hasil pengukurannya Toleransi pengukuran dihitung berdasarkan hasil pengukurannya Tujuan Pembelajaran 1.Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Kompetensi Dasar A. 2. : Matematika :X/1 : 19 . 2. 4. 3. 2. 3. Materi Pelajaran 1.

0. 4. Langkah Pembelajaran 1. Kuis 2. Penilaian 1. 125. Sumber Belajar 1. G. Ceramah Diskusi Penugasan Penemuan Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Membahas PR dan memberikan pengantar tentang mengukur dan membilang : Menerangkan konsep pengukuran dan kesalahan dalam pengukuran : Memberikan beberapa latihan tentang pengukuran dan kesalahan dalam pengukuran E. a.50 mm Tentukanlah satuan ukuran terkecil dari hasil pengukuran berikut ! d. Modul Aproksimasi kesalahan Powerpoint Pembelajaran matematika Internet [ Blog Matematika ] Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 4.5 m c. 2. 3. 3. 2. 0. Tes lisan 3.25 mg e. 7.08 cm f. 3. 2. F. 2.0 km . 25 kg b. Metode Pengajaran 1.D. Tes tulis Contoh instrumen : 1.

Tentukan toleransi dari hasil pengukuran berikut ! a. Tentukan salah mutlak dari hasil pengukuran berikut : a.5 m e. 25 kg d.50 gram b. 7. S.25 kg d. 1. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Drs. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono.25 kg d. 1. Tentukan salah relatif dan persentase kesalahan dari hasil pengukuran ! a. 0.05 cm c. 0.25 mg b. 42. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta.50 mm f. 0.05 cm c.0 km 3. 42. Pengamatan dan penugasan Mengetahui.75 m 4. 0. 125. 1. Dedi Dwitagama. 1.08 cm c.2.Pd .75 m 4. 2.50 gram b.

B. 2. Siswa dapat menghitung atau menentukan jumlah maksimum dan minimum karena kesalahan pengukuran Siswa dapat menghitung atau menentukan selisih maksimum dan minimum karena kesalahan pengukuran Siswa dapat menghitung atau menentukan hasil kali maksimum dan minimum karena kesalahan pengukuran . Jumlah dan selisih hasil pengukuran dihitung untuk menentukan hasil maksimum dan hasil minimumnya Hasil kali pengukuran dihitung untuk menentukan hasil maksimum dan hasil minimumnya : Matematika :X/1 : 24 . Indikator 1.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Kompetensi Dasar A. 3.27 : 8 x 45 Menit : Menerapkan konsep operasi hasil pengukuran Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep aproksimasi kesalahan Tujuan Pembelajaran 1. 2.

. 2. Sumber Belajar 1. 2. C. Metode Pengajaran 1. 2. 3. 2. Siswa dapat menerapkan konsep aproksimasi kesalahan pengukuran pada bidang keahlian Materi Pelajaran 1. F. 3. Modul Aproksimasi Kesalahan Powerpoint Pembelajaran matematika Internet [ Blog Matematika ] Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 4. selisih dan hasil kali dari beberapa hasil pengukuran : memberikan latihan soal serta memberikan PR E.4. 4. Jumlah maksimum dan minimum pada hasil pengukuran Selisih maksimum dan minimum pada hasil pengukuran Hasil kali maksimum dan minimum pada hasil pengukuran D. 3. Langkah Pembelajaran 1. Ceramah Diskusi Penugasan Penemuan Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Memberikan penjelasan kembali tentang salah mutlak : Menerangkan Jumlah. 3.

10. Bilangan-bilangan berikut bulatkan sampai banyaknya tiga angka signifikan ! a. 3. 7.47402 d. 24.020493 3. Bulatkan bilangan-bilangan berikut sampai tiga tempat desimal ! a. seperatusan terdekat c.0050720 4. 0.37542 ke a. Tentukan banyaknya angka signifikan bilangan berikut ini ! a. sepersepuluhan terdekat b. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika . 4. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta. 7. 0.45972014 b. 2. Kuis Tes lisan Tes tulis Contoh instrumen : 1.000 b. 8.750462 b.0250 c.G. Bulatkan bilangan 5.085 f.06095702 d. 0. 85. 50. 0. 14.5072 d. Pengamatan dan penugasan Mengetahui. Penilaian 1. seperibuanterdekat 2.004 e.35 4.23056 c.400 c. 0.

Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi : Matematika :X/1 : 28 . MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono. S.Drs. Dedi Dwitagama.30 : 6 x 45 Menit Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan sistem persamaan dan pertidaksamaan linier dan kuadrat Kompetensi Dasar : Menentukan Himpunan Penyelesaian persamaan dan pertidaksamaan linier .

2. 2. 2. Diskusi 4. Modul Persamaan dan Pertidaksamaan Powerpoint Pembelajaran matematika Internet [ Blog Matematika ] Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 4. Tujuan Pembelajaran 1.Tes lisan 3. 1. 3. Persamaan linier satu variabel ditentukan himpunan penyelesaiannya Pertidaksamaan linier satu variabel ditentukan himpunan penyelesaiannya Siswa dapat menentukan himpunan penyelesaian persamaan linier satu variabel Siswa dapat menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan linier satu variabel Persamaan linier satu dan dua variabel Pertidaksamaan linier satu variabel Ceramah Penugasan Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir 3. G. Langkah Pembelajaran 1. Tes tulis . Materi Pelajaran 1. Indikator 1. D. Penemuan : Membahas PR dan memberikan pengantar tentang persamaan dan pertidaksamaan : Menerangkan cara menentukan penyelesaian persamaan dan pertidaksamaan linier : Memberikan PR B. 2. 3. Sumber Belajar 1. Metode Pengajaran 1. 2. F. C. 2.A. E. Penilaian Kuis 2.

8 2 c. Nilai x dari persamaan berikut 4(2x – 5) = 2(x+ 4) adalah … 1 1 x+6= x + 12 adalah … 2 3 e. 6 Pengamatan dan penugasan Jakarta. 3 e. 72 4. 64 d. 36 c. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Mengetahui. Nilai x dari persamaan berikut a. 5 3. S. 2. b.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester : Matematika :X/1 . Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Drs. x dari persamaan berikut 5x – 3 = 27 adalah … 7 c. 1 2 1 6 2 2 1 2 1 d. 4 e. b. 2. Nilai a. 6 5 d. Nilai a. 7 8 d. b. 9 e. 4 x dari persamaan berikut 4x + 9 = 2x + 25 adalah … 6 c.1. 56 a. 48 b. Dedi Dwitagama. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono.

Materi Pelajaran 1. Indikator 1. 2. 2. . 3. 3. Persamaan kuadrat ditentukan himpunan penyelesaiannya Pertidaksamaan kuadrat ditentukan himpunan penyelesaiannya : Menentukan Himpunan Penyelesaian persamaan dan pertidaksamaan kuadrat Tujuan Pembelajaran 1. 4. 2. 2.34 : 8 x 45 Menit Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan sistem persamaan dan pertidaksamaan linier dan kuadrat Kompetensi Dasar A.Pertemuan Ke Alokasi : 31 . Metode Pengajaran 1. Siswa dapat menentukan himpunan penyelesaian persamaan kuadrat Siswa dapat menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat C. B. Persamaan kuadrat Pertidaksamaan kuadrat Akar-akar persamaan kuadrat berikut sifat-sifatnya Ceramah Diskusi Penugasan Penemuan D.

< 8 . Sebuah persegi panjang memiliki panjang 5 cm lebih dari lebarnya dan kelilingnya tidak lebih dari 38 cm. 2. a. . Modul Persamaan dan Pertidaksamaan Powerpoint Pembelajaran matematika Internet [ Blog Matematika ] Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 4. 2. G. 1. . 2. x ≤ 7 e. 3.6 c. a.2 2. x < 2 d. Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Membahas PR dan memberikan pengantar persamaan dan pertidaksamaan kuadrat : Menerangkan cara menentukan penyelesaian persamaan dan pertidaksamaan kuadrat : Memberikan PR F. y > 6 d. x > 4 3x – 5 > x + 3 adalah. y < 6 e. Penyelesaian pertidaksamaan tersebut adalah . y < .6 b. x > 2 b. Jika lebarnya x cm. x < 4 e. Sumber Belajar 1. maka batas-batas nilai x adalah . > . c. . 0 < x ≤ 7 c. Diketahui pertidaksamaan 13 – 2( y + 1) > ( y + 1 ) – 8. Penyelesaian dari pertidaksamaan a. > 4 3. 3. . 3. . y > . . Langkah Pembelajaran 1. Penilaian Kuis Tes lisan Tes tulis 1. .E.

≤ -6 e. ≥ -6 4. adalah …. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta. c.Pd . x > 7 4. Himpunan penyelesaian dari : a. > 4 Mengetahui. Dedi Dwitagama. S. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Drs.b. 7 ≤ x ≤ 9 -6( a + 2) + 4a ≤ . MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono. ≤ -3 b. ≥ -3 d. Pengamatan dan penugasan d.6 .

38 : 8 x 45 Menit Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan sistem persamaan dan pertidaksamaan linier dan kuadrat Kompetensi Dasar : Menerapkan konsep persamaan dan pertidaksamaan kuadrat A.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi : Matematika :X/1 : 35 . Indikator 1. 2. B. Persamaan kuadrat disusun berdasarkan akar-akar yang diketahui Persamaan kuadrat baru disusun berdasarkan akar-akar persamaan kuadrat lain Persamaan dan pertidaksamaan kuadrat diterapkan dalam menyelesaikan masalah program keahlian Tujuan Pembelajaran 1. 3. Siswa dapat menentukan persamaan kuadrat yang diketahui akar-akarnya .

Langkah Pembelajaran 1. 2.2. 2. Penyusunan persamaan kuadrat Penerapan persamaan dan pertidaksamaan kuadrat pada bidang keahlian D. Modul Persamaan dan Pertidaksamaan Powerpoint Pembelajaran matematika Internet [ Blog Matematika ] Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 4. Sumber Belajar 1. 2. Siswa dapat menentukan persamaan kuadrat yang memiliki hubungan dengan persamaan kuadrat lain Siswa dapat menerapkan persamaan dan pertidaksamaan pada bidang keahlian Materi Pelajaran 1. Ceramah Diskusi Penugasan Penemuan E. 3. 3. . 4. Metode Pengajaran 1. 2. 3. Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Membahas PR dan menjelaskan kembali tentang akar-akar persamaan kuadrat : Menerangkan cara menyusun persamaan kuadrat : Memberikan PR F. C. 3.

4 d. x2 – 2x = 0 b. 15 Juli 2008 . x2 + x + 30 = 0 2.G. Kuis Tes lisan Tes tulis 1. Jakarta. x2 – 2x + 30 = 0 c. a. Jika panjangnya tiga kali lebarnya. 3. a. 6 4. Persamaan kuadrat yang akar – akarnya x1 – 3 dan x2 – 3 adalah …. 6 6 15 30 15 Pengamatan dan penugasan Mengetahui. 6 c. x2 + x – 30 = 0 e. Diketahui sebidang tanah berbentuk persegi panjang luasnya 72 m 2. Penilaian 1. 2. 2 b. x2 + x = 0 d. maka panjang diagonal bidang tersebut adalah …m. 4 e. Persamaan kuadrat x2 – 5x + 6 = 0 mempunyai akar – akar x1 dan x2.

43 : 10 x 45 Menit Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan sistem persamaan dan pertidaksamaan linier dan kuadrat Kompetensi Dasar A. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono.Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Guru Bidang Studi Matematika Drs. S. Indikator : Menyelesaikan Sistem Persamaan .Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi : Matematika :X/1 : 39 . Dedi Dwitagama.

Materi Pelajaran 1. 2. 2. Sistem Persamaan linier dua variabel dan tiga variabel Sistem Persamaan linier dua variabel. 3. Siswa dapat menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel Siswa dapat menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linier tiga variabel Siswa dapat menerapkan himpunan penyelesaian sistem persamaan satu linier dan satu kuadrat C. B. 3. Metode Pengajaran 1. 2.1. Sistem Persamaan linier dua variabel ditentukan himpunan penyelesaiannya Sistem Persamaan linier tiga variabel ditentukan himpunan penyelesaiannya Sistem Persamaan dua variabel satu linier dan satu kuadrat ditentukan himpunan penyelesaiannya Tujuan Pembelajaran 1. 4. satu linier dan satu kuadrat D. Langkah Pembelajaran 1. 3. . 2. 3. 2. Ceramah Diskusi Penugasan Penemuan Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Membahas PR dan menjelaskan kembali tentang persamaan linier dan kuadrat : Menerangkan cara mendapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan : Memberikan PR E.

a. 2. Kuis Tes lisan Tes tulis 1 1 + =2 x y Nilai x + y + z = …. 3 2 1 ½ ⅓ 2. Nilai z yang memenuhi system persamaan x +z =2y a. e. 3. 0 1 x + y +z =6 x − y +2z = 5 2 1 − =− 3 y z Diketahui system persamaan linier : 1 1 − =2 x z . 3. Penilaian 1. c. Modul Persamaan dan Pertidaksamaan Powerpoint Pembelajaran matematika Internet [ Blog Matematika ] Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 4. b. Sumber Belajar 1. 2. d. b.F. G.

MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono. 2 3 4 4. e.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester : Matematika :X/1 . d. S. Pengamatan dan penugasan Jakarta. Dedi Dwitagama. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Drs.c. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Mengetahui.

2. notasi dan transposnya Elemen matriks ditentukan berdasarkan kesamaan dua matriks Matriks dibedakan menurut jenis dan relasinya 3. 1. orrdo matriks. 3. E. 1.Pertemuan Ke Alokasi Kompetensi Dasar A. B. transpos matriks dan jenis-jenis mattriks Kesamaan dua matriks Ceramah Diskusi Penugasan Penemuan Materi Pelajaran Metode Pengajaran Langkah Pembelajaran . 2. Indikator 1. 4. D. 3. 2.50 : 14 x 45 Menit : Mendeskripsikan macam-macam matriks Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep matriks Matriks ditentukan unsur. : 44 . C. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menentukan ordo dan transpos matriks Siswa dapat menyelesaikan kesamaan dua matriks Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis matriks Unsur-unsur matriks. 1. 2.

Ckx1 . 3. Diketahui Amxn=  −3 6 9     12 −8 −1   a. Sebutkan banyaknya unsur pda matriks berikut a. Berapa banyak kolomnya? c. 2. Tentukan baris dan kolomnya yang mengandung unsur nol (0) 2. 1. B2x4 c. Tentukan Unsur a32 d. Tentukan unsur a21 e. Berapa banyak barisnya ? b. Penilaian Kuis Tes lisan Tes tulis −7 4   5   1 0   8 1. transpose. 2.1. G. 3. 1. F. jenis-jenis matriks dan kesamaan dua mtriks : Membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dan memberikan PR Sumber Belajar Modul tentang Matriks Powerpoint Pembelajaran matematika Internet [ Blog Matematika ] Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 4. 3. Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Membahas PR dan memberikan pengantar tentang konsep matriks : Menerangkan ordo. 2. A3x2 b.

w dan z. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta. 4. y. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika .3. C =  5     −9    0 −1  d. Tentukan ordo dari matriks berikut ! a. B = ( 0 2 5 0 7 −3 −5 2) −9   6    7     10  c. A =  −1  b. Pengamatan dan penugasan 3z − 2 w    4  Mengetahui.   2 3 y   2 12      7  2 x − y 3 5. Tentukan nilai x dan y !  2 x − y  5  a. D =  3 − 2     4.   x + y  = 1          − x + y 4  8 4   =  b. Diketahui : A =   z − 3w x + 2 y  dan B = 6      Jika A = B .tentukan nilai x .

2. 3. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono. 1. 2. 3. Indikator 1. B.57 : 14 x 45 Menit : Mendeskripsikan macam-macam matriks Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep matriks Tujuan Pembelajaran Materi Pelajaran . Dua Matriks atau lebih ditentukan penjumlahan dan pengurangannya Dua Matriks atau lebih ditentukan hasil kalinya Siswa dapat mengoperasikan penjumlahan dan pengurangan matriks Siswa dapat mengoperasikan hasil kali skalar dengan matriks Siswa dapat mengoperasikan hasil kali matriks dengan matriks Penjumlahan dan Pengurangan matriks Perkalian skalar dengan matriks dan perkalian matriks dengan matriks Kesamaan dua matriks yang mengandung operasi matriks : Matematika :X/1 : 51 . 2. C.Drs.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Kompetensi Dasar A. Dedi Dwitagama. 1. S.

. 15 c. . 3. Metode Pengajaran 1. p = 1 dan q = 8 . Penemuan Langkah Pembelajaran Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Membahas PR dan memberikan pengantar tentang operasi matriks : Menerangkan penjumlahan. 12 2 4  = 5  2   a. 1. Diskusi 4. 3. . 1.D. G. 2. 1. Ceramah Penugasan 3. 2. 3. . Diketahui K = 5 8  a. pengurangan. 2. 14 2 3  21  jika K =L maka c adalah . 11   d. perkalian dan kesamaan dua mtriks : Membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dan memberikan PR Sumber Belajar Modul tentang Matriks Powerpoint Pembelajaran matematika Internet [ Blog Matematika ] Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 4. p = 1 dan q = -2 4  2   maka . Diketahui  5 p + q  3 2 6   4 b  dan L = 5 4  8 4b 3c 11   b. q + 3  d. F. Penilaian Kuis Tes lisan Tes tulis a  1. 13 e. E. 2. 16 2.

  4 15 8 15 6  30   16   30   1  e. .  5 4   − 4 − 4   1 −1        b. 2  4  adalah . . 6  28   64   49   64   1 c.b. 3 5  2  4 6   22  28 2 4 Pengamatan dan penugasan Jakarta.   4.   3 −1 −1  −1  1 4 .  c.   1 4 2 7  5  2 5 1 3   3 6   5  d. Hasil kali  4   22 a. p = 5 dan q = 2 2 2 2 3  5 B=   0 1  C = −1 0  makabentuk yang paling sederhana dari    4      (A+C) – (A+B) adalah .  e. . 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Mengetahui. 0  5 4   4 7 −1 a. p = -1 dan q = 2 3. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta . . p = 1 dan q = 2 c. . Jika A =  3 e.  4  d.   49  b. .

Matriks ditentukan determinannya Matriks ditentukan inversnya Siswa dapat menentukan determinan matriks Siswa dapat menentukan invers matriks Siswa dapat menentukan penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel dengan menggunakan matriks : Matematika :X/1 : 58 .63 : 12 x 45 Menit : Menentukan determinan dan invers matriks Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep matriks Tujuan Pembelajaran Materi Pelajaran . Dedi Dwitagama. 3. Indikator 1.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Kompetensi Dasar A. B.Drs. 1. S. 2. 2. C. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono.

3. E. 1. 2. 3. Modul tentang Matriks Powerpoint Pembelajaran matematika Internet [ Blog Matematika ] Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 4. Determinan dan invers matriks berordo dua Determinan dan invers matriks berordo tiga Penggunaan determinan dan invers matriks pada penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel Ceramah Diskusi Penugasan Penemuan Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Membahas PR dan memberikan pengantar tentang determinan dan invers matriks : Menerangkan determinan.1. 2. F. 1. Penilaian Kuis Tes lisan Tes tulis . invers matriks dan penyelesaian persamaan dengan matriks : Membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dan memberikan PR Metode Pengajaran Langkah Pembelajaran Sumber Belajar 1. 3. 3. 1. D. 2. 2. 3. G. 2. 4.

-2 3 2 1 b. 16 3  6   b  = 5 11  8   2 4 4b b.maka nilai c adalah… 11   c. 2 5.12 2  4. Determinan matriks 1 2  a.. 1 e. 3  −2  4  1 − 1   4 4 3 1    4 4   1 −1   2  2 4 3c 3  4 1  4 3 1  − 2  −1    −2   −1   e. b. −8   adalah… −3   a. Matriks A yang memenuhi persamaan   0 2 2 1 A =   3 0  2  adalah… 4  a. 13 e.1. 3  c. 3  2 1  2  2  1   c.   a  2.  1  2 1  2 1   . 15 3   2a  . 0 d.. 0 2  3 1  0   2 e.  −1 2   1 3    4 4 d. Invers matriks A =   4 1 c. -1 d. Jika  5 8  a. 14 4  2 sama dengan.

Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Drs.67 : 8 x 45 Menit : Membuat grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linier Standar Kompetensi : Menyelesaikan masalah program linier .Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Kompetensi Dasar A. Pengamatan dan penugasan Jakarta.  4 3   2 1    d.b. Dedi Dwitagama. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Mengetahui.   2 3 4  1  4. Pertidaksamaan linier ditentukan daerah penyelesaiannya : Matematika :X/2 : 64 . S. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono. Indikator 5.

2. Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Membahas PR dan memberikan pengantar tentang pertidaksamaan linier : Menerangkan cara membuat grafik penyelesaian sistem pertidaksamaan linier 2 variabel : Membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dan memberikan PR F. B. 2. E. 2. Metode Pengajaran 1. Sistem pertidaksamaan linier dengan 2 variabel ditentukan daerah penyelesaiannya Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menentukan daerah penyelesaian pertidaksamaan linier Siswa dapat menentukan daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linier dua variabel C. 3. 2. 3.6. Grafik daerah penyelesaian pertidaksamaan linier Grafik daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linier dua variabel Ceramah Diskusi Penugasan Penemuan D. Materi Pelajaran 1. Langkah Pembelajaran 1. Sumber Belajar 1. 2. Modul tentang Program Linier Powerpoint Pembelajaran matematika . 4.

a. y ≥ 0 + y ≥ 6. 1. y ≥ 0 2. Dari diagram dibawah ini daerah yang diarsir merupakan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan : ……. x ≥ 2. Dari diagram dibawah ini daerah yang diarsir merupakan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan : ……. Internet [ Blog Matematika ] Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 4. x + y ≤ 6. y ≥ 0 + y ≤ 6. y ≥ 0 . y ≥ 0 . x ≥ 0. 2x + y ≤ 4.. x ≥ 2.. x ≤ 2. x x x x . Penilaian Kuis Tes lisan Tes tulis 1. G. e. y ≥ 0 b. c. y ≥ 3.y ≤ 6. 6 0 2 6 a.3. 3. 2. x ≥ 2.y ≥ 6. x ≤ 2. d.

Dari diagram dibawah ini daerah yang diarsir merupakan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan : ……. y ≥ 0 x + 2y ≤ 4. 2x . x ≤ 3. x ≤ 3. x ≥ 0. y ≥ 0 2x . d. y ≥ 3. c. y ≤ 3. x ≥ 3. y ≥ 3. a.. x ≥ 0.. e.y ≤ 4. x ≥ 0. c. 2x + y ≤ 4. y ≥ 0 x + 2y ≤ 4. x ≥ 0. Dari diagram dibawah ini daerah yang diarsir merupakan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan : ……. d. x ≥ 0. e. y ≥ 0 x + 2y ≤ 4. x ≥ 0. y ≥ 0 2x + y ≥ 4.b. y ≥ 0 y 3 0 2 x 3. x ≤ 0. y ≥ 0 2x + y ≥ 4.y ≤ 4. x ≥ 3. y ≥ 3. x ≥ 0. y ≤ 3. b. y ≥ 0 x + 2y ≤ 4. . y ≥ 0 4. x ≤ 0.

Pengamatan dan penugasan Jakarta. x + y ≥ 48. x + y ≥ 48. x + y ≤ 48. x + 3y ≤ 72. y ≥ 0 d. y ≥ 0 4. x ≥ 0. x ≥ 0. x + 3y ≥ 72. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Drs. x + y ≤ 48. x ≥0. y ≥ 0 c. S. 3x + y ≤72.Pd . 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Mengetahui. Dedi Dwitagama. x ≥ 0. x + y ≤ 48. x ≥ 0. y ≥ 0 b.24 0 48 72 a. y ≥ 0 e. 3x + y ≥ 72. x + 3y ≥ 72. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono.

Metode Pengajaran .RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Kompetensi Dasar : Matematika :X/2 : 68 . D. Indikator 1. 1. Tujuan Pembelajaran 1. C.70 : 6 x 45 Menit : Membuat grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linier Standar Kompetensi : Menyelesaikan masalah program linier A. 2. Materi Pelajaran 1. 2. 2. Soal ceritera ( kalimat verbal ) diterjemahkan kedalam kalimat matematika Kalimat matematika ditentukan daerah penyelesaiannya Siswa dapat mengubah soal cerita ( kalimat verbal ) menjadi kalimat matematika Siswa dapat menentukan daerah penyelesaian dari kalimat matematika Model Matematika Ceramah Diskusi B.

y ≥ 0 . y ≥ 0 d. Modul tentang Program Linier Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 2. y ≥ 0 c. G. a. x ≥ 0. x + y ≤ 30. x + y ≤ 30. x ≥0. Kuis 2. 3. x + 4y ≤ 60. x + 4y ≤ 60. Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Membahas PR dan memberikan pengantar tentang model matematika : Menerangkan cara mengubah kalimat verbal menjadi kalimat matematika : Membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dan memberikan PR F.3. x + y < 30. Sumber Belajar 1. y ≥ 0 b. maka model matematika dari pernyataan diatas adalah ….dapat menampung tidak lebih dari 30 kendaraan. x ≥ 0. 2. Jika untuk sedan dinyatakan dalam x dan bus dinyatakan dalam y. Tes lisan 3. x + y ≤ 30. Langkah Pembelajaran 1. 4x + y < 60. Tes tulis 1. x + y ≤ 60. 4. Penugasan Penemuan E. Untuk parker sebuah sedan diperlukan 6 m2 dan sebuah bus 24 m2. x ≥ 0. Tempat parker seluas 360 m2 . Penilaian 1.

MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono.1) a. Nilai maksimum untuk fungsi obyektif f (x.Pd . 66 c.y) = 6x + 8y tersebut adalah … y (3. Pengamatan dan penugasan Mengetahui. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Drs. 84 4.7) (0. Dedi Dwitagama. 4x + y ≤ 60. y ≥ 0 2.3) (2. x ≥ 0. 74 x d.5) (5. 40 b.e. Daerah yang diarsir pada diagram dibawah ini merupakan himpunan penyelesaian dari suatu pertidaksamaan. x + y < 30.6) (7. 78 e. S.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Kompetensi Dasar A. 1.73 : 6 x 45 Menit : Membuat grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linier Standar Kompetensi : Menyelesaikan masalah program linier Tujuan Pembelajaran . Soal ceritera ( kalimat verbal ) diterjemahkan kedalam kalimat matematika Kalimat matematika ditentukan daerah penyelesaiannya Siswa dapat mengubah soal cerita ( kalimat verbal ) menjadi kalimat matematika Siswa dapat menentukan daerah penyelesaian dari kalimat matematika : Matematika :X/2 : 71 . 2. B. 3. Indikator 1.

Kegiatan awal Kegiatan Inti Kagitan Akhir : Membahas PR dan memberikan pengantar tentang model matematika : Menerangkan cara mengubah kalimat verbal menjadi kalimat matematika : Membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dan memberikan PR F. Penilaian 1. 2. Kuis 2. Model Matematika Ceramah Diskusi Penugasan Penemuan Metode Pengajaran E. 2.C. 1. Sumber Belajar 1. Materi Pelajaran 1. 3. Modul tentang Program Linier Buku Matematika SMK dan Referensi lain yang relevan 2. Tes tulis 1. Perhatikan gambar berikut ini ! y . G. Tes lisan 3. 3. 4. D. Langkah Pembelajaran 1.

3 1 1 3 x Daerah yang diarsir pad gambar di atas merupakan daerah penyelesaian dari suatu system pertidak samaan . Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta. 2 b. Pengamatan dan penugasan Mengetahui. 3 1 4 4. 3 c.Pd . S. 3 3 4 1 2 3 e. Nilai minimum yang dipenuhi fungsi obyektif : f ( x. Dedi Dwitagama. y ) = 3x + y adalah … a. 3 4 d. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Drs. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/ Semester Pertemuan Ke : Matematika :X/2 : 74 .77 .

Langkah Pembelajaran 1. Ceramah 2. Fungsi obyektif ditentukan dari soal 2.Alokasi Standar Kompetensi Kompetensi Dasar A. Siswa dapat dapat menetukan nilai obyektip dari soal cerita 2. Metode Pengajaran 1. Materi Pelajaran 1. Tujuan Pembelajaran 1. Penugasan 4. Kegiatan awal 2. Diskusi 3. Indikator : 6 x 45 menit :Menyelesaikan masalah program linier : Menentukan nilai optimum dari sistem pertidaksamaan linier 1. Siswa dapat menentukan nilai optimum. Nilai optimum ditentukan berdasar fungsi obyektif B. Penemuan E. Kegiatan Inti : Membahas PR dan memberikan pengantar tentang model matematika : Menerangkan cara mencari nilai maksimum dan minimum . Fungsi objektif 2. Nilai optimum D. baik maksimum atau minimum C.

8 c. Kuis 2. Modul Matematik SMK 2. 45 d. Kagitan Akhir F. 41 e. Perhatikan gambar berikut ini ! y 6 4 3 3 4 5 x Nilai maksimum dari fungsi f ( x. Sumber Belajar : Membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dan memberikan PR 1. tes tulis 1. 33 . tes lisan 3. Penilaian 1.3. Referensi lain yang relevan G. y ) = 7x + 2y a. 28 b.

Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta. S. Dedi Dwitagama.4. pengamatan danpenugasan Mengetahui. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Drs. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono.Pd .

Diskusi : Matematika :X/2 : 78 . Nilai optimum ditentukan menggunakan garis selidik B. Garis selidik digambarkan dari fungsi obyektif 2. Siswa dapatmenggambar garis selidik dari fungsi obyektif 2.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/ Semester Pertemuan Ke Alokasi Standar Kompetensi Kompetensi Dasar A. Ceramah 2. Siswa dapa t menentukan nilai optimim dengan menggunakan garis selidik C.80 : 6 x 45 menit : Menyelesaikan masalah program linier : Menerapkan garis selidik . D. Indikator 1. Tujuan Pembelajaran 1. Materi Pelajaran Garis selidik Metode Pengajaran 1.

Penemuan E. minimum 80 . minimum 0 b. Titik –titik (0. (5. Langkah Pembelajaran 1. Kuis 2.0) dan (0. Modul Matematik SMK 2.. Penilaian 1. Kagitan Akhir : Membahas PR dan memberikan pengantar tentang model matematika : Menerangkan cara mencari nilai maksimum dan minimum dengan menggunakan metode garis selidik.3. (3.5). Sumber Belajar 1. Maksimum 180. (6. Nilai optimum bentuk 10(3x+2y) adalah …. : Membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dan memberikan serta mengabil nilai tugas F.0) adalah titik – titik sudut suatu daerah himpunan penyelesaian program linier.3).. Maksimum 190. Penugasan 4. tes lisan 3. Maksimum 190. minimum 0 d. a. minimum 0 c.4). Kegiatan awal 2. tes tulis 1. Kegiatan Inti 3. Maksimum 210. Referensi lain yang relevan G.

3 1 4 . Perhatikan gambar berikut ini ! y 3 1 1 3 x Daerah yang diarsir pad gambar di atas merupakan daerah penyelesaian dari suatu system pertidak samaan . y ) = 3x + y adalah … a. minimum 0 2. 3 c. 2 b.e. Maksimum 80. 3 3 4 1 2 3 e. 3 4 d. Nilai minimum yang dipenuhi fungsi obyektif : f ( x.

4. pengamatan dan penugasan Mengetahui, Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta, 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika

Drs. Dedi Dwitagama, MM NIP/NRK: 131765462 / 132471

Parjono, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran Kelas/ Semester Pertemuan Ke Alokasi Standar Kompetensi Kompetensi Dasar A. Indikator 1. Pernyataan dan bukan pernyataan dibedakan 2. Suatu pernyataan ditentukan nilai kebenarannya : Matematika :X/2 : 81 - 84 : 8 x 45 menit : Menerapkan logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor : Mendeskripsikan pernyataan dan bukan pernyataan (kalimat terbuka)

B.

Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat membedakan antara pernyataan dan bukan pernyataan 2. Siswa dapat menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan

C. D.

Materi Pelajaran Pernyataan dan bukan pernyataan Metode Pengajaran 1. Ceramah 3. Penugasan 3. Diskusi 4. Penemuan : Pengenalan logika matematika kepada siswa melalui beberapa contoh dialam yang nyata ( konkret ) 2. Kegiatan Inti 3. Kagitan Akhir : 1.Menjelaskan tentang perbedaan antara pernyataan dan bukan pernyataan 2. Menelaskan bagaimana menentukan nilai kebenaran : Memberikan tugas siswa untuk membuat kalimat yang merupakan pernyataan dan yang merupakan pernyataan.

E.

Langkah Pembelajaran 1. Kegiatan awal

F.

Sumber Belajar 1. Modul 2. Matematik SMK 3. Referensi lain yang relevan

G. 1. 2. 3.

Penilaian Kuis tes lisan tes tulis

Contoh intrumen a) b) c) Gaun itu indah Hindun Gadis yang lucu Bronis kukus itu enak.

Kalimat-kalimat pada contoh 3 dapat bernilai benar saja atau bernilai salah saja, tetapi bersifat relative atau tergantung pada keadaan. Jadi, kalimat-kalimat seperti itu tidak dapat disebut sebagai pernyataan. 4. pengamatan dan penugasan Mengetahui, Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta, 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika

Drs. Dedi Dwitagama, MM NIP/NRK: 131765462 / 132471

Parjono, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran Kelas/ Semester Pertemuan Ke Alokasi Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : Matematika :X/2 : 85 - 89 : 10 x 45 menit : Menerapkan logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor : Mendeskripsikan ingkaran, konjungsi, disjungsi, implikasi, biimplikasi dan

biimplikasi ditentukan nilai kebenarannya C. konjungsi. Penugasan 4. Kegiatan Inti : Mengenalkan siswa tentang Ingkaran. implikasi. Metode Pengajaran 1. Indikator 1. implikasi. konjungsi. Siswa dapat menetukan nilai kebenaran Ingkaran dari konjungsi. disjungsi. disjungsi. konjungsi. disjungsi. Materi Pelajaran 1. dan biimplikasi 2. Ingkaran. ditentukan nilai kebenarannya 3. 4.ingkarannya A. dan biimplikasi 3. Biimplikasi 6. disjungsi. konjungsi. Menjelaskas agar siswa dapat membedakan antara. implikasi. disjungsi. Ceramah 2. Ingkaran. Langkah Pembelajaran 1. Konjungsi 3. Tujuan Pembelajaran 1. disjungsi. Kegiatan awal 2. implikasi. Ingkaran 2. konjungsi. Ingkaran. Disjungsi D. Ingkaran dari konjungsi. disjungsi. implikasi. biimplikasi ditentukan nilai kebenarannya B. Implikasi 5. Ingkarannya . dan biimplikasi : 1. Diskusi 3. konjungsi. dan biimplikasi. Siswa dapat membedakan antara ingkaran. dan biimplikasi dibedakan 2. Penemuan E. implikasi. implikasi. Siswa dapat menetukan nilai kebenaran ingkaran.

~p ∨ q d. q ⇔ ~p d. p ⇔ q ∧ 3. Kagitan Akhir F. Semua jawaban benar c. dan biimplikasi. ~p ⇔ ~q b. Menjelaskan agar siswa dapat menetukan nilai kebenaran ingkaran. Penilaian 1. dan biimplikasi 3. Implikasi p ⇒ ~q senilai dengan . Sumber Belajar 1. p ⇒ q b. ~p ~q c. konjungsi. ~q ∧ p ∨ 4. ~q ~p e. Referensi lain yang relevan G. ~p ⇒ ~q : Membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dan memberikan PR ∨ 2. 2. Kuis 2. q bernilai salah maka pernyataan di bawah ii yang bernilai salah adalah … a. p ~q d. Tes tulis 1. p ⇒ q e.disjungsi. Modul Matematik SMK 2. Semua jawaban benar c. ~p ∧ q b. Jika pernyataan p bernilai benar. implikasi. implikasi. p ∨ q e. disjungsi. Tes lisan 3. Jika pernyataan p bernilai salah dan q bernilai benar maka pernyataan berikut yang salah adalah : a. Jika pernyataan p bernilai salah dan q bernilai benar maka pernyataan yang benar adalah a.

~(q ⇒ p) d. ii. Jika ii dan iv benar d. Jika semuanya benar 4. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika Drs. ~p ⇒ q c. ~p ∨ q Pilihan jawaban yang benar adalah : a. Semua jawaban benar 5. Jika ~p menyatakan ingkaran dari p dan ~ adalah ingkaran dari q maka kalimat p ⇒ q senilai dengan i. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta. q ⇒ p b. Jika i dan iii benar c. q ⇒ p ii. ~p ⇔ ~q e.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN . Pengamatan dan penugasan Mengetahui.~q ⇒ ~p iii. Jika i. ~p ⇒ ~q iv. Dedi Dwitagama. S. dan iii benar b.a. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono. Jika iv benar e.

Konvers 3. Invers.92 : 6 x 45 menit : Menerapkan logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor : Mendeskripsikan Invers. Materi Pelajaran 1. Konvers dan Kontraposisi ditentukan dari suatu implikasi 2. Invers. Metode Pengajaran 1. Indikator : Matematika :X/2 : 90 . Konvers dan Kontraposisi ditentukan dari suatu implikasi dan ditentukan nilai kebenarannya C. Siswa dapat menetukan Invers. Tujuan Pembelajaran 1. Konvers dan Kontraposisi 1.Diskusi 3. Siswa dapat menentuka Invers. Konvers dan Kontraposisi ditentukan dari suatu implikasi 2.Kontraposisi dari implikasi A.Invers 2.Ceramah 2.Penugasan dan Penemuan .Mata Pelajaran Kelas/ Semester Pertemuan Ke Alokasi Standar Kompetensi Kompetensi Dasar A. Konvers dan Kontraposisi ditentukan dari suatu implikasi dan ditentukan nilai kebenarannya B.

x = -3 ⇒ x2 = 9 c. : Membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dan memberikan PR . Kagitan Akhir F. Kuis 2. Tes lisan 3. Langkah Pembelajaran 1. Penilaian 1. Referensi lain yang relevan : Membahas PR dan memberikan pengenalan tentang Invers.E. Pengamatan dan penugasan Mengetahui. Konvers dan Kontraposisi ditentukan dari suatu implikasi : Menerangkan agar siswa dapat menentukan nilai kebenaran . x2 = 9 ⇒ x = -3 4. x2 = 9 ⇒ x =3 e. Modul G. Matematik SMK 3. Sumber Belajar 1. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika 2. x =3 ⇒ x2 = 9 b. Konvers dan Kontraposisi ditentukan dari suatu implikasi. Kegiatan awal 2. Invers. Tes tulis Konvers dari x2 = 9 ⇒ x = 3 adalah : a. x ≠ 3 ⇒ x2 = 9 d. Kegiatan Inti 3. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta.

modus tollens dan silogisme digunakan untuk menarik kesimpulan 3.Drs. modus tollens dan silogisme dijelaskan pebedaannya 2. Siswa dapat menarikan kesimpulan ditentukan kesahihannya : Matematika :X/2 : 93 . Modus ponens. Siswa dapat mengerti modus ponens. Dedi Dwitagama.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/ Semester Pertemuan Ke Alokasi Standar Kompetensi Kompetensi Dasar A. Indikator 1. Modus ponens. S. . Siswa dapat menetukan modus ponens. Tujuan Pembelajaran 1.95 : 6 x 45 menit :Menerapkan logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor : Menerapkan modus panens. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono. modus tollens dan prinsip silogisme dalam menarik kesimpulan. Penarikan kesimpulan ditentukan kesahihannya B. modus tollens dan silogisme digunakan untuk menarik kesimpulan 3. modus tollens dan silogisme serta mampu menjelaskan pebedaannya 2.

Matematik SMK 3. Tes tulis : Membahas PR dan memberikan pengenalan tentang modus ponens. Kegiatan Inti 3. Modus ponens 2. Modul 2. Penugasan dan Penemuan E. 2. modus tollens dan silogisme digunakan untuk menarik kesimpulan : Memberikan latihan berbagai soal tentang modus ponens. Sumber Belajar 1. Materi Pelajaran 1. Penilaian 1. Metode Pengajaran 1. Kagitan Akhir F. Langkah Pembelajaran 1. modus tollens dan silogisme D. modus tollens dan silogisme serta menjelaskan pebedaannya : Menerangkan agar siswa dapat menetukan modus ponens. . Kuis. Diskusi 3. Tes lisan 3.C. modus tollens dan silogisme digunakan untuk menarik kesimpulan. Kegiatan awal 2. Ceramah 2. Referensi lain yangnrelevan G.

Modus tollens d. iii. Jika x bilangan ganjil. i. Konklusi 4. ii. i.dan iv e. 15 tidak habis di bagi 2 Penarikan kesimpulan tersebut. Silogisme e. iv. pengamatan dan penugasan Mengetahui. ii. Hipotesis b. sesuai dengan : a. maka x tidak habis di bagi 2 x = 15 Jadi. dan v 2.1. dan v b. iii. dan v c. 15 Juli 2008 Guru Bidang Studi Matematika ∈ . Penarikan kesimpulan di bawah ini yang sah adalah : i) p ⇒ q (B) iv) p ⇒ q (B) p (B) r ⇒ p (B) ∴ q (B) ∴ ⇒ q (B) r ii) p ⇒ q (B) ~p (B) ∴ ~q (B) v) p q iv) p ⇒ q (B) r ⇒ p (B) ∴ ~q (B) ⇒ ∴ q (B) (B) p (B) a. iii. iii dan v d.iv. Kepala Sekolah Negeri 3 Jakarta Jakarta. Modus ponens c.

Dedi Dwitagama. S. MM NIP/NRK: 131765462 / 132471 Parjono.Drs.Pd .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful