Anda di halaman 1dari 8

DEFINISI

Pengertian Statistik

1. Asal-usul Kata

Istilah Statistik berasal dari kata “Status” (bahasa Yunani yang berarti “State” = Negara). Istilah ini mula-
mula diartikan sebagai kumpulan data tentang negara, termasuk catatan mengenai penduduk, pemilikan
tanah, angka kelahiran, kematian, dsb.

2. Beberapa Definisi tentang Statistik

Statistik adalah ilmu dan seni – atau teknik – untuk mengumpulkan data, menyajikan data, menganalisis
data, dan mengambil kesimpulan berdasarkan data yang berhasil dihimpun (Bambang Kustituanto dan
Rudy Badrudin, 1995).

Statistics is the science of data. This involves collecting, lassifying, summarizing, organizing, analyzing,
and interpreting numerical information (McClave and Sincich, 2003).

Statistics is the science of designing studies, gathering data, and then classifying, summarizing,
interpreting, and presenting these data to explain and support the decisions that are reached (Sanders
and Smidt, 2000).

Tipe Aplikasi Statistik

Statistik dibedakan menjadi dua tipe aplikasi, yaitu statistic deskriptif dan statistik inferensial.

1. Statistik deskriptif adalah serangkaian teknik yang meliputi teknik pengumpulan, penyajian, dan
peringkasan data.

2. Statistik inferensial adalah serangkaian teknik yang digunakan untuk mengkaji, menaksir, dan
mengambil Materi Statistik kesimpulan tentang sebagian data (data sampel) dari seluruh data yang
menjadi subjek kajian.
TUJUAN STATISTIK

1. Memberikan gambaran/ukuran mengenai status/derajat kesehatan.


Contoh:Angka Kematian Bayi Angka Kematian Ibu
2. Untuk evaluasi program kesehatan.
Contoh: Status Kesehatan
3. Untuk merencanakan program kesehatan
Contoh: ada penyebaran penyakit di suatu daerah  bagaimana agar tidak menyebar di
kemudian hari

Kegunaan Statistik Dalam bidang Kesehatan :


1. Gambaran tentang suatu objek secara lengkap dan jelas
2. Membandingkan kejadian satu dengan kejadian lainnya dengan beracuan pada waktu dan
tempat
3. Membuat ramalan pada kejadian yang sama dimasa yang akan datang.
RUANG LINGKUP
STATISTIK
• MELIPUTI:
1. Statistik Deskriptif
Kegiatan mulai dari pengumpulan data sampai mendapatkan informasi dengan jalan
menyajikan dan analisis data yang telah terkumpul atau sengaja dikumpulkan.
Contoh : Untuk menggambarkan karakteristik penduduk diperlukan data seperti: umur,
jenis kelamin, status perkawinan.

2. Statistik Inferens/Induktif
Kumpulan cara atau metode yang dapat menggeneralisasi nilai-nilai dari sampel yang
sengaja dikumpulkan menjadi nilai populasi.
Contoh : Untuk menganalisa hubungan pertambahan berat badan Ibu hamil dengan
berat lahir di daerah Cibinong diambil sampel di RSUD Cibinong.
SKALA PENGUKURAN
• Dalam mengumpulkan nilai dari variabel perlu diketahui skala pengukuran dari
variabel tersebut.
• Variabel adalah sifat yang akan diukur atau diamati yang nilainya bervariasi antara
satu objek ke objek lainnya.
Contoh “Variabel”
• Untuk mengamati bayi baru lahir yang akan diamati adalah berat badan, panjang
badan (nilai ini bervariasi antara satu bayi dengan bayi lainnya).
Skala Pengukuran
Pengukuran adalah proses hal mana suatu angka atau simbol dilekatkan pada
karakteristik atau properti suatu stimuli sesuai dengan aturan/prosedur yang telah
ditetapkan (Imam Ghozali, 2005). Misal, orang dapat diganbarkan dari beberapa
karakteristik: umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, tingkat pendapatan, dll. Ada 4
skala pengukuran.

1. Skala nominal
Skala nominal merupakan skala yang merupakan kategori atau kelompok dari suatu
subyek. Misal, variabel jenis kelamin responden dikelompokkan menjadi dua, L/P,
masing-masing diberi kode 1 dan 2. Angka ini hanya berfungsi sebagai label kategori,
tanpa memiliki nilai instrinsik dan tidak memiliki arti apa pun. Lambang- lambang
tersebut tidak memiliki sifat sebagaimana bilangan pada umumnya, sehingga pada
variabel dengan skala nominal tidak dapat diterapkan operasi matematika standar:
pengurangan, penjumlahan, perkalian, dll. Uji statistik yang sesuai dengan skala nominal
adalah uji yang mendasarkan pada jumlah seperti modus dan distribusi frekuensi.

2. Skala ordinal
Skala ordinal, lambang-lambang bilangan hasil pengukuran menunjukkan urutan atau
tingkatan obyek yang diukur menurut karakteristik yang dipelajari. Misal, kita ingin
mengetahui preferensi responden terhadap merek indomie goreng: merek Sarimi,
Indomie, Mie Sedap, Gaga Mie kemudian responden diminta untuk melakukan ranking
terhadap merek mie goreng dengan memberi angka 1 untuk merek yang paling disukai,
angka 2 untuk rangking kedua, dst. Rangkuman hasil sbb:

Merek mie goreng Rangking


Indomie 1
Mie Sedap 2
Sarimi 3
Gaga Mie 4

Tabel ini menunjukkan bahwa merek Indomie lebih disukai daripada Mie Sedap, merek
Mie Sedap lebih disukai daripada Sarimi, dsb. Walaupun perbedaan angka antara
preferensi satu dengan lainnya sama, namun kita tidak dapat menentukan besarnya nilai
preferensi dari suatu merek terhadap merek lainnya. Uji statistik yang sesuai adalah
modus, median, distribusi frekuensi dan statistik non-parametrik seperti rank order
correlation.

3. Skala Interval
Skala pengukuran mempunyai sifat seperti skala ordinal (memiliki urutan tertentu),
ditambah satu sifat khas, yaitu adanya satuan skala (scale unit). artinya, perbedaan
karakteristik antara obyek yang berpasangan dengan lambang bilangan satu dengan
lambang bilangan berikutnya selalu tetap. Jika dalam pengukuran preferensi responden
terhadap merek indomie goreng tersebut diasumsikan bahwa urutan kategori
menunjukkan preferensi yang sama, maka kita dapat mengatakan bahwa perbedaan
indomie goreng merek urutan ke 1 dengan 2 adalah sama dengan perbedaan merek 2
dengan lainnya. Namun demikian, kita tidak bisa mengatakan bahwa merek yang
mendapat ranking 5 nilainya lima kali preferensi daripada merek 1. Uji statistik yang
sesuai adalah semua uji statistik kecuali uji yang mendasarkan pada rasio seperti
koefisien variasi.

4. Skala rasio
Skala rasio adalah skala yang menghasilkan data dengan mutu yang paling tinggi.
Perbedaan skala rasio dengan skala interval terletak pada keberadaan nilai nol (based
value). Pada skala rasio, nilai nol bersifat mutlak, tidak seperti pada skala interval. Data
yang dihasilkan oleh skala rasio adalah data rasio. Tidak ada pembatasan terhadap alat
uji statistik yag sesuai

• Ada 4 macam:
1. Nominal
Variabel nominal merupakan variabel dengan skala pengukuran yang paling rendah
tingkatannya dan hanya bisa digunakan untuk klasifikasi kualitatif atau kategorisasi.
Artinya, variabel tersebut hanya dapat diukur dari segi apakah karakteristik suatu
objek bisa dibedakan dari karekateristik lainnya, tetapi kita tidak dapat mengukur
atau bahkan mengurutkan peringkat kategori tersebut. Sebagai contoh, kita dapat
mengatakan bahwa jenis kelamin ke 2 orang tersebut berbeda, satu perempuan dan
satunya lagi laki-laki. Di sini kita bisa membedakan karakteristik keduanya, tetapi
kita tidak bisa mengukur dan mengatakan mana yang “lebih” atau mana yang
“kurang” dari kualitas yang diwakili oleh variabel tersebut. Kita hanya bisa
memberikan kode/label pada kedua karakteristik tersebut, misalnya angka 0 untuk
perempuan dan angka 1 untuk laki-laki. Kode/label angka tersebut bisa saja di tukar.
Kode di sana hanya berfungsi sebagai pembeda antara kedua objek dan tidak
menunjukkan urutan atau kesinambungan. Angka 1 tidak menunjukkan lebih tinggi
atau lebih baik di banding 0.

Operator aritmetika yang bisa digunakan pada skala nominal hanya tanda “=” atau “≠”.

Contoh-contoh variabel nominal lainnya adalah:

 jenis tanah,
 varietas,
 ras,
 warna,
 bentuk,
 kota,
 Golongan darah
 Jenis penyakit
 Agama
 Suku
 Nomor KTP/SIM/Kartu Pelajar

2. Ordinal

Variabel Ordinal/ Skala Ordinal

Variabel ordinal memungkinkan kita untuk mengurutkan peringkat dari objek yang kita ukur.
Dalam hal ini kita bisa mengatakan A “lebih” baik dibanding B atau B “kurang” baik dibanding
A, namun kita tidak bisa mengatakan seberapa banyak lebihnya A dibanding B. Dengan
demikian, batas satu variasi nilai ke variasi nilai yang lain tidak jelas, sehingga yang dapat
dibandingkan hanyalah apakah nilai tersebut lebih tinggi, sama, atau lebih rendah daripada nilai
yang lain, namun kita tidak bisa mengatakan berapa perbedaan jarak (interval) diantara nilai-nilai
tersebut. Contoh umum variabel ordinal adalah status sosial ekonomi keluarga. Sebagai contoh,
kita tahu bahwa kelas menengah ke atas lebih tinggi status sosial ekonominya dibanding kelas
menengah ke bawah, tapi kita tidak bisa mengatakan berapa lebihnya atau mengatakan bahwa
kelas menengah ke atas 18 % lebih tinggi. Pemberian simbol/kode angka pada skala ordinal,
selain berfungsi untuk membedakan karakteristik antar objek juga sudah menetukan urutan
peringkat dari objek tersebut.

Operator aritmetika yang bisa digunakan pada skala ordinal adalah tanda “=”, “≠”, “<” dan
“>”. Misal kode angka untuk kelas bawah = 0, menengah = 1, dan atas = 2. Angka 0 berbeda
dengan 1 ataupun 2 (operator aritmetk: = dan ≠), 0 lebih rendah dibanding 1 (operator aritmetk:
< dan >),

Contoh:

 Tingkat pendidikan atau kekayaan


 Tingkat keparahan penyakit
 Tingkat kesembuhan
 Derajat keganasan kanker
3. Interval

Variabel Interval tidak hanya memungkinkan kita untuk mengklasifikasikan, mengurutkan


peringkatnya, tetapi kita juga bisa mengukur dan membandingkan ukuran perbedaan diantara
nilai. Sebagai contoh, suhu, yang diukur dalam derajat Fahrenheit atau Celcius, merupakan skala
interval. Kita dapat mengatakan bahwa suhu 50 derajat lebih tinggi daripada suhu 40 derajat,
demikian juga suhu 30 derajat lebih tinggi dibanding dengan suhu 20 derajat. Perbedaan selisih
suhu antara 40 dan 50 derajat nilainya sama dengan perbedaan suhu antara 20 dan 30 derajat,
yaitu 10 derajat. Jelas disini bahwa pada skala interval, selain kita bisa membedakan
(mengkategorikan), mengurutkan nilainya, juga bisa di hitung berapa perbedaannya/selisihnya
dan jarak atau intervalnya juga dapat dibandingkan. Perbedaan antara kedua nilai pada skala
interval sudah punya makna yang berarti, berbeda dengan perbedaan pada skala ordinal yang
maknanya tidak berarti. Misalnya, perbedaan antara suhu 40 dan 50 derajat dua kali lebih besar
dibandingkan dengan perbedaan antara suhu 30 dan 35. Dengan demikian, selain sudah
mencakup sekala nominal, juga sudah termasuk skala ordinal, tetapi nilai mutlaknya tidak dapat
dibandingkan secara matematik, oleh karena batas-batas variasi nilai pada interval adalah arbiter
(angka nolnya tidak absolut).

Operator aritmetika yang bisa digunakan pada skala ordinal adalah tanda “=”, “≠”, “<”, “>”,
“+”, “-”. Misal suhu: 30 +10 = 40 derajat.

Contoh Skala Interval lainnya:

 Tingkat kecerdasan (IQ)


 Beberapa indeks pengukuran tertentu

4. Ratio

Variabel rasio sangat mirip dengan variabel interval; di samping sudah memiliki semua sifat-
sifat variabel interval, juga sudah bisa diidentifikasi titik nol mutlak, sehingga memungkinkan
menyatakan rasio atau perbandingan di antara kedua nilai, misalnya x adalah dua kali lebih y.
Contohnya adalah berat, tinggi, panjang, usia, suhu dalam skala kelvin. Sebagai contoh, berat A
= 70 kg, berat B =35 kg, Berat C = 0 kg. Disini kita bisa membandingkan rasio, misalnya kita
bisa mengatakan bahwa berat A dua kali berat B. Berat C = 0 kg, artinya C tidak mempunyai
bobot. Angka 0 di sini jelas dan berarti dan angka 0 menunjukkan nilai 0 mutlak. Memang agak
sedikit susah dalam membedakan antara skala interval dengan rasio. Kuncinya adalah di angka 0,
apakah nilai nol tersebut mutlak (berarti) atau tidak? Sebagai contoh, suhu bisa berupa skala
interval tapi bisa juga skala rasio, tergantung pada skala pengukuran yang digunakan. Apabila
kita menggunakan skala Celcius atau Fahrenheit, termasuk skala interval, sedangkan apabila
Kelvin yang digunakan, suhu termasuk skala rasio. Mengapa? Karena suhu 0 derajat Kelvin
adalah mutlak! Kita tidak saja dapat mengatakan bahwa suhu 200 derajat lebih tinggi daripada
suhu 100 derajat, tetapi kita juga sudah dapat menyatakan dengan pasti bahwa rasionya benar
dua kali lebih tinggi.

Operator aritmetika yang bisa digunakan pada skala rasio adalah tanda “=”, “≠”, “<”, “>”,
“+”, “-”, “x” dan “÷”.

Misal nilai Berat A 70 kg, berat B = 35 kg.

 Operator aritmetik “=”, “≠”, kita bisa mengatakan Berat A berbeda dengan Berat B (A ≠
B);
 Operator aritmetik “<”, “>”: A lebih berat dibanding B (A > B),
 Operator Aritmetik “+”, “-”: Beda antara berat A dengan B = 35 kg (A – B = 70 – 35 =
35) kg,
 Operator aritmetik “x” dan “÷”:A dua kali lebih berat dibanding B ( A = 2xB).

Contoh:

 Waktu, panjang, tinggi, berat, usia


 Kadar zat dan jumlah sel tertentu
 Dosis obat, dll

Skala interval tidak memiliki karakteristik rasio. Kebanyakan prosedur analisis data
statistik tidak membedakan antara data yang diukur dalam skala interval dan rasio.

KONSEP DASAR
STATISTIK
1. Populasi adalah: Seluruh unit/ subyek yang diteliti Subyek/unit berupa individu,
keluarga, puskesmas, RS, buku (cth: populasi buku)
2. Sampel adalah: Bagian dari populasi yang
karakteristiknya mewakili populasi Pada populasi dengan jumlah sedikit, sampel di
random.(Random adalah setiap populasi punya kesempatan yang sama untuk
terpilih)
Sampel Terdiri atas :
1. Homogen (karakter hampir sama) sampel yang diambil lebih sedikit.
contoh: air laut, untuk mengetahui rasa air laut cukup diambil sampel sedikit.
2. Heterogen (karakter berbeda-beda) sampel yang diambil lebih banyak
contoh: untuk mengetahui berat badan siswa.

Contoh Sampel
a. Kita ingin mengetahui kadar hemoglobin (Hb) Ibu hamil di Kabupaten
Tangerang.
*Populasi : keseluruhan Ibu hamil yang ada di Kabupaten Tangerang
*Kita tidak mungkin mengukur kadar Hb seluruh Ibu Hamil tersebut jadi
kita ambil saja sebagian dari ibu hamil (sampel) yang mewakili
keseluruhan (populasi) Ibu hamil di Kab. Tangerang. Kadar Hb Ibu hamil
yang menjadi sampel tersebut kita ukur. Hasilnya nanti dapat kita pakai
untuk menduga kadar Hb Ibu hamil di Kab. Tangerang.

• Biostatistik = Statistik Kesehatan

Biostatistika adalah statistika yang diterapkan pada ilmu hayati, kedokteran dan epidemiologi.
Armitage and Colton (1998) mendefinisikan Biostatistika lebih sempit lagi, yaitu metode statistika dalam
kedokteran dan ilmu kesehatan, atau dikenal juga sebagai medical statistics. Sedangkan ilmu statistika
dalam bidang biologi, lingkungan dan pertanian sering disebut biometrika (biometrics).

• Statistik berasal dari kata:

* Status (bahasa Latin) : Negara

* State (Bahasa Inggris) : Negara

Statistik = negara

• Dulu sering digunakan untuk menyajikan data-data yang berhubungan dengan negara seper statistik
tenaga kerja, statistic produksi pertanian, statistik pendidikan.

• Sekarang berkembang ke seluruh aspek kehidupan kedokteran, bisnis, hukum.