Anda di halaman 1dari 12

Aug 31, '07 6:05 PM

Disapih atau Tidak


untuk

Itulah pilihan yang membingungkan bagi saya saat ini...........

Cari" artikel ttg "hamil disaat menyusui" ketemu sama artikel yang satu ini. Ingin
disimpan supaya bisa baca" lagi ^-^

Masih Menyusui tapi Hamil Lagi

Kehamilan bisa saja terjadi pada saat Anda masih aktif menyusui si
kecil. Apa yang sebaiknya Anda lakukan bila mengalaminya?

Umumnya, tubuh ibu sudah mampu menghasilkan sel telur kembali yang siap
dibuahi, ketika bayinya telah berusia 6 bulan. Itu sebabnya, bukan tidak
mungkin bila Anda ternyata sudah hamil lagi sementara si kecil masih
membutuhkan ASI Anda. Apakah si kecil tetap Anda beri ASI, atau ia Anda
sapih demi kepentingan adiknya?

Bukan alasan segera menyapih


Mungkin, setelah mengetahui bahwa Anda positif hamil lagi, timbul rasa
bingung pada diri Anda. Di satu pihak, Anda masih menikmati menyusui si
kecil. Di pihak lain, dengan melanjutkan memberikan ASI kepadanya, Anda
merasa telah ?engambil?porsi zat gizi yang seharusnya diberikan pada
jabang bayi yang sedang tumbuh di dalam rahim Anda. Itu sebabnya, adanya
kehamilan baru biasanya menjadi alasan untuk mulai menyapih si kakak.

Padahal, bila Anda ingin terus menyusui, Anda sebenarnya tidak sendiri.
Hilary Dervin Flower, MA dalam artikelnya ? New Look at the Safety of
Breastfeeding During Pregnancy?yang dimuat dalam situs www.kellymom.com
<http://www.kellymom.com/> edisi bulan September 2003, mengatakan bahwa
dari suatu penelitian terhadap 179 orang ibu yang menyusui sedikitnya
selama 6 bulan, 61% di antaranya tetap menyusui saat mengetahui dirinya
hamil lagi, dan 38% dari jumlah itu terus menyusui sampai si bayi lahir
dan disusui bersama-sama kakaknya (tandem nursing). Hal ini ternyata
juga dapat mempermudah sang kakak menyesuaikan diri atau berbagi dengan
adik barunya.

Jadi, jika usia bayi Anda masih di bawah satu tahun, apalagi bila dia
masih berusia di bawah 6 bulan dan masih menyusu sementara Anda hamil
lagi, selama Anda tidak mengalami kelelahan atau tidak merasakan
kontraksi rahim, maka Anda tetap dianjurkan untuk terus menyusuinya.
American Academy of Pediatrics merekomendasikan seorang anak disusui
minimum selama satu tahun, sedangkan WHO menyebutkan hal itu sebaiknya
dilakukan selama dua tahun atau lebih.
Tidak jarang, tanpa Anda lakukan apa-apa, si kakak sudah mulai ?idak
menyukai?kegiatan menyusu lagi. Mungkin, karena pada kondisi hamil, rasa
ASI Anda berubah dan jumlahnya pun mulai berkurang. Keadaan yang terjadi
pada ASI Anda tersebut akan membuatnya mengurangi kegiatan menyusu
secara bertahap.

Waspada bila....
Telah disebutkan bahwa kelelahan merupakan salah satu faktor yang perlu
dipertimbangkan oleh ibu hamil yang masih ingin menyusui bayinya.
Karena, kelelahan dapat mengindikasikan bahwa ibu hamil yang
bersangkutan terganggu kesehatannya. Perlu diketahui, secara alami tubuh
Anda akan memprioritaskan pemberian zat gizi kepada janin yang sedang
tumbuh tanpa mengurangi porsi yang disalurkan untuk membentuk ASI. Itu
sebabnya, bila kesehatan ibu tidak optimal, maka selain kondisi fisik
ibu, proses tumbuh kembang janin dan bayi juga akan terganggu.

Sehubungan dengan hal itu, bila Anda ingin tetap menyusui si kecil, Anda
harus selalu berupaya untuk menjaga kondisi dan kesehatan tubuh Anda
selama hamil. Berilah perhatian yang lebih baik pada pola makan Anda,
baik kulitas maupun kuantitasnya Selain itu, penuhilah kebutuhan tubuh
akan cairan dan cukup istirahat.

Faktor lain yang juga menentukan apakah Anda dapat tetap menyusui atau
tidak, adalah ada atau tidaknya kontraksi atau tanda-tanda persalinan
dini lainnya. Perlu diketahui, kontraksi rahim yang terjadi biasanya
ditimbulkan oleh rangsangan isapan pada payudara yang menyebabkan
kelenjar hipofisis melepaskan oksitosin (hormon yang selain merangsang
refleks pengaliran ASI juga dapat mempercepat kelahiran).

Jadi, Anda sebaiknya berhenti menyusui bila ada kontraksi rahim, timbul
rasa nyeri di pinggang bagian bawah, terasa ada tekanan di bagian dasar
panggul, timbul kram, dan keluar lendir, darah atau air ketuban.
Baringkanlah tubuh Anda, lalu hubungi dokter kandungan Anda secepatnya
untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik.

Pada dasarnya, selama kehamilan Anda sehat, Anda tidak perlu takut untuk
tetap menyusui si kecil. Beberapa penelitian terbaru juga menyimpulkan
bahwa tidak ada teori yang melatarbelakangi anggapan bahwa menyusui
dapat memicu terjadinya keguguran atau persalinan sebelum waktunya bila
kehamilan ibu yang bersangkutan sehat. Di lain pihak, rahim juga
memiliki daya tahan yang cukup kuat untuk mencegah efek dari hormon
oksitosin yang dilepaskan selama berlangsungnya kegiatan menyusui.

Jadi, saat akan memutuskan apakah ia akan menyusui atau tidak saat
dirinya hamil lagi, setiap ibu harus mempertimbangkan pilihannya,
perasaannya, dan apa yang terjadi pada tubuhnya dengan baik. Dengan
demikian, ia akan puas dan percaya bahwa keputusan yang diambil adalah
keputusan yang terbaik bagi diri dan keluarganya.

Dewi Handajani
Konsultasi ilmiah: dr. Rulina Suradi, Sp.A(K), IBCLC, Bagian Ilmu
Kesehatan Anak, FKUI, RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Kaamiliyah usianya berapa pak ?


Dari Dinta bayi s/d sekarang (2 th) klo dia pilek treatmentnya
gini :
klo pagi abis mandi aku ajak jalan2/jemur dibawah sinar matahari
sampai dia berkeringat .... biasanya nanti dia akan bersin keluar
deh tuh ingus atau bisa juga gak bersin
pas mo bobo diganti bajunya dan dibagian dada, punggung,
belakang telinga dan hidung bagian atas dibalur dengan balsem
bayi
aku lakukan setiap hari Puji Tuhan biasanya 3 hari dah sembuh
tuh ..... jangan lupa juga memberikan cairan yang cukup

ada yang menyarankan dengan menjaga kelembaban ruangan


dengan cara menaruh air panas di wadah dalam kamar yang diteteskan
minyak kayu putih lalu tutup kamar, biarkan anak kita bermain dalam
kamar tsb (sambil bermain anak menghirup udara tsb)

aku pernah coba ini tapi gak kuat gerahnya tapi memang untuk
si kakak ingusnya (maaf) cepet keluar

moga Kaamiliyah cepet sembuh ya pak

salam,
mamanya2D
Paru-paru adalah salah satu organ pada sistem pernapasan yang berfungsi sebagai
tempat bertukarnya oksigen dari udara yang menggantikan karbondioksida di dalam
darah.

Proses ini dinamakan sebagai respirasi dengan menggunakan bantuan haemoglobin


sebagai pengikat oksigen. Setelah O2 didalam darah diikat oleh haemoglobin, selanjutnya
dialirkan ke seluruh tubuh.

Hanya vertebrata atau makhluk bertulang belakang yang memiliki paru-paru sebagai alat
pernapasan. Tekstur paru-paru berongga dan memiliki banyak sekat.

Terletak di dalam rongga dada, dilindungi oleh tulang selangka dan diseliputi oleh
kantung dinding ganda (pleura) yang melekat pada permukaan luar paru-paru.

Manusia memiliki dua Paru-paru. Sebelah kiri terbagi oleh 2 bagian dan sebelah kanan
terbagi menjadi 3 bagian. Setiap satu bagian mengandung sekitar 1500 butir udara dan
300 juta alveolus dengan luas permukaannya sekitar 140 m2 bagi orang dewasa atau
sepadan dengan lapangan tenis.

Penyakit-penyakit yang berkenaan dengan paru-paru :

1. Asma (bengek)

Penjelasan dapat dilihat di item asma.

2. Batuk

Batuk merupakan salah satu gangguan pada tenggorokan, paru-paru, atau bronkus
(saluran pipa udara yang masuk ke paru-paru). Jenis batuk adalah: batuk kering dengan
sedikit atau tanpa dahak, batuk dengan sedikit atau banyak dahak, batuk dengan suara
berdengih atau melengking dan sukar bernapas, batuk tahunan atau menetap, dan batuk
darah.

Pengobatan batuk:

1. Untuk mencairkan lendir maka minumlah cairan yang banyak. Bernapas dalam
uap air panas juga dapat membantu. Caranya dengan duduk pada kursi dan taruh
seember air mendidih di dekat kaki Anda. Kerudungilah kepala Anda dengan
sehelai kain sehingga menutupi ember untuk menangkap uap panas yang
mengepul naik. Hiruplahh uap tersebut dalam-dalam selama 15 menit.
2. Untuk segala macam batuk terutama batuk kering dapat diberikan sirup batuk: 1
bagian madu + 1 bagian jeruk nipis + 1 bagian rum (minuman keras dari tebu).
3. Untuk batuk kering yang parah dan mengganggu tidur, Anda dapat mengonsumsi
sirup yang mengandung codein atau campuran chloral hydrate.
3. Bronkitis

Tanda-tanda :

• Batuk dengan lendir dan berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun.


• Sering terjadi pada orang berusia lanjut dan perokok berat.
• Menimbulkan efek emphysema, yaitu suatu penyakit paru-paru yang sangat berat
karena sukar bernapas terutama jika bekerja atau gerak badan.

4. Pneumonia (radang paru-paru)

Merupakan infeksi paru-paru akut. Infeksi ini sering kali terjadi setelah penyakit
pernapasan lain seperti campak, batuk rejan, influenza, asma, peradangan saluran
pernapasan (bronkitis) atau penyakit lainnya.

Tanda-tanda:

• Pernapasan cepat (40 x per menit pada bayi), dangkal dan kadang-kadang dengan
suara berdengih.
• Batuk pada orang dewasa sering kali disertai lendir yang berwarna kuning
kehijauan atau sedikit berdarah. Sedangkan pada bayi tidak selalu disertai batuk.
Sakit pada dada
• Penderita tampak sakit berat.

Tindakan yang dilakukan:

• Perlu diberikan antibiotik bagi penderita pneunomia sesuai dengan petunjuk


dokter
• Berikan oksigen bila dibutuhkan
• Berikan aspirin atau acetaminophen untuk menurunkan panas tubuhnya dan
mengurangi rasa sakit
• Berikan cairan yang banyak agar dehidrasi bisa dihindari

PERINGATAN:

Untuk mencegah batuk dan penyakit berkaitan paru-paru lain, hindari merokok.
Kata "asma" digunakan sebagai istilah untuk keadaan sesak napas akibat penyempitan
pada pipa bronkial (pembuluh tenggorokan). Banyak faktor yang berperan dalam
mencetuskan asma dan beberapa di antaranya menyebabkan serangan asma. Ada
anggapan bahwa asma hanya terjadi pada anak-anak.

Namun pada usia dewasa pun asma tak jarang masih ditemukan. Asma sering kali
dirasakan sebagai gangguan yang muncul sesekali, sehingga hanya memerlukan
perawatan seadanya. Ada pula yang menganggap, ia sebagai penyakit menatap dan
membutuhkan perawatan terus-menerus. Sulit mendefinisikan secara tepat apa dan
bagaimana asma terjadi.

A. Sistem Pernapasan

Suatu kondisi di mana jalan udara dalam paru-paru meradang hingga lebih sensitif
terhadap faktor khusus (pemicu) yang menyebabkan jalan udara menyempit hingga aliran
udara berkurang dan mengakibatkan sesak napas dan bunyi napas mengikik.

Asma bukanlah suatu penyakit: ada beberapa pola asma yang berbeda. Dalam asma, ada
beberapa tingkatan beratnya penyakit, sejumlah faktor pencetus, dan berbagai hasil
pengobatan. Jadi, penanganan apa yang baik bagi seorang penderita asma belum tentu
cocok bagi penderita asma lainnya.

B. Mengapa asma meningkat?

Masih belum jelas mengapa jumlah penderita asma dari tahun ke tahun meningkat. Alergi
dalam rumah, infeksi virus, aspek lingkungan dalam ruangan seperti AC sentral, polusi
udara, stres akibat gaya hidup modern, bahkan pengobatan oleh penderita asma sendiri,
diduga kuat sebagai pencetus asma. Namun yang menjadi penyebab utama disinyalir
adalah alergi yang diikuti oleh kombinasi faktor-faktor di atas.

C. Kematian akibat asma

Untunglah kematian akibat asma tidak banyak terjadi. Pada pertengahan 1960-an, pernah
terjadi kepanikan akibat epidemi asma. Ini dipicu akibat penggunaan inhaler asma (obat
yang dihirup). Namun belum diketahui pasti apakah inhaler tersebut yang menyebabkan
kematian pada penderita asma.

D. Poin Penting Tentang Asma

1. Anak lelaki lebih sering terkena asma daripada anak perempuan, namun
kondisinya agak lebih umum pada wanita dewasa dibandingkan pria.
2. Asma jarang dijmpai di tempat-tempat di mana tungau/kutu rumah sulit hidup.
3. Asma menurun dalam keluarga, tetapi penderita asma berat dapat mempunyai
anak yang tidak terkena asma.
4. Faktor yang paling menentukan dalam menanggulangi asma pada anak adalah
memberantas kutu rumah.
E. Faktor pemicu Utama Asma

1. Olahraga
2. Napas yang terengah-engah sehabis mengeluarkan banyak tenaga sering dianggap
sebagai kurang bugarnya tubuh. Ini memicu terjadinya asma pada anak-anak.
3. Alergen
4. Serbuk sari merupakan pemicu yang mudah dikenali. Bulu hewan seperti kucing
dan kuda, berpotensi mencetuskan asma.
5. Asap, debu, dan bau menyengat
6. Asap dan debu mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan.
7. Pilek dan Virus
8. Emosi dan Stres
9. Cuaca dan Emosi

F. Empat Gejala Utama Asma

1. Napas mengikik
2. Dengan atau tanpa sesak napas, napas yang mengikik dapat muncul jika ada
pemicu atau karena sebab lain.
3. Sesak napas
4. Sering disertai napas mengikik dan batuk, tapi dapat juga muncul sendiri
5. Batuk
6. Batuk dengan lendir aau batuk kering dapat merupakan pertanda asma.
7. Sesak dada
8. Gejala asma ini dapat rancu dengan gangguan jantung pada orang yang lebih tua.

G. Pertolongan Diri Sendiri atau Anak Anda

1. Jangan merokok
2. Hindari pilek sedapat mungkin
3. Hindari terpapar alergen
4. Buat rencana mengotrol diri sendiri dengan bantuan dokter Anda
5. Informasikan pada guru tentang asma Anak Anda dan perlunya persediaan inhaler
sewaktu-waktu
6. Hindari tempat di mana ada pemicu asma.
Hubungan Keringat dan Pnemonia
Ditulis oleh Nenk
Pada tanggal 16 October 2009

Banyak orang menganggap banyak keringat itu sehat. Padahal, menurut dr.H.Mohammad
Hadad, SpA dalam tulisannya, jargon itu berasal dari negara sub tropis, itu pun di musim
dingin dan salju.Sehingga ungkapan tersebut tidak relevan untuk digunakan di daerah
tropis seperti di negeri ini. Selanjutnya dr.H.Mohammad Hadad, SpA mengatakan bahwa
di negara tropis, tanpa olahraga pun, tubuh sudah berkeringat. Dalam keadaan berkeringat
badan pun terasa tidak nyaman, bahkan bisa menyebabkan jatuh sakit.

Salah satu penyakit yang dapat datang akibat kebanyakan keringat adalah pneumonia.
Pneumonia (long ontsteking, radang paru-paru atau paru-paru basah) dewasa ini begitu
populer, karena sering muncul sebagai komplikasi penyebab kematian pada penderita flu
burung.

Pneumonia juga menjadi pemicu komplikasi dan penyebab kematian dari penyakit
campak dan influenza, terutama pada anak anak.Terjadinya pneumonia sebagai
komplikasi dan penyebab kematian penyakit lain ini sebenarnya dapat dicegah, jika tubuh
tidak terganggu dalam menjalankan salah satu tugas pentingnya.

Tugas penting itu ialah pekerjaan yang biasa dilakukan sel-sel yang melapisi bagian
dalam saluran pernapasan. Tiap sel mempunyai kira-kira 200 silia (sejenis rambut yang
sangat halus) dan mengeluarkan cairan encer di permukaannya.

Silia itu bergerak secara teratur 10 – 20 kali per detik tanpa henti, menyapu cairan dengan
kecepatan 1 cm per menit menuju tenggorokan, untuk kemudian tanpa disadari ditelan.
Normalnya, debu, kuman, asap, dan sejenisnya akan melekat pada cairan, lalu disapu
bersih dari saluran pernapasan.

Selain itu, cairan tersebut juga menjaga agar saluran napas selalu basah. Nah, terlalu
banyak mengeluarkan keringat, akan menyebabkan cairan itu menjadi kering dan lengket,
sehingga tidak dapat dialirkan dan mengumpul menjadi dahak, plus menyumbat saluran
napas. Saluran napas yang tersumbat menyebabkan sesak napas dan batuk. Lalu,
berkembangbiaknya kuman-kuman dapat menyebabkan penyakit bronkhitis dan paru-
paru basah.

Untuk penyembuhan jangka pendek bisa dengan mengencerkan dan mengeluarkan dahak
menggunakan alat dan obat, atau biasa dikenal dengan inhalasi uap. Ada cara yang lebih
rasional dan bersifat jangka panjang, fisiologis dan mudah, yakni dengan mencegah
keluarnya keringat secara berlebihan.

Minum banyak pun akan sia-sia, kalau ruangannya masih pengap, karena akan keluar lagi
melalui keringat. Maklum, udara di negara tropis sangat lembab (banyak mengandung
uap air) sehingga kita sangat mudah berkeringat. Uap air yang keluar ketika
mengeluarkan napas mencapai 11 kali lebih banyak dibandingkan dengan udara yang
dihisap ketika menarik napas.

Jadi, dalam ruangan yang ventilasinya kurang, udara akan makin bertambab lembab,
bertambah Co2 dan berkurang oksigennya, sehingga badan menjadi sangat lemah,
penyakit pun merajalela. Untuk mengatasinya, ruangan tidak ber-AC haruslah selalu
terbuka agar udara segar dari luar bisa masuk. Kipas angin tidak ada gunanya kalau tidak
ada udara segar dari luar yang masuk ke dalam ruangan. Hindari asap rokok yang
mengandung banyak monoksida yang tidak dapat dibersihkan oleh AC dan mengalahkan
oksigen masuk ke dalam sel darah.

Sumber : DetikHealth

NEW YORK – Mengobati ibu hamil dan bayi yang baru lahir dengan probiotik,
campuran “bakteri berguna” dapat membantu bayi melawan infeksi pernafasan,
penelitian baru menyimpulkan.

“Kesimpulan kami mendukung gagasan bahwa probiotik (probiotic) dan prebiotik


(prebiotic) mungkin meningkatkan kematangan kekebalan tubuh dan melindungi bayi
melawan berbagai penyakit pernafasan,” Dr. Kaarina Kukkonen dari Helsinki University
Central Hospital di Finlandia dan koleganya menyimpulkan dalam laporan di the medical
Journal Pediatrics (jurnal dokter anak yang berhubungan dengan pengobatan).

Probiotik adalah bakteri bermanfaat yang mungkin dapat membantu memelihara


kesehatan lingkungan bakteri di dalam tubuh, di dalam proses yang memungkinkan
adanya dorongan pembentukan kekebalan tubuh, tim Kukkonen menjelaskan. Prebiotik
adalah nutrisi yang tidak dapat dicerna tetapi dapat membantu ‘bakteri berguna’ tumbuh
subur dalam usus.

Kombinasi ‘probiotik’ dan ‘prebiotik’, yang dikenal sebagai pengobatan synbiotic,


semakin banyak digunakan untuk membantu menghindari kerusakan kekebalan alami dan
alergi pada bayi, tetapi keamanan terapinya belum sempurna, catat para peneliti.

Untuk meneliti, mereka secara acak memberi ibu-ibu hamil suatu campuran 4 macam
probiotik berbeda, atau placebo (tiruan obat) tidak aktif, 4 minggu sebelum melahirkan.
Bayi-bayinya diberi campuran bakteri yang sama, bersamaan diberi prebiotik, yang
dikenal sebagai galactooligosaccharides (GOSs), juga ditemukan dalam ASI, atau hanya
placebo, setiap hari selama 6 bulan.

Para peneliti memantau bayi-bayi itu sampai umur 2 tahun.

Selama enam bulan pertama kehidupannya, para peneliti menemukan 28% bayi yang
diberi placebo dipastikan memiliki antibiotik, dibanding 23% bayi-bayi yang diberi
pengobatan synbiotic. Bayi dalam kelompok yang diberi pengobatan rata-rata 3,7 infeksi
pernafasan pada usia 2 tahun dibanding 4,2 yang diberi placebo.
Tidak ada perbedaan dalam pertumbuhannya, mulas, atau kejadian yang merugikan
secara serius diantara dua kelompok itu.

Para peneliti menyimpulkan pengobatan synbiotic ‘tidak mengundang resiko’ dan


mungkin membantu bayi melawan infeksi. (rtr/tnm/feb)

nfeksi Saluran Pernafasan Akut atau secara istilah kedokteran adalah ISPA merupakan
penyakit yang menyerang balita dan sekian dari beberapa korban harus di rawat inap di
rumah sakit karena penyakit yang membahayakan. Serangan di saluran pernapasan pada
masa bayi dan anak bisa menimbulkan kecacatan hingga dewasa.

Kematian yang ditimbulkan dari ISPA antara 20 persen hingga 30 persen, dan merupakan
masalah kesehatan yang jangan diabaikan karena menyebabkan kematian bayi dan balita
yang tinggi yaitu 1 dari 4 kematian yang terjadi. Jadi bisa diperkirakan mengalami 3
hingga 6 episode ISPA setiap tahun. Kemudian bisa di presentasikan sekitar 40 persen
hinggan 60 persen dari kunjungan di Puskesmas adalah penyakit ISPA. Ini adalah
kematian yang terbesar pada umumnya karena pneumonia dan bayi kurang dari 2 bulan.

Penyakit ini dapat ditularkan melalui udara pernapasan yang mengandung kumat yang
terhirup orang sehat lewat saluran pernapasan. Viruslah yang menyebabkan infeksi
saluran pernapasan bagian atas, yang sering terjadi pada semua golongan masyarakat di
musim dingin. Akan tetapi ISPA yang tidak ditangani secara lanjut, akan menjadi momok
sebuah pneumonia yang menyerang anak kecil dan balita apabila terdapat zat gizi yang
kurang dan ditambah dengan keadaan lingkungan yang tidak bersih. Beban Immunologis
yang besar karena dipakai untuk penyakit parasit dan cacing, tidak tersedianya atau
pemakaian berlebih antibiotik dan meningkatnya infeksi silang yang merupakan resiko
utama pada anak – anak dan balita.
Well … Penyakit ini bisa di kenali dengan tanda atau gejala yang ditimbulkan yaitu :
1. Suara nafas lemas bahkan hilang dan seperti ada cairan sehingga terdengar keras, ada
gejala sesak yang kebiruan, nafas cuping hidung atau nafas dimana hidungnya tidak
lubang, tertariknya kulit kedalam dinding dada atau bisa disebut retraksi dan sistem
pernafasan yang tidak teratur serta cepat.

2. Gagal jantung, hipotensi, hipertensi, denyut jantung kadang cepat kadang lemah yang
terdapat di sistem peredaran darah dan jantung.

3. Kejang dan koma, bingung, sakit kepala, mudang terangsang, sering gelisah yang yang
menyerang di sistem syaraf

4. Letih dan sering berkeringat banyak.

Untuk anak dengan umur 2 bulan hingga 5 tahun yaitu kejang, intensitas kesadaran
menurun, stridor, gizi buruk dan tidak bisa minum. Sedangkan untuk anak dibawah 2
bulan yaitu kemampuan minum yang menurun secara drastis yang biasanya kurang dari
setengah volume dari setiap kebiasaan, mengi, mendengkur demam, dingin dan intensitas
kesadaran menurun.
Sumber dari ( Wikipedia, Halalguide, dan Benih )

SPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah suatu penyakit yang terbanyak diderita
oleh anak- anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu
dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat.
Penyakit-penyakit saluran pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula memberi
kecacatan sampai pada masa dewasa.

ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian
bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. Setiap
anak diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. 40 % – 60 % dari
kunjungan diPuskesmas adalah oleh penyakit ISPA. Dari seluruh kematian yang
disebabkan oleh ISPA mencakup 20 % – 30 %. Kematian yang terbesar umumnya adalah
karena pneumonia dan pada bayi berumur kurang dari 2 bulan.

ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara pernapasan yang
mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernapasannya. Infeksi
saluran pernapasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh virus, sering terjadi pada
semua golongan masyarakat pada bulan-bulan musim dingin.
Tetapi ISPA yang berlanjut menjadi pneumonia sering terjadi pada anak kecil terutama
apabila terdapat gizi kurang dan dikombinasi dengan keadaan lingkungan yang tidak
hygiene. Risiko terutama terjadi pada anak-anak karena meningkatnya kemungkinan
infeksi silang, beban immunologisnya terlalu besar karena dipakai untuk penyakit parasit
dan cacing, serta tidak tersedianya atau berlebihannya pemakaian antibiotik.

Tanda-tanda klinis

• Pada sistem pernafasan adalah: napas tak teratur dan cepat, retraksi/ tertariknya
kulit kedalam dinding dada, napas cuping hidung/napas dimana hidungnya tidak
lobang, sesak kebiruan, suara napas lemah atau hilang, suara nafas seperti ada
cairannya sehingga terdengar keras
• Pada sistem peredaran darah dan jantung : denyut jantung cepat atau lemah,
hipertensi, hipotensi dan gagal jantung.
• Pada sistem Syaraf adalah : gelisah, mudah terangsang, sakit kepala, bingung,
kejang dan coma.
• Pada hal umum adalah : letih dan berkeringat banyak.

Tanda-tanda bahaya pada anak golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun adalah: tidak bisa
minum, kejang, kesadaran menurun, stridor dan gizi buruk.
Tanda bahaya pada anak golongan umur kurang dari 2 bulan adalah: kurang bisa minum
(kemampuan minumnya menurun sampai kurang dari setengah volume yang biasa
diminumnya), kejang, kesadaran menurun, mendengkur, mengi, demam dan dingin

Artikel Terkait :

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Menyusui merupakan saat yang sangat penting dan berguna bagi bayi, karena hanya ASI
satu-satunya makanan terbaik bagi bayi, terutama untuk 6 bulan pertama (ASI Ekslusif).
Menyusui saat hamil.
Pada saat menyusui maka hipofisis akan mengeluarkan hormon oksitosin, secara teoritis
hormon ini dapat menyebabkan kontraksi rahim, sehingga dikhawatirkan mengganggu
kehamilan. Tetapi para ahli mengatakan bahwa kandungan (rahim) tidak responsif
terhadap hormon ini sampai kehamilan 24 minggu. Dengan rahim yang sehat, maka
oksitosin tidak cukup berfungsi menyebabkan kontraksi, kecuali kehamilan sudah usia
maksimal dan leher rahim ada gangguan. Kemudian pada wanita yang sedang menyusui
kemudian hamil maka hormon progesteron akan meningkat, sehingga menyebabkan
produksi ASI akan berkurang.
Jadi secara umum ibu yang menyusui saat hamil, insyaallah tidak menghadapi
permasalahan serius, jika memang kondisi badan dan kehamilannya sehat (tidak ada
riwayat prematur, perdarahan dll). Tapi jika kemudian terjadi kontraksi yang cukup kuat,
atau ada perdarahan, maka sebaiknya menyusui segera dihentikan saja. Agar janin di
dalam kandungan tetap sehat dan kebutuhan gizinya tercukupi, maka ibu harus
memperhatikan asupan makananya yaitu dengan makan yang bergizi dan cukup banyak.
Janin didalam kandungan akan tetap sehat jika ibunya sehat. Sedangkan untuk anak yang
menyusui sebaiknya diberi makanan tambahan karena biasanya asi jumlahnya sedikit,
sehingga tidak mencukupi kebutuhan gizinya.
Wassalam.