P. 1
MANAJEMEN NYERI .......

MANAJEMEN NYERI .......

|Views: 1,590|Likes:
Dipublikasikan oleh causahrul

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: causahrul on Oct 13, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2013

pdf

text

original

MANA1EMEN NYERI

Batasan Konsep Sentral Tentang Kiat Keperawatan
Setiap individu pernah mengalami nyeri dalam tingkatan tertentu. Nyeri
merupakan alasan paling umum orang mencari perawatan kesehatan. Individu
yang merasakan nyeri merasa tertekan atau menderita atau mencari upaya untuk
menghilangkan rasa nyeri. Perawat tidak dapat melihat dan merasakan nyeri
yang klien rasakan. Nyeri merupakan sumber penyebab Irustasi, baik bagi klien
maupun tenaga kesehatan. Perawat menggunakan berbagai intervensi untuk
menghilangkan nyeri dan mengembangkan kenyamanan.
Kenyamanan adalah konsep sentral tentang kiat keperawatan. Berbagai teori
keperawatan menyatakan kenyamanan sebagai kebutuhan dasar klien yang
merupakan tuiuan pemberian asuhan keperawatan. Donahue (1989)
meringkaskan 'melalui rasa nyaman dan tindakan memberikan kenyamanan,
perawat memberikan kekuatan, hiburan, harapan, dukungan, dorongan dan
bantuan.¨ Berbagai teori keperawatan menyatakan kenyamanan sebagai
kebutuhan dasar klien yang merupakan tuiuan pemberian asuhan keperawatan.
S Perawat member iasuhan keperawatan kepada klien pada berbagai keadaan dan situasi
yang memberikan intervensi untuk meningkatkan kenyamanan. Misalnya perawat
penyelenggara asuhan keperawatan di rumah merawat klien yang menderita kanker
terminal; perawat UKS memberikan pertolongan P3K pada anak yang mengalami
cedera; perawat klinik mengusulkan terapi untuk menangani nyeri akibat arthritis
kronis. Karena penanganan nyeri bersiIat dinamis, perawat memiliki tanggung iawa
untuk memahami penanganan nyeri. Perawat bertanggung iawab secara etis untuk
mengontrol nyeri dan menghilangkan penderitaan nyeri klien. Penatalaksanaan nyeri
yang eIektiI tidak hanya mengurangi ketidaknyamanan Iisik tetapi iuga meningkatkan
mobilisasi lebih awal dan membantu klien bekeria lebih dini, mengurangi kuniungan
klinik, memperpendek masa hospitalisasi, dan mengurasi biaya perawatan kesehatan,
Dsb.
S Konsep kenyamanan memiliki subiektivitas yang sama dengan nyeri. Setiap individu
memiliki karakteristik Iisiologis, social, spiritual, psikologis, dan kebudayaan yang
mempengaruhu cara mereka menginterpretasikan nyeri. kolcaba (1992)
mendeIenisikan kenyamanan dengan cara yang bergantung pada pengalama subiektiI
klien. Kolcaba mendeIinikan kenyamanan sebagai suatu keadaan dimana kebutuhan
dasar manusia telah terpenuhi. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan ketenteraman
(suatu kepuasaan yang meningkat penampilan sehari-hari), kelegaan (kebutuhan telah
terpenuhi), dan transenden (keadaan tentang sesuatu yang melebihi masalah atau
nyeri).
AKTOR-AKTOR YANG MEMPENGARUHI RASA NYERI
S isik
S Berhubungan dengan sensasi tubuh (kondisi dimana seseorang tidak mengalami
penyakit).
S Social
S Berhubungan dengan hubungan interpersonal, keluarga dan masyarakat. Hubungan
yang tidak baik dan harmonis dengan individu yang lain, keluarga dan masyarakat
akan menimbulkan rasa nyaman bagi individu tersebut.
S Psikospiritual
S Berhubungan dengan kewaspadaan internal dalam diri sendiri, meliputi harga diri,
seksualitas, dan makna kehidupan.
S Lingkungan
S Berhubungan dengan latar belakang pengalaman eksternal manusia: cahaya, bunyi,
temperature, warna, dan unsur-unsur alamiah.
S Penilaian tentang konteks kenyamanan yang memberikan seorang perawat
rentang terhadap pilihan yang lebih luas dalam mencari tindakan untuk
mengatasi nyeri. Cara pandang yang holistic ini menguatkan konsep
Mahon (1994) yaitu harus memahami pengalaman nyeri sebaimana nyeri
itu berlangsung. Penting bagi perawat memahami makna nyeri bagi setiap
individu. Penatalaksanaan nyeri lebih dari pemberian analgetik. Dengan
memahami nyeri secara menyeluruh, maka perawat dapat
mengembangkan strategi yang lebih baik pada penanganan nyeri yang
berhasil.
KONSEP NYERI
S Batasan
S Asosiasi internasional untuk penelitian nyeri (Internasional Association for the Studv of
Pain. IASP) mendeIiniksikan nyeri sebagai 'suatu sensori subektiI dan pengalaman
emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan iaringan ang actual atau
potensial atau yang dirasakan dalam keiadian-keiadian dimana teriadi kerusaka¨ (IASP,
1979). Nyeri dapat merupakan Iactor utama yang menghambat kemampuan dan keinginan
individu untuk dipulih dari suatu penyakit. Nyeri merupakan suatu kondisi yang lebih
sekedar sensasi tunggal yang disebabkan oleh stimulus tertentu. Nyeri bersiIat subiektiI dan
sangat bersiIat individual. Mahon (1994) menemukan empat atribut pasti untuk pengalaman
nyeri yaitu: nyeri bersiIat individu, tidak menyenangkan, merupakan suatu kekuatan yang
mendominasi, dan bersiIat tidak menyenangkan. Nyeri melelahkan dan menuntut energy
seseorang. Nyeri dapat mengganggu hubungan personal dan mempengaruhi makna
kehidupan (Mahon, 1994)
S Nyeri merupakan mekanisme Iisiologis yang bertuiuan untuk melindungi diri. Apabila
seseorang mengalami nyeri maka pelakunya akan berubah. Misalnya, seseorang yang
kakinya terkilir akan menghindari aktivitas untuk mencegah cedera lebih laniut. Seorang
klien yang memiliki riwayat nyeri dada belaiar untuk menghentikan semua aktivitas saat
timbul nyeri
PENYEBAB
S Nyeri disebabkan oleh stimulus tertentu. Stimulus tersebut mengirimkan impuls
melalui serabut saraI periIer. Serabut nyeri memasuki medulla spinalis dan
menialani salah satu dari beberapa rute saraI dan akhirnya sampai di dalam massa
berwarna abu-abu di medulla spinalis. Terdapat pesan nyeri dapat berinteraksi
dengan sel-sel saraI inhibitor, mencegah stimulus nyeri sehingga tidak mencapai
otak atau ditansmisi tanpa hambatan ke korteksserebral. Ketika stimulus nyeri
mencapai korteks serebral, maka otak menginterpretasikan kualitas nyeri dan
memproses inIormasi tentang pengalaman dan pengetahuan yang lalu serta
asosiasi kebudayaan dalam upaya mempersepsikan nyeri (McNair, 1990)
S Tipe stimulus yang meniadi sumber Iisik nyeri, yaitu:
S Mekanik
S Kimia
S Termal
S Listrik
KLASIIKASI NYERI
S Kluslflkusl nverl securu umum dlbugl men|udl z, vuknl nverl
ukuL dun verl kronls. Nverl ukuL merupukun nverl vung
Llmbul securu menduduk dun cepuL menghllung. Yung Llduk
meleblhl 6 bulun dun dlLundul dengun udunvu penlngkuLun
Legungun oLoL. Nverl kronls merupukun nverl vung Llmbul
securu perluhun-luhun. 8lusunvu berlungsung dulum wukLu
vung cukup lumu, vulLu leblh durl 6 bulun. Yung Lermusuk
dulu kuLegorl nverl kronls uduluh nverl Lermlnul, slndrom
nverl kronls, dun nverl pslkosomuLls.
ŧŧÈŧŧÈŦũ
Perbedaan Nyeri Akut Dan Nyeri Kronis
KurukLerlsLlk Nverl AkuL Nverl Kronls
Pengulumun SuLu ke|udlun SuLu slLuusl, sLuLus ekslsLensl
Sumber
Sebub eksLernul uLuu penvuklL
durl dulum
1lduk dlkeLuhul dun
pengobuLun vung Lerlulu lumu
Serungun menduduk
8lsu menduduk, berkembung
uLuu Lerselubung
WukLu Sumpul 6 bulun
Leblh durl 6 bulun sumpul
berLuhun-Luhun
PernvuLuun nverl
Lueruh nverl Llduk dlkeLuhul
securu pusLl
Lueruh nverl sullL dlbedukun
lnLenslLusnvu, sehlnggu sullL
dlevuluusl(perubuhun
perusuun)
Ce|ulu-ge|ulu kllnls
Polu respon vung khus dengun
ge|ulu vung leblh |elus
Polu respon vung bervurlusl
dengun sedlklL ge|ulu
(udupLusl)
kARAkTERI5TIk NYERI
S Luporun Lunggul kllen LenLung nverl vung dlrusukun
merupukun lndlcuLor Lunggul vung pullng dupuL dlpercuvu
LenLung keberuduun dun lnLenslLus nverl dun upupun vung
berhubungun dengun keLlduknvumunun (NlH, ŧŨ6) nverl
berslfuL lndlvlduullsLlc. Pengku|lun kurukLerlsLlk umum nverl
membunLu peruwuL membenLuk pengerLlun polu nverl dun
Llpe Lerupl vung dlgunukun unLuk menguLusl nverl.
Penggunuun lnLrumen unLuk menghlLung luus dun deru|uL
nverl bergunLung pudu kllen vung sudur securu kognlLlf dun
mumpu memuhuml lnsLruksl peruwuL.
PEMACU
S Pemucu vulLu fucLor-fukLor vung mempenguruhl guwuL rlngunnvu nverl.
8erbugul fucLor mempenguruhl kurukLer nverl. lucLor-fukLor lnl
membunLu peruwuL mengku|l perlsLlwu uLuu kondlsl speslflk vung
empreslplLusl (enceLskun) uLuu memperburuk nverl. PeruwuL memlnLu
kllen unLuk mendeskrlpslkun ukLlvlLus vung menvebubkun nverl, seperLl
gerukun flslk, memlnum kopl, uLuu urlnusl. PeruwuL |ugu memlnLu kllen
mendemonsLruslkun ukLlvlLus vung menlmbulkun respon nverl, mlsulnvu
buLuk uLuu membullkkun Lubuh dengun curu LerLenLu.. pudu conLoh
kusus rupLure lnLerverLebrul, nverl punggung buglu buwuh dun rudlusl
nverl dlseluruh Lungkul men|udl semuln buruk upubllu kllen
membungkuk uLuu mengungkuL bendu. Menelun dun berblcuru Llplkul
memperburuk nverl furlnglLls. SeLeluh peruwuL mengldenLlflkusl fucLor-
fukLor vung mempreslplLusl uLuu memperburuk, ukun leblh muduh bugl
peruwuL merencunukun lnLervensl unLuk menceguh supuvu nverl Llduk
Ler|udl uLuu semukln memburuk.
Oua|ity (kua|itas)
S KurukLerlsLlk sub|ekLlf nverl vung luln uduluh kuullLus nverl lLu sendlrl.
Kurenu Llduk LerdupuL perbenduhuruun kuLu nverl vung khusus dun
umum. KuLu-kuLu vung seorung plllh unLuk mendeskrlpslkun nverl dupuL
dlLeLupkun pudu suuLu hul dengun |umluh berupupun. Serlngkull kllen
mendeskrlpslkun nverl sebugul sensusl remuk (crushlng), berdenvuL
(Lhrobblng), Lu|um, uLuu Lumpul. Nverl vung kllen rusukun serlngkull
Llduk dupuL dl|eluskun.
S PeruwuL sebulknvu Llduk memberlkun kuLu-kuLu deskrlpLlf pudu kllen.
Pengku|lun ukun leblh ukuruL upubllu klle mumpu medeskrlpslkun sensusl
vung dlrusukunnvu seLeluh peruwuL mengu|ukun perLunvuun Lerbuku.
Mlsulnvu peruwuL dupuL menguLukun, °cobu |eluskun pudu suvu, seperLl
upu nverl vung undu rusukun.º PeruwuL dupuL memberlkun kllen dufLur
lsLlluh unLuk mendeskrlpslkun nverl hunvu upubllu kllen Llduk mumpu
menggumburkun nverl vung dlrusukunnvu. mcCufferv dun 8eebe (ŧũŨũ)
meluporkun buhwu kuullLus menusuk (prlcklng), Lerbukur dun suklL
uduluh bermunfuuL mendeskrlpslkun nverl Luhup uwul. Pudu kesempuLun
selun|uLnvu kllen dupuL memlllh lsLlluh vung leblh deskrlpLlf.
Region (lokasi)
S Lokusl uduluh LempuL dlmunu nverl dlrusukun oleh kllen.
UnLuk mengku|l lokusl nverl, peruwuL memlnLu kllen unLuk
menun|ukkun semuu dueruh vung dlrusu Llduk nvumun.
UnLuk melokullsusl nverl dengun leblh speslflk, peruwuL
memlnLu kllen melucuk dueruh nverl dun LlLlk vung pullng
nverl. Hul lnl sullL unLuk dllukukun upubllu nverl berslfuL
dlfus, mellpuLl beberupu LempuL, uLuu mellbuLkun segmen
Lerbesur Lubuh. 8eberupu uluL pengku|lun dllengkupl dengun
dlugrum Lubuh munuslu sehlnggu dengun uluL lnl peruwuL
dupuL menggumburkun lokusl nverl.
ŧŧÈŧŧÈŦũ
kLA5IFIkA5I NYERI MENURUT LOkA5I
Lokasi Karakteristik Contoh
SuperIicial/kutaneus
(nyeri akibat stimulasi kulit)
Nyeri berlangsung sebentar dan
terlokalisasi. Nyeri biasanya terasa
sebagai sensasi yang taiam
Jarum suntuk, luka potong kecil atau
laserasi
Visceral dalam
(nyeri akibat stimulasi organ-organ
visceral)
Nyeri bersiIat diIus dan dapat menyebar
ke beberapa arah. Durasi bervariasi
tetapi biasanya berlangsung lebih lama
daripada nyeri superIicial. Nyeri dapat
terasa taiam, tumpul atau unik
tergantung organ yang terlibat.
Sensasi pukul (crushing, mis, angina
pectoris); sensasi terbakar, mis., ulkus
lambung)
Nyeri alih (reIerred)
(merupakan Ienomena umum dalam
nyeri visceral karena banyak organ
tidak memiliki reseptor nyeri)
Nyeri tersa dibagian tubuh yang
terpisah dari sumber nyeri dan dapat
terasa dengan berbagai karakteristik
InIark miokard, yang menyebabkan
nyeri alih ke rahang, lengan kiri, dan
bahu kiri, batu empedu yang dapat
mengalihkan nyeri ke selangkangan
Radiasi
(sensasi nyeri meluas dari tempat awal
cedera ke bagian tubuh yang lain)
Nyeri terasa seakan menyebar ke
bagian tubuh bawah atau sepaniang
bagian tubuh. Nyeri dapat meniadi
intermiiten atau konstan
Nyeri punggung bagian bawah akibat
diskus intravertebral yang rupture
disertai nyeri yang meradiasi sepaniang
tungkai.
S KurukLerlsLlk vung pullng sub|ekLlf pudu nverl uduluh LlngkuL kepuruhun uLuu
lnLenslLus nverl LersebuL. Kllen serlngkull dlmlnLu unLuk mendeskrlpslkun nverl
sebugul vung rlngun, sedung uLuu puruh. Numun, muknu lsLlluh-lsLlluh lnl
berbedu bugl peruwuL dunk llen. Lurl wukLu ke wukLu lnformusl |enls lnl |ugu sullL
unLuk dlpusLlkun. Skulu deskrlpLlf merupukun uluL pengukurun LlngkuL kepuruhun
nverl leblh ob|ekLl. Skulu pendeskrlpsl verbul (verbul LescrlpLlon Scule, vLS)
merupukun sebuuh gurls vung Lerdlrl durl ¸ sumpul ¸ kuLu pendeskrlpsl vung
Lersusun dengun |uruk vung sumu dl sepun|ung gurls. Pendeskrlpsl lnl dlrunklng
durl °Llduk Lerusu nverlº sumpul °nverl vung Luk LerLuhunkunº. PeruwuL
menun|ukkun kllen sukul LersebuL dun memlnLu kllen unLuk memlllh lnLenslLus
nverl Lerburu vung dlrusukun. PeruwuL |ugu menunvukun seberupu |uuh nverl
Lerusu, pullng Lerusu menvuklLkun dun seberupu |uuh nverl Lerusu pullng Llduk
menvuklLkun. AluL vLS lnl memungklnkun kllen memlllh sebuuh kuLegorl unLuk
mendeskrlpslkun nverl. Skulu penllulun numerlk (Numerlc RuLlng Skule, NRS)
leblh dlgunukun sebugul penggunLl uluL pendeskrlpslun kuLu. Lulum hul lnl, kllen
menllul nverl dengun skulu Ŧ-ŧŦ. Skulu vung pullng efekLlf dlgunukun suuL
mengku|l lnLenslLus nverl sebelum dun seLeluh lnLervensl LerupeuLlk. Apubllu
dlgunukun skulu unLuk menllul nverl, muku dlrekomenduslkun puLokun ŧŦ cm.
SLlLRA (1lNCKA1 KLPARAHAN)
ong dan Baker (1988)
S mengembungkun skulu wu|uh unLuk mengku|l nverl pudu unuk-unuk.
Skulu LersebuL Lerdlrl durl enum wu|uh dengun profll kurLun vung
menggumburkun wu|uh durl gumbur vung sedung senvum (Llduk Lerusu
nverl) kemudlun securu berLuhup menlngkuL men|udl wu|uh vung kurung
buhuglu, wu|uh vung sunguL sedlh, sumpul wu|uh vung sunguL keLukuLun
(nverl vung sunguL ). Anuk ÷unuk vung beruslu ¸ Luhun dupuL
menggunukun skulu LersebuL. Puru penellLl mulul menellLl penggunuun
skulu wu|uh lnl pudu orung dewusu.
S Skulu nverl hurus dlruncung sehlnggu skulu LersebuL muduh dlgunukun
dun Llduk menghublskun bunvuk wukLu suuL kllen melengkuplnvu.
Apubllu kllen dupuL membucu dun memuhuml skulu, muku deskrlpsl
nverl ukun leblh ukuruL. Skulu deskrlpLlf bermunfuuL bukun su|u dulum
upuvu unLuk mengku|l kepuruhun nverl LeLupl |ugu mengevuluusl
perubuhun kondlsl kllen. PeruwuL dupuL menggunukun skulu seLeluh
Lerupl nverl uLuu suuL ge|ulu men|udl leblh memburuk unLuk menllul
upukuh nverl menguluml penurunun uLuu penlngkuLun.
S Perawat mengaiukan pertanyaan untuk menentukan awitan,
durasi dan rangkaian nyeri. Kapan nyeri mulai dirasakan?
Sudah berapa lama nyeri dirasakan? Apakah nyeri yang dirasa
teriadi pada waktu yang sama setiap hari? Seberapa sering
nyeri kembali kambuh?
1lML
S Nverl merupukun ke|udlun vung menekun uLuu
sLress dun dupuL mengubuh duvu hldup dun
kese|uhLeruun pslkologl lndlvldu. Pudu kusus nverl
uklbuL kunker, nverl menvebubkun penderlLuun,
kehllungun conLrol, dun kerusukun kuullLus
kehldupun sepun|ung proses peruwuLun kllen,
buhkun pudu kllen vung kondlslnvu sLubll dun ungku
hurupun hldupnvu pun|ung. Lengun mengenull efek
nverl vung kllen rusukun, muku peruwuL dupuL
mengldenLlflkusl slfuL dun keberuduun nverl dengun
leblh bulk.
LlLK N1LRl PALA KLlLN
S Respon Iisiologis terhadap nyeri dapat menuniukkan
keberadaan dan siIat nyeri serta acaman yang potensial
terhadap keseiahteraan klien. Saat awitan nyeri akut, teriadi
peningkatan denyut iantung, tekanan darah dan Irekuensi
pernaIasan. Perawat mebandingkan tada-tanda vital dengan
nilai dasar yang tercatat sebelum awitan nyeri. Perubahan
tanda-tanda vital merupakan hal yang bermakna tetapi
perawat harus mempertimbangkan semua tanda dan geiala
sebelum menetapkan bahwa nyeri merupakan penyebab
perubahan tersebut. Perawat iangan salah mengartikan tanda
dan geiala nyeri sebagai perubahan yang patologis. Misalnya
seorang klien yang sangat cemas iuga mengalami peningkatan
Irekuensi naIas dan denyut iantung.
1ANLA LAN CL1ALA llSlK
S Apabila seorang klien mengalami nyeri, maka
perawat perlu mengkaii kata-kata yang diucapkan
respons vocal gerakan waiah dan tubuh serta
interaksi social.indikator perilaku eIek nyeri:
LlLK PLRlLAKU
S Mengaduh
S Menangis
S Sesak naIas
S Mendengkur
VOKALISASI
Ek5PRE5I WA1AH
S Meringis
S Menggeletukkan gigi
S Mengernyitkan dahi
S Menutup mata atau mulut dengan rapat atau
membuka mata atau mulut dengan lebar
S Menggigit bibir
ERAkAN TUBUH
S elisah
S Imobilisasi dan ketegangan otot
S Peningkatan gerakan iari dan tangan
S Aktivitas melangkah yang tunggal ketika
berlari atau berialan
S eraka ritmik atau gerakan menggosok
S erakan melindungi bagian tubuh
INTERAk5I 5O5IAL
S Menghindari percakapan
S ocus hanya pada aktivitas untuk menghilangkan nyeri
S Menghindari kontak social
S Penurunan rentang perhatian
S Laporan verbal tentang rasa nyeri merupakan bagian vital
pada pengkaiian. Perawat harus bersedia mendengarkan dan
berusaha memahami klien. Banyak klien yang tak mampu
mengungkapkan secara verbal mengenai ketidaknyamanan,
hal ini dikarenakan mereka tidak mapu berkomunikasi
PENARUH PAOA AkTIVITA5 5EHARI-HARI
S Klien yang mengalami nyeri setiap hari kurang mampu
berpartisipasi dalam aktivitas rutin. Pengkaiian pada
perubahan ini menuniukkan seiauh mana kemampuan dan
proses penyesuaian klien diperlukan untuk membantunya
berpartisipasi dalam perawatan diri.
S Klien dapat mengalami kesulitan dalam melakukan tindakan
hygiene normal, tergantung pada lokasi nyeri. Perawat dapat
menentukan apakah klien dapat berpakaian atau mencuci
rambutnya secara mandiri. Nyeri dapat membatasi mobilisasi
sampai ketitik yaitu klien tidak mampu lagi andi di bak
rendam. Klien mengalami masalah dalam melakukan aktivitas
sehari-hari. Misalnya klien yang mengalami arthritis berat
akan merasakan nyeri ketika memegang peralatan makan
UPAYAH UNTUk MEMBERI RA5A NYAMAN PAOA
PA5IEN
S lndlvldu vung menguluml nverl merusu sunguL Llduk nvumun
dun selulu vukln buhwu seseorung pedull dengun
kese|uhLeruun mereku. Kllen vung menguluml nverl
mebuLuhkun seseorung vung dupuL dlpercuvu. Apubllu
keluurgu kllen LersebuL Llduk member dudungun uLuu bllu
peruwuL Llduk mumpu memblnu hubungun LerupeLeuLlk
dengun kllen, muku kllen LersebuL dupuL memlllkl slkup Llduk
percuvu dun menlngkuLkun kewuspuduun nverl. Reuksl kllen
Lerhudup nverl men|udl Llduk LepuL, kecuull kllen memlllkl
curu unLuk mengekspreslkun kekhuwuLlrun uLuu keLukuLun
mengenul nverl. Serlng kull kllen men|udl muruh uLuu
mengeluh keLlku kebuLuhun unLuk menguLusl nverl
dlubulkun.
RESPON PISIKOLOGIS TERHADAP
NYERI
S SLlmulusl slmpuLlk (nverl dengun lnLenslLus rlngun dun
superflclul)
S LlluLusl sulurun bronklolus dun menlngkuLkun frekuensl
pernufusun
S PenlngkuLun frekuensl denvuL |unLung
S PucuL penlngkuLun Lekunun duruh
S Lluphoresls
S PenlngkuLun keLegungun oLoL
S LlluLusl pupll
S Penurunun moblllsusl sulurun cernu.
5timu|asi parasimpatik (nyeri yanq berat dan
da|am)
S Pucat
S Ketegangan otot
S Penurunan denyut iantung dan tekanan darah
S PernaIasan cepat dan tidak teratur
S Mual dan muntah
S Kelemahan dan kelelahan
Teknik menqatasi rasa nyeri
Re|aksasi dan teknik ima|inasi
S Klien dapat merubah persepsi kognitiI dan motivasi aIektiI
dengan melakukan relaksasi. Relaksasi merupakan kebesasan
mental dan Iisik dari ketegangan dan stress. Teknik relaksasi
memberikan individu control diri ketika teriadi rasa tidak
nyaman atau nyeri, stress Iisik, dan emosi pada nyeri. Teknik
relaksasi dapat digunakan saat individu dalam kondisi sehat
atau sakit. Teknik relaksasi tersebut merupakan upaya
pencegahan untuk membantu tubuh segar kembali dan
beregenerasi setiap hari dan merupakan alternative terhadap
alcohol, meroko atau makan berlebihan (Edelman dan
Mandle,1994).
k|ien yanq berhasi| menqqunakan teknik re|aksasi
menqa|ami beberapa perubahan fisio|oqis dan
peri|aku, yaitu:
S Penurunan nadi, tekanan darah dan pernaIasan
S Penurunan konsumsi oksigen
S Penurunan ketegangan otot
S Penurunan kecepatan metabolism
S Kurang perhatian terhadap stimulus lingkungan
S Tidak ada perubahan pada posisi olunter
S Perasaan damai dan seiahtera
S Periode kewaspadaan yang santai, teriaga dan dalam
Teknik re|aksasi
S meliputi meditasi, yoga, zen, teknik imaiinasi, dan
latihan relaksasi progresiI. Relaksasi tanpa atau
dengan teknik imaiinasi meringankan di kepala,
persalinan, antisipasi rangkaian akut. Dan gangguan
kronik.
S Supaya relaksasi dapat dilakukan dengan eIektiI maka
diperlukan partisipasi dan keria sama individu. Teknik
relaksasi diaiarkan hanya saat klien merasakan tidak nyaman
yang akut, hal ini dikarenakan ketidakmampuan
berkonsentrasi membuat hasilnya tidak eIektiI. Perawat
menielaskan teknik relaksasi dengan rini dan menielaskan
sensasi umum yang klien alami (mis.penurunan suhu tubuh).
Klien harus menggunakan sensasi ini sebagai umpan balik.
Perawat bertindak sebagai pelatih mengarahkan klien secara
perlahan melalui tahap-tahap latihan. Lingkungan harus bebas
dari keributan atau stimulus lain yang mengganggu. Klien
dapat duduk di kursi yang nyaman atau berbaring di tempat
tidur. Posisi tubuh yang nyaman untuk relaksasi yaitu:
DUDUK
S Duduk dengan sebuah punggung yang bersandar
pada kursi
S Letakkan kaki datar pada lantai
S Letakkan kaki terpisah satu sama lain
S antungkan lengan pada sisi
S Pertahankan kepala seiaiar dengan tulang belakang
Barinq
S Letakkan kaki terpisah satu sama lain dengan iari-iari
kaki meregang lurus keluar
S Letakkan lengan pada sisi tanpa menyentuh sisi
tubuh
S Pertahankan kepala seiaiar dengan tulang belakang
S unakan bantal tipis dan kecil dibawah kepala.
S Sebuah seprei ringan atau selimut untuk memberikan kehangatan
seringkali membantu member kenyamanan.
S Dalam imaiinasi terbimbing klien menciptakan kesan dalam pikiran,
berkonsentrasi pada kesan tersebut, sehingga secara bertahap nyeri yang
klien rasakan berkurang. Perawat melatih klien dalam membangun kesan
dan berkonsentrasi pada pengalaman sensori. Mula-mula perawat meminta
klien untuk memikirkan pemandangan yang menyenangkan atau
pengalaman yang meningkatkan penggunaan semua indra. Klien
kemudian menielaskan dan perawat mencatatnya sehingga catatan tersebut
dapat digunakan pada pelatihan berikutnya. Perawat menggunakan
inIormasi khusus yang diberikan klien dan tidak membuat perubahan
dalam kesan klien tersebut. Berikut adalah contoh latihan dari teknik
imaiinasi:bayangkan diri anda terbaring di atas tempat tidur seiuk yang
terbuat dari rumput disertai suara air yang mengalir dari sungai yang
dekat. Hari ini cuacanya seiuk sekali anda menoleh dan melihat kelompok
bunga-bunga liar berwarna biru sedang bermekaran dan anda dapat
mencium wanginya.
ŧŧÈŧŧÈŦũ
Reluksusl progreslf pudu seluruh Lubuh
memukun wukLu seklLur ŧ¸ menlL. Kllen
member perhuLlun pudu Lubuh,
memperllhuLkun dueruh vung Legung. Lueruh
vung Legung dlgunLlkun dengun rusu hunguL
durl reluksusl dun reluksusl. 8eberupu kllen
rlleks dengun muLu LerLuLup. Alunun muslk
lembuL dupuL membunLu dulum reluksusl.
ŧŧÈŧŧÈŦũ
LuLlhun reluksusl progreslf mellpuLl komblnusl
luLlhun pernufusun LerkonLrol dun rungkulun
konLruksl serLu reluksusl kelompok oLoL. Kllen
mulul luLlhun bernufus dengun perluhun dun
menggunukun dlufrugmu, sehlnggu
memungklnkun ubdomen LerungkuL perluhun
dun dudu mengembung penuh. SuuL bkllen
melukukun polu pernufusun vung LeruLur,
peruwuL menguruhkun kllen unLuk melokullsusl
seLlup dueruh vung menguluml keLegungun
oLoL, berflklr bugulmunu rusunvumenenungkun
ŧŧÈŧŧÈŦũ
S Mori kito mu/oi denqon mencori posisi yonq
po/inq nyomon. Letokkon /enqon ondo
disompinq jonqon si/onqkon koki.
qerokkon sompoi ondo meroso tenonq. Torik
nofos do/om rosokon perut don dodo ondo
teronqkot per/ohon.ri/eks.sekoronq
ke/uorkon nofos secoro per/ohon..
S Hitunq sompoi empot, torik nofos podo
hitunqon ŧ don z ke/uorkon nopos podo
hitunqon ¡ don z. Lonjutkon bernofos
per/ohon. Tubuh ondo mu/oi ri/eks.
ŧŧÈŧŧÈŦũ
Apubllu kllen merusu Lergunggu dun
Llduknvumun, muku peruwuL perlu
menghenLlkun luLlhun LersebuL. Apubllu kllen
Lumpuk menguluml kesullLun dun menguluml
reluksusl hunvu sebuglun Lubuh su|u muku
peruwuL memperlumbuL kemu|uun luLlhun dun
berkonsenLrusl pudu buglun Lubuh vung Legung.
Kllen |ugu hurus mengeLuhul se|uk uwul buhwu
luLlhun lnl blus dlhenLlkun seLlup wukLu. Lengun
melukukun luLlhun kllen dengun segeru
melukukun luLlhun reluksusl dengun mundlrl.
ŧŧÈŧŧÈŦũ
ŧŧÈŧŧÈŦũ
Menquranqi persepsi nyeri
S Suluh suLu curu sederhunu unLuk
menlngkuLkun rusu nvumun uduluh
membuung uLuu menceguh sLlmulus nverl.
1lndukun vung dupuL dllukukun unLuk
mengonLrol sLlmulus nverl dl llngkungun
kllen, unLuru luln:
S Regungkun dun lurus llnen LempuL Lldur vung
berkeruL
S ALur poslsl LempuL kllen Lerburlng
S Longgurkun buluLun vung menekun (kecuull
ŧŧÈŧŧÈŦũ
Bimbinqan antisipasi
S Memodlflkusl securu lungsung cemus vung
berhubungun dengun nverl dupuL
menghllungkun nverl dun menumbuh efek
Llndukun unLuk menghllungkun nverl vung
luln. Cemus vung sedung ukun bermunfuuL
|lku kllen mengunLlslpusl pengulumun nverl.
Kllen hurus dlberl pen|elusun Lerperlncl
LenLung semuu prosedur medls dun rusu
nvumun puscu operusl vung ukun dluluml
sehlnggu kllen dupuL mempelu|url upu vung
dlker|ukun selumu prosedur uLuu perlsLlwu
ŧŧÈŧŧÈŦũ
S PeruwuL memberl lnformusl pudu kllen dun
menceguh suluh lnLerpreLusl LenLung
perlsLlwu nverl dun menlngkuLkun
pemuhumun LenLung upu vung kllen
hurupkun. lnformusl vung dlberlkun kepudu
kllen Lermusuk pen|elusun hul-hul berlkuL:
S Ke|udlun, uwlLun, dun durusl nverl vung ukun
dluluml.
S KuullLus kepuruhun dun lokusl nverl
S lnformusl LenLung curu keumunun kllen Leluh
ŧŧÈŧŧÈŦũ
S PeruwuL Llduk dupuL menguLukun kepudu
kllen buhwu kllen Llduk ukun merusukun
nverl. 8lmblngun unLlslpusl memberlkun
pen|elusun vung |u|ur LenLung pengulumun
nverl. PeruwuL |ugu member lnsLruksl
LenLung Leknlk kllen menghllungkun nverl.
Pudu kllen vung menguluml kecemusun
LlngkuL Llnggl, pemberlun lnformusl vung
Lerlulu bunvuk ukun memperburuk nverl.
ŧŧÈŧŧÈŦũ
5timu|asi kutaneus
S SLlmulusl kuLuneus uduluh sLlmulusl kullL
vung dllukukun unLuk menghllungkun nverl,
mususe, mundl ulr hunguL, kompres dengun
menggunukun ulr es dun sLlmulusl suruf
elekLrlk LrunskuLun merupukun lungkuh-
lungkuh sederhunu vung dllukukun dulum
menurunkun persepsl nverl. Curu ker|u
khusus slmulusl kuLuneus muslh belum |elus.
Suluh suLu pemlklrun uduluh buhwu curu lnl
menvebubkun lungkuh-lungkuh sederhunu
dulum menvebubkun pelepusun endorphln,
ŧŧÈŧŧÈŦũ
S KeunLungun respon kuLuneus uduluh
Llndukun lnl dupuL dllukukun dlrumuh
sehlnggu memungklnkun kllen dun keluurgu
melukukun upuvu conLrol ge|ulu v dun
penungununnvu. Penggunuun sLlmulusl
kuLuneus vung benur dupuL mengurungl
persepsl nverl dun membunLu mengurungl
keLegungun oLoL. Sebullknvu keLegungun
oLoL lnl dupuL menlngkuLkun nverl. 1lndukun
mususe punggung dengun usupun vung
perluhun pudu kllen vung menderlLu penvuklL
ŧŧÈŧŧÈŦũ
S SuuL menggunukun meLode sLlmulusl
kuLuneus peruwuL menghllungkun sumber-
sumber suuru vung berlslk dlllngkungun.
MembunLu kllen dulum unLuk mengumbll
poslsl vung nvumun dun men|eluskun Lu|uun
Lerupl pudu kllen. SLlmulusl kuLuneus |ungun
dlgunukun lungsung unLuk kullL vung
senslLlve.
ŧŧÈŧŧÈŦũ
S Kompres dlngln dun hunguL dupuL
menghllungkun nverl dun mempercepuL
proses penvembuhun. Plllhun Lerupl punus
dun dlngln bervurlusl menuruL kondlsl kllen.
Mlsulnvu punus lembub menghllungkun
kekukuun pudu pugl hurl uklbuL urLhrlLls,
LeLupl kompres dlngln mengurungl nverl ukuL
pudu sendl vung menguluml perudungun
uklbuL penvuklL LersebuL. Apubllu peruwuL
menggunukun kompres punus uLuu dlngln
dulum benLuk upupun peruwuL
ŧŧÈŧŧÈŦũ
S Mususe dengun menggunukun es dun
kompres menggunukun kunLong es
merupukun duu |enls Lerupl dlngln vung
sunguL efekLlf unLuk menghllungkun nverl.
Mususe dengun menggunukun es bulok vung
besur uLuu sebuuh cungklr kerLus vung
berukurun kecll, vung dllsl dengun ulr dun
dlbekukun. Mususe uduluh hul vung sunguL
sederhunu. PeruwuL uLuu kllen dupuL
meleLukkun es pudu kullL dengun member
Lekunun vung sunguL kuuL dllkuLl dengun
ŧŧÈŧŧÈŦũ
Oistraksi
SvsLem ukLlvusl reLlklur menghumbuL sLlmulus
vung menvuklLkun |lku seseorung menerlmu
musukun sensorl vung cukup uLuu berleblhun.
SLlmulus sensorl vung menvenungkun
menvebubkun pelepusun pudu endorphln.
lndlvldu vung merusu bosun uLuu dllsolusl hunvu
memlklrkun nverl vung dlrusukun sehlnggu lu
mempersepslkun buhwu nverl lLu ukuL.
Llskruksl mengullhkun perhuLlun kllen pudu
vung luln dun dengun demlklun menurunkun
kewuspuduun Lerhudup nverl buhkun
ŧŧÈŧŧÈŦũ
Macam-macam teknik distraksi
S 8ernufus pelun-pelun
S Mususe sumbll menurlk nufus pelun-pelun
S Mendengurkun lugu sumbll menepuk-
nepukkun |url
S Membuvungkun hul-hul vung lnduh sumbll
menuLup muLu
S MenonLon 1v (ucuru kegemurun) dll.
ŧŧÈŧŧÈŦũ
S suluh suLu dlskruksl vung efekLlf uduluh muslc
vung dupuL menurunkun nverl flslologls,
sLress dun kecemusun dengun mengullhkun
perhuLlun seseorung durl nverl. Muslc
LerbukLl menurun frekuensl denvuL |unLung,
mengurungl kecemusun dun depresl, serLu
menghllungkun nverl, menurun Lekunun
duruh dun mengubuh persepsl wukLu.
PeruwuL dupuL menggunukun muslc dengun
kreuLlf dl berbugul slLuusl kllnlk. Kllen
umumnvu leblh menvukul menumpllkun
Cara-cara yang dianjurkan dalam menggunakan
music secara efektif untuk mengontrol nyeri yaitu:
S Plllh muslc vung sesuul dengun seleru kllen. PerLlmbungkun uslu dun luLur
belukung
S Cunukun eruphone supuvu Llduk menggunggu kllen uLuu sLuf vung luln dun
membunLu kllen berkonsenLrusl pudu muslc.
S PusLlkun Lombol-Lombol conLrol rudlo uLuu pesuwuL Lupe muduh dlLekun,
dlmunlpulusl, uLuu dlbedukun
S MlnLu unggoLu keluurgu unLuk membuwu Lupe durl rumuh.
S Apubllu nverl vung kllen rusukun ukuL, kuuLkun volume muslc. Apubllu nverl
suduh berkurung, kurungl volume.
S MlnLu kllen unLuk berkonsenLrusl pudu muslc dun menglkuLl lrumu dengun
mengeLuk-ngeLukkun |url uLuu menepuk-nepuk puhu.
S lnsLrukslkun kllen unLuk Llduk mengunullsu muslc:
S °nlkmuLl muslc kemunupun muslc membuwu unduº
S 1lnggulkun kllen sendlrlun keLlku mereku mendengurkun muslc.
5upport menta|
S Individu yang mengalami nyeri merasa sangat tidak nyaman
dan merasa yakin bahwa seseorang peduli dengan
keseiahteraan mereka. Klien yang mengalami nyeri
membutuhkan seseorang yang dapat dipercaya. Apabila
keluarga klien tersebut tidak memberikan dukungan atau bila
perawat tidak mampu membina hubungan terapeutik dengan
klien maka klien tersebut dapat memiliki sikap tidak percaya
dan meningkatkan kewaspadaan nyeri. Reaksi klien pada
nyeri meniadi tidak tepat kecuali klien memiliki cara untuk
mengeskpresikan kekhawatiran atau ketakutan mengenai
nyeri. Seringkali klien memiliki cara untuk mengekpresikan
kekhawatiran atau ketakutan mengenai nyeri. Sering kali klien
meniadi marah atau mengeluh ketika kebutuhan untuk
mengatasi nyeri diabaikan.
S Perawat dapat sangat membantu klien dengan
melihat klien sebagai individu secara keseluruhan
dan memiliki rasa kepedulian kepada klien. Memberi
perhatian yang cermat terhadap kekhawatiran klien
merupakan salah satu cara untuk membangun rasa
percaya diri perawat. Spontanitas dalam memenuhi
kebutuhan klien lebih iauh akan membangun
hubungan terapeutik yang kuat. Membuat keputusan
tentang validitas nyeri menukar supaya penanganan
nyeri sebagai imbalan untuk perilaku klien yang
'baik¨ dan mengontrol sumber nyeri akan merusak
kepercayaan klien kepada perawat.
S Keberhasilan hubungan perawat klien
sebagian bergantung kepada kemampuan
perawat untuk menghormati respon klien
terhadap nyeri. Banyak perawat yang
menghargai pengendalian diri yang kuat.
Namun, klien mungkin merasa perlu menangis
atau mengeluh atau bahkan meniadi marah.
Klien tidak perlu merasa malu atau takut
bahwa perawat tidak akan menerima perilaku
tersebut.
S

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->