RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN DENGAN RAHMAT TUHAN

YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa pembangunan nasional dalam bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; b. bahwa untuk menjamin perluasan dan pemerataan akses, peningkatan mutu dan relevansi, serta tata pemerintahan yang baik dan akuntabilitas pendidikan yang mampu menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global perlu dilakukan pemberdayaan dan peningkatan mutu guru dan dosen secara terencana, terarah, dan berkesinambungan; c. bahwa guru dan dosen mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional di bidang pendidikan sebagaimana dimaksud pada huruf a sehingga perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c perlu dibentuk UndangUndang tentang Guru dan Dosen.

1 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI, SHI

PROF. DR. H. ANWAR ARIFIN WK. KETUA MENDIKNAS

H. HERI AKHMADI WK. KETUA

DRS. ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA MENKUMHAM

MASDUKI BAIDLOWI WK. KETUA

BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. F-KB …………………….. F-PDIP …………………….. F-PKS …………………….. F-PPP …………………….. F-BPD ……………………..

HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. F-PDS ……………………..

Mengingat:

1. Pasal 20, Pasal 22 d, dan Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN:

Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG GURU DAN DOSEN

BAB I KETENTUAN UMUM
Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: 1. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, serta pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah, termasuk pendidikan anak usia dini. Dosen adalah pendidik dan ilmuwan profesional dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Guru besar atau profesor yang selanjutnya disebut profesor adalah jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan perguruan tinggi. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Penyelenggara pendidikan adalah lembaga pemerintah atau lembaga masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal.

2.

3.

4.

5.

2 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI, SHI

PROF. DR. H. ANWAR ARIFIN WK. KETUA MENDIKNAS

H. HERI AKHMADI WK. KETUA

DRS. ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA MENKUMHAM

MASDUKI BAIDLOWI WK. KETUA

BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. F-KB …………………….. F-PDIP …………………….. F-PKS …………………….. F-PPP …………………….. F-BPD ……………………..

HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. F-PDS ……………………..

6.

Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal dalam setiap jenjang dan jenis pendidikan. Perjanjian kerja dan/atau kesepakatan kerja bersama adalah perjanjian tertulis antara guru atau dosen dengan penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang memuat syarat-syarat kerja serta hak dan kewajiban para pihak dengan prinsip kesetaraan dan kesejawatan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pemutusan hubungan kerja atau pemberhentian kerja adalah pengakhiran perjanjian kerja dan/atau kesepakatan kerja bersama guru atau dosen karena sesuatu hal yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara guru atau dosen dan penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kualifikasi akademik adalah ijazah jenjang pendidikan akademik yang harus dimiliki oleh seorang guru atau dosen sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan formal di tempat penugasan. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen. Sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sebagai tenaga profesional. Organisasi profesi guru adalah perkumpulan yang berbadan hukum yang didirikan dan diurus oleh guru untuk mengembangkan profesionalitas guru. Lembaga pendidikan tenaga kependidikan adalah lembaga pendidikan tinggi yang diberi tugas oleh pemerintah untuk menyelenggarakan dan mengembangkan ilmu kependidikan dan nonkependidikan serta mendidik guru pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah, termasuk pendidikan anak usia dini. Gaji adalah hak yang diterima oleh guru atau dosen atas pekerjaannya dari penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan dalam bentuk uang secara berkala sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Penghasilan adalah hak yang diterima oleh guru atau dosen dalam bentuk finansial sebagai imbalan melaksanakan tugas keprofesiannya yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi dan mencerminkan martabat guru atau dosen sebagai pendidik yang profesional. Daerah khusus adalah daerah yang terpencil atau terbelakang; daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil; daerah perbatasan dengan
3 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI, SHI

7.

8.

9.

10.

11. 12. 13. 14.

15.

16.

17.

PROF. DR. H. ANWAR ARIFIN WK. KETUA MENDIKNAS

H. HERI AKHMADI WK. KETUA

DRS. ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA MENKUMHAM

MASDUKI BAIDLOWI WK. KETUA

BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. F-KB …………………….. F-PDIP …………………….. F-PKS …………………….. F-PPP …………………….. F-BPD ……………………..

HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. F-PDS ……………………..

F-PDIP ……………………. HERI AKHMADI WK.. daerah yang mengalami bencana alam. Pasal 4 Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. 20. serta pengabdi kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. KETUA DRS.. ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA MENDIKNAS H. F-PKS ……………………. 18.... DR. (2) Pengakuan kedudukan dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan sertifikat pendidik. . dan seni. dan pendidikan anak usia dini pada jalur formal.negara lain. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. DAN TUJUAN Pasal 2 (1) Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar. SHI PROF. pendidikan menengah.. F-PDS ……………………. teknologi. pengembang ilmu pengetahuan. 4 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. Pemerintah daerah adalah pemerintah provinsi. atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lainnya.. ANWAR ARIFIN WK. (2) Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan sertifikat pendidik. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. pemerintah kabupaten. dan pemerintah kota. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. F-PPP ……………………. BAB II KEDUDUKAN. F-KB ……………………. Pasal 3 (1) Dosen mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundangundangan. F-BPD ……………………. Pasal 5 Kedudukan dosen sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran dosen sebagai agen pembelajaran. Pemerintah adalah pemerintah pusat. Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pendidikan nasional. 21. 19.. H. Masyarakat adalah kelompok warga negara Indonesia nonpemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. bencana sosial. FUNGSI.

. dan idealisme. F-PDIP ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. berakhlak mulia. KETUA MENDIKNAS H. F-PDS ……………………. memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan keprofesian bagi guru dan memiliki organisasi profesi keilmuan bagi dosen. b. kemajemukan bangsa. ketakwaan. HERI AKHMADI WK. memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. sehat.. SHI PROF. keimanan. memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. minat. . kreatif. dan i. H. BAB III PRINSIP PROFESIONALITAS Pasal 7 (1) Profesi guru dan profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: a. panggilan jiwa. nilai keagamaan. 5 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. c. h. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas.. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. berilmu.. f. memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. mandiri. F-BPD ……………………. dan akhlak mulia.. memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. DR. (2) Pemberdayaan profesi guru atau pemberdayaan profesi dosen diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis. yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. F-KB ……………………. d. e. F-PKS ……………………. nilai kultural. dan kode etik profesi. g.Pasal 6 Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. ABDUL HAKAM NAJA WK.. tidak diskriminatif. memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. ANWAR ARIFIN WK. KETUA DRS. cakap. berkeadilan.. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. memiliki bakat. F-PPP ……………………..

. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. Pasal 11 (1) Sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. kompetensi. Pasal 9 Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana (S1) atau program diploma empat (D4). F-BPD ……………………. (2) Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pendidikan tenaga kependidikan yang terakreditasi. H. DR. ANWAR ARIFIN WK. dan sertifikat pendidik serta sehat jasmani dan rohani untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. F-PPP ……………………. . Pasal 12 Setiap orang yang telah memperoleh sertifikat pendidik memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi guru pada satuan pendidikan tertentu. (3) Sertifikasi pendidik dilaksanakan secara transparan. objektif. KETUA MENDIKNAS H. Pasal 10 (1) Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai sertifikasi pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah... Kompetensi. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. F-KB ……………………. F-PDIP …………………….BAB IV GURU Bagian Kesatu Kualifikasi. ABDUL HAKAM NAJA WK.. SHI PROF. KETUA DRS. F-PDS …………………….. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. dan akuntabel (dapat dipercaya/bertanggung jawab). kompetensi sosial.. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai kompetensi guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. 6 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. dan Sertifikasi Pasal 8 Guru wajib memiliki kualifikasi akademik.. HERI AKHMADI WK. F-PKS ……………………. kompetensi kepribadian.

g. SHI PROF. 7 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-PDIP ……………………. h. HERI AKHMADI WK. e. i. F-PDS ……………………. memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. dan/atau memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya. memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi. memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan. H..Pasal 13 (1) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menyediakan anggaran untuk peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik bagi guru dalam jabatan yang diangkat oleh Pemerintah. Bagian Kedua Hak dan Kewajiban Pasal 14 (1) Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai anggaran untuk peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. ANWAR ARIFIN WK. k. memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan. guru berhak: a. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. f. . dan masyarakat. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. ABDUL HAKAM NAJA WK. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. F-PPP ……………………. mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial... F-KB ……………………. d.. memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan. dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan... KETUA MENDIKNAS H. F-PKS ……………………. c. DR. memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas serta kemampuan. memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual. KETUA DRS. dan peraturan perundang-undangan. kode etik guru. memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas.. j. b. F-BPD ……………………. pemerintah daerah. penghargaan. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai hak guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah..

F-BPD …………………….. Pasal 16 (1) Pemerintah memberikan tunjangan profesi kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik baik kepada guru yang diangkat oleh Pemerintah. KETUA DRS... dan kualifikasi yang sama. maupun kepada guru yang diangkat masyarakat.Pasal 15 (1) Penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) huruf a meliputi gaji pokok. tunjangan khusus. F-PPP ……………………. 8 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. serta penghasilan lain yang berupa tunjangan fungsional. dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi. F-PDS ……………………. ANWAR ARIFIN WK. DR.. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tunjangan profesi guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. masa kerja. . bagi daerah khusus. Pasal 17 (1) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah memberikan tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) kepada guru yang diangkat oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. tunjangan profesi. (4) Gaji guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat diberikan berdasarkan perjanjian kerja dan/atau kesepakatan kerja bersama... tunjangan yang melekat pada gaji. pemerintah daerah. berhak atas rumah dinas yang disediakan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. (2) Tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ABDUL HAKAM NAJA WK. F-PDIP ……………………. (2) Tunjangan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah pada tingkatan. SHI PROF. (3) Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah.. (3) Tunjangan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). KETUA MENDIKNAS H. HERI AKHMADI WK. bagi guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat diberikan dalam bentuk subsidi oleh Pemerintah dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan. F-KB ……………………. H. F-PKS …………………….

.. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tunjangan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu. F-PDIP ……………………. serta kemudahan untuk memperoleh pendidikan bagi putra dan putri guru.. SHI PROF. F-BPD ……………………. dan seni.. beasiswa.. ANWAR ARIFIN WK. masa kerja. DR. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. teknologi. KETUA MENDIKNAS H. 9 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. atau bentuk kesejahteraan lainnya. KETUA DRS. dan penghargaan bagi guru. Pasal 18 (1) Tunjangan khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) diberikan kepada guru yang bertugas di daerah khusus. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai maslahat tambahan guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.. asuransi pendidikan. Pasal 19 (1) Maslahat tambahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) merupakan tambahan kesejahteraan yang diperoleh dalam bentuk tunjangan pendidikan. ABDUL HAKAM NAJA WK. F-PPP ……………………. F-PDS …………………….(2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah memberikan subsidi tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (2) kepada guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. Pasal 20 Dalam melaksanakan profesinya. b.. merencanakan pembelajaran. (2) Tunjangan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah pada tingkatan. (3) Tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan subsidi tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan/atau anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menjamin terwujudnya maslahat tambahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. F-KB ……………………. guru berkewajiban: a. H.. HERI AKHMADI WK. pelayanan kesehatan. meningkatkan dan mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan kualifikasi yang sama. F-PKS …………………….

HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. (2) Kurikulum pendidikan guru pada lembaga pendidikan tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mengembangkan kompetensi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan bertaraf internasional dan pendidikan berbasis keunggulan lokal. F-BPD ……………………. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pendidikan calon guru dengan pola ikatan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.. ras. Bagian Ketiga Wajib Kerja dan Ikatan Dinas Pasal 21 (1) Dalam keadaan darurat. ANWAR ARIFIN WK. Bagian Keempat Pengangkatan. F-KB ……………………. DR. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. F-PDIP ……………………. dan kode etik guru. F-PKS ……………………. Pemerintah dapat memberlakukan ketentuan wajib kerja kepada guru dan/atau warga negara Indonesia lainnya yang memenuhi kualifikasi akademik dan kompetensi untuk melaksanakan tugas guru di daerah khusus di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. KETUA MENDIKNAS H. dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran. menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan. dan Pemberhentian 10 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI.c.. atau latar belakang keluarga. e. HERI AKHMADI WK. ABDUL HAKAM NAJA WK. Penempatan. dan kondisi fisik tertentu. atau untuk memenuhi kepentingan pembangunan daerah. serta nilai-nilai agama dan etika. bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin... hukum. H. agama.... d. KETUA DRS. Pasal 22 (1) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah dapat menetapkan pola ikatan dinas bagi calon guru untuk memenuhi kepentingan pembangunan pendidikan nasional. memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. suku. F-PDS …………………….. Pemindahan. SHI PROF. Pasal 23 (1) Pemerintah mengembangkan sistem pendidikan guru ikatan dinas berasrama di lembaga pendidikan tenaga kependidikan untuk menjamin mutu pendidikan dan efisiensi. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai penugasan warga negara Indonesia sebagai guru dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. F-PPP ……………………. .

HERI AKHMADI WK.. maupun kompetensinya untuk menjamin keberlangsungan pendidikan jalur formal. (2) Pemerintah provinsi wajib memenuhi kebutuhan guru. maupun kompetensi secara merata untuk menjamin keberlangsungan pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini jalur formal sesuai dengan kewenangannya. dan pendidikan anak usia dini yang diselenggarakan oleh masyarakat wajib memenuhi kebutuhan guru tetap.. menengah. ANWAR ARIFIN WK. (2) Pengangkatan dan penempatan guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah atau pemerintah daerah diatur dengan Peraturan Pemerintah... maupun kompetensi secara merata untuk menjamin keberlangsungan pendidikan menengah dan pendidikan khusus sesuai dengan kewenangannya. kualifikasi akademik. kualifikasi akademik. H.Pasal 24 (1) Pemerintah wajib memenuhi kebutuhan guru. F-KB ……………………. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai penempatan guru pada jabatan struktural sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. SHI PROF. Pasal 28 11 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. baik dalam jumlah. Pasal 26 (1) Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dapat ditempatkan pada jabatan struktural. F-PDIP …………………….. kualifikasi akademik. ABDUL HAKAM NAJA WK. (3) Pengangkatan dan penempatan guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dilakukan oleh penyelenggara pendidikan yang bersangkutan berdasarkan kesepakatan kerja bersama. F-PPP ……………………. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. . F-PDS ……………………. (4) Penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan dasar. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. F-PKS ……………………. Pasal 25 (1) Pengangkatan dan penempatan guru dilakukan secara objektif dan transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. baik dalam jumlah. (3) Pemerintah kabupaten/kota wajib memenuhi kebutuhan guru.. DR. baik jumlah... KETUA DRS. KETUA MENDIKNAS H. F-BPD ……………………. maupun kompetensi secara merata untuk menjamin keberlangsungan satuan pendidikan anak usia dini jalur formal serta pendidikan dasar dan menengah yang diselenggarakan oleh Pemerintah. kualifikasi akademik. baik dalam jumlah. Pasal 27 Tenaga kerja asing yang dipekerjakan sebagai guru pada satuan pendidikan di Indonesia wajib mematuhi kode etik guru dan peraturan perundang-undangan.

kenaikan pangkat istimewa sebanyak 1 (satu) kali. c. sakit jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat melaksanakan tugas secara terus menerus selama 12 (dua belas) bulan. Pemerintah atau pemerintah daerah wajib menyediakan guru pengganti untuk menjamin keberlanjutan proses pembelajaran pada satuan pendidikan yang bersangkutan. H. F-PDS ……………………. (3) Dalam hal usul kepindahan dikabulkan. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. Pasal 29 (1) Guru yang bertugas di daerah khusus mempunyai hak yang meliputi kenaikan pangkat rutin secara otomatis. KETUA MENDIKNAS H. atas permintaan sendiri... ANWAR ARIFIN WK.. antarkabupaten/antarkota. F-PDIP …………………….(1) Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dapat dipindahtugaskan antarprovinsi. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemindahan guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (5) Ketentuan lebih lanjut tentang guru yang bertugas di daerah khusus diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah. (2) Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah wajib menandatangani pernyataan kesanggupan untuk ditugaskan di daerah khusus paling sedikit selama 2 (dua) tahun. (4) Dalam hal terjadi kekosongan guru. d. F-PPP ……………………. atau 12 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. baik antarprovinsi. F-KB …………………….. antarkabupaten/antarkota. SHI PROF. dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.. F-PKS ……………………. DR. (3) Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah yang telah bertugas selama 2 (dua) tahun atau lebih di daerah khusus berhak pindah tugas setelah tersedia guru pengganti. HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. HERI AKHMADI WK. meninggal dunia. antarkecamatan maupun antarsatuan pendidikan karena alasan kebutuhan satuan pendidikan dan/atau promosi.. dan perlindungan. KETUA DRS. . mencapai batas usia pensiun. (4) Pemindahan guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat diatur oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan berdasarkan kesepakatan kerja bersama. Pemerintah atau pemerintah daerah memfasilitasi kepindahan guru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sesuai dengan kewenangannya. ABDUL HAKAM NAJA WK. ayat (2). (2) Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dapat mengusulkan pindah tugas. b. F-BPD ……………………. antarkecamatan maupun antarsatuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 30 (1) Guru dapat diberhentikan dengan hormat dari jabatannya sebagai guru karena salah satu sebab sebagai berikut: a.

SHI PROF. tidak dengan sendirinya diberhentikan sebagai pegawai negeri sipil. F-PPP ……………………. b. kecuali sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b. . DR. F-PDIP ……………………. (2) Guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri mendapat kompensasi finansial sesuai dengan perjanjian kerja dan/atau kesepakatan kerja bersama. Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah yang diberhentikan dari jabatan sebagai guru. melanggar perjanjian kerja dan/atau kesepakatan kerja bersama. ANWAR ARIFIN WK.. Pemberhentian guru karena batas usia pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan pada usia 60 (enam puluh) tahun. HERI AKHMADI WK. KETUA MENDIKNAS H. Bagian Kelima Pembinaan dan Pengembangan Pasal 32 (1) Pembinaan dan pengembangan guru meliputi pembinaan dan pengembangan profesi dan karier. melanggar sumpah dan janji jabatan. dan kompetensi profesional. ABDUL HAKAM NAJA WK.. dan promosi. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.(2) (3) (4) (5) e. F-KB ……………………. Guru diberhentikan tidak dengan hormat dari jabatan sebagai guru karena salah satu sebab sebagai berikut: a.. (3) Pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui jabatan fungsional. KETUA DRS.. F-PDS ……………………. F-BPD ……………………. kenaikan pangkat. sesuai dengan perjanjian kerja dan/atau kesepakatan kerja bersama antara penyelenggara pendidikan dengan guru. 13 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. melalaikan kewajiban dalam menjalankan tugas pekerjaan selama 1 (satu) bulan atau lebih secara terus menerus. kompetensi sosial. (2) Pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pembinaan kompetensi pedagogik. atau c.. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. (4) Pembinaan dan pengembangan karier sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penugasan. Pasal 31 (1) Pemberhentian guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dapat dilakukan setelah guru yang bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. Pemberhentian guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.. H.. kompetensi kepribadian. F-PKS ……………………..

KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. serta melaksanakan tugas tambahan. atau masyarakat. F-PDS ……………………. F-PKS ……………………. dan/atau masyarakat. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan. Pasal 35 (1) Beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran. F-PPP ……………………... HERI AKHMADI WK. berdedikasi luar biasa. H. KETUA DRS. KETUA MENDIKNAS H.. 14 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI.. . ANWAR ARIFIN WK. melaksanakan pembelajaran. ABDUL HAKAM NAJA WK. Pasal 34 (1) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membina dan mengembangkan profesi guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. (2) Guru yang gugur dalam melaksanakan tugas di daerah khusus memperoleh penghargaan dari Pemerintah. F-BPD ……………………... HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. pemerintah daerah. dan masyarakat. pemerintah daerah. (2) Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat wajib membina dan mengembangkan guru. penyelenggara pendidikan.Pasal 33 Menteri menetapkan kebijakan strategis pembinaan dan pengembangan profesi dan karier guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. F-PDIP ……………………. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan kegiatan pokok dan kegiatan tambahan diatur dengan Peraturan Pemerintah. membimbing dan melatih peserta didik. pemerintah daerah. DR.. dan masyarakat. SHI PROF. Bagian Keenam Penghargaan Pasal 36 (1) Guru yang berprestasi.. (2) Beban kerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. F-KB ……………………. (3) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan biaya untuk meningkatkan profesionalisme dan pengabdian guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. pemerintah daerah. menilai hasil pembelajaran.

intimidasi. tingkat kecamatan. tingkat desa/kelurahan. KETUA MENDIKNAS H. kenaikan pangkat istimewa. (3) Perlindungan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup perlindungan hukum terhadap tindak kekerasan. hari pendidikan nasional. dan/atau hari besar lain. birokrasi.. piagam. (3) Penghargaan kepada guru dapat diberikan dalam bentuk tanda jasa.. dan ayat (4) diatur dengan Peraturan Pemerintah. hari ulang tahun provinsi. dan/atau bentuk penghargaan lain. masyarakat. hari ulang tahun kabupaten/kota. DR. (2) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi perlindungan hukum. (4) Penghargaan kepada guru dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Pasal 38 Pemerintah dapat menetapkan hari guru sebagai penghargaan kepada guru yang diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.. tingkat provinsi. HERI AKHMADI WK. penyelenggara pendidikan. pelecehan terhadap 15 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. pemerintah daerah. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. F-KB ……………………. (2) Penghargaan dapat diberikan pada tingkat sekolah. pembatasan dalam menyampaikan pandangan. F-PDS ……………………. SHI PROF. pemerintah daerah. F-PPP ……………………. penyelenggara pendidikan. ABDUL HAKAM NAJA WK. H.. KETUA DRS. ayat (2). satuan pendidikan. dan/atau tingkat internasional. ancaman. organisasi guru. F-BPD ……………………. ayat (3). serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. . Bagian Ketujuh Perlindungan Pasal 39 (1) Pemerintah. ANWAR ARIFIN WK. atau pihak lain. uang. orang tua peserta didik. perlindungan profesi. (4) Perlindungan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.. dan/atau organisasi profesi wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas. pemberian imbalan yang tidak wajar. dan/atau masyarakat. F-PKS ……………………. tindakan diskriminatif.Pasal 37 (1) Penghargaan dapat diberikan oleh Pemerintah.. F-PDIP ……………………. hari ulang tahun satuan pendidikan. tingkat kabupaten/kota. hari guru nasional. atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian penghargaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).. tingkat nasional. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….

menetapkan dan menegakkan kode etik guru. 16 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI...profesi guru. KETUA MENDIKNAS H. (2) Organisasi profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi untuk memajukan profesi. karier. H. kesehatan lingkungan kerja. F-PDIP …………………….. melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru yang menjadi anggota. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. (5) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah dapat memfasilitasi organisasi profesi guru dalam pelaksanaan pembinaan dan pengembangan profesi guru. dan/atau risiko lain. F-PDS ……………………. F-PPP ……………………. ANWAR ARIFIN WK. memajukan pendidikan nasional. kesejahteraan. DR. F-PKS ……………………. SHI PROF.. (2) Guru dapat memperoleh cuti untuk studi dengan tetap memperoleh hak gaji penuh. dan e. HERI AKHMADI WK. Bagian Kesembilan Organisasi Profesi dan Kode Etik Pasal 41 (1) Guru dapat membentuk organisasi profesi yang bersifat independen. F-KB …………………….. risiko kebakaran pada waktu kerja. meningkatkan kompetensi. F-BPD ……………………. ABDUL HAKAM NAJA WK. Pasal 42 Organisasi profesi guru mempunyai kewenangan: a. Bagian Kedelapan Cuti Pasal 40 (1) Guru memperoleh cuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan. wawasan kependidikan. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. (4) Pembentukan organisasi profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. d. b.. dan pembatasan/pelarangan lain yang dapat menghambat guru dalam melaksanakan tugas.. . memberikan perlindungan profesi kepada guru yang menjadi anggota.. KETUA DRS. risiko bencana alam. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai cuti guru sebagaimana dimaksud pada pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Pemerintah. risiko kecelakaan kerja. (3) guru wajib menjadi anggota suatu organisasi profesi. c. dan pengabdian kepada masyarakat. (5) Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup perlindungan terhadap risiko gangguan keamanan kerja. perlindungan profesi. memberikan bantuan hukum kepada guru.

(4) Rekomendasi dewan kehormatan profesi guru sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus objektif. Pasal 46 (1) Kualifikasi akademik dosen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 diperoleh melalui pendidikan tinggi pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian... tidak diskriminatif. ANWAR ARIFIN WK. Sertifikasi.Pasal 43 (1) Untuk menjaga dan meningkatkan kehormatan dan martabat guru dalam pelaksanaan tugas sebagai tenaga profesional. (2) Dosen memiliki kualifikasi akademik minimum: 17 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. DR. F-BPD ……………………. sertifikat pendidik. F-PPP ……………………. dan Jabatan Akademik Pasal 45 Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik. KETUA DRS.. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. dan tidak bertentangan dengan anggaran dasar organisasi profesi serta peraturan perundang-undangan... F-PDIP ……………………. KETUA MENDIKNAS H.. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. F-PKS ……………………. (5) Organisasi profesi guru wajib melaksanakan rekomendasi dewan kehormatan guru sebagaimana dimaksud pada ayat (3). serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. HERI AKHMADI WK. BAB V DOSEN Bagian Kesatu Kualifikasi.. organisasi profesi guru membentuk kode etik. sehat jasmani dan rohani. (3) Dewan kehormatan guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan kode etik guru dan memberikan rekomendasi pemberian sanksi atas pelanggaran kode etik oleh guru.. F-KB ……………………. Pasal 44 (1) Dewan kehormatan guru dibentuk oleh organisasi profesi guru. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. dan memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan perguruan tinggi tempat bertugas. . kompetensi. H. Kompetensi. (2) Kode etik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi norma dan etika yang mengikat perilaku guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan. ABDUL HAKAM NAJA WK. (2) Keanggotaan serta mekanisme kerja dewan kehormatan guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam anggaran dasar organisasi profesi guru. F-PDS ……………………. SHI PROF.

. (2) Jenjang jabatan akademik dosen-tetap terdiri atas asisten ahli.a. KETUA MENDIKNAS H. lektor. memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya asisten ahli. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. 18 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-KB ……………………. (3) Seseorang yang memiliki keahlian dengan prestasi luar biasa dapat diangkat menjadi dosen.. ayat (2). (4) Pengaturan kewenangan jenjang jabatan akademik dan dosen-tidak tetap ditetapkan oleh setiap perguruan tinggi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. ABDUL HAKAM NAJA WK. F-PPP ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana. dan ayat (3) ditentukan oleh senat akademik perguruan tinggi. F-PDIP ……………………. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. (4) Ketentuan lain tentang kualifikasi akademik dan bidang keahlian dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1). F-PKS …………………….. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai sertifikat pendidik untuk dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Pemerintah. KETUA DRS. dan b. (3) Persyaratan untuk menduduki jabatan akademik profesor harus memiliki kualifikasi pendidikan doktor. SHI PROF. . lulus proses sertifikasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah. lektor kepala. b. F-BPD ……………………. HERI AKHMADI WK.. dan c. F-PDS ……………………. Pasal 47 (1) Sertifikat pendidik untuk dosen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 diberikan setelah memenuhi syarat sebagai berikut: a. ANWAR ARIFIN WK.. (2) Profesor memiliki kewajiban khusus untuk menulis buku dan karya ilmiah serta menyebarluaskan gagasannya untuk mencerahkan masyarakat. lulusan program doktor untuk program pascasarjana. Pasal 48 (1) Status dosen terdiri atas dosen-tetap dan dosen-tidak tetap. H.. (2) Pemerintah menetapkan perguruan tinggi yang terakreditasi untuk menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi sesuai dengan keperluan.. Pasal 49 (1) Profesor merupakan jabatan akademik tertinggi di perguruan tinggi yang mempunyai kewenangan membimbing calon doktor. DR. dan profesor. memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik pada perguruan tinggi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun..

memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual. (3) Setiap orang dapat diangkat secara langsung menduduki jenjang jabatan akademik tertentu berdasarkan hasil penilaian terhadap kualifikasi akademik. H. dan pengalaman yang dimiliki.. b. mimbar akademik.. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. sarana dan prasarana pembelajaran. memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi/organisasi profesi keilmuan. ABDUL HAKAM NAJA WK. F-KB ……………………. DR. HERI AKHMADI WK. untuk dapat diangkat menjadi dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(3) Profesor yang memiliki karya ilmiah atau karya monumental lainnya yang sangat istimewa dalam bidangnya dan mendapat pengakuan internasional dapat diberi gelar profesor paripurna. (2) Setiap orang... F-PDIP ……………………. (4) Pengaturan lebih lanjut tentang profesor paripurna sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh setiap perguruan tinggi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. akses sumber belajar. F-BPD ……………………. ANWAR ARIFIN WK. d. F-PDS ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. F-PPP ……………………. e. Pasal 50 (1) Setiap orang yang memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi dosen. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan pengangkatan serta penetapan jenjang jabatan akademik dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditentukan oleh setiap perguruan tinggi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. dosen berhak: a. memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.. wajib mengikuti proses seleksi. Bagian Kedua Hak dan Kewajiban Dosen Pasal 51 (1) Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. memiliki kebebasan akademik. ()2 Ketentuan lebih lanjut mengenai hak dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. dan f. .. KETUA MENDIKNAS H. c. dan otonomi keilmuan. informasi. KETUA DRS. SHI PROF. kompetensi. 19 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI.. F-PKS …………………….. mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.

SHI PROF.. H. HERI AKHMADI WK. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. (3) Tunjangan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). diberikan dalam bentuk subsidi oleh Pemerintah dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan. bagi dosen yang diangkat oleh perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat. serta maslahat tambahan yang terkait dengan tugas sebagai dosen yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi...Pasal 52 ()1 Penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf a meliputi gaji pokok. Pasal 54 (1) Pemerintah memberikan tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) kepada dosen yang diangkat oleh Pemerintah. ANWAR ARIFIN WK. KETUA MENDIKNAS H. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. dan kualifikasi yang sama... 20 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-PDIP ……………………. KETUA DRS. F-KB …………………….. F-PKS …………………….. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. ABDUL HAKAM NAJA WK. . tunjangan profesi. (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah memberikan subsidi tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (2) kepada dosen yang diangkat oleh perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat. F-PPP ……………………. tunjangan yang melekat pada gaji.. DR. (2) Tunjangan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok dosen yang diangkat oleh Pemerintah pada tingkatan. serta penghasilan lain yang berupa tunjangan fungsional. (3) Tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). masa kerja. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tunjangan profesi dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. F-PDS ……………………. tunjangan khusus. Pasal 53 (1) Pemerintah memberikan tunjangan profesi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) kepada dosen yang diangkat oleh Pemerintah dan satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang telah memiliki sertifikat pendidik. F-BPD ……………………. tunjangan kehormatan. ()2 Tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pasal 55 (1) Tunjangan khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) diberikan kepada dosen yang bertugas di daerah khusus. ANWAR ARIFIN WK. ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA MENDIKNAS H. F-PPP ……………………. F-PDIP ……………………. Pasal 57 (1) Maslahat tambahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) merupakan tambahan kesejahteraan yang diperoleh dalam bentuk tunjangan pendidikan. berhak atas rumah dinas yang disediakan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. HERI AKHMADI WK. (2) Tunjangan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok dosen yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah pada tingkatan. DR. Pasal 59 21 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. dan kualifikasi yang sama. (3) Tunjangan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). masa kerja.. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tunjangan kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah... F-KB ……………………. pelayanan kesehatan. masa kerja.. . KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. bagi daerah khusus. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tunjangan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. F-PDS ……………………. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. (2) Dosen yang diangkat oleh Pemerintah. serta kemudahan untuk memperoleh pendidikan bagi putra dan putri dosen. F-PKS ……………………. Pasal 56 (1) Pemerintah memberikan tunjangan kehormatan kepada profesor yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan setara 2 (dua) kali gaji pokok profesor yang diangkat oleh Pemerintah pada tingkatan.. dan kualifikasi yang sama. (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menjamin terwujudnya maslahat tambahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). KETUA DRS. dan penghargaan bagi dosen. atau bentuk kesejahteraan lain. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai maslahat tambahan dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. SHI PROF. asuransi pendidikan. beasiswa. Pasal 58 (1) Dosen yang mendalami dan mengembangkan bidang ilmu langka memperoleh anggaran dan fasilitas khusus dari Pemerintah atau pemerintah daerah. H. F-BPD ……………………..

d. F-PKS ……………………. merencanakan. b. hukum. c. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. F-PDIP …………………….. e.. Bagian Ketiga Wajib Kerja dan Ikatan Dinas Pasal 61 (1) Dalam keadaan darurat Pemerintah dapat memberlakukan ketentuan wajib kerja kepada dosen dan/atau warga negara Indonesia lainnya yang memenuhi kualifikasi akademik dan kompetensi untuk melaksanakan tugas dosen di daerah khusus. kondisi fisik tertentu.. dan pengabdian kepada masyarakat. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. melaksanakan pendidikan. ABDUL HAKAM NAJA WK. DR. serta nilai-nilai agama dan etika. 22 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. KETUA MENDIKNAS H. dan kode etik dosen. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. HERI AKHMADI WK. F-KB …………………….. dan seni.(1) Gaji dosen yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat mengacu pada peraturan perundang-undangan. f. F-BPD ……………………. atau untuk memenuhi kepentingan pembangunan daerah. memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. teknologi.. (2) Dosen yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat wajib memperoleh jaminan sosial tenaga kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan. F-PDS ……………………. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. dosen berkewajiban: a. KETUA DRS. agama. SHI PROF.. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai penugasan warga negara Indonesia sebagai dosen dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah atau diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah. ANWAR ARIFIN WK. meningkatkan dan mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. F-PPP ……………………. bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin. Pasal 62 (1) Pemerintah dapat menetapkan pola ikatan dinas bagi calon dosen untuk memenuhi kepentingan pembangunan pendidikan nasional. .. menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan. atau latar belakang sosioekonomi peserta didik dalam pembelajaran. ras.. Pasal 60 Dalam melaksanakan profesinya. H. melaksanakan proses pembelajaran. suku. penelitian.

KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. ANWAR ARIFIN WK. F-PPP ……………………. ABDUL HAKAM NAJA WK.. (2) Penempatan dosen yang diangkat oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 64 (1) Dosen yang diangkat oleh Pemerintah dapat ditempatkan pada jabatan struktural.(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pendidikan calon dosen dengan pola ikatan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah atau diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. dan Pemberhentian Pasal 63 (1) Pengangkatan dan penempatan dosen dilakukan secara objektif dan transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 23 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-PDIP ……………………. HERI AKHMADI WK.. F-PKS ……………………. . KETUA MENDIKNAS H... F-PDS …………………….. F-BPD ……………………. Pemindahan. (2) Pengangkatan dan penempatan dosen pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah diatur dengan Peraturan Pemerintah.. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. SHI PROF. Bagian Keempat Pengangkatan. KETUA DRS. Penempatan.. (4) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memfasilitasi satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dengan memberikan tunjangan bagi dosen untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu. (3) Pengangkatan dan penempatan dosen pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dilakukan oleh penyelenggara pendidikan yang bersangkutan berdasarkan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama. H. (3) Dosen pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dapat ditempatkan pada jabatan struktural dengan ketentuan sesuai dengan peraturan setiap perguruan tinggi. DR. F-KB …………………….. Pasal 65 Tenaga kerja asing yang dipekerjakan sebagai dosen pada satuan pendidikan di Indonesia wajib mematuhi peraturan perundang-undangan.

F-KB ……………………. KETUA MENDIKNAS H. .. d.. b. ABDUL HAKAM NAJA WK.. F-PPP ……………………. Pasal 68 (1) Pemberhentian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (2) dapat dilakukan setelah dosen yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk membela diri. melalaikan kewajiban dalam menjalankan tugas pekerjaan selama 1 (satu) bulan atau lebih secara terus menerus. tidak dapat melaksanakan tugas secara terus menerus selama 12 (dua belas) bulan karena sakit jasmani dan/atau rohani. telah mencapai batas usia pensiun. (4) Profesor yang berprestasi dapat diperpanjang batas usia pensiunnya sampai 70 (tujuh puluh) tahun. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. atau e. melanggar perjanjian kerja atau kesepakatan perjanjian kerja.. (2) Pemberhentian dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan oleh penyelenggara pendidikan berdasarkan peraturan perundang-undangan. F-BPD ……………………. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. DR. kecuali sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a dan huruf b. Pasal 67 (1) Dosen dapat diberhentikan dengan hormat dari jabatannya karena salah satu sebab sebagai berikut: a. H. F-PKS ……………………. melanggar sumpah dan janji jabatan. F-PDS ……………………. atau c. b. sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama antara penyelenggara pendidikan dan dosen. HERI AKHMADI WK. c. atas permintaan sendiri. (1) Dosen diberhentikan tidak dengan hormat dari jabatannya karena salah satu sebab berikut: a. (3) Pemberhentian dosen karena batas usia pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan pada usia 65 (enam puluh lima) tahun.Pasal 66 Pemindahan dosen pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat diatur oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan berdasarkan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama. ANWAR ARIFIN WK.. meninggal dunia. KETUA DRS. tidak dengan sendirinya diberhentikan sebagai pegawai negeri sipil.. SHI PROF. (2) Dosen yang diangkat oleh perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat yang diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan 24 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. (5) Dosen yang diangkat oleh Pemerintah yang diberhentikan dari jabatannya. F-PDIP ……………………..

melakukan penelitian. pemerintah daerah. membimbing dan melatih. 25 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. (3) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan biaya untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi dosen pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. . (2) Pembinaan dan pengembangan profesi dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pembinaan kompetensi pedagogik. F-KB ……………………. H. melakukan evaluasi pembelajaran.. ABDUL HAKAM NAJA WK. F-PDS ……………………. kompetensi kepribadian. pemerintah daerah. Bagian Kelima Pembinaan dan Pengembangan Pasal 69 (1) Pembinaan dan pengembangan dosen meliputi pembinaan dan pengembangan profesi dan karier. ANWAR ARIFIN WK. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. melaksanakan proses pembelajaran.. F-PDIP ……………………. F-PKS ……………………. Pasal 70 Menteri menetapkan kebijakan strategis pembinaan dan pengembangan profesi dan karier dosen pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. F-PPP ……………………. Pasal 72 (1) Beban kerja dosen mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran... dan masyarakat.. dan promosi. (4) Pembinaan dan pengembangan karier dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penugasan. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. DR. KETUA DRS. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. SHI PROF.sendiri dengan mendapat kompensasi finansial sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama.. dan kompetensi profesional. serta melakukan pengabdian kepada masyarakat.. F-BPD ……………………. melakukan tugas tambahan. (2) Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat wajib membina dan mengembangkan kompetensi dosen. KETUA MENDIKNAS H. Pasal 71 (1) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membina dan mengembangkan kompetensi dosen pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. HERI AKHMADI WK. (3) Pembinaan dan pengembangan profesi dosen dilakukan melalui jabatan fungsional. dan masyarakat. kompetensi sosial. kenaikan pangkat.

penyelenggara pendidikan. (2) Pemberian penghargaan dapat diberikan pada tingkat satuan pendidikan tingkat kabupaten/kota. (3) Penghargaan dapat diberikan dalam bentuk tanda jasa. H. uang. Pasal 74 (1) Penghargaan dapat diberikan oleh Pemerintah.. HERI AKHMADI WK.. dan/atau bentuk penghargaan lain. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan kegiatan pokok dan tugas tambahan dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh setiap perguruan tinggi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.. tingkat nasional. 26 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-BPD …………………….. HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. Bagian Ketujuh Perlindungan Pasal 75 (1) Pemerintah. ANWAR ARIFIN WK. (4) Penghargaan kepada dosen dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. F-PPP ……………………. dan/atau organisasi profesi wajib memberikan perlindungan terhadap dosen dalam pelaksanaan tugas. (2) Dosen yang gugur dalam melaksanakan tugas di daerah khusus memperoleh penghargaan dari Pemerintah. pemerintah daerah. kenaikan pangkat istimewa. pemerintah daerah. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. KETUA DRS. F-KB ……………………. organisasi dosen. SHI PROF. hari ulang tahun satuan pendidikan. DR. ABDUL HAKAM NAJA WK. Bagian Keenam Penghargaan Pasal 73 (1) Dosen yang berprestasi. (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian penghargaan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.(2) Beban kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurangkurangnya sepadan dengan 12 (dua belas) satuan kredit semester (SKS) dan sebanyak-banyaknya 16 (enam belas) satuan kredit semester (SKS). dan/atau masyarakat. Penyelenggara pendidikan. dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional. berdedikasi luar biasa. . tingkat provinsi. pemerintah daerah. dan/atau memperingati hari besar lain. dan/atau masyarakat. hari ulang tahun kabupaten/kota. dan tingkat internasional. KETUA MENDIKNAS H. hari ulang tahun provinsi.. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. F-PDS ……………………. piagam. F-PDIP ……………………. penyelenggara pendidikan. dan/atau bertugas di daerah khusus memperoleh penghargaan. F-PKS ……………………. satuan pendidikan..

KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. Bagian Kedelapan Cuti Pasal 76 (1) Dosen memperoleh cuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan (2) Dosen memperoleh cuti untuk studi dan penelitian atau untuk pengembangan ilmu pengetahuan. ancaman. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. (4) Perlindungan profesi adalah perlindungan yang berkaitan dengan risiko terhadap pelaksanaan tugas dosen sebagai tenaga profesional yang meliputi pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. F-BPD ……………………. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik. serta pembatasan/pelarangan lain yang dapat menghambat dosen dalam pelaksanaan tugas. tindakan diskriminatif.. pembatasan kebebasan akademik. perlindungan profesi.. dan/atau risiko lain. masyarakat. risiko kesehatan lingkungan kerja. F-PKS ……………………. 27 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. H. pemberian imbalan yang tidak wajar.(2) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi perlindungan hukum. (6) Dalam rangka kegiatan akademik. F-KB …………………….. risiko kecelakaan kerja. F-PDS ……………………. (3) Perlindungan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah perlindungan terhadap tindak kekerasan. intimidasi. teknologi. ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA DRS. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai cuti dosen sebagaimana dimaksud pada pada ayat (1) dan ayat (2)diatur dengan Peraturan Pemerintah. SHI PROF. dan seni dengan memperoleh hak gaji penuh. ANWAR ARIFIN WK. birokrasi. . (5) Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi perlindungan terhadap risiko gangguan keamanan kerja. mimbar akademik.. F-PDIP ……………………. HERI AKHMADI WK. DR.. risiko bencana alam. F-PPP ……………………. KETUA MENDIKNAS H. dan/atau pihak lain. dan otonomi keilmuan. risiko kebakaran pada waktu kerja.. BAB VI SANKSI Pasal 77 (1) Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 dapat dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan... orang tua peserta didik. dosen mendapat perlindungan untuk menggunakan data dan sumber yang dikategorikan terlarang oleh perundang-undangan yang berlaku. serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.

(5) Guru yang melakukan pelanggaran kode etik dikenai sanksi oleh organisasi profesi sebagaimana diatur dalam anggaran dasar organisasi profesi dan kode etik. e.. F-BPD ……………………. penurunan pangkat. peringatan tertulis.. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. penundaan pemberian hak guru.(2) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a.. F-PDIP ……………………. F-PKS ……………………. (6) Guru yang dikenai sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). atau f. pemberhentian dengan hormat. KETUA MENDIKNAS H. F-KB …………………….. d.. pemberhentian tidak dengan hormat.. SHI PROF. DR. 28 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. H. dan ayat (5) mempunyai hak membela diri. HERI AKHMADI WK.. KETUA DRS. teguran. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. ABDUL HAKAM NAJA WK. (4) Guru yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 dapat dikenai sanksi sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama. F-PDS ……………………. ayat (4). ayat (3). F-PPP ……………………. (3) Guru yang berstatus ikatan dinas yang tidak melaksanakan tugas sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama diberi sanksi sesuai dengan perjanjian ikatan dinas. b. ANWAR ARIFIN WK. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. ayat (2). . c..

F-BPD ……………………. peringatan tertulis. Pasal 79 (1) Penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. c. b. ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. KETUA DRS. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. F-KB ……………………. (2) Sanksi administratif bagi penyelenggara pendidikan dapat berupa: a. pembekuan kegiatan penyelenggaraan satuan pendidikan. penundaan pemberian hak dosen. F-PPP ……………………. atau d. . teguran. Pasal 59. atau f. KETUA MENDIKNAS H. (2) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. b. F-PDIP …………………….. e.. teguran. c. ANWAR ARIFIN WK. (4) Dosen yang berstatus ikatan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 yang tidak melaksanakan tugas sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama diberi sanksi sesuai dengan perjanjian ikatan dinas.. dan Pasal 71 diberi sanksi administratif oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Pasal 78 (1) Dosen yang diangkat oleh Pemerintah yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 dapat dikenai sanksi.. d. DR. Pasal 34. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. SHI PROF. H. 29 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. (5) Dosen yang dikenai sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) mempunyai hak membela diri. pemberhentian tidak dengan hormat. HERI AKHMADI WK. penurunan pangkat dan jabatan akademik. (3) Dosen yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 dapat dikenai sanksi sanksi sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama. peringatan tertulis.. pembatasan kegiatan penyelenggaraan satuan pendidikan. F-PDS ……………………. F-PKS …………………….... pemberhentian dengan hormat.

Pasal 83 30 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. DR. F-PPP ……………………. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. KETUA MENDIKNAS H.. ABDUL HAKAM NAJA WK. SHI PROF.. HERI AKHMADI WK.. Dosen yang belum memiliki sertifikat pendidik memperoleh tunjangan fungsional dan maslahat tambahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) dan ayat (2) paling lama 10 (sepuluh) tahun atau sampai guru tersebut telah memenuhi kewajiban memiliki sertifikat pendidik..BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 80 (1) Pada saat mulai berlakunya undang-undang ini: a. F-PKS ……………………. H. F-BPD …………………….. b. KETUA DRS. F-KB ……………………. ANWAR ARIFIN WK. . F-PDIP …………………….. (2) Guru yang belum memiliki kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud pada Undang-Undang ini wajib memenuhi kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik paling lama 10 (sepuluh) tahun sejak undang-undang ini diundangkan. Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik memperoleh tunjangan fungsional dan maslahat tambahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) dan ayat (2) paling lama 10 (sepuluh) tahun atau sampai guru tersebut telah memenuhi kewajiban memiliki sertifikat pendidik. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 82 (1) Pemerintah mulai melaksanakan program sertifikasi profesi pendidik paling lama dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak undang-undang ini diundangkan. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………... Pasal 81 Semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan guru dan dosen tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau diganti dengan peraturan baru berdasarkan undang-undang ini. (3) Tunjangan fungsional dan maslahat tambahan bagi guru dan dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan b dialokasikan melalui APBN dan APBD. F-PDS ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.

. F-PDS …………………….. F-PDIP …………………….. memerintahkan pengundangan UndangUndang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. HERI AKHMADI WK.. HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. Disahkan di Jakarta pada tanggal --PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SOESILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta Pada tanggal ---MENTERI HUKUM DAN HAM HAMID AWALUDIN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN – NOMOR – 31 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. SHI PROF. F-PKS …………………….. KETUA MENDIKNAS H. Pasal 84 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. ABDUL HAKAM NAJA WK.. ANWAR ARIFIN WK. H. F-PPP ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. KETUA DRS.. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. F-BPD ……………………. F-KB ……………………. DR.. Agar setiap orang mengetahuinya.Semua peraturan perundang-undangan yang diperlukan untuk melaksanakan undang-undang ini harus diselesaikan selambat-lambatnya 18 (delapan belas) bulan sejak Undang-Undang ini diundangkan.

peran. Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. F-PPP …………………….. H.. (4) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. oleh karena itu guru dan dosen mempunyai fungsi. ABDUL HAKAM NAJA WK.PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR ………. Kualitas manusia Indonesia tersebut dihasilkan melalui penyelenggaraan pendidikan bermutu. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. F-PDIP …………………….. (3) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. . F-KB ……………………... yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warganegara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Pasal 39 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 32 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. DR. mengamanatkan: (1) setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. dan (2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang diatur dalam undangundang. perdamaian abadi dan keadilan sosial. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. KETUA MENDIKNAS H. F-PDS …………………….. pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. HERI AKHMADI WK. F-BPD ……………………. Kualitas manusia yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia di masa yang akan datang adalah yang mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. F-PKS ……………………. UMUM Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa tujuan negara adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa.. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. TAHUN ……… TENTANG GURU DAN DOSEN I. KETUA DRS. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. ANWAR ARIFIN WK. dan kedudukan yang sangat strategis. (5) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. yang diatur dengan undang-undang. Untuk mewujudkan tujuan negara tersebut. SHI PROF. Selanjutnya.

maka pengakuan kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional mempunyai misi sebagai berikut. berakhlak mulia.. H. Dalam melaksanakan tugasnya. cakap.. 33 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. Sedangkan kedudukan dosen sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat dosen serta mengembangkan ilmu pengetahuan.. F-BPD ……………………. kompetensi. sehingga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya. 8. Berdasarkan visi dan misi tersebut. kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat guru serta perannya sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. dan seni untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. 1. dan kualifikasi akademik . serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. 5. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. SHI PROF. guru dan dosen harus memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimumnya. F-PDIP ……………………. KETUA MENDIKNAS H. 4. mandiri. sehat. meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. ABDUL HAKAM NAJA WK. Sertifikat tersebut merupakan pengakuan atas kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. teknologi. meningkatkan mutu pendidikan nasional . menjamin hak dan kewajiban guru dan dosen . dan 9. ANWAR ARIFIN WK.. dan pendidikan tinggi perlu dikukuhkan dengan pemberian sertifikat pendidik. . Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional mempunyai visi terwujudnya penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalitas untuk memenuhi hak yang sama bagi setiap warga negara dalam memperoleh pendidikan yang bermutu. Sejalan dengan fungsi tersebut. 2. meningkatkan kompetensi guru dan dosen . Untuk meningkatkan penghargaan terhadap pekerjaan guru dan dosen. F-KB ……………………. HERI AKHMADI WK. F-PKS ……………………. F-PDS ……………………. mengurangi kesenjangan ketersediaan guru dan dosen antar daerah dari segi jumlah. 3. kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.. Dengan visi tersebut di atas. kreatif. mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antar daerah . F-PPP ……………………. meningkatkan mutu pembelajaran . DR. berilmu. 7.menyatakan bahwa pendidik merupakan tenaga profesional.. mutu... 6. KETUA DRS. yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. mengangkat martabat guru dan dosen . kedudukan guru dan dosen pada jenjang pendidikan dasar. pendidikan menengah. memajukan profesi serta dan karier guru dan dosen .

ABDUL HAKAM NAJA WK. kualifikasi akademik. maupun kompetensi yang dilakukan secara merata. misi. 6. H. 4. perlu juga diperhatikan upaya-upaya memaksimalkan fungsi dan peran strategis guru dan dosen yang meliputi: penegakan hak dan kewajiban guru sebagai tenaga profesional.. 8. kepegawaian. pembinaan dan pengembangan profesi guru dan dosen. maka diperlukan Undang-Undang ini memerlukan strategi yang meliputi: 1. serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. penempatan. dan transparan untuk menjamin keberlangsungan pendidikan. Sehubungan dengan hal itu. penguatan kesetaraan antara guru dan dosen yang bertugas pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah dengan guru dan dosen yang bertugas pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat . keuangan. 34 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. DR.. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. F-PPP ……………………. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. penguatan tanggungjawab dan kewajiban Pemerintah dan pemerintah daerah dalam merealisasikan pencapaian anggaran pendidikan untuk memenuhi hak dan kewajiban guru dan dosen sebagai tenaga profesional . Pengakuan kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional merupakan bagian dari pembaharuan sistem pendidikan nasional yang pelaksanaannya memperhatikan berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan. 3. ANWAR ARIFIN WK. dan pemberhentian guru dan dosen sesuai dengan kebutuhan baik jumlah. penyelenggaraan sertifikasi pendidik berdasarkan kualifikasi akademik dan kompetensi profesional. SHI PROF. F-BPD ……………………. perlindungan profesi. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. Berdasarkan visi.. perlindungan hukum. peningkatan peran organisasi profesi untuk menjaga dan meningkatkan kehormatan dan martabat guru dan dosen dalam pelaksanaan tugas sebagai tenaga profesional . F-KB …………………….. peningkatan peran serta masyarakat dalam memenuhi hak dan kewajiban guru dan dosen. dan pemerintahan daerah. pemenuhan hak dan kewajiban guru dan dosen sebagai tenaga profesional yang sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalitas. F-PKS ……………………..Selain itu. ketenagakerjaan.. 2. diperlukan pengaturan tentang kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional dalam suatu Undang-Undang tentang Guru dan Dosen. 7. HERI AKHMADI WK. penyelenggaraan kebijakan strategis dalam pembinaan dan pengembangan profesi guru dan dosen untuk meningkatkan profesionalitas dan pengabdian para guru dan dosen . dan 9. dan pertimbangan-pertimbangan seperti tersebut di atas. 5. objektif. .. peningkatan pemberian penghargaan dan jaminan perlindungan terhadap guru dan dosen dalam pelaksanaan tugas profesional . F-PDIP ……………………. penyelenggaraan kebijakan strategis dalam pengangkatan. F-PDS ……………………. pemindahan.. KETUA DRS. KETUA MENDIKNAS H.

H. HERI AKHMADI WK. F-BPD ……………………. ABDUL HAKAM NAJA WK. F-PDIP ……………………. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………..II.. ANWAR ARIFIN WK. perekayasa pembelajaran. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. F-PDS ……………………... KETUA DRS. Ayat (2) Cukup jelas. Pasal 5 Cukup jelas. pemacu. DR. Pasal 6 Cukup jelas. F-KB ……………………. F-PPP ……………………. KETUA MENDIKNAS H.. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. Pasal 2 Ayat (1) Guru sebagai tenaga profesional mengandung arti bahwa pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik. dan sertifikat pendidik sesuai dengan persyaratan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 4 Yang dimaksud dengan guru sebagai agen pembelajaran (learning agent) pada ketentuan ini adalah peran guru antara lain sebagai fasilitator. Pasal 3 Ayat (1) Cukup Jelas. motivator. kompetensi. SHI PROF. dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik.. F-PKS ……………………. 35 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI.. .

KETUA DRS. Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas. huruf c.. 36 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. huruf e. ABDUL HAKAM NAJA WK. Cukup jelas huruf f. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. Cukup jelas. Cukup jelas huruf d. Cukup jelas huruf i... F-PDS …………………….. H. Cukup jelas.. KETUA MENDIKNAS H. huruf b. Cukup jelas. DR. SHI PROF. Cukup jelas. F-PPP ……………………. huruf g. huruf h. ... Cukup jelas. F-PKS …………………….. F-KB ……………………. ANWAR ARIFIN WK. HERI AKHMADI WK. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. F-BPD …………………….Pasal 7 Ayat (1) huruf a. F-PDIP …………………….

. Kondisi kesehatan fisik dan mental tersebut tidak ditujukan kepada penyandang cacat. KETUA DRS. HERI AKHMADI WK. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. Pasal 9 Cukup jelas. F-PDIP …………………….. Ayat (3) Cukup Jelas. ANWAR ARIFIN WK. F-PPP ……………………. KETUA MENDIKNAS H. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.Pasal 8 Yang dimaksud dengan sehat jasmani dan rohani dalam ketentuan ini adalah kondisi kesehatan fisik dan mental yang memungkinkan guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. DR. Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik. sesama guru.. F-BPD …………………….. adalah kemampuan mengelola Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap. F-PDS ……………………. berakhlak mulia. SHI PROF. Pasal 12 37 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. Ayat (4 Cukup Jelas. dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. .. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup Jelas.. dan masyarakat sekitar. ABDUL HAKAM NAJA WK. F-KB ……………………. Pasal 11 Ayat (1) Cukup Jelas. F-PKS …………………….. H.. orangtua/wali peserta didik. arif. Pasal 10 Ayat (1) Kompetensi pedagogik pembelajaran peserta didik.

F-KB ……………………. F-PDS …………………….. ANWAR ARIFIN WK. F-PKS …………………….. . F-PPP ……………………. SHI PROF.Cukup Jelas. KETUA MENDIKNAS H. DR. H. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK... KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. Ayat (2) Cukup Jelas 38 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-BPD …………………….. ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA DRS. F-PDIP …………………….... Pasal 13 Ayat (1) Cukup Jelas. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. HERI AKHMADI WK.

SHI PROF. huruf j Cukup jelas. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. ANWAR ARIFIN WK. Cukup jelas... F-KB ……………………. KETUA DRS. huruf b. huruf h. Cukup jelas.. Cukup jelas huruf d. Cukup jelas. F-PDIP ……………………. Cukup jelas. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. huruf k .. huruf c. KETUA MENDIKNAS H. .. HERI AKHMADI WK. F-PKS ……………………. huruf g. Cukup jelas. Cukup jelas. DR. Ayat (2) Cukup jelas Cukup jelas 39 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI.. Cukup jelas. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. ABDUL HAKAM NAJA WK. huruf e. Cukup jelas huruf f. huruf i.. H. F-PPP …………………….. F-BPD ……………………. F-PDS …………………….Pasal 14 Ayat (1) huruf a.

dan masa kerja. rekreasi. F-PPP ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. Ayat (3) 40 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI.. pangan. SHI PROF. papan. Tunjangan profesi adalah tunjangan yang diberikan kepada guru yang memiliki sertifikat pendidik penghasilan sebagai penghargaan atas profesionalitasnya... KETUA DRS.. Ayat (2) Cukup jelas.. . ABDUL HAKAM NAJA WK. HERI AKHMADI WK. F-PKS ……………………. F-PDIP ……………………. Gaji pokok adalah satuan penghasilan yang berdasarkan pangkat.. F-BPD ……………………. dan jaminan hari tua.. pendidikan. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. golongan..Pasal 15 Ayat (1) Yang dimaksud dengan penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum adalah pendapatan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup guru dan keluarganya secara wajar baik sandang. DR. kesehatan. F-KB ……………………. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. Tunjangan khusus adalah kompensasi bagi guru yang bertugas di daerah khusus. Ayat (2) Cukup jelas. F-PDS ……………………. ditetapkan Tunjangan yang melekat pada gaji adalah tambahan penghasilan sebagai komponen kesejahteraan yang ditentukan berdasarkan jumlah tanggungan keluarga. ANWAR ARIFIN WK. Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Pasal 16 Ayat (1) Cukup jelas. H. KETUA MENDIKNAS H.

. DR. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. ... 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 49 ayat (1) dan Ayat (4). Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 19 Ayat (1) Yang dimaksud dengan kemudahan untuk memperoleh pendidikan bagi putra-putri guru berupa kesempatan dan keringanan biaya pendidikan bagi putra-putri guru yang telah memenuhi syarat41 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-KB ……………………. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 49 ayat (1). HERI AKHMADI WK.... F-PDIP ……………………. F-PPP ……………………. ABDUL HAKAM NAJA WK. SHI PROF.. KETUA DRS. H.Tunjangan profesi dapat diperhitungkan sebagai bagian dari dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan untuk memenuhi ketentuan dalam UU No. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Tunjangan fungsional dapat diperhitungkan sebagai bagian dari dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-undang No. Pasal 17 Ayat (1) Cukup Jelas. F-BPD ……………………. F-PDS ……………………. F-PKS ……………………. Ayat (4) Cukup jelas. Pasal 18 Ayat (1) Cukup Jelas. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. ANWAR ARIFIN WK. KETUA MENDIKNAS H.

Ayat (2) Cukup jelas Pasal 22 Ayat (1) Cukup Jelas. Cukup jelas Huruf e. Cukup jelas Pasal 21 Ayat (1) Cukup Jelas. F-BPD ……………………. H.. Pasal 20 Huruf a.. Ayat (3) Cukup Jelas.. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. KETUA MENDIKNAS H.. Cukup jelas Huruf b.syarat akademik untuk menempuh pendidikan di satuan pendidikan tertentu. Cukup jelas Huruf c. SHI PROF. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. HERI AKHMADI WK. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. ABDUL HAKAM NAJA WK. F-KB …………………….. Cukup jelas Huruf d. F-PPP ……………………. ANWAR ARIFIN WK.. Ayat (2) Cukup Jelas. F-PDS …………………….. . KETUA DRS.. DR. F-PKS ……………………. Ayat (2) Cukup jelas 42 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-PDIP …………………….

KETUA DRS. Ayat (4) Cukup jelas Pasal 25 Ayat (1) Cukup Jelas. F-PDIP ……………………. F-KB ……………………. Pasal 26 Ayat (1) Cukup Jelas.Pasal 23 Ayat (1) Cukup Jelas. ABDUL HAKAM NAJA WK.. F-PKS ……………………. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 24 Ayat (1) Cukup Jelas. F-PPP ……………………. ANWAR ARIFIN WK. F-BPD ……………………. F-PDS ……………………... H. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. . SHI PROF. KETUA MENDIKNAS H. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup Jelas... HERI AKHMADI WK. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. Ayat (2) Cukup jelas 43 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI.. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup Jelas. DR.

KETUA DRS. HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. KETUA MENDIKNAS H. Ayat (5) Cukup jelas Pasal 30 Ayat (1) Huruf a Cukup jelas 44 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI.Pasal 27 Cukup jelas Pasal 28 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Ayat (5) Cukup jelas Pasal 29 Ayat (1) Cukup Jelas.. F-PDIP ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup Jelas. H.. DR. F-PKS ……………………. F-BPD ……………………. F-PDS ……………………. SHI PROF. F-PPP ……………………. ... HERI AKHMADI WK. ANWAR ARIFIN WK. ABDUL HAKAM NAJA WK.... F-KB ……………………. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….

. HERI AKHMADI WK. H. Cukup jelas huruf e. F-PPP ……………………. KETUA DRS. Cukup jelas. ANWAR ARIFIN WK.. DR. huruf b. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. Cukup jelas. Cukup jelas. Ayat (2) huruf a. Cukup jelas. F-PDS …………………….. SHI PROF. F-KB ……………………. huruf d. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. F-PDIP ……………………. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 32 Ayat (1) 45 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. huruf c. Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Ayat (5) Cukup jelas Pasal 31 Ayat (1) Cukup Jelas. ABDUL HAKAM NAJA WK..huruf b.. Cukup jelas. huruf c.. F-PKS ……………………. KETUA MENDIKNAS H.. F-BPD ……………………. ..

KETUA DRS. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. Pasal 33 Cukup Jelas. Pasal 34 Ayat (1) Cukup Jelas. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 36 Ayat (1) Cukup jelas. F-PDIP …………………….. SHI PROF. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup Jelas. ABDUL HAKAM NAJA WK. Ayat (2) 46 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. KETUA MENDIKNAS H.. F-PPP ……………………. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 35 Ayat (1) Cukup Jelas. H. F-PKS ……………………... F-PDS ……………………. DR. ANWAR ARIFIN WK. F-KB ……………………..Cukup Jelas. HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. F-BPD …………………….. . HERI AKHMADI WK.

Ayat (2) Cukup Jelas. Pasal 37 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup Jelas. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. . HERI AKHMADI WK. SHI PROF. Ayat (5) Cukup jelas Pasal 38 Cukup jelas Pasal 39 Ayat (1) Cukup Jelas.. KETUA DRS. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. F-PDIP ……………………... ABDUL HAKAM NAJA WK. F-PDS ……………………. Ayat (5) Cukup jelas Pasal 40 Ayat (1) 47 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. H. F-KB …………………….. F-PKS ……………………. ANWAR ARIFIN WK. DR. F-BPD ……………………. KETUA MENDIKNAS H.. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. F-PPP ……………………. Ayat (4) Cukup jelas..Cukup jelas.

Cukup Jelas. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 41 Ayat (1) Cukup Jelas. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup Jelas. Ayat (5) Cukup Jelas. Pasal 42 Huruf a Cukup jelas huruf b. Cukup jelas. huruf c. Cukup jelas. huruf d. Cukup jelas huruf e. Cukup jelas. Pasal 43 Ayat (1)
48 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI, SHI

PROF. DR. H. ANWAR ARIFIN WK. KETUA MENDIKNAS

H. HERI AKHMADI WK. KETUA

DRS. ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA MENKUMHAM

MASDUKI BAIDLOWI WK. KETUA

BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. F-KB …………………….. F-PDIP …………………….. F-PKS …………………….. F-PPP …………………….. F-BPD ……………………..

HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. F-PDS ……………………..

Cukup Jelas. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 44 Ayat (1) Cukup Jelas. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup Jelas. Ayat (5) Cukup Jelas. Pasal 45 Yang dimaksud dengan sehat jasmani dan rohani dalam ketentuan ini adalah kondisi kesehatan fisik dan mental yang tidak mengganggu guru dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 46 Ayat (1) Cukup Jelas. Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b. Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Pasal 47 Ayat (1)
49 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI, SHI

PROF. DR. H. ANWAR ARIFIN WK. KETUA MENDIKNAS

H. HERI AKHMADI WK. KETUA

DRS. ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA MENKUMHAM

MASDUKI BAIDLOWI WK. KETUA

BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. F-KB …………………….. F-PDIP …………………….. F-PKS …………………….. F-PPP …………………….. F-BPD ……………………..

HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. F-PDS ……………………..

Huruf a Cukup jelas Huruf b. Cukup jelas. Huruf c. Cukup jelas. Ayat (2) Cukup Jelas. Ayat (3) Cukup Jelas.

Pasal 48 Ayat (1) Yang dimaksud dengan dosen tetap adalah dosen yang bekerja penuh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tetap pada perguruan tinggi tertentu. Yang dimaksud dengan dosen tidak tetap adalah dosen yang bekerja paruh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tidak tetap pada perguruan tinggi tertentu Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup Jelas. Pasal 49 Ayat (1) Cukup Jelas. Ayat (2)
50 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI, SHI

PROF. DR. H. ANWAR ARIFIN WK. KETUA MENDIKNAS

H. HERI AKHMADI WK. KETUA

DRS. ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA MENKUMHAM

MASDUKI BAIDLOWI WK. KETUA

BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. F-KB …………………….. F-PDIP …………………….. F-PKS …………………….. F-PPP …………………….. F-BPD ……………………..

HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. F-PDS ……………………..

KETUA MENDIKNAS H. Pasal 50 Ayat (1) Cukup Jelas. F-PDS ……………………. KETUA DRS. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. Cukup jelas huruf e... F-PDIP ……………………. SHI PROF. Ayat (4) Cukup jelas Pasal 51 Ayat (1) huruf a Cukup jelas huruf b. Cukup jelas... H. F-PPP ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. .. ABDUL HAKAM NAJA WK. Cukup jelas. DR. F-PKS …………………….Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup Jelas. HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. HERI AKHMADI WK. huruf c. F-KB ……………………. Huruf f Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas 51 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-BPD ……………………. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Yang dimaksud secara langsung adalah tanpa berjenjang. huruf d.. Cukup jelas. ANWAR ARIFIN WK.

kesehatan. daerah konflik. Maslahat tambahan adalah tambahan kesejahteraan yang diperoleh dalam bentuk asuransi. ditetapkan Tunjangan yang melekat pada gaji adalah tambahan penghasilan sebagai komponen kesejahteraan yang ditentukan berdasarkan jumlah tanggungan keluarga. F-PPP ……………………. KETUA DRS. Tunjangan khusus adalah kompensasi bagi guru yang bertugas di daerah terpencil. pangan.. ANWAR ARIFIN WK... KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….... ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA MENDIKNAS H. F-PDIP ……………………. daerah yang mengalami bencana alam. F-BPD ……………………. atau keadaan darurat lainnya. atau bentuk kesejahteraan lainnya. SHI PROF. DR. HERI AKHMADI WK. Tunjangan profesi adalah penghasilan sebagai penghargaan atas profesi guru yang ditetapkan berdasarkan tingkat profesionalitas. F-PKS ……………………. golongan. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. Ayat (2) Cukup jelas 52 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. konkordan Ayat (2) Cukup jelas Pasal 53 Ayat (1) Cukup Jelas. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. dan masa kerja. F-KB ……………………. rekreasi. F-PDS ……………………. dan jaminan hari tua. pelayanan kesehatan. pendidikan... papan. H.. Gaji pokok adalah satuan penghasilan yang berdasarkan pangkat.Pasal 52 Ayat (1) Yang dimaksud dengan penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum adalah pendapatan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup guru dan keluarganya secara wajar baik sandang. . Tunjangan khusus dimaksudkan sebagai kompensasi atas kesulitan hidup yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan tugasnya di daerah khusus.

KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. KETUA DRS.. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 55 Ayat (1) Cukup Jelas. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 49 ayat (1) dan ayat (4). SHI PROF. F-KB ……………………. F-PKS ……………………. DR.. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Tunjangan khusus dapat diperhitungkan sebagai bagian dari dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang No. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. ANWAR ARIFIN WK... F-PPP ……………………. Ayat (4) Cukup jelas Pasal 54 Ayat (1) Cukup Jelas. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. HERI AKHMADI WK. KETUA MENDIKNAS H. ABDUL HAKAM NAJA WK.. F-PDS …………………….Ayat (3) Cukup Jelas. F-BPD ……………………. .. Ayat (4) Cukup jelas Pasal 56 Ayat (1) Cukup jelas 53 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-PDIP ……………………. H..

F-PKS ……………………. ANWAR ARIFIN WK. Yang dimaksud dengan pendanaan dan fasilitas khusus adalah alokasi biaya dan kemudahan yang diperuntukkan bagi dosen yang mendalami ilmu langka tersebut. ABDUL HAKAM NAJA WK. dan/atau mempunyai nilai-nilai strategis serta tidak banyak diminati. F-PPP ……………………... F-PDIP ……………………. Ayat (2) Cukup jelas.. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. Pasal 59 Ayat (1) Cukup Jelas.. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 60 Huruf a Cukup jelas huruf b. DR. SHI PROF. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. F-BPD ……………………. HERI AKHMADI WK. F-KB ……………………. H. F-PDS …………………….Ayat (2) Cukup jelas Pasal 57 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 58 Ayat (1) Yang dimaksud dengan bidang ilmu yang langka adalah ilmu yang sangat khas.. .. 54 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. KETUA MENDIKNAS H. Cukup jelas... KETUA DRS. memiliki tingkat kesulitan tinggi.

. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. ABDUL HAKAM NAJA WK. Cukup jelas huruf e. HERI AKHMADI WK.. 55 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. Cukup jelas.. F-KB ……………………. F-PPP ……………………..huruf c. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Pasal 64 Ayat (1) Cukup Jelas. F-PKS ……………………. Huruf f Cukup jelas Pasal 61 Ayat (1) Cukup Jelas. SHI PROF. huruf d. . DR. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 63 Ayat (1) Cukup Jelas.... H. F-PDIP ……………………. F-BPD ……………………. KETUA DRS. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 62 Ayat (1) Cukup Jelas. F-PDS ……………………. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. ANWAR ARIFIN WK. HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. Cukup jelas. KETUA MENDIKNAS H.

Cukup jelas. ANWAR ARIFIN WK. F-PDIP ……………………. F-BPD ……………………. H. SHI PROF. KETUA DRS.. F-PKS ……………………. F-KB ……………………. huruf c. Cukup jelas.. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. F-PPP …………………….. Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas 56 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. Cukup jelas. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. Ayat (2) Huruf a Cukup jelas huruf b. huruf c. Cukup jelas huruf e.Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 65 Cukup jelas Pasal 66 Cukup jelas Pasal 67 Ayat (1) Huruf a Cukup jelas huruf b... .. KETUA MENDIKNAS H. Cukup jelas. Cukup jelas. DR. F-PDS ……………………. HERI AKHMADI WK. huruf d.. ABDUL HAKAM NAJA WK.

F-PDS ……………………. KETUA DRS.. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. DR.Ayat (5) Cukup jelas Ayat (6) Cukup jelas Pasal 68 Ayat (1) Cukup Jelas.. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. H. F-PKS …………………….. F-BPD ……………………. SHI PROF. HERI AKHMADI WK... F-PDIP …………………….. KETUA MENDIKNAS H. ABDUL HAKAM NAJA WK. . Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) 57 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-PPP ……………………. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 69 Ayat (1) Cukup Jelas. ANWAR ARIFIN WK. F-KB ……………………. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Pasal 70 Cukup jelas Pasal 71 Ayat (1) Cukup Jelas. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………..

Ayat (2) Cukup jelas 58 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-PDS ……………………. KETUA MENDIKNAS H.. F-BPD ……………………. .. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. F-KB ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Ayat (5) Cukup jelas Pasal 75 Ayat (1) Cukup Jelas. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 74 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup Jelas. F-PDIP …………………….. SHI PROF.. F-PPP ……………………. DR. H. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 73 Ayat (1) Cukup Jelas. ABDUL HAKAM NAJA WK.. KETUA DRS. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. HERI AKHMADI WK. F-PKS …………………….. ANWAR ARIFIN WK.Cukup jelas Pasal 72 Ayat (1) Cukup Jelas..

huruf d. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. huruf e. 59 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI.. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 77 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas huruf b. H. KETUA MENDIKNAS H. F-PDIP ……………………. F-BPD ……………………. F-PDS …………………….. ANWAR ARIFIN WK. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG …………………….. Ayat (4) Cukup jelas Ayat (5) Cukup Jelas..Ayat (3) Cukup Jelas. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. F-PPP ……………………... . DR. Cukup jelas. Cukup jelas. F-KB ……………………. Ayat (6) Cukup jelas Pasal 76 Ayat (1) Cukup Jelas. Cukup jelas. huruf c. ABDUL HAKAM NAJA WK. HERI AKHMADI WK. Cukup jelas. KETUA DRS.. SHI PROF. F-PKS ……………………..

Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas 60 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. DR. Cukup jelas. H. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. F-KB ……………………. ANWAR ARIFIN WK. Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Ayat (5) Cukup jelas Ayat (6) Cukup jelas Pasal 78 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas huruf b.. F-PDS ……………………. Cukup jelas. F-PDIP ……………………. F-BPD ……………………. huruf c.. ABDUL HAKAM NAJA WK. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. Cukup jelas. huruf e. Cukup jelas. HERI AKHMADI WK.. .. F-PKS …………………….. F-PPP ……………………. SHI PROF. KETUA DRS. Cukup jelas.. huruf f. KETUA MENDIKNAS H.. Cukup jelas. huruf d.huruf f.

KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. ANWAR ARIFIN WK.. SHI PROF. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 81 Cukup jelas Pasal 82 Ayat (1) Cukup Jelas.Ayat (5) Cukup jelas Pasal 79 Ayat (1) Cukup Jelas. F-BPD …………………….. .. huruf d.. Cukup jelas. KETUA DRS. Ayat (2) Huruf a Cukup jelas huruf b. F-PDIP ……………………. Pasal 80 Ayat (1) Cukup Jelas. HERI AKHMADI WK. Cukup jelas.. KETUA MENDIKNAS H.. F-KB ……………………. ABDUL HAKAM NAJA WK. DR. F-PPP ……………………. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. F-PDS ……………………. huruf c. Cukup jelas. H. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. F-PKS ……………………... Ayat (2) Cukup Jelas. Pasal 83 Cukup jelas 61 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI.

. HAMID AWALUDIN F-PAN ……………………. ABDUL HAKAM NAJA WK... KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. HERI AKHMADI WK. DR. F-PPP ……………………..Pasal 84 Cukup jelas 62 PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. . F-BPD ……………………. KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK.. F-KB ……………………. H. SHI PROF.. F-PKS ……………………. ANWAR ARIFIN WK.. F-PDS ……………………. KETUA MENDIKNAS H.. F-PDIP ……………………. KETUA DRS.

PIMPINAN KOMISI X DPR-RI KETUA ZUBER SAFAWI. F-PDIP …………………….. . DR.. F-KB ……………………. HERI AKHMADI WK.. SHI i PROF. KETUA DRS. F-PPP ……………………. H. F-PKS ……………………. KETUA BAMBANG SUDIBYO F-PG ……………………. ABDUL HAKAM NAJA WK. ANWAR ARIFIN WK. HAMID AWALUDIN F-PAN …………………….. KETUA MENDIKNAS H... KETUA MENKUMHAM MASDUKI BAIDLOWI WK. F-PDS ……………………... F-BPD …………………….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful