MA Tolak Kasasi tentang Ujian Nasional By admin Thursday, November 26, 2009 04:01:00 Pemerintah Dianggap Lalai MA Tolak Kasasi tentang

Ujian Nasional Kamis, 26 November 2009 04:01 WIB

Clicks: 600

JAKARTA--MI: Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan pemerintah terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional (Unas). Dalam laman MA, di Jakarta, Rabu (25/11), disebutkan, pemohon dalam perkara tersebut yakni pihak negara RI cq Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Negara RI cq Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla --saat permohonan itu diajukan--, Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo --saat permohonan itu diajukan. Kemudian, Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional cq Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Bambang Soehendro melawan Kristiono dkk (selaku para termohon Kasasi dahulu para Penggugat/para Terbanding). Menolak permohonan kasasi para pemohon, demikian laman itu menyebutkan. Selain itu, MA juga membebankan para Pemohon Kasasi/para Tergugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp500 ribu. Putusan itu sendiri diucapkan dalam Rapat Permusyawaratan hakim agung pada 14 September 2009 dengan ketua majelis hakim, Abbas Said, dan anggota Mansyur Kartayasa dan Imam Harjadi. Dengan putusan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa UN yang selama ini dilakukan adalah cacat hukum, dan selanjutnya UN dilarang untuk diselenggarakan. Adanya putusan tersebut, sekaligus menguatkan dengan putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta pada 6 Desember 2007, namun pemerintah tetap menyelenggaran UN untuk 2008 dan 2009. Pemerintah dianggap telah lalai dalam meningkatkan kualitas guru baik sarana maupun prasarana, hingga pemerintah diminta untuk memperhatikan terjadinya gangguan psikologis dan mental para siswa sebagai dampak dari penyelenggaran UN. (Ant/OL-03) http://www.mediaindonesia.com/read/2009/11/26/108036 /88/14/MA-Tolak-Kasasi-tentang-Ujian-Nasional More.

terhadap putusan bebas dapat dimintakan kasasi. yaitu putusan bebas murni atau bebas tidak murni. Sedangkan dalil hukum yang digunakan Jaksa/Penuntut Umum dalam memajukan kasasi terhadap putusan bebas adalah selalu sama yaitu mengacu pada Keputusan Menteri Kehakiman RI No. melainkan putusan “bebas tidak murni”. Dan secara prinsip hukum pidana. ”. baik upaya hukum biasa maupun upaya hukum luar biasa. terdakwa atau penuntut umum dapat mengajukan permintaan pemeriksaan kasasi kepada Mahkamah Agung kecuali terhadap putusan bebas” Namun dalam praktiknya Jaksa/Penuntut Umum selalu tidak mengindahkan ketentuan ini. dan putusan PK tersebut tidak boleh ada pengaruhnya terhadap diri terpidana. yang ada hanya “Putusan Bebas”. Dalam peradilan pidana terhadap pihak-pihak yang tidak puas dapat dilakukan upaya hukum.8 tahun 1981 tentang KUHAP.07. adalah Melanggar Hukum. terpidana atau ahli warisnya dapat mengajukan permintaan peninjauan kembali kepada Mahkamah Agung. Dalam ilmu hukum pidana ada disebut PK yang dilakukan oleh Jaksa. yang berbunyi “Terhadap putusan perkara pidana yang diberikan pada tingkat terakhir oleh pengadilan lain selain dari pada Mahkamah Agung. namun dalam hal ini Jaksa hanya dibenarkan mengajukan PK jika itu dilakukan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. “ Terdahadap putusan bebas tidak dapat dimintakan banding. M. sehingga secara a contrario hanya terpidana yang dapat mengajukan Peninjauan Kembali. Begitu juga upaya Jaksa melakukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan Mahkamah Agung yang sudah final (inkracht va gewijsde) yang bertujuan akan memberi pengaruh terhadap status hukum diri terdakwa/terpidana. Ketentuan hukumnya sudah sangat jelas bahwa di dalam pasal 244 KUHAP tidak membedakan apakan putusan bebas tersebut murni atau tidak. “ terhadap putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.Kasasi dan PK Jaksa yang “Melanggar Hukum” Oleh : Drs. keadilan dan kebenaran. Tapi dalam praktiknya telah dilakukan dikotomi.” Pasal ini tidak menyebutkan ada kata “Jaksa”. hampir semua putusan bebas oleh Penuntut Umum tetap dimajukan kasasi. Secara hukum dapat dipastikan TPP KUHAP dan Yurisprudensi tidak kuat atau tidak dapat dijadikan dalil hukum bagi Jaksa/Penuntut Umum untuk melakukan kasasi terhadap putusan bebas sebagaimana dimaksud di dalam pasal 244 KUHAP. dalam hal ini berupa . Adapun tentang alasan Jaksa/Penuntut Umum yang tetap mengajukan kasasi terhadap putusan bebas murni selalu mengambil berdalih. maupun upaya hukum luar biasa berupa peninjauan kembali (herziening) sebagaimana diatur di dalam Bab XVII dan Bab XVIII UU No. tetapi berdasarkan situasi dan kondisi. 2) Cara mengadili yang dilakukan Judexfactie tidak dilaksanakan menurut ketentuan Undang-undang . SH. Karena di dalam pasal 263 ayat (1) KUHAP menyebutkan bahwa. Sofyan Lubis. Oleh karenanya setiap upaya kasasi Jaksa terhadap putusan bebas adalah Melanggar Hukum. kecuali putusan bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum.14-PW. demi hukum.03 tahun 1983 tanggal 10 Desember 1983 tentang Tambahan Pedoman Pelaksanaan KUHAP (TPP KUHAP) yang di dalam butir ke-19 TPP KUHAP tersebut ada menerangkan. baik itu upaya hukum biasa berupa Banding dan Kasasi. Namun khusus untuk putusan bebas yang telah diputuskan oleh Pengadilan negeri dan Pengadilan Tinggi (Judexfactie) sesungguhnya tidak dapat dilakukan upaya hukum. 3) Putusan Judexfactie bukan merupakan putusan bebas murni (vrijspraak). upaya hukum.M. Ketentuan ini ditegaskan di dalam pasal 244 KUHAP. antara lain : 1) Pengadilan Negeri atau Pengadilan Tinggi (Judexfactie) telah salah menerapkan hukum pembuktian sebagaimana dimaksud dalam pasal 185 ayat (3) dan ayat (6) KUHAP .

Vonis tersebut diputuskan oleh Mansur Kartayasa bersama hakim agung Imam Haryadi dan Zyahruddin Utama.com Senin. Direktur PT Bank Century dan dua karyawan bernama Linda dan Joko Indarto. tiga dakwaan terhadap Robert Tantular sudah terbukti. Robert Tantular dan mengabulkan permohonan kasasi jaksa penuntut umum. Dewi Tantular dan para pegawai Bank Century bernama Michael Tjun. baik di pengadilan negeri maupun pengadilan tinggi.Kasasi. Total dananya 18 Juta dollar AS. Senin (10/5/2010). subsider enam bulan penjara. . TRIBUN-TIMUR.COM . Robert Tantular memberikan kredit tanpa prosedur ke PT Aksen Investindo dan PT Widodo Wadah Rejeki. Artinya." ujarnya. 10 Mei 2010 | 19:44 WITA JAKARTA.Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi pemilik saham mayoritas Bank Century. "Majelis kasasi menolak permohonan kasasi terdakwa. Robert Tantular memindahbukukan deposito valas pemilik PT Sampoerna Lancar Bestari dari Cabang Kertajaya di Surabaya ke Cabang Senayan di Jakarta tanpa prosedur yang benar. hukuman untuk Robert Tantular diperberat menjadi sembilan tahun penjara dan denda Rp 100 milliar. Perbuatan tersebut dilakukan bersama istrinya. Robert Tantular terbukti melanggar pasal 50 A Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1978 pengganti UU Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan. Robert dihukum lima tahun penjara dan denda Rp 50 milliar. Kejahatan kedua. subsider enam bulan penjara. Vonis Robert Tantular Malah Bertambah Jadi 9 Tahun Laporan: Kompas. yakni soal kejahatan perbankan. Robert Tantular dihukum empat tahun penjara dan denda Rp 50 milliar." ujar ketua majelis hakim agung Mansur Kartayasa di ruang kerjanya. Sedangkan di pengadilan tinggi. subsider delapan bulan kurungan. Sebelumnya. Cecep dan Tan I Pun. Di pengadilan negeri. "Kredit atas perintah Robert Tantular bersama Hermanus Hasan Muslim. Kejahatan pertama.

“Kalau MA sampai mengabulkan kasasi Robert Tantular maka itu sebuah tragedi besar dalam penegakan hukum dan rasa keadilan masyarakat.” katanya. .” katanya. secara kasat mata berbagai pelanggaran yang dilakukan Robert (salah satu pemilik Bank Century) telah terungkap dan adanya harta milik Robert Tantular di luar negeri yang begitu besar. Achsanul menilai.” katanya." ujar Mansur. (willy widianto) Tragedi Besar jika MA Kabulkan Kasasi Robert Tantular Ditulis oleh K@barNet di/pada 24 Februari 2010 JAKARTA – Mahkamah Agung harus menghukum lebih berat Robert Tantular yang mengajukan kasasi atas kasus pelanggaran UU Perbankan. "Robert justru ikut campur menandatangani L/C dan memerintahkan pegawai untuk menyanggupi perintahnya. “Kalau hanya berpatokan pada prosedur hukum maka hasil kasasi fifty-fifty bisa dikabulkan dan ditolak. Sebab. Hal itu menjadi salah satu indikasi adanya pelarian harta hasil kejahatannya ke luar negeri. “Sayang sistem hukum di Indonesia tidak bisa menjerat sampai seberat itu. Demikian dikemukakan anggota Pansus Bank Century dari Fraksi Demokrat. Ia mengatakan.Kejahatan ketiga. kejahatan Robert Tantular sudah serata dengan kejahatan kemanusiaan sehingga Mahkamah Agung harus menolak kasasinya atas nama keadilan bagi ribuan investor Antaboga serta jutaan rakyat Indonesia. Achsanul Qosasih. Rai menegaskan. Tantular seharusnya tidak ikut campur dalam kegiatan operasional. Saya yakin Mahkamah Agung akan mengganjar dia dengan hukuman berkali-kali lipat dari hukuman yang sudah diterimanya.” katanya. Kalau dia mengajukan kasasi berarti sangat keterlaluan karena merasa tidak salah. “Robert Tantular sudah nyata-nyata telah melakukan manipulasi di Bank Century. sehingga memang harus direvisi supaya ada efek jera dan seimbang dengan rasa keadilan masyarakar. aksi Robert Tantular tak ubahnya seperti penipuan yang dilakukan Bernard Madoff yang telah dihukum 150 tahun karena telah merusak sistem keuangan di Amerika dan Eropa. Hal senada dikatakan Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Rai Rangkuti. Tetapi kasus ini harus diletakkan pada filosofi peradilan yaitu menegakkan rasa keadilan masyarakat. Selasa. dari penelusuran pansus terkuak jelas manipulasi dana nasabah untuk kepentingan pribadi serta menyelewengkan dana bantuan Bank Indonesia.

Meski belum bersedia mengungkapkan putusan tersebut. Mengenai kabar ini. Anda bisa tinggalkan tanggapan. dalam perkara tindak pidana korupsi tidak mungkin ada bebas murni. David mengatakan." ujar David pada wartawan di Kantor MA. pengacara Robert Tantular. atau lacak tautan dari situsmu sendiri Selasa. Pasti kita umumkan terbuka kok. Tapi belum bisa kita ekspos karena masih dikoreksi. termasuk Hesyam Al Waraq (Komisaris Bank Century) dan Rafat Ali Rizvi (pemegang saham pengendali Bank Century) yang sampai sekarang masih buron. kemarin. akhirnya dikeluarkan Mahkamah Agung. Denny Kailimang mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. (Suara Karya) Entri ini dituliskan pada 24 Februari 2010 pada 08:04 dan disimpan dalam CENTURY." (esy) .0 pengumpan. "Putusannya memang sudah ada hari ini." ujarnya. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2. kemarin. 11 Mei 2010 . “Keputusan pengadilan atas kasus tindak pencucian uang tersebut sangat penting sebagai dasar untuk menarik dana dari Robert Tantular dan kawan-kawannya yang terparkir di luar negeri.Baik Achsanul maupun Rai mendesak Kepolisian dan Kejaksaan Agung agar segera merampungkan berkas dakwaan atas dugaan tindak pencucian uang yang dilakukan Robert Tantular. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Robert Tantular menjadi lima tahun. sehingga kasus itu bisa segera disidangkan. "Memang di dalam undang-undang ada istilah bebas murni. Sementara kabar beredar kalau putusan kasasi berbeda dengan putusan PN Manado. Hanya apa isi amar putusan kasasi tersebut. "besok saja lihat hasil petikannya. 10:26:00 Putusan Kasasi Sualang-Buchari Turun JAKARTA. Tapi itu ada syaratnya. Atas vonis tersebut. menurut Kabag Humas MA David Simanjuntak baru diumumkan hari ini (Selasa. Besok kita umumkan ke pers. Karenanya JPU harus memberikan bukti kuat untuk mementahkan alasan pengadilan mengeluarkan vonis bebas murni. Namun di tingkat banding.Kasasi yang diajukan JPU atas putusan PN Manado terkait kasus Manado Beach Hotel. Itu sebabnya. Akan dilihat apakah putusan hakim itu benar-benar mengikuti prosedur atau tidak. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah menghukum Robert Tantular 4 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar.” kata Achsanul Qosasih. 11/5). David menjawab singkat. jaksa diberikan kesempatan untuk mengajukan kasasi ke MA terkait fungsi pengawasan.

tapi juga keutuhan negara. di Jakarta. Itu sama juga pengadilan Jakarta Selatan. (Persda Network/yog) Galeri FotoMinggu. 19 Mei 2010 . Seperti diketahui.Kejaksaan Agung lebih mempertahankan Surat Ketetapan Penghentian Penuntuan (SKPP) dengan tersangka Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah. Kita optimis banding kita akan menang. 23 Mei 2010 | 21:56 WIB Rabu. Kalau hukum tidak bisa menertibkan negara bisa berbahaya. dan tetap mengajukan banding atas putusan PN Jakarta Selatan. Optimisme Kejaksaan Agung memenangkan banding atas SKPP Bibit-Chandra didasarkan pengalaman kejaksaan mengeluarkan SKPP terhadap Presiden Suharto beberapa tahun lalu. Jumat (23/4). 23 April 2010 | 23:01 WIB A A A Dibaca 306 kali JAKARTA. Menurut dia.BANDING Kejagung Yakin Menang Banding Kasus Bibit-Candra Jumat." jelas Marwan. Karena itu kejaksaan mengambil jalan baik dengan lebih dahulu mengajukan kepentingan negara. TRIBUN . dan banding kita dimenangkan. SKPP Pak Harto orang menyalahkan semua. "Ada pengalaman kita yang paling berharga pada zaman Pak Harto. Kejagung tidak akan mengeluarkan deponering. 10:15:00 . Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan pemohon Anggodo Widjojo terhadap keputusan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang mengeluarkan SKPP Bibit dan Chandra." kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Marwan Effendy kepada wartawan. "Hukum adalah mengatur dan menertibkan negara. dikeluarkannya SKPP oleh Kejari Jakarta Selatan berdasar banyak pertimbangan bukan hukum. Hakim tunggal Nugroho Setiadji dalam putusannya meminta dan memerintahkan agar Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melimpahkan berkas Bibit dan Chandra dilimpahkan ke pengadilan. "Deponering nanti dulu itu." katanya memberi alasan.

Banding Ditolak KABAR buruk menerpa Bayern Munich beberapa hari jelang partai puncak Liga Champions kontra Inter Milan. The Bavarian masih saja mengusahakan agar Ribery mendapat izin tampil. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan mengajukan banding ke pengadilan arbitrasi olahraga. Tapi apes. "Dengan upaya banding yang telah daftarkan pekan lalu. kemarin. Hal tersebut menyusul kartu merah yang diterimanya kala membela Munich di leg pertama semifinal versus Olympique Lyon. mengaku siap menghadapi banding itu. diharapkan hakim ditingkat banding dapat menilai kasus ini lebih baik. Harapan mereka bisa menurunkan Franck Ribery pupus karena pengadilan arbitrasi olahraga menolak permohonan banding. “Pengadilan arbitrasi olahraga menolak banding yang diajukan Munich. kemarin. Atas hal itu dia dipastikan tidak bakal turun pada perhelatan puncak di Santiago Bernabeu. Namun menginggat pentingnya tenaga mantan punggawa Olympique Marseille itu. Senior Manager Coorporat Affairs Standard Chartered Bank. wisNis/on . Harry Ponto. Ribery diketahui mendapat larangan tampil dalam tiga laga di Liga Champions." katanya saat dihubungi Bisnis. Arno Kermaputra. Kuasa hukum PT Tobu. "Kami akan siapkan memori banding untuk menghadapi upaya Stanchart/katanya saat dihubungi Bisnis. mengatakan bahwa pihaknya tetap yakin bahwa perjanjian terkait dengan transaksi derivatif yang dilakukan dengan Tobu telah sesuai ketentuan yang berlaku. (okc) Stanchart ajukan banding 26 Apr 2010 • • Bisnis Indonesia Ekonomi JAKARTA Standard Chartered Bank (Stanchart) resmi mengajukan banding melalui PN Jakarta Selatan terkait dengan sengketa derivatif melawan PT Tobu Indonesia Steel (Tobu). Selasa (18/5/2010). mereka ditolak mentah-mentah.” tulis pengadilan arbitrasi olahraga dalam keterangan resminya seperti dikutip Goal. Ribery tetap menjalani hukuman larangan tampil dalam tiga pertandingan yang artinya dia juga tidak bisa turun pada laga final nanti.

Tapi justru jaksa membuat tuntutan terlalu tinggi. Raja Induk Sitompul selaku. terpidana yang dijatuhi hukuman penjara sesuai pasal 50 ayat 3 huruf e yo pasal 78 ayat 5 UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan yo pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP itu hanyalah sebagai pekerja atau buruh kasar yang mencari sesuap nasi. dalam perkara illegal logging. Sedangkan sang ‘Big Boss’ yang tidak tersentuh hukum bebas berkeliaran. . Manoto Purba dan Mangihut Purba 1 tahun 6 bulan penjara denda Rp20 juta. Jaksa dan Pengacara Banding Putusan PN Tarutung Kategori: Seputar Silaban || Kontributor: Saut P. Saya mengajukan banding terhadap putusan hakim. Majelis Hakim PN Tarutung menjatuhkan pidana penjara kepada sembilan terdakwa yakni Holdes Sihombing dan Halomoan Nababan satu tahun dan denda Rp30 juta. Kalau benar mau memberantas illegal logging.” ujar Pengacara Raja Induk Sitompul SH di kantornya. Jumat (10/3) berkaitan dengan munculnya reaksi Kejari Tarutung atas putusan hakim terhadap terpidana illegal logging. “Kurang tepat kalau big bossnya disebut sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) sementara dia terlihat sehariharinya mengendarai mobil mewahnya. Silaban || || || Jaksa dan pengacara mengajukan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri (PN) Tarutung. “Para terdakwa yang diajukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarutung ini. adalah hak jaksa mengajukan banding sebab hal itu diatur dalam undang-undang. yah big bossnyalah ditangkap dan diajukan ke persidangan. kernet mobil dan sopir. Jangan hanya kroco yang dituntut. tanggal 6 Maret 2006. hanyalah buruh pengangkut kayu balok.Senin 13 Mar '06 Kasus Illegal Logging. pengacara para terdakwa menyebut. Charles Silaban dan Bilher dihukum 1 tahun denda Rp30 juta. Menurut Pengacara. Lata Sihar Purba dan Kardinal Purba I tahun penjara denda Rp20 juta. Hotman Hutasoit 1 tahun 2 bulan denda Rp20 juta.” ujarnya. Namun jaksa perlu memahami bahwa yang dihukum bukan big bossnya illegal logging. Jaksa menganggap vonis hakim kepada sembilan terdakwa terlalu ringan sedangkan pengacara Raja Induk Sitompul SH menilai putusan hakim terlalu berat.

” ujarnya Selamat Datang | þÿ cari Register | Sign In KOMPAS. “bukan itu saya tanya kepadamu. Para terpidana juga mengaku sewaktu diperiksa penyidik. Tidak boleh kurang 2/3 dari tuntutan. Kajari Tarutung Widodo Basuki SH yang dikonfirmasi wartawan via telepon selulernya.kompas. para terpidana di hadapan pengacara kepada wartawan mengaku vonis hakim terhadap mereka sudah terlalu tinggi sebab semuapun harta mereka dijual tidak bisa menutupi denda yang diputuskan hakim.Atas putusan pengadilan tersebut.com/www/delivery/avw.cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp.kompas. “Kita banding karena hukuman yang dijatuhkan terlalu ringan.com/www/delivery/ck.php? n=a12c4d55&amp.n=a12c4d55' border='0' alt='' /></a> • • • • • • • • • • • • • • Home Nasional Regional Internasional Megapolitan Bisnis & Keuangan Kesehatan Olahraga Sains Travel Oase Edukasi English Video . sedangkan makan sajapun sudah sulit apalagi kalau membayar denda tersebut. mereka sudah memberitahu siapa big boss yang menggaji mereka.cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads. Tapi petugas justru membentak seraya menyebut.php? zoneid=124&amp.” ujar terpidana menirukan omongan penyidik. Jumat (10/3) mengakui bahwa jaksa banding atas putusan PN Tarutung.comBolaEntertainmentGamesTeknoOtomotifFemalePropertiForumKompasia naImagesMobileKompas CetakePaperKompasKarierPasangIklanGramediaShop <a href='http://ads.

• More o o o o o o o o o o Index Berita Suara Pembaca Berita Duka Seremonia DKK Matahati Archive Rss Feed Kabar Palmerah Kompas Widget RacingTenisOthersBulutangkisSport Seleb Penalti 20 Detik Schumacher Mercedes GP Tak Lakukan Banding Selasa.com — Mercedes GP telah memutuskan untuk tidak melakukan banding atas penalti 20 detik yang dijatuhkan kepada Michael Schumacher di GP Monaco akhir pekan lalu. 18 Mei 2010 | 22:26 WIB AFP/GUILLAUME BAPTISTE Michael Schumacher TERKAIT: • • • • • Poin Schumacher Di Monaco Lenyap Schumacher Bakal Dikenakan Penalti Mercedes: Kilau Schumi Mulai Kembali Schumi Tak Terlalu Bahagia Hamilton: Campakkan Schumi! MONACO. KOMPAS. FIA memberikan hukuman pemotongan waktu kepada pebalap .

tindakan mantan juara dunia tujuh kali Formula 1 (F1) tersebut sah karena balapan pada musim ini membolehkan menyalib lawan antara jalur safety car dan garis finis.13. "Kami senang karena FIA telah mengetahui alasan penafsiran kami. posisi Schumi melurut dan terlempar dari posisi 10 besar sehingga dia tak mendapat poin dalam balapan ini. Oleh karena itu. Tim Mercedes GP yakin. Alhasil. Dengan demikian.13 bahwa tidak boleh ada aksi salib jika safety car jadi penuntun balapan hingga finis. mereka mengurungkan niatnya itu dan menerima keputusan setelah berdiskusi dengan FIA tentang kesalahpahaman dalam menafsir Artikel 40. Mercedes GP tidak akan melakukan banding.veteran asal Jerman itu karena dinyatakan melakukan tindakan ilegal saat balapan. Schumi pun harus menerima kenyataan pahit ini karena perolehan waktunya dipotong 20 detik. "Sudah jelas dari hasil diskusi kami dengan steward setelah balapan bahwa mereka memahami alasan penafsiran kami dan mengakui bahwa ini adalah sesuatu yang baru dan situasi ini sebelumnya belum pernah diuji. Akan tetapi. Tim Mercedes GP sempat punya rencana untuk melakukan banding atas keputusan steward. Akan tetapi." ungkap sebuah pernyataan Mercedes GP. FIA mengatakan bahwa apa yang dilakukan Schumi itu tidak dibolehkan berdasarkan Artikel 40. Hal itu (menyalib) dia lakukan sesaat setelah safety car masuk ke pit. Schumi—sapaan Schumacher—sebenarnya finis di urutan keenam setelah menyalib Fernando Alonso di tikungan terakhir. menjelang berakhirnya lap terakhir." tambah mereka .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful