Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kunyit (Curcuma domestica) merupakan salah satu tanaman rempah sekaligus


tanaman obat-obatan. Habitat asli tanaman ini adalah wilayah Asia, khususnya Asia
Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo–Malaysia,
Thailand, Cina, India, Vietnam, Taiwan, Filipina, Australia bahkan Afrika.
Kunyit dapat tumbuh di berbagai tempat, tumbuh liar di ladang, dihutan
(misalnya hutan jati), ataupun ditanam di pekarangan rumah, di dataran rendah
hingga dataran tinggi dengan ketinggian 200 m diatas permukaan laut. Selain itu,
kunyit dapat tumbuh dengan baik ditanah yang baik tata pengairannya, curah
hujannya cukup banyak (2000 mm–4000 mm), atau ditempat dengan sedikit
kenaungan. Namun, untuk mendapatkan rimpang kunyit yang besar, sebaiknya
ditanam ditanah lempung berpasir.
Selain untuk rempah, kunyit juga ditanam secara monokultur, yang kemudian
akan diekspor untuk bahan obat–obatan. Kunyit mempunyai prospek cerah pada
sektor industri karena dapat dibuat dalam berbagai bentuk (ekstrak, minyak, pati,
makanan/minuman, kosmetika). Produk farmasi berbahan baku kunyit juga mampu
bersaing dengan berbagai obat paten (suplemen) yang harganya relatif mahal.
Industri produk bahan jadi dari ekstrak kunyit (suplemen) sangatlah berkembang.
Produk-produk dari bahan jadi kunyit diberi bahan tambahan seperti vitamin B1,
B2, B6, B12, vitamin E, lesitin, amprotab, magnesium stearat, nepagi, dan kolidon
90.
Berdasarkan kenyataan di atas, penulis tertarik untuk membahas tentang
kegunaan kunyit serta tahapan pembuatan simplisia menjadi obat
A. Rumusan masalah
1. Bagian tanaman yang akan digunakan sebagai obat

2. Kandungan & khasiat

3. Tahapan cara pengumpulan bahan simplisia

4. Cara ekstraksi simplisia

5. Persyaratan simplisia

6. Tahapan pembuatan simplisia menjadi bahan obat/obat

7. Bentuk sediaan OT dari simplisia

8. Tingkat manfaat dan keamanan dari simplisia

B. Tujuan Makalah

Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendekskripsikan

1. Bagian tanaman yang akan digunakan sebagai obat

2. Kandungan & khasiat

3. Tahapan cara pengumpulan bahan simplisia

4. Cara ekstraksi simplisia

5. Persyaratan simplisia

6. Tahapan pembuatan simplisia menjadi bahan obat/obat

7. Bentuk sediaan OT dari simplisia

8. Tingkat manfaat dan keamanan dari simplisia


C. Kegunaan makalah

Kegunaan malakah ini untuk mengetahui khasiat dan persyaratan dari


simplisia nabati khususnya tanaman kunyit berdasarkan monografi yang bisa
dijadikan obat dengan tingkat manfaat yang aman

BAB II

PEMBAHASAN

Sistematika Tanaman Kunyit

Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)

Divisio : Spermatophyta ( tumbuhan berbiji )

Sub-diviso : Angiospermae ( berbiji tertutup )

Kelas : Monocotyledoneae (biji berkeping satu )

Ordo : Zingiberales

Famili : Zungiberaceae

Genus : Curcuma

Species : Curcuma domestica Val.

Kunyit yang mempunyai nama latin Curcuma domestica Val. merupakan tanaman
yang mudah diperbanyak dengan stek rimpang dengan ukuran 20-25 gram stek. Bibit
rimpang harus cukup tua. Kunyit tumbuh dengan baik di tanah yang tata pengairannya baik,
curah hujan 2.000 mm sampai 4.000 mm tiap tahun dan di tempat yang sedikit terlindung.
Tapi untuk menghasilkan rimpang yang lebih besar diperlukan tempat yang lebih terbuka.
Rimpang kunyit berwarna kuning sampai kuning jingga. (Sumiati , 2004.)

Beberapa kandungan kimia dari rimpang kunyit yang telah diketahui yaitu minyak
atsiri sebanyak 6% yang terdiri dari golongan senyawa monoterpen dan sesquiterpen
(meliputi zingiberen, alfa dan beta-turmerone), zat warna kuning yang disebut kurkuminoid
sebanyak 5% (meliputi kurkumin 50-60%, monodesmetoksikurkumin dan
bidesmetoksikurkumin), protein, fosfor, kalium, besi dan vitamin C. Dari ketiga senyawa
kurkuminoid tersebut, kurkumin merupakan komponen terbesar. Sering kadar total
kurkuminoid dihitung sebagai % kurkumin, karena kandungan kurkumin paling besar
dibanding komponen kurkuminoid lainnya. Karena alasan tersebut beberapa penelitian baik
fitokimia maupun farmakologi lebih ditekankan pada kurkumin. (Sumiati , 2004.)

Uraian tanaman

Tumbuhan berbatang basah, tinnginya 0,75 - 1 meter, daun berbentuk lonjong,


bunga majemuk berwarna merah atau merah muda. Tanaman herba tahunan ini
menghasilkan umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga terang.
Perbanyakan dengan anaka. Kunyit ternasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat
tanaman ini meliputi wilayah asia khususnya Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini
kemudian mengalami persebaran kedaerah Indo-malaysia, Indonesia, Australia bahkan
Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa asia umumnya pernah
mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan jamu atau
untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.

Nama Daerah
Kuning, koneng gede, kunir
Habitat
Tumbuh diladang dan dihutan, terutama di hutan jati. Banyak juga ditanam di
pekarangan. Dapat tumbuh didataran rendah sampai ketinggian 2000 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan


Rimpang

Nama simplisia
Curcume domesticae Rhizoma

Kegunaan
Obat tradisional
a. Obat Dalam : panas dalam, diare (disentri), sesak nafas, gusi bengkak, berak lender,
keputihan, haid tidak lancar, mempelancar ASI
b. Obat Luar : gatal–gatal, obat borok (sebagai antiseptik dan antibakteri), eksim, bengkak,
caranya dengan dibakar lalu dihirup atau dapat juga dikonsumsi dalam bentuk perasan
(filtrat)
- Obat Modern
Kurkumin dan minyak atsiri berfungsi untuk pengobatan hepatitis, antioksidan,
antimikroba (broad spectrum), anti kolesterol, anti HIV, anti tumor (karena mengandung
apostosis untuk hormone dependent and independent dan dose–independent), anti invasi,
anti rheumatoid arthritis (rematik), diabetes mellitus, tifus, usus buntu, amandel

Bentuk Sediaan OT Kunyit


Kunyit mempunyai prospek cerah pada sektor industri karena dapat dibuat dalam
berbagai bentuk (ekstrak, minyak, pati, makanan/minuman, kosmetika). Produk farmasi
berbahan baku kunyit juga mampu bersaing dengan berbagai obat paten (suplemen) yang
harganya relatif mahal. Industri produk bahan jadi dari ekstrak kunyit (suplemen) sangatlah
berkembang. Produk-produk dari bahan jadi kunyit diberi bahan tambahan seperti vitamin
B1, B2, B6, B12, vitamin E, lesitin, amprotab, magnesium stearat, nepagi, dan kolidon 90.

Kandungan Kimia

Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat yang disebut kurkuminoid.


Kurkuminoid terdiri atas :
- Kurkumin : RI = R2 = OCH3 dengan kandungan 10 %
- Desmetoksikurkumin : R1 = OCH3, R2 = H dengan kandungan 1–5 %
- Bisdesmetoksikurkumin : R1 = R2 = H, berupa minyak atsiri (terdiri dari keton
sesquiterpan, turmeron, tumeon 60 %, zingiberen 25 %, feladeren, sabinen, borneol, dan
sineil )
Selain itu, kunyit juga mengandung lemak 1–3 %, karbohidrat 3 %, protein 30 %,
pati 8 %, vitamin C 45 %–55 %, garam-garam mineral (zat besi, fosfor, kalsium), saponin,
flavanoid, damar, tanin, dan poliferol.