Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MOTOR PENGGERAK

EFI DIESEL

PENDAHULUAN

Sistem Diesel Efi merupakan teknologi mesin diesel yang saat ini menjadi
pesaing baru dalam dunia bisnis otomotif. Alternatif pilihan kendaraan yang
memberikan kenyamanan yang tidak kalah dengan mesin bensin. Dengan
teknologi diesel elektronik ini memiliki keandalan dan keuntungan antara
lain :
• Standard emisi semakin baik
• Performa mesin lebik baik
• Konsumsi bahan bakar lebih irit,
• Keandalan mekanis atau suara mesin lebih halus

Sistem Diesel EFI

Seperti yang terlihat pada gambar, Injection pump tipe distributor dengan
radial plunger, menggunakan sebuah cam ring yang memungkinkan
penginjeksian bahan bakar pada tekanan tinggi. Pompa ini telah
dikembangkan pada kuantitas injeksi bahan bakar dan timing injection
yang lebih baik untuk mengurangi memperbaiki kerugian kendalan mesin,
kepekatan asap yang rendah, suara halus, output mesin tinggi dan emisi gas buang
yang bersih.

Sistem Aliran Bahan Bakar

Keterangan :
1. Fuel injection pump
2. Injection pump control unit (PSG)
3. Engine Control Unit
4. Nozzle
5. Water separator

1. Fuel Piping System

Sistem aliran bahan bakar terdiri atas : Pompa injeksi bahan bakar tipe
distributor radial plunger, Feed pump, nozzle holder, dan pipa-pipa
penghubung.

2. Fuel intake
Bahan bakar pada fuel tank di suplai ke intake port di tekan oleh feed pump
di dalam injection pump, bahan bakar sebelunya di saring oleh fuel filter dan
water separator.

3. Regulating Fuel Feed Pressure dan delivery Pressure.

Bahan bakar masuk ke intake port di tekan oleh feed pump dan kemudian
dialirkan ke ruang plunger melalui needle valve pada katup selenoid
bertekanan tinggi, yang mengotrol secara langsung aliran bahan bakar.
Pada saat tersebut tekanan bahan bakar sagat tinggi sesuai kecepatan putaran
pompa.

4. Fuel Pressurization

Bahan bakar di salurkan ke ruang plunger di tekan oleh radial plunger.

5. Menentukan Jumlah injection bahan bakar maksimum dan waktu injeksi


bahan bakar

Jumlah maksimum tekanan bahan bakar adalah besarnya tekanan nozzle saat
timing yang tepat dengan oleh katup selenoid dan control katup kontrol
timing (TCV) oleh Pump Control Unit (PSG).

Kontruksi Fuel Pump

Keterangan :pump
1. Drive shaft
2. Feed pump
3. Speed sensor
4. Control unit
5. Distributor head
6. Contant pressure Valve (CPV) holder
7. High pressure solenoid valve
8. Constant pressure Valve (CPV)
9. Timing control valve (TCV)
10. Timer
11. Radial plunger high pressure

Komponen dan Cara Kerja Injection Pump :

1. Feed Pump
Feed pump terdiri atas sebuah rotor, vane dan casing ring. Rotor diputar oleh
drive shaft, pada rotor terdpat empat buah vane. Sebuah spring di tempatkan
antara alur rotor dengan vane, dan masing-masing vane selalu ditekan dan
bersentuhan dengan casing oleh gaya spring dan gaya sentrifugal.

2. Regulating Valve

Regulating valve terdiri atas valve holder, spring dan sebuah katup piston.
Port pada holder katup diatur oleh radial manner. Katup piston ditekan ke
blok port dengan gaya pegas.

3. Radial Plunger High Pressure Pump (High Pressure Section)


High pressure pump terdiri atas cam ring, rotor shaft, roller support, roller
dan plunger. Pada cam ring terdapat cam pada inner race (4 silinder 4 cam)
dan cam ring dihubungkan ke timing device dengan ball pin.
Rotor diputar oleh sebuah fuse flate yang dihubungkan ke rotor shaft. Radial
plunger di tekan ke cam ring oleh tekanan bahan bakar disalurkan oleh fuel
feed pump. Dengan putaran drive shaft, radial plunger di tekan ke tengah
rotor shaft oleh cam pada cam ring untuk menekan bahan bakar.
Supplai pompa tekanan tinggi, dan kompressi bahan bakar di dalam pompa
tekanan tinggi, di kontrol oleh katup solenoid tekanan tinggi

3. Constant Pressure Valve (CPV)

Constant pressure valve


dilengkapi dengan orifice
untuk mengurangi perubahan
fluktuasi tekanan bahan bakar
saat injeksi dan akhir injeksi
nozzle. Katup terbuka oleh
tekanan bahan bakar dan
tekanan tinggi bahan bakar di
salurkan ke nozzle.

4. Distributor Head
Selama proses pengisapan bahan bakar needle seat pada katup solenoid
tekanan tekanan tinggi terbuka (Arus OFF) dan pipa tekanan tinggi terisi
bahan bakar.
Tekanan rendah bahan bakar menekan plunger radial ke cam ring, dan
kelebihan bahan bakar di kembalikan ke fuel tank melalui over flow pipa.
Selama proses penyaluran bahan bakar, katup solenoid tekanan tinggi
tertutup (arus ON). Sebagai hasil dari putaran rotor bahan bakar di
kompresi oleh radial plunger dan mengalir melalui distributor slits
dihubungkan ke pipa keluaran tekanan tinggi kemudian ke nozzle melalui
constant pressure valve. Saat akhir injeksi, katup solenoid tekanan tinggi
tertutup.setelah penyaluran tekanan ke masing-masing nozzle.

5. High Pressure Solenoid Valve


Valve needle berputar bersama dengan rotor shaft. Ketika arus dikontrol
oleh pump control unit mengalir ke coil, maka needle valve ditekan ke
valve seat. Valve seat menutup, sehingga bahan bakar pada pipa tekanan
tinggi terpisah dengan tekanan rendah. Bahan bakar dikompressi oleh
radial plunger pompa tekanan tinggi, dan diinjeksikan ke ruang bakar.
Ketika injeksi selesai sesuai yang diinginkan, maka pump control unit
menghentikan arus ke coil untuk menghentikan injeksi. Katup solenoid
tekanan tinggi menentukan jumlah supplai bahan bakar yang diijeksikan
ke masing-masing silinder.

6. Timing Device.
Alat ini dipasang pada bagian bawah pompa injeksi dan dihubungkan ke
ball dan cam ring yang menggerak timing plunger secara aksial yang
disatukan dengan putaran cam ring.
Timing plunger terdiri atas servo valve yang membuka dan menutup
control saluran, sebuah stopper hidrolik yang bekerja pada arah yang
sama, menentukan posisi servo valve dan return spring. Sebelah kiri
timer piston waktu adalah ruang tekanan penggerak piston timer ( ruang
tekanan tinggi ) dan disebuah kanan ruang tekanan rendah dari timer.
Tekanan penghantar dari bahan bakar di hantarkan dari pompa
penghantar yang bekerja pada ruang annular, yang tersambung pada
value control timing ( TCV )

7. Timing Control Valve.


Katup kontrol timing ( TCV ) terdiri dari bodi katup, jarum katup, rumah
katup, inti magnet ( inti besi yang dapat berpindah – pindah ) koil
( kumparan ) Plat dan penghubung .
Bodi katup diperlengkapi dengan orifice port.
Katup kontrol timing ( TCV ) dipasang pada rumah pompa dan
mengkontrol tekanan dari ruang annular dari penghenti timer’s hidraulic.

8. Pump Camshaft Speed Sensor


Sensor kecepatan dari camshaft pompa di pasang di ring penahan yang
mana dapat diputar dan tersambung dengan ring cam. Sensor ring
berputar dengan cam ring dalam respond pada pergerakan timer
Signal angular dari ring cam dan kecepatan pompa sebenarnya dikirim
ke unit kontrol pompa ( PSG )

9. Pump Unit Control


Unit kontrol pompa dipasang langsung diatas pompa injeksi dan
dilengkapi dengan sensor temperator.
Unit kontrol pompa menentukan kontrol sinyal untuk katup kontrol
timing (TCV ) dan katup solenoid tekanan tinggi tergantung dari
informasi yang diberi modul kontrol mesin ( ECM ).

Unit kontrol pompa menerima signal dari sensor kecepatan camshaft


pompa untuk kecepatan pompa injeksi dan perputaran ring cam
mengirimkan sinyal ke katup kontrol timing ( TCV ) Kuantitas injeksi
bahan bakar sebelumnya ditentukan oleh modul kontrol mesin ( ECM )
dan dirubah ke dalam sinyal penggerak untuk katup solenoid tekanan
tinggi.
Ini memungkinkan
unit kontrol pompa
untuk mengontrol
durasi waktu injeksi.
Saat ini temperatur
bahan bakar
diambil untuk
pertimbangan.
Bahan bakar di pompa injeksi mendinginkan bagian bawah dari unit
kontrol pompa ( PSG )

CARA KERJA TIMING CONTROL

Alat timing menentukan timing injeksi optimal terhadap variasi kecepatan


mesin, tekanan bahan bakar dari feed pump diatur sesuai dengan kecepatan
oleh katup pengatur tekanan penghantaran terjadi pada stopper’s hidrolic
ruang annular sebagai control tekanan.

Tekanan ruangan dari ruang annular dikontrol oleh katup kontrol timing
( TCV ) plunger timing terhubung ke cam ring oleh pin bola. Gerakan axial
dari timing plunger di transfer ke cam ring pada katup gerakan rotasi,
gerakan kekanan dari timing plunger ( ke samping pegas ) memajukan
timing injeksi.
Komponen utamanya adalah plunger timing, valve kontrol timing ( TCV )
dan sensor posisi camshaft pompa.

1. Setting Awal Injeksi

Modul kontrol mesin ( ECM ) terdapat modul awal injeksi, yang


dikondisikan dengan kondisi operasi mesin ( beban mesin, kecepatan mesin,
tempat pendingin mesin ).
Unit control pompa ( PSG ) membandingkan terus menerus antara setelan
awal timing injeksi dan setting sebenarnya dari timing injeksi.
Bila ada perbedaan, control katup timing ( TCV ) mengontrol kontrol duty
rasio permulaan sebenarnya dari timing injeksi di tentukan dari sensor
kecepatan camshaft pompa.
2. Ketika Tekanan Annular
Chamber Berkurang

Saat tekanan dari ruang annular


kurang dari tenaga yang diset
dari pegas pembalik penghenti
hidrolic, penghenti hidrolic
ditekan ke kiri (kearah
belakang).
katup servo juga di tekan ke
kiri dan berhenti pada posisi
dimana katup servo menyeimbangkan tenaga dari pegas set katup servo.
Karena ini, jalur ke ruang timer’s tekanan tinggi ( jalur masuk ) di potong
atau tutup piston timer dipegang pada sisi kiri ( sisi belakang ) oleh pegas
pembalik piston timer.

3. Ketika Tekanan Annular Chamber Bertambah (Advance)

Saat tekanan meningkat di ruang annular dan menyisakan tenaga dari pegas
pembalik penghenti hidrolic, penghenti hidrolic berpindah ke kanan ( posisi
lebih maju ).
Konsekuensinya, katup servo juga berpindah ke kanan oleh pegas set katup
servo dan canel inlet ke ruang timer tekanan tinggi terbuka.

Bahan bakar dari feed pump mengalir melalui canel inlet kepada ruang timer
tekanan tinggi. Saat tekanan feed bahan bakar mengurangi tenaga set dari
pegas pembalik timer piston, timer piston tertekan kekanan ( posisi lebih
maju ) dan ring cam berputar kearah maju.
Sehingga, cam ring cam memasukan permukaan plunger radial dari internal
kompresi untuk membawa kemajuan dalam permukaan injeksi dari injeksi.
Memajukan timer maximum posisi sudut 15 derajat sudut cam ( sama
dengan 30 derajat crankshaft ) bila mungkin.

4. Kodisi Stabil
Hydrolic stopper bergerak ke kanan, tekanan ruang annular dan gaya pegas
pembalik stopper hidrolik seimbang, dan penghenti hidrolik seimbang tak
bergerak .
Piston timer, mengikuti pergerakan katup servo, bergerak pada arah untuk
memutus canel inlet.
Sehingga, aliran dari bahan bakar ke ruang timer tekanan tinggi terhenti, dan
piston timer berhenti pada posisi dimana ruang tekanan tinggi timer tertekan
dan gaya dari pegas pembalik piston timer seimbang.

5.Pengurangan Tekanan Ruang Annular (Retard)


Valve kontrol timing ( TCV ) merespond sinyal kontrol dari unit kontrol
pompa (PSG ), menambah waktu kembali ( antara ruang annular dan
masukan feed pump ) terbuka untuk mengurangi tekanan ruang annular.

Bahan bakar di ruang pengatur


tekanan tinggi mengalir melalui
jalur kembali untuk kembali ke
ruang tekanan rendah.
Karena ada penurunan dalam
tekanan ruang tekanan tinggi,
timer piston bergerak ke kiri
( arah kembali ) oleh pegas
pembalik timer piston dan cam
ring berputar ke arah balik.
Sehingga, cam dari cam ring membalik plunger radial awal interval
kompresi untuk kembali ke awal injeksi.
Timer piston, meniru gerakan katup servo, bergerak searah untuk memutus
jalur kembali. Konsekuensinya , aliran bahan bakar dari ruang timer tekanan
tinggi ke ruang tekanan rendah terhenti, dan timer piston berhenti pada
posisi dimana tekanan ruang tekanan tinggi timer dan kekuatan set dari
pegas pembalik timer piston seimbang ( kondisi Stabil )

Timing Control Valve (TCV) Operation

Valve kontrol timing ( TCV )


berfungsi sebagai variable
throttle, memakai pembukaan
dan penutupan jarum katup
secara cepat di valve kontrol
timing ( TCV ).Saat operasi
normal, TCV mengontrol
tekanan pada ruang annular jadi
penghenti cam hidrolik. Bergerak
ke posisi mana saja, dari posisi
kembali ke posisi maju. Saat ini rasio kerja diset oleh unit kontrol pompa
( PSG ).

Rasio kerja adalah rasio dari waktu TCV terbuka untuk satu siklus timing
operasi TCV yang komplitrasio kerjaberubah dari 100 % ke 0% adalah
memajukan timing injeksi.

Pada saat aliran arus control ke katup kontrol timing ( TVC ) koil , jarum
katup terbuka dan bahan bakar ruang annular mengalir melalui orifice ke
inlet feed pump.
Konsekuensinya, tekanan ruang annular berkurang, penghenti hidrolik
bergerak ke posisi balik .
Saat arus kontrol ke TCV koil
terputus, jatum katup menutup dan
jalur kembali tertutup.
Konsekuensinya, tekanan dari
anular meningkat dan penghenti
hidrolik bergerak ke posisi maju .

Pump Cam Shaft Speed Sensor

Saat drive shaft berputar, sensor kecepatan camshaft pompa menerima


sinyal dari sensor roda dan pulsa elektrik terkirim melalui harness
pnghubung fleksibel ke unit kontrol pompa ( PSG ) dari sinyal ini ( PSG )
dapat menemukan kecepatan pompa rata – rata di kecepatan pompa
momentarysensor kecepatan
camshaft pompa di pasang di cam
ring dengan demikian hubungan
antara cam ring dan sinyal sensor
kecepatan dari camshaft pompa
adalah konstan .
Sinyal sensor kecepatan camshaft
pompa di perlukan untuk :
1. menentukan posisi annular sementara dari cam ring
2. menghitung kecepatan sebenarnya dari cam ring
3. menentukan posisi timing plunger sebenarnya .

1. Posisi Annular Sementara dari Cam Ring :


Adalah input ke PSG sebagai sinyal kontrol katup solenoid tekanan
tinggi di input sementara dari posisi angular untuk fluktuasi dalam
kondisi bergerak, katup solenoid tekanan tinggi terbuka dan inserval
tertutup berhubungan dengan cam ring, cam lift dapat ditentukan
secara akurat
2. Kecepatan Injeksi Pompa Sebenarnya
Saat sensor kecepatan crankshaft salah, ECM sinyal kecepatan pompa
sebagai sinyal pengganti
3. Posisi Plunger Timing Sebenarnya
Dapat ditentukan dengan membandingkan sinyal sensor kecepatan
crankshaft dengan sudut sensor posisi camshaft pompa ppososo ini
dipakai
untuk
kontrol
timer.

Pump Control Unit (PSG)


PSG memrima sinyal dari
sensor di dalam pompa untuk
menentukan sudut rotasi cam
ring kecepatan pompa dan
tempat bahan bakar.
Harga – harga ini lalu dibandingkan dengan harga yang diinginkan yang
dikirim oleh ECM seperti timing injeksi yang diinginkan dan banyaknya
injeksi bahan bakar yang diinginkan ECM memproses semua data mesin dan
data mengenai lingkungan sekitar yang diterima dari sensor luar untuk
perform penyetelan mesin.
Kedua modul tersebut dikodekan dalam unit kontrol. Unit kontrol
memasukkan data sensor dari proses sirkuit.
Mikroposesor lalu menentukan kondisi operasi dan menghitung harga set untuk kerja
maksimal . Penukaran data antara ECM dan PSG dilakukan lewat system CAN – bus
(Control Area Network). Dengan punya 2 kontrol module terpisah, katup solenid tekanan
tinggii ini mencengah keluarnya sinyal pengganggu lain.