Anda di halaman 1dari 2

i

PERSEPSI GURU SEKOLAH DASAR


TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI GURU
DI KECAMATAN JIWAN KABUPATEN MADIUN
SEBAGAI DASAR PENGUATAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
TENTANG SERTIFIKASI GURU

ABSTRAKSI

Sudarman, 2007. Persepsi Guru Sekolah Dasar Terhadap Program Sertifikasi Guru di Kecamatan Jiwan Kabupaten
Madiun Sebagai Dasar Penguatan Kebijakan Pemerintah Tentang Sertifikasi Guru. Program Studi
Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, Program Pasca Sarjana UMM Malang. Pembimbing (I) Dr. Arif
Budi Wurianto, Drs. M.Si, (II) Dra. Siti Fatimah, M.Pd.

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang tanggapan positif dan tanggapan
negatif guru Sekolah Dasar di Kecamatan Jiwan terhadap program sertifikasi guru dan memperoleh
temuan-temuan yang dapat menjelaskan persepsi guru Sekolah Dasar di Kecamatan Jiwan terhadap
sertifikasi guru.

Penelitian ini dirancang dan dianalisis secara kualitatif atau postpositivistik yang berlandaskan
pada filsafat postpositivisme. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yang saling mendukung yaitu
observasi, kuisioner dan wawancara yang mendalam dengan sejumlah informan. Pengolahan data pada
penelitian ini menggunakan Model Interactive dari Miles and Huberman dimulai dari pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.

Tanggapan positif guru Sekolah Dasar di Kecamatan Jiwan terhadap program sertifikasi guru
adalah (1) UU No.14 Tahun 2005 merupakan landasan hukum dalam meningkatkan kualitas guru, (2)
kualifikasi akademik Sarjana/D IV bagi guru sudah sesuai dengan tuntutan jaman dan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, (3) Guru wajib memiliki empat kompetensi dasar, (4) sertifikasi model
portofolio sangat menguntungkan bagi guru, (5) tunjangan profesi diyakini guru akan dapat terealisasi.

Tanggapan negatif guru Sekolah Dasar di Kecamatan Jiwan terhadap program


sertifikasi guru adalah (1) UU No. 14 Tahun 2005 hanya merupakan janji yang sulit
untuk terealisasi, (2) guru tidak harus berkualifikasi Sarjana/ D IV, (3) sertifikasi model
portofolio kurang sosialisasi, (4) tunjangan profesi guru tidak akan dapat terealisasi.

Temuan-temuan dalam penelitian yang terkait dengan sertifikasi guru adalah (1) Guru
kurang yakin dapat mencapai skor minimal yang ditetapkan oleh pemerintah, (2) masih
ada guru yang bermoral kurang baik dalam melengkapi dokumen, (3) penentuan peserta
sertifikasi portofolio masih belum sesuai dengan aturan yang berlaku