Anda di halaman 1dari 3

Kompor Protos lam tangki, sehingga bahan bakar diharapkan sudah tersedia di pasar-

yang keluar dari spuyer sudah ber- an pada tahun 2008, dengan harga
Kompor ini juga dapat dioperasikan wujud uap, bukan kabut. Oleh ka- yang terjangkau. Oleh karena itu
dengan BBM nabati. Kompor di- rena itu hasil pembakaran sudah para investor diharapkan dapat
rancang oleh Universitas Hohen- sempurna, api berwarna merah ke- berperan dalam pengembangan
heim dan sudah diadopsi oleh BSH biruan tanpa asap. Percobaan di La- kompor berbahan bakar minyak
Jerman dengan nama Protos. Kom- boratorium Bioenergi Puslitbang nabati ini (Bambang Prastowo).
por ini sedang diuji penggunaannya Perkebunan menunjukkan bahwa
oleh Puslitbang Perkebunan. kompor ini mengkonsumsi bahan Untuk informasi lebih lanjut
Pada prinsipnya, kompor Protos bakar sebanyak 0,275 liter per jam. hubungi:
sama dengan kompor bertekanan Kompor serupa pernah diuji coba di
lainnya, Bedanya terletak pada ben- Tanzania. Berdasarkan pengamat- Pusat Penelitian dan
tuk komponen pembakaran atau an, kompor rancangan Universitas Pengembangan Tanaman
vaporator atau spuyer tempat ke- Hohenheim lebih baik dibandingkan Perkebunan
luarnya cairan yang siap bakar. dengan kompor lainnya. Oleh ka- Jalan Tentara Pelajar No. 1
Bentuk vaporator dirancang sede- rena itu, uji adaptasi secara luas Bogor 16111
mikian rupa agar cairan bahan ba- sedang dilakukan. Telepon : (0251) 313083
kar dapat terpanasi secara cukup Untuk mengurangi penggunaan Faksimile : (0251) 336194
sambil mendapat tekanan dari da- minyak tanah, kompor jenis Protos E-mail : criec@indo.net.id

Penerapan Pendekatan Pemberdayaan diri berdasarkan konsep dan per-


syaratan yang telah ditentukan.
dalam Implementasi Program Pertanian
Makna Pemberdayaan
Dalam mengimplementasikan programnya di lapangan, Departemen
Konsep “pemberdayaan” yang la-
Pertanian kini menerapkan pendekatan “pemberdayaan”, yang
hir pada tahun 1990-an merupakan
mendorong masyarakat pertanian untuk memperoleh keterampilan,
bentuk kritik terhadap kelemahan
kemampuan, dan kreativitas. Berbeda dengan pendekatan
konsep “pembangunan” yang di-
“pembangunan” yang banyak menuai kritik, pendekatan
populerkan sejak 1950-an, pasca-
pemberdayaan lebih berorientasi kepada proses,
PD II. Meskipun konsep “pemba-
bukan hasil.
ngunan” sangat populer sepanjang
paruh kedua abad ke-20, sehingga
ada yang menyebut abad ke-20

D epartemen Pertanian (Deptan)


telah menggunakan berbagai
konsep dan pendekatan dalam
Pembinaan Peningkatan Penda-
patan Petani-Nelayan Kecil (P4K),
Participatory Integrated Develop-
sebagai The Age of Development,
tetapi banyak menuai kritik. Pem-
bangunan yang dijalankan ternyata
programnya di lapangan. Pende- ment in Rainfed Areas (PIDRA), hanya mampu mensejahterakan se-
katan tersebut cenderung meng- Proyek Peningkatan Pendapatan bagian orang (negara maju), namun
ikuti dinamika konstelasi paradigma Petani Melalui Inovasi (P4MI) atau sebagian besar tetap dalam kondisi
pembangunan di tingkat dunia, Poor farmer’s Income Improvement miskin (terutama di negara berkem-
mulai dari pendekatan kemiskinan Through Inovation Project (PFI3P), bang). Kegagalan teori pembangun-
hingga ketahanan pangan, pem- dan Program Rintisan dan Akse- an adalah karena ideologinya yang
bangunan wilayah, pembangunan lerasi Pemasyarakatan Inovasi Tek- sempit menjadi sekadar westerni-
berkelanjutan, gender, dan pem- nologi Pertanian (Prima tani). Hal sasi, di mana pembangunan sering
berdayaan. Hal ini terlihat dari judul ini diindikasikan oleh penempatan hanya dimaknai sebagai perkem-
program dan kegiatan, misalnya proses sebagai hal yang lebih pen- bangan eknomi an sich, yaitu pro-
menggunakan frasa “pengentasan ting dibandingkan dengan tujuan, duksi barang dan jasa dari masya-
kemiskinan”, “pembangunan ber- adanya upaya peningkatan akses rakat, dengan indikator pendapat-
basis gender”, dan “pemberdayaan dan kontrol masyarakat terhadap an, GNP, dan GDP.
masyarakat”. sumber daya ekonomi, peningkatan Kata empowerment yang di-
Dari buku petunjuk, pedoman, pengetahuan dan keterampilan, dan indonesiakan menjadi “pemberda-
dan laporan kegiatan terlihat bahwa pengembangan kelembagaan lokal. yaan”, berasal dari kata dasar em-
pendekatan pemberdayaan menjadi Keempat kegiatan tersebut lang- power yang berarti to invest with
paradigma utama, setidaknya un- sung diimplementasikan di lapang- power, especially legal power or
tuk empat kegiatan di Deptan, yaitu an dengan mengambil lokasi tersen- officially authority, atau to equip or

9
Kegiatan P4MI yang dimulai
pada tahun 2003 di lima kabupaten
bertujuan untuk meningkatkan
pendapatan petani miskin melalui
inovasi pertanian, mulai dari tahap
produksi sampai pemasaran hasil.
Untuk itu diperlukan peningkatan
akses petani terhadap informasi
pertanian, dukungan pengembang-
an inovasi pertanian, dan upaya
pemberdayaan petani. Pendekatan
partisipatif dalam perencanaan dan
pelaksanaan, pengembangan ke-
lembagaan, dan perbaikan infra-
struktur yang dibutuhkan di desa
merupakan alternatif dalam pem-
Pendekatan pemberdayaan mendorong masyarakat pertanian untuk memperoleh berdayaan petani untuk meningkat-
keterampilan, kemampuan, dan kreativitas. kan kemampuan inovasi.
Terakhir, Prima Tani yang dimu-
lai pada tahun 2005, diimplemen-
tasikan untuk dapat berfungsi gan-
supply with an ability. Jadi em- “pemberdayaan” telah mewarnai da, yaitu sebagai modus diseminasi
power adalah menguasakan, mem- berbagai kegiatan di Deptan. dan sekaligus sebagai laboratorium
beri kuasa, atau memberi wewe- Dari empat kegiatan di Deptan lapang penelitian dan pengem-
nang sehingga menjadi objek yang yang dipelajari, P4K merupakan bangan teknologi pertanian.
berkuasa. kegiatan yang paling lama (mulai Dari empat kegiatan di Deptan
Dalam pemberdayaan terjadi tahun 1979) dan telah berlangsung (P4K, PIDRA, P4MI, dan Prima
proses di mana masyarakat dido- selama tiga fase. Jika dicermati Tani), penerapan pemberdayaan
rong dan diyakinkan untuk mem- buku pedoman dan petunjuk yang dalam kegiatannya terlihat seti-
peroleh keterampilan, kemampuan, dikeluarkan dari kegiatan ini, maka daknya dari empat aspek.
dan kreativitas. Berbeda dengan terlihat makin kentalnya pendekat- Pertama, menempatkan proses
“pembangunan”, pemberdayaan an pemberdayaan. Pada tahap sebagai prinsip utama dibandingkan
mengacu kepada pentingnya pro- awal, cakupan kegiatan ini relatif dengan hasil kegiatan. Kegiatan
ses sosial selama program berlang- sempit, terbatas sebagai upaya P4K memberikan fasilitas kredit
sung. Jadi, pemberdayaan lebih ber- menyediakan permodalan untuk untuk rumah tangga miskin, P4MI
orientasi pada proses, bukan hasil. masyarakat miskin. Namun, pada mengutamakan peningkatan infra-
fase III dikatakan bahwa P4K me- struktur desa, PIDRA memberikan
laksanakan kegiatan berlandaskan bantuan permodalan dan keteram-
Penerapan Pendekatan kepada sistem yang partisipatif dan pilan, dan Prima Tani mengutama-
Pemberdayaan berkelanjutan. kan diseminasi teknologi pertanian
Kegiatan PIDRA yang dimulai dan rekayasa kelembagaan. Na-
Penggunaan pendekatan pemba- pada tahun 2001, merupakan dam- mun, partisipasi masyarakat (bene-
ngunan di Deptan mengikuti ke- pak dari kekeringan yang terjadi ficiaries) dan stakeholders sangat
cenderungan pemikiran yang se- pada akhir 1990-an, yang diikuti dihargai untuk mendapatkan proses
dang berkembang di tingkat dunia. oleh krisis ekonomi. PIDRA meli- yang matang. Durasi kegiatan yang
Pada era 1960-an, pendekatan batkan partisipasi masyarakat de- bersifat multiyear dan kontinu me-
pembangunan pertanian lebih ba- ngan memberikan prioritas kepada rupakan indikator yang menunjuk-
nyak berpedoman kepada pende- masyarakat miskin, daerah tadah kan dihargainya “proses” di atas
katan wilayah atau pedesaan. Pada hujan yang kurang mendapat ke- “hasil”.
era selanjutnya (1970-an dan 1980- sempatan dalam proses pemba- Kedua, terjadinya peningkatan
an), pendekatan pengembangan ngunan, masyarakat yang berusa- kontrol dan akses terhadap sum-
komoditas sangat mendominasi, ha tani secara tradisional, dengan ber daya ekonomi yang dimaknai
terutama padi yang menjadi target fasilitas sarana dan prasarana yang sebagai penyediaan modal berusa-
utama pemerintah (Bimas sampai belum memadai, dan kemampuan ha berupa kredit pada P4K dan
Supra Insus). Pada awal 1990-an, ekonomi dalam hal modal usaha PIDRA. Pada kegiatan P4MI, pe-
isu kemiskinan mewarnai aktivitas lemah akibat kemiskinan. Lokasi nyediaan modal juga ditekankan
di Deptan, yang dilanjutkan dengan program PIDRA terdapat di 500 kepada pengembangan lembaga
isu gender. Terakhir, sejak akhir desa pada 14 kabupaten di tiga keuangan mikro milik masyarakat.
1990-an hingga awal 2000-an, isu provinsi. Di Prima Tani, penyediaan modal

10
bukan merupakan keharusan, yang tujuan, yaitu untuk mendisemi- sanaan P4MI, di tingkat desa di-
difasilitaskan adalah berupa alter- nasikan hasil-hasil penelitian dan bentuk Komisi Investasi Desa (KID)
natif-alternatif. sebagai laboratorium lapang untuk dan Forum Antardesa (FAD), Fa-
Ketiga, peningkatan pengeta- mendapatkan feedback dari tek- silitator Desa (FD), dan kelompok
huan dan keterampilan masyarakat. nologi-teknologi yang didisemina- tani. Sementara di Prima Tani, ke-
Kegiatan P4MI dan Prima Tani se- sikan. lembagaan merupakan komponen
cara tegas menyebutkan adanya Keempat, penguatan kelemba- yang amat penting, karena pada
komponen difusi inovasi teknologi, gaan lokal. Keempat kegiatan men- hakekatnya hanya ada dua inovasi,
mungkin karena keduanya berada jadikan pengembangan kelemba- yaitu inovasi teknologi dan inovasi
di bawah koordinasi Badan Litbang gaan lokal sebagai komponen pen- kelembagaan. Keduanya ibarat dua
Pertanian. Demikian pula P4MI, di ting dari kegiatannya. Pengem- sisi mata uang yang saling meleng-
mana komponen pengembangan bangan kelembagaan berupa orga- kapi (Syahyuti).
sumber daya informasi nasional dan nisasi formal yang beranggotakan
lokal bertujuan untuk mengem- petani, selain merupakan wadah
bangkan sumber informasi pasar untuk melaksanakan kegiatan juga
dan teknologi pertanian dengan merupakan syarat wajib untuk im- Untuk informasi lebih lanjut
membangun sistem informasi te- plementasi kegiatan secara ke- hubungi:
pat guna, sehingga petani memiliki seluruhan. P4K menumbuhkan
kemampuan untuk mengakses pa- Kelompok Petani Kecil (KPK) dan Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan
sar dan mengarahkan produksi per- Gabungan KPK, sedangkan PIDRA Kebijakan Pertanian
taniannya berdasarkan keunggulan membentuk Kelompok Mandiri Jalan A. Yani No. 70
kompetitif. (KM) sebagai kelompok partisipan, Bogor 16161
Dalam Prima Tani, diseminasi federasi untuk jaringan permodalan, Telepon : (0251) 333964
teknologi merupakan tujuan utama. koperasi, dan Lembaga Pemba- Faksimile : (0251) 314496
Prima Tani dirancang untuk dua ngunan Desa (LPD). Dalam pelak- E-mail : caser@indosat.net.id

Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol. 29, No. 6, 2007

Menjaga Bunga Potong jang masa segar, meningkatkan


ukuran bunga mekar, menambah
agar Tetap Segar jumlah kuncup bunga yang akan
mekar, mempertahankan warna
bunga, dan memperlambat pengu-
ningan daun. Hal ini penting artinya
Peranan preservatif atau penyegar bunga adalah untuk memberikan dalam agribisnis tanaman hias.
pengganti zat makanan setelah bunga dipotong dari induk tanaman, Melihat fungsinya, penyegar bunga
sehingga kesegaran, warna bunga, dan daun dapat bertahan serta dibedakan menjadi dua kelompok.
mendorong kuncup bunga untuk mekar. Bunga yang telah mekar pun Pertama, cadangan nutrisi yang
tidak cepat layu, dan daunnya tidak cepat menguning. Di pasar sudah diberikan kepada bunga segera se-
beredar preservatif siap pakai, namun jika meramu sendiri juga mudah telah panen selama beberapa jam,
dengan biaya yang lebih murah dari preservatif impor. kemudian bunga dibungkus dan pe-
ngepakan untuk selanjutnya dikirim-
kan ke kota tujuan. Pemberian pe-
nyegar seperti ini disebut pulsing.

B unga potong, seperti halnya


bagian tanaman hidup lainnya,
memerlukan air dan nutrisi untuk
kungan yang tidak menguntungkan
yang cenderung mempercepat ke-
layuan bunga. Oleh karena itu, di-
Penyegar umumnya berisi nutrisi
dan antimikroba pada takaran yang
lebih tinggi dan berguna untuk
mempertahankan kesegarannya. perlukan pengganti air dan nutrisi memberi bekal bagi makanan dan
Setelah bunga dipotong dari induk dari luar yang dapat digunakan un- menghilangkan cemaran mikroba
tanaman akan terhenti proses ala- tuk tambahan sumber energi bagi dari kebun.
miah berupa kiriman air dan zat ma- kelangsungan hidup bunga hingga Kedua, penyegar yang diberi-
kanan dari akar, dan untuk kelang- waktu tertentu. Larutan penyegar kan kepada bunga secara terus-
sungan hidupnya mengandalkan bunga yang berisi nutrisi yang dila- menerus dalam waktu yang lama,
cadangan air dan nutrisi yang ada. rutkan dalam air dan diberikan ke- misalnya selama pemajangan, yang
Dengan sendirinya cadangan yang pada bunga melalui tangkai dapat disebut holding, biasanya berisi
tersedia menjadi faktor pembatas memperpanjang masa kesegaran makanan dan antimikroba pada
bagi daya tahan bunga untuk tetap bunga. takaran rendah.
segar. Belum lagi faktor lingkungan Pada dasarnya bahan penyegar Dengan adanya tambahan ma-
berupa suhu dan kelembapan ling- bunga berperan dalam memperpan- kanan dan zat antimikroba dari

11