Anda di halaman 1dari 5

c  


  


j  
     

 Bumi kita disusun oleh batuan. Batuan yang ada di bumi sampai saat ini
dibagi jadi empat, yaitu batuan beku, batuan sedimen, batuan metamorf, dan batuan
piroklastik. Batuan-batuan tersebut disusun oleh bagian yang lebih kecil lagi yaitu
mineral, yang sering kita sebut sebagai Rock Forming Mineral. Salah satu mineral
penyusun batuan adalah plagioklas. Plagioklas merupakan mineral felsic atau
golongan continuous series dalam reaksi deret Bowen. Mineral golongan continuous
series (plagioklas) memiliki ciri antara lain berwarna putih keabu-abuan.

Dalam mieralogi optik,


plagioklas memiliki sifat khas jika
diamati, yang utama salah satunya
adalah kembaran. Kembaran yaitu sifat
yang ditunjukkan oleh mineral akibat
pertumbuhan bersama kristal saat
pengkristalannya. Berbentuk kisi-kisi
yang dibentuk oleh orientasi
pertumbuhan kristalografi. Sifat ini
dapat diamati pada posisi pengamatan
nikol silang.

Terdapat beberapa jenis kembaran dalam analisa pada mineral plagioklas


yaitu:

aV   
aV   
aV   

      


  
  
c   
  


Œj  

V     

Kembaran pada plagioklas yang mengikuti ³Hukum Albit´ memiliki bidang


kembaran sejajar dengan bidang (010). Untuk mengukur sudut pemadaman, carilah
kristal plagioklas yang terpotong tegak lurus bidang (010) atau sejajar sumbu b, yang
dicikan oleh :

1.V Garis-garis perpotongan antara bidang komposisi dengan bidang sayatan


(garis-garis kembaran) nampak jelas dan tajam.
2.V Bila garis kembaran diletakkan sejajar dengan benang silang tegak maka
semua lembar kembaran memberikan warna interferensi yang sama dan
merata.

Cara mencari sudut pemadaman :

a.V Posisikan garis kembaran mineral sejajar dengan benang silang


vertical, dalam kondisi warna interferensi sama dan merata, catat skala
noniusnya (Xo)
b.V Putar meja Objek searah jarum jam, smapai mineral dalam keadaan
gelap maksimum, catat skala noniousnya (X1). ([Xo-X1] = P )
c.V Lakukan hal yang sama dengan memutar meja objek berlawanan
dengan arah jarum jam, sampai mendapatkan gelap maksimum (X2).
([Xo-X2] = Q)
d.V Masukan harga sudut pemadmannya (Zº) kedalam kurva Michel Levy
sebagai ordinatnya. Kemudian tarik garis horizontal hingga memotong
kurva yang ada.
e.V Dari perpotongan tersebut, tarik lagi garis ke bawah untuk mengetahui
komposisi dan jenis plagioklasnya.
f.V Jika harga sudut pemadamannya kurang dari 20º, maka ukur indeks
biasnya.

      


  
  
c   
  


g.V Nm < Nkb, maka digunakan kurva bagian kiri. Nm > Nkb, maka
digunakan kurva bagian kanan.

V
   j 

 Carilah kristal plagioklas yang memeperlihatkan kembaran Karlsbard-Albit


yang terpotong tegak lurus bidang (010)yang dicirikan oleh :

1.V Garis-garis perpotongan antara bidang komposisi dengan bidang sayatan


( garis-garis kembaran) kelihatan jelas dan tajam.
2.V Bila garis kembaran
diletakkan sejajar dengan benang
silang tegak maka semua lembar
kembaran memberikan warna
interferensi yang sama dan merata.
Salah satu kembaran Karlsbard
(missal sebelah kiri) ditentukan
dengan cara yang sama dengan metode sebelumnya yakni :
â     â â     â
  

Dengan syarat â
  
â

â
  
â

$

Dan sudut pemadaman untuk lembar kembaran albit pada lembar


kembaran carlsbard sebelah kanan adalah :


   â

  
â
 $


Dengan syarat â
  
â

â
  
â

$

      


  
  
c   
  


Harga sudut pemadaman diplot dengan grafik


dimana harga sudut pemadaman yang lebih kecil sebagai
ordinat sedangkan harga sudut pemadaman yang lebih
besar diplot pada kurva, kemudian tarik garis horizontal
dari sudut pemadaman yang lebih kecil, potongkan dengan
kurva sudut pemadaman yang lebih besar. Dari perpotongan tersebut lalu ditarik garis
ke bawah maka jenis plagioklas dapat diketahui. Bila harga sudut pemadaman kurang
dari 20Û maka harus diketahui terlebih dahulu indeks biasnya.

      


  
  
c   
  


á  

 www.scribd.com/Plagioclase/

www.wikipedia.org/thin-section/