Anda di halaman 1dari 9

PERSEPSI MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI

REGULER DAN NON REGULER


TENTANG PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI
Icuk Rangga Bawono
Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman
E-mail: cukycute@yahoo.com

Mochamad Novelsyah
Arum Lutfia
Mahasiswa Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Jendral Soedirman

Abstract

The objective of this study is to examine the perception of regular and non-
regular undergraduate students majoring in accounting about Pendidikan Profesi
Akuntansi (PPAk). It is also to know wheter any difference perception about PPA
between regular student of S1 accounting with non-regular student. Respondents
consist of 365 regular students and 77 non-regular students of accounting major. All
data were processed previously with validity test (Pearson moment) and reliability
(Alpha Cronbach). The Result of this research indicates that undergraduate students
of accounting major have positive perception about PPAk. There is difference
perception between regular and non-regular student about Pendidikan Profesi
Akuntansi (PPAk).

Keywords: Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), positive perception, difference


perception, regular student of S1 accounting, and non-regular student of
S1 accounting

PENDAHULUAN Dunia praktik dan pendidikan akun-


Disiplin ilmu akuntansi semakin tansi di negara Indonesia juga mengalami
cepat mengalami perkembangan dari waktu banyak perubahan semenjak munculnya
ke waktu seiring perubahan lingkungan ilmu akuntansi pada era tahun 1960-an.
bisnis yang semakin cepat, baik secara teori Pendidikan akuntansi di Indonesia telah
akuntansi maupun praktik bisnis. Sebagai mengalami perubahan mendasar sejak awal
contoh, wacana mengenai Human Resources tahun 1990-an (Machfoedz, 1999). Diawali
Accounting (akuntansi sumberdaya manusia) dengan berubahnya Prinsip Akuntansi Indo-
muncul sejalan pesatnya praktik bisnis di nesia (PAI) yang diganti dengan Standar
bidang jasa. Hal tersebut karena adanya Akuntansi Keuangan (SAK) pada Kongres
kepentingan dari lingkungan bisnis yang IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) tahun 1994
merasa perlu mengkapitalisasi sumber daya yang juga menyepakati kelahiran Kompar-
paling berharga di dalam usahanya yang temen Akuntan Pendidik. Perubahan
notabene manusia itu sendiri. berikutnya yaitu diberlakukannya Ujian
Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) pada

185
JAAI VOLUME 10 NO. 2, DESEMBER 2006: 185 – 193

tahun 1997. Kemudian pada tahun 2001, Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), ter-
melalui Surat Keputusan Menteri Pen- masuk didalamnya minat dan kemampuan
didikan Nasional No 179/U/2001 tentang mahasiswa untuk mengikuti PPAk.
Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akun-
tansi (PPAk), setiap mahasiswa yang lulus KAJIAN TEORI DAN
dari jurusan akuntansi tidak secara otomatis PENGEMBANGAN HIPOTESIS
mendapatkan gelar akuntan (Ak) terhitung Tinjauan Pustaka
sejak 31 Agustus 2004. Jadi bagi mahasiswa Persepsi merupakan proses kognitif
yang menginginkan gelar akuntan (Ak) yang dipergunakan seseorang untuk menaf-
harus terlebih dahulu mengikuti Pendidikan sirkan dan memahami dunia sekitarnya.
Profesi Akuntansi (PPAk). Sedangkan menurut Robbins (1993),
Reformasi pada wilayah sistem pen- Perception can be defined as a process by
didikan akuntansi ini, bertujuan untuk which individuals organize and interpret
mengejar kesenjangan antara conceptual their sensory impressions in order to give
systems dengan physical systems yang meaning to their environment. Proses
selama ini menjadi kelemahan dari ling- pembentukan persepsi dipengaruhi oleh:
kungan pendidikan. Selain itu, perubahan 1. Faktor perhatian dari luar, meliputi
tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan intensitas, ukuran, keberlawanan, peng-
profesionalisme akuntan dengan tingkat ulangan, gerakan.
penguasaan yang memadai terhadap tiga 2. Faktor dari dalam (internal set factors),
syarat untuk profesional, yakni pengetahuan yaitu faktor dari dalam diri seseorang
(knowledge), keahlian (skill), dan karakter yang memiliki proses perspsi antara lain
(character) (Novin dan Tucker, 1993). proses belajar (learning), motivasi, dan
Karena nantinya para akuntan harus mem- kepribadian (Kiryanto dkk., 2001).
punyai kredibilitas dalam menyusun dan Pendidikan akuntansi akan dapat
melaksanakan review (audit) atas laporan dipersepsikan secara paralel dengan praktik
keuangan, yang kemudian hasilnya akan akuntansi, termasuk di dalamnya profesi
digunakan oleh para pihak yang ber- akuntan publik. Akuntan publik merupakan
kepentingan sebagai dasar pengambil seseorang yang diberikan ijin oleh suatu
keputusan. negara bagian untuk menggunakan gelar PA
Dengan adanya Pendidikan Profesi (Public Accountant) atau AP (Akuntan
Akuntansi (PPAk) kita perlu mengetahui Publik) dan mempraktekkan akuntansi
bagaimana persepsi mahasiswa akuntansi publik. Di Indonesia, ijin sebagai akuntan
sebagai stakeholder utama atau calon peng- publik dapat diberikan setelah lulus Ujian
guna jasa dalam proses pendidikan profesi Sertifikasi Akuntan Publik (USAP).
tersebut. Persepsi positif akan berpengaruh Menurut Kamus Bahasa Indonesia,
terhadap perilaku dan sikap mahasiswa yang profesi diartikan sebagai bidang pekerjaan
mendukung adanya Pendidikan Profesi yang dilandasi pendidikan keahlian keteram-
Akuntansi (PPAk), begitu juga sebaliknya pilan, kejujuran, dan sebagainya tertentu.
apabila persepsi yang terbentuk negatif. Profesi Akuntansi merupakan profesi yang
Calon peserta PPAk meliputi mahasiswa S1 dijalankan oleh orang-orang yang telah
Akuntansi, baik program studi reguler mau- mendapatkan gelar BAP (Bersertifikat
pun non-reguler (ekstensi). Tentunya ter- Akuntan Publik) atau CPA (Certified Public
dapat perbedaan karakteristik diantara kedua Accountant). Beberapa profesi akuntansi
progran studi tersebut. Hal ini memungkin- yang telah mendapat sebutan BAP antara
kan terjadinya perbedaan persepsi tentang lain: Akuntan Publik (AP), Akuntan Sektor

186
Persepsi Mahasiswa Jurusan Akuntansi Reguler dan Non Reguler ... (Icuk Rangga Bawono, dkk.)

Publik (ASP), Akuntan Manajemen (AM), gagasan perubahan atau pembaruan yang
dan Akuntan Pendidik (AP). Mereka yang menyangkut profesinya tersebut
telah mendapatkan gelar tersebut, dapat (Suwardjono, 1992).
mengajukan ijin untuk membuka praktek Dengan dikeluarkannya Surat
akuntan publik. Profesi akuntansi sebagai Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.
pemberi jasa dalam hal informasi keuangan 179/U/2001 tentang penyelenggaraan
memiliki tiga aspek yang terkait satu sama Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
lain, yakni pendidikan, praktik, dan mengakibatkan perlu adanya kelanjutan dari
penelitian (Sterling, 1973: Bell dan Wright, pendidikan sarjana program studi akuntansi.
1991) Hal ini berpengaruh terhadap masa studi
Pendidikan Profesi Akuntansi mahasiswa ketika ingin terjun sebagai
(PPAk) merupakan pendidikan yang akuntan publik. Dengan demikian pada saat
diselenggarakan setelah menempuh pen- mahasiswa telah menyelesaikan program S-
didikan strata satu ekonomi jurusan akun- 1, maka mereka dihadapkan pada tiga
tansi dengan tujuan untuk mendapatkan alternatif. Pertama, bekerja atau terjun ke
gelar Akuntan (Ak). Hal ini sesuai dengan masyarakat sebagai sarjana ekonomi. Kedua,
isi SK Mendiknas No. 179/U/2001, perihal melanjutkan studi pasca sarjana untuk
pemberian gelar akuntan (Ak), yaitu sejak memperoleh gelar S-2. Atau ketiga,
tanggal 31 Agustus 2004 seluruh lulusan S1 menempuh program Pendidikan Profesi
Jurusan Akuntansi tidak lagi bergelar Akuntansi (PPAk) untuk memperoleh gelar
Akuntan (Ak). Dasar hukum dari pelak- akuntan (Ak), yang notabene syarat untuk
sanaan PPA adalah: terjun sebagai akuntan publik pada Kantor
1. Naskah Kerjasama Ikatan Akuntan Akuntan Publik (KAP).
Indonesia (IAI) dan Dirjen Pendidikan Menjawab SK Mendiknas No.
Tinggi (DIKTI) 179/U/2001 tersebut, maka beberapa per-
2. SK Mendiknas 179/U/2001 tentang guruan tinggi berusaha menyelenggarakan
Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Pendidikan Profesi Akuntansi. Berdirinya
Akuntansi. PPAk di berbagai perguruan tinggi ini tentu-
PPAk adalah suatu usaha yang nya diikuti dengan adanya sosialisasi kepada
bertujuan untuk menghasilkan akuntan mahasiswa S1 akuntansi untuk memberikan
profesional dengan standardisasi kualitas pemahaman akan pentingnya pendidikan
akuntan di Indonesia. Kurikulum dan silabus profesi (profession education) bagi calon
PPAk sudah didesain untuk untuk akuntan publik. Dalam kurun waktu lebih
memenuhi persyaratan untuk menjadi kurang lima tahun ini, proses sosialisasi baik
akuntan professional yang ditentukan oleh melalui seminar, studium general, dan media
International Financial Accounting lain diharapkan telah memberikan pema-
Committee (IFAC). haman yang masif. Tanpa adanya pema-
Adanya PPAk diharapkan dapat haman yang masif maka akan berpengaruh
meningkatkan kualitas pendidikan khusus- pada orientasi dan keinginan mahasiswa
nya akuntansi. Pendidikan akuntansi akuntansi yang notabene sebagai calon
selayaknya diarahkan untuk memberi pema- pengguna jasa Pendidikan Profesi Akuntansi
haman konseptual yang didasarkan pada (PPAk).
penalaran sehingga ketika akhirnya masuk Selain itu, penelitian terdahulu (Icuk
ke dalam dunia praktik dapat beradaptasi dkk., 2005) yang berjudul Persepsi Maha-
dengan keadaan sebenarnya dan memiliki siswa S1 Akuntansi Reguler Mengenai Pen-
resistance to change yang rendah terhadap didikan Profesi Akuntansi (Studi kasus pada

187
JAAI VOLUME 10 NO. 2, DESEMBER 2006: 185 – 193

Perguruan Tinggi Negeri di Purwokerto) orientasi mereka mengikuti pendidikan


menyatakan bahwa mahasiswa S1 Akuntansi yakni sebagai penunjang karier bagi
Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal pekerjaan mereka. Sedangkan bagi kelas
Soedirman mempunyai persepsi yang positif reguler, mahasiswanya notabene fresh
mengenai Pendidikan Profesi Akuntansi graduate dari sekolah menengah sehingga
(PPAk). Hal tersebut menjadi landasan bagi lebih mempunyai orientasi dalam mengikuti
pengembangan dari penelitian ini. pendidikan profesi karena untuk mengejar
Perbedaan karakteristik yang ada karir sebagai akuntan publik. Oleh karena
antara kelas reguler dan non reguler diduga itu, peneliti menduga ada perbedaan persepsi
dapat menyebabkan perbedaan persepsi antara mahasiswa S1 akuntansi reguler
mengenai Pendidikan Profesi Akuntansi dengan mahasiswa S1 akuntansi non reguler
(PPAk). Pada kelas non reguler sebagian mengenai Pendidikan Profesi Akuntansi
besar mahasiswanya terdiri dari orang-orang (PPAk), yang disebabkan latar belakang dan
yang telah memiliki pekerjaan, sehingga orientasi mengikuti pendidikan.

Mahasiswa S1
Akuntansi

Program Sarjana

Bekerja
Gelar
S.E.

Program Pasca Program Pasca Pendidikan


Sarjana Sarjana Eksekutif Profesi
Gelar
+ PPAk (Dual Akuntansi
Degree) (PPA) S.E., Ak.

Persepsi Mahasiswa Akuntansi


Universitas negeri di Purwokerto

Persepsi Mahasiswa Persepsi Mahasiswa


Akuntansi Reguler Akuntansi Non Reguler

Gambar 1:
Diagram Alur Pemikiran dan Proses Pendidikan Akuntansi di Indonesia.

188
Persepsi Mahasiswa Jurusan Akuntansi Reguler dan Non Reguler ... (Icuk Rangga Bawono, dkk.)

Penelitian ini akan melihat bagai- Pearson dan uji reliabilitas dengan metode
mana persepsi mahasiswa S1 Akuntansi, Cronbach’s Alfa.
baik program studi reguler maupun non Model kuisioner yang digunakan
reguler terhadap adanya Pendidikan Profesi dalam penelitian ini adalah model yang
Akuntansi. Untuk mengetahui persepsi digunakan oleh Icuk, dkk. (2006). Kuisioner
tersebut, peneliti menggunakan empat varia- tersebut terbagi atas empat bagian atau vari-
bel atau indikator untuk mengukurnya, yaitu abel. Bagian pertama, berisi lima pertanyaan
gelar akuntan, minat dan kemampuan, tentang pengetahuan mengenai Gelar
instrumen pendukung PPAk, keterkaitan Akuntan. Bagian ini berisikan perubahan
PPA dengan dunia kerja Selain itu, pene- mekanisme dalam mendapatkan gelar akun-
litian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tan. Bagian kedua, berisi lima pertanyaan
terdapat perbedaan persepsi antara maha- tentang minat dan kemampuan mahasiswa
siswa S1 Akuntansi program studi reguler sebagai stakeholder baik dari sisi kapa-
dengan ekstensi. bilitas, kompetensi, dan biaya studi. Bagian
Dari penjelasan di atas maka peneliti ketiga, berisi enam pertanyaan tentang
mengusulkan hipotesis sebagai berikut: instrumen pendukung penyelenggaraan baik
1. Mahasiswa S1 akuntansi reguler dan sarana dan prasarana maupun kompetensi
non reguler fakultas ekonomi perguruan pengajarnya. Bagian keempat, berisi delapan
tinggi di Purwokerto memiliki persepsi pertanyaan mengenai keterkaitan PPA
positif tentang Pendidikan Profesi dengan dunia kerja.
Akuntansi (PPAk). Responden yang digunakan dalam
2. Ada perbedaan persepsi antara maha- penelitian ini meliputi mahasiswa S1 Akun-
siswa S1 akuntansi reguler dengan tansi reguler dan non reguler (ekstensi) ang-
mahasiswa S1 akuntansi non reguler katan 2003, 2004, 2005, dan 2006. Peneli-
mengenai Pendidikan Profesi Akuntansi tian ini menggunakan metode random sam-
(PPAk). pling dalam menentukan sampel. Dalam hal
ini populasi adalah mahasiswa S1 Akuntansi
METODE PENELITIAN FE Universitas Jenderal Soedirman dan
Penelitian ini merupakan penelitian Universitas Muhamadiyah Purwokerto,
eksploratif dengan metode survey yang reguler dan non reguler (ekstensi). Oleh
meneliti tentang persepsi seseorang, karena itu diambil sampel yang ditentukan
sehingga data yang digunakan termasuk data jumlahnya dengan menggunakan rumus
primer. Metode pengambilan data yang N
digunakan yaitu kuesioner, wawancara, dan Slovin, sebagai berikut: n 
1  Ne 2
studi pustaka.
Keterangan :
Kuesioner yang digunakan dalam
n = ukuran sampel
penelitian ini menggunakan Likert Scale
N = ukuran populasi
dengan skala penilaian 1 sampai 5 yaitu (1)
e = kemungkinan ketidaktelitian karena
sangat tidak setuju, (2) tidak setuju, (3)
kesalahan pengambilan sampel yang
netral, (4) setuju, dan (5) sangat setuju.
dapat ditolerir (e = 10%).
Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat
perbedaan antar kelompok responden,
Alat Analisis
karenanya pengujian yang digunakan adalah
Untuk mengetahui apakah mahasiswa
uji beda rata-rata. Sebelum kuisioner
S1 akuntansi regular dan ekstensi perguruan
didistribusikan, terlebih dahulu dilakukan uji
tinggi di Purwokerto memiliki persepsi
validitas dengan metode product moment

189
JAAI VOLUME 10 NO. 2, DESEMBER 2006: 185 – 193

positif terhadap PPAk, dilakukan uji ekstensi sebesar 450 mahasiswa. Dari total
hipotesis melalui rumus sebagai berikut: populasi tersebut, kami mengambil sampel
χ µ sebesar 442 mahasiswa dengan rincian
t= seperti tampak pada Tabel 1.
S/ n
Keterangan: Tabel 1: Rincian Jumlah Sampel
χ = rerata riil yaitu skor jawaban dibagi
2003 51
jumlah responden
S = simpangan baku 2004 51
Unsoed
µ = rerata harapan yaitu 3 kali jumlah 2005 110
pertanyaan 2006 72
Reguler 365
n = jumlah sampel 2003 7
2004 23
Pada pengujian hipotesis kedua, UMP
2005 23
untuk mengetahui adanya perbedaan
persepsi atau tanggapan antara mahasiswa 2006 28
akuntansi S1 reguler dengan ekstensi 2003 9
tentang PPA maka peneliti menggunakan uji Non 2004 23
77 Unsoed
Chi Square sebagai berikut: reguler 2005 14
k f  f 2 2006 31
χ2   o h
i 1 fh
Uji Validitas dan Reliabilitas
di mana: Dalam pengujian validitas dan relia-
 2 = Chi kuadrat bilitas instrumen, dilakukan percobaan ter-
hadap instrumen penelitian kepada 32 orang
f o = frekuensi yang diobservasi responden mahasiswa yang terdistribusi
f h = frekuensi yang diharapkan merata. Untuk perhitungan, menggunakan
metode korelasi product moment pearson.
HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengujian validitas,
Gambaran Umum Responden diketahui semua item pertanyaan telah lolos
Objek penelitian ini adalah maha- uji validitas.
siswa akuntansi S1 reguler dan ekstensi Kriteria penerimaan reliabilitas
Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal instrumen pertanyaan adalah bila rhitung >
Soedirman (UNSOED) dan Universitas rtabel maka instrumen pertanyaan dinyatakan
Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mulai reliabel. Pengujian ini dilakukan pada tiap
dari tahun angkatan 2003 sampai dengan butir pertanyaan per variabel tanpa
2005. Total populasi untuk mahasiswa memasukkan jumlah skor tiap variabel.
reguler sebesar 1020 orang dan mahasiswa Hasilnya seperti yang terlihat dalam Tabel 2.

Tabel 2: Hasil Uji Scale Reliability Analysis


No Variabel rtabel rhitung Keterangan
1 Gelar Akuntan 0,349 0,559 reliabel
2 Minat dan Kemampuan 0,349 0,559 reliabel
3 Instrumen Pendukung PPA 0,349 0,810 reliabel
4 Keterkaitan PPA dengan dunia kerja 0,349 0,818 reliabel

190
Persepsi Mahasiswa Jurusan Akuntansi Reguler dan Non Reguler ... (Icuk Rangga Bawono, dkk.)

Dengan melihat hasil uji validitas dan tapi signifikan. Hal ini berarti pada
reliabilitas di atas, maka disimpulkan bahwa pertanyaan kelompok variabel kedua
seluruh item pertanyaan pada seluruh responden belum mempersepsikan item
variabel lolos uji dan dapat digunakan pertanyaan pada kelompok tersebut secara
sebagai instrumen penelitian. baik. Karena pada kelompok minat dan
kemampuan, responden berpendapat bahwa
Hasil Pengujian Hipotesis masalah waktu dan biaya merupakan faktor
Dari hasil pertanyaan yang diajukan penghalang untuk mengikuti PPAk. Namun
dan dijawab responden, dihasilkan rerata riil secara agregrat mahasiswa akuntansi S-1
(  ) sebesar 82,07 yaitu jumlah skor pada perguruan tinggi di Purwokerto telah
jawaban (36.273) dibagi jumlah responden memiliki persepsi yang positif karena nilai t
(n = 442). Sedangkan rerata harapan (µ) hitung total yang bernilai positif sebesar
adalah 72 (3 kali jumlah pertanyaan atau 3 x 19,40 dengan signifikansi 0,000.
24). Kemudian untuk simpangan baku (S) Untuk menguji hipotesis bahwa ada
pada penelitian ini sebesar 10,83 dengan perbedaan persepsi antara mahasiswa akun-
level of significance 0,05. Berdasarkan tansi reguler dengan mahasiswa akuntansi
perhitungan melalui program software SPSS ekstensi mengenai Pendidikan Profesi
12.0 nilai t hitung keseluruhan pertanyaan Akuntansi (PPAk), maka dilakukan peng-
adalah 19,40 dengan probabilitas nilai t ukuran tingkat persepsi mahasiswa dengan
hitung sebesar 0,000. menggunakan Uji Chi Square. Pada hipotesa
Dari Tabel 3 di bawah dapat dilihat kedua tingkat uji beda dilakukan pada tiap
pada tiga kelompok variabel bernilai t hitung variabel penelitian bukan secara agregat.
positif dan signifikan pada level 5% lebih. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui
Hanya pada kelompok variabel kedua yakni nilai Chi Square Test seperti tampak pada
minat dan kemampuan nilai t hitung negatif Tabel 4.

Tabel 3: Hasil Z hitung terhadap keempat kelompok variabel pertanyaan


Kelompok variabel pertanyaan T hitung probabilitas
Gelar Akuntan atau PPA 19,24 ,000
Minat dan kemampuan -8,84 ,000
Instrumen pendukung PPA 30,37 ,000
Keterkaitan PPA dengan dunia kerja 11,06 ,000
Total 19,40 ,000

Tabel 4: Hasil Uji Chi Square


Nilai Chi
Mahasiswa Akuntansi Reguler dan Ekstensi Probabilitas
Square
Variabel Gelar Akuntan 10,39 0,034
Variabel Minat dan Kemampuan 17,54 0,002
Variabel Instrumen Pendukung 63,79 0,000
Variabel Keterkaitan PPAk dengan Dunia Kerja 17,19 0,002

191
JAAI VOLUME 10 NO. 2, DESEMBER 2006: 185 – 193

Dengan taraf signifikansi 5%, dan kemampuan mahasiswa memiliki


probabilitas semua nilai Chi Square lebih persepsi negatif. Hal ini disebabkan karena
rendah dari %. Dengan demikian hipotesa adanya faktor pengorbanan yang harus
kedua terbukti: ada perbedaan persepsi diberikan oleh mahasiswa dalam menempuh
antara mahasiswa akuntansi S1 reguler pendidikan profesi akuntansi antara lain
dengan mahasiswa akuntansi S1 non reguler faktor biaya dan waktu. Untuk itu perlu ada
mengenai pendidikan profesi akuntansi sosialisasi yang lebih mendalam mengenai
(PPAk). Pendidikan Profesi Akuntansi dari pihak
penyelenggara kepada calon pengguna jasa
SIMPULAN DAN SARAN pendidikan ini, yaitu mahasiswa akuntansi.
Dari hasil analisis data dan pem- Untuk hipotesis kedua bahwa ada
bahasan masalah yang telah dilakukan, dapat perbedaan persepsi antara mahasiswa akun-
diambil kesimpulan bahwa mahasiswa S1 tansi regular dengan mahasiswa akuntansi
akuntansi reguler dan ekstensi fakultas ekstensi mengenai Pendidikan Profesi
ekonomi perguruan tinggi di Purwokerto Akuntansi, disebabkan beberapa hal
mempunyai persepsi yang positif mengenai kurangnya motivasi untuk mengikuti Pen-
Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Hasil didikan Profesi Akuntansi. Pada umumnya
ini mempunyai arti bahwa Mahasiswa S1 mahasiswa ekstensi sudah memiliki peker-
Akuntansi reguler dan ekstensi fakultas jaan sebelumnya, sehingga orientasi untuk
ekonomi perguruan tinggi di Purwokerto menjadi auditor melalui pendidikan profesi
telah memiliki persepsi bahwa dengan cenderung tidak ada.
Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
kompetensi dan profesionalisme sumber REFERENSI
daya akuntan lebih berkualitas. Di samping Abdullah, Syukriy dan Selamat Syukur.
itu, terdapat perbedaan persepsi di antara (2002). “Persepsi Mahasiswa
mahasiswa akuntansi S1 reguler dengan Akuntansi terhadap Profesi Akun-
mahasiswa S1 ekstensi fakultas ekonomi tansi terhadap Profesi Akuntan
perguruan tinggi di Purwokerto tentang Publik: Sebuah Studi Empiris”.
Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Journal Media Riset Akuntansi,
Berdasarkan hasil kesimpulan di atas Auditing, dan Informasi. Vol. 2 No.
maka, maka memberikan implikasi sebagai 1 April 2002, Jakarta.
berikut. Persepsi positif yang dimiliki oleh
IAI. (2002). Panduan Penyelenggaraan
mahasiswa akuntansi S1 baik regular
Pendidikan Profesi Akuntan.
maupun ekstensi mengindikasikan bahwa
Jakarta: IAI
mahasiswa akuntansi telah mengetahui
tujuan diselenggarakannya Pendidikan Bell, T.B., dan Wright, A.M., ed. (1995).
Profesi Akuntansi (PPAk). Hal ini berarti Pengauditan, Practice, Research
adanya potensi berkembangnya Pendidikan and Education: A Productive
Profesi Akuntansi (PPAk), karena persepsi Coolaboration, The American
positif telah terbentuk pada mahasiswa Institute of Certified Public
akuntansi yang notabene calon pengguna Accountants in Cooperation with
atau pemakai jasa Pendidikan Profesi Auditing Section of The American
Akuntansi kedepannya. Accounting Association.
Meskipun secara agregat mahasiswa
akuntansi memiliki persepsi positif, namun Cooper, Donald R dan Emory, C.W. (1998).
pada variabel kedua yakni mengenai minat Metodologi Penelitian Bisnis,

192
Persepsi Mahasiswa Jurusan Akuntansi Reguler dan Non Reguler ... (Icuk Rangga Bawono, dkk.)

diterjemahkan Widyono S, Uka W. Indriantoro Nur dan Supomo Bambang.


Jakarta: Erlangga. (1999). Metodologi Penelitian
Bisnis. Cetakan Pertama.
Djarwanto Ps dan Pangestu S. (2000).
Yogyakarta: BPFE- Yogyakarta.
Statistik Induktif, Edisi keempat,
Cetakan Kelima, Yogyakarta: Rahayu, Wahyudi. (2003). IAI: Implikasi
BPFE-Yogyakarta. dari Era Globalisasi terhadap
Pendidikan Akuntan dan Prospek
Icuk, dkk. (2006). Persepsi Mahasiswa S1
Kerja, Makalah dalam Seminar
Akuntansi Reguler Mengenai
“Perspektif Pendidikan Akuntan
Pendidikan Profesi Akuntansi
dan Prospek Kerja”. oleh HMJA,
(Studi kasus pada Perguruan
UNSOED, 11 Oktober 2003,
Tinggi Negeri di Purwokerto),
Purwokerto.
Purwokerto
Robbins, Stephen P. (1993). Organizational
Idrus. (2003). “Deskripsi dan Eksistensi
Behaviour. Sixth Edition. Prentice-
Pendidikan Profesi Akuntan
Hall International Inc.
ditinjau dari Segi Pendidikan”.
Makalah dalam Seminar Perspektif Santika, C.S. (2005). Persepsi Mahasiswa
Pendidikan Akuntan dan Prospek S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi
Kerja. oleh HMJA, UNSOED, 11 Universitas Jenderal Soedirman
Oktober 2003, Purwokerto. tentang Penyelenggaraan Pen-
didikan Profesi Akuntansi di
Joel G. Siegel dan Jae K Shim. (1999).
Indonesia. Skripsi pada Fakultas
Kamus Istilah Akuntansi, Cetakan
Ekonomi Universitas Jenderal
Ketiga, Jakarta: PT. Elex Media
Soedirman, Purwokerto.
Komputindo.
Sterling, R.S. (1973). “Accounting Re-
Kiryanto, dkk. (2001). “Pengaruh Persepsi
search, Education and Practice”.
Manajer atas informasi Akuntansi
Journal of Accountancy (Sep-
Keuangan terhadap Keberhasilan
tember): 44-52.
Perusahaan Kecil”. Journal Riset
Akuntansi Indonesia Volume 4 No Suwardjono. (1992). Gagasan Pengem-
2 Mei 2001, Yogyakarta. bangan Profesi dan Pendidikan
Akuntansi di Indonesia. Kumpulan
Machfoedz, M. (1999). “Studi Persepsi
Artikel. Yogyakarta: BPFE-
Mahasiswa Terhadap Profesi-
Yogyakrta.
onalisme Dosen Akuntansi
Perguruan Tinggi”. Jurnal Sugiarto, dkk. (2001). Teknik Sampling.
Akuntansi dan Auditing Indonesia 3 Jakarta: PT Gramedia Pustaka
(Juni): 3-28. Utama.
Novin, A.M dan Tucker, J.M. (1993). “The Sugiyono. (2003). Statistika untuk
Composition of 150 Hours Penelitian. Cetakan Kelima.
Accounting Program: The Public Bandung: CV. Alpha Betha.
Accountants Point of Views”.
Issues in Accounting Education
(Fall): 272-291.

193