Anda di halaman 1dari 11

INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM

BANDUNG
2010
Digital Audio Broadcast
(DAB)

• Tim Penyusun :
• Yanto Hardi wibowo (111061077)
• Albeno Saleh Ahmad (111070263)
• Nur Alfatah Maulana (111070285)
A. A. Putri Gita Pratiwindya (111071005)
• Riksa Uhdiar (111070031)
• Arif Mulia (111080214)
• Dita Fatmasari P. (111080031
Agenda Presentasi
Latar Belakang DAB

DAB & Fungsi

Cara Kerja DAB

Aturan Penyiaran DAB

Potensi DAB Yang Akan Datang


Latar Belakang DAB

•Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang begitu pesat dewasa


ini telah membawa implikasi terhadap aktifitas masyarakat, baik dalam skala
regional, nasional, maupun global.

•Lembaga Penyiaran Publik RRI dan komunitas stasiun penyiaran radio lainnya,
saat ini masih menggunakan sistim analog, dan saat ini mulai memikirkan beralih
teknologi penyiaran digital

•Dengan Digital Audio Broadcasting (DAB) dapat membuka pandangan tentang


DAB itu sendiri. Sehingga teknologi dan kualitas audio broadcasting di Indonesia
bisa menjadi lebih baik
DAB
•Penyiaran radio digital merupakan teknologi di bidang penyiaran radio
terestrial yang mengirimkan sinyal audio/suara setara kualitas CD (Compact
Disc) bebas dari interferensi dan noise kepada pendengar radio

•Istilah Digital Audio Broadcasting (DAB) aslinya berasal dari Eropa untuk
menyatakan sistim penyiaran radio digital secara komersial yang
memerlukan pita frekuensi penyiaran diluar spektrum frekuensi radio AM
dan FM

•Mengapa harus radio digital?


Siaran radio digital menghasilkan kualitas suara yang jauh lebih baik
dibandingkan dengan penyiaran AM-MW biasa, bahkan digambarkan
sebagai mendekati kualitas penyiaran radio FM
Cara Kerja DAB

•Bagaimana Siaran Radio Digital Bekerja?


Radio digital memancarkan sinyal audio digital dalam bentuk aliran data
digital yang dikirim secara berurutan sebagaimana pada modem dan faksimili
bersama sama dengan signal analog. Dengan ini memungkinkan spektrum
yang sama digunakan untuk kedua jenis signal analog dan digital
Sistim pemancar radio digital mengubah atau menyandikan (encode) sinyal
suara analog yang masuk menjadi bilangan biner untuk dipancarluaskan/
Proses ini disebut sebagai Code/Decode selanjutnya disebut CODEC
Cara Kerja DAB (Contd)
Perbandingan Organisasi FM dengan DAB
 
Aturan Penyiaran DAB

Regulasi atau peraturan tentang sistem Digital audio


broadcasting ( DAB ) atau yang juga dikenal dengan
istilah radio digital untuk frekuensi radio tinggi di Indonesia
telah ditetapkan dalam peraturan Mentri Kominfo
No.21/PER/M.Kominfo/4/2009
Potensi DAB Yang Akan Datang

1. Efesien dalam penggunaan spektrum frekuensi,daya


transmitter dan infrastruktur(transmitter,tower dsb)

2. Kualitas & Konsistensi penerimaan yang lebih baik, tahan


Gb-1.DAB Portable
terhadap interference dan multipath sehingga masih dapat diterima
dikendaraan berkecepatan tinggi (300 km/jam)

3. Service tambahan berupa transmisi data


(PAD=Programme Assosiated Data) informasi perjalanan,cuaca,
lalulintas, panduan acara dan (EPG=Electronic Programme Guide),
running teks dsb.
Gb-2.Shelf rack
4. Next Generation Radio, akan menggantikan penyiaran AM
dan FM. Dimana digitalisasi penyiaran merupakan sesuatu yang tidak
bisa ditunda karena merupakan solusi untuk mengatasi
ketidakefisienan pada penyiaran analog.

5. Kompetisi teknis secara tidak sehat (coverage & kualitas


audio) bisa dihindari karena semua menggunakan infrastruktur dengan
standar transmisi yang sama (infrastructure sharing).
Penutup

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai