P. 1
jejak-satria-piningit

jejak-satria-piningit

|Views: 225|Likes:
Dipublikasikan oleh Miftachul Hadi

More info:

Published by: Miftachul Hadi on Oct 16, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2014

pdf

text

original

02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit

Page 1 of 17

My Account

My Dashboard

New Post

Blog Info
Search WordPress.com Blogs Search

Go!

• • • • • • •

Home 01 Pengantar 02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara 03 Menelisik Misteri Sabdo Palon 04 Putra Sang Fajar Muncul Di Ufuk Timur 05 Membaca Kejadian Alam 06 Fenomena Semburan Lumpur Sidoarjo

02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara
Tulisan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat nusantara sebagai ungkapan rasa keprihatinan atas carut marut yang sedang terjadi di bumi pertiwi ini. Berawal dari komunikasi intensif saya dengan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan (penulis Surat Terbuka kepada SBY) telah membawa saya kepada pencerahan cakrawala pemahaman tentang apa dan bagaimana kejadian yang tengah berlangsung dan prediksi yang akan terjadi di negeri ini. Bahkan tidak berlebihan kalau saya katakan bahwa ini merupakan suatu upaya membedah warisan leluhur yang sarat dengan perlambang sehingga sedikit demi sedikit terkuak tabir misteri jagad nusantara ini. Sangat luar biasa. Hal ini sepatutnya bisa dipahami oleh seluruh anak cucu leluhur bangsa ini sebagai pewaris sah tataran tanah surgawi yang bernama Nusantara. Hasil kajian spiritual bapak Budi Marhaen berusaha saya pahami dengan “rasa naluri” yang mendalam dengan tanpa mengabaikan logika berpikir sehat. Memang banyak hal sulit ditelusuri melalui referensi buku-buku sejarah atau dengan bukti-bukti empiris yang ada, namun dengan semangat menguak tabir misteri untuk lebih memahami fenomena yang terjadi saat ini, maka segala sesuatunya yang dapat saya cerna berusaha saya ungkapkan secara sederhana apa adanya di dalam blog/buku ini. Ibarat mencari mata rantai yang hilang (missing link), nampaknya misteri yang ditinggalkan pasca keruntuhan Majapahit (500 tahun yang lalu) mulai terlihat secara samarsamar. Sayapun mulai memahami apa makna yang tersirat dari saran bapak Budi Marhaen kepada SBY di dalam Surat Terbukanya kepada SBY : “Kumpulkanlah ahli-ahli Thoriqoh negeri ini yaitu mursyid / syeh-syeh yang telah mencapai maqom ma’rifat “Mukasyafah”, Pedanda-pedanda sakti agama Hindu, Bhiksu-bhiksu agama Budha yang telah sempurna, serta kasepuhan waskito dari Keraton Jogja, Solo & Cirebon, untuk bersama-sama memohon petunjuk kepada Allah SWT mencari siapa sosok orang yang mampu mengatasi keadaan ini dan mencari jawab dari misteri ramalan para leluhur di atas. Gunakan 4 point panduan saya untuk memandu mereka. Insya Allah, jika Allah Azza wa Jalla memberikan ijin dan ridho-Nya akan diketemukan jawabannya.” Walaupun Surat Terbuka tersebut tidak mendapat tanggapan dari yang bersangkutan presiden SBY, namun saya memiliki keyakinan bahwa beliau bapak Budi Marhaen “mengetahui” sangat banyak tentang fenomena yang sedang terjadi di jagad nusantara ini. Tanpa berniat mengundang perdebatan, semoga ungkapan saya dapat menjadi bahan perenungan kita bersama guna menyongsong fajar kejayaan Nusantara yang kita cintai. Memahami Makna Karya Warisan Leluhur Nusantara Terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih kepada bapak Budi Marhaen atas pemberian referensireferensinya berupa naskah : Bait-bait syair terakhir Ramalan Joyoboyo, Serat Musarar Joyoboyo, Uga Wangsit Siliwangi, Serat Darmagandhul, dan Ramalan Ronggowarsito. Setelah saya membaca dan berusaha memahami dengan segala perenungan, maka sayapun menjadi takjub dibuatnya akan karya-karya beliau para leluhur kita. Antara satu dengan lainnya walaupun berbeda Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon.wordpress.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009

ka nu weruh di semu anu saéstu. Sabab bukti anu kari. leungit nagarana. Peristiwa itu ditandai dengan menghilangnya Pajajaran. Leungit dayeuhna. Bebas-bebas saja. supaya anu laleungit kapanggih deui. Kebenaran sejati adanya di dalam nurani yang suci dan bersih. tapi ngan nu hadé laku-lampahna. menolong yang perlu. Aku akan datang lagi. Suatu perlambang dalam suatu karya menunjuk kepada perlambang atau karakter yang lain di dalam karya leluhur yang berbeda.” Namun dalam naskah Wangsit Siliwangi ini dikatakan bahwa pada akhirnya yang mampu membuka misteri Pajajaran adalah sosok yang dikatakan sebagai ”Budak Angon” (Anak Gembala). Mun ngaing datang. Seperti diungkapkan dalam naskah tersebut berikut ini : ”Ti mimiti poé ieu. hilang negaranya. Akhirnya menyerah pada keputusasaan dengan menganggap bahwa ini semua merupakan sekedar ramalan yang tidak berguna dan out of date (usang). Masing-masing orang bisa saja menafsirkan hal tersebut dengan penafsiran yang berbedabeda. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. Sebagai perlambang sosok yang dikatakan oleh Prabu Siliwangi sebagai orang yang baik perangainya. supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Mun ngaing datang moal kadeuleu.” • “Semenjak hari ini. Dan sesuai sabda Prabu Siliwangi bahwa kelak kemudian akan ada banyak orang yang berusaha membuka misteri Pajajaran. ngan di waktu anu perelu. tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian. Benar tidaknya kembali kepada diri kita masing -masing. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya.” • ”Semua keturunan kalian akan aku kunjungi. Ketika aku datang. Bisa saja. Karena di dalamnya digambarkan situasi kondisi sosial beberapa masa utama dengan karakter pemimpinnya dalam kurun waktu perjalanan panjang sejarah negeri ini pasca kepergian Prabu Siliwangi (ngahiang/menghilang). Pajajaran leungit ti alam hirup.” Create PDF with GO2PDF for free. bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba. Namun yang terjadi mereka yang berusaha mencari hanyalah orang-orang sombong dan takabur. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Tapi. apabila aku berbicara takkan terdengar. Ngaing bakal datang deui. Mudu arédan heula.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 2 of 17 masa/periode yang jauh berselang. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak. tapi hanya mereka yang bagus perangainya.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . ”Sakabéh turunan dia ku ngaing bakal dilanglang. if you wish to remove this line. Uga Wangsit Siliwangi Membaca naskah Uga Wangsit Siliwangi terasa mengandung hakekat yang sangat tinggi bila telah memahaminya. Mémang ngaing bakal datang. Inilah tabir misteri. nu hadé laku lampahna. Tapi ngan ka nu rancagé haténa. Nya bisa. Pajajaran moal ninggalkeun tapak. Hilang kotanya. Saya merasakan bahwa tanpa intervensi kemampuan spiritual yang tinggi akan sangat sulit memahami keterkaitan perlambang-perlambang ini. membantu yang susah. Dalam buku ini referensi-referensi tersebut dapat dibaca secara lengkap pada bagian lampiran. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! tapi suatu saat akan ada yang mencoba. selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. hanya menelusurinya harus memakai dasar.wordpress. mantuan anu sarusah. tapi méré céré ku wawangi. anu ngarti kana wangi anu sajati jeung nu surti lantip pikirna. mun ngaing nyarita moal kadéngé. Tidak ada yang melarang. nulungan nu barutuh. mereka yang mengerti dan satu tujuan. ngan mapayna kudu maké amparan. jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Dan fenomena ini membuktikan bahwa hanya dengan mengandalkan akal penalaran saja akan mengantarkan kita kepada jalan buntu. yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. namun ternyata di dalam perlambangnya memiliki saling keterkaitan. Dan bahkan berlebihan kalau bicara. Pajajaran hilang dari alam nyata. Apabila aku datang takkan terlihat. teu ngarupa teu nyawara.

Dia terus mencari. sabab murah jaman seubeuh hakan. sanagara bakal jadi sampalan. melawan sambil tertawa. if you wish to remove this line. anggeus nyorang: undur jaman datang jaman. baik itu Portugis maupun Belanda. Ari ngangonna? Lain kebo lain embé. aya kabawa nu lain mudu diala! Turunan urang loba nu hanteu engeuh. tapi seuri teu anggeus. karimbunan ku hanjuang. Ilustrasi ini melambangkan saat datangnya para penjajah yang berdatangan ke negeri ini.wordpress. Apa yang dia gembalakan? bukan kerbau bukan domba.” Dari bait di atas digambarkan bahwa sosok ”Budak Angon” adalah sosok yang misterius dan tersembunyi. Pada akhirnya yang tersirat dalam hakekat perjalanan panjang sejarah negeri ini adalah berputarnya roda Cokro Manggilingan (pengulangan perjalanan sejarah). waluku ditumpakan kunyuk. kahieuman ku handeuleum. ngan narikna henteu karasa. Dengan politik adu domba mereka maka terjadi peperangan antar saudara. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Ti dinya. mudu ngalaman loba lalakon. tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. sarua jeung waktuna nyukma. imahna di birit leuwi. sawah béak ku monyét. Sejarah banyak yang hilang dan diputarbalikkan. jaradi rajana ngan bakal nepi mangsa: tanah bugel sisi Cibantaeun dijieun kandang kebo dongkol. saban jaman mawa lalakon. Kebo bulé nyekel bubuntut. laju turunan urang aya nu lilir. Panarat dicekel ku monyet bari diuk dina bubuntut. Sagala-gala diranjah ku monyét. sabari nyanyahoanan maresék caturangga. Walukuna ditarik ku turunan urang keneh. Sehingga secara hakekat yang dimaksudkan semua itu sebenarnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan sejarah kejadian (asal-usul/sebab-musabab) termasuk karyakarya warisan leluhur seperti halnya yang kita baca ini. yén jaman geus ganti deui lalakon. Setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi. Dalam hal ini dilambangkan dengan ranting daun kering dan tunggak pohon. Nyaéta budak angon. pintunya setinggi batu.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 3 of 17 Selanjutnya dikatakan juga apa yang dilakukan oleh sosok ”Budak Angon” ini sbb: ”Aya nu wani ngoréhan terus terus.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . leuit béak ku monyét. Ti nu laleungit. tambah loba nu manggihna. Seperti yang tertulis berikut ini : ”Daréngékeun! Nu kiwari ngamusuhan urang. Apa yang dilakukannya bukanlah seperti seorang penggembala pada umumnya. laju sampalan nu diranjah monyét! Turunan urang ngareunah seuri. Lilana saban jaman. Tah di dinya. Tapi loba nu pahili. sabab acan wayah ngalalakonkeun. sampalan kebo barulé. nu diangon ku jalma jangkung nu tutunjuk di alun-alun. Inyana jongjon ngorehan. tapi kalakay jeung tutunggul. rajaraja dibelenggu. pantona batu satangtungeun. Ti harita. tapi lilirna cara nu kara hudang tina ngimpi. yén jaman ganti lalakon ! Ti dinya gehger sanagara. Hanteu arengeuh. akan tetapi terus berjalan mencari hakekat jawaban dan mengumpulkan apa yang menurut orang lain dianggap sudah tidak berguna atau bermanfaat. sabab kaburu: warung béak ku monyét. tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian. baris loba nu kabuka jeung raréang ménta dilalakonkeun. teu ngahiding ka panglarang. mencari sambil melawan. ngusumah jeung nitis. selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru. Panto nutup di buburak ku nu ngaranteur pamuka jalan. tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dimana hal-hal semacam itu karena kemajuan jaman oleh generasi digital sekarang ini dianggap sudah usang/kuno tidak berguna dan bermanfaat. turunan urang ngarep-ngarep pelak jagong. Tapi. kebo bulé kalalabur. Loba nu paraeh kalaparan. ngumpulkeun anu kapanggih. Engke mun geus wayah jeung mangsana. kebon béak ku monyét. lain méong lain banténg. cawéné rareuneuh ku monyét. setiap jaman membuat sejarah. turunan urang narik waluku.” Create PDF with GO2PDF for free. Sabagian disumputkeun. tapi jalan nu pasingsal! Nu tutunjuk nyumput jauh. mengumpulkan semua yang dia temui. sawah béak ku monyét. ti dinya.” • ”Ada yang berani menelusuri terus menerus. laju nitis dipinda sukma. alun-alun jadi suwung. bukan pula harimau ataupun banteng. ngoréhan bari ngalawan. ngalawan sabari seuri. tidak mengindahkan larangan. Turunan urang sieun ku nu niru-niru monyét. Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai. Gambaran situasi jaman dalam naskah Wangsit Siliwangi diawali dengan lambang datangnya ”Kerbau Bule” dan juga ”Monyet-monyet” yang kemudian ganti menyerbu selepas Kerbau Bule pergi.

nu bingung tambah baringung. tapi pemimpin yang salah arah!Yang memerintah bersembunyi. saling menindas antar sesama. ngamukna teu jeung aturan. dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. jelas-jelas musuh dijadikan teman. sebuah negara akan pecah. pekerjaan dikuasai monyet. loba nu paraéh teu boga dosa. Semua alat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. Tapi mémang titisan raja. yang Hitam diusir. kaburu aya nu nyapih. Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. kebun habis oleh penyakit. Pangpring sabuluh-buluh gading. yang bingung semakin bingung. tempat padi habis oleh penyakit. kerbau bule kabur. Dimana masa penjajahan Jepang menandai berakhirnya penindasan di negeri ini. if you wish to remove this line. Génjlong saamparan jagat! Ari di urang ? Ramé ku nu mangpring.” Kemudian akhirnya masuk pada masa Perang Dunia II dengan datangnya pasukan Jepang yang dilambangkan dengan gemuruh yang datang dari ujung laut utara. Ngadak-ngadak loba nu pangkat nu maréntah cara nu édan. Sanusa dijieun jagal. raja anyar hésé apes ku rogahala!” Create PDF with GO2PDF for free. yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. barudak satepak jaradi bapa. sawah habis oleh penyakit. Negara pecahan diserbu monyet! keturunan kita enak tertawa. nu ngaramuk tambah rosa. tapi tertawa yang terpotong. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar.wordpress. asalna jalma biasa. raja-raja dibelenggu. nu nyapihna urang sabrang. yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa. sebab ternyata. sebab banyak yang mengamuk. nu harideung disieuh-sieuh. Tetapi. Banyak yang mati tanpa dosa. banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu. yang mengerjakannya masih bangsa sendiri.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 4 of 17 • ”Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita. tidak beda dengan tawon. pecah oleh kerbau bule. Kepulauan ini semakin kacau. burung menetaskan telur. Lalu keturunan kita mengamuk: mengamuk tanpa aturan. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya. Mani sahéng buana urang. Monyét ngumpul ting rumpuyuk. Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar. da puguh titisan raja. Puguh musuh.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . Mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi.” • ”Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh. Yang mengamuk tambah berkuasa.Semenjak itu. ngamukna teu ngilik bulu. Banyak yang mati kelaparan. Penyakit bermunculan di sana sini. mengamuk tanpa pandang bulu. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan. bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. ti tungtung sagara kalér ngaguruh ngagulugur. Yang Putih dihancurkan. semuanya diserbu oleh penyakit. perempuan hamil oleh penyakit. dijieun batur. Mendadak banyak pemimpin dengan caranya sendiri.” Lalu selanjutnya terdapat suatu masa yang digambarkan dengan munculnya seorang pemimpin negeri ini dengan gambaran sbb : ”Laju ngadeg deui raja. sebagai perlambang dalam naskah Wangsit Siliwangi bahwa situasi carut marut yang terjadi ada yang menghentikan yaitu orang seberang. Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin. henteu beda tina tawon. Tapi. pasar habis oleh penyakit. puguh batur disebut musuh. Seluruh nusa dihancurkan dan dikejar. Terutama peristiwa jatuhnya bom atom di Nagasaki dan Hiroshima oleh Amerika. Kerbau bule memegang kendali. hanya karena dirusak sarangnya. sabab nu ngaramuk. akan berkuasa hanya untuk sementara waktu: tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. yang menghentikan adalah orang seberang. pusat kota kosong. tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. dipaléngpéng keuna sayangna. Titisan raja baheula jeung biangna hiji putri pulo Dewata. Nah di situlah. galudra megarkeun endog. ada yang menghentikan. Laju ngamuk turunan urang. Semenjak itu. ”Laju hawar-hawar. Riuh seluruh bumi! sementara di sini? Ramai oleh perang. Nu barodas dibuburak. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan.

asap mengepul dari perapian. ku arinyana ditéwak diasupkeun ka pangbérokan. Karena pintar keblinger. Lalu anak-anak muda salah pergaulan.) Pada masa kepemimpinan Soekarno banyak terjadi upaya pembunuhan terhadap diri beliau. langit anggeus semu beureum. Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. terlalu banyak orang pintar. buah paré loba nu teu asup kana aseupan.” • ”Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . Alih-alih dianggap. Sing waspada! Sabab engké arinyana. saenyana arinyana anu jadi gara-gara sagala jadi dangdarat. ayahanda Soekarno sejatinya adalah Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X. Karena jelas keturunan raja. loba buta nu baruta. Presiden RI pertama. majarkeun néangan musuh. Buta-buta nu baruta. naritah deui nyembah berhala. tapi tidak dianggap. nu ngebonna tukang barohong. Da bonganan. Membangunkan semua yang salah arah. seperti yang dikatakan sbb : ”Mingkin hareup mingkin hareup. Kondisi ini melambangkan pemimpin yang tidak mau mengerti penderitaan rakyat. mingkin hareup mingkin bedegong. Sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong. karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. malah budak nu janggotan. namun selalu saja terlindungi dan terselamatkan. bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. semua diberangus janji-janji belaka.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 5 of 17 • ”Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. maunya menang sendiri. Namun dari penelusuran secara spiritual. Sudah pasti: bunga teratai hampa sebagian. aturan hanya menjadi bahan omongan. nu tanina ngan wungkul jangji. ngaleuwihan kebo bulé. (Silakan dibuktikan. nu palinter loba teuing. mengingatkan pada yang lupa. tapi pintar keblinger. Arinyana teu nyaraho. Sehingga yang terjadi digambarkan banyak muncul peristiwa di luar penalaran. Arinyana teu areungeuh. Nama kecil Soekarno adalah Raden Mas Malikul Koesno. pemuda berjanggut ditangkap dimasukan ke penjara. Lalu mereka mengacak-ngacak tanah orang lain. Ibunda Soekarno adalah Ida Ayu Nyoman Rai seorang putri bangsawan Bali. memerintah sambil menyembah berhala.. Beliau termasuk ”anak ciritan” dalam lingkaran kraton Solo. ngageuingkeun nu keur sasar. Sebab takut ketahuan. Tapi memang keturunan raja dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. Sabab sarieuneun kanyahoan. Datangna sajamang hideung bari nyorén kanéron butut. beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan. jaman manusa dikawasaan ku sato!” • ”Pada saat itu datang pemuda berjanggut.” Lalu dalam situasi dan kondisi tersebut yang tidak berbeda dengan saat ini kemudian muncul sosok orang yang dikatakan dalam naskah Wangsit Siliwangi sbb : ”Ti dinya datang budak janggotan. Laju bubuntut salah nu ngatur. semakin hari Create PDF with GO2PDF for free.wordpress. Selanjutnya setelah berganti masa digambarkan bahwa semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. Memerintah tidak dengan hati tapi segala sesuatunya hanya mengandalkan akal pikiran/logika dan kepentingan pribadi ataupun kelompok sebagai berhalanya. datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. Mereka tidak sadar. Penguasa yang buta. hayang meunang sorangan. bakal nyaram Pajajaran didongéngkeun. padahal arinyana nyiar-nyiar pimusuheun. Tapi henteu diwararo! Da pinterna kabalinger. bunga kapas kosong buahnya. panarat pabeulit dina cacadan. penguasa baru susah dianiaya!” Siapakah sosok yang dimaksud dalam bait ini? Dia adalah Soekarno. Boro-boro dék ngawaro. ngélingan nu keur paroho. langit sudah memerah. da nu ngawalukuna lain jalma tukang tani. Nya karuhan: taraté hépé sawaréh. buah pare banyak yang tidak masuk kukusan. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Menjadikan orang-orang pintar hanya bisa omong alias pinter keblinger. haseup ngebul tina pirunan. ngan pinterna kabalinger. Laju arinyana ngawut-ngawut dapur batur. Ayahnya seorang guru bernama Raden Soekeni Sosrodihardjo. kembang kapas hapa buahna. memerintah sambil menyembah berhala. if you wish to remove this line.

yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara.” • ”Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama. nu garelut jadi kareueung. tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mu’jizat datang untuk mereka.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Penguasa itu akan menjadi tumbal. Naréanganana budak tumbal. Dimana kemunculannya ditandai dengan banyak terjadi huru-hara yang bermula di daerah lalu meluas ke seluruh negeri. Huru-hara terjadi di mana-mana. ti dapur laju salembur. Dalam bait ini dikatakan bahwa penguasa tersebut akan tumbang pada saat munculnya “Budak Angon”.” Situasi tersebut di atas adalah gambaran apa yang terjadi sekarang ini. mereka tidak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan. Arinyana mah ngalalajoan. Kapan waktunya? Nanti. Dan akhir-akhir ini banyak sekali terjadi kasus perebutan tanah. geus mariang pindah ngababakan. tumbal untuk perbuatannya sendiri. tapi. Nu hawek hayang loba. if you wish to remove this line. bongan kacarida teuing nyangsara ka somah anu pada ngarep-ngarep caringin reuntas di alun-alun. saat munculnya Anak Gembala! Di situ akan banyak huru-hara. Namun tidak dianggap. Sabab warisan sakabéh béak. sarieuneun ditempuhkeun leungitna nagara. Lalu pada alinea menjelang akhir dikatakan : ”Jayana buta-buta. Yang sudah punya ingin lebih. parindah ka Lebak Cawéné!” Create PDF with GO2PDF for free. Laju naréangan budak angon. Lebihlebih utamanya rakyat korban lumpur Lapindo yang kian hari makin kian sengsara. Tapi kabarérang. Fenomena paling tragis dalam perebutan tanah pada masa ini (2007) ditandai dengan kasus Pasuruan yang membawa 4 korban tewas rakyat kecil di tangan aparat.wordpress. dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? memperebutkan tanah. nu dihateup ku handeuleum ditihangan ku hanjuang. Kalau kita perhatikan dengan cermat alinea ini. Coba mari kita simak alinea berikut : ”Nu garelut laju rareureuh. Yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. béakna ku nu nyarekel gadéan. Iraha mangsana? Engké. mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa. laju kakara arengeuh. sejana dék marénta tumbal. wadal pamolahna sorangan.” Sosok ”Pemuda Berjanggut” di atas adalah lambang laki-laki sejati yang sangat kuat prinsip dan akidahnya serta selalu eling (dilambangkan dengan baju serba hitam). Buta-buta laju nyarusup. yang berhak meminta bagiannya. Dalam mengkaji Wangsit Siliwangi ini kita telah menemui lelakon atau pemeran utama yang dikatakan dengan istilah ”Budak Angon” (Anak Gembala) dan ”Budak Janggotan” (Pemuda Berjanggut). Pemuda Gendut merupakan lambang orang yang rakus dan serakah serta memiliki kepentingan pribadi. budak angon enggeus euweuh. Buta bakal jaradi wadal. nu saungna di birit leuwi nu pantona batu satangtung. nu boga hak marénta bagianana. hanteu pati lila. Hanya yang sadar pada diam. maka memang saat ini seluruh rakyat sedang berharap-harap menunggu datangnya mu’jizat di tengah-tengah carut marut yang sedang berlangsung di negeri ini.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 6 of 17 semakin berkuasa melebihi kerbau bule. Ngan nu aréling caricing. ”Pemuda Berjanggut” datang mengingatkan yang pada lupa untuk kembali eling. Bencana datang bertubi-tubi. Tapi. kabéh gé taya nu meunang bagian. Digambarkan bahwa di tengah situasi negeri yang panas membara (carut marut) dimana manusia dipenuhi nafsu angkara. dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut? Marebutkeun warisan. Dan dia juga seorang yang tekun dan taat beribadah serta kuat dalam memegang ajaran leluhur (dilambangkan dengan menyanding sarung tua). ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut. geus narindak babarengan jeung budak anu janggotan. mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut.

sebab berdiri ratu adil. tapi nanti. banyak terjadi bencana dengan unsur Air. sabab ngadeg ratu adil. if you wish to remove this line. ulah ngalieuk ka tukang!” • ”Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Apakah ini terjadi secara kebetulan ? Tentu bagi yang memahami. lalu mereka mencari Budak Angon. Nampaknya kita sedang memasuki tahapan situasi ini. Negara bersatu kembali. Dimanakah Lebak Cawéné ? Lebak Cawéné adalah suatu lembah seperti cawan. Sanagara sahiji deui. Sedangkan negara digambarkan banyak ditimpa bencana. tapi Budak Angon sudah tidak ada. pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!” Perselisihan yang terjadi adalah sia-sia belaka. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. sudah pergi bersama Budak Janggotan. siar ku dia éta budak angon! Jig geura narindak! Tapi. ratu adil nu sajati. secara gambaran spiritual. Nusa Jaya. Lebih lanjut dikatakan : ”Nu kasampak ngan kari gagak. berdiri angkuh di atas yang lemah.wordpress.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . urang Sunda ngahampura. orang sunda memaafkan. Nusa jaya lagi. Génjlong deui sajajagat. Dengarkan! jaman akan berganti lagi. ketakutan kehilangan negara. di tempat itu terdapat 2 sumber air besar dan ditandai dengan 3 pohon beringin (Ringin Telu). Lalu. Semua mencari tumbal. ratu adil yang sejati. Api.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 7 of 17 • ”Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong. yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. ini semua adalah merupakan skenario langit. sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Orang sunda dipanggil-panggil. yang dikatakan di dalam Serat Musarar Joyoboyo sebagai Gunung Perahu. Tapi ingat. disusul ku tujuh gunung. Angin dan Tanah dimana-mana. jangan menoleh ke belakang!” Perlambang gagak berkoar di dahan mati bermakna situasi dimana banyak suara-suara tanpa arti. Tempat itu digambarkan sebagai suatu lembah atau bukit dimana permukaannya cekung seperti tertumbuk perahu besar. Hadé deui sakabéhanana. penguasa mengumbar janji-janji kosong. Hal ini akan kita bedah lagi setelah sampai pada kesimpulan setelah kita mengkaji karya-karya leluhur lainnya. Segeralah pergi. Daréngékeun! Jaman bakal ganti deui. Karena selalu saja pihak penguasa membantu yang kuat. Sekarang. jaya deui. Ayeuna mah. Ribut lagi seluruh bumi. Rakyat menjerit-jerit. Baik lagi semuanya. Sekarang ini banyak gunung di nusantara sedang aktif bahkan beberapa gunung telah meletus. tapi engké. Serat Musarar Joyoboyo Di dalam uraian ini saya akan mengawali dengan menandai suatu masa atau periode dalam Sinom bait 18 yang berbunyi : Create PDF with GO2PDF for free. Dikatakan oleh bapak Budi Marhaen. carilah Anak Gembala. siapakah ”Budak Angon” itu ? Dari bait tersebut diperlambangkan bahwa budak angon adalah orang sunda atau berdarah sunda.” Namun yang dicari sulit ditemukan karena telah pergi ke Lebak Cawéné. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Ada saat dimana ”wong cilik” sebagai lambang ”si lemah yang tertindas” mencari penuh harap sosok ”Budak Angon dan Budak Janggotan. yang bertengkar ketakutan. keur ngelak dina tutunggul. Mari kita renungkan dan perhatikan dengan apa yang sedang terjadi di seluruh negeri ini. Tapi ratu saha? Ti mana asalna éta ratu? Engké ogé dia nyaraho. yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu. Gunung-gunung telah mulai aktif. banyak pula terjadi huru-hara (demonstrasi/kerusuhan) sebagai lambang ketidakpuasan di berbagai tempat. disusul oleh tujuh gunung. lamun Gunung Gedé anggeus bitu. setelah Gunung Gede meletus. Ribut seluruh bumi merupakan lambang keresahan dunia internasional dewasa ini terhadap perubahan iklim dunia dan pemanasan global. Urang Sunda disarambat. Hal ini ditandai dengan banyak bencana yang terjadi di banyak negara. Para penguasa lalu menyusup.

randha loro nututi pijer tetukar bermakna seorang pemimpin wanita yang selalu diintai oleh dua saudara wanitanya seolah ingin menggantikan. presiden RI kelima yang selalu dibayangi oleh Rahmawati dan Sukmawati.” Bait ini menggambarkan situasi negara yang kacau.wordpress.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . Karakter pemimpinnya saling jegal untuk saling menjatuhkan (Raja Kara Murka). Kuwur tataning negari. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Dalam bait 20 dikatakan : ”Bojode ingkang negara. Nuli salin gajah meta. Jaman Kutila genti.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 8 of 17 ”Dene jejuluke nata. Soeharto. Punya keberanian dan kaya. Randha loro nututi pijer tetukar. Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu. Wong cilik kawelas asih.” Lung gadung rara nglikasi memiliki makna yaitu pemimpin yang penuh inisiatif (cerdas) namun memiliki kelemahan sering tergoda wanita. usia kemerdekaan NKRI di tahun 2007 saat ini adalah 62 tahun. Sarjana sirep sadaya. Sarjana (orang pandai) tidak berdaya. randha loro nututi pijer tetukar.” Create PDF with GO2PDF for free. Sasmitane lambang kang kocap punika. Hal ini menunjuk kepada era Gus Dur dan Megawati.” • ”Negara rusak. Narendra pisah lan abdi. Duk semana pametune wong ing ndesa. Sewidak warsa nuli. Soekarno. Raja berpisah dengan rakyat. Nuli Rara ngangsu sami. Lalu pada bait 21 tertulis : ”Nakoda melu wasesa. Waktu itu pajaknya rakyat adalah. Dene Maolana Ngali.” • ”Nakhoda ikut serta memerintah. Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram. Dene Maolana Ngali. Perlambang ini menunjuk kepada presiden pertama RI. Katarajang marga agung. Perlambang ini menunjuk kepada presiden kedua RI. Rumah hancur berantakan diterjang jalan besar. Ana dhawuhing bebendu. dan dimulainya era baru dengan apa yang dinamakan otonomi daerah sebagai implikasi bergulirnya reformasi (Jaman Kutila).. dan yang lain dilambangkan dari trah Mataram (Pakubuwono). Semana linambangan. if you wish to remove this line. Kondisi rakyat kecil makin sengsara saja. Kaduk bandha sugih wani.” • ”Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki. Tekane Sang Kala Bendu. Panji loro dyan sirna. Mah omah bosah-basih.” Situasi negara dalam bait ini digambarkan bahwa kekuatan asing memiliki pengaruh yang sangat besar. Rajanya Kara Murka. Kelem negaranira. Perlambang Panji loro semune Pajang – Mataram bermakna ada dua kekuatan pimpinan yang berseteru. Ing Semarang Tembayat. yang satu dilambangkan dari trah Pajang (Joko Tingkir). Kemudian berganti jaman Kutila. Pada bait 22 dikatakan : ”Tan kober paes sarira. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan. Ingat. Samsujen Sang-a Yogi. Poma den samya ngawruhi. Lajengipun sinung lambang. Kara murka ratunipun. Rakyat kecil sengsara. Pemimpin jauh dari rakyat. Lung gadung rara nglingkasi. Orang pandai berpendidikan tinggi dilambangkan tidak berdaya (pinter keblinger). Samana ngalih nagari. Perlambang Rara ngangsu. Panji loro semune Pajang Mataram. Sinjang kemben tan tinolih. Perlambang ini menunjuk kepada Megawati. Sedangkan Gajah meta semune tengu lelaki bermakna pemimpin yang kuat karena disegani atau ditakuti namun akhirnya terhina atau nista. Semune tengu lelaki. Dalam bait ini juga dikatakan bahwa negara selama 60 tahun menerima kutukan sehingga tidak ada kepastian hukum. Prabupati sowang-sowang.

Kerajaan gaib penguasa Semarang adalah “Barat Katiga”. Perak lan gunung Perahu. redalah kesengsaraan di bumi. Sedangkan tempat yang dimaksud adalah lokasi dimana Kanjeng Sunan Kalijaga memerintahkan kepada Sunan Tembayat untuk pergi ke Gunung Jabalkat (Klaten). Dapat diartikan lokasinya adalah di Semarang pinggiran arah Barat Daya. Ing Mekah ingkang satunggal. Maksudnya adalah di balik lahir (nyata). Letaknya dekat dengan gunung Perahu. Ini menunjuk kepada presiden RI keenam saat ini yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.wordpress. Lahir di bumi Mekah. Berkedaton di Mekah dan Tanah Jawa merupakan perlambang yang bermakna bahwa pemimpin tersebut selain ber-Islam sejati namun juga berpegang teguh pada kawruh Jawa (ajaran leluhur Jawa tentang laku utama). click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Lahir di bumi Mekah merupakan perlambang bahwa pemimpin tersebut adalah seorang Islam sejati yang memiliki tingkat ketauhidan yang sangat tinggi.” • “Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang. Sunan Tembayat adalah Bupati pertama Semarang. Dicintai pasukannya. nakhoda ikut ke dalam persidangan. Sakulone tempuran. Semarang Tembayat merupakan tempat yang masih misteri dimana di dalam Surat Terbuka kepada SBY bapak Budi Marhaen menggambarkan sbb : ”Jawaban dan solusi guna mengatasi carut marut keadaan bangsa ini ada di ”Semarang Tembayat” yang telah diungkapkan oleh Prabu Joyoboyo. semune Pudhak kasungsang. berada di daerah pinggiran Semarang. Sinjang kemben tan tinolih bermakna pemimpin yang tidak sempat mengatur negara karena direpotkan dengan berbagai masalah.” • “Raja utusan waliyullah. Sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu. Tekane kang Tunjung putih. Jagad kabeh ingkang mengku. Semarang Tembayat juga bermakna Semarang di balik Semarang. Guna membantu memecahkan misteri ini dapatlah saya pandu sebagai berikut : 1. Sedangkan gunung Perahu seperti telah disinggung di atas adalah Lebak Cawéné. Ya di Semarang Tembayat itulah tempatnya. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Sirep musibating bumi. Balane samya jrih asih.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . Bumi Mekah dennya lair. Kembali lagi. lokasi itu dinamakan daerah “Ringin Telu” (Beringin Tiga). Wong nakoda milu manjing ing samuwan.” Perlambang Tunjung putih semune Pudak kasungsang memiliki makna seorang pemimpin yang masih tersembunyi berhati suci dan bersih. dimana tempatnya ? Kita telah membaca bait 22 di atas. bergelar Ratu Amisan. Sedangkan bait 28 tertulis : “Prabu tusing waliyulah. sebelah barat tempuran. Inilah seorang pemimpin yang dikenal banyak orang dengan nama “Satrio Piningit”. Tanah Jawi kang sawiji. Insya Allah lokasinya adalah di daerah “Ringin Telu” itu. 3. Secara potret spiritual. Kadhatone pan kekalih. Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut. Iya iku ratu rinenggeng sajagad. Menjadi raja di dunia.” Bait ini menggambarkan bahwa pemimpin tersebut adalah hasil didikan atau tempaan seorang Waliyullah (Aulia) yang juga selalu tersembunyi. Semarang Tembayat dapat diartikan : SEMARANG TEMpatnya BArat DaYA Tepi. if you wish to remove this line. Juluk Ratu Amisan. Create PDF with GO2PDF for free. Iku kang angratoni. Prenahe iku kaki. Memang raja yang terkenal sedunia. 2. ada batin (gaib).02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 9 of 17 • ”Tan kober paes sarira. Sedangkan perlambang Semarang Tembayat merupakan tempat dimana tempat seseorang memahami dan mengetahui solusi dari apa yang terjadi.” Kemudian pada bait 27 berbunyi : “Dene besuk nuli ana.” Perlambang Tan kober paes sarira.

tanda datangnya perubahan zaman. …. tan arupa.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 10 of 17 Sedangkan tempuran adalah pertemuan dua sungai di muara yang biasanya digunakan untuk tempat bertirakat ”kungkum” bagi orang Jawa. selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun sinungkalan dewa wolu. ngasta manggalaning ratu). jinejer wolak-waliking zaman. namun dapat mengatasi keruwetan banyak orang. agegaman trisula wedha. … • bergelar pangeran perang. ngerahake jin setan. berparas seperti Batara Kresna. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong Create PDF with GO2PDF for free. … 160. momongane padha dadi nayaka perang perange tanpa bala. … • selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun (sinungkalan dewa wolu. …. akan ada dewa tampil. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda. bersenjata trisula wedha. serta menjadikan Nusantara sebagai ”barometer dunia” (istilah Bung Karno : ”Negara Mercusuar”). berebut garis yang benar. bala prewangan makhluk halus padha baris. sing madhegani putrane Bethara Indra. Namun dengan adanya fenomena tersebut kemudian digambarkan munculnya seseorang yang arif dan bijaksana yang mampu mengatasi keadaan. …. tan kasat mata. nugel tanah Jawa kaping pindho. tan pokro anggoning nyandhang. berbadan manusia. ngasta manggalaning ratu. Pemimpin tersebut akan mampu memimpin Nusantara ini dengan baik. Insya Allah. apasurya padha bethara Kresna. Namun di sini tempuran bermakna ”watu gilang” sebagai tempat pertemuan alam fisik dan alam gaib. tak kelihatan. bersenjatakan trisula wedha. kelihatan berpakaian kurang pantas. Berikut adalah cuplikan bait-bait tersebut yang menggambarkan ciri-ciri atau karakter seseorang itu : 159. ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang. yang memimpin adalah putra Batara Indra. if you wish to remove this line. pada rebut benere garis. apeparap pangeraning prang.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . pasukan makhluk halus sama-sama berbaris. tak berbentuk. itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak. awatak Baladewa. kumara prewangan. berwatak seperti Baladewa. sakti mandraguna tanpa azimat 163. jika berperang tanpa pasukan. tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa • ….wordpress. … 164. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Dalam budaya spiritual Jawa keberadaan watu gilang sangat lekat dengan eksistensi seorang raja. datang di bumi untuk membantu orang Jawa 162. adil dan membawa kepada kesejahteraan rakyat. Bait-bait Terakhir Ramalan Joyoboyo Dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo digambarkan suasana negara yang kacau penuh carut marut serta terjadi kerusakan moral yang luar biasa. bakal ana dewa ngejawantah.. landhepe triniji suci. jujur. jejeg. bener. iku tandane putra Bethara Indra wus katon. mumpuni sakabehing laku. agegaman trisula wedha. apengawak manungsa. sakti mandraguna tanpa aji-aji • …. para asuhannya menjadi perwira perang.

gegawe pati utawa utang nyawa. ada manusia yang bisa bertemu. yang sulung dan masih kuasa mengusir setan. marga bisa manjing jroning ati. bijak. hiya siji iki kang bisa paring pituduh marang jarwane jangka kalaningsun. beja-bejane anak putu • jangan heran. wasis. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong 166. awus aputus weda Jawa. memahami putaran roda zaman Jawa. enom padha dene bayi. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. lurus. aja gumun. wus tan abapa. pindha lahir bareng sadina. menguasai seluruh ajaran (ngelmu).com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . nanging inung pilih-pilih sapa • ludahnya ludah api. aja sirik aja gela. tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa. garis sabda ora gentalan dina. sudah lulus weda Jawa. jujur. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. garis sabdanya tidak akan lama.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 11 of 17 • …. kaya dene manungsa. Tan kewran sasuruping zaman • pandai meramal seperti dewa. tajamnya tritunggal nan suci. uga ana jalma sing durung mangsane. kang pambayun tur isih kuwasa nundhung setan. canggahira. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan 170. ora bisa diapusi marga bisa maca ati. buyutira. itulah putranya Batara Indra. tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuh. cermat dan sakti. tak bersanak saudara. if you wish to remove this line. tetapi hanya memilih beberapa saja 167. hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya. ing ngarsa Begawan. namun manusia biasa. mung angandelake trisula. lola. tan bibi. tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati. muda maupun bayi.wordpress. ora tuwo. benar. dapat mengetahui lahirnya kakek. karena dapat masuk ke dalam hati. tapi ada manusia yang belum saatnya. aja kongsi zaman kendhata madhepa den marikelu. memotong tanah Jawa kedua kali. dudu dewa sinebut dewa. sabdanya sakti (terbukti). wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada. orang tua. mula sing menangi enggala den leluri. waskita pindha dewa. ngerti sakdurunge winarah. bukan pendeta disebut pendeta. mengetahui leluhur anda. … • di hadapan Begawan. yatim piatu. bisa nyumurupi lahire mbahira. … 171. idune idu geni. aja ngungun. orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi. mengerti garis hidup setiap umat. bisa pirsa mbah-mbahira. seolah-olah lahir di waktu yang sama. sing mbregendhul mesti mati. sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda • oleh sebab itu carilah satria itu. yang membantah pasti mati. angawuningani jantraning zaman Jawa. hiya iku putrane Bethara Indra. iku dudu wektunira. nganggo simbol ratu tanpa makutha. buyut dan canggah anda. bukan dewa disebut dewa. landheping trisula pucuk. yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain. turunnya air brajamusti pecah memercik. ujung trisulanya sangat tajam. wegig. beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira. waskita. ana manungso kaiden ketemu. mula den upadinen sinatriya iku. sabdane malati. Create PDF with GO2PDF for free. tidak khawatir tertelan zaman 168. jangan bingung. mengerahkan jin dan setan. tan kena den apusi. tidak bisa ditipu. mengerti sebelum sesuatu terjadi. beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya. hanya berpedoman trisula. ngerti garise siji-sijining umat. tidak mau dihormati orang se tanah Jawa. dudu pandhita sinebut pandhita. membawa maut atau utang nyawa.

tak ada yang mengeluh kekurangan. marga adiling pangeran wus teka. memakai lambang ratu tanpa mahkota. aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa. pada zaman kalabendu Jawa. Dua bersaudara Kresna dan Baladewa menghabiskan masa kanak-kanaknya sebagai penggembala sapi. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa. sing wis adu wirang nanging kondhang. iki dalan kanggo sing eling lan waspada. Putra Betara Indra tidak lain dan tidak bukan adalah Waliyullah (aulia) yang tertulis di dalam sinom bait 28 pada Serat Musarar Joyoboyo. itulah asuhannya Sabdopalon. padha asung bhekti • menyerang tanpa pasukan. jangan keliru mencari dewa. Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar. ing zaman kalabendu Jawa. memperkokoh tatanan jagad raya. nglurug tanpa bala. ratune nyembah kawula. aja-aja kleru pandhita samusana. keberuntungan ada di anak cucu 172. Ramalan Satrio Piningit Ronggowarsito Di dalam ramalan Ronggowarsito dipaparkan ada tujuh Satrio Piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang di kemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro. if you wish to remove this line. Satrio Lelono Topo Ngrame. carilah dewa bersenjata trisula wedha.wordpress. iku hiya pinaringaning dewa • inilah jalan bagi yang ingat dan waspada. banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut : 1. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi Sampai di sini kita akan dapat mulai memahami siapakah yang dikatakan oleh Prabu Joyoboyo dengan istilah “Putra Betara Indra” itu ? Bait-bait tersebut telah mengurai secara rinci tentang ciriciri dan karakter orang tersebut. rakyat bersuka ria. raja menyembah rakyat. yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga. Dimana Kresna melambangkan pencipta. nora ana wong ngresula kurang. yen menang tan ngasorake liyan. yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). para kawula padha suka-suka. hiya iku tandane kalabendu wis minger. para pandhita hiya padha muja. Karena hakekat dua bersaudara Kresna dan Baladewa (Krishna Balarama) melambangkan kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro). Berkuasa tahun 1945-1967.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 12 of 17 jangan iri dan kecewa. genaha kacetha kanthi njingglang. Create PDF with GO2PDF for free. Satrio Hamong Tuwuh. centi wektu jejering kalamukti. cures ludhes saka braja jelma kumara. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro. Satrio Jinumput Sumelo Atur. andayani indering jagad raya. Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. angagem trisula wedha. sedangkan Baladewa melambangkan potensi kreativitasnya. bila menang tak menghina yang lain. bersenjatakan trisula wedha. sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati. Dengan hakekat ini setidaknya kita dapat meraba bahwa Putra Betara Indra adalah juga “Budak Angon” (Anak Gembala) yang telah dikatakan oleh Prabu Siliwangi di dalam Uga Wangsit Siliwangi. larinen pandhita asenjata trisula wedha. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. segalanya tampak terang benderang. berganti zaman penuh kemuliaan. Berkenaan dengan itu. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno. itu bukan waktu anda. yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur. para pendeta juga pada memuja. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba. Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu. Perlambang paras Kresna dan watak Baladewa bermakna satria pinandhita. itulah tanda zaman kalabendu telah usai. jangan sampai terputus. menghadaplah dengan patuh. itulah pemberian dewa 173.

Presiden Keempat Republik Indonesia. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. artinya penderitaan dan pengorbanan telah menjadi teman hidupnya yang setia. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Ancaman bencana alam. Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT. Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. ikhlas dan tawakal. 5. serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Ronggowarsito : 1. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Jadi sifat ini melambangkan orang berilmu yang amat sangat tawadhu’. Create PDF with GO2PDF for free. Berkuasa tahun 1967-1998. Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro melambangkan orang yang sepanjang hidupnya terpenjara namun namanya harum mewangi. Insya Allah. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Berikut ini adalah sifat-sifat “Satrio Piningit” sejati hasil bedah hakekat bapak Budi Marhaen terhadap apa yang telah ditulis oleh R. Berkuasa tahun 2000-2004.Ng. 6. 7. ternyata tujuh satrio piningit itu melambangkan tujuh sifat yang menyatu di dalam diri seorang pandhita yang telah kita tahu adalah Putra Betara Indra yang juga Budak Angon seperti telah diungkap di atas. Presiden Ketiga Republik Indonesia. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Tidak terkecuali fitnah dan caci maki selalu menyertainya.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 13 of 17 2. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). 3. namun hidupnya kesandung kesampar. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie. Berkuasa tahun 1999-2000. Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo). click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Abdurrahman Wahid. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto. Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar melambangkan orang yang kaya akan ilmu dan berwibawa. Semua itu dihadapinya dengan penuh kesabaran. bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati. namun tidak pernah menampakkan kesaktiannya itu. namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . if you wish to remove this line. 2. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Selain masing-masing satrio itu menjadi ciri-ciri dari masing-masing pemimpin NKRI pada setiap masanya. Berkuasa tahun 19981999. Sifat ini hanya dimiliki oleh orang yang telah menguasai Artadaya (ma’rifat sebenar-benar ma’rifat). SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Diberikan anugerah kewaskitaan atau kesaktian oleh Allah SWT. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. 4.wordpress. Presiden Kelima Republik Indonesia.

Kutipan berikut ini menggambarkan situasi jaman yang terjadi dan akhirnya muncul sang Satrio yang dinanti : Pupuh 257 (tembang 28 s/d 44) : Wong agunge padha jail kurang tutur. durjana susila dadra andadi. Satrio Lelono Topo Ngrame melambangkan orang yang sepanjang hidupnya melakukan perjalanan spiritual dengan melakukan tasawuf hidup (tapaning ngaurip). Tanpa kangen mring mitra sadulur. Satrio Jinumput Sumelo Atur melambangkan orang yang terpilih oleh Allah SWT guna melaksanakan perintah-perintahNya dan menjalankan missi-Nya.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . Serat Kalatidha Ronggowarsito Guna memperlengkapi wacana kita tentang sifat dan karakter “Satrio Piningit” yang telah diurai di atas.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 14 of 17 3. 5. ada baiknya kita cermati pula Serat Kalatidha karya Ronggowarsito yang tertuang dalam Serat Centhini jilid IV (karya Susuhunan Pakubuwono V) pada Pupuh 257 dan 258. Satrio Hamong Tuwuh melambangkan orang yang memiliki dan membawa kharisma leluhur suci serta memiliki tuah karena itu selalu mendapatkan pengayoman dan petunjuk dari Allah SWT. akeh maling malandang marang ing marga. akeh wong mlarat mawarni. daya deye kalamun tyase nalangsa. • Para pemimpinnya berhati jahil. tidak bisa dipercaya dan tidak ada wahyu yang sejati. wong wadon kang sirna wiwirangira. dene datan ana wahyu kang sanyata. 6. Create PDF with GO2PDF for free. apangling kang jalma. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro melambangkan orang yang melakukan hijrah dari suatu tempat ke tempat lain yang diberkahi Allah SWT atas petunjuk-Nya. Keh wahyuning eblislanat kang tamurun. Sehingga orang tersebut digambarkan sebagai seorang pinandhita atau alim yang selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. • Wahyu yang turun adalah wahyu dari iblis dan sulit bagi kita untuk membedakannya. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Dalam kaitan ini maka tempat yang ditunjuk itu adalah Lebak Cawéné = Gunung Perahu = Semarang Tembayat. • Rasa persaudaraan meluntur. marma jeng pamasa. Bersikap zuhud dan selalu membantu (tetulung) kepada orang-orang yang dirundung kesulitan dan kesusahan dalam hidupnya. 7. tanpa paramarteng dasih. Maka hakekat Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu adalah utusan Allah SWT atau bisa dikatakan seorang Aulia (waliyullah). Dalam budaya Jawa orang tersebut biasanya ditandai dengan wasilah memegang pusaka tertentu sebagai perlambangnya. sujana kapontit nurut. Hakekat hijrah ini adalah sebagai perlambang diri menuju pada kesempurnaan hidup (kasampurnaning ngaurip). 4.wordpress. Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu melambangkan orang yang memiliki enam sifat di atas. if you wish to remove this line. dumrunuh salin sumalin. para wanitanya banyak yang kehilangan rasa malu. Krep paprangan. bicaranya ngawur. tidak saling memberi berita dan banyak orang miskin beraneka macam yang sangat menyedihkan kehidupannya. Hal ini dibuktikan dengan pemberian anugerah-Nya berupa ilmu laduni kepada orang tersebut. tanna warta nyata.

tangeh lamun tentreming wardaya. karana tanpa palupi. beda-beda hardaning wong sanagara. • Para pemimpin mengatakan seolah-olah bahwa semua berjalan dengan baik padahal hanya sekedar menutupi keadaan yang jelek. agung prang rusuhan. pra nayaka tyas basuki. tidhem tandhaning dumadi. Anaruwung. kalawan grahana sasi. kejahatan / perampokan dan pemerkosaan makin menjadi-jadi dan banyak pencuri malang melintang di jalan-jalan. pan wus tilar silastuti titi tata. banyak terjadi kerusuhan seperti perang yang tidak ketahuan mana musuhnya yang menyebabkan tidak mungkin ada rasa tenteram di hati. ing pamrih melok pakolih. sung pemut. rubeda angrubedi. mendhosol rinamu puguh. kataman ring reh wirangi. dan berbeda-beda tingkah laku / pendapat orang se-negara. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. kwilet tays duhkita. hardayengrat dening karoban rubeda. mungsuhe boya katawis. Sitipati. • Alampun ikut terpengaruh dengan banyak terjadi gerhana matahari dan bulan. • Memberikan peringatan pada zaman yang kalut dengan bijaksana. lebur pangreh tata. Ing Paniti sastra wawarah. papatih nindhita.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 15 of 17 • Banyak peperangan yang melibatkan para penjahat. • Para penjahat maupun para pemimpin tidak sadar apa yang diperbuat dan selalu menimbulkan masalah / kesulitan. Katatangi tangising mardawa-lagu. keamanan. nareprabu utamestu. ing zaman musibat. makin lama makin menjadi kesulitan yang sangat. klulun Kalathida. begitu agar kejadiannya / yang akan terjadi bisa jadi peringatan. • Berupaya tanpa pamrih. • Yang menjadi pertanda zaman Kalabendu. if you wish to remove this line. mencoba untuk melihat tanda-tanda yang tersembunyi dalam peristiwa ini. menceng pangupaya. walaupun kemungkinan dicemooh.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . • Kewibawaan negara tidak ada lagi.wordpress. Bandhol tulus. Nging tan dadya. mangimur saniberike. sarjana satemah kelu. wong ambeg jatmika kontit. dening angupaya sandi samurana. semua tata tertib. paliyasing Kalabendu. kang mangkono yen niteni lamampahan. krep grahana surya. panekare becik-becik cakrak-cakrak. Dalajading praja kawuryan wus suwung. jawah lindhu gelap cleret warsa. Pra sujana. • Angin ribut dan salah musim. salah mangsa dresing surur. hujan abu dan gempa bumi. • Disertai dengan tangis dan kedukaan yang mendalam. Prahara gung. temah suha ing karsa tanpa wiweka. dan aturan telah ditinggalkan. mandar sangking dadra. Create PDF with GO2PDF for free.

• Datangnya tanpa sarana apa-apa. nama Sultan Erucakra. if you wish to remove this line. luwih begja kang eling lawan waspada. lumuh maring branaarta. berganti zaman dimana tanah Jawa/Indonesia menjadi makmur. jaman Kaladuka. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. iya jaman edan. wus parek wekasanipun. satemahe kaliren wekasane. ananging sayektineki. hanya sirullah prajuritnya (pasukan Allah) dan senjatanya adalah semata2 dzikir. lebih beruntung yang tetap ingat dan waspada (dalam perbuatan berbudi baik dan luhur). mung sirollah prajuritnya. ingaranan naranata. mungsuh rerep sirep sirna. ewuh aya kang pambudi. tanpa sangakan rawuhira. Wektu iku. sirnaning ratu amargi. tidak kebagian untuk memiliki harta benda. Luwih adil paraarta. • Apabila tidak ikut menjalani.wordpress. yen meluwa edan yekti nora tahan. duk masih keneker Sukma. karaton ing tanah Jawa. tan ngadu bala manungsa. jaman Kalabendu sirna. yaitu zaman edan. hilang kutukan bumi dan angkara murkapun mereda. zaman Kalabendu hilang. nagdam makduming srinata. pada saat masih muda. Yen tan melu. melik kalling donya iki. anglakoni wus tartamtu. tidak ketahuan asal kedatangannya. ing kono raharjanira. jumeneng sri pandhita. sinalinan jamanira. nata ginaib sanyata. banyak mengalami halangan dalam hidupnya. • Atas izin Allah SWT. Lire sepi tanpa srana. yang lupa untuk mengejar keberuntungan. • Untuk dibuktikan. kang lali kabegjan. sonya rutikedatonnya. • Sudah kepastian. akan menjadi pemimpin yang berbudi luhur. musuh semua bisa dikalahkan. keh wong katambehan ika. kasampar kasandhung rata. ora ana kara-kara.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 16 of 17 Nawung krida. mulyaning jenengan nata. bernama Sultan Erucakra (pemimpin yang memiliki wahyu). tidak tertarik dengan harta benda. kang kapisan karanya. tungguling dhikir kewala. kang menangi jaman gemblung. Wus dilalah. tidak mengandalkan bala bantuan manusia. tapi yang sebetulnya. Pupuh 258 (tembang 1 s/d 7) : Saka marmaning Hayang Sukma. karsane kang Among tuwuh. Marga sinapih rawuhnya. atas kehendak Allah SWT. Pada saat itu sudah dekat berakhirnya zaman Kaladuka. yang akhirnya bisa kelaparan. seperti muncul secara gaib. • Mempunyai sifat adil. tidak pernah menonjol sebelumnya. Create PDF with GO2PDF for free. yang oleh izin Allah SWT. wawan-wawan kalawan memaronira. karsaning Sukma kinarya. wiji wijiling utama. • Kedatangan pemimpin baru tidak terduga. sirep dur angkaramurka. sulit untuk mengambil sikap. apabila ikut gila/edan tidak tahan.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . akan mengalami jaman gila. mamalaning bumi sirna. yang mempunyai sifat-sifat utama. adenge tanpa sarana. boya keduman. salin alamnya.

Blog pada WordPress.com/menyibak-tabir-misteri-nusantara/ 30/11/2009 . dhahare jroning sawarsa. suwang ing dalem sadina. orang kecil hidup tentram. • Tidak ada penjahat. Tan na dursila durjana. Inilah yang diistilahkan dalam kawruh jawa sebagai Sastrajendra Hayuningrat (sastra tanpa wujud – papan tanpa tulis. Dari gambaran yang tertulis di dalam Serat Kalatidha di atas. ayem enake tysira. bumi pethik akukutha. parek lan kali Katangga. dene murah sandhang teda. tidak mau melebihi.02 Menyibak Tabir Misteri Nusantara « Menelisik Jejak Satrio Piningit Page 17 of 17 Tumpes tapis tan na mangga.wordpress. harjaning jagat sadaya. Percaya atau tidak. maka kita akan mendapatkan gambaran yang sama dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Sehingga dalam mengungkapkannya penuh dengan perlambang (pasemon ataupun sanepan). • Semua musuhnya dimusnahkan oleh sang pemimpin demi kesejahteraan negara. Bumi sakjung pajegira. Karena apa yang telah dituangkan para leluhur kita dalam bentuk karya sastra adalah hasil “olah batin” ataupun “perjalanan spiritual” beliau-beliau di dalam menangkap lambang-lambang-Nya di alam nyata maupun gaib. • Pajak orang kecil sangat rendah nilainya. if you wish to remove this line. semuanya sudah bertobat. click here to buy Virtual PDF Printer http://sabdopalon. Semuanya hanya ingin mengingatkan kita anak cucu leluhur nusantara ini untuk senantiasa Eling dan Waspada. baik lambat ataupun cepat. Create PDF with GO2PDF for free. kenyataannya semua yang telah digambarkan para leluhur nusantara ini telah terjadi dan sedang berlangsung serta insya allah akan terjadi. padha martobat nalangas. amrih kartaning nagara. krana panjenengan nata. marmaning wong cilik samya. ing sajroning bubak wana. dan kemakmuran semuanya. wus resik nir apa-apa. murah sandang dan pangan. tan karsa lamun luwiha. wedi willating nata. sawah sewu pametunya. tulis tanpa papan). denwangeni katahhira.com. amung sadinar sawarsa. adil asing paramarta. penjenenganin sang nata. takut dengan kewibawaan sang pemimpin yang sangat adil dan bijaksana. pitung reyal ika. hidupnya sederhana. ( Nurahmad ) Theme: Blix by Sebastian Schmieg . penghasilan yang diterima.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->