Anda di halaman 1dari 24

PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA IBU HAMIL

LATAR BELAKANG
Penanggulangan masalah gizi dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas
sumberdaya manusia, paling tepat dilakukan pada masa menjelang dan saat
prenatal. Alasan yang mendukung hal tersebut adalah : (1) perkembangan otak
dimulai pada masa kehamilan, (2) ibu hamil yang menderita defisiensi zat gizi
mempunyai risiko lebih besar untuk memiliki bayi dengan berat badan lahir
rendah (BBLR), (3) bayi BBLR mempunyai risiko lebih besar untuk meninggal
pada usia satu tahun, dan jika mampu bertahan hidup akan mempunyai risiko
lebih besar untuk menderita penyakit degeneratif pada usia yang lebih muda
dibandingkan bayi yang lahir dengan berat normal (Barker, Osmond, & Wield,
1993).
Berat badan bayi lahir rendah juga dapat menyebabkan kekerdilan bila
kondisi kesehatan dan makanan tidak cukup selama perkembangan setelah
kelahiran. Kondisi tersebut merupakan penyebab lebih dari 50% anak-anak di
Asia Selatan memiliki berat badan rendah (Allen & Gillespie, 2001). Dampak
BBLR yang lebih luas pada anak yaitu menurunkan kecerdasan, mengganggu
pertumbuhan, imunitas rendah dan morbiditas meningkat, mortalitas meningkat,
serta munculnya berbagai penyakit degeneratif saat dewasa (Depkes, 2003).
Selain BBLR, dampak dari kurang gizi saat hamil adalah risiko terjadinya
angka kematian ibu (AKI) hamil yang lebih besar. Asian Development Bank
(2004), melaporkan AKI di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 307 per 100 000
kelahiran. Masalah gizi pada ibu hamil yang paling umum yaitu kurang energi
protein, vitamin A dan anemi gizi. Di negara berkembang prevalensi anemi antara
35 - 75% dan di negara maju sekitar 18% (WHO, 1992). Di Indonesia, tahun 2001
prevalensi anemi ibu hamil 40% dan kurang energi kronis 41% (Depkes, 2003).
Di negara berkembang rata-rata konsumsi energi hanya dua per tiga dari
rekomendasi yang dianjurkan (Mora & Nestel, 2000). Penelitian Effendi et al.
(1998) di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor menunjukkan sekitar 60% ibu
hamil menderita defisiensi vitamin A (kadar vitamin A plasma 3.1 μg retinol/dl).
Masalah anemi di Indonesia yang paling umum adalah anemi gizi besi. Hal ini
disebabkan oleh berbagai faktor yaitu makanan yang dikonsumsi kurang
mengandung zat besi terutama dalam bentuk besi-heme, tidak cukup konsumsi
vitamin C, dan adanya gangguan absorpsi (Verst, 1996; Weigel et al., 1992),
defisiensi vitamin A, vitamin B12, folat, dan seng (Broek & Letsky, 2000).
Memperhatikan dampak kurang gizi yang sangat luas, maka diperlukan upaya
penanganan gizi ibu hamil. Berkaitan dengan hal tersebut telah dilakukan
intervensi pemberian makanan tambahan pada ibu hamil.
PEMBAHASAN

• KEHAMILAN
- Latar Belakang kehamilan
Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau
fetus di dalam tubuhnya. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara
waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah
medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya
disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran).
Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida atau
gravida 1. Seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.
Masa hamil adalah masa di mana seorang wanita memerlukan berbagai
unsur gizi yang jauh lebih banyak daripada yang di perlukan dalam keadaan biasa.
(Sjahmien Moehji, 2003:15). Disamping untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya
sendiri berbagai zat gizi itu juga diperlukan untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin yang ada dalam kandungannya, sebab defisiensi gizi selama
kehamilan dapat memberikan efek yang merugikan ibu maupun anaknya.
(Courtney Moor Marie,1997:25). Kebutuhan akan gizi tambahan sangat kentara
pada usia trimester III kehamilan, artinya pada usia ini diperlukan makanan
dengan nilai biologis yang tinggi dan memadai untuk mencukupi segala
kebutuhan (Sitorus, 1999:140).
Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia
dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda
dari perkembangan janin. Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran
(kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan ke-2
perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ke-3 menandakan
awal 'viabilitas', yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal
alami atau kelahiran dipaksakan.
Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang, definisi
budaya dan legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke-3
adalah sebuah pribadi. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu
menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis
untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut
embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang
wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1:
seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.
Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia
dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda
dari perkembangan janin. Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran
(kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan ke-2
perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ke-3 menandakan
awal 'viabilitas', yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal
alami atau kelahiran dipaksakan.

- Masa Kehamilan
a. Triwulan I
• Minggu Ke-1
Calon Ibu
Idealnya calon ibu berada dalam kondisi sehat optimal. Kebiasaan seperti
merokok, minum beralkohol dan obat-obatan yang tidak perlu sudah seharusnya
dihentikan pada masa ini. Suhu tubuh basal akan sedikit meningkat pada masa
ovulasi dan berkisar antara 36,6 C dan berangsur - angsur akan meningkat.
Konsultasi genetik bisa dilakukan dengan dokter kandungan untuk mengetahui
apakah adanya riwayat penyakit menurun dalam keluarga seperti hemofili,
fibrosis kistik atau berbeda tipe golongan darah Rhesus.
• Minggu ke-2
Calon ibu
Masa fertilisasi atau pembuahan dimana berjuta-juta sperma pasangan
akan masuk ke vagina dan mencapai tuba falopi. Beberapa ratus sperma akan
menuju sel telur sambil mengeluarkan enzim yang membuat salah satu sperma
berhasil menembus lapisan pelindung sel telur yang matang. Pada saat ini terjadi
perubahan kimiawi yang mencegah sperma lain memasuki sel telur. Tubuh
sperma yang berhasil masuk sel telur akan terurai dan inti sel yang membawa
kode genetik akan menyatu dengan kode genetik sel telur yang telah dibuahi.
Janin Bayi
Jenis kelamin bayi pada masa ini ditentukan oleh 46 kromosom yang
menyusun karakteristik genetik-nya. Sel sperma dan sel telur membawa kode
genetiknya masing-masing. Sel telur hanya memiliki kromosom X, namun sel
sperma membawa kromosom X atau Y. Bila sperma yang membuahi sel telur
membawa kromosom X maka akan membentuk seorang bayi perempuan. Lain
halnya bila yang membuahi sel telur adalah sel sperma yang membawa kromosom
Y, maka bayi laki-laki-lah yang akan terbentuk. Pada hal ini, calon ayah-lah yang
sebenarnya menentukan jenis kelamin bayi.
Sel telur yang telah dibuahi akan mebelah dua menjadi 2 sel, kemudian 4
sel dan kemudian terus membelah sambil bergerak meninggalkan tuba falopi
menuju rahim. Saat ini, dengan perkiraan kasar terdapat 30 sel hasil pembelahan.
Kumpulan sel tersebut dinamakan morula, dari bahasa Latin yang berarti anggur.
• Minggu Ke-3
Calon ibu
Kira-kira 7 hari setelah fertilisasi, morula akan tertanam di lapisan dalam
rahim (endometrium). Secara formal hal ini dapat dikatakan sebagai suatu
kehamilan. Kelompok sel tersebut akan semakin matang dan menjadi blastokista,
substansi yang akan men-stimulasi terjadinya perubahan dalam tubuh calon ibu
termasuk terhentinya siklus menstruasi
Janin bayi
Selama minggu-minggu awal kehamilan, bayi akan berkembang pesat.
Setiap hari pasti akan terjadi perubahan besar. Hanya dalam waktu 7 hari, sebuah
sel akan menjadi suatu kelompok berisi ratusan sel. Walau secara kasat mata
bahkan dengan bantuan mikroskop tetap sulit dilihat, sel-sel ini telah mengatur
dirinya sendiri dengan benar. Sebagian membentuk embrio, sedangkan yang lain
menjadi struktur penyokong yang memberi nutrisi kepada embrio. Bagaimana hal
ini terjadi masih menjadi misteri bagi para ahli.
• Minggu Ke-4
Calon Ibu
Meskipun kehamilan bisa diketahui sendiri, namun tes darah yang mampu
membuktikan kehamilan secara akurat, terutama pada minggu-minggu ini. Hal ini
disebabkan adanya blastokista yang akan mengeluarkan sejumlah hormon
kehamilan (Human Chorionic Gonadotrophin / hCG). Hormon ini dapat
terdeteksi dalam darah. Urin juga dapat digunakan untuk men-tes hormon ini,
namun hasilnya tidak seakurat tes darah.
Janin Bayi
Pada minggu ini blastokista yang tadinya berbentuk seperti bola mulai
berubah menjadi sebuah embrio. Embrio ini dibedakan menjadi 3 jenis lapisan
yang nantinya membentuk 3 jenis jaringan, yaitu:

1. Endoderm: lapisan terdalam yang akan membentuk paru-paru, hati,


sistem pencernaan dan pankreas
2. Mesoderm: lapisan tengah yang akan membentuk tulang, otot,
ginjal, pembuluh darah dan jantung
3. Ektoderm: lapisan terluar yang akan membentuk kulit, rambut,
lensa mata, email gigi dan sistem saraf

Keseluruhan sel dalam setiap jaringan akan bergerak mengelilingi untuk


menuju tempat masing-masing dan bentuk bakal kepala embrio akan meruncing
sepertitetesan air mata

• Minggu Ke-5

Calon ibu

Tanda utama kehamilan adalah tidak menstruasi sekitar 2-3 minggu


setelah konsepsi. Namun ketiadaan menstruasi (amenore) ini bisa juga disebabkan
oleh hal-hal lain. Untuk memastikan perlu dilakukan tes urin sehingga dokter
dapat menaksir perkiraan hari persalinan dihitung semenjak hari pertama siklus
menstruasi terakhir. Kehamilan biasanya terbagi dalam periode, yang dikenal
sebagai triwulan, yaitu:

1. Triwulan I : berlangsung hingga minggu kehamilan ke-13. Pada


masa ini terjadi perkembangan janin yang cepat. Pada masa ini risiko keguguran
juga termasuk tinggi.
2. Triwulan II : berlangsung dari minggu ke-14 hingga minggu
kehamilan ke-27
3. Triwulan II : berlangsung dari minggu ke-28 hingga masa
kelahiran

Janin bayi
Pada saat ini janin dalam rahim sang ibu telah memiliki bentuk yang lebih
jelas. Janin telah memiliki bagian atas bawah, kanan kiri, serta depan belakang. Di
daerah punggung terdapat suatu celah melengkung yang akan membentuk struktur
seperti tabung silinder yang disebut neural tube (tabung saraf). Dalam
perkembangannya, pada tabung ini akan terbentuk sumsum tulang belakang dan
otak. Bagian atas dari tabung tersebut akan meluas dan mendatar untuk mebentuk
otak depan. Selain itu di bagian pusat janin akan terbentuk suatu tonjolan yang
merupakan bakal jantung. Tonjolan tersebut akan dialiri oleh pembulu darah
rudimenter (pembuluh darah yang belum sempurna).
• Minggu Ke-6
Calon ibu
Pada saat ini banyak wanita yang menghubungkan kehamilan dengan
timbulnya keluhan, khususnya nausea (pusing dan mual). Biasanya para ibu saat
ini merasa lebih mudah tersinggung dan lelah daripada sebelumnya. Hal ini
disebabkan adanya peningkatan hormon progesteron. Biasanya isitrahat yang
cukup akan membantu proses relaksasi dalam neghadapi hal-hal tersebut.
Janin bayi
Tabung saraf di sepanjang tulang belakang telah menutup. Di salah satu
ujungnya telah terbentuk bakal otak yang akan mengisi tulang tengkorak.
Sementara itu terdapat 2 buah piringan pigmen kecil yang membentuk struktur
seperti mangkuk di kedua sisi kepalanya. Bagian ini disebut vesikel optikus yang
merupakan bakal mata.
Walaupun jantung bayi pada awalnya hanya berupa tabung kecil, namun
pada tahap ini bakal jantung telah berdenyut dan tidak akan pernah berhenti
hingga akhir hidup. Bakal kaki dan tangan juga mulai terlihat, demikian pula
tulang ekor akan makin terlihat jelas di tahap ini.
• Minggu Ke-7
Calon Ibu
Lima minggu setelah konsepsi, dinding rahim melunak sehingga
mempermudah penanaman blastosit. Pada saat ini serviks (mulu tahim mulai
melunak. Perubahan yang terjadi di organ dalam lain adalah penebalan lendir
serviksyang akan menggumpal membentuk sumbat (plug) dalam saluran mulut
rahim. Nantinya lendir ini akan dikeluarkan sesaat sebelum proses persalinan,
yaitu saat serviks mulai membuka (hal ini disebut show).
Janin Bayi
Di minggu ini terjadi perubahan pada tubuh, wajah, dan kaki bayi. Saluran
pencernaan janin mulai terbentuk dan usus depan telah terlihat. Bentuk tulang
ekor juga jelas terlihat namun akan menghilang di minggu ke-10 atau 11. Paru-
paru juga mulai berkembang sementara itu tali pusat akan berkembang setelah
plasenta dewasa. Selain itu telah terbentuk pula bakal wajah, sedikit pigmentasi
pada iris mata dan lubang pada mulutnya. Seminggu setelah pembentukan bakal
kaki, maka bakal lengan justru telah dapat dibedakan menjadi segmen tangan dan
bahu.
• Minggu Ke-8
Calon Ibu
Walauoun rahim mulai membesar, perubahan ini biasanya belum terlihat
dari luar. Yang lebih dahulu mendeteksi perubahan ini secara umum adalah
dokter. Dokter akan meraba pembesaran saat melakukan pemerikasaan panggul.
Biasanya ukuran baju sang ibu mulai membesar karena pinggang terasa mulai
adanya pengetatan akibat membesarnya janin yang tumbuh.
Janin Bayi
Pada ujung-ujung tubuh yang sedang berkembang, mulai terbentuk bakal
jari tangan dan kaki, sedangkan bakal lengan akan sedikit fleksi (membengkok)
pada bagian pergelangan dan siku. Pada bagian sisi lehernya nampak bakal telinga
luar yang mulai tumbuh, begitu pula halnya bakal bibir atas dan ujung hidung
pada wajahnya. Bakal mata janin masih saling berjauhan satu sama lain, namun
bakal kelopak mata mulai terbentuk mengitarinya. Dalam tubuh janin, usus halus
tampak panjang sekali sehingga rongga perut tidak mampu menampung. Beberapa
akan menonjol ke tali pusat janin yang disebut hernia (penonjolan) fisiologik.
• Minggu Ke-9
Calon Ibu
Pada saat in hormon kehamilan hCG sedang berada di posisi puncak
sehingga sang ibu akan mengalami beberapa perubahan. Kulit wajah sang ibu
akan terasa lebih halus dan kencang walau mungkin akan sedikit berjerawat pula.
Rambut sang ibu akan terasa lebih kering dan payudara terlihat sedikit
mengencang, kadang-kadang padat, atau sedikit nyeri bila ditekan. Pada saat ini
pula cairan keluar dari vagina dalam jumlah bervariasi.
Janin Bayi
Punggung bayi saat ini akan sedikit menegak dan tulang ekornya akan
sedikit memendek. Proporsi kepala masih lebih besar dari anggota tubuh lainnya
dan bagian kepala masih menekuk ke arah dada. Kedua mata bayi telah
berkembang dengan baik namun masih ditutupi oleh membran kelopak. Selain itu
bayi sudah dapat melakukan gerakan-gerakan kecil setelah otot-ototnya mulai
berkembang dan perubahan ini dapat dilihat melalui USG. Anggota badan lainnya
juga muali berkembang, seperti perkembangan lengan dan jari tangan lebih cepat
daripada tungkai dan jari kaki. Pada tahap ini, telapak tangan janin telah memiliki
batas jari tangan yang jelas. Kelima jari tangan tampak terpisah satu sama lain.

B. Triwulan Ke-2
C. Triwulan Ke-3

• FAKTOR RESIKO KEHAMILAN


Pada saat kehamilan ada faktor resiko yaitu setiap faktor yang
berhubungan dengan meningkatnya kematian dan kesakitan ibu dan bayi. Faktor
resiko dobagi 3 yakni
a. Faktor resiko rendah yaitu keadaan normal
b. Faktor resiko sedang yaitufaktor risiko yang tidak langsung
menimbulkan kematian seperti :
• Tinggi badan kurang dari 145cm
• Pendidikan ibu rendah
• Tingkat social ekonomi rendah
• Anemia
• Mempunyai penyakit tekanan darah rendah atau
tekanan darah tinggi
• Jarak usia anak kurang dari 2 tahun
• Anak lebih dari lima
• Hamil pertama pada usia kurang dari 20 tahun
• Kaki atas/ dan muka bungkuk
Pada keadaan ini diperlukan pengawasan dokter atau bidan puskesmas.

c. Faktor risiko tinggi merupakan penyebab yang erat kaitannya


dengan kematian ibu dan bayi, yakni:
• Pendarahan sebelum melahirkan
• Tekanan darah tinggi
• Bengkak pada tungkai
• Letak janin tidak normal pad usia kandung lebih dri
38 bulan
• Ibu mempunyai penyakit jantung, asma atau tb paru
• Ketuban pecah sebelum waktunya
• Kehamilan kembar
• Ada infeksi
• Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu buruk
Keadaan seperti ini harus segera dirujuk kerumah sakit.
Penyakit yang harus diwaspadai ketika hamil
Diabetes Mellitus (DM)
Pada kehamilan trimester II (minggu ke14-26) ibu hamil yang menderita
DM tetap diberi ekstra makanan terutama sayuran, buah dan susu disamping diit
diabetes yang dijalankan sebelum hamil
Anemia
Anemia dapat disebabkan oleh kurangnya zat besi dan asam folat dalam
makanan ibu. Gejalanya adalah kadar Hb (haemoglobin) darah kurang dari 11gr
%, pucat, pusing, lemas dan penglihatan berkunang-kunang. Pada keadaan ini
disamping makanan ibu hamil ditambah seperti tersebut diatas juga perlu
ditambah tablet zat besi satu butir sehari sejak mulai hamil dan pada periode
menyusui.
Anaemia pada ibu hamil didefinisikan sebagai konsentrasi hemoglobin yang
kurang dari 12 g/dl dan kurang dari 10g/dl selama kehamilan atau masa nifas.
Konsentrasi hemoglobin lebih rendah pada pertengahan kehamilan, pada awal
kehamilan dan kembali menjelang aterm, kadar hemoglobin pada sebagian besar
wanita sehat yang memiliki cadangan besi adalah 11g/dl atau lebih. Atas alasan
itu, Centers for disease control (1990) mendefinisikan anemia sebagai kadar
hemoglobin kurang dari 11g/dl pada trimester pertama dan ketiga dan kurang dari
10,5g/dl pada trimester kedua.
Kebutuhan akan zat besi meningkat pada keadaan kehamilan karena
pertumbuhan janin, perkembangan plasenta dan ekspansi volume darah
bertambah, selain itu wanita dalam memasuki masa kehamilan sering tidak
mempunyai deposit (simpanan) zat besi malah sebagian telah menderita anemia
walaupun masih ringan. Oleh karena sebab diatas banyak wanita hamil yang
menderita anemia dan mulai mudah pusing, capek, cepat lelah, bosan, kurang
bergairah, dan sebagainya.
Sebagai akibat menurunnya suplai oksigen ke jaringan-jaringan badan dan
otot. Kemudian berlanjut dengan muka pucat, kuku dan lidah juga pucat yang
dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan fisik. Dalam keadaan yang lebih berat
sebagian besar jaringan badan sudah kekurangan oksigen termasuk otot jantung.
Zat besi dalam bahan makanan dapat berbentuk hem yaitu zat besi yang
berikatan dengan protein dan nonhem yaitu senyawa besi inorganic yang
kompleks. Zat besi hem terdapat di dalam bahan makanan hewani seperti daging,
unggas, dan ikan, sedangkan zat besi nonhem umumnya terdapat dalam tumbuh-
tumbuhan, seperti sereallia, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan.
Jumlah zat besi yang dibutuhkan pada waktu hamil jauh lebih besar
daripada tidak hamil. Pada waktu trimester I kehamilan, kebutuhan zat besi lebih
rendah dari sebelum hamil karena tidak menstruasi dan jumlah zat besi yang
ditransfer kepada janin masih rendah.
Zat besi yang funsional sebagian besar adalah dalam hemoglobin (Hb),
Sebagian kecil dalam bentuk myglobin, dan jumlah yang sangat kecil tetapi vital
adalah hem enzim dan nonhem enzim.
Ibu hamil membutuhkan zat besi sebesar 27-30 mg per hari untuk
membentuk hemoglobin,yaitu komponen pengangkut oksigen dalam sel darah
merah untuk menyebarkan oksigen keseluruh sel tubuh. Jadi, zat besi sangat
penting baik untuk ibu hamil maupun janinnya yang sedang berkembang. Jika
suplemen zat besi membuat Anda sembelit, Anda dapat menggantinya dari
makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging sapi, ikan salmon dan tuna,
sayur-sayuran bewarna hijau, kacang merah dan sereal. Untuk membantu
penyerapan zat besi, perlu asupan makanan dan minuman yang banyak
mengandung vitamin C. Jangan lupa, untuk mengatasi sembelit, minum sedikitnya
8 gelas per hari.
kurang zat besi dapat menyebabkan Anemia gizi yang merupakan salah satu
dari empat masalah kurang gizi utama yang diderita masyarakat Indonesia, di
samping kurang energi protein, gangguan akibat kurang iodium, dan kurang
vitamin A.
• GIZI IBU HAMIL
Keadaan gizi meliputi proses penyediaan dan penggunaan gizi untuk
pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan serta aktifitas. Keadaan kurang
gizi dapat terjadi dari beberapa akibat, yaitu ketidakseimbangan asupan zat-zat
gizi, faktor penyakit pencernaan, absorsi dan penyakit infeksi
Kebutuhan fisiologi sewaktu kehamilam ialah jumlah energy, protein, dan
zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin serta
pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolism
tubuh ibu. Selama kehamilan kebutuhan makanan akan meningkat. Jumlah
masukan makan sehari yang dianjurkan untuk wanita Indonesia pada masa
kehamilan yang diterangkan pada table kecukupan gizi
Tabel. 1 Kecukupan gizi yang dianjurkan untuk ibu hamil

Kecukupan gizi yang dianjurkan


Wanita tidak Wanita Alasan peningkatan kebutuhan zat gizi
Zat gizi
hamil hamil dalam kehamilan

Kalori Kerja 1. Peningkatan rata-rata metabolic


(energy) Ringan : 1900 +285 basal (BMR)
Sedang : 2100 +285 2. Pertambahan kebutuhan
Berat : 2400 +285 3. Sparing protein (simpanan
protein)
Mineral
Protein 44 kg +12 g 1. Bagi pertumbuhan janin, plasenta
cairan amnion, jaringan, uterus
mamma, volume darah bertambah :
hemoglobin dan plasma darah
2. Cadangan maternal untuk vartus
dan laktasi
Kalsium 500g +400 g Pembentukan tulang dan gigi, janin
serta peningkatan metabolisme kalsium
ibu
Fosfor 450mg +200mg Pembentukan tulang, gigi, janin serta
peningkatan metabolism fosfor ibu
Besi (Fe) 26mg +20mg 1. Peningkatan sirkulasi, darah ibu
bertambah, hemoglobin bertambah
2. Cadangan besi untuk janin
3. Cadangan vartus dan menyusui
Yodium 150µg +25µg 1. Metabolic basal meningkat
2. Produksi tiroksin meningkat
magnesium 300mg +150mg 1. Koenzim untuk metabolisme
energy dan protein
2. Activator enzyme
3. Pertumbuhan jaringan dan
metabolisme sel
4. Funsi otot optimal
Zn (seng) 15mg +5mg 1. Mencegah kelainan konginetal
2. Bagi perkembangan otak normal
3. Mencegah retardasi
pertumbuhan janin
Vit. A 500 RE 200 RE 1. Essensial untuk tumbuh, sel
2. Pertumbuhan tulang dan gigi
3. Mencegah kelainan bawaan
Vit D 200-400 IU +200 IU 1. Perbaikan absorbsi kalsium dan
fosfor
2. Proses mineralisasi tulang dan
gigi
Vit C 30 mg +10mg 1. Pembentukan dan integrasi
jaringan
2. Zat semen dalam jaringan ikat
dan vaskuler
3. Peningkatan penyerapan besi
Asam folat 150µg +150 µg 1. Peningkatan kebutuhan
metabolic
2. Mencegah anemia megaloblastik
3. Produksi heme untuk
hemoglobin
4. Produksi materi sel inti (RNA-
DNA)
Niasin 9,3mg +1,3mg Koenzim untuk metabolisme energy
dan protein
Riboflavin 1,0mg +0,2 mg Ko-enzim untuk metabolism energy
dan protein
Thiamin 0,9 mg +0,2 mg Ko-enzim untuk metabolism energi
dan protein
Pyiridoksin 2,0 mg +0,6 mg 1. Ko-enzim untuk metabolism
protein
2. Pertumbuhan janin
Vit B12 1,0 mg +0,3 mg 1. Ko-enzim untuk metabolism
asam nuklet dan protein
2. Pembentukan sel darah merah

Status gizi ibu pada waktu pembuahan dan selama hamil dapat
mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Hal-hal yang perlu
dilakukan oleh ibu hamil selama kehamilannya antara lain
a. Makan makanan sehat lebih banyak dan lebih bergizi
b. Mendapat suntikan TT sebanyak 2 kali
c. Memeriksakan kehamilan secara teratur
d. Menjaga kebersihan badan
e. Menjaga kebersihan gigi dan mulut
f. Hindari rokok
g. Melakukan kegiatan sehari-hari, tetapi hindari pekerjaan berat dan
cukup istirahat
h. Memeriksakan kehamilannya secara teraur, sedikitnya 4kali selama
kehamilan
i. Mendekatkan diri kehadiratan tuhan.
Selain itu ibu hamil juga dianjurkan untuk olah raga ringan mulai usia
kehamilan 6bulan, misalnya: jalan pagi sekitar 10menit, senam ringan 15 menit,
selain itu juga ibu hamil juga harus memperhatikan makanan yang cukup untuk
kebutuhan ibu dan bayinya.
Guna pemberian makanan sehat antara lain
1. Menjaga kesehatan ibu
2. Memenuhi kebutuhan gizi janin
3. Mempersiapkan cadangan untuk bayi beberapa waktu setelah
lahir
4. Persiapan untuk produksi ASI yang dibutuhkan bayi setelah
lahir.
Secara umum makanan ibu hamil yang baik antara lain setiap ibu hamil
perlu pertambahan 1-2 piring, terutama mulai hamil 6 bulan yang disebabkan ibu
hamil untuk dirinya sendiri dan janin yang dikandungnya. Kemudian, ibu hamil
juga harus banyak makan sayur dan buah-buahan berwarna serta lauk-pauk. Perlu
adanya Pengaturan makanan pada ibu hamil karena pada saat hamil kebutuhan
gizi ibu meningkat dengan pesat, selain untuk keperluan janin pengaturan
makanan pada ibu hamil juga dikarenakan metabolism yang meningkat karena
adanya perubahan keseimbangan hormonal. Selain itu juga biasanya selama
kehamilan sering nafsu makanan ibu tidak begitu baik karena timbulnya rasa mual
dan pusing. Keadaan ini disebut dengan emesis dan bila berlanjut akan
menyebabkan hiperemesis. Ibu juga harus memberikan cadangan beberapa jenis
zat gizi dalam jumlah yang cukup dalam tubuh bayinya pada waktu bayi lahir.
Gizi buruk karena kesalahan dalam pengaturan makanan akan membawa dampak
yang tidak menguntungkan bagi ibu dan bayi. Gizi buruk pada ibu hamil selain
berpengaruh terhadap ibu juga berpengaruh terhadap keadaan janin dan
mempengaruhi persalinan. adapun Pengaruh gizi buruk terhadap ibu hamil antara
lain menyebabkan anemia, pendarahan, berat badan ibu hamil tidak bertambah
secara normal, dan terjadi infeksi dan sepsis puerperalis. Pengaruh gizi buruk
terhadap janin antara lain keguguran, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat
bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan), berat
badan lahir rendah (BBLR), nilai apgar <10 (skor kesehatan bayi baru lahir). Dan
pengaruh gizi buruk terhadap persalinan antara lain persalinan sulit, persalinan
sebelum waktunya, pendarahan setelah persalinan, persalinan dengan operasi
cenderung meningkat.
Dalam trimester pertama kehamilan biasanya nafsu makan sangat kurang,
mual dan ingin muntah. Kebutuhan zat gizi pada trimester pertama tetap seperti
biasa. Perlu adanya pengaturan makanan sehingga mudah dicerna dan porsi
makanan tidak terlalu besar.
Pada trimester II (minggu 13-26) dimana pertumbuhan janin cepat, ibu
memerlukan tambahan kalori ± 285 dan protein lebih tinggi dari biasa menjadi 1.5
g/kg BB
Pada kehamilan trimester III (minggu 27-lahir) kalori sama dengan
trimester II tapi protein naik menjadi 2 g/ kg BB.

Pertambahan BB ibu semasa Hamil


Pertambahan berat badan ibu selama hamil berat badan bertambah antara
10 sampai 12,5 kg, pertambahan trimester pertama kurang dari 1 kg, trimester
kedua kurang dari 3kg dan trimester ketiga kira-kira 6kg. jadi berat badan akan
bertambah secara teratur antara 200-250gr/mg.

Komponen Kenaikan berat badan pada usia kehamilan


10 mg (gr) 20 mg (gr) 30 mg (gr) 40 mg (gr)
Pertambahan BB
Janin, uri dan 55 720 2530 4750
cairan amnion
Uterus & 170 765 1170 1300
payudara
Darah 100 600 1300 1250
Cairan ekstra sel - - - 1200
Cadang lemak 325 1915 3500 4000
Total 650 4000 8500 12500

Anjuran makanan sehari-hari untuk ibu hamil


Pada kehamilan trimester I biasanya nafsu makan kurang dan sering timbul
rasa mual dan ingin muntah, namun makanan ibu hamil harus tetap diberikan
makanan dengan porsi kecil teteapi sering dan yang segar-segar seperti susu, telur,
buah, atau makanan ringan lainnya misalnya biscuit, crackers dan sebaginya
sesuai dengan selera ibu.
Pada kehamilan trimester II nafsu makan biasanya sudah meningkat.
Kebutuhan akan zat gizi tenaga seperti nasi, roti, singkong, gula, minyak, santan
dan lain-lain lebih banyak disbandingkan kebutuhan saat tidak hamil. Dengan
demikian kebutuhan zat pembangun dan pengatur juga ikut meningkat seperti
lauk-pauk, sayur-mayur dan buah-buahan. Penambahan makanan sehari-hari ibu
hamil sebagai berikut

Makanan/bahan Ukuran rumah Banyaknya porsi


Wanita dewasa Wanita hamil
makanan tangga
kerja ringan
Nasi Piring 3½ 4
Daging Potong 1½ 1½
Tempe Potong 3 4
Sayur berwarna Mangkok 1½ 2
Buah Potong 2 2
Susu Gelas - 1
Minyak Sendok 4 4
Gula Sendok 5 5
Cairan Gelas 4 6

• Kebutuhan gizi ibu hamil


• Kalori.
Zat ini dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel baru, pengaliran makanan dari
pembuluh darah ibu ke pembuluh darah janin melalui plasenta, serta pembentukan
enzim dan hormon yang mengatur petumbuhan janin. Kalori ini diperlukan juga
bagi tubuh si ibu itu sendiri untuk dapat berfungsi secara baik. Berapa jumlah
yang dibutuhkan? Umumnya selama masa kehamilan 6 bulan pertama tidak
terdapat peningkatan kebutuhan yang bermakna dari kondisi pada saat si ibu tidak
hamil. Peningkatan kebutuhan sekitar 200 Kalori perhari diperlukan saat usia
kehamilan antara 6-9 bulan. 200 Kalori tersebut dalam keseharian dapat
diwakilkan dengan 1 toast sandwich keju.
• Protein
Protein yang banyak terdapat pada daging, keju, ikan, telur, kacang-kacangan,
tahu dan tempe, berguna untuk membangun sel-sel baru janin (sel darah, kulit,
rambut, kuku, dan jaringan otot). Protein buat sang Ibu juga memiliki fungsi sama
yaitu sebagai zat pembangun. Kebutuhan selama kehamilan tidak jauh berbeda
dengan saat sebelum hamil. Bagi wanita asia umumnya, usia 19-49 tahun perhari
diperlukan protein sebanyak 50 Gram. Pembagian lebih rinci 50 Gram tersebut
menurut sumber proteinnya adalah 9 Gram protein ikan, 6 Gram protein hewan
dan antara 35-40 Gram dari sumber nabati/tumbuhan.
• Vitamin
Banyak jenis vitamin diperlukan selama kehamilan dalam jumlah tertentu
diantaranya : Vitamin A untuk pertumbuhan janin yang dibutuhkan dalam jumlah
tertentu saja dan tidak berlebihan karena dapat berbahaya bagi kesehatan janin.
Sangat dianjurkan untuk menkonsumsi vitamin A yang bersumber dari sayur dan
buah-buahn seperti mangga, tomat, wortel dan aprikot. Sumber-sumber vitamin A
lainnya masih sangat banyak dan dapat ibu Ria telusuri dengan mudah; vitamin
B1 dan B2 serta niasin untuk proses metabolisme tubuh; Vitamin B6 dan B12
untuk mengatur penggunaan protein; Vitamin C untuk membantu penyerapan zat
besi selama hamil atau mencegah anemia; Vitamin D pada susu dan olahannya
serta kacang-kacangan, menopang pembentukan tulang, gigi, serta persendian
janin dan Vitamin E untuk pembetukan sel-sel darah merah serta melindungi
lemak dari kerusakan.
• Mineral
Asam folat dan seng dalam sayuran dan buah-buahan seperti jeruk, pisang,
brokoli, serta wortel untuk pembentukan susunan saraf pusat dan otak janin.
Kedudukan mineral disini dangat penting berkaitan karena mineral juga
membantu proses tumbuh kembangoragan bayi. Contoh perna penting yang perlu
diingat adalah yang dimainkann oleh Asam Folat yang dibutuhkan oleh ibu hamil
sebanyak 400 μg perhari dengan tujuan mencegah terdapatnya kerusakan
pembentukan susunan syaraf pada bayi.
Selama hamil juga dianjurkan makan banyak serat dan minum air putih.
Penting juga untuk diingat bahwasanya selama kehamilan kenaikan berat badan
ibu dapat menjadi penentuan kecukupan gizi. Walaupun tidak langsung berkaitan
dengan beratbadan janin yang dilahirkan akan tetapi biasanya seorang ibu hamil
yang sehat dapat mengalami kenaikan berat badan selma kehamilan sebesar 8-15
Kg yang bervariasi menurut pola individual tergantung pada berat badan
sebelumya, ras, usia dan pola makan.Kalau dilihat sepintas sangat rumit...tapi
sebenarnya tidak terlalu rumit.
Yang perlu untuk dijadikan perinsip bagi ibu hamil adalah dia memiliki pola
makan yang terukur. Maksudnya terukur adalah tahu kebutuhannya dan kemudian
memenuhinya. Saat ini berbagai artikel juga banyak ditemui untuk dapat
mengetahui berbagai sumber makanan yang mengandung bahan yang diperlukan.
Ada sebuah pedoman sederhana untuk dapat menjadi patokan yang lebih singkat
bagi ibu hamil dalam memantau kondisi makannya.
Pedoman tersebut adalah : Konsumsi makanan yang banyak mengandung
Asam Folat. Ingat kebutuhan selama 12 pekan I kehamilan untuk Asam Folat
sebanyak 400μg perhari. Lakukan pola makan yang seimbang bagi kehamilan,
yaitu : Makan makanan sumber karbohidrat secukupnya.
Peningkatan kebutuhan baru terjadi pada masa 3 bulan terakhir kehamilan
Makan banyak buah dan sayuran Jika memang hendak menggunakan
suplementasi makanan atau vitamin maka gunakan suplemen makanan dan
vitamin yang memang dikhususkan untuk kondisi kehamilan Susu dan produknya
(keju, yoghurt dll) yang telah diproses pasteurisasi sangat baik untuk kehamilan
Makan cukup makanan yang mengandung protein Jangan terlalu banyak makan
makanan manis dan berlemak Minum setidaknya 1-1.5 L cairan perhari
(utamanya air bening, jus buah atau dapat pula dari susu atau makanan cair)
Jangan makan hati karena banyak mengandung Retinol (Vitamin A Hewani), dan
makan-makanan yang tidak dimasak/diolah sempurna (Setengah matang) Tidak
boleh merokok dan minum Alkohol.
Akibat gizi buruk pada ibu hamil
Reproduksi manusia merupakan suatu proses yang sangat efisien dalam
skala taraf kesehatan dan gizi yang luas. Akan tetapi, dibawh suatu ambang
tertentu, dimana cadangan ibu sudah “digerogoti”, akibat negatif pada janin dan
pertumbuhan bayi serta kemungkinan hidupnya, akan mulai Nampak juga
pengaruh buruk pada ibu, seperti menurunnya taraf kesehatan dan gizinya serta
berpengaruh terhadap daya tahan tubuhnya.
Akibat gizi buruk ibu hamil terhadap janin dan bayi
Beberapa factor dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
janin,seperti infeksi selama dalam kandungan, kurang gizi ibu, penyakit ibu
selama kehamilan, kebiasaan merokok, penggunaan obat-obatan serta kelainan
pada saluran kencing. Akibat dari gizi buruk pada ibu menyebabkan prematuritas
yaitu kelahiran dengan usia kandungan kurang dari 37 minggu. Dan juga
menyebabkan berat badan bayi lahir rendah. Berat badan bayi juga dipengaruhi
oleh tinggi badan ibu. Dengan kata lain. Ibu-ibu yang pertumbuhan dan
perkembangannya sewaktu kanak-kanak terhambat oleh gizi kurang, efisiensi
fisiologinya lebih rendah daripada ibu-ibu dengan cukup gizi waktu kecil.
Akibat gizi buruk terhadap ibu hamil sendiri
Pada umumnya ibu-ibu yang hidup dalam lingkungan yang kurang higienis,
yang taraf konsumsinya tidak mencukupi kebutuhan, yang harus bekerja keras
tiap hari dan yang sering melahirkan, tampak kurang sehat. Komplikasi waktu
melahirkan lebih sering dijumpai diantara wanita ang menderita gizi kurang.
Sekalipun kematian ibu waktu persalinan atau selama kala nifas tidak langsung
berkaitan dengan gizi kurang, namun keadaan ini mungkin berpengaruh pada
kematian ibu itu
KESIMPULAN
Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau
fetus di dalam tubuhnya. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara
waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan)
Pada saat hamil ibu memerlukan asupan nutrisi yang cukup untuk tubuhnya,
janin, dan juga untuk persiapan setelah melahirkan. Ajuran makan pada ibu hamil
yaitu Pada kehamilan trimester I biasanya nafsu makan kurang dan sering timbul
rasa mual dan ingin muntah, namun makanan ibu hamil harus tetap diberikan
makanan dengan porsi kecil teteapi sering dan yang segar-segar seperti susu, telur,
buah, atau makanan ringan lainnya misalnya biscuit, crackers dan sebaginya
sesuai dengan selera ibu. Pada kehamilan trimester II nafsu makan biasanya sudah
meningkat. Kebutuhan akan zat gizi tenaga seperti nasi, roti, singkong, gula,
minyak, santan dan lain-lain lebih banyak disbandingkan kebutuhan saat tidak
hamil. Dengan demikian kebutuhan zat pembangun dan pengatur juga ikut
meningkat seperti lauk-pauk, sayur-mayur dan buah-buahan.
Gizi buruk dapat terjadi pada ibu hamil yang pada umumnya ibu-ibu yang
hidup dalam lingkungan yang kurang higienis, yang taraf konsumsinya tidak
mencukupi kebutuhan, yang harus bekerja keras tiap hari dan yang sering
melahirkan, tampak kurang sehat. Komplikasi waktu melahirkan lebih sering
dijumpai diantara wanita ang menderita gizi kurang. Sekalipun kematian ibu
waktu persalinan atau selama kala nifas tidak langsung berkaitan dengan gizi
kurang, namun keadaan ini mungkin berpengaruh pada kematian ibu itu. Oleh
sebab itu pengaturan makanan pada ibu harus diperhatikan.
DAFTAR PUSTAKA
− Nadesul, Hendarwan. 1997. Makanan Sehat untuk Ibu Hamil. Jakarta:
Puspa Suara.
− Nadesul, Hendarwan. 1993. Ibu Hamil Sehat. Jakarta: Grasindo.
− Thorn, Gill. 2004. Kehamilan Sehat. Jakarta: Erlangga.
− Kardjati, Sri dan Anna Alisjahbana.1985. Aspek Kesehatan dan Gizi Anak
Balita. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
− Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Mengenal Kehamilan
dan
Gizi Ibu Hamil Bagi Kader di Posyandu. Palembang: Bakti Husada.
− www. e-kehamilan.blogspot.com
− www. id.wikipedia.org
− www. Perpus on-line. Co.cc
− www. Suara media.com
− www. Infoibu.com
TUGAS GIZI
RESUME PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA IBU HAMIL

DISUSUN OLEH
EKA OKTARINA
04071002044

DOSEN PENGASUH
FATMALINA FEBRY, SKM, M.Si

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2010