Anda di halaman 1dari 12

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Inti dari perjuangan reformasi adalah demokratisasi dalam segala bidang.


Dalil ini mempunyai pijakan historis yang sangat kuat mengingat selama tiga dekade
terakhir ini demokrasi hanya ada dalam tataran wacana yang diperdebatkan dalam
forum-forum diskusi, seminar, dll yang tidak pernah berwujud konkrit dalam
dinamika kehidupan bangsa Indonesia.
Inti tuntutan reformasi memang demokrasi. Namun keberhasilan gerakan
reformasi pada tahun 1998 tidak otomatis menandakan dimulainya era demokrasi di
Indonesia. Masih banyak agenda yang harus diselesaikan untuk sampai kepada situasi
yang betul-betul demokratis. Salah satu agenda yang terpenting adalah menyelesaikan
masalah yang dihadapi bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai salah
satu pilar bangsa yang sangat penting. Bukankah Ir. Soekarno pernah mengatakan
bahwa untuk merubah dunia itu cukup dengan 10 orang pemuda saja?
Permasalahannya memang pemuda yang bagaimana yang benar-benar dapat
melakukan hal tersebut. Masalah itulah yang harus sudah dilaksanakan secara konkrit
dan terarah, sehingga bangsa Indonesia ke depan mempunyai daya resistansi yang
kuat dalam menghadapi berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan.
Permasalahan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu masalah
kultural maupun struktural.
Masalah kultural menunjuk pada kenyataan bahwa mayoritas rakyat
Indonesia belum mampu mengembangkan sikap kreatifitas, suatu sikap yang menjadi
salah satu syarat lahirnya masyarakat madani. Sedangkan yang dimaksud masalah
struktural adalah adanya suatu kenyataan bahwa di tengah-tengah masyarakat belum
terdapat instrumen kelembagaan yang mampu secara optimal mentransformasi nilai-
nilai kejuangan ke dalam kehidupan sehari-hari. Pada umumnya mereka terjebak pada
paradigma pragmatisme.
Oleh karena itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LK-KIS (Lembaga
Kajian – Komunikasi, Informasi dan Sosialisasi) yang berbasis di Kabupaten Lebak
senantiasa concern dan termotivasi untuk mengerahkan segala kemampuan dan
kekuatan yang dimilikinya melibatkan diri dalam berbagai kegiatan yang dapat
memberikan kontribusi positif dalam dinamika masyarakat, khususnya di lingkungan
Kabupaten Lebak.
Dalam kaitan itu, ada tiga agenda besar yang akan dilaksanakan oleh LSM
LK-KIS Kabupaten Lebak : Pertama, bekerjasama dengan pemerintah dan institusi

LK – KIS KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN


2

non-pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan/pelatihan bagi masyarakat


untuk menumbuhkan kreatifitas diri. Dengan cara tersebut diharapkan masyarakat
mempunyai bekal untuk berkarya dan secara langsung dapat memberikan kontribusi
dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Kedua, mendorong instrumen-
instrumen kelembagaan di masyarakat untuk dapat melaksanakan peran dan
fungsinya dalam pemberdayaan masyarakat. Instrumen kelembagaan dimaksud,
diantaranya adalah pers, LSM, Ormas/OKP, kalangan akademisi/intelektual, dll.
Ketiga, mendesak para elit politik/tokoh masyarakat baik tingkat daerah maupun
nasional agar memberikan teladan positif pada masyarakat, sehingga mendorong
masyarakat untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi dalam rangka
meningkatkan harkat dan derajatnya.
Berangkat dari tiga agenda besar di atas, maka LK-KIS berencana
melaksanakan kegiatan pelatihan bidang keterampilan otomotif kepada para pemuda.
Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu para pemuda untuk
mengembangkan dirinya melalui usaha mandiri yang pada akhirnya dapat membantu
meningkatkan taraf hidupnya.
Tentunya untuk melaksanakan kegiatan tersebut, LK-KIS berharap dapat
bekerjasama dengan instansi pemerintah yang dalam hal ini adalah melalui
Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia untuk dapat
mewujudkannya.

1.2 DASAR HUKUM PENYELENGGARAAN

Penyelenggaraan Program Pendidikan/pelatihan Keterampilan Bengkel


Otomotif ini berlandaskan pada :
a. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
b. Undang-Undang Nomor 32 dan 34 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah.
c. PP Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah.
d. Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) LK-KIS
e. Program Kerja LK-KIS Tahun 2009.

1.3 TUJUAN

Tujuan yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan Program


Pendidikan/pelatihan Keterampilan Bengkel Otomotif 2009 adalah sebagai berikut :
1. Berkurangnya angka pengangguran dikalangan para pemuda di Indonesia,
khususnya di Kabupaten Lebak Propvinsi Banten.

LK – KIS KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN


3

2. Peserta pelatihan memperoleh pengetahuan dari kemampuan dalam menjalankan


kegiatan dibidang bengkel otomotif.
3. Terciptanya pemuda kreatif yang mampu meningkatkan kehidupan keluarganya.

1.4 HASIL YANG AKAN DICAPAI


Hasil yang akan dicapai melalui Program Pendidikan/pelatihan Bengkel
Otomotif ini adalah :
1. Peserta mengetahui secara komprehensif tentang
bidang perbengkelan otomotif.
2. Sebagian besar peserta mampu mengidentifikasi
unsur-unsur pengembangan usaha dibidang perbengkelan, sehingga menimbulkan
rasa kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekitarnya.
3. Sebagian besar peserta mampu membuka usaha
perbengkelan dan membuka lapangan kerja baru di lingkungan sekitarnya.
4. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara nyata
melalui kegiatan usaha produktif.

LK – KIS KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN


4

BAB II
KEGIATAN PENYELENGGARAAN

2.1 ORGANISASI PENYELENGGARA


1. Nama :
Lembaga Kajian – Komunikasi, Informasi dan Sosialisasi (LK-KIS)
Kabupaten Lebak
Bergerak dibidang :
Pemberdayaan Masyarakat, diantaranya melalui Pendidikan, Ekonomi, dll.
2. Alamat:
Jl. Prof. Dr. Ir. Soetami No. 44 RT. 01/08 Kel. Cijoro Pasir Kec. Rangkasbitung
Kab. Lebak Prop. Banten
Telp. 0252 – 204754
3. Penanggung jawab :
Nama : DENI BUDIANI PERMANA, S.Si.
Jabatan : Ketua Umum
Alamat : Jl. Prof. Dr. Ir. Soetami No. 44 RT. 01/08
Kel. Cijoro Pasir Kec. Rangkasbitung
Kab. Lebak Prop. Banten
Nama Contact Person Pelaksana Kegiatan
Nama : DENI BUDIANI PERMANA, S.Si.
Jabatan : Penanggung jawab Penyelenggara
Alamat : Jl. Prof. Dr. Ir. Soetami No. 44 RT. 01/08
Kel. Cijoro Pasir Kec. Rangkasbitung
Kab. Lebak Prop. Banten
Telepon/Fax : (Hp) 0813 8074 7423
4. Didirikan pada tahun : Tanggal 01 Agustus 2002
Badan Hukum : Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Lembaga Kajian – Komunikasi, Informasi dan
Sosialisasi (LK–KIS) Kab. Lebak
Akta Notaris : No. 22 (H. Sunarya, S.H./Tanggal 24 Oktober 2002)
NPWP No. : 02.390.387.5–401.000
Bank :
a. Nama Bank : Bank BNI Cabang Rangkasbitung
b. No. Rekening : 6758573–1
c. Nama : DENI BUDIANI PERMANA

LK – KIS KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN


5

5. Struktur Organisasi :

STRUKTUR DAN ALUR ORGANISASI


PENYELENGGARA PROGRAM

KETUA/
PENANGGUNG JAWAB

SEKRETARIS BENDAHARA

STAFF
INSTRUKTUR

NARASUMBER
TUTOR
TEKNIS

WARGA BELAJAR / WARGA BELAJAR

6. Personalia :
KETUA : DENI BUDIANI PERMANA, S.Si.
SEKRETARIS : KUSNADI WIJAYA
BENDAHARA : IRMA MULYAWATI

2.2 JADUAL KEGIATAN


Pelaksanaan kegiatan pendidikan keterampilan hidup ini terbagi pada 3 (tiga)
tahap, yaitu :

1. Tahap Persiapan
Tahap awal dalam persiapan adalah melakukan identifikasi calon Peserta. Setelah
diidentifikasi, langkah berikutnya adalah penetapan Peserta. Waktu yang
dibutuhkan dalam tahap persiapan ini adalah ± 2 (dua) minggu.

2. Tahap Pelaksanaan

LK – KIS KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN


6

Tahap ini merupakan inti kegiatan yang meliputi pembelajaran tutorial dan
praktek. Pelaksanaan kegiatan dimulai pada tanggal 15 April – 15 Oktober 2009.
Lamanya kegiatan ini diperkirakan membutuhkan waktu ± 6 (enam) bulan
dengan jumlah belajar adalah 2 (dua) kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Sabtu
dan Minggu atau hari-hari yang disepakati oleh Peserta.

3. Tahap Akhir/Evaluasi
Pada tahap ini dilaksanakan evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan. Waktu yang
dibutuhkan adalah ± 2 (dua) minggu.

TABEL JADUAL KEGIATAN

BULAN KE- KET.


NO JENIS KEGIATAN
3 4 5 6 7 8 9 10

1. Pesiapan Rekrutmen

2. Pelaksanaan KBM

3. Evaluasi

2.3 MANAJEMEN MUTU PENYELENGGARAAN


Langkah-langkah yang dilakukan guna menjamin mutu proses
penyelenggaraan adalah :
1. Senantiasa dilakukan pengawasan yang ketat, dimulai dari tahap persiapan yang
menyangkut seleksi terhadap peserta dan para instruktur.
2. Menerapkan manajemen secara baik sesuai dengan fungsinya, khususnya
manajemen keuangan yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan senantiasa
membuat laporan periodik guna mempertanggungjawabkan penggunaannya.
3. Berkoordinasi dengan instansi terkait dalam berbagai aspek penyelenggaraan
program tersebut.

2.4 RENCANA PENGGUNAAN DANA

NO KOMPONEN PROSENTASE
Maksimum
1 Dana Manajemen :
10 %
a. Pelaksanaan Manajemen :
• Penyusunan proposal dan laporan.
• Biaya Rapat-rapat.

• Pembelian peralatan kantor yang


diperlukan

LK – KIS KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN


7

• Monitoring dan evaluasi.


b. Dana Penunjang Program :
• Pendampingan manajemen pasca latihan.
• Administrasi Bank.
2. Dana Personal :
a. Pelaksanaan Pembelajaran :
• Modul.
• Peralatan Praktek. Maksimum
• Bahan Praktek 50 %
• Transportasi Peserta Didik.
b. Bantuan Modal Kerja/Usaha

3. Dana Operasional :
• Rekruitmen Peserta.
• Honorarium Pengelola
• Honorarium Tenaga Pendidik
Minimum
• Penyusunan Laporan / Success Story 40 %
• Bahan Habis Pakai termasuk ATK
• Biaya Operasional
• Biaya Pemeliharaan Peralatan
• Biaya Penunjang Kegiatan/Administrasi

TOTAL 100 %

Berdasarkan tabel di atas, dana yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan


kegiatan Program Pendidikan/pelatihan bengkel otomotif adalah sebesar :
Rp. 100.000.000,- (Terbilang : Seratus Juta Rupiah).

LK – KIS KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN


8

BAB III
KEGIATAN PEMBELAJARAN

3.1 MATERI PELAJARAN


Materi pelajaran yang diberikan kepada Peserta adalah :
A. Materi Inti :
Dalam materi inti ini, Peserta akan diberikan pelatihan mengenai teknis
perbengkelan. Jumlah pertemuan adalah ± 24 pertemuan dengan lama belajar
adalah ± 1 – 2 jam per pertemuan. Dalam hal ini, Peserta akan dibimbing oleh
Isntruktur.

B. Materi Keterampilan :
Peserta akan diberikan bekal-bekal keterampilan. Tujuannya adalah agar
Peserta tidak merasa jenuh/bosan dalam mengikuti kegiatan proses belajar.
Jumlah pertemuan adalah ± 24 pertemuan dengan lama belajar adalah ± 1 – 2
jam per pertemuan. Dalam hal ini, Peserta akan dibimbing oleh Narasumber
Teknis.

3.2 STRATEGI PEMBELAJARAN


Untuk mencapai hasil yang diharapkan, sehingga setiap lulusan berhasil
dengan hasil memuaskan, maka strategi yang diterapkan meliputi :
A. Proses Pembelajaran :
1. Secara berkelompok.
2. Dengan pendekatan andragogi.

B. Proses Evaluasi :
Proses evaluasi hasil kegiatan PBM dilaksanakan langsung oleh lembaga
penyelenggara. Materi yang diujikan dilaksanakan berdasarkan apa yang telah
disampaikan kepada Peserta.

C. Out Put :
Diharapkan dari hasil kegiatan PBM ini terjadi peningkatan bidang kognitif,
psikomotorik dan afektif bagi semua Peserta.

3.3 HASIL YANG AKAN DICAPAI


Hasil akhir yang akan dicapai dalam penyelenggaraan Pogram
Pendidikan/pelatihan Keterampilan perbengkelan Otomotif diharapkan 90% dari
jumlah Peserta mampu menyelesaiakan belajarnya.

LK – KIS KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN


9

3.4 MANAJEMEN MUTU PEMBELAJARAN


Langkah-langkah yang diambil dalam upaya menjamin mutu proses
pembelajaran adalah dengan menerapkan pendidikan yang lebih menekankan pada
kegiatan praktis. Hal ini untuk meminimalisir angka drop out.

LK – KIS KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN


10

BAB IV
PROFIL LEMBAGA PENYELENGGARA

4.1 LEGALITAS LEMBAGA


Nama Lembaga : LK – KIS Kabupaten Lebak
Alamat Lembaga : Jl. Prof. Dr. Ir. Soetami No. 44 RT. 01/08
Kel. Cijoro Pasir Kec. Rangkasbitung
Kab. Lebak Prop. Banten
Ketua Umum : DENI BUDIANI PERMANA, S.Si.
Sekretaris Umum : IWAN SETIAWAN
Badan Hukum : Akta Notaris No. 22 (H. Sunarya, S.H./24 Oktober 2002)
NPWP No. : 02.390.387.5–401.000

4.2 STRUKTUR ORGANISASI

1. Struktur Organigram :

KETUA/
PENANGGUNG JAWAB

SEKRETARIS BENDAHARA

STAFF
INSTRUKTUR

NARASUMBER
TUTOR TEKNIS

WARGA BELAJAR

2. Susunan Organisasi :
KETUA : DENI BUDIANI PERMANA, S.Si.
SEKRETARIS : KUSNADI WIJAYA
BENDAHARA : IRMA MULYAWATI

3. Uraian Tugas :
a. Ketua (Penanggung Jawab)
Mengatur dan melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap
kegiatan yang terkait dengan Program Pendidikan Keaksaraan dan
melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait.

LK – KIS KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN


11

b. Sekretaris
1. Membantu penanggung jawab dalam melaksanakan tugas-
tugasnya.
2. Melaksanakan tugas kesekretariatan, seperti membuat surat-surat,
dll.

c. Bendahara
1. Membantu penanggung jawab dalam pengelolaan anggaran.
2. Mencatat dan mengontrol setiap penggunaan keuangan.
3. Melaporkan semua pengggunaan anggaran kepada penanggung jawab.

d. Instruktur (Tutor dan Narasumber Teknis)


1. Memberikan pengajaran sesuai dengan materi yang diajarkannya.
2. Membuat rencana pelajaran.
3. Membuat laporan pengajaran yang berkaitan dengan perkembangan
hasil belajar Warga Belajar.

LK – KIS KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN


12

BAB V
P E N U T U P

Demikian Proposal Penyelenggaraan Program Pendidikan/pelatihan Keterampilan


Perbengkelan Otomotif yang akan dilaksanakan oleh LK - KIS Kabupaten Lebak kami
ajukan kepada Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Proses penyelenggaraan Program Pendidikan/pelatihan Keterampilan Perbengkelan


Otomotif yang akan dilaksanakan, jika diberikan kepercayaan oleh pemerintah, tentunya
akan melibatkan berbagai pihak. Oleh karena itu, sudah sewajibnya jika LK - KIS
Kabupaten Lebak mengucapkan terima kasih, baik dalam perencanaan maupun nanti dalam
pelaksanaannya.

LK - KIS Kabupaten Lebak mengharapkan agar dengan penyelenggaraan Program


Pendidikan/pelatihan Keterampilan Perbengkelan Otomotif jumlah pengangguran,
khususnya di Kabupaten Lebak dapat berkurang. Pada akhirnya tingkat kesejahteraan
masyarakat akan meningkat.

Untuk melengkapi proposal ini, kami lampirkan juga dokumen-dokumen pendukung,


diantaranya : Akta Notaris, Surat Keterangan dari Kesbang Linmas Pemkab Lebak, dan
lain-lain yang mungkin dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Atas segala perhatian
dan bantuannya, LK - KIS Kabupaten Lebak mengucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Rangkasbitung, 09 Februari 2009


Lembaga Kajian
Komunikasi, Informasi dan Sosialisasi
(LK – KIS)
Kabupaten Lebak

Ketua,

DENI BUDIANI PERMANA, S.Si.

LK – KIS KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN