Anda di halaman 1dari 2

ANATOMI Trauma

Merupakan penyebab terbesar striktura (fraktur


Uretra masculina dibagi menjadi dua bagian, pelvis, trauma uretra anterior, tindakan
yaitu: sistoskopi, prostatektomi, katerisasi).
1. Uretra posterior, dibagi lagi menjadi: a) Trauma uretra anterior, misalnya karena
a) Pars prostatica : bagian uretra yang melewati straddle injury. Pada straddle injury, perineal
prostat. terkena benda keras, misalnya plantangan
b) Pars memberanacea : bagain uretra setinggi sepeda, sehingga menimbulkan trauma uretra
musculus sphincter uretra (diafragma pelvis). pars bulbaris.
2. Uretra anterior, dibagi menjadi: b) Fraktur/trauma pada pelvis dapat
a) Pars bulbaris : terletak di proksimal, menyebabkan cedera pada uretra posterior. Jadi
merupakan bagian uretra yang melewati bulbus seperti kita ketahui, antara prostat dan os pubis
penis. dihubungkan oleh lig. puboprostaticum.
b) Pars pendulan/cavernosa/spongiosa : bagian Sehingga kalau ada trauma disini, ligamentum
uretra yang melewati corpus spongiosum penis. tertarik, uretra posterior bisa sobek. Jadi
c) Pars glandis : bagian uretra di glans penis. memang sebagian besar striktura uretra terjadi
Uretra ini sangat pendek dan epitelnya sudah dibagian-bagian yang terfiksir seperti bulbus
berupa epitel squamosa (squamous compleks dan prostat. Di pars pendulan jarang terjadi
noncornificatum). Kalau bagian uretra yang lain cedera karena sifatnya yang mobile.
dilapisi oleh epitel kolumner berlapis.
Kalau menurut Sobotta, uretra masculina dibagi PATOFISIOLOGI
menjadi 4 bagian, pars intramuralis = di dinding
vesica urinaria, pars prostatica = menembus Struktur uretra terdiri dari lapisan mukosa dan
prostat, pars membranacea = di diafragma lapisan submukosa. Lapisan mukosa pada
urogenitale, dan pars bulbaris/sponqiosa = di uretra merupakan lanjutan dari mukosa buli-
corpus spongiosum penis. buli, ureter dan ginjal. Mukosanya terdiri dari
epitel kolumnar, kecuali pada daerah dekat
Urethra pria dibagi menjadi dua bagian yg orifisium eksterna epitelnya skuamosa dan
utama, uretra anterior adalah bagian distal dari berlapis. Submukosanya terdiri dari lapisan
erektil vaskular.
diafragma urogenitalis, dan uretra posterior
adalah proximal terhadap diafragma
Apabila terjadi perlukaan pada uretra, maka
urogenitalis dan termasuk bagian membranosa akan terjadi penyembuhan cara epimorfosis,
dan prostatik. Trauma tumpul adalah penyebab artinya jaringan yang rusak diganti oleh
utama cedera uretra posterior. Fraktur pelvis jaringan lain (jaringan ikat) yang tidak sama
ada pasda lebih dari 95% kasus, tumbukan dengan semula.
akibat trauma menimbulkan kekuatan yang
merobek uretra yang menyebabkan ruptur pada Jaringan ikat ini menyebabkan hilangnya
tingkat diafragma urogenitalis. Straddle injury, elastisitas dan memperkecil lumen uretra,
penyebab ruptur uretra anterior yg paling sehingga terjadi striktur uretra.
sering, terjadi ketika jatuh atau ketika objek
Urin tidak keluar
tumpul menumbuk daerah perineum dan
scrotal, merusakkan uretra. Urethra wanita
Di kondisi ini keinginan untuk kencing ada
hampir jarang terkena trauma yg signifikan
tetapi urinnya tidak bisa keluar dengan lancar.
karena ukurannya yg pendek.
Keluarnya sedikit dan lama sekali, ini disebut
kesulitan kencing. Penyebab utamanya adalah
Tanda diagnostik cedera uretra adalah darah
penyumbatan saluran kencing bagian bawah,
pada meatus uretra. Kesalahan diagnosis yg
jadi yang tersumbat adalah kandung kemih
paling sering adalah tidak melihat meatus
atau uretranya.
selama pemeriksaan awal pada tiap pasien yg
terkena trauma. 80-90 persen pasien dengan
Penyumbatan saluran kencing bagian bawah ini
cedera uretra tampak dengan adanya darah di
bisa jadi karena pembesaran prostat sehingga
meatus. Hematoma scrotal dan perineum juga
menekan uretra sehingga urinnya susah keluar.
terlihat. Pemeriksaan rectal dapat menolong
Biasanya dialami oleh pria yang sudah berusia
untuk menentukan apak prostat terfiksasi
lanjut. Penyebab lainnya adalah uretra yang
secara normal atau terpisah dan mengambang
menciut yang disebabkan oleh kecelakaan atau
(floating).
trauma sehingga uretra menyempit dan
menyebabkan sulit ketika kencing. Tumor, batu
atau benda asing bisa juga menjadi penyebab.
Bila benda - benda ini berada di dalam kandung
kemih atau di uretra, saluran kencing akan
tersumbat sehingga urin sulit keluar.

Gejala yang sering dijumpai pada penyumbatan


saluran kencing bagian bawah disamping sulit
kencing, bisa juga sebaliknya sering kencing
dan rasa nyeri di perut bagian bawah. Selain itu
jika sistem saraf yang berhubungan dengan
proses kencing cedera karena kecelakaan
ataupun efek sesudah operasi akibat
perdarahan otak dapat menyebabkan urin tidak
keluar.