P. 1
Contoh Makalah

Contoh Makalah

|Views: 4,429|Likes:
Dipublikasikan oleh Tio Wahyu Kurniawan

More info:

Published by: Tio Wahyu Kurniawan on Oct 17, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

TUGAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Makalah Tahun Ajaran 2010/2011

³Indonesia VS Malaysia

Disususn Oleh:

Tio Wahyu.k Raslih sanjaya Sadiyah Okta Ika Muthia feriani Diana ulfa

Kelas : XII IPA 1 Tahun Ajaran 2010/2011

SMA DARUSSALAM CIPUTAT
JL.OTISTA NO 306 CIMNGGIS-CIPUTAT, TANGERANG SELATAN Telp. (021) 74275459

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang HUBUNGAN INDONESIA-MALAYSIA yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini memuat tentang ³INDONESIA vs MALAYSIA³yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan banyak orang .Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sang Penyusun yaitu Bapak Islah yang telah membimbing kami. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih. Tangerang Selatan, 23 September 2010

Penyusun

DAFTAR ISI
No

Kata Pengantar««««««««««««««««««««««.. i Daftar Isi«««««««««««««««««««««««««.ii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang««««««««««««««««««««..1 1.2 Tujuan««««««««««««««««..«««««««1 1.3 Rumusan Masalah«««««««««««««««««««1 BAB 2 INDONESIA VS MALAYSIA 2.1 Sejarah Awal Konfrontasi Indonesia-Malaysia«««««««..25 2.2 Hubungan Indonesia-Malaysia«««««««««««««.5-6 2.3 Pengklaiman Malaysia Terhadap Aset Indonesia««««««616 2.4 Tindakan yang di Lakukan Indonesia«««««««««««16 BAB 3 PENUTUP 3.1Kesimpulan«««««««««««««««««««««17 3.2 Saran«««««««««««««««««««««««..17 DAFTAR PUSTAKA««««««««««««««««««iii

ii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kalau saat ini kita melihat di berbagai media informasi baik yang media elektronik maupun yang media cetak, kita akan menemui peebincangan tentang hubungan Indonesia dengan malaysia yang saat ini memanas lagi. Negara tetangga kita ini tidak henti-hentinya mengklaim aset-aset Negara kita dimulai dari bidang budaya sampai perbatasan dan perebutan pulau-pulau, maka dari itu penulis mengambil tema tentang hubungan Indonesia dengan Malaysia dengan judul ³ Indonesia VS Malaysia³.

1.2

Tujuan

Dalam Makalah ini penulis mempunyai tujuan yaitu sebagai berikut : 1) Menumbuhkan semangat Nasionalisme akan berbangsa dan bernegara. 2) Menumbuhkan Jiwa Patriotisme. 3) Menambahkan pengetahuan kepada siswa/i 4) Menumbuhkan semangat ,membela dan Cinta akan tanah air.

1.3

Rumusan Masalah

Dalam Makalah ini ada beberapa pokok permasalahan yang akan dibahas yaitu: 1) Kapan awal terjadinya perseteruan hubungan Indonesia-Malaysia ? 2) Apa saja yang diklaim Malaysia ? 3) Mengapa Malaysia melakukan klaim terhadap aset Indonesia? 4) Usaha-usaha apa saja yang dilakukan Indonesia ?

BAB 2 INDONESIA VS MALAYSIA

2.1

Sejarah Awal Konfrontasi Indonesia-Malaysia

Konfrontasi Indonesia-Malaysia atau yang lebih dikenal sebagai Konfrontasi saja adalah sebuah perang mengenai masa depan Malaya, Brunei, Sabah dan Sarawak yang terjadi antara Federasi Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962-1966. Perang ini berawal dari keinginan Federasi Malaya lebih dikenali sebagai Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961 untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak kedalam Federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan perjanjian Manila Accord oleh karena itu Keinginan tersebut ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap pembentukan Federasi Malaysia yang sekarang dikenal sebagai Malaysia sebagai "boneka Inggris" merupakan kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk baru serta dukungan terhadap berbagai gangguan keamanan dalam negeri dan pemberontakan di Indonesia. Pelanggaran perjanjian internasional konsep THE MACAPAGAL PLAN antara lain melalui perjanjian Manila Accord tanggal 31 Juli 1963, Manila Declaration tanggal 3 Agustus 1963, Joint Statement tanggal 5 Agustus 1963 mengenai dekolonialisasi yang harus mengikut sertakan rakyat Sarawak dan Sabah yang status kedua wilayah tersebut sampai sekarang masih tercatat pada daftar Dewan Keamanan PBB. sebagai wilayah Non-Self-Governing Territories.

A. Latar belakang
Pada 1961, Kalimantan dibagi menjadi empat administrasi. Kalimantan, sebuah provinsi di Indonesia, terletak di selatan Kalimantan. Di utara adalah Kerajaan Brunei dan dua koloni Inggris; Sarawak dan Borneo Utara, kemudian dinamakan Sabah. Sebagai bagian dari penarikannya dari koloninya di Asia Tenggara, Inggris mencoba menggabungkan koloninya di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya, Federasi Malaya dengan membentuk Federasi Malaysia. Rencana ini ditentang oleh Pemerintahan Indonesia; Presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia. Filipina juga membuat klaim atas Sabah, dengan alasan daerah itu memiliki hubungan sejarah dengan Filipina melalui Kesultanan Sulu.

Di Brunei, Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) memberontak pada 8 Desember 1962. Mereka mencoba menangkap Sultan Brunei, ladang minyak dan sandera orang Eropa. Sultan lolos dan meminta pertolongan Inggris. Dia menerima pasukan Inggris dan Gurkha dari Singapura. Pada 16 Desember, Komando Timur Jauh Inggris (British Far Eastern Command) mengklaim bahwa seluruh pusat pemberontakan utama telah diatasi, dan pada 17 April 1963, pemimpin pemberontakan ditangkap dan pemberontakan berakhir. Filipina dan Indonesia resminya setuju untuk menerima pembentukan Federasi Malaysia apabila mayoritas di daerah yang hendak dilakukan dekolonial memilihnya dalam sebuah referendum yang diorganisasi oleh PBB. Tetapi, pada 16 September, sebelum hasil dari pemilihan dilaporkan. Malaysia melihat pembentukan federasi ini sebagai masalah dalam negeri, tanpa tempat untuk turut campur orang luar, tetapi pemimpin Indonesia melihat hal ini sebagai perjanjian Manila Accord yang dilanggar dan sebagai bukti kolonialisme dan imperialisme Inggris. Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, ketika para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman²Perdana Menteri Malaysia saat itu²dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak. Demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur yang berlangsung tanggal 17 September 1963, berlaku ketika para demonstran yang sedang memuncak marah terhadap Presiden Sukarno yang melancarkan konfrontasi terhadap Malaysiaan juga kerana serangan pasukan militer tidak resmi Indonesia terhadap Malaysia. Ini berikutan pengumuman Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia pada 20 Januari 1963. Selain itu pencerobohan sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase pada 12 April berikutnya. Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan demonstrasi antiIndonesian yang menginjak-injak lambang negara Indonesia dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia. Soekarno memproklamirkan gerakan Ganyang Malaysia melalui pidato beliau yang amat bersejarah, berikut ini: Kalau kita lapar itu biasa Kalau kita malu itu juga biasa Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar! Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu! Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya. Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat. Yoo...ayoo... kita... Ganjang... Ganjang... Malaysia Ganjang... Malaysia Bulatkan tekad Semangat kita badja Peluru kita banjak Njawa kita banjak Bila perlu satoe-satoe!

Soekarno.

B. Akhir konfrontasi
Menjelang akhir 1965, Jendral Soeharto memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsungnya G30S/PKI. Oleh karena konflik domestik ini, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia menjadi berkurang dan peperangan pun mereda. Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditandatangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian.

2.2

Hubungan Indonesia-Malaysia

Hubungan antara Indonesia dan Malaysia beberapa kali mengalami pasang surut. Pada tahun 1963, terjadi konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia. Perang ini berawal dari keinginan Malaysia untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak dengan Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961 (Lihat: Konfrontasi Indonesia-Malaysia). Hubungan antara Indonesia dan Malaysia juga sempat memburuk pada tahun 2002 ketika kepulauan Sipadan dan Ligitan di klaim oleh Malaysia sebagai wilayah mereka, dan berdasarkan keputusan Mahkamah Internasional (MI) di Den Haag, Belanda bahwa Sipadan dan Ligitan merupakan wilayah Malaysia. Sipadan dan Ligitan merupakan pulau kecil di perairan dekat kawasan pantai negara bagian Sabah dan Provinsi Kalimantan Timur, yang diklaim dua negara sehingga menimbulkan persengkataan yang berlangsung selama lebih dari tiga dekade. Sipadan dan Ligitan menjadi ganjalan kecil dalam hubungan sejak tahun 1969 ketika kedua negara mengajukan klaim atas kedua pulau itu. Kedua negara tahun 1997 sepakat untuk menyelesaikan sengketa wilayah itu di

MI setelah gagal melakukan negosiasi bilateral. Kedua belah pihak menandatangani kesepakatan pada Mei 1997 untuk menyerahkan persengkataan itu kepada MI. MI diserahkan tanggung jawab untuk menyelesaikan sengketa dengan jiwa kemitraan. Kedua belah pihak juga sepakat untuk menerima keputusan pengadilan sebagai penyelesaian akhir sengketa tersebut. Selain itu, pada 2005 terjadi sengketa mengenai batas wilayah dan kepemilikan Ambalat.Selain itu pula. Pada Oktober 2007 terjadi konflik akan lagu Rasa Sayang-Sayange dikarenakan lagu ini digunakan oleh departemen Pariwisata Malaysia untuk mempromosikan kepariwisataan Malaysia, yang dirilis sekitar Oktober 2007. Sementara Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor mengatakan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu Kepulauan Nusantara (Malay archipelago), Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bersikeras lagu "Rasa Sayange" adalah milik Indonesia, karena merupakan lagu rakyat yang telah membudaya di provinsi ini sejak leluhur, sehingga klaim Malaysia itu hanya mengada-ada. Gubernur berusaha untuk mengumpulkan bukti otentik bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu rakyat Maluku, dan setelah bukti tersebut terkumpul, akan diberikan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor menyatakan bahwa rakyat Indonesia tidak bisa membuktikan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu rakyat Indonesia.

Hubungan
A. Bidang Pendidikan
Dalam bidang pendidikan, antara Indonesia dan Malaysia menjalin hubungan dengan mengadakan pertukaran pelajar setiap tahunnya.

B. Bidang Ekonomi
Banyaknya investor-investor dari Malaysia yang ber investasi di Indonesia telah sedikit banyak membantu pemerintah Indonesia di dalam mengentaskan pengangguran. Investor dari Malaysia banyak menanamkan investasinya dalam industri perkebunan kelapa sawit. Hal ini tentu menguntungkan bagi kedua belah pihak. Selain itu, di Malaysia juga banyak di tempatkannya Tenaga Kerja dari Indonesia yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), petugas medis, pekerja bangunan serta tenaga profesional lainnya.

2.3

Pengklaiman Malaysia Terhadap Aset Indonesia

Negara tetangga kembali berulah dengan melakukan klaim terhadap beberapa Aset Negara kita. Sudah banyak Aset-aset Negara kita yang diklaim sebagai miliknya di mulai dari bidang budaya hingga perbatasan Negara, Penklaiman ini di sebabkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap aset-aset Negara kita. Inilah beberapa Daftar Aset-aset Negara kita yang diklaim oleh Malaysia :

A. Kebudayaan
1. y Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Riau Asal Daerah : Riau Kategori : Naskah Kuno Tahun Klaim: 2007 Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim dan eksploitasi komersial Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya) Sumber : Kompas, 12 Desember 2007 Kontributor Informasi : Sumanto 2. y Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Sumatera Barat Asal Daerah : Sumatera Barat Kategori : Naskah Kuno Tahun Klaim: 2007 Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim dan eksploitasi komersial Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya) Sumber : Kompas, 12 Desember 2007 Kontributor Informasi : Sumanto 3. y Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Sulawesi Selatan Asal Daerah : Sulawesi Selatan Kategori : Naskah Kuno Tahun Klaim: 2007 Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim dan eksploitasi komersial Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya) Sumber : Kompas, 12 Desember 2007 Kontributor Informasi : Sumanto

4. y Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Sulawesi Tenggara Asal Daerah : Sulawesi Tenggara Kategori : Naskah Kuno Tahun Klaim: 2007 Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim dan eksploitasi komersial Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya) Sumber : Kompas, 12 Desember 2007 Kontributor Informasi : Sumanto

5. y Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia Nama Artefak : Rendang Asal Daerah : Sumatera Barat Kategori : Makanan dan Minuman Tahun Klaim: 2007 Exploitor : Oknum WN Malaysia Modus : Paten Keterangan : Dipatenkan Sumber : Liputan 6 SCTV, 28 Oktober 2007 Kontributor Informasi : Sumanto 6. y Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Lagu Rasa Sayang Sayange Asal Daerah : Maluku Kategori : Musik dan Lagu Tahun Klaim: 2007 Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Paten Keterangan : Dipatenkan dan digunakan Sumber : Liputan 6 SCTV, 28 Oktober 2007 Kontributor Informasi : Sumanto 7. y Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Reog Ponorogo Asal Daerah : Jawa Timur Kategori : Tarian Tahun Klaim: 2008 Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial Sumber : www.heritage.gov.my Kontributor Informasi : Sumanto 8. y Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : lagu Soleram Asal Daerah : Riau Kategori : Lagu Tahun Klaim: 2007 Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial Sumber : www.heritage.gov.my Kontributor Informasi : Sumanto 9. y Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Lagu Injit-injit Semut Asal Daerah : Jambi Kategori : Lagu Tahun Klaim: 2000 Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial Sumber : www.heritage.gov.my Kontributor Informasi : Sumanto

10. y Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Gamelan Asal Daerah : Pulau Jawa Kategori : Alat Musik Tahun Klaim: 2000 Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial Sumber : www.heritage.gov.my Kontributor Informasi : Sarimin 11. y Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Tari Kuda Lumping Asal Daerah : Jawa Timur Kategori : Tarian Tahun Klaim: tidak diketahui Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial Sumber : www.heritage.gov.my Kontributor Informasi : Sarimin 12. y Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Tari Piring Asal Daerah : Sumatera Barat Kategori : Tarian Tahun Klaim: tidak diketahui Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial Sumber : www.heritage.gov.my Kontributor Informasi : Sumanto 13. y Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Lagu Kakak Tua Asal Daerah : Maluku Kategori : Lagu Tahun Klaim: tidak diketahui Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial Sumber : www.heritage.gov.my Kontributor Informasi : Sumanto 14. y Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Lagu Anak Kambing Saya Asal Daerah : Nusa Tenggara Kategori : Lagu Tahun Klaim: tidak diketahui Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial

Sumber : Diputar saat pertunjukan Musical Fountain (Song of the Sea-Pulau Sentosa) di Singapura dan diklaim sebagai lagu Malaysia Kontributor Informasi : Sumanto 15. y Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Batik Parang Asal Daerah : Yogyakarya Kategori : Motif Kain Tahun Klaim: 2006 Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Paten Keterangan : Diklaim dan Dipatenkan Sumber : http://batikindonesia.info/2006/03/31/batik-parang-dipatenkan-malaysia/ Kontributor Informasi : Sumanto 16. y Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Badik Tumbuk Lada Asal Daerah : Kepulauan Riau, Deli dan Siak Kategori : Senjata dan Alat Perang Tahun Klaim: 2005 Exploitor : Perpustakaan Negara Malaysia Modus : Klaim Keterangan : Di situs resmi Perpustakaan Negara Malaysia, ia disebut warisan budaya Malaysia Sumber : http://malaysiana.pnm.my/05/0501badik.htm Kontributor Informasi : Hindi (Hidup Indonesia) 17. y Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia Nama Artefak : Musik Indang Sungai Garinggiang Asal Daerah : Sumatera Barat Kategori : Musik dan Lagu Tahun Klaim: 2007 Exploitor : Tim kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober 2007 di Asia Festival 2007, Osaka, Jepang (Jepang) Modus : Dipergunakan di forum internasional Keterangan : Menurut informasi yang diperoleh, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu. Salah seorang staf konsulat Jenderal Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan tim kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu "Indang Sungai Garinggiang". Sebelum dan sesudahnya pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal dari Indonesia. Sumber : Antara, tanggal 25 Oktober 2007 Kontributor Informasi : Aryana 18. y Kain Ulos oleh Malaysia Nama Artefak : Kain Ulos Asal Daerah : Sumatera Utara Kategori : Motif Kain

Tahun Klaim: 2008 Modus : Dipertunjukkan sebagai Kebudayaan Malaysia Keterangan : Menurut informasi yang diperoleh, kain ulos tersebut digunakan pada acara yang mewakili kebudayan negara-negara yang ada di Malaysia. Kain dipakai dalam suatu tarian, yang kalau tidak salah jenisnya µragi hotang¶, dengan tarian yang mirip tortor, hanya tangan mereka tidak µmanyomba¶ di depan dada, tapi diletakkan di samping paha kiri dan kanan dan kakinya µmanyerser¶ -serser. Sumber :Lidyanata 19. y Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Alat Musik Angklung Asal Daerah : Jawa Barat Kategori : Alat Musik Tahun Klaim: 2006 Exploitor : Pemerintahan Malaysia Modus : Menumpang belajar di Indonesia lalu memperjuangkan HAKI di mata internasional Keterangan : Membudidayakan bambu untuk angklung, belajar mengolah teknologi untuk pembuatan angklung dan memperjuangkan HAKI di mata internasional Sumber : Republika, 14 Desember 2006, dengan judul artikel ANGKLUNG INDONESIA DI TANGAN MALAYSIA Kontributor Informasi : Sulanjana 20. y Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Lagu Jali-Jali Asal Daerah : Jakarta Kategori : lagu Tahun Klaim: 2007 Exploitor : Pemerintahan Malaysia Modus : Klaim memiliki lagu tersebut Keterangan : Disebutkan oleh Malaysia sebagai lagu asli dari Langkawi Sumber : Wawancara dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Jero Wacik di Harian Suara Karya, 27 Oktober 2007 dengan judul artikel "Menbudpar Jero Wacik: Lagu "Jali Jali" Milik Indonesia "Kontributor Informasi : Sulanjana 21. y Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia Nama Artefak : Tari Pendet Asal Daerah : Bali Kategori : Tarian Tahun Klaim: 2009 Exploitor : Pemerintah Malaysia Modus : Klaim Keterangan : Menjadi iklan pariwisata Malaysia Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/08/22/113525/1187644/10/seniman-bali-protesklaim-tari-pendet-oleh-malaysia Kontributor Informasi : Juanda

B. Perbatasan

1. Sengketa Sipadan dan Ligitan Sipadan adalah sebuah pulau di negara bagian Sabah, Malaysia. Letaknya tak jauh dari pulau Kalimantan/Borneo (di sebelah utara pulau Tarakan, Kalimantan Timur).Ligitan adalah sebuah pulau di negara bagian Sabah, Malaysia. Pulau yang terletak 21 mil (34 km) dari pantai daratan Sabah dan 57,6 mil (93 km) dari pantai Pulau Sebatik diujung timur laut pulau Kalimantan / Borneo ini luasnya 7,9 Ha. Sengketa Sipadan dan Ligitan adalah persengketaan Indonesia dan Malaysia atas pemilikan terhadap kedua pulau yang berada di Selat Makassar yaitu pulau Sipadan (luas: 50.000 meter ) dengan koordinat: 4°6 52.86 N 118°37 43.52 E / 4.1146833°LU 118.6287556°BT / 4.1146833; 118.6287556 dan pulau Ligitan (luas: 18.000 meter ) dengan koordinat: 4°9 N 118°53 E / 4.15°LU 118.883°BT / 4.15; 118.883. Sikap Indonesia semula ingin membawa masalah ini melalui Dewan Tinggi ASEAN namun akhirnya sepakat untuk menyelesaikan sengketa ini melalui jalur hukum Mahkamah Internasional. Kronologi sengketa Persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia, mencuat pada tahun 1967 ketika dalam pertemuan teknis hukum laut antara kedua negara, masing-masing negara ternyata memasukkan pulau Sipadan dan pulau Ligitan ke dalam batas-batas wilayahnya. Kedua negara lalu sepakat agar Sipadan dan Ligitan dinyatakan dalam keadaan status status quo akan tetapi ternyata pengertian ini berbeda. Pihak Malaysia membangun resor parawisata baru yang dikelola pihak swasta Malaysia karena Malaysia memahami status quo sebagai tetap berada di bawah Malaysia sampai persengketaan selesai, sedangkan pihak Indonesia mengartikan bahwa dalam status ini berarti status kedua pulau tadi tidak boleh ditempati/diduduki sampai persoalan atas kepemilikan dua pulau ini selesai.Pada tahun 1969 pihak Malaysia secara sepihak memasukkan kedua pulau tersebut ke dalam peta nasionalnya. Pada tahun 1976, Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara atau TAC (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia) dalam KTT pertama ASEAN di pulau Bali ini antara lain menyebutkan bahwa akan membentuk Dewan Tinggi ASEAN untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi di antara sesama anggota ASEAN akan tetapi pihak Malaysia menolak beralasan karena terlibat pula sengketa dengan Singapura untuk klaim pulau Batu Puteh, sengketa kepemilikan Sabah dengan Filipina serta sengketa kepulauan Spratley di Laut Cina Selatan dengan Brunei Darussalam, Filipina, Vietnam, Cina, dan Taiwan. Pihak Malaysia pada tahun 1991 lalu menempatkan sepasukan polisi hutan (setara Brimob)

melakukan pengusiran semua warga negara Indonesia serta meminta pihak Indonesia untuk mencabut klaim atas kedua pulau. Sikap pihak Indonesia yang ingin membawa masalah ini melalui Dewan Tinggi ASEAN dan selalu menolak membawa masalah ini ke ICJ kemudian melunak. Dalam kunjungannya ke Kuala Lumpur pada tanggal 7 Oktober 1996, Presiden Soeharto akhirnya menyetujui usulan PM Mahathir tersebut yang pernah diusulkan pula oleh Mensesneg Moerdiono dan Wakil PM Anwar Ibrahim, dibuatkan kesepakatan "Final and Binding," pada tanggal 31 Mei 1997, kedua negara menandatangani persetujuan tersebut. Indonesia meratifikasi pada tanggal 29 Desember 1997 dengan Keppres Nomor 49 Tahun 1997 demikian pula Malaysia meratifikasi pada 19 November 1997.,sementara pihak mengkaitkan dengan kesehatan Presiden Soeharto dengan akan dipergunakan fasilitas kesehatan di Malaysia. Keputusan Mahkamah Internasional Pada tahun 1998 masalah sengketa Sipadan dan Ligitan dibawa ke ICJ,kemudian pada hari Selasa 17 Desember 2002 ICJ mengeluarkan keputusan tentang kasus sengketa kedaulatan Pulau Sipadan-Ligatan antara Indonesia dengan Malaysia. Hasilnya, dalam voting di lembaga itu, Malaysia dimenangkan oleh 16 hakim, sementara hanya 1 orang yang berpihak kepada Indonesia. Dari 17 hakim itu, 15 merupakan hakim tetap dari MI, sementara satu hakim merupakan pilihan Malaysia dan satu lagi dipilih oleh Indonesia. Kemenangan Malaysia, oleh karena berdasarkan pertimbangan effectivity (tanpa memutuskan pada pertanyaan dari perairan teritorial dan batas-batas maritim), yaitu pemerintah Inggris (penjajah Malaysia) telah melakukan tindakan administratif secara nyata berupa penerbitan ordonansi perlindungan satwa burung, pungutan pajak terhadap pengumpulan telur penyu sejak tahun 1930, dan operasi mercu suar sejak 1960-an. Sementara itu, kegiatan pariwisata yang dilakukan Malaysia tidak menjadi pertimbangan, serta penolakan berdasarkan chain of title (rangkaian kepemilikan dari Sultan Sulu) akan tetapi gagal dalam menentukan batas di perbatasan laut antara Malaysia dan Indonesia di selat Makassar. 2. Ambalat Ambalat adalah blok laut luas mencakup 15.235 kilometer persegi yang terletak di Laut Sulawesi atau Selat Makassar dan berada di dekat perpanjangan perbatasan darat antara Sabah, Malaysia, dan Kalimantan Timur, Indonesia. Penamaan blok laut ini didasarkan atas kepentingan eksplorasi kekayaan laut dan bawah laut, khususnya dalam bidang pertambangan minyak. Blok laut ini tidak semuanya kaya akan minyak mentah. Awal persengketaan Persoalan klaim diketahui setelah pada tahun 1967 dilakukan pertemuan teknis pertama kali mengenai hukum laut antara Indonesia dan Malaysia. Kedua belah pihak bersepakat (kecuali Sipadan dan Ligitan diberlakukan sebagai keadaan status quo lihat: Sengketa Sipadan dan

Ligitan). Pada tanggal 27 Oktober 1969 dilakukan penandatanganan perjanjian antara Indonesia dan Malaysia, yang disebut sebagai Perjanjian Tapal Batas Kontinental Indonesia - Malaysia, kedua negara masing2 melakukan ratifikasi pada 7 November 1969, tak lama berselang masih pada tahun 1969 Malaysia membuat peta baru yang memasukan pulau Sipadan, Ligitan dan Batu Puteh (Pedra blanca) tentunya hal ini membingungkan Indonesia dan Singapura dan pada akhirnya Indonesia maupun Singapura tidak mengakui peta baru Malaysia tersebut. Kemudian pada tanggal 17 Maret 1970 kembali ditanda tangani Persetujuan Tapal batas Laut Indonesia dan Malaysia. Akan tetapi pada tahun 1979 pihak Malaysia membuat peta baru mengenai tapal batas kontinental dan maritim dengan yang secara sepihak membuat perbatasan maritimnya sendiri dengan memasukan blok maritim Ambalat ke dalam wilayahnya yaitu dengan memajukan koordinat 4° 10' arah utara melewati Pulau Sebatik. Indonesia memprotes dan menyatakan tidak mengakui klaim itu, merujuk pada Perjanjian Tapal Batas Kontinental Indonesia - Malaysia tahun 1969 dan Persetujuan Tapal batas Laut Indonesia dan Malaysia tahun 1970. Indonesia melihatnya sebagai usaha secara terus-menerus dari pihak Malaysia untuk melakukan ekspansi terhadap wilayah Indonesia. Kasus ini meningkat profilnya setelah Pulau Sipadan dan Ligitan, juga berada di blok Ambalat, dinyatakan sebagai bagian dari Malaysia oleh Mahkamah Internasional.

2.4

Tindakan yang di Lakukan Indonesia

Dari hal-hal yang terjadi di atas kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) tidak hanya tinggal diam banyak masyarakat ataupun pemerintah melakukan beberapa tindakan,yaitu, :

A. Pemerintah
1) 2) 3) 4) Melakukan Perundingan dengan Malaysia. Membawa pemasalahan ke Mahkamah Internasional. Memperketat penjagaan Wilayah Perbatasan Mengumpulkan Aset-aset Negara.

B. Penduduk Indonesia
1) Memboikot produk asal Malaysia. 2) Melakukan Demo anti Malaysia di Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia. 3) Rencana untuk tidak menayangkan film kartun anak dari Malaysia yaitu Upinipin. 4) Melakukan swiping Warga Negara Malaysia di Indonesia. 5) Menutup paksa Toko asal malaysia 6) Melakukan Hack terhadap kurang lebih 500 situs dan forum online milik Malaysia yang di lakukan oleh sekumpulan Hacker di Indonesia pada HUT Malaysia pada tanggal 31 Agustus.

BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah yang kami buat tentang hubungan Indonesia-malaysia adalah Walaupun kita Negara yang serumpun dengan Malaysia kita haruslah tetap waspada terhadapnya karena banyak aset-aset Negara kita yang diklaimnya sebagai miliknya baik yang di lakukan oleh pemerintah atau orang Malaysia di mulai dari bidang kebudayaan sampai perbatasan antar Negara.

3.2 Saran
Kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) haruslah sepatutnya mempertahankan dan melestarikan aset-aset Negara kita baik yang Kebudayaan maupun yang di perbatasan janganlah bergantung terhadap pemerintah. Janganlah sewaktu sudah terjadi barulah kita bertindak sehingga seperti yang saat ini terjadi kita sudah kehilangan dua pulau yaitu ligitan dan sipadan. Marilah kita bangun bangsa dan Negara ini dengan jiwa nasiolisme dan patriolisme yang tinggi sehingga kita tidak di rendahkan oleh Negara lain dan kita akan selalu ada di bawah sang Garuda untuk selalu berkata Merdeka«..merdeka«

DAFTAR PUSTAKA 
http://budayaindonesia.org/iaci/Data_Klaim_Negara_Lain_Atas_Budaya_Indo nesia  http://www.malingsia.com/category/berita/page/2/  http://id.wikipedia.org/wiki/Sengketa_Sipadan_dan_Ligitan  http://id.wikipedia.org/wiki/Sengketa_blok_maritim_Ambalat  http://nursyam.sunan-ampel.ac.id/?p=1709  http://extradll.pcboxsearch.com/content/sejarah-asal-usul-konflik-indonesiamalaysia  http://dandanhamdani.wordpress.com/2010/08/29/tentang-indonesiamalaysia-mengganti-tindakan-%E2%80%9Cganyang-malingsia%E2%80%9Ddengan-cara-elegan/.

iii

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->