Anda di halaman 1dari 16

KANKER

PROSTAT
Kanker prostat adalah suatu kanker atau tumor yang
membahayakan, yang pertumbuhannya terdiri dari sel dari
kelenjar prostat. Tumor pada umumnya tumbuh dengan
lambat dan sisanya terkurung pada kelenjar selama bertahun-
tahun. Selama waktu ini, tumor menghasilkan sedikit atau
tidak ada gejala-gejala yang terlihat dari luar (kelainan-
kelainan di pengujian fisik).

Bagaimanapun, kanker dapat menyebar di luar prostat ke


sekitar jaringan. Lebih dari itu, kanker juga dapat
metastasize ke seluruh area-area lain badan, seperti tulang-
tulang, paru-paru, dan hati.

Kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh lebih


cepat daripada kondisi normal sehingga membentuk benjolan
atau tumor yang memiliki keganasan. Kanker ini paling umum
pada pria, terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun.
Penyebab . .
 Genetic, yaitu BRCA1 dan BRCA2
 Usia
Merupakan faktor risiko terbesar kanker prostat. Kanker prostat jarang
terjadi pada pria di bawah 40 tahun, namun risiko kanker prostat akan
meningkat setelah usia 50 tahun. Dua dari tiga kasus kanker prostat
ditemukan pada pria usia 65 tahun.
 Ras/etnis
Orang berkulit hitam memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat
dibandingkan orang berkulit putih terutama pada masyarakat Amerika
Serikat
 Diet
Diet tinggi lemak dan obesitas (kegemukan) akan meningkatkan risiko
kanker prostat. Teorinya, lemak akan meningkatkan produksi hormon
testosteron yang akan membantu perkembangan sel kanker prostat.
 Suku bangsa.
 Pria Asia memiliki risiko lebih rendah dibandingkan Amerika.
Lanjutan . . .
 Ditemukan terdapat 27% pada jaringan kanker prostat ganas
Xenotropic Murine Related Virus (XMRV) yang merupakan retrovirus
yang diketahui menyababkan kanker pada hewan.
 - Pola konsumsi
Dari berbagai riset diungkapkan, pola makan memengaruhi
peningkatan kemungkinan seseorang dapat menderita kanker, apa
pun jenisnya. Bahkan, para ahli gizi menyatakan, 80-90 persen kasus
kanker berkaitan erat dengan makanan yang dikonsumsi. Berbagai
penelitian mengatakan, risiko akan meningkat bila seseorang sehari-
harinya mengonsumsi diet tinggi lemak.
 - Gaya hidup
Merokok dan minum alkohol ditengarai menjadi pemicu munculnya
kanker prostat. Selain itu, sering berganti-ganti pasangan juga
membuka kesempatan terjadinya infeksi virus penyebab kanker yang
ditularkan melalui hubungan kelamin.
 - Lingkungan
Pekerja industri yang berkontak lama dengan logam kadmium (bahan
pembuat batere), juga bahan-bahan kimia lain berisiko tinggi
mengidap kanker prostat.
Gejala Kanker Prostat :
Kanker Prostat dikelompokkan menjadi:
 Stadium A : benjolan/tumor tidak dapat diraba pada
pemeriksaan fisik, biasanya ditemukan secara tidak
sengaja setelah pembedahan prostat karena penyakit lain.
 Stadium B : tumor terbatas pada prostat dan biasanya
ditemukan pada pemeriksaan fisik atau tes PSA.
 Stadium C : tumor telah menyebar ke luar dari kapsul
prostat, seperti kelenjar seminal vesicle yang
memproduksi semen tetapi belum sampai menyebar ke
kelenjar getah bening.
 Stadium D : kanker telah menyebar (metastase) ke
kelenjar getah bening regional maupun bagian tubuh
lainnya (misalnya tulang dan paru-paru).
DIAGNOSA
Pria berusia > 50 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan PSA
total (Prostate Specific Antigen) dan pemeriksaan Digital Rectal
Examination atau DRE(1) setiap setahun sekali. Bila ada keluarga
yang menderita kanker prostat, skrining dianjurkan sejak usia
40 tahun
 Perabaan melalui anus (digital rectal examination).
Dengan mengenakan sarung tangan, dokter akan
memasukkan jarinya ke lubang anus untuk meraba bagian
belakang kelenjar prostat. Bila dirasakan ada pembesaran
atau pengerasan, tes lain akan dilakukan untuk
mendiagnosis lebih lanjut.
 Tes darah. Tes darah diperlukan untuk mengukur antigen
khusus prostat (PSA). PSA adalah protein yang diproduksi
baik oleh sel prostat normal maupun kanker. Semakin tua,
semakin banyak PSA yang kita produksi. Meskipun tidak
konklusif, kandungan PSA tinggi dapat mengindikasikan
Anda terkena kanker. Pada tahap pengobatan, penurunan
kadar PSA menandakan efektivitas terapi yang dijalankan.
Diagnosa
 Tes PCA3. Adanya kadar PCA3 yang lebih tinggi di urin
menunjukkan kehadiran kanker prostat. Tes ini lebih
akurat dibandingkan tes darah (PSA)
 Biopsi. Biopsi adalah pengambilan sedikit sampel jaringan
tubuh untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi
mungkin harus dilakukan untuk memastikan diagnosis
kanker prostat dengan menggunakan jarum yang
dimasukkan ke lubang anus Anda. Beberapa sampel
biasanya diambil pada bagian-bagian yang berbeda dari
prostat.
 CT scan, MRI scan dan pemeriksaan penunjang lain
mungkin diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut tingkat
penyebaran kanker.
 Sitologi air kemih atau cairan prostat.
Pengobatan
Ada beberapa cara penanganan kanker prostat yaitu:
 Pembedahan
Prostatektomi radikal, Orkiektomi
 Terapi penyinaran
Terapi penyinaran eksterna; pencangkokan
butiran yodium, emas, atau iridium radioaktif
pada jaringan prostat melalui sayatan kecil
 Vaksinasi
Prostvac-VF immunotherapy dibuat dari 2
Poxvirus yang dilemahkan dan direkayasa untuk
menghasilkan PSA dalam merangsang sistem
kekebalan
Obat-obat
 Manipulasi hormonal.
Tujuannya adalah mengurangi kadar testosteron.
Penurunan kadar testosteron seringkali sangat efektif dalam
mencegah pertumbuhan dan penyebaran kanker.

Obat sintetis yang fungsinya menyerupai LHRH (luteinizing


hormone releasing hormone), digunakan untuk mengobati
kanker prostat stadium lanjut. Contohnya adalah lupron
atau zoladeks. Obat diberikan dalam bentuk suntikan,
biasanya setiap 3 bulan sekali.
Efek sampingnya adalah mual dan muntah, wajah kemerahan,
anemia, osteoporosis dan impotensi.

Obat lainnya yang digunakan untuk terapi hormonal adalah


zat penghambat androgen (misalnya flutamid), yang
berfungsi mencegah menempelnya testosteron pada sel-
sel prostat.
Lanjutan. . .
 Kemoterapi
Kemoterapi seringkali digunakan untuk mengatasi gejala
kanker prostat yang kebal terhadap pengobatan hormonal.
Biasanya diberikan obat tunggal atau kombinasi beberapa
obat untuk menghancurkan sel-sel kanker.

Obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengobati kanker


prostat adalah:
- Mitoxantronx
- Prednisone
- Paclitaxel
- Dosetaxel
- Estramustin
- Adriamycin.
Sayuran antikanker prostat
1. Tomat
Makanan pencegah kanker adalah makanan yang mengandung
antioksidan, dan salah satunya yaitu buah tomat yang banyak
mengandung likopen. Likopen adalah pigmen golongan karotenoid yang
memberi warna merah pada buah tomat sekaligus memiliki efek
antioksidan. Sebuah studi tahun 2007 menyebutkan bahwa tomat bisa
meningkatkan aliran pembuluh darah pada alat reproduksi pria dan
mengurangi risiko kanker prostat.
2. Brokoli
Kandungan senyawa aktif Sulforaphane yang ada pada brokoli bisa
mencegah pembentukan sel-sel yang tidak terkontrol (kanker) pada
bagian kelenjar prostat laki-laki. Makanlah dalam keadaan mentah atau
tidak terlalu matang agar kandungan zat aktif tersebut tidak banyak yang
hilang.
3. Kedelai
Kedelai sudah lama diketahui sebagai makanan yang memiliki antioksidan
tinggi. Kandungan antioksidan pada kedelai adalah genistein, daidzein dan
glycitein yang semuanya tergolong dalam sebuah golongan yang disebut
isoflavon. Semua makanan yang berasal dari kedelai sangat sehat. Susu
kedelai, tahu, tempe dan makanan kedelai lainnya bisa memerangi sel-sel
yang kemungkinan berubah menjadi kanker. Mulai sekarang, perbanyak
konsumsi kedelai daripada daging.
4. Bawang
Bau bawang berasal dari kandungan senyawa
sulfur, salah satunya adalah S-allyl cysteine
yang berperan dalam pencegahan zat
karsinogenik.
5. Tumbuhan sarang semut
mengandung flavonoid dan tanin. Flavonoid
berfungsi sebagai antioksidan sehingga
mampu mencegah dan mengatasi kanker.
Mekanisme kerjanya yaitu menginaktivasi
karsinogen, penghambatan siklus sel, dan
induksi apoptosis.
 Kurangi konsumsi lemak
 Berolahraga dengan teratur

Anda mungkin juga menyukai