Anda di halaman 1dari 10

c  

 

P 

Judul : Pembuatan Koloid
Tujuan : Membuat koloid dengan cara kondensasi dan dispersi
langsung
Hari/Tanggal : Jumat / 16 Oktober 2009
Tempat : Laboratorium Kimia FKIP UNLAM Banjarmasin


 u
 
Œistem koloid dapat dibuat dengan dua metode, yaitu dengan metode
mengelompokkan (agregasi) partikel larutan sejati dan atau menghaluskan bahan
kasar kemudian mendispersikan ke dalam medium pendispersi. Metode pertama
disebut kondensasi dan yang kedua disebut dispersi.

¦     


Pembuatan sistem koloid dengan metode kondensasi merupakan suatu
metode pembuatan sistem koloid dengan menggumpalkan partikel larutan sejati
(atom, ion atau molekul) menjadi partikel berukuran koloid. Metode kondensasi
dapat berupa penggantian pelarut, reaksi dekomposisi rangkap, reaksi redoks atau
reaksi hidrolisis.

a. Penggantian pelarut


Belerang mudah larut dalam alkohol (misal etanol) tetapi sukar larut dalam
air. Jadi, untuk membuat sol belerang dalam medium pendispersi air, belerang
dilarutkan ke dalam etanol sampai jenuh. Œetelah itu, larutan belerang dalam etanol
dimasukkan ke dalam air sedikit demi sedikit. Partikel belerang akan menggumpal
menjadi koloid akibat penurunan kelarutan belerang dalam air. Kemudian etanol
dapat dipisahkan dengan dialisis, maka terbentuklah sol belerang.
c  
 

b. Reaksi dekomposisi rangkap


Untuk membuat sol AgCl dapat dilakukan dengan cara mencampurkan
larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan
sebagai berikut.

AgNO3(aq) + HCl(aq) ĺ AgCl(koloid) + HNO3(aq)

Œedangkan untuk membuat sol As2Œ3 dapat dilakukan dengan cara


mengalirkan gas H2Πke dalam larutan As2O3. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan
sebagai berikut.

As2O3(aq) + H2Œ(g) ĺ As2Œ3(koloid) + H2O(l)



c. Reaksi redoks
Untuk membuat sol emas, dapat dilakukan dengan mereduksi garamnya
dengan menggunakan reduktor formaldehida.
Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut.

2AuCl3(aq) + 3HCHO(aq) + H2O(l) ĺ 2Au(koloid) + 6HCl(aq) + 3HCOOH(aq)

d. Reaksi hidrolisis


Reaksi hidrolisis digunakan untuk membuat koloid pada logam besi (Fe),
aluminium (Al), dan krom (Cr). Hal itu dikarenakan basa logam tersebut bersifat
koloid. Pada pembuatan sol Fe(OH)3, larutan FeCl3 ditambahkan pada air panas.
Persamaan reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut.

FeCl3(aq) + H2O(l) ĺ Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq)



c  
 

½    


Metode dispersi merupakan cara pembuatan koloid dengan menghaluskan
partikel suspensi menjadi partikel koloid. Yang termasuk metode dispersi adalah
pembuatan koloid dengan cara mekanik, peptisasi, dan busur Bredig.

   
Menurut cara ini, butir-butir kasar digerus dengan lumping atau penggiling
koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan
medium dispersi.
•  :
Œol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersamasama dengan
suatu zat inert (seperti gula pasir), kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air.
{
 P 
P adalah cara pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu
endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemeptisasi
memecahkan butir-butir kasar menjadi butir-butir koloid. Istilah peptisasi dikaitkan
dengan   , yaitu proses pemecahan protein (polipeptida) yang dikatalisis
oleh enzim pepsin.
•  :
Agar-agar dipeptisasi oleh air, nitroselulosa oleh aseton, karet oleh bensin, dan lain-
lain. Endapan NiΠdipeptisasi oleh H2Πdan endapan Al(OH)3 oleh AlCl3.
3
     
Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam. Logam yang
akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode yang dicelupkan dalam medium
dispersi, kemudian diberi loncatan listrik di antara kedua ujungnya. Mula-mula atom-
atom logam akan terlempar ke dalam air, lalu atom-atom tersebut mengalami
kondensasi, sehingga membentuk partikel koloid. Jadi, cara busur ini merupakan
gabungan cara dispersi dan cara kondensasi.
c  
 

  u


1. Gelas kimia 150 mL
2. Pembakaran spritus
3. Pipet tetes
4. Œpatula
5. Lumpang dan mortar porselin
6. Kaki tiga dan kasa

 
1. Akuades
2. Larutan FeCl3 jenuh
3. Larutan HCl 2 M
4. Larutan Na2Œ2O3 0,05 M
5. Gula Pasir
6. Œerbuk belerang

 P
u  
A. Pembuatan koloid dengan kondensasi
1. Memanaskan 100 mL akuades dalam gelas kimia, setelah mendidih
menetesi dengan 10 tetes larutan FeCl3 jenuh sambil mengaduk.
Menghentikan apabila larutan mulai berubah menjadi cokelat, mengamati
sifatnya!
2. Mereaksikan 25 mL larutan HCl 2 M dengan 25 mL larutan Na2Œ2O3
0,05 M kemudian mengaduknya. Mengamati perubahan yang terjadi!
c  
 

B. Pembuatan koloid dengan dispersi langsung


1. Menggerus campuran 1 sendok gula pasir dan 1 sendok belerang pada
lumpang porselen hingga lembut.
2. Menyisihkan setengah gerusan belerang dan gula tersebut, kemudian
menambahkan 1 sendok gula. Menggerus kembali campuran hingga
lembut.
3. Menyisihkan kembali setengahnya. Menambahkan sisanya dengan 1
sendok gula dan menggerus hingga lembut.
4. Mengulangi sekali lagi langkah diatas.
5. Melarutkan seujung sendok spatula hasil gerusan akhir. Mengamati yang
terjadi!
6. Mengambil serbuk belerang yang belum digerus dengan gula, kemudian
memasukkan ke dalam 100 mL akuades. Membandingkan hasilnya
dengan pada langkah 5 


 u P  
1. Pembuatan Koloid dengan Kondensasi
No Variabel yang diamati Hasil pengamatan
1 100 mL air mendidih + 10 tetes o Larutan menjadi agak
larutan FeCl3 jenuh kecokelatan
2 Mengaduk larutan o Larutan semakin berwarna
cokelat
3 Mengamati sifatnya o Larutan terlihat homogen,
tidak terdapat endapan
walaupun sudah didiamkan
dalam waktu yang lama.
o Larutan bening
4 25 mL larutan HCl 2 M + 25 mL
larutan Na2Œ2O3 0,05 M o Larutan berubah menjadi
5 Mengaduk larutan
c  
 

keruh
o Lama kelamaan berubah
menjadi keputihan seperti
susu
6 Mengamati sifatnya o Larutan terlihat homogen,
tidak terdapat endapan
walaupun sudah didiamkan
dalam waktu yang lama


2. Pembuatan Koloid dengan Dispersi Langsung
No Variabel yang diamati Hasil pengamatan
1 Menggerus campuran 1 sendok gula o Campuran halus dan
pasir dan 1 sendok belerang pada berwarna kuning pudar
lumpang porselen
2 Gerusan campuran 1 sendok gula o Larutan mulai berwarna
pasir dan 1 sendok belerang + 100 kuning pudar namun gerusan
mL akuades masih belum melarut
3 Mengaduk larutan o Gerusan mulai melarut tetapi
masih ada terdapat sedikit
gerusan yang belum melarut
4 Œerbuk belerang + 100 mL akuades o Œerbuk belerang tidak
melarut, dan serbuk belerang
mengapung di atas
permukaan akuades
5 Mengaduk campuran o Tetap tidak bisa melarut,
serbuk belerang masih
mengapung di atas
permukaan akuades.


c  
 

 

u 
Percobaan ini diawali dengan meneteskan 10 tetes FeCl3 jenuh ke dalam 100
mL akuades yang sudah mendidih, kemudian mengaduknya. Pada data pengamatan
terlihat bahwa pada saat penetesan 10 tetes FeCl3 jenuh larutan mulai berwarna agak
kecoklatan kemudian diaduk agar larutan benar-benar menyatu atau lebih tepatnya
agar FeCl3 terdispersi ke dalam akuades sehingga membentuk koloid. Pada
pengadukan tersebut ternyata larutan semakin berwarna cokelat. Hal ini
menunjukkan bahwa larutan sudah bercampur homogen. Kemudian didiamkan dan
dapat dilihat bahwa larutan tidak mengendap walaupun sudah didiamkan lama, hal
ini berarti larutan tersebut merupakan koloid. Œeperti yang kita tahu bahwa larutan
koloid biasanya stabil (tidak memisah). Persamaan reaksi yang terjadi adalah:

FeCl3(aq) + H2O(l) ĺ Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq)

Perlakuan yang kedua yaitu mereaksikan 25 mL larutan HCl 2 M dengan 25


mL larutan Na2Œ2O3 0,05 M. Pada awalnya larutan ini bening seolah-olah tidak
terjadi reaksi apapun, namun setelah diaduk larutan berubah menjadi keruh dan lama
kelamaan menjadi keputihan seperti susu, setelah diamati ternyata larutan
membentuk koloid dengan ditandainya larutan terlihat homogen dan tidak
membentuk endapan walaupun sudah didiamkan dalam waktu yang lama. Persamaan
reaksi yang terjadi adalah:
G2HCl(aq) + Na2Œ2O3(aq) ĺ 2 NaCl(aq) + ŒO2(g) + Œ(koloid) + H2O(l)

Perlakuan yang ketiga yaitu mencampurkan gerusan serbuk belerang dan gula
pasir dengan 100 mL akuades. Pada perlakuan ini terlihat gerusan melarut namun
tidak seluruhnya. Ketika diaduk gerusan yang belum melarut mulai melarut namun
tetap ada sedikit gerusan yang tidak melarut. Hal ini disebabkan karena gerusan
belum benar-benar halus, sehingga tidak bisa didispersikan seluruhnya ke dalam
akuades. Namun gerusan yang melarut tadi setelah diperhatikan baik-baik tidak
membentuk endapan. Œama seperti di atas bahwa hal ini menunjukkan bahwa larutan
membentuk koloid.
c  
 

Perlakuan yang terakhir yaitu melarutkan serbuk belerang yang tidak digerus
dengan 100 mL akuades. Pada percobaan terlihat serbuk belerang tidak melarut dan
serbuk belerang terdapat di atas permukaan akuades, dan ketika di aduk pun serbuk
tetap tidak bisa melarut. Hal ini disebabkan serbuk belerang terlalu besar untuk bisa
didispersikan ke dalam akuades sehingga tidak bisa membentuk koloid.

 
P 
Kesimpulan dari percobaan ini adalah:
1. Œol Fe(OH)3 dapat dibuat dengan cara kondensasi melalui reaksi hidrolisis
yaitu dengan mereaksikan FeCl3 dengan air.
2. Œol belerang dapat dibuat dengan cara dispersi melalui cara
mekanik/penghalusan.

 u P




Fajar Partana, Crys dan Antuni Wiyarsi. 2009. À 


  
   
À P Jakarta: Depdiknas.
Œudiono, Œri dkk. 2006. À   À   . Klaten: Pariwara
Utami, Budi dkk. 2009. À        À   Jakarta:
Depdiknas.









c  
 

P
P 
1. Apakah tujuan pengadukan setelah penambahan FeCl3? Jelaskan.
2. Apa perbedaan dari metode kondensasi dengan dispersi pada proses
pembuatan sistem koloid? Jelaskan.
3. Buatlah kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan.

Jawab:
1. Pengadukan bertujuan agar FeCl3 melarut dengan sempurna atau terdispersi
ke dalam air sehingga membentuk koloid. Tanpa pengadukan larutan tidak
menjadi koloid karena zat terlarut tidak terdispersi ke dalam pelarut.
2. Perbedaanya adalah pada metode kondensasi menggunakan larutan sejati
yang digumpalkan menjadi partikel berukuran koloid
3. Kesimpulan percobaan:
a) Œol Fe(OH)3 dapat dibuat dengan cara kondensasi melalui reaksi
hidrolisis yaitu dengan mereaksikan FeCl3 dengan air.
b) Œol belerang dapat dibuat dengan cara dispersi melalui cara
mekanik/penghalusan.

 

A. Pembuatan koloid dengan kondensasi

100 mL akuades mendidih + 10


tetes larutan FeCl3 jenuh

o Mengaduk sampai larutan mulai


berubah menjadi cokelat

Larutan


c  
 


25 mL larutan HCl 2 M + 25 mL

larutan Na2Œ2O3 0,05 M

o Mengamati perubahan yang

terjadi

Campuran

B. Pembuatan koloid dengan dispersi langsung

1 sendok gula pasir dan 1 sendok


sendok belerang

o Menggerus hingga lembut


o Menyisihkan setengah gerusan
belerang dan gula tersebut*
o Menambahkan 1 sendok gula*
o Menggerus kembali campuran
hingga lembut*
o Melarutkan seujung sendok

spatula hasil gerusan akhir.

o Mengamati yang terjadi

Campuran

*: Mengulangi langkah hingga 2 kali

1 sendok sendok belerang + 100


mL akuades

o Mengamati

o Membandingkan hasilnya
dengan percobaan sebelumnya

Larutan