Anda di halaman 1dari 12

Deskripsi Proses Pengolahan

Kelapa Sawit Menjadi CPO di PT.


EVANS INDONESIA Pangkatan
POM
By : Feby Zulkarnain, ST
Proses pengolahan kelapa sawit sampai dengan menjadi Crude Palm Oil (CPO) di PT.
EVANS Indonesia PG POM melalui beberapa tahapan proses, dimana proses-proses tersebut
terjadi pada masing stasiun sebagai berikut :

1. LOADING RAMP

Setelah buah disortir pihak sortasi, buah dimasukkan kedalam ramp cage yang berada
diatas rel lori. Ramp cage mempunyai 12 pintu yang dibuka tutup dengan sistem
hidrolik, terdiri dari 2 line sebelah kiri dan kanan. Pada saat pintu dibuka lori yang
berada dibawah cage akan terisi dengan TBS.

Setelah terisi, lori ditarik dengan capstand ke transfer carriage, dimana transfer
carriage dapat memuat 3 lori yang masing – masing mempunyai berat rata-rata 10,5
ton. Dengan transfer carriage lori diarahkan ke rel sterilizer yang diinginkan.

Kemudian diserikan sebanyak 3 lori untuk dimasukan kedalam sterilizer. Pemasukan


lori ke dalam sterilizer menggunakan capstand.

2. STERILIZER

Sterilisasi adalah proses perebusan dalam suatu bejana yang disebut dengan sterilizer.
Adapun fungsi dari perebusan adalah sebagai berikut:

1. Mematikan enzyme.
2. Memudahkan lepasnya brondolan dari tandan.
3. Mengurangi kadar air dalam buah.
4. Melunakkan mesocarp sehingga memudahkan proses pelumatan dan
pengepressan.
5. Memudahkan lepasnya kernel dari cangkangnya.

Proses perebusan dilakukan selama 85 -95 menit. Untuk media pemanas dipakai
steam dari BVP (Back Pressure Vessel) yang bertekanan 2,8-3 bar.

Perebusan dilakukan dengan sistem 3 peak ( tiga puncak tekanan). Puncak pertama
tekanan sampai 1,5 Kg/cm2, puncak kedua tekanan sampai 2,0 Kg/cm2 dan puncak
ketiga tekanan sampai 2,8 – 3,0 Kg/cm2.
Berikut proses perebusan sistem tiga peak :

1. Deaeration dilakukan 2 menit, dimana posisi condensate terbuka.


2. Memasukkan uap untuk peak pertama yang dicapai dalam waktu 10 menit.
Biasanya tekanan mencapai 1,2 bar.
3. Uap dan kondensat dibuang sampai tekanan menjadi 0 bar dalam waktu 5
menit.
4. Uap dimasukkan selama 15 menit untuk mencapai tekanan 2 bar.
5. Uap kondensat dibuang lagi selama 3 menit.
6. Kemudian steam dimasukkan lagi untuk mencapai peak ke-3 dalam waktu 15
– 20 menit.
7. Setalah peak ketiga tercapai maka dilakukan penahanan selama 40 – 50 menit.
8. Uap kondensat dibuang selama 5 – 7 menit sampai tekanan 0.

3. THRESSER

Setelah perebusan TBS yang telah masak diangkut ke thresser dengan mengggunakan
hoisting crane / tippler. Lori diangkat dan dibalikkan diatas hopper thresser (auto
feeder).

Pada stasiun ini tandan buah segar yang telah direbus siap untuk dipisahkan antara
berondolan dan tandannya. Sebelum masuk kedalam thresser TBS yang telah direbus
diatur pemasukannya dengan menggunakan auto feeder. Dengan menggunakan
putaran TBS dibanting sehingga berondolan lepas dari tandannya dan jatuh ke
conveyor dan elevator untuk didistribusikan ke rethresser untuk pembantingan kedua
kalinya. Thresser mempunyai kecepatan putaran 22 – 25 rpm. Pada bagian dalam
thresser, dipasang batang-batang besi perantara sehingga membentuk kisi-kisi yang
memungkinkan berondolan keluar dari thresser. Untuk tandan kosong sendiri
didistribusikan dengan empty bunch conveyor untuk didistribusikan ke penampungan
empty bunch.

4. PRESSING STATION

Berondolan yang keluar dari thresser jatuh ke conveyor, kemudian diangkut dengan
fruit elevator ke top cross conveyor yang mendistribusikan berondolan ke distributing
conveyor untuk dimasukkan dalam tiap-tiap digester. Digester adalah tangki silinder
tegak yang dilengkapi pisau-pisau pengaduk dengan kecepatan putaran 25-26 rpm,
sehingga brondolan dapat dicacah di dalam tangki ini. Bila tiap-tiap digester telah
terisi penuh maka brondolan menuju ke conveyor recycling, diteruskan ke elevator
untuk dikembalikan ke digester. Tujuan pelumatan adalah agar daging buah terlepas
dari biji sehingga mudah di-press. Untuk memudahkan pelumatan buah, pada digester
di-inject steam bersuhu sekitar 90 – 95 °C.
Berondolan yang telah lumat masuk ke dalam screw press untuk diperas sehingga
dihasilkan minyak (crude oil). Pada proses ini dilakukan penyemprotan air panas agar
minyak yang keluar tidak terlalu kental (penurunan viscositas) supaya pori-pori
silinder tidak tersumbat, sehingga kerja screw press tidak terlalu berat. Penyemprotan
air dilakukan melalui nozzle-nozzle pada pipa berlubang yang dipasang pada screw
press. Kapasitas mesin press adalah 20 ton per jam.

Tekanan mesin press harus diatur, karena bila tekanan terlalu tinggi dapat
menyebabkan inti pecah dan screw press mudah aus. Sebaliknya, jika tekanan mesin
press terlalu rendah maka oil losses di ampas tinggi.

Minyak hasil mesin press kemudian menuju ke sand trap tank untuk pengendapan.
Hasil lain adalah ampas (terdiri dari biji dan fiber), yang akan dipisahkan dengan
menggunakan cake breaker conveyor (CBC).

5. CLARIFICATION STATION

Minyak yang berasal dari stasiun press masih banyak mengandung kotoran-kotoran
yang berasal dari daging buah seperti lumpur, air dan lain-lain. Untuk mendapatkan
minyak yang memenuhi standar, maka perlu dilakukan pemurnian terhadap minyak
tersebut. Pada stasiun ini terdiri dari beberapa unit alat pengolah untuk memurnikan
minyak produksi, yang meliputi : Sand Trap Tank, Vibrating Screen, Crude Oil Tank,
Continous Settling Tank (CST), Oil Tank, Purifier, Vacum Dryer, Sludge Oil Tank,
Sludge Vibrating Screen, Sludge Centrifuge, Fat Pit, dan Storage Tank.

a. Sand Trap Tank

Minyak hasil mesin press merupakan minyak mentah yang masih banyak
mengandung kotoran-kotoran. Minyak tersebut masuk ke sand trap tank untuk
mengendapkan partikel-partikel yang mempunyai densitas tinggi. Sand trap tank
adalah sebuah bejana yang berbentuk silinder tegak.

b. Vibrating Screen

Minyak bagian atas dari sand trap tank yang masih mengandung serat dan sedikit
kotoran dialirkan ke ayakan getar (vibrating screen). Proses penyaringan memakai
vibrating screen bertujuan untuk memisahkan padatan, seperti : serabut, pasir, tanah
dan kotoran-kotoran lain yang masih terbawa dari sand trap tank. Vibrating yang
digunakan adalah double deck vibrating screen, dimana screen pertama berukuran 30
mesh dan screen kedua 40 mesh. Padatan yang tertahan pada ayakan akan
dikembalikan ke digester melalui conveyor, sedangkan minyak dipompakan ke crude
oil tank.

c. Crude Oil Tank (COT)

Minyak yang keluar dari vibrating screen dialirkan ke crude oil tank untuk ditampung
sementara. Pada crude oil tank ini minyak dipanaskan dengan steam melalui sistem
pipa pemanas, dan suhu dipertahankan 90-95°C. Dari sini minyak dipompakan ke
CST (Continuous Settling Tank).
d. Continous Settling Tank (CST)

Minyak dari COT dipompakan ke CST yang bertujuan untuk mengendapkan lumpur
(sudge) berdasarkan perbedaan berat jenisnya. Di CST suhu dipertahankan 86-90 oC.
Minyak pada bagian atas CST dikutip dengan bantuan skimmer menuju oil tank,
sedangkan sludge (yang masih mengandung minyak) pada bagian bawah dialirkan
secara underflow ke sludge vibrating screen sebelum ke sludge oil tank. Sludge dan
pasir yang mengendap didasar CST di-blowdown untuk dibawa ke sludge drain tank .

e. Oil Tank

Minyak dari CST menuju ke oil tank untuk ditampung sementara waktu, sebelum
dialirkan ke oil purifier. Dalam oil tank juga terjadi pemanasan (75-80°C) dengan
tujuan untuk mengurangi kadar air.

f. Purifier

Di dalam purifier dilakukan pemurnian untuk mengurangi kadar kotoran dan kadar air
yang terdapat pada minyak berdasarkan atas perbedaan densitas dengan menggunakan
gaya sentrifugal, dengan kecepatan perputarannya 7500 rpm. Kotoran dan air yang
memiliki densitas yang besar akan berada pada bagian yang luar (dinding bowl),
sedangkan minyak yang mempunyai densitas lebih kecil bergerak ke arah poros dan
keluar melalui sudu-sudu untuk dialirkan ke vacuum drier. Kotoran dan air yang
melekat pada dinding di-blowdown ke saluran pembuangan untuk dibawa ke Fat Pit.

g. Vacuum Drier

Minyak yang keluar dari purifier masih mengandung air, maka untuk mengurangi
kadar air tersebut, minyak dipompakan ke vacuum drier. Di sini minyak disemprot
dengan menggunakan nozzle sehingga campuran minyak dan air tersebut akan pecah.
Hal ini akan mempermudah pemisahan air dalam minyak, dimana minyak yang
memiliki tekanan uap lebih rendah dari air akan turun ke bawah dan kemudian
dipompakan ke storage tank.

h. Sludge Tank

Untuk overflow dari tangki ini di alirkan ke drain tank sedangkan under flownya
dialirkan ke vibrating screen dan brush strainer atau langsung ke bak transit untuk
dipompakan ke sand cyclone. Untuk mempercepat pengendapan lumpur, sludge
dipanaskan (80-90oC) dengan menggunakan uap yang dialirkan melalui coil
pemanas. Sehingga densitas minyak menjadi lebih rendah dan lumpur halus yang
melekat pada minyak akan terlepas dan mengendap pada dasar tangki.

Dari sand cyclone atau brush strainer sludge dialirkan ke balance tank sebagai umpan
untuk decanter atau sludge centrifuge.

i. Sludge centrifuge

Sludge centrifuge untuk mengolah sludge. Sludge Centrifuge adalah alat yang
digunakan untuk memisahkan minyak yang masih terkandung di dalam sludge,
dengan cara pemisahan berdasarkan gaya sentrifugal. Didalam sludge centrifuge ini
terdapat bowl yang berputar 1450 rpm, bowl ini berbentuk bintang yang diujungnya
terdapat nozzle dengan diameter lubang tertentu dan nozzle ini dapat diganti sesuai
keinginan.

Prinsip kerjanya adalah nozzle separator berputar dengan gaya centifugal dimana
pemisahannya, fraksi berat ( lumpur, kotoran ) terlempar ke dinding bowl dan fraksi
ringan (air dan minyak) akan ketengah. Minyak yang mempunyai densitas lebih kecil
akan menuju poros dan terdorong keluar melalui sudu-sudu (paring disk), dan
ditampung di reclaimed tank sebelum dipompakan oleh reclaimed oil pump untuk
alirkan kembali ke CST. Sedangkan sludge (mengandung air) yang mempuyai
densitas lebih besar akan terdorong ke bagian dinding bowl dan keluar melalui nozzle,
kemudian sludge keluar melalui saluran pembuangan menuju fat pit.

j. Sludge drain tank

Lapisan bawah dari CST, dan sludge tank pada selang waktu tertentu didrain menuju
sludge drain tank. Di sludge drain tank minyak mengalir tenang dan dibiarkan
overflow untuk mengalir dan ditampung pada reclaimed tank, dan kemudian
dipompakan kembali ke CST untuk kemudian dimurnikan lagi. Sedangkan kotoran
dan air dialirkan menuju fat pit.

k. Fat Pit

Sebelum sludge di buang ke kolam pengolahan limbah, terlebih dahulu ditampung di


fat pit dengan maksud agar minyak yang masih terbawa dapat terpisah kembali. Di
Fat Pit diinjeksikan uap sebagai pemanas untuk mempermudah proses pemisahan
minyak dengan kotoran. Minyak yang ada pada permukaan dibiarkan melimpah
(overflow). Selanjutnya minyak ditampung pada sebuah bak pada pinggiran kolam fat
pit, dan kemudian dipompakan kembali ke sludge drain tank.

l. Storage Tank

Minyak dari vacuum dryer, kemudian dipompakan ke storage tank (tangki timbun),
pada suhu simpan 45-55°C. Setiap hari dilakukan pengujian mutu. Minyak yang
dihasilkan dari daging buah berupa minyak yang disebut Crude Palm Oil (CPO).

6. NUT AND KERNEL STATION

Pada stasiun ini dilakukan aktifitas pemisahan serabut dari nut, pemisahan inti dari
cangkangnya dan juga pengeringan inti. Peralatan yang digunakan di stasiun ini ,
diantaranya : Cake Breaker Conveyor (CBC), Depericarper, Nut Silo, Ripple Mill,
Claybath, dan Kernel Silo.

1. Cake Breaker Conveyor (CBC)


Ampas dari screw press yang terdiri dari fiber dan nut yang masih menggumpal
masuk ke CBC. CBC merupakan suatu screw conveyor namun screwnya dipasang
palt persegi sebagai pelempar fiber dan nut. CBC berfungsi untuk mengurai gumpalan
fiber dengan nut dan membawanya ke depericarper.

2. Depericarper

Depericarper adalah alat untuk memisahkan fiber dengan nut. Fiber dan nut dari CBC
masuk ke separating column. Disini fraksi ringan yang berupa fiber dihisap dengan
fibre cyclone dan di tampung dalam hopper sebagai bahan bakar pada boiler.
Sedangkan fraksi berat berupa nut turun ke bawah masuk ke polishing drum.

3. Nut Polishing Drum

Nut polishing drum berupa drum berlubang-lubang yang berrputar. Akibat dari
perputaran ini terjadi gesekan yang mengakibatkan serabut yang masih menempel
pada nut terkikis dan terpisah dari nut. Nut jatuh, selanjutnya nut diangkut oleh nut
conveyor dan destoner (second depericarper) untuk memisahkan batu dan benda –
benda yang lebih berat dari nut seperti besi. Nut yang terbawa ke atas jatuh kembali di
dalam air lock dan di tampung oleh nut elevator untuk dibawa ke dalam nut silo.

4. Nut Silo

Fungsi dari alat ini sebagai tempat penampungan nut, hal ini dilakukan untuk
mengurangi kadar air sehingga lebih mudah dipecah dan inti lekang dari
cangkangnya.

5. Ripple Mill

Biji dari nut silo masuk ke ripple mill untuk dipecah sehingga inti terpisah dari
cangkang. Biji yang masuk melalui rotor akan mengalami gaya sentrifugal sehingga
biji keluar dari rotor dan terbanting dengan kuat yang menyebabkan cangkang pecah.
Setelah dipecahkan inti yang masih bercampur dengan kotoran-kotoran di bawa ke
kernel grading drum.

6. Kernel Grading Drum

Pada kernel grading drum ini di saring antara nut,shell dan kotoran dengan nut yang
belum terpecahkan. Untuk nut shell dan kotoran lolos dari saringan dibawa ke LTDS.
Sementara untuk nut atau yang tertahan dikembalikan ke nut conveyor.

7. Light Tenera Dry Separator (LTDS)

Pada bagian ini akan terjadi pemisahan dimana fraksi-fraksi yang lebih ringan akan
dihisap oleh LTDS cyclone. Fraksi-fraksi yang ringan di hisap yang terdiri dari
cangkang dan serabut akan di bawa ke shell hopper melalui fibre and shell conveyor.
Inti dan sebagian cangkang yang belum terpisahkan, dipisahkan lagi pada clay bath.
8. Clay Bath

Clay bath adalah alat pemisahan Inti dengan cangkang. Proses pemisahan ini secara
basah yang menggunakan larutan CaCO3 dan air dengan ukuran partikel CaCO3 lolos
mesh 400. Clay bath berfungsi sebagai larutan pemisah antara kernel dan cangkang
berdasarkan berat jenis. Berat jenis Kernel basah = 1,07 dan berat jenis cangkang =
1,15 – 1,20, maka untuk memisah kernel dan cangkang tersebut dibuat larutan dengan
berat jenis = 1,12. Bagian yang ringan akan mengapung dan bagian yang berat akan
tenggelam. Inti yang merupakan fraksi ringan akan dibawa ke kernel silo untuk
disimpan dengan suhu tertentu.

9. Kernel Silo

Inti yang masih mengandung air, perlu dikeringkan sampai kadar air 7%. Inti yang
berasal dari pemisahan di clay bath melalui top wet kernel conveyor didistribusikan
ke dalam unit kernel silo untuk dilakukan proses pengeringan. Pada kernel silo ini inti
akan dikeringkan dengan menggunakan udara panas dari steam heater yang
dihembuskan oleh Fan kernel silo ke dalam kernel silo. Pengeringan dilakukan pada
temperatur 60-80°C selama 4-8 jam. Kernel yang telah dikeringkan ini dibawa ke
kernel bulk silo melalui dry kernel transport fan.

END

Palm Oil Processing Description Being a CPO in the PT. Evans INDONESIA
Pangkatan POM
By: Feby Zulkarnain, ST
Processing of palm oil until the Crude Palm Oil (CPO) at PT. Indonesia PG Evans
POM through several stages of the process, in which these processes occur at
each station as follows:
1. Loading RAMP
After sorting the sorted fruit, fruit that is inserted into the cage above the ramp
rail lorries. Ramp Cage has 12 doors that open the lid with a hydraulic system,
consisting of two line to the left and right. At the moment the door opened under
the lorry cage will be filled with TBS.
Once filled, the trucks pulled into the transfer carriage capstand, where the
transfer carriage can seat three lorries that each - each have an average weight
of 10.5 tons. With the transfer carriage to the rail directed lori Sterilizer desired.
Then diserikan as much as three lorries for input into Sterilizer. Lori Importation
into Sterilizer using capstand.
2. Sterilizer
Sterilization is the process of boiling in a vessel called the Sterilizer. The function
of boiling is as follows:
1. Turn off the enzyme.
2. Brondolan facilitate the escape from the bunches.
3. Reducing the water content in the fruit.
4. Mesocarp softening and thus facilitate the process pelumatan
pengepressan.
5. Facilitate the release of the kernel from the shell.
Boiling process conducted during 85 -95 minutes. For media use of steam
heating of the BVP (Back Pressure Vessel) 2.8 to 3 bar pressure.
Boiling was done by three peak system (three peak pressure). The first peak
pressures up to 1.5 kg/cm2, the second peak pressures up to 2.0 kg/cm2 and a
third peak pressures up to 2.8 to 3.0 kg/cm2.
Here are three peak boiling system:
1. Deaeration done two minutes, where the position is open condensate.
2. Insert the steam to the first peak reached in 10 minutes. Usually the pressure
reaches 1.2 bar.
3. Steam and condensate disposed of until the pressure becomes 0 bar within
five minutes.
4. Steam is inserted for 15 minutes to reach the pressure of 2 bar.
5. Steam condensate removed again for three minutes.
6. Then steam is inserted again to reach the third peak within 15-20 minutes.
7. After the third peak is reached then performed detention for 40-50 minutes.
8. Steam condensate disposed of during the 5-7 minutes until the pressure of 0.

3. THRESSER
After boiling TBS that have been cooked with mengggunakan thresser
transported to the hoisting crane / tippler. Lori lifted and inverted over the
hopper thresser (auto feeder).
In these stations fresh fruit bunches of boiled ready to be separated between
berondolan and tandannya. Before entering into an already boiling TBS thresser
be imported by using the auto feeder. By using TBS rounds slammed so
berondolan tandannya escape and fall to the conveyor and elevator to be
distributed to pembantingan rethresser for the second time. Thresser has a
rotation speed of 22-25 rpm. On the inside thresser, metal rods fitted an
intermediary so as to form the lattice that allows berondolan out of thresser. For
his own empty bunches are distributed with a bunch of empty conveyor to be
distributed to shelters empty bunch.

4. Pressing STATION

Thresser Berondolan out from falling into the conveyor, and then transported by
elevator to the top fruit cross conveyor that distributes berondolan to distributing
conveyor to be included in each digester. Digester is a vertical cylindrical tank
equipped with a stirrer blades rotation speed 25-26 rpm, so brondolan can be
enumerated in this tank. When each of the digester has been fully charged to the
conveyor brondolan recycling, forwarded to the elevator to be returned to the
digester. Pelumatan purpose is to flesh apart from the seeds so easy to press. To
facilitate pelumatan fruit, in the digester at a steam-injected temperature around
90-95 ° C.
Berondolan that has been pulverized into the screw press for squeezed to
produce oil (crude oil). In this process done spraying hot water so that oil that
comes out is not too thick (viscosity reduction) so that cylindrical pores are not
clogged, so the work is not too heavy screw press. Spraying water through the
nozzle-nozzle on the pipe with holes that is placed on the screw press. Press
machine capacity is 20 tons per hour.
Pressure press machine must be regulated, because when the pressure is too
high can cause the heart broken and easy to wear screw press. Conversely, if the
pressure is too low then press machine oil high losses in the pulp.
Result of oil press machine and then headed to the sand trap for settling tanks.
Another result is the waste product (consisting of seed and fiber), which will be
separated by using a cake breaker conveyor (CBC).
5. STATION CLARIFICATION
The oil comes from the press station still contains a lot of dirt from the flesh of
fruit such as mud, water and others. To get the oil that meet the standards, it
needs to be done against the oil refinery. At this station consists of several units
of processing equipment to purify the oil production, which includes: Sand Trap
Tank, Vibrating Screen, Crude Oil Tank, Continuous Settling Tank (CST), Oil Tank,
Purifier, vacuum Dryer, Sludge Oil Tank, Sludge Vibrating Screen , Sludge
Centrifuge, Fat Pit, and Storage Tanks.
a. Sand Trap Tank
Oil press machine is a result of crude oil which still contains many impurities. The
oil tank into the sand trap to precipitate particles that have a high density. Sand
trap tank is an upright cylindrical vessel.
b. Vibrating Screen
Oil the top of the sand trap tanks that still contain fiber and a bit of dirt poured
into the sieve vibration (vibrating screen). Screening process using vibrating
screen aiming to separate the solids, such as fibers, sand, soil and other
impurities that are still carried from the sand trap tanks. Vibrating used is a
double deck vibrating screen, where the first screen size of 30 mesh and 40
mesh screen second. Solids are retained on the sieve will be returned to the
digester through the conveyor, while the oil is pumped into the crude oil tanks.
c. Crude Oil Tank (COT)
The oil flowed out of the vibrating screen into the crude oil tanks to be
accommodated temporarily. In the crude oil is the oil tank is heated with steam
through a heating pipe systems, and the temperature maintained 90-95 ° C.
From here the oil is pumped to the CST (Continuous Settling Tank).
d. Continuous Settling Tank (CST)
COT oil from being pumped into the CST in order to precipitate the sludge
(sudge) based on density differences. Temperature maintained at 86-90 oC CST.
Oil was quoted at the top of the CST with the help of a skimmer into the oil tank,
while the sludge (which still contains oil) at the bottom of the sludge flowed into
the underflow, vibrating screen prior to the sludge oil tanks. Precipitated sludge
and sand-based CST in the blowdown to be taken to drain the sludge tanks.
e. Oil Tank
Oil from the CST into the oil tank to be accommodated temporarily, before the oil
flowed to the purifier. Also occur in heating oil tanks (75-80 ° C) with the aim to
reduce water content.
f. Purifier
Inside the purifier is purified to reduce levels of dirt and moisture content in the
oil based on the difference in density using centrifugal force, the moving speed
of 7500 rpm. Dirt and water that has a large density will be at the outer part
(wall bowl), while the oil which has a smaller density move toward the shaft and
out through the blade-blade to be poured into a vacuum drier. Dirt and water
attached to the wall were blown down into the sewer to be brought to the Fat Pit.

g. Vacuum Drier
Oil coming out of the purifier still contain water, so to reduce the water content,
the oil is pumped to a vacuum drier. Here the oil using a nozzle that sprayed with
oil and water mixture will be broken. This will facilitate the separation of water in
oil, where oil has a lower vapor pressure than water will go down, and then
pumped into storage tanks.
h. Sludge Tank
For the overflow from this tank at the tap to drain the tank while under flownya
flowed to the vibrating screen and the brush strainer or directly into the bed of
sand was pumped into transit for the cyclone. To accelerate the deposition of
sludge, the sludge is heated (80-90oC) using the steam that flowed through the
heating coil. So that a lower density of oil and refined mud attached to the oil will
come off and settles on the bottom of the tank.
From the sand cyclone or brush strainer sludge flowed into the balance tank as
bait for sludge decanter or centrifuge.
i. Sludge Centrifuge
Sludge centrifuge for sludge processing. Sludge Centrifuge is a tool used to
separate oil still contained in the sludge, by means of separation by centrifugal
force. Inside the bowl there sludge centrifuge was spinning 1450 rpm, this bowl-
shaped diujungnya stars that there are certain holes with a diameter nozzle and
the nozzle can be replaced as desired.
The principle of this separator is a rotating nozzle with which the separation
centifugal style, weight fraction (mud, feces) thrown into the bowl wall and the
light fraction (water and oil) will ketengah. The oil has a lower density will lead to
axle and pushed out through the blade-blade (Paring disc), and stored in tanks
before being pumped by reclaimed reclaimed oil pump to circulate back to the
CST. While the sludge (containing water) that mempuyai greater density is
pushed toward the bowl wall and out through the nozzle, and then exit via the
sewer sludge into the pit fat.
j. Sludge drain tank
Bottom layer of the CST, and sludge tanks at specified intervals didrain to drain
sludge tanks. In the sludge oil tank drain flowing calmly and allowed to flow and
overflow accommodated on reclaimed tanks and then pumped back to the CST
and then purified again. While dirt and water flowed into the pit fat.
k. Pit Fat
Before the sludge in the waste to a wastewater treatment pond, first housed in
the pit with the intention that fat oils can still carry a separate return. At Fat Pit
injected steam as heating oil to ease the process of separation with the feces. On
the surface of the oil which is allowed to overflow (overflow). Furthermore, the oil
stored in a container at the edge of the pond fat pit, and then pumped back into
the sludge tank drain.
l. Storage Tank
Oil from the vacuum dryer, and then pumped into storage tanks (tank), at a
temperature of 45-55 ° C. store Each day of testing quality. Oil produced from
the fruit flesh in the form of oil called Crude Palm Oil (CPO).

6. NUT AND KERNEL STATION

At this station conducted the activities of the nut fiber separation, the separation
of core from the shell and core drying. Equipment used at this station, including:
Cake Breaker Conveyor (CBC), Depericarper, Nut Silo, Ripple Mill, Claybath, and
Kernel Shiloh.
1. Cake Breaker Conveyor (CBC)
Pulp from the screw press consists of fiber, and nuts that are still clot into the
CBC. CBC is a screw conveyor mounted screwnya palt but square as a thrower
fiber and nut. CBC works to break down clots fiber with nut and took it to
depericarper.

2. Depericarper
Depericarper is a tool to separate the fiber with a nut. Fiber and nut from the
CBC into the separating column. Here light fraction in the form of fiber-fiber
inhaled by cyclone and in the capacity as a fuel in the hopper on the boiler.
While the weight fraction of nut drop down into the polishing drum.
3. Polishing Drum Nut
Nut polishing drum in the form of a perforated drum berrputar. As a result of this
turnover occurs resulting friction fibers still attached to the nut eroded and
separated from the nut. Nut fall, the next nut to be transported by conveyor and
destoner nut (second depericarper) to separate stones and objects - objects that
weighed more than nuts, such as iron. Nut-borne upwards fall back in the water
and the lock nut to accommodate the elevator to be brought into the nut silo.
4. Nut Silo
The function of this tool as a shelter nut, this is done to reduce the water content
make them easier to split and cracked from the shell core.
5. Ripple Mill
Seeds from the nut silo into ripple mill to be broken so that the core separate
from the shell. Seeds that go through the rotor will experience a centrifugal force
so that the seeds out of the rotor and crashed with a broken shell of a strong
lead. Having solved the core is still mixed with dirt brought into the kernel
grading drum.
6. Grading kernel Drum
In grading the kernel of this drum in the filter between the nut, shell and dirt with
a nut that has not been solved. For nut shell and dirt away from the filter was
taken to LTDS. While for the nut or nut stuck returned to the conveyor.
7. Light Tenera Dry Separator (LTDS)
In this section, the separation will occur where the fractions of lighter LTDS be
inhaled by the cyclone. Light fractions in the suction which consists of a shell and
fiber will be brought to the shell via fiber and shell hopper conveyor. Core and
shell are not an integral part, separated again on clay bath.
8. Clay Bath
Clay Bath is a tool with a shell of core separation. This wet separation process
that uses water solution of CaCO3 and CaCO3 particles with a size 400 mesh
pass. Clay bath solution serves as a separator between the kernels and shells
based on specific gravity. Kernel type wet weight = 1.07 and density shell = 1.15
to 1.20, then to separate the kernel and the shell is made of solutions with
specific gravity = 1.12. Sections will float light and heavy parts will drown. Core
which is the fraction of light will be brought to the kernel silos to be stored with a
specific temperature.
9. Kernel Silo
Core that still contains water, it should be dried until the moisture content of 7%.
Core derived from the separation of clay bath through wet top conveyor kernel
kernel units distributed into silos for drying process. At the core kernel of this silo
will be dried using hot air from the steam heater in the exhaled by Fan kernel silo
silo into the kernel. Drying was done at a temperature of 60-80 ° C for 4-8 hours.
The dried kernel is taken to the kernel is the kernel dry bulk transport silo
through the fan.

END