Anda di halaman 1dari 5

INTERFEROMETER DAN PRINSIP BABINET

Arief Rachman Pribadi, Leni Indah Sri Fitriyani, Nabila Khrisna Dewi , Pribadi Mumpuni Adhi

10208029,10208109,10208041,10208069

Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

E-mail: Rubahlicik@gmail.com

Asisten: Revni Yusmeiniar P/ 10207078

Tanggal praktikum: 13 Oktober 2010

Abstrak

Pada praktikum ini dipelajari bagaimana Interferometer digunakan untuk mengamati pola
interferensi pada Laser. Jenis interferometer yang digunakan pada praktikum ini adalah Interferometer
Michelson-Morley dan Intrferometer Mach Zehnder. Selain mengamati pola interferensi, dilakukan juga
pengamatan difraksi oleh selembar rambut dengan menggunakan laser HE-ne dan sebuah layar untuk
memahami prinsip Babinet.

Kata kunci: Interferometer, laser He-Ne, Prinsip Babinet

I. Pendahuluan amplitudonya sama yang keduanya hampir


• Tujuan sefasa akan menghasilkan sebuah gelombang
a) Merangkai dan memahami prinsip yang amplitudonya hampir dua kali aplitudo
kerja Interferometer Michelson dan masing masing gelombang. Kedua gelombang
Mach zehnder tersebut dikatakan berinterferensi konstruktif.
b) Menggunakan Interferometer Super posisi dua gelombang yang frekuensi dan
Michelson dan Mach Zehnder untuk amplitudonya sama dan berbeda fasa hamper
meneliti dan memahami gejala 180 menghasilkan sebuah gelombang yang
Interferensi cahaya amplitudonya hampir sama dengan nol.
c) Memahami beberapa karakteristik Interferensiseperti ini disebut dengan
laser dan Optik interferensi destruktif.
d) Memahami difraksi dan prinsip Salah satu alat yang digunakan untuk
Babinet untuk mengukur ketebalan mengamati gejala interferensi adalah
rambut Interferometer. Pada umumnya rangkaian
• Teori Dasar Interferometer terdiri atas beberapa buah
Interferensi menunjukkan efek efek cemin datar, beam divider dan lensa sferis serta
fisis yang timbul karena super posisi dua atau sebuah laser sebagai sumber cahaya. Jenis jenis
lebih deret gelombang[1]. Super posisi dua buah Interferometer dapat dibedakan dari cara
gelombang atau lebih yang frekuensi dan penyusunan komponen rangkaiannya.
• Interferometer Michelson Morley

Gambar2: Skema rangkaian Interferometer Mach


[3]
Zender

• Prinsip Babinet

Gambar1: Skema rangkaian Interferometer Prinsip babinet adalah prinsip yang


[2]
Michelson-Morley mengatakan bahwa pola difraksi dari suatu kisi
dapat dihasilkan juga oleh sesuatu yang
Gambar di atas merupakan diagram seukuran dengan celah kisi. Celah kisi dapat
skematik interferometer Michelson. Oleh
digantikan oleh sehelai rambut sebagai
permukaan beam splitter (pembagi berkas)
cahaya laser, sebagian dipantulkan ke kanan konjugatnya untuk memperoleh pola difraksi
dan sisanya ditransmisikan ke atas. Bagian yang yang identik.
dipantulkan ke kanan oleh suatu cermin datar Persaman difraksi yang berlaku pada kisi pun
(cermin 1) akan dipantulkan kembali ke beam belaku juga pada konjugat dari kisi itu sendiri.
splitter yang kemudian menuju ke screen
(layar). Adapun bagian yang ditransmisikan ke
   
atas oleh cermin datar (cermin 2) juga akan
Dengan  menyatakan panjang
dipantulkan kembali ke beam splitter, kemudian
bersatu dengan cahaya dari cermin 1 menuju gelombang cahaya yang digunakan. 
layar, sehingga kedua sinar akan berinterferensi menyatakan orde dan  adalah lebar kisi atau
yang ditunjukkan dengan adanya pola-pola konjugat kisi.
cincin gelap-terang[2].
Untuk orde pertama persamaannya menjadi
• Interferometer Mach Zender
   (1)
Pada dasarnya, prinsip kerja dari
interferometer Mach Zender sama saja dengan ∆
Dengan ≈ tan =
interferometer Michelson Morley, hanya saja

pada interferometer Mach Zender digunakan


dua buah beam divider dan dua buah cermin Sehingga persamaan untuk menghitung lebar
datar. kisi atau konjugat kisi menjadi


∆  (2)

II. Metode percobaan Interferometer Mach Zender

Untuk mengamati pola interferensi, Hasil percobaan Referensi


pada praktikum ini digunakan dua buah
interferometer, yaitu interferometer Michelson
Morley dan interferometer Mach Zender.
Pengamatan dilakukan dengan merangkaikan
cermin datar, beam divider,lensa sferis, layar
dan sumber cahaya (Laser He-Ne) seperti
gambar untuk pengamatan dengan
interferometer Michelson morley dan dirangkai
Tabel2: Perbandingan Pola Interferensi
seperti gambar untuk pengamatan dengan Interferometer Mach Zehnder
[5]

interferometer Mach Zender.


Prinsip Babinet
Pengamatan difraksi dengan prinsip
Babinet dilakukan dengan menggunakan sehelai
rambut sebagai konjugat kisi. Laser
ditembakkan pada helai rambut, dan hasil
difraksinya diamati pada layar yang berada di
belakang rambut relatif terhadap sumber
cahaya. Pengamatan dilakukan beberapa kali
dengan variasi jarak layarterhadap rambut. Gambar3:Pola Difraksi prinsip Babinet
Jarak difraksi pada layar kemudian diukur dan
dicatat sebagai data. Perhitungan lebar Rambut

Metode1
III. Data dan pengolahan
Metode1 menggunakan persamaan2
Interferometer Michelson Morley
∆ (cm) L(cm)  (nm)
Hasil percobaan Referensi
0.5 51.4 32525.92 65051.84

0.6 58 36702.4 61170.67

0.7 63.2 39992.96 57132.8

0.8 68.2 43156.96 53946.2

1 84.3 53345.04 53345.04

 rata-rata(nm) 58129.30933
Tabel1: Perbandingan Pola Interferensi
[4] Tabel3: data dan pengolahan Pengamatan prinsip
Interferometer Michelson Morley
Babinet
Metode2 Meskipun tidak terlihat sejelas referensi, pola
garis dapat tetap terlihat dari gambar yang
Metode2 menggunakan regresi linier dari data diambil.
untuk menentukan nilai  Pola gelap dan terang menunjukkan
interferensi konstruktif dan Interferensi

∆ destruktif. Cahaya laser yang mengenai beam

divider terpecah mencadi dua berkas sinar yang
Grafik yang berupa plot  terhadap ∆ akan
 koheren. Ketika kedua berkas sinar ini bertemu
memiliki kemiringan sebesar  . Dari keiringan
kembali dan difokuskan oleh lensa sferis, terjadi
inilah nilai  dapat dihitung. super posisi pada layar. Ketika bagian puncak
dari masing masing gelombang bertemu, akan
terjadi pola terang pada layar. Jika bagian
plot L terhadap x puncak bertemu dengan bagian lembah, maka
100
akan terbentuk pola gelap pada layar.

50 Pola interferensi pada interferometer


y = 64.37x + 18.66 Michelson morley berupa lingkaran dengan
0 seperti riak gelombang pada air. Sedangkan
0 0.5 1 1.5 pada interferometer Mach zehnder, pola yang
terlihat adalah pola garis. Selain itu pada
Gambar4:Plot nilai L terhadap x
Interferometer Mach zehnder pola
Persamaan garisnya adalah : interferensinya lebih rapat dan lebih teratur
pola interferensinya dari pola yang teramati
y = 64.37x + 18.66 pada Interferometer Michelson.
Meskipun pola yang teramati dari
Nilai kemiringannya 64.37 maka nilai  adalah
interferometer Michelson tidak sejelas dan
=64.37x632.8= 40733.34 nm serapat pada pola interferensi dari
interferometer Mach Zehnder, tapi rangkaian
interferometer Michelson lebih mudah
IV. Pembahasan
dirangkai, sedangkan interferometer Mach
Zehnder relative lebih sulit.
Gambar hasil praktikum menunjukkan Fase gelombang pada beam divider
pola interferensi untuk interferometer
jelas mempengaruhi pola interferensi,
Michelson dan Mach Zehnder. Pola interferensi perbedaan fase inilah yang menimbulkan pola
yang didapat dari Michelson morley berbentuk gelap terang pada layar. Jadi,pola yang terlihat
lingkaran. Hal ini sesuai dengan gambar yang
pada layar tergantung pada beda faseyang
didapat dari referensi, hanya saja dari hasil
terdapat pada beam divider.
praktikum gambar yang teramati tidak berupa Jarak beam divider dan layar tidak akan
lingkaran sempurna. Pada interferometer Mach mempengaruhi beda fase yang terjadi diantara
Zender, pola yang teramati adalah berupa
kedua berkas. Beda fase yang timbul pada
garis. gelombang ketika bertemu kembali di beam
divider ditimbulkan oleh adanya perbedaan
jarak tempuh yang dilalui oleh berkas cahaya
yang di transmisikan dan dipantulkan. VI. Pustaka
Perbedaan jarak tempuh cahaya hanya
dipengaruhi oleh letak masing masing cermin [1] Halliday, D. dan Resnick, R. 1999.
datar terhadap beam divider. Physics (terjemahan Pantur Silaban dan
Pada layar untuk satu cermin tidak Erwin Sucipto). Jilid 1. Edisi 3. Penerbit
hanya terlihat satu titik karena ketika bekas Erlangga: Jakarta
cahaya mengenai beam divider cahaya akan
[2] Falah, Masroatul. Analisis Pola
terpecah menjadi dua, yang satu langsung Interferensi Pada Interferometer ureMichelson
mengenai layar sedangkan yang satu mengenai untuk Menentukan Panjang Gelombang Sumber
cermin datar terlebih dahulu sehingga untuk Cahaya.Semarang: FMIPA UNDIP
satu cermin tidak terlihat hanya satu titik pada
layar.
[3] Hariharan, P. (2007). Basics of
Lebar rambut yang diperoleh dari
Interferometry. Elsevier inc .London. hal 16-18
perhitungan prinsip babinet tidak berbeda jauh
hasilnya antara metode1 dan metode2, hanya [4] http://img.search.com/thumb/9/90/Mich
selisih sekitar 20 mikrometer saja. Pada metode elson_Interferometer_Laser_Interference_Fringe
1 akan diperoleh hasil yang lebih mendekati s-Red.jpg/239px-
Michelson_Interferometer_Laser_Interference_F
nilai yang sesungguhnya karena nilai yang ringes-Red.jpg
didapat adalah rata rata dari data yang didapat (diakses tanggal 13 Oktober 2010 pukul 20:59)
langsung dari pengamatan selama perobaan.
Sebagai perbandingan, menurut referensi yang [5] http://img.search.com/thumb/9/90/Mich
elson_Interferometer_Laser_Interference_Fringe
didapat lebar rambut manusia adalah sekitar
s-Red.jpg/239px-
90ribu nanometer. Michelson_Interferometer_Laser_Interference_F
ringes-Red.jpg
V. Simpulan (diakses tanggal 13 Oktober 2010 pukul 20:59)

a) Rangkaian Interferometer Michelson


menggunakan satu buah beam divider sehingga
lebih mudah dirangkai dari pada interferometer
Mach zehnder
b) Pola interferensi yang teramati dari
Interferometer Michelson berbentuk lingkaran
gelap terang dan yang teramati dari
Interferometer Mach Zehnder berupa garis
garis sejajar.
c) Prinsip Babinet dalam Difraksi dapat
digunakan untuk mengukur ketebalan yang
cukup tipis seperti rambut