Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadhirat Allah SWT karena dengan rahmat hidayah-Nya kami
dapat menyelesaikan makalah ini.
Dalam kesempatan yang bahagia ini kami menyampaikan ucapan terima kasih
kepada Ibu Nurul Hidayati, yang telah membimbing kami dalam pembuatan makalah
ini.
Kami berharap agar makalah ini dapat menjadi salah satu acuan bagi
penggunanya di dalam proses belajar mengajar.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak kekurangan,
untuk itu mohon Bapak Ibu guru ataupun pengguna makalah ini menyampaikan
masukan kepada kami demi kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya permohonan maaf dan sekaligus ucapan terima kasih pada berbagai
pihak atas segala kekurangan dan bantuan yang di berikan dalam pembuatan makalah
ini.

Pati, 22 April 2010

Penyusun
DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Pembatasan Masalah
1.4 Perumusan Masalah
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian dzalim secara bahasa dan kategori zalim
2. Contoh – contoh dzalim
3. Keutamaan berbakti kepada orang tua
4. Ancaman bagi orang yang dzalim dan tidak
5. Dzalim dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits
BAB III PENUTUP
1.1 Kesimpulan
1.2 Saran
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari antar umat manusia memiliki rasa
kesolidaritasan yang amat tinggi. Suatu hubungan yang sangat erat. Namun rasa
solidaritas tersebut terkadang di salah artikan sehingga timbul suatu perbuatan yang
sangat menyimpang dalam agama islam.
Salah satu perbuatan tersebut adalah dzalim atau aniaya. Dzalim dalam ajaran
islam harus di hindari setiap muslim karena perbuatan dzalim dapat merugikan
pelakunya dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Selain itu Allah SWT juga membenci orang-orang yang melakukan kedzaliman.
Untuk itu maka setiap orang muslim harus dapat memahami seluk beluk tentang
dzalim
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah itu adalah :
1. Menjelaskan tentang pengertian dzalim. Kategori dzalim, ancaman bagi yang
melakukan dzalim
2. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang perbuatan dzalim
3. Agar pembaca dan pendengar dapat memhami dan menghindari sifat dzalim.
1.3 Pembatasan Masalah
Pada bab ini kami penulis hanya akan membahas pengertian dzalim, kategori
dzalim, ancaman bagi yang melakukan dzalim, pengertian dzalim menurut Al-Quran
dan Al-Hadits.
1.4 Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas perumusan masalah makalah ini
yaitu :
1. Apa pengertian dzalim
2. Pengertian dzalim menurut al-Quran dan al-Hadits
3. Ancaman bagi yang melakukan dzalim
4. Kategori yang termasuk perbuatan dzalim
4. Ancaman bagi yang dzalim dan tidak.
Menurut syariat islam orang yang tidak berbuat dzalimbisa saja terkena
siksaan keyakinan ini berdasarkan dalam salah satu ayat al-Qur’an.
Allah berfirman :
Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang
dzalim saja di antara kamu dan ketahuilah bahwa allah amat keras siksaannya.
( QS Al – Anfaal 8 : 25)
Ayat tersebut berisi peringatan untuk berhati-hati ( hadar ) bahwa azab tidak
hanya menimpa orang yang dzalim saja, tetapi menimpa orang – orang yang tidak
melakukan kedzaliman.
Oleh karena itu secara syariat wajib menghilangkan kemunkaran itu.

5. Dzalim dalam al-Qur’an dan Al-Hadits


A. Al – Qur’an
Di dalam Al-Qur’an dzalim memiliki beberapa makna :
- Al baqarah 165 dan Huud 101 orang- orang yang menyembah selain Allah.
- Al maidah 47, kartena menuruti hawa nafsu dan merugikan orang lain.
- Al kahfi 35, dzalim pada ayat ini sebuah sifat keangkuhan dan
perbuatan kekafiran.
- Al ankabut, yang di maksud dengan orang-orang dzalim pada ayat ini
adalah orang orang yang telah di berikan kepadanya keterangan-
keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik
mereka tetap membantah dan tetap menyatakan permusuhan
B. Al – Hadits
Dalam hadits shahih yang di riwayatkan oleh ibnu sirin, nabi Muhammad
pernah mengatakan bahwa : “ Di antara bentuk kedzaliman seseorang terhadap
saudaranya apabila ia menyebutkan keburukan yang ia ketahui dari saudaranya dan
menyenbunyikan kebaikan-kebaikannya.
Dari kisah Abu Dzar Al-Ghifari dari Rasulullah sebagaiman ia mendapat
wahyu dari Allah, bahwa Allah SWT berfirman :
“ Wahai hambaku sesungguhnya Aku telah mengharamkan kedzaliman atas diri-Ku
dan aku telah menetapkan haramnya ( kedzaliman ) di antara kalian, maka janganlah
kalian saling berlaku dzalim”.
Dalam hadits Muhammad bersabda :
” Takutlah kalian akan kedzaliman karena kedzaliman adalah kegelapan pada hari
kiamat.”
BAB III
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Sesungguhnya dzalim berawal dari kebodohan terutama kebodohan hati serta
ketidak pedulian hati dan juga dzalim sangat di benci allah karena dzalim merupakan
perbuatan yang sangat merugikan banyak orang. Selain merugikan banyak orang juga
merugikan diri sendiri.
1.2 Saran
- Untuk para pembaca dan pendengar jauhilah sifat dzalim agar kita
tidak terjerumus dalam perbuatan dosa
- Berhati-hati dalam bertindak dan iringi perbuatanmu dengan do’a.
Apabila dalam pembuatan makalah ini ada kata – kata yang kurang berkenan di
hati pembaca dan pendengar, kami penulis mohon maaf.
Segala hal yang tidak baik itu datangnya dari Allah dan apabila ada yang buruk
datangnya dari kita pribadi. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua amien.
DAFTAR PUSTAKA

- Muhammad ‘Imammudin dkk 1990


Kuliah tauhid Jakarta : CV Kuning Mas
- Hanaqi, Luqman. 2004. Untaian nasehat kiat jitu menjadi mukmin sejati.
Bandung : Pustaka Ulumudding
- Al-Halwahi dkk.2003. Membangun akhlak mulia dalam bingkai AlQuran dan
Assunah seri rujukan dakwah para da’i. Yogyakarta; Al-manar.