Anda di halaman 1dari 3

III.

KONDISI UMUM DAN WILAYAH KERJA

A. Letak dan Luas

A.1. Letak

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai ( BPDAS ) Sampara terletak di propinsi Sulawesi Tenggara yang apabila ditinjau

dari letak geografis berada pada jazirah daratan Sulawesi bagian Tenggara dan terletak pada bagian Selatan garis

katulistiwa yang memanjang dari Utara ke Selatan dengan koordinat 03° 00¹ – 07° 00¹ Lintang Selatan dan 120° 45¹ –

124° 60¹ Bujur Timur. Wilayah ini sebelah Utara berbatasan dengan daratan Propinsi Sulawesi Selatan dan Propinsi

Sulawesi Tengah, sebelah Timur berbatasan dengan perairan laut Banda dan Propinsi Maluku, sebelah Selatan

berbatasan dengan perairan laut Flores dan Propinsi Nusa Tenggara Timur, dan sebelah Barat berbatasan dengan

perairan teluk Bone dan Propinsi Sulawesi Selatan.

A.2. Luas

Luas wilayah kerja Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai ( BPDAS ) Sampara yaitu : 3.814.000 Ha yang terdiri dari seluas

2.608.349 Ha berupa kawasan hutan seluas 1.205.651 Ha berupa areal penggunaan lain. Berdasarkan Neraca Sumber

Daya Hutan ( NSDH ) Propinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2005 dari luas kawasan hutan yang ada tersebut diatas terdiri

dari 1.791.083 Ha ( 68,67 % ) masih berhutan dan seluas 817.266 Ha ( 31,33 % ) tidak berhutan

Statistik BPDAS Sampara Sulawesi Tenggara Tahun 2007 8


B. Penggunaan dan Penutupan Lahan

B.1. Penggunaan Lahan

Jenis penggunaan lahan diluar kawasan hutan seluas 1.205.651 Ha terdiri dari : sawah seluas 16.830,41 Ha;

tegalan/ladang seluas 34.922,96 Ha; perkebunan seluas 61.673,52 Ha; Hutan Rakyat seluas 8.865,76Ha; perikanan darat

seluas 553,72 Ha; pemukiman/pekarangan seluas 10.199,10 Ha ; dan penggunaan lain termasuk pertambangan dan

lapangan terbang seluas 1.072.614,53 Ha

B.2. Penutupan Lahan

Berdasarkan surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 454/Kpts-II/1999 Tanggal 17 Juni 1999, dimana luas kawasan

perairan yaitu : 1.507.800 Ha dan luas kawasan hutan Propinsi Sulawesi Tenggara seluas 2.608.349 Ha yang terdiri dari

hutan konservasi 282.281 Ha (10,82 % ); Hutan Lindung 1.061.270 ( 40,69 % ); dan Hutan Produksi 1.264.798 Ha ( 48,49 % )

terdiri dari hutan produksi terbatas 419.244 Ha ( 16,07 % ; Hutan Produksi Tetap 633.431 Ha ( 24,29 % )dan Hutan Produksi

yang dapat di konversi 212.123 Ha( 8,13 % ).

Adapun penutupan lahan yang berupa hutan terdiri dari : Hutan lahan kering; Hutan lahan kering sekunder; Hutan rawa

primer; Hutan rawa sekunder; Hutan mangrove primer; Hutan mangrove sekunder dan Hutan tanaman. Sedangkan

penutupan lahan yang bukan berupa hutan terdiri dari : semak/belukar;belukar rawa; savana; perkebunan; pertanian

lahan kering; dan pertanian lahan kering dan semak.

Statistik BPDAS Sampara Sulawesi Tenggara Tahun 2007 9


C. Kekritisan Lahan DAS

Luas laha kritis di wilayah kerja Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai ( BPDAS ) Sampara keadaan tahun 2005 seluas

1.270.012,41 Ha yang terdiri dari : 317.401,35 berada di hutan lindung; seluas 393.542,23 Ha berada di hutan produksi; seluas

105.639,35 Ha berada dihutan suaka alam dan 543.492,48 Ha berada di areal penggunaan lain. Apabila dikaitkan dengan

luas wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara ( 3.814.000 Ha ) maka persentase luas lahan kritis di wilayah ini ± 33,30 %. Dari kondisi

lahan kritis yang ada sebagaimana tersebut diatas seluas 913.716,75 Ha dikategorikan dalam keadaan kritis dan seluas

356.295,66 Ha dalam keadaan sangat kritis.

Statistik BPDAS Sampara Sulawesi Tenggara Tahun 2007 10