FUNGSI DAN MAKNA AFIKS INFLEKSI PADA VERBA AFIKSASI BAHASA INDONESIA

:
Tinjauan dari Perspektif Morfologi Derivasi dan Infleksi

Ermanto
FBSS Universitas Negeri Padang

Abstract: This research studies Indonesian verbal affixation from derivational and inflectional morphological perspectives. It is a qualitative research project applying structural linguistic method. This research also uses case grammar for semantic analysis. The results indicate that Indonesian verbal affixation has six inflectional affixes which include 1) meN-, 2) di-, 3) ku- (clitic), 4) kau- (clitic), 5) beR-, and 6) Ø/zero. Keywords: morphological inflections, inflectional affixes, verbal affixation

Matthews (1974:41) menyimpulkan bahwa morfologi terdiri atas dua subbidang, yakni: (1) morfologi infleksi dan (2) morfologi leksikal (morfologi derivasional). Bauer (1988:73) juga menyatakan bahwa morfologi secara tradisional dibagi atas dua cabang yakni derivasi dan infleksi; dasar pembedanya adalah derivasi menghasilkan leksem baru dan infleksi menghasilkan bentuk kata (kata gramatikal) dari leksem. Pembagian dua ranah morfologi oleh Matthews (1974) dan Bauer (1988) tersebut juga dilakukan oleh Widdowson (1997). Menurut Widdowson (1997:46-47) morfologi berkonsentrasi pada dua fenomena yang berbeda yakni derivasi dan infleksi. Pakar linguistik yang juga membagi morfologi atas derivasi dan infleksi adalah seperti Scalise (1984:103-114), Dik dan Kolij (1994:170-171), Stump (2001:14-18), Beard (2001:44-45), Aronof dan Fudeman (2005:160), dan Boiij (2005:112-115).
16

Dalam morfologi derivasi dan morfologi infleksi, afiks-afiks digolongkan atas dua jenis yakni: (1) afiks derivasi dan (2) afiks infleksi. Bauer (1988:12) mengemukakan dua tipe afiks seperti berikut ini.
Affixes can be of two kinds inflectional or derivational. An inflectional affix is one which produces a new word-form of a lexeme from a base. An derivational affix is one which produces a new lexeme from a base. Take a word-form like recreates. This can be analyzed into a prefix re-, a root create, and a suffix s. The prefix makes a new lexeme RECREATE from the base create. But the suffix s just provides another word-form of the lexeme RECREATE. The prefix re- is derivational, but the suffix s is inflectional.

Dikaitkan dengan tiga pengertian kata (kata dalam pengertian kata fonologis/ortografis, kata dalam pengertian kata gramatikal, dan kata dalam pengertian kata

dan (5) persona. afiks infleksi (tetapi dapat pula afiks derivasi). (4) diatesis. (3) suatu kaidah umum adalah afiks derivasi kurang produktif sedangkan afiks infleksi sangat produktif. sedangkan afiks infleksi selalu mempunyai makna yang tetap (teratur). afiks dapat dibedakan atas dua kelompok berdasarkan fungsinya. Konjugasi (infleksi pada verba) menurut (Verhaar. dan ketiga). Selain Verhaar. Menurut Verhaar. banyak bahasa memarkahi verba untuk persona (pertama. yaitu adanya kegiatan atau kejadian (statif). Beberapa kategori morfologi infleksi menurut Bauer (1988:74). yakni afiks derivasi dan afiks infleksi juga dikemukakan oleh Yule (1996:76-77). jamak. Proses afiksasi yang bersifat derivasi itu akan menghasilkan leksem (kata dalam pengertian kata leksikal) dari leksem yang menjadi D. tense. dan afiks infleksi adalah afiks yang berfungsi memproduksi bentuk-kata (kata gramatikal) dari suatu leksem. Namun. Diatesis adalah bentuk verba transitif yang subjeknya dapat atau tidak dapat berperan agentif. (2) afiks derivasi mempunyai makna yang tidak tetap (tidak teratur). mulainya (inkoatif). Kala adalah hal yang menyangkut waktu atau saat (dalam hubungannya dengan saat penuturan) adanya atau terjadinya atau dilaksanakannya apa yang diartikan oleh verba seperti kala kini. berarti afiks derivasi. atau juga neutrum). yakni (1) afiks derivasi dan (2) afiks infleksi. interogatif. dan paukal). afiks infleksi digunakan pada proses afiksasi yang bersifat infleksi. trial. berlangsungnya (duratif/progresif). dan dalam bahasa tertentu juga sebagai medial. Bauer (1988:12) menjelaskan bahwa afiks derivasi adalah afiks yang memproduksi leksem baru (kata dalam pengertian leksem) dari suatu D. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 17 leksikal). dan adanya kebiasaan (habituatif). proses afiksasi yang bersifat infleksi akan menghasilkan bentuk-kata (word-form) (kata dalam pengertian kata gramatikal) dari suatu leksem (D). Afiks derivasi digunakan pada proses afiksasi yang bersifat derivasi. person. biasanya. (3) modus. dapat dipahami bahwa istilah word-form adalah kata dalam pengertian kata gramatikal dan lexeme adalah kata dalam pengertian kata leksikal. adanya hasil atau tidak (resultatif jika ada hasil. Proses morfologi infleksi dalam bahasabahasa di dunia dikenal dengan konjugasi dan deklinasi (Verhaar. Bertolak dari fungsi fleksi dan fungsi derivasi pada afiks. gender. jenis. dan futur. 1999:121). Selain itu. Berdasarkan pendapat Bauer dan Yule dinyatakan bahwa afiks dibedakan atas afiks derivasi dan infleksi. Kelima hal itu dijelaskan Verhaar (1999:126 133) sebagai berikut. selesai tidaknya (imperfektif jika belum selesai. Pembagian dua tipe afiks. optatif/desideratif. dan negatif. nonresultatif jika tida ada hasil). (2) aspek. diatesis dibedakan sebagai aktif. terjadinya (pungtual). para ahli yang mengemukakan kategori infleksi pada verba adalah berikut ini. konjugasi adalah alternasi infleksi pada verba dan deklinasi adalah alternasi infleksi pada nomina dan pada kelas kata lain seperti pronomina dan adjektiva. jumlah. Aspek menyangkut salah satu segi dari apa yang diartikan oleh verba. dan voice. Hatch and Brown (1995: 225) dan Widdowson (1997:49) juga menyatakan berbagai proses penurunan verba yang ter- . aspect. dua. pasif. 1999:126) mencakup (1) kala. jumlah (tunggal. Sejumlah cara membedakan afiks derivasi dengan afiks infleksi menurut Bauer (1988:12-13) adalah (1) jika suatu afiks mengubah kelas kata. Modus adalah pengungkapan sikap penutur terhadap apa yang dituturkan dan secara infleksional sikap itu tampak dalam modus verbal seperti indikatif. feminin. perfektif jika selesai). jenis (maskulin. subjungtif. yakni number. kedua. dan jika tidak mengubah kelas kata. lampau.Ermanto. Yule menggunakan istilah new word sebagai kata dalam pengertian kata leksikal (leksem).

MOOD (indicative. number. Dalam bahasa Indonesia. karena BI memang tidak termasuk kelompok bahasa fleksi. Bauer (1988). NUMBER (singular. yakni telah memiliki definite article) dan infleksi kuat (strong inflection) yakni yang simpel/sederhana.(pemarkah kategori pasif) untuk menyatakan bahwa S adalah PASIEN. kategori morfologi infleksi seperti diatesis (voice) dan persona perlu dikaji dalam verba BI. Afiks infleksi pada verba BI dapat diungkapkan. dan third). 133-140) menyatakan dalam banyak bahasa terdapat kategori penting infleksi pada verba. dan kauajar itu adalah ajar. aspect. (1999). dkk. Penggunaan istilah bentuk kutip oleh Verhaar merupakan istilah yang sama dengan konsep leksem. kuajar. (1991:108) menyatakan bahwa pada afiksasi penurunan verba BI hanya terdapat dua kategori morfologi infleksi. Setiap afiks verba lainnya yang termasuk kategori infleksi verba adalah person. GENDER. dan Boiij (2005) tersebut dapat disimpulkan bahwa kategori infleksi pada verba adalah (1) tense. passive. diajar. (5) person. sedangkan bentuk mengajar dan pengajar merupakan dua kata yang berbeda. jumlah. dan future). kategori infleksi kala (tense). Kategori infleksi itu dilihat berdasarkan pragmatik (kontekstual). subjungtif. imperative. Verhaar (1999:118) menyatakan bahwa bentuk mengajar dan diajar adalah dua bentuk (aktif dan pasif) dari kata yang sama (infleksi) yaitu mengajar.(persona per- . Boiij (2005: 100. Kategori morfologi infleksi seperti kala (tense). (2) voice: aktif dan pasif. dan (7) gender. Stump (2001:28-30) mengemukakan kategori infleksi pada verba yakni tense (past. (2) aspect. dan future). voice dan mood. modus (mood) tidak terdapat dalam BI. dan afiks di. Tiga kategori morfologi infleksi untuk verba tersebut juga dinyatakan oleh Radford dkk. subjunctive. jumlah. leksem dari bentuk-bentuk paradigmatis (infleksi) mengajar. yakni TENSE (past. 1999:147). Selain itu. Namun. voice. dan imperatif. diajar. Dalam bentukbentuk paradigmatis (infleksi) seperti mengajarnya. Radford. Dalam BI. istilah leksem lebih tepat digunakan dengan mengikuti konsep leksem tersebut. present. ASPEK (perfective. (1999:154156) yakni tense. yakni verba dan nomina (derivasi). dan gender. second. (6) number. pemilihan sufiks infleksi mempunyai konsekuensi stilistik. Pengertian istilah kata yang sama dengan kata yang tidak sama adalah dalam pengertian kata sebagai leksem. (3) mood: indikatif. etc). etc). Widowson (1997). dalam bahasa tertentu. Nomor 1. present. proklitik ku. VOICE (active. Februari 2008 golong dalam kategori morfologi infleksi. aspek. terdapat pula kategori infleksi dari segi ragam bahasa. past. Kiefer (2001:274) mengemukakan dalam bahasa Hungaria. Hal itu dapat pula dipahami.18 BAHASA DAN SENI. Infleksi lemah adalah bentuk yang kurang formal (tidak formal) sedangkan infleksi kuat adalah bentuk yang formal secara kontekstual. Tahun 36. plural. Dengan demikian. dan mood. diajarnya. (3) mood. Boiij (2005:109) juga mengemukakan dalam bahasa Jerman. Namun demikian. Berdasarkan pendapat Verhaar (1999). Selain itu. dan kauajar ditentukan bentuk kutipnya adalah bentuk mengajar (Verhaar. yakni (1) kategori diatesis. Makna stilistik sufiks berada dalam rentangan ragam tidak formal ke ragam formal. dkk. Alieva. Bentuk aktif dan pasif sebagai kategori infleksi dalam verba BI dapat ditelusuri dalam bentuk-bentuk kompleks. afiks-afiks pembentuk verba ternyata tidak banyak yang termasuk kategori morfologi infleksi. adjektif atributif mempunyai dua pola infleksi kontekstual yang secara tradisional disebut (1) infleksi lemah (weak inflection). (4) voice. Stump (2001). menurut hemat penulis. dan (2) kategori persona.) PERSON (first. kuajar. etc. dan future. yakni afiks meN. yakni (1) tense: present.(pemarkah kategori aktif) untuk menyatakan bahwa S adalah AGEN. etc). aspek. imperfective. modus tersebut diungkapkan secara leksikal.

Menurut Boiij (2005:109). kaudorong. berita dan artikel pada surat kabar Kompas. kucari.(persona kedua). Morfologi infleksi pada verba transitif dikemukakan juga oleh Subroto (1996. membeli. dibeli. (1991:130) bah-wa pemakaian afiks bertidak mengakibatkan perbedaan arti leksikal (tidak berbeda maknanya).adalah berkategori ragam formal. Makna stilistik sufiks berada dalam rentangan ragam tidak formal ke ragam formal. Subroto (1987:18) menyatakan pada dasarnya tidak terdapat perbedaan referen antara lari dan berlari sehingga termasuk infleksional. Sumber data adalah sumber tulis yakni tajuk rencana. DORONG. didorong. memukul. pukul. Afiks infleksi dengan kategori diatesis dan persona mengimbuh pada D verba berfitur semantis AKSI PROSES (transitif) seperti cari. Dalam penjelasannya. teramalkan. Berdasarkan uraian tersebut. Pada bentuk verba lari dan berlari misalnya. Proses morfologi infleksi itu juga terjadi pada D verba berfitur semantis AKSI (PROSES) (transitif) lainnya. Afiks ber. Infleksi yang berkaitan dengan ragam formal dan tidak formal itu (ragam percakapan) juga terdapat dalam bahasa Jerman. adjektif atributif mempunyai dua pola infleksi kontekstual yang secara tradisional disebut (1) infleksi lemah (weak inflection). kubeli. 1989. produktif. bentuk lari dan kerja adalah berkategori ragam informal (ragam percakapan). Infleksi lemah adalah bentuk yang kurang formal (tidak formal) sedangkan infleksi kuat adalah bentuk yang formal secara kontekstual. dorong menghasilkan bentuk-kata (kata gramatikal) mencari. BELI. kaubeli. menjadi berlari dan bekerja adalah proses morfologi infleksi. kudorong. majalah Tempo. pemilihan sufiks infleksi mempunyai konsekuensi stilistik. beli. kaucari. dalam bahasa Hungaria. dipukul. Artinya. Afiksasi pada verba berfitur semantis AKSI (intransitif) seperti lari dan kerja. dkk. Kiefer (2001: 274) juga mengemukakan. dan terjadi pada D verba berfitur semantis AKSI PROSES (transitif) atau subkelas V AKSI PROSES. sedangkan bentuk berlari dan bekerja adalah berkategori ragam formal. majalah Intisari. Selain itu. A atributif (infleksi kuat/lebih formal) heiss-er Tee heiss-e Suppe heiss-es Wasser hot tea hot soup hot water die heiss-e Suppe das heiss-e Wasser the hot soup the hot water Selain itu. hal itu juga sesuai dengan pendapat Alieva. Data penelitian adalah kalimat (tuturan) yang di dalamnya terdapat verba afiksasi BI yang mengisi fungsi predikat kalimat. kaupukul. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian linguistik struktural dan memanfaatkan teori tata bahasa kasus Chafe (1970) dan Fillmore (1971) untuk hal semantis verba. Dari beberapa bentuk-kata (kata gramatikal) tersebut hanya terdapat leksem CARI. Proses morfologi infleksi tersebut bersifat teratur. 1987). Hal itu dapat dilihat berikut ini. afiks infleksi pemarkah kategori ragam formal terdapat pula pada beberapa verba berfitur semantis aksi (intransitif) atau subkelas V AKSI. PUKUL. Objek penelitian ini adalah afiks-afiks infleksi pada verba afiksasi BI. yakni telah memiliki definite article dan infleksi kuat (strong inflection) yakni yang simpel/sederhana. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 19 tama). dalam bahasa Jerman. tulisan ini bertujuan mengkaji afiks-afiks infleksi yang terdapat dalam verba afiksasi bahasa Indonesia. Jurnal Linguistik Indone- A atributif (infleksi lemah/ tidak formal) der heiss-e Tee the hot tea . juga akan dikaji fungsi dan makna (sintaksis) afiks infleksi itu. mendorong. Sebagai afiks infleksi. kupukul.Ermanto. dicari. dan proklitik kau.

Stres akan menghilangkan memori Anda. -perpanjang mendaratkan. Pekerja sedang AKTIF (RAGAM FORMAL) betulkan papan atau geladak. yakni peneliti sebagai sumber data penelitian ini (Sudaryanto. Saya mengambil nomor urut. -ambil. Jadi. Nomor 1. Bapak itu sedang mendongkrak mobil. Pekerja sedang membetulkan papan atau geladak. metode agih adalah metode analisis yang alat penentunya justru bagian dari bahasa itu. -buka mencari. Teknik oposisi dua-dua digunakan untuk membandingkan fitur semantisnya dan menentukan afiks infleksi. Mereka AKTIF (RAGAM FORMAL) buang sampah itu. (2) afiks infleksi meN-(2) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKSI (RAGAM FORMAL) dari leksem V AKSI. 1992:72) dan teknik ubah wujud (Sudaryanto. fungsi dan maknanya digunakan dua teknik analisis. 1993:41).20 BAHASA DAN SENI. memperbudak. dan memperpanjang. Bapak itu memandikan kerbau di sungai. merahi. Saya AKTIF (RAGAM FORMAL) ambil nomor urut. 1993:161). Untuk penentuan afiks infleksi. dan membuka. mengambil. menandai. Mereka membuang sampah itu. Tahun 36. membuatkan. -pukuli. Bapak itu sedang AKTIF (RAGAM FORMAL)dongkrak mobil. -buatkan. Makna afiks infleksi meN-(1) adalah pemarkah AKTIF (S adalah AGEN) untuk RAGAM FORMAL. . mendatangi. Manajemen Garuda merencanakan penjualan saham. Pengimbuhan afiks infleksi meN-(1) pada V AKSI PROSES berbentuk simpel (monomorfem) seperti -cari. Februari 2008 sia (terbitan 2005-2006) dan dipilih beberapa buku terbitan Gramedia (terbitan tahun 2000-2005). mencintai. mendorong. -ingatkan. afiks infleksi meN-(1) akan mengimbuh secara otomatis dan teramalkan pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). -merahkan. yakni teknik oposisi dua-dua (Subroto. memandikan. memukuli. -mandikan. hilangkan. -sayangi. digunakan pula sumber lisan. Menurut Sudaryanto (1993:15). Bapak itu AKTIF (RAGAM FORMAL) mandikan kerbau di sungai. memerahi.memiliki dua fungsi: (1) afiks infleksi meN-(1) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKTIF (RAGAM FORMAL) dari leksem V AKSI (PROSES). menyayangi. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi meN-(1) Fungsi afiks infleksi meN-(1) adalah menurunkan kata gramatikal kategori V AKTIF (RAGAM FORMAL) dari leksem V AKSI PROSES dan merupakan pemarkah bahwa AGEN mengisi fungsi S. HASIL DAN PEMBAHASAN Fungsi dan Makna Afiks Infleksi meNAfiks infleksi meN. menghilangkan. Stres akan AKTIF (RAGAM FORMAL) hilangkan memori Anda. -tandai. -perbudak. -cintai. Konglomerat meny(s)umbangkan emas serta batu mulia kepada pemerintah. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. -dorong. Sumber tulis lainnya yang digunakan adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ketiga Depdiknas. Teknik ubah wujud digunakan untuk menentukan fungsi dan makna (sintaksis) afiks infleksi. Pengimbuhan afiks infleksi meN-(1) pada V AKSI PROSES berbentuk kompleks (polimorfem) seperti daratkan. -datangi. 2005. memerahkan. Konglomerat AKTIF (RAGAM FORMAL) (s)umbangkan emas serta batu mulia kepada pemerintah. Metode analisis yang digunakan adalah metode agih yang dikemukakan oleh Sudaryanto (1993:15). mengingatkan. Selain sumber tulis. Manajemen Garuda AKTIF (RAGAM FORMAL) rencanakan penjualan saham.

adalah menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF KANONIS dari leksem V AKSI PROSES. Mereka melempari kantor itu sehinga kacakacanya pecah. Pencuri itu melompat ke luar melalui jendela. Ia akan menikah dengan seorang guru. Berdasarkan uraian tersebut. Pemerintah Indonesia sedang AKTIF (RAGAM FORMAL) perbaiki regulasi perburuhan dan perpajakan. Pemerintah juga memperhitungkan kondisi bisnisnya. Bapepam AKTIF (RAGAM FORMAL) percepat proses penggabungan dua bursa efek. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi diAfiks infleksi di. Afiks infleksi meN-(2) hanya mengimbuh pada V AKSI tertentu saja. Afiks infleksi di. Pencuri itu AKSI (RAGAM FORMAL) lompat ke luar melalui jendela. Pemerintah juga AKTIF (RAGAM FORMAL) perhitungkan kondisi bisnisnya. Kasuari jantan dan betina AKTIF (RAGAM FORMAL) duduki teritori tertentu pada saat bertelur.adalah pemarkah bahwa PASIEN mengisi fungsi S ( posisi sebelum V) dan AGEN mengisi fungsi PELENGKAP (posisi sesudah V). Mereka AKTIF (RAGAM FORMAL) lempari kantor itu sehinga kaca-kacanya pecah. Bapepam mempercepat proses penggabungan dua bursa efek. Makna afiks infleksi meN-(2) adalah pemarkah V AKSI RAGAM FORMAL. Kawanan gajah tersebut makin AKTIF (RAGAM FORMAL) dekati permukiman. Ia akan AKSI (RAGAM FORMAL) nikah dengan seorang guru. Mereka meloncat secara bersama. Pemerintah AKTIF (RAGAM FORMAL)bagikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga miskin. afiks infleksi di.adalah afiks yang mengimbuh pada V AKSI PROSES untuk penyesuaian bentuk V dengan argumennya (infleksi). makna afiks infleksi meN-(1) adalah pemarkah AKTIF .digunakan apa- Berdasarkan uraian di atas. Pada umumnya. Komisi I DPR meny(s)etujui pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI. Polisi men(t)angkapi penjual media porno. Fungsi afiks infleksi di. Pemerintah Indonesia sedang memperbaiki regulasi perburuhan dan perpajakan. Kehadiran afiks infleksi meN-(1) adalah untuk penyesuaian bentuk V AKSI PROSES dengan argumen AGEN yang mengisi fungsi S (proses infeksi). Ia mewawancarai seseorang. (RAGAM FORMAL). Mereka AKSI (RAGAM FORMAL) loncat secara bersama. Polisi AKTIF (RAGAM FORMAL) (t)angkapi penjual media porno. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. Komisi I DPR AKTIF (RAGAM FORMAL) (s)etujui pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI.Ermanto. makna afiks infleksi meN-(2) adalah pemarkah AKSI (RAGAM) FORMAL. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi meN-(2) Fungsi afiks infleksi meN-(2) adalah menurunkan kata gramatikal kategori V AKSI RAGAM FORMAL dari leksem V AKSI. Kawanan gajah tersebut makin mendekati permukiman. Kasuari jantan dan betina menduduki teritori tertentu pada saat bertelur. Dokter mem(p)ilihkan pasien-pasiennya pil KB. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 21 Pemerintah membagikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga miskin. Dokter AKTIF (RAGAM FORMAL) (p)ilihkan pasien-pasiennya pil KB. Proses pengimbuhan afiks infleksi meN-(1) bersifat otomatis pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Ia AKTIF (RAGAM FORMAL) wawancarai seseorang.

akan mengimbuh secara otomatis. dan teramalkan pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). diambil. -pukuli. dihilangkan. . Memori Anda akan dihilangkan oleh stres. -datangi. Februari 2008 bila AGEN merupakan persona ketiga. Kantor itu PASIF (KANONIS) lempari (oleh) mereka sehinga kaca-kacanya pecah. -do-rong. Nomor 1. Mobil sedang PASIF (KANONIS) dongkrak bapak itu. -tandai. Permukiman makin PASIF (KANONIS) dekati kawanan gajah tersebut. dicintai. Bantuan langsung tunai (BLT) dibagikan pemerintah kepada keluarga miskin. Seseorang diwawancarainya. Kerbau dimandikan Bapak itu di sungai. Makna afiks infleksi di. -mandikan. Papan atau geladak sedang dibetulkan pekerja. dipukuli. dimandikan. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang PASIF (KANONIS) perbaiki Pemerintah Indonesia. Bantuan langsung tunai (BLT) PASIF (KANONIS) bagikan pemerintah kepada keluarga miskin. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI PASIF (KANONIS) setujui Komisi I DPR. Nomor urut PASIF (KANONIS) ambil (oleh) saya. Pasien-pasiennya dipilihkan dokter pil KB. -merahkan. -hilangkan. dan diperpanjang. didatangi. -perbudak. Afiks infleksi di.22 BAHASA DAN SENI. diingatkan. dimerahkan. Memori Anda akan PASIF (KANONIS) hilangkan oleh stres. disayangi. ingatkan. Pengimbuhan afiks infleksi di. Pasien-pasiennya PASIF (KANONIS) pilihkan dokter pil KB. Penjualan saham PASIF (KANONIS) rencanakan Manajemen Garuda. Permukiman makin didekati kawanan gajah tersebut. Proses penggabungan dua bursa efek dipercepat Bapepam. -sayangi.adalah pemarkah PASIF (KANONIS) (S adalah PASIEN). Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. dimerahi. Emas serta batu mulia PASIF (KANONIS) sumbangkan (oleh) konglomerat kepada pemerintah. didorong. Sampah itu dibuang (oleh) mereka. -ambil. Penjual media porno ditangkapi polisi. Nomor urut diambil (oleh) saya. -cintai. buka dicari.pada V AKSI PROSES berbentuk simpel (monomorfem) seperti -cari. Kerbau PASIF (KANONIS) mandikan Bapak itu di sungai. Teritori tertentu diduduki kasuari jantan dan betina pada saat bertelur. Kondisi bisnisnya juga PASIF (KANONIS) perhitungkan pemerintah. Penjual media porno PASIF (KANONIS) tangkapi polisi. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang diperbaiki Pemerintah Indonesia. Mobil sedang didongkrak bapak itu. Papan atau geladak sedang PASIF (KANONIS) betulkan pekerja. -perpanjang didaratkan. Kantor itu dilempari (oleh) mereka sehinga kaca-kacanya pecah. Tahun 36. Teritori tertentu PASIF (KANONIS) duduki kasuari jantan dan betina pada saat bertelur. Pengimbuhan afiks infleksi di. Seseorang PASIF (KANONIS) wawancarainya. -merahi. dibuka. Penjualan saham direncanakan Manajemen Garuda. diperbudak. Emas serta batu mulia disumbangkan (oleh) konglomerat kepada pemerintah. dibuatkan. ditandai. -buatkan. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI disetujui Komisi I DPR. Kondisi bisnisnya juga diperhitungkan pemerintah.pada V AKSI PROSES berbentuk kompleks (polimorfem) seperti daratkan. Sampah itu PASIF (KANONIS) buang (oleh) mereka.

Jadi.(klitik) adalah menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF PENGEDEPANAN OBJEK yang terjadi dengan pentopikalan PASIEN dipindahkan ke posisi sebelum AGEN. Emas serta batu mulia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kusumbangkan kepada pemerintah. kubuka. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi kuAfiks infleksi ku. -sayangi. mandikan. kutandai. Penjualan saham PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kurencanakan. Emas serta batu mulia kusumbangkan kepada pemerintah. Makna afiks infleksi ku. -pukuli.(klitik) pada V AKSI PROSES berbentuk simpel (monomorfem) adalah seperti -cari. kucintai. -dorong. kuperbudak. kusayangi. -cintai. . Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 23 Proses penggabungan dua bursa efek PASIF (KANONIS) percepat Bapepam. kumandikan. -merahi. makna afiks infleksi di. Proses pengimbuhan afiks infleksi di. Kehadiran afiks infleksi diadalah untuk penyesuaian bentuk V dengan argumen PASIEN yang mengisi fungsi S (posisi sebelum V). afiks infleksi ku. kubuatkan. -buka kucari.(klitik) adalah pemarkah PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). Pasien-pasien PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kupilihkan pil KB.bersifat otomatis pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Fungsi afiks infleksi ku. kupukuli. -perbudak. Papan atau geladak sedang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kubetulkan. Penjualan saham kurencanakan. sedangkan AGEN tetap pada posisi sebelum V. dan teramalkan pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). kudorong. -tandai. Kondisi bisnisnya juga PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kuperhitungkan. kuhilangkan. Seseorang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kuwawancarai. Mobil sedang kudongkrak. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini.(klitik) digunakan jika AGEN merupakan persona pertama aku. Kondisi bisnisnya juga kuperhitungkan. kumerahi. Sampah itu PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kubuang. dan kuperpanjang. Seseorang kuwawancarai. dan AGEN yang mengisi fungsi Pel (posisi sesudah V). Permukiman makin kudekati.Ermanto. Bantuan langsung tunai (BLT) PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kubagikan kepada keluarga miskin. Bantuan langsung tunai (BLT) kubagikan kepada keluarga miskin. kuambil. Pasien-pasien kupilihkan pil KB. Nomor urut PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kuambil.(klitik) adalah afiks (klitik) yang mengimbuh pada V AKSI PROSES untuk penyesuaian bentuk V tersebut dengan argumennya (infleksi). Pengimbuhan afiks infleksi ku. -ambil. Nomor urut kuambil. Pengimbuhan afiks infleksi ku. -ingatkan. -hilangkan.(klitik) pada V AKSI PROSES berbentuk kompleks (polimorfem) seperti daratkan. -buatkan. Mobil sedang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kudongkrak.adalah pemarkah PASIF KA-NONIS. Afiks infleksi ku. Sampah itu kubuang. Memori Anda akan kuhilangkan. Kerbau kumandikan di sungai. -perpanjang kudaratkan. Memori Anda akan PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kuhilangkan. Berdasarkan uraian tersebut. Papan atau geladak sedang kubetulkan.(klitik) bisa mengimbuh secara otomatis. kumerahkan. -merahkan. kudatangi. kuingatkan. -datangi. Kerbau PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kumandikan di sungai.

(klitik) adalah pemarkah PASIF PENGEDEPANAN OBJEK. Papan atau geladak sedang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaubetulkan. Berdasarkan uraian tersebut.(klitik) pada V AKSI PROSES berbentuk simpel (monomorfem) seperti -cari. -perpanjang kaudaratkan. Fungsi afiks infleksi kau. dan kauperpanjang. kaumandikan. afiks infleksi kau. Penjual media porno PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kutangkapi. Proses penggabungan dua bursa efek PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kupercepat. -merahkan. -merahi. Papan atau geladak sedang kaubetulkan. kaucintai. -tandai. -buatkan. Memori itu akan kauhilangkan. Tahun 36. kausayangi. Kantor itu kulempari sehinga kaca-kacanya pecah. kauambil. kauingatkan. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kuperbaiki.(klitik) pada V AKSI PROSES berbentuk kompleks (polimorfem) seperti daratkan. Sampah itu kaubuang.(klitik) mengimbuh secara otomatis dan teramalkan pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Teritori tertentu PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kududuki. Mobil sedang kaudongkrak. -datangi. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang kuperbaiki. Sampah itu PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaubuang. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kusetujui. Afiks infleksi kau. dorong. Pengimbuhan afiks infleksi kau. -ingatkan.(klitik) untuk penyesuaian bentuk V dengan argumen PA-SIEN yang diletakkan pada posisi sebelum AGEN. Penjual media porno kutangkapi.(klitik) digunakan jika AGEN merupakan persona kedua engkau. kaubuatkan. -cintai. kaumerahi. Nomor urut PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kauambil. makna afiks infleksi ku. dan AGEN berupa persona pertama aku tetap pada posisi sebelum V. Penjualan saham kaurencanakan. -pukuli. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI kusetujui. -perbudak. -ambil. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi kauAfiks infleksi kau. -buka kaucari. -hilangkan. Teritori tertentu kududuki. Mobil sedang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaudongkrak.(klitik) adalah pemarkah PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). kaudorong.(klitik) adalah membentuk kategori V PASIF PENGEDEPANAN OBJEK yang terjadi dengan pentopikalan PASIEN dipindahkan ke posisi sebelum AGEN. kauperbudak.24 BAHASA DAN SENI. . Kehadiran afiks infleksi ku. Nomor urut kauambil. Makna afiks infleksi kau. Penjualan saham PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaurencanakan.(klitik) adalah afiks yang mengimbuh pada V AKSI PROSES untuk penyesuaian bentuk V tersebut dengan argumennya (infleksi). sedangkan AGEN tetap pada posisi sebelum V. -mandikan. kaudatangi. Nomor 1. kaubuka. Proses penggabungan dua bursa efek kupercepat. kaumerahkan. kautandai.(klitik) bersifat otomatis pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Kantor itu PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kulempari sehinga kaca-kacanya pecah. kauhilangkan. Jadi. Pengimbuhan afiks infleksi kau. Proses pengimbuhan afiks infleksi ku. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. kaupukuli. -sayangi. Februari 2008 Permukiman makin PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kudekati.

Dia berbicara. Kantor itu kaulempari sehinga kacakacanya pecah.(klitik) bersifat otomatis pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Emas serta batu mulia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kausumbangkan kepada pemerintah. Penjual media porno PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kautangkapi. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI kausetujui. Berdasarkan uraian di atas. Pasien-pasien PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kupilihkan pil KB. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kausetujui. Seseorang kauwawancarai. Pasien-pasien kaupilihkan pil KB. Kondisi bisnisnya juga PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kauperhitungkan. Kehadiran afiks infleksi ku. Kondisi bisnisnya juga kauperhitungkan. Saya bekerja di sebuah perusahaan di Serpong. Saya (RAGAM FORMAL) kerja di sebuah perusahaan di Serpong.(klitik) adalah pemarkah PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). Keduanya juga bersekolah di Sragen. Iwan juga berkonsultasi pada ahlinya. .adalah afiks yang mengimbuh pada V AKSI atau V KEADAAN tertentu untuk penyesuaian bentuk V tersebut dengan ragam bahasa yakni RAGAM FORMAL. Penjual media porno kautangkapi. Bantuan langsung tunai (BLT) kaubagikan kepada keluarga miskin. dan AGEN berupa persona kedua engkau yang tetap pada posisi sebelum V. Teritori tertentu kaududuki. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti berikut. Kantor itu PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaulempari sehinga kaca-kacanya pecah. Emas serta batu mulia kausumbangkan kepada pemerintah. Seseorang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kauwawancarai. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi beRAfiks infleksi beR. Bantuan langsung tunai (BLT) PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaubagikan kepada keluarga miskin. Mereka berunjuk rasa. Kerbau PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaumandikan di sungai. Makna afiks infleksi beR. Iwan juga (RAGAM FORMAL) konsultasi pada ahlinya. Keduanya juga (RAGAM FORMAL) sekolah di Sragen. Proses penggabungan dua bursa efek PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaupercepat. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang kauperbaiki. Mereka (RAGAM FORMAL) berunjuk rasa. Seorang anak perempuan manis berlari. Fungsi afiks infleksi beRadalah menurunkan kata gramatikal V AKSI ragam formal atau V KEADAAN ragam formal. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 25 Memori itu akan PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kauhilangkan.Ermanto. Proses pengimbuhan afiks infleksi ku.(klitik) adalah untuk penyesuaian bentuk V dengan argumen PASIEN yang diletakkan pada posisi sebelum AGEN.adalah pemarkah V AKSI atau V KEADAAN (RAGAM FORMAL). Seorang anak perempuan manis (RAGAM FORMAL) lari. Teritori tertentu PASIF PENGEDEPANAN OBJEK kaududuki. Kerbau kaumandikan di sungai. Proses penggabungan dua bursa efek kaupercepat. Permukiman makin PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaudekati. Permukiman makin kaudekati. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kauperbaiki. makna afiks infleksi kau. Dia (RAGAM FORMAL) bicara.

Mereka (RAGAM FORMAL) ada di Yogyakarta. -dorong. -hilangkan. Fungsi dan makna afiks infleksi Ø/zero tersebut dijelaskan berikut ini. Bapak itu sedang AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) dongkrak mobil. Makna afiks infleksi Ø (zero)(1) adalah pemarkah V AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN). Seluruh tetangganya juga bersedih. Jadi. Mereka Øbuang sampah itu. Saya AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) ambil nomor urut. Putera Sampoerna bersabar. Bapak itu sedang Ødongkrak mobil. Pekerja sedang AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) betulkan papan atau geladak. Seluruh tetangganya (RAGAM FORMAL) gembira. Pengimbuhan afiks infleksi Ø (zero) pada V AKSI (PROSES) berbentuk kompleks (polimorfem) seperti daratkan. Kehadiran afiks infleksi beR. . Øambil. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi Ø/zero Afiks infleksi Ø/zero memiliki tiga fungsi: (1) afiks infleksi Ø/zero(1) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKTIF RAGAM PERCAKAPAN. -ingatkan. -perbudak.adalah pemarkah V AKSI RAGAM FORMAL atau V KEADAAN RAGAM FORMAL. Saya Øambil nomor urut. -cintai. Øpukuli. -mandikan. (3) afiks infleksi Ø/zero(3) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKSI RAGAM PERCAKAPAN atau V KEADAAN RAGAM PERCAKAPAN. Øtandai. Mereka AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) buang sampah itu. Nomor 1. Ødorong. Manajemen Garuda AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) rencanakan penjualan saham. Øhilangkan. -merahi. Bapak itu AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) mandikan kerbau di sungai. Stres akan AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) hilangkan memori Anda.26 BAHASA DAN SENI.adalah untuk penyesuaian bentuk V dengan ragam bahasa yakni RAGAM FORMAL. Ømerahkan. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi Ø/zero(1) Afiks infleksi Ø (zero)(1) adalah afiks yang mengimbuh pada V AKSI (PROSES) untuk penyesuaian bentuk V tersebut dengan argumennya (infleksi). Ømandikan. Øsayangi. Saya sangat (RAGAM FORMAL) bahagia. afiks infleksi Ø (zero)(1) akan mengimbuh secara otomatis (dan bersifat opsional). Øcintai. -tandai. Februari 2008 Seluruh tetangganya bergembira. -sayangi. Fungsi afiks infleksi Ø (zero)(1) adalah menurunkan kata gramatikal kategori V AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN). -pukuli. Pekerja sedang Øbetulkan papan atau geladak. Ødatangi. Ømerahi. -buka Øcari. Tahun 36. -perpanjang Ødaratkan. -datangi. Konglomerat Øs)umbangkan emas serta batu mulia kepada pemerintah. Stres akan Øhilangkan memori Anda. Seluruh tetangganya juga (RAGAM FORMAL) sedih. -merahkan. Øperbudak. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti berikut. Bapak itu Ømandikan kerbau di sungai. Berdasarkan uraian di atas. Pengimbuhan afiks infleksi Ø (zero)(1) pada V AKSI (PROSES) berbentuk simpel (monomorfem) adalah seperti -cari. (2) afiks infleksi Ø/zero(2) yang menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). Øbuatkan. Mereka berada diYogyakarta. buatkan. Øbuka. dan Øperpanjang. Manajemen Garuda Ørencanakan penjualan saham. Saya sangat berbahagia. Putera Sampoerna (RAGAM FORMAL) sabar. dan teramalkan pada se- mua V AKSI (PROSES) baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). -ambil. Øingatkan. makna afiks infleksi beR.

Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 27 Konglomerat AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) (s)umbangkan emas serta batu mulia kepada pemerintah. Jadi. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi Ø/zero(2) Afiks infleksi Ø (zero)(2) adalah afiks yang mengimbuh pada V AKSI PROSES untuk penyesuaian bentuk V tersebut dengan argumennya (infleksi). dorong. Ia AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) wawancarai seseorang. Pemerintah juga AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) perhitungkan kondisi bisnisnya. Bapepam Øpercepat proses penggabungan dua bursa efek. Pemerintah Øbagikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga miskin. Kawanan gajah tersebut makin Ødekati permukiman. -perpanjang (dia) Ø daratkan. Polisi AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) (t)angkapi penjual media porno. (dia) Ø hilangkan. -tandai. Polisi Ø(t)angkapi penjual media porno. makna afiks infleksi Ø (zero)(1) adalah pemarkah AKTIF RAGAM PERCAKAPAN. Berdasarkan uraian di atas. -cintai. -buatkan. Pengimbuhan afiks infleksi Ø (zero)(2) pada V AKSI PROSES berbentuk kompleks (polimorfem) seperti daratkan. Pemerintah juga Øperhitungkan kondisi bisnisnya. -merahi. Afiks infleksi Ø (zero)(2) digunakan jika AGEN merupakan persona ketiga. Pemerintah Indonesia sedang AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) perbaiki regulasi perburuhan dan perpajakan. -ambil. Pengimbuhan afiks infleksi Ø (zero)(2) pada V AKSI PROSES berbentuk simpel (monomorfem) seperti -cari. Kehadiran afiks infleksi Ø (zero)(1) untuk penyesuaian bentuk V dengan argumen A-GEN yang mengisi fungsi S dalam ragam percakapan dan bersifat opsional. (dia) Øambil. bahkan menurut Chung (1989:7) dapat terjadi pada semua pronomina. Pemerintah Indonesia sedang Øperbaiki regulasi perburuhan dan perpajakan. Fungsi afiks infleksi Ø (zero)(2) adalah menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) yang terjadi dengan pentopikalan PASIEN dipindahkan ke posisi sebelum AGEN sedangkan AGEN tetap pada posisi sebelum V. dan teramalkan pada semua V AKSI (PROSES) baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Kasuari jantan dan betina AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) duduki teritori tertentu pada saat bertelur. Komisi I DPR Ø(s)etujui pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI. -perbudak. Pemerintah AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) bagikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga miskin. Kasuari jantan dan betina Øduduki teritori tertentu pada saat bertelur. (dia) Øbuka. Mereka Ølempari kantor itu sehinga kacakacanya pecah. Dokter Ø (p)ilihkan pasien-pasiennya pil KB. Dokter AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) (p)ilihkan pasien-pasiennya pil KB. afiks infleksi Ø (zero)(2) mengimbuh secara otomatis.Ermanto. -mandikan. -sayangi. Bapepam AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) percepat proses penggabungan dua bursa efek. Ia Øwawancarai seseorang. (dia) Ødorong. (dia) Ø ingatkan. -buka (dia) Øcari. (dia) Ø mandi- . -datangi. (dia) Ø merahkan. -hilangkan. -merahkan. Kawanan gajah tersebut makin AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) dekati permukiman. Proses pengimbuhan afiks infleksi Ø (zero)(1) bersifat otomatis pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). -pukuli. Mereka AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) lempari kantor itu sehinga kaca-kacanya pecah. Komisi I DPR AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) (s)etujui pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI. ingatkan.

(dia) Ø pukuli. Makna afiks infleksi Ø (zero)(2) adalah pemarkah PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). Proses peng-imbuhan afiks infleksi Ø (zero)(2) bersifat otomatis pada semua V AKSI (PROSES) baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). (dia) Ø sayangi. Permukiman makin dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) dekati.28 BAHASA DAN SENI. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang dia Øperbaiki. Teritori tertentu dia Øduduki. makna afiks infleksi Ø (zero)(2) adalah pemarkah PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). Pasien-pasien dia Øpilihkan pil KB. Kondisi bisnisnya juga dia Øperhitungkan. Tahun 36. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi Ø/zero(3) Afiks infleksi Ø (zero)(3) adalah afiks yang mengimbuh pada V AKSI atau V KEADAAN untuk penyesuaian bentuk V tersebut dengan ragam bahasa. Seseorang dia Øwawancarai. (dia) Ø datangi. Emas serta batu mulia dia Øsumbangkan kepada pemerintah. Seseorang dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) wawancarai. Sampah itu dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) buang. Kehadiran afiks infleksi Ø (zero)(2) untuk penyesuaian bentuk V dengan argumen PASIEN yang diletakkan pada posisi sebelum AGEN. Kantor itu dia Ølempari sehinga kaca-kacanya pecah. Nomor urut dia Øambil. Sampah itu dia Øbuang. Permukiman makin dia Ødekati. Proses penggabungan dua bursa efek dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) percepat. Fungsi afiks infleksi Ø . Nomor urut dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) ambil. Bantuan langsung tunai (BLT) dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) bagikan kepada keluarga miskin. Teritori tertentu dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) duduki. Penjualan saham dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) rencanakan. Emas serta batu mulia dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) sumbangkan kepada pemerintah. Mobil sedang dia Ødongkrak. yaitu (RAGAM PERCAKAPAN). Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) perbaiki. Kerbau dia Ømandikan di sungai. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI dia Øsetujui. (dia) Ø buatkan. (dia) Ø tandai. Penjual media porno dia Øtangkapi. Kondisi bisnisnya juga dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) perhitungkan. (dia) Ø merahi. Memori itu akan dia Øhilangkan. dan AGEN berupa persona ketiga atau semua pronomina yang tetap pada posisi sebelum V. Papan atau geladak sedang dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) betulkan. (dia) Ø perpanjang. Kerbau dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) mandikan di sungai. Papan atau geladak sedang dia Øbetulkan. Penjual media porno dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) tangkapi. Mobil sedang dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) dongkrak. Berdasarkan uraian tersebut. (dia) Ø perbudak. Penjualan saham dia Ørencanakan. Proses penggabungan dua bursa efek dia Øpercepat. Bantuan langsung tunai (BLT) dia Øbagikan kepada keluarga miskin. Pasien-pasien dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) pilihkan pil KB. Februari 2008 kan. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) setujui. Memori itu akan dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) hilangkan. Nomor 1. Kantor itu dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) lempari sehinga kaca-kacanya pecah. (dia) Ø cintai.

Ermanto. SIMPULAN Berdasarkan uraian tersebut.F dkk. Saya Økerja di sebuah perusahaan di Serpong. afiks infleksi kau. Keduanya juga (RAGAM PERCAKAPAN) sekolah di Sragen.yang berfungsi menurunkan kata gramatikal V AKSI ragam formal atau V KEADAAN ragam formal. Dia Øbicara.yang berfungsi menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF (KA-NONIS) dari leksem V AKSI (PROSES). dengan ragam bahasa. afiks infleksi Ø/zero yang memiliki tiga fungsi. Yogyakarta: Kanisius. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 29 (zero)(3) adalah menurunkan kata gramatikal V AKSI (RAGAM PERCAKAPAN) atau V KEADAAN (RAGAM PERCAKAPAN). (2) afiks infleksi meN-(2) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKSI (RAGAM FORMAL) dari leksem V AKSI. 1991. Mereka (RAGAM PERCAKAPAN) berunjuk rasa. Kehadiran afiks infleksi Ø (zero)(3) untuk penyesuaian bentuk V . afiks infleksi meN. Iwan juga (RAGAM PERCAKAPAN) konsultasi pada ahlinya. Seluruh tetangganya Øgembira. Seorang anak perempuan manis (RAGAM PERCAKAPAN) lari. DAFTAR RUJUKAN Alieva. dapat disimpulkan berikut ini. Seorang anak perempuan manis Ølari. yakni (RAGAM PERCAKAPAN). N. Saya sangat Øbahagia. Berdasarkan uraian tersebut. Saya (RAGAM PERCAKAPAN) kerja di sebuah perusahaan di Serpong. afiks infleksi ku(klitik) yang berfungsi menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) yang terjadi dengan pentopikalan PASIEN dipindahkan ke posisi sebelum AGEN sedangkan AGEN tetap pada posisi sebelum V. Keempat. Mereka Øada diYogyakarta. Bahasa Indonesia: Deskripsi dan Teori. yakni (1) afiks infleksi meN-(1) yang menurunkan kata gra-matikal kategori V AKTIF (RAGAM FOR-MAL) dari leksem V AKSI (PROSES). Mereka (RAGAM PERCAKAPAN) ada diYogyakarta. Keduanya juga Øsekolah di Sragen. Mereka Øunjuk rasa. Iwan juga Økonsultasi pada ahlinya. Kelima. Seluruh tetangganya juga Øsedih. Putera Sampoerna (RAGAM PERCAKAPAN) sabar. makna afiks infleksi Ø (zero)(3) adalah pemarkah VER-BA AKSI (RAGAM PERCAKAPAN) atau VERBA KEADAAN (RAGAM PERCA-KAPAN). Putera Sampoerna Øsabar. a-fiks infleksi di. Seluruh tetangganya juga (RAGAM PERCAKAPAN) sedih. Dia (RAGAM PERCAKAPAN) bicara.(klitik) yang berfungsi menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF (PENGEDEPANAN OB-JEK) yang terjadi dengan pentopikalan PA-SIEN dipindahkan ke posisi sebelum A-GEN sedangkan AGEN tetap pada posisi sebelum V. afiks infleksi beR. Seluruh tetangganya (RAGAM PERCAKAPAN) gembira. Keenam. (3) afiks infleksi Ø/zero(3) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKSI (RAGAM PERCAKAPAN) atau V KEADAAN (RAGAM PERCAKAPAN). Kedua. (2) afiks infleksi Ø/zero(2) yang menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). yakni (1) afiks infleksi Ø/zero(1) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN). Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. Makna afiks infleksi Ø (zero)(3) adalah pemarkah V AKSI (RAGAM PERCAKAPAN) atau V KEADAAN (RAGAM PERCAKAPAN).yang memiliki dua fungsi. Saya sangat (RAGAM PERCAKAPAN) bahagia. Pertama. Ketiga.

Surakarta: Fakultas Sastra UNS. 2001. Wallace L. D. Meaning and The Structure of Language. Malden: Blackwell Publishers Subroto. Beard. Andrew dkk. Introducing Linguistic Morphology. Hatch. 1970. Vocabulary. Dik. Zwicky (eds) The Handbook of Morfology. Kirsten. Mark and Fudeman. Geert. 1997. Edi. Bandung: Penerbit ITB Bandung. Scalise. Konsep Leksem dan Upaya Pembaharuan Penyusunan Kamus dalam Bahasa Indonesia. Subroto. Dordrecht-Holland:Foris Publication. Jakarta: Balai Pustaka Fillmore. Chicago: The University of Chicago Press. New York: Oxford University Press. J. 1988. Semantics.G. Cambridge: Cambridge Unoiversity Press. Edi. 1999. Edi. Sudaryanto. 1994. 1996. 1995. 1983. 1992. Laurie. D. Ilmu Bahasa Umum. Verhaar. Stump. IKIP Muhammadyah Yogyakarta. D. Cheryl. 1993.C & Kooij. Tahun 36. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. 16 17 Oktober. Morphology: An Introduction to The Theory of WordStructure. Derivasi dan infleksi: Kemungkinan Penerapannya dalam Morfologi Bahasa Indonesia. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Cambridge: Cambridge University Press. Cambridge: Cambridge University Press. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Subroto. Some Problems for Case Grammar . 1984. Inflection dalam Andrew Spencer and Anold M. Georgetown University Round Table on Languages and Lingusitics. Yule. 1971. 1974. Washington:Georgetown University Press. Makalah Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia XI. Malden: Blackwell Publishers Boiij. Majalah Ilmiah Haluan Sastra dan Budaya No. Kiefer. Ferenz. Widdowson. Evelyn and Brown. Februari 2008 Aronoff. Bauer. English Word Formation. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. P.H. Sergio. Robert. Yogyakarta: Duta Wacana University Press. Asas-asas Linguistik Umum. D. 1996. Charles J.G. Linguistics. Subroto. S. Radford. Zwicky (eds) The Handbook of Morfology. Edi. Chafe. Edinburgh: Edinburgh University Press.) Bahasa Nasional Kita: Dari Sumpah Pemuda ke Pesta Emas Kemerdekaan 1928 1995. The Study of Language (Second edition). Konsep Leksem dan Upaya Pengorganisasian Kembali Lema dan Sublema Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Soenjono Dardjowidjojo (Ed. 2005.W. New York: Oxford University Press. J. 2001. Pengantar Metode Penelitian Struktural.30 BAHASA DAN SENI. 1999. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa RI dan Universitas Leiden Depdiknas. George. 2001. Cambridge: Cambridge University Press. 13 Tahun VII September-Oktober. Laurie. 1989. . Nomor 1. Malden: Blackwell Publishers Matthews. The Grammar of Words: An Introduction to Linguistic Morphology.M. What is Morphology? Malden:Blackwell Publishing Bauer. Linguistic: An Introduction. 2005. H. Morphology and Pragmatics dalam Andrew Spencer and Anold M. 2005. Gregory. and Language Education. Derivation dalam Andrew Spencer and Anold M. 1987. Zwicky (eds) The Handbook of Morphology. Cambridge: Cambridge University Press. Generative Morphology.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful