FUNGSI DAN MAKNA AFIKS INFLEKSI PADA VERBA AFIKSASI BAHASA INDONESIA

:
Tinjauan dari Perspektif Morfologi Derivasi dan Infleksi

Ermanto
FBSS Universitas Negeri Padang

Abstract: This research studies Indonesian verbal affixation from derivational and inflectional morphological perspectives. It is a qualitative research project applying structural linguistic method. This research also uses case grammar for semantic analysis. The results indicate that Indonesian verbal affixation has six inflectional affixes which include 1) meN-, 2) di-, 3) ku- (clitic), 4) kau- (clitic), 5) beR-, and 6) Ø/zero. Keywords: morphological inflections, inflectional affixes, verbal affixation

Matthews (1974:41) menyimpulkan bahwa morfologi terdiri atas dua subbidang, yakni: (1) morfologi infleksi dan (2) morfologi leksikal (morfologi derivasional). Bauer (1988:73) juga menyatakan bahwa morfologi secara tradisional dibagi atas dua cabang yakni derivasi dan infleksi; dasar pembedanya adalah derivasi menghasilkan leksem baru dan infleksi menghasilkan bentuk kata (kata gramatikal) dari leksem. Pembagian dua ranah morfologi oleh Matthews (1974) dan Bauer (1988) tersebut juga dilakukan oleh Widdowson (1997). Menurut Widdowson (1997:46-47) morfologi berkonsentrasi pada dua fenomena yang berbeda yakni derivasi dan infleksi. Pakar linguistik yang juga membagi morfologi atas derivasi dan infleksi adalah seperti Scalise (1984:103-114), Dik dan Kolij (1994:170-171), Stump (2001:14-18), Beard (2001:44-45), Aronof dan Fudeman (2005:160), dan Boiij (2005:112-115).
16

Dalam morfologi derivasi dan morfologi infleksi, afiks-afiks digolongkan atas dua jenis yakni: (1) afiks derivasi dan (2) afiks infleksi. Bauer (1988:12) mengemukakan dua tipe afiks seperti berikut ini.
Affixes can be of two kinds inflectional or derivational. An inflectional affix is one which produces a new word-form of a lexeme from a base. An derivational affix is one which produces a new lexeme from a base. Take a word-form like recreates. This can be analyzed into a prefix re-, a root create, and a suffix s. The prefix makes a new lexeme RECREATE from the base create. But the suffix s just provides another word-form of the lexeme RECREATE. The prefix re- is derivational, but the suffix s is inflectional.

Dikaitkan dengan tiga pengertian kata (kata dalam pengertian kata fonologis/ortografis, kata dalam pengertian kata gramatikal, dan kata dalam pengertian kata

Modus adalah pengungkapan sikap penutur terhadap apa yang dituturkan dan secara infleksional sikap itu tampak dalam modus verbal seperti indikatif. dan afiks infleksi adalah afiks yang berfungsi memproduksi bentuk-kata (kata gramatikal) dari suatu leksem. lampau. afiks dapat dibedakan atas dua kelompok berdasarkan fungsinya. kedua. feminin. terjadinya (pungtual). dan adanya kebiasaan (habituatif). pasif. Bertolak dari fungsi fleksi dan fungsi derivasi pada afiks.Ermanto. Kelima hal itu dijelaskan Verhaar (1999:126 133) sebagai berikut. dan voice. Menurut Verhaar. afiks infleksi (tetapi dapat pula afiks derivasi). jumlah (tunggal. diatesis dibedakan sebagai aktif. Selain Verhaar. adanya hasil atau tidak (resultatif jika ada hasil. optatif/desideratif. Kala adalah hal yang menyangkut waktu atau saat (dalam hubungannya dengan saat penuturan) adanya atau terjadinya atau dilaksanakannya apa yang diartikan oleh verba seperti kala kini. Yule menggunakan istilah new word sebagai kata dalam pengertian kata leksikal (leksem). dan paukal). sedangkan afiks infleksi selalu mempunyai makna yang tetap (teratur). jenis (maskulin. dan negatif. Sejumlah cara membedakan afiks derivasi dengan afiks infleksi menurut Bauer (1988:12-13) adalah (1) jika suatu afiks mengubah kelas kata. proses afiksasi yang bersifat infleksi akan menghasilkan bentuk-kata (word-form) (kata dalam pengertian kata gramatikal) dari suatu leksem (D). Berdasarkan pendapat Bauer dan Yule dinyatakan bahwa afiks dibedakan atas afiks derivasi dan infleksi. aspect. selesai tidaknya (imperfektif jika belum selesai. person. interogatif. Namun. dua. (3) suatu kaidah umum adalah afiks derivasi kurang produktif sedangkan afiks infleksi sangat produktif. dan dalam bahasa tertentu juga sebagai medial. yakni (1) afiks derivasi dan (2) afiks infleksi. para ahli yang mengemukakan kategori infleksi pada verba adalah berikut ini. perfektif jika selesai). berlangsungnya (duratif/progresif). dan futur. Proses morfologi infleksi dalam bahasabahasa di dunia dikenal dengan konjugasi dan deklinasi (Verhaar. afiks infleksi digunakan pada proses afiksasi yang bersifat infleksi. Hatch and Brown (1995: 225) dan Widdowson (1997:49) juga menyatakan berbagai proses penurunan verba yang ter- . banyak bahasa memarkahi verba untuk persona (pertama. yakni afiks derivasi dan afiks infleksi juga dikemukakan oleh Yule (1996:76-77). mulainya (inkoatif). Pembagian dua tipe afiks. subjungtif. 1999:126) mencakup (1) kala. dan (5) persona. dapat dipahami bahwa istilah word-form adalah kata dalam pengertian kata gramatikal dan lexeme adalah kata dalam pengertian kata leksikal. biasanya. tense. jumlah. Selain itu. yaitu adanya kegiatan atau kejadian (statif). dan jika tidak mengubah kelas kata. (4) diatesis. berarti afiks derivasi. Beberapa kategori morfologi infleksi menurut Bauer (1988:74). atau juga neutrum). gender. yakni number. Afiks derivasi digunakan pada proses afiksasi yang bersifat derivasi. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 17 leksikal). (2) afiks derivasi mempunyai makna yang tidak tetap (tidak teratur). Aspek menyangkut salah satu segi dari apa yang diartikan oleh verba. 1999:121). konjugasi adalah alternasi infleksi pada verba dan deklinasi adalah alternasi infleksi pada nomina dan pada kelas kata lain seperti pronomina dan adjektiva. Bauer (1988:12) menjelaskan bahwa afiks derivasi adalah afiks yang memproduksi leksem baru (kata dalam pengertian leksem) dari suatu D. jenis. nonresultatif jika tida ada hasil). dan ketiga). (3) modus. Konjugasi (infleksi pada verba) menurut (Verhaar. trial. jamak. (2) aspek. Proses afiksasi yang bersifat derivasi itu akan menghasilkan leksem (kata dalam pengertian kata leksikal) dari leksem yang menjadi D. Diatesis adalah bentuk verba transitif yang subjeknya dapat atau tidak dapat berperan agentif.

diajar. subjunctive. voice dan mood. Dalam bahasa Indonesia. leksem dari bentuk-bentuk paradigmatis (infleksi) mengajar. imperative. aspek. yakni afiks meN. yakni verba dan nomina (derivasi). (4) voice. dan mood. (2) voice: aktif dan pasif. number.) PERSON (first. dan (2) kategori persona. Penggunaan istilah bentuk kutip oleh Verhaar merupakan istilah yang sama dengan konsep leksem. Widowson (1997). proklitik ku. Februari 2008 golong dalam kategori morfologi infleksi. dan future). kuajar. dan afiks di. dan third). Tahun 36. MOOD (indicative. Dalam BI. kategori morfologi infleksi seperti diatesis (voice) dan persona perlu dikaji dalam verba BI. (5) person. dan Boiij (2005) tersebut dapat disimpulkan bahwa kategori infleksi pada verba adalah (1) tense. terdapat pula kategori infleksi dari segi ragam bahasa. pemilihan sufiks infleksi mempunyai konsekuensi stilistik. dan imperatif. 1999:147). aspek. istilah leksem lebih tepat digunakan dengan mengikuti konsep leksem tersebut. subjungtif. etc). dkk. passive. voice. Tiga kategori morfologi infleksi untuk verba tersebut juga dinyatakan oleh Radford dkk. Selain itu. afiks-afiks pembentuk verba ternyata tidak banyak yang termasuk kategori morfologi infleksi. Boiij (2005: 100. past. Alieva.(persona per- . diajar. Dalam bentukbentuk paradigmatis (infleksi) seperti mengajarnya. dkk. Boiij (2005:109) juga mengemukakan dalam bahasa Jerman. ASPEK (perfective. yakni TENSE (past. Makna stilistik sufiks berada dalam rentangan ragam tidak formal ke ragam formal. kuajar. (6) number. present. Dengan demikian. Setiap afiks verba lainnya yang termasuk kategori infleksi verba adalah person. dan future. Bauer (1988). etc). diajarnya. VOICE (active. Stump (2001:28-30) mengemukakan kategori infleksi pada verba yakni tense (past. Namun demikian. dan future). jumlah. (2) aspect. yakni (1) kategori diatesis. Kiefer (2001:274) mengemukakan dalam bahasa Hungaria.18 BAHASA DAN SENI. Bentuk aktif dan pasif sebagai kategori infleksi dalam verba BI dapat ditelusuri dalam bentuk-bentuk kompleks. Afiks infleksi pada verba BI dapat diungkapkan. present.(pemarkah kategori pasif) untuk menyatakan bahwa S adalah PASIEN. Berdasarkan pendapat Verhaar (1999). dan gender. kategori infleksi kala (tense). modus tersebut diungkapkan secara leksikal. yakni (1) tense: present. Radford. dan kauajar itu adalah ajar. etc. karena BI memang tidak termasuk kelompok bahasa fleksi. (3) mood: indikatif. sedangkan bentuk mengajar dan pengajar merupakan dua kata yang berbeda. Infleksi lemah adalah bentuk yang kurang formal (tidak formal) sedangkan infleksi kuat adalah bentuk yang formal secara kontekstual. aspect. GENDER. (1991:108) menyatakan bahwa pada afiksasi penurunan verba BI hanya terdapat dua kategori morfologi infleksi. jumlah.(pemarkah kategori aktif) untuk menyatakan bahwa S adalah AGEN. (3) mood. Selain itu. plural. Verhaar (1999:118) menyatakan bahwa bentuk mengajar dan diajar adalah dua bentuk (aktif dan pasif) dari kata yang sama (infleksi) yaitu mengajar. dan kauajar ditentukan bentuk kutipnya adalah bentuk mengajar (Verhaar. yakni telah memiliki definite article) dan infleksi kuat (strong inflection) yakni yang simpel/sederhana. second. dan (7) gender. (1999). Namun. NUMBER (singular. (1999:154156) yakni tense. 133-140) menyatakan dalam banyak bahasa terdapat kategori penting infleksi pada verba. Kategori infleksi itu dilihat berdasarkan pragmatik (kontekstual). menurut hemat penulis. Pengertian istilah kata yang sama dengan kata yang tidak sama adalah dalam pengertian kata sebagai leksem. modus (mood) tidak terdapat dalam BI. Kategori morfologi infleksi seperti kala (tense). adjektif atributif mempunyai dua pola infleksi kontekstual yang secara tradisional disebut (1) infleksi lemah (weak inflection). Stump (2001). Hal itu dapat pula dipahami. imperfective. Nomor 1. etc). dalam bahasa tertentu.

didorong. Sumber data adalah sumber tulis yakni tajuk rencana. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 19 tama). majalah Intisari. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian linguistik struktural dan memanfaatkan teori tata bahasa kasus Chafe (1970) dan Fillmore (1971) untuk hal semantis verba. pukul. dalam bahasa Jerman. pemilihan sufiks infleksi mempunyai konsekuensi stilistik. bentuk lari dan kerja adalah berkategori ragam informal (ragam percakapan). Morfologi infleksi pada verba transitif dikemukakan juga oleh Subroto (1996. DORONG. menjadi berlari dan bekerja adalah proses morfologi infleksi. Dari beberapa bentuk-kata (kata gramatikal) tersebut hanya terdapat leksem CARI. dibeli. Menurut Boiij (2005:109). dan terjadi pada D verba berfitur semantis AKSI PROSES (transitif) atau subkelas V AKSI PROSES. Afiksasi pada verba berfitur semantis AKSI (intransitif) seperti lari dan kerja. dkk. kaucari. BELI. Data penelitian adalah kalimat (tuturan) yang di dalamnya terdapat verba afiksasi BI yang mengisi fungsi predikat kalimat. berita dan artikel pada surat kabar Kompas. Berdasarkan uraian tersebut. teramalkan. majalah Tempo. dalam bahasa Hungaria.Ermanto. Kiefer (2001: 274) juga mengemukakan.(persona kedua). produktif. membeli. Makna stilistik sufiks berada dalam rentangan ragam tidak formal ke ragam formal. Hal itu dapat dilihat berikut ini. Artinya. kaupukul. Proses morfologi infleksi tersebut bersifat teratur. afiks infleksi pemarkah kategori ragam formal terdapat pula pada beberapa verba berfitur semantis aksi (intransitif) atau subkelas V AKSI.adalah berkategori ragam formal. Sebagai afiks infleksi. 1987). kubeli. tulisan ini bertujuan mengkaji afiks-afiks infleksi yang terdapat dalam verba afiksasi bahasa Indonesia. mendorong. dipukul. dan proklitik kau. Pada bentuk verba lari dan berlari misalnya. kupukul. (1991:130) bah-wa pemakaian afiks bertidak mengakibatkan perbedaan arti leksikal (tidak berbeda maknanya). Dalam penjelasannya. Proses morfologi infleksi itu juga terjadi pada D verba berfitur semantis AKSI (PROSES) (transitif) lainnya. Objek penelitian ini adalah afiks-afiks infleksi pada verba afiksasi BI. memukul. juga akan dikaji fungsi dan makna (sintaksis) afiks infleksi itu. kaudorong. adjektif atributif mempunyai dua pola infleksi kontekstual yang secara tradisional disebut (1) infleksi lemah (weak inflection). Jurnal Linguistik Indone- A atributif (infleksi lemah/ tidak formal) der heiss-e Tee the hot tea . PUKUL. Infleksi lemah adalah bentuk yang kurang formal (tidak formal) sedangkan infleksi kuat adalah bentuk yang formal secara kontekstual. kudorong. A atributif (infleksi kuat/lebih formal) heiss-er Tee heiss-e Suppe heiss-es Wasser hot tea hot soup hot water die heiss-e Suppe das heiss-e Wasser the hot soup the hot water Selain itu. Afiks ber. yakni telah memiliki definite article dan infleksi kuat (strong inflection) yakni yang simpel/sederhana. Selain itu. kaubeli. dicari. hal itu juga sesuai dengan pendapat Alieva. beli. sedangkan bentuk berlari dan bekerja adalah berkategori ragam formal. Afiks infleksi dengan kategori diatesis dan persona mengimbuh pada D verba berfitur semantis AKSI PROSES (transitif) seperti cari. 1989. dorong menghasilkan bentuk-kata (kata gramatikal) mencari. Subroto (1987:18) menyatakan pada dasarnya tidak terdapat perbedaan referen antara lari dan berlari sehingga termasuk infleksional. Infleksi yang berkaitan dengan ragam formal dan tidak formal itu (ragam percakapan) juga terdapat dalam bahasa Jerman. kucari.

Teknik ubah wujud digunakan untuk menentukan fungsi dan makna (sintaksis) afiks infleksi. Konglomerat AKTIF (RAGAM FORMAL) (s)umbangkan emas serta batu mulia kepada pemerintah. metode agih adalah metode analisis yang alat penentunya justru bagian dari bahasa itu. Jadi. Mereka membuang sampah itu. mendorong. Manajemen Garuda AKTIF (RAGAM FORMAL) rencanakan penjualan saham. Pekerja sedang membetulkan papan atau geladak. dan membuka. Pengimbuhan afiks infleksi meN-(1) pada V AKSI PROSES berbentuk simpel (monomorfem) seperti -cari. -pukuli. -ambil. Metode analisis yang digunakan adalah metode agih yang dikemukakan oleh Sudaryanto (1993:15). menyayangi. Nomor 1. -mandikan. -sayangi. -tandai. 1993:161). 1992:72) dan teknik ubah wujud (Sudaryanto. -ingatkan. Bapak itu AKTIF (RAGAM FORMAL) mandikan kerbau di sungai. -perbudak. Saya AKTIF (RAGAM FORMAL) ambil nomor urut.memiliki dua fungsi: (1) afiks infleksi meN-(1) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKTIF (RAGAM FORMAL) dari leksem V AKSI (PROSES). mengambil. mengingatkan.20 BAHASA DAN SENI. fungsi dan maknanya digunakan dua teknik analisis. memerahi. HASIL DAN PEMBAHASAN Fungsi dan Makna Afiks Infleksi meNAfiks infleksi meN. Makna afiks infleksi meN-(1) adalah pemarkah AKTIF (S adalah AGEN) untuk RAGAM FORMAL. 2005. memerahkan. Stres akan AKTIF (RAGAM FORMAL) hilangkan memori Anda. Mereka AKTIF (RAGAM FORMAL) buang sampah itu. -buatkan. -perpanjang mendaratkan. merahi. Selain sumber tulis. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. Bapak itu memandikan kerbau di sungai. -dorong. Menurut Sudaryanto (1993:15). Stres akan menghilangkan memori Anda. Februari 2008 sia (terbitan 2005-2006) dan dipilih beberapa buku terbitan Gramedia (terbitan tahun 2000-2005). -cintai. Manajemen Garuda merencanakan penjualan saham. Saya mengambil nomor urut. Pengimbuhan afiks infleksi meN-(1) pada V AKSI PROSES berbentuk kompleks (polimorfem) seperti daratkan. memperbudak. yakni peneliti sebagai sumber data penelitian ini (Sudaryanto. Tahun 36. memandikan. membuatkan. 1993:41). Untuk penentuan afiks infleksi. mendatangi. Teknik oposisi dua-dua digunakan untuk membandingkan fitur semantisnya dan menentukan afiks infleksi. Konglomerat meny(s)umbangkan emas serta batu mulia kepada pemerintah. afiks infleksi meN-(1) akan mengimbuh secara otomatis dan teramalkan pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). -datangi. Sumber tulis lainnya yang digunakan adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ketiga Depdiknas. memukuli. . Fungsi dan Makna Afiks Infleksi meN-(1) Fungsi afiks infleksi meN-(1) adalah menurunkan kata gramatikal kategori V AKTIF (RAGAM FORMAL) dari leksem V AKSI PROSES dan merupakan pemarkah bahwa AGEN mengisi fungsi S. -merahkan. Bapak itu sedang AKTIF (RAGAM FORMAL)dongkrak mobil. hilangkan. menghilangkan. menandai. Bapak itu sedang mendongkrak mobil. digunakan pula sumber lisan. -buka mencari. yakni teknik oposisi dua-dua (Subroto. (2) afiks infleksi meN-(2) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKSI (RAGAM FORMAL) dari leksem V AKSI. dan memperpanjang. mencintai. Pekerja sedang AKTIF (RAGAM FORMAL) betulkan papan atau geladak.

Ia akan AKSI (RAGAM FORMAL) nikah dengan seorang guru. Ia akan menikah dengan seorang guru. Berdasarkan uraian tersebut. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi diAfiks infleksi di. Fungsi afiks infleksi di. Polisi AKTIF (RAGAM FORMAL) (t)angkapi penjual media porno.digunakan apa- Berdasarkan uraian di atas. Kawanan gajah tersebut makin mendekati permukiman.Ermanto. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. Ia mewawancarai seseorang. Makna afiks infleksi meN-(2) adalah pemarkah V AKSI RAGAM FORMAL. Kawanan gajah tersebut makin AKTIF (RAGAM FORMAL) dekati permukiman. Afiks infleksi di. Komisi I DPR AKTIF (RAGAM FORMAL) (s)etujui pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI. Kehadiran afiks infleksi meN-(1) adalah untuk penyesuaian bentuk V AKSI PROSES dengan argumen AGEN yang mengisi fungsi S (proses infeksi). Afiks infleksi meN-(2) hanya mengimbuh pada V AKSI tertentu saja. Polisi men(t)angkapi penjual media porno. Pencuri itu melompat ke luar melalui jendela. Pemerintah AKTIF (RAGAM FORMAL)bagikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga miskin. Kasuari jantan dan betina menduduki teritori tertentu pada saat bertelur. makna afiks infleksi meN-(2) adalah pemarkah AKSI (RAGAM) FORMAL. Mereka AKTIF (RAGAM FORMAL) lempari kantor itu sehinga kaca-kacanya pecah. Kasuari jantan dan betina AKTIF (RAGAM FORMAL) duduki teritori tertentu pada saat bertelur. Bapepam AKTIF (RAGAM FORMAL) percepat proses penggabungan dua bursa efek. Ia AKTIF (RAGAM FORMAL) wawancarai seseorang. Dokter mem(p)ilihkan pasien-pasiennya pil KB. Pada umumnya. Pemerintah juga AKTIF (RAGAM FORMAL) perhitungkan kondisi bisnisnya. Mereka melempari kantor itu sehinga kacakacanya pecah. Mereka AKSI (RAGAM FORMAL) loncat secara bersama. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi meN-(2) Fungsi afiks infleksi meN-(2) adalah menurunkan kata gramatikal kategori V AKSI RAGAM FORMAL dari leksem V AKSI. Pencuri itu AKSI (RAGAM FORMAL) lompat ke luar melalui jendela. Mereka meloncat secara bersama. Pemerintah juga memperhitungkan kondisi bisnisnya. Komisi I DPR meny(s)etujui pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI. Proses pengimbuhan afiks infleksi meN-(1) bersifat otomatis pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Pemerintah Indonesia sedang memperbaiki regulasi perburuhan dan perpajakan. afiks infleksi di. (RAGAM FORMAL). Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 21 Pemerintah membagikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga miskin.adalah pemarkah bahwa PASIEN mengisi fungsi S ( posisi sebelum V) dan AGEN mengisi fungsi PELENGKAP (posisi sesudah V). Dokter AKTIF (RAGAM FORMAL) (p)ilihkan pasien-pasiennya pil KB. Pemerintah Indonesia sedang AKTIF (RAGAM FORMAL) perbaiki regulasi perburuhan dan perpajakan. Bapepam mempercepat proses penggabungan dua bursa efek.adalah menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF KANONIS dari leksem V AKSI PROSES.adalah afiks yang mengimbuh pada V AKSI PROSES untuk penyesuaian bentuk V dengan argumennya (infleksi). makna afiks infleksi meN-(1) adalah pemarkah AKTIF .

diingatkan. Penjualan saham PASIF (KANONIS) rencanakan Manajemen Garuda. Mobil sedang didongkrak bapak itu. -do-rong. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang PASIF (KANONIS) perbaiki Pemerintah Indonesia. dimerahkan.adalah pemarkah PASIF (KANONIS) (S adalah PASIEN). Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI disetujui Komisi I DPR. -pukuli. diperbudak. dan teramalkan pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). dan diperpanjang. Papan atau geladak sedang dibetulkan pekerja. Teritori tertentu PASIF (KANONIS) duduki kasuari jantan dan betina pada saat bertelur. Emas serta batu mulia disumbangkan (oleh) konglomerat kepada pemerintah.pada V AKSI PROSES berbentuk kompleks (polimorfem) seperti daratkan.akan mengimbuh secara otomatis. diambil. -tandai. Kerbau PASIF (KANONIS) mandikan Bapak itu di sungai. Memori Anda akan dihilangkan oleh stres. -hilangkan. Nomor urut diambil (oleh) saya. Emas serta batu mulia PASIF (KANONIS) sumbangkan (oleh) konglomerat kepada pemerintah. Kerbau dimandikan Bapak itu di sungai. Februari 2008 bila AGEN merupakan persona ketiga. Papan atau geladak sedang PASIF (KANONIS) betulkan pekerja. buka dicari. -ambil. dimerahi. Penjualan saham direncanakan Manajemen Garuda. -cintai. dipukuli. ingatkan. dihilangkan. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang diperbaiki Pemerintah Indonesia. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI PASIF (KANONIS) setujui Komisi I DPR. Penjual media porno ditangkapi polisi. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. Mobil sedang PASIF (KANONIS) dongkrak bapak itu. -sayangi. ditandai. dibuatkan. Kondisi bisnisnya juga PASIF (KANONIS) perhitungkan pemerintah. -merahkan.pada V AKSI PROSES berbentuk simpel (monomorfem) seperti -cari. -datangi. Kondisi bisnisnya juga diperhitungkan pemerintah. Nomor urut PASIF (KANONIS) ambil (oleh) saya. Bantuan langsung tunai (BLT) dibagikan pemerintah kepada keluarga miskin. -perpanjang didaratkan. Makna afiks infleksi di. Seseorang diwawancarainya. Tahun 36. Bantuan langsung tunai (BLT) PASIF (KANONIS) bagikan pemerintah kepada keluarga miskin. -buatkan. Seseorang PASIF (KANONIS) wawancarainya. Kantor itu dilempari (oleh) mereka sehinga kaca-kacanya pecah. dicintai. didorong. didatangi. Permukiman makin PASIF (KANONIS) dekati kawanan gajah tersebut. -mandikan. dibuka. Pengimbuhan afiks infleksi di. . Nomor 1. Proses penggabungan dua bursa efek dipercepat Bapepam. Penjual media porno PASIF (KANONIS) tangkapi polisi. Permukiman makin didekati kawanan gajah tersebut. -merahi. -perbudak. Kantor itu PASIF (KANONIS) lempari (oleh) mereka sehinga kaca-kacanya pecah. Sampah itu dibuang (oleh) mereka. Sampah itu PASIF (KANONIS) buang (oleh) mereka. Pasien-pasiennya dipilihkan dokter pil KB.22 BAHASA DAN SENI. Memori Anda akan PASIF (KANONIS) hilangkan oleh stres. disayangi. Pasien-pasiennya PASIF (KANONIS) pilihkan dokter pil KB. Pengimbuhan afiks infleksi di. Teritori tertentu diduduki kasuari jantan dan betina pada saat bertelur. Afiks infleksi di. dimandikan.

dan AGEN yang mengisi fungsi Pel (posisi sesudah V). kudatangi. Memori Anda akan kuhilangkan.adalah pemarkah PASIF KA-NONIS. sedangkan AGEN tetap pada posisi sebelum V. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi kuAfiks infleksi ku. Mobil sedang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kudongkrak.(klitik) pada V AKSI PROSES berbentuk kompleks (polimorfem) seperti daratkan.(klitik) digunakan jika AGEN merupakan persona pertama aku. kubuatkan. kuingatkan. kumerahi. kusayangi. Jadi.bersifat otomatis pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). -datangi. Kehadiran afiks infleksi diadalah untuk penyesuaian bentuk V dengan argumen PASIEN yang mengisi fungsi S (posisi sebelum V). Bantuan langsung tunai (BLT) kubagikan kepada keluarga miskin. Seseorang kuwawancarai. Permukiman makin kudekati. Emas serta batu mulia kusumbangkan kepada pemerintah. Afiks infleksi ku. Makna afiks infleksi ku.(klitik) bisa mengimbuh secara otomatis. -perbudak. -dorong. -merahkan. -sayangi.(klitik) pada V AKSI PROSES berbentuk simpel (monomorfem) adalah seperti -cari. Papan atau geladak sedang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kubetulkan. dan kuperpanjang. -buatkan. Bantuan langsung tunai (BLT) PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kubagikan kepada keluarga miskin. kupukuli. Berdasarkan uraian tersebut. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 23 Proses penggabungan dua bursa efek PASIF (KANONIS) percepat Bapepam. -pukuli. -ingatkan. kutandai. Papan atau geladak sedang kubetulkan. -cintai. . Memori Anda akan PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kuhilangkan. dan teramalkan pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Proses pengimbuhan afiks infleksi di. Kerbau kumandikan di sungai. -perpanjang kudaratkan. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. Sampah itu PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kubuang. Pengimbuhan afiks infleksi ku. kuhilangkan.(klitik) adalah menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF PENGEDEPANAN OBJEK yang terjadi dengan pentopikalan PASIEN dipindahkan ke posisi sebelum AGEN. makna afiks infleksi di. Sampah itu kubuang. Kondisi bisnisnya juga kuperhitungkan. kuperbudak. Kondisi bisnisnya juga PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kuperhitungkan. kumandikan. Nomor urut kuambil. kudorong. Penjualan saham kurencanakan. afiks infleksi ku. kuambil. -merahi. Pengimbuhan afiks infleksi ku. -tandai. mandikan. Penjualan saham PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kurencanakan. -hilangkan. Nomor urut PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kuambil. -buka kucari. Seseorang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kuwawancarai. Mobil sedang kudongkrak. Kerbau PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kumandikan di sungai. kubuka. Fungsi afiks infleksi ku.(klitik) adalah afiks (klitik) yang mengimbuh pada V AKSI PROSES untuk penyesuaian bentuk V tersebut dengan argumennya (infleksi). Emas serta batu mulia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kusumbangkan kepada pemerintah.(klitik) adalah pemarkah PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK).Ermanto. -ambil. Pasien-pasien PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kupilihkan pil KB. kucintai. Pasien-pasien kupilihkan pil KB. kumerahkan.

kautandai. Makna afiks infleksi kau. Nomor 1. -ingatkan. -ambil. Kantor itu kulempari sehinga kaca-kacanya pecah. Fungsi afiks infleksi kau. -sayangi. kaucintai. Nomor urut kauambil. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kuperbaiki.(klitik) adalah pemarkah PASIF PENGEDEPANAN OBJEK. Pengimbuhan afiks infleksi kau. Pengimbuhan afiks infleksi kau. kauingatkan. -buka kaucari.(klitik) bersifat otomatis pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Tahun 36. -merahi. dorong. Papan atau geladak sedang kaubetulkan. Afiks infleksi kau. Teritori tertentu PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kududuki. Penjualan saham kaurencanakan. -buatkan. Penjual media porno kutangkapi. Proses pengimbuhan afiks infleksi ku. Februari 2008 Permukiman makin PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kudekati. kauhilangkan. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi kauAfiks infleksi kau. Papan atau geladak sedang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaubetulkan. Penjual media porno PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kutangkapi.(klitik) adalah membentuk kategori V PASIF PENGEDEPANAN OBJEK yang terjadi dengan pentopikalan PASIEN dipindahkan ke posisi sebelum AGEN. kaumandikan. Sampah itu kaubuang.(klitik) pada V AKSI PROSES berbentuk simpel (monomorfem) seperti -cari. Mobil sedang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaudongkrak. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kusetujui. kaubuka. makna afiks infleksi ku. -cintai. Kantor itu PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kulempari sehinga kaca-kacanya pecah. sedangkan AGEN tetap pada posisi sebelum V. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. Jadi. Proses penggabungan dua bursa efek PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kupercepat. Memori itu akan kauhilangkan. Berdasarkan uraian tersebut. -perbudak.(klitik) adalah afiks yang mengimbuh pada V AKSI PROSES untuk penyesuaian bentuk V tersebut dengan argumennya (infleksi). kaudatangi. kausayangi. kaupukuli. -datangi.(klitik) mengimbuh secara otomatis dan teramalkan pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang kuperbaiki. kaubuatkan. Mobil sedang kaudongkrak. kauperbudak. Teritori tertentu kududuki. kaumerahi. dan kauperpanjang. kauambil. kaudorong. -pukuli. Proses penggabungan dua bursa efek kupercepat. -tandai. Kehadiran afiks infleksi ku. dan AGEN berupa persona pertama aku tetap pada posisi sebelum V. afiks infleksi kau.24 BAHASA DAN SENI. -mandikan. . Sampah itu PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaubuang. Nomor urut PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kauambil.(klitik) pada V AKSI PROSES berbentuk kompleks (polimorfem) seperti daratkan.(klitik) untuk penyesuaian bentuk V dengan argumen PA-SIEN yang diletakkan pada posisi sebelum AGEN. Penjualan saham PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaurencanakan. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI kusetujui. -perpanjang kaudaratkan. -hilangkan.(klitik) adalah pemarkah PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). -merahkan.(klitik) digunakan jika AGEN merupakan persona kedua engkau. kaumerahkan.

Fungsi dan Makna Afiks Infleksi beRAfiks infleksi beR.(klitik) adalah untuk penyesuaian bentuk V dengan argumen PASIEN yang diletakkan pada posisi sebelum AGEN. dan AGEN berupa persona kedua engkau yang tetap pada posisi sebelum V. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang kauperbaiki. Iwan juga berkonsultasi pada ahlinya. Iwan juga (RAGAM FORMAL) konsultasi pada ahlinya. Dia berbicara. Bantuan langsung tunai (BLT) PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaubagikan kepada keluarga miskin. Proses penggabungan dua bursa efek kaupercepat. Kondisi bisnisnya juga PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kauperhitungkan. Penjual media porno kautangkapi. Seorang anak perempuan manis berlari. Keduanya juga (RAGAM FORMAL) sekolah di Sragen.Ermanto. Pasien-pasien kaupilihkan pil KB. Pasien-pasien PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kupilihkan pil KB. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kauperbaiki. Mereka (RAGAM FORMAL) berunjuk rasa. Seseorang kauwawancarai.adalah pemarkah V AKSI atau V KEADAAN (RAGAM FORMAL). Berdasarkan uraian di atas. Keduanya juga bersekolah di Sragen. Seorang anak perempuan manis (RAGAM FORMAL) lari. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI kausetujui. Kerbau kaumandikan di sungai. Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kausetujui. Proses pengimbuhan afiks infleksi ku. Kondisi bisnisnya juga kauperhitungkan. Saya (RAGAM FORMAL) kerja di sebuah perusahaan di Serpong. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti berikut. Kantor itu PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaulempari sehinga kaca-kacanya pecah. Saya bekerja di sebuah perusahaan di Serpong. Permukiman makin PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaudekati. Permukiman makin kaudekati. Penjual media porno PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kautangkapi.(klitik) adalah pemarkah PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). Kerbau PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaumandikan di sungai. Kantor itu kaulempari sehinga kacakacanya pecah. makna afiks infleksi kau. Teritori tertentu PASIF PENGEDEPANAN OBJEK kaududuki. Dia (RAGAM FORMAL) bicara. . Makna afiks infleksi beR. Proses penggabungan dua bursa efek PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kaupercepat. Mereka berunjuk rasa.(klitik) bersifat otomatis pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Bantuan langsung tunai (BLT) kaubagikan kepada keluarga miskin. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 25 Memori itu akan PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kauhilangkan. Fungsi afiks infleksi beRadalah menurunkan kata gramatikal V AKSI ragam formal atau V KEADAAN ragam formal. Kehadiran afiks infleksi ku. Emas serta batu mulia kausumbangkan kepada pemerintah. Teritori tertentu kaududuki. Emas serta batu mulia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kausumbangkan kepada pemerintah. Seseorang PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) kauwawancarai.adalah afiks yang mengimbuh pada V AKSI atau V KEADAAN tertentu untuk penyesuaian bentuk V tersebut dengan ragam bahasa yakni RAGAM FORMAL.

adalah untuk penyesuaian bentuk V dengan ragam bahasa yakni RAGAM FORMAL. Saya sangat (RAGAM FORMAL) bahagia. -cintai. Konglomerat Øs)umbangkan emas serta batu mulia kepada pemerintah. Bapak itu sedang AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) dongkrak mobil. Fungsi dan makna afiks infleksi Ø/zero tersebut dijelaskan berikut ini. Tahun 36. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi Ø/zero Afiks infleksi Ø/zero memiliki tiga fungsi: (1) afiks infleksi Ø/zero(1) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKTIF RAGAM PERCAKAPAN. -tandai. Øcintai. (3) afiks infleksi Ø/zero(3) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKSI RAGAM PERCAKAPAN atau V KEADAAN RAGAM PERCAKAPAN. Saya sangat berbahagia. Øsayangi. Manajemen Garuda AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) rencanakan penjualan saham. Bapak itu Ømandikan kerbau di sungai. dan Øperpanjang. Øhilangkan. Ømerahkan. -sayangi. Putera Sampoerna bersabar. Øbuatkan. Mereka AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) buang sampah itu. Øbuka. Mereka berada diYogyakarta.adalah pemarkah V AKSI RAGAM FORMAL atau V KEADAAN RAGAM FORMAL. Ødorong.26 BAHASA DAN SENI. -datangi. Øingatkan. Øtandai. -ingatkan. -perbudak. Pengimbuhan afiks infleksi Ø (zero) pada V AKSI (PROSES) berbentuk kompleks (polimorfem) seperti daratkan. Pekerja sedang AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) betulkan papan atau geladak. . -mandikan. Jadi. -ambil. Seluruh tetangganya juga bersedih. Bapak itu sedang Ødongkrak mobil. Seluruh tetangganya (RAGAM FORMAL) gembira. -hilangkan. dan teramalkan pada se- mua V AKSI (PROSES) baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti berikut. Stres akan AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) hilangkan memori Anda. Ømerahi. Pengimbuhan afiks infleksi Ø (zero)(1) pada V AKSI (PROSES) berbentuk simpel (monomorfem) adalah seperti -cari. Februari 2008 Seluruh tetangganya bergembira. Saya AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) ambil nomor urut. -pukuli. Ømandikan. Bapak itu AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) mandikan kerbau di sungai. Mereka Øbuang sampah itu. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi Ø/zero(1) Afiks infleksi Ø (zero)(1) adalah afiks yang mengimbuh pada V AKSI (PROSES) untuk penyesuaian bentuk V tersebut dengan argumennya (infleksi). Øambil. Manajemen Garuda Ørencanakan penjualan saham. -merahkan. afiks infleksi Ø (zero)(1) akan mengimbuh secara otomatis (dan bersifat opsional). Seluruh tetangganya juga (RAGAM FORMAL) sedih. -dorong. (2) afiks infleksi Ø/zero(2) yang menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). -merahi. Putera Sampoerna (RAGAM FORMAL) sabar. makna afiks infleksi beR. Pekerja sedang Øbetulkan papan atau geladak. Ødatangi. Mereka (RAGAM FORMAL) ada di Yogyakarta. -perpanjang Ødaratkan. buatkan. Nomor 1. Øperbudak. Øpukuli. Fungsi afiks infleksi Ø (zero)(1) adalah menurunkan kata gramatikal kategori V AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN). -buka Øcari. Saya Øambil nomor urut. Berdasarkan uraian di atas. Stres akan Øhilangkan memori Anda. Kehadiran afiks infleksi beR. Makna afiks infleksi Ø (zero)(1) adalah pemarkah V AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN).

Fungsi afiks infleksi Ø (zero)(2) adalah menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) yang terjadi dengan pentopikalan PASIEN dipindahkan ke posisi sebelum AGEN sedangkan AGEN tetap pada posisi sebelum V. Pemerintah juga Øperhitungkan kondisi bisnisnya. Kasuari jantan dan betina AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) duduki teritori tertentu pada saat bertelur. Pemerintah Øbagikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga miskin. -datangi. -tandai. makna afiks infleksi Ø (zero)(1) adalah pemarkah AKTIF RAGAM PERCAKAPAN. -cintai. Dokter Ø (p)ilihkan pasien-pasiennya pil KB.Ermanto. Pemerintah AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) bagikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga miskin. Polisi AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) (t)angkapi penjual media porno. ingatkan. Berdasarkan uraian di atas. Pemerintah juga AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) perhitungkan kondisi bisnisnya. -sayangi. (dia) Ø merahkan. -merahkan. Ia Øwawancarai seseorang. bahkan menurut Chung (1989:7) dapat terjadi pada semua pronomina. -merahi. Ia AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) wawancarai seseorang. (dia) Ødorong. -mandikan. Kehadiran afiks infleksi Ø (zero)(1) untuk penyesuaian bentuk V dengan argumen A-GEN yang mengisi fungsi S dalam ragam percakapan dan bersifat opsional. -ambil. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 27 Konglomerat AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) (s)umbangkan emas serta batu mulia kepada pemerintah. -pukuli. Jadi. Dokter AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) (p)ilihkan pasien-pasiennya pil KB. (dia) Øambil. Komisi I DPR Ø(s)etujui pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI. Polisi Ø(t)angkapi penjual media porno. afiks infleksi Ø (zero)(2) mengimbuh secara otomatis. Pemerintah Indonesia sedang AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) perbaiki regulasi perburuhan dan perpajakan. -hilangkan. -perpanjang (dia) Ø daratkan. (dia) Øbuka. Afiks infleksi Ø (zero)(2) digunakan jika AGEN merupakan persona ketiga. Pemerintah Indonesia sedang Øperbaiki regulasi perburuhan dan perpajakan. Bapepam AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) percepat proses penggabungan dua bursa efek. Kawanan gajah tersebut makin Ødekati permukiman. -perbudak. (dia) Ø hilangkan. Proses pengimbuhan afiks infleksi Ø (zero)(1) bersifat otomatis pada semua V AKSI PROSES baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). Mereka Ølempari kantor itu sehinga kacakacanya pecah. -buatkan. (dia) Ø mandi- . dan teramalkan pada semua V AKSI (PROSES) baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). (dia) Ø ingatkan. Bapepam Øpercepat proses penggabungan dua bursa efek. Kawanan gajah tersebut makin AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) dekati permukiman. Pengimbuhan afiks infleksi Ø (zero)(2) pada V AKSI PROSES berbentuk simpel (monomorfem) seperti -cari. Mereka AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) lempari kantor itu sehinga kaca-kacanya pecah. Komisi I DPR AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN) (s)etujui pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI. Kasuari jantan dan betina Øduduki teritori tertentu pada saat bertelur. -buka (dia) Øcari. Pengimbuhan afiks infleksi Ø (zero)(2) pada V AKSI PROSES berbentuk kompleks (polimorfem) seperti daratkan. dorong. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi Ø/zero(2) Afiks infleksi Ø (zero)(2) adalah afiks yang mengimbuh pada V AKSI PROSES untuk penyesuaian bentuk V tersebut dengan argumennya (infleksi).

Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI dia Øsetujui. Seseorang dia Øwawancarai. Nomor urut dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) ambil. dan AGEN berupa persona ketiga atau semua pronomina yang tetap pada posisi sebelum V. Kerbau dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) mandikan di sungai. Proses penggabungan dua bursa efek dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) percepat. Makna afiks infleksi Ø (zero)(2) adalah pemarkah PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). Pasien-pasien dia Øpilihkan pil KB. Kondisi bisnisnya juga dia Øperhitungkan. (dia) Ø merahi. Papan atau geladak sedang dia Øbetulkan. (dia) Ø sayangi. Sampah itu dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) buang. (dia) Ø perpanjang. Penjual media porno dia Øtangkapi. Pasien-pasien dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) pilihkan pil KB. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang dia Øperbaiki.28 BAHASA DAN SENI. Proses peng-imbuhan afiks infleksi Ø (zero)(2) bersifat otomatis pada semua V AKSI (PROSES) baik berbentuk simpel (monomorfem) maupun berbentuk kompleks (polimorfem). (dia) Ø buatkan. Bantuan langsung tunai (BLT) dia Øbagikan kepada keluarga miskin. Proses penggabungan dua bursa efek dia Øpercepat. Emas serta batu mulia dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) sumbangkan kepada pemerintah. (dia) Ø tandai. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi Ø/zero(3) Afiks infleksi Ø (zero)(3) adalah afiks yang mengimbuh pada V AKSI atau V KEADAAN untuk penyesuaian bentuk V tersebut dengan ragam bahasa. Kondisi bisnisnya juga dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) perhitungkan. Penjualan saham dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) rencanakan. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. Bantuan langsung tunai (BLT) dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) bagikan kepada keluarga miskin. (dia) Ø pukuli. Nomor 1. Permukiman makin dia Ødekati. Kantor itu dia Ølempari sehinga kaca-kacanya pecah. makna afiks infleksi Ø (zero)(2) adalah pemarkah PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). Seseorang dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) wawancarai. Februari 2008 kan. (dia) Ø perbudak. yaitu (RAGAM PERCAKAPAN). Kantor itu dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) lempari sehinga kaca-kacanya pecah. (dia) Ø cintai. Berdasarkan uraian tersebut. Memori itu akan dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) hilangkan. Papan atau geladak sedang dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) betulkan. Teritori tertentu dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) duduki. Emas serta batu mulia dia Øsumbangkan kepada pemerintah. Tahun 36. Regulasi perburuhan dan perpajakan sedang dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) perbaiki. Penjualan saham dia Ørencanakan. Memori itu akan dia Øhilangkan. Mobil sedang dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) dongkrak. Teritori tertentu dia Øduduki. Kehadiran afiks infleksi Ø (zero)(2) untuk penyesuaian bentuk V dengan argumen PASIEN yang diletakkan pada posisi sebelum AGEN. Permukiman makin dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) dekati. Fungsi afiks infleksi Ø . Pengangkatan Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) setujui. Penjual media porno dia PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) tangkapi. Sampah itu dia Øbuang. Kerbau dia Ømandikan di sungai. Nomor urut dia Øambil. Mobil sedang dia Ødongkrak. (dia) Ø datangi.

Ketiga. (2) afiks infleksi meN-(2) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKSI (RAGAM FORMAL) dari leksem V AKSI. Mereka Øunjuk rasa. Pertama. yakni (1) afiks infleksi meN-(1) yang menurunkan kata gra-matikal kategori V AKTIF (RAGAM FOR-MAL) dari leksem V AKSI (PROSES). Yogyakarta: Kanisius. Seluruh tetangganya juga (RAGAM PERCAKAPAN) sedih. Keduanya juga (RAGAM PERCAKAPAN) sekolah di Sragen. Putera Sampoerna Øsabar. N.yang berfungsi menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF (KA-NONIS) dari leksem V AKSI (PROSES). Keduanya juga Øsekolah di Sragen. afiks infleksi beR. 1991. Keempat. afiks infleksi meN. dapat disimpulkan berikut ini. (3) afiks infleksi Ø/zero(3) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKSI (RAGAM PERCAKAPAN) atau V KEADAAN (RAGAM PERCAKAPAN).yang memiliki dua fungsi. yakni (RAGAM PERCAKAPAN). DAFTAR RUJUKAN Alieva. Iwan juga Økonsultasi pada ahlinya. afiks infleksi kau.F dkk. Saya sangat Øbahagia. Fungsi dan Makna Afiks Infleksi 29 (zero)(3) adalah menurunkan kata gramatikal V AKSI (RAGAM PERCAKAPAN) atau V KEADAAN (RAGAM PERCAKAPAN).yang berfungsi menurunkan kata gramatikal V AKSI ragam formal atau V KEADAAN ragam formal. Makna afiks infleksi Ø (zero)(3) adalah pemarkah V AKSI (RAGAM PERCAKAPAN) atau V KEADAAN (RAGAM PERCAKAPAN). Dia (RAGAM PERCAKAPAN) bicara. Bahasa Indonesia: Deskripsi dan Teori. afiks infleksi ku(klitik) yang berfungsi menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK) yang terjadi dengan pentopikalan PASIEN dipindahkan ke posisi sebelum AGEN sedangkan AGEN tetap pada posisi sebelum V. Mereka (RAGAM PERCAKAPAN) berunjuk rasa. Seorang anak perempuan manis Ølari. Saya sangat (RAGAM PERCAKAPAN) bahagia. Kehadiran afiks infleksi Ø (zero)(3) untuk penyesuaian bentuk V . Putera Sampoerna (RAGAM PERCAKAPAN) sabar. Saya (RAGAM PERCAKAPAN) kerja di sebuah perusahaan di Serpong. Seluruh tetangganya juga Øsedih. Keenam. SIMPULAN Berdasarkan uraian tersebut. yakni (1) afiks infleksi Ø/zero(1) yang menurunkan kata gramatikal kategori V AKTIF (RAGAM PERCAKAPAN). Berdasarkan uraian tersebut. makna afiks infleksi Ø (zero)(3) adalah pemarkah VER-BA AKSI (RAGAM PERCAKAPAN) atau VERBA KEADAAN (RAGAM PERCA-KAPAN). Kedua. dengan ragam bahasa. Seluruh tetangganya (RAGAM PERCAKAPAN) gembira. Saya Økerja di sebuah perusahaan di Serpong. a-fiks infleksi di. Seluruh tetangganya Øgembira.Ermanto. Seorang anak perempuan manis (RAGAM PERCAKAPAN) lari. Dia Øbicara. Kelima. Mereka (RAGAM PERCAKAPAN) ada diYogyakarta. Hal itu dibuktikan dengan teknik ubah (w)ujud seperti di bawah ini. Mereka Øada diYogyakarta.(klitik) yang berfungsi menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF (PENGEDEPANAN OB-JEK) yang terjadi dengan pentopikalan PA-SIEN dipindahkan ke posisi sebelum A-GEN sedangkan AGEN tetap pada posisi sebelum V. Iwan juga (RAGAM PERCAKAPAN) konsultasi pada ahlinya. (2) afiks infleksi Ø/zero(2) yang menurunkan kata gramatikal kategori V PASIF (PENGEDEPANAN OBJEK). afiks infleksi Ø/zero yang memiliki tiga fungsi.

Zwicky (eds) The Handbook of Morphology. 2001. Sergio. Linguistic: An Introduction. Semantics. Ferenz. Kiefer. Robert. Subroto. Cambridge: Cambridge Unoiversity Press. J. Subroto. Asas-asas Linguistik Umum. 1983. Linguistics.) Bahasa Nasional Kita: Dari Sumpah Pemuda ke Pesta Emas Kemerdekaan 1928 1995. 1989. Jakarta: Balai Pustaka Fillmore. Wallace L.M. Hatch. D. Bauer. 2001. Edi. 1994. 1971. 1993. Charles J.C & Kooij. New York: Oxford University Press. George. Edinburgh: Edinburgh University Press. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Generative Morphology. D. P. Morphology: An Introduction to The Theory of WordStructure. Surakarta: Fakultas Sastra UNS. Evelyn and Brown. 2005. 2001. Stump. Malden: Blackwell Publishers Boiij. H. Derivasi dan infleksi: Kemungkinan Penerapannya dalam Morfologi Bahasa Indonesia. Cambridge: Cambridge University Press. English Word Formation. Laurie. Ilmu Bahasa Umum. Laurie. Pengantar Metode Penelitian Struktural. Cheryl. 2005.G. The Grammar of Words: An Introduction to Linguistic Morphology. Surakarta: Sebelas Maret University Press. S. Introducing Linguistic Morphology. 1999. Edi.H. Edi. Makalah Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia XI. 13 Tahun VII September-Oktober. Majalah Ilmiah Haluan Sastra dan Budaya No.W. Geert. Washington:Georgetown University Press. Chafe. The Study of Language (Second edition). What is Morphology? Malden:Blackwell Publishing Bauer. Vocabulary. Zwicky (eds) The Handbook of Morfology. Andrew dkk. Beard. . Verhaar. Some Problems for Case Grammar . Malden: Blackwell Publishers Subroto. Konsep Leksem dan Upaya Pembaharuan Penyusunan Kamus dalam Bahasa Indonesia. 1997.G. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Konsep Leksem dan Upaya Pengorganisasian Kembali Lema dan Sublema Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Soenjono Dardjowidjojo (Ed. 1995. Cambridge: Cambridge University Press.30 BAHASA DAN SENI. Yule. Bandung: Penerbit ITB Bandung. Dordrecht-Holland:Foris Publication. Nomor 1. Zwicky (eds) The Handbook of Morfology. Sudaryanto. Februari 2008 Aronoff. Morphology and Pragmatics dalam Andrew Spencer and Anold M. Radford. 2005. Meaning and The Structure of Language. 1974. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa RI dan Universitas Leiden Depdiknas. Derivation dalam Andrew Spencer and Anold M. Tahun 36. Mark and Fudeman. Chicago: The University of Chicago Press. D. 1996. 1970. D. Widdowson. 1988. Kirsten. Subroto. Yogyakarta: Duta Wacana University Press. 1996. Gregory. Edi. Cambridge: Cambridge University Press. and Language Education. 16 17 Oktober. Dik. Cambridge: Cambridge University Press. 1984. New York: Oxford University Press. Scalise. 1987. IKIP Muhammadyah Yogyakarta. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. J. Inflection dalam Andrew Spencer and Anold M. 1992. Malden: Blackwell Publishers Matthews. Georgetown University Round Table on Languages and Lingusitics.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful