Nama NIRM Semester Jurusan Mata Kuliah

: Ratih Iskandar : 4322310010079 : VII B : Diksastrasiada : Kapita Selekta Kebantenan

Tanah Kelahiranku Bernama Jasinga
Saya lahir dan besar di sebuah Desa di Provinsi Jawa Barat, tepatnya di kabupaten Bogor. Desa tersebut bernama “Jasinga”. Disini saya akan menceritakan asal-usul tanah kelahiran saya yang selama 20 tahun ini saya tinggali, setidaknya mengapa disebut Jasinga dan cerita apa yang melatarbelakanginya. Desa Jasinga adalah sebuah Desa yang menjadi Ibukota Kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Nama kecamatannya itu sendiri adalah Kecamatan Jasinga. Jasinga terletak di sebelah barat Kota Bogor, jarak Kecamatan Jasinga ke Kota Bogor sekitar 50 km. Kecamatan Jasinga merupakan sebuah Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Banten, batas sebelah selatan terletak di kampung Cigelung, tengah kampung Cisarua, dan Utara Kampung Tarisi. Masing-masing perbatasan itu di tandai dengan sungai yang menjadi pembatasnya. Kecamatan Jasinga terbagi menjadi enam belas Desa (Kelurahan), yaitu Bagoang, Barengkok, Cikopomayak, Curug, Jasinga, Jugalajaya, Kalong Sawah, Koleang, Neglasari, Pamagersari, Pangaur, Pangradin, Sipak, Setu, Tegal Wangi, dan Wirajaya. Sebagian besar wilayah di Jasinga dapat dijangkau dengan kendaraan darat baik itu roda dua maupun roda empat. Seluruh penduduk yang berdomisili di Jasinga umumnya beragama Islam, baik penduduk pribumi maupun pendatang. Adat istiadat pun masih bernafaskan keislaman seperti perkawinan, kelahiran, khitanan, dan kematian. Baik sosial maupun budaya juga masih dipengaruhi nafas-nafas Islam. Namun, sisa-sisa budaya kuno (Animisme/Dinamisme) juga masih kelihatan. Hal ini saya jumpai di Kampung Jolpot Desa Bagoang dalam melaksanakan pembangunan rumah. Jika akan mendirikan bangunan, pada tiang atas biasanya masyarakat akan mengisikan air emas atau uang logam, dan setelah banguanan tersebut selesai, biasanya pada atap rumah digantungkan kelapa, pisang, dan sebagainya. Konon hal tersebut diperbuat untuk menghindarkan sang penghuni dari bahaya santet dan sebagainya. Seiring dengan perkembangan infrastruktur, Jasinga terus dibenahi. Mulai dari pengaspalan jalan, pembangkit listrik, Jaringan telepon, Pasar, gedung-gedung sekolah, dan lain sebagainya. Lalu, bagaimana asal-usul dari desa yang bernama Jasinga itu? Kenapa diberi nama Jasinga? Dikisahkan pada masa lalu, Jasinga meliputi batas-batas Sajira di sebelah Barat, Tanggerang di sebelah Utara, Bayah di sebelah Selatan, dan Cikaniki di sebelah Timur. Berlalunya waktu, Jasinga kini meliputi daerah Cigudeg, Tenjo, Nanggung, Parungpanjang, dan Jasinga sebagai titik pusatnya. Oleh orang-orang tua dulu, Jasinga disebut juga Bogor-Banten. Disebut Bogor-Banten, karena posisinya berbatasan langsung dengan Wilayah Banten. Tidak hanya batas Wilayahnya saja, ditinjau dari budaya, perilaku serta dialek bahasanya pun mirip sekali dengan masyarakat Banten yang sebagian tidak terpengaruh dengan budaya Priangan.

Jayasinghapura. 4. Wirasingha membuka lahan di Pakuan bagian barat. seperti “Da” di daerah Priangan. Parahyang (Lebak Parahyang).. Pendapat kedua. Pendapat pertama. Perwujudan singa tersebut membuat orang disekitar yang melihatnya menjadi terkejut dan kaget.. hingga kini masih terdapat berbagai versi. pasti mengucapkan “Eeh. Pengaruh Hindu pun akhirnya melemah dan menjadi ajaran leluhur yakni ajaran Sanghyang Sunda. para sesepuh Jasinga seperti Wirasinga. Ada beberapa versi mengenai asal-usul nama Jasinga antara lain yaitu: 1. Mitos seekor Singa yang melegenda. Diceritakan bahwa seorang Reshi Salakayana dari Samudragupta (India) ini. Dua dari tujuh ajaran Sanghyang Sunda sekaligus menetapkannya sebagai suatu tempat komunitas Sunda. Pendapat ketiga. Setelah itu.Mengenai asal-usul nama Jasinga. Jayasingawarman mendirikan sebuah Ibukota yang diberi nama Jayasinghapura. kata Jasinga berasal dari Wirasingha keturunan Sanghyang Mandiri. cukup menarik karena mengacu pada sejarah autentik bahwa Jasinga berasal dari kata Jayasinghawarman. hingga nama lahan tersebut dijadikan nama Jasinga atas jasa Wirasinga. Gajah Lumejang (Parung KujangGunung Kencana). Singa eta mah”. Jayasinghawarman. Sanghyang Mandiri dan Pangeran Arya Purbaya. dikejar-kejar oleh Candragupta dari Kerajaan Magada (India). setiap perjalanan hidup dan perjuangannya mempunyai wibawa seperti seekor singa. Ja. sehingga ia mendirikan Ibukota dengan nama Sundapura. nama Jasinga itu berasal dari mitos seekor singa yang melegenda menjadi jelmaan dari tokoh-tokoh Jasinga. hingga akhirnya mengungsi ke Jawa bagian Barat. Setiap orang yang melihat. Diceritakan pada waktu itu. Tarusbawa menjadi Raja Sunda (669-732 M) dan Taruma pun runtuh. Tujuh ajaran tersebut mempengaruhi Purnawarman sebagai Raja Taruma III (395-434). Keruntuhan Taruma terjadi pada masa Linggawarman (669-732 M) sebagai Raja Taruma XII karena begitu kuatnya pengaruh Sunda. Bongbang (Sajira). Satu tambahan sebagai Pendapat keempat. Kata “Ja” menjadi kata identitas tersendiri di Jasinga yang berguna untuk memperjelas kalimat berikutnya. Jayasingha menikah dengan Putri Dewawarman VIII yaitu Dewi Iswari Tunggal Pertiwi. 3. Putri Linggawarman yaitu Manasih (Minawati) dinikahkan dengan Tarusbawa putra Rakyan Sunda Sembawa.. Pembukaan lahan yang dilakukan oleh Wirasinga. Singa Bapang (Jasinga). Sungsang Hilir (Jampang-Pelabuhan Ratu). Dua dari tujuh ajaran Sanghyang Sunda yaitu Gajah Lumejang dan Singa Bapang yang digabung menjadi Jasinga. Ketika itu Jawa bagian Barat masih dalam kekuasaan Dewawarman VIII (340-362 M) sebagai Raja dari Kerajaan Salakanagara. Setelah lama mengungsi. Tujuh ajaran tersebut yaitu : Pengawinan (Pedalaman Banten). Kebanyakan versi yang melekat dan diyakini masyarakat yaitu cerita yang didapat dari penuturan turun-temurun dari mulut ke mulut para sesepuh setempat.. bahwa Jasinga itu berasal dari kata Gajah Lumejang Singa Bapang. Nama daerah tersebut dinamakan Jasinga oleh Sanghyang Mandiri serta menobatkan Wirasinga sebagai penguasa baru Jasinga atau sebagai Jaya Singa. jelmaan dari tokoh-tokoh Jasinga 2. Raja Tarumanegara I yang mendirikan Ibukota dengan nama .

. Padahal di Jawa Barat tidak ditemukan habitat singa. . Di samping itu. Menurut saya. masih ada beberapa ekor singa yang menjaga wilayah Jasinga. Dengan memaknai baik secara kosakata maupun perlambangan. Dengan nama Jasinga. Dan kedua nama tersebut disatukan menjadi Gajah Lumejang Singa Bapang kemudian menjadi nama Jasinga (Ja =Gajah Lumejang.. ada sebagian masyarakat Jasinga meyakini bahwa sampai saat ini. Singa = Singa Bapang) perpaduan dua Filosofi Gajah dan Singa. tapi meskipun demikian. Dari mitos seekor singa. hingga kini pusat Kecamatan dilambangkan dengan sebuah tugu singa. . masyarakat Jasinga meyakini adanya seekor singa. sehingga lahirlah sebuah cerita rakyat melegenda hingga kini bagi masyarakat Jasinga.Dua titik wilayah yang merupakan Sanghyang Sunda yaitu Gajah Lumejang – Singa Bapang dijadikan tempat laskar bagi kerajaan Sunda. adanya sosok singa sebagai mitos yang merupakan wujud kewibawaan para penghulu Jasinga. Itulah asal-usul kenapa Desa saya bernama Jasinga yang sekaligus merupakan tanah kelahiranku. Walaupun dalam bentuk gaib. Jasinga mempunyai makna yang sangat berarti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful