Anda di halaman 1dari 13

Tinjauan Geologi Pada Deposit Emas

di Carlin Trend, Nevada, USA


*Steve Darwin

Geoinformatics Exploration, PO Box 1675, West Perth, Western Australia 6872

Centre for Exploration Targeting, University of Western Australia, Crawley, Western


Australia 6907

PENDAHULUAN

Carlin Trend mengandung sekitar 3000 metric ton (97 juta ons) emas dari gabungan produksi
masa lalu dan cadangan dari 30 host-rock sedimen deposit emas diseminasi yang terbentuk
sebuah sabuk yang berarah barat-laut, 60 km sampai 7 km, di utara-tengah Nevada, USA
( Gbr. 1; Roberts, 1960; Teal dan Jackson, 1997; Bettles , 2002). Mayoritas cadangan emas
pada tubuh karbonat Paleozoic bawah dan batuan silisiklastik di lempeng bawah dari sesar
naik Pegunungan Roberts, tersebut diatas yang mana terbentuk sebuah paket allochthonous
(karbonat klastik) dari batuan silisiklastik Paleozoic bawah. Lempeng bagian atas ditransport
oleh thrusting yang berarah timur selama Devonian akhir hingga Mississippian tengah
orogenesa Antler (Roberts et al., 1958). Selama Jurasic akhir, magmatisme alkaline
menghasilkan intrusi Goldstrike monzodioritic dan Lamprophyre dyke pada utara Carlin
Trend, dekat dengan lokasi sekarang pada tambang besar Betze-Post (~ 1000 t Au; Teal and
Jackson, 1997; Bettles, 2002). Pada deposit Carlin Trend, emas terbentuk sebagai partikel
sub-mikron pada bijih arsenian pirit terjadi selama Eocene (40-37 Ma; Ressel et al., 2000),
yang menunjukan struktur (patahan/rekahan), breksi runtuhan (collapse breccia), dan kontrol
batas lapisan (Teal and Jackson, 1997; Jory, 2002). Periode dari mineralisasi emas ini
bertepatan dengan permulaan tektonisme ekstensional orientasi timur-barat dan berhubungan
dengan cacl-alkaline di utara-tengah Nevada (Stewart, 1980; Seedorff, 1991). Cekungan
Miosen dan regangan jarak, difasilitasi dengan sesar normal berarah utara (20 to 14 Ma;
Stewart, 1980), mengalami reaktivasi segmen dari sesar yang terbentuk awal, namun tidak
mengganggu secara signifikan tubuh bijih.

Rekaman pertama tambang emas di Carlin trend terjadi pada 1907 dari placer di Lynn Creek,
dekat Carlin dan endapan Leeville (gbr. 1; Coope, 1991). Emas ditemukan pada bedrock yang
terekspose di Bootstrap pada 1946 oleh Marion Fisher dan ditambang pada skala kecil sejak
1957 hingga 1960. Emas ditemukan pada pekerjaan turquoise di Blue Star pada 1959 dan
kemudian diproduksi pada 1961. Pada 1961, Ralph Roberts menjelaskan sabuk mineral Lynn-
Railroad pada papernya yang menjelaskan daerah mineralisasi di Utara-tengah Nevada
(Roberts, 1960). Pada paper ini dan diskusi dengan Roberts mendorong John Livermore dan
Alan Coope, geologist Newmont, menuju prospek di sekitar asal deposit Carlin, yang
ditemukan pada November 1961. Pada permulaan produksi di tahun 1965, Carlin
mengandung 10 juta ton pada 10 g/t Au (Coope, 1991). Emas ditemukan di sekitar Goldstrike
stock pada 1962 oleh Harry Ranspot dari Atlas Minerals, namun produksi tidak dimulai pada
area ini hingga 1978 (Bettles, 2002). Beberapa permukaan deposit bijih oksida dengan rata-
rata grade emas yang berkisar antara ~ 1 to 2 g/t Au ditemukan pada 1979 hingga 1984,
termasuk Tambang Emas Post Oxide dan Genesis. Kemudian mendorong Brian Meikle dan
Larry Komze melakukan test drill pada Lempeng bawah sekuen karbonat dengan target utara
dari Goldstrike stock (R.J. Madrid, Komunikasi personal, 2005). Deposit tambang raksasa
terbuka Betze, dengan cadangan sekitar 900 juta ton pada 7.5 g/t Au, telah ditemukan
berdekatan dengan deposit awal pada 1987 oleh American Barrick (Bettles, 2002). Strategi
Eksplorasi berubah dan mulai fokus pada bijih sulfida yang lebih dalam pada 1986, mengikuti

Translated by Yuyus, 2009


penemuan dari Deep Post, dibawah tambang terbuka Betze-Post yang sekarang. Ini membawa
pada peningkatan kedalaman pemboran hingga lebih dari 2000 dari permukaan dan
menemukan deposit bernilai dari 12 hingga 30g/t Au, termasuk Deep Star, Rodeo-Goldbug
dan Meikle pada 1988-1989, dan West Leeville pada 1994 (Teal and Jackson, 1997; Jory,
2002). Pada 2000-2002, nilai emas kadar tinggi, berkisar antara 8 hingga 50 g/t Au diatas
interval pemboran 24 – 29 m, telah ditemukan pada kedalaman 700 hingga 900 m di Ren di
utara Carlin Trend oleh Cameco Gold. 15 juta ons (~1600) ton emas telah diproduksi dari
Carlin Trend pada April 2002.

GEOLOGI CARLIN TREND

Tipe Batuan

Komposisi, porositas dan permeabilitas dari Host Rock lokal memainkan peranan pada
lokalisasi dari bijih emas pada Carlin trend. Batuan Silisiklastik Ordovicium hingga Silur
pada lempeng bagian atas pada pengangkatan Pegunungan Roberts memiliki tebal lebih dari
1500 m, termasuk pengulangan dari section stratigrafi disebabkan internal sesar bersudut
rendah dan pengangkatan (Fig. 2; Teal and Jackson, 1997; Jory, 2002). Formasi Vinini
berumur Ordovisium mengandung banyak batulempung rijang dan batulanau dan batuhijau
minor dan batugamping. Fm. Elder berumur Silur menindih Fm. Vinini pada sebagian besar
utara dari Carlin trend dan mengandung batulanau mikaan, batulanau gampingan, dan rijang
(Bettles, 2002). Ordovisium autothochthonous hingga sekuen batuan berumur Devon
tersingkap pada anticlinal hinge zones yang kira-kira bertepatan dengan sumbu utama dari
Carlin trend (gbr. 3). Batuan pada lempeng yang lebih bawah terdiri dari Batugamping,
dolomit, batulempung, batulanau dan kuarsit. Kontak litologi pada umumnya selaras, namun,
ketidakselarasan terjadi secara lokal, dan pengangkatan lipatan intraformasi mendekatkan
satuan batulempung dan batulanau pada bagian atas dari autotochthon.

Bagian paling tua dari sekuen lempeng bawah tersingkap pada area terdiri dari Batugamping
Group Ordovisium Pogonip dan dolomit, yang memiliki ketebalan sekitar 300 m (Evans,
1980; Jory, 2002). Unit ini dilapisi oleh Ordovician Eureka Quartzite (tebal ~300 m) dan
Ordovician - Silurian dolomit Fm. Hanson Creek (> 200 m thick).

Formasi Mountains Roberts yang berumur Silur-Devon memiliki tebal sekitar 400 m dan
termasuk sebuah unit bawah setebal 250 m dari laminasi-planar gamping lanauan yang
bergradasi ke arah atas menjadi sebuah satuan wavy/ wispy-laminated silty limestonet dengan
interkalasi bioclastic debris flows, tebal 1 - 15 mm (Teal and Jackson, 1997; Jory, 2002).
Satuan atas ini berkisar hingga ketebalan 150 m dan sebagian besar merupakan batuan induk
(host rock) dari bijih emas sepanjang Carlin Trend (Teal and Jackson, 1997; Bettles, 2002).
Penindihan Formasi Popovich Berumur Devon hingga ketebalan 400 m dan terdiri dari
batugamping lanauan, micrite, dan batugamping fossiliferous dengan calcarenite dan laminasi
planar batulempung gampingan dan batugamping lanauan pada bagian atas dari satuan
batuan. Dasar dari satuan Rodeo Creek berumur Devon, yang memiliki tebal hingga 250 m,
ditandai oleh sebuah ketidakselarasan sebelah utara dari intrusi Goldstrike (Bettles, 2002).
Variabel ketebalan dari unit ini, di sebagian, berhubungan dengan pengulangan struktural
disebabkan tumbukan-lipatan yang merubah lapisan batulempung silikaan, batulanau dan
batulanau gampingan. Selain itu, tumbukan pegunungan Roberts telah menghilangkan
keseluruhan satuan lokal Rodeo Creek. Batuan sedimen termuda di Carlin Trend terdiri dari
batuan volcaniclastic konsolidasi buruk dari Formasi Carlin Berumur Miosen yang mengisi
cekungan lokal dengan material hingga 600 m (Jory, 2002).

Tiga episode utama dari kejadian intrusi sepanjang Carlin Trend, terdiri dari alkaline pada
Jura akhir, calc-alkaline pada Eosen, dan kejadian calc-alkaline pada Miosen. Jura Akhir,
intrusi biotite monzodioritic (158 Ma; Arehart et al., 1993a) merupakan komposisi serupa

Translated by Yuyus, 2009


dengan intrusi sebelah barat, Little Boulder Basin stock and Vivian sill (Gbr. 3). Intrusi
Goldstrike membentuk sebuah kompleks stock, sill dan dyke yang memanjang timur laut 1,5 -
4 km yang menghampar antara Betze-Post dan Genesis deposits. Sebuah porsi penting dari
cadangan emas di utara Carlin trend, sekitar 1600 ton emas, terjadi berdekatan dengan intrusi
Goldstrike, termasuk deposit kelas tinggi (>25 g/t Au) diantara Deep Post dan Deep Star.
Bagian-bagian dari deposit Deep Post adalah tubuh dari intrusi Goldstrike (Marino, 2002;
Streiff and Powell, 2002). Arah barat laut, kuarsa monzonit dan lamprophyre dykes, juga dari
umur Jura Akhir, memotong intrusi Goldstrike (Bettles, 2002). Intrusi Jura terjadi di utara
Carlin trend, namun, sedikit banyak melimpah di bagian tengah sabuk, dimana dykes berarah
barat-laut mengisi sesar di deposit Mike dan dekat Gold Quarry. Intrusi berumur kapur dari
komposisi menengah terjadi pada Welches Canyon, barat dari deposit Mike deposit (Teal and
Jackson, 1997). Eosen (40-37 Ma; Ressel et all, 2000) medium hingga high-K calc-alkaline,
dasit porfiritik dan dike riolit berarah utara-baratlaut hingga utara-timur laut menerus keluar
ke Carlin Trend bagian utara. Dikes ini jauh lebih sedikit kelimpahannya daripada intrusi
Jura. Sumber magma Dike Eosen tidak diketahui, namun, Ressel et al. (2000) menduga luas
nya, ~500km2, anomali airborne magnetic yang bertepatan dengan Stok Welches Canyon dan
lapangan volkanik Emigrant Pass mungkin menggambarkan sebuah Eosen pluton
tersembunyi dan sebuah sumber potensial dari panas untuk aliran fluida auriferous di area itu.
Hubungan antara Cross-cutting lapangan dan 40Ar/39Ar radiometric dating mengindikasikan
tempat dari dasit dan riolit seumur dengan mineralisasi emas di Carlin Trend bagian utara.
Tekstur perlitic di batas glassy dengan dike riolit di Deep Star diduga oleh Ressel et al. (2000)
menunjukan tempat pada kedalaman kurang dari 2 km dari permukaan purba Eosen.

Aliran lava Riolitik berumur miosen (~15Ma) mengalir hingga 15 0 ke arah barat sepanjang
tepi barat dari Tuscarora Spur di sekitar Blue Star, menunjukan sejumlah kecil rotasi pasca-
mineralisasi dikarenakan Tektonisma ekstensional pada Miosen.

Geologi Struktur

Carlin Trend menggambarkan sebuah struktur crustal basement orde-pertama berarah


baratlaut, diindikasikan oleh isotop radiogenik regional dan data geofisika (Tosdal et al.,
2000). Sebuah struktur besar yang mencolok bertepatan dengan Carlin trend dan
dikarakterisasi sebagai antiklinorium regional dibangun selama Paleozoik akhir hingga
Mesozoik awal yang telah dimodifikasi oleh tarikan (extension) pertengahan tersier dan
pembentukan Horst. Antiklinorium ini merubah Roberts Mountains thrust dan lipatan-lipatan
terkait dibentuk selama orogenesa Antler (Roberts et al., 1958). Sesar ordo kedua dan ordo
ketiga memiliki dipping curam dan masing-masing berarah timurlaut dan utara-baratlaut/
barat-baratlaut (gbr. 5; Garwin, 2002). Hubungan Geometrik dari sesar ini dengan penyebaran
fasies di satuan batuan lempeng bagian bawah, Jura akhir dan intrusi Eosen , dan volkanik
miosen dan batuan volkaniklastik menunjukan bahwa masing-masing set sesar telah aktif
sejak Devon terus hingga Miosen. Karena itu, struktur yang diwarisi adalah reaktivasi oleh
kejadian geologi berikutnya. Dipping curam orde keempat berarah timurlaut, baratlaut dan
utara-baratlaut. Sesar orde keempat ini, sama dengan arah dike berarah baratlaut hingga utara-
timurlaut, biasanya dibatasi pada step-over zones antara sesar orde ketiga. Zona emas kadar
tinggi (>6 g/t Au) dalam tipikal endapan bertepatan dengan orde-kelima pemindahan-rendah
sesar ekstensional dan zona rekahan yang memiliki strike berarah utara dan dip yang curam.
Sesar ini biasanya terjadi di zona struktural kompleks berbatasan dengan zona interaksi antara
sesar orde-keempat, dan diduga memiliki perkembangan hampir tegaklurus dengan arah
regangan regional barat-baratlaut pada Eosen (Gbr. 5; Seedorff, 1991; Tosdal and Nutt, 1999;
Garwin, 2002).

Kontrol Struktur terhadap lokalisasi deposit bijih di Carlin trend, didaftar dalam kurang lebih
urutan dari skala penurunan (modified from Lewis, 2001), termasuk:

1. Perpotongan kedalaman, zona sesar-rekahan berarah timurlaut dengan structural


grain berarah baratlaut dari trend.

Translated by Yuyus, 2009


2. Puncak struktural atau domes terdiri dari lipatan antiklin, thrust duplexes, horst
blocks, atau kombinasi ketiganya, yang mengalirkan aliran fluida adalah saluran
sebelah luar sepanjang permukaan dipping lapisan dan sesar.
3. Batas reologi utama antara kemampuan satuan yang berbeda, terutama sekali batas itu
pada sudut tinggi ke sumbu perpanjangan, atau berbatasan dengan sesar utama.
4. Penghentian sesar, pembesaran kelokan dan peningkatan dalam sistem sesar aktif
selama mineralisasi.
5. Penaikan dike Lamprophyre, terutama pada batas sesar yang telah menyediakan
permeabilitas yang membelah lapisan atau itu adalah pertemuan tubuh utama, sebagai
contoh intrusi Goldstrike; dan
6. Dike berumur Eosen didalam/ berdekatan dengan struktur utama, itu terutama
berasosiasi dengan perpotongan struktural.

Banyak deposit emas di utara Carlin trend bertepatan dengan perpotongan struktural dibentuk
oleh dipping sesar yang curam dan zona rekahan, yang diisi dike secara lokal (Teal and
Jackson, 1997; Madrid, 2001; Bettles, 2002; Madrid and Garwin, 2002). Melalui pemetaan
struktural secara sistematik dekat tambang Carlin, Madrid dan Garwin (2002)
mempertunjukan mineralisasi emas pada pola sesar dan sistem rekahan berarah barat-
baratlaut, utara dan baratlaut, telah dibuat sebagai saluran fluida aktif untuk mineralisasi. Pra-
mineralisasi sesar strike-timurlaut-utara dan set rekahan dan pre-existing fold hinges juga
merupakan tempat deposit emas dimana bocoran fluida dari sistem rekahan aktif masuk juga
kedalam struktur pasif ini. Post-mineralisasi dan reaktifasi struktur, contohnya zona sesar
strike-timurlaut berdekatan dengan deposit Carlin, tidak menandakan offset dari sistem
struktural stage-utama pembentukan tubuh-emas.

Alterasi Hidrotermal

Tiga tipe alterasi hipogen utama direkam pada deposit emas Carlin trend:

i. decalcification / decarbonatisation dan dolomitisation komponen karbonat dari


batuan induk
ii. pervasive replacement silicification (kalsedon dan kuarsa berbutir halus) dari batuan
karbonat
iii. alterasi argilik dari komponen silisiklastik dari host rock batuan sedimen dan intrusi

Alterasi propilitik lemah hingga menengah (chlorite-smectite-carbonate) terjadi di distal


intrusi Goldstrike hingga satuan karbonat termineralisasi. Semua corak dari alterasi
hidrotermal ini dihubungkan dengan even emas pada Eosen, ini diperlihatkan dengan altersi
quartz-sericite-pyrite dan kumpulan skarn yang dibentuk pada batuan sedimen berdekatan
dengan intrusi Goldstrike selama Jura akhir.

Dekalsifikasi dan dekarbonisasi awal di cirikan oleh disolusi dari pembentukan batuan
karbonat dan replacement dari dolomit hidrotermal dan mineral karbonat Fe-Mn. Sebuah
zona peningkatan kelimpahan vein kalsit dan dolomit yang terdahulu didepan dekarbonisasi.
Disolusi-diceritakan pengurangan volume dan breksi runtuhan telah mempertinggi porositas
dan permeabilitas dari satuan karbonat alterasi dan menuntun kepada konsentrasi residu tidak
tercairkan (e.g. organic carbon, clay and iron-sulphide minerals) sepanjang bidang perlapisan
dan jaringan rekahan. Corak dari disolusi ini dihubungkan dengan breksiasi adalah sebuah
mekanisme persiapan mendasar untuk meralisasi emas. Sesar, rekahan dan bidang perlapisan
berperan sebagai saluran untuk dekarbonisasi awal dan silisifikasi akhir pada batuan karbonat
dan argilisasi pada satuan silisiklastik. Biasanya terjadi peningkatan intensitas replacement
silicification dari sesar berdipping proximitity hingga sesar berdipping curam dan zona
rekahan, disimpulkan telah berperan sebagai jalan larutan, namun mempengaruhi porous
satuan debris flow, dan lapisan calcarenite, didalam dan diatas zone bijih. Alterasi argilik
pada batuan silisiklastik biasanya lebih melimpah dekat dengan zona bijih dan menunjukan
karakterisasi penetapan daerah secara local oleh proximal kaolinite, distal illite dan inter-

Translated by Yuyus, 2009


layered illite-smectite (Leach, 2000; Garwin, 2002). Tahap terakhir pembukaan spasi dan
pengisian rekahan terdiri dari kuarsa, kaolinit, kalsit, dolomit, barit, alunit dan sulfida dan
mineral-mineral sulfosalt.

Mineralisasi Emas

Mineralisasi emas terjadi sebagai sebuah hasil sulfidasi dari satuan litologi tepat berdekatan
dengan sesar dan zona rekahan yang berperan sebagai jalan kecil untuk fluida hidroterrmal
selama Eosen (40-37 Ma; Hofstra and Cline, 2000; Ressel et al., 2000). Emas lebih melimpah
pada batuan sedimen terdekarbonatisasi yang telah mengalami pengurangan volume besar,
contohnya pada Carlin (hingga 50% volume loss; Bakken and Einaudi, 1986). Namun, Emas
yang berarti (>6 g/t Au) juga terjadi pada batuan karbonat tersilisifikasi pada beberapa
endapan (e,g. Deep Post and Deep Star; Dunbar, 2001) dan dalam intrusi Goldstrike, seperti
pada Deep Post (Marino, 2002). Tiga pola umum dari deposit terekam, yang menunjukan
struktur (sesar/rekahan), disolusi (collapse) breksi dan control batas lapisan (Gbr. 6; Teal and
Jackson, 1997; Jory, 2002; Garwin, 2002). Deposit besar, seperti Betze-post dan Genesis,
mengandung elemen dari masing-masing ketiga pola dan dikatakan dikatakan menengah pada
tulisan ini.

Emas biasanya terjadi sebagai partikel submikron dalam lebar pinggiran 1 hingga 5 mikron
dari arsenical pyrite yang terbentuk dekat sekitar pirit atau markasit dari diagenic dan sumber
hidrotermal (Arehart et al., 1993b; Emsbo, 1999; Garwin, unpublished data). Tingkat bijh
utama pirit dari Meikle and Betze-Post menghasilkan konsentrasi rata-rata dari 1800 ppm Au,
180 ppm Ag, 3,4% As, 0.3% Sb and 0.86 ppm Hg (Emsbo, 1999). Konsentrasi emas sendiri
mungkin mencapai sama tingginya dengan 1.1 persen atomic dalam analisis arsenical pyrite
dalam bijih di Carlin (Garwin, hasil electron microprobe tidak dipublish). Indikasi hubungan
tekstural dimana elemen-jejak kaya pirit dan markasit dipresipitasi setelah dekarbonisasi dan
pengurangan volume, kemungkinan selama atau sesudah replacement silicification. Mineral
gangue zona bijh termasuk kuarsa, kaolinit +/- arsenopirit dan illit minor dan illite-smectite
(Leach, 2000; Garwin, 2002).

Pembukaan spasi terakhir dan pengisian rekahan terdiri paling sedikit dua fase: i) early drusy
quartz, realgar, orpiment, stibnite, galkhaite [(Cs,Tl)(Hg,Cu,Zn)6(As,Sb)4S12], fluorite,
pyrite (brassy) and sphalerite; and ii) late kaolinite, smectite, carbonate, chalcedony, barite
and alunite (Hofstra and Cline, 2000; Leach, 2000; Garwin, 2002).

Populasi kedua emas terdapat luar biasa, penyebaran dan kontrol rekahan butiran natif (>99%
murni), biasanya 100 sampai 500 mikron dan secara lokal hingga 2 mm dalam diameter rata-
rata, yang terdiri dari sebuah komponen minor dari bijih pada Rodeo-Gold Bug and Gold
Quarry. Emsbo (2002) percaya emas natif ini berasal dari SEDEX, terbentuk selama deposisi
di bagian atas dari Formasi Popovich berumur Devon, perkiraan mode ini akan keterbentukan
emas akan bertambah sebanyak 60 ton emas pada deposit sebelah utara intrusi Goldstrike
(Emsbo, oral. commun., 2002). Jika ini benar, kemudian terdapat emas natif sekitar 3% dari
total cadangan (resources) emas di area ini.

KESIMPULAN DAN DISKUSI

Model Endapan Genetic dan Kontrol Terhadap Mineralisasi

Sebuah model konseptual telah dibangun untuk deposit emas besar di Carlin trend, seperti
Betze-Post, Gold Quarry and Genesis,yang menggabungkan antara geologi, alterasi dan
mineralisasi emas (Gbr.7). Model ini menguntungkan dari gagasan dari ahli geologi Newmont
dan telah dipresentasikan pada “the SEG Global Exploration 2002 conference field
excursion: Carlin-type Deposits of Northern Nevada and their Regional Setting (Garwin,
2002).”. Banyak aspek dari deposit Carlin trend yang lebih kecil adalah juga termasuk
kedalam model ini.

Translated by Yuyus, 2009


Sesar skala-daerah berdipping curam dan zona rekahan, yang diisi dike secara lokal, berperan
sebagai jalan utama untuk fluida sulfida naik kedalam dan bereaksi dengan host rock batuan
karbonat. Dipping Roberts Mountains thrust halus hingga menengah dan kontak litologi
antara batuan berbeda menunjukan perbedaan porositas/ permeabilitas (e.g. carbonate vs.
siliciclastic rocks), kontrol ‘outflow’ fluida mineralisasi menjauh dari zona pengisi itu.
Dekalsifikasi awal dan dekarbonatisasi diiringi oleh dolomit hidrotemal dan mineral-mineral
karbonat Fe-Mn .Berikutnya replacement silicification dan argillisation mengikuti zona dari
disolusi-mempertinggi porositas dan permeabilitas. Daerah yang dikontrol struktur dari
batuan karbonat tersilisifikasi, diistilahkan jasperoid, biasa terjadi di keadaan sekeliling
terhadap zona bijih. Breksi rubtuhan (Collapse breccias) merupakan kumpulan bijih tahap-
utama dari quartz-kaolinite-auriferous pyrite and marcasite. Kumpulan ini khas dicetakulang
oleh orpiment, realgar dan stibnite pada evolusi deposit akhir, karena keadaan sulfidasi
meningkat dan temperatur menurun. tahap sangat akhir lubang terbuka diisi oleh mineral-
mineral karbonat, barit, alunit, dan mineral-mineral lempung. Rangkaian umum dari alterasi
hidrotermal dan kumpulan bijih diceritakan diatas berkesuaian dengan sulfidasi dan
diceritakan deposisi emas dari penyangga sebuah auriferous acidic fluid (pH~4) oleh batuan
dinding karbonat pada temperatur sekitar 200 hingga 220 0 C (Hofstra and Cline, 2000).
Namun, mekanisme potensial lain ada untuk deposisi emas, termasung pencampuran fluida
(fluid mixing. ).

Kontrol utama mineralisasi untuk deposit Carlin trend disimpulkan sebagai berikut:
1) Pemusatan fluida oleh sebuah puncak struktural ditimbulkan oleh sebuah antiklin,
horst thrust duplex atau:
2) Sesar berdipping curam, zona rekahan dan intrusi membuat saluran untuk fluida
hidrotermal.
3) Kontak litologi berdipping halus hingga sedang dan tumbukan membuat perangkap
untuk fluida dan didalam kasus tumbukan, dapat mempertebal prospective
stratigraphic section.
4) Receptive dan reactive host rocks mendorong infiltrasi fluida dan disolusi.
5) Perbedaan reologi dan porositas dan permeabilitas dari host rock membuat perbedaan
kemampuan dan melokalisir aliran fluida; dan
6) Dekalsifikasi, disolusi, breksiasi dan silisifikasi berperan terhadap pengurangan
volume dan mengadakan persiapan untuk sulfidasi dan deposisi emas.

Carlin Trend – Pandangan Kedepan

Carlin trend menyimpan potensi sebuah penambahan 1000 ton emas menjadi 3000 ton sudah
ditemukan. Kecenderungan arah dimasa yang akan datang mentargetkan efisiensi dari tubuh
bujih sulfida bawah tanah, seperti Deep Post and Deep Star. Endapan dapat ditemukan karena
menterjemahkan lempeng bagian atas dengan tumbukan pegunungan Roberts oleh
pemahaman stratigrafi yang lebih baik dari allochthon dan menggambarkan zona dari struktur
kompleks yang menuju pada lempeng bagian bawah batuan karbonat. Juga, suatu arah
geologi dan geokimia pada bijih perlu dipertinggi oleh metoda aplikasi seperti fracture
mapping, alteration zoning and 3D models. Host rock Non traditional, seperti intrusi, sekuen
silisiklastik lempeng bagian atas, dan autotochthon, dibawah formasi Roberts Mountains,
harusnya diuji secara teliti. Inovasi teknik pengeboran akan dibutuhkan untuk eksplorasi
deposit bawah tanah yang lebih dalam. Terakhir, kemajuan lebih jauh dari proses bio-oksidasi
akan mempertinggi recovery emas dari kadar bijih rendah hingga tinggi.

Translated by Yuyus, 2009


ACKNOWLEDGMENTS

The present understanding of the geology and gold mineralisation of the Carlin trend is a
function of the work of Newmont and Barrick mine and exploration geologists, USGS
personnel, academicians and many consultants. Several of the concepts presented in this
paper were formulated by Newmont geologists working with consultants from 1999 to 2001.
The role of company geoscientists, Alan Flint, John Jory, John Norby and Robert Jackson,
Steve Moore and consultants, Jean Cline, David Groves, Jeff Hedenquist, Terry Leach, Peter
Lewis and Raul Madrid, are gratefully acknowledged. A previous version of this manuscript
was published in February 2002, as part of a short-course series prepared by the Centre for
Global Exploration, the predecessor to the Centre for Exploration Targeting, at the University
of Western Australia.

REFERENCES

Arehart, G.B., Foland, K.A., Naesar, C.W. & Kesler, S.E., 1993a, 40Ar/39Ar, K/Ar, and
fission track geochronology of sediment-hosted disseminated gold deposits at Post-
Betze, Carlin trend, northeastern Nevada: Economic Geology, v.88, p. 622-646.
Arehart, G.B., Chryssoulis, S.L. & Kesler, S.E., 1993b, Gold and arsenic in iron sulfides from
sediment-hosted disseminated gold deposits: Implications for depositional processes:
Economic Geology, v. 88, p. 175-185.
Bakken, B.M. & Einaudi, M.T., 1986, Spatial and temporal relations between wall rock
alteration and gold mineralization, main pit, Carlin gold mine, Nevada, USA: in
Macdonald, A.J., ed., Gold ’86: Willowdale, On, Canada, Konsult International,
p.388-403.
Bettles, K., 2002, Exploration and geology, 1962-2002, at the Goldstrike property, Carlin
trend, Nevada: Society of Economic Geologists, Special Publication 9, p. 65-93.
Coope, J.A., 1991, Carlin Trend exploration history: Discovery of the Carlin deposit: Nevada
Bureau of Mines and Geology Special Publication 13, 16 p.
Dunbar, W., 2001, A structural model mineralization at Deep Star, Carlin trend, Nevada, in
Shaddrick, D.R., Zbinden, E.A., Mathewson, D.C., and Prenn, C., eds., Regional
tectonics and structural control of ore: The major gold trends of northern Nevada:
Reno, Nevada, Geological Society of Nevada, Special Publication no. 33, 19 p.
Emsbo, P., 1999, Origin of Meikle high grade gold deposit from the superposition of Late
Devonian SEDEX and mid-Tertiary Carlin-type gold mineralisation: unpublished
Ph.D. thesis, Golden, Colorado, Colorado School of Mines, 394 p.
Emsbo, P., 2002, Geology, geochemistry and genesis of sedex Au ores on the Carlin trend,
Nevada: Abstracts with Programs, Annual Meeting and Exposition, Denver 2002,
Geological Society of America, abstract 63-4, p. 140.
Evans, J.G., 1908, Geology of the Rodeo Creek and Welches Canyon quadrangles, Eureka
County, Nevada: US Geological Survey Bulletin 1473, 81 p.
Garwin, S.L., 2002, Geologic overview of the Carlin trend, Nevada: oral presentation in:
Thorman, C., compiler, Carlin-type gold deposits of northern Nevada and their
regional setting field trip, Global Exploration 2002: Integrated methods for discovery,
Society of Economic Geologists, Littleton, CO, USA, 10 p.
Hofstra, A.H. & Cline, J.S., 2000, Characteristics and models for Carlin-type gold deposits:
Reviews in Economic Geology, v. 13, p. 163-220.

Translated by Yuyus, 2009


Jory, J., 2002, Stratigraphy and host-rock controls of gold deposits of the northern Carlin
trend: in, Thompson, T.B., Teal, L. & Meeuwing, R.O., eds., Deep deposits along the
Carlin trend: Nevada Bureau of Mines and Geology Bulletin 111.
Leach, T.M., 2001, Comments on the geology – geochemistry workshop, February, 2001,
Elko, Nevada: unpublished report for Newmont Mining Corporation, 15 p.
Lewis, P.D., 2001, Structural analysis of gold deposits of the Carlin trend, Elko and Eureka
Counties, Nevada; Part I: Project Objectives, methodology and results: unpublished
report to Newmont Mining Corporation, 36 p.
Madrid, R.J., 2001, Preliminary structural systematics of the Carlin mine area including the
Carlin, Leeville, Turf, and Four Corners systems: unpublished consulting report to
Newmont Mining Corporation, November 2001, 49 p.
Madrid, R.J., & Garwin, S.L., 2002, Structural methods for targeting gold deposits, northern
Carlin Trend, Nevada: in, Vearncombe, S. ed.., and Reddy, S., Stone, B., Swager, C.,
Tabaert, F., and Thomson, J., co-eds., Applied Structural Geology for Mineral
Exploration and Mining: Australian Institute of Geoscientists, International
Symposium, Abstract Volume, Bull. 36, p. 118-121.
Marino, F. A., 2002, Structural and mineralogical features of the Deep Post mine, Carlin
Trend, Nevada: in, Vearncombe, S. ed., and Reddy, S., Stone, B., Swager, C.,
Tabaert, F., and Thomson, J., co-eds., Applied Structural Geology for Mineral
Exploration and Mining: Australian Institute of Geoscientists, International
Symposium, Abstract Volume, Bull. 36, p. 122-124.
Ressel, M.W., Noble, D.C., Henry, C.D. & Trudel, W.S., 2000, Dyke-hosted ores of the Beast
deposit and the importance of Eocene magmatism in gold mineralisation of the Carlin
trend, Nevada: Economic Geology, v. 95, p. 1417-1444.
Roberts, R.J., Hotz, P.E., Gilluly, J. & Ferguson, H.G., 1958, Paleozoic rocks of north-central
Nevada: American Association Petroleum Geologists Bulletin, v. 42, no. 12, p. 2813-
2857.
Roberts, R.J., 1960, Alignment of mining districts in north-central Nevada: U.S. Geological
Survey Prof. Paper 400-B, p. B-17-B-19
Seedorff, E., 1991, Magmatism, extension and ore deposits of Eocene to Holocene age in the
Great Basin – Mutual effects and preliminary genetic relationships: Geology and Ore
Deposits of the Great Basin Symposium, Geological Society of Nevada, Reno,
Nevada, Proceedings, p. 133-178.
Stewart, J.H., 1980, Geology of Nevada: Nevada Bureau of Mines and Geology Special
Publication 4, 136p.
Streiff, R., and Powell, J., 2002, Deep Post 2001 year-end summary report: unpublished
Newmont internal report, January 2001. 5p
Teal, L. & Jackson, M., 1997, Geologic Overview of the Carlin trend gold deposits and
descriptions of recent deep discoveries: Society of Economic Geologists Newsletter,
no. 31.
Tosdal, R.M. & Nutt, C.J., 1999, Late Eocene and Oligocene tectonic setting of Carlin-type
Au deposits, Carlin trend, Nevada, USA: in, Stanley et al., eds., Mineral deposits:
Processes to processing: Roterdam, Balkema, p. 905-908.
Tosdal, R.M., Wooden, J.L. & Kistler, R.W., 2000, Geometry of the neoproterozoic break-up,
and implications for location of Nevadan mineral belts: in Cluer, J.K., Price, J.G.,
Struhsacker, E.M., Hardyman, R.F. & Morris, C.L., eds., Geology and Ore Deposits
2000: The Great Basin and Beyond: Geological Society of Nevada Symposium
Proceedings, May 15-18, 2000, p. 451-466.

Translated by Yuyus, 2009


Figure Captions

Figure 1. Simplified geology map of the Carlin trend, Nevada, which shows the location of
major gold deposits (after Teal and Jackson, 1997). The locations of the town of
Carlin, Welches Canyon (WC) and Emigrant Pass (EP) are indicated.

Figure 2. Idealized stratigraphic column for the lithologic units in the Carlin trend, which
shows the correlation between sedimentary host rocks and gold deposits (after Teal
and Jackson, 1997). Recent work at Gold Quarry in the central Carlin trend indicates
that the Rodeo Creek unit hosts significant gold ore, more than the figure illustrates.

Figure 3. Simplified geology map of the northern and central Carlin trend, which shows the
relationships between the rock sequences in the upper- and lower-plate of the Roberts
Mountains thrust, intrusions, major faults and folds, and gold deposits. Note that the
vast majority of the intrusions labelled as Jurassic-Cretaceous are actually late
Jurassic in age. The cross-section line for figure 4 is indicated.

Figure 4. Schematic cross-section for the northern Carlin trend, adjusted to a horizontal datum
for the Popovich Formation – Rodeo Creek unit contact, which shows the relationship
between gold distribution (>1 g/t Au), rock units, the Goldstrike intrusion and the
stock’s thermal aureole. This aureole is characterized by calc-silicate skarn, marble
and hornfels. Location of section is indicated in figures 3 and 5.

Figure 5. Structural interpretation of the northern and central Carlin trend, which shows
major fault zones, competent bodies, structural culminations or domes, and gold
deposits. The direction of the regional Eocene extension-direction (s 3) is from
Seedorff (1991). The northwesterly trending axis of the Carlin trend coincides with a
major structural high, as indicated by the ~3500 foot (1100 m) contour of the top of
the Roberts Mountains autotochthon, as estimated from the interpretation of wavelet
edge-enhanced gravity data collected by Newmont Mining Corporation. The cross-
section line for figure 4 is indicated.

Figure 6. Schematic illustration of the different styles of ore deposits that occur in the Carlin
trend, which indicates the varying types of controls to gold mineralisation, including
the relationship of ore to host rock, structure and dissolution-related collapse breccias
(modified from a drawing made by John Norby in 2001).

Figure 7. Conceptual model for large gold deposits (e.g. Gold Quarry) in the Carlin trend,
which indicates the relationships between host rock, structure, hydrothermal
alteration and gold mineralization (modified from a drawing made by John Norby in
2001). Steeply dipping faults and fracture systems create zones of upflow, whereas,
gently dipping lithologic contacts and the Roberts Mountains thrust control the
outflow of mineralising fluids. Gold zones correspond to 1 g/t (0.03 opt Au) and 10
g/t (0.3 opt Au). RMA denotes the Roberts Mountains allochthon.

Translated by Yuyus, 2009


Translated by Yuyus, 2009
Translated by Yuyus, 2009
Translated by Yuyus, 2009
Translated by Yuyus, 2009