Anda di halaman 1dari 5

Gambar teknik adalah gambar yang secara umum banyak digunakan dengan

mengikuti aturan-aturan tertentu. Gambar teknik merupakan gambar kerja yang


sifatnya universal yang mempunyai arti sama di manapun, sehingga gambar
kerja dapat dibaca dan dipahami oleh oleh orang yang membuatnya. Gambar
teknik sering disebut juga sebagai gambar kerja atau gambar produksi yang
tujuannya untuk menterjemahkan gambar desain menjadi gambar terukur yang
dapat dipahami oleh pelaksana atau bagian produksi atau untuk mewujudkan ide
atau gagasan dalam pembuatan suatu benda atau produk. Gambar teknik
buklanlah gambar yang dibuat menurut selera dan pribadi pembuatnya seperti
pada melukis, tetapi gambar teknik merupakan gambar yang harus mengikuti
aturan dan metode tertentu.

Gambar kerja akan menjadi pedoman seseorang yang akan membuat benda
atau produk tersebut, baik dari sisi ukuran, bahan, warna, tekstur, penyelesaian
akhir (finishing), dan lain-lain. Gambar kerja dapat digunakan sebagai alat
komunikasi seorang pembuat gambar (drafter) dengan pembuat benda,
Alat dan bahan menggambar teknik
Beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam menggambar teknik adalah
sebagai berikut:

1. Meja gambar

Pada umumnya meja gambar dibuat dari bahan kayu yang memiliki daun meja
yang rata dan halus, meja ini dapat diatur kemiringannya sesuai penggunannya

2. Potlot

Potlot yang digunakan memiliki seri yang berbeda berdasarkan kekerasannya


yang ditandai dengan huruf H, B, dan F, atau gabungan dari huruf tersebut.

• Potlot seri H (hard) yang artinya keras, semakin besar angkanya akan semakin
keras.
• Potlot seri B (black) yang artinya hitam, memiliki sifat lunak, semakin besar
angkanya semakin lunak.
• Potlot seri HB dan F (firm), memiliki sifat sedang (tidak keras dan tidak lunak)
sedang seri F memiliki sifat hampir sama dengan potlot HB Dalam menggambar
teknik digunakan potlot seri H (H-3H) sedang untuk merancang biasa digunakan
seri B (B-2B)
2. Mistar (penggaris)

Ada beberapa jenis mistar yang digunakan dalam gambar teknik, yaitu sepasang
mistar segitiga dan mistar ukur, keduanya memiliki angka ukuran (cm dan inchi).
Mistar segitiga pertama dengan sudut 90, 30, dan 60, sedang segitiga kedua
dengan sudut 90, 45, dan 45. Mistar segitiga ini digunakan untuk menarik garis
lurus, terutama garis tegak dan membuat susut, sedang mistar ukur digunakan
untuk mengukur panjang, bukan untuk menarik garis.

3. Jangka

Jangka merupakan satu kesatuan. Jangka ini digunakan untuk membuat garis
lingkaran, meggambar sudut, mengukur panjang garis, membagi lingkaran dan
membagi garis.
4. Rapidograf

Alat sejenis pulpen atau bolpoint yang mempunyai pena bulat berbentuk pipa,
rapidograf memiliki nomor seri yang berwarna sehingga mudah dikenali, nomor
seri menunjukkan besarnya lubang pipa rapido atau tebalnya garis yang
dihasilkan. Nomor seri mulai 0.1- 0.9, nomor seri 0.1 menghasilkan garis setebal
1 mm, sedang nomor seri 0.5 menghasilkan setebal 0.5 mm. Rapidograf dapat
diisi ulang dengan tinta khusus dan tersedia dalam berbagai warna.

5. Sablon

Sablon merupakan alat cetak huruf, angka, dan bentuk tertentu (segitiga, segi
emapt, lingkaran, elips, dll.) yang digunakan untuk membuat huruf, angka, dan
bentuk secara teratur dan rapi. Sablon ini berbentuk lubang-lubang. Memiliki
berbagai macam ukuran sesuai penggunaannya
6. Kertas

Jenis kertas untuk menggambar teknik banyak sekali jenisnya, diantaranya


adalah kertas HVS, manila, padalarang, BC, kalkir, dll. Kertas memiliki berbagai
ukuran dan ketebalan yang berbeda-beda. Secara umum ukuran kertas
dibedakan menjadi 2 dua, yaitu :

• Kertas ukuran A (A0-A10) yaitu ukuran kertas jadi yang dipakai sebagai ukuran
dasar

• Kertas ukuran B (B0-B10) yaitu ukuran kertas sebelum dipotong.

Ukuran kertas dalam mm: A0 (841×1189), A1 (594×841), A2 (420×594), A3


(297×420), A4 (210×297), A5 (148×210), A6 (105×148)