TANTANGAN SISTEM PENGELOLAAN MANAGEMENT ADMINISTRASI

Dalam aktivitas pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari, baik secara sadar atau pun tidak, kita selalu disuguhkan dengan dua istilah yang sangat populer ini, yaitu administrasi dan manajemen. Sebagai contoh kecil, dimana ketika kita melakukan pengurusan dokumendokumen (paper work) di instansi, lembaga, atau kantor yang biasanya pada kantor pemerintah, kita akan selalu dimintai kompensasi atas pembuatan paperwork tersebut dengan istilah ‘biaya administrasi”, atau misalnya ketika kita akan berobat ke Rumah Sakit, maka kita akan diminta untuk mengurus administrasi terlebih dulu—yang maksudnya untuk registrasi pasien dan pembayaran biaya berobat. Kemudian ketika ada pekerja pada suatu pabrik yang meminta THR akan diminta menunggu keputusan dari manajemen dan lain sebagainya. Administrasi berasal dari kata latin “ad” dan “ministrare” yang berarti membantu, melayani atau memenuhi. Dalam bahasa Inggris adalah “Administration”—yang sampai sekarang tetap dipergunakan dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Administrasi. Namun, karena selama lebih kurang 350 tahun Indonesia dijajah Belanda, maka sedikit banyak istilah yang digunakan Belanda terinfiltrasi kedalam Bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, pengertian tersebut pada hakekatnya adalah pengertian dari Tatausaha. Menurut sudut pandang penulis, bahwa Tatausaha itu merupakan suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi dan dilakukan pencatatan secara sistematis dalam suatu organisasi untuk menghasilkan kumpulan keterangan yang dibutuhkan. Jadi sekarang dapat dipahami, bahwa kegiatan tatausaha masih termasuk dalam unsur Administrasi dalam arti luasdan bukan merupakan faktor dari administrasi. Dengan demikian, apabila kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan tatausaha, seyogyanya kita tidak menggunakan istilah administrasi agar tidak menimbulkan bias antara kedua istilah ini. Administrasi dengan Manajemen (Administration to Management)Seperti dikemukakan pada poin sebelumnya, bahwa istilah administrasi yang digunakan sampai sekarang adalah dalam bahasa Inggris, yaitu “administration”. Cakupan dari kegiatan
administrasi sangatlah luas, yaitu keseluruhan proses mulai dari menentukan bentuk dan tujuan organisasi, cara mencapai tujuan, siapa saja yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pencapaian tujuan ini, pengendalian proses pelaksanaan, sampai bagaimana mendayagunakan instrumen atau sumber yang terbatas. Pada dasarnya, cakupan dari kegiatan penataan usaha ini adalah bagian dari disiplin ilmu lain, oleh karenanya kegiatan ilmu administrasi hanya dibatasi pada aktivitas-aktivitas

penyelenggaraan atau pelaksanaan saja—yang direpresentatifkan dengan penataan usaha. Dengan demikian pula, dapat disimpulkan bahwa kegiatan administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang dilakukan oleh para administrator (pimpinan) dan dalam arti luasnya adalah keseluruhan kegiatan dalam organisasi.

.

. Administrasi dan manajemen adalah suatu ilmu yang saling berhubungan dan tidak

terpisahkan.karena di dalam administrasi terdapat manajemen yang berfungsi sebagai motor penggerak jalannya administrasi Negara.Banyak hal yang membedakan administrasi dengan manajemenai, strata yang berada di atas manajemen, eselon, strategi, qualitative, orang, reflektif,dan generalism.Dalam manajemen meliputi bidang keilmuan eksekusi,fakta, kedudukannya di bawah dari administrasi. Pembinaan Hubungan internal dan eksternal dalam Organisasi, Hubungan yang perlu di bina dalam organisasi bukan hanya menyangkut interaksi antara pimpinan dan anggotanya saja tetapi meliputi hubungan antara orang orang di dalam organisasi dan juga antara organisasi dengan pihak luar. Dalam administrasi hal internal tersebut di kenal dengan istilah human relation. Sedangkan hubungan yang bersifat eksternal di sebut pulic relation.

Telah diketahui bahwa administrasi berfungsi untuk menentukan tujuan organisasi dan merumuskan kebijakan umum, sedangkan manajemen berfungsi untuk melaksanakan kegiatan yang perlu di lakukan untuk dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas batas kebijakan umum yang telah di rumuskan.kadi kegiatan yang bersifat operasional dari manajemen dan administrasi dilakukan oleh kelompok pelaksana.Yang perlu kita ketahui secara jelas yaitu bahwa pada tingkat administrasi fungsi itu bersifat menyeluruh dan berlaku bagi seluruh organisasi. Pada tingkat manajemen fungsi itu bersifat sektoral. Pengorganisasian Beberapa tahap yang dapat dilakukan pada pengelolaan management administrasi : 1.Penggerakan(Motivating) Terdefinisikan sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan iklas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis. Fungsi penggerak merupakan fungsi terpenting karena fungsi ini mampu menjadikan manusia sebagai objek langsungnya.Motivating secara implisit berarti bahwa pimpinan organisasi berada di tengah tengah para bawahannya dan

dengan

demikian

dapat

memberikan

bimbingan,itruksi,nasihat,

dan

koreksi

jika

diperlukan.Secara eksplisit dalam pengertian ini jelas terlihat bahwa para pelaksana operatif dalam memberikan jasa jasanya memerlukan beberapa macam hal pendorong. 2.Pengawasan(Controlling) Proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi agar semua pekerjaan yang sedang di lakukan berjalan sesuai rencana yang telah di tentukan sebelumnya.Dari definisi di atas dapat di simpulkan bahwa pengawasan sangat berhubungan dengan perencanaan sehingga Harold kontz dan Cyrill O’Donnel mengatakan bahwa perencanaan dan pengawasan merupakan kedua belahan mata uang yang sama.Jelas bahwa tanpa adanya rencana pengawasan tidak mungkin dapat berjalan lancar karena tidak ada pedoman untuk melakukan pengawasan itu.Dan tanpa adanya pengawasan mungkin rencana yang memang sudah tertata dan terlaksana akan mengalami penyimpangan penyimpangan tanpa ada alat untuk mencegahnya. 3.Penilaian(evaluating) Tahap ini ada lah fungsi organik administrasi dan manajemen yang terakhir.Yaitu proses pengukuran dan pembandingan hasil hasil pekerjaan yang nyatanya di capai dengan hasil yang seharusnya di capai.Ada beberapa hal yang penting di perhatikan dalam definisi tersebut,yaitu penilaian sebagai pelaksana fungsi turut menentukan mati hidupnya suatu organisasi,Kegiatan yang terus menerus di lakukan oleh administrasi dan manajemen,penilaian merupakan kesenjangan antara hasil pelaksana yang sesungguhnya di capai dengan hasil yang seharusnya di capai.

DAFTAR PUSTAKA

http://koranrakyat.net/2008/09/01/firasat-administrasi/ Siagian, Sondang P.. 1993. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara : Jakarta.

MAKALAH MANAJEMEN TANTANGAN SISTEM PENGELOLAAN MANAJEMEN ADMINISTRASI

DI SUSUN OLEH: LUSIANA (0616039)

DOSEN PEMBIMBING: IBU RIKA DIANA

FAKULTAS SYARI’AH JURUSAN JINAYAH SIYASAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI RADEN FATAH PALEMBANG 2008

state. Kemudian. Before the discovery of germ theory. Kebanyakan orang umumnya lebih disukai untuk dirawat untuk penyakit akut di rumah. Ada 5.015 short-term. invalids. Most people generally preferred to be treated for acute illness at home. federal. as scientific medical practice developed. Kesembilan belas dan rumah sakit awal abad kedua puluh di Amerika Serikat terutama untuk pengobatan penyakit menular. Masyarakat tidak-untuk rumah sakit- . rehabilitasi. akut perawatan fasilitas umum. The community not-for-profit hospital continued the role of providing charity care for the poor. and local hospitals. Later. psychiatric hospitals. and the infirm. General hospitals often provide additional services including prevention. Hospitals during this period provided refuge and homes for the poor. dan lemah yang tidak memiliki tempat lain untuk hidup. Modern hospitals derive historically from the monastic "hospes" of tenth-century medieval England at which travelers stopped to rest. rehabilitation.and early-twentiethcentury hospitals in the United States were primarily for the treatment of communicable disease. and infirm who had no other place to live. federal. seperti TBC atau lepra. As a result of their increasing role in health care. Sebagai hasil dari peran mereka meningkat dalam perawatan kesehatan. Sebelum penemuan teori kuman. sebagai praktek medis ilmiah dikembangkan. Short-term. the Pennsylvania Hospital. obstetrics. rumah sakit modern berasal historis dari "hospes" monastik Inggris abad pertengahan abad kesepuluh dimana pelancong berhenti untuk beristirahat. penyalahgunaan zat. kebidanan. the home was actually a healthier environment than the hospital. pengobatan. rumah sakit umum sering menyediakan layanan tambahan termasuk pencegahan. dan rumah sakit khusus seperti rumah sakit anak-anak. pendidikan kesehatan.021 rumah sakit di Amerika Serikat. rumah itu sebenarnya lingkungan yang sehat dari rumah sakit.015 jangka pendek. rumah sakit jiwa. rehabilitation hospitals. These included acute care general hospitals. ill. cacat. dan penyaringan untuk kanker dan penyakit lainnya. Later. Ini termasuk rumah sakit akut umum peduli. for which people were quarantined. negara bagian. rumah sakit menjadi sumber masyarakat penting. treatment. Benjamin Franklin founded the first hospital in the United States. Rumah Sakit Pennsylvania. acute care general facilities. Nineteenth. dan lemah itu. general hospitals are defined as those for which a patient stay is thirty days or shorter and which provide general medical and surgical care. yang disewa pada tahun 1757. such as tuberculosis or leprosy. rumah sakit rehabilitasi. in the thirteenth century. pada abad ketiga belas. the hospice became a place for vagrants. Kemudian. which was chartered in 1757. sakit. rumah sakit menjadi tempat yang lebih teknis diagnosis dan pengobatan bagi mereka yang mampu dirawat di rumah sakit dan membayar untuk teknologi ilmiah baru. dan rumah sakit lokal. and specialty hospitals such as children's hospitals. Jangka pendek. substance abuse. dan rumah sakit penyakit kronis. hospitals became more technical places of diagnosis and treatment for those who could afford to be hospitalized and pay for the new scientific technologies. health education. There were 5. and screening for cancers and other diseases. Rumah sakit selama periode ini diberikan perlindungan dan rumah bagi kaum miskin.Edisi 1998 dari Rumah Sakit Statistik diterbitkan oleh American Hospital Association melaporkan bahwa ada 6. Benjamin Franklin mendirikan rumah sakit pertama di Amerika Serikat. yang orang dikarantina. hospitals became important community resources. rumah sakit menjadi tempat untuk gelandangan. and chronic disease hospitals. rumah sakit umum didefinisikan sebagai orang-orang yang tinggal pasien adalah tiga puluh hari atau lebih pendek dan yang memberikan perawatan medis dan bedah umum.

It requires highly trained employees. the Hospital Survey and Construction Act of 1946 (Hill-Burton Act) provided funding for communities across the country to build not-for-profit community hospitals and to modernize old ones. . For-profit or investor-owned hospitals are those in which the shareholders receive dividends or financial distributions based on the profits made by the hospital or the hospital's corporation. Public hospitals serve an important public health function in caring for vulnerable and underserved populations. rumah sakit Pemerintah di negara bagian. Selain itu. Ini termasuk militer.keuntungan melanjutkan peran dalam memberikan perawatan amal bagi masyarakat miskin. atau tingkat lokal umumnya perawatan untuk kelompok tertentu individu atau penyakit. Rumah sakit merupakan organisasi yang terdiri dari komite segi banyak. Society has long viewed the hospital as a social service organization. ini termasuk rumah sakit pendidikan atau akademik di mana pendidikan kedokteran diajarkan. mental sakit. Acute episodes are serious short-term illnesses for which patients require immediate care and are then returned to their homes or community. immigrants. dan jasa. Regardless of ownership. types of personnel. which are founded by private organizations. A hospital is a multifaceted organization comprising many committees. most hospitals are community hospitals. the mentally ill. or local level generally care for specified groups of individuals or diseases. jenis personil. atau yang tidak diasuransikan. Undang-undang ini sangat penting untuk mencari rumah sakit di daerah pedesaan yang sebelumnya tidak terlayani. Masyarakat telah lama memandang rumah sakit sebagai organisasi pelayanan sosial. and services. antara lain. dan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dan layanan. this includes educational or academic hospitals where medical education is taught. and is responsible for integrating the various functions and services. episode akut adalah penyakit jangka pendek yang serius bagi pasien yang memerlukan perawatan segera dan kemudian kembali ke rumah mereka atau komunitas. departemen. or the uninsured. In addition. Swasta tidakuntuk rumah sakit-laba biasanya dimiliki oleh perusahaan. termasuk. which provide care for a wide range of acute episodes of illness. rumah sakit sebagian besar masyarakat rumah sakit. departments. administrasi Rumah Sakit meliputi pengorganisasian dan mendukung perawatan total medis pasien selama episode penyakit di rumah sakit. Survei Rumah Sakit dan Konstruksi Act of 1946 (Hill-Burton Act) menyediakan dana bagi masyarakat di seluruh negeri untuk membangun tidak-untuk rumah sakit komunitas-laba dan untuk memodernisasi yang lama. yang menyediakan perawatan untuk berbagai episode akut penyakit. Terlepas dari kepemilikan. efficient systems and controls. This legislation was critical to locating hospitals in previously underserved rural areas. among others. yang didirikan oleh organisasiorganisasi swasta. dan tidak diasuransikan. including the poor. Setelah Perang Dunia II. imigran miskin. Organization and Function of Hospitals Organisasi dan Fungsi Rumah Sakit Hospital administration encompasses organizing and supporting the patient's total medical care during an episode of illness in the hospital. Types of Hospital Ownership Jenis Pemilikan Rumah Sakit Government hospitals at the federal. This includes the military. Untuk-laba atau rumah sakit yang dimiliki investor adalah mereka dimana para pemegang saham menerima dividen atau distribusi keuangan berdasarkan keuntungan yang dilakukan oleh rumah sakit atau korporasi rumah sakit. federal. Private not-for-profit hospitals are usually owned by corporations. After World War II. rumah sakit umum melayani fungsi kesehatan masyarakat yang penting dalam merawat penduduk yang rentan dan terlayani. and the uninsured. state.

Staf medis adalah unit pemerintahan sendiri secara resmi terorganisir dalam rumah sakit. Eksekutif Administrasi). The medical staff is a formally organized self-governing unit within the hospital." or governing board. yang utama tujuannya adalah . dan. Dokter adalah pemimpin tim klinis dan agen utama yang bekerja atas nama pasien. The" dewan wali amanat. Tanggung jawab dokter adalah untuk mendiagnosa kondisi pasien secara akurat dan untuk meresepkan rencana perawatan yang terbaik dan paling efektif-biaya. In these tasks. Eksekutif Petugas (CEO laporan kepada dewan yang mengatur dan menyediakan kepemimpinan dalam melaksanakan sasaran-sasaran strategis dan keputusan yang ditetapkan oleh Dewan. The physician's responsibility is to diagnose the patient's condition accurately and to prescribe the best and most cost-effective treatment plan. lembaga yang berorientasi pada orang dan memiliki struktur yang mirip dan hirarki otoritas sebagai setiap bisnis besar. CEO delegasi perawatan klinis dan tugas-tugas administratif untuk individu yang sangat terlatih dan tim. people-oriented institution and it has a similar structure and hierarchy of authority as any large business. mengoperasikan rumah sakit di kepercayaan bagi masyarakat dan memiliki kewajiban fidusia untuk melindungi aset rumah sakit melalui operasi yang efisien.necessary supplies. atau papan yang mengatur. tetapi juga dapat mencakup lainnya doktor profesional tingkat pelayanan kesehatan seperti dokter gigi atau psikolog. sistem yang efisien dan kontrol. The chief executive officer (CEO) reports to the governing board and provides leadership in implementing the strategic goals and decisions set by the Board. the CEO must coordinate the collective effort of the hospital's personnel. The "board of trustees. Dewan Pembina ". The Medical Staff. Jawab terhadap mutu pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui staf medis. dokter dan pasien. CEO harus mengkoordinasikan upaya kolektif personil rumah sakit. It is a business as well as a caring. perlengkapan yang diperlukan. Executive Administration. Mereka menjamin kualitas perawatan medis melalui pemilihan dokter yang berkualitas dan dengan mendelegasikan tanggung jawab jaminan kualitas kepada staf medis. terutama terdiri dari dokter. They ensure the quality of medical care through the selection of qualified physicians and by delegating quality assurance responsibilities to the medical staff. The CEO also represents the hospital to the external environment and the community. peralatan dan fasilitas yang memadai. but may also include other doctoral level health care professionals such as dentists or psychologists. and. Board of Trustees. The trustees are responsible for establishing the hospital's mission and establishing its bylaws and strategic policies. The CEO delegates the clinical care and administrative duties to highly trained individuals and teams. Dalam tugas ini. Staf Medis. Responsibility for the quality of medical care is exercised through the medical staff. primarily comprised of physicians. Ini adalah bisnis serta peduli. operates the hospital in trust for the community and has a fiduciary duty to protect the assets of the hospital through efficient operation. Hal ini membutuhkan karyawan yang sangat terlatih. CEO ini juga merupakan rumah sakit untuk lingkungan eksternal dan masyarakat. Trustees select the administrative leader of the hospital and delegate the hospital's daily operations and budgeting to the appointed executive. whose major purpose is to ensure the highest quality of medical care to the patients. adequate equipment and facilities. The physician is the leader of the clinical team and the major agent working on behalf of the patient. Pembina pilih pemimpin administrasi rumah sakit dan delegasi operasi harian rumah sakit dan penganggaran untuk eksekutif ditunjuk. tentu saja. physicians and patients. of course. Para wali bertanggung jawab untuk membuat misi rumah sakit dan mendirikan peraturan dan kebijakan strategis.

termasuk otopsi. Itu juga merupakan perawatan kesehatan terbesar pendudukan di Amerika Serikat. sitologi klinis. These nurses are helped by licensed practical nurses (LPNs) and certified nurses aides (CNAs). termasuk pengawasan perawat dan staf administrasi lainnya. Hal ini dilakukan melalui empat fungsi: "credentialing" menentukan dan menilai kualifikasi dokter berusaha untuk berlatih di rumah sakit. is the largest component of the hospital. It is also the largest health care occupation in the United States. Allied Health Services. dan patologi klinis. juga disebut pelayanan perawatan pasien. A clinical nurse-specialist has specific expertise or competence in a particular field of nursing. This is done through four functions: "Credentialing" determines and assesses the qualifications of physicians seeking to practice at the hospital. pengobatan. A nursing supervisor may have overall management responsibility for several units. and clinical pathology. who perform routine nursing functions. teknologi medis melakukan sebagian dari pekerjaan laboratorium di bawah pengawasan seorang patolog. also called patient care services. Nursing services provide round-the-clock health maintenance. including autopsy. Members of the nursing staff represent a wide range of training and experience. A number of departments perform support functions that help with diagnosis and treatment. Important roles of nurses today also include those of patient advocate and health educator. and for coordinating the services of departments such as social work and discharge planning. dan dukungan pasien. including supervising other nursing and clerical staff. Laboratorium klinis adalah pusat diagnostik yang melakukan berbagai fungsi. Nursing Services. The clinical laboratory is a diagnostic center that performs a variety of functions. "Reappointment" ascertains whether a specific physician should be permitted to continue practicing at the hospital. "Privileging" determines the specific types of care that individual physicians will be allowed to practice at the hospital. Anggota staf keperawatan mewakili berbagai pelatihan dan pengalaman. Layanan Perawatan. Seorang supervisor keperawatan mungkin memiliki tanggung jawab manajemen secara keseluruhan beberapa unit. and support of the patient. who is a physician. "Peer review" memonitor seberapa baik kinerja sebuah dokter. Keperawatan jasa karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana pengobatan yang dikembangkan oleh dokter. Perawatan menyediakan jasa pemeliharaan kesehatan round-the-clock. yang melakukan fungsi perawatan rutin. "Privileging" menentukan jenis-jenis perawatan yang dokter individu akan diizinkan untuk praktek di rumah sakit. clinical cytology. Seorang perawat spesialis-klinis memiliki keahlian khusus atau kompetensi dalam bidang tertentu keperawatan. A nurse manager has overall responsibility for the care of patients on a particular unit. Nursing services. merupakan komponen terbesar dari rumah sakit.untuk memastikan kualitas tertinggi perawatan medis kepada pasien. "Pengangkatan kembali" mengetengahkan apakah dokter tertentu harus diijinkan untuk terus berlatih di rumah sakit. dan untuk mengkoordinasikan pelayanan departemen seperti kerja sosial dan perencanaan pulang. "Peer review" monitors how well a physician is performing. yang adalah seorang dokter. Seorang manajer perawat memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk perawatan pasien pada unit tertentu. Sejumlah departemen melakukan fungsi dukungan yang membantu dengan diagnosis dan pengobatan. Layanan Keperawatan. Penting peran perawat hari ini juga termasuk orang-orang advokat pasien dan pendidik kesehatan. treatment. Perawat ini dibantu oleh perawat praktis berlisensi (LPNs) dan bersertifikat perawat pembantu (CNAs). . Nursing services employees are responsible for carrying out the treatment plan developed by the physician. Medical technologists perform most of the work of the laboratory under the supervision of a pathologist. Sekutu Pelayanan Kesehatan.

Rehabilitation services provides assistance in enhancing the optimal physical. Klinik Layanan Dukungan. and social functioning of the patient following an episode of illness. The primary objective is to ensure that all environmental and emotional barriers to the patient's recovery are mitigated. Nonmedical administrative services are necessary to the hospital's business and physical plant management. The finance department advises the CEO on financial policy and long-range planning. counseling patients and other members of the health care team. layanan Rehabilitasi memberikan bantuan dalam meningkatkan fungsi optimal fisik. The pharmacist works directly with the medical staff in establishing a formulary. dan sosial pasien menyusul episode penyakit. Layanan bisnis mengelola fungsi rumah sakit mengakui dan debit. CEO memimpin layanan administrasi dan secara langsung bertanggung jawab atas operasi sehari-hari fasilitas tersebut. Social services helps coordinate needed communitybased services. beban catatan ke rekening pasien. dan kadang-kadang perencanaan pulang. Physical and occupational therapy are the primary specialties in this service. Pembelian farmasi rumah sakit dan membagi-bagikan semua obat yang digunakan untuk mengobati pasien di rumah sakit. Administrasi Layanan Dukungan. dan masyarakat. mental. the medical team. Pelayanan sosial mengintegrasikan pasien. the listing of drugs chosen to be included in the pharmacy. and approves the payments of salaries and other expenditures. Tujuan utama adalah untuk memastikan bahwa semua hambatan lingkungan dan emosional untuk pemulihan pasien telah diantisipasi. maka daftar obat yang dipilih untuk dimasukkan dalam apotek. tim medis. records charges to a patient's account. Business services manages the hospital's admitting and discharge functions. Hospital dieticians play an important therapeutic role in providing the patient with the appropriate food and nutrition. and sometimes discharge planning. konsisten dengan rencana pengobatan yang diresepkan oleh dokter. Administrative Support Services. receives and deposits all monies received by the hospital. dan konsultasi berkenaan dengan informasi obat rinci. konseling pasien dan anggota lain dari tim perawatan kesehatan. and consulting with regard to detailed drug information. establishes procedures for accounting functions. mental. dan menangani piutang usaha dengan pembayar pihak ketiga seperti perusahaan asuransi. Terapi fisik dan okupasi adalah spesialisasi utama dalam layanan ini. and the community. Departemen radiologi menyediakan radiografi untuk membantu dengan diagnosis dan melakukan terapi radiasi untuk pengobatan beberapa gangguan medis. Clinical pharmacy consists of communicating with patients. Departemen Keuangan menyarankan CEO pada kebijakan keuangan dan . farmasi klinis terdiri dari berkomunikasi dengan pasien. and handles accounts receivables with third-party payers such as insurance companies. Nonmedis layanan administrasi yang diperlukan untuk rumah sakit bisnis dan manajemen pabrik fisik. Social services integrates the patient. consistent with the treatment plan prescribed by the physician. Rumah Sakit ahli diet memainkan peran penting dalam menyediakan terapi pasien dengan makanan yang sesuai dan gizi. The hospital pharmacy purchases and dispenses all the medications used to treat patients in the hospital.The radiology department provides radiographs to aid with diagnosis and performs radiation therapy for the treatment of some medical disorders. Clinical Support Services. The CEO leads these administrative services and is directly responsible for the day-to-day operations of the facility. apoteker bekerja secara langsung dengan staf medis dalam membangun formularium. jasa sosial membantu mengkoordinasikan layanan berbasis masyarakat diperlukan.

public relations. Lain fungsi administrasi dan bisnis yang penting mungkin termasuk pemasaran dan perencanaan. menyiapkan dan mengeluarkan daftar gaji. menetapkan prosedur untuk fungsi-fungsi akuntansi. Sensitivitas dan efisiensi dari departemen ini dapat sangat mempengaruhi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. disease. Human resources performs job analyses. dan keamanan. The accounting department is responsible for maintaining the general ledger and summarizing all the financial transactions performed by the hospital. Layanan Informasi dan pemeliharaan rekam medis adalah fungsi inti manajemen rumah sakit. menerima dan deposito semua uang yang diterima oleh rumah sakit. tracking and recording costs to enable appropriate reimbursement for services from insurance companies. dan operasi. dan menyetujui pembayaran gaji dan pengeluaran lainnya. Mengakui jasa sering di mana pasien pertama memiliki kontak dengan rumah sakit. Detailed and sound accounting practices are fundamental to maintaining important organizational statistics for administrative decision-making. dan penyusunan anggaran modal dan operasional. housekeeping. praktek akuntansi rinci dan suara sangat penting untuk menjaga statistik organisasi penting bagi administrasi-pengambilan keputusan. tanaman dan pengelolaan bahan. as well as providing training to new employees and opportunities for growth and selfactualization for all employees. serta memberikan pelatihan kepada karyawan baru dan peluang untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri bagi seluruh karyawan. Akuntansi merupakan pusat bisnis keuangan rumah sakit. Medical records are maintained on all admitted patients and they are indexed according to physician. Medical records have recently been designated a source of revenue as they have a direct bearing on reimbursement from insurance companies.perencanaan jangka panjang. rumah tangga. plant and materials management. The sensitivity and efficiency of this department can greatly influence the patient's perception of the quality of care received. penyakit. pelacakan dan merekam biaya untuk mengaktifkan penggantian sesuai untuk jasa dari perusahaan asuransi. Departemen akuntansi bertanggung jawab untuk menjaga buku besar dan meringkas semua transaksi keuangan yang dilakukan oleh rumah sakit. Admitting services is often where the patient first has contact with the hospital. Sumber daya manusia melakukan job analysis. Information services and medical record maintenance are core functions of hospital management. fund-raising. and operation. preparing and dispensing the payroll. dan menetapkan kompensasi yang kompetitif untuk posisi tertentu. and security. Accounting is central to the hospital's financial business. and preparing the capital and operating budgets. The human resources department interacts with all departments in the hospital to ensure the quality and motivation of personnel working at the hospital. Rekam medis diselenggarakan pada semua pasien yang masuk dan mereka diindeks menurut dokter. develops job descriptions. mengembangkan deskripsi pekerjaan. public relations. Rekam medis baru-baru ini ditetapkan sebagai sumber pendapatan karena mereka memiliki kaitan langsung pada penggantian dari perusahaan asuransi. . Departemen sumber daya manusia berinteraksi dengan seluruh departemen di rumah sakit untuk memastikan kualitas dan motivasi karyawan yang bekerja di rumah sakit. Other important administrative and business functions may include marketing and planning. and establishes competitive compensation for specific positions. penggalangan dana.

dan manajer yang bertanggung jawab atas masalah bisnis rumah sakit. Seorang administrator umum bertanggung jawab terhadap semua departemen dan praktek bisnis. Tugas 1. Administrasi Ukuran 2. manajer klinis dan manajer informasi kesehatan memiliki tugas yang lebih spesifik dari seorang administrator tidak umum. maka dapat melakukan evaluasi dengan karyawan dan rapat staf langsung. Ada beberapa jenis layanan manajer kesehatan: manajer klinis. yang mengelola departemen tertentu dan biasanya memiliki pengalaman di daerah tersebut.co. Dalam administrasi kecil di sana hanya dapat satu administrator merawat semua departemen. dan memiliki tugas seperti melaksanakan kebijakan. mengelola personil dan menulis laporan untuk diberikan kepada administrator keseluruhan. informasi kesehatan manajer. Beberapa administrator sistem mengelola fasilitas perawatan kesehatan. yang menjaga dan merawat pasien catatan. Praktek kelompok besar mungkin memiliki beberapa administrator dan asisten. Administrasi berbagai ukuran dan tugas administrator tergantung pada ukuran administrasi. Jenis Administrator 3. atau satu administrator dan satu administrator asisten.answers. Klinis dan manajer informasi kesehatan bekerja dalam departemen mereka sendiri. Mereka harus menyadari kemajuan baru dalam pengobatan. Mereka mengkoordinasikan kegiatan dan membuat kebijakan untuk rumah sakit.google. Administrator mengembangkan program untuk rumah sakit pengajaran dan penelitian.id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://www. administrasi besar memiliki beberapa administrator dan administrator asisten melakukan tugas-tugas sehari-hari seperti mengelola kegiatan departemen rumah sakit sementara satu administrator bertanggung jawab secara keseluruhan. Mereka mungkin juga bertanggung jawab untuk hubungan masyarakat rumah sakit dan program penggalangan dana.com/topic/hospital-administration administrasi Rumah Sakit adalah manajemen rumah sakit sebagai bisnis . administrasi terdiri dari medis dan kesehatan manajer jasa (kadang-kadang disebut eksekutif perawatan kesehatan dan perawatan administrator kesehatan) dan asisten administrator. administrator lain dan staf medis. Menjadi Administrator .http://translate. Umum vs khusus 4. Administrator adalah penghubung antara papan rumah sakit. Beberapa administrator bertanggung jawab atas pengangkatan dan pelatihan dokter dan staf lainnya.

ilmu kesehatan.com/about_5130430_hospitaladministration_.com/translate_c?hl=id&langpair=en %7Cid&u=http://www.googleusercontent.5. Derajat dalam administrasi pelayanan kesehatan.com http://translate. Ini harus mencakup program gelar magang di pusat perawatan kesehatan. administrasi perawatan jangka panjang.ehow. kantor dokter 'biasanya menyewa orang-orang dengan pengalaman kerja. Jika Anda tidak ingin mendapatkan gelar master. Anda harus memiliki gelar master.id&usg=ALkJrhiiWtq2RtArxL8JCoU2pBLY n7xq7w#ixzz12mjPdCeN . administrasi publik atau administrasi bisnis yang paling membantu. Program Pascasarjana biasanya dua sampai tiga tahun panjang. kesehatan masyarakat.google. Untuk menjadi seorang manajer pelayanan medis.co.html&rurl=translate. Read more: Apakah Administrasi Rumah Sakit? | EHow.

Menurut Kotter (1983) definisi rumah sakit adalah merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa kesehatan. Top referral hospital 2. asuhan keperawatan yang berkesinambungan. ciri-ciri : Specialis dan sub specialis terbatas. pelayanan rujukan dari kabupaten 3. ciri-ciri : Pelayanan rujukan dari Puskesmas 5. mereka mendefinisikan rumah sakit sebagai tempat dimana orang sakit mencari dan menerima pelayanan kedokteran serta tempat dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran. Menurut lokasi (pemerintah) : pusat. Menurut pemilik : pemerintah. RS Jantung. berbagai faktor mempengaruhi perkembangan RS. RS Paru. Menurut jenis pelayanan yang diselenggarakan : General Hospital dan Specialty Hospital 4. Rumah Sakit tipe C. Sedangkan menurut Wolper dan Pena (1987). swasta 2. Kusta dll Dalam beberapa kebutuhan rumah sakit juga dapat di golongkan menjadi 2. perawat serta berbagai tenaga profesi kesehatan lainnya diselenggarakan. ciri-ciri : Spesialis terbatas. dan (2) RS pendidikan yang mengadakan tiga atau lebih program kedokteran spesialis (Trisnantoro. kanker. teknologi.Konsep Rumah Sakit Menurut American Hospital Assocition (1974) definisi Rumah Sakit adalah : RS adalah Suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kedokteran. Rumah sakit tipe B. Rumah sakit tipe D. 1992). ciri-ciri : Specialis dan sub specialis lebih luas. Syarat Mendirikan Sebuah Rumah sakit . sosial ekonomi. RS pendidikan dikelompokkan menjadi 2 golongan: (1) pusat ilmu kesehatan pada universitas besar yang mengadakan penelitian ilmu kesehatan dasar. diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Rumah sakit tipe A. Pelayanan rujukan dari Puskesmas 4. faktor kebutuhan masyarakat terhadap mutu pelayanan dan peraturan. Jenis Rumah Sakit Rumah sakit dapat dibagi dalam beberapa jenis menurut kategorinya masing-masing 1. epidemiologi. provinsi dan kabupaten Sedangkan menurut kemampuan yang dimiliki rumah sakit di Indonesia dapat digolongkan dalam beberapa kategori. demografi. serta faktor kebijaksanaan pemerintah yang berlaku. Menurut filosofi yang dianut : profit hospital dan non profit hospital 3. antara lain. yaitu : 1. yaitu : RS pendidikan dan non pendidikan. Rumah sakit tipe E (rumah sakit khusus) : RS Jiwa.

2. 2. Pendidikan.1. Nama Rumah Sakit Berdasarkan SK Dirjen Yanmedik No. promotif dan rehabilitatif 3. Penelitian 5. Pelayanan Informasi Pembagian Pelayanan rumah sakit secara sederhana . terutama bagi rumah sakit-rumah sakit besar yang berfungsi sebagai tempat pendidikan. Pelayanan pasien. Tambang Batubara Bukit Asam (persero) tetapi boleh dinamai Rumah Sakit Bukit Asam. CATATAN: Semua persyaratan tersebut diajukan kepada Dinas kesehatan Tk Provonsi dan tembusannya ke dir Direjen Yanmedik Depkes RI di Jakarta Empat fungsi dari rumah sakit 1. 4.0308/Yanmed/RSKS/PA/SK/IV1992 menyatakan bahwa: • • Nama rumah sakit tidak boleh memakai nama orang yang masih hidup Tidak boleh menyebutkan jenis badan hukum. Pelayanan komunitas berupa suatu kerjasama dengan pihak-pihak lain di luar rumah sakit yang biasanya berupa upaya-upaya preventif. Penyelenggara Rumah Sakit • • • • • • Foto copy akte notaris pendirian yayasan (pemohon) Fotocopy sertifikat tanah atau surat penunjukan penggunaan lokasi atas nama pemohon Izin lokasi dari kepala daerah Tk II Study kelayakan pendirian RS Rekmendasi PERSI Surat pernyataan dari pemohon untuk tunduk pada peraturan yang berlaku. misalnya rumah sakit PT.

Adanya akses khusus atau tidak saling mengganggu.com/2010/02/16/administrasi-rumah-sakit/ .Prinsip-prinsip hubungan antar bagian di rumah sakit • • • Bagian-bagian rumah sakit harus berhubungan dengan baik dan dengan tata letak yang serasi dan sesuai dengan fungsinya.wordpress. Adanya jalan yang terpisah atau alur yang berbeda antara umum dengan petugas rumah sakit. antara barang-barang bersih dengan barang-barang kotor http://tuloe.

yang didirikan oleh organisasi-organisasi swasta. rumah sakit jiwa. kebidanan. rumah sakit menjadi tempat yang lebih teknis diagnosis dan pengobatan bagi mereka yang mampu dirawat di rumah sakit dan membayar untuk teknologi ilmiah baru. Kemudian. mental sakit.ADMINISTRASI RUMAH SAKIT Edisi 1998 dari Rumah Sakit Statistik diterbitkan oleh American Hospital Association melaporkan bahwa ada 6. seperti TBC atau lepra. Swasta tidak-untuk rumah sakit-laba biasanya dimiliki oleh perusahaan.Inggris di mana pelancong berhenti untuk beristirahat. pendidikan kesehatan. Rumah sakit selama periode ini diberikan perlindungan dan rumah bagi kaum miskin. Ini termasuk militer. dan lemah yang tidak memiliki tempat lain untuk hidup. atau tingkat lokal umumnya perawatan untuk kelompok tertentu individu atau penyakit. imigran miskin. pengobatan. dan tidak diasuransikan. sakit. Benjamin Franklin mendirikan rumah sakit pertama di Amerika Serikat. dan lemah itu. federal. Ini termasuk rumah sakit akut umum peduli. Sebagai hasil dari peran mereka meningkat dalam perawatan kesehatan. Survei Rumah Sakit dan Konstruksi Act of 1946 (Hill-Burton Act) menyediakan dana bagi masyarakat di seluruh negeri untuk membangun tidak-komunitas dan rumah sakit profit untuk memodernisasi yang lama. sebagai praktek medis ilmiah dikembangkan. antara lain. Selain itu. Masyarakat tidak-untuk rumah sakit-keuntungan melanjutkan peran dalam memberikan perawatan amal bagi masyarakat miskin. ini termasuk rumah sakit pendidikan atau akademik di mana pendidikan kedokteran diajarkan.021 rumah sakit di Amerika Serikat . yang disewa pada tahun 1757. Kebanyakan orang umumnya lebih disukai untuk dirawat untuk penyakit akut di rumah. rumah itu sebenarnya lingkungan yang sehat dari rumah sakit. Setelah Perang Dunia II . Kemudian. dan rumah sakit lokal. rumah sakit umum sering menyediakan layanan tambahan termasuk pencegahan. . rumah sakit umum didefinisikan sebagai orang-orang yang tinggal pasien adalah tiga puluh hari atau lebih pendek dan yang memberikan perawatan medis dan bedah umum. JENIS KEPEMILIKAN RUMAH SAKIT rumah sakit Pemerintah di negara bagian. rehabilitasi. termasuk. rumah sakit rehabilitasi. cacat. penyalahgunaan zat. pada abad ketiga belas. atau yang tidak diasuransikan. rumah sakit modern berasal historis dari "monastik" hospes dari sepuluh abad pertengahan abad ke. negara bagian. rumah sakit menjadi sumber masyarakat penting. Kesembilan belas dan rumah sakit awal abad kedua puluh di Amerika Serikat terutama untuk pengobatan penyakit menular. rumah sakit menjadi tempat untuk gelandangan. Rumah Sakit Pennsylvania. dan rumah sakit penyakit kronis. Undang-undang ini sangat penting untuk mencari rumah sakit di daerah pedesaan yang sebelumnya tidak terlayaniMasyarakat telah lama memandang rumah sakit sebagai organisasi pelayanan sosial. Untuklaba atau rumah sakit yang dimiliki investor adalah mereka dimana para pemegang saham menerima dividen atau distribusi keuangan berdasarkan keuntungan yang dilakukan oleh rumah sakit atau korporasi rumah sakit. federal. Sebelum penemuan teori kuman. dan rumah sakit khusus seperti rumah sakit anak-anak. yang orang dikarantina. rumah sakit umum melayani fungsi kesehatan masyarakat yang penting dalam merawat penduduk yang rentan dan terlayani. Jangka pendek. dan penyaringan untuk kanker dan penyakit lainnya.

"Privileging" determines the specific types of care that individual physicians will be allowed to practice at the hospital. peralatan dan fasilitas yang memadai. departemen. Mereka menjamin kualitas perawatan medis melalui pemilihan dokter yang berkualitas dan dengan mendelegasikan tanggung jawab jaminan kualitas kepada staf medis. CEO harus mengkoordinasikan upaya kolektif personil rumah sakit. Eksekutif Administrasi). tentu saja. dan jasa. "Privileging" menentukan jenis-jenis perawatan yang dokter individu akan diizinkan untuk praktek di rumah sakit. ORGANISASI DAN FUNGSI RUMAH SAKIT administrasi Rumah Sakit meliputi pengorganisasian dan mendukung perawatan total medis pasien selama episode penyakit di rumah sakit. Eksekutif Petugas (CEO laporan kepada dewan yang mengatur dan menyediakan kepemimpinan dalam melaksanakan sasaran-sasaran strategis dan keputusan yang ditetapkan oleh Dewan.Terlepas dari kepemilikan. CEO ini juga merupakan rumah sakit untuk lingkungan eksternal dan masyarakat. terutama terdiri dari dokter. atau papan yang mengatur. Tanggung jawab dokter adalah untuk mendiagnosa kondisi pasien secara akurat dan untuk meresepkan rencana perawatan yang terbaik dan paling efektif-biaya. yang utama tujuannya adalah untuk memastikan kualitas tertinggi perawatan medis kepada pasien. dokter dan pasien. Jawab terhadap mutu pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui staf medis. Para wali bertanggung jawab untuk membuat misi rumah sakit dan mendirikan peraturan dan kebijakan strategis. lembaga yang berorientasi pada orang dan memiliki struktur yang mirip dan hirarki otoritas Dewan Pembina ". mengoperasikan rumah sakit di kepercayaan bagi masyarakat dan memiliki kewajiban fidusia untuk melindungi aset rumah sakit melalui operasi yang efisien. sistem yang efisien dan kontrol. CEO delegasi perawatan klinis dan tugas-tugas administratif untuk individu yang sangat terlatih dan tim. Dokter adalah pemimpin tim klinis dan agen utama yang bekerja atas nama pasien. The" dewan wali amanat. Hal ini membutuhkan karyawan yang sangat terlatih. perlengkapan yang diperlukan. primarily comprised of physicians. Ini adalah bisnis serta peduli. rumah sakit sebagian besar masyarakat rumah sakit. Dalam tugas ini. Staf Medis. Responsibility for the quality of medical care is exercised through the medical staff. Hal ini dilakukan melalui empat fungsi: "credentialing" menentukan dan menilai kualifikasi dokter berusaha untuk berlatih di rumah sakit. but may also include other doctoral level health care professionals such as dentists or psychologists. This is done through four functions: "Credentialing" determines and assesses the qualifications of physicians seeking to practice at the hospital. jenis personil. dan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dan layanan Rumah sakit merupakan organisasi yang terdiri dari komite segi banyak. whose major purpose is to ensure the highest quality of medical care to the patients. yang menyediakan perawatan untuk berbagai episode akut penyakitepisode akut adalah penyakit jangka pendek yang serius bagi pasien yang memerlukan perawatan segera dan kemudian kembali ke rumah mereka atau komunitas. dan. Pembina pilih pemimpin administrasi rumah sakit dan delegasi operasi harian rumah sakit dan penganggaran untuk eksekutif ditunjuk. "Peer review" monitors how well a . tetapi juga dapat mencakup lainnya doktor profesional tingkat pelayanan kesehatan seperti dokter gigi atau psikolog. Staf medis adalah unit pemerintahan sendiri secara resmi terorganisir dalam rumah sakit. The medical staff is a formally organized self-governing unit within the hospital.

Medical technologists perform most of the work of the laboratory under the supervision of a pathologist. dan dukungan pasien. teknologi medis melakukan sebagian dari pekerjaan laboratorium di bawah pengawasan seorang patolog. Sekutu Pelayanan Kesehatan. Departemen radiologi menyediakan radiografi untuk membantu dengan diagnosis dan melakukan terapi radiasi untuk pengobatan beberapa gangguan medis. Layanan Keperawatan. including autopsy. treatment. and clinical pathology. A nursing supervisor may have overall management responsibility for several units. Itu juga merupakan perawatan kesehatan terbesar pendudukan di Amerika Serikat. It is also the largest health care occupation in the United States. . who perform routine nursing functions. also called patient care services. "Peer review" memonitor seberapa baik kinerja sebuah dokter. The clinical laboratory is a diagnostic center that performs a variety of functions. yang melakukan fungsi perawatan rutin. including supervising other nursing and clerical staff. Laboratorium klinis adalah pusat diagnostik yang melakukan berbagai fungsi. Layanan Perawatan. Seorang perawat spesialis-klinis memiliki keahlian khusus atau kompetensi dalam bidang tertentu keperawatan. is the largest component of the hospital. and support of the patient. pengobatan. clinical cytology. Allied Health Services. A nurse manager has overall responsibility for the care of patients on a particular unit. Keperawatan jasa karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana pengobatan yang dikembangkan oleh dokter.physician is performing. Nursing services. "Reappointment" ascertains whether a specific physician should be permitted to continue practicing at the hospital. A number of departments perform support functions that help with diagnosis and treatment. Anggota staf keperawatan mewakili berbagai pelatihan dan pengalaman. The radiology department provides radiographs to aid with diagnosis and performs radiation therapy for the treatment of some medical disorders. Penting peran perawat hari ini juga termasuk orang-orang advokat pasien dan pendidik kesehatan. termasuk pengawasan perawat dan staf administrasi lainnya. "Pengangkatan kembali" mengetengahkan apakah dokter tertentu harus diijinkan untuk terus berlatih di rumah sakit. These nurses are helped by licensed practical nurses (LPNs) and certified nurses aides (CNAs). Sejumlah departemen melakukan fungsi dukungan yang membantu dengan diagnosis dan pengobatan. Seorang supervisor keperawatan mungkin memiliki tanggung jawab manajemen secara keseluruhan beberapa unit. merupakan komponen terbesar dari rumah sakit. Perawat ini dibantu oleh perawat praktis berlisensi (LPNs) dan bersertifikat perawat pembantu (CNAs). Nursing Services. Perawatan menyediakan jasa pemeliharaan kesehatan round-the-clock. and for coordinating the services of departments such as social work and discharge planning. who is a physician. termasuk otopsi. juga disebut pelayanan perawatan pasien. Members of the nursing staff represent a wide range of training and experience. Seorang manajer perawat memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk perawatan pasien pada unit tertentu. dan untuk mengkoordinasikan pelayanan departemen seperti kerja sosial dan perencanaan pulang. yang adalah seorang dokter. sitologi klinis. Nursing services employees are responsible for carrying out the treatment plan developed by the physician. Important roles of nurses today also include those of patient advocate and health educator. dan patologi klinis. A clinical nurse-specialist has specific expertise or competence in a particular field of nursing. Nursing services provide round-the-clock health maintenance.

Nonmedical administrative services are necessary to the hospital's business and physical plant management. The pharmacist works directly with the medical staff in establishing a formulary. Administrative Support Services. menerima dan deposito semua uang yang diterima oleh rumah sakit. dan menangani piutang usaha dengan pembayar pihak ketiga seperti perusahaan asuransi. establishes procedures for accounting functions. The CEO leads these administrative services and is directly responsible for the day-to-day operations of the facility. tim medis. and consulting with regard to detailed drug information. CEO memimpin layanan administrasi dan secara langsung bertanggung jawab atas operasi sehari-hari fasilitas tersebut. Clinical pharmacy consists of communicating with patients. Rumah Sakit ahli diet memainkan peran penting dalam menyediakan terapi pasien dengan makanan yang sesuai dan gizi. Terapi fisik dan okupasi adalah spesialisasi utama dalam layanan ini. dan menyetujui pembayaran gaji dan pengeluaran lainnya. konseling pasien dan anggota lain dari tim perawatan kesehatan. layanan Rehabilitasi memberikan bantuan dalam meningkatkan fungsi optimal fisik. Hospital dieticians play an important therapeutic role in providing the patient with the appropriate food and nutrition. menetapkan prosedur untuk fungsi-fungsi akuntansi. Social services integrates the patient. counseling patients and other members of the health care team. Nonmedis layanan administrasi yang diperlukan untuk rumah sakit bisnis dan manajemen pabrik fisik. the listing of drugs chosen to be included in the pharmacy. and social functioning of the patient following an episode of illness. consistent with the treatment plan prescribed by the physician. konsisten dengan rencana pengobatan yang diresepkan oleh dokter. Tujuan utama adalah untuk memastikan bahwa semua hambatan lingkungan dan emosional untuk pemulihan pasien telah diantisipasi. Klinik Layanan Dukungan. and approves the payments of salaries and other expenditures. The primary objective is to ensure that all environmental and emotional barriers to the patient's recovery are mitigated. Physical and occupational therapy are the primary specialties in this service. and sometimes discharge planning. The hospital pharmacy purchases and dispenses all the medications used to treat patients in the hospital. maka daftar obat yang dipilih untuk dimasukkan dalam apotek. dan sosial pasien menyusul episode penyakit. Pembelian farmasi rumah sakit dan membagi-bagikan semua obat yang digunakan untuk mengobati pasien di rumah sakit. farmasi klinis terdiri dari berkomunikasi dengan pasien. mental. and handles accounts receivables with third-party payers such as insurance companies. mental. Administrasi Layanan Dukungan. beban catatan ke rekening pasien. Business services manages the hospital's admitting and discharge functions. Departemen Keuangan menyarankan CEO pada kebijakan keuangan dan perencanaan jangka panjang. The finance department advises the CEO on financial policy and long-range planning. and the community. dan konsultasi berkenaan dengan informasi obat rinci.Rehabilitation services provides assistance in enhancing the optimal physical. dan kadang-kadang perencanaan pulang. . the medical team. Clinical Support Services. apoteker bekerja secara langsung dengan staf medis dalam membangun formularium. Layanan bisnis mengelola fungsi rumah sakit mengakui dan debit. receives and deposits all monies received by the hospital. records charges to a patient's account. Social services helps coordinate needed communitybased services. Pelayanan sosial mengintegrasikan pasien. dan masyarakat. jasa sosial membantu mengkoordinasikan layanan berbasis masyarakat diperlukan.

Rekam medis diselenggarakan pada semua pasien yang masuk dan mereka diindeks menurut dokter. dan menetapkan kompensasi yang kompetitif untuk posisi tertentu. Medical records have recently been designated a source of revenue as they have a direct bearing on reimbursement from insurance companies. Rekam medis baru-baru ini ditetapkan sebagai sumber pendapatan karena mereka memiliki kaitan langsung pada penggantian dari perusahaan asuransi. The sensitivity and efficiency of this department can greatly influence the patient's perception of the quality of care received. mengembangkan deskripsi pekerjaan. dan keamanan. and establishes competitive compensation for specific positions. Human resources performs job analyses. pelacakan dan merekam biaya untuk mengaktifkan penggantian sesuai untuk jasa dari perusahaan asuransi. Mengakui jasa sering di mana pasien pertama memiliki kontak dengan rumah sakit. develops job descriptions. Sensitivitas dan efisiensi dari departemen ini dapat sangat mempengaruhi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. dan penyusunan anggaran modal dan operasional. disease. Departemen akuntansi bertanggung jawab untuk menjaga buku besar dan meringkas semua transaksi keuangan yang dilakukan oleh rumah sakit. Departemen sumber daya manusia berinteraksi dengan seluruh departemen di rumah sakit untuk memastikan kualitas dan motivasi karyawan yang bekerja di rumah sakit. Detailed and sound accounting practices are fundamental to maintaining important organizational statistics for administrative decision-making. rumah tangga. tracking and recording costs to enable appropriate reimbursement for services from insurance companies. plant and materials management. menyiapkan dan mengeluarkan daftar gaji. as well as providing training to new employees and opportunities for growth and selfactualization for all employees. Layanan Informasi dan pemeliharaan rekam medis adalah fungsi inti manajemen rumah sakit. public relations. Sumber daya manusia melakukan job analysis. The accounting department is responsible for maintaining the general ledger and summarizing all the financial transactions performed by the hospital. Information services and medical record maintenance are core functions of hospital management. and security. Admitting services is often where the patient first has contact with the hospital. public relations. tanaman dan pengelolaan bahan. fund-raising. penggalangan dana. The human resources department interacts with all departments in the hospital to ensure the quality and motivation of personnel working at the hospital.Accounting is central to the hospital's financial business. serta memberikan pelatihan kepada karyawan baru dan peluang untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri bagi seluruh karyawan. penyakit. and preparing the capital and operating budgets. housekeeping. dan operasi. . Medical records are maintained on all admitted patients and they are indexed according to physician. Akuntansi merupakan pusat bisnis keuangan rumah sakit. Other important administrative and business functions may include marketing and planning. praktek akuntansi rinci dan suara sangat penting untuk menjaga statistik organisasi penting bagi administrasi-pengambilan keputusan. Lain fungsi administrasi dan bisnis yang penting mungkin termasuk pemasaran dan perencanaan. and operation. preparing and dispensing the payroll.

dan difungsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modern. d”. menggunakan gabungan ilmiah khusus dan rumit. Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan. Dari Sumberdaya Kesehatan yang ada di rumahsakit: (1) Tenaga kesehatan terdiri dari : 1. yaitu: • • • • • • • • • • • • • • • • Melaksanakan pelayanan medis. 2. tenaga kefarmasian. berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. . Perubahan kelas rumah sakit dapat saja terjadi sehubungan dengan turunnya kinerja rumahsakit yang ditetapkan oleh Menteri KesehatanIndonesia melalui Keputusan Dirjen Yan Medik.Definisi rumah sakit menurut Keputusan Menteri Republik Indonesia nomor 983. pelayanan penunjang medis. Melaksanakan pelayanan medis tambahan.MENKES/SK/1992 mengenai pedoman rumah sakit umum dinyatakan bahwa: ”Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar. Melaksanakan pelayanan rawat inap. Sementara itu menurut Siregar (2003) menyatakan bahwa rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks. b. Melaksanakan pendidikan para medis. Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan. 4. Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal (observasi). 3. tenaga kesehatan masyarakat. Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit secara lengkap. Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial. pelayanan penunjang medis tambahan. Melaksanakan pelayanan administratif. Melaksanakan pelayanan medis khusus. tenaga gizi. Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan. Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman. Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi. Membantu pendidikan tenaga medis umum. untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. kekhususan menyertainya dengan adanya rumah sakit yang dibina dirjen yanmed Dpekes RI yang secara fisik berada di daerah kabupaten. c. yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama. hanya saja terdapat perbedaan pada tugas pokoknya. tenaga medis. spesialistik dan pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan”. Membantu pendidikan tenaga medis spesialis. tenaga keperawatan. Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi. kota ataupun di provinsi. kelas “a. Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. 5. Definisi rumahsakit ini di setiap peraturan daerah pada umumnya sama. yang diantaranya adalah: luas tidaknya lingkup spesialistik yang dimiliki.

administrator kesehatan dan sanitarian. (5) Tenaga kesehatan masyarakat meliputi epidemiolog kesehatan. (2) Tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi. Tentang disiplin kepegawaian seharusnya tidak diberlakukan secara ketat. okupasiterapis dan terapis wicara. yang sebenarnya satu indikator gagal dapat menyebabkan perubahan penilaian kinerja. atau 07. teknisi gigi. (6) Tenaga gizi meliputi nutrisionis dan dietisien. Kondisi ini akan berhubungan dengan kemapanan dukungan kebijakan dan dukungan anggaran yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. keterbatasan keanekaragaman jenis tenaga kesehatan akan menghasilkan kinerja rumahsakit dalam pencapaian indikator mutu pelayanan rumahsakit. (7) Tenaga keterapian fisik meliputi fisioterapis. penyuluh kesehatan. Mari kita hitung penghasilan mereka jika tidak melayani pasien di rumahsakit. teknisi transfusi dan perekam medis. Hal ini dikarenakan adanya indikator . entomolog kesehatan. Dari Struktur Organisasi Daerah: rumahsakit dapat berdiri dengan legalitas dan ilegal karena ada rumahsakit dengan ijin penyelenggaraan dan tidak ada ijin. Kekhususan ini sangatlah tidak mungkin dimanajemeni secara umum. 7. sumber daya manusia kesehatan yang dimiliki oleh rumahsakit akan mempengaruhi diferensiasi dan kualitas pelayanan kesehatan. rumahsakit daerah dijadikan sumber pendapatan daerah dan dalam laporan pertangggungjawaban pemerintah daerah keberhasilan capaian indikator pelayanan kesehatan rumahsakit jarang dan bahkan tidak pernah dijadikan data atau informasi dalam penyusunan perencanaan dan penyusunan kebijakan.30 sampai 16. rumahsakit dapat merupakan unit pelaksana teknis dinas dan atau sebagai institusi yang bertanggungjawab kepada bupati dan atau rumahsakit vertikal yang ada di daerah. Pada kebanyakan daerah di Indonesia. otorik prostetik.6. hal yang seperti ini perlu komunikasi yang ajeg demi harmonisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. teknisi elektromedis. tenaga keteknisian medis. analis kesehatan. Sebagai unsur manajemen. karena SDM kesehatan adalah SDM fungsional yang kepadanya melekat fungsi profesi berdasarkan latar belakang pendidikan kesehatannya. (8) Tenaga keteknisian medis meliputi radiografer. mikrobiolog kesehatan. analis farmasi dan asisten apoteker. radioterapis. jika diberlakukan secara ketat maka mereka akan menuntut uang lembur untuk pekerjaan yang dilakukannya pada waktu di luar jam dinas (07. (4) Tenaga kefarmasian meliputi apoteker. tenaga keterapian fisik.00 jika 6 (enam) hari kerja. Memang ada daerah yang memberikan semacam insentif dan atau reward untuk tenaga kesehatan tertentu yang harus melayani pasiennya di luar jam dinas yang jumlahnya menurut tenaga dokter spesialis masih belum dianggap cukup (sesuatu yang wajar yang seharusnya dibayarkan). (3) Tenaga keperawatan meliputi perawat dan bidan.00 jika 5 (lima) hari kerja. refraksionis optisien. biasanya hanya dilaporkan sebagai hasil dari akumulasi seluruh indikator.30-14.

. dan kelompok fungsional tidak dilantik oleh bupati kepala daerah padahal struktur organisasi rumah sakit sudah menjelaskannya. Apa yang mereka bayar dari pelayanan yang mereka terima dapat mencerminkan tingkatan kesehatan masyarakat tersebut. karena apa. Rumahsakit dengan angka rujukan yang jumlahnya mendekati setengah dari jumlah kunjungan patut dipertanyakan. Hanya tinggal lagi epidemiolognya berpihak kepada siapa. masih adanya masyarakat yang sakit berarti derajat kesehatan masyarakat belum optimal. Sebagai contoh: Kebijakan berobat gratis. Keberadaan resident tanpa pengawasan satuan pengawas internal rumahsakit dapat dipersepsikan berbagai rupa oleh masyarakat dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbedabeda. komite keperawatan. Sesuatu yang aneh memang. kenapa tidak. mungkin berhubungan dengan ketidak tahuan dan ketidak mampuan membayar atau belum ada dasar hukumnya (padahal peraturan pemerintah sudah menjelaskan hal itu) Dari Manajemen Lintas Program dan Lintas Sektor Rumahsakit sebagai pintu gerbang dan unsur vital dalam penilaian adipura. untuk pembuktiannya diperlukan analisa lebih lanjut. Jika kelompok ini ada maka tenaga fungsional tersebut dapat dijadikan media informasi guna penyusunan kebijakan yang ajeg dan mumpuni secara keilmuan. Sesuatu yang riskan jika PAD dijadikan ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan karena nominal PAD adalah rupiah yang dibayarkan pasien. Ada item rupiah yang bisa dirinci jumlahnya dari pola tarif yang ada. karena merekakan sedang dalam pendalaman ilmu kedokteran. jawabannya akan berhubungan dengan ketersediaan sumberdaya manusia kesehatan dan kualitasnya. rasionalitasnya jika makin banyak penerimaan berarti makin banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas sumberdaya di rumah sakit. satuan pengawas internal.vital dalam proses dan atau dalam output sistem pelayanan kesehatan. dimana ada kotak kelompok tenaga fungsional dalam bagan struktur organisasi tidak ada isinya dan tidak ada koordinasinya. bukan dari RT-RW dan Lingkungan. makin banyak masyarakat yang menggunakan berarti masih ada masyarakat yang sakit. tentang bagaimana dan seterusnya masyarakat di rumahsakit tersebut. bagaimana komunikasi dan manajemennya dilakukan di rumahsakit tersebut. komite rekam medik. Epidemiolog dapat menyampaikan laporan ini jika dibutuhkan. dan itu dalam penyusunan program kegiatan dan anggaran rasanya belum pernah ada yang duduk bersama menyatukan pernyataan dan kesimpulan. Dapat ditambahkan lagi dengan adanya permasalahan kelembagaan. Sebagai contoh: peningkatan penerimaan daerah dari retribusi pelayanan kesehatan akan tidak ada artinya apa-apa jika cakupan angka rujukan ke rumahsakit vertikal atau ke kabupaten lain lebih tinggi dari angka kunjungan UGD rumahsakit yang bersangkutan atau angka pasien rawat inap kelas III. daftar nama keluarga dan anggotanya bersumber dari BKKBN. Ada apa dengan kompetensi mereka dalam memberikan pelayanan. tetapi jika tak ada rotan maka akarpun jadilah sehingga kualitas yang diharapkan belum tentu dapat dinikmati sebagai akhir dari pelayanan yang bermutu. di banyak daerah rumahsakit daerah sebagai penghasil pendapatan asli daerah terbesar. bersumber dari oknum pegawai di tingkatan tersebut. Beperapa peraturan daerah diimplementasikan dengan tidak paripurna. sedangkan komite medik. karena yang diperlukan hanya pejabat struktural yang mengepalai beberapa bidang dan bagian. Ada beberapa instansi yang memiliki keterkaitan dengan rumahsakit daerah.

begitu banyak peraturan daerah disusun dengan cara studi banding. Pedoman umum mengenai persentase anggaran kesehatan dari total anggaran daerah masih perlu dipertanyakan lebih lanjut lagi. Dari Akreditasi Rumahsakit. dicopi dan dipastekan kemudian diedit agar menjadi sesuai dengan keadaan riel daerah. dan kelompok rumahsakit yang belum terakreditasi dan atau yang belum terstandar. mengapa karena ada pasien yang berobat dari keluarga miskin yang benar-benar miskin dengan nama yang tak ada dalam data base yang diberikan oleh pemerintah. Masih belum terlihat jiwa pemiliknya dalam peraturan ini. Pejabat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sedikitpun tidak menunjang dipilih untuk memimpin roda proses pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi rumahsakit. Pernyataan jelasnya adalah sumberdaya manusia kesehatan yang ada di rumahsakit tersebut. masih perlu dianalisa dan disikapi dengan jalinan koordinasi dan pengawasan yang komprehensif. Rumahsakit dengan standar ISO 14000 dan ISO 2000.dan dalam data base saat perjalanannya rumahsakit harus memberikan pelayanan seperti yang diharapkan mereka. jawabnya dapat bersumber dari kualitas dan kuantitas sumber daya yang ada di rumahsakit tersebut. Departemen kesehatan dengan Komite Akreditasi Rumahsakit terus berupaya agar semua rumah sakit daerah harus terakreditasi minimal 5 (lima) pelayanan. (3) Pelayanan Administrasi. menurut beberapa pengamat adalah sangat tidak masuk akal jika tidak ingin dianggap aneh. …? Pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan lintas sektor dan lintas program. Proses akreditasi telah berlangsung hampir lebih dari 5 (lima) tahun. bukan hanya oleh masyarakat rumahsakit. RSD Kol Abundjani didukung anggaran belum juga mampu menyelesaikan proyek ini. Dari Dukungan Kebijakan Nah ini yang lebih perlu mendapat perhatian. bermuncullanlah pahlawan dengan pamrih disini. Dunia pelayanan kesehatan semakin hitam jadinya. dan mereka yang berobat dengan fasilitas kartu miskin saat akan dirawat minta dirawat dengan fasilitas VIP. anggaran efektif jika rasio antara . Ada apa. Menurut Rusli. 8 (delapan) pelayanan dan 13 (tiga belas) pelayanan. bukan berdasarkan kemampuan yang dapat diberikan oleh rumahsakit. yaitu: (1) Pelayanan Gawat Darurat. (2) Pelayanan Medik. rumahsakit terkareditasi 5 (lima) pelayanan. tetapi nyatanya budaya akreditasi belum sama sekali mendarah daging di institusi RSD Kol Abundjani ini. (4) Pelayanan Keperawatan dan (5) Pelayanan Rekam Medik Tujuan pemerintah dengan akreditasi ini adalah untuk: agar kualitas pelayanan diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di rumah sakit. tetapi bagaimanapun juga SDM rumahsakit daerah harus terlebih dahulu menjawabnya dengan pernyataan yang diikuti oleh sikap yang terakreditasi pula. karena apa.

jaminan mutu) pada tahun 1996. karena disini setiap pekerjaan yang dikerjakan dan yang seharusnya dikerjakan bukan lagi berdasarkan panggilan hati nurani. 2001). Sebagai sebuah proses. Peruntukan anggaran tentu membutuhkan kebijakan paripurna yang proporsional. timeliness. efficiency.1%. Disebut overuse apabila pelayanan kesehatan yang dilakukan ternyata memberi dampak risiko yang lebih besar daripada potensi manfaat yang dapat ditimbulkan (misalnya memberikan antibiotika untuk kasus-kasus common cold). Dengan metode . Chassin mengusulkan metode lain yang menekankan pada 3 area utama. Dari mutu pelayanan kesehatan. Dari beberapa konsep tersebut kemudian dikembangkan sejumlah indikator untuk mengkuantifikasikan mutu pelayanan kesehatan. bukan lagi panggilan profesi. Sebagai suatu pernyataan akhir dari sebuat proses pelayanan kesehatan. Sedangkan misuse didefinisikan sebagai komplikasi yang sebenarnya dapat dihindari jika pelayanan kesehatan dilakukan secara seksama. pihak Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sebagai (lagi-lagi) pihak pelaksana. Namun demikian mengingat definisi tersebut dianggap terlalu luas. Salah satunya adalah yang diajukan oleh Donabedian (1980).pembiayaan dan penerimaan berkisar 0. dan salah satu definisi yang umum digunakan antara lain menyebutkan bahwa mutu pelayanan kesehatan adalah “tingkat di mana pelayanan kesehatan untuk individu maupun populasi mampu menghasilkan outcome pelayanan sesuai dengan yang diharapkan dan konsisten dengan pengetahuan profesional terkini” (IOM. over use. dibuat terperangah oleh program tersebut. Sementara itu the IOM (1999) dan National Health Service menggunakan konsep mutu pelayanan kesehatan dalam 6 aspek. karena rumahsakit bukan badan profit. equity. sebenarnya tidak berlaku di institusi pelayanan rumahsakit. dan misuse of health care services. yaitu under use. kalau tigaperempat anggarannya hanya untuk fisik. Under use didefinisikan sebagai kegagalan untuk memberikan pelayanan yang efektif padahal jika dilakukan dapat menghasilkan outcome yang diharapkan (misalnya tidak memberikan imunisasi atau gagal untuk melakukan bedah katarak). tetapi telah bergeser menjadi panggilan pemenuhan kebutuhan ekonomi. proses. Kedua bentuk ini saling bersimbiose mutalisme dalam sebuah sistem. Jika ini berlanjut dapat dibayangkan bagaimana pemenuhan hak pokok masyarakat sebagai pasien jika mereka tidak mampu membayar. yaitu safety. pelayanan kesehatan dapat berbentuk makro dan berbentuk mikro. Kemajuan pertumbuhan dan pengembangan rumahsakit menjadikan rumahsakit sebagai lembaga profit tetapi tidak meninggalkan unsur sosialnya telah mengubah persepsi sumber daya manusia kesehatan dari non material menjadi sangat material. tetapi lembaga non profit. Berbagai definisi mutu yang dikaitkan dengan patient safety selanjutnya diajukan. dan outcome. yaitu berpedoman pada struktur. dan patient awareness. Mutu Pelayanan Kesehatan yang mengemuka sebagai panglima program unggulan Depkes dengan nama Quality Assurance (QA. effectiveness. kapan SDM kesehatannya mau manggung dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian pelayanan kesehatan. berbagai peneliti telah mencoba mengembangkannya untuk menjamin agar pengukuran mutu pelayanan kesehatan lebih spesifik. Salah satunya adalah indikator mutu pelayanan yang disusun oleh ACHS yang merupakan instrumen untuk mengidentifikasi area pelayanan kesehatan yang masih memerlukan perbaikan secara fundamental.

Pelayanan yang baik dan memuaskan bisa diwujudkan secara bersama antara pengguna jasa pelayanan dan petugas kesehatan. 2. Inpatient Quality Indicators.kuantifikasi ini selanjutnya dapat dilakukan analisis statistik untuk menilai area-area pelayanan yang dianggap memiliki defisiensi dalam menghasilkan outcome yang diharapkan. Hidup sehat merupakan kebutuhan utama (primer) setiap orang. tidak seperti teman-temannya di Depkes yang sebagian diantaranya berdasi dan naik mobil dinas mulus-mulus dan baru-baru. Upaya yang sama juga dilakukan oleh The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yang mengembangkan beberapa indikator yaitu Prevention Quality Indicators. dana yang cukup. hak atas pelayanan kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia (HAM). Namun. Artinya. Kondisi budaya ini di satu sisi menjadi kendala dalam pelayanan medis. ada beberapa kondisi yang tampak dalam pelayanan kesehatan. Mungkin ini jalan keluar. Lupa mungkin karena tampilan dokter institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit yang tak pernah berdasi dan naik kendaraan dinas apa adanya kala tugas. kritik. petugas kesehatan dapat mengetahui keinginan konsumen dan kekurangan yang dimilikinya. complain maupun keluhan konsumen semestinya tidak diartikan sebagai serangan. Sebaliknya. masyarakat memiliki sistem pengobatan atau pengetahuan mengenai perawatan kesehatan (biomedis). dan belum mengakar atau belum dirasakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. dan Patient Safety Indicators (PSIs). pemerintah dan praktisi kesehatan masyarakat bertanggung jawab untuk berupaya merealisasikan adanya kebijakan yang lebih baik. klien tidak menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang memuaskan. kondisi ini harus disertai pula dengan perbaikan pada aspek kebijakan dan manajemen. Pada umumnya konsumen sebagai pengguna jasa kesehatan seperti pasien. di sisi lain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara murah dan mudah. fasilitas dan tenaga medis yang memadai guna menjamin terlaksananya program kesehatan masyarakat. Rosalia Sciortino dalam “Menuju Kesehatan Madani” (1999:78) menyebut adanya “konstruksi rahasia” yang dipertahankan petugas kesehatan. 1. Dalam hal ini. dan interaksi sosial yang saling menguntungkan. Kecenderungan perilaku para praktisi medis yang tidak mempertimbangkan prosesproses komunikasi atau pertukaran informasi. Dari keluhan konsumen. Mungkin Depkes lupa bahwa para dokter yang ada di Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit adalah seorang sarjana juga seperti halnya para petinggi Depkes. tetapi tidak tersedia standar quality of care yang berbasis konsumen. Tetapi sebagai institusi bawahan Depkes. sistem yang berkualitas. Sehubungan dengan hal ini. Memahami Hak dan Kewajiban Konsumen . Oleh karenanya. Fasilitas kesehatan (formal) yang tersedia masih relatif baru. 3. yang relatif berakar dari tradisi dan kebudayaan mereka. tetapi diterima sebagai koreksi terhadap cara berpikir dan cara melayani konsumen. seorang pasien berhak untuk mempertanyakan pelayanan dokter yang dirasakannya tidak jelas. bahkan memberatkan konsumen itu sendiri. lagi-lagi Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit berada di posisi tak berdaya dan lagi-lagi hanyalah sebagai terminal akhir pembuangan dan berposisi layaknya sandal jepit. Artinya.

Namun harus diyakini bahwa ukuran kepuasan tidak bisa . Orang tua bayi itu menuduh pihak RS. ia menolak suatu metode pengobatan atau tindakan medis tertentu. 26 Juni 1997). 4. membatalkan persetujuan sewaktuwaktu. catatan medis petugas kesehatan. yang secara khusus disebut klien. hal-hal dirahasiakan. Contoh aktual adalah bayi yang dilahirkan cacat (tanpa tangan) di RSUD Bayu Asih Purwakarta (Kompas. tetapi tidak merasa percaya diri untuk mengemukakannya di tenpat pemeriksaan. telah menyebabkan anak mereka cacat seumur hidup. 2. biaya. Banyak alasan yang seringkali dikemukakan.Dalam berbagai kesempatan diskusi dengan kelompok konsumen. cara pengobatan. yang tidak seimbang dengan banyaknya pasien yang berkunjung setiap hari kerja. Bahkan petugas kesehatan menyadari bahwa masyarakat tidak mengerti cara hidup sehat. dan izin persetujuan pasien bila ingin akan dioperasi. bidan. Sebagai pasien. Menepati janji dengan petugas kesehatan. Kebanyakan konsumen juga petugas kesehatan tidak mengetahui hak-hak dan kewajiban konsumen. Memilih tempat pelayanan yang diinginkannya. dokter). dan jika dianggap perlu. konsumen memiliki kewajiban. Jika menggunakan jasa asuransi. 5. Sebagai pasien. 2. Sedangkan yang dimaksud pelayanan yang berkualitas biasanya mengacu pada pengertian Quality of Care atau standar pelayanan yang berkualitas. yakni pelayanan yang menghormati hak-hak konsumen. dan seterusnya. ia berkewajiban mengetahui apa yang dapat atau tidak dapat diatasi oleh perusahaan asuransi. meskipun akhirnya ditempuh jalan damai dengan ganti rugi 25 juta rupiah. Memberitahu petugas kesehatan jika ia menerima perawatan dari dokter yang lain. Sebaliknya. Mendapatkan informasi yang dapat dipahaminya mengenai penyakit yang diderita. Bersedia bekerja sama dan mematuhi perawatan yang diberikan. dalam hal ini bidan. 3. dan jaminan keamanan/keselamatannya. Kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan dengan tuntutan 1 milyar rupiah. Hanya sebagian kecil konsumen menyadari hak-haknya. 3. Memperoleh rasa aman dari semua proses pelayanan. yaitu: 1. petugas kesehatan yang mengerti hak-hak konsumen tidak mau peduli. pasien. prosedur perawatan. pertanyaan yang sering muncul adalah apa saja hak-hak konsumen dalam pelayanan kesehatan. kelebihan maupun kekurangan pengobatan. pendapat dari petugas kesehatan lainnya. Setiap konsumen memiliki hak yang dilindungi undang-undang. tidak disiplin. konsumen berhak: 1. bagaimana sebaiknya pelayanan yang berkualitas? Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa istilah konsumen dalam pelayanan kesehatan mencakup pengertian mereka yang menerima pelayanan jasa maupun obat-obatan dari petugas kesehatan (paramedis. misalnya keterbatasan petugas dan fasilitas tidak memadai. 4. efek samping pengobatan. Mendapatkan ganti rugi apabila terjadi malpraktek yang dilakukan petugas kesehatan. Padahal masyarakat tidak pernah belajar di sekolah kesehatan. karena kecerobohan dalam pelayanannya. Dari persoalan ini sebenarnya tuntutan akan pelayanan kesehatan yang memuaskan (berkualitas) semakin kompleks. Mengetahui sejarah atau riwayat pengobatannya.

Konsep ini biasanya dirujuk pada prinsipprinsip manajemen pengawasan kualitas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan umum. Mekanisme untuk Mendorong Keberlanjutan. cara penggunaan metode. Oleh sebab itu. yakni penyediaan pelayanan kesehatan yang terus menerus memperbaiki diri dengan memperhatikan kebutuhan dan tuntutan pasien. Informasi yang berkualitas dapat berdampak pada bagaimana klien menggunakan metode kontrasepsi. atau hak-hak klien kesehatan reproduksi. Dari sisi provider. apakah cukup simpatik dan cukup waktu untuk bertemu dengan kliennya. Judith Bruce dari Population Council menempatkan enam elemen dasar yang kemudian dikenal dengan “Bruce Framework” dan menjadi sumber utama bagi penelitian mengenai kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dari sisi tenaga kesehatan. kerahasiaan. Gejala seperti ini terutama terjadi di tingkat pelayanan kesehatan dasar di pedesaan. dan pembelajaran kesehatan bagi pengguna (konsumen) terabaikan. 1. misalnya oleh IPPF (International Planned Parenthood Federation). menentukan pilihan. hak mengajukan protes (berpendapat). Keterampilan Teknis. 5. . Pilihan terhadap Metode Layanan. Hubungan Antarpribadi. dan kemudian ditambahkan oleh YLKI dan PKBI. 8 No. organisasi KB dunia. yaitu pemantauan masalah dan mencari jalan keluar dengan memperbaiki akar masalah secara berkelanjutan (The Population Council. Dasarnya adalah “problem solving”. 3. Konsumen tidak memperoleh manfaat yang optimal dari pelayanan kesehatan. kenyamanan. atau pun hak-hak konsumen sebagaimana yang diatur dalam UUPK No. proses pencapaian pelayanan yang memuaskan tidak bisa tidak melibatkan orang banyak. dan komunitas setempat. Dari sisi klien. Ukuran pencapaian pelayanan kesehatan selama ini lebih berorientasi pada pencapaian target sarana pelayanan dan penerima layanannya. tanggung jawab sosial. Informasi yang diberikan harus berisi pula informasi mengenai tiap metode. Bertolak dari “Quality of Care” Konsep quality of care adalah istilah yang digunakan secara luas dalam pelayanan kesehatan. termasuk kartu untuk mengingatkan dan kunjungan rumah. petugas. Bagaimana klien berinteraksi dengan tenaga kesehatan. 1999. 2. di tingkat desa sekalipun. Mempertahankan kondisi aseptic.bertolak dari kepentingan individu saja karena kepuasan individual tidak ada batasnya. 1994). mendapatkan pelayanan kapan dan di mana saja (akses). hak ganti rugi. standar quality of care di Indonesia belum jelas. ukuran standar pelayanan cukup jelas. dokter. Aspek pemenuhan kualitas kesehatan. yang dapat dipandang dari provider (penyedia jasa) dan klien (konsumen). menjalankan protokol (aturan) dan staf yang kompeten melakukan teknis klinik. Pasal 4. yang merumuskan 10 hak-hak klien KB antara lain: hak atas informasi. Pada tahun 1990. dan pinggiran kota. Konsumen dan pengelola pelayanan kesehatan bisa bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang berkualitas (quality of care). Setiap metode layanan (KB) tersedia bagi perempuan dan laki-laki yang ingin merencanakan keluarganya. Ukuran standar yang bisa dijadikan pedoman adalah kebutuhan orang banyak yang selama ini sudah dibakukan. yakni mengacu pada pemenuhan hakhak pasien. 4. hak atas keamanan. Informasi untuk Klien. dan efek sampingnya. Klien dapat didorong meneruskan penggunaan kontrasepsi yang efektif melalui berbagai cara.

kebijakan. memerlukan tindakan terstruktur dengan manajemen resiko dan manajemen mutu. strategi dasar yang penting dilakukan aktifis organisasi konsumen yang melakukan pendampingan konsumen kesehatan adalah dengan memperkuat pengorganisasian dan pendidikan kritis bagi kelompok-kelompok konsumen yang rentan seperti petani. cara pandang konsumen terhadap pelayanan yang diinginkan atau pelayanan yang berkualitas (quality of care versi konsumen). Usulan. Instansi dan orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab. dan anggaran. 2) dokumentasikan informasi yang berhubungan dengan pasien dan apa yang akan dilakukan dalam merespon kebutuhan pasien. Hasil penelitian tentang perbaikan mutu pelayanan kesehatan di instalasi rawat inap RSD KOL. Penyebarluasan informasi terus-menerus kepada konsumen yang lain. Mengingat gerakan konsumen saat ini didukung oleh kebijakan yang relatif jelas dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Klien memerlukan pelayanan yang nyaman dan terpadu. Misalnya. Seperti yang disarankan oleh The Nursing and Midwifery Council. dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. 4. Penyimpangan dalam area-area penting manajemen pelayanan kesehatan yang menyebabkan kematian tersebut. rencana keperawatan dan rencana tindakan yang akan dilakukan. Inisiatif konsumen sendiri dalam mengatasi masalahnya. Pelayanan yang Terpadu. Jadi. Pendamping atau organizer bersama kelompok konsumen merumuskan: 1. buruh dan kaum miskin kota.6. ABUNDJANI BANGKO menyarankan yang diantaranya Pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien terdiri dari serangkaian proses-proses dari beberapa sistem. pelayanan KB terpadu dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. sistem ini berhubungan dengan unsur-unsur manajemen seperti peralatan. 2. Untuk itu semua peneliti menyampaikan beberapa saran seperti berikut: Saran untuk Perawat. pelayanan pasca persalinan. maka organisasi konsumen dapat mengambil peran dengan melakukan advokasi kebijakan dan pembelaan hukum. 5. manusia. (2002). untuk ini diperlukan: 1) deskripsikan dengan jelas hasil pengkajian. 7. 6. Usaha (aksi-aksi) bersama menggugat petugas kesehatan di tempat pelayanan. konsep. 3. Bukan hal yang mustahil. bila suatu waktu konsumen dapat mengadili provider pelayanan kesehatan atas dasar pelanggaran terhadap hak-hak konsumen secara perorangan atau pun berkelompok (class-action). bahwa memelihara kualitas RM akan membantu dalam memelihara ketrampilan dan kemandirian dalam asuhan keperawatan. Bentuk-bentuk kasus yang dialami konsumen. . Masalah dan akar masalah. perempuan.

menghormati hak pasien dalam keterlibatan secara aktif pada pengambilam keputusan. menghindarkan pasien dari resiko fisik dan finansial akibat tindakan medis. diantaranya: a. Saran untuk komite staf fungsional diantaranya adalah: 1) Mematuhi tugas pokok dan fungsinya seperti yang tergambarkan dalam Peraturan Daerah Kab. Prosedur dan Standar Pelayanan Anastesi e. survey kebutuhan pelayanan dan survey tingkat utilisasi pelayanan kesehatan rumahsakit. dan dapat ditambahkan bahwa Saran untuk Dokter penyelenggara utama perawatan dan pengobatan pasien di instalasi rawat inap diantaranya adalah: Bertugas berdasarkan standar General Medical Council seperti: pemberian pelayanan kepada pasien merupakan hal yang utama. mendengarkan dan menghormati pandangan-pandangan pasien. Merangin tentang struktur organisasi dan tata kerja RSD KOL ABUNDJANI.3) jika sudah diketahui dengan baik kondisi pasien lakukan tindakan yang dapat diterima dan dapat dilakukan dengan tahapan yang baik dan benar saat melaksanakan perawatan kepada pasien dan jelaskan bahwa setiap tindakan tidak selalu berbahaya untuk selalu untuk keselamatan dan membatu mereka. 2) Melaksanakan semua tugas sesuai dengan kompetensi dan kode etik profesi. jujur dan dapat dipercaya. memberikan informasi yang dapat dimengerti pasien. Saran untuk manajemen RSD diantaranya adalah: 1) Berusaha mengetahui keinginan pelanggan dengan melakukan survey pasar. 2) Menyusun berbagai prosedur dan standar pelayanan sesuai dengan hasil tingkat kebutuhan dan hasil dari penelitian ini. selalu memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan. diantaranya survey kepuasan. 3) Menjadikan RSD KOL ABUNDJANI bukan sebagai tempat mencari sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga menjadikannya sebagai tempat ibadah dan fungsi sosial. Prosedur dan Standar Pelayanan Rawat Inap dengan Kegawatan . menghargai dan menjaga informasi tentang pasiennya. memperlakukan setiap pasien dengan sopan dan sewajarnya. bekerjasama dengan para sejawat untuk kebaikan pasien-pasien yang dirawat. Prosedur dan Standar Pelayanan Laboratorium b. Prosedur dan Standar Pelayanan Radiologi c. menyadari berbagai keterbatasan yang dimilikinya. menghormati privasi dan kehormatan pasien. dan 4) menuliskan perencanaan perawatan agar dapat diteruskan oleh sejawat dalam perawatan berikutnya dan selalu menuliskan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. Prosedur dan Standar Pelayanan Kamar Operasi d.

Dianjurkan pula langkah-langkah umum sebagai berikut untuk pemecahan masalah mutu dan efisiensi dan efektifitas pelayanan rumah sakit: 1) Memecahkan struktur masalah yang sudah teridentifikasi kedalam komponenkomponennya. misalnya dengan membuat brosur-brosur. manajemen. . faktor manajemen rawat inap dan faktor staf medis fungsional. faktor fasilitas dan peralatan. Prosedur dan Standar Pelayanan Rekam Medik. mustahil tata tertib administrasi rumahsakit akan berhasil seperti apa yang telah distandarisasikan oleh pemerintah maka oleh karena itu diperlukan adanya komitment bersama untuk sepakat menyusun pedoman RM dan melaksanakannya dengan pertanggungjawaban profesi. 5) Membumikan paradigma bahwa dari pasien kita mendapatkan jasa pelayanan yang mendukung kesejahteraan dan kepada pasien seharusnya tumbuh keinginan untuk membebaskan masalah kesehatannya. 6) Menyusun dan memberlakukan sistem pengawasan dan pemantauan pelayanan kesehatan yang diberikan dengan efektif. 4) Menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan guna mensosialisasikan jasa-jasa pelayanan yang mampu diberikan oleh rumahsakit. untuk menetapkan arah pemecahannya. budaya organisasi. Akar masalah adalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang terjadi. Perlu adanya dukungan sistem pengelolaan RM yang baik dan benar. 9) Menginvetarisir akar penyebab masalah dari faktor internal yang mempengaruhi kualitas layanan kesehatan dan administrasi RM terutama dalam bidang: faktor pendidikan SDM. sarana. kepemimpinan. 3) Menetapkan dan memilih alternatif untuk pemecahan akar masalah. faktor pengendalian dan evaluasi. menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah. terminal komputer yang dapat diakses oleh pelanggan. alat. atau faktor-faktor lain. faktot beban kerja. faktor masa kerja dan lama Jabatan. sistem. prosedur. 3) Memastikan bahwa prosedur dan standar yang telah disusun diterapkan dan dilaksanakan dengan baik. faktor Standart Operating Procedure dan atau instruksi kerja. faktor administrasi dan alur layanan. Ia dapat berupa kelemahan pada manusia. faktor pelatihan dan tambahan pengetahuan. information desk.f. 7) Melaksanakan saran-saran ini dengan dukungan sumber daya manusia kesehatan dan anggaran kesehatan beserta kebijakan-kebijakan kesehatan. Hal ini dilakukan dengan audit internal secara rutin dan melakukan management riview guna membahas tindak lanjut yang perlu dilakukan agar pelayanan yang diberikan selalu konsisten sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. 2) Melakukan analisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root cause analysis). Seperti diketahui bahwa tata tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumahsakit.

4) selalu menyediakan tabungan kesehatan saat sehat dan mampu melaksanakan aktifitas memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia. diantaranya adalah: 1) sebelum penyakit menjadi lebih parah (persepsi masyarakat) sebaiknya segera memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat. diagnosanya. „tolong“. Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah jika manusia sebagai penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan dari rumah sakit. Hal lain adalah Pelaksanaan Program kendali mutu harus berdasarkan falsafah bersama untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh tim pelayanan dari berbagai disiplin ilmu. yakni pelayanan yang sesuai dengan standar yang diakui sehingga dapat memenuhi atau bahkan melebihi harapan konsumen. jika ragu dan meragukan mintalah penjelasan lebih lanjut tentang kebijakan dan atau saran tersebut. Saran untuk Pemerintah Daerah. sesuai dengan beberapa kebijakan nasional pembangunan kesehatan di Indonesia diharapkan pemerintah daerah dapat: 1) Menjadi stake holder yang berpihak dan mendukung dalam berbagai aspek manajemen pelayanan kesehatan. dan „tolonglah saya“ atau „tolonglah kami“. Falsafah yang mendasari program kendali mutu antara lain: . Saran untuk pasien. 2) Berperan sebagai regulator yang melindungi dan menumbuh kembangkan kemampuan profesionalisme tenaga pemberi pelayanan kesehatan. kemungkinan kesembuhan dan tindakan apa saja yang akan dilakukan dan selalulah memulai komunikasi dengan kata „maaf“. 3) mengikuti semua kebijakan sarana pelayanan dan saran dari petugas kesehatan dengan jujur dan bertanggungjawab. 3) menjadi fasilitator dalam akselerasi peningkatan kemampuan pemberian pelayanan kesehatan sesuai dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan kesehatan daerah. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem dan mekanisme yang efektif guna tercapainya pelayanan prima tersebut. 2) bertanya dengan petugas kesehatan tidak dengan emosi tentang keadaan penyakit.4) Memantau dan mengevaluasi penerapan upaya pemecahan masalah yang sudah dilaksanakan. 5) Melakukan tindakan koreksi jika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagi terjadi. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa sarana pelayanan kesehatan dan tenaga profesi kesehatan harus mampu menunjukkan akuntabilitas sosial untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen.

2. Hak atas informasi yang benar. Semua staf memberikan perhatian untuk mencapai tujuan institusi yang dalam hal ini memberikan efek terhadap pelayanan pada klien. Dengan melibatkan semua staf keperawatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan program pengendalian mutu ini. asuhan keperawatan dan kepuasan klien harus dinilai dengan menggunakan standar-standar yang tepat. ganti rugi/penggantian. 5. jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa.• • • • • • Masing-masing disiplin telah mengidentifikasi dan menyetujui falsafah dasar untuk dikembangkan menjadi tujuan masing-masing pelayanan. Program kendali mutu perlu dilaksanakan dan dibuat secara teratur dan terus menerus untuk meningkatkan mutu pelayanan. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Hak untuk mendapatkan advokasi. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen. 9. Dengan melakukan pendekatan konkuren maupun retrospektif terhadap lingkup struktur. Masing -masing disiplin menyepakati untuk mengkaji pelayanan yang diberikan oleh anggotanya. maka tujuan akhir dari program pengendalian mutu yaitu meningkatnya mutu pelayanan keperawatan berdasarkan standar akan dapat dicapai dengan baik. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. Staf mempunyai pengetahuan yang cukup dan memiliki ide-ide yang kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pekerjaannya Staf dapat memecahkan masalah jika cukup informasi-informasi yang diperlukan . Dari UU Perlindungan Konsumen rumahsakit adalah: salah satu institusi pemberi pelayanan dibidang kesehatan. Praktek perawatan tidak akan mungkin meningkatkan kecuali masalah dapat diidentifikasi dan dipecahkan. 4. . Maka manusia sebagai konsumen rumahsakit berhak sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen. 3. Kesehatan adalah hak azazi manusia. 7. apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. seperti: 1. Hak atas kenyamanan. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan. hubungan yang jelas adalah pelayanan jasa kesehatan. 6. proses dan hasil maka semua aspek-aspekantara lain: Tenaga keperawatan. keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. 8. walaupun demikian baiknya program kendali mutu ini dilakukan secara terpadu tetapi tetap ada kendala kendala yang perlu diperhatikan. Pekerja pada umumnya merasakan kepuasan kerja dan lebih produktif bila mereka dibantu dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik dengan mengurangi hambatan dalam pekerjaannya. Hak untuk mendapatkan kompensasi.

yang mana dalam Pedoman Kerja Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sudah sangat jelas dan rinci berisi panduan tatalaksana setiap kegiatan di Institusi pelayanankesehatan/rumahsakit yang mengacu kepada UPK. antara lain: 1.Bila menyimak surat pembaca di media cetak. maka program QA adalah sebuah langkah kebimbangan dan ambivalensi. Masyarakat belum memiliki kemauan untuk menuntut hak-haknya. konon hasil pemikiran grusa-grusu karena ada “jajan” berupa pinjaman IMF (maksudnya hutang yang harus dibayar). trial and error aneka macam program dari depkes. keluhan yang disampaikan kebanyakan hanya lewat surat pembaca di media massa. apa kata dokter/perawat mereka iyakan. Memang pada kenyataannya konsumen kerap berada dalam posisi yang tidak berimbang dibanding dengan posisi produsen. Padahal bisa jadi kala sekolah dahulu. Yang membedakan hanyalah kekuasaan. tindak kriminal di kereta api. Posisi konsumen yang selalu lemah (lemah informasi dan lemah kondisi sehingga tak berani menyangga seperti kasus Prita). dan dokter yang berpraktik di rumahsakitpun dalam memberikan pelayanan kesehatannya. baik terhadap item kegiatan ataupun terhadap program besarnya. Cara ini terlalu sederhana dan tidak menyelesaikan masalah. pelayanan rumahsakit dan bahkan pelayanan pajak dan lain sebagainya. Maka untuk mengurangi kesewang-wenangan para produsen barang dan jasa. Proses peradilan yang ruwet dan memakan waktu yang berkepanjangan. yang di Depkes tidak lebih pandai dari yang di institusi pelayanan kesehatan /rumahsakit. dijamin dokter di institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit lebih peka dibanding dokter di Depkes walau sepanjang apapun gelarnya. Maka inilah realitas ketertindasan konsumen dalam menghadapi pilihan-pilihan barang/ jasa harus mereka konsumsi. Dan supaya dapat dana segar nan besar. yang mana depkes tidak mau kalah dengan departemen lain untuk ikut mencicipi jajan IMF. Ironisnya. maka bim salabim lahirlah Quality Assurance atau Jaminan Mutu. Belum terkondisikannya “masyarakat konsumen” karena memang sebagian masyarakat ada yang belum mengetahui tentang apa saja hak-haknya dan ke mana hak-haknya dapoat disalurkan jika mendapat kesulitan atau kekurangan dari standar barang atau jasa yang sewajarnya. Pun demikian pula setelahnya. mutu barang yang tidak bagus. demikian pula pelatihan. Jaminan mutu produk tahun 1996 yang lalupun. 5. Semua itu adalah persoalan yang kerap kali muncul di Indonesia. Parameterpun disiapkan. Cara lain yang lebih kreatif adalah langsung mengadu ke pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat. sebagai konsumen kita perlu mengetahui faktor-faktor yang melemahkan konsumen. Masih rendahnya tingkat kesadaran konsumen akan hak-haknya. delay pesawat. 3. layanan barang/jasa yang buruk. termasuk panduan pengobatan. lebih-lebih kala berbicara kepekaan terhadap keperluan masyarakat terhadap layanan kesehatan. mengapa hingga kini institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit ibarat tempat uji coba. monitor dan evaluasinya. 4. nama programnya pun dibuat “greng”. banyak sekali keluhan dari konsumen yang merasa dirugikan. panduan. Itulah kira-kira gambaran umum. PDAM. 2. Misalnya soal layanan listrik PLN. Artinya mengulang program mapan yang sudah terintegrasi dengan keseharian para petugas Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit dengan mengganti nama QA yang justru lebih . Menyimak produk Depkes tahun 1988.

disertai peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan serta mampu berkembang (growth) dan survive. Tehnologi kedokteran mempengaruhi biaya pelayanan rumah sakit. Sistem manajemen yang berlaku global mempengaruhi pola berfikir manajer rumah sakit. lebih dari itu ada ukuran non teknis yakni keinginan dan harapan warga. kuratif dan rehabilitatif. Tehnologi yang digunakan saat ini sangat canggih. Untuk meningkatkan mutu layanan. Rumah sakit dapat meningkatkan pendapatan dengan memperbesar omset penjualan obat. penentuan tarif lebih rasional. Kebutuhan akan obat ini sering disertai dengan biaya yang besar. padat karya dan padat tehnologi Ketiga sifat tersebut menuntut pengelolaan keuangan rumah sakit yang lebih professional. tidak cukup dengan kajian monopoli petinggi Depkes. Menurut Trisnantoro (2005) saat ini sektor kesehatan berbeda jauh dengan keadaan 50 tahun lalu.sempit tapi tidak lebih mendalam. sebagi contoh operasi dengan menggunakan peralatan mikro merupakan suatu tindakan yang sama canggihnya dengan tehnologi program ruang angkasa dan militer yang tentu saja memerlukan SDM yang berkompetensi untuk mengelolanya. Sayangnya yang ini tidak pernah tersentuh. Akreditasi rumahsakit dicanangkan sejak tahun 2007 dan sampai tahun 2009 ini capaiannya sangat menyedihkan. jiwanya masih nol saya rasa. dengan menekankan pada aspek efisiensi. berdasarkan hitungan-hitungan ekonomi. karena prosesnya sendiri tidak terakreditasi. Gambaran lain adalah tehnologi kedokteran dan obat-obatan yang berkembang pesat disisi lain rumah sakit adalah lembaga pemberi jasa pelayanan kesehatan yang tergantung pada perkembangan tehnologi kedokteran. Salah satu tehnologi tinggi adalah obat yang dihasilkan oleh industri farmasi. preventif. Siklus demikian mestinya tidak boleh terulang. Obat merupakan barang yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. Pengaruh perubahan dinamika lingkungan usaha rumah sakit yang terjadi tidak saja di Indonesia tetapi hampir diberbagai penjuru dunia. Cost recovery rate (CRR) rumah sakit menjadi hal yang sangat penting. hanya 14% yang sudah terakreditasi. Besarnya omset untuk obat-obatan mencapai 50-60% dari seluruh anggaran rumah sakit. Pelayanan rumah sakit diera sekarang tidak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakat . dari ratus rsd dan puluh rsp serta ratus rss. Hal ini tercermin pada perubahan fungsi klasik rumah sakit yang pada awalnya hanya memberi pelayanan yang bersifat kuratif (penyembuhan) saja terhadap pasien melalui rawat inap dan rawat jalan bergeser ke pelayanan yang lebih komprehensif meliputi promotif. RSD Kol Abundjani saat ini sedang dalam proses akreditasi yang pelaksanaannya setengah isi dan setengah kosong. Hal ini menuntut para manajer untuk lebih memperhatikan secara saksama dinamika lingkungan yang ada yang kemungkinan besar akan merubah system manajemen yang dipergunakan. Bedanya hanya di segi dana yang luar biasa besar dan pelatihan berulang yang justru buang-buang waktu. artinya pengguna jasa pelayanan Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit tak lebih hanyalah obyek semata yang tak punya hak suara. . efektif dan produktifitas serta memperhatikan pemerataan pelayanan. Hal inilah menjadikan rumah sakit menjadii lembaga yang bersifat padat modal.

rumah sakit juga merupakan pusat latihan tenaga kesehatan.Pengertian rumah sakit menurut WHO adalah suatu bagian penyeluruh dari organisasi sosial dan medis berfungsi memberikan pelayanan Kesehatan yang lengkap kepada masyarakat. disamping itu belum ada standar sumber pendanaan termasuk pembagian sumber pendapatan (keuntungan) apakah untuk pemilik atau untuk pengembangan. Akibatnya banyak rumah sakit swasta keagamaan yang mempunyai fasilitas fisik dan peralatan yang memadai tetapi kesulitan dalam mencari dana operasional. akibat hilangnya subsidi dan semakin mahalnya alat dan tenaga kesehatan yang pada akhirnya menuntut pendapatan yang tinggi. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa rumah sakit juga harus menjalankan fungsi sosialnya. Rumah sakit . dimana pelayanan keluarga menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan. sementara penggalian dana-dana kemanusiaan sama sekali tidak dikelola secara sistematis. Hal yang dikhawatirkan adalah pasien dikelas bawah justru mensubsidi pasien kelas atas. Subsidi yang mengecil atau bahkan tidak ada sama sekali menyebabkan rumah sakit keagamaan kesulitan mencari sumber dana bagi orang miskin yang sakit. Hal ini membuat banyak rumah sakit swasta bahkan yang dikelola oleh yayasan keagamaanpun berubah menjadi lembaga for profit sebagai jawaban terhadap perubahan lingkungan yang terjadi diluar rumah sakit akibat pengaruh globalisasi. Penerapan subsidi silang dari kelas atas (VIP) ke kelas bawah (III) tidak rasional. tetapi lebih mengarah pada suatu lembaga yang harus hidup dan bermutu. Dari definisi diatas bahwa rumah sakit disamping memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat juga sebagai pusat pendidikan calon tenaga kesehatan. Untuk menjalankan fungsi sosialnya ini sebaiknya anggaran untuk pos sosial tersebut tersedia dalam APBD dan diatur dengan kemudahan-kemudahan pengelolaannya tetapi tetap dengan pengawasan yang ketat. 2005). berkembang dan mempunyai dasar etika berbagai profesi dan mempunyai etika bisnis. Berdasarkan kenyataan diatas maka rumah sakit mulai berubah menjadi lembaga usaha yang membutuhkan berbagai konsep ekonomi dalam manajemen yang mungkin asing bagi para dokter atau pemilik rumah sakit. Kita pelajari Dalam perkembangannya rumah sakit swasta yang dikelola oleh yayasan keagamaan seperti rumah sakit Islam sangat kesulitan dalam memenuhi fungsi sosialnya oleh karena kesulitan dalam hal pendanaan. Hal yang penting adalah masalah biaya operasional dan pemeliharaan yang tidak semudah biaya investasi untuk memperolehnya. baik kuratif maupun rehabilitatif. Hal ini dapat membawa suatu resiko yaitu rumah sakit keagamaan akan menjadi lembaga usaha yang praktis untuk mencari keuntungan atau menghidupi SDM. Dengan demikian rumah sakit bukanlah lembaga yang hanya menggunakan prinsip kedokteran dan kesehatan. Walaupun demikian masih banyak rumah sakit keagamaan masih melihat perubahan yang ada tanpa strategi pengembangan yang jelas (Trisnantoro. Rumah sakit tidak lagi harus dipandang sebagai suatu lembaga yang harus bersandar pada norma-norma dan etika profesi dokter. serta untuk penelitian biososial. Kenyataan menunjukkan bahwa konsep subsidi silang sebenarnya tidak ada ataupun jika ada subsidi silang akan menggerogoti aset dan kemampuan investasi rumah sakit. Penelitian Abeng dan Trisnantoro (1997) disebuah rumah sakit swasta menunjukkan bahwa tarif kamar VIP berada dibawah unit cost. sehingga menaikan tarif akan menjadi pilihan.

merupakan lembaga multiprofesional yang menghasilkan berbagai produk pelayanan kesehatan yang bermutu dengan tetap memperhatikan aspek sosialnya. yang dalam bahasa Indonesianya jika diterjemahkan secara bebas dapat berarti: suatu bagian menyeluruh dari organisasi dan medis. 3. Mengukur mutu pelayanan dapat dilakukan dengan melihat indikator-indikator mutu pelayanan rumahsakit yang ada di beberapa kebijakan pemerintah. Catatan Kuliah Manajemen Rumah Sakit 2. MKES Setelah membaca berita “RUMAHSAKIT HARUS BERBENAH” dan “RSD ABUNDJANI BANTAH ABAIKAN FASILITAS” di koran RADAR SARKO saya sebagai manusia kesehatan dengan ini menyampaikan pemikiran yang mungkin mengundang tanya atau pertanyaan lagi. SKM. 5. Ambivalensi Antara Kewajiban dan Keinginan (antara penyelenggara dan pemilik) Jonirasmanto. Pedoman Pelayanan Kesehatan Depkes RI Penulis adalah magister manajemen rumahsakit UGM dan seorang calon widyaiswara dari kabupaten Merangin. 6. saat-ini. 2. Jika pemerintah yang menyampaikan kritikan ini dapat berarti bahwa masyarakat mendapatkan legalitas bahwa memang benar mutu pelayanan kesehatan harus diperbaiki. Analisa indikator akan mengantarkan kita bagaimana sebenarnya kualitas manajemen input. 4. both curative and preventive and whose outpatient service reach out to the family and its home environment. Tesis Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Inap melalui Audit Kematian 3.html http://rusliakatili. Mutu akan diwujudkan jika telah ada dan berakhirnya interaksi antara penerima pelayanan dan pemberi pelayanan. Dari definisi. BMJ Journal 4. Implementasinya adalah penerapan ekonomi dalam pelayanan kesehatan harus dilakukan diantaranya dengan melakukan analisis biaya di rumah sakit.blogspot. lembaga sosial atau swadaya masyarakat dan bahkan pemerintah sekalipun. Dan barangkali ini hanya merupakan materi pencerahan yang semoga bermanfaat. manajemen proses dan output dari proses pelayanan kesehatan secara mikro maupun makro. Mutu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh ada tidaknya kritikan dan keluhan dari pasiennya. dimana output layanannya menjangkau . Mutu Pelayanan Kesehatan. Sumber: 1. berfungsi memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun rehabilitatif. sedang mempersiapkan diri untuk Stratifikasi Khusus Widyaiswara secara mandiri. Wikipedia Indonesia 5. sudahkan kita mengetahuinya. Rumahsakit menurut WHO Expert Committee On Organization Of Medical Care: “is an integral part of social and medical organization.com/2007/10/wajah-perumahsakitan- 1. the function of which is to provide for the population complete health care. the hospital is also a centre for the training of health workers and for biosocial research”.

Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial.pelayanan keluarga dan lingkungan. pelayanan penunjang medis tambahan. menggunakan gabungan ilmiah khusus dan rumit. Dari Sumberdaya Kesehatan yang ada di rumahsakit: (1) Tenaga kesehatan terdiri dari : 1. kelas “a. Definisi rumahsakit ini di setiap peraturan daerah pada umumnya sama. Melaksanakan pelayanan medis tambahan. Perubahan kelas rumah sakit dapat saja terjadi sehubungan dengan turunnya kinerja rumahsakit yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Indonesia melalui Keputusan Dirjen Yan Medik. . pelayanan penunjang medis. kota ataupun di provinsi. d”. hanya saja terdapat perbedaan pada tugas pokoknya. Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman. c. 2. yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama. berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi. rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan tenaga kesehatan serta untuk penelitian biososial. yang diantaranya adalah: luas tidaknya lingkup spesialistik yang dimiliki. Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal (observasi). Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan. Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan.MENKES/SK/1992 mengenai pedoman rumah sakit umum dinyatakan bahwa: ”Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar. Melaksanakan pelayanan medis khusus. Melaksanakan pelayanan rawat inap. dan difungsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modern. Melaksanakan pendidikan para medis. yaitu: • • • • • • • • • • • • • • • • Melaksanakan pelayanan medis. Definisi rumah sakit menurut Keputusan Menteri Republik Indonesia nomor 983. Melaksanakan pelayanan administratif. spesialistik dan pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan”. kekhususan menyertainya dengan adanya rumah sakit yang dibina dirjen yanmed Dpekes RI yang secara fisik berada di daerah kabupaten. Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi. b. Sementara itu menurut Siregar (2003) menyatakan bahwa rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks. 3. untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. Membantu pendidikan tenaga medis umum. Membantu pendidikan tenaga medis spesialis. tenaga medis. tenaga keperawatan. tenaga kefarmasian. Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan. Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit secara lengkap.

7. tenaga kesehatan masyarakat.00 jika 5 (lima) hari kerja.4. rumahsakit daerah dijadikan sumber pendapatan daerah dan dalam laporan pertangggungjawaban pemerintah daerah keberhasilan capaian indikator pelayanan kesehatan rumahsakit jarang dan bahkan tidak pernah dijadikan data atau informasi dalam penyusunan perencanaan dan penyusunan kebijakan. Memang ada daerah yang memberikan semacam insentif dan atau reward untuk tenaga kesehatan tertentu yang harus melayani pasiennya di luar jam dinas yang jumlahnya menurut tenaga dokter spesialis masih belum dianggap cukup (sesuatu yang wajar yang seharusnya dibayarkan). hal yang seperti ini perlu komunikasi yang ajeg demi harmonisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. 5. (8) Tenaga keteknisian medis meliputi radiografer. tenaga gizi. teknisi elektromedis. Sebagai unsur manajemen. atau 07. Tentang disiplin kepegawaian seharusnya tidak diberlakukan secara ketat. teknisi gigi. tenaga keteknisian medis. Pada kebanyakan daerah di Indonesia. analis kesehatan. biasanya hanya . (2) Tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi. sumber daya manusia kesehatan yang dimiliki oleh rumahsakit akan mempengaruhi diferensiasi dan kualitas pelayanan kesehatan.00 jika 6 (enam) hari kerja. Dari Struktur Organisasi Daerah: rumahsakit dapat berdiri dengan legalitas dan ilegal karena ada rumahsakit dengan ijin penyelenggaraan dan tidak ada ijin. analis farmasi dan asisten apoteker. Kekhususan ini sangatlah tidak mungkin dimanajemeni secara umum. rumahsakit dapat merupakan unit pelaksana teknis dinas dan atau sebagai institusi yang bertanggungjawab kepada bupati dan atau rumahsakit vertikal yang ada di daerah. (5) Tenaga kesehatan masyarakat meliputi epidemiolog kesehatan. refraksionis optisien. keterbatasan keanekaragaman jenis tenaga kesehatan akan menghasilkan kinerja rumahsakit dalam pencapaian indikator mutu pelayanan rumahsakit.30 sampai 16. (3) Tenaga keperawatan meliputi perawat dan bidan. (6) Tenaga gizi meliputi nutrisionis dan dietisien. mikrobiolog kesehatan. penyuluh kesehatan.30-14. jika diberlakukan secara ketat maka mereka akan menuntut uang lembur untuk pekerjaan yang dilakukannya pada waktu di luar jam dinas (07. (4) Tenaga kefarmasian meliputi apoteker. Mari kita hitung penghasilan mereka jika tidak melayani pasien di rumahsakit. okupasiterapis dan terapis wicara. 6. radioterapis. administrator kesehatan dan sanitarian. tenaga keterapian fisik. otorik prostetik. karena SDM kesehatan adalah SDM fungsional yang kepadanya melekat fungsi profesi berdasarkan latar belakang pendidikan kesehatannya. teknisi transfusi dan perekam medis. (7) Tenaga keterapian fisik meliputi fisioterapis. Kondisi ini akan berhubungan dengan kemapanan dukungan kebijakan dan dukungan anggaran yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. entomolog kesehatan.

dan kelompok fungsional tidak dilantik oleh bupati kepala daerah padahal struktur organisasi rumah sakit sudah menjelaskannya. Rumahsakit dengan angka rujukan yang jumlahnya mendekati setengah dari jumlah kunjungan patut dipertanyakan. dimana ada kotak kelompok tenaga fungsional dalam bagan struktur organisasi tidak ada isinya dan tidak ada koordinasinya. kenapa tidak. di banyak daerah rumahsakit daerah sebagai penghasil pendapatan asli daerah terbesar. karena merekakan sedang dalam pendalaman ilmu kedokteran. makin banyak masyarakat yang menggunakan berarti masih ada masyarakat yang sakit. satuan pengawas internal. Sesuatu yang aneh memang.dilaporkan sebagai hasil dari akumulasi seluruh indikator. Beperapa peraturan daerah diimplementasikan dengan tidak paripurna. Sesuatu yang riskan jika PAD dijadikan ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan karena nominal PAD adalah rupiah yang dibayarkan pasien. rasionalitasnya jika makin banyak penerimaan berarti makin banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas sumberdaya di rumah sakit. komite rekam medik. jawabannya akan berhubungan dengan ketersediaan sumberdaya manusia kesehatan dan kualitasnya. Ada item rupiah yang bisa dirinci jumlahnya dari pola tarif yang ada. Sebagai contoh: peningkatan penerimaan daerah dari retribusi pelayanan kesehatan akan tidak ada artinya apa-apa jika cakupan angka rujukan ke rumahsakit vertikal atau ke kabupaten lain lebih tinggi dari angka kunjungan UGD rumahsakit yang bersangkutan atau angka pasien rawat inap kelas III. Keberadaan resident tanpa pengawasan satuan pengawas internal rumahsakit dapat dipersepsikan berbagai rupa oleh masyarakat dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbedabeda. Sebagai contoh: . karena yang diperlukan hanya pejabat struktural yang mengepalai beberapa bidang dan bagian. yang sebenarnya satu indikator gagal dapat menyebabkan perubahan penilaian kinerja. komite keperawatan. untuk pembuktiannya diperlukan analisa lebih lanjut. Dapat ditambahkan lagi dengan adanya permasalahan kelembagaan. Ada beberapa instansi yang memiliki keterkaitan dengan rumahsakit daerah. sedangkan komite medik. Apa yang mereka bayar dari pelayanan yang mereka terima dapat mencerminkan tingkatan kesehatan masyarakat tersebut. mungkin berhubungan dengan ketidak tahuan dan ketidak mampuan membayar atau belum ada dasar hukumnya (padahal peraturan pemerintah sudah menjelaskan hal itu) Dari Manajemen Lintas Program dan Lintas Sektor Rumahsakit sebagai pintu gerbang dan unsur vital dalam penilaian adipura. tentang bagaimana dan seterusnya masyarakat di rumahsakit tersebut. Hanya tinggal lagi epidemiolognya berpihak kepada siapa. Hal ini dikarenakan adanya indikator vital dalam proses dan atau dalam output sistem pelayanan kesehatan. Jika kelompok ini ada maka tenaga fungsional tersebut dapat dijadikan media informasi guna penyusunan kebijakan yang ajeg dan mumpuni secara keilmuan. Ada apa dengan kompetensi mereka dalam memberikan pelayanan. karena apa. bagaimana komunikasi dan manajemennya dilakukan di rumahsakit tersebut. dan itu dalam penyusunan program kegiatan dan anggaran rasanya belum pernah ada yang duduk bersama menyatukan pernyataan dan kesimpulan. tetapi jika tak ada rotan maka akarpun jadilah sehingga kualitas yang diharapkan belum tentu dapat dinikmati sebagai akhir dari pelayanan yang bermutu. Epidemiolog dapat menyampaikan laporan ini jika dibutuhkan. masih adanya masyarakat yang sakit berarti derajat kesehatan masyarakat belum optimal.

bukan berdasarkan kemampuan yang dapat diberikan oleh rumahsakit. Pedoman umum mengenai persentase anggaran kesehatan dari total anggaran daerah masih perlu dipertanyakan lebih lanjut lagi.Kebijakan berobat gratis. Pejabat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sedikitpun tidak menunjang dipilih untuk memimpin roda proses pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi rumahsakit. daftar nama keluarga dan anggotanya bersumber dari BKKBN. rumahsakit terkareditasi 5 (lima) pelayanan. (3) Pelayanan Administrasi. bukan dari RT-RW dan Lingkungan. (2) Pelayanan Medik. Dunia pelayanan kesehatan semakin hitam jadinya. …? Pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan lintas sektor dan lintas program. bermuncullanlah pahlawan dengan pamrih disini. RSD Kol Abundjani didukung anggaran belum juga mampu menyelesaikan proyek ini. Proses akreditasi telah berlangsung hampir lebih dari 5 (lima) tahun. begitu banyak peraturan daerah disusun dengan cara studi banding. Masih belum terlihat jiwa pemiliknya dalam peraturan ini. bersumber dari oknum pegawai di tingkatan tersebut. 8 (delapan) pelayanan dan 13 (tiga belas) pelayanan. masih perlu dianalisa dan disikapi dengan jalinan koordinasi . dan dalam data base saat perjalanannya rumahsakit harus memberikan pelayanan seperti yang diharapkan mereka. dan mereka yang berobat dengan fasilitas kartu miskin saat akan dirawat minta dirawat dengan fasilitas VIP. karena apa. tetapi bagaimanapun juga SDM rumahsakit daerah harus terlebih dahulu menjawabnya dengan pernyataan yang diikuti oleh sikap yang terakreditasi pula. Dari Dukungan Kebijakan Nah ini yang lebih perlu mendapat perhatian. Pernyataan jelasnya adalah sumberdaya manusia kesehatan yang ada di rumahsakit tersebut. yaitu: (1) Pelayanan Gawat Darurat. (4) Pelayanan Keperawatan dan (5) Pelayanan Rekam Medik Tujuan pemerintah dengan akreditasi ini adalah untuk: agar kualitas pelayanan diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di rumah sakit. Ada apa. tetapi nyatanya budaya akreditasi belum sama sekali mendarah daging di institusi RSD Kol Abundjani ini. bukan hanya oleh masyarakat rumahsakit. jawabnya dapat bersumber dari kualitas dan kuantitas sumber daya yang ada di rumahsakit tersebut. dan kelompok rumahsakit yang belum terakreditasi dan atau yang belum terstandar. mengapa karena ada pasien yang berobat dari keluarga miskin yang benar-benar miskin dengan nama yang tak ada dalam data base yang diberikan oleh pemerintah. menurut beberapa pengamat adalah sangat tidak masuk akal jika tidak ingin dianggap aneh. Rumahsakit dengan standar ISO 14000 dan ISO 2000. dicopi dan dipastekan kemudian diedit agar menjadi sesuai dengan keadaan riel daerah. Departemen kesehatan dengan Komite Akreditasi Rumahsakit terus berupaya agar semua rumah sakit daerah harus terakreditasi minimal 5 (lima) pelayanan. Dari Akreditasi Rumahsakit.

Namun demikian mengingat definisi tersebut dianggap terlalu luas. Salah satunya adalah indikator mutu pelayanan yang disusun oleh ACHS yang merupakan instrumen untuk mengidentifikasi area . timeliness. karena rumahsakit bukan badan profit. Salah satunya adalah yang diajukan oleh Donabedian (1980). tetapi lembaga non profit. Under use didefinisikan sebagai kegagalan untuk memberikan pelayanan yang efektif padahal jika dilakukan dapat menghasilkan outcome yang diharapkan (misalnya tidak memberikan imunisasi atau gagal untuk melakukan bedah katarak). efficiency. over use. sebenarnya tidak berlaku di institusi pelayanan rumahsakit. yaitu safety. bukan lagi panggilan profesi. Kemajuan pertumbuhan dan pengembangan rumahsakit menjadikan rumahsakit sebagai lembaga profit tetapi tidak meninggalkan unsur sosialnya telah mengubah persepsi sumber daya manusia kesehatan dari non material menjadi sangat material. Kedua bentuk ini saling bersimbiose mutalisme dalam sebuah sistem. pihak Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sebagai (lagi-lagi) pihak pelaksana.dan pengawasan yang komprehensif. yaitu berpedoman pada struktur. Mutu Pelayanan Kesehatan yang mengemuka sebagai panglima program unggulan Depkes dengan nama Quality Assurance (QA. equity. effectiveness. jaminan mutu) pada tahun 1996. Dari mutu pelayanan kesehatan. karena disini setiap pekerjaan yang dikerjakan dan yang seharusnya dikerjakan bukan lagi berdasarkan panggilan hati nurani. Sebagai sebuah proses. dibuat terperangah oleh program tersebut.1%. Sebagai suatu pernyataan akhir dari sebuat proses pelayanan kesehatan. tetapi telah bergeser menjadi panggilan pemenuhan kebutuhan ekonomi. kapan SDM kesehatannya mau manggung dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian pelayanan kesehatan. Sedangkan misuse didefinisikan sebagai komplikasi yang sebenarnya dapat dihindari jika pelayanan kesehatan dilakukan secara seksama. 2001). berbagai peneliti telah mencoba mengembangkannya untuk menjamin agar pengukuran mutu pelayanan kesehatan lebih spesifik. Sementara itu the IOM (1999) dan National Health Service menggunakan konsep mutu pelayanan kesehatan dalam 6 aspek. dan patient awareness. anggaran efektif jika rasio antara pembiayaan dan penerimaan berkisar 0. yaitu under use. Chassin mengusulkan metode lain yang menekankan pada 3 area utama. Peruntukan anggaran tentu membutuhkan kebijakan paripurna yang proporsional. dan salah satu definisi yang umum digunakan antara lain menyebutkan bahwa mutu pelayanan kesehatan adalah “tingkat di mana pelayanan kesehatan untuk individu maupun populasi mampu menghasilkan outcome pelayanan sesuai dengan yang diharapkan dan konsisten dengan pengetahuan profesional terkini” (IOM. Jika ini berlanjut dapat dibayangkan bagaimana pemenuhan hak pokok masyarakat sebagai pasien jika mereka tidak mampu membayar. Dari beberapa konsep tersebut kemudian dikembangkan sejumlah indikator untuk mengkuantifikasikan mutu pelayanan kesehatan. pelayanan kesehatan dapat berbentuk makro dan berbentuk mikro. Berbagai definisi mutu yang dikaitkan dengan patient safety selanjutnya diajukan. proses. Disebut overuse apabila pelayanan kesehatan yang dilakukan ternyata memberi dampak risiko yang lebih besar daripada potensi manfaat yang dapat ditimbulkan (misalnya memberikan antibiotika untuk kasus-kasus common cold). dan misuse of health care services. Menurut Rusli. dan outcome. kalau tigaperempat anggarannya hanya untuk fisik.

3. Mungkin Depkes lupa bahwa para dokter yang ada di Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit adalah seorang sarjana juga seperti halnya para petinggi Depkes. kritik. 1. Hidup sehat merupakan kebutuhan utama (primer) setiap orang. fasilitas dan tenaga medis yang memadai guna menjamin terlaksananya program kesehatan masyarakat. pemerintah dan praktisi kesehatan masyarakat bertanggung jawab untuk berupaya merealisasikan adanya kebijakan yang lebih baik. Oleh karenanya. hak atas pelayanan kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia (HAM). dan interaksi sosial yang saling menguntungkan. Artinya. yang relatif berakar dari tradisi dan kebudayaan mereka. 2. complain maupun keluhan konsumen semestinya tidak diartikan sebagai serangan. Namun. di sisi lain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara murah dan mudah. Tetapi sebagai institusi bawahan Depkes. Mungkin ini jalan keluar. ada beberapa kondisi yang tampak dalam pelayanan kesehatan. Dalam hal ini. Artinya. Kondisi budaya ini di satu sisi menjadi kendala dalam pelayanan medis. Kecenderungan perilaku para praktisi medis yang tidak mempertimbangkan prosesproses komunikasi atau pertukaran informasi. Fasilitas kesehatan (formal) yang tersedia masih relatif baru. Sebaliknya. Upaya yang sama juga dilakukan oleh The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yang mengembangkan beberapa indikator yaitu Prevention Quality Indicators. bahkan memberatkan konsumen itu sendiri.pelayanan kesehatan yang masih memerlukan perbaikan secara fundamental. kondisi ini harus disertai pula dengan perbaikan pada aspek kebijakan dan manajemen. Lupa mungkin karena tampilan dokter institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit yang tak pernah berdasi dan naik kendaraan dinas apa adanya kala tugas. tidak seperti teman-temannya di Depkes yang sebagian diantaranya berdasi dan naik mobil dinas mulus-mulus dan baru-baru. petugas kesehatan dapat mengetahui keinginan konsumen dan kekurangan yang dimilikinya. dan belum mengakar atau belum dirasakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Rosalia Sciortino dalam “Menuju Kesehatan Madani” (1999:78) menyebut adanya “konstruksi rahasia” yang dipertahankan petugas kesehatan. Sehubungan dengan hal ini. tetapi tidak tersedia standar quality of care yang berbasis konsumen. klien tidak menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang memuaskan. seorang pasien berhak untuk mempertanyakan pelayanan dokter yang dirasakannya tidak jelas. Pelayanan yang baik dan memuaskan bisa diwujudkan secara bersama antara pengguna jasa pelayanan dan petugas kesehatan. masyarakat memiliki sistem pengobatan atau pengetahuan mengenai perawatan kesehatan (biomedis). dana yang cukup. Dari keluhan konsumen. Inpatient Quality Indicators. Pada umumnya konsumen sebagai pengguna jasa kesehatan seperti pasien. sistem yang berkualitas. Memahami Hak dan Kewajiban Konsumen . Dengan metode kuantifikasi ini selanjutnya dapat dilakukan analisis statistik untuk menilai area-area pelayanan yang dianggap memiliki defisiensi dalam menghasilkan outcome yang diharapkan. dan Patient Safety Indicators (PSIs). lagi-lagi Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit berada di posisi tak berdaya dan lagi-lagi hanyalah sebagai terminal akhir pembuangan dan berposisi layaknya sandal jepit. tetapi diterima sebagai koreksi terhadap cara berpikir dan cara melayani konsumen.

pertanyaan yang sering muncul adalah apa saja hak-hak konsumen dalam pelayanan kesehatan. Sebaliknya. karena kecerobohan dalam pelayanannya. 4. Padahal masyarakat tidak pernah belajar di sekolah kesehatan. Menepati janji dengan petugas kesehatan. Kebanyakan konsumen juga petugas kesehatan tidak mengetahui hak-hak dan kewajiban konsumen. Sebagai pasien. bagaimana sebaiknya pelayanan yang berkualitas? Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa istilah konsumen dalam pelayanan kesehatan mencakup pengertian mereka yang menerima pelayanan jasa maupun obat-obatan dari petugas kesehatan (paramedis. 3. 26 Juni 1997). yang tidak seimbang dengan banyaknya pasien yang berkunjung setiap hari kerja. Banyak alasan yang seringkali dikemukakan. efek samping pengobatan. Contoh aktual adalah bayi yang dilahirkan cacat (tanpa tangan) di RSUD Bayu Asih Purwakarta (Kompas. dokter). Memilih tempat pelayanan yang diinginkannya. konsumen memiliki kewajiban. catatan medis petugas kesehatan. pendapat dari petugas kesehatan lainnya. yaitu: 1. Setiap konsumen memiliki hak yang dilindungi undang-undang. misalnya keterbatasan petugas dan fasilitas tidak memadai. Mendapatkan informasi yang dapat dipahaminya mengenai penyakit yang diderita. dan jaminan keamanan/keselamatannya. Memperoleh rasa aman dari semua proses pelayanan. meskipun akhirnya ditempuh jalan damai dengan ganti rugi 25 juta rupiah. telah menyebabkan anak mereka cacat seumur hidup. 2. 2. membatalkan persetujuan sewaktuwaktu. Dari persoalan ini sebenarnya tuntutan akan pelayanan kesehatan yang memuaskan (berkualitas) semakin kompleks. ia berkewajiban mengetahui apa yang dapat atau tidak dapat diatasi oleh perusahaan asuransi. Mendapatkan ganti rugi apabila terjadi malpraktek yang dilakukan petugas kesehatan. kelebihan maupun kekurangan pengobatan. biaya. dan seterusnya. dan jika dianggap perlu. Orang tua bayi itu menuduh pihak RS. ia menolak suatu metode pengobatan atau tindakan medis tertentu.Dalam berbagai kesempatan diskusi dengan kelompok konsumen. hal-hal dirahasiakan. Bersedia bekerja sama dan mematuhi perawatan yang diberikan. Kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan dengan tuntutan 1 milyar rupiah. yakni pelayanan yang menghormati hak-hak konsumen. pasien. Namun harus diyakini bahwa ukuran kepuasan tidak bisa . cara pengobatan. tetapi tidak merasa percaya diri untuk mengemukakannya di tenpat pemeriksaan. Sedangkan yang dimaksud pelayanan yang berkualitas biasanya mengacu pada pengertian Quality of Care atau standar pelayanan yang berkualitas. tidak disiplin. Jika menggunakan jasa asuransi. prosedur perawatan. konsumen berhak: 1. 4. dalam hal ini bidan. Sebagai pasien. Memberitahu petugas kesehatan jika ia menerima perawatan dari dokter yang lain. 3. petugas kesehatan yang mengerti hak-hak konsumen tidak mau peduli. dan izin persetujuan pasien bila ingin akan dioperasi. 5. Mengetahui sejarah atau riwayat pengobatannya. Bahkan petugas kesehatan menyadari bahwa masyarakat tidak mengerti cara hidup sehat. bidan. Hanya sebagian kecil konsumen menyadari hak-haknya. yang secara khusus disebut klien.

misalnya oleh IPPF (International Planned Parenthood Federation). hak atas keamanan. yang dapat dipandang dari provider (penyedia jasa) dan klien (konsumen). hak ganti rugi. Informasi yang diberikan harus berisi pula informasi mengenai tiap metode. Gejala seperti ini terutama terjadi di tingkat pelayanan kesehatan dasar di pedesaan. Pada tahun 1990. yakni mengacu pada pemenuhan hakhak pasien. Judith Bruce dari Population Council menempatkan enam elemen dasar yang kemudian dikenal dengan “Bruce Framework” dan menjadi sumber utama bagi penelitian mengenai kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dari sisi tenaga kesehatan. termasuk kartu untuk mengingatkan dan kunjungan rumah. Mekanisme untuk Mendorong Keberlanjutan. petugas. kenyamanan. Pilihan terhadap Metode Layanan. 3. 1. Bagaimana klien berinteraksi dengan tenaga kesehatan. cara penggunaan metode. Informasi untuk Klien. dan pembelajaran kesehatan bagi pengguna (konsumen) terabaikan. yaitu pemantauan masalah dan mencari jalan keluar dengan memperbaiki akar masalah secara berkelanjutan (The Population Council. Dasarnya adalah “problem solving”. apakah cukup simpatik dan cukup waktu untuk bertemu dengan kliennya. Ukuran standar yang bisa dijadikan pedoman adalah kebutuhan orang banyak yang selama ini sudah dibakukan. 1994). kerahasiaan. Aspek pemenuhan kualitas kesehatan. menentukan pilihan. Hubungan Antarpribadi. atau hak-hak klien kesehatan reproduksi. Dari sisi klien. hak mengajukan protes (berpendapat).bertolak dari kepentingan individu saja karena kepuasan individual tidak ada batasnya. tanggung jawab sosial. Informasi yang berkualitas dapat berdampak pada bagaimana klien menggunakan metode kontrasepsi. Dari sisi provider. dan komunitas setempat. Oleh sebab itu. Ukuran pencapaian pelayanan kesehatan selama ini lebih berorientasi pada pencapaian target sarana pelayanan dan penerima layanannya. . dan efek sampingnya. Konsumen tidak memperoleh manfaat yang optimal dari pelayanan kesehatan. dokter. Pasal 4. 4. Keterampilan Teknis. 1999. 5. yakni penyediaan pelayanan kesehatan yang terus menerus memperbaiki diri dengan memperhatikan kebutuhan dan tuntutan pasien. Bertolak dari “Quality of Care” Konsep quality of care adalah istilah yang digunakan secara luas dalam pelayanan kesehatan. standar quality of care di Indonesia belum jelas. menjalankan protokol (aturan) dan staf yang kompeten melakukan teknis klinik. dan pinggiran kota. ukuran standar pelayanan cukup jelas. mendapatkan pelayanan kapan dan di mana saja (akses). yang merumuskan 10 hak-hak klien KB antara lain: hak atas informasi. organisasi KB dunia. di tingkat desa sekalipun. Klien dapat didorong meneruskan penggunaan kontrasepsi yang efektif melalui berbagai cara. Mempertahankan kondisi aseptic. atau pun hak-hak konsumen sebagaimana yang diatur dalam UUPK No. Konsep ini biasanya dirujuk pada prinsipprinsip manajemen pengawasan kualitas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan umum. 2. Setiap metode layanan (KB) tersedia bagi perempuan dan laki-laki yang ingin merencanakan keluarganya. 8 No. proses pencapaian pelayanan yang memuaskan tidak bisa tidak melibatkan orang banyak. Konsumen dan pengelola pelayanan kesehatan bisa bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang berkualitas (quality of care). dan kemudian ditambahkan oleh YLKI dan PKBI.

dan anggaran. 5. untuk ini diperlukan: 1) deskripsikan dengan jelas hasil pengkajian. pelayanan KB terpadu dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. (2002). Masalah dan akar masalah. Klien memerlukan pelayanan yang nyaman dan terpadu. Hasil penelitian tentang perbaikan mutu pelayanan kesehatan di instalasi rawat inap RSD KOL. manusia. Bentuk-bentuk kasus yang dialami konsumen. Usaha (aksi-aksi) bersama menggugat petugas kesehatan di tempat pelayanan. 4. . bahwa memelihara kualitas RM akan membantu dalam memelihara ketrampilan dan kemandirian dalam asuhan keperawatan. Inisiatif konsumen sendiri dalam mengatasi masalahnya. sistem ini berhubungan dengan unsur-unsur manajemen seperti peralatan. Pendamping atau organizer bersama kelompok konsumen merumuskan: 1. strategi dasar yang penting dilakukan aktifis organisasi konsumen yang melakukan pendampingan konsumen kesehatan adalah dengan memperkuat pengorganisasian dan pendidikan kritis bagi kelompok-kelompok konsumen yang rentan seperti petani. Mengingat gerakan konsumen saat ini didukung oleh kebijakan yang relatif jelas dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). memerlukan tindakan terstruktur dengan manajemen resiko dan manajemen mutu. maka organisasi konsumen dapat mengambil peran dengan melakukan advokasi kebijakan dan pembelaan hukum. Bukan hal yang mustahil. rencana keperawatan dan rencana tindakan yang akan dilakukan. pelayanan pasca persalinan. Instansi dan orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab. perempuan. Penyimpangan dalam area-area penting manajemen pelayanan kesehatan yang menyebabkan kematian tersebut. 2) dokumentasikan informasi yang berhubungan dengan pasien dan apa yang akan dilakukan dalam merespon kebutuhan pasien. 6. konsep. Jadi. Misalnya. 7. kebijakan. Seperti yang disarankan oleh The Nursing and Midwifery Council. ABUNDJANI BANGKO menyarankan yang diantaranya Pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien terdiri dari serangkaian proses-proses dari beberapa sistem. bila suatu waktu konsumen dapat mengadili provider pelayanan kesehatan atas dasar pelanggaran terhadap hak-hak konsumen secara perorangan atau pun berkelompok (class-action). 3. Penyebarluasan informasi terus-menerus kepada konsumen yang lain. buruh dan kaum miskin kota. cara pandang konsumen terhadap pelayanan yang diinginkan atau pelayanan yang berkualitas (quality of care versi konsumen).6. dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. 2. Usulan. Untuk itu semua peneliti menyampaikan beberapa saran seperti berikut: Saran untuk Perawat. Pelayanan yang Terpadu.

3) jika sudah diketahui dengan baik kondisi pasien lakukan tindakan yang dapat diterima dan dapat dilakukan dengan tahapan yang baik dan benar saat melaksanakan perawatan kepada pasien dan jelaskan bahwa setiap tindakan tidak selalu berbahaya untuk selalu untuk keselamatan dan membatu mereka. 2) Melaksanakan semua tugas sesuai dengan kompetensi dan kode etik profesi. menghargai dan menjaga informasi tentang pasiennya. menghormati hak pasien dalam keterlibatan secara aktif pada pengambilam keputusan. 3) Menjadikan RSD KOL ABUNDJANI bukan sebagai tempat mencari sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga menjadikannya sebagai tempat ibadah dan fungsi sosial. dan 4) menuliskan perencanaan perawatan agar dapat diteruskan oleh sejawat dalam perawatan berikutnya dan selalu menuliskan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. Saran untuk komite staf fungsional diantaranya adalah: 1) Mematuhi tugas pokok dan fungsinya seperti yang tergambarkan dalam Peraturan Daerah Kab. survey kebutuhan pelayanan dan survey tingkat utilisasi pelayanan kesehatan rumahsakit. Merangin tentang struktur organisasi dan tata kerja RSD KOL ABUNDJANI. diantaranya survey kepuasan. jujur dan dapat dipercaya. Prosedur dan Standar Pelayanan Anastesi e. bekerjasama dengan para sejawat untuk kebaikan pasien-pasien yang dirawat. Prosedur dan Standar Pelayanan Rawat Inap dengan Kegawatan . dan dapat ditambahkan bahwa Saran untuk Dokter penyelenggara utama perawatan dan pengobatan pasien di instalasi rawat inap diantaranya adalah: Bertugas berdasarkan standar General Medical Council seperti: pemberian pelayanan kepada pasien merupakan hal yang utama. selalu memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan. Prosedur dan Standar Pelayanan Laboratorium b. Prosedur dan Standar Pelayanan Kamar Operasi d. memperlakukan setiap pasien dengan sopan dan sewajarnya. menghindarkan pasien dari resiko fisik dan finansial akibat tindakan medis. menyadari berbagai keterbatasan yang dimilikinya. diantaranya: a. Saran untuk manajemen RSD diantaranya adalah: 1) Berusaha mengetahui keinginan pelanggan dengan melakukan survey pasar. 2) Menyusun berbagai prosedur dan standar pelayanan sesuai dengan hasil tingkat kebutuhan dan hasil dari penelitian ini. menghormati privasi dan kehormatan pasien. Prosedur dan Standar Pelayanan Radiologi c. memberikan informasi yang dapat dimengerti pasien. mendengarkan dan menghormati pandangan-pandangan pasien.

faktor fasilitas dan peralatan. faktor manajemen rawat inap dan faktor staf medis fungsional. Akar masalah adalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang terjadi. 3) Menetapkan dan memilih alternatif untuk pemecahan akar masalah. kepemimpinan. 3) Memastikan bahwa prosedur dan standar yang telah disusun diterapkan dan dilaksanakan dengan baik. prosedur. sistem. alat. Hal ini dilakukan dengan audit internal secara rutin dan melakukan management riview guna membahas tindak lanjut yang perlu dilakukan agar pelayanan yang diberikan selalu konsisten sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. faktor pengendalian dan evaluasi. 5) Membumikan paradigma bahwa dari pasien kita mendapatkan jasa pelayanan yang mendukung kesejahteraan dan kepada pasien seharusnya tumbuh keinginan untuk membebaskan masalah kesehatannya. faktor Standart Operating Procedure dan atau instruksi kerja. 6) Menyusun dan memberlakukan sistem pengawasan dan pemantauan pelayanan kesehatan yang diberikan dengan efektif. 2) Melakukan analisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root cause analysis). faktor masa kerja dan lama Jabatan. faktor administrasi dan alur layanan. terminal komputer yang dapat diakses oleh pelanggan. 4) Menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan guna mensosialisasikan jasa-jasa pelayanan yang mampu diberikan oleh rumahsakit. menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah. budaya organisasi.f. misalnya dengan membuat brosur-brosur. . faktor pelatihan dan tambahan pengetahuan. untuk menetapkan arah pemecahannya. faktot beban kerja. Ia dapat berupa kelemahan pada manusia. Dianjurkan pula langkah-langkah umum sebagai berikut untuk pemecahan masalah mutu dan efisiensi dan efektifitas pelayanan rumah sakit: 1) Memecahkan struktur masalah yang sudah teridentifikasi kedalam komponenkomponennya. manajemen. Prosedur dan Standar Pelayanan Rekam Medik. information desk. 9) Menginvetarisir akar penyebab masalah dari faktor internal yang mempengaruhi kualitas layanan kesehatan dan administrasi RM terutama dalam bidang: faktor pendidikan SDM. Perlu adanya dukungan sistem pengelolaan RM yang baik dan benar. 7) Melaksanakan saran-saran ini dengan dukungan sumber daya manusia kesehatan dan anggaran kesehatan beserta kebijakan-kebijakan kesehatan. mustahil tata tertib administrasi rumahsakit akan berhasil seperti apa yang telah distandarisasikan oleh pemerintah maka oleh karena itu diperlukan adanya komitment bersama untuk sepakat menyusun pedoman RM dan melaksanakannya dengan pertanggungjawaban profesi. Seperti diketahui bahwa tata tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumahsakit. sarana. atau faktor-faktor lain.

5) Melakukan tindakan koreksi jika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagi terjadi. Hal lain adalah Pelaksanaan Program kendali mutu harus berdasarkan falsafah bersama untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh tim pelayanan dari berbagai disiplin ilmu. 3) mengikuti semua kebijakan sarana pelayanan dan saran dari petugas kesehatan dengan jujur dan bertanggungjawab. Saran untuk Pemerintah Daerah. kemungkinan kesembuhan dan tindakan apa saja yang akan dilakukan dan selalulah memulai komunikasi dengan kata „maaf“. 2) bertanya dengan petugas kesehatan tidak dengan emosi tentang keadaan penyakit. „tolong“. jika ragu dan meragukan mintalah penjelasan lebih lanjut tentang kebijakan dan atau saran tersebut. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem dan mekanisme yang efektif guna tercapainya pelayanan prima tersebut. sesuai dengan beberapa kebijakan nasional pembangunan kesehatan di Indonesia diharapkan pemerintah daerah dapat: 1) Menjadi stake holder yang berpihak dan mendukung dalam berbagai aspek manajemen pelayanan kesehatan. Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah jika manusia sebagai penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan dari rumah sakit. Falsafah yang mendasari program kendali mutu antara lain: . diantaranya adalah: 1) sebelum penyakit menjadi lebih parah (persepsi masyarakat) sebaiknya segera memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat. Saran untuk pasien. 3) menjadi fasilitator dalam akselerasi peningkatan kemampuan pemberian pelayanan kesehatan sesuai dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan kesehatan daerah. 4) selalu menyediakan tabungan kesehatan saat sehat dan mampu melaksanakan aktifitas memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia. dan „tolonglah saya“ atau „tolonglah kami“. 2) Berperan sebagai regulator yang melindungi dan menumbuh kembangkan kemampuan profesionalisme tenaga pemberi pelayanan kesehatan. diagnosanya. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa sarana pelayanan kesehatan dan tenaga profesi kesehatan harus mampu menunjukkan akuntabilitas sosial untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen. yakni pelayanan yang sesuai dengan standar yang diakui sehingga dapat memenuhi atau bahkan melebihi harapan konsumen.4) Memantau dan mengevaluasi penerapan upaya pemecahan masalah yang sudah dilaksanakan.

proses dan hasil maka semua aspek-aspekantara lain: Tenaga keperawatan. Dengan melakukan pendekatan konkuren maupun retrospektif terhadap lingkup struktur. Kesehatan adalah hak azazi manusia. apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. seperti: 1. 2. Hak atas informasi yang benar. 3. hubungan yang jelas adalah pelayanan jasa kesehatan. ganti rugi/penggantian. Program kendali mutu perlu dilaksanakan dan dibuat secara teratur dan terus menerus untuk meningkatkan mutu pelayanan. 5. . Masing -masing disiplin menyepakati untuk mengkaji pelayanan yang diberikan oleh anggotanya. keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. walaupun demikian baiknya program kendali mutu ini dilakukan secara terpadu tetapi tetap ada kendala kendala yang perlu diperhatikan. Maka manusia sebagai konsumen rumahsakit berhak sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. maka tujuan akhir dari program pengendalian mutu yaitu meningkatnya mutu pelayanan keperawatan berdasarkan standar akan dapat dicapai dengan baik. Hak atas kenyamanan. Dengan melibatkan semua staf keperawatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan program pengendalian mutu ini. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. asuhan keperawatan dan kepuasan klien harus dinilai dengan menggunakan standar-standar yang tepat. 4. Dari UU Perlindungan Konsumen rumahsakit adalah: salah satu institusi pemberi pelayanan dibidang kesehatan. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan. 7.• • • • • • Masing-masing disiplin telah mengidentifikasi dan menyetujui falsafah dasar untuk dikembangkan menjadi tujuan masing-masing pelayanan. Pekerja pada umumnya merasakan kepuasan kerja dan lebih produktif bila mereka dibantu dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik dengan mengurangi hambatan dalam pekerjaannya. Staf mempunyai pengetahuan yang cukup dan memiliki ide-ide yang kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pekerjaannya Staf dapat memecahkan masalah jika cukup informasi-informasi yang diperlukan . 6. Hak untuk mendapatkan kompensasi. 8. Hak untuk mendapatkan advokasi. perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. 9. Semua staf memberikan perhatian untuk mencapai tujuan institusi yang dalam hal ini memberikan efek terhadap pelayanan pada klien. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Praktek perawatan tidak akan mungkin meningkatkan kecuali masalah dapat diidentifikasi dan dipecahkan. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen.

trial and error aneka macam program dari depkes. mengapa hingga kini institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit ibarat tempat uji coba. 2. Artinya mengulang program mapan yang sudah terintegrasi dengan keseharian para petugas Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit dengan mengganti nama QA yang justru lebih . Semua itu adalah persoalan yang kerap kali muncul di Indonesia. Parameterpun disiapkan. Masyarakat belum memiliki kemauan untuk menuntut hak-haknya. Masih rendahnya tingkat kesadaran konsumen akan hak-haknya. keluhan yang disampaikan kebanyakan hanya lewat surat pembaca di media massa. Ironisnya. monitor dan evaluasinya. 5. apa kata dokter/perawat mereka iyakan. maka bim salabim lahirlah Quality Assurance atau Jaminan Mutu. baik terhadap item kegiatan ataupun terhadap program besarnya. yang mana dalam Pedoman Kerja Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sudah sangat jelas dan rinci berisi panduan tatalaksana setiap kegiatan di Institusi pelayanankesehatan/rumahsakit yang mengacu kepada UPK. Misalnya soal layanan listrik PLN. Posisi konsumen yang selalu lemah (lemah informasi dan lemah kondisi sehingga tak berani menyangga seperti kasus Prita). banyak sekali keluhan dari konsumen yang merasa dirugikan. sebagai konsumen kita perlu mengetahui faktor-faktor yang melemahkan konsumen. Maka inilah realitas ketertindasan konsumen dalam menghadapi pilihan-pilihan barang/ jasa harus mereka konsumsi.Bila menyimak surat pembaca di media cetak. lebih-lebih kala berbicara kepekaan terhadap keperluan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Belum terkondisikannya “masyarakat konsumen” karena memang sebagian masyarakat ada yang belum mengetahui tentang apa saja hak-haknya dan ke mana hak-haknya dapoat disalurkan jika mendapat kesulitan atau kekurangan dari standar barang atau jasa yang sewajarnya. konon hasil pemikiran grusa-grusu karena ada “jajan” berupa pinjaman IMF (maksudnya hutang yang harus dibayar). Cara ini terlalu sederhana dan tidak menyelesaikan masalah. Maka untuk mengurangi kesewang-wenangan para produsen barang dan jasa. yang mana depkes tidak mau kalah dengan departemen lain untuk ikut mencicipi jajan IMF. termasuk panduan pengobatan. Yang membedakan hanyalah kekuasaan. Proses peradilan yang ruwet dan memakan waktu yang berkepanjangan. Memang pada kenyataannya konsumen kerap berada dalam posisi yang tidak berimbang dibanding dengan posisi produsen. Dan supaya dapat dana segar nan besar. 3. 4. yang di Depkes tidak lebih pandai dari yang di institusi pelayanan kesehatan /rumahsakit. Menyimak produk Depkes tahun 1988. pelayanan rumahsakit dan bahkan pelayanan pajak dan lain sebagainya. tindak kriminal di kereta api. dan dokter yang berpraktik di rumahsakitpun dalam memberikan pelayanan kesehatannya. PDAM. maka program QA adalah sebuah langkah kebimbangan dan ambivalensi. mutu barang yang tidak bagus. Jaminan mutu produk tahun 1996 yang lalupun. Itulah kira-kira gambaran umum. layanan barang/jasa yang buruk. panduan. Cara lain yang lebih kreatif adalah langsung mengadu ke pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat. demikian pula pelatihan. nama programnya pun dibuat “greng”. dijamin dokter di institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit lebih peka dibanding dokter di Depkes walau sepanjang apapun gelarnya. Padahal bisa jadi kala sekolah dahulu. delay pesawat. antara lain: 1. Pun demikian pula setelahnya.

jiwanya masih nol saya rasa. Rumah sakit dapat meningkatkan pendapatan dengan memperbesar omset penjualan obat. Tehnologi kedokteran mempengaruhi biaya pelayanan rumah sakit. Sistem manajemen yang berlaku global mempengaruhi pola berfikir manajer rumah sakit. Salah satu tehnologi tinggi adalah obat yang dihasilkan oleh industri farmasi. Hal ini tercermin pada perubahan fungsi klasik rumah sakit yang pada awalnya hanya memberi pelayanan yang bersifat kuratif (penyembuhan) saja terhadap pasien melalui rawat inap dan rawat jalan bergeser ke pelayanan yang lebih komprehensif meliputi promotif. dari ratus rsd dan puluh rsp serta ratus rss. tidak cukup dengan kajian monopoli petinggi Depkes.sempit tapi tidak lebih mendalam. Pengaruh perubahan dinamika lingkungan usaha rumah sakit yang terjadi tidak saja di Indonesia tetapi hampir diberbagai penjuru dunia. Akreditasi rumahsakit dicanangkan sejak tahun 2007 dan sampai tahun 2009 ini capaiannya sangat menyedihkan. Kebutuhan akan obat ini sering disertai dengan biaya yang besar. berdasarkan hitungan-hitungan ekonomi. karena prosesnya sendiri tidak terakreditasi. hanya 14% yang sudah terakreditasi. Cost recovery rate (CRR) rumah sakit menjadi hal yang sangat penting. lebih dari itu ada ukuran non teknis yakni keinginan dan harapan warga. . penentuan tarif lebih rasional. efektif dan produktifitas serta memperhatikan pemerataan pelayanan. disertai peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan serta mampu berkembang (growth) dan survive. dengan menekankan pada aspek efisiensi. Besarnya omset untuk obat-obatan mencapai 50-60% dari seluruh anggaran rumah sakit. sebagi contoh operasi dengan menggunakan peralatan mikro merupakan suatu tindakan yang sama canggihnya dengan tehnologi program ruang angkasa dan militer yang tentu saja memerlukan SDM yang berkompetensi untuk mengelolanya. RSD Kol Abundjani saat ini sedang dalam proses akreditasi yang pelaksanaannya setengah isi dan setengah kosong. Tehnologi yang digunakan saat ini sangat canggih. preventif. Obat merupakan barang yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. padat karya dan padat tehnologi Ketiga sifat tersebut menuntut pengelolaan keuangan rumah sakit yang lebih professional. Hal ini menuntut para manajer untuk lebih memperhatikan secara saksama dinamika lingkungan yang ada yang kemungkinan besar akan merubah system manajemen yang dipergunakan. Sayangnya yang ini tidak pernah tersentuh. Pelayanan rumah sakit diera sekarang tidak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakat . Untuk meningkatkan mutu layanan. Menurut Trisnantoro (2005) saat ini sektor kesehatan berbeda jauh dengan keadaan 50 tahun lalu. Hal inilah menjadikan rumah sakit menjadii lembaga yang bersifat padat modal. kuratif dan rehabilitatif. Bedanya hanya di segi dana yang luar biasa besar dan pelatihan berulang yang justru buang-buang waktu. Gambaran lain adalah tehnologi kedokteran dan obat-obatan yang berkembang pesat disisi lain rumah sakit adalah lembaga pemberi jasa pelayanan kesehatan yang tergantung pada perkembangan tehnologi kedokteran. artinya pengguna jasa pelayanan Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit tak lebih hanyalah obyek semata yang tak punya hak suara. Siklus demikian mestinya tidak boleh terulang.

disamping itu belum ada standar sumber pendanaan termasuk pembagian sumber pendapatan (keuntungan) apakah untuk pemilik atau untuk pengembangan.Pengertian rumah sakit menurut WHO adalah suatu bagian penyeluruh dari organisasi sosial dan medis berfungsi memberikan pelayanan Kesehatan yang lengkap kepada masyarakat. baik kuratif maupun rehabilitatif. sementara penggalian dana-dana kemanusiaan sama sekali tidak dikelola secara sistematis. Kita pelajari Dalam perkembangannya rumah sakit swasta yang dikelola oleh yayasan keagamaan seperti rumah sakit Islam sangat kesulitan dalam memenuhi fungsi sosialnya oleh karena kesulitan dalam hal pendanaan. 2005). Hal yang penting adalah masalah biaya operasional dan pemeliharaan yang tidak semudah biaya investasi untuk memperolehnya. Walaupun demikian masih banyak rumah sakit keagamaan masih melihat perubahan yang ada tanpa strategi pengembangan yang jelas (Trisnantoro. Untuk menjalankan fungsi sosialnya ini sebaiknya anggaran untuk pos sosial tersebut tersedia dalam APBD dan diatur dengan kemudahan-kemudahan pengelolaannya tetapi tetap dengan pengawasan yang ketat. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa rumah sakit juga harus menjalankan fungsi sosialnya. Dari definisi diatas bahwa rumah sakit disamping memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat juga sebagai pusat pendidikan calon tenaga kesehatan. tetapi lebih mengarah pada suatu lembaga yang harus hidup dan bermutu. Rumah sakit . Hal ini dapat membawa suatu resiko yaitu rumah sakit keagamaan akan menjadi lembaga usaha yang praktis untuk mencari keuntungan atau menghidupi SDM. Penelitian Abeng dan Trisnantoro (1997) disebuah rumah sakit swasta menunjukkan bahwa tarif kamar VIP berada dibawah unit cost. Dengan demikian rumah sakit bukanlah lembaga yang hanya menggunakan prinsip kedokteran dan kesehatan. dimana pelayanan keluarga menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan. Kenyataan menunjukkan bahwa konsep subsidi silang sebenarnya tidak ada ataupun jika ada subsidi silang akan menggerogoti aset dan kemampuan investasi rumah sakit. Subsidi yang mengecil atau bahkan tidak ada sama sekali menyebabkan rumah sakit keagamaan kesulitan mencari sumber dana bagi orang miskin yang sakit. Hal yang dikhawatirkan adalah pasien dikelas bawah justru mensubsidi pasien kelas atas. rumah sakit juga merupakan pusat latihan tenaga kesehatan. sehingga menaikan tarif akan menjadi pilihan. Hal ini membuat banyak rumah sakit swasta bahkan yang dikelola oleh yayasan keagamaanpun berubah menjadi lembaga for profit sebagai jawaban terhadap perubahan lingkungan yang terjadi diluar rumah sakit akibat pengaruh globalisasi. Akibatnya banyak rumah sakit swasta keagamaan yang mempunyai fasilitas fisik dan peralatan yang memadai tetapi kesulitan dalam mencari dana operasional. serta untuk penelitian biososial. Berdasarkan kenyataan diatas maka rumah sakit mulai berubah menjadi lembaga usaha yang membutuhkan berbagai konsep ekonomi dalam manajemen yang mungkin asing bagi para dokter atau pemilik rumah sakit. akibat hilangnya subsidi dan semakin mahalnya alat dan tenaga kesehatan yang pada akhirnya menuntut pendapatan yang tinggi. Rumah sakit tidak lagi harus dipandang sebagai suatu lembaga yang harus bersandar pada norma-norma dan etika profesi dokter. Penerapan subsidi silang dari kelas atas (VIP) ke kelas bawah (III) tidak rasional. berkembang dan mempunyai dasar etika berbagai profesi dan mempunyai etika bisnis.

merupakan lembaga multiprofesional yang menghasilkan berbagai produk pelayanan kesehatan yang bermutu dengan tetap memperhatikan aspek sosialnya. http://artikelindonesia. Implementasinya adalah penerapan ekonomi dalam pelayanan kesehatan harus dilakukan diantaranya dengan melakukan analisis biaya di rumah sakit.html .com/hal-mutu-pelayanan-rumah-sakit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful