TANTANGAN SISTEM PENGELOLAAN MANAGEMENT ADMINISTRASI

Dalam aktivitas pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari, baik secara sadar atau pun tidak, kita selalu disuguhkan dengan dua istilah yang sangat populer ini, yaitu administrasi dan manajemen. Sebagai contoh kecil, dimana ketika kita melakukan pengurusan dokumendokumen (paper work) di instansi, lembaga, atau kantor yang biasanya pada kantor pemerintah, kita akan selalu dimintai kompensasi atas pembuatan paperwork tersebut dengan istilah ‘biaya administrasi”, atau misalnya ketika kita akan berobat ke Rumah Sakit, maka kita akan diminta untuk mengurus administrasi terlebih dulu—yang maksudnya untuk registrasi pasien dan pembayaran biaya berobat. Kemudian ketika ada pekerja pada suatu pabrik yang meminta THR akan diminta menunggu keputusan dari manajemen dan lain sebagainya. Administrasi berasal dari kata latin “ad” dan “ministrare” yang berarti membantu, melayani atau memenuhi. Dalam bahasa Inggris adalah “Administration”—yang sampai sekarang tetap dipergunakan dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Administrasi. Namun, karena selama lebih kurang 350 tahun Indonesia dijajah Belanda, maka sedikit banyak istilah yang digunakan Belanda terinfiltrasi kedalam Bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, pengertian tersebut pada hakekatnya adalah pengertian dari Tatausaha. Menurut sudut pandang penulis, bahwa Tatausaha itu merupakan suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi dan dilakukan pencatatan secara sistematis dalam suatu organisasi untuk menghasilkan kumpulan keterangan yang dibutuhkan. Jadi sekarang dapat dipahami, bahwa kegiatan tatausaha masih termasuk dalam unsur Administrasi dalam arti luasdan bukan merupakan faktor dari administrasi. Dengan demikian, apabila kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan tatausaha, seyogyanya kita tidak menggunakan istilah administrasi agar tidak menimbulkan bias antara kedua istilah ini. Administrasi dengan Manajemen (Administration to Management)Seperti dikemukakan pada poin sebelumnya, bahwa istilah administrasi yang digunakan sampai sekarang adalah dalam bahasa Inggris, yaitu “administration”. Cakupan dari kegiatan
administrasi sangatlah luas, yaitu keseluruhan proses mulai dari menentukan bentuk dan tujuan organisasi, cara mencapai tujuan, siapa saja yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pencapaian tujuan ini, pengendalian proses pelaksanaan, sampai bagaimana mendayagunakan instrumen atau sumber yang terbatas. Pada dasarnya, cakupan dari kegiatan penataan usaha ini adalah bagian dari disiplin ilmu lain, oleh karenanya kegiatan ilmu administrasi hanya dibatasi pada aktivitas-aktivitas

penyelenggaraan atau pelaksanaan saja—yang direpresentatifkan dengan penataan usaha. Dengan demikian pula, dapat disimpulkan bahwa kegiatan administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang dilakukan oleh para administrator (pimpinan) dan dalam arti luasnya adalah keseluruhan kegiatan dalam organisasi.

.

. Administrasi dan manajemen adalah suatu ilmu yang saling berhubungan dan tidak

terpisahkan.karena di dalam administrasi terdapat manajemen yang berfungsi sebagai motor penggerak jalannya administrasi Negara.Banyak hal yang membedakan administrasi dengan manajemenai, strata yang berada di atas manajemen, eselon, strategi, qualitative, orang, reflektif,dan generalism.Dalam manajemen meliputi bidang keilmuan eksekusi,fakta, kedudukannya di bawah dari administrasi. Pembinaan Hubungan internal dan eksternal dalam Organisasi, Hubungan yang perlu di bina dalam organisasi bukan hanya menyangkut interaksi antara pimpinan dan anggotanya saja tetapi meliputi hubungan antara orang orang di dalam organisasi dan juga antara organisasi dengan pihak luar. Dalam administrasi hal internal tersebut di kenal dengan istilah human relation. Sedangkan hubungan yang bersifat eksternal di sebut pulic relation.

Telah diketahui bahwa administrasi berfungsi untuk menentukan tujuan organisasi dan merumuskan kebijakan umum, sedangkan manajemen berfungsi untuk melaksanakan kegiatan yang perlu di lakukan untuk dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas batas kebijakan umum yang telah di rumuskan.kadi kegiatan yang bersifat operasional dari manajemen dan administrasi dilakukan oleh kelompok pelaksana.Yang perlu kita ketahui secara jelas yaitu bahwa pada tingkat administrasi fungsi itu bersifat menyeluruh dan berlaku bagi seluruh organisasi. Pada tingkat manajemen fungsi itu bersifat sektoral. Pengorganisasian Beberapa tahap yang dapat dilakukan pada pengelolaan management administrasi : 1.Penggerakan(Motivating) Terdefinisikan sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan iklas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis. Fungsi penggerak merupakan fungsi terpenting karena fungsi ini mampu menjadikan manusia sebagai objek langsungnya.Motivating secara implisit berarti bahwa pimpinan organisasi berada di tengah tengah para bawahannya dan

dengan

demikian

dapat

memberikan

bimbingan,itruksi,nasihat,

dan

koreksi

jika

diperlukan.Secara eksplisit dalam pengertian ini jelas terlihat bahwa para pelaksana operatif dalam memberikan jasa jasanya memerlukan beberapa macam hal pendorong. 2.Pengawasan(Controlling) Proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi agar semua pekerjaan yang sedang di lakukan berjalan sesuai rencana yang telah di tentukan sebelumnya.Dari definisi di atas dapat di simpulkan bahwa pengawasan sangat berhubungan dengan perencanaan sehingga Harold kontz dan Cyrill O’Donnel mengatakan bahwa perencanaan dan pengawasan merupakan kedua belahan mata uang yang sama.Jelas bahwa tanpa adanya rencana pengawasan tidak mungkin dapat berjalan lancar karena tidak ada pedoman untuk melakukan pengawasan itu.Dan tanpa adanya pengawasan mungkin rencana yang memang sudah tertata dan terlaksana akan mengalami penyimpangan penyimpangan tanpa ada alat untuk mencegahnya. 3.Penilaian(evaluating) Tahap ini ada lah fungsi organik administrasi dan manajemen yang terakhir.Yaitu proses pengukuran dan pembandingan hasil hasil pekerjaan yang nyatanya di capai dengan hasil yang seharusnya di capai.Ada beberapa hal yang penting di perhatikan dalam definisi tersebut,yaitu penilaian sebagai pelaksana fungsi turut menentukan mati hidupnya suatu organisasi,Kegiatan yang terus menerus di lakukan oleh administrasi dan manajemen,penilaian merupakan kesenjangan antara hasil pelaksana yang sesungguhnya di capai dengan hasil yang seharusnya di capai.

DAFTAR PUSTAKA

http://koranrakyat.net/2008/09/01/firasat-administrasi/ Siagian, Sondang P.. 1993. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara : Jakarta.

MAKALAH MANAJEMEN TANTANGAN SISTEM PENGELOLAAN MANAJEMEN ADMINISTRASI

DI SUSUN OLEH: LUSIANA (0616039)

DOSEN PEMBIMBING: IBU RIKA DIANA

FAKULTAS SYARI’AH JURUSAN JINAYAH SIYASAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI RADEN FATAH PALEMBANG 2008

pengobatan.021 rumah sakit di Amerika Serikat. and the infirm. sebagai praktek medis ilmiah dikembangkan. As a result of their increasing role in health care. Kemudian. dan rumah sakit penyakit kronis. invalids. rumah sakit menjadi sumber masyarakat penting. These included acute care general hospitals. and screening for cancers and other diseases. Short-term. obstetrics. federal. The community not-for-profit hospital continued the role of providing charity care for the poor.and early-twentiethcentury hospitals in the United States were primarily for the treatment of communicable disease.Edisi 1998 dari Rumah Sakit Statistik diterbitkan oleh American Hospital Association melaporkan bahwa ada 6. pada abad ketiga belas. dan penyaringan untuk kanker dan penyakit lainnya. Kesembilan belas dan rumah sakit awal abad kedua puluh di Amerika Serikat terutama untuk pengobatan penyakit menular. Later. rumah sakit menjadi tempat untuk gelandangan. hospitals became important community resources. Modern hospitals derive historically from the monastic "hospes" of tenth-century medieval England at which travelers stopped to rest. ill. rumah sakit rehabilitasi. health education. yang orang dikarantina. hospitals became more technical places of diagnosis and treatment for those who could afford to be hospitalized and pay for the new scientific technologies. negara bagian. state. dan lemah itu. Kebanyakan orang umumnya lebih disukai untuk dirawat untuk penyakit akut di rumah. dan lemah yang tidak memiliki tempat lain untuk hidup. General hospitals often provide additional services including prevention. penyalahgunaan zat. rumah sakit umum didefinisikan sebagai orang-orang yang tinggal pasien adalah tiga puluh hari atau lebih pendek dan yang memberikan perawatan medis dan bedah umum. Jangka pendek.015 jangka pendek. Most people generally preferred to be treated for acute illness at home. the Pennsylvania Hospital. Nineteenth. federal. Ada 5. rumah sakit menjadi tempat yang lebih teknis diagnosis dan pengobatan bagi mereka yang mampu dirawat di rumah sakit dan membayar untuk teknologi ilmiah baru. dan rumah sakit khusus seperti rumah sakit anak-anak. akut perawatan fasilitas umum. the home was actually a healthier environment than the hospital. rumah sakit modern berasal historis dari "hospes" monastik Inggris abad pertengahan abad kesepuluh dimana pelancong berhenti untuk beristirahat. rumah sakit jiwa. rehabilitation hospitals. Ini termasuk rumah sakit akut umum peduli. substance abuse. psychiatric hospitals. general hospitals are defined as those for which a patient stay is thirty days or shorter and which provide general medical and surgical care. sakit. Kemudian. rehabilitation. the hospice became a place for vagrants. pendidikan kesehatan. Sebelum penemuan teori kuman. acute care general facilities. rumah sakit umum sering menyediakan layanan tambahan termasuk pencegahan. and local hospitals. Hospitals during this period provided refuge and homes for the poor. Later. seperti TBC atau lepra. such as tuberculosis or leprosy. as scientific medical practice developed.015 short-term. Before the discovery of germ theory. Sebagai hasil dari peran mereka meningkat dalam perawatan kesehatan. for which people were quarantined. Benjamin Franklin founded the first hospital in the United States. Masyarakat tidak-untuk rumah sakit- . kebidanan. cacat. rumah itu sebenarnya lingkungan yang sehat dari rumah sakit. and infirm who had no other place to live. Rumah Sakit Pennsylvania. and chronic disease hospitals. in the thirteenth century. dan rumah sakit lokal. There were 5. which was chartered in 1757. treatment. and specialty hospitals such as children's hospitals. rehabilitasi. Benjamin Franklin mendirikan rumah sakit pertama di Amerika Serikat. yang disewa pada tahun 1757. Rumah sakit selama periode ini diberikan perlindungan dan rumah bagi kaum miskin.

dan tidak diasuransikan. among others. administrasi Rumah Sakit meliputi pengorganisasian dan mendukung perawatan total medis pasien selama episode penyakit di rumah sakit. Terlepas dari kepemilikan. It requires highly trained employees. or local level generally care for specified groups of individuals or diseases. Types of Hospital Ownership Jenis Pemilikan Rumah Sakit Government hospitals at the federal. This includes the military.keuntungan melanjutkan peran dalam memberikan perawatan amal bagi masyarakat miskin. including the poor. atau yang tidak diasuransikan. After World War II. Undang-undang ini sangat penting untuk mencari rumah sakit di daerah pedesaan yang sebelumnya tidak terlayani. departments. Swasta tidakuntuk rumah sakit-laba biasanya dimiliki oleh perusahaan. and is responsible for integrating the various functions and services. For-profit or investor-owned hospitals are those in which the shareholders receive dividends or financial distributions based on the profits made by the hospital or the hospital's corporation. jenis personil. A hospital is a multifaceted organization comprising many committees. rumah sakit umum melayani fungsi kesehatan masyarakat yang penting dalam merawat penduduk yang rentan dan terlayani. This legislation was critical to locating hospitals in previously underserved rural areas. Private not-for-profit hospitals are usually owned by corporations. atau tingkat lokal umumnya perawatan untuk kelompok tertentu individu atau penyakit. the mentally ill. mental sakit. dan jasa. episode akut adalah penyakit jangka pendek yang serius bagi pasien yang memerlukan perawatan segera dan kemudian kembali ke rumah mereka atau komunitas. Acute episodes are serious short-term illnesses for which patients require immediate care and are then returned to their homes or community. Masyarakat telah lama memandang rumah sakit sebagai organisasi pelayanan sosial. rumah sakit Pemerintah di negara bagian. Rumah sakit merupakan organisasi yang terdiri dari komite segi banyak. Survei Rumah Sakit dan Konstruksi Act of 1946 (Hill-Burton Act) menyediakan dana bagi masyarakat di seluruh negeri untuk membangun tidak-untuk rumah sakit komunitas-laba dan untuk memodernisasi yang lama. Selain itu. and services. types of personnel. Regardless of ownership. or the uninsured. Ini termasuk militer. . this includes educational or academic hospitals where medical education is taught. imigran miskin. ini termasuk rumah sakit pendidikan atau akademik di mana pendidikan kedokteran diajarkan. Untuk-laba atau rumah sakit yang dimiliki investor adalah mereka dimana para pemegang saham menerima dividen atau distribusi keuangan berdasarkan keuntungan yang dilakukan oleh rumah sakit atau korporasi rumah sakit. yang menyediakan perawatan untuk berbagai episode akut penyakit. which provide care for a wide range of acute episodes of illness. Organization and Function of Hospitals Organisasi dan Fungsi Rumah Sakit Hospital administration encompasses organizing and supporting the patient's total medical care during an episode of illness in the hospital. dan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dan layanan. efficient systems and controls. the Hospital Survey and Construction Act of 1946 (Hill-Burton Act) provided funding for communities across the country to build not-for-profit community hospitals and to modernize old ones. rumah sakit sebagian besar masyarakat rumah sakit. immigrants. Public hospitals serve an important public health function in caring for vulnerable and underserved populations. termasuk. and the uninsured. Society has long viewed the hospital as a social service organization. which are founded by private organizations. antara lain. departemen. Setelah Perang Dunia II. most hospitals are community hospitals. In addition. yang didirikan oleh organisasiorganisasi swasta. state. federal.

physicians and patients. The medical staff is a formally organized self-governing unit within the hospital. The CEO delegates the clinical care and administrative duties to highly trained individuals and teams. Trustees select the administrative leader of the hospital and delegate the hospital's daily operations and budgeting to the appointed executive. and. Jawab terhadap mutu pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui staf medis. atau papan yang mengatur. Responsibility for the quality of medical care is exercised through the medical staff. of course. Staf medis adalah unit pemerintahan sendiri secara resmi terorganisir dalam rumah sakit. Executive Administration. Para wali bertanggung jawab untuk membuat misi rumah sakit dan mendirikan peraturan dan kebijakan strategis. The" dewan wali amanat. lembaga yang berorientasi pada orang dan memiliki struktur yang mirip dan hirarki otoritas sebagai setiap bisnis besar. The "board of trustees." or governing board. tetapi juga dapat mencakup lainnya doktor profesional tingkat pelayanan kesehatan seperti dokter gigi atau psikolog. CEO delegasi perawatan klinis dan tugas-tugas administratif untuk individu yang sangat terlatih dan tim. Dewan Pembina ". dan. sistem yang efisien dan kontrol. Hal ini membutuhkan karyawan yang sangat terlatih. dokter dan pasien. Dokter adalah pemimpin tim klinis dan agen utama yang bekerja atas nama pasien. tentu saja. perlengkapan yang diperlukan. Board of Trustees. Eksekutif Administrasi). CEO ini juga merupakan rumah sakit untuk lingkungan eksternal dan masyarakat. Eksekutif Petugas (CEO laporan kepada dewan yang mengatur dan menyediakan kepemimpinan dalam melaksanakan sasaran-sasaran strategis dan keputusan yang ditetapkan oleh Dewan. peralatan dan fasilitas yang memadai. terutama terdiri dari dokter.necessary supplies. but may also include other doctoral level health care professionals such as dentists or psychologists. yang utama tujuannya adalah . Mereka menjamin kualitas perawatan medis melalui pemilihan dokter yang berkualitas dan dengan mendelegasikan tanggung jawab jaminan kualitas kepada staf medis. adequate equipment and facilities. operates the hospital in trust for the community and has a fiduciary duty to protect the assets of the hospital through efficient operation. The Medical Staff. mengoperasikan rumah sakit di kepercayaan bagi masyarakat dan memiliki kewajiban fidusia untuk melindungi aset rumah sakit melalui operasi yang efisien. Dalam tugas ini. The physician is the leader of the clinical team and the major agent working on behalf of the patient. They ensure the quality of medical care through the selection of qualified physicians and by delegating quality assurance responsibilities to the medical staff. Staf Medis. The CEO also represents the hospital to the external environment and the community. CEO harus mengkoordinasikan upaya kolektif personil rumah sakit. It is a business as well as a caring. The trustees are responsible for establishing the hospital's mission and establishing its bylaws and strategic policies. whose major purpose is to ensure the highest quality of medical care to the patients. Ini adalah bisnis serta peduli. the CEO must coordinate the collective effort of the hospital's personnel. Tanggung jawab dokter adalah untuk mendiagnosa kondisi pasien secara akurat dan untuk meresepkan rencana perawatan yang terbaik dan paling efektif-biaya. Pembina pilih pemimpin administrasi rumah sakit dan delegasi operasi harian rumah sakit dan penganggaran untuk eksekutif ditunjuk. people-oriented institution and it has a similar structure and hierarchy of authority as any large business. primarily comprised of physicians. In these tasks. The chief executive officer (CEO) reports to the governing board and provides leadership in implementing the strategic goals and decisions set by the Board. The physician's responsibility is to diagnose the patient's condition accurately and to prescribe the best and most cost-effective treatment plan.

Seorang manajer perawat memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk perawatan pasien pada unit tertentu. Laboratorium klinis adalah pusat diagnostik yang melakukan berbagai fungsi. A clinical nurse-specialist has specific expertise or competence in a particular field of nursing. who is a physician. and support of the patient. Seorang perawat spesialis-klinis memiliki keahlian khusus atau kompetensi dalam bidang tertentu keperawatan. Sejumlah departemen melakukan fungsi dukungan yang membantu dengan diagnosis dan pengobatan. sitologi klinis. Important roles of nurses today also include those of patient advocate and health educator. is the largest component of the hospital. Keperawatan jasa karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana pengobatan yang dikembangkan oleh dokter. . Layanan Perawatan. dan patologi klinis. "Peer review" monitors how well a physician is performing. yang adalah seorang dokter. Members of the nursing staff represent a wide range of training and experience. A number of departments perform support functions that help with diagnosis and treatment. and for coordinating the services of departments such as social work and discharge planning. teknologi medis melakukan sebagian dari pekerjaan laboratorium di bawah pengawasan seorang patolog. "Reappointment" ascertains whether a specific physician should be permitted to continue practicing at the hospital. Penting peran perawat hari ini juga termasuk orang-orang advokat pasien dan pendidik kesehatan. termasuk otopsi. Anggota staf keperawatan mewakili berbagai pelatihan dan pengalaman. pengobatan. Seorang supervisor keperawatan mungkin memiliki tanggung jawab manajemen secara keseluruhan beberapa unit. Sekutu Pelayanan Kesehatan. The clinical laboratory is a diagnostic center that performs a variety of functions. clinical cytology. A nursing supervisor may have overall management responsibility for several units. who perform routine nursing functions. juga disebut pelayanan perawatan pasien. "Pengangkatan kembali" mengetengahkan apakah dokter tertentu harus diijinkan untuk terus berlatih di rumah sakit. Itu juga merupakan perawatan kesehatan terbesar pendudukan di Amerika Serikat. Nursing services. including supervising other nursing and clerical staff. Nursing services provide round-the-clock health maintenance. Allied Health Services. Perawat ini dibantu oleh perawat praktis berlisensi (LPNs) dan bersertifikat perawat pembantu (CNAs). termasuk pengawasan perawat dan staf administrasi lainnya. These nurses are helped by licensed practical nurses (LPNs) and certified nurses aides (CNAs). This is done through four functions: "Credentialing" determines and assesses the qualifications of physicians seeking to practice at the hospital. also called patient care services. treatment. It is also the largest health care occupation in the United States. Hal ini dilakukan melalui empat fungsi: "credentialing" menentukan dan menilai kualifikasi dokter berusaha untuk berlatih di rumah sakit. merupakan komponen terbesar dari rumah sakit. Nursing Services. yang melakukan fungsi perawatan rutin. dan dukungan pasien. "Peer review" memonitor seberapa baik kinerja sebuah dokter. A nurse manager has overall responsibility for the care of patients on a particular unit. "Privileging" determines the specific types of care that individual physicians will be allowed to practice at the hospital. including autopsy. and clinical pathology. dan untuk mengkoordinasikan pelayanan departemen seperti kerja sosial dan perencanaan pulang. "Privileging" menentukan jenis-jenis perawatan yang dokter individu akan diizinkan untuk praktek di rumah sakit. Perawatan menyediakan jasa pemeliharaan kesehatan round-the-clock. Medical technologists perform most of the work of the laboratory under the supervision of a pathologist.untuk memastikan kualitas tertinggi perawatan medis kepada pasien. Layanan Keperawatan. Nursing services employees are responsible for carrying out the treatment plan developed by the physician.

and social functioning of the patient following an episode of illness. the listing of drugs chosen to be included in the pharmacy. Pembelian farmasi rumah sakit dan membagi-bagikan semua obat yang digunakan untuk mengobati pasien di rumah sakit. Administrasi Layanan Dukungan. Rumah Sakit ahli diet memainkan peran penting dalam menyediakan terapi pasien dengan makanan yang sesuai dan gizi. dan kadang-kadang perencanaan pulang. The CEO leads these administrative services and is directly responsible for the day-to-day operations of the facility. dan konsultasi berkenaan dengan informasi obat rinci. The primary objective is to ensure that all environmental and emotional barriers to the patient's recovery are mitigated. and sometimes discharge planning. establishes procedures for accounting functions. Nonmedical administrative services are necessary to the hospital's business and physical plant management. Tujuan utama adalah untuk memastikan bahwa semua hambatan lingkungan dan emosional untuk pemulihan pasien telah diantisipasi. konsisten dengan rencana pengobatan yang diresepkan oleh dokter. dan sosial pasien menyusul episode penyakit. Klinik Layanan Dukungan. Clinical Support Services. and handles accounts receivables with third-party payers such as insurance companies. Departemen Keuangan menyarankan CEO pada kebijakan keuangan dan . receives and deposits all monies received by the hospital. layanan Rehabilitasi memberikan bantuan dalam meningkatkan fungsi optimal fisik. Social services integrates the patient. Hospital dieticians play an important therapeutic role in providing the patient with the appropriate food and nutrition. Layanan bisnis mengelola fungsi rumah sakit mengakui dan debit. mental. Physical and occupational therapy are the primary specialties in this service. jasa sosial membantu mengkoordinasikan layanan berbasis masyarakat diperlukan. Administrative Support Services. records charges to a patient's account. konseling pasien dan anggota lain dari tim perawatan kesehatan. mental. Nonmedis layanan administrasi yang diperlukan untuk rumah sakit bisnis dan manajemen pabrik fisik. tim medis. The hospital pharmacy purchases and dispenses all the medications used to treat patients in the hospital. apoteker bekerja secara langsung dengan staf medis dalam membangun formularium. The finance department advises the CEO on financial policy and long-range planning. Business services manages the hospital's admitting and discharge functions. dan masyarakat. CEO memimpin layanan administrasi dan secara langsung bertanggung jawab atas operasi sehari-hari fasilitas tersebut. beban catatan ke rekening pasien. Clinical pharmacy consists of communicating with patients. and the community. Rehabilitation services provides assistance in enhancing the optimal physical. Departemen radiologi menyediakan radiografi untuk membantu dengan diagnosis dan melakukan terapi radiasi untuk pengobatan beberapa gangguan medis. farmasi klinis terdiri dari berkomunikasi dengan pasien. Social services helps coordinate needed communitybased services. and consulting with regard to detailed drug information. consistent with the treatment plan prescribed by the physician. Pelayanan sosial mengintegrasikan pasien. dan menangani piutang usaha dengan pembayar pihak ketiga seperti perusahaan asuransi. Terapi fisik dan okupasi adalah spesialisasi utama dalam layanan ini. The pharmacist works directly with the medical staff in establishing a formulary. and approves the payments of salaries and other expenditures. maka daftar obat yang dipilih untuk dimasukkan dalam apotek. the medical team.The radiology department provides radiographs to aid with diagnosis and performs radiation therapy for the treatment of some medical disorders. counseling patients and other members of the health care team.

Departemen sumber daya manusia berinteraksi dengan seluruh departemen di rumah sakit untuk memastikan kualitas dan motivasi karyawan yang bekerja di rumah sakit. Information services and medical record maintenance are core functions of hospital management. and establishes competitive compensation for specific positions. Medical records have recently been designated a source of revenue as they have a direct bearing on reimbursement from insurance companies. develops job descriptions. Akuntansi merupakan pusat bisnis keuangan rumah sakit. praktek akuntansi rinci dan suara sangat penting untuk menjaga statistik organisasi penting bagi administrasi-pengambilan keputusan.perencanaan jangka panjang. public relations. housekeeping. as well as providing training to new employees and opportunities for growth and selfactualization for all employees. dan operasi. public relations. Lain fungsi administrasi dan bisnis yang penting mungkin termasuk pemasaran dan perencanaan. plant and materials management. Admitting services is often where the patient first has contact with the hospital. Layanan Informasi dan pemeliharaan rekam medis adalah fungsi inti manajemen rumah sakit. menetapkan prosedur untuk fungsi-fungsi akuntansi. Human resources performs job analyses. The human resources department interacts with all departments in the hospital to ensure the quality and motivation of personnel working at the hospital. penggalangan dana. tanaman dan pengelolaan bahan. Departemen akuntansi bertanggung jawab untuk menjaga buku besar dan meringkas semua transaksi keuangan yang dilakukan oleh rumah sakit. menyiapkan dan mengeluarkan daftar gaji. dan menetapkan kompensasi yang kompetitif untuk posisi tertentu. menerima dan deposito semua uang yang diterima oleh rumah sakit. dan keamanan. Rekam medis diselenggarakan pada semua pasien yang masuk dan mereka diindeks menurut dokter. Accounting is central to the hospital's financial business. Sensitivitas dan efisiensi dari departemen ini dapat sangat mempengaruhi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. serta memberikan pelatihan kepada karyawan baru dan peluang untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri bagi seluruh karyawan. Detailed and sound accounting practices are fundamental to maintaining important organizational statistics for administrative decision-making. and security. rumah tangga. and preparing the capital and operating budgets. mengembangkan deskripsi pekerjaan. penyakit. preparing and dispensing the payroll. Sumber daya manusia melakukan job analysis. dan menyetujui pembayaran gaji dan pengeluaran lainnya. Mengakui jasa sering di mana pasien pertama memiliki kontak dengan rumah sakit. The accounting department is responsible for maintaining the general ledger and summarizing all the financial transactions performed by the hospital. tracking and recording costs to enable appropriate reimbursement for services from insurance companies. . Rekam medis baru-baru ini ditetapkan sebagai sumber pendapatan karena mereka memiliki kaitan langsung pada penggantian dari perusahaan asuransi. and operation. The sensitivity and efficiency of this department can greatly influence the patient's perception of the quality of care received. disease. Other important administrative and business functions may include marketing and planning. pelacakan dan merekam biaya untuk mengaktifkan penggantian sesuai untuk jasa dari perusahaan asuransi. dan penyusunan anggaran modal dan operasional. Medical records are maintained on all admitted patients and they are indexed according to physician. fund-raising.

Administrasi Ukuran 2. mengelola personil dan menulis laporan untuk diberikan kepada administrator keseluruhan. dan manajer yang bertanggung jawab atas masalah bisnis rumah sakit. yang mengelola departemen tertentu dan biasanya memiliki pengalaman di daerah tersebut. Jenis Administrator 3. informasi kesehatan manajer. Beberapa administrator bertanggung jawab atas pengangkatan dan pelatihan dokter dan staf lainnya.answers. Mereka mungkin juga bertanggung jawab untuk hubungan masyarakat rumah sakit dan program penggalangan dana. atau satu administrator dan satu administrator asisten. Administrasi berbagai ukuran dan tugas administrator tergantung pada ukuran administrasi. Mereka harus menyadari kemajuan baru dalam pengobatan. Administrator mengembangkan program untuk rumah sakit pengajaran dan penelitian.google. Praktek kelompok besar mungkin memiliki beberapa administrator dan asisten. yang menjaga dan merawat pasien catatan.co.http://translate.com/topic/hospital-administration administrasi Rumah Sakit adalah manajemen rumah sakit sebagai bisnis . Dalam administrasi kecil di sana hanya dapat satu administrator merawat semua departemen. Administrator adalah penghubung antara papan rumah sakit. maka dapat melakukan evaluasi dengan karyawan dan rapat staf langsung. Tugas 1. Menjadi Administrator .id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://www. Seorang administrator umum bertanggung jawab terhadap semua departemen dan praktek bisnis. manajer klinis dan manajer informasi kesehatan memiliki tugas yang lebih spesifik dari seorang administrator tidak umum. Umum vs khusus 4. Ada beberapa jenis layanan manajer kesehatan: manajer klinis. administrasi besar memiliki beberapa administrator dan administrator asisten melakukan tugas-tugas sehari-hari seperti mengelola kegiatan departemen rumah sakit sementara satu administrator bertanggung jawab secara keseluruhan. dan memiliki tugas seperti melaksanakan kebijakan. administrasi terdiri dari medis dan kesehatan manajer jasa (kadang-kadang disebut eksekutif perawatan kesehatan dan perawatan administrator kesehatan) dan asisten administrator. Klinis dan manajer informasi kesehatan bekerja dalam departemen mereka sendiri. administrator lain dan staf medis. Beberapa administrator sistem mengelola fasilitas perawatan kesehatan. Mereka mengkoordinasikan kegiatan dan membuat kebijakan untuk rumah sakit.

co. Program Pascasarjana biasanya dua sampai tiga tahun panjang. Untuk menjadi seorang manajer pelayanan medis.com/about_5130430_hospitaladministration_. Read more: Apakah Administrasi Rumah Sakit? | EHow. Ini harus mencakup program gelar magang di pusat perawatan kesehatan.5.google.html&rurl=translate.googleusercontent. administrasi perawatan jangka panjang.com http://translate.id&usg=ALkJrhiiWtq2RtArxL8JCoU2pBLY n7xq7w#ixzz12mjPdCeN . administrasi publik atau administrasi bisnis yang paling membantu. Anda harus memiliki gelar master. Jika Anda tidak ingin mendapatkan gelar master.com/translate_c?hl=id&langpair=en %7Cid&u=http://www. Derajat dalam administrasi pelayanan kesehatan.ehow. kantor dokter 'biasanya menyewa orang-orang dengan pengalaman kerja. ilmu kesehatan. kesehatan masyarakat.

Kusta dll Dalam beberapa kebutuhan rumah sakit juga dapat di golongkan menjadi 2. yaitu : 1. demografi. sosial ekonomi. asuhan keperawatan yang berkesinambungan. Menurut lokasi (pemerintah) : pusat. faktor kebutuhan masyarakat terhadap mutu pelayanan dan peraturan. dan (2) RS pendidikan yang mengadakan tiga atau lebih program kedokteran spesialis (Trisnantoro. Rumah sakit tipe E (rumah sakit khusus) : RS Jiwa. ciri-ciri : Specialis dan sub specialis terbatas. Menurut pemilik : pemerintah. Menurut Kotter (1983) definisi rumah sakit adalah merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa kesehatan. Jenis Rumah Sakit Rumah sakit dapat dibagi dalam beberapa jenis menurut kategorinya masing-masing 1. kanker. RS pendidikan dikelompokkan menjadi 2 golongan: (1) pusat ilmu kesehatan pada universitas besar yang mengadakan penelitian ilmu kesehatan dasar. serta faktor kebijaksanaan pemerintah yang berlaku. swasta 2. ciri-ciri : Specialis dan sub specialis lebih luas. Rumah sakit tipe B. Rumah Sakit tipe C. yaitu : RS pendidikan dan non pendidikan. diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Menurut jenis pelayanan yang diselenggarakan : General Hospital dan Specialty Hospital 4.Konsep Rumah Sakit Menurut American Hospital Assocition (1974) definisi Rumah Sakit adalah : RS adalah Suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kedokteran. berbagai faktor mempengaruhi perkembangan RS. mereka mendefinisikan rumah sakit sebagai tempat dimana orang sakit mencari dan menerima pelayanan kedokteran serta tempat dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran. Pelayanan rujukan dari Puskesmas 4. antara lain. teknologi. ciri-ciri : Spesialis terbatas. Sedangkan menurut Wolper dan Pena (1987). RS Jantung. epidemiologi. Top referral hospital 2. RS Paru. 1992). perawat serta berbagai tenaga profesi kesehatan lainnya diselenggarakan. Rumah sakit tipe A. ciri-ciri : Pelayanan rujukan dari Puskesmas 5. provinsi dan kabupaten Sedangkan menurut kemampuan yang dimiliki rumah sakit di Indonesia dapat digolongkan dalam beberapa kategori. Menurut filosofi yang dianut : profit hospital dan non profit hospital 3. Rumah sakit tipe D. pelayanan rujukan dari kabupaten 3. Syarat Mendirikan Sebuah Rumah sakit .

terutama bagi rumah sakit-rumah sakit besar yang berfungsi sebagai tempat pendidikan. Pelayanan pasien. 2. Pelayanan Informasi Pembagian Pelayanan rumah sakit secara sederhana . 2. Pelayanan komunitas berupa suatu kerjasama dengan pihak-pihak lain di luar rumah sakit yang biasanya berupa upaya-upaya preventif. Penelitian 5. Tambang Batubara Bukit Asam (persero) tetapi boleh dinamai Rumah Sakit Bukit Asam. misalnya rumah sakit PT. Pendidikan. promotif dan rehabilitatif 3.1. Nama Rumah Sakit Berdasarkan SK Dirjen Yanmedik No. Penyelenggara Rumah Sakit • • • • • • Foto copy akte notaris pendirian yayasan (pemohon) Fotocopy sertifikat tanah atau surat penunjukan penggunaan lokasi atas nama pemohon Izin lokasi dari kepala daerah Tk II Study kelayakan pendirian RS Rekmendasi PERSI Surat pernyataan dari pemohon untuk tunduk pada peraturan yang berlaku.0308/Yanmed/RSKS/PA/SK/IV1992 menyatakan bahwa: • • Nama rumah sakit tidak boleh memakai nama orang yang masih hidup Tidak boleh menyebutkan jenis badan hukum. 4. CATATAN: Semua persyaratan tersebut diajukan kepada Dinas kesehatan Tk Provonsi dan tembusannya ke dir Direjen Yanmedik Depkes RI di Jakarta Empat fungsi dari rumah sakit 1.

antara barang-barang bersih dengan barang-barang kotor http://tuloe. Adanya akses khusus atau tidak saling mengganggu.Prinsip-prinsip hubungan antar bagian di rumah sakit • • • Bagian-bagian rumah sakit harus berhubungan dengan baik dan dengan tata letak yang serasi dan sesuai dengan fungsinya.wordpress. Adanya jalan yang terpisah atau alur yang berbeda antara umum dengan petugas rumah sakit.com/2010/02/16/administrasi-rumah-sakit/ .

Kesembilan belas dan rumah sakit awal abad kedua puluh di Amerika Serikat terutama untuk pengobatan penyakit menular. Rumah Sakit Pennsylvania. rumah sakit rehabilitasi. dan tidak diasuransikan. cacat. imigran miskin. . ini termasuk rumah sakit pendidikan atau akademik di mana pendidikan kedokteran diajarkan. federal. rumah itu sebenarnya lingkungan yang sehat dari rumah sakit. Masyarakat tidak-untuk rumah sakit-keuntungan melanjutkan peran dalam memberikan perawatan amal bagi masyarakat miskin. Kemudian. rumah sakit umum didefinisikan sebagai orang-orang yang tinggal pasien adalah tiga puluh hari atau lebih pendek dan yang memberikan perawatan medis dan bedah umum.ADMINISTRASI RUMAH SAKIT Edisi 1998 dari Rumah Sakit Statistik diterbitkan oleh American Hospital Association melaporkan bahwa ada 6. antara lain. Undang-undang ini sangat penting untuk mencari rumah sakit di daerah pedesaan yang sebelumnya tidak terlayaniMasyarakat telah lama memandang rumah sakit sebagai organisasi pelayanan sosial. Kebanyakan orang umumnya lebih disukai untuk dirawat untuk penyakit akut di rumah.021 rumah sakit di Amerika Serikat . pada abad ketiga belas. rumah sakit menjadi sumber masyarakat penting. rehabilitasi. Jangka pendek. rumah sakit umum melayani fungsi kesehatan masyarakat yang penting dalam merawat penduduk yang rentan dan terlayani. pengobatan. Selain itu. rumah sakit jiwa. termasuk. dan rumah sakit lokal. Sebelum penemuan teori kuman. federal. dan rumah sakit khusus seperti rumah sakit anak-anak. Ini termasuk rumah sakit akut umum peduli. rumah sakit umum sering menyediakan layanan tambahan termasuk pencegahan. yang orang dikarantina. dan lemah yang tidak memiliki tempat lain untuk hidup. rumah sakit menjadi tempat yang lebih teknis diagnosis dan pengobatan bagi mereka yang mampu dirawat di rumah sakit dan membayar untuk teknologi ilmiah baru. negara bagian. atau yang tidak diasuransikan. penyalahgunaan zat. pendidikan kesehatan. dan penyaringan untuk kanker dan penyakit lainnya. Benjamin Franklin mendirikan rumah sakit pertama di Amerika Serikat. sakit. atau tingkat lokal umumnya perawatan untuk kelompok tertentu individu atau penyakit. kebidanan. JENIS KEPEMILIKAN RUMAH SAKIT rumah sakit Pemerintah di negara bagian. rumah sakit menjadi tempat untuk gelandangan. Swasta tidak-untuk rumah sakit-laba biasanya dimiliki oleh perusahaan. yang disewa pada tahun 1757.Inggris di mana pelancong berhenti untuk beristirahat. Sebagai hasil dari peran mereka meningkat dalam perawatan kesehatan. sebagai praktek medis ilmiah dikembangkan. yang didirikan oleh organisasi-organisasi swasta. Ini termasuk militer. seperti TBC atau lepra. Rumah sakit selama periode ini diberikan perlindungan dan rumah bagi kaum miskin. Untuklaba atau rumah sakit yang dimiliki investor adalah mereka dimana para pemegang saham menerima dividen atau distribusi keuangan berdasarkan keuntungan yang dilakukan oleh rumah sakit atau korporasi rumah sakit. mental sakit. Survei Rumah Sakit dan Konstruksi Act of 1946 (Hill-Burton Act) menyediakan dana bagi masyarakat di seluruh negeri untuk membangun tidak-komunitas dan rumah sakit profit untuk memodernisasi yang lama. Kemudian. rumah sakit modern berasal historis dari "monastik" hospes dari sepuluh abad pertengahan abad ke. dan lemah itu. Setelah Perang Dunia II . dan rumah sakit penyakit kronis.

ORGANISASI DAN FUNGSI RUMAH SAKIT administrasi Rumah Sakit meliputi pengorganisasian dan mendukung perawatan total medis pasien selama episode penyakit di rumah sakit. terutama terdiri dari dokter. tentu saja. perlengkapan yang diperlukan. Mereka menjamin kualitas perawatan medis melalui pemilihan dokter yang berkualitas dan dengan mendelegasikan tanggung jawab jaminan kualitas kepada staf medis. whose major purpose is to ensure the highest quality of medical care to the patients. lembaga yang berorientasi pada orang dan memiliki struktur yang mirip dan hirarki otoritas Dewan Pembina ". Hal ini dilakukan melalui empat fungsi: "credentialing" menentukan dan menilai kualifikasi dokter berusaha untuk berlatih di rumah sakit. but may also include other doctoral level health care professionals such as dentists or psychologists. The" dewan wali amanat. departemen. "Privileging" determines the specific types of care that individual physicians will be allowed to practice at the hospital. atau papan yang mengatur.Terlepas dari kepemilikan. jenis personil. Dalam tugas ini. Dokter adalah pemimpin tim klinis dan agen utama yang bekerja atas nama pasien. mengoperasikan rumah sakit di kepercayaan bagi masyarakat dan memiliki kewajiban fidusia untuk melindungi aset rumah sakit melalui operasi yang efisien. dokter dan pasien. Pembina pilih pemimpin administrasi rumah sakit dan delegasi operasi harian rumah sakit dan penganggaran untuk eksekutif ditunjuk. dan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dan layanan Rumah sakit merupakan organisasi yang terdiri dari komite segi banyak. CEO harus mengkoordinasikan upaya kolektif personil rumah sakit. peralatan dan fasilitas yang memadai. yang menyediakan perawatan untuk berbagai episode akut penyakitepisode akut adalah penyakit jangka pendek yang serius bagi pasien yang memerlukan perawatan segera dan kemudian kembali ke rumah mereka atau komunitas. tetapi juga dapat mencakup lainnya doktor profesional tingkat pelayanan kesehatan seperti dokter gigi atau psikolog. This is done through four functions: "Credentialing" determines and assesses the qualifications of physicians seeking to practice at the hospital. Staf medis adalah unit pemerintahan sendiri secara resmi terorganisir dalam rumah sakit. yang utama tujuannya adalah untuk memastikan kualitas tertinggi perawatan medis kepada pasien. Eksekutif Petugas (CEO laporan kepada dewan yang mengatur dan menyediakan kepemimpinan dalam melaksanakan sasaran-sasaran strategis dan keputusan yang ditetapkan oleh Dewan. Responsibility for the quality of medical care is exercised through the medical staff. Jawab terhadap mutu pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui staf medis. CEO delegasi perawatan klinis dan tugas-tugas administratif untuk individu yang sangat terlatih dan tim. Hal ini membutuhkan karyawan yang sangat terlatih. "Privileging" menentukan jenis-jenis perawatan yang dokter individu akan diizinkan untuk praktek di rumah sakit. primarily comprised of physicians. Tanggung jawab dokter adalah untuk mendiagnosa kondisi pasien secara akurat dan untuk meresepkan rencana perawatan yang terbaik dan paling efektif-biaya. Para wali bertanggung jawab untuk membuat misi rumah sakit dan mendirikan peraturan dan kebijakan strategis. The medical staff is a formally organized self-governing unit within the hospital. dan. CEO ini juga merupakan rumah sakit untuk lingkungan eksternal dan masyarakat. Eksekutif Administrasi). sistem yang efisien dan kontrol. Ini adalah bisnis serta peduli. "Peer review" monitors how well a . dan jasa. Staf Medis. rumah sakit sebagian besar masyarakat rumah sakit.

Allied Health Services. termasuk pengawasan perawat dan staf administrasi lainnya. and support of the patient. Layanan Keperawatan. pengobatan. . Perawatan menyediakan jasa pemeliharaan kesehatan round-the-clock. "Reappointment" ascertains whether a specific physician should be permitted to continue practicing at the hospital. yang adalah seorang dokter. dan patologi klinis. dan untuk mengkoordinasikan pelayanan departemen seperti kerja sosial dan perencanaan pulang. Itu juga merupakan perawatan kesehatan terbesar pendudukan di Amerika Serikat. The clinical laboratory is a diagnostic center that performs a variety of functions. A nurse manager has overall responsibility for the care of patients on a particular unit. Anggota staf keperawatan mewakili berbagai pelatihan dan pengalaman. Laboratorium klinis adalah pusat diagnostik yang melakukan berbagai fungsi. Seorang supervisor keperawatan mungkin memiliki tanggung jawab manajemen secara keseluruhan beberapa unit. juga disebut pelayanan perawatan pasien. Sejumlah departemen melakukan fungsi dukungan yang membantu dengan diagnosis dan pengobatan. also called patient care services. who is a physician. These nurses are helped by licensed practical nurses (LPNs) and certified nurses aides (CNAs). The radiology department provides radiographs to aid with diagnosis and performs radiation therapy for the treatment of some medical disorders. It is also the largest health care occupation in the United States. dan dukungan pasien. Perawat ini dibantu oleh perawat praktis berlisensi (LPNs) dan bersertifikat perawat pembantu (CNAs). Sekutu Pelayanan Kesehatan. A clinical nurse-specialist has specific expertise or competence in a particular field of nursing. Important roles of nurses today also include those of patient advocate and health educator. Penting peran perawat hari ini juga termasuk orang-orang advokat pasien dan pendidik kesehatan. "Pengangkatan kembali" mengetengahkan apakah dokter tertentu harus diijinkan untuk terus berlatih di rumah sakit. Seorang manajer perawat memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk perawatan pasien pada unit tertentu. is the largest component of the hospital. treatment. A number of departments perform support functions that help with diagnosis and treatment. who perform routine nursing functions. Departemen radiologi menyediakan radiografi untuk membantu dengan diagnosis dan melakukan terapi radiasi untuk pengobatan beberapa gangguan medis. termasuk otopsi. Nursing services employees are responsible for carrying out the treatment plan developed by the physician. and clinical pathology. Nursing services. including autopsy. sitologi klinis. Nursing services provide round-the-clock health maintenance. A nursing supervisor may have overall management responsibility for several units. Members of the nursing staff represent a wide range of training and experience. yang melakukan fungsi perawatan rutin. teknologi medis melakukan sebagian dari pekerjaan laboratorium di bawah pengawasan seorang patolog. Medical technologists perform most of the work of the laboratory under the supervision of a pathologist. "Peer review" memonitor seberapa baik kinerja sebuah dokter. Seorang perawat spesialis-klinis memiliki keahlian khusus atau kompetensi dalam bidang tertentu keperawatan. Keperawatan jasa karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana pengobatan yang dikembangkan oleh dokter. Layanan Perawatan. Nursing Services. and for coordinating the services of departments such as social work and discharge planning. including supervising other nursing and clerical staff. merupakan komponen terbesar dari rumah sakit.physician is performing. clinical cytology.

apoteker bekerja secara langsung dengan staf medis dalam membangun formularium. Business services manages the hospital's admitting and discharge functions. mental. dan masyarakat. Nonmedical administrative services are necessary to the hospital's business and physical plant management. Terapi fisik dan okupasi adalah spesialisasi utama dalam layanan ini. Social services helps coordinate needed communitybased services. receives and deposits all monies received by the hospital. Administrasi Layanan Dukungan. Social services integrates the patient. The hospital pharmacy purchases and dispenses all the medications used to treat patients in the hospital. and social functioning of the patient following an episode of illness. maka daftar obat yang dipilih untuk dimasukkan dalam apotek. Nonmedis layanan administrasi yang diperlukan untuk rumah sakit bisnis dan manajemen pabrik fisik. and handles accounts receivables with third-party payers such as insurance companies. dan menangani piutang usaha dengan pembayar pihak ketiga seperti perusahaan asuransi. The finance department advises the CEO on financial policy and long-range planning. jasa sosial membantu mengkoordinasikan layanan berbasis masyarakat diperlukan. farmasi klinis terdiri dari berkomunikasi dengan pasien. Klinik Layanan Dukungan. Pelayanan sosial mengintegrasikan pasien. tim medis. The pharmacist works directly with the medical staff in establishing a formulary. Rumah Sakit ahli diet memainkan peran penting dalam menyediakan terapi pasien dengan makanan yang sesuai dan gizi. dan sosial pasien menyusul episode penyakit. menerima dan deposito semua uang yang diterima oleh rumah sakit. Layanan bisnis mengelola fungsi rumah sakit mengakui dan debit. and the community. . Physical and occupational therapy are the primary specialties in this service. Tujuan utama adalah untuk memastikan bahwa semua hambatan lingkungan dan emosional untuk pemulihan pasien telah diantisipasi. counseling patients and other members of the health care team. dan menyetujui pembayaran gaji dan pengeluaran lainnya. dan kadang-kadang perencanaan pulang. establishes procedures for accounting functions. and approves the payments of salaries and other expenditures. The primary objective is to ensure that all environmental and emotional barriers to the patient's recovery are mitigated. and sometimes discharge planning. Clinical Support Services. dan konsultasi berkenaan dengan informasi obat rinci. consistent with the treatment plan prescribed by the physician. Hospital dieticians play an important therapeutic role in providing the patient with the appropriate food and nutrition. Pembelian farmasi rumah sakit dan membagi-bagikan semua obat yang digunakan untuk mengobati pasien di rumah sakit. Administrative Support Services. Departemen Keuangan menyarankan CEO pada kebijakan keuangan dan perencanaan jangka panjang. Clinical pharmacy consists of communicating with patients. records charges to a patient's account. beban catatan ke rekening pasien. the listing of drugs chosen to be included in the pharmacy. mental. CEO memimpin layanan administrasi dan secara langsung bertanggung jawab atas operasi sehari-hari fasilitas tersebut. konsisten dengan rencana pengobatan yang diresepkan oleh dokter. konseling pasien dan anggota lain dari tim perawatan kesehatan. and consulting with regard to detailed drug information. layanan Rehabilitasi memberikan bantuan dalam meningkatkan fungsi optimal fisik.Rehabilitation services provides assistance in enhancing the optimal physical. The CEO leads these administrative services and is directly responsible for the day-to-day operations of the facility. the medical team. menetapkan prosedur untuk fungsi-fungsi akuntansi.

dan menetapkan kompensasi yang kompetitif untuk posisi tertentu. dan keamanan. Lain fungsi administrasi dan bisnis yang penting mungkin termasuk pemasaran dan perencanaan. preparing and dispensing the payroll. and operation. and preparing the capital and operating budgets. Mengakui jasa sering di mana pasien pertama memiliki kontak dengan rumah sakit. Departemen sumber daya manusia berinteraksi dengan seluruh departemen di rumah sakit untuk memastikan kualitas dan motivasi karyawan yang bekerja di rumah sakit. serta memberikan pelatihan kepada karyawan baru dan peluang untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri bagi seluruh karyawan. The sensitivity and efficiency of this department can greatly influence the patient's perception of the quality of care received. tracking and recording costs to enable appropriate reimbursement for services from insurance companies. Other important administrative and business functions may include marketing and planning. Rekam medis baru-baru ini ditetapkan sebagai sumber pendapatan karena mereka memiliki kaitan langsung pada penggantian dari perusahaan asuransi. penggalangan dana. Departemen akuntansi bertanggung jawab untuk menjaga buku besar dan meringkas semua transaksi keuangan yang dilakukan oleh rumah sakit. and establishes competitive compensation for specific positions. Detailed and sound accounting practices are fundamental to maintaining important organizational statistics for administrative decision-making. housekeeping. praktek akuntansi rinci dan suara sangat penting untuk menjaga statistik organisasi penting bagi administrasi-pengambilan keputusan. public relations. Rekam medis diselenggarakan pada semua pasien yang masuk dan mereka diindeks menurut dokter. develops job descriptions. Sumber daya manusia melakukan job analysis. public relations. . tanaman dan pengelolaan bahan. plant and materials management. Human resources performs job analyses. dan operasi.Accounting is central to the hospital's financial business. and security. Medical records have recently been designated a source of revenue as they have a direct bearing on reimbursement from insurance companies. Akuntansi merupakan pusat bisnis keuangan rumah sakit. Admitting services is often where the patient first has contact with the hospital. penyakit. as well as providing training to new employees and opportunities for growth and selfactualization for all employees. The human resources department interacts with all departments in the hospital to ensure the quality and motivation of personnel working at the hospital. disease. dan penyusunan anggaran modal dan operasional. rumah tangga. mengembangkan deskripsi pekerjaan. The accounting department is responsible for maintaining the general ledger and summarizing all the financial transactions performed by the hospital. fund-raising. Layanan Informasi dan pemeliharaan rekam medis adalah fungsi inti manajemen rumah sakit. Sensitivitas dan efisiensi dari departemen ini dapat sangat mempengaruhi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. menyiapkan dan mengeluarkan daftar gaji. pelacakan dan merekam biaya untuk mengaktifkan penggantian sesuai untuk jasa dari perusahaan asuransi. Medical records are maintained on all admitted patients and they are indexed according to physician. Information services and medical record maintenance are core functions of hospital management.

Melaksanakan pelayanan medis khusus. Dari Sumberdaya Kesehatan yang ada di rumahsakit: (1) Tenaga kesehatan terdiri dari : 1. d”. . tenaga keperawatan. tenaga kesehatan masyarakat. dan difungsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modern.MENKES/SK/1992 mengenai pedoman rumah sakit umum dinyatakan bahwa: ”Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar. 5. Membantu pendidikan tenaga medis spesialis. pelayanan penunjang medis. Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi. spesialistik dan pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan”. b. Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial. Melaksanakan pendidikan para medis. Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan. 2. untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. yaitu: • • • • • • • • • • • • • • • • Melaksanakan pelayanan medis. Perubahan kelas rumah sakit dapat saja terjadi sehubungan dengan turunnya kinerja rumahsakit yang ditetapkan oleh Menteri KesehatanIndonesia melalui Keputusan Dirjen Yan Medik. 3. Melaksanakan pelayanan medis tambahan. Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman. berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan. Membantu pendidikan tenaga medis umum. pelayanan penunjang medis tambahan.Definisi rumah sakit menurut Keputusan Menteri Republik Indonesia nomor 983. tenaga medis. kota ataupun di provinsi. c. Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit secara lengkap. tenaga gizi. menggunakan gabungan ilmiah khusus dan rumit. kelas “a. 4. kekhususan menyertainya dengan adanya rumah sakit yang dibina dirjen yanmed Dpekes RI yang secara fisik berada di daerah kabupaten. tenaga kefarmasian. yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama. Definisi rumahsakit ini di setiap peraturan daerah pada umumnya sama. hanya saja terdapat perbedaan pada tugas pokoknya. Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi. Sementara itu menurut Siregar (2003) menyatakan bahwa rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks. Melaksanakan pelayanan administratif. Melaksanakan pelayanan rawat inap. Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan. Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal (observasi). Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. yang diantaranya adalah: luas tidaknya lingkup spesialistik yang dimiliki.

karena SDM kesehatan adalah SDM fungsional yang kepadanya melekat fungsi profesi berdasarkan latar belakang pendidikan kesehatannya. administrator kesehatan dan sanitarian. Mari kita hitung penghasilan mereka jika tidak melayani pasien di rumahsakit. rumahsakit daerah dijadikan sumber pendapatan daerah dan dalam laporan pertangggungjawaban pemerintah daerah keberhasilan capaian indikator pelayanan kesehatan rumahsakit jarang dan bahkan tidak pernah dijadikan data atau informasi dalam penyusunan perencanaan dan penyusunan kebijakan. Memang ada daerah yang memberikan semacam insentif dan atau reward untuk tenaga kesehatan tertentu yang harus melayani pasiennya di luar jam dinas yang jumlahnya menurut tenaga dokter spesialis masih belum dianggap cukup (sesuatu yang wajar yang seharusnya dibayarkan). (3) Tenaga keperawatan meliputi perawat dan bidan.00 jika 6 (enam) hari kerja. (4) Tenaga kefarmasian meliputi apoteker. radioterapis. (8) Tenaga keteknisian medis meliputi radiografer. okupasiterapis dan terapis wicara. keterbatasan keanekaragaman jenis tenaga kesehatan akan menghasilkan kinerja rumahsakit dalam pencapaian indikator mutu pelayanan rumahsakit. Pada kebanyakan daerah di Indonesia. yang sebenarnya satu indikator gagal dapat menyebabkan perubahan penilaian kinerja. otorik prostetik.30-14. (2) Tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi. mikrobiolog kesehatan. Tentang disiplin kepegawaian seharusnya tidak diberlakukan secara ketat.6. jika diberlakukan secara ketat maka mereka akan menuntut uang lembur untuk pekerjaan yang dilakukannya pada waktu di luar jam dinas (07. (6) Tenaga gizi meliputi nutrisionis dan dietisien. 7. tenaga keterapian fisik.00 jika 5 (lima) hari kerja. biasanya hanya dilaporkan sebagai hasil dari akumulasi seluruh indikator. (5) Tenaga kesehatan masyarakat meliputi epidemiolog kesehatan. atau 07. hal yang seperti ini perlu komunikasi yang ajeg demi harmonisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Kekhususan ini sangatlah tidak mungkin dimanajemeni secara umum. teknisi transfusi dan perekam medis. analis kesehatan. Dari Struktur Organisasi Daerah: rumahsakit dapat berdiri dengan legalitas dan ilegal karena ada rumahsakit dengan ijin penyelenggaraan dan tidak ada ijin. entomolog kesehatan. tenaga keteknisian medis. Hal ini dikarenakan adanya indikator . teknisi elektromedis. (7) Tenaga keterapian fisik meliputi fisioterapis.30 sampai 16. sumber daya manusia kesehatan yang dimiliki oleh rumahsakit akan mempengaruhi diferensiasi dan kualitas pelayanan kesehatan. Kondisi ini akan berhubungan dengan kemapanan dukungan kebijakan dan dukungan anggaran yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sebagai unsur manajemen. refraksionis optisien. analis farmasi dan asisten apoteker. rumahsakit dapat merupakan unit pelaksana teknis dinas dan atau sebagai institusi yang bertanggungjawab kepada bupati dan atau rumahsakit vertikal yang ada di daerah. teknisi gigi. penyuluh kesehatan.

Ada apa dengan kompetensi mereka dalam memberikan pelayanan. untuk pembuktiannya diperlukan analisa lebih lanjut. tetapi jika tak ada rotan maka akarpun jadilah sehingga kualitas yang diharapkan belum tentu dapat dinikmati sebagai akhir dari pelayanan yang bermutu. Sebagai contoh: peningkatan penerimaan daerah dari retribusi pelayanan kesehatan akan tidak ada artinya apa-apa jika cakupan angka rujukan ke rumahsakit vertikal atau ke kabupaten lain lebih tinggi dari angka kunjungan UGD rumahsakit yang bersangkutan atau angka pasien rawat inap kelas III. . makin banyak masyarakat yang menggunakan berarti masih ada masyarakat yang sakit. mungkin berhubungan dengan ketidak tahuan dan ketidak mampuan membayar atau belum ada dasar hukumnya (padahal peraturan pemerintah sudah menjelaskan hal itu) Dari Manajemen Lintas Program dan Lintas Sektor Rumahsakit sebagai pintu gerbang dan unsur vital dalam penilaian adipura. Keberadaan resident tanpa pengawasan satuan pengawas internal rumahsakit dapat dipersepsikan berbagai rupa oleh masyarakat dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbedabeda. Ada item rupiah yang bisa dirinci jumlahnya dari pola tarif yang ada. Dapat ditambahkan lagi dengan adanya permasalahan kelembagaan. Sesuatu yang aneh memang. Apa yang mereka bayar dari pelayanan yang mereka terima dapat mencerminkan tingkatan kesehatan masyarakat tersebut. komite keperawatan. sedangkan komite medik. masih adanya masyarakat yang sakit berarti derajat kesehatan masyarakat belum optimal.vital dalam proses dan atau dalam output sistem pelayanan kesehatan. Beperapa peraturan daerah diimplementasikan dengan tidak paripurna. karena yang diperlukan hanya pejabat struktural yang mengepalai beberapa bidang dan bagian. satuan pengawas internal. bersumber dari oknum pegawai di tingkatan tersebut. dimana ada kotak kelompok tenaga fungsional dalam bagan struktur organisasi tidak ada isinya dan tidak ada koordinasinya. Epidemiolog dapat menyampaikan laporan ini jika dibutuhkan. Sesuatu yang riskan jika PAD dijadikan ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan karena nominal PAD adalah rupiah yang dibayarkan pasien. di banyak daerah rumahsakit daerah sebagai penghasil pendapatan asli daerah terbesar. karena apa. jawabannya akan berhubungan dengan ketersediaan sumberdaya manusia kesehatan dan kualitasnya. daftar nama keluarga dan anggotanya bersumber dari BKKBN. Sebagai contoh: Kebijakan berobat gratis. tentang bagaimana dan seterusnya masyarakat di rumahsakit tersebut. kenapa tidak. Rumahsakit dengan angka rujukan yang jumlahnya mendekati setengah dari jumlah kunjungan patut dipertanyakan. rasionalitasnya jika makin banyak penerimaan berarti makin banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas sumberdaya di rumah sakit. komite rekam medik. karena merekakan sedang dalam pendalaman ilmu kedokteran. Ada beberapa instansi yang memiliki keterkaitan dengan rumahsakit daerah. bagaimana komunikasi dan manajemennya dilakukan di rumahsakit tersebut. bukan dari RT-RW dan Lingkungan. Hanya tinggal lagi epidemiolognya berpihak kepada siapa. Jika kelompok ini ada maka tenaga fungsional tersebut dapat dijadikan media informasi guna penyusunan kebijakan yang ajeg dan mumpuni secara keilmuan. dan itu dalam penyusunan program kegiatan dan anggaran rasanya belum pernah ada yang duduk bersama menyatukan pernyataan dan kesimpulan. dan kelompok fungsional tidak dilantik oleh bupati kepala daerah padahal struktur organisasi rumah sakit sudah menjelaskannya.

Pedoman umum mengenai persentase anggaran kesehatan dari total anggaran daerah masih perlu dipertanyakan lebih lanjut lagi. 8 (delapan) pelayanan dan 13 (tiga belas) pelayanan. Dunia pelayanan kesehatan semakin hitam jadinya. menurut beberapa pengamat adalah sangat tidak masuk akal jika tidak ingin dianggap aneh. tetapi bagaimanapun juga SDM rumahsakit daerah harus terlebih dahulu menjawabnya dengan pernyataan yang diikuti oleh sikap yang terakreditasi pula.dan dalam data base saat perjalanannya rumahsakit harus memberikan pelayanan seperti yang diharapkan mereka. jawabnya dapat bersumber dari kualitas dan kuantitas sumber daya yang ada di rumahsakit tersebut. Masih belum terlihat jiwa pemiliknya dalam peraturan ini. tetapi nyatanya budaya akreditasi belum sama sekali mendarah daging di institusi RSD Kol Abundjani ini. mengapa karena ada pasien yang berobat dari keluarga miskin yang benar-benar miskin dengan nama yang tak ada dalam data base yang diberikan oleh pemerintah. yaitu: (1) Pelayanan Gawat Darurat. Pernyataan jelasnya adalah sumberdaya manusia kesehatan yang ada di rumahsakit tersebut. Pejabat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sedikitpun tidak menunjang dipilih untuk memimpin roda proses pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi rumahsakit. …? Pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan lintas sektor dan lintas program. bukan berdasarkan kemampuan yang dapat diberikan oleh rumahsakit. Menurut Rusli. (4) Pelayanan Keperawatan dan (5) Pelayanan Rekam Medik Tujuan pemerintah dengan akreditasi ini adalah untuk: agar kualitas pelayanan diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di rumah sakit. (3) Pelayanan Administrasi. dan mereka yang berobat dengan fasilitas kartu miskin saat akan dirawat minta dirawat dengan fasilitas VIP. Rumahsakit dengan standar ISO 14000 dan ISO 2000. Departemen kesehatan dengan Komite Akreditasi Rumahsakit terus berupaya agar semua rumah sakit daerah harus terakreditasi minimal 5 (lima) pelayanan. bermuncullanlah pahlawan dengan pamrih disini. anggaran efektif jika rasio antara . dicopi dan dipastekan kemudian diedit agar menjadi sesuai dengan keadaan riel daerah. RSD Kol Abundjani didukung anggaran belum juga mampu menyelesaikan proyek ini. Dari Akreditasi Rumahsakit. masih perlu dianalisa dan disikapi dengan jalinan koordinasi dan pengawasan yang komprehensif. Ada apa. begitu banyak peraturan daerah disusun dengan cara studi banding. Proses akreditasi telah berlangsung hampir lebih dari 5 (lima) tahun. (2) Pelayanan Medik. bukan hanya oleh masyarakat rumahsakit. rumahsakit terkareditasi 5 (lima) pelayanan. dan kelompok rumahsakit yang belum terakreditasi dan atau yang belum terstandar. karena apa. Dari Dukungan Kebijakan Nah ini yang lebih perlu mendapat perhatian.

dibuat terperangah oleh program tersebut. over use. dan misuse of health care services. Jika ini berlanjut dapat dibayangkan bagaimana pemenuhan hak pokok masyarakat sebagai pasien jika mereka tidak mampu membayar. Salah satunya adalah yang diajukan oleh Donabedian (1980). timeliness. karena disini setiap pekerjaan yang dikerjakan dan yang seharusnya dikerjakan bukan lagi berdasarkan panggilan hati nurani. proses. Dengan metode . tetapi lembaga non profit. kapan SDM kesehatannya mau manggung dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian pelayanan kesehatan. tetapi telah bergeser menjadi panggilan pemenuhan kebutuhan ekonomi. berbagai peneliti telah mencoba mengembangkannya untuk menjamin agar pengukuran mutu pelayanan kesehatan lebih spesifik. sebenarnya tidak berlaku di institusi pelayanan rumahsakit. Peruntukan anggaran tentu membutuhkan kebijakan paripurna yang proporsional. bukan lagi panggilan profesi. Sebagai suatu pernyataan akhir dari sebuat proses pelayanan kesehatan. karena rumahsakit bukan badan profit. 2001). dan outcome. Namun demikian mengingat definisi tersebut dianggap terlalu luas. jaminan mutu) pada tahun 1996. yaitu safety. Disebut overuse apabila pelayanan kesehatan yang dilakukan ternyata memberi dampak risiko yang lebih besar daripada potensi manfaat yang dapat ditimbulkan (misalnya memberikan antibiotika untuk kasus-kasus common cold). Salah satunya adalah indikator mutu pelayanan yang disusun oleh ACHS yang merupakan instrumen untuk mengidentifikasi area pelayanan kesehatan yang masih memerlukan perbaikan secara fundamental. Under use didefinisikan sebagai kegagalan untuk memberikan pelayanan yang efektif padahal jika dilakukan dapat menghasilkan outcome yang diharapkan (misalnya tidak memberikan imunisasi atau gagal untuk melakukan bedah katarak). pelayanan kesehatan dapat berbentuk makro dan berbentuk mikro. Chassin mengusulkan metode lain yang menekankan pada 3 area utama. dan salah satu definisi yang umum digunakan antara lain menyebutkan bahwa mutu pelayanan kesehatan adalah “tingkat di mana pelayanan kesehatan untuk individu maupun populasi mampu menghasilkan outcome pelayanan sesuai dengan yang diharapkan dan konsisten dengan pengetahuan profesional terkini” (IOM. equity. Dari beberapa konsep tersebut kemudian dikembangkan sejumlah indikator untuk mengkuantifikasikan mutu pelayanan kesehatan. yaitu berpedoman pada struktur. Sebagai sebuah proses. Dari mutu pelayanan kesehatan. dan patient awareness. Kemajuan pertumbuhan dan pengembangan rumahsakit menjadikan rumahsakit sebagai lembaga profit tetapi tidak meninggalkan unsur sosialnya telah mengubah persepsi sumber daya manusia kesehatan dari non material menjadi sangat material. Kedua bentuk ini saling bersimbiose mutalisme dalam sebuah sistem. Mutu Pelayanan Kesehatan yang mengemuka sebagai panglima program unggulan Depkes dengan nama Quality Assurance (QA. kalau tigaperempat anggarannya hanya untuk fisik. Sementara itu the IOM (1999) dan National Health Service menggunakan konsep mutu pelayanan kesehatan dalam 6 aspek. efficiency. pihak Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sebagai (lagi-lagi) pihak pelaksana.1%. Sedangkan misuse didefinisikan sebagai komplikasi yang sebenarnya dapat dihindari jika pelayanan kesehatan dilakukan secara seksama. Berbagai definisi mutu yang dikaitkan dengan patient safety selanjutnya diajukan. effectiveness.pembiayaan dan penerimaan berkisar 0. yaitu under use.

3. Pada umumnya konsumen sebagai pengguna jasa kesehatan seperti pasien. complain maupun keluhan konsumen semestinya tidak diartikan sebagai serangan. Rosalia Sciortino dalam “Menuju Kesehatan Madani” (1999:78) menyebut adanya “konstruksi rahasia” yang dipertahankan petugas kesehatan. tetapi diterima sebagai koreksi terhadap cara berpikir dan cara melayani konsumen. sistem yang berkualitas. Artinya. Memahami Hak dan Kewajiban Konsumen . klien tidak menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang memuaskan. pemerintah dan praktisi kesehatan masyarakat bertanggung jawab untuk berupaya merealisasikan adanya kebijakan yang lebih baik. kondisi ini harus disertai pula dengan perbaikan pada aspek kebijakan dan manajemen. Lupa mungkin karena tampilan dokter institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit yang tak pernah berdasi dan naik kendaraan dinas apa adanya kala tugas. tidak seperti teman-temannya di Depkes yang sebagian diantaranya berdasi dan naik mobil dinas mulus-mulus dan baru-baru. Dalam hal ini. Pelayanan yang baik dan memuaskan bisa diwujudkan secara bersama antara pengguna jasa pelayanan dan petugas kesehatan. tetapi tidak tersedia standar quality of care yang berbasis konsumen. Sebaliknya.kuantifikasi ini selanjutnya dapat dilakukan analisis statistik untuk menilai area-area pelayanan yang dianggap memiliki defisiensi dalam menghasilkan outcome yang diharapkan. Mungkin Depkes lupa bahwa para dokter yang ada di Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit adalah seorang sarjana juga seperti halnya para petinggi Depkes. seorang pasien berhak untuk mempertanyakan pelayanan dokter yang dirasakannya tidak jelas. Inpatient Quality Indicators. Fasilitas kesehatan (formal) yang tersedia masih relatif baru. Artinya. yang relatif berakar dari tradisi dan kebudayaan mereka. Mungkin ini jalan keluar. Upaya yang sama juga dilakukan oleh The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yang mengembangkan beberapa indikator yaitu Prevention Quality Indicators. lagi-lagi Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit berada di posisi tak berdaya dan lagi-lagi hanyalah sebagai terminal akhir pembuangan dan berposisi layaknya sandal jepit. kritik. Sehubungan dengan hal ini. fasilitas dan tenaga medis yang memadai guna menjamin terlaksananya program kesehatan masyarakat. 1. dan interaksi sosial yang saling menguntungkan. hak atas pelayanan kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia (HAM). masyarakat memiliki sistem pengobatan atau pengetahuan mengenai perawatan kesehatan (biomedis). Namun. ada beberapa kondisi yang tampak dalam pelayanan kesehatan. dana yang cukup. Hidup sehat merupakan kebutuhan utama (primer) setiap orang. 2. dan Patient Safety Indicators (PSIs). bahkan memberatkan konsumen itu sendiri. petugas kesehatan dapat mengetahui keinginan konsumen dan kekurangan yang dimilikinya. Tetapi sebagai institusi bawahan Depkes. Kondisi budaya ini di satu sisi menjadi kendala dalam pelayanan medis. di sisi lain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara murah dan mudah. Oleh karenanya. Kecenderungan perilaku para praktisi medis yang tidak mempertimbangkan prosesproses komunikasi atau pertukaran informasi. Dari keluhan konsumen. dan belum mengakar atau belum dirasakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Memperoleh rasa aman dari semua proses pelayanan. Memilih tempat pelayanan yang diinginkannya. yakni pelayanan yang menghormati hak-hak konsumen. Orang tua bayi itu menuduh pihak RS. dokter). 2. Hanya sebagian kecil konsumen menyadari hak-haknya. membatalkan persetujuan sewaktuwaktu. Padahal masyarakat tidak pernah belajar di sekolah kesehatan. tetapi tidak merasa percaya diri untuk mengemukakannya di tenpat pemeriksaan. Kebanyakan konsumen juga petugas kesehatan tidak mengetahui hak-hak dan kewajiban konsumen. Mengetahui sejarah atau riwayat pengobatannya. 2. 26 Juni 1997). dan izin persetujuan pasien bila ingin akan dioperasi. Sebaliknya. hal-hal dirahasiakan. prosedur perawatan. Setiap konsumen memiliki hak yang dilindungi undang-undang. dalam hal ini bidan. yaitu: 1. kelebihan maupun kekurangan pengobatan. pasien. 5. Sebagai pasien. petugas kesehatan yang mengerti hak-hak konsumen tidak mau peduli. dan jika dianggap perlu. telah menyebabkan anak mereka cacat seumur hidup. ia berkewajiban mengetahui apa yang dapat atau tidak dapat diatasi oleh perusahaan asuransi. konsumen berhak: 1. karena kecerobohan dalam pelayanannya. 3. Jika menggunakan jasa asuransi. efek samping pengobatan. ia menolak suatu metode pengobatan atau tindakan medis tertentu. bagaimana sebaiknya pelayanan yang berkualitas? Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa istilah konsumen dalam pelayanan kesehatan mencakup pengertian mereka yang menerima pelayanan jasa maupun obat-obatan dari petugas kesehatan (paramedis. pertanyaan yang sering muncul adalah apa saja hak-hak konsumen dalam pelayanan kesehatan. Kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan dengan tuntutan 1 milyar rupiah. Sedangkan yang dimaksud pelayanan yang berkualitas biasanya mengacu pada pengertian Quality of Care atau standar pelayanan yang berkualitas.Dalam berbagai kesempatan diskusi dengan kelompok konsumen. 4. tidak disiplin. Namun harus diyakini bahwa ukuran kepuasan tidak bisa . Mendapatkan ganti rugi apabila terjadi malpraktek yang dilakukan petugas kesehatan. yang tidak seimbang dengan banyaknya pasien yang berkunjung setiap hari kerja. 4. Memberitahu petugas kesehatan jika ia menerima perawatan dari dokter yang lain. Sebagai pasien. Bersedia bekerja sama dan mematuhi perawatan yang diberikan. biaya. Contoh aktual adalah bayi yang dilahirkan cacat (tanpa tangan) di RSUD Bayu Asih Purwakarta (Kompas. Banyak alasan yang seringkali dikemukakan. misalnya keterbatasan petugas dan fasilitas tidak memadai. 3. Mendapatkan informasi yang dapat dipahaminya mengenai penyakit yang diderita. Menepati janji dengan petugas kesehatan. dan jaminan keamanan/keselamatannya. meskipun akhirnya ditempuh jalan damai dengan ganti rugi 25 juta rupiah. yang secara khusus disebut klien. Dari persoalan ini sebenarnya tuntutan akan pelayanan kesehatan yang memuaskan (berkualitas) semakin kompleks. Bahkan petugas kesehatan menyadari bahwa masyarakat tidak mengerti cara hidup sehat. bidan. catatan medis petugas kesehatan. konsumen memiliki kewajiban. dan seterusnya. pendapat dari petugas kesehatan lainnya. cara pengobatan.

. termasuk kartu untuk mengingatkan dan kunjungan rumah. yang merumuskan 10 hak-hak klien KB antara lain: hak atas informasi. yakni mengacu pada pemenuhan hakhak pasien. dan pembelajaran kesehatan bagi pengguna (konsumen) terabaikan. Pilihan terhadap Metode Layanan. Mempertahankan kondisi aseptic. Ukuran standar yang bisa dijadikan pedoman adalah kebutuhan orang banyak yang selama ini sudah dibakukan. Informasi yang berkualitas dapat berdampak pada bagaimana klien menggunakan metode kontrasepsi. 2. misalnya oleh IPPF (International Planned Parenthood Federation). dokter. 4. Informasi untuk Klien. atau hak-hak klien kesehatan reproduksi. Judith Bruce dari Population Council menempatkan enam elemen dasar yang kemudian dikenal dengan “Bruce Framework” dan menjadi sumber utama bagi penelitian mengenai kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dari sisi tenaga kesehatan. ukuran standar pelayanan cukup jelas. apakah cukup simpatik dan cukup waktu untuk bertemu dengan kliennya. Setiap metode layanan (KB) tersedia bagi perempuan dan laki-laki yang ingin merencanakan keluarganya. Dasarnya adalah “problem solving”. Dari sisi provider. dan pinggiran kota. Konsep ini biasanya dirujuk pada prinsipprinsip manajemen pengawasan kualitas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan umum. 5. organisasi KB dunia. Bertolak dari “Quality of Care” Konsep quality of care adalah istilah yang digunakan secara luas dalam pelayanan kesehatan. di tingkat desa sekalipun. Keterampilan Teknis. hak ganti rugi. tanggung jawab sosial. Oleh sebab itu. Ukuran pencapaian pelayanan kesehatan selama ini lebih berorientasi pada pencapaian target sarana pelayanan dan penerima layanannya. dan komunitas setempat. mendapatkan pelayanan kapan dan di mana saja (akses).bertolak dari kepentingan individu saja karena kepuasan individual tidak ada batasnya. Hubungan Antarpribadi. Klien dapat didorong meneruskan penggunaan kontrasepsi yang efektif melalui berbagai cara. Konsumen dan pengelola pelayanan kesehatan bisa bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang berkualitas (quality of care). Pada tahun 1990. dan efek sampingnya. atau pun hak-hak konsumen sebagaimana yang diatur dalam UUPK No. Gejala seperti ini terutama terjadi di tingkat pelayanan kesehatan dasar di pedesaan. Mekanisme untuk Mendorong Keberlanjutan. kenyamanan. Informasi yang diberikan harus berisi pula informasi mengenai tiap metode. kerahasiaan. menjalankan protokol (aturan) dan staf yang kompeten melakukan teknis klinik. 1. 8 No. 1994). petugas. Konsumen tidak memperoleh manfaat yang optimal dari pelayanan kesehatan. Bagaimana klien berinteraksi dengan tenaga kesehatan. yakni penyediaan pelayanan kesehatan yang terus menerus memperbaiki diri dengan memperhatikan kebutuhan dan tuntutan pasien. cara penggunaan metode. 1999. Pasal 4. standar quality of care di Indonesia belum jelas. hak mengajukan protes (berpendapat). 3. yang dapat dipandang dari provider (penyedia jasa) dan klien (konsumen). Aspek pemenuhan kualitas kesehatan. hak atas keamanan. proses pencapaian pelayanan yang memuaskan tidak bisa tidak melibatkan orang banyak. dan kemudian ditambahkan oleh YLKI dan PKBI. yaitu pemantauan masalah dan mencari jalan keluar dengan memperbaiki akar masalah secara berkelanjutan (The Population Council. menentukan pilihan. Dari sisi klien.

2. sistem ini berhubungan dengan unsur-unsur manajemen seperti peralatan. Seperti yang disarankan oleh The Nursing and Midwifery Council. Klien memerlukan pelayanan yang nyaman dan terpadu. Masalah dan akar masalah. 3. konsep. Pelayanan yang Terpadu. untuk ini diperlukan: 1) deskripsikan dengan jelas hasil pengkajian. buruh dan kaum miskin kota. Untuk itu semua peneliti menyampaikan beberapa saran seperti berikut: Saran untuk Perawat. memerlukan tindakan terstruktur dengan manajemen resiko dan manajemen mutu. Instansi dan orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab. Bentuk-bentuk kasus yang dialami konsumen. manusia. (2002). pelayanan pasca persalinan. rencana keperawatan dan rencana tindakan yang akan dilakukan. ABUNDJANI BANGKO menyarankan yang diantaranya Pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien terdiri dari serangkaian proses-proses dari beberapa sistem. dan anggaran. . kebijakan. 5. 4. Usulan. pelayanan KB terpadu dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Bukan hal yang mustahil. Penyimpangan dalam area-area penting manajemen pelayanan kesehatan yang menyebabkan kematian tersebut. Mengingat gerakan konsumen saat ini didukung oleh kebijakan yang relatif jelas dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Jadi.6. Misalnya. dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. Pendamping atau organizer bersama kelompok konsumen merumuskan: 1. 7. Penyebarluasan informasi terus-menerus kepada konsumen yang lain. bahwa memelihara kualitas RM akan membantu dalam memelihara ketrampilan dan kemandirian dalam asuhan keperawatan. cara pandang konsumen terhadap pelayanan yang diinginkan atau pelayanan yang berkualitas (quality of care versi konsumen). 2) dokumentasikan informasi yang berhubungan dengan pasien dan apa yang akan dilakukan dalam merespon kebutuhan pasien. perempuan. maka organisasi konsumen dapat mengambil peran dengan melakukan advokasi kebijakan dan pembelaan hukum. Inisiatif konsumen sendiri dalam mengatasi masalahnya. Usaha (aksi-aksi) bersama menggugat petugas kesehatan di tempat pelayanan. Hasil penelitian tentang perbaikan mutu pelayanan kesehatan di instalasi rawat inap RSD KOL. 6. bila suatu waktu konsumen dapat mengadili provider pelayanan kesehatan atas dasar pelanggaran terhadap hak-hak konsumen secara perorangan atau pun berkelompok (class-action). strategi dasar yang penting dilakukan aktifis organisasi konsumen yang melakukan pendampingan konsumen kesehatan adalah dengan memperkuat pengorganisasian dan pendidikan kritis bagi kelompok-kelompok konsumen yang rentan seperti petani.

Prosedur dan Standar Pelayanan Kamar Operasi d. diantaranya: a. survey kebutuhan pelayanan dan survey tingkat utilisasi pelayanan kesehatan rumahsakit. menghormati hak pasien dalam keterlibatan secara aktif pada pengambilam keputusan. 2) Melaksanakan semua tugas sesuai dengan kompetensi dan kode etik profesi. memperlakukan setiap pasien dengan sopan dan sewajarnya. bekerjasama dengan para sejawat untuk kebaikan pasien-pasien yang dirawat. 3) Menjadikan RSD KOL ABUNDJANI bukan sebagai tempat mencari sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga menjadikannya sebagai tempat ibadah dan fungsi sosial. Prosedur dan Standar Pelayanan Anastesi e. jujur dan dapat dipercaya. Prosedur dan Standar Pelayanan Radiologi c. selalu memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan.3) jika sudah diketahui dengan baik kondisi pasien lakukan tindakan yang dapat diterima dan dapat dilakukan dengan tahapan yang baik dan benar saat melaksanakan perawatan kepada pasien dan jelaskan bahwa setiap tindakan tidak selalu berbahaya untuk selalu untuk keselamatan dan membatu mereka. dan 4) menuliskan perencanaan perawatan agar dapat diteruskan oleh sejawat dalam perawatan berikutnya dan selalu menuliskan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. menghormati privasi dan kehormatan pasien. Saran untuk manajemen RSD diantaranya adalah: 1) Berusaha mengetahui keinginan pelanggan dengan melakukan survey pasar. menghindarkan pasien dari resiko fisik dan finansial akibat tindakan medis. dan dapat ditambahkan bahwa Saran untuk Dokter penyelenggara utama perawatan dan pengobatan pasien di instalasi rawat inap diantaranya adalah: Bertugas berdasarkan standar General Medical Council seperti: pemberian pelayanan kepada pasien merupakan hal yang utama. Prosedur dan Standar Pelayanan Rawat Inap dengan Kegawatan . 2) Menyusun berbagai prosedur dan standar pelayanan sesuai dengan hasil tingkat kebutuhan dan hasil dari penelitian ini. Merangin tentang struktur organisasi dan tata kerja RSD KOL ABUNDJANI. menyadari berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Saran untuk komite staf fungsional diantaranya adalah: 1) Mematuhi tugas pokok dan fungsinya seperti yang tergambarkan dalam Peraturan Daerah Kab. mendengarkan dan menghormati pandangan-pandangan pasien. memberikan informasi yang dapat dimengerti pasien. diantaranya survey kepuasan. menghargai dan menjaga informasi tentang pasiennya. Prosedur dan Standar Pelayanan Laboratorium b.

faktor masa kerja dan lama Jabatan. sarana. 3) Memastikan bahwa prosedur dan standar yang telah disusun diterapkan dan dilaksanakan dengan baik. Perlu adanya dukungan sistem pengelolaan RM yang baik dan benar. mustahil tata tertib administrasi rumahsakit akan berhasil seperti apa yang telah distandarisasikan oleh pemerintah maka oleh karena itu diperlukan adanya komitment bersama untuk sepakat menyusun pedoman RM dan melaksanakannya dengan pertanggungjawaban profesi. alat. prosedur. 4) Menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan guna mensosialisasikan jasa-jasa pelayanan yang mampu diberikan oleh rumahsakit. manajemen. 6) Menyusun dan memberlakukan sistem pengawasan dan pemantauan pelayanan kesehatan yang diberikan dengan efektif. menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah. terminal komputer yang dapat diakses oleh pelanggan. kepemimpinan. sistem. faktor administrasi dan alur layanan. budaya organisasi. faktor Standart Operating Procedure dan atau instruksi kerja. Seperti diketahui bahwa tata tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumahsakit. information desk. faktot beban kerja. . Akar masalah adalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang terjadi. Hal ini dilakukan dengan audit internal secara rutin dan melakukan management riview guna membahas tindak lanjut yang perlu dilakukan agar pelayanan yang diberikan selalu konsisten sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. faktor pengendalian dan evaluasi. 5) Membumikan paradigma bahwa dari pasien kita mendapatkan jasa pelayanan yang mendukung kesejahteraan dan kepada pasien seharusnya tumbuh keinginan untuk membebaskan masalah kesehatannya. faktor fasilitas dan peralatan. Ia dapat berupa kelemahan pada manusia. untuk menetapkan arah pemecahannya. Prosedur dan Standar Pelayanan Rekam Medik. faktor pelatihan dan tambahan pengetahuan. Dianjurkan pula langkah-langkah umum sebagai berikut untuk pemecahan masalah mutu dan efisiensi dan efektifitas pelayanan rumah sakit: 1) Memecahkan struktur masalah yang sudah teridentifikasi kedalam komponenkomponennya. atau faktor-faktor lain. faktor manajemen rawat inap dan faktor staf medis fungsional. 9) Menginvetarisir akar penyebab masalah dari faktor internal yang mempengaruhi kualitas layanan kesehatan dan administrasi RM terutama dalam bidang: faktor pendidikan SDM. 2) Melakukan analisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root cause analysis). 3) Menetapkan dan memilih alternatif untuk pemecahan akar masalah.f. misalnya dengan membuat brosur-brosur. 7) Melaksanakan saran-saran ini dengan dukungan sumber daya manusia kesehatan dan anggaran kesehatan beserta kebijakan-kebijakan kesehatan.

Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem dan mekanisme yang efektif guna tercapainya pelayanan prima tersebut. 3) menjadi fasilitator dalam akselerasi peningkatan kemampuan pemberian pelayanan kesehatan sesuai dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan kesehatan daerah. diantaranya adalah: 1) sebelum penyakit menjadi lebih parah (persepsi masyarakat) sebaiknya segera memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat. Hal lain adalah Pelaksanaan Program kendali mutu harus berdasarkan falsafah bersama untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh tim pelayanan dari berbagai disiplin ilmu. dan „tolonglah saya“ atau „tolonglah kami“. 2) Berperan sebagai regulator yang melindungi dan menumbuh kembangkan kemampuan profesionalisme tenaga pemberi pelayanan kesehatan. 2) bertanya dengan petugas kesehatan tidak dengan emosi tentang keadaan penyakit. kemungkinan kesembuhan dan tindakan apa saja yang akan dilakukan dan selalulah memulai komunikasi dengan kata „maaf“. Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah jika manusia sebagai penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan dari rumah sakit. Saran untuk pasien. 5) Melakukan tindakan koreksi jika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagi terjadi. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa sarana pelayanan kesehatan dan tenaga profesi kesehatan harus mampu menunjukkan akuntabilitas sosial untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen. diagnosanya. „tolong“. sesuai dengan beberapa kebijakan nasional pembangunan kesehatan di Indonesia diharapkan pemerintah daerah dapat: 1) Menjadi stake holder yang berpihak dan mendukung dalam berbagai aspek manajemen pelayanan kesehatan. 3) mengikuti semua kebijakan sarana pelayanan dan saran dari petugas kesehatan dengan jujur dan bertanggungjawab. yakni pelayanan yang sesuai dengan standar yang diakui sehingga dapat memenuhi atau bahkan melebihi harapan konsumen.4) Memantau dan mengevaluasi penerapan upaya pemecahan masalah yang sudah dilaksanakan. 4) selalu menyediakan tabungan kesehatan saat sehat dan mampu melaksanakan aktifitas memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia. Saran untuk Pemerintah Daerah. Falsafah yang mendasari program kendali mutu antara lain: . jika ragu dan meragukan mintalah penjelasan lebih lanjut tentang kebijakan dan atau saran tersebut.

Semua staf memberikan perhatian untuk mencapai tujuan institusi yang dalam hal ini memberikan efek terhadap pelayanan pada klien. 4. Hak atas kenyamanan. apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. 9. Hak untuk mendapatkan kompensasi. walaupun demikian baiknya program kendali mutu ini dilakukan secara terpadu tetapi tetap ada kendala kendala yang perlu diperhatikan. Masing -masing disiplin menyepakati untuk mengkaji pelayanan yang diberikan oleh anggotanya. ganti rugi/penggantian. 7. Hak atas informasi yang benar. jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Dari UU Perlindungan Konsumen rumahsakit adalah: salah satu institusi pemberi pelayanan dibidang kesehatan. perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen. Maka manusia sebagai konsumen rumahsakit berhak sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen. 3. maka tujuan akhir dari program pengendalian mutu yaitu meningkatnya mutu pelayanan keperawatan berdasarkan standar akan dapat dicapai dengan baik. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. Pekerja pada umumnya merasakan kepuasan kerja dan lebih produktif bila mereka dibantu dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik dengan mengurangi hambatan dalam pekerjaannya. Dengan melakukan pendekatan konkuren maupun retrospektif terhadap lingkup struktur. asuhan keperawatan dan kepuasan klien harus dinilai dengan menggunakan standar-standar yang tepat. 8. seperti: 1. 6. hubungan yang jelas adalah pelayanan jasa kesehatan. . 2. keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. proses dan hasil maka semua aspek-aspekantara lain: Tenaga keperawatan.• • • • • • Masing-masing disiplin telah mengidentifikasi dan menyetujui falsafah dasar untuk dikembangkan menjadi tujuan masing-masing pelayanan. Program kendali mutu perlu dilaksanakan dan dibuat secara teratur dan terus menerus untuk meningkatkan mutu pelayanan. Praktek perawatan tidak akan mungkin meningkatkan kecuali masalah dapat diidentifikasi dan dipecahkan. 5. Hak untuk mendapatkan advokasi. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. Dengan melibatkan semua staf keperawatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan program pengendalian mutu ini. Staf mempunyai pengetahuan yang cukup dan memiliki ide-ide yang kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pekerjaannya Staf dapat memecahkan masalah jika cukup informasi-informasi yang diperlukan . Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Kesehatan adalah hak azazi manusia.

Yang membedakan hanyalah kekuasaan. Ironisnya. antara lain: 1. lebih-lebih kala berbicara kepekaan terhadap keperluan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Pun demikian pula setelahnya. baik terhadap item kegiatan ataupun terhadap program besarnya. trial and error aneka macam program dari depkes. yang mana depkes tidak mau kalah dengan departemen lain untuk ikut mencicipi jajan IMF. Maka untuk mengurangi kesewang-wenangan para produsen barang dan jasa. monitor dan evaluasinya. mengapa hingga kini institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit ibarat tempat uji coba. Itulah kira-kira gambaran umum. Cara lain yang lebih kreatif adalah langsung mengadu ke pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat. demikian pula pelatihan. 3. konon hasil pemikiran grusa-grusu karena ada “jajan” berupa pinjaman IMF (maksudnya hutang yang harus dibayar). Belum terkondisikannya “masyarakat konsumen” karena memang sebagian masyarakat ada yang belum mengetahui tentang apa saja hak-haknya dan ke mana hak-haknya dapoat disalurkan jika mendapat kesulitan atau kekurangan dari standar barang atau jasa yang sewajarnya. sebagai konsumen kita perlu mengetahui faktor-faktor yang melemahkan konsumen. Masyarakat belum memiliki kemauan untuk menuntut hak-haknya. PDAM. Artinya mengulang program mapan yang sudah terintegrasi dengan keseharian para petugas Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit dengan mengganti nama QA yang justru lebih . 4. 2.Bila menyimak surat pembaca di media cetak. 5. maka program QA adalah sebuah langkah kebimbangan dan ambivalensi. Posisi konsumen yang selalu lemah (lemah informasi dan lemah kondisi sehingga tak berani menyangga seperti kasus Prita). apa kata dokter/perawat mereka iyakan. banyak sekali keluhan dari konsumen yang merasa dirugikan. yang di Depkes tidak lebih pandai dari yang di institusi pelayanan kesehatan /rumahsakit. Semua itu adalah persoalan yang kerap kali muncul di Indonesia. Masih rendahnya tingkat kesadaran konsumen akan hak-haknya. nama programnya pun dibuat “greng”. yang mana dalam Pedoman Kerja Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sudah sangat jelas dan rinci berisi panduan tatalaksana setiap kegiatan di Institusi pelayanankesehatan/rumahsakit yang mengacu kepada UPK. Maka inilah realitas ketertindasan konsumen dalam menghadapi pilihan-pilihan barang/ jasa harus mereka konsumsi. Dan supaya dapat dana segar nan besar. Proses peradilan yang ruwet dan memakan waktu yang berkepanjangan. Misalnya soal layanan listrik PLN. Parameterpun disiapkan. Padahal bisa jadi kala sekolah dahulu. Cara ini terlalu sederhana dan tidak menyelesaikan masalah. Memang pada kenyataannya konsumen kerap berada dalam posisi yang tidak berimbang dibanding dengan posisi produsen. termasuk panduan pengobatan. panduan. layanan barang/jasa yang buruk. mutu barang yang tidak bagus. tindak kriminal di kereta api. delay pesawat. keluhan yang disampaikan kebanyakan hanya lewat surat pembaca di media massa. dan dokter yang berpraktik di rumahsakitpun dalam memberikan pelayanan kesehatannya. Menyimak produk Depkes tahun 1988. pelayanan rumahsakit dan bahkan pelayanan pajak dan lain sebagainya. dijamin dokter di institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit lebih peka dibanding dokter di Depkes walau sepanjang apapun gelarnya. Jaminan mutu produk tahun 1996 yang lalupun. maka bim salabim lahirlah Quality Assurance atau Jaminan Mutu.

padat karya dan padat tehnologi Ketiga sifat tersebut menuntut pengelolaan keuangan rumah sakit yang lebih professional. efektif dan produktifitas serta memperhatikan pemerataan pelayanan. jiwanya masih nol saya rasa. dengan menekankan pada aspek efisiensi. Besarnya omset untuk obat-obatan mencapai 50-60% dari seluruh anggaran rumah sakit. hanya 14% yang sudah terakreditasi.sempit tapi tidak lebih mendalam. penentuan tarif lebih rasional. berdasarkan hitungan-hitungan ekonomi. Akreditasi rumahsakit dicanangkan sejak tahun 2007 dan sampai tahun 2009 ini capaiannya sangat menyedihkan. artinya pengguna jasa pelayanan Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit tak lebih hanyalah obyek semata yang tak punya hak suara. Bedanya hanya di segi dana yang luar biasa besar dan pelatihan berulang yang justru buang-buang waktu. RSD Kol Abundjani saat ini sedang dalam proses akreditasi yang pelaksanaannya setengah isi dan setengah kosong. Hal ini tercermin pada perubahan fungsi klasik rumah sakit yang pada awalnya hanya memberi pelayanan yang bersifat kuratif (penyembuhan) saja terhadap pasien melalui rawat inap dan rawat jalan bergeser ke pelayanan yang lebih komprehensif meliputi promotif. Hal inilah menjadikan rumah sakit menjadii lembaga yang bersifat padat modal. preventif. karena prosesnya sendiri tidak terakreditasi. Untuk meningkatkan mutu layanan. tidak cukup dengan kajian monopoli petinggi Depkes. Siklus demikian mestinya tidak boleh terulang. Tehnologi yang digunakan saat ini sangat canggih. lebih dari itu ada ukuran non teknis yakni keinginan dan harapan warga. Pelayanan rumah sakit diera sekarang tidak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakat . Salah satu tehnologi tinggi adalah obat yang dihasilkan oleh industri farmasi. Hal ini menuntut para manajer untuk lebih memperhatikan secara saksama dinamika lingkungan yang ada yang kemungkinan besar akan merubah system manajemen yang dipergunakan. Menurut Trisnantoro (2005) saat ini sektor kesehatan berbeda jauh dengan keadaan 50 tahun lalu. Cost recovery rate (CRR) rumah sakit menjadi hal yang sangat penting. Obat merupakan barang yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. Kebutuhan akan obat ini sering disertai dengan biaya yang besar. Tehnologi kedokteran mempengaruhi biaya pelayanan rumah sakit. disertai peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan serta mampu berkembang (growth) dan survive. Sistem manajemen yang berlaku global mempengaruhi pola berfikir manajer rumah sakit. dari ratus rsd dan puluh rsp serta ratus rss. Rumah sakit dapat meningkatkan pendapatan dengan memperbesar omset penjualan obat. . sebagi contoh operasi dengan menggunakan peralatan mikro merupakan suatu tindakan yang sama canggihnya dengan tehnologi program ruang angkasa dan militer yang tentu saja memerlukan SDM yang berkompetensi untuk mengelolanya. Sayangnya yang ini tidak pernah tersentuh. kuratif dan rehabilitatif. Gambaran lain adalah tehnologi kedokteran dan obat-obatan yang berkembang pesat disisi lain rumah sakit adalah lembaga pemberi jasa pelayanan kesehatan yang tergantung pada perkembangan tehnologi kedokteran. Pengaruh perubahan dinamika lingkungan usaha rumah sakit yang terjadi tidak saja di Indonesia tetapi hampir diberbagai penjuru dunia.

Dari definisi diatas bahwa rumah sakit disamping memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat juga sebagai pusat pendidikan calon tenaga kesehatan. Penerapan subsidi silang dari kelas atas (VIP) ke kelas bawah (III) tidak rasional. Akibatnya banyak rumah sakit swasta keagamaan yang mempunyai fasilitas fisik dan peralatan yang memadai tetapi kesulitan dalam mencari dana operasional. serta untuk penelitian biososial.Pengertian rumah sakit menurut WHO adalah suatu bagian penyeluruh dari organisasi sosial dan medis berfungsi memberikan pelayanan Kesehatan yang lengkap kepada masyarakat. Kita pelajari Dalam perkembangannya rumah sakit swasta yang dikelola oleh yayasan keagamaan seperti rumah sakit Islam sangat kesulitan dalam memenuhi fungsi sosialnya oleh karena kesulitan dalam hal pendanaan. sementara penggalian dana-dana kemanusiaan sama sekali tidak dikelola secara sistematis. Hal ini dapat membawa suatu resiko yaitu rumah sakit keagamaan akan menjadi lembaga usaha yang praktis untuk mencari keuntungan atau menghidupi SDM. Penelitian Abeng dan Trisnantoro (1997) disebuah rumah sakit swasta menunjukkan bahwa tarif kamar VIP berada dibawah unit cost. disamping itu belum ada standar sumber pendanaan termasuk pembagian sumber pendapatan (keuntungan) apakah untuk pemilik atau untuk pengembangan. akibat hilangnya subsidi dan semakin mahalnya alat dan tenaga kesehatan yang pada akhirnya menuntut pendapatan yang tinggi. Hal yang penting adalah masalah biaya operasional dan pemeliharaan yang tidak semudah biaya investasi untuk memperolehnya. Walaupun demikian masih banyak rumah sakit keagamaan masih melihat perubahan yang ada tanpa strategi pengembangan yang jelas (Trisnantoro. berkembang dan mempunyai dasar etika berbagai profesi dan mempunyai etika bisnis. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa rumah sakit juga harus menjalankan fungsi sosialnya. tetapi lebih mengarah pada suatu lembaga yang harus hidup dan bermutu. dimana pelayanan keluarga menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan. Rumah sakit tidak lagi harus dipandang sebagai suatu lembaga yang harus bersandar pada norma-norma dan etika profesi dokter. Berdasarkan kenyataan diatas maka rumah sakit mulai berubah menjadi lembaga usaha yang membutuhkan berbagai konsep ekonomi dalam manajemen yang mungkin asing bagi para dokter atau pemilik rumah sakit. Subsidi yang mengecil atau bahkan tidak ada sama sekali menyebabkan rumah sakit keagamaan kesulitan mencari sumber dana bagi orang miskin yang sakit. Rumah sakit . Hal yang dikhawatirkan adalah pasien dikelas bawah justru mensubsidi pasien kelas atas. Kenyataan menunjukkan bahwa konsep subsidi silang sebenarnya tidak ada ataupun jika ada subsidi silang akan menggerogoti aset dan kemampuan investasi rumah sakit. 2005). Untuk menjalankan fungsi sosialnya ini sebaiknya anggaran untuk pos sosial tersebut tersedia dalam APBD dan diatur dengan kemudahan-kemudahan pengelolaannya tetapi tetap dengan pengawasan yang ketat. rumah sakit juga merupakan pusat latihan tenaga kesehatan. Hal ini membuat banyak rumah sakit swasta bahkan yang dikelola oleh yayasan keagamaanpun berubah menjadi lembaga for profit sebagai jawaban terhadap perubahan lingkungan yang terjadi diluar rumah sakit akibat pengaruh globalisasi. baik kuratif maupun rehabilitatif. sehingga menaikan tarif akan menjadi pilihan. Dengan demikian rumah sakit bukanlah lembaga yang hanya menggunakan prinsip kedokteran dan kesehatan.

the function of which is to provide for the population complete health care. 2. MKES Setelah membaca berita “RUMAHSAKIT HARUS BERBENAH” dan “RSD ABUNDJANI BANTAH ABAIKAN FASILITAS” di koran RADAR SARKO saya sebagai manusia kesehatan dengan ini menyampaikan pemikiran yang mungkin mengundang tanya atau pertanyaan lagi.merupakan lembaga multiprofesional yang menghasilkan berbagai produk pelayanan kesehatan yang bermutu dengan tetap memperhatikan aspek sosialnya. sedang mempersiapkan diri untuk Stratifikasi Khusus Widyaiswara secara mandiri. manajemen proses dan output dari proses pelayanan kesehatan secara mikro maupun makro. Catatan Kuliah Manajemen Rumah Sakit 2. the hospital is also a centre for the training of health workers and for biosocial research”. Dari definisi.com/2007/10/wajah-perumahsakitan- 1. Rumahsakit menurut WHO Expert Committee On Organization Of Medical Care: “is an integral part of social and medical organization. Wikipedia Indonesia 5. Ambivalensi Antara Kewajiban dan Keinginan (antara penyelenggara dan pemilik) Jonirasmanto. 5. 6. Mengukur mutu pelayanan dapat dilakukan dengan melihat indikator-indikator mutu pelayanan rumahsakit yang ada di beberapa kebijakan pemerintah. berfungsi memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun rehabilitatif. Sumber: 1. lembaga sosial atau swadaya masyarakat dan bahkan pemerintah sekalipun. saat-ini. Mutu Pelayanan Kesehatan. dimana output layanannya menjangkau . BMJ Journal 4. Analisa indikator akan mengantarkan kita bagaimana sebenarnya kualitas manajemen input. Implementasinya adalah penerapan ekonomi dalam pelayanan kesehatan harus dilakukan diantaranya dengan melakukan analisis biaya di rumah sakit. Dan barangkali ini hanya merupakan materi pencerahan yang semoga bermanfaat. Pedoman Pelayanan Kesehatan Depkes RI Penulis adalah magister manajemen rumahsakit UGM dan seorang calon widyaiswara dari kabupaten Merangin. 4. both curative and preventive and whose outpatient service reach out to the family and its home environment. SKM.blogspot. sudahkan kita mengetahuinya. 3. yang dalam bahasa Indonesianya jika diterjemahkan secara bebas dapat berarti: suatu bagian menyeluruh dari organisasi dan medis. Jika pemerintah yang menyampaikan kritikan ini dapat berarti bahwa masyarakat mendapatkan legalitas bahwa memang benar mutu pelayanan kesehatan harus diperbaiki. Mutu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh ada tidaknya kritikan dan keluhan dari pasiennya.html http://rusliakatili. Tesis Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Inap melalui Audit Kematian 3. Mutu akan diwujudkan jika telah ada dan berakhirnya interaksi antara penerima pelayanan dan pemberi pelayanan.

Melaksanakan pendidikan para medis. spesialistik dan pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan”. Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. tenaga medis. Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit secara lengkap. Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan. Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal (observasi). Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman. Membantu pendidikan tenaga medis umum. d”. kelas “a. yaitu: • • • • • • • • • • • • • • • • Melaksanakan pelayanan medis. berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. menggunakan gabungan ilmiah khusus dan rumit. Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi. Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan. rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan tenaga kesehatan serta untuk penelitian biososial. Melaksanakan pelayanan medis tambahan. 2. Perubahan kelas rumah sakit dapat saja terjadi sehubungan dengan turunnya kinerja rumahsakit yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Indonesia melalui Keputusan Dirjen Yan Medik. kekhususan menyertainya dengan adanya rumah sakit yang dibina dirjen yanmed Dpekes RI yang secara fisik berada di daerah kabupaten. untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. . pelayanan penunjang medis tambahan. b. Melaksanakan pelayanan administratif. 3. hanya saja terdapat perbedaan pada tugas pokoknya. yang diantaranya adalah: luas tidaknya lingkup spesialistik yang dimiliki. c. pelayanan penunjang medis. Membantu pendidikan tenaga medis spesialis. Definisi rumahsakit ini di setiap peraturan daerah pada umumnya sama. Dari Sumberdaya Kesehatan yang ada di rumahsakit: (1) Tenaga kesehatan terdiri dari : 1.MENKES/SK/1992 mengenai pedoman rumah sakit umum dinyatakan bahwa: ”Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar. kota ataupun di provinsi. Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial. Sementara itu menurut Siregar (2003) menyatakan bahwa rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks. Melaksanakan pelayanan medis khusus. tenaga keperawatan. dan difungsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modern. tenaga kefarmasian. yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama.pelayanan keluarga dan lingkungan. Definisi rumah sakit menurut Keputusan Menteri Republik Indonesia nomor 983. Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi. Melaksanakan pelayanan rawat inap. Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan.

(8) Tenaga keteknisian medis meliputi radiografer. (7) Tenaga keterapian fisik meliputi fisioterapis. Dari Struktur Organisasi Daerah: rumahsakit dapat berdiri dengan legalitas dan ilegal karena ada rumahsakit dengan ijin penyelenggaraan dan tidak ada ijin. tenaga keteknisian medis. hal yang seperti ini perlu komunikasi yang ajeg demi harmonisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. entomolog kesehatan. sumber daya manusia kesehatan yang dimiliki oleh rumahsakit akan mempengaruhi diferensiasi dan kualitas pelayanan kesehatan. okupasiterapis dan terapis wicara. Tentang disiplin kepegawaian seharusnya tidak diberlakukan secara ketat.00 jika 6 (enam) hari kerja. Kondisi ini akan berhubungan dengan kemapanan dukungan kebijakan dan dukungan anggaran yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (3) Tenaga keperawatan meliputi perawat dan bidan. tenaga keterapian fisik.30-14. Kekhususan ini sangatlah tidak mungkin dimanajemeni secara umum. otorik prostetik. refraksionis optisien. teknisi elektromedis. 5. analis kesehatan. 7. 6. Pada kebanyakan daerah di Indonesia.00 jika 5 (lima) hari kerja. penyuluh kesehatan. keterbatasan keanekaragaman jenis tenaga kesehatan akan menghasilkan kinerja rumahsakit dalam pencapaian indikator mutu pelayanan rumahsakit. (5) Tenaga kesehatan masyarakat meliputi epidemiolog kesehatan. Mari kita hitung penghasilan mereka jika tidak melayani pasien di rumahsakit. tenaga kesehatan masyarakat. radioterapis. jika diberlakukan secara ketat maka mereka akan menuntut uang lembur untuk pekerjaan yang dilakukannya pada waktu di luar jam dinas (07. rumahsakit daerah dijadikan sumber pendapatan daerah dan dalam laporan pertangggungjawaban pemerintah daerah keberhasilan capaian indikator pelayanan kesehatan rumahsakit jarang dan bahkan tidak pernah dijadikan data atau informasi dalam penyusunan perencanaan dan penyusunan kebijakan.4. Sebagai unsur manajemen. rumahsakit dapat merupakan unit pelaksana teknis dinas dan atau sebagai institusi yang bertanggungjawab kepada bupati dan atau rumahsakit vertikal yang ada di daerah. atau 07.30 sampai 16. mikrobiolog kesehatan. (6) Tenaga gizi meliputi nutrisionis dan dietisien. tenaga gizi. (2) Tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi. teknisi gigi. karena SDM kesehatan adalah SDM fungsional yang kepadanya melekat fungsi profesi berdasarkan latar belakang pendidikan kesehatannya. biasanya hanya . analis farmasi dan asisten apoteker. Memang ada daerah yang memberikan semacam insentif dan atau reward untuk tenaga kesehatan tertentu yang harus melayani pasiennya di luar jam dinas yang jumlahnya menurut tenaga dokter spesialis masih belum dianggap cukup (sesuatu yang wajar yang seharusnya dibayarkan). administrator kesehatan dan sanitarian. (4) Tenaga kefarmasian meliputi apoteker. teknisi transfusi dan perekam medis.

dan itu dalam penyusunan program kegiatan dan anggaran rasanya belum pernah ada yang duduk bersama menyatukan pernyataan dan kesimpulan. Hal ini dikarenakan adanya indikator vital dalam proses dan atau dalam output sistem pelayanan kesehatan. satuan pengawas internal. karena apa. jawabannya akan berhubungan dengan ketersediaan sumberdaya manusia kesehatan dan kualitasnya. Hanya tinggal lagi epidemiolognya berpihak kepada siapa. Sesuatu yang riskan jika PAD dijadikan ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan karena nominal PAD adalah rupiah yang dibayarkan pasien. Rumahsakit dengan angka rujukan yang jumlahnya mendekati setengah dari jumlah kunjungan patut dipertanyakan.dilaporkan sebagai hasil dari akumulasi seluruh indikator. di banyak daerah rumahsakit daerah sebagai penghasil pendapatan asli daerah terbesar. kenapa tidak. Dapat ditambahkan lagi dengan adanya permasalahan kelembagaan. tentang bagaimana dan seterusnya masyarakat di rumahsakit tersebut. dimana ada kotak kelompok tenaga fungsional dalam bagan struktur organisasi tidak ada isinya dan tidak ada koordinasinya. mungkin berhubungan dengan ketidak tahuan dan ketidak mampuan membayar atau belum ada dasar hukumnya (padahal peraturan pemerintah sudah menjelaskan hal itu) Dari Manajemen Lintas Program dan Lintas Sektor Rumahsakit sebagai pintu gerbang dan unsur vital dalam penilaian adipura. untuk pembuktiannya diperlukan analisa lebih lanjut. Epidemiolog dapat menyampaikan laporan ini jika dibutuhkan. sedangkan komite medik. dan kelompok fungsional tidak dilantik oleh bupati kepala daerah padahal struktur organisasi rumah sakit sudah menjelaskannya. masih adanya masyarakat yang sakit berarti derajat kesehatan masyarakat belum optimal. Ada apa dengan kompetensi mereka dalam memberikan pelayanan. yang sebenarnya satu indikator gagal dapat menyebabkan perubahan penilaian kinerja. Sesuatu yang aneh memang. makin banyak masyarakat yang menggunakan berarti masih ada masyarakat yang sakit. Keberadaan resident tanpa pengawasan satuan pengawas internal rumahsakit dapat dipersepsikan berbagai rupa oleh masyarakat dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbedabeda. bagaimana komunikasi dan manajemennya dilakukan di rumahsakit tersebut. karena yang diperlukan hanya pejabat struktural yang mengepalai beberapa bidang dan bagian. komite keperawatan. Jika kelompok ini ada maka tenaga fungsional tersebut dapat dijadikan media informasi guna penyusunan kebijakan yang ajeg dan mumpuni secara keilmuan. karena merekakan sedang dalam pendalaman ilmu kedokteran. Ada beberapa instansi yang memiliki keterkaitan dengan rumahsakit daerah. tetapi jika tak ada rotan maka akarpun jadilah sehingga kualitas yang diharapkan belum tentu dapat dinikmati sebagai akhir dari pelayanan yang bermutu. Beperapa peraturan daerah diimplementasikan dengan tidak paripurna. komite rekam medik. Apa yang mereka bayar dari pelayanan yang mereka terima dapat mencerminkan tingkatan kesehatan masyarakat tersebut. Ada item rupiah yang bisa dirinci jumlahnya dari pola tarif yang ada. Sebagai contoh: peningkatan penerimaan daerah dari retribusi pelayanan kesehatan akan tidak ada artinya apa-apa jika cakupan angka rujukan ke rumahsakit vertikal atau ke kabupaten lain lebih tinggi dari angka kunjungan UGD rumahsakit yang bersangkutan atau angka pasien rawat inap kelas III. Sebagai contoh: . rasionalitasnya jika makin banyak penerimaan berarti makin banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas sumberdaya di rumah sakit.

bersumber dari oknum pegawai di tingkatan tersebut. daftar nama keluarga dan anggotanya bersumber dari BKKBN. 8 (delapan) pelayanan dan 13 (tiga belas) pelayanan. RSD Kol Abundjani didukung anggaran belum juga mampu menyelesaikan proyek ini. yaitu: (1) Pelayanan Gawat Darurat. masih perlu dianalisa dan disikapi dengan jalinan koordinasi .Kebijakan berobat gratis. menurut beberapa pengamat adalah sangat tidak masuk akal jika tidak ingin dianggap aneh. karena apa. begitu banyak peraturan daerah disusun dengan cara studi banding. Departemen kesehatan dengan Komite Akreditasi Rumahsakit terus berupaya agar semua rumah sakit daerah harus terakreditasi minimal 5 (lima) pelayanan. …? Pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan lintas sektor dan lintas program. Proses akreditasi telah berlangsung hampir lebih dari 5 (lima) tahun. Pedoman umum mengenai persentase anggaran kesehatan dari total anggaran daerah masih perlu dipertanyakan lebih lanjut lagi. dicopi dan dipastekan kemudian diedit agar menjadi sesuai dengan keadaan riel daerah. Dari Akreditasi Rumahsakit. jawabnya dapat bersumber dari kualitas dan kuantitas sumber daya yang ada di rumahsakit tersebut. Dari Dukungan Kebijakan Nah ini yang lebih perlu mendapat perhatian. bukan berdasarkan kemampuan yang dapat diberikan oleh rumahsakit. Pejabat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sedikitpun tidak menunjang dipilih untuk memimpin roda proses pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi rumahsakit. bukan hanya oleh masyarakat rumahsakit. dan dalam data base saat perjalanannya rumahsakit harus memberikan pelayanan seperti yang diharapkan mereka. Rumahsakit dengan standar ISO 14000 dan ISO 2000. (2) Pelayanan Medik. Dunia pelayanan kesehatan semakin hitam jadinya. Pernyataan jelasnya adalah sumberdaya manusia kesehatan yang ada di rumahsakit tersebut. (3) Pelayanan Administrasi. rumahsakit terkareditasi 5 (lima) pelayanan. bermuncullanlah pahlawan dengan pamrih disini. Ada apa. tetapi bagaimanapun juga SDM rumahsakit daerah harus terlebih dahulu menjawabnya dengan pernyataan yang diikuti oleh sikap yang terakreditasi pula. (4) Pelayanan Keperawatan dan (5) Pelayanan Rekam Medik Tujuan pemerintah dengan akreditasi ini adalah untuk: agar kualitas pelayanan diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di rumah sakit. dan kelompok rumahsakit yang belum terakreditasi dan atau yang belum terstandar. Masih belum terlihat jiwa pemiliknya dalam peraturan ini. mengapa karena ada pasien yang berobat dari keluarga miskin yang benar-benar miskin dengan nama yang tak ada dalam data base yang diberikan oleh pemerintah. dan mereka yang berobat dengan fasilitas kartu miskin saat akan dirawat minta dirawat dengan fasilitas VIP. tetapi nyatanya budaya akreditasi belum sama sekali mendarah daging di institusi RSD Kol Abundjani ini. bukan dari RT-RW dan Lingkungan.

Chassin mengusulkan metode lain yang menekankan pada 3 area utama. jaminan mutu) pada tahun 1996. Peruntukan anggaran tentu membutuhkan kebijakan paripurna yang proporsional. kalau tigaperempat anggarannya hanya untuk fisik. kapan SDM kesehatannya mau manggung dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian pelayanan kesehatan. Dari beberapa konsep tersebut kemudian dikembangkan sejumlah indikator untuk mengkuantifikasikan mutu pelayanan kesehatan.dan pengawasan yang komprehensif. equity. effectiveness. Disebut overuse apabila pelayanan kesehatan yang dilakukan ternyata memberi dampak risiko yang lebih besar daripada potensi manfaat yang dapat ditimbulkan (misalnya memberikan antibiotika untuk kasus-kasus common cold). dan patient awareness. tetapi telah bergeser menjadi panggilan pemenuhan kebutuhan ekonomi. anggaran efektif jika rasio antara pembiayaan dan penerimaan berkisar 0. efficiency. Salah satunya adalah yang diajukan oleh Donabedian (1980). Salah satunya adalah indikator mutu pelayanan yang disusun oleh ACHS yang merupakan instrumen untuk mengidentifikasi area . Kemajuan pertumbuhan dan pengembangan rumahsakit menjadikan rumahsakit sebagai lembaga profit tetapi tidak meninggalkan unsur sosialnya telah mengubah persepsi sumber daya manusia kesehatan dari non material menjadi sangat material. Under use didefinisikan sebagai kegagalan untuk memberikan pelayanan yang efektif padahal jika dilakukan dapat menghasilkan outcome yang diharapkan (misalnya tidak memberikan imunisasi atau gagal untuk melakukan bedah katarak). bukan lagi panggilan profesi. yaitu under use. dan salah satu definisi yang umum digunakan antara lain menyebutkan bahwa mutu pelayanan kesehatan adalah “tingkat di mana pelayanan kesehatan untuk individu maupun populasi mampu menghasilkan outcome pelayanan sesuai dengan yang diharapkan dan konsisten dengan pengetahuan profesional terkini” (IOM. timeliness. pihak Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sebagai (lagi-lagi) pihak pelaksana. sebenarnya tidak berlaku di institusi pelayanan rumahsakit. Berbagai definisi mutu yang dikaitkan dengan patient safety selanjutnya diajukan. yaitu safety. karena rumahsakit bukan badan profit. Jika ini berlanjut dapat dibayangkan bagaimana pemenuhan hak pokok masyarakat sebagai pasien jika mereka tidak mampu membayar. Kedua bentuk ini saling bersimbiose mutalisme dalam sebuah sistem. berbagai peneliti telah mencoba mengembangkannya untuk menjamin agar pengukuran mutu pelayanan kesehatan lebih spesifik. Sementara itu the IOM (1999) dan National Health Service menggunakan konsep mutu pelayanan kesehatan dalam 6 aspek. dan outcome. Menurut Rusli. Mutu Pelayanan Kesehatan yang mengemuka sebagai panglima program unggulan Depkes dengan nama Quality Assurance (QA.1%. Sedangkan misuse didefinisikan sebagai komplikasi yang sebenarnya dapat dihindari jika pelayanan kesehatan dilakukan secara seksama. dibuat terperangah oleh program tersebut. Sebagai suatu pernyataan akhir dari sebuat proses pelayanan kesehatan. pelayanan kesehatan dapat berbentuk makro dan berbentuk mikro. dan misuse of health care services. tetapi lembaga non profit. over use. karena disini setiap pekerjaan yang dikerjakan dan yang seharusnya dikerjakan bukan lagi berdasarkan panggilan hati nurani. Sebagai sebuah proses. proses. Namun demikian mengingat definisi tersebut dianggap terlalu luas. yaitu berpedoman pada struktur. Dari mutu pelayanan kesehatan. 2001).

lagi-lagi Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit berada di posisi tak berdaya dan lagi-lagi hanyalah sebagai terminal akhir pembuangan dan berposisi layaknya sandal jepit. Sehubungan dengan hal ini. klien tidak menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Mungkin ini jalan keluar. Oleh karenanya. fasilitas dan tenaga medis yang memadai guna menjamin terlaksananya program kesehatan masyarakat. Pada umumnya konsumen sebagai pengguna jasa kesehatan seperti pasien. Artinya. dan belum mengakar atau belum dirasakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. dana yang cukup. Dari keluhan konsumen. Pelayanan yang baik dan memuaskan bisa diwujudkan secara bersama antara pengguna jasa pelayanan dan petugas kesehatan. Inpatient Quality Indicators. 1. bahkan memberatkan konsumen itu sendiri. masyarakat memiliki sistem pengobatan atau pengetahuan mengenai perawatan kesehatan (biomedis). 3. Kondisi budaya ini di satu sisi menjadi kendala dalam pelayanan medis. complain maupun keluhan konsumen semestinya tidak diartikan sebagai serangan.pelayanan kesehatan yang masih memerlukan perbaikan secara fundamental. kritik. Upaya yang sama juga dilakukan oleh The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yang mengembangkan beberapa indikator yaitu Prevention Quality Indicators. tetapi tidak tersedia standar quality of care yang berbasis konsumen. Hidup sehat merupakan kebutuhan utama (primer) setiap orang. tidak seperti teman-temannya di Depkes yang sebagian diantaranya berdasi dan naik mobil dinas mulus-mulus dan baru-baru. ada beberapa kondisi yang tampak dalam pelayanan kesehatan. dan Patient Safety Indicators (PSIs). Tetapi sebagai institusi bawahan Depkes. Memahami Hak dan Kewajiban Konsumen . Mungkin Depkes lupa bahwa para dokter yang ada di Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit adalah seorang sarjana juga seperti halnya para petinggi Depkes. sistem yang berkualitas. tetapi diterima sebagai koreksi terhadap cara berpikir dan cara melayani konsumen. Namun. dan interaksi sosial yang saling menguntungkan. Dengan metode kuantifikasi ini selanjutnya dapat dilakukan analisis statistik untuk menilai area-area pelayanan yang dianggap memiliki defisiensi dalam menghasilkan outcome yang diharapkan. Dalam hal ini. petugas kesehatan dapat mengetahui keinginan konsumen dan kekurangan yang dimilikinya. 2. Lupa mungkin karena tampilan dokter institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit yang tak pernah berdasi dan naik kendaraan dinas apa adanya kala tugas. seorang pasien berhak untuk mempertanyakan pelayanan dokter yang dirasakannya tidak jelas. di sisi lain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara murah dan mudah. yang relatif berakar dari tradisi dan kebudayaan mereka. kondisi ini harus disertai pula dengan perbaikan pada aspek kebijakan dan manajemen. Rosalia Sciortino dalam “Menuju Kesehatan Madani” (1999:78) menyebut adanya “konstruksi rahasia” yang dipertahankan petugas kesehatan. Fasilitas kesehatan (formal) yang tersedia masih relatif baru. Artinya. Sebaliknya. pemerintah dan praktisi kesehatan masyarakat bertanggung jawab untuk berupaya merealisasikan adanya kebijakan yang lebih baik. hak atas pelayanan kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia (HAM). Kecenderungan perilaku para praktisi medis yang tidak mempertimbangkan prosesproses komunikasi atau pertukaran informasi.

karena kecerobohan dalam pelayanannya. Memberitahu petugas kesehatan jika ia menerima perawatan dari dokter yang lain. Kebanyakan konsumen juga petugas kesehatan tidak mengetahui hak-hak dan kewajiban konsumen. 3. Setiap konsumen memiliki hak yang dilindungi undang-undang. dan jika dianggap perlu. Memperoleh rasa aman dari semua proses pelayanan. Sebaliknya. ia menolak suatu metode pengobatan atau tindakan medis tertentu. konsumen berhak: 1. tetapi tidak merasa percaya diri untuk mengemukakannya di tenpat pemeriksaan. Contoh aktual adalah bayi yang dilahirkan cacat (tanpa tangan) di RSUD Bayu Asih Purwakarta (Kompas. Bersedia bekerja sama dan mematuhi perawatan yang diberikan. bagaimana sebaiknya pelayanan yang berkualitas? Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa istilah konsumen dalam pelayanan kesehatan mencakup pengertian mereka yang menerima pelayanan jasa maupun obat-obatan dari petugas kesehatan (paramedis. Mengetahui sejarah atau riwayat pengobatannya. Orang tua bayi itu menuduh pihak RS. biaya. misalnya keterbatasan petugas dan fasilitas tidak memadai. dan jaminan keamanan/keselamatannya. 2. yang secara khusus disebut klien. pendapat dari petugas kesehatan lainnya. Hanya sebagian kecil konsumen menyadari hak-haknya. Sebagai pasien. dokter). Padahal masyarakat tidak pernah belajar di sekolah kesehatan. yang tidak seimbang dengan banyaknya pasien yang berkunjung setiap hari kerja. Namun harus diyakini bahwa ukuran kepuasan tidak bisa . Dari persoalan ini sebenarnya tuntutan akan pelayanan kesehatan yang memuaskan (berkualitas) semakin kompleks. Sebagai pasien. Bahkan petugas kesehatan menyadari bahwa masyarakat tidak mengerti cara hidup sehat. hal-hal dirahasiakan. Memilih tempat pelayanan yang diinginkannya. dan seterusnya. 2. 3. efek samping pengobatan. yakni pelayanan yang menghormati hak-hak konsumen. tidak disiplin. Mendapatkan ganti rugi apabila terjadi malpraktek yang dilakukan petugas kesehatan. yaitu: 1. cara pengobatan. meskipun akhirnya ditempuh jalan damai dengan ganti rugi 25 juta rupiah. prosedur perawatan. petugas kesehatan yang mengerti hak-hak konsumen tidak mau peduli. dan izin persetujuan pasien bila ingin akan dioperasi. Menepati janji dengan petugas kesehatan. Jika menggunakan jasa asuransi. 4. Sedangkan yang dimaksud pelayanan yang berkualitas biasanya mengacu pada pengertian Quality of Care atau standar pelayanan yang berkualitas. Banyak alasan yang seringkali dikemukakan. Kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan dengan tuntutan 1 milyar rupiah. pertanyaan yang sering muncul adalah apa saja hak-hak konsumen dalam pelayanan kesehatan. dalam hal ini bidan. pasien. telah menyebabkan anak mereka cacat seumur hidup. catatan medis petugas kesehatan. 26 Juni 1997). konsumen memiliki kewajiban. bidan. ia berkewajiban mengetahui apa yang dapat atau tidak dapat diatasi oleh perusahaan asuransi.Dalam berbagai kesempatan diskusi dengan kelompok konsumen. 5. Mendapatkan informasi yang dapat dipahaminya mengenai penyakit yang diderita. kelebihan maupun kekurangan pengobatan. 4. membatalkan persetujuan sewaktuwaktu.

1999. dan pinggiran kota. cara penggunaan metode. tanggung jawab sosial. yakni penyediaan pelayanan kesehatan yang terus menerus memperbaiki diri dengan memperhatikan kebutuhan dan tuntutan pasien. 8 No. Bagaimana klien berinteraksi dengan tenaga kesehatan. di tingkat desa sekalipun. Konsep ini biasanya dirujuk pada prinsipprinsip manajemen pengawasan kualitas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan umum. dan kemudian ditambahkan oleh YLKI dan PKBI. hak atas keamanan. Informasi yang diberikan harus berisi pula informasi mengenai tiap metode. 1994). hak mengajukan protes (berpendapat). Pasal 4. hak ganti rugi. yang merumuskan 10 hak-hak klien KB antara lain: hak atas informasi. dan efek sampingnya. Dasarnya adalah “problem solving”. kenyamanan. Dari sisi provider. standar quality of care di Indonesia belum jelas. Bertolak dari “Quality of Care” Konsep quality of care adalah istilah yang digunakan secara luas dalam pelayanan kesehatan. 5. ukuran standar pelayanan cukup jelas. Ukuran standar yang bisa dijadikan pedoman adalah kebutuhan orang banyak yang selama ini sudah dibakukan. yaitu pemantauan masalah dan mencari jalan keluar dengan memperbaiki akar masalah secara berkelanjutan (The Population Council. Setiap metode layanan (KB) tersedia bagi perempuan dan laki-laki yang ingin merencanakan keluarganya. Mempertahankan kondisi aseptic. menjalankan protokol (aturan) dan staf yang kompeten melakukan teknis klinik. Klien dapat didorong meneruskan penggunaan kontrasepsi yang efektif melalui berbagai cara. Hubungan Antarpribadi. yakni mengacu pada pemenuhan hakhak pasien. dan komunitas setempat. Konsumen dan pengelola pelayanan kesehatan bisa bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang berkualitas (quality of care). 3. Ukuran pencapaian pelayanan kesehatan selama ini lebih berorientasi pada pencapaian target sarana pelayanan dan penerima layanannya. apakah cukup simpatik dan cukup waktu untuk bertemu dengan kliennya. Informasi yang berkualitas dapat berdampak pada bagaimana klien menggunakan metode kontrasepsi. Pilihan terhadap Metode Layanan. 4. Konsumen tidak memperoleh manfaat yang optimal dari pelayanan kesehatan. menentukan pilihan. kerahasiaan. atau pun hak-hak konsumen sebagaimana yang diatur dalam UUPK No. Keterampilan Teknis. Aspek pemenuhan kualitas kesehatan. Mekanisme untuk Mendorong Keberlanjutan. 1. organisasi KB dunia. petugas. dokter. misalnya oleh IPPF (International Planned Parenthood Federation). Oleh sebab itu. . proses pencapaian pelayanan yang memuaskan tidak bisa tidak melibatkan orang banyak.bertolak dari kepentingan individu saja karena kepuasan individual tidak ada batasnya. Judith Bruce dari Population Council menempatkan enam elemen dasar yang kemudian dikenal dengan “Bruce Framework” dan menjadi sumber utama bagi penelitian mengenai kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dari sisi tenaga kesehatan. Pada tahun 1990. termasuk kartu untuk mengingatkan dan kunjungan rumah. mendapatkan pelayanan kapan dan di mana saja (akses). dan pembelajaran kesehatan bagi pengguna (konsumen) terabaikan. Dari sisi klien. atau hak-hak klien kesehatan reproduksi. Gejala seperti ini terutama terjadi di tingkat pelayanan kesehatan dasar di pedesaan. 2. Informasi untuk Klien. yang dapat dipandang dari provider (penyedia jasa) dan klien (konsumen).

konsep. Misalnya. Bentuk-bentuk kasus yang dialami konsumen. Penyimpangan dalam area-area penting manajemen pelayanan kesehatan yang menyebabkan kematian tersebut. (2002). Mengingat gerakan konsumen saat ini didukung oleh kebijakan yang relatif jelas dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Untuk itu semua peneliti menyampaikan beberapa saran seperti berikut: Saran untuk Perawat. Pelayanan yang Terpadu. dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. rencana keperawatan dan rencana tindakan yang akan dilakukan. kebijakan. 2) dokumentasikan informasi yang berhubungan dengan pasien dan apa yang akan dilakukan dalam merespon kebutuhan pasien. pelayanan KB terpadu dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Usulan. bahwa memelihara kualitas RM akan membantu dalam memelihara ketrampilan dan kemandirian dalam asuhan keperawatan. ABUNDJANI BANGKO menyarankan yang diantaranya Pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien terdiri dari serangkaian proses-proses dari beberapa sistem. manusia. memerlukan tindakan terstruktur dengan manajemen resiko dan manajemen mutu. Jadi. untuk ini diperlukan: 1) deskripsikan dengan jelas hasil pengkajian. Inisiatif konsumen sendiri dalam mengatasi masalahnya. Penyebarluasan informasi terus-menerus kepada konsumen yang lain. sistem ini berhubungan dengan unsur-unsur manajemen seperti peralatan. Hasil penelitian tentang perbaikan mutu pelayanan kesehatan di instalasi rawat inap RSD KOL. perempuan. Masalah dan akar masalah. bila suatu waktu konsumen dapat mengadili provider pelayanan kesehatan atas dasar pelanggaran terhadap hak-hak konsumen secara perorangan atau pun berkelompok (class-action). 2. Instansi dan orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab. 3. Pendamping atau organizer bersama kelompok konsumen merumuskan: 1. 6. 4. Usaha (aksi-aksi) bersama menggugat petugas kesehatan di tempat pelayanan.6. pelayanan pasca persalinan. 7. cara pandang konsumen terhadap pelayanan yang diinginkan atau pelayanan yang berkualitas (quality of care versi konsumen). dan anggaran. maka organisasi konsumen dapat mengambil peran dengan melakukan advokasi kebijakan dan pembelaan hukum. 5. buruh dan kaum miskin kota. strategi dasar yang penting dilakukan aktifis organisasi konsumen yang melakukan pendampingan konsumen kesehatan adalah dengan memperkuat pengorganisasian dan pendidikan kritis bagi kelompok-kelompok konsumen yang rentan seperti petani. Bukan hal yang mustahil. Klien memerlukan pelayanan yang nyaman dan terpadu. . Seperti yang disarankan oleh The Nursing and Midwifery Council.

Prosedur dan Standar Pelayanan Radiologi c. menghindarkan pasien dari resiko fisik dan finansial akibat tindakan medis. diantaranya survey kepuasan. Prosedur dan Standar Pelayanan Laboratorium b. Saran untuk komite staf fungsional diantaranya adalah: 1) Mematuhi tugas pokok dan fungsinya seperti yang tergambarkan dalam Peraturan Daerah Kab. survey kebutuhan pelayanan dan survey tingkat utilisasi pelayanan kesehatan rumahsakit. Prosedur dan Standar Pelayanan Kamar Operasi d. Prosedur dan Standar Pelayanan Rawat Inap dengan Kegawatan . menyadari berbagai keterbatasan yang dimilikinya.3) jika sudah diketahui dengan baik kondisi pasien lakukan tindakan yang dapat diterima dan dapat dilakukan dengan tahapan yang baik dan benar saat melaksanakan perawatan kepada pasien dan jelaskan bahwa setiap tindakan tidak selalu berbahaya untuk selalu untuk keselamatan dan membatu mereka. mendengarkan dan menghormati pandangan-pandangan pasien. menghormati hak pasien dalam keterlibatan secara aktif pada pengambilam keputusan. bekerjasama dengan para sejawat untuk kebaikan pasien-pasien yang dirawat. Merangin tentang struktur organisasi dan tata kerja RSD KOL ABUNDJANI. 2) Melaksanakan semua tugas sesuai dengan kompetensi dan kode etik profesi. memberikan informasi yang dapat dimengerti pasien. 3) Menjadikan RSD KOL ABUNDJANI bukan sebagai tempat mencari sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga menjadikannya sebagai tempat ibadah dan fungsi sosial. 2) Menyusun berbagai prosedur dan standar pelayanan sesuai dengan hasil tingkat kebutuhan dan hasil dari penelitian ini. dan 4) menuliskan perencanaan perawatan agar dapat diteruskan oleh sejawat dalam perawatan berikutnya dan selalu menuliskan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. memperlakukan setiap pasien dengan sopan dan sewajarnya. diantaranya: a. menghormati privasi dan kehormatan pasien. Prosedur dan Standar Pelayanan Anastesi e. selalu memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan. dan dapat ditambahkan bahwa Saran untuk Dokter penyelenggara utama perawatan dan pengobatan pasien di instalasi rawat inap diantaranya adalah: Bertugas berdasarkan standar General Medical Council seperti: pemberian pelayanan kepada pasien merupakan hal yang utama. Saran untuk manajemen RSD diantaranya adalah: 1) Berusaha mengetahui keinginan pelanggan dengan melakukan survey pasar. jujur dan dapat dipercaya. menghargai dan menjaga informasi tentang pasiennya.

Perlu adanya dukungan sistem pengelolaan RM yang baik dan benar. Seperti diketahui bahwa tata tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumahsakit. Dianjurkan pula langkah-langkah umum sebagai berikut untuk pemecahan masalah mutu dan efisiensi dan efektifitas pelayanan rumah sakit: 1) Memecahkan struktur masalah yang sudah teridentifikasi kedalam komponenkomponennya. untuk menetapkan arah pemecahannya. mustahil tata tertib administrasi rumahsakit akan berhasil seperti apa yang telah distandarisasikan oleh pemerintah maka oleh karena itu diperlukan adanya komitment bersama untuk sepakat menyusun pedoman RM dan melaksanakannya dengan pertanggungjawaban profesi. manajemen. faktor Standart Operating Procedure dan atau instruksi kerja. 5) Membumikan paradigma bahwa dari pasien kita mendapatkan jasa pelayanan yang mendukung kesejahteraan dan kepada pasien seharusnya tumbuh keinginan untuk membebaskan masalah kesehatannya. menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah. 6) Menyusun dan memberlakukan sistem pengawasan dan pemantauan pelayanan kesehatan yang diberikan dengan efektif. atau faktor-faktor lain. faktor pelatihan dan tambahan pengetahuan. 2) Melakukan analisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root cause analysis). 9) Menginvetarisir akar penyebab masalah dari faktor internal yang mempengaruhi kualitas layanan kesehatan dan administrasi RM terutama dalam bidang: faktor pendidikan SDM. 3) Memastikan bahwa prosedur dan standar yang telah disusun diterapkan dan dilaksanakan dengan baik. . alat. Prosedur dan Standar Pelayanan Rekam Medik. sarana. faktor masa kerja dan lama Jabatan. kepemimpinan.f. faktor fasilitas dan peralatan. 3) Menetapkan dan memilih alternatif untuk pemecahan akar masalah. Ia dapat berupa kelemahan pada manusia. faktor pengendalian dan evaluasi. 7) Melaksanakan saran-saran ini dengan dukungan sumber daya manusia kesehatan dan anggaran kesehatan beserta kebijakan-kebijakan kesehatan. information desk. faktor manajemen rawat inap dan faktor staf medis fungsional. budaya organisasi. faktor administrasi dan alur layanan. Akar masalah adalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang terjadi. misalnya dengan membuat brosur-brosur. 4) Menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan guna mensosialisasikan jasa-jasa pelayanan yang mampu diberikan oleh rumahsakit. Hal ini dilakukan dengan audit internal secara rutin dan melakukan management riview guna membahas tindak lanjut yang perlu dilakukan agar pelayanan yang diberikan selalu konsisten sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. terminal komputer yang dapat diakses oleh pelanggan. prosedur. sistem. faktot beban kerja.

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa sarana pelayanan kesehatan dan tenaga profesi kesehatan harus mampu menunjukkan akuntabilitas sosial untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen. Saran untuk pasien. diagnosanya. 4) selalu menyediakan tabungan kesehatan saat sehat dan mampu melaksanakan aktifitas memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia. kemungkinan kesembuhan dan tindakan apa saja yang akan dilakukan dan selalulah memulai komunikasi dengan kata „maaf“. 2) bertanya dengan petugas kesehatan tidak dengan emosi tentang keadaan penyakit. 3) mengikuti semua kebijakan sarana pelayanan dan saran dari petugas kesehatan dengan jujur dan bertanggungjawab. Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah jika manusia sebagai penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan dari rumah sakit. yakni pelayanan yang sesuai dengan standar yang diakui sehingga dapat memenuhi atau bahkan melebihi harapan konsumen. sesuai dengan beberapa kebijakan nasional pembangunan kesehatan di Indonesia diharapkan pemerintah daerah dapat: 1) Menjadi stake holder yang berpihak dan mendukung dalam berbagai aspek manajemen pelayanan kesehatan. 2) Berperan sebagai regulator yang melindungi dan menumbuh kembangkan kemampuan profesionalisme tenaga pemberi pelayanan kesehatan. Saran untuk Pemerintah Daerah. 5) Melakukan tindakan koreksi jika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagi terjadi. Falsafah yang mendasari program kendali mutu antara lain: . Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem dan mekanisme yang efektif guna tercapainya pelayanan prima tersebut. Hal lain adalah Pelaksanaan Program kendali mutu harus berdasarkan falsafah bersama untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh tim pelayanan dari berbagai disiplin ilmu.4) Memantau dan mengevaluasi penerapan upaya pemecahan masalah yang sudah dilaksanakan. diantaranya adalah: 1) sebelum penyakit menjadi lebih parah (persepsi masyarakat) sebaiknya segera memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat. 3) menjadi fasilitator dalam akselerasi peningkatan kemampuan pemberian pelayanan kesehatan sesuai dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan kesehatan daerah. „tolong“. jika ragu dan meragukan mintalah penjelasan lebih lanjut tentang kebijakan dan atau saran tersebut. dan „tolonglah saya“ atau „tolonglah kami“.

Dengan melibatkan semua staf keperawatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan program pengendalian mutu ini. asuhan keperawatan dan kepuasan klien harus dinilai dengan menggunakan standar-standar yang tepat. 5. . Kesehatan adalah hak azazi manusia. seperti: 1. Praktek perawatan tidak akan mungkin meningkatkan kecuali masalah dapat diidentifikasi dan dipecahkan. 4. hubungan yang jelas adalah pelayanan jasa kesehatan. ganti rugi/penggantian. proses dan hasil maka semua aspek-aspekantara lain: Tenaga keperawatan. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. 3. 9. Hak untuk mendapatkan kompensasi. Staf mempunyai pengetahuan yang cukup dan memiliki ide-ide yang kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pekerjaannya Staf dapat memecahkan masalah jika cukup informasi-informasi yang diperlukan . Semua staf memberikan perhatian untuk mencapai tujuan institusi yang dalam hal ini memberikan efek terhadap pelayanan pada klien. Masing -masing disiplin menyepakati untuk mengkaji pelayanan yang diberikan oleh anggotanya. Dari UU Perlindungan Konsumen rumahsakit adalah: salah satu institusi pemberi pelayanan dibidang kesehatan. Hak untuk mendapatkan advokasi. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan. Hak atas kenyamanan. maka tujuan akhir dari program pengendalian mutu yaitu meningkatnya mutu pelayanan keperawatan berdasarkan standar akan dapat dicapai dengan baik. Hak atas informasi yang benar. Dengan melakukan pendekatan konkuren maupun retrospektif terhadap lingkup struktur. 8. 7. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen. jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Program kendali mutu perlu dilaksanakan dan dibuat secara teratur dan terus menerus untuk meningkatkan mutu pelayanan. perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut.• • • • • • Masing-masing disiplin telah mengidentifikasi dan menyetujui falsafah dasar untuk dikembangkan menjadi tujuan masing-masing pelayanan. 6. walaupun demikian baiknya program kendali mutu ini dilakukan secara terpadu tetapi tetap ada kendala kendala yang perlu diperhatikan. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Maka manusia sebagai konsumen rumahsakit berhak sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen. 2. Pekerja pada umumnya merasakan kepuasan kerja dan lebih produktif bila mereka dibantu dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik dengan mengurangi hambatan dalam pekerjaannya.

4. Posisi konsumen yang selalu lemah (lemah informasi dan lemah kondisi sehingga tak berani menyangga seperti kasus Prita). 2. Masyarakat belum memiliki kemauan untuk menuntut hak-haknya. trial and error aneka macam program dari depkes. antara lain: 1. dan dokter yang berpraktik di rumahsakitpun dalam memberikan pelayanan kesehatannya. Padahal bisa jadi kala sekolah dahulu. Belum terkondisikannya “masyarakat konsumen” karena memang sebagian masyarakat ada yang belum mengetahui tentang apa saja hak-haknya dan ke mana hak-haknya dapoat disalurkan jika mendapat kesulitan atau kekurangan dari standar barang atau jasa yang sewajarnya. Semua itu adalah persoalan yang kerap kali muncul di Indonesia. maka program QA adalah sebuah langkah kebimbangan dan ambivalensi. Proses peradilan yang ruwet dan memakan waktu yang berkepanjangan. PDAM. yang mana depkes tidak mau kalah dengan departemen lain untuk ikut mencicipi jajan IMF. delay pesawat. yang di Depkes tidak lebih pandai dari yang di institusi pelayanan kesehatan /rumahsakit. Cara ini terlalu sederhana dan tidak menyelesaikan masalah. sebagai konsumen kita perlu mengetahui faktor-faktor yang melemahkan konsumen. Menyimak produk Depkes tahun 1988. Maka untuk mengurangi kesewang-wenangan para produsen barang dan jasa. dijamin dokter di institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit lebih peka dibanding dokter di Depkes walau sepanjang apapun gelarnya. termasuk panduan pengobatan. Pun demikian pula setelahnya. Artinya mengulang program mapan yang sudah terintegrasi dengan keseharian para petugas Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit dengan mengganti nama QA yang justru lebih . panduan. keluhan yang disampaikan kebanyakan hanya lewat surat pembaca di media massa. lebih-lebih kala berbicara kepekaan terhadap keperluan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Itulah kira-kira gambaran umum. Memang pada kenyataannya konsumen kerap berada dalam posisi yang tidak berimbang dibanding dengan posisi produsen. nama programnya pun dibuat “greng”. demikian pula pelatihan. monitor dan evaluasinya. apa kata dokter/perawat mereka iyakan. banyak sekali keluhan dari konsumen yang merasa dirugikan. mutu barang yang tidak bagus. Jaminan mutu produk tahun 1996 yang lalupun. yang mana dalam Pedoman Kerja Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sudah sangat jelas dan rinci berisi panduan tatalaksana setiap kegiatan di Institusi pelayanankesehatan/rumahsakit yang mengacu kepada UPK. layanan barang/jasa yang buruk. Masih rendahnya tingkat kesadaran konsumen akan hak-haknya. tindak kriminal di kereta api. Yang membedakan hanyalah kekuasaan. maka bim salabim lahirlah Quality Assurance atau Jaminan Mutu. pelayanan rumahsakit dan bahkan pelayanan pajak dan lain sebagainya. Cara lain yang lebih kreatif adalah langsung mengadu ke pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat. Parameterpun disiapkan. mengapa hingga kini institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit ibarat tempat uji coba. Ironisnya. konon hasil pemikiran grusa-grusu karena ada “jajan” berupa pinjaman IMF (maksudnya hutang yang harus dibayar). Misalnya soal layanan listrik PLN. Dan supaya dapat dana segar nan besar. 3. 5. baik terhadap item kegiatan ataupun terhadap program besarnya. Maka inilah realitas ketertindasan konsumen dalam menghadapi pilihan-pilihan barang/ jasa harus mereka konsumsi.Bila menyimak surat pembaca di media cetak.

karena prosesnya sendiri tidak terakreditasi. Gambaran lain adalah tehnologi kedokteran dan obat-obatan yang berkembang pesat disisi lain rumah sakit adalah lembaga pemberi jasa pelayanan kesehatan yang tergantung pada perkembangan tehnologi kedokteran. Cost recovery rate (CRR) rumah sakit menjadi hal yang sangat penting. Hal ini tercermin pada perubahan fungsi klasik rumah sakit yang pada awalnya hanya memberi pelayanan yang bersifat kuratif (penyembuhan) saja terhadap pasien melalui rawat inap dan rawat jalan bergeser ke pelayanan yang lebih komprehensif meliputi promotif. jiwanya masih nol saya rasa. penentuan tarif lebih rasional. Sistem manajemen yang berlaku global mempengaruhi pola berfikir manajer rumah sakit. Siklus demikian mestinya tidak boleh terulang. Obat merupakan barang yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. Hal inilah menjadikan rumah sakit menjadii lembaga yang bersifat padat modal.sempit tapi tidak lebih mendalam. . preventif. Untuk meningkatkan mutu layanan. Besarnya omset untuk obat-obatan mencapai 50-60% dari seluruh anggaran rumah sakit. dengan menekankan pada aspek efisiensi. Hal ini menuntut para manajer untuk lebih memperhatikan secara saksama dinamika lingkungan yang ada yang kemungkinan besar akan merubah system manajemen yang dipergunakan. lebih dari itu ada ukuran non teknis yakni keinginan dan harapan warga. berdasarkan hitungan-hitungan ekonomi. Sayangnya yang ini tidak pernah tersentuh. Rumah sakit dapat meningkatkan pendapatan dengan memperbesar omset penjualan obat. Kebutuhan akan obat ini sering disertai dengan biaya yang besar. RSD Kol Abundjani saat ini sedang dalam proses akreditasi yang pelaksanaannya setengah isi dan setengah kosong. Bedanya hanya di segi dana yang luar biasa besar dan pelatihan berulang yang justru buang-buang waktu. Pelayanan rumah sakit diera sekarang tidak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakat . sebagi contoh operasi dengan menggunakan peralatan mikro merupakan suatu tindakan yang sama canggihnya dengan tehnologi program ruang angkasa dan militer yang tentu saja memerlukan SDM yang berkompetensi untuk mengelolanya. Salah satu tehnologi tinggi adalah obat yang dihasilkan oleh industri farmasi. efektif dan produktifitas serta memperhatikan pemerataan pelayanan. padat karya dan padat tehnologi Ketiga sifat tersebut menuntut pengelolaan keuangan rumah sakit yang lebih professional. kuratif dan rehabilitatif. Akreditasi rumahsakit dicanangkan sejak tahun 2007 dan sampai tahun 2009 ini capaiannya sangat menyedihkan. Tehnologi yang digunakan saat ini sangat canggih. Pengaruh perubahan dinamika lingkungan usaha rumah sakit yang terjadi tidak saja di Indonesia tetapi hampir diberbagai penjuru dunia. Menurut Trisnantoro (2005) saat ini sektor kesehatan berbeda jauh dengan keadaan 50 tahun lalu. hanya 14% yang sudah terakreditasi. disertai peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan serta mampu berkembang (growth) dan survive. tidak cukup dengan kajian monopoli petinggi Depkes. artinya pengguna jasa pelayanan Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit tak lebih hanyalah obyek semata yang tak punya hak suara. Tehnologi kedokteran mempengaruhi biaya pelayanan rumah sakit. dari ratus rsd dan puluh rsp serta ratus rss.

tetapi lebih mengarah pada suatu lembaga yang harus hidup dan bermutu. Hal ini dapat membawa suatu resiko yaitu rumah sakit keagamaan akan menjadi lembaga usaha yang praktis untuk mencari keuntungan atau menghidupi SDM. sementara penggalian dana-dana kemanusiaan sama sekali tidak dikelola secara sistematis. Dari definisi diatas bahwa rumah sakit disamping memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat juga sebagai pusat pendidikan calon tenaga kesehatan. Berdasarkan kenyataan diatas maka rumah sakit mulai berubah menjadi lembaga usaha yang membutuhkan berbagai konsep ekonomi dalam manajemen yang mungkin asing bagi para dokter atau pemilik rumah sakit. Hal yang penting adalah masalah biaya operasional dan pemeliharaan yang tidak semudah biaya investasi untuk memperolehnya. Rumah sakit .Pengertian rumah sakit menurut WHO adalah suatu bagian penyeluruh dari organisasi sosial dan medis berfungsi memberikan pelayanan Kesehatan yang lengkap kepada masyarakat. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa rumah sakit juga harus menjalankan fungsi sosialnya. 2005). berkembang dan mempunyai dasar etika berbagai profesi dan mempunyai etika bisnis. Hal ini membuat banyak rumah sakit swasta bahkan yang dikelola oleh yayasan keagamaanpun berubah menjadi lembaga for profit sebagai jawaban terhadap perubahan lingkungan yang terjadi diluar rumah sakit akibat pengaruh globalisasi. serta untuk penelitian biososial. Subsidi yang mengecil atau bahkan tidak ada sama sekali menyebabkan rumah sakit keagamaan kesulitan mencari sumber dana bagi orang miskin yang sakit. sehingga menaikan tarif akan menjadi pilihan. rumah sakit juga merupakan pusat latihan tenaga kesehatan. Untuk menjalankan fungsi sosialnya ini sebaiknya anggaran untuk pos sosial tersebut tersedia dalam APBD dan diatur dengan kemudahan-kemudahan pengelolaannya tetapi tetap dengan pengawasan yang ketat. Walaupun demikian masih banyak rumah sakit keagamaan masih melihat perubahan yang ada tanpa strategi pengembangan yang jelas (Trisnantoro. dimana pelayanan keluarga menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan. Rumah sakit tidak lagi harus dipandang sebagai suatu lembaga yang harus bersandar pada norma-norma dan etika profesi dokter. Akibatnya banyak rumah sakit swasta keagamaan yang mempunyai fasilitas fisik dan peralatan yang memadai tetapi kesulitan dalam mencari dana operasional. akibat hilangnya subsidi dan semakin mahalnya alat dan tenaga kesehatan yang pada akhirnya menuntut pendapatan yang tinggi. baik kuratif maupun rehabilitatif. Hal yang dikhawatirkan adalah pasien dikelas bawah justru mensubsidi pasien kelas atas. Penelitian Abeng dan Trisnantoro (1997) disebuah rumah sakit swasta menunjukkan bahwa tarif kamar VIP berada dibawah unit cost. Kenyataan menunjukkan bahwa konsep subsidi silang sebenarnya tidak ada ataupun jika ada subsidi silang akan menggerogoti aset dan kemampuan investasi rumah sakit. Kita pelajari Dalam perkembangannya rumah sakit swasta yang dikelola oleh yayasan keagamaan seperti rumah sakit Islam sangat kesulitan dalam memenuhi fungsi sosialnya oleh karena kesulitan dalam hal pendanaan. disamping itu belum ada standar sumber pendanaan termasuk pembagian sumber pendapatan (keuntungan) apakah untuk pemilik atau untuk pengembangan. Penerapan subsidi silang dari kelas atas (VIP) ke kelas bawah (III) tidak rasional. Dengan demikian rumah sakit bukanlah lembaga yang hanya menggunakan prinsip kedokteran dan kesehatan.

html .com/hal-mutu-pelayanan-rumah-sakit. http://artikelindonesia. Implementasinya adalah penerapan ekonomi dalam pelayanan kesehatan harus dilakukan diantaranya dengan melakukan analisis biaya di rumah sakit.merupakan lembaga multiprofesional yang menghasilkan berbagai produk pelayanan kesehatan yang bermutu dengan tetap memperhatikan aspek sosialnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful