P. 1
Pengertian Pelaksanaan Adm.rs 2

Pengertian Pelaksanaan Adm.rs 2

|Views: 2,669|Likes:
Dipublikasikan oleh Rhoyhe

More info:

Published by: Rhoyhe on Oct 19, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

TANTANGAN SISTEM PENGELOLAAN MANAGEMENT ADMINISTRASI

Dalam aktivitas pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari, baik secara sadar atau pun tidak, kita selalu disuguhkan dengan dua istilah yang sangat populer ini, yaitu administrasi dan manajemen. Sebagai contoh kecil, dimana ketika kita melakukan pengurusan dokumendokumen (paper work) di instansi, lembaga, atau kantor yang biasanya pada kantor pemerintah, kita akan selalu dimintai kompensasi atas pembuatan paperwork tersebut dengan istilah ‘biaya administrasi”, atau misalnya ketika kita akan berobat ke Rumah Sakit, maka kita akan diminta untuk mengurus administrasi terlebih dulu—yang maksudnya untuk registrasi pasien dan pembayaran biaya berobat. Kemudian ketika ada pekerja pada suatu pabrik yang meminta THR akan diminta menunggu keputusan dari manajemen dan lain sebagainya. Administrasi berasal dari kata latin “ad” dan “ministrare” yang berarti membantu, melayani atau memenuhi. Dalam bahasa Inggris adalah “Administration”—yang sampai sekarang tetap dipergunakan dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Administrasi. Namun, karena selama lebih kurang 350 tahun Indonesia dijajah Belanda, maka sedikit banyak istilah yang digunakan Belanda terinfiltrasi kedalam Bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, pengertian tersebut pada hakekatnya adalah pengertian dari Tatausaha. Menurut sudut pandang penulis, bahwa Tatausaha itu merupakan suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi dan dilakukan pencatatan secara sistematis dalam suatu organisasi untuk menghasilkan kumpulan keterangan yang dibutuhkan. Jadi sekarang dapat dipahami, bahwa kegiatan tatausaha masih termasuk dalam unsur Administrasi dalam arti luasdan bukan merupakan faktor dari administrasi. Dengan demikian, apabila kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan tatausaha, seyogyanya kita tidak menggunakan istilah administrasi agar tidak menimbulkan bias antara kedua istilah ini. Administrasi dengan Manajemen (Administration to Management)Seperti dikemukakan pada poin sebelumnya, bahwa istilah administrasi yang digunakan sampai sekarang adalah dalam bahasa Inggris, yaitu “administration”. Cakupan dari kegiatan
administrasi sangatlah luas, yaitu keseluruhan proses mulai dari menentukan bentuk dan tujuan organisasi, cara mencapai tujuan, siapa saja yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pencapaian tujuan ini, pengendalian proses pelaksanaan, sampai bagaimana mendayagunakan instrumen atau sumber yang terbatas. Pada dasarnya, cakupan dari kegiatan penataan usaha ini adalah bagian dari disiplin ilmu lain, oleh karenanya kegiatan ilmu administrasi hanya dibatasi pada aktivitas-aktivitas

penyelenggaraan atau pelaksanaan saja—yang direpresentatifkan dengan penataan usaha. Dengan demikian pula, dapat disimpulkan bahwa kegiatan administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang dilakukan oleh para administrator (pimpinan) dan dalam arti luasnya adalah keseluruhan kegiatan dalam organisasi.

.

. Administrasi dan manajemen adalah suatu ilmu yang saling berhubungan dan tidak

terpisahkan.karena di dalam administrasi terdapat manajemen yang berfungsi sebagai motor penggerak jalannya administrasi Negara.Banyak hal yang membedakan administrasi dengan manajemenai, strata yang berada di atas manajemen, eselon, strategi, qualitative, orang, reflektif,dan generalism.Dalam manajemen meliputi bidang keilmuan eksekusi,fakta, kedudukannya di bawah dari administrasi. Pembinaan Hubungan internal dan eksternal dalam Organisasi, Hubungan yang perlu di bina dalam organisasi bukan hanya menyangkut interaksi antara pimpinan dan anggotanya saja tetapi meliputi hubungan antara orang orang di dalam organisasi dan juga antara organisasi dengan pihak luar. Dalam administrasi hal internal tersebut di kenal dengan istilah human relation. Sedangkan hubungan yang bersifat eksternal di sebut pulic relation.

Telah diketahui bahwa administrasi berfungsi untuk menentukan tujuan organisasi dan merumuskan kebijakan umum, sedangkan manajemen berfungsi untuk melaksanakan kegiatan yang perlu di lakukan untuk dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas batas kebijakan umum yang telah di rumuskan.kadi kegiatan yang bersifat operasional dari manajemen dan administrasi dilakukan oleh kelompok pelaksana.Yang perlu kita ketahui secara jelas yaitu bahwa pada tingkat administrasi fungsi itu bersifat menyeluruh dan berlaku bagi seluruh organisasi. Pada tingkat manajemen fungsi itu bersifat sektoral. Pengorganisasian Beberapa tahap yang dapat dilakukan pada pengelolaan management administrasi : 1.Penggerakan(Motivating) Terdefinisikan sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan iklas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis. Fungsi penggerak merupakan fungsi terpenting karena fungsi ini mampu menjadikan manusia sebagai objek langsungnya.Motivating secara implisit berarti bahwa pimpinan organisasi berada di tengah tengah para bawahannya dan

dengan

demikian

dapat

memberikan

bimbingan,itruksi,nasihat,

dan

koreksi

jika

diperlukan.Secara eksplisit dalam pengertian ini jelas terlihat bahwa para pelaksana operatif dalam memberikan jasa jasanya memerlukan beberapa macam hal pendorong. 2.Pengawasan(Controlling) Proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi agar semua pekerjaan yang sedang di lakukan berjalan sesuai rencana yang telah di tentukan sebelumnya.Dari definisi di atas dapat di simpulkan bahwa pengawasan sangat berhubungan dengan perencanaan sehingga Harold kontz dan Cyrill O’Donnel mengatakan bahwa perencanaan dan pengawasan merupakan kedua belahan mata uang yang sama.Jelas bahwa tanpa adanya rencana pengawasan tidak mungkin dapat berjalan lancar karena tidak ada pedoman untuk melakukan pengawasan itu.Dan tanpa adanya pengawasan mungkin rencana yang memang sudah tertata dan terlaksana akan mengalami penyimpangan penyimpangan tanpa ada alat untuk mencegahnya. 3.Penilaian(evaluating) Tahap ini ada lah fungsi organik administrasi dan manajemen yang terakhir.Yaitu proses pengukuran dan pembandingan hasil hasil pekerjaan yang nyatanya di capai dengan hasil yang seharusnya di capai.Ada beberapa hal yang penting di perhatikan dalam definisi tersebut,yaitu penilaian sebagai pelaksana fungsi turut menentukan mati hidupnya suatu organisasi,Kegiatan yang terus menerus di lakukan oleh administrasi dan manajemen,penilaian merupakan kesenjangan antara hasil pelaksana yang sesungguhnya di capai dengan hasil yang seharusnya di capai.

DAFTAR PUSTAKA

http://koranrakyat.net/2008/09/01/firasat-administrasi/ Siagian, Sondang P.. 1993. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara : Jakarta.

MAKALAH MANAJEMEN TANTANGAN SISTEM PENGELOLAAN MANAJEMEN ADMINISTRASI

DI SUSUN OLEH: LUSIANA (0616039)

DOSEN PEMBIMBING: IBU RIKA DIANA

FAKULTAS SYARI’AH JURUSAN JINAYAH SIYASAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI RADEN FATAH PALEMBANG 2008

psychiatric hospitals. the hospice became a place for vagrants. Sebelum penemuan teori kuman. pendidikan kesehatan. Kemudian. Benjamin Franklin founded the first hospital in the United States. dan penyaringan untuk kanker dan penyakit lainnya. invalids. These included acute care general hospitals. Most people generally preferred to be treated for acute illness at home.015 jangka pendek. Jangka pendek. acute care general facilities. obstetrics. yang disewa pada tahun 1757. Later. and screening for cancers and other diseases. in the thirteenth century. dan rumah sakit khusus seperti rumah sakit anak-anak. Sebagai hasil dari peran mereka meningkat dalam perawatan kesehatan. Short-term. seperti TBC atau lepra.015 short-term. state. Masyarakat tidak-untuk rumah sakit- . and the infirm. Nineteenth. rumah sakit menjadi sumber masyarakat penting. federal. Benjamin Franklin mendirikan rumah sakit pertama di Amerika Serikat. health education. rumah itu sebenarnya lingkungan yang sehat dari rumah sakit. the Pennsylvania Hospital. rumah sakit menjadi tempat untuk gelandangan. Rumah sakit selama periode ini diberikan perlindungan dan rumah bagi kaum miskin. dan lemah itu. penyalahgunaan zat. negara bagian. hospitals became more technical places of diagnosis and treatment for those who could afford to be hospitalized and pay for the new scientific technologies. Later. rumah sakit jiwa. pengobatan. and chronic disease hospitals. kebidanan. Kemudian. Hospitals during this period provided refuge and homes for the poor. General hospitals often provide additional services including prevention. and local hospitals. rehabilitasi. sebagai praktek medis ilmiah dikembangkan. As a result of their increasing role in health care. cacat. rehabilitation hospitals. pada abad ketiga belas. The community not-for-profit hospital continued the role of providing charity care for the poor. Kebanyakan orang umumnya lebih disukai untuk dirawat untuk penyakit akut di rumah. and infirm who had no other place to live.and early-twentiethcentury hospitals in the United States were primarily for the treatment of communicable disease. dan lemah yang tidak memiliki tempat lain untuk hidup. Kesembilan belas dan rumah sakit awal abad kedua puluh di Amerika Serikat terutama untuk pengobatan penyakit menular. Modern hospitals derive historically from the monastic "hospes" of tenth-century medieval England at which travelers stopped to rest. dan rumah sakit lokal. Ada 5. Before the discovery of germ theory. rumah sakit umum didefinisikan sebagai orang-orang yang tinggal pasien adalah tiga puluh hari atau lebih pendek dan yang memberikan perawatan medis dan bedah umum. treatment. rumah sakit rehabilitasi. rumah sakit umum sering menyediakan layanan tambahan termasuk pencegahan. the home was actually a healthier environment than the hospital.Edisi 1998 dari Rumah Sakit Statistik diterbitkan oleh American Hospital Association melaporkan bahwa ada 6. federal.021 rumah sakit di Amerika Serikat. rumah sakit modern berasal historis dari "hospes" monastik Inggris abad pertengahan abad kesepuluh dimana pelancong berhenti untuk beristirahat. There were 5. for which people were quarantined. sakit. Ini termasuk rumah sakit akut umum peduli. rehabilitation. dan rumah sakit penyakit kronis. and specialty hospitals such as children's hospitals. rumah sakit menjadi tempat yang lebih teknis diagnosis dan pengobatan bagi mereka yang mampu dirawat di rumah sakit dan membayar untuk teknologi ilmiah baru. yang orang dikarantina. substance abuse. ill. akut perawatan fasilitas umum. Rumah Sakit Pennsylvania. which was chartered in 1757. as scientific medical practice developed. general hospitals are defined as those for which a patient stay is thirty days or shorter and which provide general medical and surgical care. hospitals became important community resources. such as tuberculosis or leprosy.

Undang-undang ini sangat penting untuk mencari rumah sakit di daerah pedesaan yang sebelumnya tidak terlayani. dan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dan layanan. which provide care for a wide range of acute episodes of illness. Rumah sakit merupakan organisasi yang terdiri dari komite segi banyak. This legislation was critical to locating hospitals in previously underserved rural areas. Selain itu. Swasta tidakuntuk rumah sakit-laba biasanya dimiliki oleh perusahaan. Organization and Function of Hospitals Organisasi dan Fungsi Rumah Sakit Hospital administration encompasses organizing and supporting the patient's total medical care during an episode of illness in the hospital. Regardless of ownership. administrasi Rumah Sakit meliputi pengorganisasian dan mendukung perawatan total medis pasien selama episode penyakit di rumah sakit. . and the uninsured. Untuk-laba atau rumah sakit yang dimiliki investor adalah mereka dimana para pemegang saham menerima dividen atau distribusi keuangan berdasarkan keuntungan yang dilakukan oleh rumah sakit atau korporasi rumah sakit. For-profit or investor-owned hospitals are those in which the shareholders receive dividends or financial distributions based on the profits made by the hospital or the hospital's corporation. federal. imigran miskin. the mentally ill. including the poor. Masyarakat telah lama memandang rumah sakit sebagai organisasi pelayanan sosial. this includes educational or academic hospitals where medical education is taught. state. ini termasuk rumah sakit pendidikan atau akademik di mana pendidikan kedokteran diajarkan. A hospital is a multifaceted organization comprising many committees. This includes the military. atau tingkat lokal umumnya perawatan untuk kelompok tertentu individu atau penyakit. rumah sakit Pemerintah di negara bagian. termasuk. Private not-for-profit hospitals are usually owned by corporations. yang didirikan oleh organisasiorganisasi swasta. departments. and services. dan tidak diasuransikan. antara lain. or the uninsured. Public hospitals serve an important public health function in caring for vulnerable and underserved populations. jenis personil. or local level generally care for specified groups of individuals or diseases. In addition. After World War II. efficient systems and controls.keuntungan melanjutkan peran dalam memberikan perawatan amal bagi masyarakat miskin. which are founded by private organizations. departemen. rumah sakit sebagian besar masyarakat rumah sakit. and is responsible for integrating the various functions and services. It requires highly trained employees. most hospitals are community hospitals. atau yang tidak diasuransikan. Terlepas dari kepemilikan. Ini termasuk militer. types of personnel. Acute episodes are serious short-term illnesses for which patients require immediate care and are then returned to their homes or community. among others. immigrants. episode akut adalah penyakit jangka pendek yang serius bagi pasien yang memerlukan perawatan segera dan kemudian kembali ke rumah mereka atau komunitas. mental sakit. Survei Rumah Sakit dan Konstruksi Act of 1946 (Hill-Burton Act) menyediakan dana bagi masyarakat di seluruh negeri untuk membangun tidak-untuk rumah sakit komunitas-laba dan untuk memodernisasi yang lama. rumah sakit umum melayani fungsi kesehatan masyarakat yang penting dalam merawat penduduk yang rentan dan terlayani. Society has long viewed the hospital as a social service organization. dan jasa. Setelah Perang Dunia II. the Hospital Survey and Construction Act of 1946 (Hill-Burton Act) provided funding for communities across the country to build not-for-profit community hospitals and to modernize old ones. Types of Hospital Ownership Jenis Pemilikan Rumah Sakit Government hospitals at the federal. yang menyediakan perawatan untuk berbagai episode akut penyakit.

The medical staff is a formally organized self-governing unit within the hospital. Mereka menjamin kualitas perawatan medis melalui pemilihan dokter yang berkualitas dan dengan mendelegasikan tanggung jawab jaminan kualitas kepada staf medis. Trustees select the administrative leader of the hospital and delegate the hospital's daily operations and budgeting to the appointed executive. adequate equipment and facilities. atau papan yang mengatur. people-oriented institution and it has a similar structure and hierarchy of authority as any large business. The physician's responsibility is to diagnose the patient's condition accurately and to prescribe the best and most cost-effective treatment plan. sistem yang efisien dan kontrol. whose major purpose is to ensure the highest quality of medical care to the patients. and. perlengkapan yang diperlukan. The trustees are responsible for establishing the hospital's mission and establishing its bylaws and strategic policies. terutama terdiri dari dokter. Eksekutif Administrasi). dan. It is a business as well as a caring." or governing board. CEO harus mengkoordinasikan upaya kolektif personil rumah sakit. of course. CEO ini juga merupakan rumah sakit untuk lingkungan eksternal dan masyarakat. tetapi juga dapat mencakup lainnya doktor profesional tingkat pelayanan kesehatan seperti dokter gigi atau psikolog. The Medical Staff. The CEO also represents the hospital to the external environment and the community. The chief executive officer (CEO) reports to the governing board and provides leadership in implementing the strategic goals and decisions set by the Board. yang utama tujuannya adalah . Para wali bertanggung jawab untuk membuat misi rumah sakit dan mendirikan peraturan dan kebijakan strategis. operates the hospital in trust for the community and has a fiduciary duty to protect the assets of the hospital through efficient operation. Hal ini membutuhkan karyawan yang sangat terlatih. dokter dan pasien. lembaga yang berorientasi pada orang dan memiliki struktur yang mirip dan hirarki otoritas sebagai setiap bisnis besar. Executive Administration. The physician is the leader of the clinical team and the major agent working on behalf of the patient. but may also include other doctoral level health care professionals such as dentists or psychologists. The "board of trustees. In these tasks. Tanggung jawab dokter adalah untuk mendiagnosa kondisi pasien secara akurat dan untuk meresepkan rencana perawatan yang terbaik dan paling efektif-biaya. Staf Medis. mengoperasikan rumah sakit di kepercayaan bagi masyarakat dan memiliki kewajiban fidusia untuk melindungi aset rumah sakit melalui operasi yang efisien.necessary supplies. Pembina pilih pemimpin administrasi rumah sakit dan delegasi operasi harian rumah sakit dan penganggaran untuk eksekutif ditunjuk. primarily comprised of physicians. CEO delegasi perawatan klinis dan tugas-tugas administratif untuk individu yang sangat terlatih dan tim. tentu saja. Board of Trustees. Staf medis adalah unit pemerintahan sendiri secara resmi terorganisir dalam rumah sakit. peralatan dan fasilitas yang memadai. Jawab terhadap mutu pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui staf medis. Dokter adalah pemimpin tim klinis dan agen utama yang bekerja atas nama pasien. They ensure the quality of medical care through the selection of qualified physicians and by delegating quality assurance responsibilities to the medical staff. Eksekutif Petugas (CEO laporan kepada dewan yang mengatur dan menyediakan kepemimpinan dalam melaksanakan sasaran-sasaran strategis dan keputusan yang ditetapkan oleh Dewan. The" dewan wali amanat. the CEO must coordinate the collective effort of the hospital's personnel. Ini adalah bisnis serta peduli. Dewan Pembina ". The CEO delegates the clinical care and administrative duties to highly trained individuals and teams. physicians and patients. Dalam tugas ini. Responsibility for the quality of medical care is exercised through the medical staff.

Medical technologists perform most of the work of the laboratory under the supervision of a pathologist. yang melakukan fungsi perawatan rutin. and support of the patient. clinical cytology. termasuk otopsi. dan patologi klinis. "Peer review" memonitor seberapa baik kinerja sebuah dokter. Penting peran perawat hari ini juga termasuk orang-orang advokat pasien dan pendidik kesehatan. A number of departments perform support functions that help with diagnosis and treatment. and clinical pathology. dan dukungan pasien.untuk memastikan kualitas tertinggi perawatan medis kepada pasien. Nursing Services. Seorang supervisor keperawatan mungkin memiliki tanggung jawab manajemen secara keseluruhan beberapa unit. Sekutu Pelayanan Kesehatan. who perform routine nursing functions. is the largest component of the hospital. Seorang manajer perawat memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk perawatan pasien pada unit tertentu. "Pengangkatan kembali" mengetengahkan apakah dokter tertentu harus diijinkan untuk terus berlatih di rumah sakit. Layanan Keperawatan. Hal ini dilakukan melalui empat fungsi: "credentialing" menentukan dan menilai kualifikasi dokter berusaha untuk berlatih di rumah sakit. Members of the nursing staff represent a wide range of training and experience. also called patient care services. Sejumlah departemen melakukan fungsi dukungan yang membantu dengan diagnosis dan pengobatan. and for coordinating the services of departments such as social work and discharge planning. Perawat ini dibantu oleh perawat praktis berlisensi (LPNs) dan bersertifikat perawat pembantu (CNAs). "Reappointment" ascertains whether a specific physician should be permitted to continue practicing at the hospital. termasuk pengawasan perawat dan staf administrasi lainnya. dan untuk mengkoordinasikan pelayanan departemen seperti kerja sosial dan perencanaan pulang. Perawatan menyediakan jasa pemeliharaan kesehatan round-the-clock. Seorang perawat spesialis-klinis memiliki keahlian khusus atau kompetensi dalam bidang tertentu keperawatan. including supervising other nursing and clerical staff. "Peer review" monitors how well a physician is performing. Laboratorium klinis adalah pusat diagnostik yang melakukan berbagai fungsi. Nursing services. sitologi klinis. Keperawatan jasa karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana pengobatan yang dikembangkan oleh dokter. Allied Health Services. merupakan komponen terbesar dari rumah sakit. A nursing supervisor may have overall management responsibility for several units. A nurse manager has overall responsibility for the care of patients on a particular unit. yang adalah seorang dokter. . Layanan Perawatan. Important roles of nurses today also include those of patient advocate and health educator. These nurses are helped by licensed practical nurses (LPNs) and certified nurses aides (CNAs). A clinical nurse-specialist has specific expertise or competence in a particular field of nursing. teknologi medis melakukan sebagian dari pekerjaan laboratorium di bawah pengawasan seorang patolog. Nursing services provide round-the-clock health maintenance. "Privileging" determines the specific types of care that individual physicians will be allowed to practice at the hospital. treatment. It is also the largest health care occupation in the United States. "Privileging" menentukan jenis-jenis perawatan yang dokter individu akan diizinkan untuk praktek di rumah sakit. pengobatan. who is a physician. Itu juga merupakan perawatan kesehatan terbesar pendudukan di Amerika Serikat. including autopsy. juga disebut pelayanan perawatan pasien. Nursing services employees are responsible for carrying out the treatment plan developed by the physician. This is done through four functions: "Credentialing" determines and assesses the qualifications of physicians seeking to practice at the hospital. The clinical laboratory is a diagnostic center that performs a variety of functions. Anggota staf keperawatan mewakili berbagai pelatihan dan pengalaman.

Departemen radiologi menyediakan radiografi untuk membantu dengan diagnosis dan melakukan terapi radiasi untuk pengobatan beberapa gangguan medis. and the community. Administrasi Layanan Dukungan. Terapi fisik dan okupasi adalah spesialisasi utama dalam layanan ini. Social services helps coordinate needed communitybased services. apoteker bekerja secara langsung dengan staf medis dalam membangun formularium. mental. farmasi klinis terdiri dari berkomunikasi dengan pasien. establishes procedures for accounting functions. Social services integrates the patient. The pharmacist works directly with the medical staff in establishing a formulary. and social functioning of the patient following an episode of illness. Pelayanan sosial mengintegrasikan pasien. dan masyarakat. Administrative Support Services. layanan Rehabilitasi memberikan bantuan dalam meningkatkan fungsi optimal fisik. the medical team. Layanan bisnis mengelola fungsi rumah sakit mengakui dan debit. Klinik Layanan Dukungan. dan sosial pasien menyusul episode penyakit. dan kadang-kadang perencanaan pulang. and approves the payments of salaries and other expenditures. The finance department advises the CEO on financial policy and long-range planning. tim medis. beban catatan ke rekening pasien. Physical and occupational therapy are the primary specialties in this service. Nonmedis layanan administrasi yang diperlukan untuk rumah sakit bisnis dan manajemen pabrik fisik. dan menangani piutang usaha dengan pembayar pihak ketiga seperti perusahaan asuransi. jasa sosial membantu mengkoordinasikan layanan berbasis masyarakat diperlukan. CEO memimpin layanan administrasi dan secara langsung bertanggung jawab atas operasi sehari-hari fasilitas tersebut. Clinical Support Services. Business services manages the hospital's admitting and discharge functions. Rumah Sakit ahli diet memainkan peran penting dalam menyediakan terapi pasien dengan makanan yang sesuai dan gizi. and handles accounts receivables with third-party payers such as insurance companies. Rehabilitation services provides assistance in enhancing the optimal physical. The hospital pharmacy purchases and dispenses all the medications used to treat patients in the hospital. Tujuan utama adalah untuk memastikan bahwa semua hambatan lingkungan dan emosional untuk pemulihan pasien telah diantisipasi. Pembelian farmasi rumah sakit dan membagi-bagikan semua obat yang digunakan untuk mengobati pasien di rumah sakit. and sometimes discharge planning. konseling pasien dan anggota lain dari tim perawatan kesehatan. counseling patients and other members of the health care team. The primary objective is to ensure that all environmental and emotional barriers to the patient's recovery are mitigated. Clinical pharmacy consists of communicating with patients. The CEO leads these administrative services and is directly responsible for the day-to-day operations of the facility. the listing of drugs chosen to be included in the pharmacy. Departemen Keuangan menyarankan CEO pada kebijakan keuangan dan . Nonmedical administrative services are necessary to the hospital's business and physical plant management. records charges to a patient's account. konsisten dengan rencana pengobatan yang diresepkan oleh dokter. receives and deposits all monies received by the hospital.The radiology department provides radiographs to aid with diagnosis and performs radiation therapy for the treatment of some medical disorders. mental. consistent with the treatment plan prescribed by the physician. Hospital dieticians play an important therapeutic role in providing the patient with the appropriate food and nutrition. maka daftar obat yang dipilih untuk dimasukkan dalam apotek. and consulting with regard to detailed drug information. dan konsultasi berkenaan dengan informasi obat rinci.

Information services and medical record maintenance are core functions of hospital management. menetapkan prosedur untuk fungsi-fungsi akuntansi. . public relations. penyakit. tracking and recording costs to enable appropriate reimbursement for services from insurance companies. and security. praktek akuntansi rinci dan suara sangat penting untuk menjaga statistik organisasi penting bagi administrasi-pengambilan keputusan. as well as providing training to new employees and opportunities for growth and selfactualization for all employees. Admitting services is often where the patient first has contact with the hospital. develops job descriptions. Departemen sumber daya manusia berinteraksi dengan seluruh departemen di rumah sakit untuk memastikan kualitas dan motivasi karyawan yang bekerja di rumah sakit. Layanan Informasi dan pemeliharaan rekam medis adalah fungsi inti manajemen rumah sakit. Medical records have recently been designated a source of revenue as they have a direct bearing on reimbursement from insurance companies. and operation. mengembangkan deskripsi pekerjaan. Akuntansi merupakan pusat bisnis keuangan rumah sakit. serta memberikan pelatihan kepada karyawan baru dan peluang untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri bagi seluruh karyawan. preparing and dispensing the payroll. penggalangan dana. housekeeping. Rekam medis baru-baru ini ditetapkan sebagai sumber pendapatan karena mereka memiliki kaitan langsung pada penggantian dari perusahaan asuransi. The human resources department interacts with all departments in the hospital to ensure the quality and motivation of personnel working at the hospital. pelacakan dan merekam biaya untuk mengaktifkan penggantian sesuai untuk jasa dari perusahaan asuransi. The accounting department is responsible for maintaining the general ledger and summarizing all the financial transactions performed by the hospital. public relations. tanaman dan pengelolaan bahan. rumah tangga. Mengakui jasa sering di mana pasien pertama memiliki kontak dengan rumah sakit. and establishes competitive compensation for specific positions. disease. dan menyetujui pembayaran gaji dan pengeluaran lainnya. Detailed and sound accounting practices are fundamental to maintaining important organizational statistics for administrative decision-making. Lain fungsi administrasi dan bisnis yang penting mungkin termasuk pemasaran dan perencanaan. dan operasi. Sumber daya manusia melakukan job analysis. menerima dan deposito semua uang yang diterima oleh rumah sakit. Sensitivitas dan efisiensi dari departemen ini dapat sangat mempengaruhi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. menyiapkan dan mengeluarkan daftar gaji. and preparing the capital and operating budgets. dan penyusunan anggaran modal dan operasional.perencanaan jangka panjang. plant and materials management. dan keamanan. dan menetapkan kompensasi yang kompetitif untuk posisi tertentu. Rekam medis diselenggarakan pada semua pasien yang masuk dan mereka diindeks menurut dokter. Medical records are maintained on all admitted patients and they are indexed according to physician. The sensitivity and efficiency of this department can greatly influence the patient's perception of the quality of care received. Accounting is central to the hospital's financial business. Departemen akuntansi bertanggung jawab untuk menjaga buku besar dan meringkas semua transaksi keuangan yang dilakukan oleh rumah sakit. fund-raising. Human resources performs job analyses. Other important administrative and business functions may include marketing and planning.

Jenis Administrator 3. atau satu administrator dan satu administrator asisten. Seorang administrator umum bertanggung jawab terhadap semua departemen dan praktek bisnis.answers. administrasi terdiri dari medis dan kesehatan manajer jasa (kadang-kadang disebut eksekutif perawatan kesehatan dan perawatan administrator kesehatan) dan asisten administrator. Klinis dan manajer informasi kesehatan bekerja dalam departemen mereka sendiri. Umum vs khusus 4.co. dan manajer yang bertanggung jawab atas masalah bisnis rumah sakit. Mereka mungkin juga bertanggung jawab untuk hubungan masyarakat rumah sakit dan program penggalangan dana.http://translate.com/topic/hospital-administration administrasi Rumah Sakit adalah manajemen rumah sakit sebagai bisnis . maka dapat melakukan evaluasi dengan karyawan dan rapat staf langsung. yang menjaga dan merawat pasien catatan. mengelola personil dan menulis laporan untuk diberikan kepada administrator keseluruhan. manajer klinis dan manajer informasi kesehatan memiliki tugas yang lebih spesifik dari seorang administrator tidak umum. Mereka mengkoordinasikan kegiatan dan membuat kebijakan untuk rumah sakit. Administrasi Ukuran 2. Administrator adalah penghubung antara papan rumah sakit. Praktek kelompok besar mungkin memiliki beberapa administrator dan asisten. administrator lain dan staf medis. Ada beberapa jenis layanan manajer kesehatan: manajer klinis. Menjadi Administrator . dan memiliki tugas seperti melaksanakan kebijakan. Administrator mengembangkan program untuk rumah sakit pengajaran dan penelitian. administrasi besar memiliki beberapa administrator dan administrator asisten melakukan tugas-tugas sehari-hari seperti mengelola kegiatan departemen rumah sakit sementara satu administrator bertanggung jawab secara keseluruhan. Beberapa administrator sistem mengelola fasilitas perawatan kesehatan.google. Dalam administrasi kecil di sana hanya dapat satu administrator merawat semua departemen.id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://www. informasi kesehatan manajer. Mereka harus menyadari kemajuan baru dalam pengobatan. yang mengelola departemen tertentu dan biasanya memiliki pengalaman di daerah tersebut. Tugas 1. Administrasi berbagai ukuran dan tugas administrator tergantung pada ukuran administrasi. Beberapa administrator bertanggung jawab atas pengangkatan dan pelatihan dokter dan staf lainnya.

Derajat dalam administrasi pelayanan kesehatan.id&usg=ALkJrhiiWtq2RtArxL8JCoU2pBLY n7xq7w#ixzz12mjPdCeN . administrasi perawatan jangka panjang. Jika Anda tidak ingin mendapatkan gelar master.com/about_5130430_hospitaladministration_. Untuk menjadi seorang manajer pelayanan medis. Anda harus memiliki gelar master.googleusercontent. Program Pascasarjana biasanya dua sampai tiga tahun panjang.5. Ini harus mencakup program gelar magang di pusat perawatan kesehatan.com/translate_c?hl=id&langpair=en %7Cid&u=http://www.com http://translate. kesehatan masyarakat.google.html&rurl=translate.ehow. kantor dokter 'biasanya menyewa orang-orang dengan pengalaman kerja. administrasi publik atau administrasi bisnis yang paling membantu.co. ilmu kesehatan. Read more: Apakah Administrasi Rumah Sakit? | EHow.

swasta 2. yaitu : 1. antara lain. RS pendidikan dikelompokkan menjadi 2 golongan: (1) pusat ilmu kesehatan pada universitas besar yang mengadakan penelitian ilmu kesehatan dasar. Rumah sakit tipe A. ciri-ciri : Pelayanan rujukan dari Puskesmas 5. sosial ekonomi. Rumah sakit tipe B. Rumah Sakit tipe C. provinsi dan kabupaten Sedangkan menurut kemampuan yang dimiliki rumah sakit di Indonesia dapat digolongkan dalam beberapa kategori. Menurut lokasi (pemerintah) : pusat. ciri-ciri : Spesialis terbatas. Menurut pemilik : pemerintah. dan (2) RS pendidikan yang mengadakan tiga atau lebih program kedokteran spesialis (Trisnantoro. faktor kebutuhan masyarakat terhadap mutu pelayanan dan peraturan. epidemiologi. RS Jantung. yaitu : RS pendidikan dan non pendidikan. berbagai faktor mempengaruhi perkembangan RS. Rumah sakit tipe D. demografi. teknologi. diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. ciri-ciri : Specialis dan sub specialis lebih luas.Konsep Rumah Sakit Menurut American Hospital Assocition (1974) definisi Rumah Sakit adalah : RS adalah Suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kedokteran. Rumah sakit tipe E (rumah sakit khusus) : RS Jiwa. 1992). kanker. Pelayanan rujukan dari Puskesmas 4. Top referral hospital 2. Menurut jenis pelayanan yang diselenggarakan : General Hospital dan Specialty Hospital 4. Syarat Mendirikan Sebuah Rumah sakit . Sedangkan menurut Wolper dan Pena (1987). perawat serta berbagai tenaga profesi kesehatan lainnya diselenggarakan. mereka mendefinisikan rumah sakit sebagai tempat dimana orang sakit mencari dan menerima pelayanan kedokteran serta tempat dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran. RS Paru. ciri-ciri : Specialis dan sub specialis terbatas. Menurut filosofi yang dianut : profit hospital dan non profit hospital 3. Jenis Rumah Sakit Rumah sakit dapat dibagi dalam beberapa jenis menurut kategorinya masing-masing 1. asuhan keperawatan yang berkesinambungan. Menurut Kotter (1983) definisi rumah sakit adalah merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa kesehatan. Kusta dll Dalam beberapa kebutuhan rumah sakit juga dapat di golongkan menjadi 2. pelayanan rujukan dari kabupaten 3. serta faktor kebijaksanaan pemerintah yang berlaku.

Pelayanan komunitas berupa suatu kerjasama dengan pihak-pihak lain di luar rumah sakit yang biasanya berupa upaya-upaya preventif. Tambang Batubara Bukit Asam (persero) tetapi boleh dinamai Rumah Sakit Bukit Asam. terutama bagi rumah sakit-rumah sakit besar yang berfungsi sebagai tempat pendidikan. promotif dan rehabilitatif 3. Pendidikan. Nama Rumah Sakit Berdasarkan SK Dirjen Yanmedik No. 4. misalnya rumah sakit PT. CATATAN: Semua persyaratan tersebut diajukan kepada Dinas kesehatan Tk Provonsi dan tembusannya ke dir Direjen Yanmedik Depkes RI di Jakarta Empat fungsi dari rumah sakit 1. Pelayanan Informasi Pembagian Pelayanan rumah sakit secara sederhana .0308/Yanmed/RSKS/PA/SK/IV1992 menyatakan bahwa: • • Nama rumah sakit tidak boleh memakai nama orang yang masih hidup Tidak boleh menyebutkan jenis badan hukum. Penyelenggara Rumah Sakit • • • • • • Foto copy akte notaris pendirian yayasan (pemohon) Fotocopy sertifikat tanah atau surat penunjukan penggunaan lokasi atas nama pemohon Izin lokasi dari kepala daerah Tk II Study kelayakan pendirian RS Rekmendasi PERSI Surat pernyataan dari pemohon untuk tunduk pada peraturan yang berlaku. Pelayanan pasien. 2. 2.1. Penelitian 5.

Adanya jalan yang terpisah atau alur yang berbeda antara umum dengan petugas rumah sakit.Prinsip-prinsip hubungan antar bagian di rumah sakit • • • Bagian-bagian rumah sakit harus berhubungan dengan baik dan dengan tata letak yang serasi dan sesuai dengan fungsinya.wordpress. Adanya akses khusus atau tidak saling mengganggu.com/2010/02/16/administrasi-rumah-sakit/ . antara barang-barang bersih dengan barang-barang kotor http://tuloe.

pada abad ketiga belas.Inggris di mana pelancong berhenti untuk beristirahat. Survei Rumah Sakit dan Konstruksi Act of 1946 (Hill-Burton Act) menyediakan dana bagi masyarakat di seluruh negeri untuk membangun tidak-komunitas dan rumah sakit profit untuk memodernisasi yang lama. antara lain. Untuklaba atau rumah sakit yang dimiliki investor adalah mereka dimana para pemegang saham menerima dividen atau distribusi keuangan berdasarkan keuntungan yang dilakukan oleh rumah sakit atau korporasi rumah sakit. kebidanan. rumah sakit menjadi tempat yang lebih teknis diagnosis dan pengobatan bagi mereka yang mampu dirawat di rumah sakit dan membayar untuk teknologi ilmiah baru. imigran miskin. Kemudian. Jangka pendek. Setelah Perang Dunia II . rumah sakit umum didefinisikan sebagai orang-orang yang tinggal pasien adalah tiga puluh hari atau lebih pendek dan yang memberikan perawatan medis dan bedah umum. sebagai praktek medis ilmiah dikembangkan. rumah sakit umum sering menyediakan layanan tambahan termasuk pencegahan. dan penyaringan untuk kanker dan penyakit lainnya. Kesembilan belas dan rumah sakit awal abad kedua puluh di Amerika Serikat terutama untuk pengobatan penyakit menular. atau yang tidak diasuransikan. ini termasuk rumah sakit pendidikan atau akademik di mana pendidikan kedokteran diajarkan. Selain itu. . rehabilitasi. Masyarakat tidak-untuk rumah sakit-keuntungan melanjutkan peran dalam memberikan perawatan amal bagi masyarakat miskin. Kebanyakan orang umumnya lebih disukai untuk dirawat untuk penyakit akut di rumah. Benjamin Franklin mendirikan rumah sakit pertama di Amerika Serikat. rumah sakit menjadi tempat untuk gelandangan. dan lemah itu. dan lemah yang tidak memiliki tempat lain untuk hidup. rumah sakit modern berasal historis dari "monastik" hospes dari sepuluh abad pertengahan abad ke. rumah sakit umum melayani fungsi kesehatan masyarakat yang penting dalam merawat penduduk yang rentan dan terlayani. dan rumah sakit lokal. negara bagian. rumah itu sebenarnya lingkungan yang sehat dari rumah sakit. Ini termasuk rumah sakit akut umum peduli. Undang-undang ini sangat penting untuk mencari rumah sakit di daerah pedesaan yang sebelumnya tidak terlayaniMasyarakat telah lama memandang rumah sakit sebagai organisasi pelayanan sosial. yang disewa pada tahun 1757. Sebelum penemuan teori kuman. JENIS KEPEMILIKAN RUMAH SAKIT rumah sakit Pemerintah di negara bagian. dan tidak diasuransikan. Rumah sakit selama periode ini diberikan perlindungan dan rumah bagi kaum miskin. Swasta tidak-untuk rumah sakit-laba biasanya dimiliki oleh perusahaan. atau tingkat lokal umumnya perawatan untuk kelompok tertentu individu atau penyakit.ADMINISTRASI RUMAH SAKIT Edisi 1998 dari Rumah Sakit Statistik diterbitkan oleh American Hospital Association melaporkan bahwa ada 6. Sebagai hasil dari peran mereka meningkat dalam perawatan kesehatan. pengobatan. Rumah Sakit Pennsylvania. termasuk. dan rumah sakit khusus seperti rumah sakit anak-anak. sakit. mental sakit. penyalahgunaan zat. pendidikan kesehatan. yang orang dikarantina. rumah sakit rehabilitasi. rumah sakit menjadi sumber masyarakat penting. rumah sakit jiwa. Ini termasuk militer. federal. yang didirikan oleh organisasi-organisasi swasta. federal. Kemudian. dan rumah sakit penyakit kronis. seperti TBC atau lepra.021 rumah sakit di Amerika Serikat . cacat.

"Peer review" monitors how well a . CEO harus mengkoordinasikan upaya kolektif personil rumah sakit. dan. This is done through four functions: "Credentialing" determines and assesses the qualifications of physicians seeking to practice at the hospital. atau papan yang mengatur. Eksekutif Petugas (CEO laporan kepada dewan yang mengatur dan menyediakan kepemimpinan dalam melaksanakan sasaran-sasaran strategis dan keputusan yang ditetapkan oleh Dewan. Staf medis adalah unit pemerintahan sendiri secara resmi terorganisir dalam rumah sakit. ORGANISASI DAN FUNGSI RUMAH SAKIT administrasi Rumah Sakit meliputi pengorganisasian dan mendukung perawatan total medis pasien selama episode penyakit di rumah sakit. sistem yang efisien dan kontrol. Ini adalah bisnis serta peduli. Jawab terhadap mutu pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui staf medis. yang menyediakan perawatan untuk berbagai episode akut penyakitepisode akut adalah penyakit jangka pendek yang serius bagi pasien yang memerlukan perawatan segera dan kemudian kembali ke rumah mereka atau komunitas. tetapi juga dapat mencakup lainnya doktor profesional tingkat pelayanan kesehatan seperti dokter gigi atau psikolog. The medical staff is a formally organized self-governing unit within the hospital. dan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dan layanan Rumah sakit merupakan organisasi yang terdiri dari komite segi banyak. Dokter adalah pemimpin tim klinis dan agen utama yang bekerja atas nama pasien. yang utama tujuannya adalah untuk memastikan kualitas tertinggi perawatan medis kepada pasien. CEO delegasi perawatan klinis dan tugas-tugas administratif untuk individu yang sangat terlatih dan tim. primarily comprised of physicians. Dalam tugas ini. terutama terdiri dari dokter. Mereka menjamin kualitas perawatan medis melalui pemilihan dokter yang berkualitas dan dengan mendelegasikan tanggung jawab jaminan kualitas kepada staf medis. tentu saja. Hal ini dilakukan melalui empat fungsi: "credentialing" menentukan dan menilai kualifikasi dokter berusaha untuk berlatih di rumah sakit. CEO ini juga merupakan rumah sakit untuk lingkungan eksternal dan masyarakat. Eksekutif Administrasi). perlengkapan yang diperlukan. "Privileging" menentukan jenis-jenis perawatan yang dokter individu akan diizinkan untuk praktek di rumah sakit. but may also include other doctoral level health care professionals such as dentists or psychologists. The" dewan wali amanat. whose major purpose is to ensure the highest quality of medical care to the patients. Hal ini membutuhkan karyawan yang sangat terlatih. rumah sakit sebagian besar masyarakat rumah sakit. jenis personil. Staf Medis. Tanggung jawab dokter adalah untuk mendiagnosa kondisi pasien secara akurat dan untuk meresepkan rencana perawatan yang terbaik dan paling efektif-biaya. mengoperasikan rumah sakit di kepercayaan bagi masyarakat dan memiliki kewajiban fidusia untuk melindungi aset rumah sakit melalui operasi yang efisien. dan jasa.Terlepas dari kepemilikan. Para wali bertanggung jawab untuk membuat misi rumah sakit dan mendirikan peraturan dan kebijakan strategis. peralatan dan fasilitas yang memadai. Pembina pilih pemimpin administrasi rumah sakit dan delegasi operasi harian rumah sakit dan penganggaran untuk eksekutif ditunjuk. Responsibility for the quality of medical care is exercised through the medical staff. "Privileging" determines the specific types of care that individual physicians will be allowed to practice at the hospital. departemen. lembaga yang berorientasi pada orang dan memiliki struktur yang mirip dan hirarki otoritas Dewan Pembina ". dokter dan pasien.

Sejumlah departemen melakukan fungsi dukungan yang membantu dengan diagnosis dan pengobatan. Seorang perawat spesialis-klinis memiliki keahlian khusus atau kompetensi dalam bidang tertentu keperawatan. who is a physician. Departemen radiologi menyediakan radiografi untuk membantu dengan diagnosis dan melakukan terapi radiasi untuk pengobatan beberapa gangguan medis. Layanan Perawatan. Nursing Services. termasuk otopsi. yang melakukan fungsi perawatan rutin. Nursing services employees are responsible for carrying out the treatment plan developed by the physician. A nurse manager has overall responsibility for the care of patients on a particular unit. . Itu juga merupakan perawatan kesehatan terbesar pendudukan di Amerika Serikat. is the largest component of the hospital. and support of the patient. Important roles of nurses today also include those of patient advocate and health educator. and clinical pathology. Keperawatan jasa karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana pengobatan yang dikembangkan oleh dokter. treatment. Nursing services.physician is performing. sitologi klinis. Penting peran perawat hari ini juga termasuk orang-orang advokat pasien dan pendidik kesehatan. clinical cytology. The radiology department provides radiographs to aid with diagnosis and performs radiation therapy for the treatment of some medical disorders. "Reappointment" ascertains whether a specific physician should be permitted to continue practicing at the hospital. The clinical laboratory is a diagnostic center that performs a variety of functions. A nursing supervisor may have overall management responsibility for several units. "Pengangkatan kembali" mengetengahkan apakah dokter tertentu harus diijinkan untuk terus berlatih di rumah sakit. Anggota staf keperawatan mewakili berbagai pelatihan dan pengalaman. A clinical nurse-specialist has specific expertise or competence in a particular field of nursing. merupakan komponen terbesar dari rumah sakit. It is also the largest health care occupation in the United States. A number of departments perform support functions that help with diagnosis and treatment. dan patologi klinis. juga disebut pelayanan perawatan pasien. Perawat ini dibantu oleh perawat praktis berlisensi (LPNs) dan bersertifikat perawat pembantu (CNAs). dan untuk mengkoordinasikan pelayanan departemen seperti kerja sosial dan perencanaan pulang. teknologi medis melakukan sebagian dari pekerjaan laboratorium di bawah pengawasan seorang patolog. termasuk pengawasan perawat dan staf administrasi lainnya. Seorang manajer perawat memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk perawatan pasien pada unit tertentu. pengobatan. including supervising other nursing and clerical staff. and for coordinating the services of departments such as social work and discharge planning. including autopsy. These nurses are helped by licensed practical nurses (LPNs) and certified nurses aides (CNAs). Nursing services provide round-the-clock health maintenance. yang adalah seorang dokter. Seorang supervisor keperawatan mungkin memiliki tanggung jawab manajemen secara keseluruhan beberapa unit. Medical technologists perform most of the work of the laboratory under the supervision of a pathologist. Members of the nursing staff represent a wide range of training and experience. Layanan Keperawatan. Allied Health Services. also called patient care services. dan dukungan pasien. Perawatan menyediakan jasa pemeliharaan kesehatan round-the-clock. who perform routine nursing functions. Laboratorium klinis adalah pusat diagnostik yang melakukan berbagai fungsi. "Peer review" memonitor seberapa baik kinerja sebuah dokter. Sekutu Pelayanan Kesehatan.

The hospital pharmacy purchases and dispenses all the medications used to treat patients in the hospital. consistent with the treatment plan prescribed by the physician. dan menangani piutang usaha dengan pembayar pihak ketiga seperti perusahaan asuransi. Tujuan utama adalah untuk memastikan bahwa semua hambatan lingkungan dan emosional untuk pemulihan pasien telah diantisipasi. The pharmacist works directly with the medical staff in establishing a formulary. dan menyetujui pembayaran gaji dan pengeluaran lainnya. Pelayanan sosial mengintegrasikan pasien. tim medis. Pembelian farmasi rumah sakit dan membagi-bagikan semua obat yang digunakan untuk mengobati pasien di rumah sakit. konseling pasien dan anggota lain dari tim perawatan kesehatan. Rumah Sakit ahli diet memainkan peran penting dalam menyediakan terapi pasien dengan makanan yang sesuai dan gizi. receives and deposits all monies received by the hospital. Administrative Support Services. and consulting with regard to detailed drug information. dan sosial pasien menyusul episode penyakit. Clinical pharmacy consists of communicating with patients. menerima dan deposito semua uang yang diterima oleh rumah sakit. and the community. dan kadang-kadang perencanaan pulang. The CEO leads these administrative services and is directly responsible for the day-to-day operations of the facility. . menetapkan prosedur untuk fungsi-fungsi akuntansi. farmasi klinis terdiri dari berkomunikasi dengan pasien. Terapi fisik dan okupasi adalah spesialisasi utama dalam layanan ini. dan konsultasi berkenaan dengan informasi obat rinci. The finance department advises the CEO on financial policy and long-range planning. Social services integrates the patient. CEO memimpin layanan administrasi dan secara langsung bertanggung jawab atas operasi sehari-hari fasilitas tersebut. the listing of drugs chosen to be included in the pharmacy. The primary objective is to ensure that all environmental and emotional barriers to the patient's recovery are mitigated. and approves the payments of salaries and other expenditures. Clinical Support Services. the medical team. Physical and occupational therapy are the primary specialties in this service. Hospital dieticians play an important therapeutic role in providing the patient with the appropriate food and nutrition. establishes procedures for accounting functions. and handles accounts receivables with third-party payers such as insurance companies. mental. and sometimes discharge planning. records charges to a patient's account. Klinik Layanan Dukungan. Business services manages the hospital's admitting and discharge functions. Nonmedical administrative services are necessary to the hospital's business and physical plant management. jasa sosial membantu mengkoordinasikan layanan berbasis masyarakat diperlukan. Departemen Keuangan menyarankan CEO pada kebijakan keuangan dan perencanaan jangka panjang. Layanan bisnis mengelola fungsi rumah sakit mengakui dan debit. counseling patients and other members of the health care team. konsisten dengan rencana pengobatan yang diresepkan oleh dokter. apoteker bekerja secara langsung dengan staf medis dalam membangun formularium. mental. maka daftar obat yang dipilih untuk dimasukkan dalam apotek. Nonmedis layanan administrasi yang diperlukan untuk rumah sakit bisnis dan manajemen pabrik fisik.Rehabilitation services provides assistance in enhancing the optimal physical. dan masyarakat. Social services helps coordinate needed communitybased services. and social functioning of the patient following an episode of illness. layanan Rehabilitasi memberikan bantuan dalam meningkatkan fungsi optimal fisik. beban catatan ke rekening pasien. Administrasi Layanan Dukungan.

mengembangkan deskripsi pekerjaan. Akuntansi merupakan pusat bisnis keuangan rumah sakit. The human resources department interacts with all departments in the hospital to ensure the quality and motivation of personnel working at the hospital. Rekam medis baru-baru ini ditetapkan sebagai sumber pendapatan karena mereka memiliki kaitan langsung pada penggantian dari perusahaan asuransi. serta memberikan pelatihan kepada karyawan baru dan peluang untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri bagi seluruh karyawan. Departemen akuntansi bertanggung jawab untuk menjaga buku besar dan meringkas semua transaksi keuangan yang dilakukan oleh rumah sakit. public relations. and security. Sensitivitas dan efisiensi dari departemen ini dapat sangat mempengaruhi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima.Accounting is central to the hospital's financial business. and establishes competitive compensation for specific positions. Information services and medical record maintenance are core functions of hospital management. Rekam medis diselenggarakan pada semua pasien yang masuk dan mereka diindeks menurut dokter. penggalangan dana. disease. Human resources performs job analyses. dan menetapkan kompensasi yang kompetitif untuk posisi tertentu. Admitting services is often where the patient first has contact with the hospital. and preparing the capital and operating budgets. tanaman dan pengelolaan bahan. penyakit. preparing and dispensing the payroll. Mengakui jasa sering di mana pasien pertama memiliki kontak dengan rumah sakit. The sensitivity and efficiency of this department can greatly influence the patient's perception of the quality of care received. Sumber daya manusia melakukan job analysis. praktek akuntansi rinci dan suara sangat penting untuk menjaga statistik organisasi penting bagi administrasi-pengambilan keputusan. Other important administrative and business functions may include marketing and planning. Medical records have recently been designated a source of revenue as they have a direct bearing on reimbursement from insurance companies. develops job descriptions. The accounting department is responsible for maintaining the general ledger and summarizing all the financial transactions performed by the hospital. as well as providing training to new employees and opportunities for growth and selfactualization for all employees. . fund-raising. Lain fungsi administrasi dan bisnis yang penting mungkin termasuk pemasaran dan perencanaan. Detailed and sound accounting practices are fundamental to maintaining important organizational statistics for administrative decision-making. rumah tangga. and operation. dan keamanan. Departemen sumber daya manusia berinteraksi dengan seluruh departemen di rumah sakit untuk memastikan kualitas dan motivasi karyawan yang bekerja di rumah sakit. plant and materials management. tracking and recording costs to enable appropriate reimbursement for services from insurance companies. pelacakan dan merekam biaya untuk mengaktifkan penggantian sesuai untuk jasa dari perusahaan asuransi. public relations. menyiapkan dan mengeluarkan daftar gaji. Layanan Informasi dan pemeliharaan rekam medis adalah fungsi inti manajemen rumah sakit. dan operasi. housekeeping. Medical records are maintained on all admitted patients and they are indexed according to physician. dan penyusunan anggaran modal dan operasional.

Melaksanakan pelayanan medis khusus. spesialistik dan pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan”. pelayanan penunjang medis. Melaksanakan pelayanan administratif. Membantu pendidikan tenaga medis umum. Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit secara lengkap. Sementara itu menurut Siregar (2003) menyatakan bahwa rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks. kelas “a. tenaga kefarmasian. tenaga keperawatan. tenaga kesehatan masyarakat. Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. menggunakan gabungan ilmiah khusus dan rumit. pelayanan penunjang medis tambahan. Melaksanakan pendidikan para medis. . yang diantaranya adalah: luas tidaknya lingkup spesialistik yang dimiliki. Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan. 3. 4.MENKES/SK/1992 mengenai pedoman rumah sakit umum dinyatakan bahwa: ”Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar. berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. c. Perubahan kelas rumah sakit dapat saja terjadi sehubungan dengan turunnya kinerja rumahsakit yang ditetapkan oleh Menteri KesehatanIndonesia melalui Keputusan Dirjen Yan Medik. Dari Sumberdaya Kesehatan yang ada di rumahsakit: (1) Tenaga kesehatan terdiri dari : 1. dan difungsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modern. yaitu: • • • • • • • • • • • • • • • • Melaksanakan pelayanan medis. 5. Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi. tenaga medis.Definisi rumah sakit menurut Keputusan Menteri Republik Indonesia nomor 983. 2. Melaksanakan pelayanan medis tambahan. kekhususan menyertainya dengan adanya rumah sakit yang dibina dirjen yanmed Dpekes RI yang secara fisik berada di daerah kabupaten. Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial. Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan. b. Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman. Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal (observasi). Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan. yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama. Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi. Melaksanakan pelayanan rawat inap. Membantu pendidikan tenaga medis spesialis. tenaga gizi. d”. untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. hanya saja terdapat perbedaan pada tugas pokoknya. Definisi rumahsakit ini di setiap peraturan daerah pada umumnya sama. kota ataupun di provinsi.

rumahsakit dapat merupakan unit pelaksana teknis dinas dan atau sebagai institusi yang bertanggungjawab kepada bupati dan atau rumahsakit vertikal yang ada di daerah. (7) Tenaga keterapian fisik meliputi fisioterapis. (3) Tenaga keperawatan meliputi perawat dan bidan. teknisi elektromedis. Memang ada daerah yang memberikan semacam insentif dan atau reward untuk tenaga kesehatan tertentu yang harus melayani pasiennya di luar jam dinas yang jumlahnya menurut tenaga dokter spesialis masih belum dianggap cukup (sesuatu yang wajar yang seharusnya dibayarkan). Dari Struktur Organisasi Daerah: rumahsakit dapat berdiri dengan legalitas dan ilegal karena ada rumahsakit dengan ijin penyelenggaraan dan tidak ada ijin. keterbatasan keanekaragaman jenis tenaga kesehatan akan menghasilkan kinerja rumahsakit dalam pencapaian indikator mutu pelayanan rumahsakit. sumber daya manusia kesehatan yang dimiliki oleh rumahsakit akan mempengaruhi diferensiasi dan kualitas pelayanan kesehatan.00 jika 5 (lima) hari kerja. Sebagai unsur manajemen. penyuluh kesehatan. (4) Tenaga kefarmasian meliputi apoteker. rumahsakit daerah dijadikan sumber pendapatan daerah dan dalam laporan pertangggungjawaban pemerintah daerah keberhasilan capaian indikator pelayanan kesehatan rumahsakit jarang dan bahkan tidak pernah dijadikan data atau informasi dalam penyusunan perencanaan dan penyusunan kebijakan. Hal ini dikarenakan adanya indikator . radioterapis. atau 07. (6) Tenaga gizi meliputi nutrisionis dan dietisien. Kekhususan ini sangatlah tidak mungkin dimanajemeni secara umum.6. 7. (5) Tenaga kesehatan masyarakat meliputi epidemiolog kesehatan. entomolog kesehatan. teknisi gigi. yang sebenarnya satu indikator gagal dapat menyebabkan perubahan penilaian kinerja. biasanya hanya dilaporkan sebagai hasil dari akumulasi seluruh indikator. tenaga keteknisian medis. jika diberlakukan secara ketat maka mereka akan menuntut uang lembur untuk pekerjaan yang dilakukannya pada waktu di luar jam dinas (07. teknisi transfusi dan perekam medis. Pada kebanyakan daerah di Indonesia. hal yang seperti ini perlu komunikasi yang ajeg demi harmonisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. analis farmasi dan asisten apoteker.30 sampai 16.00 jika 6 (enam) hari kerja. tenaga keterapian fisik. Mari kita hitung penghasilan mereka jika tidak melayani pasien di rumahsakit. Kondisi ini akan berhubungan dengan kemapanan dukungan kebijakan dan dukungan anggaran yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. mikrobiolog kesehatan. refraksionis optisien. karena SDM kesehatan adalah SDM fungsional yang kepadanya melekat fungsi profesi berdasarkan latar belakang pendidikan kesehatannya. Tentang disiplin kepegawaian seharusnya tidak diberlakukan secara ketat. (8) Tenaga keteknisian medis meliputi radiografer. administrator kesehatan dan sanitarian. otorik prostetik. (2) Tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi. okupasiterapis dan terapis wicara. analis kesehatan.30-14.

kenapa tidak. komite rekam medik. makin banyak masyarakat yang menggunakan berarti masih ada masyarakat yang sakit. Dapat ditambahkan lagi dengan adanya permasalahan kelembagaan. Beperapa peraturan daerah diimplementasikan dengan tidak paripurna. di banyak daerah rumahsakit daerah sebagai penghasil pendapatan asli daerah terbesar. Hanya tinggal lagi epidemiolognya berpihak kepada siapa. Jika kelompok ini ada maka tenaga fungsional tersebut dapat dijadikan media informasi guna penyusunan kebijakan yang ajeg dan mumpuni secara keilmuan. jawabannya akan berhubungan dengan ketersediaan sumberdaya manusia kesehatan dan kualitasnya. tetapi jika tak ada rotan maka akarpun jadilah sehingga kualitas yang diharapkan belum tentu dapat dinikmati sebagai akhir dari pelayanan yang bermutu. Sesuatu yang riskan jika PAD dijadikan ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan karena nominal PAD adalah rupiah yang dibayarkan pasien. Sebagai contoh: peningkatan penerimaan daerah dari retribusi pelayanan kesehatan akan tidak ada artinya apa-apa jika cakupan angka rujukan ke rumahsakit vertikal atau ke kabupaten lain lebih tinggi dari angka kunjungan UGD rumahsakit yang bersangkutan atau angka pasien rawat inap kelas III. Sesuatu yang aneh memang. Sebagai contoh: Kebijakan berobat gratis. Ada apa dengan kompetensi mereka dalam memberikan pelayanan. Rumahsakit dengan angka rujukan yang jumlahnya mendekati setengah dari jumlah kunjungan patut dipertanyakan. sedangkan komite medik.vital dalam proses dan atau dalam output sistem pelayanan kesehatan. satuan pengawas internal. dimana ada kotak kelompok tenaga fungsional dalam bagan struktur organisasi tidak ada isinya dan tidak ada koordinasinya. bersumber dari oknum pegawai di tingkatan tersebut. dan kelompok fungsional tidak dilantik oleh bupati kepala daerah padahal struktur organisasi rumah sakit sudah menjelaskannya. . karena yang diperlukan hanya pejabat struktural yang mengepalai beberapa bidang dan bagian. untuk pembuktiannya diperlukan analisa lebih lanjut. mungkin berhubungan dengan ketidak tahuan dan ketidak mampuan membayar atau belum ada dasar hukumnya (padahal peraturan pemerintah sudah menjelaskan hal itu) Dari Manajemen Lintas Program dan Lintas Sektor Rumahsakit sebagai pintu gerbang dan unsur vital dalam penilaian adipura. komite keperawatan. karena merekakan sedang dalam pendalaman ilmu kedokteran. dan itu dalam penyusunan program kegiatan dan anggaran rasanya belum pernah ada yang duduk bersama menyatukan pernyataan dan kesimpulan. bukan dari RT-RW dan Lingkungan. Apa yang mereka bayar dari pelayanan yang mereka terima dapat mencerminkan tingkatan kesehatan masyarakat tersebut. Ada item rupiah yang bisa dirinci jumlahnya dari pola tarif yang ada. bagaimana komunikasi dan manajemennya dilakukan di rumahsakit tersebut. Epidemiolog dapat menyampaikan laporan ini jika dibutuhkan. Ada beberapa instansi yang memiliki keterkaitan dengan rumahsakit daerah. tentang bagaimana dan seterusnya masyarakat di rumahsakit tersebut. daftar nama keluarga dan anggotanya bersumber dari BKKBN. rasionalitasnya jika makin banyak penerimaan berarti makin banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas sumberdaya di rumah sakit. Keberadaan resident tanpa pengawasan satuan pengawas internal rumahsakit dapat dipersepsikan berbagai rupa oleh masyarakat dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbedabeda. karena apa. masih adanya masyarakat yang sakit berarti derajat kesehatan masyarakat belum optimal.

Dari Dukungan Kebijakan Nah ini yang lebih perlu mendapat perhatian. Masih belum terlihat jiwa pemiliknya dalam peraturan ini. rumahsakit terkareditasi 5 (lima) pelayanan. Menurut Rusli. Dunia pelayanan kesehatan semakin hitam jadinya. Proses akreditasi telah berlangsung hampir lebih dari 5 (lima) tahun. dan mereka yang berobat dengan fasilitas kartu miskin saat akan dirawat minta dirawat dengan fasilitas VIP. RSD Kol Abundjani didukung anggaran belum juga mampu menyelesaikan proyek ini. dan kelompok rumahsakit yang belum terakreditasi dan atau yang belum terstandar. mengapa karena ada pasien yang berobat dari keluarga miskin yang benar-benar miskin dengan nama yang tak ada dalam data base yang diberikan oleh pemerintah. …? Pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan lintas sektor dan lintas program. anggaran efektif jika rasio antara . Departemen kesehatan dengan Komite Akreditasi Rumahsakit terus berupaya agar semua rumah sakit daerah harus terakreditasi minimal 5 (lima) pelayanan. Pernyataan jelasnya adalah sumberdaya manusia kesehatan yang ada di rumahsakit tersebut. (4) Pelayanan Keperawatan dan (5) Pelayanan Rekam Medik Tujuan pemerintah dengan akreditasi ini adalah untuk: agar kualitas pelayanan diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di rumah sakit. bukan hanya oleh masyarakat rumahsakit. Pejabat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sedikitpun tidak menunjang dipilih untuk memimpin roda proses pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi rumahsakit. jawabnya dapat bersumber dari kualitas dan kuantitas sumber daya yang ada di rumahsakit tersebut. dicopi dan dipastekan kemudian diedit agar menjadi sesuai dengan keadaan riel daerah. menurut beberapa pengamat adalah sangat tidak masuk akal jika tidak ingin dianggap aneh. 8 (delapan) pelayanan dan 13 (tiga belas) pelayanan. yaitu: (1) Pelayanan Gawat Darurat. masih perlu dianalisa dan disikapi dengan jalinan koordinasi dan pengawasan yang komprehensif. Rumahsakit dengan standar ISO 14000 dan ISO 2000. bermuncullanlah pahlawan dengan pamrih disini. Pedoman umum mengenai persentase anggaran kesehatan dari total anggaran daerah masih perlu dipertanyakan lebih lanjut lagi. (3) Pelayanan Administrasi. (2) Pelayanan Medik. Ada apa. karena apa. tetapi nyatanya budaya akreditasi belum sama sekali mendarah daging di institusi RSD Kol Abundjani ini. Dari Akreditasi Rumahsakit. tetapi bagaimanapun juga SDM rumahsakit daerah harus terlebih dahulu menjawabnya dengan pernyataan yang diikuti oleh sikap yang terakreditasi pula. bukan berdasarkan kemampuan yang dapat diberikan oleh rumahsakit. begitu banyak peraturan daerah disusun dengan cara studi banding.dan dalam data base saat perjalanannya rumahsakit harus memberikan pelayanan seperti yang diharapkan mereka.

Sebagai sebuah proses. karena rumahsakit bukan badan profit. pihak Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sebagai (lagi-lagi) pihak pelaksana.pembiayaan dan penerimaan berkisar 0. Mutu Pelayanan Kesehatan yang mengemuka sebagai panglima program unggulan Depkes dengan nama Quality Assurance (QA. Berbagai definisi mutu yang dikaitkan dengan patient safety selanjutnya diajukan. Dari beberapa konsep tersebut kemudian dikembangkan sejumlah indikator untuk mengkuantifikasikan mutu pelayanan kesehatan. Kemajuan pertumbuhan dan pengembangan rumahsakit menjadikan rumahsakit sebagai lembaga profit tetapi tidak meninggalkan unsur sosialnya telah mengubah persepsi sumber daya manusia kesehatan dari non material menjadi sangat material. yaitu under use. efficiency. Kedua bentuk ini saling bersimbiose mutalisme dalam sebuah sistem. dan salah satu definisi yang umum digunakan antara lain menyebutkan bahwa mutu pelayanan kesehatan adalah “tingkat di mana pelayanan kesehatan untuk individu maupun populasi mampu menghasilkan outcome pelayanan sesuai dengan yang diharapkan dan konsisten dengan pengetahuan profesional terkini” (IOM. pelayanan kesehatan dapat berbentuk makro dan berbentuk mikro. Jika ini berlanjut dapat dibayangkan bagaimana pemenuhan hak pokok masyarakat sebagai pasien jika mereka tidak mampu membayar. tetapi telah bergeser menjadi panggilan pemenuhan kebutuhan ekonomi. timeliness. karena disini setiap pekerjaan yang dikerjakan dan yang seharusnya dikerjakan bukan lagi berdasarkan panggilan hati nurani. jaminan mutu) pada tahun 1996. yaitu safety. Sementara itu the IOM (1999) dan National Health Service menggunakan konsep mutu pelayanan kesehatan dalam 6 aspek. Sedangkan misuse didefinisikan sebagai komplikasi yang sebenarnya dapat dihindari jika pelayanan kesehatan dilakukan secara seksama. tetapi lembaga non profit. effectiveness. dan patient awareness. bukan lagi panggilan profesi. equity. 2001). Namun demikian mengingat definisi tersebut dianggap terlalu luas. proses. Salah satunya adalah yang diajukan oleh Donabedian (1980). kalau tigaperempat anggarannya hanya untuk fisik. Salah satunya adalah indikator mutu pelayanan yang disusun oleh ACHS yang merupakan instrumen untuk mengidentifikasi area pelayanan kesehatan yang masih memerlukan perbaikan secara fundamental. Dengan metode . dibuat terperangah oleh program tersebut. dan misuse of health care services. sebenarnya tidak berlaku di institusi pelayanan rumahsakit. Under use didefinisikan sebagai kegagalan untuk memberikan pelayanan yang efektif padahal jika dilakukan dapat menghasilkan outcome yang diharapkan (misalnya tidak memberikan imunisasi atau gagal untuk melakukan bedah katarak). Sebagai suatu pernyataan akhir dari sebuat proses pelayanan kesehatan. Disebut overuse apabila pelayanan kesehatan yang dilakukan ternyata memberi dampak risiko yang lebih besar daripada potensi manfaat yang dapat ditimbulkan (misalnya memberikan antibiotika untuk kasus-kasus common cold). dan outcome. berbagai peneliti telah mencoba mengembangkannya untuk menjamin agar pengukuran mutu pelayanan kesehatan lebih spesifik. yaitu berpedoman pada struktur. over use. Chassin mengusulkan metode lain yang menekankan pada 3 area utama. Peruntukan anggaran tentu membutuhkan kebijakan paripurna yang proporsional. kapan SDM kesehatannya mau manggung dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian pelayanan kesehatan.1%. Dari mutu pelayanan kesehatan.

Kondisi budaya ini di satu sisi menjadi kendala dalam pelayanan medis. fasilitas dan tenaga medis yang memadai guna menjamin terlaksananya program kesehatan masyarakat. Rosalia Sciortino dalam “Menuju Kesehatan Madani” (1999:78) menyebut adanya “konstruksi rahasia” yang dipertahankan petugas kesehatan. sistem yang berkualitas. Mungkin Depkes lupa bahwa para dokter yang ada di Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit adalah seorang sarjana juga seperti halnya para petinggi Depkes. Inpatient Quality Indicators. hak atas pelayanan kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia (HAM). kritik. Memahami Hak dan Kewajiban Konsumen . Mungkin ini jalan keluar. Kecenderungan perilaku para praktisi medis yang tidak mempertimbangkan prosesproses komunikasi atau pertukaran informasi. bahkan memberatkan konsumen itu sendiri. tidak seperti teman-temannya di Depkes yang sebagian diantaranya berdasi dan naik mobil dinas mulus-mulus dan baru-baru. kondisi ini harus disertai pula dengan perbaikan pada aspek kebijakan dan manajemen. Tetapi sebagai institusi bawahan Depkes. complain maupun keluhan konsumen semestinya tidak diartikan sebagai serangan. Upaya yang sama juga dilakukan oleh The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yang mengembangkan beberapa indikator yaitu Prevention Quality Indicators. Sehubungan dengan hal ini. Namun. Oleh karenanya. klien tidak menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang memuaskan. tetapi tidak tersedia standar quality of care yang berbasis konsumen. dan belum mengakar atau belum dirasakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.kuantifikasi ini selanjutnya dapat dilakukan analisis statistik untuk menilai area-area pelayanan yang dianggap memiliki defisiensi dalam menghasilkan outcome yang diharapkan. Artinya. pemerintah dan praktisi kesehatan masyarakat bertanggung jawab untuk berupaya merealisasikan adanya kebijakan yang lebih baik. Lupa mungkin karena tampilan dokter institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit yang tak pernah berdasi dan naik kendaraan dinas apa adanya kala tugas. 3. dan Patient Safety Indicators (PSIs). Dalam hal ini. Pada umumnya konsumen sebagai pengguna jasa kesehatan seperti pasien. dan interaksi sosial yang saling menguntungkan. lagi-lagi Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit berada di posisi tak berdaya dan lagi-lagi hanyalah sebagai terminal akhir pembuangan dan berposisi layaknya sandal jepit. masyarakat memiliki sistem pengobatan atau pengetahuan mengenai perawatan kesehatan (biomedis). Sebaliknya. Fasilitas kesehatan (formal) yang tersedia masih relatif baru. Dari keluhan konsumen. 1. tetapi diterima sebagai koreksi terhadap cara berpikir dan cara melayani konsumen. Hidup sehat merupakan kebutuhan utama (primer) setiap orang. di sisi lain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara murah dan mudah. dana yang cukup. ada beberapa kondisi yang tampak dalam pelayanan kesehatan. yang relatif berakar dari tradisi dan kebudayaan mereka. petugas kesehatan dapat mengetahui keinginan konsumen dan kekurangan yang dimilikinya. Artinya. seorang pasien berhak untuk mempertanyakan pelayanan dokter yang dirasakannya tidak jelas. Pelayanan yang baik dan memuaskan bisa diwujudkan secara bersama antara pengguna jasa pelayanan dan petugas kesehatan. 2.

Dalam berbagai kesempatan diskusi dengan kelompok konsumen. ia menolak suatu metode pengobatan atau tindakan medis tertentu. biaya. Memberitahu petugas kesehatan jika ia menerima perawatan dari dokter yang lain. Menepati janji dengan petugas kesehatan. yang secara khusus disebut klien. Bahkan petugas kesehatan menyadari bahwa masyarakat tidak mengerti cara hidup sehat. meskipun akhirnya ditempuh jalan damai dengan ganti rugi 25 juta rupiah. efek samping pengobatan. dalam hal ini bidan. dan seterusnya. catatan medis petugas kesehatan. Sedangkan yang dimaksud pelayanan yang berkualitas biasanya mengacu pada pengertian Quality of Care atau standar pelayanan yang berkualitas. Namun harus diyakini bahwa ukuran kepuasan tidak bisa . membatalkan persetujuan sewaktuwaktu. 2. Orang tua bayi itu menuduh pihak RS. Sebaliknya. ia berkewajiban mengetahui apa yang dapat atau tidak dapat diatasi oleh perusahaan asuransi. Mengetahui sejarah atau riwayat pengobatannya. Kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan dengan tuntutan 1 milyar rupiah. Setiap konsumen memiliki hak yang dilindungi undang-undang. Hanya sebagian kecil konsumen menyadari hak-haknya. Padahal masyarakat tidak pernah belajar di sekolah kesehatan. dokter). 2. petugas kesehatan yang mengerti hak-hak konsumen tidak mau peduli. dan izin persetujuan pasien bila ingin akan dioperasi. Contoh aktual adalah bayi yang dilahirkan cacat (tanpa tangan) di RSUD Bayu Asih Purwakarta (Kompas. yang tidak seimbang dengan banyaknya pasien yang berkunjung setiap hari kerja. cara pengobatan. 26 Juni 1997). Sebagai pasien. Mendapatkan informasi yang dapat dipahaminya mengenai penyakit yang diderita. tidak disiplin. telah menyebabkan anak mereka cacat seumur hidup. Sebagai pasien. tetapi tidak merasa percaya diri untuk mengemukakannya di tenpat pemeriksaan. karena kecerobohan dalam pelayanannya. Bersedia bekerja sama dan mematuhi perawatan yang diberikan. yaitu: 1. yakni pelayanan yang menghormati hak-hak konsumen. Mendapatkan ganti rugi apabila terjadi malpraktek yang dilakukan petugas kesehatan. konsumen memiliki kewajiban. Memilih tempat pelayanan yang diinginkannya. konsumen berhak: 1. misalnya keterbatasan petugas dan fasilitas tidak memadai. pasien. 3. Jika menggunakan jasa asuransi. Banyak alasan yang seringkali dikemukakan. pertanyaan yang sering muncul adalah apa saja hak-hak konsumen dalam pelayanan kesehatan. 4. dan jaminan keamanan/keselamatannya. 4. pendapat dari petugas kesehatan lainnya. 5. kelebihan maupun kekurangan pengobatan. bagaimana sebaiknya pelayanan yang berkualitas? Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa istilah konsumen dalam pelayanan kesehatan mencakup pengertian mereka yang menerima pelayanan jasa maupun obat-obatan dari petugas kesehatan (paramedis. dan jika dianggap perlu. 3. hal-hal dirahasiakan. Dari persoalan ini sebenarnya tuntutan akan pelayanan kesehatan yang memuaskan (berkualitas) semakin kompleks. Memperoleh rasa aman dari semua proses pelayanan. Kebanyakan konsumen juga petugas kesehatan tidak mengetahui hak-hak dan kewajiban konsumen. bidan. prosedur perawatan.

Klien dapat didorong meneruskan penggunaan kontrasepsi yang efektif melalui berbagai cara. yaitu pemantauan masalah dan mencari jalan keluar dengan memperbaiki akar masalah secara berkelanjutan (The Population Council. proses pencapaian pelayanan yang memuaskan tidak bisa tidak melibatkan orang banyak. Mempertahankan kondisi aseptic. yakni mengacu pada pemenuhan hakhak pasien. Informasi untuk Klien. Konsumen tidak memperoleh manfaat yang optimal dari pelayanan kesehatan. kenyamanan. organisasi KB dunia. hak atas keamanan. Pilihan terhadap Metode Layanan. Informasi yang diberikan harus berisi pula informasi mengenai tiap metode. apakah cukup simpatik dan cukup waktu untuk bertemu dengan kliennya.bertolak dari kepentingan individu saja karena kepuasan individual tidak ada batasnya. tanggung jawab sosial. atau hak-hak klien kesehatan reproduksi. dan pembelajaran kesehatan bagi pengguna (konsumen) terabaikan. Judith Bruce dari Population Council menempatkan enam elemen dasar yang kemudian dikenal dengan “Bruce Framework” dan menjadi sumber utama bagi penelitian mengenai kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dari sisi tenaga kesehatan. Bertolak dari “Quality of Care” Konsep quality of care adalah istilah yang digunakan secara luas dalam pelayanan kesehatan. Dari sisi klien. Oleh sebab itu. 1. Setiap metode layanan (KB) tersedia bagi perempuan dan laki-laki yang ingin merencanakan keluarganya. kerahasiaan. mendapatkan pelayanan kapan dan di mana saja (akses). Ukuran standar yang bisa dijadikan pedoman adalah kebutuhan orang banyak yang selama ini sudah dibakukan. yang dapat dipandang dari provider (penyedia jasa) dan klien (konsumen). menjalankan protokol (aturan) dan staf yang kompeten melakukan teknis klinik. hak ganti rugi. Keterampilan Teknis. 1999. ukuran standar pelayanan cukup jelas. 1994). Konsumen dan pengelola pelayanan kesehatan bisa bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang berkualitas (quality of care). Konsep ini biasanya dirujuk pada prinsipprinsip manajemen pengawasan kualitas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan umum. Mekanisme untuk Mendorong Keberlanjutan. Pada tahun 1990. Dari sisi provider. Ukuran pencapaian pelayanan kesehatan selama ini lebih berorientasi pada pencapaian target sarana pelayanan dan penerima layanannya. 8 No. Dasarnya adalah “problem solving”. misalnya oleh IPPF (International Planned Parenthood Federation). atau pun hak-hak konsumen sebagaimana yang diatur dalam UUPK No. dokter. 5. Gejala seperti ini terutama terjadi di tingkat pelayanan kesehatan dasar di pedesaan. . 4. termasuk kartu untuk mengingatkan dan kunjungan rumah. Informasi yang berkualitas dapat berdampak pada bagaimana klien menggunakan metode kontrasepsi. dan efek sampingnya. dan pinggiran kota. 3. di tingkat desa sekalipun. Aspek pemenuhan kualitas kesehatan. dan komunitas setempat. Bagaimana klien berinteraksi dengan tenaga kesehatan. 2. yakni penyediaan pelayanan kesehatan yang terus menerus memperbaiki diri dengan memperhatikan kebutuhan dan tuntutan pasien. petugas. standar quality of care di Indonesia belum jelas. cara penggunaan metode. menentukan pilihan. hak mengajukan protes (berpendapat). Pasal 4. Hubungan Antarpribadi. yang merumuskan 10 hak-hak klien KB antara lain: hak atas informasi. dan kemudian ditambahkan oleh YLKI dan PKBI.

4. Usulan. 6. 2. sistem ini berhubungan dengan unsur-unsur manajemen seperti peralatan. buruh dan kaum miskin kota. Mengingat gerakan konsumen saat ini didukung oleh kebijakan yang relatif jelas dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). bila suatu waktu konsumen dapat mengadili provider pelayanan kesehatan atas dasar pelanggaran terhadap hak-hak konsumen secara perorangan atau pun berkelompok (class-action). konsep. dan anggaran. bahwa memelihara kualitas RM akan membantu dalam memelihara ketrampilan dan kemandirian dalam asuhan keperawatan.6. Seperti yang disarankan oleh The Nursing and Midwifery Council. 7. memerlukan tindakan terstruktur dengan manajemen resiko dan manajemen mutu. dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. pelayanan pasca persalinan. (2002). Untuk itu semua peneliti menyampaikan beberapa saran seperti berikut: Saran untuk Perawat. manusia. Jadi. Usaha (aksi-aksi) bersama menggugat petugas kesehatan di tempat pelayanan. . 5. kebijakan. cara pandang konsumen terhadap pelayanan yang diinginkan atau pelayanan yang berkualitas (quality of care versi konsumen). Penyebarluasan informasi terus-menerus kepada konsumen yang lain. Hasil penelitian tentang perbaikan mutu pelayanan kesehatan di instalasi rawat inap RSD KOL. Masalah dan akar masalah. Pelayanan yang Terpadu. 3. Misalnya. pelayanan KB terpadu dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. rencana keperawatan dan rencana tindakan yang akan dilakukan. perempuan. Bentuk-bentuk kasus yang dialami konsumen. strategi dasar yang penting dilakukan aktifis organisasi konsumen yang melakukan pendampingan konsumen kesehatan adalah dengan memperkuat pengorganisasian dan pendidikan kritis bagi kelompok-kelompok konsumen yang rentan seperti petani. maka organisasi konsumen dapat mengambil peran dengan melakukan advokasi kebijakan dan pembelaan hukum. Pendamping atau organizer bersama kelompok konsumen merumuskan: 1. Bukan hal yang mustahil. Instansi dan orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab. Penyimpangan dalam area-area penting manajemen pelayanan kesehatan yang menyebabkan kematian tersebut. ABUNDJANI BANGKO menyarankan yang diantaranya Pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien terdiri dari serangkaian proses-proses dari beberapa sistem. untuk ini diperlukan: 1) deskripsikan dengan jelas hasil pengkajian. Inisiatif konsumen sendiri dalam mengatasi masalahnya. Klien memerlukan pelayanan yang nyaman dan terpadu. 2) dokumentasikan informasi yang berhubungan dengan pasien dan apa yang akan dilakukan dalam merespon kebutuhan pasien.

Prosedur dan Standar Pelayanan Laboratorium b. diantaranya survey kepuasan. Prosedur dan Standar Pelayanan Kamar Operasi d. Merangin tentang struktur organisasi dan tata kerja RSD KOL ABUNDJANI. 2) Melaksanakan semua tugas sesuai dengan kompetensi dan kode etik profesi. survey kebutuhan pelayanan dan survey tingkat utilisasi pelayanan kesehatan rumahsakit. memberikan informasi yang dapat dimengerti pasien. dan dapat ditambahkan bahwa Saran untuk Dokter penyelenggara utama perawatan dan pengobatan pasien di instalasi rawat inap diantaranya adalah: Bertugas berdasarkan standar General Medical Council seperti: pemberian pelayanan kepada pasien merupakan hal yang utama. 2) Menyusun berbagai prosedur dan standar pelayanan sesuai dengan hasil tingkat kebutuhan dan hasil dari penelitian ini. menghormati privasi dan kehormatan pasien. menghindarkan pasien dari resiko fisik dan finansial akibat tindakan medis. menghormati hak pasien dalam keterlibatan secara aktif pada pengambilam keputusan. Prosedur dan Standar Pelayanan Rawat Inap dengan Kegawatan . Prosedur dan Standar Pelayanan Anastesi e. 3) Menjadikan RSD KOL ABUNDJANI bukan sebagai tempat mencari sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga menjadikannya sebagai tempat ibadah dan fungsi sosial. bekerjasama dengan para sejawat untuk kebaikan pasien-pasien yang dirawat. diantaranya: a. jujur dan dapat dipercaya. Saran untuk manajemen RSD diantaranya adalah: 1) Berusaha mengetahui keinginan pelanggan dengan melakukan survey pasar. dan 4) menuliskan perencanaan perawatan agar dapat diteruskan oleh sejawat dalam perawatan berikutnya dan selalu menuliskan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. memperlakukan setiap pasien dengan sopan dan sewajarnya. mendengarkan dan menghormati pandangan-pandangan pasien.3) jika sudah diketahui dengan baik kondisi pasien lakukan tindakan yang dapat diterima dan dapat dilakukan dengan tahapan yang baik dan benar saat melaksanakan perawatan kepada pasien dan jelaskan bahwa setiap tindakan tidak selalu berbahaya untuk selalu untuk keselamatan dan membatu mereka. Saran untuk komite staf fungsional diantaranya adalah: 1) Mematuhi tugas pokok dan fungsinya seperti yang tergambarkan dalam Peraturan Daerah Kab. menghargai dan menjaga informasi tentang pasiennya. menyadari berbagai keterbatasan yang dimilikinya. selalu memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan. Prosedur dan Standar Pelayanan Radiologi c.

manajemen. faktor pengendalian dan evaluasi. sarana. alat. information desk. atau faktor-faktor lain. budaya organisasi. faktor administrasi dan alur layanan. 5) Membumikan paradigma bahwa dari pasien kita mendapatkan jasa pelayanan yang mendukung kesejahteraan dan kepada pasien seharusnya tumbuh keinginan untuk membebaskan masalah kesehatannya. terminal komputer yang dapat diakses oleh pelanggan. faktor masa kerja dan lama Jabatan. 2) Melakukan analisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root cause analysis). Prosedur dan Standar Pelayanan Rekam Medik. prosedur. untuk menetapkan arah pemecahannya. menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah. . faktor Standart Operating Procedure dan atau instruksi kerja. Akar masalah adalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang terjadi. faktot beban kerja. Ia dapat berupa kelemahan pada manusia. Hal ini dilakukan dengan audit internal secara rutin dan melakukan management riview guna membahas tindak lanjut yang perlu dilakukan agar pelayanan yang diberikan selalu konsisten sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. mustahil tata tertib administrasi rumahsakit akan berhasil seperti apa yang telah distandarisasikan oleh pemerintah maka oleh karena itu diperlukan adanya komitment bersama untuk sepakat menyusun pedoman RM dan melaksanakannya dengan pertanggungjawaban profesi. kepemimpinan. faktor manajemen rawat inap dan faktor staf medis fungsional. Seperti diketahui bahwa tata tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumahsakit. misalnya dengan membuat brosur-brosur. 7) Melaksanakan saran-saran ini dengan dukungan sumber daya manusia kesehatan dan anggaran kesehatan beserta kebijakan-kebijakan kesehatan. Perlu adanya dukungan sistem pengelolaan RM yang baik dan benar. 3) Memastikan bahwa prosedur dan standar yang telah disusun diterapkan dan dilaksanakan dengan baik. Dianjurkan pula langkah-langkah umum sebagai berikut untuk pemecahan masalah mutu dan efisiensi dan efektifitas pelayanan rumah sakit: 1) Memecahkan struktur masalah yang sudah teridentifikasi kedalam komponenkomponennya. sistem. 6) Menyusun dan memberlakukan sistem pengawasan dan pemantauan pelayanan kesehatan yang diberikan dengan efektif.f. faktor pelatihan dan tambahan pengetahuan. faktor fasilitas dan peralatan. 9) Menginvetarisir akar penyebab masalah dari faktor internal yang mempengaruhi kualitas layanan kesehatan dan administrasi RM terutama dalam bidang: faktor pendidikan SDM. 3) Menetapkan dan memilih alternatif untuk pemecahan akar masalah. 4) Menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan guna mensosialisasikan jasa-jasa pelayanan yang mampu diberikan oleh rumahsakit.

5) Melakukan tindakan koreksi jika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagi terjadi. Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah jika manusia sebagai penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan dari rumah sakit. kemungkinan kesembuhan dan tindakan apa saja yang akan dilakukan dan selalulah memulai komunikasi dengan kata „maaf“. jika ragu dan meragukan mintalah penjelasan lebih lanjut tentang kebijakan dan atau saran tersebut. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa sarana pelayanan kesehatan dan tenaga profesi kesehatan harus mampu menunjukkan akuntabilitas sosial untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen. „tolong“. Hal lain adalah Pelaksanaan Program kendali mutu harus berdasarkan falsafah bersama untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh tim pelayanan dari berbagai disiplin ilmu.4) Memantau dan mengevaluasi penerapan upaya pemecahan masalah yang sudah dilaksanakan. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem dan mekanisme yang efektif guna tercapainya pelayanan prima tersebut. 3) mengikuti semua kebijakan sarana pelayanan dan saran dari petugas kesehatan dengan jujur dan bertanggungjawab. sesuai dengan beberapa kebijakan nasional pembangunan kesehatan di Indonesia diharapkan pemerintah daerah dapat: 1) Menjadi stake holder yang berpihak dan mendukung dalam berbagai aspek manajemen pelayanan kesehatan. diantaranya adalah: 1) sebelum penyakit menjadi lebih parah (persepsi masyarakat) sebaiknya segera memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat. Falsafah yang mendasari program kendali mutu antara lain: . 2) Berperan sebagai regulator yang melindungi dan menumbuh kembangkan kemampuan profesionalisme tenaga pemberi pelayanan kesehatan. dan „tolonglah saya“ atau „tolonglah kami“. diagnosanya. yakni pelayanan yang sesuai dengan standar yang diakui sehingga dapat memenuhi atau bahkan melebihi harapan konsumen. 4) selalu menyediakan tabungan kesehatan saat sehat dan mampu melaksanakan aktifitas memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia. Saran untuk Pemerintah Daerah. Saran untuk pasien. 2) bertanya dengan petugas kesehatan tidak dengan emosi tentang keadaan penyakit. 3) menjadi fasilitator dalam akselerasi peningkatan kemampuan pemberian pelayanan kesehatan sesuai dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan kesehatan daerah.

Maka manusia sebagai konsumen rumahsakit berhak sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan. Hak atas kenyamanan. keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. 4. 2. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen. Hak untuk mendapatkan kompensasi. Masing -masing disiplin menyepakati untuk mengkaji pelayanan yang diberikan oleh anggotanya. hubungan yang jelas adalah pelayanan jasa kesehatan. Praktek perawatan tidak akan mungkin meningkatkan kecuali masalah dapat diidentifikasi dan dipecahkan. Kesehatan adalah hak azazi manusia. 9. Hak atas informasi yang benar. 5. Dari UU Perlindungan Konsumen rumahsakit adalah: salah satu institusi pemberi pelayanan dibidang kesehatan. 8. Dengan melakukan pendekatan konkuren maupun retrospektif terhadap lingkup struktur. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. walaupun demikian baiknya program kendali mutu ini dilakukan secara terpadu tetapi tetap ada kendala kendala yang perlu diperhatikan. apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Pekerja pada umumnya merasakan kepuasan kerja dan lebih produktif bila mereka dibantu dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik dengan mengurangi hambatan dalam pekerjaannya. ganti rugi/penggantian. proses dan hasil maka semua aspek-aspekantara lain: Tenaga keperawatan. Dengan melibatkan semua staf keperawatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan program pengendalian mutu ini. maka tujuan akhir dari program pengendalian mutu yaitu meningkatnya mutu pelayanan keperawatan berdasarkan standar akan dapat dicapai dengan baik. 7. Semua staf memberikan perhatian untuk mencapai tujuan institusi yang dalam hal ini memberikan efek terhadap pelayanan pada klien. Staf mempunyai pengetahuan yang cukup dan memiliki ide-ide yang kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pekerjaannya Staf dapat memecahkan masalah jika cukup informasi-informasi yang diperlukan . perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.• • • • • • Masing-masing disiplin telah mengidentifikasi dan menyetujui falsafah dasar untuk dikembangkan menjadi tujuan masing-masing pelayanan. asuhan keperawatan dan kepuasan klien harus dinilai dengan menggunakan standar-standar yang tepat. jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. 3. Hak untuk mendapatkan advokasi. Program kendali mutu perlu dilaksanakan dan dibuat secara teratur dan terus menerus untuk meningkatkan mutu pelayanan. 6. seperti: 1. .

5. 4. Misalnya soal layanan listrik PLN. apa kata dokter/perawat mereka iyakan. maka program QA adalah sebuah langkah kebimbangan dan ambivalensi. monitor dan evaluasinya. Padahal bisa jadi kala sekolah dahulu. Proses peradilan yang ruwet dan memakan waktu yang berkepanjangan. yang di Depkes tidak lebih pandai dari yang di institusi pelayanan kesehatan /rumahsakit. mengapa hingga kini institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit ibarat tempat uji coba. dijamin dokter di institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit lebih peka dibanding dokter di Depkes walau sepanjang apapun gelarnya. Maka untuk mengurangi kesewang-wenangan para produsen barang dan jasa. Masih rendahnya tingkat kesadaran konsumen akan hak-haknya. Pun demikian pula setelahnya. dan dokter yang berpraktik di rumahsakitpun dalam memberikan pelayanan kesehatannya. banyak sekali keluhan dari konsumen yang merasa dirugikan. Ironisnya. keluhan yang disampaikan kebanyakan hanya lewat surat pembaca di media massa. panduan. demikian pula pelatihan. trial and error aneka macam program dari depkes. baik terhadap item kegiatan ataupun terhadap program besarnya. Yang membedakan hanyalah kekuasaan. layanan barang/jasa yang buruk. Belum terkondisikannya “masyarakat konsumen” karena memang sebagian masyarakat ada yang belum mengetahui tentang apa saja hak-haknya dan ke mana hak-haknya dapoat disalurkan jika mendapat kesulitan atau kekurangan dari standar barang atau jasa yang sewajarnya. sebagai konsumen kita perlu mengetahui faktor-faktor yang melemahkan konsumen. yang mana depkes tidak mau kalah dengan departemen lain untuk ikut mencicipi jajan IMF. Parameterpun disiapkan. tindak kriminal di kereta api. yang mana dalam Pedoman Kerja Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sudah sangat jelas dan rinci berisi panduan tatalaksana setiap kegiatan di Institusi pelayanankesehatan/rumahsakit yang mengacu kepada UPK. termasuk panduan pengobatan. maka bim salabim lahirlah Quality Assurance atau Jaminan Mutu. Menyimak produk Depkes tahun 1988. antara lain: 1. PDAM. Dan supaya dapat dana segar nan besar. Cara lain yang lebih kreatif adalah langsung mengadu ke pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat. Maka inilah realitas ketertindasan konsumen dalam menghadapi pilihan-pilihan barang/ jasa harus mereka konsumsi. Artinya mengulang program mapan yang sudah terintegrasi dengan keseharian para petugas Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit dengan mengganti nama QA yang justru lebih . Cara ini terlalu sederhana dan tidak menyelesaikan masalah.Bila menyimak surat pembaca di media cetak. 3. Masyarakat belum memiliki kemauan untuk menuntut hak-haknya. nama programnya pun dibuat “greng”. delay pesawat. pelayanan rumahsakit dan bahkan pelayanan pajak dan lain sebagainya. Posisi konsumen yang selalu lemah (lemah informasi dan lemah kondisi sehingga tak berani menyangga seperti kasus Prita). lebih-lebih kala berbicara kepekaan terhadap keperluan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Itulah kira-kira gambaran umum. mutu barang yang tidak bagus. Semua itu adalah persoalan yang kerap kali muncul di Indonesia. Jaminan mutu produk tahun 1996 yang lalupun. 2. konon hasil pemikiran grusa-grusu karena ada “jajan” berupa pinjaman IMF (maksudnya hutang yang harus dibayar). Memang pada kenyataannya konsumen kerap berada dalam posisi yang tidak berimbang dibanding dengan posisi produsen.

disertai peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan serta mampu berkembang (growth) dan survive. dari ratus rsd dan puluh rsp serta ratus rss. padat karya dan padat tehnologi Ketiga sifat tersebut menuntut pengelolaan keuangan rumah sakit yang lebih professional. Menurut Trisnantoro (2005) saat ini sektor kesehatan berbeda jauh dengan keadaan 50 tahun lalu. dengan menekankan pada aspek efisiensi. Akreditasi rumahsakit dicanangkan sejak tahun 2007 dan sampai tahun 2009 ini capaiannya sangat menyedihkan. Hal inilah menjadikan rumah sakit menjadii lembaga yang bersifat padat modal. RSD Kol Abundjani saat ini sedang dalam proses akreditasi yang pelaksanaannya setengah isi dan setengah kosong. Cost recovery rate (CRR) rumah sakit menjadi hal yang sangat penting. berdasarkan hitungan-hitungan ekonomi. Tehnologi yang digunakan saat ini sangat canggih. jiwanya masih nol saya rasa. lebih dari itu ada ukuran non teknis yakni keinginan dan harapan warga. sebagi contoh operasi dengan menggunakan peralatan mikro merupakan suatu tindakan yang sama canggihnya dengan tehnologi program ruang angkasa dan militer yang tentu saja memerlukan SDM yang berkompetensi untuk mengelolanya. Sistem manajemen yang berlaku global mempengaruhi pola berfikir manajer rumah sakit.sempit tapi tidak lebih mendalam. Gambaran lain adalah tehnologi kedokteran dan obat-obatan yang berkembang pesat disisi lain rumah sakit adalah lembaga pemberi jasa pelayanan kesehatan yang tergantung pada perkembangan tehnologi kedokteran. efektif dan produktifitas serta memperhatikan pemerataan pelayanan. Kebutuhan akan obat ini sering disertai dengan biaya yang besar. karena prosesnya sendiri tidak terakreditasi. Rumah sakit dapat meningkatkan pendapatan dengan memperbesar omset penjualan obat. Hal ini tercermin pada perubahan fungsi klasik rumah sakit yang pada awalnya hanya memberi pelayanan yang bersifat kuratif (penyembuhan) saja terhadap pasien melalui rawat inap dan rawat jalan bergeser ke pelayanan yang lebih komprehensif meliputi promotif. kuratif dan rehabilitatif. Siklus demikian mestinya tidak boleh terulang. tidak cukup dengan kajian monopoli petinggi Depkes. penentuan tarif lebih rasional. Hal ini menuntut para manajer untuk lebih memperhatikan secara saksama dinamika lingkungan yang ada yang kemungkinan besar akan merubah system manajemen yang dipergunakan. . artinya pengguna jasa pelayanan Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit tak lebih hanyalah obyek semata yang tak punya hak suara. Bedanya hanya di segi dana yang luar biasa besar dan pelatihan berulang yang justru buang-buang waktu. hanya 14% yang sudah terakreditasi. Untuk meningkatkan mutu layanan. Obat merupakan barang yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. Sayangnya yang ini tidak pernah tersentuh. Pengaruh perubahan dinamika lingkungan usaha rumah sakit yang terjadi tidak saja di Indonesia tetapi hampir diberbagai penjuru dunia. Pelayanan rumah sakit diera sekarang tidak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakat . Salah satu tehnologi tinggi adalah obat yang dihasilkan oleh industri farmasi. preventif. Besarnya omset untuk obat-obatan mencapai 50-60% dari seluruh anggaran rumah sakit. Tehnologi kedokteran mempengaruhi biaya pelayanan rumah sakit.

Berdasarkan kenyataan diatas maka rumah sakit mulai berubah menjadi lembaga usaha yang membutuhkan berbagai konsep ekonomi dalam manajemen yang mungkin asing bagi para dokter atau pemilik rumah sakit. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa rumah sakit juga harus menjalankan fungsi sosialnya. Dengan demikian rumah sakit bukanlah lembaga yang hanya menggunakan prinsip kedokteran dan kesehatan. Hal ini dapat membawa suatu resiko yaitu rumah sakit keagamaan akan menjadi lembaga usaha yang praktis untuk mencari keuntungan atau menghidupi SDM. serta untuk penelitian biososial. Kenyataan menunjukkan bahwa konsep subsidi silang sebenarnya tidak ada ataupun jika ada subsidi silang akan menggerogoti aset dan kemampuan investasi rumah sakit. Subsidi yang mengecil atau bahkan tidak ada sama sekali menyebabkan rumah sakit keagamaan kesulitan mencari sumber dana bagi orang miskin yang sakit. Penelitian Abeng dan Trisnantoro (1997) disebuah rumah sakit swasta menunjukkan bahwa tarif kamar VIP berada dibawah unit cost. akibat hilangnya subsidi dan semakin mahalnya alat dan tenaga kesehatan yang pada akhirnya menuntut pendapatan yang tinggi. Untuk menjalankan fungsi sosialnya ini sebaiknya anggaran untuk pos sosial tersebut tersedia dalam APBD dan diatur dengan kemudahan-kemudahan pengelolaannya tetapi tetap dengan pengawasan yang ketat. Kita pelajari Dalam perkembangannya rumah sakit swasta yang dikelola oleh yayasan keagamaan seperti rumah sakit Islam sangat kesulitan dalam memenuhi fungsi sosialnya oleh karena kesulitan dalam hal pendanaan.Pengertian rumah sakit menurut WHO adalah suatu bagian penyeluruh dari organisasi sosial dan medis berfungsi memberikan pelayanan Kesehatan yang lengkap kepada masyarakat. rumah sakit juga merupakan pusat latihan tenaga kesehatan. Hal ini membuat banyak rumah sakit swasta bahkan yang dikelola oleh yayasan keagamaanpun berubah menjadi lembaga for profit sebagai jawaban terhadap perubahan lingkungan yang terjadi diluar rumah sakit akibat pengaruh globalisasi. Hal yang penting adalah masalah biaya operasional dan pemeliharaan yang tidak semudah biaya investasi untuk memperolehnya. Rumah sakit . berkembang dan mempunyai dasar etika berbagai profesi dan mempunyai etika bisnis. tetapi lebih mengarah pada suatu lembaga yang harus hidup dan bermutu. disamping itu belum ada standar sumber pendanaan termasuk pembagian sumber pendapatan (keuntungan) apakah untuk pemilik atau untuk pengembangan. dimana pelayanan keluarga menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan. 2005). Hal yang dikhawatirkan adalah pasien dikelas bawah justru mensubsidi pasien kelas atas. sementara penggalian dana-dana kemanusiaan sama sekali tidak dikelola secara sistematis. Penerapan subsidi silang dari kelas atas (VIP) ke kelas bawah (III) tidak rasional. baik kuratif maupun rehabilitatif. Dari definisi diatas bahwa rumah sakit disamping memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat juga sebagai pusat pendidikan calon tenaga kesehatan. Akibatnya banyak rumah sakit swasta keagamaan yang mempunyai fasilitas fisik dan peralatan yang memadai tetapi kesulitan dalam mencari dana operasional. sehingga menaikan tarif akan menjadi pilihan. Walaupun demikian masih banyak rumah sakit keagamaan masih melihat perubahan yang ada tanpa strategi pengembangan yang jelas (Trisnantoro. Rumah sakit tidak lagi harus dipandang sebagai suatu lembaga yang harus bersandar pada norma-norma dan etika profesi dokter.

Wikipedia Indonesia 5. dimana output layanannya menjangkau . Mutu akan diwujudkan jika telah ada dan berakhirnya interaksi antara penerima pelayanan dan pemberi pelayanan. Mengukur mutu pelayanan dapat dilakukan dengan melihat indikator-indikator mutu pelayanan rumahsakit yang ada di beberapa kebijakan pemerintah.com/2007/10/wajah-perumahsakitan- 1. the hospital is also a centre for the training of health workers and for biosocial research”. Mutu Pelayanan Kesehatan. both curative and preventive and whose outpatient service reach out to the family and its home environment. Jika pemerintah yang menyampaikan kritikan ini dapat berarti bahwa masyarakat mendapatkan legalitas bahwa memang benar mutu pelayanan kesehatan harus diperbaiki. saat-ini. Mutu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh ada tidaknya kritikan dan keluhan dari pasiennya. Pedoman Pelayanan Kesehatan Depkes RI Penulis adalah magister manajemen rumahsakit UGM dan seorang calon widyaiswara dari kabupaten Merangin. lembaga sosial atau swadaya masyarakat dan bahkan pemerintah sekalipun. Implementasinya adalah penerapan ekonomi dalam pelayanan kesehatan harus dilakukan diantaranya dengan melakukan analisis biaya di rumah sakit. 3. Sumber: 1. MKES Setelah membaca berita “RUMAHSAKIT HARUS BERBENAH” dan “RSD ABUNDJANI BANTAH ABAIKAN FASILITAS” di koran RADAR SARKO saya sebagai manusia kesehatan dengan ini menyampaikan pemikiran yang mungkin mengundang tanya atau pertanyaan lagi.blogspot. Dan barangkali ini hanya merupakan materi pencerahan yang semoga bermanfaat. 2.html http://rusliakatili. Rumahsakit menurut WHO Expert Committee On Organization Of Medical Care: “is an integral part of social and medical organization. yang dalam bahasa Indonesianya jika diterjemahkan secara bebas dapat berarti: suatu bagian menyeluruh dari organisasi dan medis. SKM. the function of which is to provide for the population complete health care. Ambivalensi Antara Kewajiban dan Keinginan (antara penyelenggara dan pemilik) Jonirasmanto. manajemen proses dan output dari proses pelayanan kesehatan secara mikro maupun makro. Analisa indikator akan mengantarkan kita bagaimana sebenarnya kualitas manajemen input.merupakan lembaga multiprofesional yang menghasilkan berbagai produk pelayanan kesehatan yang bermutu dengan tetap memperhatikan aspek sosialnya. sedang mempersiapkan diri untuk Stratifikasi Khusus Widyaiswara secara mandiri. 4. berfungsi memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun rehabilitatif. Catatan Kuliah Manajemen Rumah Sakit 2. Dari definisi. 6. 5. sudahkan kita mengetahuinya. BMJ Journal 4. Tesis Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Inap melalui Audit Kematian 3.

Membantu pendidikan tenaga medis umum. kekhususan menyertainya dengan adanya rumah sakit yang dibina dirjen yanmed Dpekes RI yang secara fisik berada di daerah kabupaten. 3. menggunakan gabungan ilmiah khusus dan rumit. kelas “a. Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi. tenaga keperawatan. Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman. untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. tenaga kefarmasian. Membantu pendidikan tenaga medis spesialis. Melaksanakan pelayanan administratif. Definisi rumah sakit menurut Keputusan Menteri Republik Indonesia nomor 983. berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal (observasi). Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan. yaitu: • • • • • • • • • • • • • • • • Melaksanakan pelayanan medis. spesialistik dan pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan”. pelayanan penunjang medis tambahan. Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial. Dari Sumberdaya Kesehatan yang ada di rumahsakit: (1) Tenaga kesehatan terdiri dari : 1. Melaksanakan pelayanan rawat inap. 2. Definisi rumahsakit ini di setiap peraturan daerah pada umumnya sama.pelayanan keluarga dan lingkungan. Melaksanakan pendidikan para medis.MENKES/SK/1992 mengenai pedoman rumah sakit umum dinyatakan bahwa: ”Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar. Melaksanakan pelayanan medis tambahan. Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. yang diantaranya adalah: luas tidaknya lingkup spesialistik yang dimiliki. hanya saja terdapat perbedaan pada tugas pokoknya. Perubahan kelas rumah sakit dapat saja terjadi sehubungan dengan turunnya kinerja rumahsakit yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Indonesia melalui Keputusan Dirjen Yan Medik. rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan tenaga kesehatan serta untuk penelitian biososial. Melaksanakan pelayanan medis khusus. Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit secara lengkap. Sementara itu menurut Siregar (2003) menyatakan bahwa rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks. c. pelayanan penunjang medis. kota ataupun di provinsi. dan difungsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modern. Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan. tenaga medis. yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama. b. Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan. Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi. d”. .

administrator kesehatan dan sanitarian. Memang ada daerah yang memberikan semacam insentif dan atau reward untuk tenaga kesehatan tertentu yang harus melayani pasiennya di luar jam dinas yang jumlahnya menurut tenaga dokter spesialis masih belum dianggap cukup (sesuatu yang wajar yang seharusnya dibayarkan). atau 07.00 jika 5 (lima) hari kerja. jika diberlakukan secara ketat maka mereka akan menuntut uang lembur untuk pekerjaan yang dilakukannya pada waktu di luar jam dinas (07. (2) Tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi. 6. otorik prostetik. (7) Tenaga keterapian fisik meliputi fisioterapis. (6) Tenaga gizi meliputi nutrisionis dan dietisien. mikrobiolog kesehatan. radioterapis. Kondisi ini akan berhubungan dengan kemapanan dukungan kebijakan dan dukungan anggaran yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. teknisi transfusi dan perekam medis. tenaga kesehatan masyarakat. (3) Tenaga keperawatan meliputi perawat dan bidan. sumber daya manusia kesehatan yang dimiliki oleh rumahsakit akan mempengaruhi diferensiasi dan kualitas pelayanan kesehatan. teknisi gigi. Sebagai unsur manajemen. biasanya hanya . Dari Struktur Organisasi Daerah: rumahsakit dapat berdiri dengan legalitas dan ilegal karena ada rumahsakit dengan ijin penyelenggaraan dan tidak ada ijin. 5. hal yang seperti ini perlu komunikasi yang ajeg demi harmonisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Kekhususan ini sangatlah tidak mungkin dimanajemeni secara umum.00 jika 6 (enam) hari kerja. refraksionis optisien. (5) Tenaga kesehatan masyarakat meliputi epidemiolog kesehatan. tenaga gizi. Mari kita hitung penghasilan mereka jika tidak melayani pasien di rumahsakit. analis farmasi dan asisten apoteker. Pada kebanyakan daerah di Indonesia. 7. okupasiterapis dan terapis wicara. analis kesehatan. (8) Tenaga keteknisian medis meliputi radiografer.30 sampai 16. keterbatasan keanekaragaman jenis tenaga kesehatan akan menghasilkan kinerja rumahsakit dalam pencapaian indikator mutu pelayanan rumahsakit.30-14. karena SDM kesehatan adalah SDM fungsional yang kepadanya melekat fungsi profesi berdasarkan latar belakang pendidikan kesehatannya. tenaga keteknisian medis.4. (4) Tenaga kefarmasian meliputi apoteker. rumahsakit daerah dijadikan sumber pendapatan daerah dan dalam laporan pertangggungjawaban pemerintah daerah keberhasilan capaian indikator pelayanan kesehatan rumahsakit jarang dan bahkan tidak pernah dijadikan data atau informasi dalam penyusunan perencanaan dan penyusunan kebijakan. Tentang disiplin kepegawaian seharusnya tidak diberlakukan secara ketat. tenaga keterapian fisik. entomolog kesehatan. teknisi elektromedis. rumahsakit dapat merupakan unit pelaksana teknis dinas dan atau sebagai institusi yang bertanggungjawab kepada bupati dan atau rumahsakit vertikal yang ada di daerah. penyuluh kesehatan.

karena apa. Sesuatu yang riskan jika PAD dijadikan ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan karena nominal PAD adalah rupiah yang dibayarkan pasien. dan kelompok fungsional tidak dilantik oleh bupati kepala daerah padahal struktur organisasi rumah sakit sudah menjelaskannya. Dapat ditambahkan lagi dengan adanya permasalahan kelembagaan. dan itu dalam penyusunan program kegiatan dan anggaran rasanya belum pernah ada yang duduk bersama menyatukan pernyataan dan kesimpulan. Epidemiolog dapat menyampaikan laporan ini jika dibutuhkan. karena yang diperlukan hanya pejabat struktural yang mengepalai beberapa bidang dan bagian. bagaimana komunikasi dan manajemennya dilakukan di rumahsakit tersebut. tentang bagaimana dan seterusnya masyarakat di rumahsakit tersebut. komite rekam medik. Sebagai contoh: peningkatan penerimaan daerah dari retribusi pelayanan kesehatan akan tidak ada artinya apa-apa jika cakupan angka rujukan ke rumahsakit vertikal atau ke kabupaten lain lebih tinggi dari angka kunjungan UGD rumahsakit yang bersangkutan atau angka pasien rawat inap kelas III. Apa yang mereka bayar dari pelayanan yang mereka terima dapat mencerminkan tingkatan kesehatan masyarakat tersebut. dimana ada kotak kelompok tenaga fungsional dalam bagan struktur organisasi tidak ada isinya dan tidak ada koordinasinya. rasionalitasnya jika makin banyak penerimaan berarti makin banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas sumberdaya di rumah sakit. sedangkan komite medik. Ada item rupiah yang bisa dirinci jumlahnya dari pola tarif yang ada. karena merekakan sedang dalam pendalaman ilmu kedokteran. Hal ini dikarenakan adanya indikator vital dalam proses dan atau dalam output sistem pelayanan kesehatan. Jika kelompok ini ada maka tenaga fungsional tersebut dapat dijadikan media informasi guna penyusunan kebijakan yang ajeg dan mumpuni secara keilmuan. tetapi jika tak ada rotan maka akarpun jadilah sehingga kualitas yang diharapkan belum tentu dapat dinikmati sebagai akhir dari pelayanan yang bermutu. Ada beberapa instansi yang memiliki keterkaitan dengan rumahsakit daerah. jawabannya akan berhubungan dengan ketersediaan sumberdaya manusia kesehatan dan kualitasnya. Hanya tinggal lagi epidemiolognya berpihak kepada siapa. kenapa tidak. untuk pembuktiannya diperlukan analisa lebih lanjut. komite keperawatan. Sesuatu yang aneh memang. yang sebenarnya satu indikator gagal dapat menyebabkan perubahan penilaian kinerja. makin banyak masyarakat yang menggunakan berarti masih ada masyarakat yang sakit. Rumahsakit dengan angka rujukan yang jumlahnya mendekati setengah dari jumlah kunjungan patut dipertanyakan. Keberadaan resident tanpa pengawasan satuan pengawas internal rumahsakit dapat dipersepsikan berbagai rupa oleh masyarakat dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbedabeda. masih adanya masyarakat yang sakit berarti derajat kesehatan masyarakat belum optimal.dilaporkan sebagai hasil dari akumulasi seluruh indikator. Sebagai contoh: . Beperapa peraturan daerah diimplementasikan dengan tidak paripurna. di banyak daerah rumahsakit daerah sebagai penghasil pendapatan asli daerah terbesar. satuan pengawas internal. Ada apa dengan kompetensi mereka dalam memberikan pelayanan. mungkin berhubungan dengan ketidak tahuan dan ketidak mampuan membayar atau belum ada dasar hukumnya (padahal peraturan pemerintah sudah menjelaskan hal itu) Dari Manajemen Lintas Program dan Lintas Sektor Rumahsakit sebagai pintu gerbang dan unsur vital dalam penilaian adipura.

(3) Pelayanan Administrasi. Rumahsakit dengan standar ISO 14000 dan ISO 2000. Dari Dukungan Kebijakan Nah ini yang lebih perlu mendapat perhatian. masih perlu dianalisa dan disikapi dengan jalinan koordinasi . yaitu: (1) Pelayanan Gawat Darurat. bukan hanya oleh masyarakat rumahsakit. bersumber dari oknum pegawai di tingkatan tersebut. tetapi nyatanya budaya akreditasi belum sama sekali mendarah daging di institusi RSD Kol Abundjani ini. …? Pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan lintas sektor dan lintas program. 8 (delapan) pelayanan dan 13 (tiga belas) pelayanan. Proses akreditasi telah berlangsung hampir lebih dari 5 (lima) tahun. Ada apa. Dunia pelayanan kesehatan semakin hitam jadinya. (2) Pelayanan Medik. tetapi bagaimanapun juga SDM rumahsakit daerah harus terlebih dahulu menjawabnya dengan pernyataan yang diikuti oleh sikap yang terakreditasi pula. karena apa. (4) Pelayanan Keperawatan dan (5) Pelayanan Rekam Medik Tujuan pemerintah dengan akreditasi ini adalah untuk: agar kualitas pelayanan diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di rumah sakit. bukan dari RT-RW dan Lingkungan. menurut beberapa pengamat adalah sangat tidak masuk akal jika tidak ingin dianggap aneh. Departemen kesehatan dengan Komite Akreditasi Rumahsakit terus berupaya agar semua rumah sakit daerah harus terakreditasi minimal 5 (lima) pelayanan. rumahsakit terkareditasi 5 (lima) pelayanan. Pedoman umum mengenai persentase anggaran kesehatan dari total anggaran daerah masih perlu dipertanyakan lebih lanjut lagi. Pejabat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sedikitpun tidak menunjang dipilih untuk memimpin roda proses pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi rumahsakit. dan mereka yang berobat dengan fasilitas kartu miskin saat akan dirawat minta dirawat dengan fasilitas VIP. Pernyataan jelasnya adalah sumberdaya manusia kesehatan yang ada di rumahsakit tersebut. dan kelompok rumahsakit yang belum terakreditasi dan atau yang belum terstandar. Dari Akreditasi Rumahsakit. Masih belum terlihat jiwa pemiliknya dalam peraturan ini. bermuncullanlah pahlawan dengan pamrih disini. bukan berdasarkan kemampuan yang dapat diberikan oleh rumahsakit. daftar nama keluarga dan anggotanya bersumber dari BKKBN. mengapa karena ada pasien yang berobat dari keluarga miskin yang benar-benar miskin dengan nama yang tak ada dalam data base yang diberikan oleh pemerintah. jawabnya dapat bersumber dari kualitas dan kuantitas sumber daya yang ada di rumahsakit tersebut. begitu banyak peraturan daerah disusun dengan cara studi banding. dan dalam data base saat perjalanannya rumahsakit harus memberikan pelayanan seperti yang diharapkan mereka.Kebijakan berobat gratis. RSD Kol Abundjani didukung anggaran belum juga mampu menyelesaikan proyek ini. dicopi dan dipastekan kemudian diedit agar menjadi sesuai dengan keadaan riel daerah.

yaitu berpedoman pada struktur. Peruntukan anggaran tentu membutuhkan kebijakan paripurna yang proporsional. pelayanan kesehatan dapat berbentuk makro dan berbentuk mikro. Menurut Rusli. Salah satunya adalah yang diajukan oleh Donabedian (1980). dan outcome. Under use didefinisikan sebagai kegagalan untuk memberikan pelayanan yang efektif padahal jika dilakukan dapat menghasilkan outcome yang diharapkan (misalnya tidak memberikan imunisasi atau gagal untuk melakukan bedah katarak). Disebut overuse apabila pelayanan kesehatan yang dilakukan ternyata memberi dampak risiko yang lebih besar daripada potensi manfaat yang dapat ditimbulkan (misalnya memberikan antibiotika untuk kasus-kasus common cold). dibuat terperangah oleh program tersebut. dan salah satu definisi yang umum digunakan antara lain menyebutkan bahwa mutu pelayanan kesehatan adalah “tingkat di mana pelayanan kesehatan untuk individu maupun populasi mampu menghasilkan outcome pelayanan sesuai dengan yang diharapkan dan konsisten dengan pengetahuan profesional terkini” (IOM. effectiveness. yaitu safety. kapan SDM kesehatannya mau manggung dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian pelayanan kesehatan. Sebagai suatu pernyataan akhir dari sebuat proses pelayanan kesehatan. dan patient awareness. anggaran efektif jika rasio antara pembiayaan dan penerimaan berkisar 0. Sedangkan misuse didefinisikan sebagai komplikasi yang sebenarnya dapat dihindari jika pelayanan kesehatan dilakukan secara seksama. yaitu under use. karena rumahsakit bukan badan profit.dan pengawasan yang komprehensif.1%. efficiency. Dari mutu pelayanan kesehatan. berbagai peneliti telah mencoba mengembangkannya untuk menjamin agar pengukuran mutu pelayanan kesehatan lebih spesifik. timeliness. kalau tigaperempat anggarannya hanya untuk fisik. proses. sebenarnya tidak berlaku di institusi pelayanan rumahsakit. karena disini setiap pekerjaan yang dikerjakan dan yang seharusnya dikerjakan bukan lagi berdasarkan panggilan hati nurani. Namun demikian mengingat definisi tersebut dianggap terlalu luas. equity. Jika ini berlanjut dapat dibayangkan bagaimana pemenuhan hak pokok masyarakat sebagai pasien jika mereka tidak mampu membayar. Kedua bentuk ini saling bersimbiose mutalisme dalam sebuah sistem. tetapi telah bergeser menjadi panggilan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Kemajuan pertumbuhan dan pengembangan rumahsakit menjadikan rumahsakit sebagai lembaga profit tetapi tidak meninggalkan unsur sosialnya telah mengubah persepsi sumber daya manusia kesehatan dari non material menjadi sangat material. over use. bukan lagi panggilan profesi. dan misuse of health care services. Sementara itu the IOM (1999) dan National Health Service menggunakan konsep mutu pelayanan kesehatan dalam 6 aspek. 2001). Dari beberapa konsep tersebut kemudian dikembangkan sejumlah indikator untuk mengkuantifikasikan mutu pelayanan kesehatan. pihak Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sebagai (lagi-lagi) pihak pelaksana. Sebagai sebuah proses. tetapi lembaga non profit. jaminan mutu) pada tahun 1996. Chassin mengusulkan metode lain yang menekankan pada 3 area utama. Mutu Pelayanan Kesehatan yang mengemuka sebagai panglima program unggulan Depkes dengan nama Quality Assurance (QA. Berbagai definisi mutu yang dikaitkan dengan patient safety selanjutnya diajukan. Salah satunya adalah indikator mutu pelayanan yang disusun oleh ACHS yang merupakan instrumen untuk mengidentifikasi area .

Kondisi budaya ini di satu sisi menjadi kendala dalam pelayanan medis. Inpatient Quality Indicators. yang relatif berakar dari tradisi dan kebudayaan mereka. lagi-lagi Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit berada di posisi tak berdaya dan lagi-lagi hanyalah sebagai terminal akhir pembuangan dan berposisi layaknya sandal jepit. Dari keluhan konsumen. tidak seperti teman-temannya di Depkes yang sebagian diantaranya berdasi dan naik mobil dinas mulus-mulus dan baru-baru. complain maupun keluhan konsumen semestinya tidak diartikan sebagai serangan. Sebaliknya. Tetapi sebagai institusi bawahan Depkes. dan Patient Safety Indicators (PSIs). seorang pasien berhak untuk mempertanyakan pelayanan dokter yang dirasakannya tidak jelas. Rosalia Sciortino dalam “Menuju Kesehatan Madani” (1999:78) menyebut adanya “konstruksi rahasia” yang dipertahankan petugas kesehatan. Oleh karenanya. di sisi lain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara murah dan mudah. Fasilitas kesehatan (formal) yang tersedia masih relatif baru. Artinya. Mungkin ini jalan keluar. Dengan metode kuantifikasi ini selanjutnya dapat dilakukan analisis statistik untuk menilai area-area pelayanan yang dianggap memiliki defisiensi dalam menghasilkan outcome yang diharapkan. sistem yang berkualitas. 2. dana yang cukup. Memahami Hak dan Kewajiban Konsumen . dan interaksi sosial yang saling menguntungkan. ada beberapa kondisi yang tampak dalam pelayanan kesehatan. Namun. pemerintah dan praktisi kesehatan masyarakat bertanggung jawab untuk berupaya merealisasikan adanya kebijakan yang lebih baik. bahkan memberatkan konsumen itu sendiri. kritik. masyarakat memiliki sistem pengobatan atau pengetahuan mengenai perawatan kesehatan (biomedis). 3. 1. Pada umumnya konsumen sebagai pengguna jasa kesehatan seperti pasien. Hidup sehat merupakan kebutuhan utama (primer) setiap orang. dan belum mengakar atau belum dirasakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. tetapi tidak tersedia standar quality of care yang berbasis konsumen. tetapi diterima sebagai koreksi terhadap cara berpikir dan cara melayani konsumen.pelayanan kesehatan yang masih memerlukan perbaikan secara fundamental. Artinya. Pelayanan yang baik dan memuaskan bisa diwujudkan secara bersama antara pengguna jasa pelayanan dan petugas kesehatan. Kecenderungan perilaku para praktisi medis yang tidak mempertimbangkan prosesproses komunikasi atau pertukaran informasi. Lupa mungkin karena tampilan dokter institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit yang tak pernah berdasi dan naik kendaraan dinas apa adanya kala tugas. fasilitas dan tenaga medis yang memadai guna menjamin terlaksananya program kesehatan masyarakat. klien tidak menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Dalam hal ini. Upaya yang sama juga dilakukan oleh The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yang mengembangkan beberapa indikator yaitu Prevention Quality Indicators. Mungkin Depkes lupa bahwa para dokter yang ada di Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit adalah seorang sarjana juga seperti halnya para petinggi Depkes. Sehubungan dengan hal ini. petugas kesehatan dapat mengetahui keinginan konsumen dan kekurangan yang dimilikinya. kondisi ini harus disertai pula dengan perbaikan pada aspek kebijakan dan manajemen. hak atas pelayanan kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia (HAM).

Namun harus diyakini bahwa ukuran kepuasan tidak bisa . Bersedia bekerja sama dan mematuhi perawatan yang diberikan. pertanyaan yang sering muncul adalah apa saja hak-hak konsumen dalam pelayanan kesehatan. yakni pelayanan yang menghormati hak-hak konsumen. Mendapatkan ganti rugi apabila terjadi malpraktek yang dilakukan petugas kesehatan. yang secara khusus disebut klien. 3. ia berkewajiban mengetahui apa yang dapat atau tidak dapat diatasi oleh perusahaan asuransi. Sebagai pasien. Memilih tempat pelayanan yang diinginkannya. dokter). dan jika dianggap perlu. dan izin persetujuan pasien bila ingin akan dioperasi. 2. dalam hal ini bidan. tidak disiplin. telah menyebabkan anak mereka cacat seumur hidup.Dalam berbagai kesempatan diskusi dengan kelompok konsumen. 5. Sebagai pasien. biaya. membatalkan persetujuan sewaktuwaktu. ia menolak suatu metode pengobatan atau tindakan medis tertentu. bidan. yaitu: 1. hal-hal dirahasiakan. Jika menggunakan jasa asuransi. petugas kesehatan yang mengerti hak-hak konsumen tidak mau peduli. Setiap konsumen memiliki hak yang dilindungi undang-undang. meskipun akhirnya ditempuh jalan damai dengan ganti rugi 25 juta rupiah. 2. bagaimana sebaiknya pelayanan yang berkualitas? Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa istilah konsumen dalam pelayanan kesehatan mencakup pengertian mereka yang menerima pelayanan jasa maupun obat-obatan dari petugas kesehatan (paramedis. dan seterusnya. 3. Mendapatkan informasi yang dapat dipahaminya mengenai penyakit yang diderita. yang tidak seimbang dengan banyaknya pasien yang berkunjung setiap hari kerja. Sebaliknya. Orang tua bayi itu menuduh pihak RS. Sedangkan yang dimaksud pelayanan yang berkualitas biasanya mengacu pada pengertian Quality of Care atau standar pelayanan yang berkualitas. Kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan dengan tuntutan 1 milyar rupiah. karena kecerobohan dalam pelayanannya. cara pengobatan. Bahkan petugas kesehatan menyadari bahwa masyarakat tidak mengerti cara hidup sehat. Kebanyakan konsumen juga petugas kesehatan tidak mengetahui hak-hak dan kewajiban konsumen. kelebihan maupun kekurangan pengobatan. catatan medis petugas kesehatan. Dari persoalan ini sebenarnya tuntutan akan pelayanan kesehatan yang memuaskan (berkualitas) semakin kompleks. konsumen memiliki kewajiban. prosedur perawatan. dan jaminan keamanan/keselamatannya. Mengetahui sejarah atau riwayat pengobatannya. Padahal masyarakat tidak pernah belajar di sekolah kesehatan. Memberitahu petugas kesehatan jika ia menerima perawatan dari dokter yang lain. tetapi tidak merasa percaya diri untuk mengemukakannya di tenpat pemeriksaan. pasien. Hanya sebagian kecil konsumen menyadari hak-haknya. konsumen berhak: 1. efek samping pengobatan. Memperoleh rasa aman dari semua proses pelayanan. misalnya keterbatasan petugas dan fasilitas tidak memadai. Menepati janji dengan petugas kesehatan. pendapat dari petugas kesehatan lainnya. 4. Contoh aktual adalah bayi yang dilahirkan cacat (tanpa tangan) di RSUD Bayu Asih Purwakarta (Kompas. 4. 26 Juni 1997). Banyak alasan yang seringkali dikemukakan.

hak mengajukan protes (berpendapat). apakah cukup simpatik dan cukup waktu untuk bertemu dengan kliennya. yaitu pemantauan masalah dan mencari jalan keluar dengan memperbaiki akar masalah secara berkelanjutan (The Population Council. dan efek sampingnya. hak ganti rugi. 2. proses pencapaian pelayanan yang memuaskan tidak bisa tidak melibatkan orang banyak. mendapatkan pelayanan kapan dan di mana saja (akses). standar quality of care di Indonesia belum jelas. kenyamanan. dokter. yang dapat dipandang dari provider (penyedia jasa) dan klien (konsumen). Mempertahankan kondisi aseptic. 5. tanggung jawab sosial. Keterampilan Teknis. menjalankan protokol (aturan) dan staf yang kompeten melakukan teknis klinik. kerahasiaan. Dasarnya adalah “problem solving”. atau hak-hak klien kesehatan reproduksi. organisasi KB dunia. Ukuran standar yang bisa dijadikan pedoman adalah kebutuhan orang banyak yang selama ini sudah dibakukan. Oleh sebab itu. ukuran standar pelayanan cukup jelas. Setiap metode layanan (KB) tersedia bagi perempuan dan laki-laki yang ingin merencanakan keluarganya. Pasal 4. 3. dan pinggiran kota. petugas. Konsumen tidak memperoleh manfaat yang optimal dari pelayanan kesehatan. Dari sisi provider. Konsep ini biasanya dirujuk pada prinsipprinsip manajemen pengawasan kualitas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan umum.bertolak dari kepentingan individu saja karena kepuasan individual tidak ada batasnya. termasuk kartu untuk mengingatkan dan kunjungan rumah. Informasi untuk Klien. 1994). Bertolak dari “Quality of Care” Konsep quality of care adalah istilah yang digunakan secara luas dalam pelayanan kesehatan. cara penggunaan metode. Dari sisi klien. dan komunitas setempat. Gejala seperti ini terutama terjadi di tingkat pelayanan kesehatan dasar di pedesaan. Mekanisme untuk Mendorong Keberlanjutan. di tingkat desa sekalipun. Pada tahun 1990. dan kemudian ditambahkan oleh YLKI dan PKBI. Bagaimana klien berinteraksi dengan tenaga kesehatan. menentukan pilihan. Pilihan terhadap Metode Layanan. 1. Informasi yang diberikan harus berisi pula informasi mengenai tiap metode. Judith Bruce dari Population Council menempatkan enam elemen dasar yang kemudian dikenal dengan “Bruce Framework” dan menjadi sumber utama bagi penelitian mengenai kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dari sisi tenaga kesehatan. misalnya oleh IPPF (International Planned Parenthood Federation). 1999. . atau pun hak-hak konsumen sebagaimana yang diatur dalam UUPK No. Klien dapat didorong meneruskan penggunaan kontrasepsi yang efektif melalui berbagai cara. Aspek pemenuhan kualitas kesehatan. 4. yakni mengacu pada pemenuhan hakhak pasien. Hubungan Antarpribadi. Ukuran pencapaian pelayanan kesehatan selama ini lebih berorientasi pada pencapaian target sarana pelayanan dan penerima layanannya. yang merumuskan 10 hak-hak klien KB antara lain: hak atas informasi. Informasi yang berkualitas dapat berdampak pada bagaimana klien menggunakan metode kontrasepsi. dan pembelajaran kesehatan bagi pengguna (konsumen) terabaikan. hak atas keamanan. Konsumen dan pengelola pelayanan kesehatan bisa bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang berkualitas (quality of care). yakni penyediaan pelayanan kesehatan yang terus menerus memperbaiki diri dengan memperhatikan kebutuhan dan tuntutan pasien. 8 No.

ABUNDJANI BANGKO menyarankan yang diantaranya Pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien terdiri dari serangkaian proses-proses dari beberapa sistem. Mengingat gerakan konsumen saat ini didukung oleh kebijakan yang relatif jelas dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). . maka organisasi konsumen dapat mengambil peran dengan melakukan advokasi kebijakan dan pembelaan hukum. Penyimpangan dalam area-area penting manajemen pelayanan kesehatan yang menyebabkan kematian tersebut. kebijakan. Misalnya. 6. 7. Untuk itu semua peneliti menyampaikan beberapa saran seperti berikut: Saran untuk Perawat. pelayanan pasca persalinan. Jadi. 3. bahwa memelihara kualitas RM akan membantu dalam memelihara ketrampilan dan kemandirian dalam asuhan keperawatan. cara pandang konsumen terhadap pelayanan yang diinginkan atau pelayanan yang berkualitas (quality of care versi konsumen). dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. rencana keperawatan dan rencana tindakan yang akan dilakukan. dan anggaran. Bentuk-bentuk kasus yang dialami konsumen. memerlukan tindakan terstruktur dengan manajemen resiko dan manajemen mutu. Inisiatif konsumen sendiri dalam mengatasi masalahnya. Klien memerlukan pelayanan yang nyaman dan terpadu. buruh dan kaum miskin kota. Hasil penelitian tentang perbaikan mutu pelayanan kesehatan di instalasi rawat inap RSD KOL. pelayanan KB terpadu dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. 2) dokumentasikan informasi yang berhubungan dengan pasien dan apa yang akan dilakukan dalam merespon kebutuhan pasien. Instansi dan orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab. manusia. konsep. (2002). 4. Seperti yang disarankan oleh The Nursing and Midwifery Council. untuk ini diperlukan: 1) deskripsikan dengan jelas hasil pengkajian. Usulan. perempuan. strategi dasar yang penting dilakukan aktifis organisasi konsumen yang melakukan pendampingan konsumen kesehatan adalah dengan memperkuat pengorganisasian dan pendidikan kritis bagi kelompok-kelompok konsumen yang rentan seperti petani. Usaha (aksi-aksi) bersama menggugat petugas kesehatan di tempat pelayanan. 2. Penyebarluasan informasi terus-menerus kepada konsumen yang lain. bila suatu waktu konsumen dapat mengadili provider pelayanan kesehatan atas dasar pelanggaran terhadap hak-hak konsumen secara perorangan atau pun berkelompok (class-action). sistem ini berhubungan dengan unsur-unsur manajemen seperti peralatan.6. Masalah dan akar masalah. 5. Pendamping atau organizer bersama kelompok konsumen merumuskan: 1. Bukan hal yang mustahil. Pelayanan yang Terpadu.

survey kebutuhan pelayanan dan survey tingkat utilisasi pelayanan kesehatan rumahsakit. 2) Melaksanakan semua tugas sesuai dengan kompetensi dan kode etik profesi. bekerjasama dengan para sejawat untuk kebaikan pasien-pasien yang dirawat. menghormati privasi dan kehormatan pasien. selalu memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan. dan 4) menuliskan perencanaan perawatan agar dapat diteruskan oleh sejawat dalam perawatan berikutnya dan selalu menuliskan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. Prosedur dan Standar Pelayanan Kamar Operasi d. diantaranya: a. mendengarkan dan menghormati pandangan-pandangan pasien. menghargai dan menjaga informasi tentang pasiennya. menghormati hak pasien dalam keterlibatan secara aktif pada pengambilam keputusan. 2) Menyusun berbagai prosedur dan standar pelayanan sesuai dengan hasil tingkat kebutuhan dan hasil dari penelitian ini. dan dapat ditambahkan bahwa Saran untuk Dokter penyelenggara utama perawatan dan pengobatan pasien di instalasi rawat inap diantaranya adalah: Bertugas berdasarkan standar General Medical Council seperti: pemberian pelayanan kepada pasien merupakan hal yang utama. memberikan informasi yang dapat dimengerti pasien. Merangin tentang struktur organisasi dan tata kerja RSD KOL ABUNDJANI. Saran untuk manajemen RSD diantaranya adalah: 1) Berusaha mengetahui keinginan pelanggan dengan melakukan survey pasar. diantaranya survey kepuasan. 3) Menjadikan RSD KOL ABUNDJANI bukan sebagai tempat mencari sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga menjadikannya sebagai tempat ibadah dan fungsi sosial.3) jika sudah diketahui dengan baik kondisi pasien lakukan tindakan yang dapat diterima dan dapat dilakukan dengan tahapan yang baik dan benar saat melaksanakan perawatan kepada pasien dan jelaskan bahwa setiap tindakan tidak selalu berbahaya untuk selalu untuk keselamatan dan membatu mereka. Prosedur dan Standar Pelayanan Radiologi c. Prosedur dan Standar Pelayanan Rawat Inap dengan Kegawatan . Prosedur dan Standar Pelayanan Laboratorium b. jujur dan dapat dipercaya. memperlakukan setiap pasien dengan sopan dan sewajarnya. menyadari berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Prosedur dan Standar Pelayanan Anastesi e. menghindarkan pasien dari resiko fisik dan finansial akibat tindakan medis. Saran untuk komite staf fungsional diantaranya adalah: 1) Mematuhi tugas pokok dan fungsinya seperti yang tergambarkan dalam Peraturan Daerah Kab.

. Hal ini dilakukan dengan audit internal secara rutin dan melakukan management riview guna membahas tindak lanjut yang perlu dilakukan agar pelayanan yang diberikan selalu konsisten sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. 6) Menyusun dan memberlakukan sistem pengawasan dan pemantauan pelayanan kesehatan yang diberikan dengan efektif. faktor masa kerja dan lama Jabatan. 4) Menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan guna mensosialisasikan jasa-jasa pelayanan yang mampu diberikan oleh rumahsakit. sistem. faktot beban kerja. atau faktor-faktor lain. misalnya dengan membuat brosur-brosur. manajemen. 3) Menetapkan dan memilih alternatif untuk pemecahan akar masalah. prosedur. 3) Memastikan bahwa prosedur dan standar yang telah disusun diterapkan dan dilaksanakan dengan baik. terminal komputer yang dapat diakses oleh pelanggan. Perlu adanya dukungan sistem pengelolaan RM yang baik dan benar. faktor pengendalian dan evaluasi. menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah. untuk menetapkan arah pemecahannya. kepemimpinan. mustahil tata tertib administrasi rumahsakit akan berhasil seperti apa yang telah distandarisasikan oleh pemerintah maka oleh karena itu diperlukan adanya komitment bersama untuk sepakat menyusun pedoman RM dan melaksanakannya dengan pertanggungjawaban profesi. sarana. faktor pelatihan dan tambahan pengetahuan. faktor fasilitas dan peralatan. 7) Melaksanakan saran-saran ini dengan dukungan sumber daya manusia kesehatan dan anggaran kesehatan beserta kebijakan-kebijakan kesehatan. alat. budaya organisasi.f. Ia dapat berupa kelemahan pada manusia. Seperti diketahui bahwa tata tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumahsakit. faktor manajemen rawat inap dan faktor staf medis fungsional. faktor administrasi dan alur layanan. Akar masalah adalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang terjadi. faktor Standart Operating Procedure dan atau instruksi kerja. 2) Melakukan analisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root cause analysis). 9) Menginvetarisir akar penyebab masalah dari faktor internal yang mempengaruhi kualitas layanan kesehatan dan administrasi RM terutama dalam bidang: faktor pendidikan SDM. Dianjurkan pula langkah-langkah umum sebagai berikut untuk pemecahan masalah mutu dan efisiensi dan efektifitas pelayanan rumah sakit: 1) Memecahkan struktur masalah yang sudah teridentifikasi kedalam komponenkomponennya. information desk. Prosedur dan Standar Pelayanan Rekam Medik. 5) Membumikan paradigma bahwa dari pasien kita mendapatkan jasa pelayanan yang mendukung kesejahteraan dan kepada pasien seharusnya tumbuh keinginan untuk membebaskan masalah kesehatannya.

dan „tolonglah saya“ atau „tolonglah kami“. Saran untuk pasien. Falsafah yang mendasari program kendali mutu antara lain: . 4) selalu menyediakan tabungan kesehatan saat sehat dan mampu melaksanakan aktifitas memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia. jika ragu dan meragukan mintalah penjelasan lebih lanjut tentang kebijakan dan atau saran tersebut. diantaranya adalah: 1) sebelum penyakit menjadi lebih parah (persepsi masyarakat) sebaiknya segera memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat.4) Memantau dan mengevaluasi penerapan upaya pemecahan masalah yang sudah dilaksanakan. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa sarana pelayanan kesehatan dan tenaga profesi kesehatan harus mampu menunjukkan akuntabilitas sosial untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen. 2) bertanya dengan petugas kesehatan tidak dengan emosi tentang keadaan penyakit. kemungkinan kesembuhan dan tindakan apa saja yang akan dilakukan dan selalulah memulai komunikasi dengan kata „maaf“. Hal lain adalah Pelaksanaan Program kendali mutu harus berdasarkan falsafah bersama untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh tim pelayanan dari berbagai disiplin ilmu. 3) menjadi fasilitator dalam akselerasi peningkatan kemampuan pemberian pelayanan kesehatan sesuai dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan kesehatan daerah. yakni pelayanan yang sesuai dengan standar yang diakui sehingga dapat memenuhi atau bahkan melebihi harapan konsumen. diagnosanya. 3) mengikuti semua kebijakan sarana pelayanan dan saran dari petugas kesehatan dengan jujur dan bertanggungjawab. 5) Melakukan tindakan koreksi jika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagi terjadi. Saran untuk Pemerintah Daerah. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem dan mekanisme yang efektif guna tercapainya pelayanan prima tersebut. Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah jika manusia sebagai penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan dari rumah sakit. sesuai dengan beberapa kebijakan nasional pembangunan kesehatan di Indonesia diharapkan pemerintah daerah dapat: 1) Menjadi stake holder yang berpihak dan mendukung dalam berbagai aspek manajemen pelayanan kesehatan. „tolong“. 2) Berperan sebagai regulator yang melindungi dan menumbuh kembangkan kemampuan profesionalisme tenaga pemberi pelayanan kesehatan.

asuhan keperawatan dan kepuasan klien harus dinilai dengan menggunakan standar-standar yang tepat. perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. 4. Dengan melakukan pendekatan konkuren maupun retrospektif terhadap lingkup struktur. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. 8. 6. Staf mempunyai pengetahuan yang cukup dan memiliki ide-ide yang kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pekerjaannya Staf dapat memecahkan masalah jika cukup informasi-informasi yang diperlukan . Hak untuk mendapatkan advokasi. seperti: 1. Maka manusia sebagai konsumen rumahsakit berhak sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan. Hak atas kenyamanan. Masing -masing disiplin menyepakati untuk mengkaji pelayanan yang diberikan oleh anggotanya. Dari UU Perlindungan Konsumen rumahsakit adalah: salah satu institusi pemberi pelayanan dibidang kesehatan. 2.• • • • • • Masing-masing disiplin telah mengidentifikasi dan menyetujui falsafah dasar untuk dikembangkan menjadi tujuan masing-masing pelayanan. Dengan melibatkan semua staf keperawatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan program pengendalian mutu ini. hubungan yang jelas adalah pelayanan jasa kesehatan. proses dan hasil maka semua aspek-aspekantara lain: Tenaga keperawatan. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. 7. Program kendali mutu perlu dilaksanakan dan dibuat secara teratur dan terus menerus untuk meningkatkan mutu pelayanan. ganti rugi/penggantian. Hak untuk mendapatkan kompensasi. Kesehatan adalah hak azazi manusia. Pekerja pada umumnya merasakan kepuasan kerja dan lebih produktif bila mereka dibantu dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik dengan mengurangi hambatan dalam pekerjaannya. maka tujuan akhir dari program pengendalian mutu yaitu meningkatnya mutu pelayanan keperawatan berdasarkan standar akan dapat dicapai dengan baik. apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. . keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. 3. Praktek perawatan tidak akan mungkin meningkatkan kecuali masalah dapat diidentifikasi dan dipecahkan. Hak atas informasi yang benar. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen. 9. 5. Semua staf memberikan perhatian untuk mencapai tujuan institusi yang dalam hal ini memberikan efek terhadap pelayanan pada klien. walaupun demikian baiknya program kendali mutu ini dilakukan secara terpadu tetapi tetap ada kendala kendala yang perlu diperhatikan.

Masyarakat belum memiliki kemauan untuk menuntut hak-haknya. Posisi konsumen yang selalu lemah (lemah informasi dan lemah kondisi sehingga tak berani menyangga seperti kasus Prita). Dan supaya dapat dana segar nan besar. yang mana depkes tidak mau kalah dengan departemen lain untuk ikut mencicipi jajan IMF. antara lain: 1. panduan.Bila menyimak surat pembaca di media cetak. delay pesawat. Semua itu adalah persoalan yang kerap kali muncul di Indonesia. Maka untuk mengurangi kesewang-wenangan para produsen barang dan jasa. 5. mengapa hingga kini institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit ibarat tempat uji coba. Parameterpun disiapkan. trial and error aneka macam program dari depkes. Maka inilah realitas ketertindasan konsumen dalam menghadapi pilihan-pilihan barang/ jasa harus mereka konsumsi. pelayanan rumahsakit dan bahkan pelayanan pajak dan lain sebagainya. Jaminan mutu produk tahun 1996 yang lalupun. 3. keluhan yang disampaikan kebanyakan hanya lewat surat pembaca di media massa. Itulah kira-kira gambaran umum. PDAM. Artinya mengulang program mapan yang sudah terintegrasi dengan keseharian para petugas Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit dengan mengganti nama QA yang justru lebih . mutu barang yang tidak bagus. baik terhadap item kegiatan ataupun terhadap program besarnya. Misalnya soal layanan listrik PLN. demikian pula pelatihan. Ironisnya. 2. yang mana dalam Pedoman Kerja Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sudah sangat jelas dan rinci berisi panduan tatalaksana setiap kegiatan di Institusi pelayanankesehatan/rumahsakit yang mengacu kepada UPK. Cara ini terlalu sederhana dan tidak menyelesaikan masalah. Memang pada kenyataannya konsumen kerap berada dalam posisi yang tidak berimbang dibanding dengan posisi produsen. lebih-lebih kala berbicara kepekaan terhadap keperluan masyarakat terhadap layanan kesehatan. termasuk panduan pengobatan. Masih rendahnya tingkat kesadaran konsumen akan hak-haknya. yang di Depkes tidak lebih pandai dari yang di institusi pelayanan kesehatan /rumahsakit. maka bim salabim lahirlah Quality Assurance atau Jaminan Mutu. tindak kriminal di kereta api. layanan barang/jasa yang buruk. konon hasil pemikiran grusa-grusu karena ada “jajan” berupa pinjaman IMF (maksudnya hutang yang harus dibayar). banyak sekali keluhan dari konsumen yang merasa dirugikan. Menyimak produk Depkes tahun 1988. apa kata dokter/perawat mereka iyakan. sebagai konsumen kita perlu mengetahui faktor-faktor yang melemahkan konsumen. Padahal bisa jadi kala sekolah dahulu. Yang membedakan hanyalah kekuasaan. Proses peradilan yang ruwet dan memakan waktu yang berkepanjangan. monitor dan evaluasinya. Pun demikian pula setelahnya. Belum terkondisikannya “masyarakat konsumen” karena memang sebagian masyarakat ada yang belum mengetahui tentang apa saja hak-haknya dan ke mana hak-haknya dapoat disalurkan jika mendapat kesulitan atau kekurangan dari standar barang atau jasa yang sewajarnya. maka program QA adalah sebuah langkah kebimbangan dan ambivalensi. 4. dijamin dokter di institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit lebih peka dibanding dokter di Depkes walau sepanjang apapun gelarnya. dan dokter yang berpraktik di rumahsakitpun dalam memberikan pelayanan kesehatannya. nama programnya pun dibuat “greng”. Cara lain yang lebih kreatif adalah langsung mengadu ke pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat.

Gambaran lain adalah tehnologi kedokteran dan obat-obatan yang berkembang pesat disisi lain rumah sakit adalah lembaga pemberi jasa pelayanan kesehatan yang tergantung pada perkembangan tehnologi kedokteran. Menurut Trisnantoro (2005) saat ini sektor kesehatan berbeda jauh dengan keadaan 50 tahun lalu. Salah satu tehnologi tinggi adalah obat yang dihasilkan oleh industri farmasi. Pelayanan rumah sakit diera sekarang tidak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakat . Sistem manajemen yang berlaku global mempengaruhi pola berfikir manajer rumah sakit. Siklus demikian mestinya tidak boleh terulang.sempit tapi tidak lebih mendalam. padat karya dan padat tehnologi Ketiga sifat tersebut menuntut pengelolaan keuangan rumah sakit yang lebih professional. Untuk meningkatkan mutu layanan. efektif dan produktifitas serta memperhatikan pemerataan pelayanan. Kebutuhan akan obat ini sering disertai dengan biaya yang besar. disertai peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan serta mampu berkembang (growth) dan survive. kuratif dan rehabilitatif. tidak cukup dengan kajian monopoli petinggi Depkes. Obat merupakan barang yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. Tehnologi yang digunakan saat ini sangat canggih. Rumah sakit dapat meningkatkan pendapatan dengan memperbesar omset penjualan obat. Besarnya omset untuk obat-obatan mencapai 50-60% dari seluruh anggaran rumah sakit. preventif. Hal ini menuntut para manajer untuk lebih memperhatikan secara saksama dinamika lingkungan yang ada yang kemungkinan besar akan merubah system manajemen yang dipergunakan. artinya pengguna jasa pelayanan Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit tak lebih hanyalah obyek semata yang tak punya hak suara. lebih dari itu ada ukuran non teknis yakni keinginan dan harapan warga. Sayangnya yang ini tidak pernah tersentuh. dengan menekankan pada aspek efisiensi. sebagi contoh operasi dengan menggunakan peralatan mikro merupakan suatu tindakan yang sama canggihnya dengan tehnologi program ruang angkasa dan militer yang tentu saja memerlukan SDM yang berkompetensi untuk mengelolanya. Hal ini tercermin pada perubahan fungsi klasik rumah sakit yang pada awalnya hanya memberi pelayanan yang bersifat kuratif (penyembuhan) saja terhadap pasien melalui rawat inap dan rawat jalan bergeser ke pelayanan yang lebih komprehensif meliputi promotif. Cost recovery rate (CRR) rumah sakit menjadi hal yang sangat penting. Tehnologi kedokteran mempengaruhi biaya pelayanan rumah sakit. Pengaruh perubahan dinamika lingkungan usaha rumah sakit yang terjadi tidak saja di Indonesia tetapi hampir diberbagai penjuru dunia. RSD Kol Abundjani saat ini sedang dalam proses akreditasi yang pelaksanaannya setengah isi dan setengah kosong. berdasarkan hitungan-hitungan ekonomi. Bedanya hanya di segi dana yang luar biasa besar dan pelatihan berulang yang justru buang-buang waktu. dari ratus rsd dan puluh rsp serta ratus rss. hanya 14% yang sudah terakreditasi. penentuan tarif lebih rasional. jiwanya masih nol saya rasa. karena prosesnya sendiri tidak terakreditasi. Akreditasi rumahsakit dicanangkan sejak tahun 2007 dan sampai tahun 2009 ini capaiannya sangat menyedihkan. . Hal inilah menjadikan rumah sakit menjadii lembaga yang bersifat padat modal.

Penelitian Abeng dan Trisnantoro (1997) disebuah rumah sakit swasta menunjukkan bahwa tarif kamar VIP berada dibawah unit cost. serta untuk penelitian biososial. Hal ini membuat banyak rumah sakit swasta bahkan yang dikelola oleh yayasan keagamaanpun berubah menjadi lembaga for profit sebagai jawaban terhadap perubahan lingkungan yang terjadi diluar rumah sakit akibat pengaruh globalisasi. Kenyataan menunjukkan bahwa konsep subsidi silang sebenarnya tidak ada ataupun jika ada subsidi silang akan menggerogoti aset dan kemampuan investasi rumah sakit. Rumah sakit . tetapi lebih mengarah pada suatu lembaga yang harus hidup dan bermutu. baik kuratif maupun rehabilitatif. dimana pelayanan keluarga menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan. berkembang dan mempunyai dasar etika berbagai profesi dan mempunyai etika bisnis. Akibatnya banyak rumah sakit swasta keagamaan yang mempunyai fasilitas fisik dan peralatan yang memadai tetapi kesulitan dalam mencari dana operasional. sehingga menaikan tarif akan menjadi pilihan. Hal yang dikhawatirkan adalah pasien dikelas bawah justru mensubsidi pasien kelas atas. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa rumah sakit juga harus menjalankan fungsi sosialnya. Kita pelajari Dalam perkembangannya rumah sakit swasta yang dikelola oleh yayasan keagamaan seperti rumah sakit Islam sangat kesulitan dalam memenuhi fungsi sosialnya oleh karena kesulitan dalam hal pendanaan. sementara penggalian dana-dana kemanusiaan sama sekali tidak dikelola secara sistematis. Rumah sakit tidak lagi harus dipandang sebagai suatu lembaga yang harus bersandar pada norma-norma dan etika profesi dokter. akibat hilangnya subsidi dan semakin mahalnya alat dan tenaga kesehatan yang pada akhirnya menuntut pendapatan yang tinggi. rumah sakit juga merupakan pusat latihan tenaga kesehatan. Penerapan subsidi silang dari kelas atas (VIP) ke kelas bawah (III) tidak rasional.Pengertian rumah sakit menurut WHO adalah suatu bagian penyeluruh dari organisasi sosial dan medis berfungsi memberikan pelayanan Kesehatan yang lengkap kepada masyarakat. Dengan demikian rumah sakit bukanlah lembaga yang hanya menggunakan prinsip kedokteran dan kesehatan. Berdasarkan kenyataan diatas maka rumah sakit mulai berubah menjadi lembaga usaha yang membutuhkan berbagai konsep ekonomi dalam manajemen yang mungkin asing bagi para dokter atau pemilik rumah sakit. disamping itu belum ada standar sumber pendanaan termasuk pembagian sumber pendapatan (keuntungan) apakah untuk pemilik atau untuk pengembangan. Hal yang penting adalah masalah biaya operasional dan pemeliharaan yang tidak semudah biaya investasi untuk memperolehnya. Hal ini dapat membawa suatu resiko yaitu rumah sakit keagamaan akan menjadi lembaga usaha yang praktis untuk mencari keuntungan atau menghidupi SDM. Subsidi yang mengecil atau bahkan tidak ada sama sekali menyebabkan rumah sakit keagamaan kesulitan mencari sumber dana bagi orang miskin yang sakit. Dari definisi diatas bahwa rumah sakit disamping memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat juga sebagai pusat pendidikan calon tenaga kesehatan. 2005). Untuk menjalankan fungsi sosialnya ini sebaiknya anggaran untuk pos sosial tersebut tersedia dalam APBD dan diatur dengan kemudahan-kemudahan pengelolaannya tetapi tetap dengan pengawasan yang ketat. Walaupun demikian masih banyak rumah sakit keagamaan masih melihat perubahan yang ada tanpa strategi pengembangan yang jelas (Trisnantoro.

merupakan lembaga multiprofesional yang menghasilkan berbagai produk pelayanan kesehatan yang bermutu dengan tetap memperhatikan aspek sosialnya.com/hal-mutu-pelayanan-rumah-sakit. http://artikelindonesia. Implementasinya adalah penerapan ekonomi dalam pelayanan kesehatan harus dilakukan diantaranya dengan melakukan analisis biaya di rumah sakit.html .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->