TANTANGAN SISTEM PENGELOLAAN MANAGEMENT ADMINISTRASI

Dalam aktivitas pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari, baik secara sadar atau pun tidak, kita selalu disuguhkan dengan dua istilah yang sangat populer ini, yaitu administrasi dan manajemen. Sebagai contoh kecil, dimana ketika kita melakukan pengurusan dokumendokumen (paper work) di instansi, lembaga, atau kantor yang biasanya pada kantor pemerintah, kita akan selalu dimintai kompensasi atas pembuatan paperwork tersebut dengan istilah ‘biaya administrasi”, atau misalnya ketika kita akan berobat ke Rumah Sakit, maka kita akan diminta untuk mengurus administrasi terlebih dulu—yang maksudnya untuk registrasi pasien dan pembayaran biaya berobat. Kemudian ketika ada pekerja pada suatu pabrik yang meminta THR akan diminta menunggu keputusan dari manajemen dan lain sebagainya. Administrasi berasal dari kata latin “ad” dan “ministrare” yang berarti membantu, melayani atau memenuhi. Dalam bahasa Inggris adalah “Administration”—yang sampai sekarang tetap dipergunakan dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Administrasi. Namun, karena selama lebih kurang 350 tahun Indonesia dijajah Belanda, maka sedikit banyak istilah yang digunakan Belanda terinfiltrasi kedalam Bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, pengertian tersebut pada hakekatnya adalah pengertian dari Tatausaha. Menurut sudut pandang penulis, bahwa Tatausaha itu merupakan suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi dan dilakukan pencatatan secara sistematis dalam suatu organisasi untuk menghasilkan kumpulan keterangan yang dibutuhkan. Jadi sekarang dapat dipahami, bahwa kegiatan tatausaha masih termasuk dalam unsur Administrasi dalam arti luasdan bukan merupakan faktor dari administrasi. Dengan demikian, apabila kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan tatausaha, seyogyanya kita tidak menggunakan istilah administrasi agar tidak menimbulkan bias antara kedua istilah ini. Administrasi dengan Manajemen (Administration to Management)Seperti dikemukakan pada poin sebelumnya, bahwa istilah administrasi yang digunakan sampai sekarang adalah dalam bahasa Inggris, yaitu “administration”. Cakupan dari kegiatan
administrasi sangatlah luas, yaitu keseluruhan proses mulai dari menentukan bentuk dan tujuan organisasi, cara mencapai tujuan, siapa saja yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pencapaian tujuan ini, pengendalian proses pelaksanaan, sampai bagaimana mendayagunakan instrumen atau sumber yang terbatas. Pada dasarnya, cakupan dari kegiatan penataan usaha ini adalah bagian dari disiplin ilmu lain, oleh karenanya kegiatan ilmu administrasi hanya dibatasi pada aktivitas-aktivitas

penyelenggaraan atau pelaksanaan saja—yang direpresentatifkan dengan penataan usaha. Dengan demikian pula, dapat disimpulkan bahwa kegiatan administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang dilakukan oleh para administrator (pimpinan) dan dalam arti luasnya adalah keseluruhan kegiatan dalam organisasi.

.

. Administrasi dan manajemen adalah suatu ilmu yang saling berhubungan dan tidak

terpisahkan.karena di dalam administrasi terdapat manajemen yang berfungsi sebagai motor penggerak jalannya administrasi Negara.Banyak hal yang membedakan administrasi dengan manajemenai, strata yang berada di atas manajemen, eselon, strategi, qualitative, orang, reflektif,dan generalism.Dalam manajemen meliputi bidang keilmuan eksekusi,fakta, kedudukannya di bawah dari administrasi. Pembinaan Hubungan internal dan eksternal dalam Organisasi, Hubungan yang perlu di bina dalam organisasi bukan hanya menyangkut interaksi antara pimpinan dan anggotanya saja tetapi meliputi hubungan antara orang orang di dalam organisasi dan juga antara organisasi dengan pihak luar. Dalam administrasi hal internal tersebut di kenal dengan istilah human relation. Sedangkan hubungan yang bersifat eksternal di sebut pulic relation.

Telah diketahui bahwa administrasi berfungsi untuk menentukan tujuan organisasi dan merumuskan kebijakan umum, sedangkan manajemen berfungsi untuk melaksanakan kegiatan yang perlu di lakukan untuk dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas batas kebijakan umum yang telah di rumuskan.kadi kegiatan yang bersifat operasional dari manajemen dan administrasi dilakukan oleh kelompok pelaksana.Yang perlu kita ketahui secara jelas yaitu bahwa pada tingkat administrasi fungsi itu bersifat menyeluruh dan berlaku bagi seluruh organisasi. Pada tingkat manajemen fungsi itu bersifat sektoral. Pengorganisasian Beberapa tahap yang dapat dilakukan pada pengelolaan management administrasi : 1.Penggerakan(Motivating) Terdefinisikan sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan iklas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis. Fungsi penggerak merupakan fungsi terpenting karena fungsi ini mampu menjadikan manusia sebagai objek langsungnya.Motivating secara implisit berarti bahwa pimpinan organisasi berada di tengah tengah para bawahannya dan

dengan

demikian

dapat

memberikan

bimbingan,itruksi,nasihat,

dan

koreksi

jika

diperlukan.Secara eksplisit dalam pengertian ini jelas terlihat bahwa para pelaksana operatif dalam memberikan jasa jasanya memerlukan beberapa macam hal pendorong. 2.Pengawasan(Controlling) Proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi agar semua pekerjaan yang sedang di lakukan berjalan sesuai rencana yang telah di tentukan sebelumnya.Dari definisi di atas dapat di simpulkan bahwa pengawasan sangat berhubungan dengan perencanaan sehingga Harold kontz dan Cyrill O’Donnel mengatakan bahwa perencanaan dan pengawasan merupakan kedua belahan mata uang yang sama.Jelas bahwa tanpa adanya rencana pengawasan tidak mungkin dapat berjalan lancar karena tidak ada pedoman untuk melakukan pengawasan itu.Dan tanpa adanya pengawasan mungkin rencana yang memang sudah tertata dan terlaksana akan mengalami penyimpangan penyimpangan tanpa ada alat untuk mencegahnya. 3.Penilaian(evaluating) Tahap ini ada lah fungsi organik administrasi dan manajemen yang terakhir.Yaitu proses pengukuran dan pembandingan hasil hasil pekerjaan yang nyatanya di capai dengan hasil yang seharusnya di capai.Ada beberapa hal yang penting di perhatikan dalam definisi tersebut,yaitu penilaian sebagai pelaksana fungsi turut menentukan mati hidupnya suatu organisasi,Kegiatan yang terus menerus di lakukan oleh administrasi dan manajemen,penilaian merupakan kesenjangan antara hasil pelaksana yang sesungguhnya di capai dengan hasil yang seharusnya di capai.

DAFTAR PUSTAKA

http://koranrakyat.net/2008/09/01/firasat-administrasi/ Siagian, Sondang P.. 1993. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara : Jakarta.

MAKALAH MANAJEMEN TANTANGAN SISTEM PENGELOLAAN MANAJEMEN ADMINISTRASI

DI SUSUN OLEH: LUSIANA (0616039)

DOSEN PEMBIMBING: IBU RIKA DIANA

FAKULTAS SYARI’AH JURUSAN JINAYAH SIYASAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI RADEN FATAH PALEMBANG 2008

and the infirm.Edisi 1998 dari Rumah Sakit Statistik diterbitkan oleh American Hospital Association melaporkan bahwa ada 6.015 jangka pendek. substance abuse. Benjamin Franklin mendirikan rumah sakit pertama di Amerika Serikat. Sebelum penemuan teori kuman. acute care general facilities. negara bagian. dan lemah yang tidak memiliki tempat lain untuk hidup. yang orang dikarantina. rumah sakit jiwa. seperti TBC atau lepra. federal. The community not-for-profit hospital continued the role of providing charity care for the poor. ill. the home was actually a healthier environment than the hospital. Rumah sakit selama periode ini diberikan perlindungan dan rumah bagi kaum miskin. rumah sakit modern berasal historis dari "hospes" monastik Inggris abad pertengahan abad kesepuluh dimana pelancong berhenti untuk beristirahat. Later. kebidanan. yang disewa pada tahun 1757. Masyarakat tidak-untuk rumah sakit- . as scientific medical practice developed. federal. rumah sakit menjadi sumber masyarakat penting. and specialty hospitals such as children's hospitals. dan penyaringan untuk kanker dan penyakit lainnya. dan rumah sakit lokal. psychiatric hospitals. and screening for cancers and other diseases. akut perawatan fasilitas umum. sebagai praktek medis ilmiah dikembangkan. and local hospitals. Nineteenth.015 short-term. General hospitals often provide additional services including prevention. Ada 5.and early-twentiethcentury hospitals in the United States were primarily for the treatment of communicable disease. obstetrics. Kemudian. These included acute care general hospitals. which was chartered in 1757. rehabilitation hospitals. cacat. Rumah Sakit Pennsylvania. rehabilitation. rumah sakit umum sering menyediakan layanan tambahan termasuk pencegahan. Kesembilan belas dan rumah sakit awal abad kedua puluh di Amerika Serikat terutama untuk pengobatan penyakit menular. hospitals became important community resources. general hospitals are defined as those for which a patient stay is thirty days or shorter and which provide general medical and surgical care. Later. Kemudian. sakit. hospitals became more technical places of diagnosis and treatment for those who could afford to be hospitalized and pay for the new scientific technologies. pendidikan kesehatan. Short-term. invalids. rumah sakit umum didefinisikan sebagai orang-orang yang tinggal pasien adalah tiga puluh hari atau lebih pendek dan yang memberikan perawatan medis dan bedah umum. and infirm who had no other place to live. dan rumah sakit penyakit kronis. state. Jangka pendek.021 rumah sakit di Amerika Serikat. Hospitals during this period provided refuge and homes for the poor. There were 5. dan rumah sakit khusus seperti rumah sakit anak-anak. penyalahgunaan zat. for which people were quarantined. rumah itu sebenarnya lingkungan yang sehat dari rumah sakit. rehabilitasi. the hospice became a place for vagrants. As a result of their increasing role in health care. Modern hospitals derive historically from the monastic "hospes" of tenth-century medieval England at which travelers stopped to rest. the Pennsylvania Hospital. in the thirteenth century. treatment. Before the discovery of germ theory. rumah sakit menjadi tempat untuk gelandangan. and chronic disease hospitals. rumah sakit rehabilitasi. dan lemah itu. Kebanyakan orang umumnya lebih disukai untuk dirawat untuk penyakit akut di rumah. Benjamin Franklin founded the first hospital in the United States. pada abad ketiga belas. pengobatan. health education. rumah sakit menjadi tempat yang lebih teknis diagnosis dan pengobatan bagi mereka yang mampu dirawat di rumah sakit dan membayar untuk teknologi ilmiah baru. Most people generally preferred to be treated for acute illness at home. Sebagai hasil dari peran mereka meningkat dalam perawatan kesehatan. such as tuberculosis or leprosy. Ini termasuk rumah sakit akut umum peduli.

departemen. Types of Hospital Ownership Jenis Pemilikan Rumah Sakit Government hospitals at the federal. including the poor. and is responsible for integrating the various functions and services. In addition. This includes the military. and the uninsured. dan jasa. immigrants. It requires highly trained employees. federal. departments. the Hospital Survey and Construction Act of 1946 (Hill-Burton Act) provided funding for communities across the country to build not-for-profit community hospitals and to modernize old ones. this includes educational or academic hospitals where medical education is taught. types of personnel. rumah sakit Pemerintah di negara bagian. Organization and Function of Hospitals Organisasi dan Fungsi Rumah Sakit Hospital administration encompasses organizing and supporting the patient's total medical care during an episode of illness in the hospital. termasuk.keuntungan melanjutkan peran dalam memberikan perawatan amal bagi masyarakat miskin. dan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dan layanan. Ini termasuk militer. antara lain. mental sakit. Society has long viewed the hospital as a social service organization. Swasta tidakuntuk rumah sakit-laba biasanya dimiliki oleh perusahaan. Selain itu. and services. rumah sakit sebagian besar masyarakat rumah sakit. the mentally ill. atau tingkat lokal umumnya perawatan untuk kelompok tertentu individu atau penyakit. A hospital is a multifaceted organization comprising many committees. administrasi Rumah Sakit meliputi pengorganisasian dan mendukung perawatan total medis pasien selama episode penyakit di rumah sakit. Rumah sakit merupakan organisasi yang terdiri dari komite segi banyak. ini termasuk rumah sakit pendidikan atau akademik di mana pendidikan kedokteran diajarkan. yang didirikan oleh organisasiorganisasi swasta. Public hospitals serve an important public health function in caring for vulnerable and underserved populations. rumah sakit umum melayani fungsi kesehatan masyarakat yang penting dalam merawat penduduk yang rentan dan terlayani. Untuk-laba atau rumah sakit yang dimiliki investor adalah mereka dimana para pemegang saham menerima dividen atau distribusi keuangan berdasarkan keuntungan yang dilakukan oleh rumah sakit atau korporasi rumah sakit. efficient systems and controls. most hospitals are community hospitals. which provide care for a wide range of acute episodes of illness. episode akut adalah penyakit jangka pendek yang serius bagi pasien yang memerlukan perawatan segera dan kemudian kembali ke rumah mereka atau komunitas. yang menyediakan perawatan untuk berbagai episode akut penyakit. imigran miskin. atau yang tidak diasuransikan. or local level generally care for specified groups of individuals or diseases. jenis personil. This legislation was critical to locating hospitals in previously underserved rural areas. Undang-undang ini sangat penting untuk mencari rumah sakit di daerah pedesaan yang sebelumnya tidak terlayani. Private not-for-profit hospitals are usually owned by corporations. Acute episodes are serious short-term illnesses for which patients require immediate care and are then returned to their homes or community. Masyarakat telah lama memandang rumah sakit sebagai organisasi pelayanan sosial. Setelah Perang Dunia II. among others. For-profit or investor-owned hospitals are those in which the shareholders receive dividends or financial distributions based on the profits made by the hospital or the hospital's corporation. Regardless of ownership. . state. or the uninsured. After World War II. which are founded by private organizations. Survei Rumah Sakit dan Konstruksi Act of 1946 (Hill-Burton Act) menyediakan dana bagi masyarakat di seluruh negeri untuk membangun tidak-untuk rumah sakit komunitas-laba dan untuk memodernisasi yang lama. Terlepas dari kepemilikan. dan tidak diasuransikan.

They ensure the quality of medical care through the selection of qualified physicians and by delegating quality assurance responsibilities to the medical staff. tetapi juga dapat mencakup lainnya doktor profesional tingkat pelayanan kesehatan seperti dokter gigi atau psikolog. perlengkapan yang diperlukan." or governing board. but may also include other doctoral level health care professionals such as dentists or psychologists. Staf Medis. terutama terdiri dari dokter. CEO harus mengkoordinasikan upaya kolektif personil rumah sakit. Board of Trustees. atau papan yang mengatur. Dewan Pembina ". The trustees are responsible for establishing the hospital's mission and establishing its bylaws and strategic policies. In these tasks. Para wali bertanggung jawab untuk membuat misi rumah sakit dan mendirikan peraturan dan kebijakan strategis. Dokter adalah pemimpin tim klinis dan agen utama yang bekerja atas nama pasien. It is a business as well as a caring. physicians and patients. mengoperasikan rumah sakit di kepercayaan bagi masyarakat dan memiliki kewajiban fidusia untuk melindungi aset rumah sakit melalui operasi yang efisien. Dalam tugas ini. CEO delegasi perawatan klinis dan tugas-tugas administratif untuk individu yang sangat terlatih dan tim. Pembina pilih pemimpin administrasi rumah sakit dan delegasi operasi harian rumah sakit dan penganggaran untuk eksekutif ditunjuk. whose major purpose is to ensure the highest quality of medical care to the patients. lembaga yang berorientasi pada orang dan memiliki struktur yang mirip dan hirarki otoritas sebagai setiap bisnis besar. The CEO delegates the clinical care and administrative duties to highly trained individuals and teams. people-oriented institution and it has a similar structure and hierarchy of authority as any large business. yang utama tujuannya adalah . Mereka menjamin kualitas perawatan medis melalui pemilihan dokter yang berkualitas dan dengan mendelegasikan tanggung jawab jaminan kualitas kepada staf medis.necessary supplies. adequate equipment and facilities. peralatan dan fasilitas yang memadai. Eksekutif Petugas (CEO laporan kepada dewan yang mengatur dan menyediakan kepemimpinan dalam melaksanakan sasaran-sasaran strategis dan keputusan yang ditetapkan oleh Dewan. Trustees select the administrative leader of the hospital and delegate the hospital's daily operations and budgeting to the appointed executive. The CEO also represents the hospital to the external environment and the community. the CEO must coordinate the collective effort of the hospital's personnel. Jawab terhadap mutu pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui staf medis. tentu saja. Staf medis adalah unit pemerintahan sendiri secara resmi terorganisir dalam rumah sakit. The physician's responsibility is to diagnose the patient's condition accurately and to prescribe the best and most cost-effective treatment plan. The physician is the leader of the clinical team and the major agent working on behalf of the patient. CEO ini juga merupakan rumah sakit untuk lingkungan eksternal dan masyarakat. Ini adalah bisnis serta peduli. primarily comprised of physicians. Responsibility for the quality of medical care is exercised through the medical staff. sistem yang efisien dan kontrol. operates the hospital in trust for the community and has a fiduciary duty to protect the assets of the hospital through efficient operation. of course. Tanggung jawab dokter adalah untuk mendiagnosa kondisi pasien secara akurat dan untuk meresepkan rencana perawatan yang terbaik dan paling efektif-biaya. and. The Medical Staff. dan. The "board of trustees. Hal ini membutuhkan karyawan yang sangat terlatih. The chief executive officer (CEO) reports to the governing board and provides leadership in implementing the strategic goals and decisions set by the Board. dokter dan pasien. The" dewan wali amanat. Executive Administration. Eksekutif Administrasi). The medical staff is a formally organized self-governing unit within the hospital.

dan dukungan pasien. "Privileging" menentukan jenis-jenis perawatan yang dokter individu akan diizinkan untuk praktek di rumah sakit. Nursing Services. Perawatan menyediakan jasa pemeliharaan kesehatan round-the-clock. teknologi medis melakukan sebagian dari pekerjaan laboratorium di bawah pengawasan seorang patolog. "Peer review" monitors how well a physician is performing. who perform routine nursing functions. Allied Health Services. Nursing services provide round-the-clock health maintenance. Sejumlah departemen melakukan fungsi dukungan yang membantu dengan diagnosis dan pengobatan. termasuk otopsi. It is also the largest health care occupation in the United States. Hal ini dilakukan melalui empat fungsi: "credentialing" menentukan dan menilai kualifikasi dokter berusaha untuk berlatih di rumah sakit. "Pengangkatan kembali" mengetengahkan apakah dokter tertentu harus diijinkan untuk terus berlatih di rumah sakit. The clinical laboratory is a diagnostic center that performs a variety of functions. Penting peran perawat hari ini juga termasuk orang-orang advokat pasien dan pendidik kesehatan. Anggota staf keperawatan mewakili berbagai pelatihan dan pengalaman. "Privileging" determines the specific types of care that individual physicians will be allowed to practice at the hospital. sitologi klinis.untuk memastikan kualitas tertinggi perawatan medis kepada pasien. A number of departments perform support functions that help with diagnosis and treatment. Seorang manajer perawat memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk perawatan pasien pada unit tertentu. who is a physician. "Peer review" memonitor seberapa baik kinerja sebuah dokter. A nursing supervisor may have overall management responsibility for several units. yang melakukan fungsi perawatan rutin. including supervising other nursing and clerical staff. Keperawatan jasa karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana pengobatan yang dikembangkan oleh dokter. Nursing services employees are responsible for carrying out the treatment plan developed by the physician. also called patient care services. Nursing services. A nurse manager has overall responsibility for the care of patients on a particular unit. Itu juga merupakan perawatan kesehatan terbesar pendudukan di Amerika Serikat. including autopsy. Important roles of nurses today also include those of patient advocate and health educator. Sekutu Pelayanan Kesehatan. pengobatan. and clinical pathology. Medical technologists perform most of the work of the laboratory under the supervision of a pathologist. Perawat ini dibantu oleh perawat praktis berlisensi (LPNs) dan bersertifikat perawat pembantu (CNAs). . Layanan Keperawatan. A clinical nurse-specialist has specific expertise or competence in a particular field of nursing. dan untuk mengkoordinasikan pelayanan departemen seperti kerja sosial dan perencanaan pulang. Layanan Perawatan. and support of the patient. juga disebut pelayanan perawatan pasien. and for coordinating the services of departments such as social work and discharge planning. dan patologi klinis. merupakan komponen terbesar dari rumah sakit. Laboratorium klinis adalah pusat diagnostik yang melakukan berbagai fungsi. clinical cytology. Seorang supervisor keperawatan mungkin memiliki tanggung jawab manajemen secara keseluruhan beberapa unit. "Reappointment" ascertains whether a specific physician should be permitted to continue practicing at the hospital. treatment. These nurses are helped by licensed practical nurses (LPNs) and certified nurses aides (CNAs). This is done through four functions: "Credentialing" determines and assesses the qualifications of physicians seeking to practice at the hospital. Seorang perawat spesialis-klinis memiliki keahlian khusus atau kompetensi dalam bidang tertentu keperawatan. yang adalah seorang dokter. Members of the nursing staff represent a wide range of training and experience. is the largest component of the hospital. termasuk pengawasan perawat dan staf administrasi lainnya.

Departemen Keuangan menyarankan CEO pada kebijakan keuangan dan . receives and deposits all monies received by the hospital. Departemen radiologi menyediakan radiografi untuk membantu dengan diagnosis dan melakukan terapi radiasi untuk pengobatan beberapa gangguan medis. dan kadang-kadang perencanaan pulang. Nonmedis layanan administrasi yang diperlukan untuk rumah sakit bisnis dan manajemen pabrik fisik. records charges to a patient's account. Physical and occupational therapy are the primary specialties in this service. konsisten dengan rencana pengobatan yang diresepkan oleh dokter. dan menangani piutang usaha dengan pembayar pihak ketiga seperti perusahaan asuransi. Tujuan utama adalah untuk memastikan bahwa semua hambatan lingkungan dan emosional untuk pemulihan pasien telah diantisipasi. dan konsultasi berkenaan dengan informasi obat rinci. jasa sosial membantu mengkoordinasikan layanan berbasis masyarakat diperlukan. Rumah Sakit ahli diet memainkan peran penting dalam menyediakan terapi pasien dengan makanan yang sesuai dan gizi. farmasi klinis terdiri dari berkomunikasi dengan pasien. establishes procedures for accounting functions. The CEO leads these administrative services and is directly responsible for the day-to-day operations of the facility. maka daftar obat yang dipilih untuk dimasukkan dalam apotek. and the community. and approves the payments of salaries and other expenditures. Klinik Layanan Dukungan. and sometimes discharge planning. Business services manages the hospital's admitting and discharge functions. Clinical Support Services. The pharmacist works directly with the medical staff in establishing a formulary. Hospital dieticians play an important therapeutic role in providing the patient with the appropriate food and nutrition. consistent with the treatment plan prescribed by the physician. Administrasi Layanan Dukungan. tim medis. Layanan bisnis mengelola fungsi rumah sakit mengakui dan debit. the listing of drugs chosen to be included in the pharmacy. mental. counseling patients and other members of the health care team. Terapi fisik dan okupasi adalah spesialisasi utama dalam layanan ini. Clinical pharmacy consists of communicating with patients. layanan Rehabilitasi memberikan bantuan dalam meningkatkan fungsi optimal fisik. and consulting with regard to detailed drug information. CEO memimpin layanan administrasi dan secara langsung bertanggung jawab atas operasi sehari-hari fasilitas tersebut. beban catatan ke rekening pasien. The finance department advises the CEO on financial policy and long-range planning. dan sosial pasien menyusul episode penyakit. dan masyarakat. Social services integrates the patient. the medical team. konseling pasien dan anggota lain dari tim perawatan kesehatan. Pembelian farmasi rumah sakit dan membagi-bagikan semua obat yang digunakan untuk mengobati pasien di rumah sakit. Pelayanan sosial mengintegrasikan pasien. The hospital pharmacy purchases and dispenses all the medications used to treat patients in the hospital. The primary objective is to ensure that all environmental and emotional barriers to the patient's recovery are mitigated. and social functioning of the patient following an episode of illness. Rehabilitation services provides assistance in enhancing the optimal physical. Social services helps coordinate needed communitybased services. apoteker bekerja secara langsung dengan staf medis dalam membangun formularium. and handles accounts receivables with third-party payers such as insurance companies.The radiology department provides radiographs to aid with diagnosis and performs radiation therapy for the treatment of some medical disorders. Nonmedical administrative services are necessary to the hospital's business and physical plant management. mental. Administrative Support Services.

menyiapkan dan mengeluarkan daftar gaji. rumah tangga. dan keamanan. pelacakan dan merekam biaya untuk mengaktifkan penggantian sesuai untuk jasa dari perusahaan asuransi. and operation. dan penyusunan anggaran modal dan operasional. dan operasi. penyakit. Sumber daya manusia melakukan job analysis. The human resources department interacts with all departments in the hospital to ensure the quality and motivation of personnel working at the hospital. dan menyetujui pembayaran gaji dan pengeluaran lainnya. dan menetapkan kompensasi yang kompetitif untuk posisi tertentu. preparing and dispensing the payroll.perencanaan jangka panjang. Departemen akuntansi bertanggung jawab untuk menjaga buku besar dan meringkas semua transaksi keuangan yang dilakukan oleh rumah sakit. The accounting department is responsible for maintaining the general ledger and summarizing all the financial transactions performed by the hospital. Rekam medis baru-baru ini ditetapkan sebagai sumber pendapatan karena mereka memiliki kaitan langsung pada penggantian dari perusahaan asuransi. Medical records have recently been designated a source of revenue as they have a direct bearing on reimbursement from insurance companies. public relations. public relations. develops job descriptions. Admitting services is often where the patient first has contact with the hospital. Other important administrative and business functions may include marketing and planning. Lain fungsi administrasi dan bisnis yang penting mungkin termasuk pemasaran dan perencanaan. penggalangan dana. disease. serta memberikan pelatihan kepada karyawan baru dan peluang untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri bagi seluruh karyawan. plant and materials management. menerima dan deposito semua uang yang diterima oleh rumah sakit. Departemen sumber daya manusia berinteraksi dengan seluruh departemen di rumah sakit untuk memastikan kualitas dan motivasi karyawan yang bekerja di rumah sakit. and establishes competitive compensation for specific positions. Human resources performs job analyses. Rekam medis diselenggarakan pada semua pasien yang masuk dan mereka diindeks menurut dokter. Information services and medical record maintenance are core functions of hospital management. The sensitivity and efficiency of this department can greatly influence the patient's perception of the quality of care received. as well as providing training to new employees and opportunities for growth and selfactualization for all employees. mengembangkan deskripsi pekerjaan. tanaman dan pengelolaan bahan. and preparing the capital and operating budgets. Akuntansi merupakan pusat bisnis keuangan rumah sakit. fund-raising. Medical records are maintained on all admitted patients and they are indexed according to physician. Sensitivitas dan efisiensi dari departemen ini dapat sangat mempengaruhi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. Accounting is central to the hospital's financial business. tracking and recording costs to enable appropriate reimbursement for services from insurance companies. . and security. praktek akuntansi rinci dan suara sangat penting untuk menjaga statistik organisasi penting bagi administrasi-pengambilan keputusan. Detailed and sound accounting practices are fundamental to maintaining important organizational statistics for administrative decision-making. Mengakui jasa sering di mana pasien pertama memiliki kontak dengan rumah sakit. housekeeping. Layanan Informasi dan pemeliharaan rekam medis adalah fungsi inti manajemen rumah sakit. menetapkan prosedur untuk fungsi-fungsi akuntansi.

Mereka mungkin juga bertanggung jawab untuk hubungan masyarakat rumah sakit dan program penggalangan dana. Umum vs khusus 4. dan manajer yang bertanggung jawab atas masalah bisnis rumah sakit.id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://www. Seorang administrator umum bertanggung jawab terhadap semua departemen dan praktek bisnis. Jenis Administrator 3. Klinis dan manajer informasi kesehatan bekerja dalam departemen mereka sendiri. maka dapat melakukan evaluasi dengan karyawan dan rapat staf langsung. Administrasi Ukuran 2. Ada beberapa jenis layanan manajer kesehatan: manajer klinis. dan memiliki tugas seperti melaksanakan kebijakan.com/topic/hospital-administration administrasi Rumah Sakit adalah manajemen rumah sakit sebagai bisnis . administrasi besar memiliki beberapa administrator dan administrator asisten melakukan tugas-tugas sehari-hari seperti mengelola kegiatan departemen rumah sakit sementara satu administrator bertanggung jawab secara keseluruhan. Menjadi Administrator . informasi kesehatan manajer. mengelola personil dan menulis laporan untuk diberikan kepada administrator keseluruhan. Administrator mengembangkan program untuk rumah sakit pengajaran dan penelitian. Praktek kelompok besar mungkin memiliki beberapa administrator dan asisten.http://translate.google. Mereka mengkoordinasikan kegiatan dan membuat kebijakan untuk rumah sakit. administrator lain dan staf medis.co. Dalam administrasi kecil di sana hanya dapat satu administrator merawat semua departemen. yang menjaga dan merawat pasien catatan. manajer klinis dan manajer informasi kesehatan memiliki tugas yang lebih spesifik dari seorang administrator tidak umum. Administrator adalah penghubung antara papan rumah sakit.answers. Mereka harus menyadari kemajuan baru dalam pengobatan. Tugas 1. Beberapa administrator bertanggung jawab atas pengangkatan dan pelatihan dokter dan staf lainnya. yang mengelola departemen tertentu dan biasanya memiliki pengalaman di daerah tersebut. Administrasi berbagai ukuran dan tugas administrator tergantung pada ukuran administrasi. Beberapa administrator sistem mengelola fasilitas perawatan kesehatan. atau satu administrator dan satu administrator asisten. administrasi terdiri dari medis dan kesehatan manajer jasa (kadang-kadang disebut eksekutif perawatan kesehatan dan perawatan administrator kesehatan) dan asisten administrator.

googleusercontent. Jika Anda tidak ingin mendapatkan gelar master.co. Derajat dalam administrasi pelayanan kesehatan. kantor dokter 'biasanya menyewa orang-orang dengan pengalaman kerja. Anda harus memiliki gelar master.5. administrasi publik atau administrasi bisnis yang paling membantu.com/translate_c?hl=id&langpair=en %7Cid&u=http://www. Ini harus mencakup program gelar magang di pusat perawatan kesehatan. ilmu kesehatan. kesehatan masyarakat.ehow.google. Read more: Apakah Administrasi Rumah Sakit? | EHow.id&usg=ALkJrhiiWtq2RtArxL8JCoU2pBLY n7xq7w#ixzz12mjPdCeN .com http://translate. administrasi perawatan jangka panjang. Program Pascasarjana biasanya dua sampai tiga tahun panjang.com/about_5130430_hospitaladministration_. Untuk menjadi seorang manajer pelayanan medis.html&rurl=translate.

antara lain. RS Jantung. faktor kebutuhan masyarakat terhadap mutu pelayanan dan peraturan. Jenis Rumah Sakit Rumah sakit dapat dibagi dalam beberapa jenis menurut kategorinya masing-masing 1. Menurut filosofi yang dianut : profit hospital dan non profit hospital 3. RS Paru. yaitu : 1. Rumah sakit tipe E (rumah sakit khusus) : RS Jiwa. Pelayanan rujukan dari Puskesmas 4. Menurut jenis pelayanan yang diselenggarakan : General Hospital dan Specialty Hospital 4. berbagai faktor mempengaruhi perkembangan RS. ciri-ciri : Spesialis terbatas. 1992). teknologi. dan (2) RS pendidikan yang mengadakan tiga atau lebih program kedokteran spesialis (Trisnantoro. serta faktor kebijaksanaan pemerintah yang berlaku. ciri-ciri : Specialis dan sub specialis lebih luas. provinsi dan kabupaten Sedangkan menurut kemampuan yang dimiliki rumah sakit di Indonesia dapat digolongkan dalam beberapa kategori. Rumah sakit tipe B. Sedangkan menurut Wolper dan Pena (1987). Top referral hospital 2. asuhan keperawatan yang berkesinambungan. pelayanan rujukan dari kabupaten 3. Menurut lokasi (pemerintah) : pusat. RS pendidikan dikelompokkan menjadi 2 golongan: (1) pusat ilmu kesehatan pada universitas besar yang mengadakan penelitian ilmu kesehatan dasar. Rumah sakit tipe D. ciri-ciri : Specialis dan sub specialis terbatas. Menurut pemilik : pemerintah. ciri-ciri : Pelayanan rujukan dari Puskesmas 5. mereka mendefinisikan rumah sakit sebagai tempat dimana orang sakit mencari dan menerima pelayanan kedokteran serta tempat dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran. epidemiologi. Syarat Mendirikan Sebuah Rumah sakit . kanker. Rumah sakit tipe A. demografi. Kusta dll Dalam beberapa kebutuhan rumah sakit juga dapat di golongkan menjadi 2. sosial ekonomi. swasta 2. Rumah Sakit tipe C.Konsep Rumah Sakit Menurut American Hospital Assocition (1974) definisi Rumah Sakit adalah : RS adalah Suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kedokteran. yaitu : RS pendidikan dan non pendidikan. diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Menurut Kotter (1983) definisi rumah sakit adalah merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa kesehatan. perawat serta berbagai tenaga profesi kesehatan lainnya diselenggarakan.

Pelayanan pasien.1. terutama bagi rumah sakit-rumah sakit besar yang berfungsi sebagai tempat pendidikan. Nama Rumah Sakit Berdasarkan SK Dirjen Yanmedik No. CATATAN: Semua persyaratan tersebut diajukan kepada Dinas kesehatan Tk Provonsi dan tembusannya ke dir Direjen Yanmedik Depkes RI di Jakarta Empat fungsi dari rumah sakit 1. Tambang Batubara Bukit Asam (persero) tetapi boleh dinamai Rumah Sakit Bukit Asam. misalnya rumah sakit PT. 2. Pelayanan komunitas berupa suatu kerjasama dengan pihak-pihak lain di luar rumah sakit yang biasanya berupa upaya-upaya preventif.0308/Yanmed/RSKS/PA/SK/IV1992 menyatakan bahwa: • • Nama rumah sakit tidak boleh memakai nama orang yang masih hidup Tidak boleh menyebutkan jenis badan hukum. 2. Penelitian 5. 4. promotif dan rehabilitatif 3. Pendidikan. Pelayanan Informasi Pembagian Pelayanan rumah sakit secara sederhana . Penyelenggara Rumah Sakit • • • • • • Foto copy akte notaris pendirian yayasan (pemohon) Fotocopy sertifikat tanah atau surat penunjukan penggunaan lokasi atas nama pemohon Izin lokasi dari kepala daerah Tk II Study kelayakan pendirian RS Rekmendasi PERSI Surat pernyataan dari pemohon untuk tunduk pada peraturan yang berlaku.

antara barang-barang bersih dengan barang-barang kotor http://tuloe. Adanya akses khusus atau tidak saling mengganggu.com/2010/02/16/administrasi-rumah-sakit/ .wordpress.Prinsip-prinsip hubungan antar bagian di rumah sakit • • • Bagian-bagian rumah sakit harus berhubungan dengan baik dan dengan tata letak yang serasi dan sesuai dengan fungsinya. Adanya jalan yang terpisah atau alur yang berbeda antara umum dengan petugas rumah sakit.

Inggris di mana pelancong berhenti untuk beristirahat. Sebelum penemuan teori kuman. dan rumah sakit penyakit kronis. Rumah sakit selama periode ini diberikan perlindungan dan rumah bagi kaum miskin. penyalahgunaan zat. negara bagian. antara lain. Kemudian. yang disewa pada tahun 1757. Ini termasuk rumah sakit akut umum peduli. pada abad ketiga belas. federal. rumah sakit jiwa. rumah sakit rehabilitasi. dan rumah sakit khusus seperti rumah sakit anak-anak. atau yang tidak diasuransikan. Selain itu. Undang-undang ini sangat penting untuk mencari rumah sakit di daerah pedesaan yang sebelumnya tidak terlayaniMasyarakat telah lama memandang rumah sakit sebagai organisasi pelayanan sosial. rumah sakit menjadi tempat yang lebih teknis diagnosis dan pengobatan bagi mereka yang mampu dirawat di rumah sakit dan membayar untuk teknologi ilmiah baru. rumah sakit umum sering menyediakan layanan tambahan termasuk pencegahan. termasuk. dan tidak diasuransikan. Untuklaba atau rumah sakit yang dimiliki investor adalah mereka dimana para pemegang saham menerima dividen atau distribusi keuangan berdasarkan keuntungan yang dilakukan oleh rumah sakit atau korporasi rumah sakit. federal. mental sakit. Setelah Perang Dunia II . cacat. Benjamin Franklin mendirikan rumah sakit pertama di Amerika Serikat. sakit. pengobatan. sebagai praktek medis ilmiah dikembangkan. dan lemah yang tidak memiliki tempat lain untuk hidup. dan penyaringan untuk kanker dan penyakit lainnya. Swasta tidak-untuk rumah sakit-laba biasanya dimiliki oleh perusahaan. seperti TBC atau lepra. yang orang dikarantina. Ini termasuk militer. Survei Rumah Sakit dan Konstruksi Act of 1946 (Hill-Burton Act) menyediakan dana bagi masyarakat di seluruh negeri untuk membangun tidak-komunitas dan rumah sakit profit untuk memodernisasi yang lama. Kemudian. Kebanyakan orang umumnya lebih disukai untuk dirawat untuk penyakit akut di rumah. ini termasuk rumah sakit pendidikan atau akademik di mana pendidikan kedokteran diajarkan. . rumah sakit menjadi sumber masyarakat penting. Masyarakat tidak-untuk rumah sakit-keuntungan melanjutkan peran dalam memberikan perawatan amal bagi masyarakat miskin. Sebagai hasil dari peran mereka meningkat dalam perawatan kesehatan. rumah itu sebenarnya lingkungan yang sehat dari rumah sakit. dan lemah itu. rumah sakit modern berasal historis dari "monastik" hospes dari sepuluh abad pertengahan abad ke. rumah sakit menjadi tempat untuk gelandangan. Rumah Sakit Pennsylvania. rumah sakit umum didefinisikan sebagai orang-orang yang tinggal pasien adalah tiga puluh hari atau lebih pendek dan yang memberikan perawatan medis dan bedah umum.021 rumah sakit di Amerika Serikat . atau tingkat lokal umumnya perawatan untuk kelompok tertentu individu atau penyakit. yang didirikan oleh organisasi-organisasi swasta.ADMINISTRASI RUMAH SAKIT Edisi 1998 dari Rumah Sakit Statistik diterbitkan oleh American Hospital Association melaporkan bahwa ada 6. rehabilitasi. pendidikan kesehatan. kebidanan. imigran miskin. JENIS KEPEMILIKAN RUMAH SAKIT rumah sakit Pemerintah di negara bagian. Jangka pendek. dan rumah sakit lokal. Kesembilan belas dan rumah sakit awal abad kedua puluh di Amerika Serikat terutama untuk pengobatan penyakit menular. rumah sakit umum melayani fungsi kesehatan masyarakat yang penting dalam merawat penduduk yang rentan dan terlayani.

Hal ini membutuhkan karyawan yang sangat terlatih. tentu saja. atau papan yang mengatur. perlengkapan yang diperlukan. Eksekutif Petugas (CEO laporan kepada dewan yang mengatur dan menyediakan kepemimpinan dalam melaksanakan sasaran-sasaran strategis dan keputusan yang ditetapkan oleh Dewan. Jawab terhadap mutu pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui staf medis. This is done through four functions: "Credentialing" determines and assesses the qualifications of physicians seeking to practice at the hospital. tetapi juga dapat mencakup lainnya doktor profesional tingkat pelayanan kesehatan seperti dokter gigi atau psikolog. Para wali bertanggung jawab untuk membuat misi rumah sakit dan mendirikan peraturan dan kebijakan strategis. CEO ini juga merupakan rumah sakit untuk lingkungan eksternal dan masyarakat. Eksekutif Administrasi). yang utama tujuannya adalah untuk memastikan kualitas tertinggi perawatan medis kepada pasien. rumah sakit sebagian besar masyarakat rumah sakit. Dalam tugas ini. Responsibility for the quality of medical care is exercised through the medical staff. ORGANISASI DAN FUNGSI RUMAH SAKIT administrasi Rumah Sakit meliputi pengorganisasian dan mendukung perawatan total medis pasien selama episode penyakit di rumah sakit. whose major purpose is to ensure the highest quality of medical care to the patients. mengoperasikan rumah sakit di kepercayaan bagi masyarakat dan memiliki kewajiban fidusia untuk melindungi aset rumah sakit melalui operasi yang efisien. dan. dan jasa. Mereka menjamin kualitas perawatan medis melalui pemilihan dokter yang berkualitas dan dengan mendelegasikan tanggung jawab jaminan kualitas kepada staf medis. lembaga yang berorientasi pada orang dan memiliki struktur yang mirip dan hirarki otoritas Dewan Pembina ". terutama terdiri dari dokter. sistem yang efisien dan kontrol. CEO harus mengkoordinasikan upaya kolektif personil rumah sakit. Tanggung jawab dokter adalah untuk mendiagnosa kondisi pasien secara akurat dan untuk meresepkan rencana perawatan yang terbaik dan paling efektif-biaya. yang menyediakan perawatan untuk berbagai episode akut penyakitepisode akut adalah penyakit jangka pendek yang serius bagi pasien yang memerlukan perawatan segera dan kemudian kembali ke rumah mereka atau komunitas. "Privileging" determines the specific types of care that individual physicians will be allowed to practice at the hospital. "Privileging" menentukan jenis-jenis perawatan yang dokter individu akan diizinkan untuk praktek di rumah sakit.Terlepas dari kepemilikan. The medical staff is a formally organized self-governing unit within the hospital. departemen. Dokter adalah pemimpin tim klinis dan agen utama yang bekerja atas nama pasien. Ini adalah bisnis serta peduli. but may also include other doctoral level health care professionals such as dentists or psychologists. CEO delegasi perawatan klinis dan tugas-tugas administratif untuk individu yang sangat terlatih dan tim. jenis personil. "Peer review" monitors how well a . primarily comprised of physicians. Staf medis adalah unit pemerintahan sendiri secara resmi terorganisir dalam rumah sakit. The" dewan wali amanat. Hal ini dilakukan melalui empat fungsi: "credentialing" menentukan dan menilai kualifikasi dokter berusaha untuk berlatih di rumah sakit. dokter dan pasien. Pembina pilih pemimpin administrasi rumah sakit dan delegasi operasi harian rumah sakit dan penganggaran untuk eksekutif ditunjuk. peralatan dan fasilitas yang memadai. dan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dan layanan Rumah sakit merupakan organisasi yang terdiri dari komite segi banyak. Staf Medis.

is the largest component of the hospital. treatment. The radiology department provides radiographs to aid with diagnosis and performs radiation therapy for the treatment of some medical disorders. and support of the patient. Laboratorium klinis adalah pusat diagnostik yang melakukan berbagai fungsi. Perawatan menyediakan jasa pemeliharaan kesehatan round-the-clock. dan untuk mengkoordinasikan pelayanan departemen seperti kerja sosial dan perencanaan pulang. Members of the nursing staff represent a wide range of training and experience. pengobatan. Important roles of nurses today also include those of patient advocate and health educator. Itu juga merupakan perawatan kesehatan terbesar pendudukan di Amerika Serikat. A number of departments perform support functions that help with diagnosis and treatment. Seorang supervisor keperawatan mungkin memiliki tanggung jawab manajemen secara keseluruhan beberapa unit. . Sejumlah departemen melakukan fungsi dukungan yang membantu dengan diagnosis dan pengobatan. who perform routine nursing functions. dan patologi klinis. yang melakukan fungsi perawatan rutin. Departemen radiologi menyediakan radiografi untuk membantu dengan diagnosis dan melakukan terapi radiasi untuk pengobatan beberapa gangguan medis. Allied Health Services. clinical cytology. including autopsy. Medical technologists perform most of the work of the laboratory under the supervision of a pathologist. sitologi klinis. The clinical laboratory is a diagnostic center that performs a variety of functions. Seorang manajer perawat memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk perawatan pasien pada unit tertentu. who is a physician. "Pengangkatan kembali" mengetengahkan apakah dokter tertentu harus diijinkan untuk terus berlatih di rumah sakit. Perawat ini dibantu oleh perawat praktis berlisensi (LPNs) dan bersertifikat perawat pembantu (CNAs). A nurse manager has overall responsibility for the care of patients on a particular unit. Nursing services provide round-the-clock health maintenance. Seorang perawat spesialis-klinis memiliki keahlian khusus atau kompetensi dalam bidang tertentu keperawatan. Layanan Perawatan. Nursing services employees are responsible for carrying out the treatment plan developed by the physician.physician is performing. Nursing services. merupakan komponen terbesar dari rumah sakit. yang adalah seorang dokter. dan dukungan pasien. Keperawatan jasa karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana pengobatan yang dikembangkan oleh dokter. and clinical pathology. and for coordinating the services of departments such as social work and discharge planning. Anggota staf keperawatan mewakili berbagai pelatihan dan pengalaman. Nursing Services. including supervising other nursing and clerical staff. "Reappointment" ascertains whether a specific physician should be permitted to continue practicing at the hospital. Penting peran perawat hari ini juga termasuk orang-orang advokat pasien dan pendidik kesehatan. Sekutu Pelayanan Kesehatan. juga disebut pelayanan perawatan pasien. termasuk otopsi. These nurses are helped by licensed practical nurses (LPNs) and certified nurses aides (CNAs). It is also the largest health care occupation in the United States. Layanan Keperawatan. termasuk pengawasan perawat dan staf administrasi lainnya. also called patient care services. A nursing supervisor may have overall management responsibility for several units. teknologi medis melakukan sebagian dari pekerjaan laboratorium di bawah pengawasan seorang patolog. A clinical nurse-specialist has specific expertise or competence in a particular field of nursing. "Peer review" memonitor seberapa baik kinerja sebuah dokter.

dan konsultasi berkenaan dengan informasi obat rinci. mental. The finance department advises the CEO on financial policy and long-range planning. Administrative Support Services. Pembelian farmasi rumah sakit dan membagi-bagikan semua obat yang digunakan untuk mengobati pasien di rumah sakit. and consulting with regard to detailed drug information. Business services manages the hospital's admitting and discharge functions. Nonmedical administrative services are necessary to the hospital's business and physical plant management. farmasi klinis terdiri dari berkomunikasi dengan pasien. counseling patients and other members of the health care team. the medical team. establishes procedures for accounting functions. maka daftar obat yang dipilih untuk dimasukkan dalam apotek. konsisten dengan rencana pengobatan yang diresepkan oleh dokter. apoteker bekerja secara langsung dengan staf medis dalam membangun formularium. Tujuan utama adalah untuk memastikan bahwa semua hambatan lingkungan dan emosional untuk pemulihan pasien telah diantisipasi. Clinical Support Services. Layanan bisnis mengelola fungsi rumah sakit mengakui dan debit. The hospital pharmacy purchases and dispenses all the medications used to treat patients in the hospital. Social services helps coordinate needed communitybased services. menerima dan deposito semua uang yang diterima oleh rumah sakit. and approves the payments of salaries and other expenditures. menetapkan prosedur untuk fungsi-fungsi akuntansi. receives and deposits all monies received by the hospital. records charges to a patient's account. Clinical pharmacy consists of communicating with patients. dan sosial pasien menyusul episode penyakit. Terapi fisik dan okupasi adalah spesialisasi utama dalam layanan ini. Social services integrates the patient. layanan Rehabilitasi memberikan bantuan dalam meningkatkan fungsi optimal fisik.Rehabilitation services provides assistance in enhancing the optimal physical. The pharmacist works directly with the medical staff in establishing a formulary. tim medis. the listing of drugs chosen to be included in the pharmacy. The CEO leads these administrative services and is directly responsible for the day-to-day operations of the facility. and the community. Rumah Sakit ahli diet memainkan peran penting dalam menyediakan terapi pasien dengan makanan yang sesuai dan gizi. Administrasi Layanan Dukungan. Physical and occupational therapy are the primary specialties in this service. The primary objective is to ensure that all environmental and emotional barriers to the patient's recovery are mitigated. beban catatan ke rekening pasien. CEO memimpin layanan administrasi dan secara langsung bertanggung jawab atas operasi sehari-hari fasilitas tersebut. dan kadang-kadang perencanaan pulang. jasa sosial membantu mengkoordinasikan layanan berbasis masyarakat diperlukan. Nonmedis layanan administrasi yang diperlukan untuk rumah sakit bisnis dan manajemen pabrik fisik. Pelayanan sosial mengintegrasikan pasien. and sometimes discharge planning. dan menangani piutang usaha dengan pembayar pihak ketiga seperti perusahaan asuransi. Hospital dieticians play an important therapeutic role in providing the patient with the appropriate food and nutrition. and handles accounts receivables with third-party payers such as insurance companies. and social functioning of the patient following an episode of illness. Klinik Layanan Dukungan. konseling pasien dan anggota lain dari tim perawatan kesehatan. dan masyarakat. dan menyetujui pembayaran gaji dan pengeluaran lainnya. Departemen Keuangan menyarankan CEO pada kebijakan keuangan dan perencanaan jangka panjang. consistent with the treatment plan prescribed by the physician. mental. .

praktek akuntansi rinci dan suara sangat penting untuk menjaga statistik organisasi penting bagi administrasi-pengambilan keputusan. mengembangkan deskripsi pekerjaan. housekeeping. Departemen akuntansi bertanggung jawab untuk menjaga buku besar dan meringkas semua transaksi keuangan yang dilakukan oleh rumah sakit. and security. develops job descriptions. penyakit. serta memberikan pelatihan kepada karyawan baru dan peluang untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri bagi seluruh karyawan. fund-raising. Sensitivitas dan efisiensi dari departemen ini dapat sangat mempengaruhi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. Detailed and sound accounting practices are fundamental to maintaining important organizational statistics for administrative decision-making. menyiapkan dan mengeluarkan daftar gaji. Rekam medis baru-baru ini ditetapkan sebagai sumber pendapatan karena mereka memiliki kaitan langsung pada penggantian dari perusahaan asuransi. The sensitivity and efficiency of this department can greatly influence the patient's perception of the quality of care received. Departemen sumber daya manusia berinteraksi dengan seluruh departemen di rumah sakit untuk memastikan kualitas dan motivasi karyawan yang bekerja di rumah sakit. The accounting department is responsible for maintaining the general ledger and summarizing all the financial transactions performed by the hospital. and establishes competitive compensation for specific positions. pelacakan dan merekam biaya untuk mengaktifkan penggantian sesuai untuk jasa dari perusahaan asuransi. Admitting services is often where the patient first has contact with the hospital. Rekam medis diselenggarakan pada semua pasien yang masuk dan mereka diindeks menurut dokter. public relations. Layanan Informasi dan pemeliharaan rekam medis adalah fungsi inti manajemen rumah sakit. penggalangan dana. dan operasi. public relations. preparing and dispensing the payroll. Information services and medical record maintenance are core functions of hospital management. rumah tangga. . Medical records have recently been designated a source of revenue as they have a direct bearing on reimbursement from insurance companies. Lain fungsi administrasi dan bisnis yang penting mungkin termasuk pemasaran dan perencanaan. Other important administrative and business functions may include marketing and planning. Sumber daya manusia melakukan job analysis. Human resources performs job analyses. and preparing the capital and operating budgets. tanaman dan pengelolaan bahan. The human resources department interacts with all departments in the hospital to ensure the quality and motivation of personnel working at the hospital. Mengakui jasa sering di mana pasien pertama memiliki kontak dengan rumah sakit. Akuntansi merupakan pusat bisnis keuangan rumah sakit.Accounting is central to the hospital's financial business. plant and materials management. disease. dan keamanan. and operation. dan menetapkan kompensasi yang kompetitif untuk posisi tertentu. tracking and recording costs to enable appropriate reimbursement for services from insurance companies. as well as providing training to new employees and opportunities for growth and selfactualization for all employees. Medical records are maintained on all admitted patients and they are indexed according to physician. dan penyusunan anggaran modal dan operasional.

Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi.Definisi rumah sakit menurut Keputusan Menteri Republik Indonesia nomor 983. berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. 4. tenaga keperawatan. pelayanan penunjang medis. Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit secara lengkap. Sementara itu menurut Siregar (2003) menyatakan bahwa rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks. kota ataupun di provinsi. 5. yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama. menggunakan gabungan ilmiah khusus dan rumit. b. tenaga medis. pelayanan penunjang medis tambahan. Melaksanakan pelayanan rawat inap. Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial. 2. untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. Melaksanakan pendidikan para medis. spesialistik dan pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan”. Perubahan kelas rumah sakit dapat saja terjadi sehubungan dengan turunnya kinerja rumahsakit yang ditetapkan oleh Menteri KesehatanIndonesia melalui Keputusan Dirjen Yan Medik. d”. dan difungsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modern. Melaksanakan pelayanan medis khusus. Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal (observasi). tenaga kefarmasian. Melaksanakan pelayanan administratif. Membantu pendidikan tenaga medis spesialis. Definisi rumahsakit ini di setiap peraturan daerah pada umumnya sama. kelas “a. Melaksanakan pelayanan medis tambahan. 3. Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman. yang diantaranya adalah: luas tidaknya lingkup spesialistik yang dimiliki. yaitu: • • • • • • • • • • • • • • • • Melaksanakan pelayanan medis. Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan. Dari Sumberdaya Kesehatan yang ada di rumahsakit: (1) Tenaga kesehatan terdiri dari : 1. c. kekhususan menyertainya dengan adanya rumah sakit yang dibina dirjen yanmed Dpekes RI yang secara fisik berada di daerah kabupaten. tenaga gizi. . Membantu pendidikan tenaga medis umum.MENKES/SK/1992 mengenai pedoman rumah sakit umum dinyatakan bahwa: ”Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar. hanya saja terdapat perbedaan pada tugas pokoknya. tenaga kesehatan masyarakat. Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan. Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi. Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan.

teknisi transfusi dan perekam medis. refraksionis optisien. keterbatasan keanekaragaman jenis tenaga kesehatan akan menghasilkan kinerja rumahsakit dalam pencapaian indikator mutu pelayanan rumahsakit. administrator kesehatan dan sanitarian. Dari Struktur Organisasi Daerah: rumahsakit dapat berdiri dengan legalitas dan ilegal karena ada rumahsakit dengan ijin penyelenggaraan dan tidak ada ijin. rumahsakit daerah dijadikan sumber pendapatan daerah dan dalam laporan pertangggungjawaban pemerintah daerah keberhasilan capaian indikator pelayanan kesehatan rumahsakit jarang dan bahkan tidak pernah dijadikan data atau informasi dalam penyusunan perencanaan dan penyusunan kebijakan. (4) Tenaga kefarmasian meliputi apoteker. (5) Tenaga kesehatan masyarakat meliputi epidemiolog kesehatan. sumber daya manusia kesehatan yang dimiliki oleh rumahsakit akan mempengaruhi diferensiasi dan kualitas pelayanan kesehatan. atau 07. otorik prostetik. Tentang disiplin kepegawaian seharusnya tidak diberlakukan secara ketat. penyuluh kesehatan.00 jika 5 (lima) hari kerja. Mari kita hitung penghasilan mereka jika tidak melayani pasien di rumahsakit. (7) Tenaga keterapian fisik meliputi fisioterapis. Kondisi ini akan berhubungan dengan kemapanan dukungan kebijakan dan dukungan anggaran yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. entomolog kesehatan. (3) Tenaga keperawatan meliputi perawat dan bidan. hal yang seperti ini perlu komunikasi yang ajeg demi harmonisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Pada kebanyakan daerah di Indonesia. Memang ada daerah yang memberikan semacam insentif dan atau reward untuk tenaga kesehatan tertentu yang harus melayani pasiennya di luar jam dinas yang jumlahnya menurut tenaga dokter spesialis masih belum dianggap cukup (sesuatu yang wajar yang seharusnya dibayarkan). karena SDM kesehatan adalah SDM fungsional yang kepadanya melekat fungsi profesi berdasarkan latar belakang pendidikan kesehatannya. teknisi elektromedis.6.30 sampai 16. Kekhususan ini sangatlah tidak mungkin dimanajemeni secara umum. Sebagai unsur manajemen. teknisi gigi. okupasiterapis dan terapis wicara. tenaga keterapian fisik. radioterapis. analis farmasi dan asisten apoteker.00 jika 6 (enam) hari kerja. 7. (6) Tenaga gizi meliputi nutrisionis dan dietisien. yang sebenarnya satu indikator gagal dapat menyebabkan perubahan penilaian kinerja. jika diberlakukan secara ketat maka mereka akan menuntut uang lembur untuk pekerjaan yang dilakukannya pada waktu di luar jam dinas (07.30-14. tenaga keteknisian medis. mikrobiolog kesehatan. biasanya hanya dilaporkan sebagai hasil dari akumulasi seluruh indikator. analis kesehatan. rumahsakit dapat merupakan unit pelaksana teknis dinas dan atau sebagai institusi yang bertanggungjawab kepada bupati dan atau rumahsakit vertikal yang ada di daerah. (2) Tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi. (8) Tenaga keteknisian medis meliputi radiografer. Hal ini dikarenakan adanya indikator .

di banyak daerah rumahsakit daerah sebagai penghasil pendapatan asli daerah terbesar. daftar nama keluarga dan anggotanya bersumber dari BKKBN. Epidemiolog dapat menyampaikan laporan ini jika dibutuhkan. jawabannya akan berhubungan dengan ketersediaan sumberdaya manusia kesehatan dan kualitasnya. masih adanya masyarakat yang sakit berarti derajat kesehatan masyarakat belum optimal. komite keperawatan.vital dalam proses dan atau dalam output sistem pelayanan kesehatan. tentang bagaimana dan seterusnya masyarakat di rumahsakit tersebut. Rumahsakit dengan angka rujukan yang jumlahnya mendekati setengah dari jumlah kunjungan patut dipertanyakan. Ada item rupiah yang bisa dirinci jumlahnya dari pola tarif yang ada. Dapat ditambahkan lagi dengan adanya permasalahan kelembagaan. Beperapa peraturan daerah diimplementasikan dengan tidak paripurna. karena apa. dan kelompok fungsional tidak dilantik oleh bupati kepala daerah padahal struktur organisasi rumah sakit sudah menjelaskannya. Ada apa dengan kompetensi mereka dalam memberikan pelayanan. Apa yang mereka bayar dari pelayanan yang mereka terima dapat mencerminkan tingkatan kesehatan masyarakat tersebut. Keberadaan resident tanpa pengawasan satuan pengawas internal rumahsakit dapat dipersepsikan berbagai rupa oleh masyarakat dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbedabeda. rasionalitasnya jika makin banyak penerimaan berarti makin banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas sumberdaya di rumah sakit. kenapa tidak. Sebagai contoh: Kebijakan berobat gratis. sedangkan komite medik. mungkin berhubungan dengan ketidak tahuan dan ketidak mampuan membayar atau belum ada dasar hukumnya (padahal peraturan pemerintah sudah menjelaskan hal itu) Dari Manajemen Lintas Program dan Lintas Sektor Rumahsakit sebagai pintu gerbang dan unsur vital dalam penilaian adipura. tetapi jika tak ada rotan maka akarpun jadilah sehingga kualitas yang diharapkan belum tentu dapat dinikmati sebagai akhir dari pelayanan yang bermutu. karena yang diperlukan hanya pejabat struktural yang mengepalai beberapa bidang dan bagian. karena merekakan sedang dalam pendalaman ilmu kedokteran. komite rekam medik. bersumber dari oknum pegawai di tingkatan tersebut. Sesuatu yang riskan jika PAD dijadikan ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan karena nominal PAD adalah rupiah yang dibayarkan pasien. satuan pengawas internal. bukan dari RT-RW dan Lingkungan. Sesuatu yang aneh memang. bagaimana komunikasi dan manajemennya dilakukan di rumahsakit tersebut. dimana ada kotak kelompok tenaga fungsional dalam bagan struktur organisasi tidak ada isinya dan tidak ada koordinasinya. dan itu dalam penyusunan program kegiatan dan anggaran rasanya belum pernah ada yang duduk bersama menyatukan pernyataan dan kesimpulan. Ada beberapa instansi yang memiliki keterkaitan dengan rumahsakit daerah. Sebagai contoh: peningkatan penerimaan daerah dari retribusi pelayanan kesehatan akan tidak ada artinya apa-apa jika cakupan angka rujukan ke rumahsakit vertikal atau ke kabupaten lain lebih tinggi dari angka kunjungan UGD rumahsakit yang bersangkutan atau angka pasien rawat inap kelas III. Hanya tinggal lagi epidemiolognya berpihak kepada siapa. . untuk pembuktiannya diperlukan analisa lebih lanjut. makin banyak masyarakat yang menggunakan berarti masih ada masyarakat yang sakit. Jika kelompok ini ada maka tenaga fungsional tersebut dapat dijadikan media informasi guna penyusunan kebijakan yang ajeg dan mumpuni secara keilmuan.

Proses akreditasi telah berlangsung hampir lebih dari 5 (lima) tahun. jawabnya dapat bersumber dari kualitas dan kuantitas sumber daya yang ada di rumahsakit tersebut. bukan hanya oleh masyarakat rumahsakit. tetapi bagaimanapun juga SDM rumahsakit daerah harus terlebih dahulu menjawabnya dengan pernyataan yang diikuti oleh sikap yang terakreditasi pula. Pejabat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sedikitpun tidak menunjang dipilih untuk memimpin roda proses pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi rumahsakit. menurut beberapa pengamat adalah sangat tidak masuk akal jika tidak ingin dianggap aneh. Menurut Rusli. yaitu: (1) Pelayanan Gawat Darurat. (3) Pelayanan Administrasi. Pernyataan jelasnya adalah sumberdaya manusia kesehatan yang ada di rumahsakit tersebut. dan kelompok rumahsakit yang belum terakreditasi dan atau yang belum terstandar. rumahsakit terkareditasi 5 (lima) pelayanan. RSD Kol Abundjani didukung anggaran belum juga mampu menyelesaikan proyek ini. bukan berdasarkan kemampuan yang dapat diberikan oleh rumahsakit. bermuncullanlah pahlawan dengan pamrih disini. dan mereka yang berobat dengan fasilitas kartu miskin saat akan dirawat minta dirawat dengan fasilitas VIP. Ada apa. (4) Pelayanan Keperawatan dan (5) Pelayanan Rekam Medik Tujuan pemerintah dengan akreditasi ini adalah untuk: agar kualitas pelayanan diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di rumah sakit. 8 (delapan) pelayanan dan 13 (tiga belas) pelayanan. …? Pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan lintas sektor dan lintas program. Dunia pelayanan kesehatan semakin hitam jadinya. (2) Pelayanan Medik. Masih belum terlihat jiwa pemiliknya dalam peraturan ini. Dari Dukungan Kebijakan Nah ini yang lebih perlu mendapat perhatian. Departemen kesehatan dengan Komite Akreditasi Rumahsakit terus berupaya agar semua rumah sakit daerah harus terakreditasi minimal 5 (lima) pelayanan. dicopi dan dipastekan kemudian diedit agar menjadi sesuai dengan keadaan riel daerah. anggaran efektif jika rasio antara . begitu banyak peraturan daerah disusun dengan cara studi banding. karena apa.dan dalam data base saat perjalanannya rumahsakit harus memberikan pelayanan seperti yang diharapkan mereka. masih perlu dianalisa dan disikapi dengan jalinan koordinasi dan pengawasan yang komprehensif. Rumahsakit dengan standar ISO 14000 dan ISO 2000. Dari Akreditasi Rumahsakit. tetapi nyatanya budaya akreditasi belum sama sekali mendarah daging di institusi RSD Kol Abundjani ini. mengapa karena ada pasien yang berobat dari keluarga miskin yang benar-benar miskin dengan nama yang tak ada dalam data base yang diberikan oleh pemerintah. Pedoman umum mengenai persentase anggaran kesehatan dari total anggaran daerah masih perlu dipertanyakan lebih lanjut lagi.

Chassin mengusulkan metode lain yang menekankan pada 3 area utama. dan salah satu definisi yang umum digunakan antara lain menyebutkan bahwa mutu pelayanan kesehatan adalah “tingkat di mana pelayanan kesehatan untuk individu maupun populasi mampu menghasilkan outcome pelayanan sesuai dengan yang diharapkan dan konsisten dengan pengetahuan profesional terkini” (IOM.1%. Jika ini berlanjut dapat dibayangkan bagaimana pemenuhan hak pokok masyarakat sebagai pasien jika mereka tidak mampu membayar. efficiency. yaitu berpedoman pada struktur. karena disini setiap pekerjaan yang dikerjakan dan yang seharusnya dikerjakan bukan lagi berdasarkan panggilan hati nurani. effectiveness. Namun demikian mengingat definisi tersebut dianggap terlalu luas. dan outcome. Dari beberapa konsep tersebut kemudian dikembangkan sejumlah indikator untuk mengkuantifikasikan mutu pelayanan kesehatan. 2001). jaminan mutu) pada tahun 1996. equity. Berbagai definisi mutu yang dikaitkan dengan patient safety selanjutnya diajukan. sebenarnya tidak berlaku di institusi pelayanan rumahsakit. yaitu safety. over use. karena rumahsakit bukan badan profit.pembiayaan dan penerimaan berkisar 0. pihak Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sebagai (lagi-lagi) pihak pelaksana. berbagai peneliti telah mencoba mengembangkannya untuk menjamin agar pengukuran mutu pelayanan kesehatan lebih spesifik. Sementara itu the IOM (1999) dan National Health Service menggunakan konsep mutu pelayanan kesehatan dalam 6 aspek. Salah satunya adalah indikator mutu pelayanan yang disusun oleh ACHS yang merupakan instrumen untuk mengidentifikasi area pelayanan kesehatan yang masih memerlukan perbaikan secara fundamental. Sebagai suatu pernyataan akhir dari sebuat proses pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah yang diajukan oleh Donabedian (1980). Under use didefinisikan sebagai kegagalan untuk memberikan pelayanan yang efektif padahal jika dilakukan dapat menghasilkan outcome yang diharapkan (misalnya tidak memberikan imunisasi atau gagal untuk melakukan bedah katarak). proses. Dari mutu pelayanan kesehatan. Sedangkan misuse didefinisikan sebagai komplikasi yang sebenarnya dapat dihindari jika pelayanan kesehatan dilakukan secara seksama. dibuat terperangah oleh program tersebut. bukan lagi panggilan profesi. kapan SDM kesehatannya mau manggung dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian pelayanan kesehatan. Kedua bentuk ini saling bersimbiose mutalisme dalam sebuah sistem. kalau tigaperempat anggarannya hanya untuk fisik. Sebagai sebuah proses. tetapi lembaga non profit. timeliness. Mutu Pelayanan Kesehatan yang mengemuka sebagai panglima program unggulan Depkes dengan nama Quality Assurance (QA. dan patient awareness. pelayanan kesehatan dapat berbentuk makro dan berbentuk mikro. Peruntukan anggaran tentu membutuhkan kebijakan paripurna yang proporsional. Dengan metode . yaitu under use. dan misuse of health care services. Kemajuan pertumbuhan dan pengembangan rumahsakit menjadikan rumahsakit sebagai lembaga profit tetapi tidak meninggalkan unsur sosialnya telah mengubah persepsi sumber daya manusia kesehatan dari non material menjadi sangat material. tetapi telah bergeser menjadi panggilan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Disebut overuse apabila pelayanan kesehatan yang dilakukan ternyata memberi dampak risiko yang lebih besar daripada potensi manfaat yang dapat ditimbulkan (misalnya memberikan antibiotika untuk kasus-kasus common cold).

dan interaksi sosial yang saling menguntungkan. lagi-lagi Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit berada di posisi tak berdaya dan lagi-lagi hanyalah sebagai terminal akhir pembuangan dan berposisi layaknya sandal jepit. tidak seperti teman-temannya di Depkes yang sebagian diantaranya berdasi dan naik mobil dinas mulus-mulus dan baru-baru. klien tidak menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang memuaskan. petugas kesehatan dapat mengetahui keinginan konsumen dan kekurangan yang dimilikinya. Kondisi budaya ini di satu sisi menjadi kendala dalam pelayanan medis. tetapi diterima sebagai koreksi terhadap cara berpikir dan cara melayani konsumen. 1. Fasilitas kesehatan (formal) yang tersedia masih relatif baru. yang relatif berakar dari tradisi dan kebudayaan mereka. 3. Dalam hal ini. Inpatient Quality Indicators. Namun. Rosalia Sciortino dalam “Menuju Kesehatan Madani” (1999:78) menyebut adanya “konstruksi rahasia” yang dipertahankan petugas kesehatan. Pada umumnya konsumen sebagai pengguna jasa kesehatan seperti pasien. Sebaliknya. sistem yang berkualitas. Mungkin Depkes lupa bahwa para dokter yang ada di Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit adalah seorang sarjana juga seperti halnya para petinggi Depkes. Tetapi sebagai institusi bawahan Depkes.kuantifikasi ini selanjutnya dapat dilakukan analisis statistik untuk menilai area-area pelayanan yang dianggap memiliki defisiensi dalam menghasilkan outcome yang diharapkan. Dari keluhan konsumen. Kecenderungan perilaku para praktisi medis yang tidak mempertimbangkan prosesproses komunikasi atau pertukaran informasi. Oleh karenanya. dana yang cukup. Memahami Hak dan Kewajiban Konsumen . masyarakat memiliki sistem pengobatan atau pengetahuan mengenai perawatan kesehatan (biomedis). ada beberapa kondisi yang tampak dalam pelayanan kesehatan. di sisi lain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara murah dan mudah. dan Patient Safety Indicators (PSIs). dan belum mengakar atau belum dirasakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Hidup sehat merupakan kebutuhan utama (primer) setiap orang. complain maupun keluhan konsumen semestinya tidak diartikan sebagai serangan. Artinya. Upaya yang sama juga dilakukan oleh The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yang mengembangkan beberapa indikator yaitu Prevention Quality Indicators. Artinya. Pelayanan yang baik dan memuaskan bisa diwujudkan secara bersama antara pengguna jasa pelayanan dan petugas kesehatan. Lupa mungkin karena tampilan dokter institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit yang tak pernah berdasi dan naik kendaraan dinas apa adanya kala tugas. bahkan memberatkan konsumen itu sendiri. Mungkin ini jalan keluar. Sehubungan dengan hal ini. hak atas pelayanan kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia (HAM). fasilitas dan tenaga medis yang memadai guna menjamin terlaksananya program kesehatan masyarakat. pemerintah dan praktisi kesehatan masyarakat bertanggung jawab untuk berupaya merealisasikan adanya kebijakan yang lebih baik. seorang pasien berhak untuk mempertanyakan pelayanan dokter yang dirasakannya tidak jelas. 2. kondisi ini harus disertai pula dengan perbaikan pada aspek kebijakan dan manajemen. kritik. tetapi tidak tersedia standar quality of care yang berbasis konsumen.

meskipun akhirnya ditempuh jalan damai dengan ganti rugi 25 juta rupiah. 4. petugas kesehatan yang mengerti hak-hak konsumen tidak mau peduli. Kebanyakan konsumen juga petugas kesehatan tidak mengetahui hak-hak dan kewajiban konsumen. tetapi tidak merasa percaya diri untuk mengemukakannya di tenpat pemeriksaan. yang tidak seimbang dengan banyaknya pasien yang berkunjung setiap hari kerja. ia menolak suatu metode pengobatan atau tindakan medis tertentu. dan jaminan keamanan/keselamatannya. Padahal masyarakat tidak pernah belajar di sekolah kesehatan. Dari persoalan ini sebenarnya tuntutan akan pelayanan kesehatan yang memuaskan (berkualitas) semakin kompleks. cara pengobatan. efek samping pengobatan. membatalkan persetujuan sewaktuwaktu. Bersedia bekerja sama dan mematuhi perawatan yang diberikan. ia berkewajiban mengetahui apa yang dapat atau tidak dapat diatasi oleh perusahaan asuransi. bidan. dalam hal ini bidan. catatan medis petugas kesehatan. Namun harus diyakini bahwa ukuran kepuasan tidak bisa . Bahkan petugas kesehatan menyadari bahwa masyarakat tidak mengerti cara hidup sehat. Memperoleh rasa aman dari semua proses pelayanan. Banyak alasan yang seringkali dikemukakan. Jika menggunakan jasa asuransi. 2. karena kecerobohan dalam pelayanannya. Mengetahui sejarah atau riwayat pengobatannya. dan izin persetujuan pasien bila ingin akan dioperasi. telah menyebabkan anak mereka cacat seumur hidup. bagaimana sebaiknya pelayanan yang berkualitas? Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa istilah konsumen dalam pelayanan kesehatan mencakup pengertian mereka yang menerima pelayanan jasa maupun obat-obatan dari petugas kesehatan (paramedis. Setiap konsumen memiliki hak yang dilindungi undang-undang. Kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan dengan tuntutan 1 milyar rupiah. Contoh aktual adalah bayi yang dilahirkan cacat (tanpa tangan) di RSUD Bayu Asih Purwakarta (Kompas. yakni pelayanan yang menghormati hak-hak konsumen. 5. dan jika dianggap perlu. hal-hal dirahasiakan. dokter). 4. Menepati janji dengan petugas kesehatan. Sebaliknya.Dalam berbagai kesempatan diskusi dengan kelompok konsumen. pertanyaan yang sering muncul adalah apa saja hak-hak konsumen dalam pelayanan kesehatan. 3. yaitu: 1. biaya. tidak disiplin. konsumen memiliki kewajiban. pendapat dari petugas kesehatan lainnya. Memilih tempat pelayanan yang diinginkannya. Sebagai pasien. Sedangkan yang dimaksud pelayanan yang berkualitas biasanya mengacu pada pengertian Quality of Care atau standar pelayanan yang berkualitas. Hanya sebagian kecil konsumen menyadari hak-haknya. Memberitahu petugas kesehatan jika ia menerima perawatan dari dokter yang lain. Mendapatkan informasi yang dapat dipahaminya mengenai penyakit yang diderita. Mendapatkan ganti rugi apabila terjadi malpraktek yang dilakukan petugas kesehatan. pasien. kelebihan maupun kekurangan pengobatan. 3. konsumen berhak: 1. prosedur perawatan. 2. 26 Juni 1997). misalnya keterbatasan petugas dan fasilitas tidak memadai. dan seterusnya. yang secara khusus disebut klien. Orang tua bayi itu menuduh pihak RS. Sebagai pasien.

yakni penyediaan pelayanan kesehatan yang terus menerus memperbaiki diri dengan memperhatikan kebutuhan dan tuntutan pasien. petugas. dan komunitas setempat. . yang merumuskan 10 hak-hak klien KB antara lain: hak atas informasi. menjalankan protokol (aturan) dan staf yang kompeten melakukan teknis klinik. hak ganti rugi. Oleh sebab itu. misalnya oleh IPPF (International Planned Parenthood Federation). atau hak-hak klien kesehatan reproduksi. Konsumen dan pengelola pelayanan kesehatan bisa bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang berkualitas (quality of care). 8 No. 4. organisasi KB dunia. dan pinggiran kota. Informasi yang berkualitas dapat berdampak pada bagaimana klien menggunakan metode kontrasepsi. Klien dapat didorong meneruskan penggunaan kontrasepsi yang efektif melalui berbagai cara. Pasal 4. standar quality of care di Indonesia belum jelas. kerahasiaan. Pada tahun 1990. 5. 1994). Bagaimana klien berinteraksi dengan tenaga kesehatan. Judith Bruce dari Population Council menempatkan enam elemen dasar yang kemudian dikenal dengan “Bruce Framework” dan menjadi sumber utama bagi penelitian mengenai kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dari sisi tenaga kesehatan. tanggung jawab sosial. Keterampilan Teknis. yakni mengacu pada pemenuhan hakhak pasien. ukuran standar pelayanan cukup jelas. Gejala seperti ini terutama terjadi di tingkat pelayanan kesehatan dasar di pedesaan. Dasarnya adalah “problem solving”. Mempertahankan kondisi aseptic. dan kemudian ditambahkan oleh YLKI dan PKBI. Ukuran standar yang bisa dijadikan pedoman adalah kebutuhan orang banyak yang selama ini sudah dibakukan. 3. Hubungan Antarpribadi. Dari sisi provider. Konsumen tidak memperoleh manfaat yang optimal dari pelayanan kesehatan. hak atas keamanan. 1. Informasi yang diberikan harus berisi pula informasi mengenai tiap metode. Setiap metode layanan (KB) tersedia bagi perempuan dan laki-laki yang ingin merencanakan keluarganya. kenyamanan. Aspek pemenuhan kualitas kesehatan. yaitu pemantauan masalah dan mencari jalan keluar dengan memperbaiki akar masalah secara berkelanjutan (The Population Council. 2. termasuk kartu untuk mengingatkan dan kunjungan rumah. mendapatkan pelayanan kapan dan di mana saja (akses). atau pun hak-hak konsumen sebagaimana yang diatur dalam UUPK No. Konsep ini biasanya dirujuk pada prinsipprinsip manajemen pengawasan kualitas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan umum. apakah cukup simpatik dan cukup waktu untuk bertemu dengan kliennya. dan efek sampingnya. cara penggunaan metode. Ukuran pencapaian pelayanan kesehatan selama ini lebih berorientasi pada pencapaian target sarana pelayanan dan penerima layanannya. hak mengajukan protes (berpendapat).bertolak dari kepentingan individu saja karena kepuasan individual tidak ada batasnya. Informasi untuk Klien. dokter. proses pencapaian pelayanan yang memuaskan tidak bisa tidak melibatkan orang banyak. Mekanisme untuk Mendorong Keberlanjutan. yang dapat dipandang dari provider (penyedia jasa) dan klien (konsumen). Pilihan terhadap Metode Layanan. dan pembelajaran kesehatan bagi pengguna (konsumen) terabaikan. Dari sisi klien. menentukan pilihan. 1999. di tingkat desa sekalipun. Bertolak dari “Quality of Care” Konsep quality of care adalah istilah yang digunakan secara luas dalam pelayanan kesehatan.

7. pelayanan pasca persalinan. Bukan hal yang mustahil. dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. strategi dasar yang penting dilakukan aktifis organisasi konsumen yang melakukan pendampingan konsumen kesehatan adalah dengan memperkuat pengorganisasian dan pendidikan kritis bagi kelompok-kelompok konsumen yang rentan seperti petani. Usulan. ABUNDJANI BANGKO menyarankan yang diantaranya Pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien terdiri dari serangkaian proses-proses dari beberapa sistem. Instansi dan orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab. pelayanan KB terpadu dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. cara pandang konsumen terhadap pelayanan yang diinginkan atau pelayanan yang berkualitas (quality of care versi konsumen). 5. Untuk itu semua peneliti menyampaikan beberapa saran seperti berikut: Saran untuk Perawat.6. Seperti yang disarankan oleh The Nursing and Midwifery Council. untuk ini diperlukan: 1) deskripsikan dengan jelas hasil pengkajian. Mengingat gerakan konsumen saat ini didukung oleh kebijakan yang relatif jelas dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Usaha (aksi-aksi) bersama menggugat petugas kesehatan di tempat pelayanan. sistem ini berhubungan dengan unsur-unsur manajemen seperti peralatan. rencana keperawatan dan rencana tindakan yang akan dilakukan. 2. memerlukan tindakan terstruktur dengan manajemen resiko dan manajemen mutu. . Penyimpangan dalam area-area penting manajemen pelayanan kesehatan yang menyebabkan kematian tersebut. konsep. Hasil penelitian tentang perbaikan mutu pelayanan kesehatan di instalasi rawat inap RSD KOL. manusia. dan anggaran. Pendamping atau organizer bersama kelompok konsumen merumuskan: 1. Klien memerlukan pelayanan yang nyaman dan terpadu. Misalnya. 2) dokumentasikan informasi yang berhubungan dengan pasien dan apa yang akan dilakukan dalam merespon kebutuhan pasien. Masalah dan akar masalah. Penyebarluasan informasi terus-menerus kepada konsumen yang lain. 3. maka organisasi konsumen dapat mengambil peran dengan melakukan advokasi kebijakan dan pembelaan hukum. Pelayanan yang Terpadu. bahwa memelihara kualitas RM akan membantu dalam memelihara ketrampilan dan kemandirian dalam asuhan keperawatan. Bentuk-bentuk kasus yang dialami konsumen. 4. (2002). kebijakan. buruh dan kaum miskin kota. Jadi. bila suatu waktu konsumen dapat mengadili provider pelayanan kesehatan atas dasar pelanggaran terhadap hak-hak konsumen secara perorangan atau pun berkelompok (class-action). perempuan. 6. Inisiatif konsumen sendiri dalam mengatasi masalahnya.

diantaranya: a. Saran untuk manajemen RSD diantaranya adalah: 1) Berusaha mengetahui keinginan pelanggan dengan melakukan survey pasar. memberikan informasi yang dapat dimengerti pasien. menghormati hak pasien dalam keterlibatan secara aktif pada pengambilam keputusan. 3) Menjadikan RSD KOL ABUNDJANI bukan sebagai tempat mencari sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga menjadikannya sebagai tempat ibadah dan fungsi sosial. selalu memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan. Saran untuk komite staf fungsional diantaranya adalah: 1) Mematuhi tugas pokok dan fungsinya seperti yang tergambarkan dalam Peraturan Daerah Kab. Prosedur dan Standar Pelayanan Kamar Operasi d. menghormati privasi dan kehormatan pasien. dan dapat ditambahkan bahwa Saran untuk Dokter penyelenggara utama perawatan dan pengobatan pasien di instalasi rawat inap diantaranya adalah: Bertugas berdasarkan standar General Medical Council seperti: pemberian pelayanan kepada pasien merupakan hal yang utama. diantaranya survey kepuasan. 2) Menyusun berbagai prosedur dan standar pelayanan sesuai dengan hasil tingkat kebutuhan dan hasil dari penelitian ini. jujur dan dapat dipercaya. menyadari berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Prosedur dan Standar Pelayanan Laboratorium b. Prosedur dan Standar Pelayanan Anastesi e. 2) Melaksanakan semua tugas sesuai dengan kompetensi dan kode etik profesi. bekerjasama dengan para sejawat untuk kebaikan pasien-pasien yang dirawat. memperlakukan setiap pasien dengan sopan dan sewajarnya. menghargai dan menjaga informasi tentang pasiennya. Prosedur dan Standar Pelayanan Rawat Inap dengan Kegawatan . Merangin tentang struktur organisasi dan tata kerja RSD KOL ABUNDJANI. dan 4) menuliskan perencanaan perawatan agar dapat diteruskan oleh sejawat dalam perawatan berikutnya dan selalu menuliskan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. menghindarkan pasien dari resiko fisik dan finansial akibat tindakan medis. Prosedur dan Standar Pelayanan Radiologi c. survey kebutuhan pelayanan dan survey tingkat utilisasi pelayanan kesehatan rumahsakit. mendengarkan dan menghormati pandangan-pandangan pasien.3) jika sudah diketahui dengan baik kondisi pasien lakukan tindakan yang dapat diterima dan dapat dilakukan dengan tahapan yang baik dan benar saat melaksanakan perawatan kepada pasien dan jelaskan bahwa setiap tindakan tidak selalu berbahaya untuk selalu untuk keselamatan dan membatu mereka.

budaya organisasi. 3) Menetapkan dan memilih alternatif untuk pemecahan akar masalah. mustahil tata tertib administrasi rumahsakit akan berhasil seperti apa yang telah distandarisasikan oleh pemerintah maka oleh karena itu diperlukan adanya komitment bersama untuk sepakat menyusun pedoman RM dan melaksanakannya dengan pertanggungjawaban profesi.f. 4) Menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan guna mensosialisasikan jasa-jasa pelayanan yang mampu diberikan oleh rumahsakit. alat. manajemen. faktor manajemen rawat inap dan faktor staf medis fungsional. menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah. Perlu adanya dukungan sistem pengelolaan RM yang baik dan benar. Ia dapat berupa kelemahan pada manusia. 6) Menyusun dan memberlakukan sistem pengawasan dan pemantauan pelayanan kesehatan yang diberikan dengan efektif. faktor masa kerja dan lama Jabatan. sistem. untuk menetapkan arah pemecahannya. . Dianjurkan pula langkah-langkah umum sebagai berikut untuk pemecahan masalah mutu dan efisiensi dan efektifitas pelayanan rumah sakit: 1) Memecahkan struktur masalah yang sudah teridentifikasi kedalam komponenkomponennya. faktor fasilitas dan peralatan. faktor administrasi dan alur layanan. sarana. terminal komputer yang dapat diakses oleh pelanggan. Akar masalah adalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang terjadi. atau faktor-faktor lain. 7) Melaksanakan saran-saran ini dengan dukungan sumber daya manusia kesehatan dan anggaran kesehatan beserta kebijakan-kebijakan kesehatan. 3) Memastikan bahwa prosedur dan standar yang telah disusun diterapkan dan dilaksanakan dengan baik. Hal ini dilakukan dengan audit internal secara rutin dan melakukan management riview guna membahas tindak lanjut yang perlu dilakukan agar pelayanan yang diberikan selalu konsisten sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. 2) Melakukan analisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root cause analysis). Prosedur dan Standar Pelayanan Rekam Medik. prosedur. Seperti diketahui bahwa tata tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumahsakit. information desk. faktor pelatihan dan tambahan pengetahuan. misalnya dengan membuat brosur-brosur. 5) Membumikan paradigma bahwa dari pasien kita mendapatkan jasa pelayanan yang mendukung kesejahteraan dan kepada pasien seharusnya tumbuh keinginan untuk membebaskan masalah kesehatannya. faktor pengendalian dan evaluasi. faktor Standart Operating Procedure dan atau instruksi kerja. kepemimpinan. 9) Menginvetarisir akar penyebab masalah dari faktor internal yang mempengaruhi kualitas layanan kesehatan dan administrasi RM terutama dalam bidang: faktor pendidikan SDM. faktot beban kerja.

2) Berperan sebagai regulator yang melindungi dan menumbuh kembangkan kemampuan profesionalisme tenaga pemberi pelayanan kesehatan. jika ragu dan meragukan mintalah penjelasan lebih lanjut tentang kebijakan dan atau saran tersebut. 5) Melakukan tindakan koreksi jika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagi terjadi.4) Memantau dan mengevaluasi penerapan upaya pemecahan masalah yang sudah dilaksanakan. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem dan mekanisme yang efektif guna tercapainya pelayanan prima tersebut. Saran untuk pasien. Hal lain adalah Pelaksanaan Program kendali mutu harus berdasarkan falsafah bersama untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh tim pelayanan dari berbagai disiplin ilmu. Saran untuk Pemerintah Daerah. 4) selalu menyediakan tabungan kesehatan saat sehat dan mampu melaksanakan aktifitas memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia. „tolong“. yakni pelayanan yang sesuai dengan standar yang diakui sehingga dapat memenuhi atau bahkan melebihi harapan konsumen. 2) bertanya dengan petugas kesehatan tidak dengan emosi tentang keadaan penyakit. kemungkinan kesembuhan dan tindakan apa saja yang akan dilakukan dan selalulah memulai komunikasi dengan kata „maaf“. sesuai dengan beberapa kebijakan nasional pembangunan kesehatan di Indonesia diharapkan pemerintah daerah dapat: 1) Menjadi stake holder yang berpihak dan mendukung dalam berbagai aspek manajemen pelayanan kesehatan. 3) menjadi fasilitator dalam akselerasi peningkatan kemampuan pemberian pelayanan kesehatan sesuai dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan kesehatan daerah. diagnosanya. 3) mengikuti semua kebijakan sarana pelayanan dan saran dari petugas kesehatan dengan jujur dan bertanggungjawab. Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah jika manusia sebagai penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan dari rumah sakit. diantaranya adalah: 1) sebelum penyakit menjadi lebih parah (persepsi masyarakat) sebaiknya segera memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa sarana pelayanan kesehatan dan tenaga profesi kesehatan harus mampu menunjukkan akuntabilitas sosial untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen. dan „tolonglah saya“ atau „tolonglah kami“. Falsafah yang mendasari program kendali mutu antara lain: .

Pekerja pada umumnya merasakan kepuasan kerja dan lebih produktif bila mereka dibantu dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik dengan mengurangi hambatan dalam pekerjaannya. 9. Maka manusia sebagai konsumen rumahsakit berhak sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen. Kesehatan adalah hak azazi manusia. 4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan. . Masing -masing disiplin menyepakati untuk mengkaji pelayanan yang diberikan oleh anggotanya. Hak untuk mendapatkan advokasi. maka tujuan akhir dari program pengendalian mutu yaitu meningkatnya mutu pelayanan keperawatan berdasarkan standar akan dapat dicapai dengan baik. keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. 6. 2. Dengan melibatkan semua staf keperawatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan program pengendalian mutu ini. 5. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Staf mempunyai pengetahuan yang cukup dan memiliki ide-ide yang kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pekerjaannya Staf dapat memecahkan masalah jika cukup informasi-informasi yang diperlukan . 8. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. ganti rugi/penggantian. hubungan yang jelas adalah pelayanan jasa kesehatan. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. 7. apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. Dengan melakukan pendekatan konkuren maupun retrospektif terhadap lingkup struktur. seperti: 1. Hak atas informasi yang benar. Praktek perawatan tidak akan mungkin meningkatkan kecuali masalah dapat diidentifikasi dan dipecahkan. Semua staf memberikan perhatian untuk mencapai tujuan institusi yang dalam hal ini memberikan efek terhadap pelayanan pada klien. asuhan keperawatan dan kepuasan klien harus dinilai dengan menggunakan standar-standar yang tepat. perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Hak untuk mendapatkan kompensasi. Hak atas kenyamanan. Program kendali mutu perlu dilaksanakan dan dibuat secara teratur dan terus menerus untuk meningkatkan mutu pelayanan. walaupun demikian baiknya program kendali mutu ini dilakukan secara terpadu tetapi tetap ada kendala kendala yang perlu diperhatikan.• • • • • • Masing-masing disiplin telah mengidentifikasi dan menyetujui falsafah dasar untuk dikembangkan menjadi tujuan masing-masing pelayanan. Dari UU Perlindungan Konsumen rumahsakit adalah: salah satu institusi pemberi pelayanan dibidang kesehatan. proses dan hasil maka semua aspek-aspekantara lain: Tenaga keperawatan. 3.

Padahal bisa jadi kala sekolah dahulu. yang mana depkes tidak mau kalah dengan departemen lain untuk ikut mencicipi jajan IMF. apa kata dokter/perawat mereka iyakan. Jaminan mutu produk tahun 1996 yang lalupun. termasuk panduan pengobatan. nama programnya pun dibuat “greng”. Pun demikian pula setelahnya. Proses peradilan yang ruwet dan memakan waktu yang berkepanjangan. yang mana dalam Pedoman Kerja Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sudah sangat jelas dan rinci berisi panduan tatalaksana setiap kegiatan di Institusi pelayanankesehatan/rumahsakit yang mengacu kepada UPK. lebih-lebih kala berbicara kepekaan terhadap keperluan masyarakat terhadap layanan kesehatan. banyak sekali keluhan dari konsumen yang merasa dirugikan. Cara lain yang lebih kreatif adalah langsung mengadu ke pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat. konon hasil pemikiran grusa-grusu karena ada “jajan” berupa pinjaman IMF (maksudnya hutang yang harus dibayar).Bila menyimak surat pembaca di media cetak. dijamin dokter di institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit lebih peka dibanding dokter di Depkes walau sepanjang apapun gelarnya. Semua itu adalah persoalan yang kerap kali muncul di Indonesia. Belum terkondisikannya “masyarakat konsumen” karena memang sebagian masyarakat ada yang belum mengetahui tentang apa saja hak-haknya dan ke mana hak-haknya dapoat disalurkan jika mendapat kesulitan atau kekurangan dari standar barang atau jasa yang sewajarnya. Ironisnya. 3. PDAM. Masyarakat belum memiliki kemauan untuk menuntut hak-haknya. antara lain: 1. Artinya mengulang program mapan yang sudah terintegrasi dengan keseharian para petugas Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit dengan mengganti nama QA yang justru lebih . yang di Depkes tidak lebih pandai dari yang di institusi pelayanan kesehatan /rumahsakit. 5. Maka untuk mengurangi kesewang-wenangan para produsen barang dan jasa. dan dokter yang berpraktik di rumahsakitpun dalam memberikan pelayanan kesehatannya. mengapa hingga kini institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit ibarat tempat uji coba. pelayanan rumahsakit dan bahkan pelayanan pajak dan lain sebagainya. demikian pula pelatihan. maka bim salabim lahirlah Quality Assurance atau Jaminan Mutu. delay pesawat. Yang membedakan hanyalah kekuasaan. 4. Cara ini terlalu sederhana dan tidak menyelesaikan masalah. trial and error aneka macam program dari depkes. layanan barang/jasa yang buruk. 2. monitor dan evaluasinya. Parameterpun disiapkan. Itulah kira-kira gambaran umum. Masih rendahnya tingkat kesadaran konsumen akan hak-haknya. Misalnya soal layanan listrik PLN. Dan supaya dapat dana segar nan besar. Menyimak produk Depkes tahun 1988. tindak kriminal di kereta api. Posisi konsumen yang selalu lemah (lemah informasi dan lemah kondisi sehingga tak berani menyangga seperti kasus Prita). Maka inilah realitas ketertindasan konsumen dalam menghadapi pilihan-pilihan barang/ jasa harus mereka konsumsi. sebagai konsumen kita perlu mengetahui faktor-faktor yang melemahkan konsumen. maka program QA adalah sebuah langkah kebimbangan dan ambivalensi. keluhan yang disampaikan kebanyakan hanya lewat surat pembaca di media massa. panduan. Memang pada kenyataannya konsumen kerap berada dalam posisi yang tidak berimbang dibanding dengan posisi produsen. mutu barang yang tidak bagus. baik terhadap item kegiatan ataupun terhadap program besarnya.

RSD Kol Abundjani saat ini sedang dalam proses akreditasi yang pelaksanaannya setengah isi dan setengah kosong. preventif. sebagi contoh operasi dengan menggunakan peralatan mikro merupakan suatu tindakan yang sama canggihnya dengan tehnologi program ruang angkasa dan militer yang tentu saja memerlukan SDM yang berkompetensi untuk mengelolanya. Pengaruh perubahan dinamika lingkungan usaha rumah sakit yang terjadi tidak saja di Indonesia tetapi hampir diberbagai penjuru dunia. Kebutuhan akan obat ini sering disertai dengan biaya yang besar. dengan menekankan pada aspek efisiensi. dari ratus rsd dan puluh rsp serta ratus rss. Cost recovery rate (CRR) rumah sakit menjadi hal yang sangat penting. Siklus demikian mestinya tidak boleh terulang. Sistem manajemen yang berlaku global mempengaruhi pola berfikir manajer rumah sakit. Sayangnya yang ini tidak pernah tersentuh. Hal ini menuntut para manajer untuk lebih memperhatikan secara saksama dinamika lingkungan yang ada yang kemungkinan besar akan merubah system manajemen yang dipergunakan. disertai peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan serta mampu berkembang (growth) dan survive. Tehnologi kedokteran mempengaruhi biaya pelayanan rumah sakit. penentuan tarif lebih rasional. . Rumah sakit dapat meningkatkan pendapatan dengan memperbesar omset penjualan obat. Untuk meningkatkan mutu layanan. artinya pengguna jasa pelayanan Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit tak lebih hanyalah obyek semata yang tak punya hak suara. Akreditasi rumahsakit dicanangkan sejak tahun 2007 dan sampai tahun 2009 ini capaiannya sangat menyedihkan. Besarnya omset untuk obat-obatan mencapai 50-60% dari seluruh anggaran rumah sakit. Hal ini tercermin pada perubahan fungsi klasik rumah sakit yang pada awalnya hanya memberi pelayanan yang bersifat kuratif (penyembuhan) saja terhadap pasien melalui rawat inap dan rawat jalan bergeser ke pelayanan yang lebih komprehensif meliputi promotif. Gambaran lain adalah tehnologi kedokteran dan obat-obatan yang berkembang pesat disisi lain rumah sakit adalah lembaga pemberi jasa pelayanan kesehatan yang tergantung pada perkembangan tehnologi kedokteran. efektif dan produktifitas serta memperhatikan pemerataan pelayanan. tidak cukup dengan kajian monopoli petinggi Depkes. Obat merupakan barang yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. Hal inilah menjadikan rumah sakit menjadii lembaga yang bersifat padat modal. Pelayanan rumah sakit diera sekarang tidak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakat . padat karya dan padat tehnologi Ketiga sifat tersebut menuntut pengelolaan keuangan rumah sakit yang lebih professional. lebih dari itu ada ukuran non teknis yakni keinginan dan harapan warga. kuratif dan rehabilitatif. berdasarkan hitungan-hitungan ekonomi. Menurut Trisnantoro (2005) saat ini sektor kesehatan berbeda jauh dengan keadaan 50 tahun lalu. Bedanya hanya di segi dana yang luar biasa besar dan pelatihan berulang yang justru buang-buang waktu. Salah satu tehnologi tinggi adalah obat yang dihasilkan oleh industri farmasi. hanya 14% yang sudah terakreditasi. Tehnologi yang digunakan saat ini sangat canggih.sempit tapi tidak lebih mendalam. jiwanya masih nol saya rasa. karena prosesnya sendiri tidak terakreditasi.

Kenyataan menunjukkan bahwa konsep subsidi silang sebenarnya tidak ada ataupun jika ada subsidi silang akan menggerogoti aset dan kemampuan investasi rumah sakit. Hal yang penting adalah masalah biaya operasional dan pemeliharaan yang tidak semudah biaya investasi untuk memperolehnya. Kita pelajari Dalam perkembangannya rumah sakit swasta yang dikelola oleh yayasan keagamaan seperti rumah sakit Islam sangat kesulitan dalam memenuhi fungsi sosialnya oleh karena kesulitan dalam hal pendanaan. Walaupun demikian masih banyak rumah sakit keagamaan masih melihat perubahan yang ada tanpa strategi pengembangan yang jelas (Trisnantoro. tetapi lebih mengarah pada suatu lembaga yang harus hidup dan bermutu. Hal ini membuat banyak rumah sakit swasta bahkan yang dikelola oleh yayasan keagamaanpun berubah menjadi lembaga for profit sebagai jawaban terhadap perubahan lingkungan yang terjadi diluar rumah sakit akibat pengaruh globalisasi. sementara penggalian dana-dana kemanusiaan sama sekali tidak dikelola secara sistematis. rumah sakit juga merupakan pusat latihan tenaga kesehatan. Subsidi yang mengecil atau bahkan tidak ada sama sekali menyebabkan rumah sakit keagamaan kesulitan mencari sumber dana bagi orang miskin yang sakit. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa rumah sakit juga harus menjalankan fungsi sosialnya. Akibatnya banyak rumah sakit swasta keagamaan yang mempunyai fasilitas fisik dan peralatan yang memadai tetapi kesulitan dalam mencari dana operasional. Hal yang dikhawatirkan adalah pasien dikelas bawah justru mensubsidi pasien kelas atas. akibat hilangnya subsidi dan semakin mahalnya alat dan tenaga kesehatan yang pada akhirnya menuntut pendapatan yang tinggi. sehingga menaikan tarif akan menjadi pilihan. Dari definisi diatas bahwa rumah sakit disamping memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat juga sebagai pusat pendidikan calon tenaga kesehatan. Penerapan subsidi silang dari kelas atas (VIP) ke kelas bawah (III) tidak rasional. Penelitian Abeng dan Trisnantoro (1997) disebuah rumah sakit swasta menunjukkan bahwa tarif kamar VIP berada dibawah unit cost. dimana pelayanan keluarga menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan. 2005). Rumah sakit tidak lagi harus dipandang sebagai suatu lembaga yang harus bersandar pada norma-norma dan etika profesi dokter.Pengertian rumah sakit menurut WHO adalah suatu bagian penyeluruh dari organisasi sosial dan medis berfungsi memberikan pelayanan Kesehatan yang lengkap kepada masyarakat. berkembang dan mempunyai dasar etika berbagai profesi dan mempunyai etika bisnis. Untuk menjalankan fungsi sosialnya ini sebaiknya anggaran untuk pos sosial tersebut tersedia dalam APBD dan diatur dengan kemudahan-kemudahan pengelolaannya tetapi tetap dengan pengawasan yang ketat. disamping itu belum ada standar sumber pendanaan termasuk pembagian sumber pendapatan (keuntungan) apakah untuk pemilik atau untuk pengembangan. Dengan demikian rumah sakit bukanlah lembaga yang hanya menggunakan prinsip kedokteran dan kesehatan. Hal ini dapat membawa suatu resiko yaitu rumah sakit keagamaan akan menjadi lembaga usaha yang praktis untuk mencari keuntungan atau menghidupi SDM. Rumah sakit . serta untuk penelitian biososial. baik kuratif maupun rehabilitatif. Berdasarkan kenyataan diatas maka rumah sakit mulai berubah menjadi lembaga usaha yang membutuhkan berbagai konsep ekonomi dalam manajemen yang mungkin asing bagi para dokter atau pemilik rumah sakit.

2. the hospital is also a centre for the training of health workers and for biosocial research”. berfungsi memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun rehabilitatif. Mengukur mutu pelayanan dapat dilakukan dengan melihat indikator-indikator mutu pelayanan rumahsakit yang ada di beberapa kebijakan pemerintah. SKM. Dari definisi. MKES Setelah membaca berita “RUMAHSAKIT HARUS BERBENAH” dan “RSD ABUNDJANI BANTAH ABAIKAN FASILITAS” di koran RADAR SARKO saya sebagai manusia kesehatan dengan ini menyampaikan pemikiran yang mungkin mengundang tanya atau pertanyaan lagi. Implementasinya adalah penerapan ekonomi dalam pelayanan kesehatan harus dilakukan diantaranya dengan melakukan analisis biaya di rumah sakit. dimana output layanannya menjangkau . sedang mempersiapkan diri untuk Stratifikasi Khusus Widyaiswara secara mandiri. Mutu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh ada tidaknya kritikan dan keluhan dari pasiennya. Dan barangkali ini hanya merupakan materi pencerahan yang semoga bermanfaat. Mutu Pelayanan Kesehatan. Ambivalensi Antara Kewajiban dan Keinginan (antara penyelenggara dan pemilik) Jonirasmanto. 5. lembaga sosial atau swadaya masyarakat dan bahkan pemerintah sekalipun. Tesis Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Inap melalui Audit Kematian 3. 3. Mutu akan diwujudkan jika telah ada dan berakhirnya interaksi antara penerima pelayanan dan pemberi pelayanan. Jika pemerintah yang menyampaikan kritikan ini dapat berarti bahwa masyarakat mendapatkan legalitas bahwa memang benar mutu pelayanan kesehatan harus diperbaiki.html http://rusliakatili. manajemen proses dan output dari proses pelayanan kesehatan secara mikro maupun makro. Catatan Kuliah Manajemen Rumah Sakit 2. Wikipedia Indonesia 5. Rumahsakit menurut WHO Expert Committee On Organization Of Medical Care: “is an integral part of social and medical organization. sudahkan kita mengetahuinya. 4. saat-ini. Analisa indikator akan mengantarkan kita bagaimana sebenarnya kualitas manajemen input.blogspot. 6. both curative and preventive and whose outpatient service reach out to the family and its home environment.merupakan lembaga multiprofesional yang menghasilkan berbagai produk pelayanan kesehatan yang bermutu dengan tetap memperhatikan aspek sosialnya. yang dalam bahasa Indonesianya jika diterjemahkan secara bebas dapat berarti: suatu bagian menyeluruh dari organisasi dan medis. BMJ Journal 4. Pedoman Pelayanan Kesehatan Depkes RI Penulis adalah magister manajemen rumahsakit UGM dan seorang calon widyaiswara dari kabupaten Merangin. Sumber: 1. the function of which is to provide for the population complete health care.com/2007/10/wajah-perumahsakitan- 1.

Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan. Definisi rumah sakit menurut Keputusan Menteri Republik Indonesia nomor 983. menggunakan gabungan ilmiah khusus dan rumit. c. untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial. yang diantaranya adalah: luas tidaknya lingkup spesialistik yang dimiliki. b. tenaga keperawatan. berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. Sementara itu menurut Siregar (2003) menyatakan bahwa rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks. .MENKES/SK/1992 mengenai pedoman rumah sakit umum dinyatakan bahwa: ”Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar. Melaksanakan pendidikan para medis. Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan. Perubahan kelas rumah sakit dapat saja terjadi sehubungan dengan turunnya kinerja rumahsakit yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Indonesia melalui Keputusan Dirjen Yan Medik. 3. spesialistik dan pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan”. Melaksanakan pelayanan medis khusus. kekhususan menyertainya dengan adanya rumah sakit yang dibina dirjen yanmed Dpekes RI yang secara fisik berada di daerah kabupaten. Melaksanakan pelayanan administratif.pelayanan keluarga dan lingkungan. hanya saja terdapat perbedaan pada tugas pokoknya. yaitu: • • • • • • • • • • • • • • • • Melaksanakan pelayanan medis. Membantu pendidikan tenaga medis spesialis. kelas “a. 2. dan difungsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modern. Definisi rumahsakit ini di setiap peraturan daerah pada umumnya sama. Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit secara lengkap. Dari Sumberdaya Kesehatan yang ada di rumahsakit: (1) Tenaga kesehatan terdiri dari : 1. yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama. tenaga medis. kota ataupun di provinsi. pelayanan penunjang medis tambahan. rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan tenaga kesehatan serta untuk penelitian biososial. Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. pelayanan penunjang medis. tenaga kefarmasian. Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi. Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi. Melaksanakan pelayanan rawat inap. Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman. d”. Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan. Membantu pendidikan tenaga medis umum. Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal (observasi). Melaksanakan pelayanan medis tambahan.

teknisi gigi. karena SDM kesehatan adalah SDM fungsional yang kepadanya melekat fungsi profesi berdasarkan latar belakang pendidikan kesehatannya. atau 07. refraksionis optisien.00 jika 5 (lima) hari kerja. keterbatasan keanekaragaman jenis tenaga kesehatan akan menghasilkan kinerja rumahsakit dalam pencapaian indikator mutu pelayanan rumahsakit. jika diberlakukan secara ketat maka mereka akan menuntut uang lembur untuk pekerjaan yang dilakukannya pada waktu di luar jam dinas (07. Tentang disiplin kepegawaian seharusnya tidak diberlakukan secara ketat. tenaga keterapian fisik. sumber daya manusia kesehatan yang dimiliki oleh rumahsakit akan mempengaruhi diferensiasi dan kualitas pelayanan kesehatan.00 jika 6 (enam) hari kerja. otorik prostetik.4. radioterapis. hal yang seperti ini perlu komunikasi yang ajeg demi harmonisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. teknisi elektromedis. (5) Tenaga kesehatan masyarakat meliputi epidemiolog kesehatan. penyuluh kesehatan. (8) Tenaga keteknisian medis meliputi radiografer. Mari kita hitung penghasilan mereka jika tidak melayani pasien di rumahsakit. teknisi transfusi dan perekam medis. tenaga keteknisian medis. Sebagai unsur manajemen. administrator kesehatan dan sanitarian. Pada kebanyakan daerah di Indonesia. Memang ada daerah yang memberikan semacam insentif dan atau reward untuk tenaga kesehatan tertentu yang harus melayani pasiennya di luar jam dinas yang jumlahnya menurut tenaga dokter spesialis masih belum dianggap cukup (sesuatu yang wajar yang seharusnya dibayarkan). tenaga gizi. 7. 5. (7) Tenaga keterapian fisik meliputi fisioterapis. Kekhususan ini sangatlah tidak mungkin dimanajemeni secara umum. biasanya hanya . analis kesehatan. (4) Tenaga kefarmasian meliputi apoteker. rumahsakit daerah dijadikan sumber pendapatan daerah dan dalam laporan pertangggungjawaban pemerintah daerah keberhasilan capaian indikator pelayanan kesehatan rumahsakit jarang dan bahkan tidak pernah dijadikan data atau informasi dalam penyusunan perencanaan dan penyusunan kebijakan. tenaga kesehatan masyarakat. rumahsakit dapat merupakan unit pelaksana teknis dinas dan atau sebagai institusi yang bertanggungjawab kepada bupati dan atau rumahsakit vertikal yang ada di daerah. (6) Tenaga gizi meliputi nutrisionis dan dietisien. (2) Tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi. Dari Struktur Organisasi Daerah: rumahsakit dapat berdiri dengan legalitas dan ilegal karena ada rumahsakit dengan ijin penyelenggaraan dan tidak ada ijin. analis farmasi dan asisten apoteker. mikrobiolog kesehatan. entomolog kesehatan. Kondisi ini akan berhubungan dengan kemapanan dukungan kebijakan dan dukungan anggaran yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. okupasiterapis dan terapis wicara.30-14.30 sampai 16. (3) Tenaga keperawatan meliputi perawat dan bidan. 6.

tetapi jika tak ada rotan maka akarpun jadilah sehingga kualitas yang diharapkan belum tentu dapat dinikmati sebagai akhir dari pelayanan yang bermutu.dilaporkan sebagai hasil dari akumulasi seluruh indikator. Rumahsakit dengan angka rujukan yang jumlahnya mendekati setengah dari jumlah kunjungan patut dipertanyakan. Jika kelompok ini ada maka tenaga fungsional tersebut dapat dijadikan media informasi guna penyusunan kebijakan yang ajeg dan mumpuni secara keilmuan. satuan pengawas internal. tentang bagaimana dan seterusnya masyarakat di rumahsakit tersebut. dan kelompok fungsional tidak dilantik oleh bupati kepala daerah padahal struktur organisasi rumah sakit sudah menjelaskannya. masih adanya masyarakat yang sakit berarti derajat kesehatan masyarakat belum optimal. makin banyak masyarakat yang menggunakan berarti masih ada masyarakat yang sakit. Epidemiolog dapat menyampaikan laporan ini jika dibutuhkan. untuk pembuktiannya diperlukan analisa lebih lanjut. komite rekam medik. Sesuatu yang aneh memang. bagaimana komunikasi dan manajemennya dilakukan di rumahsakit tersebut. di banyak daerah rumahsakit daerah sebagai penghasil pendapatan asli daerah terbesar. Hal ini dikarenakan adanya indikator vital dalam proses dan atau dalam output sistem pelayanan kesehatan. kenapa tidak. Beperapa peraturan daerah diimplementasikan dengan tidak paripurna. dan itu dalam penyusunan program kegiatan dan anggaran rasanya belum pernah ada yang duduk bersama menyatukan pernyataan dan kesimpulan. jawabannya akan berhubungan dengan ketersediaan sumberdaya manusia kesehatan dan kualitasnya. Sesuatu yang riskan jika PAD dijadikan ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan karena nominal PAD adalah rupiah yang dibayarkan pasien. Dapat ditambahkan lagi dengan adanya permasalahan kelembagaan. karena merekakan sedang dalam pendalaman ilmu kedokteran. Keberadaan resident tanpa pengawasan satuan pengawas internal rumahsakit dapat dipersepsikan berbagai rupa oleh masyarakat dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbedabeda. Ada item rupiah yang bisa dirinci jumlahnya dari pola tarif yang ada. karena apa. Ada beberapa instansi yang memiliki keterkaitan dengan rumahsakit daerah. rasionalitasnya jika makin banyak penerimaan berarti makin banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas sumberdaya di rumah sakit. Apa yang mereka bayar dari pelayanan yang mereka terima dapat mencerminkan tingkatan kesehatan masyarakat tersebut. Sebagai contoh: peningkatan penerimaan daerah dari retribusi pelayanan kesehatan akan tidak ada artinya apa-apa jika cakupan angka rujukan ke rumahsakit vertikal atau ke kabupaten lain lebih tinggi dari angka kunjungan UGD rumahsakit yang bersangkutan atau angka pasien rawat inap kelas III. yang sebenarnya satu indikator gagal dapat menyebabkan perubahan penilaian kinerja. mungkin berhubungan dengan ketidak tahuan dan ketidak mampuan membayar atau belum ada dasar hukumnya (padahal peraturan pemerintah sudah menjelaskan hal itu) Dari Manajemen Lintas Program dan Lintas Sektor Rumahsakit sebagai pintu gerbang dan unsur vital dalam penilaian adipura. komite keperawatan. sedangkan komite medik. dimana ada kotak kelompok tenaga fungsional dalam bagan struktur organisasi tidak ada isinya dan tidak ada koordinasinya. Hanya tinggal lagi epidemiolognya berpihak kepada siapa. Sebagai contoh: . Ada apa dengan kompetensi mereka dalam memberikan pelayanan. karena yang diperlukan hanya pejabat struktural yang mengepalai beberapa bidang dan bagian.

Dari Akreditasi Rumahsakit. bukan hanya oleh masyarakat rumahsakit. (3) Pelayanan Administrasi. bukan berdasarkan kemampuan yang dapat diberikan oleh rumahsakit. …? Pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan lintas sektor dan lintas program. RSD Kol Abundjani didukung anggaran belum juga mampu menyelesaikan proyek ini. 8 (delapan) pelayanan dan 13 (tiga belas) pelayanan. tetapi nyatanya budaya akreditasi belum sama sekali mendarah daging di institusi RSD Kol Abundjani ini. Pedoman umum mengenai persentase anggaran kesehatan dari total anggaran daerah masih perlu dipertanyakan lebih lanjut lagi. Pernyataan jelasnya adalah sumberdaya manusia kesehatan yang ada di rumahsakit tersebut. (4) Pelayanan Keperawatan dan (5) Pelayanan Rekam Medik Tujuan pemerintah dengan akreditasi ini adalah untuk: agar kualitas pelayanan diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di rumah sakit. jawabnya dapat bersumber dari kualitas dan kuantitas sumber daya yang ada di rumahsakit tersebut. bermuncullanlah pahlawan dengan pamrih disini. dan kelompok rumahsakit yang belum terakreditasi dan atau yang belum terstandar. Pejabat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sedikitpun tidak menunjang dipilih untuk memimpin roda proses pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi rumahsakit. menurut beberapa pengamat adalah sangat tidak masuk akal jika tidak ingin dianggap aneh. bersumber dari oknum pegawai di tingkatan tersebut. Ada apa.Kebijakan berobat gratis. dan dalam data base saat perjalanannya rumahsakit harus memberikan pelayanan seperti yang diharapkan mereka. rumahsakit terkareditasi 5 (lima) pelayanan. masih perlu dianalisa dan disikapi dengan jalinan koordinasi . begitu banyak peraturan daerah disusun dengan cara studi banding. (2) Pelayanan Medik. Rumahsakit dengan standar ISO 14000 dan ISO 2000. dan mereka yang berobat dengan fasilitas kartu miskin saat akan dirawat minta dirawat dengan fasilitas VIP. Dari Dukungan Kebijakan Nah ini yang lebih perlu mendapat perhatian. bukan dari RT-RW dan Lingkungan. karena apa. daftar nama keluarga dan anggotanya bersumber dari BKKBN. Masih belum terlihat jiwa pemiliknya dalam peraturan ini. Dunia pelayanan kesehatan semakin hitam jadinya. Proses akreditasi telah berlangsung hampir lebih dari 5 (lima) tahun. tetapi bagaimanapun juga SDM rumahsakit daerah harus terlebih dahulu menjawabnya dengan pernyataan yang diikuti oleh sikap yang terakreditasi pula. mengapa karena ada pasien yang berobat dari keluarga miskin yang benar-benar miskin dengan nama yang tak ada dalam data base yang diberikan oleh pemerintah. Departemen kesehatan dengan Komite Akreditasi Rumahsakit terus berupaya agar semua rumah sakit daerah harus terakreditasi minimal 5 (lima) pelayanan. yaitu: (1) Pelayanan Gawat Darurat. dicopi dan dipastekan kemudian diedit agar menjadi sesuai dengan keadaan riel daerah.

Sebagai sebuah proses. sebenarnya tidak berlaku di institusi pelayanan rumahsakit. jaminan mutu) pada tahun 1996. effectiveness. proses.1%. Kedua bentuk ini saling bersimbiose mutalisme dalam sebuah sistem. Peruntukan anggaran tentu membutuhkan kebijakan paripurna yang proporsional. timeliness. Chassin mengusulkan metode lain yang menekankan pada 3 area utama. Salah satunya adalah yang diajukan oleh Donabedian (1980). yaitu berpedoman pada struktur. 2001). Namun demikian mengingat definisi tersebut dianggap terlalu luas. Mutu Pelayanan Kesehatan yang mengemuka sebagai panglima program unggulan Depkes dengan nama Quality Assurance (QA. Sedangkan misuse didefinisikan sebagai komplikasi yang sebenarnya dapat dihindari jika pelayanan kesehatan dilakukan secara seksama. berbagai peneliti telah mencoba mengembangkannya untuk menjamin agar pengukuran mutu pelayanan kesehatan lebih spesifik. Berbagai definisi mutu yang dikaitkan dengan patient safety selanjutnya diajukan. Sebagai suatu pernyataan akhir dari sebuat proses pelayanan kesehatan. dan misuse of health care services. Disebut overuse apabila pelayanan kesehatan yang dilakukan ternyata memberi dampak risiko yang lebih besar daripada potensi manfaat yang dapat ditimbulkan (misalnya memberikan antibiotika untuk kasus-kasus common cold). bukan lagi panggilan profesi. karena rumahsakit bukan badan profit. dan outcome. Under use didefinisikan sebagai kegagalan untuk memberikan pelayanan yang efektif padahal jika dilakukan dapat menghasilkan outcome yang diharapkan (misalnya tidak memberikan imunisasi atau gagal untuk melakukan bedah katarak). Menurut Rusli. Dari beberapa konsep tersebut kemudian dikembangkan sejumlah indikator untuk mengkuantifikasikan mutu pelayanan kesehatan. tetapi lembaga non profit. kapan SDM kesehatannya mau manggung dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian pelayanan kesehatan. kalau tigaperempat anggarannya hanya untuk fisik. Kemajuan pertumbuhan dan pengembangan rumahsakit menjadikan rumahsakit sebagai lembaga profit tetapi tidak meninggalkan unsur sosialnya telah mengubah persepsi sumber daya manusia kesehatan dari non material menjadi sangat material. Sementara itu the IOM (1999) dan National Health Service menggunakan konsep mutu pelayanan kesehatan dalam 6 aspek.dan pengawasan yang komprehensif. Dari mutu pelayanan kesehatan. over use. yaitu under use. dan salah satu definisi yang umum digunakan antara lain menyebutkan bahwa mutu pelayanan kesehatan adalah “tingkat di mana pelayanan kesehatan untuk individu maupun populasi mampu menghasilkan outcome pelayanan sesuai dengan yang diharapkan dan konsisten dengan pengetahuan profesional terkini” (IOM. Jika ini berlanjut dapat dibayangkan bagaimana pemenuhan hak pokok masyarakat sebagai pasien jika mereka tidak mampu membayar. karena disini setiap pekerjaan yang dikerjakan dan yang seharusnya dikerjakan bukan lagi berdasarkan panggilan hati nurani. efficiency. dibuat terperangah oleh program tersebut. yaitu safety. pihak Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sebagai (lagi-lagi) pihak pelaksana. pelayanan kesehatan dapat berbentuk makro dan berbentuk mikro. dan patient awareness. Salah satunya adalah indikator mutu pelayanan yang disusun oleh ACHS yang merupakan instrumen untuk mengidentifikasi area . anggaran efektif jika rasio antara pembiayaan dan penerimaan berkisar 0. equity. tetapi telah bergeser menjadi panggilan pemenuhan kebutuhan ekonomi.

dan belum mengakar atau belum dirasakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. tetapi tidak tersedia standar quality of care yang berbasis konsumen. bahkan memberatkan konsumen itu sendiri. Hidup sehat merupakan kebutuhan utama (primer) setiap orang. Namun. ada beberapa kondisi yang tampak dalam pelayanan kesehatan. Artinya. pemerintah dan praktisi kesehatan masyarakat bertanggung jawab untuk berupaya merealisasikan adanya kebijakan yang lebih baik. Pelayanan yang baik dan memuaskan bisa diwujudkan secara bersama antara pengguna jasa pelayanan dan petugas kesehatan. Oleh karenanya. Sebaliknya. Dengan metode kuantifikasi ini selanjutnya dapat dilakukan analisis statistik untuk menilai area-area pelayanan yang dianggap memiliki defisiensi dalam menghasilkan outcome yang diharapkan. masyarakat memiliki sistem pengobatan atau pengetahuan mengenai perawatan kesehatan (biomedis). kondisi ini harus disertai pula dengan perbaikan pada aspek kebijakan dan manajemen. petugas kesehatan dapat mengetahui keinginan konsumen dan kekurangan yang dimilikinya. Kecenderungan perilaku para praktisi medis yang tidak mempertimbangkan prosesproses komunikasi atau pertukaran informasi. Mungkin ini jalan keluar. dana yang cukup. kritik. hak atas pelayanan kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia (HAM). dan interaksi sosial yang saling menguntungkan. Sehubungan dengan hal ini. Kondisi budaya ini di satu sisi menjadi kendala dalam pelayanan medis. Upaya yang sama juga dilakukan oleh The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yang mengembangkan beberapa indikator yaitu Prevention Quality Indicators. tidak seperti teman-temannya di Depkes yang sebagian diantaranya berdasi dan naik mobil dinas mulus-mulus dan baru-baru. Lupa mungkin karena tampilan dokter institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit yang tak pernah berdasi dan naik kendaraan dinas apa adanya kala tugas. Fasilitas kesehatan (formal) yang tersedia masih relatif baru. 2. klien tidak menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang memuaskan. di sisi lain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara murah dan mudah. sistem yang berkualitas. tetapi diterima sebagai koreksi terhadap cara berpikir dan cara melayani konsumen. fasilitas dan tenaga medis yang memadai guna menjamin terlaksananya program kesehatan masyarakat. Pada umumnya konsumen sebagai pengguna jasa kesehatan seperti pasien.pelayanan kesehatan yang masih memerlukan perbaikan secara fundamental. Dalam hal ini. Dari keluhan konsumen. Memahami Hak dan Kewajiban Konsumen . Inpatient Quality Indicators. yang relatif berakar dari tradisi dan kebudayaan mereka. lagi-lagi Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit berada di posisi tak berdaya dan lagi-lagi hanyalah sebagai terminal akhir pembuangan dan berposisi layaknya sandal jepit. dan Patient Safety Indicators (PSIs). Tetapi sebagai institusi bawahan Depkes. Artinya. Mungkin Depkes lupa bahwa para dokter yang ada di Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit adalah seorang sarjana juga seperti halnya para petinggi Depkes. 1. 3. Rosalia Sciortino dalam “Menuju Kesehatan Madani” (1999:78) menyebut adanya “konstruksi rahasia” yang dipertahankan petugas kesehatan. seorang pasien berhak untuk mempertanyakan pelayanan dokter yang dirasakannya tidak jelas. complain maupun keluhan konsumen semestinya tidak diartikan sebagai serangan.

dokter). Sedangkan yang dimaksud pelayanan yang berkualitas biasanya mengacu pada pengertian Quality of Care atau standar pelayanan yang berkualitas. dan jika dianggap perlu. Padahal masyarakat tidak pernah belajar di sekolah kesehatan. pendapat dari petugas kesehatan lainnya. prosedur perawatan. bagaimana sebaiknya pelayanan yang berkualitas? Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa istilah konsumen dalam pelayanan kesehatan mencakup pengertian mereka yang menerima pelayanan jasa maupun obat-obatan dari petugas kesehatan (paramedis. pertanyaan yang sering muncul adalah apa saja hak-hak konsumen dalam pelayanan kesehatan. 3. 3. 2. 2. hal-hal dirahasiakan. Sebagai pasien. 4. Orang tua bayi itu menuduh pihak RS. 26 Juni 1997). Mengetahui sejarah atau riwayat pengobatannya. Hanya sebagian kecil konsumen menyadari hak-haknya. tetapi tidak merasa percaya diri untuk mengemukakannya di tenpat pemeriksaan. tidak disiplin. kelebihan maupun kekurangan pengobatan. Memilih tempat pelayanan yang diinginkannya. Kebanyakan konsumen juga petugas kesehatan tidak mengetahui hak-hak dan kewajiban konsumen. Mendapatkan informasi yang dapat dipahaminya mengenai penyakit yang diderita. Kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan dengan tuntutan 1 milyar rupiah. cara pengobatan. ia menolak suatu metode pengobatan atau tindakan medis tertentu. karena kecerobohan dalam pelayanannya. yang secara khusus disebut klien. konsumen memiliki kewajiban. ia berkewajiban mengetahui apa yang dapat atau tidak dapat diatasi oleh perusahaan asuransi. dan izin persetujuan pasien bila ingin akan dioperasi. yang tidak seimbang dengan banyaknya pasien yang berkunjung setiap hari kerja. Setiap konsumen memiliki hak yang dilindungi undang-undang. 4. Dari persoalan ini sebenarnya tuntutan akan pelayanan kesehatan yang memuaskan (berkualitas) semakin kompleks. dan seterusnya. biaya. Sebaliknya. Banyak alasan yang seringkali dikemukakan. bidan.Dalam berbagai kesempatan diskusi dengan kelompok konsumen. Memberitahu petugas kesehatan jika ia menerima perawatan dari dokter yang lain. membatalkan persetujuan sewaktuwaktu. dan jaminan keamanan/keselamatannya. Memperoleh rasa aman dari semua proses pelayanan. Jika menggunakan jasa asuransi. pasien. meskipun akhirnya ditempuh jalan damai dengan ganti rugi 25 juta rupiah. Bersedia bekerja sama dan mematuhi perawatan yang diberikan. catatan medis petugas kesehatan. petugas kesehatan yang mengerti hak-hak konsumen tidak mau peduli. Mendapatkan ganti rugi apabila terjadi malpraktek yang dilakukan petugas kesehatan. misalnya keterbatasan petugas dan fasilitas tidak memadai. yakni pelayanan yang menghormati hak-hak konsumen. yaitu: 1. 5. Contoh aktual adalah bayi yang dilahirkan cacat (tanpa tangan) di RSUD Bayu Asih Purwakarta (Kompas. konsumen berhak: 1. telah menyebabkan anak mereka cacat seumur hidup. Menepati janji dengan petugas kesehatan. Bahkan petugas kesehatan menyadari bahwa masyarakat tidak mengerti cara hidup sehat. Sebagai pasien. Namun harus diyakini bahwa ukuran kepuasan tidak bisa . efek samping pengobatan. dalam hal ini bidan.

Keterampilan Teknis. termasuk kartu untuk mengingatkan dan kunjungan rumah. Gejala seperti ini terutama terjadi di tingkat pelayanan kesehatan dasar di pedesaan. misalnya oleh IPPF (International Planned Parenthood Federation). Informasi yang berkualitas dapat berdampak pada bagaimana klien menggunakan metode kontrasepsi. 8 No. dan efek sampingnya. apakah cukup simpatik dan cukup waktu untuk bertemu dengan kliennya. standar quality of care di Indonesia belum jelas. kenyamanan. 4. 5. yakni mengacu pada pemenuhan hakhak pasien. kerahasiaan. yaitu pemantauan masalah dan mencari jalan keluar dengan memperbaiki akar masalah secara berkelanjutan (The Population Council. yang merumuskan 10 hak-hak klien KB antara lain: hak atas informasi. 2. . mendapatkan pelayanan kapan dan di mana saja (akses). Bertolak dari “Quality of Care” Konsep quality of care adalah istilah yang digunakan secara luas dalam pelayanan kesehatan. Dari sisi provider. hak atas keamanan. Pilihan terhadap Metode Layanan. Dasarnya adalah “problem solving”. Judith Bruce dari Population Council menempatkan enam elemen dasar yang kemudian dikenal dengan “Bruce Framework” dan menjadi sumber utama bagi penelitian mengenai kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dari sisi tenaga kesehatan. menjalankan protokol (aturan) dan staf yang kompeten melakukan teknis klinik. 1994). Konsumen tidak memperoleh manfaat yang optimal dari pelayanan kesehatan. di tingkat desa sekalipun. Konsumen dan pengelola pelayanan kesehatan bisa bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang berkualitas (quality of care). Bagaimana klien berinteraksi dengan tenaga kesehatan. Oleh sebab itu. dan kemudian ditambahkan oleh YLKI dan PKBI. Setiap metode layanan (KB) tersedia bagi perempuan dan laki-laki yang ingin merencanakan keluarganya. hak mengajukan protes (berpendapat). Hubungan Antarpribadi. dan pembelajaran kesehatan bagi pengguna (konsumen) terabaikan. ukuran standar pelayanan cukup jelas. atau hak-hak klien kesehatan reproduksi. 1. Ukuran standar yang bisa dijadikan pedoman adalah kebutuhan orang banyak yang selama ini sudah dibakukan. dan pinggiran kota. petugas. Informasi untuk Klien. Informasi yang diberikan harus berisi pula informasi mengenai tiap metode. Aspek pemenuhan kualitas kesehatan. Mempertahankan kondisi aseptic. dan komunitas setempat. 3. Pasal 4. yang dapat dipandang dari provider (penyedia jasa) dan klien (konsumen). hak ganti rugi. Mekanisme untuk Mendorong Keberlanjutan. proses pencapaian pelayanan yang memuaskan tidak bisa tidak melibatkan orang banyak.bertolak dari kepentingan individu saja karena kepuasan individual tidak ada batasnya. yakni penyediaan pelayanan kesehatan yang terus menerus memperbaiki diri dengan memperhatikan kebutuhan dan tuntutan pasien. Konsep ini biasanya dirujuk pada prinsipprinsip manajemen pengawasan kualitas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan umum. Ukuran pencapaian pelayanan kesehatan selama ini lebih berorientasi pada pencapaian target sarana pelayanan dan penerima layanannya. menentukan pilihan. dokter. tanggung jawab sosial. Dari sisi klien. Klien dapat didorong meneruskan penggunaan kontrasepsi yang efektif melalui berbagai cara. 1999. atau pun hak-hak konsumen sebagaimana yang diatur dalam UUPK No. cara penggunaan metode. Pada tahun 1990. organisasi KB dunia.

memerlukan tindakan terstruktur dengan manajemen resiko dan manajemen mutu. konsep. untuk ini diperlukan: 1) deskripsikan dengan jelas hasil pengkajian. buruh dan kaum miskin kota. Pendamping atau organizer bersama kelompok konsumen merumuskan: 1. Hasil penelitian tentang perbaikan mutu pelayanan kesehatan di instalasi rawat inap RSD KOL. Inisiatif konsumen sendiri dalam mengatasi masalahnya. Seperti yang disarankan oleh The Nursing and Midwifery Council. rencana keperawatan dan rencana tindakan yang akan dilakukan. Pelayanan yang Terpadu. cara pandang konsumen terhadap pelayanan yang diinginkan atau pelayanan yang berkualitas (quality of care versi konsumen). . Jadi. 7. pelayanan KB terpadu dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Instansi dan orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab. bila suatu waktu konsumen dapat mengadili provider pelayanan kesehatan atas dasar pelanggaran terhadap hak-hak konsumen secara perorangan atau pun berkelompok (class-action). 3. Usulan. Untuk itu semua peneliti menyampaikan beberapa saran seperti berikut: Saran untuk Perawat. Bukan hal yang mustahil. Mengingat gerakan konsumen saat ini didukung oleh kebijakan yang relatif jelas dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK).6. Masalah dan akar masalah. bahwa memelihara kualitas RM akan membantu dalam memelihara ketrampilan dan kemandirian dalam asuhan keperawatan. Klien memerlukan pelayanan yang nyaman dan terpadu. (2002). Penyimpangan dalam area-area penting manajemen pelayanan kesehatan yang menyebabkan kematian tersebut. Penyebarluasan informasi terus-menerus kepada konsumen yang lain. ABUNDJANI BANGKO menyarankan yang diantaranya Pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien terdiri dari serangkaian proses-proses dari beberapa sistem. 4. dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. Bentuk-bentuk kasus yang dialami konsumen. Usaha (aksi-aksi) bersama menggugat petugas kesehatan di tempat pelayanan. 5. perempuan. maka organisasi konsumen dapat mengambil peran dengan melakukan advokasi kebijakan dan pembelaan hukum. sistem ini berhubungan dengan unsur-unsur manajemen seperti peralatan. pelayanan pasca persalinan. dan anggaran. kebijakan. Misalnya. 6. strategi dasar yang penting dilakukan aktifis organisasi konsumen yang melakukan pendampingan konsumen kesehatan adalah dengan memperkuat pengorganisasian dan pendidikan kritis bagi kelompok-kelompok konsumen yang rentan seperti petani. manusia. 2. 2) dokumentasikan informasi yang berhubungan dengan pasien dan apa yang akan dilakukan dalam merespon kebutuhan pasien.

3) Menjadikan RSD KOL ABUNDJANI bukan sebagai tempat mencari sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga menjadikannya sebagai tempat ibadah dan fungsi sosial. survey kebutuhan pelayanan dan survey tingkat utilisasi pelayanan kesehatan rumahsakit. menghindarkan pasien dari resiko fisik dan finansial akibat tindakan medis. menyadari berbagai keterbatasan yang dimilikinya. 2) Melaksanakan semua tugas sesuai dengan kompetensi dan kode etik profesi. Prosedur dan Standar Pelayanan Laboratorium b. memberikan informasi yang dapat dimengerti pasien. Merangin tentang struktur organisasi dan tata kerja RSD KOL ABUNDJANI. memperlakukan setiap pasien dengan sopan dan sewajarnya. Saran untuk manajemen RSD diantaranya adalah: 1) Berusaha mengetahui keinginan pelanggan dengan melakukan survey pasar. menghormati privasi dan kehormatan pasien. Prosedur dan Standar Pelayanan Anastesi e. Prosedur dan Standar Pelayanan Radiologi c. selalu memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan. jujur dan dapat dipercaya. diantaranya: a. dan 4) menuliskan perencanaan perawatan agar dapat diteruskan oleh sejawat dalam perawatan berikutnya dan selalu menuliskan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. Prosedur dan Standar Pelayanan Kamar Operasi d. menghargai dan menjaga informasi tentang pasiennya. Prosedur dan Standar Pelayanan Rawat Inap dengan Kegawatan . menghormati hak pasien dalam keterlibatan secara aktif pada pengambilam keputusan. diantaranya survey kepuasan.3) jika sudah diketahui dengan baik kondisi pasien lakukan tindakan yang dapat diterima dan dapat dilakukan dengan tahapan yang baik dan benar saat melaksanakan perawatan kepada pasien dan jelaskan bahwa setiap tindakan tidak selalu berbahaya untuk selalu untuk keselamatan dan membatu mereka. mendengarkan dan menghormati pandangan-pandangan pasien. dan dapat ditambahkan bahwa Saran untuk Dokter penyelenggara utama perawatan dan pengobatan pasien di instalasi rawat inap diantaranya adalah: Bertugas berdasarkan standar General Medical Council seperti: pemberian pelayanan kepada pasien merupakan hal yang utama. Saran untuk komite staf fungsional diantaranya adalah: 1) Mematuhi tugas pokok dan fungsinya seperti yang tergambarkan dalam Peraturan Daerah Kab. 2) Menyusun berbagai prosedur dan standar pelayanan sesuai dengan hasil tingkat kebutuhan dan hasil dari penelitian ini. bekerjasama dengan para sejawat untuk kebaikan pasien-pasien yang dirawat.

mustahil tata tertib administrasi rumahsakit akan berhasil seperti apa yang telah distandarisasikan oleh pemerintah maka oleh karena itu diperlukan adanya komitment bersama untuk sepakat menyusun pedoman RM dan melaksanakannya dengan pertanggungjawaban profesi. Akar masalah adalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang terjadi. terminal komputer yang dapat diakses oleh pelanggan. sarana. faktor fasilitas dan peralatan. faktor Standart Operating Procedure dan atau instruksi kerja. faktor pengendalian dan evaluasi. faktor administrasi dan alur layanan. Hal ini dilakukan dengan audit internal secara rutin dan melakukan management riview guna membahas tindak lanjut yang perlu dilakukan agar pelayanan yang diberikan selalu konsisten sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. Perlu adanya dukungan sistem pengelolaan RM yang baik dan benar. faktot beban kerja. Prosedur dan Standar Pelayanan Rekam Medik. 7) Melaksanakan saran-saran ini dengan dukungan sumber daya manusia kesehatan dan anggaran kesehatan beserta kebijakan-kebijakan kesehatan.f. misalnya dengan membuat brosur-brosur. Ia dapat berupa kelemahan pada manusia. . information desk. 4) Menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan guna mensosialisasikan jasa-jasa pelayanan yang mampu diberikan oleh rumahsakit. untuk menetapkan arah pemecahannya. 9) Menginvetarisir akar penyebab masalah dari faktor internal yang mempengaruhi kualitas layanan kesehatan dan administrasi RM terutama dalam bidang: faktor pendidikan SDM. 6) Menyusun dan memberlakukan sistem pengawasan dan pemantauan pelayanan kesehatan yang diberikan dengan efektif. 2) Melakukan analisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root cause analysis). 3) Memastikan bahwa prosedur dan standar yang telah disusun diterapkan dan dilaksanakan dengan baik. 3) Menetapkan dan memilih alternatif untuk pemecahan akar masalah. prosedur. 5) Membumikan paradigma bahwa dari pasien kita mendapatkan jasa pelayanan yang mendukung kesejahteraan dan kepada pasien seharusnya tumbuh keinginan untuk membebaskan masalah kesehatannya. atau faktor-faktor lain. kepemimpinan. manajemen. Dianjurkan pula langkah-langkah umum sebagai berikut untuk pemecahan masalah mutu dan efisiensi dan efektifitas pelayanan rumah sakit: 1) Memecahkan struktur masalah yang sudah teridentifikasi kedalam komponenkomponennya. menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah. alat. budaya organisasi. faktor manajemen rawat inap dan faktor staf medis fungsional. faktor masa kerja dan lama Jabatan. faktor pelatihan dan tambahan pengetahuan. sistem. Seperti diketahui bahwa tata tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumahsakit.

3) mengikuti semua kebijakan sarana pelayanan dan saran dari petugas kesehatan dengan jujur dan bertanggungjawab. 2) bertanya dengan petugas kesehatan tidak dengan emosi tentang keadaan penyakit. dan „tolonglah saya“ atau „tolonglah kami“. diantaranya adalah: 1) sebelum penyakit menjadi lebih parah (persepsi masyarakat) sebaiknya segera memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat. Saran untuk pasien.4) Memantau dan mengevaluasi penerapan upaya pemecahan masalah yang sudah dilaksanakan. sesuai dengan beberapa kebijakan nasional pembangunan kesehatan di Indonesia diharapkan pemerintah daerah dapat: 1) Menjadi stake holder yang berpihak dan mendukung dalam berbagai aspek manajemen pelayanan kesehatan. 3) menjadi fasilitator dalam akselerasi peningkatan kemampuan pemberian pelayanan kesehatan sesuai dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan kesehatan daerah. 5) Melakukan tindakan koreksi jika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagi terjadi. 4) selalu menyediakan tabungan kesehatan saat sehat dan mampu melaksanakan aktifitas memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia. diagnosanya. „tolong“. yakni pelayanan yang sesuai dengan standar yang diakui sehingga dapat memenuhi atau bahkan melebihi harapan konsumen. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem dan mekanisme yang efektif guna tercapainya pelayanan prima tersebut. Hal lain adalah Pelaksanaan Program kendali mutu harus berdasarkan falsafah bersama untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh tim pelayanan dari berbagai disiplin ilmu. 2) Berperan sebagai regulator yang melindungi dan menumbuh kembangkan kemampuan profesionalisme tenaga pemberi pelayanan kesehatan. kemungkinan kesembuhan dan tindakan apa saja yang akan dilakukan dan selalulah memulai komunikasi dengan kata „maaf“. Falsafah yang mendasari program kendali mutu antara lain: . Peningkatan mutu pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa sarana pelayanan kesehatan dan tenaga profesi kesehatan harus mampu menunjukkan akuntabilitas sosial untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen. Saran untuk Pemerintah Daerah. Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah jika manusia sebagai penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan dari rumah sakit. jika ragu dan meragukan mintalah penjelasan lebih lanjut tentang kebijakan dan atau saran tersebut.

Pekerja pada umumnya merasakan kepuasan kerja dan lebih produktif bila mereka dibantu dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik dengan mengurangi hambatan dalam pekerjaannya. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. walaupun demikian baiknya program kendali mutu ini dilakukan secara terpadu tetapi tetap ada kendala kendala yang perlu diperhatikan. hubungan yang jelas adalah pelayanan jasa kesehatan. Hak untuk mendapatkan advokasi. maka tujuan akhir dari program pengendalian mutu yaitu meningkatnya mutu pelayanan keperawatan berdasarkan standar akan dapat dicapai dengan baik. Hak atas informasi yang benar. 5. Dari UU Perlindungan Konsumen rumahsakit adalah: salah satu institusi pemberi pelayanan dibidang kesehatan. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen. perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.• • • • • • Masing-masing disiplin telah mengidentifikasi dan menyetujui falsafah dasar untuk dikembangkan menjadi tujuan masing-masing pelayanan. proses dan hasil maka semua aspek-aspekantara lain: Tenaga keperawatan. Hak untuk mendapatkan kompensasi. 4. Dengan melibatkan semua staf keperawatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan program pengendalian mutu ini. Maka manusia sebagai konsumen rumahsakit berhak sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen. keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. seperti: 1. 7. asuhan keperawatan dan kepuasan klien harus dinilai dengan menggunakan standar-standar yang tepat. . 3. 2. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Program kendali mutu perlu dilaksanakan dan dibuat secara teratur dan terus menerus untuk meningkatkan mutu pelayanan. Masing -masing disiplin menyepakati untuk mengkaji pelayanan yang diberikan oleh anggotanya. ganti rugi/penggantian. 8. 6. Staf mempunyai pengetahuan yang cukup dan memiliki ide-ide yang kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pekerjaannya Staf dapat memecahkan masalah jika cukup informasi-informasi yang diperlukan . Kesehatan adalah hak azazi manusia. Hak atas kenyamanan. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan. Semua staf memberikan perhatian untuk mencapai tujuan institusi yang dalam hal ini memberikan efek terhadap pelayanan pada klien. Praktek perawatan tidak akan mungkin meningkatkan kecuali masalah dapat diidentifikasi dan dipecahkan. 9. Dengan melakukan pendekatan konkuren maupun retrospektif terhadap lingkup struktur.

keluhan yang disampaikan kebanyakan hanya lewat surat pembaca di media massa. Masyarakat belum memiliki kemauan untuk menuntut hak-haknya. Padahal bisa jadi kala sekolah dahulu. Maka untuk mengurangi kesewang-wenangan para produsen barang dan jasa. tindak kriminal di kereta api. Cara ini terlalu sederhana dan tidak menyelesaikan masalah. mengapa hingga kini institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit ibarat tempat uji coba. PDAM. lebih-lebih kala berbicara kepekaan terhadap keperluan masyarakat terhadap layanan kesehatan. 3. Parameterpun disiapkan. termasuk panduan pengobatan. yang mana depkes tidak mau kalah dengan departemen lain untuk ikut mencicipi jajan IMF.Bila menyimak surat pembaca di media cetak. layanan barang/jasa yang buruk. banyak sekali keluhan dari konsumen yang merasa dirugikan. Yang membedakan hanyalah kekuasaan. panduan. Maka inilah realitas ketertindasan konsumen dalam menghadapi pilihan-pilihan barang/ jasa harus mereka konsumsi. maka bim salabim lahirlah Quality Assurance atau Jaminan Mutu. Jaminan mutu produk tahun 1996 yang lalupun. Itulah kira-kira gambaran umum. Posisi konsumen yang selalu lemah (lemah informasi dan lemah kondisi sehingga tak berani menyangga seperti kasus Prita). baik terhadap item kegiatan ataupun terhadap program besarnya. Semua itu adalah persoalan yang kerap kali muncul di Indonesia. Masih rendahnya tingkat kesadaran konsumen akan hak-haknya. antara lain: 1. demikian pula pelatihan. monitor dan evaluasinya. maka program QA adalah sebuah langkah kebimbangan dan ambivalensi. konon hasil pemikiran grusa-grusu karena ada “jajan” berupa pinjaman IMF (maksudnya hutang yang harus dibayar). trial and error aneka macam program dari depkes. 4. nama programnya pun dibuat “greng”. Ironisnya. 2. dan dokter yang berpraktik di rumahsakitpun dalam memberikan pelayanan kesehatannya. yang mana dalam Pedoman Kerja Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sudah sangat jelas dan rinci berisi panduan tatalaksana setiap kegiatan di Institusi pelayanankesehatan/rumahsakit yang mengacu kepada UPK. 5. apa kata dokter/perawat mereka iyakan. mutu barang yang tidak bagus. delay pesawat. Pun demikian pula setelahnya. Proses peradilan yang ruwet dan memakan waktu yang berkepanjangan. Dan supaya dapat dana segar nan besar. Cara lain yang lebih kreatif adalah langsung mengadu ke pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat. dijamin dokter di institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit lebih peka dibanding dokter di Depkes walau sepanjang apapun gelarnya. Artinya mengulang program mapan yang sudah terintegrasi dengan keseharian para petugas Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit dengan mengganti nama QA yang justru lebih . Menyimak produk Depkes tahun 1988. Belum terkondisikannya “masyarakat konsumen” karena memang sebagian masyarakat ada yang belum mengetahui tentang apa saja hak-haknya dan ke mana hak-haknya dapoat disalurkan jika mendapat kesulitan atau kekurangan dari standar barang atau jasa yang sewajarnya. yang di Depkes tidak lebih pandai dari yang di institusi pelayanan kesehatan /rumahsakit. Memang pada kenyataannya konsumen kerap berada dalam posisi yang tidak berimbang dibanding dengan posisi produsen. pelayanan rumahsakit dan bahkan pelayanan pajak dan lain sebagainya. Misalnya soal layanan listrik PLN. sebagai konsumen kita perlu mengetahui faktor-faktor yang melemahkan konsumen.

Hal ini tercermin pada perubahan fungsi klasik rumah sakit yang pada awalnya hanya memberi pelayanan yang bersifat kuratif (penyembuhan) saja terhadap pasien melalui rawat inap dan rawat jalan bergeser ke pelayanan yang lebih komprehensif meliputi promotif. Cost recovery rate (CRR) rumah sakit menjadi hal yang sangat penting. Bedanya hanya di segi dana yang luar biasa besar dan pelatihan berulang yang justru buang-buang waktu. Hal ini menuntut para manajer untuk lebih memperhatikan secara saksama dinamika lingkungan yang ada yang kemungkinan besar akan merubah system manajemen yang dipergunakan. jiwanya masih nol saya rasa. karena prosesnya sendiri tidak terakreditasi. Untuk meningkatkan mutu layanan. RSD Kol Abundjani saat ini sedang dalam proses akreditasi yang pelaksanaannya setengah isi dan setengah kosong. Menurut Trisnantoro (2005) saat ini sektor kesehatan berbeda jauh dengan keadaan 50 tahun lalu. Sayangnya yang ini tidak pernah tersentuh. disertai peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan serta mampu berkembang (growth) dan survive. Akreditasi rumahsakit dicanangkan sejak tahun 2007 dan sampai tahun 2009 ini capaiannya sangat menyedihkan. lebih dari itu ada ukuran non teknis yakni keinginan dan harapan warga. penentuan tarif lebih rasional.sempit tapi tidak lebih mendalam. Sistem manajemen yang berlaku global mempengaruhi pola berfikir manajer rumah sakit. tidak cukup dengan kajian monopoli petinggi Depkes. sebagi contoh operasi dengan menggunakan peralatan mikro merupakan suatu tindakan yang sama canggihnya dengan tehnologi program ruang angkasa dan militer yang tentu saja memerlukan SDM yang berkompetensi untuk mengelolanya. Besarnya omset untuk obat-obatan mencapai 50-60% dari seluruh anggaran rumah sakit. berdasarkan hitungan-hitungan ekonomi. Pelayanan rumah sakit diera sekarang tidak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakat . Hal inilah menjadikan rumah sakit menjadii lembaga yang bersifat padat modal. Tehnologi kedokteran mempengaruhi biaya pelayanan rumah sakit. hanya 14% yang sudah terakreditasi. Obat merupakan barang yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. . Siklus demikian mestinya tidak boleh terulang. Gambaran lain adalah tehnologi kedokteran dan obat-obatan yang berkembang pesat disisi lain rumah sakit adalah lembaga pemberi jasa pelayanan kesehatan yang tergantung pada perkembangan tehnologi kedokteran. artinya pengguna jasa pelayanan Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit tak lebih hanyalah obyek semata yang tak punya hak suara. Rumah sakit dapat meningkatkan pendapatan dengan memperbesar omset penjualan obat. dari ratus rsd dan puluh rsp serta ratus rss. Salah satu tehnologi tinggi adalah obat yang dihasilkan oleh industri farmasi. kuratif dan rehabilitatif. Tehnologi yang digunakan saat ini sangat canggih. efektif dan produktifitas serta memperhatikan pemerataan pelayanan. Pengaruh perubahan dinamika lingkungan usaha rumah sakit yang terjadi tidak saja di Indonesia tetapi hampir diberbagai penjuru dunia. dengan menekankan pada aspek efisiensi. Kebutuhan akan obat ini sering disertai dengan biaya yang besar. preventif. padat karya dan padat tehnologi Ketiga sifat tersebut menuntut pengelolaan keuangan rumah sakit yang lebih professional.

tetapi lebih mengarah pada suatu lembaga yang harus hidup dan bermutu. Rumah sakit tidak lagi harus dipandang sebagai suatu lembaga yang harus bersandar pada norma-norma dan etika profesi dokter. rumah sakit juga merupakan pusat latihan tenaga kesehatan. Hal yang penting adalah masalah biaya operasional dan pemeliharaan yang tidak semudah biaya investasi untuk memperolehnya. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa rumah sakit juga harus menjalankan fungsi sosialnya. sementara penggalian dana-dana kemanusiaan sama sekali tidak dikelola secara sistematis. serta untuk penelitian biososial. akibat hilangnya subsidi dan semakin mahalnya alat dan tenaga kesehatan yang pada akhirnya menuntut pendapatan yang tinggi. Hal yang dikhawatirkan adalah pasien dikelas bawah justru mensubsidi pasien kelas atas. Subsidi yang mengecil atau bahkan tidak ada sama sekali menyebabkan rumah sakit keagamaan kesulitan mencari sumber dana bagi orang miskin yang sakit. Hal ini dapat membawa suatu resiko yaitu rumah sakit keagamaan akan menjadi lembaga usaha yang praktis untuk mencari keuntungan atau menghidupi SDM. sehingga menaikan tarif akan menjadi pilihan. berkembang dan mempunyai dasar etika berbagai profesi dan mempunyai etika bisnis. Penerapan subsidi silang dari kelas atas (VIP) ke kelas bawah (III) tidak rasional. Penelitian Abeng dan Trisnantoro (1997) disebuah rumah sakit swasta menunjukkan bahwa tarif kamar VIP berada dibawah unit cost. Untuk menjalankan fungsi sosialnya ini sebaiknya anggaran untuk pos sosial tersebut tersedia dalam APBD dan diatur dengan kemudahan-kemudahan pengelolaannya tetapi tetap dengan pengawasan yang ketat. Walaupun demikian masih banyak rumah sakit keagamaan masih melihat perubahan yang ada tanpa strategi pengembangan yang jelas (Trisnantoro. disamping itu belum ada standar sumber pendanaan termasuk pembagian sumber pendapatan (keuntungan) apakah untuk pemilik atau untuk pengembangan. dimana pelayanan keluarga menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan. Rumah sakit . Hal ini membuat banyak rumah sakit swasta bahkan yang dikelola oleh yayasan keagamaanpun berubah menjadi lembaga for profit sebagai jawaban terhadap perubahan lingkungan yang terjadi diluar rumah sakit akibat pengaruh globalisasi. Akibatnya banyak rumah sakit swasta keagamaan yang mempunyai fasilitas fisik dan peralatan yang memadai tetapi kesulitan dalam mencari dana operasional. Dengan demikian rumah sakit bukanlah lembaga yang hanya menggunakan prinsip kedokteran dan kesehatan. Kenyataan menunjukkan bahwa konsep subsidi silang sebenarnya tidak ada ataupun jika ada subsidi silang akan menggerogoti aset dan kemampuan investasi rumah sakit. Berdasarkan kenyataan diatas maka rumah sakit mulai berubah menjadi lembaga usaha yang membutuhkan berbagai konsep ekonomi dalam manajemen yang mungkin asing bagi para dokter atau pemilik rumah sakit. Kita pelajari Dalam perkembangannya rumah sakit swasta yang dikelola oleh yayasan keagamaan seperti rumah sakit Islam sangat kesulitan dalam memenuhi fungsi sosialnya oleh karena kesulitan dalam hal pendanaan. baik kuratif maupun rehabilitatif.Pengertian rumah sakit menurut WHO adalah suatu bagian penyeluruh dari organisasi sosial dan medis berfungsi memberikan pelayanan Kesehatan yang lengkap kepada masyarakat. Dari definisi diatas bahwa rumah sakit disamping memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat juga sebagai pusat pendidikan calon tenaga kesehatan. 2005).

Implementasinya adalah penerapan ekonomi dalam pelayanan kesehatan harus dilakukan diantaranya dengan melakukan analisis biaya di rumah sakit. http://artikelindonesia.com/hal-mutu-pelayanan-rumah-sakit.merupakan lembaga multiprofesional yang menghasilkan berbagai produk pelayanan kesehatan yang bermutu dengan tetap memperhatikan aspek sosialnya.html .