TANTANGAN SISTEM PENGELOLAAN MANAGEMENT ADMINISTRASI

Dalam aktivitas pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari, baik secara sadar atau pun tidak, kita selalu disuguhkan dengan dua istilah yang sangat populer ini, yaitu administrasi dan manajemen. Sebagai contoh kecil, dimana ketika kita melakukan pengurusan dokumendokumen (paper work) di instansi, lembaga, atau kantor yang biasanya pada kantor pemerintah, kita akan selalu dimintai kompensasi atas pembuatan paperwork tersebut dengan istilah ‘biaya administrasi”, atau misalnya ketika kita akan berobat ke Rumah Sakit, maka kita akan diminta untuk mengurus administrasi terlebih dulu—yang maksudnya untuk registrasi pasien dan pembayaran biaya berobat. Kemudian ketika ada pekerja pada suatu pabrik yang meminta THR akan diminta menunggu keputusan dari manajemen dan lain sebagainya. Administrasi berasal dari kata latin “ad” dan “ministrare” yang berarti membantu, melayani atau memenuhi. Dalam bahasa Inggris adalah “Administration”—yang sampai sekarang tetap dipergunakan dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Administrasi. Namun, karena selama lebih kurang 350 tahun Indonesia dijajah Belanda, maka sedikit banyak istilah yang digunakan Belanda terinfiltrasi kedalam Bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, pengertian tersebut pada hakekatnya adalah pengertian dari Tatausaha. Menurut sudut pandang penulis, bahwa Tatausaha itu merupakan suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi dan dilakukan pencatatan secara sistematis dalam suatu organisasi untuk menghasilkan kumpulan keterangan yang dibutuhkan. Jadi sekarang dapat dipahami, bahwa kegiatan tatausaha masih termasuk dalam unsur Administrasi dalam arti luasdan bukan merupakan faktor dari administrasi. Dengan demikian, apabila kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan tatausaha, seyogyanya kita tidak menggunakan istilah administrasi agar tidak menimbulkan bias antara kedua istilah ini. Administrasi dengan Manajemen (Administration to Management)Seperti dikemukakan pada poin sebelumnya, bahwa istilah administrasi yang digunakan sampai sekarang adalah dalam bahasa Inggris, yaitu “administration”. Cakupan dari kegiatan
administrasi sangatlah luas, yaitu keseluruhan proses mulai dari menentukan bentuk dan tujuan organisasi, cara mencapai tujuan, siapa saja yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pencapaian tujuan ini, pengendalian proses pelaksanaan, sampai bagaimana mendayagunakan instrumen atau sumber yang terbatas. Pada dasarnya, cakupan dari kegiatan penataan usaha ini adalah bagian dari disiplin ilmu lain, oleh karenanya kegiatan ilmu administrasi hanya dibatasi pada aktivitas-aktivitas

penyelenggaraan atau pelaksanaan saja—yang direpresentatifkan dengan penataan usaha. Dengan demikian pula, dapat disimpulkan bahwa kegiatan administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang dilakukan oleh para administrator (pimpinan) dan dalam arti luasnya adalah keseluruhan kegiatan dalam organisasi.

.

. Administrasi dan manajemen adalah suatu ilmu yang saling berhubungan dan tidak

terpisahkan.karena di dalam administrasi terdapat manajemen yang berfungsi sebagai motor penggerak jalannya administrasi Negara.Banyak hal yang membedakan administrasi dengan manajemenai, strata yang berada di atas manajemen, eselon, strategi, qualitative, orang, reflektif,dan generalism.Dalam manajemen meliputi bidang keilmuan eksekusi,fakta, kedudukannya di bawah dari administrasi. Pembinaan Hubungan internal dan eksternal dalam Organisasi, Hubungan yang perlu di bina dalam organisasi bukan hanya menyangkut interaksi antara pimpinan dan anggotanya saja tetapi meliputi hubungan antara orang orang di dalam organisasi dan juga antara organisasi dengan pihak luar. Dalam administrasi hal internal tersebut di kenal dengan istilah human relation. Sedangkan hubungan yang bersifat eksternal di sebut pulic relation.

Telah diketahui bahwa administrasi berfungsi untuk menentukan tujuan organisasi dan merumuskan kebijakan umum, sedangkan manajemen berfungsi untuk melaksanakan kegiatan yang perlu di lakukan untuk dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas batas kebijakan umum yang telah di rumuskan.kadi kegiatan yang bersifat operasional dari manajemen dan administrasi dilakukan oleh kelompok pelaksana.Yang perlu kita ketahui secara jelas yaitu bahwa pada tingkat administrasi fungsi itu bersifat menyeluruh dan berlaku bagi seluruh organisasi. Pada tingkat manajemen fungsi itu bersifat sektoral. Pengorganisasian Beberapa tahap yang dapat dilakukan pada pengelolaan management administrasi : 1.Penggerakan(Motivating) Terdefinisikan sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan iklas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis. Fungsi penggerak merupakan fungsi terpenting karena fungsi ini mampu menjadikan manusia sebagai objek langsungnya.Motivating secara implisit berarti bahwa pimpinan organisasi berada di tengah tengah para bawahannya dan

dengan

demikian

dapat

memberikan

bimbingan,itruksi,nasihat,

dan

koreksi

jika

diperlukan.Secara eksplisit dalam pengertian ini jelas terlihat bahwa para pelaksana operatif dalam memberikan jasa jasanya memerlukan beberapa macam hal pendorong. 2.Pengawasan(Controlling) Proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi agar semua pekerjaan yang sedang di lakukan berjalan sesuai rencana yang telah di tentukan sebelumnya.Dari definisi di atas dapat di simpulkan bahwa pengawasan sangat berhubungan dengan perencanaan sehingga Harold kontz dan Cyrill O’Donnel mengatakan bahwa perencanaan dan pengawasan merupakan kedua belahan mata uang yang sama.Jelas bahwa tanpa adanya rencana pengawasan tidak mungkin dapat berjalan lancar karena tidak ada pedoman untuk melakukan pengawasan itu.Dan tanpa adanya pengawasan mungkin rencana yang memang sudah tertata dan terlaksana akan mengalami penyimpangan penyimpangan tanpa ada alat untuk mencegahnya. 3.Penilaian(evaluating) Tahap ini ada lah fungsi organik administrasi dan manajemen yang terakhir.Yaitu proses pengukuran dan pembandingan hasil hasil pekerjaan yang nyatanya di capai dengan hasil yang seharusnya di capai.Ada beberapa hal yang penting di perhatikan dalam definisi tersebut,yaitu penilaian sebagai pelaksana fungsi turut menentukan mati hidupnya suatu organisasi,Kegiatan yang terus menerus di lakukan oleh administrasi dan manajemen,penilaian merupakan kesenjangan antara hasil pelaksana yang sesungguhnya di capai dengan hasil yang seharusnya di capai.

DAFTAR PUSTAKA

http://koranrakyat.net/2008/09/01/firasat-administrasi/ Siagian, Sondang P.. 1993. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara : Jakarta.

MAKALAH MANAJEMEN TANTANGAN SISTEM PENGELOLAAN MANAJEMEN ADMINISTRASI

DI SUSUN OLEH: LUSIANA (0616039)

DOSEN PEMBIMBING: IBU RIKA DIANA

FAKULTAS SYARI’AH JURUSAN JINAYAH SIYASAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI RADEN FATAH PALEMBANG 2008

sakit. seperti TBC atau lepra. rumah sakit menjadi tempat untuk gelandangan. pada abad ketiga belas. Rumah Sakit Pennsylvania. Later. the hospice became a place for vagrants. treatment. rumah sakit menjadi sumber masyarakat penting. Most people generally preferred to be treated for acute illness at home. Rumah sakit selama periode ini diberikan perlindungan dan rumah bagi kaum miskin. Sebelum penemuan teori kuman. rumah sakit modern berasal historis dari "hospes" monastik Inggris abad pertengahan abad kesepuluh dimana pelancong berhenti untuk beristirahat. dan lemah yang tidak memiliki tempat lain untuk hidup. Kemudian. yang orang dikarantina. Jangka pendek.and early-twentiethcentury hospitals in the United States were primarily for the treatment of communicable disease. rumah sakit umum didefinisikan sebagai orang-orang yang tinggal pasien adalah tiga puluh hari atau lebih pendek dan yang memberikan perawatan medis dan bedah umum. Benjamin Franklin founded the first hospital in the United States. such as tuberculosis or leprosy. rumah sakit menjadi tempat yang lebih teknis diagnosis dan pengobatan bagi mereka yang mampu dirawat di rumah sakit dan membayar untuk teknologi ilmiah baru. pendidikan kesehatan. Benjamin Franklin mendirikan rumah sakit pertama di Amerika Serikat. invalids. as scientific medical practice developed. As a result of their increasing role in health care. rumah sakit rehabilitasi. federal. Ada 5.015 short-term. dan rumah sakit lokal.021 rumah sakit di Amerika Serikat. health education. and local hospitals. sebagai praktek medis ilmiah dikembangkan. negara bagian. Kesembilan belas dan rumah sakit awal abad kedua puluh di Amerika Serikat terutama untuk pengobatan penyakit menular. dan rumah sakit khusus seperti rumah sakit anak-anak. Ini termasuk rumah sakit akut umum peduli. which was chartered in 1757. The community not-for-profit hospital continued the role of providing charity care for the poor.015 jangka pendek. akut perawatan fasilitas umum. the Pennsylvania Hospital. Modern hospitals derive historically from the monastic "hospes" of tenth-century medieval England at which travelers stopped to rest.Edisi 1998 dari Rumah Sakit Statistik diterbitkan oleh American Hospital Association melaporkan bahwa ada 6. federal. substance abuse. in the thirteenth century. rumah sakit jiwa. Kebanyakan orang umumnya lebih disukai untuk dirawat untuk penyakit akut di rumah. There were 5. and the infirm. yang disewa pada tahun 1757. dan penyaringan untuk kanker dan penyakit lainnya. ill. pengobatan. and chronic disease hospitals. state. penyalahgunaan zat. hospitals became important community resources. dan lemah itu. Before the discovery of germ theory. hospitals became more technical places of diagnosis and treatment for those who could afford to be hospitalized and pay for the new scientific technologies. Short-term. General hospitals often provide additional services including prevention. rumah itu sebenarnya lingkungan yang sehat dari rumah sakit. obstetrics. Nineteenth. rehabilitasi. Later. acute care general facilities. rehabilitation. general hospitals are defined as those for which a patient stay is thirty days or shorter and which provide general medical and surgical care. Kemudian. Masyarakat tidak-untuk rumah sakit- . dan rumah sakit penyakit kronis. Sebagai hasil dari peran mereka meningkat dalam perawatan kesehatan. cacat. rumah sakit umum sering menyediakan layanan tambahan termasuk pencegahan. and infirm who had no other place to live. and specialty hospitals such as children's hospitals. kebidanan. and screening for cancers and other diseases. the home was actually a healthier environment than the hospital. Hospitals during this period provided refuge and homes for the poor. These included acute care general hospitals. for which people were quarantined. rehabilitation hospitals. psychiatric hospitals.

Private not-for-profit hospitals are usually owned by corporations. episode akut adalah penyakit jangka pendek yang serius bagi pasien yang memerlukan perawatan segera dan kemudian kembali ke rumah mereka atau komunitas. atau tingkat lokal umumnya perawatan untuk kelompok tertentu individu atau penyakit. the mentally ill. rumah sakit Pemerintah di negara bagian. Society has long viewed the hospital as a social service organization. efficient systems and controls. Setelah Perang Dunia II. Regardless of ownership. Undang-undang ini sangat penting untuk mencari rumah sakit di daerah pedesaan yang sebelumnya tidak terlayani. Public hospitals serve an important public health function in caring for vulnerable and underserved populations.keuntungan melanjutkan peran dalam memberikan perawatan amal bagi masyarakat miskin. types of personnel. Terlepas dari kepemilikan. ini termasuk rumah sakit pendidikan atau akademik di mana pendidikan kedokteran diajarkan. Untuk-laba atau rumah sakit yang dimiliki investor adalah mereka dimana para pemegang saham menerima dividen atau distribusi keuangan berdasarkan keuntungan yang dilakukan oleh rumah sakit atau korporasi rumah sakit. departments. atau yang tidak diasuransikan. This legislation was critical to locating hospitals in previously underserved rural areas. Selain itu. and services. jenis personil. dan jasa. antara lain. departemen. dan tidak diasuransikan. immigrants. among others. yang didirikan oleh organisasiorganisasi swasta. this includes educational or academic hospitals where medical education is taught. federal. After World War II. including the poor. Rumah sakit merupakan organisasi yang terdiri dari komite segi banyak. mental sakit. This includes the military. Survei Rumah Sakit dan Konstruksi Act of 1946 (Hill-Burton Act) menyediakan dana bagi masyarakat di seluruh negeri untuk membangun tidak-untuk rumah sakit komunitas-laba dan untuk memodernisasi yang lama. rumah sakit umum melayani fungsi kesehatan masyarakat yang penting dalam merawat penduduk yang rentan dan terlayani. imigran miskin. or the uninsured. rumah sakit sebagian besar masyarakat rumah sakit. Acute episodes are serious short-term illnesses for which patients require immediate care and are then returned to their homes or community. state. Swasta tidakuntuk rumah sakit-laba biasanya dimiliki oleh perusahaan. It requires highly trained employees. dan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dan layanan. A hospital is a multifaceted organization comprising many committees. which are founded by private organizations. termasuk. Ini termasuk militer. Organization and Function of Hospitals Organisasi dan Fungsi Rumah Sakit Hospital administration encompasses organizing and supporting the patient's total medical care during an episode of illness in the hospital. which provide care for a wide range of acute episodes of illness. or local level generally care for specified groups of individuals or diseases. Types of Hospital Ownership Jenis Pemilikan Rumah Sakit Government hospitals at the federal. In addition. For-profit or investor-owned hospitals are those in which the shareholders receive dividends or financial distributions based on the profits made by the hospital or the hospital's corporation. yang menyediakan perawatan untuk berbagai episode akut penyakit. Masyarakat telah lama memandang rumah sakit sebagai organisasi pelayanan sosial. . most hospitals are community hospitals. and the uninsured. and is responsible for integrating the various functions and services. administrasi Rumah Sakit meliputi pengorganisasian dan mendukung perawatan total medis pasien selama episode penyakit di rumah sakit. the Hospital Survey and Construction Act of 1946 (Hill-Burton Act) provided funding for communities across the country to build not-for-profit community hospitals and to modernize old ones.

Mereka menjamin kualitas perawatan medis melalui pemilihan dokter yang berkualitas dan dengan mendelegasikan tanggung jawab jaminan kualitas kepada staf medis. Dokter adalah pemimpin tim klinis dan agen utama yang bekerja atas nama pasien. operates the hospital in trust for the community and has a fiduciary duty to protect the assets of the hospital through efficient operation. and. Executive Administration. Responsibility for the quality of medical care is exercised through the medical staff. yang utama tujuannya adalah . dokter dan pasien. CEO harus mengkoordinasikan upaya kolektif personil rumah sakit. Hal ini membutuhkan karyawan yang sangat terlatih. peralatan dan fasilitas yang memadai. Dewan Pembina ". people-oriented institution and it has a similar structure and hierarchy of authority as any large business. Staf Medis." or governing board. tentu saja. of course. CEO ini juga merupakan rumah sakit untuk lingkungan eksternal dan masyarakat. Ini adalah bisnis serta peduli. adequate equipment and facilities. dan. The chief executive officer (CEO) reports to the governing board and provides leadership in implementing the strategic goals and decisions set by the Board. mengoperasikan rumah sakit di kepercayaan bagi masyarakat dan memiliki kewajiban fidusia untuk melindungi aset rumah sakit melalui operasi yang efisien. The physician's responsibility is to diagnose the patient's condition accurately and to prescribe the best and most cost-effective treatment plan. Tanggung jawab dokter adalah untuk mendiagnosa kondisi pasien secara akurat dan untuk meresepkan rencana perawatan yang terbaik dan paling efektif-biaya. Eksekutif Administrasi). Trustees select the administrative leader of the hospital and delegate the hospital's daily operations and budgeting to the appointed executive. tetapi juga dapat mencakup lainnya doktor profesional tingkat pelayanan kesehatan seperti dokter gigi atau psikolog. terutama terdiri dari dokter.necessary supplies. whose major purpose is to ensure the highest quality of medical care to the patients. Staf medis adalah unit pemerintahan sendiri secara resmi terorganisir dalam rumah sakit. Para wali bertanggung jawab untuk membuat misi rumah sakit dan mendirikan peraturan dan kebijakan strategis. perlengkapan yang diperlukan. The Medical Staff. sistem yang efisien dan kontrol. In these tasks. Pembina pilih pemimpin administrasi rumah sakit dan delegasi operasi harian rumah sakit dan penganggaran untuk eksekutif ditunjuk. CEO delegasi perawatan klinis dan tugas-tugas administratif untuk individu yang sangat terlatih dan tim. The physician is the leader of the clinical team and the major agent working on behalf of the patient. atau papan yang mengatur. the CEO must coordinate the collective effort of the hospital's personnel. The CEO also represents the hospital to the external environment and the community. physicians and patients. It is a business as well as a caring. The CEO delegates the clinical care and administrative duties to highly trained individuals and teams. The "board of trustees. Jawab terhadap mutu pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui staf medis. The trustees are responsible for establishing the hospital's mission and establishing its bylaws and strategic policies. The medical staff is a formally organized self-governing unit within the hospital. Board of Trustees. but may also include other doctoral level health care professionals such as dentists or psychologists. They ensure the quality of medical care through the selection of qualified physicians and by delegating quality assurance responsibilities to the medical staff. Eksekutif Petugas (CEO laporan kepada dewan yang mengatur dan menyediakan kepemimpinan dalam melaksanakan sasaran-sasaran strategis dan keputusan yang ditetapkan oleh Dewan. primarily comprised of physicians. Dalam tugas ini. The" dewan wali amanat. lembaga yang berorientasi pada orang dan memiliki struktur yang mirip dan hirarki otoritas sebagai setiap bisnis besar.

also called patient care services. and for coordinating the services of departments such as social work and discharge planning. teknologi medis melakukan sebagian dari pekerjaan laboratorium di bawah pengawasan seorang patolog. juga disebut pelayanan perawatan pasien. A number of departments perform support functions that help with diagnosis and treatment. A nurse manager has overall responsibility for the care of patients on a particular unit. including autopsy. Layanan Keperawatan. A nursing supervisor may have overall management responsibility for several units. pengobatan. Nursing services.untuk memastikan kualitas tertinggi perawatan medis kepada pasien. These nurses are helped by licensed practical nurses (LPNs) and certified nurses aides (CNAs). termasuk pengawasan perawat dan staf administrasi lainnya. Important roles of nurses today also include those of patient advocate and health educator. Seorang perawat spesialis-klinis memiliki keahlian khusus atau kompetensi dalam bidang tertentu keperawatan. Perawat ini dibantu oleh perawat praktis berlisensi (LPNs) dan bersertifikat perawat pembantu (CNAs). Anggota staf keperawatan mewakili berbagai pelatihan dan pengalaman. who is a physician. merupakan komponen terbesar dari rumah sakit. sitologi klinis. dan patologi klinis. who perform routine nursing functions. . "Peer review" monitors how well a physician is performing. termasuk otopsi. Sejumlah departemen melakukan fungsi dukungan yang membantu dengan diagnosis dan pengobatan. Nursing services employees are responsible for carrying out the treatment plan developed by the physician. dan dukungan pasien. Itu juga merupakan perawatan kesehatan terbesar pendudukan di Amerika Serikat. Laboratorium klinis adalah pusat diagnostik yang melakukan berbagai fungsi. "Reappointment" ascertains whether a specific physician should be permitted to continue practicing at the hospital. treatment. Nursing Services. Medical technologists perform most of the work of the laboratory under the supervision of a pathologist. yang adalah seorang dokter. Keperawatan jasa karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana pengobatan yang dikembangkan oleh dokter. including supervising other nursing and clerical staff. "Pengangkatan kembali" mengetengahkan apakah dokter tertentu harus diijinkan untuk terus berlatih di rumah sakit. Members of the nursing staff represent a wide range of training and experience. Sekutu Pelayanan Kesehatan. dan untuk mengkoordinasikan pelayanan departemen seperti kerja sosial dan perencanaan pulang. Layanan Perawatan. A clinical nurse-specialist has specific expertise or competence in a particular field of nursing. yang melakukan fungsi perawatan rutin. Seorang supervisor keperawatan mungkin memiliki tanggung jawab manajemen secara keseluruhan beberapa unit. The clinical laboratory is a diagnostic center that performs a variety of functions. Seorang manajer perawat memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk perawatan pasien pada unit tertentu. Perawatan menyediakan jasa pemeliharaan kesehatan round-the-clock. clinical cytology. and support of the patient. Penting peran perawat hari ini juga termasuk orang-orang advokat pasien dan pendidik kesehatan. "Privileging" menentukan jenis-jenis perawatan yang dokter individu akan diizinkan untuk praktek di rumah sakit. is the largest component of the hospital. "Peer review" memonitor seberapa baik kinerja sebuah dokter. "Privileging" determines the specific types of care that individual physicians will be allowed to practice at the hospital. It is also the largest health care occupation in the United States. Allied Health Services. Nursing services provide round-the-clock health maintenance. This is done through four functions: "Credentialing" determines and assesses the qualifications of physicians seeking to practice at the hospital. and clinical pathology. Hal ini dilakukan melalui empat fungsi: "credentialing" menentukan dan menilai kualifikasi dokter berusaha untuk berlatih di rumah sakit.

tim medis. dan sosial pasien menyusul episode penyakit. Nonmedis layanan administrasi yang diperlukan untuk rumah sakit bisnis dan manajemen pabrik fisik.The radiology department provides radiographs to aid with diagnosis and performs radiation therapy for the treatment of some medical disorders. Hospital dieticians play an important therapeutic role in providing the patient with the appropriate food and nutrition. the medical team. Tujuan utama adalah untuk memastikan bahwa semua hambatan lingkungan dan emosional untuk pemulihan pasien telah diantisipasi. Physical and occupational therapy are the primary specialties in this service. dan menangani piutang usaha dengan pembayar pihak ketiga seperti perusahaan asuransi. Klinik Layanan Dukungan. Departemen radiologi menyediakan radiografi untuk membantu dengan diagnosis dan melakukan terapi radiasi untuk pengobatan beberapa gangguan medis. and social functioning of the patient following an episode of illness. establishes procedures for accounting functions. konseling pasien dan anggota lain dari tim perawatan kesehatan. The pharmacist works directly with the medical staff in establishing a formulary. and sometimes discharge planning. The hospital pharmacy purchases and dispenses all the medications used to treat patients in the hospital. the listing of drugs chosen to be included in the pharmacy. counseling patients and other members of the health care team. mental. The primary objective is to ensure that all environmental and emotional barriers to the patient's recovery are mitigated. apoteker bekerja secara langsung dengan staf medis dalam membangun formularium. Terapi fisik dan okupasi adalah spesialisasi utama dalam layanan ini. beban catatan ke rekening pasien. consistent with the treatment plan prescribed by the physician. Rehabilitation services provides assistance in enhancing the optimal physical. Business services manages the hospital's admitting and discharge functions. dan masyarakat. records charges to a patient's account. Rumah Sakit ahli diet memainkan peran penting dalam menyediakan terapi pasien dengan makanan yang sesuai dan gizi. maka daftar obat yang dipilih untuk dimasukkan dalam apotek. konsisten dengan rencana pengobatan yang diresepkan oleh dokter. Departemen Keuangan menyarankan CEO pada kebijakan keuangan dan . Social services integrates the patient. Pelayanan sosial mengintegrasikan pasien. and the community. layanan Rehabilitasi memberikan bantuan dalam meningkatkan fungsi optimal fisik. and consulting with regard to detailed drug information. CEO memimpin layanan administrasi dan secara langsung bertanggung jawab atas operasi sehari-hari fasilitas tersebut. Administrasi Layanan Dukungan. Nonmedical administrative services are necessary to the hospital's business and physical plant management. Clinical pharmacy consists of communicating with patients. The finance department advises the CEO on financial policy and long-range planning. farmasi klinis terdiri dari berkomunikasi dengan pasien. dan konsultasi berkenaan dengan informasi obat rinci. dan kadang-kadang perencanaan pulang. Administrative Support Services. Clinical Support Services. Layanan bisnis mengelola fungsi rumah sakit mengakui dan debit. receives and deposits all monies received by the hospital. jasa sosial membantu mengkoordinasikan layanan berbasis masyarakat diperlukan. mental. The CEO leads these administrative services and is directly responsible for the day-to-day operations of the facility. and approves the payments of salaries and other expenditures. Pembelian farmasi rumah sakit dan membagi-bagikan semua obat yang digunakan untuk mengobati pasien di rumah sakit. and handles accounts receivables with third-party payers such as insurance companies. Social services helps coordinate needed communitybased services.

Mengakui jasa sering di mana pasien pertama memiliki kontak dengan rumah sakit. Departemen akuntansi bertanggung jawab untuk menjaga buku besar dan meringkas semua transaksi keuangan yang dilakukan oleh rumah sakit. and establishes competitive compensation for specific positions.perencanaan jangka panjang. praktek akuntansi rinci dan suara sangat penting untuk menjaga statistik organisasi penting bagi administrasi-pengambilan keputusan. Departemen sumber daya manusia berinteraksi dengan seluruh departemen di rumah sakit untuk memastikan kualitas dan motivasi karyawan yang bekerja di rumah sakit. Admitting services is often where the patient first has contact with the hospital. The accounting department is responsible for maintaining the general ledger and summarizing all the financial transactions performed by the hospital. dan operasi. menyiapkan dan mengeluarkan daftar gaji. as well as providing training to new employees and opportunities for growth and selfactualization for all employees. penyakit. rumah tangga. mengembangkan deskripsi pekerjaan. Human resources performs job analyses. dan menyetujui pembayaran gaji dan pengeluaran lainnya. Accounting is central to the hospital's financial business. Medical records are maintained on all admitted patients and they are indexed according to physician. public relations. Akuntansi merupakan pusat bisnis keuangan rumah sakit. Sensitivitas dan efisiensi dari departemen ini dapat sangat mempengaruhi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. Rekam medis diselenggarakan pada semua pasien yang masuk dan mereka diindeks menurut dokter. serta memberikan pelatihan kepada karyawan baru dan peluang untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri bagi seluruh karyawan. dan penyusunan anggaran modal dan operasional. and operation. menerima dan deposito semua uang yang diterima oleh rumah sakit. Information services and medical record maintenance are core functions of hospital management. fund-raising. Lain fungsi administrasi dan bisnis yang penting mungkin termasuk pemasaran dan perencanaan. disease. Sumber daya manusia melakukan job analysis. and security. penggalangan dana. plant and materials management. housekeeping. tracking and recording costs to enable appropriate reimbursement for services from insurance companies. tanaman dan pengelolaan bahan. pelacakan dan merekam biaya untuk mengaktifkan penggantian sesuai untuk jasa dari perusahaan asuransi. public relations. and preparing the capital and operating budgets. . dan menetapkan kompensasi yang kompetitif untuk posisi tertentu. The human resources department interacts with all departments in the hospital to ensure the quality and motivation of personnel working at the hospital. Rekam medis baru-baru ini ditetapkan sebagai sumber pendapatan karena mereka memiliki kaitan langsung pada penggantian dari perusahaan asuransi. dan keamanan. Layanan Informasi dan pemeliharaan rekam medis adalah fungsi inti manajemen rumah sakit. Detailed and sound accounting practices are fundamental to maintaining important organizational statistics for administrative decision-making. The sensitivity and efficiency of this department can greatly influence the patient's perception of the quality of care received. preparing and dispensing the payroll. menetapkan prosedur untuk fungsi-fungsi akuntansi. develops job descriptions. Other important administrative and business functions may include marketing and planning. Medical records have recently been designated a source of revenue as they have a direct bearing on reimbursement from insurance companies.

answers.google. Ada beberapa jenis layanan manajer kesehatan: manajer klinis. Administrator adalah penghubung antara papan rumah sakit. Mereka mengkoordinasikan kegiatan dan membuat kebijakan untuk rumah sakit. Administrator mengembangkan program untuk rumah sakit pengajaran dan penelitian. Dalam administrasi kecil di sana hanya dapat satu administrator merawat semua departemen. maka dapat melakukan evaluasi dengan karyawan dan rapat staf langsung. dan manajer yang bertanggung jawab atas masalah bisnis rumah sakit. Mereka harus menyadari kemajuan baru dalam pengobatan. Klinis dan manajer informasi kesehatan bekerja dalam departemen mereka sendiri. Mereka mungkin juga bertanggung jawab untuk hubungan masyarakat rumah sakit dan program penggalangan dana. yang menjaga dan merawat pasien catatan. Beberapa administrator sistem mengelola fasilitas perawatan kesehatan. administrasi besar memiliki beberapa administrator dan administrator asisten melakukan tugas-tugas sehari-hari seperti mengelola kegiatan departemen rumah sakit sementara satu administrator bertanggung jawab secara keseluruhan. Administrasi Ukuran 2. Menjadi Administrator . manajer klinis dan manajer informasi kesehatan memiliki tugas yang lebih spesifik dari seorang administrator tidak umum. Umum vs khusus 4.id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://www.co. Jenis Administrator 3. Tugas 1.com/topic/hospital-administration administrasi Rumah Sakit adalah manajemen rumah sakit sebagai bisnis .http://translate. administrasi terdiri dari medis dan kesehatan manajer jasa (kadang-kadang disebut eksekutif perawatan kesehatan dan perawatan administrator kesehatan) dan asisten administrator. dan memiliki tugas seperti melaksanakan kebijakan. Praktek kelompok besar mungkin memiliki beberapa administrator dan asisten. mengelola personil dan menulis laporan untuk diberikan kepada administrator keseluruhan. yang mengelola departemen tertentu dan biasanya memiliki pengalaman di daerah tersebut. atau satu administrator dan satu administrator asisten. Beberapa administrator bertanggung jawab atas pengangkatan dan pelatihan dokter dan staf lainnya. administrator lain dan staf medis. informasi kesehatan manajer. Seorang administrator umum bertanggung jawab terhadap semua departemen dan praktek bisnis. Administrasi berbagai ukuran dan tugas administrator tergantung pada ukuran administrasi.

html&rurl=translate. administrasi perawatan jangka panjang. administrasi publik atau administrasi bisnis yang paling membantu. Read more: Apakah Administrasi Rumah Sakit? | EHow. kesehatan masyarakat.co.googleusercontent. ilmu kesehatan.google. kantor dokter 'biasanya menyewa orang-orang dengan pengalaman kerja.com/translate_c?hl=id&langpair=en %7Cid&u=http://www. Jika Anda tidak ingin mendapatkan gelar master.5. Anda harus memiliki gelar master.id&usg=ALkJrhiiWtq2RtArxL8JCoU2pBLY n7xq7w#ixzz12mjPdCeN .com/about_5130430_hospitaladministration_. Program Pascasarjana biasanya dua sampai tiga tahun panjang. Untuk menjadi seorang manajer pelayanan medis.com http://translate. Ini harus mencakup program gelar magang di pusat perawatan kesehatan. Derajat dalam administrasi pelayanan kesehatan.ehow.

Jenis Rumah Sakit Rumah sakit dapat dibagi dalam beberapa jenis menurut kategorinya masing-masing 1. Rumah sakit tipe E (rumah sakit khusus) : RS Jiwa. Menurut lokasi (pemerintah) : pusat. Menurut pemilik : pemerintah. kanker. swasta 2.Konsep Rumah Sakit Menurut American Hospital Assocition (1974) definisi Rumah Sakit adalah : RS adalah Suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kedokteran. provinsi dan kabupaten Sedangkan menurut kemampuan yang dimiliki rumah sakit di Indonesia dapat digolongkan dalam beberapa kategori. Rumah Sakit tipe C. Top referral hospital 2. RS Paru. perawat serta berbagai tenaga profesi kesehatan lainnya diselenggarakan. 1992). sosial ekonomi. berbagai faktor mempengaruhi perkembangan RS. RS pendidikan dikelompokkan menjadi 2 golongan: (1) pusat ilmu kesehatan pada universitas besar yang mengadakan penelitian ilmu kesehatan dasar. Menurut filosofi yang dianut : profit hospital dan non profit hospital 3. diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Sedangkan menurut Wolper dan Pena (1987). dan (2) RS pendidikan yang mengadakan tiga atau lebih program kedokteran spesialis (Trisnantoro. asuhan keperawatan yang berkesinambungan. Syarat Mendirikan Sebuah Rumah sakit . pelayanan rujukan dari kabupaten 3. mereka mendefinisikan rumah sakit sebagai tempat dimana orang sakit mencari dan menerima pelayanan kedokteran serta tempat dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran. demografi. Pelayanan rujukan dari Puskesmas 4. faktor kebutuhan masyarakat terhadap mutu pelayanan dan peraturan. yaitu : RS pendidikan dan non pendidikan. antara lain. ciri-ciri : Specialis dan sub specialis lebih luas. ciri-ciri : Pelayanan rujukan dari Puskesmas 5. RS Jantung. teknologi. Menurut jenis pelayanan yang diselenggarakan : General Hospital dan Specialty Hospital 4. Rumah sakit tipe B. Rumah sakit tipe D. Menurut Kotter (1983) definisi rumah sakit adalah merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa kesehatan. ciri-ciri : Specialis dan sub specialis terbatas. yaitu : 1. serta faktor kebijaksanaan pemerintah yang berlaku. epidemiologi. Kusta dll Dalam beberapa kebutuhan rumah sakit juga dapat di golongkan menjadi 2. Rumah sakit tipe A. ciri-ciri : Spesialis terbatas.

Penelitian 5. Nama Rumah Sakit Berdasarkan SK Dirjen Yanmedik No. 4. 2. Pelayanan pasien. CATATAN: Semua persyaratan tersebut diajukan kepada Dinas kesehatan Tk Provonsi dan tembusannya ke dir Direjen Yanmedik Depkes RI di Jakarta Empat fungsi dari rumah sakit 1. terutama bagi rumah sakit-rumah sakit besar yang berfungsi sebagai tempat pendidikan. Penyelenggara Rumah Sakit • • • • • • Foto copy akte notaris pendirian yayasan (pemohon) Fotocopy sertifikat tanah atau surat penunjukan penggunaan lokasi atas nama pemohon Izin lokasi dari kepala daerah Tk II Study kelayakan pendirian RS Rekmendasi PERSI Surat pernyataan dari pemohon untuk tunduk pada peraturan yang berlaku. Tambang Batubara Bukit Asam (persero) tetapi boleh dinamai Rumah Sakit Bukit Asam. 2.0308/Yanmed/RSKS/PA/SK/IV1992 menyatakan bahwa: • • Nama rumah sakit tidak boleh memakai nama orang yang masih hidup Tidak boleh menyebutkan jenis badan hukum. promotif dan rehabilitatif 3. Pendidikan. Pelayanan komunitas berupa suatu kerjasama dengan pihak-pihak lain di luar rumah sakit yang biasanya berupa upaya-upaya preventif. misalnya rumah sakit PT.1. Pelayanan Informasi Pembagian Pelayanan rumah sakit secara sederhana .

Adanya akses khusus atau tidak saling mengganggu. Adanya jalan yang terpisah atau alur yang berbeda antara umum dengan petugas rumah sakit. antara barang-barang bersih dengan barang-barang kotor http://tuloe.wordpress.Prinsip-prinsip hubungan antar bagian di rumah sakit • • • Bagian-bagian rumah sakit harus berhubungan dengan baik dan dengan tata letak yang serasi dan sesuai dengan fungsinya.com/2010/02/16/administrasi-rumah-sakit/ .

Kemudian. pengobatan. Rumah Sakit Pennsylvania. rumah sakit umum melayani fungsi kesehatan masyarakat yang penting dalam merawat penduduk yang rentan dan terlayani. rumah sakit menjadi sumber masyarakat penting. Kemudian. Ini termasuk militer. antara lain. rumah sakit jiwa. seperti TBC atau lepra. negara bagian. . atau yang tidak diasuransikan. Jangka pendek. rumah sakit modern berasal historis dari "monastik" hospes dari sepuluh abad pertengahan abad ke. dan rumah sakit lokal. Benjamin Franklin mendirikan rumah sakit pertama di Amerika Serikat. imigran miskin. Undang-undang ini sangat penting untuk mencari rumah sakit di daerah pedesaan yang sebelumnya tidak terlayaniMasyarakat telah lama memandang rumah sakit sebagai organisasi pelayanan sosial. rumah itu sebenarnya lingkungan yang sehat dari rumah sakit. Setelah Perang Dunia II . dan lemah yang tidak memiliki tempat lain untuk hidup. pada abad ketiga belas. Kebanyakan orang umumnya lebih disukai untuk dirawat untuk penyakit akut di rumah. dan tidak diasuransikan. Rumah sakit selama periode ini diberikan perlindungan dan rumah bagi kaum miskin. cacat.Inggris di mana pelancong berhenti untuk beristirahat. rumah sakit umum didefinisikan sebagai orang-orang yang tinggal pasien adalah tiga puluh hari atau lebih pendek dan yang memberikan perawatan medis dan bedah umum.ADMINISTRASI RUMAH SAKIT Edisi 1998 dari Rumah Sakit Statistik diterbitkan oleh American Hospital Association melaporkan bahwa ada 6. Survei Rumah Sakit dan Konstruksi Act of 1946 (Hill-Burton Act) menyediakan dana bagi masyarakat di seluruh negeri untuk membangun tidak-komunitas dan rumah sakit profit untuk memodernisasi yang lama. yang didirikan oleh organisasi-organisasi swasta. Kesembilan belas dan rumah sakit awal abad kedua puluh di Amerika Serikat terutama untuk pengobatan penyakit menular. Swasta tidak-untuk rumah sakit-laba biasanya dimiliki oleh perusahaan. yang orang dikarantina. yang disewa pada tahun 1757. dan rumah sakit khusus seperti rumah sakit anak-anak. termasuk. rumah sakit umum sering menyediakan layanan tambahan termasuk pencegahan. federal. atau tingkat lokal umumnya perawatan untuk kelompok tertentu individu atau penyakit. kebidanan. Sebagai hasil dari peran mereka meningkat dalam perawatan kesehatan.021 rumah sakit di Amerika Serikat . Sebelum penemuan teori kuman. Masyarakat tidak-untuk rumah sakit-keuntungan melanjutkan peran dalam memberikan perawatan amal bagi masyarakat miskin. rehabilitasi. JENIS KEPEMILIKAN RUMAH SAKIT rumah sakit Pemerintah di negara bagian. penyalahgunaan zat. dan penyaringan untuk kanker dan penyakit lainnya. dan rumah sakit penyakit kronis. sebagai praktek medis ilmiah dikembangkan. rumah sakit menjadi tempat untuk gelandangan. ini termasuk rumah sakit pendidikan atau akademik di mana pendidikan kedokteran diajarkan. Ini termasuk rumah sakit akut umum peduli. Untuklaba atau rumah sakit yang dimiliki investor adalah mereka dimana para pemegang saham menerima dividen atau distribusi keuangan berdasarkan keuntungan yang dilakukan oleh rumah sakit atau korporasi rumah sakit. dan lemah itu. federal. mental sakit. rumah sakit menjadi tempat yang lebih teknis diagnosis dan pengobatan bagi mereka yang mampu dirawat di rumah sakit dan membayar untuk teknologi ilmiah baru. pendidikan kesehatan. rumah sakit rehabilitasi. Selain itu. sakit.

"Peer review" monitors how well a . jenis personil. mengoperasikan rumah sakit di kepercayaan bagi masyarakat dan memiliki kewajiban fidusia untuk melindungi aset rumah sakit melalui operasi yang efisien. dan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dan layanan Rumah sakit merupakan organisasi yang terdiri dari komite segi banyak. Tanggung jawab dokter adalah untuk mendiagnosa kondisi pasien secara akurat dan untuk meresepkan rencana perawatan yang terbaik dan paling efektif-biaya. Jawab terhadap mutu pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui staf medis.Terlepas dari kepemilikan. Pembina pilih pemimpin administrasi rumah sakit dan delegasi operasi harian rumah sakit dan penganggaran untuk eksekutif ditunjuk. Staf medis adalah unit pemerintahan sendiri secara resmi terorganisir dalam rumah sakit. "Privileging" determines the specific types of care that individual physicians will be allowed to practice at the hospital. ORGANISASI DAN FUNGSI RUMAH SAKIT administrasi Rumah Sakit meliputi pengorganisasian dan mendukung perawatan total medis pasien selama episode penyakit di rumah sakit. CEO delegasi perawatan klinis dan tugas-tugas administratif untuk individu yang sangat terlatih dan tim. terutama terdiri dari dokter. but may also include other doctoral level health care professionals such as dentists or psychologists. Eksekutif Administrasi). yang utama tujuannya adalah untuk memastikan kualitas tertinggi perawatan medis kepada pasien. The medical staff is a formally organized self-governing unit within the hospital. Mereka menjamin kualitas perawatan medis melalui pemilihan dokter yang berkualitas dan dengan mendelegasikan tanggung jawab jaminan kualitas kepada staf medis. atau papan yang mengatur. The" dewan wali amanat. Staf Medis. whose major purpose is to ensure the highest quality of medical care to the patients. This is done through four functions: "Credentialing" determines and assesses the qualifications of physicians seeking to practice at the hospital. dan. dan jasa. peralatan dan fasilitas yang memadai. dokter dan pasien. Eksekutif Petugas (CEO laporan kepada dewan yang mengatur dan menyediakan kepemimpinan dalam melaksanakan sasaran-sasaran strategis dan keputusan yang ditetapkan oleh Dewan. Para wali bertanggung jawab untuk membuat misi rumah sakit dan mendirikan peraturan dan kebijakan strategis. Hal ini membutuhkan karyawan yang sangat terlatih. Ini adalah bisnis serta peduli. perlengkapan yang diperlukan. CEO ini juga merupakan rumah sakit untuk lingkungan eksternal dan masyarakat. rumah sakit sebagian besar masyarakat rumah sakit. Responsibility for the quality of medical care is exercised through the medical staff. Dokter adalah pemimpin tim klinis dan agen utama yang bekerja atas nama pasien. primarily comprised of physicians. departemen. "Privileging" menentukan jenis-jenis perawatan yang dokter individu akan diizinkan untuk praktek di rumah sakit. tetapi juga dapat mencakup lainnya doktor profesional tingkat pelayanan kesehatan seperti dokter gigi atau psikolog. CEO harus mengkoordinasikan upaya kolektif personil rumah sakit. sistem yang efisien dan kontrol. yang menyediakan perawatan untuk berbagai episode akut penyakitepisode akut adalah penyakit jangka pendek yang serius bagi pasien yang memerlukan perawatan segera dan kemudian kembali ke rumah mereka atau komunitas. lembaga yang berorientasi pada orang dan memiliki struktur yang mirip dan hirarki otoritas Dewan Pembina ". tentu saja. Hal ini dilakukan melalui empat fungsi: "credentialing" menentukan dan menilai kualifikasi dokter berusaha untuk berlatih di rumah sakit. Dalam tugas ini.

Anggota staf keperawatan mewakili berbagai pelatihan dan pengalaman. sitologi klinis. Sejumlah departemen melakukan fungsi dukungan yang membantu dengan diagnosis dan pengobatan.physician is performing. merupakan komponen terbesar dari rumah sakit. Layanan Perawatan. also called patient care services. is the largest component of the hospital. Penting peran perawat hari ini juga termasuk orang-orang advokat pasien dan pendidik kesehatan. Medical technologists perform most of the work of the laboratory under the supervision of a pathologist. termasuk otopsi. Seorang manajer perawat memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk perawatan pasien pada unit tertentu. termasuk pengawasan perawat dan staf administrasi lainnya. and for coordinating the services of departments such as social work and discharge planning. juga disebut pelayanan perawatan pasien. Itu juga merupakan perawatan kesehatan terbesar pendudukan di Amerika Serikat. including supervising other nursing and clerical staff. treatment. Perawat ini dibantu oleh perawat praktis berlisensi (LPNs) dan bersertifikat perawat pembantu (CNAs). and support of the patient. Seorang supervisor keperawatan mungkin memiliki tanggung jawab manajemen secara keseluruhan beberapa unit. Perawatan menyediakan jasa pemeliharaan kesehatan round-the-clock. teknologi medis melakukan sebagian dari pekerjaan laboratorium di bawah pengawasan seorang patolog. Nursing services employees are responsible for carrying out the treatment plan developed by the physician. pengobatan. "Reappointment" ascertains whether a specific physician should be permitted to continue practicing at the hospital. "Peer review" memonitor seberapa baik kinerja sebuah dokter. . Nursing services. The radiology department provides radiographs to aid with diagnosis and performs radiation therapy for the treatment of some medical disorders. Seorang perawat spesialis-klinis memiliki keahlian khusus atau kompetensi dalam bidang tertentu keperawatan. It is also the largest health care occupation in the United States. Nursing Services. including autopsy. Allied Health Services. dan untuk mengkoordinasikan pelayanan departemen seperti kerja sosial dan perencanaan pulang. A nursing supervisor may have overall management responsibility for several units. dan dukungan pasien. A number of departments perform support functions that help with diagnosis and treatment. The clinical laboratory is a diagnostic center that performs a variety of functions. Keperawatan jasa karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana pengobatan yang dikembangkan oleh dokter. "Pengangkatan kembali" mengetengahkan apakah dokter tertentu harus diijinkan untuk terus berlatih di rumah sakit. Departemen radiologi menyediakan radiografi untuk membantu dengan diagnosis dan melakukan terapi radiasi untuk pengobatan beberapa gangguan medis. Important roles of nurses today also include those of patient advocate and health educator. yang adalah seorang dokter. Layanan Keperawatan. who is a physician. yang melakukan fungsi perawatan rutin. Nursing services provide round-the-clock health maintenance. clinical cytology. dan patologi klinis. A nurse manager has overall responsibility for the care of patients on a particular unit. Members of the nursing staff represent a wide range of training and experience. Laboratorium klinis adalah pusat diagnostik yang melakukan berbagai fungsi. who perform routine nursing functions. These nurses are helped by licensed practical nurses (LPNs) and certified nurses aides (CNAs). Sekutu Pelayanan Kesehatan. and clinical pathology. A clinical nurse-specialist has specific expertise or competence in a particular field of nursing.

Social services helps coordinate needed communitybased services. The hospital pharmacy purchases and dispenses all the medications used to treat patients in the hospital. . maka daftar obat yang dipilih untuk dimasukkan dalam apotek. Clinical pharmacy consists of communicating with patients. Nonmedis layanan administrasi yang diperlukan untuk rumah sakit bisnis dan manajemen pabrik fisik. Physical and occupational therapy are the primary specialties in this service. and sometimes discharge planning. menerima dan deposito semua uang yang diterima oleh rumah sakit. Pelayanan sosial mengintegrasikan pasien. Clinical Support Services. konseling pasien dan anggota lain dari tim perawatan kesehatan. mental. Administrasi Layanan Dukungan. CEO memimpin layanan administrasi dan secara langsung bertanggung jawab atas operasi sehari-hari fasilitas tersebut. jasa sosial membantu mengkoordinasikan layanan berbasis masyarakat diperlukan. and the community. konsisten dengan rencana pengobatan yang diresepkan oleh dokter. The CEO leads these administrative services and is directly responsible for the day-to-day operations of the facility. Business services manages the hospital's admitting and discharge functions. and social functioning of the patient following an episode of illness. Layanan bisnis mengelola fungsi rumah sakit mengakui dan debit. and consulting with regard to detailed drug information. tim medis. Pembelian farmasi rumah sakit dan membagi-bagikan semua obat yang digunakan untuk mengobati pasien di rumah sakit. Tujuan utama adalah untuk memastikan bahwa semua hambatan lingkungan dan emosional untuk pemulihan pasien telah diantisipasi. Social services integrates the patient. beban catatan ke rekening pasien. mental. apoteker bekerja secara langsung dengan staf medis dalam membangun formularium. Klinik Layanan Dukungan. counseling patients and other members of the health care team. The pharmacist works directly with the medical staff in establishing a formulary. The primary objective is to ensure that all environmental and emotional barriers to the patient's recovery are mitigated. layanan Rehabilitasi memberikan bantuan dalam meningkatkan fungsi optimal fisik. Terapi fisik dan okupasi adalah spesialisasi utama dalam layanan ini. Rumah Sakit ahli diet memainkan peran penting dalam menyediakan terapi pasien dengan makanan yang sesuai dan gizi. records charges to a patient's account. dan sosial pasien menyusul episode penyakit. farmasi klinis terdiri dari berkomunikasi dengan pasien.Rehabilitation services provides assistance in enhancing the optimal physical. The finance department advises the CEO on financial policy and long-range planning. dan kadang-kadang perencanaan pulang. menetapkan prosedur untuk fungsi-fungsi akuntansi. dan masyarakat. and approves the payments of salaries and other expenditures. Departemen Keuangan menyarankan CEO pada kebijakan keuangan dan perencanaan jangka panjang. the medical team. the listing of drugs chosen to be included in the pharmacy. dan menangani piutang usaha dengan pembayar pihak ketiga seperti perusahaan asuransi. dan konsultasi berkenaan dengan informasi obat rinci. Administrative Support Services. Nonmedical administrative services are necessary to the hospital's business and physical plant management. Hospital dieticians play an important therapeutic role in providing the patient with the appropriate food and nutrition. establishes procedures for accounting functions. receives and deposits all monies received by the hospital. consistent with the treatment plan prescribed by the physician. and handles accounts receivables with third-party payers such as insurance companies. dan menyetujui pembayaran gaji dan pengeluaran lainnya.

Information services and medical record maintenance are core functions of hospital management. praktek akuntansi rinci dan suara sangat penting untuk menjaga statistik organisasi penting bagi administrasi-pengambilan keputusan. Other important administrative and business functions may include marketing and planning. Admitting services is often where the patient first has contact with the hospital. Akuntansi merupakan pusat bisnis keuangan rumah sakit. public relations. Lain fungsi administrasi dan bisnis yang penting mungkin termasuk pemasaran dan perencanaan. plant and materials management. Departemen sumber daya manusia berinteraksi dengan seluruh departemen di rumah sakit untuk memastikan kualitas dan motivasi karyawan yang bekerja di rumah sakit. and operation. develops job descriptions. fund-raising. pelacakan dan merekam biaya untuk mengaktifkan penggantian sesuai untuk jasa dari perusahaan asuransi. menyiapkan dan mengeluarkan daftar gaji. dan penyusunan anggaran modal dan operasional. Medical records are maintained on all admitted patients and they are indexed according to physician. penggalangan dana. and preparing the capital and operating budgets. Sensitivitas dan efisiensi dari departemen ini dapat sangat mempengaruhi persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. Sumber daya manusia melakukan job analysis. Rekam medis baru-baru ini ditetapkan sebagai sumber pendapatan karena mereka memiliki kaitan langsung pada penggantian dari perusahaan asuransi. tracking and recording costs to enable appropriate reimbursement for services from insurance companies. Medical records have recently been designated a source of revenue as they have a direct bearing on reimbursement from insurance companies. dan operasi. serta memberikan pelatihan kepada karyawan baru dan peluang untuk pertumbuhan dan aktualisasi diri bagi seluruh karyawan. rumah tangga. disease. Rekam medis diselenggarakan pada semua pasien yang masuk dan mereka diindeks menurut dokter. Layanan Informasi dan pemeliharaan rekam medis adalah fungsi inti manajemen rumah sakit. as well as providing training to new employees and opportunities for growth and selfactualization for all employees. preparing and dispensing the payroll. housekeeping.Accounting is central to the hospital's financial business. Mengakui jasa sering di mana pasien pertama memiliki kontak dengan rumah sakit. The sensitivity and efficiency of this department can greatly influence the patient's perception of the quality of care received. mengembangkan deskripsi pekerjaan. The accounting department is responsible for maintaining the general ledger and summarizing all the financial transactions performed by the hospital. penyakit. . and establishes competitive compensation for specific positions. Departemen akuntansi bertanggung jawab untuk menjaga buku besar dan meringkas semua transaksi keuangan yang dilakukan oleh rumah sakit. public relations. The human resources department interacts with all departments in the hospital to ensure the quality and motivation of personnel working at the hospital. tanaman dan pengelolaan bahan. dan menetapkan kompensasi yang kompetitif untuk posisi tertentu. Detailed and sound accounting practices are fundamental to maintaining important organizational statistics for administrative decision-making. and security. dan keamanan. Human resources performs job analyses.

berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. kekhususan menyertainya dengan adanya rumah sakit yang dibina dirjen yanmed Dpekes RI yang secara fisik berada di daerah kabupaten. Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi. Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman. menggunakan gabungan ilmiah khusus dan rumit. Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. d”. Melaksanakan pendidikan para medis. Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit secara lengkap. Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal (observasi). yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama. tenaga gizi. Melaksanakan pelayanan administratif. Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan. Melaksanakan pelayanan medis tambahan. c. 4. spesialistik dan pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan”. untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. kota ataupun di provinsi. . 5. dan difungsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modern.MENKES/SK/1992 mengenai pedoman rumah sakit umum dinyatakan bahwa: ”Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar. hanya saja terdapat perbedaan pada tugas pokoknya. tenaga medis. 2. Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial. Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan. b. Definisi rumahsakit ini di setiap peraturan daerah pada umumnya sama. Dari Sumberdaya Kesehatan yang ada di rumahsakit: (1) Tenaga kesehatan terdiri dari : 1. tenaga keperawatan.Definisi rumah sakit menurut Keputusan Menteri Republik Indonesia nomor 983. Melaksanakan pelayanan rawat inap. 3. Sementara itu menurut Siregar (2003) menyatakan bahwa rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks. Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan. pelayanan penunjang medis tambahan. Perubahan kelas rumah sakit dapat saja terjadi sehubungan dengan turunnya kinerja rumahsakit yang ditetapkan oleh Menteri KesehatanIndonesia melalui Keputusan Dirjen Yan Medik. Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi. Membantu pendidikan tenaga medis umum. tenaga kefarmasian. tenaga kesehatan masyarakat. Melaksanakan pelayanan medis khusus. pelayanan penunjang medis. yaitu: • • • • • • • • • • • • • • • • Melaksanakan pelayanan medis. kelas “a. Membantu pendidikan tenaga medis spesialis. yang diantaranya adalah: luas tidaknya lingkup spesialistik yang dimiliki.

(8) Tenaga keteknisian medis meliputi radiografer. karena SDM kesehatan adalah SDM fungsional yang kepadanya melekat fungsi profesi berdasarkan latar belakang pendidikan kesehatannya. Dari Struktur Organisasi Daerah: rumahsakit dapat berdiri dengan legalitas dan ilegal karena ada rumahsakit dengan ijin penyelenggaraan dan tidak ada ijin.30-14. hal yang seperti ini perlu komunikasi yang ajeg demi harmonisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. 7. Kondisi ini akan berhubungan dengan kemapanan dukungan kebijakan dan dukungan anggaran yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.00 jika 6 (enam) hari kerja. Memang ada daerah yang memberikan semacam insentif dan atau reward untuk tenaga kesehatan tertentu yang harus melayani pasiennya di luar jam dinas yang jumlahnya menurut tenaga dokter spesialis masih belum dianggap cukup (sesuatu yang wajar yang seharusnya dibayarkan). teknisi gigi. mikrobiolog kesehatan. analis farmasi dan asisten apoteker. (6) Tenaga gizi meliputi nutrisionis dan dietisien. (7) Tenaga keterapian fisik meliputi fisioterapis. otorik prostetik. tenaga keteknisian medis. (5) Tenaga kesehatan masyarakat meliputi epidemiolog kesehatan. keterbatasan keanekaragaman jenis tenaga kesehatan akan menghasilkan kinerja rumahsakit dalam pencapaian indikator mutu pelayanan rumahsakit. Hal ini dikarenakan adanya indikator . yang sebenarnya satu indikator gagal dapat menyebabkan perubahan penilaian kinerja. Mari kita hitung penghasilan mereka jika tidak melayani pasien di rumahsakit.30 sampai 16. rumahsakit dapat merupakan unit pelaksana teknis dinas dan atau sebagai institusi yang bertanggungjawab kepada bupati dan atau rumahsakit vertikal yang ada di daerah.00 jika 5 (lima) hari kerja. administrator kesehatan dan sanitarian. penyuluh kesehatan. Kekhususan ini sangatlah tidak mungkin dimanajemeni secara umum. jika diberlakukan secara ketat maka mereka akan menuntut uang lembur untuk pekerjaan yang dilakukannya pada waktu di luar jam dinas (07. refraksionis optisien.6. okupasiterapis dan terapis wicara. (3) Tenaga keperawatan meliputi perawat dan bidan. Tentang disiplin kepegawaian seharusnya tidak diberlakukan secara ketat. analis kesehatan. sumber daya manusia kesehatan yang dimiliki oleh rumahsakit akan mempengaruhi diferensiasi dan kualitas pelayanan kesehatan. radioterapis. (4) Tenaga kefarmasian meliputi apoteker. Sebagai unsur manajemen. entomolog kesehatan. rumahsakit daerah dijadikan sumber pendapatan daerah dan dalam laporan pertangggungjawaban pemerintah daerah keberhasilan capaian indikator pelayanan kesehatan rumahsakit jarang dan bahkan tidak pernah dijadikan data atau informasi dalam penyusunan perencanaan dan penyusunan kebijakan. Pada kebanyakan daerah di Indonesia. biasanya hanya dilaporkan sebagai hasil dari akumulasi seluruh indikator. teknisi elektromedis. tenaga keterapian fisik. teknisi transfusi dan perekam medis. (2) Tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi. atau 07.

masih adanya masyarakat yang sakit berarti derajat kesehatan masyarakat belum optimal. dan itu dalam penyusunan program kegiatan dan anggaran rasanya belum pernah ada yang duduk bersama menyatukan pernyataan dan kesimpulan. makin banyak masyarakat yang menggunakan berarti masih ada masyarakat yang sakit. dan kelompok fungsional tidak dilantik oleh bupati kepala daerah padahal struktur organisasi rumah sakit sudah menjelaskannya. . Ada beberapa instansi yang memiliki keterkaitan dengan rumahsakit daerah. karena yang diperlukan hanya pejabat struktural yang mengepalai beberapa bidang dan bagian. bukan dari RT-RW dan Lingkungan. Jika kelompok ini ada maka tenaga fungsional tersebut dapat dijadikan media informasi guna penyusunan kebijakan yang ajeg dan mumpuni secara keilmuan. mungkin berhubungan dengan ketidak tahuan dan ketidak mampuan membayar atau belum ada dasar hukumnya (padahal peraturan pemerintah sudah menjelaskan hal itu) Dari Manajemen Lintas Program dan Lintas Sektor Rumahsakit sebagai pintu gerbang dan unsur vital dalam penilaian adipura. untuk pembuktiannya diperlukan analisa lebih lanjut. di banyak daerah rumahsakit daerah sebagai penghasil pendapatan asli daerah terbesar. Hanya tinggal lagi epidemiolognya berpihak kepada siapa. Dapat ditambahkan lagi dengan adanya permasalahan kelembagaan. tetapi jika tak ada rotan maka akarpun jadilah sehingga kualitas yang diharapkan belum tentu dapat dinikmati sebagai akhir dari pelayanan yang bermutu. jawabannya akan berhubungan dengan ketersediaan sumberdaya manusia kesehatan dan kualitasnya. komite rekam medik. bersumber dari oknum pegawai di tingkatan tersebut. kenapa tidak. Ada item rupiah yang bisa dirinci jumlahnya dari pola tarif yang ada. Sebagai contoh: Kebijakan berobat gratis. dimana ada kotak kelompok tenaga fungsional dalam bagan struktur organisasi tidak ada isinya dan tidak ada koordinasinya.vital dalam proses dan atau dalam output sistem pelayanan kesehatan. karena apa. karena merekakan sedang dalam pendalaman ilmu kedokteran. Beperapa peraturan daerah diimplementasikan dengan tidak paripurna. tentang bagaimana dan seterusnya masyarakat di rumahsakit tersebut. rasionalitasnya jika makin banyak penerimaan berarti makin banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas sumberdaya di rumah sakit. bagaimana komunikasi dan manajemennya dilakukan di rumahsakit tersebut. daftar nama keluarga dan anggotanya bersumber dari BKKBN. Epidemiolog dapat menyampaikan laporan ini jika dibutuhkan. Apa yang mereka bayar dari pelayanan yang mereka terima dapat mencerminkan tingkatan kesehatan masyarakat tersebut. Rumahsakit dengan angka rujukan yang jumlahnya mendekati setengah dari jumlah kunjungan patut dipertanyakan. Sebagai contoh: peningkatan penerimaan daerah dari retribusi pelayanan kesehatan akan tidak ada artinya apa-apa jika cakupan angka rujukan ke rumahsakit vertikal atau ke kabupaten lain lebih tinggi dari angka kunjungan UGD rumahsakit yang bersangkutan atau angka pasien rawat inap kelas III. Sesuatu yang riskan jika PAD dijadikan ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan karena nominal PAD adalah rupiah yang dibayarkan pasien. Ada apa dengan kompetensi mereka dalam memberikan pelayanan. Sesuatu yang aneh memang. satuan pengawas internal. sedangkan komite medik. Keberadaan resident tanpa pengawasan satuan pengawas internal rumahsakit dapat dipersepsikan berbagai rupa oleh masyarakat dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbedabeda. komite keperawatan.

rumahsakit terkareditasi 5 (lima) pelayanan. RSD Kol Abundjani didukung anggaran belum juga mampu menyelesaikan proyek ini. bermuncullanlah pahlawan dengan pamrih disini. mengapa karena ada pasien yang berobat dari keluarga miskin yang benar-benar miskin dengan nama yang tak ada dalam data base yang diberikan oleh pemerintah. jawabnya dapat bersumber dari kualitas dan kuantitas sumber daya yang ada di rumahsakit tersebut. Masih belum terlihat jiwa pemiliknya dalam peraturan ini. …? Pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan lintas sektor dan lintas program. (2) Pelayanan Medik. (4) Pelayanan Keperawatan dan (5) Pelayanan Rekam Medik Tujuan pemerintah dengan akreditasi ini adalah untuk: agar kualitas pelayanan diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di rumah sakit. Pedoman umum mengenai persentase anggaran kesehatan dari total anggaran daerah masih perlu dipertanyakan lebih lanjut lagi. Menurut Rusli. Dari Dukungan Kebijakan Nah ini yang lebih perlu mendapat perhatian. bukan hanya oleh masyarakat rumahsakit. bukan berdasarkan kemampuan yang dapat diberikan oleh rumahsakit. Dari Akreditasi Rumahsakit. menurut beberapa pengamat adalah sangat tidak masuk akal jika tidak ingin dianggap aneh. karena apa. begitu banyak peraturan daerah disusun dengan cara studi banding. yaitu: (1) Pelayanan Gawat Darurat.dan dalam data base saat perjalanannya rumahsakit harus memberikan pelayanan seperti yang diharapkan mereka. dan kelompok rumahsakit yang belum terakreditasi dan atau yang belum terstandar. Ada apa. tetapi bagaimanapun juga SDM rumahsakit daerah harus terlebih dahulu menjawabnya dengan pernyataan yang diikuti oleh sikap yang terakreditasi pula. Dunia pelayanan kesehatan semakin hitam jadinya. (3) Pelayanan Administrasi. Departemen kesehatan dengan Komite Akreditasi Rumahsakit terus berupaya agar semua rumah sakit daerah harus terakreditasi minimal 5 (lima) pelayanan. 8 (delapan) pelayanan dan 13 (tiga belas) pelayanan. Proses akreditasi telah berlangsung hampir lebih dari 5 (lima) tahun. dicopi dan dipastekan kemudian diedit agar menjadi sesuai dengan keadaan riel daerah. dan mereka yang berobat dengan fasilitas kartu miskin saat akan dirawat minta dirawat dengan fasilitas VIP. Pejabat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sedikitpun tidak menunjang dipilih untuk memimpin roda proses pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi rumahsakit. Pernyataan jelasnya adalah sumberdaya manusia kesehatan yang ada di rumahsakit tersebut. tetapi nyatanya budaya akreditasi belum sama sekali mendarah daging di institusi RSD Kol Abundjani ini. Rumahsakit dengan standar ISO 14000 dan ISO 2000. anggaran efektif jika rasio antara . masih perlu dianalisa dan disikapi dengan jalinan koordinasi dan pengawasan yang komprehensif.

Kedua bentuk ini saling bersimbiose mutalisme dalam sebuah sistem. pelayanan kesehatan dapat berbentuk makro dan berbentuk mikro. karena rumahsakit bukan badan profit. dibuat terperangah oleh program tersebut. Peruntukan anggaran tentu membutuhkan kebijakan paripurna yang proporsional. Sementara itu the IOM (1999) dan National Health Service menggunakan konsep mutu pelayanan kesehatan dalam 6 aspek. efficiency. yaitu berpedoman pada struktur. Sebagai sebuah proses. kalau tigaperempat anggarannya hanya untuk fisik. yaitu under use. Namun demikian mengingat definisi tersebut dianggap terlalu luas. Jika ini berlanjut dapat dibayangkan bagaimana pemenuhan hak pokok masyarakat sebagai pasien jika mereka tidak mampu membayar. karena disini setiap pekerjaan yang dikerjakan dan yang seharusnya dikerjakan bukan lagi berdasarkan panggilan hati nurani. Sebagai suatu pernyataan akhir dari sebuat proses pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah indikator mutu pelayanan yang disusun oleh ACHS yang merupakan instrumen untuk mengidentifikasi area pelayanan kesehatan yang masih memerlukan perbaikan secara fundamental. Salah satunya adalah yang diajukan oleh Donabedian (1980). kapan SDM kesehatannya mau manggung dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian pelayanan kesehatan. effectiveness. dan outcome. 2001). Mutu Pelayanan Kesehatan yang mengemuka sebagai panglima program unggulan Depkes dengan nama Quality Assurance (QA.pembiayaan dan penerimaan berkisar 0. dan salah satu definisi yang umum digunakan antara lain menyebutkan bahwa mutu pelayanan kesehatan adalah “tingkat di mana pelayanan kesehatan untuk individu maupun populasi mampu menghasilkan outcome pelayanan sesuai dengan yang diharapkan dan konsisten dengan pengetahuan profesional terkini” (IOM. Dari mutu pelayanan kesehatan. dan patient awareness. Disebut overuse apabila pelayanan kesehatan yang dilakukan ternyata memberi dampak risiko yang lebih besar daripada potensi manfaat yang dapat ditimbulkan (misalnya memberikan antibiotika untuk kasus-kasus common cold).1%. equity. jaminan mutu) pada tahun 1996. yaitu safety. Kemajuan pertumbuhan dan pengembangan rumahsakit menjadikan rumahsakit sebagai lembaga profit tetapi tidak meninggalkan unsur sosialnya telah mengubah persepsi sumber daya manusia kesehatan dari non material menjadi sangat material. Dari beberapa konsep tersebut kemudian dikembangkan sejumlah indikator untuk mengkuantifikasikan mutu pelayanan kesehatan. berbagai peneliti telah mencoba mengembangkannya untuk menjamin agar pengukuran mutu pelayanan kesehatan lebih spesifik. pihak Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sebagai (lagi-lagi) pihak pelaksana. Dengan metode . Berbagai definisi mutu yang dikaitkan dengan patient safety selanjutnya diajukan. bukan lagi panggilan profesi. tetapi lembaga non profit. Chassin mengusulkan metode lain yang menekankan pada 3 area utama. over use. tetapi telah bergeser menjadi panggilan pemenuhan kebutuhan ekonomi. timeliness. sebenarnya tidak berlaku di institusi pelayanan rumahsakit. Under use didefinisikan sebagai kegagalan untuk memberikan pelayanan yang efektif padahal jika dilakukan dapat menghasilkan outcome yang diharapkan (misalnya tidak memberikan imunisasi atau gagal untuk melakukan bedah katarak). dan misuse of health care services. proses. Sedangkan misuse didefinisikan sebagai komplikasi yang sebenarnya dapat dihindari jika pelayanan kesehatan dilakukan secara seksama.

Tetapi sebagai institusi bawahan Depkes. Fasilitas kesehatan (formal) yang tersedia masih relatif baru. hak atas pelayanan kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia (HAM). tetapi diterima sebagai koreksi terhadap cara berpikir dan cara melayani konsumen. complain maupun keluhan konsumen semestinya tidak diartikan sebagai serangan. dan belum mengakar atau belum dirasakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. dan interaksi sosial yang saling menguntungkan. 3. dana yang cukup. Kecenderungan perilaku para praktisi medis yang tidak mempertimbangkan prosesproses komunikasi atau pertukaran informasi. Lupa mungkin karena tampilan dokter institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit yang tak pernah berdasi dan naik kendaraan dinas apa adanya kala tugas. 2. Namun. Pada umumnya konsumen sebagai pengguna jasa kesehatan seperti pasien. sistem yang berkualitas. Hidup sehat merupakan kebutuhan utama (primer) setiap orang. Inpatient Quality Indicators. tidak seperti teman-temannya di Depkes yang sebagian diantaranya berdasi dan naik mobil dinas mulus-mulus dan baru-baru. Oleh karenanya. Kondisi budaya ini di satu sisi menjadi kendala dalam pelayanan medis. Sebaliknya. Mungkin ini jalan keluar. Upaya yang sama juga dilakukan oleh The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yang mengembangkan beberapa indikator yaitu Prevention Quality Indicators. kondisi ini harus disertai pula dengan perbaikan pada aspek kebijakan dan manajemen.kuantifikasi ini selanjutnya dapat dilakukan analisis statistik untuk menilai area-area pelayanan yang dianggap memiliki defisiensi dalam menghasilkan outcome yang diharapkan. seorang pasien berhak untuk mempertanyakan pelayanan dokter yang dirasakannya tidak jelas. masyarakat memiliki sistem pengobatan atau pengetahuan mengenai perawatan kesehatan (biomedis). pemerintah dan praktisi kesehatan masyarakat bertanggung jawab untuk berupaya merealisasikan adanya kebijakan yang lebih baik. 1. tetapi tidak tersedia standar quality of care yang berbasis konsumen. Artinya. Memahami Hak dan Kewajiban Konsumen . fasilitas dan tenaga medis yang memadai guna menjamin terlaksananya program kesehatan masyarakat. klien tidak menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang memuaskan. ada beberapa kondisi yang tampak dalam pelayanan kesehatan. yang relatif berakar dari tradisi dan kebudayaan mereka. Rosalia Sciortino dalam “Menuju Kesehatan Madani” (1999:78) menyebut adanya “konstruksi rahasia” yang dipertahankan petugas kesehatan. Mungkin Depkes lupa bahwa para dokter yang ada di Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit adalah seorang sarjana juga seperti halnya para petinggi Depkes. Pelayanan yang baik dan memuaskan bisa diwujudkan secara bersama antara pengguna jasa pelayanan dan petugas kesehatan. Sehubungan dengan hal ini. bahkan memberatkan konsumen itu sendiri. lagi-lagi Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit berada di posisi tak berdaya dan lagi-lagi hanyalah sebagai terminal akhir pembuangan dan berposisi layaknya sandal jepit. Artinya. Dalam hal ini. dan Patient Safety Indicators (PSIs). di sisi lain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara murah dan mudah. kritik. petugas kesehatan dapat mengetahui keinginan konsumen dan kekurangan yang dimilikinya. Dari keluhan konsumen.

Bahkan petugas kesehatan menyadari bahwa masyarakat tidak mengerti cara hidup sehat. yaitu: 1. Banyak alasan yang seringkali dikemukakan. Jika menggunakan jasa asuransi. Contoh aktual adalah bayi yang dilahirkan cacat (tanpa tangan) di RSUD Bayu Asih Purwakarta (Kompas. misalnya keterbatasan petugas dan fasilitas tidak memadai. petugas kesehatan yang mengerti hak-hak konsumen tidak mau peduli. catatan medis petugas kesehatan. pertanyaan yang sering muncul adalah apa saja hak-hak konsumen dalam pelayanan kesehatan. yakni pelayanan yang menghormati hak-hak konsumen. Namun harus diyakini bahwa ukuran kepuasan tidak bisa . 4. dan jaminan keamanan/keselamatannya. konsumen berhak: 1. tetapi tidak merasa percaya diri untuk mengemukakannya di tenpat pemeriksaan. kelebihan maupun kekurangan pengobatan. biaya. ia menolak suatu metode pengobatan atau tindakan medis tertentu. Menepati janji dengan petugas kesehatan. dan jika dianggap perlu. Mendapatkan informasi yang dapat dipahaminya mengenai penyakit yang diderita. 4. yang secara khusus disebut klien. Padahal masyarakat tidak pernah belajar di sekolah kesehatan. dokter). 2.Dalam berbagai kesempatan diskusi dengan kelompok konsumen. meskipun akhirnya ditempuh jalan damai dengan ganti rugi 25 juta rupiah. hal-hal dirahasiakan. 3. bidan. Memilih tempat pelayanan yang diinginkannya. 26 Juni 1997). dan seterusnya. 2. Sebagai pasien. Mendapatkan ganti rugi apabila terjadi malpraktek yang dilakukan petugas kesehatan. karena kecerobohan dalam pelayanannya. Kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan dengan tuntutan 1 milyar rupiah. membatalkan persetujuan sewaktuwaktu. 5. cara pengobatan. efek samping pengobatan. Orang tua bayi itu menuduh pihak RS. prosedur perawatan. telah menyebabkan anak mereka cacat seumur hidup. dan izin persetujuan pasien bila ingin akan dioperasi. Kebanyakan konsumen juga petugas kesehatan tidak mengetahui hak-hak dan kewajiban konsumen. Mengetahui sejarah atau riwayat pengobatannya. Sebaliknya. pendapat dari petugas kesehatan lainnya. Bersedia bekerja sama dan mematuhi perawatan yang diberikan. ia berkewajiban mengetahui apa yang dapat atau tidak dapat diatasi oleh perusahaan asuransi. pasien. bagaimana sebaiknya pelayanan yang berkualitas? Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa istilah konsumen dalam pelayanan kesehatan mencakup pengertian mereka yang menerima pelayanan jasa maupun obat-obatan dari petugas kesehatan (paramedis. konsumen memiliki kewajiban. Sedangkan yang dimaksud pelayanan yang berkualitas biasanya mengacu pada pengertian Quality of Care atau standar pelayanan yang berkualitas. Sebagai pasien. Hanya sebagian kecil konsumen menyadari hak-haknya. tidak disiplin. Dari persoalan ini sebenarnya tuntutan akan pelayanan kesehatan yang memuaskan (berkualitas) semakin kompleks. Setiap konsumen memiliki hak yang dilindungi undang-undang. yang tidak seimbang dengan banyaknya pasien yang berkunjung setiap hari kerja. 3. Memberitahu petugas kesehatan jika ia menerima perawatan dari dokter yang lain. dalam hal ini bidan. Memperoleh rasa aman dari semua proses pelayanan.

organisasi KB dunia. dan efek sampingnya. Informasi yang berkualitas dapat berdampak pada bagaimana klien menggunakan metode kontrasepsi. dan pembelajaran kesehatan bagi pengguna (konsumen) terabaikan. Pasal 4. menjalankan protokol (aturan) dan staf yang kompeten melakukan teknis klinik. hak ganti rugi. tanggung jawab sosial. Keterampilan Teknis. dan komunitas setempat. dan kemudian ditambahkan oleh YLKI dan PKBI. Ukuran pencapaian pelayanan kesehatan selama ini lebih berorientasi pada pencapaian target sarana pelayanan dan penerima layanannya. cara penggunaan metode. Mempertahankan kondisi aseptic. termasuk kartu untuk mengingatkan dan kunjungan rumah. Klien dapat didorong meneruskan penggunaan kontrasepsi yang efektif melalui berbagai cara. Dasarnya adalah “problem solving”. standar quality of care di Indonesia belum jelas. Ukuran standar yang bisa dijadikan pedoman adalah kebutuhan orang banyak yang selama ini sudah dibakukan. yakni penyediaan pelayanan kesehatan yang terus menerus memperbaiki diri dengan memperhatikan kebutuhan dan tuntutan pasien. Pada tahun 1990. Konsep ini biasanya dirujuk pada prinsipprinsip manajemen pengawasan kualitas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan umum. Bertolak dari “Quality of Care” Konsep quality of care adalah istilah yang digunakan secara luas dalam pelayanan kesehatan. atau pun hak-hak konsumen sebagaimana yang diatur dalam UUPK No. Hubungan Antarpribadi. menentukan pilihan. Informasi yang diberikan harus berisi pula informasi mengenai tiap metode. 4. dan pinggiran kota. apakah cukup simpatik dan cukup waktu untuk bertemu dengan kliennya. yakni mengacu pada pemenuhan hakhak pasien. kenyamanan. 3. hak mengajukan protes (berpendapat). Konsumen tidak memperoleh manfaat yang optimal dari pelayanan kesehatan. atau hak-hak klien kesehatan reproduksi. yaitu pemantauan masalah dan mencari jalan keluar dengan memperbaiki akar masalah secara berkelanjutan (The Population Council. Setiap metode layanan (KB) tersedia bagi perempuan dan laki-laki yang ingin merencanakan keluarganya. 2. di tingkat desa sekalipun. . hak atas keamanan. Aspek pemenuhan kualitas kesehatan. misalnya oleh IPPF (International Planned Parenthood Federation). Mekanisme untuk Mendorong Keberlanjutan. 1999. 8 No. Informasi untuk Klien. Oleh sebab itu. Gejala seperti ini terutama terjadi di tingkat pelayanan kesehatan dasar di pedesaan. Pilihan terhadap Metode Layanan. proses pencapaian pelayanan yang memuaskan tidak bisa tidak melibatkan orang banyak. mendapatkan pelayanan kapan dan di mana saja (akses). petugas. yang merumuskan 10 hak-hak klien KB antara lain: hak atas informasi. 5. 1994). kerahasiaan. Judith Bruce dari Population Council menempatkan enam elemen dasar yang kemudian dikenal dengan “Bruce Framework” dan menjadi sumber utama bagi penelitian mengenai kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dari sisi tenaga kesehatan. yang dapat dipandang dari provider (penyedia jasa) dan klien (konsumen). ukuran standar pelayanan cukup jelas. Konsumen dan pengelola pelayanan kesehatan bisa bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang berkualitas (quality of care). Dari sisi provider. 1.bertolak dari kepentingan individu saja karena kepuasan individual tidak ada batasnya. dokter. Dari sisi klien. Bagaimana klien berinteraksi dengan tenaga kesehatan.

memerlukan tindakan terstruktur dengan manajemen resiko dan manajemen mutu. Klien memerlukan pelayanan yang nyaman dan terpadu. rencana keperawatan dan rencana tindakan yang akan dilakukan. 7. bahwa memelihara kualitas RM akan membantu dalam memelihara ketrampilan dan kemandirian dalam asuhan keperawatan. manusia. buruh dan kaum miskin kota. strategi dasar yang penting dilakukan aktifis organisasi konsumen yang melakukan pendampingan konsumen kesehatan adalah dengan memperkuat pengorganisasian dan pendidikan kritis bagi kelompok-kelompok konsumen yang rentan seperti petani. konsep. cara pandang konsumen terhadap pelayanan yang diinginkan atau pelayanan yang berkualitas (quality of care versi konsumen). ABUNDJANI BANGKO menyarankan yang diantaranya Pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien terdiri dari serangkaian proses-proses dari beberapa sistem.6. pelayanan pasca persalinan. Jadi. 6. 2) dokumentasikan informasi yang berhubungan dengan pasien dan apa yang akan dilakukan dalam merespon kebutuhan pasien. Bentuk-bentuk kasus yang dialami konsumen. Penyebarluasan informasi terus-menerus kepada konsumen yang lain. (2002). Bukan hal yang mustahil. dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. Mengingat gerakan konsumen saat ini didukung oleh kebijakan yang relatif jelas dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Usaha (aksi-aksi) bersama menggugat petugas kesehatan di tempat pelayanan. kebijakan. Misalnya. Hasil penelitian tentang perbaikan mutu pelayanan kesehatan di instalasi rawat inap RSD KOL. perempuan. 5. Seperti yang disarankan oleh The Nursing and Midwifery Council. bila suatu waktu konsumen dapat mengadili provider pelayanan kesehatan atas dasar pelanggaran terhadap hak-hak konsumen secara perorangan atau pun berkelompok (class-action). maka organisasi konsumen dapat mengambil peran dengan melakukan advokasi kebijakan dan pembelaan hukum. 3. pelayanan KB terpadu dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. . untuk ini diperlukan: 1) deskripsikan dengan jelas hasil pengkajian. Untuk itu semua peneliti menyampaikan beberapa saran seperti berikut: Saran untuk Perawat. 4. Pelayanan yang Terpadu. Inisiatif konsumen sendiri dalam mengatasi masalahnya. Usulan. 2. Penyimpangan dalam area-area penting manajemen pelayanan kesehatan yang menyebabkan kematian tersebut. Instansi dan orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab. sistem ini berhubungan dengan unsur-unsur manajemen seperti peralatan. Masalah dan akar masalah. dan anggaran. Pendamping atau organizer bersama kelompok konsumen merumuskan: 1.

jujur dan dapat dipercaya. memberikan informasi yang dapat dimengerti pasien. Saran untuk komite staf fungsional diantaranya adalah: 1) Mematuhi tugas pokok dan fungsinya seperti yang tergambarkan dalam Peraturan Daerah Kab. menyadari berbagai keterbatasan yang dimilikinya. dan dapat ditambahkan bahwa Saran untuk Dokter penyelenggara utama perawatan dan pengobatan pasien di instalasi rawat inap diantaranya adalah: Bertugas berdasarkan standar General Medical Council seperti: pemberian pelayanan kepada pasien merupakan hal yang utama.3) jika sudah diketahui dengan baik kondisi pasien lakukan tindakan yang dapat diterima dan dapat dilakukan dengan tahapan yang baik dan benar saat melaksanakan perawatan kepada pasien dan jelaskan bahwa setiap tindakan tidak selalu berbahaya untuk selalu untuk keselamatan dan membatu mereka. 2) Melaksanakan semua tugas sesuai dengan kompetensi dan kode etik profesi. bekerjasama dengan para sejawat untuk kebaikan pasien-pasien yang dirawat. Saran untuk manajemen RSD diantaranya adalah: 1) Berusaha mengetahui keinginan pelanggan dengan melakukan survey pasar. Prosedur dan Standar Pelayanan Rawat Inap dengan Kegawatan . diantaranya survey kepuasan. menghormati privasi dan kehormatan pasien. memperlakukan setiap pasien dengan sopan dan sewajarnya. 2) Menyusun berbagai prosedur dan standar pelayanan sesuai dengan hasil tingkat kebutuhan dan hasil dari penelitian ini. menghormati hak pasien dalam keterlibatan secara aktif pada pengambilam keputusan. Prosedur dan Standar Pelayanan Anastesi e. mendengarkan dan menghormati pandangan-pandangan pasien. diantaranya: a. survey kebutuhan pelayanan dan survey tingkat utilisasi pelayanan kesehatan rumahsakit. Prosedur dan Standar Pelayanan Radiologi c. selalu memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan. dan 4) menuliskan perencanaan perawatan agar dapat diteruskan oleh sejawat dalam perawatan berikutnya dan selalu menuliskan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. Prosedur dan Standar Pelayanan Laboratorium b. menghindarkan pasien dari resiko fisik dan finansial akibat tindakan medis. menghargai dan menjaga informasi tentang pasiennya. 3) Menjadikan RSD KOL ABUNDJANI bukan sebagai tempat mencari sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga menjadikannya sebagai tempat ibadah dan fungsi sosial. Prosedur dan Standar Pelayanan Kamar Operasi d. Merangin tentang struktur organisasi dan tata kerja RSD KOL ABUNDJANI.

Akar masalah adalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang terjadi.f. faktor pelatihan dan tambahan pengetahuan. alat. Perlu adanya dukungan sistem pengelolaan RM yang baik dan benar. sistem. faktor manajemen rawat inap dan faktor staf medis fungsional. 9) Menginvetarisir akar penyebab masalah dari faktor internal yang mempengaruhi kualitas layanan kesehatan dan administrasi RM terutama dalam bidang: faktor pendidikan SDM. faktor masa kerja dan lama Jabatan. 2) Melakukan analisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root cause analysis). manajemen. 3) Menetapkan dan memilih alternatif untuk pemecahan akar masalah. . Ia dapat berupa kelemahan pada manusia. faktor Standart Operating Procedure dan atau instruksi kerja. faktor pengendalian dan evaluasi. menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah. kepemimpinan. atau faktor-faktor lain. faktor administrasi dan alur layanan. misalnya dengan membuat brosur-brosur. prosedur. 7) Melaksanakan saran-saran ini dengan dukungan sumber daya manusia kesehatan dan anggaran kesehatan beserta kebijakan-kebijakan kesehatan. 6) Menyusun dan memberlakukan sistem pengawasan dan pemantauan pelayanan kesehatan yang diberikan dengan efektif. budaya organisasi. faktot beban kerja. mustahil tata tertib administrasi rumahsakit akan berhasil seperti apa yang telah distandarisasikan oleh pemerintah maka oleh karena itu diperlukan adanya komitment bersama untuk sepakat menyusun pedoman RM dan melaksanakannya dengan pertanggungjawaban profesi. 3) Memastikan bahwa prosedur dan standar yang telah disusun diterapkan dan dilaksanakan dengan baik. terminal komputer yang dapat diakses oleh pelanggan. Dianjurkan pula langkah-langkah umum sebagai berikut untuk pemecahan masalah mutu dan efisiensi dan efektifitas pelayanan rumah sakit: 1) Memecahkan struktur masalah yang sudah teridentifikasi kedalam komponenkomponennya. Prosedur dan Standar Pelayanan Rekam Medik. Hal ini dilakukan dengan audit internal secara rutin dan melakukan management riview guna membahas tindak lanjut yang perlu dilakukan agar pelayanan yang diberikan selalu konsisten sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. untuk menetapkan arah pemecahannya. sarana. 4) Menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan guna mensosialisasikan jasa-jasa pelayanan yang mampu diberikan oleh rumahsakit. information desk. 5) Membumikan paradigma bahwa dari pasien kita mendapatkan jasa pelayanan yang mendukung kesejahteraan dan kepada pasien seharusnya tumbuh keinginan untuk membebaskan masalah kesehatannya. Seperti diketahui bahwa tata tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumahsakit. faktor fasilitas dan peralatan.

yakni pelayanan yang sesuai dengan standar yang diakui sehingga dapat memenuhi atau bahkan melebihi harapan konsumen. Falsafah yang mendasari program kendali mutu antara lain: . dan „tolonglah saya“ atau „tolonglah kami“. 2) Berperan sebagai regulator yang melindungi dan menumbuh kembangkan kemampuan profesionalisme tenaga pemberi pelayanan kesehatan. 4) selalu menyediakan tabungan kesehatan saat sehat dan mampu melaksanakan aktifitas memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa sarana pelayanan kesehatan dan tenaga profesi kesehatan harus mampu menunjukkan akuntabilitas sosial untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen. Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah jika manusia sebagai penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan dari rumah sakit. 3) menjadi fasilitator dalam akselerasi peningkatan kemampuan pemberian pelayanan kesehatan sesuai dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan kesehatan daerah. „tolong“. Saran untuk pasien. 3) mengikuti semua kebijakan sarana pelayanan dan saran dari petugas kesehatan dengan jujur dan bertanggungjawab. kemungkinan kesembuhan dan tindakan apa saja yang akan dilakukan dan selalulah memulai komunikasi dengan kata „maaf“.4) Memantau dan mengevaluasi penerapan upaya pemecahan masalah yang sudah dilaksanakan. jika ragu dan meragukan mintalah penjelasan lebih lanjut tentang kebijakan dan atau saran tersebut. diantaranya adalah: 1) sebelum penyakit menjadi lebih parah (persepsi masyarakat) sebaiknya segera memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem dan mekanisme yang efektif guna tercapainya pelayanan prima tersebut. sesuai dengan beberapa kebijakan nasional pembangunan kesehatan di Indonesia diharapkan pemerintah daerah dapat: 1) Menjadi stake holder yang berpihak dan mendukung dalam berbagai aspek manajemen pelayanan kesehatan. Hal lain adalah Pelaksanaan Program kendali mutu harus berdasarkan falsafah bersama untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh tim pelayanan dari berbagai disiplin ilmu. 5) Melakukan tindakan koreksi jika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagi terjadi. 2) bertanya dengan petugas kesehatan tidak dengan emosi tentang keadaan penyakit. Saran untuk Pemerintah Daerah. diagnosanya.

3. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Hak untuk mendapatkan advokasi. Semua staf memberikan perhatian untuk mencapai tujuan institusi yang dalam hal ini memberikan efek terhadap pelayanan pada klien. ganti rugi/penggantian. maka tujuan akhir dari program pengendalian mutu yaitu meningkatnya mutu pelayanan keperawatan berdasarkan standar akan dapat dicapai dengan baik. Program kendali mutu perlu dilaksanakan dan dibuat secara teratur dan terus menerus untuk meningkatkan mutu pelayanan. proses dan hasil maka semua aspek-aspekantara lain: Tenaga keperawatan. Praktek perawatan tidak akan mungkin meningkatkan kecuali masalah dapat diidentifikasi dan dipecahkan. jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. . seperti: 1. 8. apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. hubungan yang jelas adalah pelayanan jasa kesehatan. 5. Dengan melakukan pendekatan konkuren maupun retrospektif terhadap lingkup struktur. 4. 7. Dengan melibatkan semua staf keperawatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan program pengendalian mutu ini. keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. Dari UU Perlindungan Konsumen rumahsakit adalah: salah satu institusi pemberi pelayanan dibidang kesehatan. Hak atas informasi yang benar. walaupun demikian baiknya program kendali mutu ini dilakukan secara terpadu tetapi tetap ada kendala kendala yang perlu diperhatikan. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. Kesehatan adalah hak azazi manusia. 6. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan. Maka manusia sebagai konsumen rumahsakit berhak sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen. Staf mempunyai pengetahuan yang cukup dan memiliki ide-ide yang kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pekerjaannya Staf dapat memecahkan masalah jika cukup informasi-informasi yang diperlukan . asuhan keperawatan dan kepuasan klien harus dinilai dengan menggunakan standar-standar yang tepat. perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. Hak atas kenyamanan. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. 9. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen. 2. Hak untuk mendapatkan kompensasi.• • • • • • Masing-masing disiplin telah mengidentifikasi dan menyetujui falsafah dasar untuk dikembangkan menjadi tujuan masing-masing pelayanan. Pekerja pada umumnya merasakan kepuasan kerja dan lebih produktif bila mereka dibantu dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik dengan mengurangi hambatan dalam pekerjaannya. Masing -masing disiplin menyepakati untuk mengkaji pelayanan yang diberikan oleh anggotanya.

Memang pada kenyataannya konsumen kerap berada dalam posisi yang tidak berimbang dibanding dengan posisi produsen. Maka untuk mengurangi kesewang-wenangan para produsen barang dan jasa. 5. yang di Depkes tidak lebih pandai dari yang di institusi pelayanan kesehatan /rumahsakit. Belum terkondisikannya “masyarakat konsumen” karena memang sebagian masyarakat ada yang belum mengetahui tentang apa saja hak-haknya dan ke mana hak-haknya dapoat disalurkan jika mendapat kesulitan atau kekurangan dari standar barang atau jasa yang sewajarnya. keluhan yang disampaikan kebanyakan hanya lewat surat pembaca di media massa. yang mana depkes tidak mau kalah dengan departemen lain untuk ikut mencicipi jajan IMF. Cara ini terlalu sederhana dan tidak menyelesaikan masalah. panduan. Cara lain yang lebih kreatif adalah langsung mengadu ke pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat. Pun demikian pula setelahnya. apa kata dokter/perawat mereka iyakan. lebih-lebih kala berbicara kepekaan terhadap keperluan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Semua itu adalah persoalan yang kerap kali muncul di Indonesia. PDAM. Posisi konsumen yang selalu lemah (lemah informasi dan lemah kondisi sehingga tak berani menyangga seperti kasus Prita). monitor dan evaluasinya. Ironisnya. 2. Yang membedakan hanyalah kekuasaan. dan dokter yang berpraktik di rumahsakitpun dalam memberikan pelayanan kesehatannya. dijamin dokter di institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit lebih peka dibanding dokter di Depkes walau sepanjang apapun gelarnya. Padahal bisa jadi kala sekolah dahulu. Misalnya soal layanan listrik PLN. banyak sekali keluhan dari konsumen yang merasa dirugikan. delay pesawat. termasuk panduan pengobatan. konon hasil pemikiran grusa-grusu karena ada “jajan” berupa pinjaman IMF (maksudnya hutang yang harus dibayar). Dan supaya dapat dana segar nan besar. sebagai konsumen kita perlu mengetahui faktor-faktor yang melemahkan konsumen. baik terhadap item kegiatan ataupun terhadap program besarnya. Maka inilah realitas ketertindasan konsumen dalam menghadapi pilihan-pilihan barang/ jasa harus mereka konsumsi. Masih rendahnya tingkat kesadaran konsumen akan hak-haknya. demikian pula pelatihan. antara lain: 1. maka bim salabim lahirlah Quality Assurance atau Jaminan Mutu.Bila menyimak surat pembaca di media cetak. yang mana dalam Pedoman Kerja Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sudah sangat jelas dan rinci berisi panduan tatalaksana setiap kegiatan di Institusi pelayanankesehatan/rumahsakit yang mengacu kepada UPK. pelayanan rumahsakit dan bahkan pelayanan pajak dan lain sebagainya. mutu barang yang tidak bagus. Menyimak produk Depkes tahun 1988. layanan barang/jasa yang buruk. tindak kriminal di kereta api. 3. Itulah kira-kira gambaran umum. Parameterpun disiapkan. mengapa hingga kini institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit ibarat tempat uji coba. Masyarakat belum memiliki kemauan untuk menuntut hak-haknya. nama programnya pun dibuat “greng”. Artinya mengulang program mapan yang sudah terintegrasi dengan keseharian para petugas Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit dengan mengganti nama QA yang justru lebih . Proses peradilan yang ruwet dan memakan waktu yang berkepanjangan. Jaminan mutu produk tahun 1996 yang lalupun. trial and error aneka macam program dari depkes. maka program QA adalah sebuah langkah kebimbangan dan ambivalensi. 4.

disertai peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan serta mampu berkembang (growth) dan survive. Kebutuhan akan obat ini sering disertai dengan biaya yang besar. Hal ini tercermin pada perubahan fungsi klasik rumah sakit yang pada awalnya hanya memberi pelayanan yang bersifat kuratif (penyembuhan) saja terhadap pasien melalui rawat inap dan rawat jalan bergeser ke pelayanan yang lebih komprehensif meliputi promotif. Besarnya omset untuk obat-obatan mencapai 50-60% dari seluruh anggaran rumah sakit. karena prosesnya sendiri tidak terakreditasi. artinya pengguna jasa pelayanan Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit tak lebih hanyalah obyek semata yang tak punya hak suara. Gambaran lain adalah tehnologi kedokteran dan obat-obatan yang berkembang pesat disisi lain rumah sakit adalah lembaga pemberi jasa pelayanan kesehatan yang tergantung pada perkembangan tehnologi kedokteran. lebih dari itu ada ukuran non teknis yakni keinginan dan harapan warga. berdasarkan hitungan-hitungan ekonomi. Sayangnya yang ini tidak pernah tersentuh. Salah satu tehnologi tinggi adalah obat yang dihasilkan oleh industri farmasi. Tehnologi yang digunakan saat ini sangat canggih. padat karya dan padat tehnologi Ketiga sifat tersebut menuntut pengelolaan keuangan rumah sakit yang lebih professional. dari ratus rsd dan puluh rsp serta ratus rss. Cost recovery rate (CRR) rumah sakit menjadi hal yang sangat penting. penentuan tarif lebih rasional. Bedanya hanya di segi dana yang luar biasa besar dan pelatihan berulang yang justru buang-buang waktu. tidak cukup dengan kajian monopoli petinggi Depkes. Rumah sakit dapat meningkatkan pendapatan dengan memperbesar omset penjualan obat. Sistem manajemen yang berlaku global mempengaruhi pola berfikir manajer rumah sakit. . efektif dan produktifitas serta memperhatikan pemerataan pelayanan. Untuk meningkatkan mutu layanan. Menurut Trisnantoro (2005) saat ini sektor kesehatan berbeda jauh dengan keadaan 50 tahun lalu. Obat merupakan barang yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. RSD Kol Abundjani saat ini sedang dalam proses akreditasi yang pelaksanaannya setengah isi dan setengah kosong. Hal inilah menjadikan rumah sakit menjadii lembaga yang bersifat padat modal. preventif. hanya 14% yang sudah terakreditasi. dengan menekankan pada aspek efisiensi. Siklus demikian mestinya tidak boleh terulang. kuratif dan rehabilitatif. sebagi contoh operasi dengan menggunakan peralatan mikro merupakan suatu tindakan yang sama canggihnya dengan tehnologi program ruang angkasa dan militer yang tentu saja memerlukan SDM yang berkompetensi untuk mengelolanya.sempit tapi tidak lebih mendalam. Akreditasi rumahsakit dicanangkan sejak tahun 2007 dan sampai tahun 2009 ini capaiannya sangat menyedihkan. Tehnologi kedokteran mempengaruhi biaya pelayanan rumah sakit. Hal ini menuntut para manajer untuk lebih memperhatikan secara saksama dinamika lingkungan yang ada yang kemungkinan besar akan merubah system manajemen yang dipergunakan. jiwanya masih nol saya rasa. Pelayanan rumah sakit diera sekarang tidak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakat . Pengaruh perubahan dinamika lingkungan usaha rumah sakit yang terjadi tidak saja di Indonesia tetapi hampir diberbagai penjuru dunia.

Hal ini dapat membawa suatu resiko yaitu rumah sakit keagamaan akan menjadi lembaga usaha yang praktis untuk mencari keuntungan atau menghidupi SDM. Penelitian Abeng dan Trisnantoro (1997) disebuah rumah sakit swasta menunjukkan bahwa tarif kamar VIP berada dibawah unit cost. berkembang dan mempunyai dasar etika berbagai profesi dan mempunyai etika bisnis.Pengertian rumah sakit menurut WHO adalah suatu bagian penyeluruh dari organisasi sosial dan medis berfungsi memberikan pelayanan Kesehatan yang lengkap kepada masyarakat. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa rumah sakit juga harus menjalankan fungsi sosialnya. Walaupun demikian masih banyak rumah sakit keagamaan masih melihat perubahan yang ada tanpa strategi pengembangan yang jelas (Trisnantoro. 2005). Rumah sakit tidak lagi harus dipandang sebagai suatu lembaga yang harus bersandar pada norma-norma dan etika profesi dokter. Untuk menjalankan fungsi sosialnya ini sebaiknya anggaran untuk pos sosial tersebut tersedia dalam APBD dan diatur dengan kemudahan-kemudahan pengelolaannya tetapi tetap dengan pengawasan yang ketat. disamping itu belum ada standar sumber pendanaan termasuk pembagian sumber pendapatan (keuntungan) apakah untuk pemilik atau untuk pengembangan. Penerapan subsidi silang dari kelas atas (VIP) ke kelas bawah (III) tidak rasional. Hal yang penting adalah masalah biaya operasional dan pemeliharaan yang tidak semudah biaya investasi untuk memperolehnya. Kita pelajari Dalam perkembangannya rumah sakit swasta yang dikelola oleh yayasan keagamaan seperti rumah sakit Islam sangat kesulitan dalam memenuhi fungsi sosialnya oleh karena kesulitan dalam hal pendanaan. Dengan demikian rumah sakit bukanlah lembaga yang hanya menggunakan prinsip kedokteran dan kesehatan. serta untuk penelitian biososial. Hal ini membuat banyak rumah sakit swasta bahkan yang dikelola oleh yayasan keagamaanpun berubah menjadi lembaga for profit sebagai jawaban terhadap perubahan lingkungan yang terjadi diluar rumah sakit akibat pengaruh globalisasi. Rumah sakit . tetapi lebih mengarah pada suatu lembaga yang harus hidup dan bermutu. baik kuratif maupun rehabilitatif. Hal yang dikhawatirkan adalah pasien dikelas bawah justru mensubsidi pasien kelas atas. sehingga menaikan tarif akan menjadi pilihan. Kenyataan menunjukkan bahwa konsep subsidi silang sebenarnya tidak ada ataupun jika ada subsidi silang akan menggerogoti aset dan kemampuan investasi rumah sakit. Berdasarkan kenyataan diatas maka rumah sakit mulai berubah menjadi lembaga usaha yang membutuhkan berbagai konsep ekonomi dalam manajemen yang mungkin asing bagi para dokter atau pemilik rumah sakit. Akibatnya banyak rumah sakit swasta keagamaan yang mempunyai fasilitas fisik dan peralatan yang memadai tetapi kesulitan dalam mencari dana operasional. sementara penggalian dana-dana kemanusiaan sama sekali tidak dikelola secara sistematis. dimana pelayanan keluarga menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan. Subsidi yang mengecil atau bahkan tidak ada sama sekali menyebabkan rumah sakit keagamaan kesulitan mencari sumber dana bagi orang miskin yang sakit. akibat hilangnya subsidi dan semakin mahalnya alat dan tenaga kesehatan yang pada akhirnya menuntut pendapatan yang tinggi. rumah sakit juga merupakan pusat latihan tenaga kesehatan. Dari definisi diatas bahwa rumah sakit disamping memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat juga sebagai pusat pendidikan calon tenaga kesehatan.

4.html http://rusliakatili. Analisa indikator akan mengantarkan kita bagaimana sebenarnya kualitas manajemen input. 2. BMJ Journal 4.merupakan lembaga multiprofesional yang menghasilkan berbagai produk pelayanan kesehatan yang bermutu dengan tetap memperhatikan aspek sosialnya. Sumber: 1. saat-ini. Mengukur mutu pelayanan dapat dilakukan dengan melihat indikator-indikator mutu pelayanan rumahsakit yang ada di beberapa kebijakan pemerintah. MKES Setelah membaca berita “RUMAHSAKIT HARUS BERBENAH” dan “RSD ABUNDJANI BANTAH ABAIKAN FASILITAS” di koran RADAR SARKO saya sebagai manusia kesehatan dengan ini menyampaikan pemikiran yang mungkin mengundang tanya atau pertanyaan lagi. yang dalam bahasa Indonesianya jika diterjemahkan secara bebas dapat berarti: suatu bagian menyeluruh dari organisasi dan medis. 3. Rumahsakit menurut WHO Expert Committee On Organization Of Medical Care: “is an integral part of social and medical organization. Wikipedia Indonesia 5. Tesis Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Inap melalui Audit Kematian 3. Mutu akan diwujudkan jika telah ada dan berakhirnya interaksi antara penerima pelayanan dan pemberi pelayanan. Mutu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh ada tidaknya kritikan dan keluhan dari pasiennya. the hospital is also a centre for the training of health workers and for biosocial research”. Mutu Pelayanan Kesehatan. 5. dimana output layanannya menjangkau . berfungsi memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun rehabilitatif. lembaga sosial atau swadaya masyarakat dan bahkan pemerintah sekalipun. Catatan Kuliah Manajemen Rumah Sakit 2. 6. Pedoman Pelayanan Kesehatan Depkes RI Penulis adalah magister manajemen rumahsakit UGM dan seorang calon widyaiswara dari kabupaten Merangin. manajemen proses dan output dari proses pelayanan kesehatan secara mikro maupun makro.blogspot.com/2007/10/wajah-perumahsakitan- 1. sedang mempersiapkan diri untuk Stratifikasi Khusus Widyaiswara secara mandiri. the function of which is to provide for the population complete health care. Jika pemerintah yang menyampaikan kritikan ini dapat berarti bahwa masyarakat mendapatkan legalitas bahwa memang benar mutu pelayanan kesehatan harus diperbaiki. SKM. sudahkan kita mengetahuinya. both curative and preventive and whose outpatient service reach out to the family and its home environment. Dari definisi. Ambivalensi Antara Kewajiban dan Keinginan (antara penyelenggara dan pemilik) Jonirasmanto. Dan barangkali ini hanya merupakan materi pencerahan yang semoga bermanfaat. Implementasinya adalah penerapan ekonomi dalam pelayanan kesehatan harus dilakukan diantaranya dengan melakukan analisis biaya di rumah sakit.

spesialistik dan pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan”. berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. Sementara itu menurut Siregar (2003) menyatakan bahwa rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks. hanya saja terdapat perbedaan pada tugas pokoknya. Dari Sumberdaya Kesehatan yang ada di rumahsakit: (1) Tenaga kesehatan terdiri dari : 1. yaitu: • • • • • • • • • • • • • • • • Melaksanakan pelayanan medis. Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan. Melaksanakan pelayanan medis tambahan.pelayanan keluarga dan lingkungan. kekhususan menyertainya dengan adanya rumah sakit yang dibina dirjen yanmed Dpekes RI yang secara fisik berada di daerah kabupaten. b. Membantu pendidikan tenaga medis umum. kota ataupun di provinsi. Melaksanakan pelayanan medis khusus. rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan tenaga kesehatan serta untuk penelitian biososial. Melaksanakan pelayanan administratif. c. . d”. kelas “a. Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi. menggunakan gabungan ilmiah khusus dan rumit. Perubahan kelas rumah sakit dapat saja terjadi sehubungan dengan turunnya kinerja rumahsakit yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Indonesia melalui Keputusan Dirjen Yan Medik. Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. yang diantaranya adalah: luas tidaknya lingkup spesialistik yang dimiliki. Melaksanakan pelayanan rawat inap. Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial. Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal (observasi). Melaksanakan pendidikan para medis. 3. Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan. yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama. Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi. untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. Membantu pendidikan tenaga medis spesialis. tenaga kefarmasian. tenaga keperawatan.MENKES/SK/1992 mengenai pedoman rumah sakit umum dinyatakan bahwa: ”Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar. tenaga medis. 2. Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman. Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan. dan difungsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modern. Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit secara lengkap. pelayanan penunjang medis. Definisi rumah sakit menurut Keputusan Menteri Republik Indonesia nomor 983. Definisi rumahsakit ini di setiap peraturan daerah pada umumnya sama. pelayanan penunjang medis tambahan.

mikrobiolog kesehatan. Mari kita hitung penghasilan mereka jika tidak melayani pasien di rumahsakit. 5. okupasiterapis dan terapis wicara. karena SDM kesehatan adalah SDM fungsional yang kepadanya melekat fungsi profesi berdasarkan latar belakang pendidikan kesehatannya. (2) Tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi. tenaga kesehatan masyarakat. (5) Tenaga kesehatan masyarakat meliputi epidemiolog kesehatan. sumber daya manusia kesehatan yang dimiliki oleh rumahsakit akan mempengaruhi diferensiasi dan kualitas pelayanan kesehatan. (4) Tenaga kefarmasian meliputi apoteker. Tentang disiplin kepegawaian seharusnya tidak diberlakukan secara ketat. entomolog kesehatan. administrator kesehatan dan sanitarian. atau 07.30 sampai 16. (3) Tenaga keperawatan meliputi perawat dan bidan. Dari Struktur Organisasi Daerah: rumahsakit dapat berdiri dengan legalitas dan ilegal karena ada rumahsakit dengan ijin penyelenggaraan dan tidak ada ijin. Kondisi ini akan berhubungan dengan kemapanan dukungan kebijakan dan dukungan anggaran yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sebagai unsur manajemen. (7) Tenaga keterapian fisik meliputi fisioterapis. teknisi elektromedis. Pada kebanyakan daerah di Indonesia. rumahsakit dapat merupakan unit pelaksana teknis dinas dan atau sebagai institusi yang bertanggungjawab kepada bupati dan atau rumahsakit vertikal yang ada di daerah. analis kesehatan.00 jika 5 (lima) hari kerja. radioterapis. jika diberlakukan secara ketat maka mereka akan menuntut uang lembur untuk pekerjaan yang dilakukannya pada waktu di luar jam dinas (07. 6. (8) Tenaga keteknisian medis meliputi radiografer. penyuluh kesehatan.30-14. tenaga gizi. hal yang seperti ini perlu komunikasi yang ajeg demi harmonisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Memang ada daerah yang memberikan semacam insentif dan atau reward untuk tenaga kesehatan tertentu yang harus melayani pasiennya di luar jam dinas yang jumlahnya menurut tenaga dokter spesialis masih belum dianggap cukup (sesuatu yang wajar yang seharusnya dibayarkan). keterbatasan keanekaragaman jenis tenaga kesehatan akan menghasilkan kinerja rumahsakit dalam pencapaian indikator mutu pelayanan rumahsakit. Kekhususan ini sangatlah tidak mungkin dimanajemeni secara umum.00 jika 6 (enam) hari kerja. tenaga keteknisian medis. otorik prostetik. biasanya hanya . tenaga keterapian fisik. teknisi transfusi dan perekam medis. teknisi gigi. 7.4. refraksionis optisien. analis farmasi dan asisten apoteker. rumahsakit daerah dijadikan sumber pendapatan daerah dan dalam laporan pertangggungjawaban pemerintah daerah keberhasilan capaian indikator pelayanan kesehatan rumahsakit jarang dan bahkan tidak pernah dijadikan data atau informasi dalam penyusunan perencanaan dan penyusunan kebijakan. (6) Tenaga gizi meliputi nutrisionis dan dietisien.

Ada item rupiah yang bisa dirinci jumlahnya dari pola tarif yang ada. karena merekakan sedang dalam pendalaman ilmu kedokteran. sedangkan komite medik. Hanya tinggal lagi epidemiolognya berpihak kepada siapa. dimana ada kotak kelompok tenaga fungsional dalam bagan struktur organisasi tidak ada isinya dan tidak ada koordinasinya. untuk pembuktiannya diperlukan analisa lebih lanjut. Ada beberapa instansi yang memiliki keterkaitan dengan rumahsakit daerah. rasionalitasnya jika makin banyak penerimaan berarti makin banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas sumberdaya di rumah sakit. Epidemiolog dapat menyampaikan laporan ini jika dibutuhkan. satuan pengawas internal. Beperapa peraturan daerah diimplementasikan dengan tidak paripurna. bagaimana komunikasi dan manajemennya dilakukan di rumahsakit tersebut. tetapi jika tak ada rotan maka akarpun jadilah sehingga kualitas yang diharapkan belum tentu dapat dinikmati sebagai akhir dari pelayanan yang bermutu. Sesuatu yang riskan jika PAD dijadikan ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan karena nominal PAD adalah rupiah yang dibayarkan pasien. karena apa. Apa yang mereka bayar dari pelayanan yang mereka terima dapat mencerminkan tingkatan kesehatan masyarakat tersebut. masih adanya masyarakat yang sakit berarti derajat kesehatan masyarakat belum optimal.dilaporkan sebagai hasil dari akumulasi seluruh indikator. di banyak daerah rumahsakit daerah sebagai penghasil pendapatan asli daerah terbesar. Keberadaan resident tanpa pengawasan satuan pengawas internal rumahsakit dapat dipersepsikan berbagai rupa oleh masyarakat dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbedabeda. Jika kelompok ini ada maka tenaga fungsional tersebut dapat dijadikan media informasi guna penyusunan kebijakan yang ajeg dan mumpuni secara keilmuan. dan itu dalam penyusunan program kegiatan dan anggaran rasanya belum pernah ada yang duduk bersama menyatukan pernyataan dan kesimpulan. tentang bagaimana dan seterusnya masyarakat di rumahsakit tersebut. Ada apa dengan kompetensi mereka dalam memberikan pelayanan. Dapat ditambahkan lagi dengan adanya permasalahan kelembagaan. komite rekam medik. komite keperawatan. Sesuatu yang aneh memang. Rumahsakit dengan angka rujukan yang jumlahnya mendekati setengah dari jumlah kunjungan patut dipertanyakan. Sebagai contoh: peningkatan penerimaan daerah dari retribusi pelayanan kesehatan akan tidak ada artinya apa-apa jika cakupan angka rujukan ke rumahsakit vertikal atau ke kabupaten lain lebih tinggi dari angka kunjungan UGD rumahsakit yang bersangkutan atau angka pasien rawat inap kelas III. karena yang diperlukan hanya pejabat struktural yang mengepalai beberapa bidang dan bagian. Hal ini dikarenakan adanya indikator vital dalam proses dan atau dalam output sistem pelayanan kesehatan. yang sebenarnya satu indikator gagal dapat menyebabkan perubahan penilaian kinerja. makin banyak masyarakat yang menggunakan berarti masih ada masyarakat yang sakit. Sebagai contoh: . mungkin berhubungan dengan ketidak tahuan dan ketidak mampuan membayar atau belum ada dasar hukumnya (padahal peraturan pemerintah sudah menjelaskan hal itu) Dari Manajemen Lintas Program dan Lintas Sektor Rumahsakit sebagai pintu gerbang dan unsur vital dalam penilaian adipura. kenapa tidak. jawabannya akan berhubungan dengan ketersediaan sumberdaya manusia kesehatan dan kualitasnya. dan kelompok fungsional tidak dilantik oleh bupati kepala daerah padahal struktur organisasi rumah sakit sudah menjelaskannya.

Proses akreditasi telah berlangsung hampir lebih dari 5 (lima) tahun. Pejabat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sedikitpun tidak menunjang dipilih untuk memimpin roda proses pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi rumahsakit. bukan berdasarkan kemampuan yang dapat diberikan oleh rumahsakit. jawabnya dapat bersumber dari kualitas dan kuantitas sumber daya yang ada di rumahsakit tersebut. Dunia pelayanan kesehatan semakin hitam jadinya.Kebijakan berobat gratis. masih perlu dianalisa dan disikapi dengan jalinan koordinasi . begitu banyak peraturan daerah disusun dengan cara studi banding. Departemen kesehatan dengan Komite Akreditasi Rumahsakit terus berupaya agar semua rumah sakit daerah harus terakreditasi minimal 5 (lima) pelayanan. bukan hanya oleh masyarakat rumahsakit. Pedoman umum mengenai persentase anggaran kesehatan dari total anggaran daerah masih perlu dipertanyakan lebih lanjut lagi. bersumber dari oknum pegawai di tingkatan tersebut. dicopi dan dipastekan kemudian diedit agar menjadi sesuai dengan keadaan riel daerah. (4) Pelayanan Keperawatan dan (5) Pelayanan Rekam Medik Tujuan pemerintah dengan akreditasi ini adalah untuk: agar kualitas pelayanan diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di rumah sakit. RSD Kol Abundjani didukung anggaran belum juga mampu menyelesaikan proyek ini. …? Pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan lintas sektor dan lintas program. Ada apa. bermuncullanlah pahlawan dengan pamrih disini. (3) Pelayanan Administrasi. bukan dari RT-RW dan Lingkungan. Rumahsakit dengan standar ISO 14000 dan ISO 2000. karena apa. daftar nama keluarga dan anggotanya bersumber dari BKKBN. rumahsakit terkareditasi 5 (lima) pelayanan. dan mereka yang berobat dengan fasilitas kartu miskin saat akan dirawat minta dirawat dengan fasilitas VIP. (2) Pelayanan Medik. Dari Dukungan Kebijakan Nah ini yang lebih perlu mendapat perhatian. yaitu: (1) Pelayanan Gawat Darurat. mengapa karena ada pasien yang berobat dari keluarga miskin yang benar-benar miskin dengan nama yang tak ada dalam data base yang diberikan oleh pemerintah. Dari Akreditasi Rumahsakit. tetapi bagaimanapun juga SDM rumahsakit daerah harus terlebih dahulu menjawabnya dengan pernyataan yang diikuti oleh sikap yang terakreditasi pula. tetapi nyatanya budaya akreditasi belum sama sekali mendarah daging di institusi RSD Kol Abundjani ini. dan kelompok rumahsakit yang belum terakreditasi dan atau yang belum terstandar. 8 (delapan) pelayanan dan 13 (tiga belas) pelayanan. menurut beberapa pengamat adalah sangat tidak masuk akal jika tidak ingin dianggap aneh. dan dalam data base saat perjalanannya rumahsakit harus memberikan pelayanan seperti yang diharapkan mereka. Masih belum terlihat jiwa pemiliknya dalam peraturan ini. Pernyataan jelasnya adalah sumberdaya manusia kesehatan yang ada di rumahsakit tersebut.

bukan lagi panggilan profesi. Sedangkan misuse didefinisikan sebagai komplikasi yang sebenarnya dapat dihindari jika pelayanan kesehatan dilakukan secara seksama. dan outcome. over use. Sebagai sebuah proses. yaitu berpedoman pada struktur. berbagai peneliti telah mencoba mengembangkannya untuk menjamin agar pengukuran mutu pelayanan kesehatan lebih spesifik. karena rumahsakit bukan badan profit. pelayanan kesehatan dapat berbentuk makro dan berbentuk mikro. Kemajuan pertumbuhan dan pengembangan rumahsakit menjadikan rumahsakit sebagai lembaga profit tetapi tidak meninggalkan unsur sosialnya telah mengubah persepsi sumber daya manusia kesehatan dari non material menjadi sangat material. Salah satunya adalah yang diajukan oleh Donabedian (1980). karena disini setiap pekerjaan yang dikerjakan dan yang seharusnya dikerjakan bukan lagi berdasarkan panggilan hati nurani. Dari beberapa konsep tersebut kemudian dikembangkan sejumlah indikator untuk mengkuantifikasikan mutu pelayanan kesehatan. jaminan mutu) pada tahun 1996. yaitu safety. sebenarnya tidak berlaku di institusi pelayanan rumahsakit. efficiency. tetapi telah bergeser menjadi panggilan pemenuhan kebutuhan ekonomi. yaitu under use. Jika ini berlanjut dapat dibayangkan bagaimana pemenuhan hak pokok masyarakat sebagai pasien jika mereka tidak mampu membayar. Salah satunya adalah indikator mutu pelayanan yang disusun oleh ACHS yang merupakan instrumen untuk mengidentifikasi area .dan pengawasan yang komprehensif.1%. Peruntukan anggaran tentu membutuhkan kebijakan paripurna yang proporsional. equity. Berbagai definisi mutu yang dikaitkan dengan patient safety selanjutnya diajukan. Sebagai suatu pernyataan akhir dari sebuat proses pelayanan kesehatan. Sementara itu the IOM (1999) dan National Health Service menggunakan konsep mutu pelayanan kesehatan dalam 6 aspek. anggaran efektif jika rasio antara pembiayaan dan penerimaan berkisar 0. timeliness. tetapi lembaga non profit. dan salah satu definisi yang umum digunakan antara lain menyebutkan bahwa mutu pelayanan kesehatan adalah “tingkat di mana pelayanan kesehatan untuk individu maupun populasi mampu menghasilkan outcome pelayanan sesuai dengan yang diharapkan dan konsisten dengan pengetahuan profesional terkini” (IOM. dan misuse of health care services. effectiveness. Chassin mengusulkan metode lain yang menekankan pada 3 area utama. Disebut overuse apabila pelayanan kesehatan yang dilakukan ternyata memberi dampak risiko yang lebih besar daripada potensi manfaat yang dapat ditimbulkan (misalnya memberikan antibiotika untuk kasus-kasus common cold). Namun demikian mengingat definisi tersebut dianggap terlalu luas. 2001). dibuat terperangah oleh program tersebut. Dari mutu pelayanan kesehatan. Kedua bentuk ini saling bersimbiose mutalisme dalam sebuah sistem. proses. pihak Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sebagai (lagi-lagi) pihak pelaksana. Under use didefinisikan sebagai kegagalan untuk memberikan pelayanan yang efektif padahal jika dilakukan dapat menghasilkan outcome yang diharapkan (misalnya tidak memberikan imunisasi atau gagal untuk melakukan bedah katarak). kalau tigaperempat anggarannya hanya untuk fisik. Mutu Pelayanan Kesehatan yang mengemuka sebagai panglima program unggulan Depkes dengan nama Quality Assurance (QA. dan patient awareness. Menurut Rusli. kapan SDM kesehatannya mau manggung dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian pelayanan kesehatan.

Hidup sehat merupakan kebutuhan utama (primer) setiap orang. hak atas pelayanan kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia (HAM). lagi-lagi Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit berada di posisi tak berdaya dan lagi-lagi hanyalah sebagai terminal akhir pembuangan dan berposisi layaknya sandal jepit. Kecenderungan perilaku para praktisi medis yang tidak mempertimbangkan prosesproses komunikasi atau pertukaran informasi. fasilitas dan tenaga medis yang memadai guna menjamin terlaksananya program kesehatan masyarakat. masyarakat memiliki sistem pengobatan atau pengetahuan mengenai perawatan kesehatan (biomedis). Mungkin ini jalan keluar. Dalam hal ini. dan Patient Safety Indicators (PSIs). yang relatif berakar dari tradisi dan kebudayaan mereka. Mungkin Depkes lupa bahwa para dokter yang ada di Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit adalah seorang sarjana juga seperti halnya para petinggi Depkes. dana yang cukup. Sehubungan dengan hal ini. Lupa mungkin karena tampilan dokter institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit yang tak pernah berdasi dan naik kendaraan dinas apa adanya kala tugas. di sisi lain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara murah dan mudah. Pada umumnya konsumen sebagai pengguna jasa kesehatan seperti pasien. seorang pasien berhak untuk mempertanyakan pelayanan dokter yang dirasakannya tidak jelas. Pelayanan yang baik dan memuaskan bisa diwujudkan secara bersama antara pengguna jasa pelayanan dan petugas kesehatan. Dengan metode kuantifikasi ini selanjutnya dapat dilakukan analisis statistik untuk menilai area-area pelayanan yang dianggap memiliki defisiensi dalam menghasilkan outcome yang diharapkan. Memahami Hak dan Kewajiban Konsumen . tetapi tidak tersedia standar quality of care yang berbasis konsumen. tidak seperti teman-temannya di Depkes yang sebagian diantaranya berdasi dan naik mobil dinas mulus-mulus dan baru-baru. Upaya yang sama juga dilakukan oleh The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yang mengembangkan beberapa indikator yaitu Prevention Quality Indicators. Inpatient Quality Indicators. 3. pemerintah dan praktisi kesehatan masyarakat bertanggung jawab untuk berupaya merealisasikan adanya kebijakan yang lebih baik. dan interaksi sosial yang saling menguntungkan. Artinya. ada beberapa kondisi yang tampak dalam pelayanan kesehatan.pelayanan kesehatan yang masih memerlukan perbaikan secara fundamental. Namun. Artinya. tetapi diterima sebagai koreksi terhadap cara berpikir dan cara melayani konsumen. bahkan memberatkan konsumen itu sendiri. sistem yang berkualitas. kondisi ini harus disertai pula dengan perbaikan pada aspek kebijakan dan manajemen. petugas kesehatan dapat mengetahui keinginan konsumen dan kekurangan yang dimilikinya. 1. 2. Oleh karenanya. dan belum mengakar atau belum dirasakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Tetapi sebagai institusi bawahan Depkes. complain maupun keluhan konsumen semestinya tidak diartikan sebagai serangan. Kondisi budaya ini di satu sisi menjadi kendala dalam pelayanan medis. Fasilitas kesehatan (formal) yang tersedia masih relatif baru. klien tidak menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Sebaliknya. kritik. Dari keluhan konsumen. Rosalia Sciortino dalam “Menuju Kesehatan Madani” (1999:78) menyebut adanya “konstruksi rahasia” yang dipertahankan petugas kesehatan.

5. tidak disiplin. misalnya keterbatasan petugas dan fasilitas tidak memadai. 26 Juni 1997). yang tidak seimbang dengan banyaknya pasien yang berkunjung setiap hari kerja. yaitu: 1. Bahkan petugas kesehatan menyadari bahwa masyarakat tidak mengerti cara hidup sehat. bidan. Sedangkan yang dimaksud pelayanan yang berkualitas biasanya mengacu pada pengertian Quality of Care atau standar pelayanan yang berkualitas. 3. Memberitahu petugas kesehatan jika ia menerima perawatan dari dokter yang lain. dalam hal ini bidan. Memperoleh rasa aman dari semua proses pelayanan. cara pengobatan. Dari persoalan ini sebenarnya tuntutan akan pelayanan kesehatan yang memuaskan (berkualitas) semakin kompleks. 4. 4. Contoh aktual adalah bayi yang dilahirkan cacat (tanpa tangan) di RSUD Bayu Asih Purwakarta (Kompas. Padahal masyarakat tidak pernah belajar di sekolah kesehatan. tetapi tidak merasa percaya diri untuk mengemukakannya di tenpat pemeriksaan. Mengetahui sejarah atau riwayat pengobatannya. Memilih tempat pelayanan yang diinginkannya. kelebihan maupun kekurangan pengobatan. Bersedia bekerja sama dan mematuhi perawatan yang diberikan. 3. karena kecerobohan dalam pelayanannya. hal-hal dirahasiakan. 2. Sebagai pasien. Namun harus diyakini bahwa ukuran kepuasan tidak bisa . pendapat dari petugas kesehatan lainnya. Sebagai pasien. Sebaliknya. Hanya sebagian kecil konsumen menyadari hak-haknya. Kebanyakan konsumen juga petugas kesehatan tidak mengetahui hak-hak dan kewajiban konsumen. ia menolak suatu metode pengobatan atau tindakan medis tertentu. Orang tua bayi itu menuduh pihak RS. konsumen memiliki kewajiban. Banyak alasan yang seringkali dikemukakan. pasien. petugas kesehatan yang mengerti hak-hak konsumen tidak mau peduli. efek samping pengobatan. dan seterusnya. yakni pelayanan yang menghormati hak-hak konsumen. bagaimana sebaiknya pelayanan yang berkualitas? Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa istilah konsumen dalam pelayanan kesehatan mencakup pengertian mereka yang menerima pelayanan jasa maupun obat-obatan dari petugas kesehatan (paramedis. ia berkewajiban mengetahui apa yang dapat atau tidak dapat diatasi oleh perusahaan asuransi. Jika menggunakan jasa asuransi. dan jaminan keamanan/keselamatannya.Dalam berbagai kesempatan diskusi dengan kelompok konsumen. konsumen berhak: 1. dan jika dianggap perlu. membatalkan persetujuan sewaktuwaktu. catatan medis petugas kesehatan. Menepati janji dengan petugas kesehatan. prosedur perawatan. yang secara khusus disebut klien. dokter). Setiap konsumen memiliki hak yang dilindungi undang-undang. biaya. meskipun akhirnya ditempuh jalan damai dengan ganti rugi 25 juta rupiah. telah menyebabkan anak mereka cacat seumur hidup. dan izin persetujuan pasien bila ingin akan dioperasi. 2. Mendapatkan ganti rugi apabila terjadi malpraktek yang dilakukan petugas kesehatan. pertanyaan yang sering muncul adalah apa saja hak-hak konsumen dalam pelayanan kesehatan. Mendapatkan informasi yang dapat dipahaminya mengenai penyakit yang diderita. Kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan dengan tuntutan 1 milyar rupiah.

Keterampilan Teknis. Setiap metode layanan (KB) tersedia bagi perempuan dan laki-laki yang ingin merencanakan keluarganya. kenyamanan. Pasal 4. proses pencapaian pelayanan yang memuaskan tidak bisa tidak melibatkan orang banyak. Dari sisi klien. standar quality of care di Indonesia belum jelas. Oleh sebab itu. Ukuran standar yang bisa dijadikan pedoman adalah kebutuhan orang banyak yang selama ini sudah dibakukan. atau hak-hak klien kesehatan reproduksi. Informasi untuk Klien. . 1999. di tingkat desa sekalipun. dan pinggiran kota. apakah cukup simpatik dan cukup waktu untuk bertemu dengan kliennya. ukuran standar pelayanan cukup jelas. Gejala seperti ini terutama terjadi di tingkat pelayanan kesehatan dasar di pedesaan. 1. Dari sisi provider. Mempertahankan kondisi aseptic.bertolak dari kepentingan individu saja karena kepuasan individual tidak ada batasnya. mendapatkan pelayanan kapan dan di mana saja (akses). kerahasiaan. 2. 4. hak atas keamanan. hak ganti rugi. Judith Bruce dari Population Council menempatkan enam elemen dasar yang kemudian dikenal dengan “Bruce Framework” dan menjadi sumber utama bagi penelitian mengenai kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dari sisi tenaga kesehatan. Klien dapat didorong meneruskan penggunaan kontrasepsi yang efektif melalui berbagai cara. Konsumen tidak memperoleh manfaat yang optimal dari pelayanan kesehatan. tanggung jawab sosial. 5. petugas. menentukan pilihan. yakni penyediaan pelayanan kesehatan yang terus menerus memperbaiki diri dengan memperhatikan kebutuhan dan tuntutan pasien. misalnya oleh IPPF (International Planned Parenthood Federation). atau pun hak-hak konsumen sebagaimana yang diatur dalam UUPK No. yakni mengacu pada pemenuhan hakhak pasien. yang dapat dipandang dari provider (penyedia jasa) dan klien (konsumen). Ukuran pencapaian pelayanan kesehatan selama ini lebih berorientasi pada pencapaian target sarana pelayanan dan penerima layanannya. Dasarnya adalah “problem solving”. Hubungan Antarpribadi. menjalankan protokol (aturan) dan staf yang kompeten melakukan teknis klinik. dan pembelajaran kesehatan bagi pengguna (konsumen) terabaikan. hak mengajukan protes (berpendapat). termasuk kartu untuk mengingatkan dan kunjungan rumah. Pada tahun 1990. Bagaimana klien berinteraksi dengan tenaga kesehatan. Bertolak dari “Quality of Care” Konsep quality of care adalah istilah yang digunakan secara luas dalam pelayanan kesehatan. dan efek sampingnya. cara penggunaan metode. dan kemudian ditambahkan oleh YLKI dan PKBI. Konsep ini biasanya dirujuk pada prinsipprinsip manajemen pengawasan kualitas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan umum. Pilihan terhadap Metode Layanan. Konsumen dan pengelola pelayanan kesehatan bisa bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang berkualitas (quality of care). 3. yang merumuskan 10 hak-hak klien KB antara lain: hak atas informasi. 1994). organisasi KB dunia. dan komunitas setempat. 8 No. Informasi yang berkualitas dapat berdampak pada bagaimana klien menggunakan metode kontrasepsi. Informasi yang diberikan harus berisi pula informasi mengenai tiap metode. yaitu pemantauan masalah dan mencari jalan keluar dengan memperbaiki akar masalah secara berkelanjutan (The Population Council. Aspek pemenuhan kualitas kesehatan. Mekanisme untuk Mendorong Keberlanjutan. dokter.

buruh dan kaum miskin kota. Usulan. rencana keperawatan dan rencana tindakan yang akan dilakukan. Hasil penelitian tentang perbaikan mutu pelayanan kesehatan di instalasi rawat inap RSD KOL. Bentuk-bentuk kasus yang dialami konsumen. dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. Seperti yang disarankan oleh The Nursing and Midwifery Council. 2.6. bila suatu waktu konsumen dapat mengadili provider pelayanan kesehatan atas dasar pelanggaran terhadap hak-hak konsumen secara perorangan atau pun berkelompok (class-action). . Jadi. kebijakan. 7. perempuan. Instansi dan orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab. Untuk itu semua peneliti menyampaikan beberapa saran seperti berikut: Saran untuk Perawat. ABUNDJANI BANGKO menyarankan yang diantaranya Pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien terdiri dari serangkaian proses-proses dari beberapa sistem. pelayanan pasca persalinan. memerlukan tindakan terstruktur dengan manajemen resiko dan manajemen mutu. Pelayanan yang Terpadu. 2) dokumentasikan informasi yang berhubungan dengan pasien dan apa yang akan dilakukan dalam merespon kebutuhan pasien. Penyimpangan dalam area-area penting manajemen pelayanan kesehatan yang menyebabkan kematian tersebut. Misalnya. (2002). Klien memerlukan pelayanan yang nyaman dan terpadu. 6. cara pandang konsumen terhadap pelayanan yang diinginkan atau pelayanan yang berkualitas (quality of care versi konsumen). pelayanan KB terpadu dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. manusia. Masalah dan akar masalah. Bukan hal yang mustahil. strategi dasar yang penting dilakukan aktifis organisasi konsumen yang melakukan pendampingan konsumen kesehatan adalah dengan memperkuat pengorganisasian dan pendidikan kritis bagi kelompok-kelompok konsumen yang rentan seperti petani. dan anggaran. maka organisasi konsumen dapat mengambil peran dengan melakukan advokasi kebijakan dan pembelaan hukum. 5. Inisiatif konsumen sendiri dalam mengatasi masalahnya. 4. bahwa memelihara kualitas RM akan membantu dalam memelihara ketrampilan dan kemandirian dalam asuhan keperawatan. untuk ini diperlukan: 1) deskripsikan dengan jelas hasil pengkajian. Pendamping atau organizer bersama kelompok konsumen merumuskan: 1. Usaha (aksi-aksi) bersama menggugat petugas kesehatan di tempat pelayanan. konsep. Penyebarluasan informasi terus-menerus kepada konsumen yang lain. Mengingat gerakan konsumen saat ini didukung oleh kebijakan yang relatif jelas dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). sistem ini berhubungan dengan unsur-unsur manajemen seperti peralatan. 3.

Merangin tentang struktur organisasi dan tata kerja RSD KOL ABUNDJANI. menghormati privasi dan kehormatan pasien. bekerjasama dengan para sejawat untuk kebaikan pasien-pasien yang dirawat. mendengarkan dan menghormati pandangan-pandangan pasien. menghindarkan pasien dari resiko fisik dan finansial akibat tindakan medis. memperlakukan setiap pasien dengan sopan dan sewajarnya. Prosedur dan Standar Pelayanan Laboratorium b. 2) Melaksanakan semua tugas sesuai dengan kompetensi dan kode etik profesi. memberikan informasi yang dapat dimengerti pasien. jujur dan dapat dipercaya. menghargai dan menjaga informasi tentang pasiennya. menghormati hak pasien dalam keterlibatan secara aktif pada pengambilam keputusan. selalu memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan. survey kebutuhan pelayanan dan survey tingkat utilisasi pelayanan kesehatan rumahsakit. Saran untuk manajemen RSD diantaranya adalah: 1) Berusaha mengetahui keinginan pelanggan dengan melakukan survey pasar. Prosedur dan Standar Pelayanan Anastesi e. Saran untuk komite staf fungsional diantaranya adalah: 1) Mematuhi tugas pokok dan fungsinya seperti yang tergambarkan dalam Peraturan Daerah Kab.3) jika sudah diketahui dengan baik kondisi pasien lakukan tindakan yang dapat diterima dan dapat dilakukan dengan tahapan yang baik dan benar saat melaksanakan perawatan kepada pasien dan jelaskan bahwa setiap tindakan tidak selalu berbahaya untuk selalu untuk keselamatan dan membatu mereka. dan dapat ditambahkan bahwa Saran untuk Dokter penyelenggara utama perawatan dan pengobatan pasien di instalasi rawat inap diantaranya adalah: Bertugas berdasarkan standar General Medical Council seperti: pemberian pelayanan kepada pasien merupakan hal yang utama. Prosedur dan Standar Pelayanan Kamar Operasi d. diantaranya: a. menyadari berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Prosedur dan Standar Pelayanan Rawat Inap dengan Kegawatan . dan 4) menuliskan perencanaan perawatan agar dapat diteruskan oleh sejawat dalam perawatan berikutnya dan selalu menuliskan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. 2) Menyusun berbagai prosedur dan standar pelayanan sesuai dengan hasil tingkat kebutuhan dan hasil dari penelitian ini. diantaranya survey kepuasan. Prosedur dan Standar Pelayanan Radiologi c. 3) Menjadikan RSD KOL ABUNDJANI bukan sebagai tempat mencari sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga menjadikannya sebagai tempat ibadah dan fungsi sosial.

Dianjurkan pula langkah-langkah umum sebagai berikut untuk pemecahan masalah mutu dan efisiensi dan efektifitas pelayanan rumah sakit: 1) Memecahkan struktur masalah yang sudah teridentifikasi kedalam komponenkomponennya. faktor pengendalian dan evaluasi. . faktor manajemen rawat inap dan faktor staf medis fungsional. Seperti diketahui bahwa tata tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan di dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumahsakit. mustahil tata tertib administrasi rumahsakit akan berhasil seperti apa yang telah distandarisasikan oleh pemerintah maka oleh karena itu diperlukan adanya komitment bersama untuk sepakat menyusun pedoman RM dan melaksanakannya dengan pertanggungjawaban profesi. budaya organisasi. faktor Standart Operating Procedure dan atau instruksi kerja. kepemimpinan. misalnya dengan membuat brosur-brosur. terminal komputer yang dapat diakses oleh pelanggan. prosedur. 5) Membumikan paradigma bahwa dari pasien kita mendapatkan jasa pelayanan yang mendukung kesejahteraan dan kepada pasien seharusnya tumbuh keinginan untuk membebaskan masalah kesehatannya. sarana. untuk menetapkan arah pemecahannya. Ia dapat berupa kelemahan pada manusia. sistem. 4) Menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan guna mensosialisasikan jasa-jasa pelayanan yang mampu diberikan oleh rumahsakit. manajemen. 6) Menyusun dan memberlakukan sistem pengawasan dan pemantauan pelayanan kesehatan yang diberikan dengan efektif. 3) Memastikan bahwa prosedur dan standar yang telah disusun diterapkan dan dilaksanakan dengan baik. 3) Menetapkan dan memilih alternatif untuk pemecahan akar masalah. menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah. faktor fasilitas dan peralatan. 9) Menginvetarisir akar penyebab masalah dari faktor internal yang mempengaruhi kualitas layanan kesehatan dan administrasi RM terutama dalam bidang: faktor pendidikan SDM. Perlu adanya dukungan sistem pengelolaan RM yang baik dan benar. faktot beban kerja. information desk. 2) Melakukan analisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root cause analysis). Akar masalah adalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang terjadi. faktor masa kerja dan lama Jabatan. 7) Melaksanakan saran-saran ini dengan dukungan sumber daya manusia kesehatan dan anggaran kesehatan beserta kebijakan-kebijakan kesehatan. faktor pelatihan dan tambahan pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan audit internal secara rutin dan melakukan management riview guna membahas tindak lanjut yang perlu dilakukan agar pelayanan yang diberikan selalu konsisten sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. alat. faktor administrasi dan alur layanan. atau faktor-faktor lain. Prosedur dan Standar Pelayanan Rekam Medik.f.

2) Berperan sebagai regulator yang melindungi dan menumbuh kembangkan kemampuan profesionalisme tenaga pemberi pelayanan kesehatan. 4) selalu menyediakan tabungan kesehatan saat sehat dan mampu melaksanakan aktifitas memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia. 5) Melakukan tindakan koreksi jika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagi terjadi. 2) bertanya dengan petugas kesehatan tidak dengan emosi tentang keadaan penyakit. 3) menjadi fasilitator dalam akselerasi peningkatan kemampuan pemberian pelayanan kesehatan sesuai dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan kesehatan daerah. Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah jika manusia sebagai penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan dari rumah sakit.4) Memantau dan mengevaluasi penerapan upaya pemecahan masalah yang sudah dilaksanakan. jika ragu dan meragukan mintalah penjelasan lebih lanjut tentang kebijakan dan atau saran tersebut. Saran untuk pasien. 3) mengikuti semua kebijakan sarana pelayanan dan saran dari petugas kesehatan dengan jujur dan bertanggungjawab. Falsafah yang mendasari program kendali mutu antara lain: . sesuai dengan beberapa kebijakan nasional pembangunan kesehatan di Indonesia diharapkan pemerintah daerah dapat: 1) Menjadi stake holder yang berpihak dan mendukung dalam berbagai aspek manajemen pelayanan kesehatan. Saran untuk Pemerintah Daerah. diagnosanya. diantaranya adalah: 1) sebelum penyakit menjadi lebih parah (persepsi masyarakat) sebaiknya segera memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat. „tolong“. kemungkinan kesembuhan dan tindakan apa saja yang akan dilakukan dan selalulah memulai komunikasi dengan kata „maaf“. dan „tolonglah saya“ atau „tolonglah kami“. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa sarana pelayanan kesehatan dan tenaga profesi kesehatan harus mampu menunjukkan akuntabilitas sosial untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem dan mekanisme yang efektif guna tercapainya pelayanan prima tersebut. Hal lain adalah Pelaksanaan Program kendali mutu harus berdasarkan falsafah bersama untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh tim pelayanan dari berbagai disiplin ilmu. yakni pelayanan yang sesuai dengan standar yang diakui sehingga dapat memenuhi atau bahkan melebihi harapan konsumen.

proses dan hasil maka semua aspek-aspekantara lain: Tenaga keperawatan. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen. perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. 6. Hak atas kenyamanan. 7. apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Maka manusia sebagai konsumen rumahsakit berhak sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen. 8. Program kendali mutu perlu dilaksanakan dan dibuat secara teratur dan terus menerus untuk meningkatkan mutu pelayanan. Dengan melakukan pendekatan konkuren maupun retrospektif terhadap lingkup struktur. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. Dengan melibatkan semua staf keperawatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan program pengendalian mutu ini. Hak untuk mendapatkan advokasi. 9. Kesehatan adalah hak azazi manusia. Semua staf memberikan perhatian untuk mencapai tujuan institusi yang dalam hal ini memberikan efek terhadap pelayanan pada klien. walaupun demikian baiknya program kendali mutu ini dilakukan secara terpadu tetapi tetap ada kendala kendala yang perlu diperhatikan. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan. Praktek perawatan tidak akan mungkin meningkatkan kecuali masalah dapat diidentifikasi dan dipecahkan. 2. 3. hubungan yang jelas adalah pelayanan jasa kesehatan. . Hak untuk mendapatkan kompensasi. 5. asuhan keperawatan dan kepuasan klien harus dinilai dengan menggunakan standar-standar yang tepat. Pekerja pada umumnya merasakan kepuasan kerja dan lebih produktif bila mereka dibantu dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik dengan mengurangi hambatan dalam pekerjaannya. Staf mempunyai pengetahuan yang cukup dan memiliki ide-ide yang kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pekerjaannya Staf dapat memecahkan masalah jika cukup informasi-informasi yang diperlukan . ganti rugi/penggantian. keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.• • • • • • Masing-masing disiplin telah mengidentifikasi dan menyetujui falsafah dasar untuk dikembangkan menjadi tujuan masing-masing pelayanan. Hak atas informasi yang benar. Dari UU Perlindungan Konsumen rumahsakit adalah: salah satu institusi pemberi pelayanan dibidang kesehatan. maka tujuan akhir dari program pengendalian mutu yaitu meningkatnya mutu pelayanan keperawatan berdasarkan standar akan dapat dicapai dengan baik. 4. Masing -masing disiplin menyepakati untuk mengkaji pelayanan yang diberikan oleh anggotanya. seperti: 1.

Cara ini terlalu sederhana dan tidak menyelesaikan masalah. Yang membedakan hanyalah kekuasaan. maka program QA adalah sebuah langkah kebimbangan dan ambivalensi. demikian pula pelatihan. 5. apa kata dokter/perawat mereka iyakan. yang mana dalam Pedoman Kerja Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit sudah sangat jelas dan rinci berisi panduan tatalaksana setiap kegiatan di Institusi pelayanankesehatan/rumahsakit yang mengacu kepada UPK. pelayanan rumahsakit dan bahkan pelayanan pajak dan lain sebagainya. maka bim salabim lahirlah Quality Assurance atau Jaminan Mutu. PDAM. baik terhadap item kegiatan ataupun terhadap program besarnya. monitor dan evaluasinya. mengapa hingga kini institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit ibarat tempat uji coba. Pun demikian pula setelahnya. Cara lain yang lebih kreatif adalah langsung mengadu ke pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat. tindak kriminal di kereta api. layanan barang/jasa yang buruk. 2. delay pesawat. banyak sekali keluhan dari konsumen yang merasa dirugikan. Maka inilah realitas ketertindasan konsumen dalam menghadapi pilihan-pilihan barang/ jasa harus mereka konsumsi. antara lain: 1. Semua itu adalah persoalan yang kerap kali muncul di Indonesia. Misalnya soal layanan listrik PLN. Jaminan mutu produk tahun 1996 yang lalupun. 4. Ironisnya. Posisi konsumen yang selalu lemah (lemah informasi dan lemah kondisi sehingga tak berani menyangga seperti kasus Prita). yang di Depkes tidak lebih pandai dari yang di institusi pelayanan kesehatan /rumahsakit. termasuk panduan pengobatan. Menyimak produk Depkes tahun 1988. Memang pada kenyataannya konsumen kerap berada dalam posisi yang tidak berimbang dibanding dengan posisi produsen. Masih rendahnya tingkat kesadaran konsumen akan hak-haknya. Padahal bisa jadi kala sekolah dahulu. konon hasil pemikiran grusa-grusu karena ada “jajan” berupa pinjaman IMF (maksudnya hutang yang harus dibayar). Maka untuk mengurangi kesewang-wenangan para produsen barang dan jasa. keluhan yang disampaikan kebanyakan hanya lewat surat pembaca di media massa. Dan supaya dapat dana segar nan besar. Proses peradilan yang ruwet dan memakan waktu yang berkepanjangan.Bila menyimak surat pembaca di media cetak. sebagai konsumen kita perlu mengetahui faktor-faktor yang melemahkan konsumen. Parameterpun disiapkan. trial and error aneka macam program dari depkes. Itulah kira-kira gambaran umum. Belum terkondisikannya “masyarakat konsumen” karena memang sebagian masyarakat ada yang belum mengetahui tentang apa saja hak-haknya dan ke mana hak-haknya dapoat disalurkan jika mendapat kesulitan atau kekurangan dari standar barang atau jasa yang sewajarnya. lebih-lebih kala berbicara kepekaan terhadap keperluan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Artinya mengulang program mapan yang sudah terintegrasi dengan keseharian para petugas Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit dengan mengganti nama QA yang justru lebih . Masyarakat belum memiliki kemauan untuk menuntut hak-haknya. dijamin dokter di institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit lebih peka dibanding dokter di Depkes walau sepanjang apapun gelarnya. panduan. yang mana depkes tidak mau kalah dengan departemen lain untuk ikut mencicipi jajan IMF. 3. nama programnya pun dibuat “greng”. mutu barang yang tidak bagus. dan dokter yang berpraktik di rumahsakitpun dalam memberikan pelayanan kesehatannya.

Hal ini menuntut para manajer untuk lebih memperhatikan secara saksama dinamika lingkungan yang ada yang kemungkinan besar akan merubah system manajemen yang dipergunakan. disertai peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan serta mampu berkembang (growth) dan survive. Tehnologi kedokteran mempengaruhi biaya pelayanan rumah sakit. Hal ini tercermin pada perubahan fungsi klasik rumah sakit yang pada awalnya hanya memberi pelayanan yang bersifat kuratif (penyembuhan) saja terhadap pasien melalui rawat inap dan rawat jalan bergeser ke pelayanan yang lebih komprehensif meliputi promotif. karena prosesnya sendiri tidak terakreditasi. berdasarkan hitungan-hitungan ekonomi. tidak cukup dengan kajian monopoli petinggi Depkes. Untuk meningkatkan mutu layanan. Rumah sakit dapat meningkatkan pendapatan dengan memperbesar omset penjualan obat.sempit tapi tidak lebih mendalam. Siklus demikian mestinya tidak boleh terulang. Akreditasi rumahsakit dicanangkan sejak tahun 2007 dan sampai tahun 2009 ini capaiannya sangat menyedihkan. RSD Kol Abundjani saat ini sedang dalam proses akreditasi yang pelaksanaannya setengah isi dan setengah kosong. dari ratus rsd dan puluh rsp serta ratus rss. dengan menekankan pada aspek efisiensi. Obat merupakan barang yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. sebagi contoh operasi dengan menggunakan peralatan mikro merupakan suatu tindakan yang sama canggihnya dengan tehnologi program ruang angkasa dan militer yang tentu saja memerlukan SDM yang berkompetensi untuk mengelolanya. Sayangnya yang ini tidak pernah tersentuh. Menurut Trisnantoro (2005) saat ini sektor kesehatan berbeda jauh dengan keadaan 50 tahun lalu. Besarnya omset untuk obat-obatan mencapai 50-60% dari seluruh anggaran rumah sakit. Kebutuhan akan obat ini sering disertai dengan biaya yang besar. efektif dan produktifitas serta memperhatikan pemerataan pelayanan. artinya pengguna jasa pelayanan Institusi pelayanan kesehatan/rumahsakit tak lebih hanyalah obyek semata yang tak punya hak suara. Salah satu tehnologi tinggi adalah obat yang dihasilkan oleh industri farmasi. preventif. jiwanya masih nol saya rasa. Cost recovery rate (CRR) rumah sakit menjadi hal yang sangat penting. Pelayanan rumah sakit diera sekarang tidak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakat . . Sistem manajemen yang berlaku global mempengaruhi pola berfikir manajer rumah sakit. lebih dari itu ada ukuran non teknis yakni keinginan dan harapan warga. Hal inilah menjadikan rumah sakit menjadii lembaga yang bersifat padat modal. Bedanya hanya di segi dana yang luar biasa besar dan pelatihan berulang yang justru buang-buang waktu. hanya 14% yang sudah terakreditasi. Tehnologi yang digunakan saat ini sangat canggih. penentuan tarif lebih rasional. kuratif dan rehabilitatif. Pengaruh perubahan dinamika lingkungan usaha rumah sakit yang terjadi tidak saja di Indonesia tetapi hampir diberbagai penjuru dunia. Gambaran lain adalah tehnologi kedokteran dan obat-obatan yang berkembang pesat disisi lain rumah sakit adalah lembaga pemberi jasa pelayanan kesehatan yang tergantung pada perkembangan tehnologi kedokteran. padat karya dan padat tehnologi Ketiga sifat tersebut menuntut pengelolaan keuangan rumah sakit yang lebih professional.

Hal yang dikhawatirkan adalah pasien dikelas bawah justru mensubsidi pasien kelas atas. Rumah sakit tidak lagi harus dipandang sebagai suatu lembaga yang harus bersandar pada norma-norma dan etika profesi dokter. Penelitian Abeng dan Trisnantoro (1997) disebuah rumah sakit swasta menunjukkan bahwa tarif kamar VIP berada dibawah unit cost. disamping itu belum ada standar sumber pendanaan termasuk pembagian sumber pendapatan (keuntungan) apakah untuk pemilik atau untuk pengembangan. Subsidi yang mengecil atau bahkan tidak ada sama sekali menyebabkan rumah sakit keagamaan kesulitan mencari sumber dana bagi orang miskin yang sakit. 2005). sehingga menaikan tarif akan menjadi pilihan. tetapi lebih mengarah pada suatu lembaga yang harus hidup dan bermutu. Walaupun demikian masih banyak rumah sakit keagamaan masih melihat perubahan yang ada tanpa strategi pengembangan yang jelas (Trisnantoro. serta untuk penelitian biososial. akibat hilangnya subsidi dan semakin mahalnya alat dan tenaga kesehatan yang pada akhirnya menuntut pendapatan yang tinggi. Hal ini membuat banyak rumah sakit swasta bahkan yang dikelola oleh yayasan keagamaanpun berubah menjadi lembaga for profit sebagai jawaban terhadap perubahan lingkungan yang terjadi diluar rumah sakit akibat pengaruh globalisasi. Kenyataan menunjukkan bahwa konsep subsidi silang sebenarnya tidak ada ataupun jika ada subsidi silang akan menggerogoti aset dan kemampuan investasi rumah sakit. rumah sakit juga merupakan pusat latihan tenaga kesehatan. Kita pelajari Dalam perkembangannya rumah sakit swasta yang dikelola oleh yayasan keagamaan seperti rumah sakit Islam sangat kesulitan dalam memenuhi fungsi sosialnya oleh karena kesulitan dalam hal pendanaan. Hal ini dapat membawa suatu resiko yaitu rumah sakit keagamaan akan menjadi lembaga usaha yang praktis untuk mencari keuntungan atau menghidupi SDM.Pengertian rumah sakit menurut WHO adalah suatu bagian penyeluruh dari organisasi sosial dan medis berfungsi memberikan pelayanan Kesehatan yang lengkap kepada masyarakat. Untuk menjalankan fungsi sosialnya ini sebaiknya anggaran untuk pos sosial tersebut tersedia dalam APBD dan diatur dengan kemudahan-kemudahan pengelolaannya tetapi tetap dengan pengawasan yang ketat. Rumah sakit . sementara penggalian dana-dana kemanusiaan sama sekali tidak dikelola secara sistematis. berkembang dan mempunyai dasar etika berbagai profesi dan mempunyai etika bisnis. Penerapan subsidi silang dari kelas atas (VIP) ke kelas bawah (III) tidak rasional. Hal yang penting adalah masalah biaya operasional dan pemeliharaan yang tidak semudah biaya investasi untuk memperolehnya. baik kuratif maupun rehabilitatif. dimana pelayanan keluarga menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan. Berdasarkan kenyataan diatas maka rumah sakit mulai berubah menjadi lembaga usaha yang membutuhkan berbagai konsep ekonomi dalam manajemen yang mungkin asing bagi para dokter atau pemilik rumah sakit. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa rumah sakit juga harus menjalankan fungsi sosialnya. Dari definisi diatas bahwa rumah sakit disamping memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat juga sebagai pusat pendidikan calon tenaga kesehatan. Akibatnya banyak rumah sakit swasta keagamaan yang mempunyai fasilitas fisik dan peralatan yang memadai tetapi kesulitan dalam mencari dana operasional. Dengan demikian rumah sakit bukanlah lembaga yang hanya menggunakan prinsip kedokteran dan kesehatan.

http://artikelindonesia.com/hal-mutu-pelayanan-rumah-sakit.html . Implementasinya adalah penerapan ekonomi dalam pelayanan kesehatan harus dilakukan diantaranya dengan melakukan analisis biaya di rumah sakit.merupakan lembaga multiprofesional yang menghasilkan berbagai produk pelayanan kesehatan yang bermutu dengan tetap memperhatikan aspek sosialnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful