Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Malaria merupakan penyebab kematian utama penyakit tropik.

Infeksi malaria masih merupakan problematika klinik bagi negara-negara

tropik atau sub tropik dan negara berkembang maupun negara-negara yang

sudah maju. Harijanto. DKK. 2000. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid

III Edisi IV. Jakarta : FKUI.

Prevalensi malaria di dunia diperkirakan mencapai satu juta

penduduk yang meninggal setiap tahunya (Hariyanto, 2000). Prevalensi

Malaria di Indonesia diperkirakan sebesar 850 per 100.000 penduduk dan

angka kematian spesifik akibat malaria sebesar 11 per 100.000 untuk laki-

laki dan 8 per 100.000 untuk perempuan. Lebih dari 90 juta orang di

Indonesia tinggal di daerah endemik malaria. Dari 30 juta kasus malaria

setiap tahunnya, kurang lebih hanya 10 persennya saja yang mendapat

pengobatan di fasilitas kesehatan. Beban terbesar dari penyakit malaria ada

di bagian timur Indonesia yang merupakan daerah endemik.

http://www.malaria.com. Akses 03 Juli 2010.

Seiring menurunnya perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap

upaya penanggulangan malaria secara tepadu, telah menyebabkan

meningkatnya kembali kasus malaria di Indonesia. Karenanya komitmen

pemerintah terhadap upaya penanggulangan malaria lebih ditingkatkan lagi.

Hal ini tercermin dengan upaya pemberantasan malaria yang telah dilakukan
2
sejak lama, baik pemberantasan malaria dengan menggunakan insektisida

maupun dengan membentuk juru pemantau malaria dengan program Gebrak

Malaria.

Saat ini malaria tidak dapat dipandang dari aspek medis saja, karena

tampak sekali bahwa aspek ekonomi khususnya kemiskinan sangat

berpengaruh terhadap perkembangan malaria. Bukan hanya itu, perubahan

lingkungan, kebiasaan atau perilaku masyarakat, dinamika kependudukan,

situasi politik, dan kejadian bencana juga merupakan faktor-faktor lain yang

cukup besar pengaruhnya terhadap perkembangan malaria.

Direktorat Jendral pengendalian Penyakit dan Penyehatan

Lingkungan Departemen Kesehatan RI dalam edaranya Nomor : PM 02.

11/IV/I/109/2009 tanggal 1 November 2009 tentang upaya penanggulangan

penyakit malaria khususnya di daerah endemis malaria terutama Provinsi

Maluku Utara agar melaksanakan kegiatan penanggulangan penyakit

malaria bersama puskesmas se Provinsi Maluku Utara, dengan kegiatan

penemuan dan pengobatan malaria, pendistribusian kelambu, screening ibu

hamil dan pos malaria terintegrasi dengan desa siaga.

Berdasarkan data yang penulis peroleh dari Dinas Kesehatan

Provinsi Maluku Utara tahun 2009 tercatat bahwa kasus malaria positif

sebanyak 28.320 (28,3%). Penyakit malaria jika tidak ditanggulangi akan

menyebabkan kematian. Kemudian data yang diperoleh dari Dinas

Kesehatan Kabupaten Halmahera Timur pada tahun 2008 mencangkup 94%

dan pada tahun 2009 meningkat menjadi 96,5%. Sedangkan data dari
3
Puskesmas perawatan Subaim Tahun 2009 dengan masalah malaria adalah

sebanyak 132 jiwa.

Untuk meminimalisir angka kematian akibat penyakit ini diperlukan

suatu upaya pencegahan dan penanganan. Adapun upaya tersebut adalah

dengan melakukan pendidikan kesehatan bagi masyarakat tentang

pengetahuan yang menyangkut faktor-faktor penyebab penyakit malaria dan

peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Peran perawat di sini adalah

sebagai fasilitator dan role mode. Dengan peran ini diharapkan dapat

memberikan pelayanan yang lebih berkualitas termasuk penerapan asuhan

keperawatan yang berlandaskan biologi, psikologi, sosiologi, spiritual

sehingga dapat menekan angka kejadian dan komplikasi dari penyakit ini.

Dari data dan uraian di atas, maka penulis tertarik melakukan Karya

Tulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan Keluarga pada Ny. L

dengan Malaria” dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.

1.2 Tujuan Penulisan

1.2.1 Tujuan Umum

Untuk mendapatkan pengalaman nyata dalam penerapan

asuhan keperawatan kepada keluarga dengan Malaria.

1.2.2 Tujuan Khusus

a. Dapat melaksanakan pengkajian data pada keluarga dengan

Malaria

b. Dapat melakukan analisa data pada keluarga dengan Malaria

c. Dapat menegakkan diagnosa perawatan pada keluarga dengan

Malaria
4
d. Dapat membuat perencanaan tindakan keperawatan pada

keluarga dengan Malaria

e. Dapat melakukan tindakan keperawatan pada keluarga dengan

Malaria

f. Dapat mengevaluasi hasil asuhan keperawatan pada keluarga

dengan Malaria

g. Dapat mendokumentasi hasil asuhan keperawatan pada keluarga

dengan Malaria

1.3 Manfaat penulisan

1.3.1 Bidang Akademik

Dapat memberikan masukan bagi lembaga poendidikan untuk

menjadikan suatu bahan acuan, asuhan keperawatan keluarga dengan

masalah malaria.

1.3.2 Puskesmas

Sebagai bahan informasi dalam memberikan asuhan

keperawatan keluarga pada malaria dan dapat meningkatkan

pengetahuan dan ketrampilan tenaga kesehatan agar mampu

memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh sehingga dapat

tercapai pembangunan kesehatan yang lebih baik.

1.3.3 Klien dan keluarga

Membantu memberikan informasi dan pemahaman serta

pengetahuan kepada keluarga tentang penyakit malaria, sehingga

keluarga dapat memelihara dan meningkatkan status kesehatanya.


5
1.3.4 Tenaga Keperawatan

Untuk menambah wawasan, informasi dan pengalaman nyata

dalam melaksanakan penerapan asuhan keperawatan kelurga dengan

masalah malaria.

1.4 Metodologi

Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Deskriptif adalah

penelitian yang dimaksudkan untuk menjelaskan fenomena atau

karakteristik individual, situasi, atau kelompok tertentu secara akurat,

didalam penelitian diskriptif, peneliti atau investigator sering menggunakan

wawancara, observasi tidak berstruktur, observasi terstruktur, dan angket

untuk mendeskripsikan fenomena yang ditelaah.

1.4.1 Tempat

Di kediaman Ny. L, Pukul 09.00 WIT

1.4.2 Tehnik pengumpulan data

a. Komunikasi yang efektif ( Wawancara )

b. Observasi

c. Pemeriksaan Fisik :

1) Inspeksi

2) Palpasi

3) Perkusi

4) Auskultasi