Anda di halaman 1dari 9

Annelida adalah filum luas yang terdiri dari cacing bersegmen, dengan sekitar 15.

000
spesies modern, antara lain cacing tanah dan lintah. Filum ini ditemukan di sebagian
besar lingkungan basah, seperti air tawar dan di laut. Panjang anggotanya mulai dari di
bawah satu milimeter sampai tiga meter. Filum ini dikelompokkan menjadi tiga kelas
yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudenia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Annelida

Contoh anggota-anggota kelas polychaeta.

Polychaeta adalah kelas cacing annelida yang umumnya hidup di air. Seluruh permukaan
tubuh polychaeta mengandung rambut-rambut kaku atau setae yabg dilapisi kutikula
sehingga licin dan kaku. Tubuhnya berwarna menarik, seperti ungu kemerah-merahan.
Setiap segmen tubuh polychaeta dilengkapi dengan sepasang alat gerak atau alat
berenang yang disebut parapodia. Alat ini pun berperan sebagai alat pernafasan.

Polychaeta memiliki kelamin terpisah dan ada yang hermaprodit. Perkembangbiakannya


dilakukan dengan cara seksualdan aseksual. Pembuahannya dilakukan di luar tubuh dan
ada yang di dalam tubuh. Telur yang telah dibuahi tumbuh menjadi larva yang disebut
trakofora.

Contoh jenis Polychaeta antara lain calm worm, cacing sorong, cacing wawo, cacing
palolo, dan cacing nipah.

Annelida

http://ferdy12.blogspot.com/2009/02/annelida.html

Annelida berasal dari kata Annulus = cincin kecil. Artinya tubuh menyerupai cincin kecil
atau ruas. Berikut ini akan dijelaskan ciri-ciri umum, klasifikasi, dan peranan Annelida
terhadap manusia.

A. Ciri-ciri Umum Annelida

Sistem saraf terdiri dari ganglion otak dihubungkan dengan tali saraf yang memanjang
sehingga berupa tangga tali. Alat eksresi disebut nephridium. Alat pencernaan makanan
sempurna mulai dari mulut, saluran pencernaan dan anus. Mulut dilengkapi gigi kitin
yang berada di ujung depan sedangkan anus berada di ujung belakang. Respirasi dengan
menggunakan epidermis pada seluruh permukaan tubuh dan berlangsung secara difusi.
• Sistem peredaran darah tertutup. Hewan ini bersifat hermafrodit dan memiliki
klitelum sebagai alat kopulasi. Tempat hidup air tawar, air laut dan darat.
Sebagian ada yang bersifat parasit (merugikan karena menempel pada inangnya).

• Simetri bilateral, berbentuk seperti gelang ('anellus' = cincin)

• Memiliki rongga badan Triploblastik Selomata

• Ruas tubuhnya (segmen) disebut Metameri terdiri dari alat ekskresi


(nefridium) lubang reproduksi, otot dan pembuluh darah

• Sistem pencernaan lengkap/sempuna

• Sistem peredaran darah tertutup

TERBAGI MENJADI 3 KELAS (berdasarkan keadaan rambut di permukaan tubuh),


yaitu :

POLYCHAETA Habitatnya di lautan, tubuhnya terdiri dari banyak rambut (poly =


banyak, chaeta = rambut/bulu). Contoh cacing
tersebut adalah : Nereis viren, Eunice viridis (cacing wawo) dan
Lysidice oele (cacing palolo). Dua jenis terakhir sering dikonsumsi
oleh orang-orang di Kepulauan maluku. Sebagian besar waktu
Polychaeta berada dalam bentuk atoke, yaitu hewan yang belum
masak secara seksual (dewasa). Pada saat musim kawin, bagian
tubuh tertentu membentuk gonad.Hewan yang sudah dewasa ini
disebut epitoke. Epitoke mengandung gamet. Pembuahan terjadi di
luar tubuh.
OLIGOCHAETA Habitatnya di tanah, memiliki sedikit rambut (oligo = sedikit, chaeta
= rambut/bulu). Contoh cacing tersebut
adalah : Lumbricus terestris dan Pheretima sp. (keduanya disebut
cacing tanah). Mempunyai organ KIitellum yang berisi semua
kelenjar, termasuk kelenjar kelamin. Pernafasan dilakukan oleh
pemukaan tubuhnya. Makanan diedarkan ke seluruh tubuh dengan
sistem peredaran darah. Sistem reproduksinya terdapat beberapa
segmen yang warnanya berbeda dengan segmen disekitarnya.Bagian
itu disebut sadel/klitelum. Klitelum terdiri atas 3 segmen,di dalam
klitelum terdapat kelenjar yang digunakan untuk membungkus telur
menjadi kokon.

Contoh lain: Moniligaster houtenii (endemik di Sumatera).


HIRUDINAE Tidak memiliki rambut (chaeta) tetapi menghasilkan zat
antikoagulasi (anti pembekuan darah) yang dinarnakan
Hirudin. Bersifat hemafrodit dan melakukan perkawinan silang.
Mempunyai klitelum tapi hanya ada selama musim kawin. Setelah
kopulasi,klitelum mengekskresikan kokon untuk menyimpan telur
dan sperma.

Contoh cacing tersebut adalah:


Hirudo medicinalis (lintah)
Hirudin dari lintah sering digunakan dokter-dokter dahulu untuk mengeluarkan darah dan
nanah dari bisul.
Hirudinaria javanica (lintah kuning)
Haemadipsa zeylanica /pacet)

B. Klasifikasi Annelida

Annelida terbagi atas 3 kelas yaitu:

1. Polychaeta
2. Olygochaeta
3. Hirudinea

a. Polychaeta (cacing berambut banyak)

Ciri-ciri:
Polychaeta hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang
surut air laut. Tubuh memanjang dan mempunyai segmen. Setiap segmen
mempunyai parapodia dan setiap parapodia memiliki setae, kecuali pada
segmen terakhir.
Contoh cacing ini adalah :
1) Eunice viridis (cacing wawo)
2) Lysidice oele (cacing palolo)
3) Nereis virens (kelabang laut)

Gambar 25. A. Polychaeta dengan parapodia B. Polychaeta dengan bagian tubuh

b. Olygochaeta (cacing berambut sedikit)

Ciri-ciri:
• Sebagian besar hidup di air tawar atau di darat.
• Hermafrodit, tidak mempunyai parapodia dan terdapat beberapa setae pada pada
setiap ruas

Contoh:
• Pheretima posthurna (cacing tanah – Asia)
• Lumbricus terrestris (cacing tanah – Eropa dan Amerika)
• Perichaeta (cacing hutan)
• Tubifex (cacing air)

Lumbricus terrestris

Lumbricus terrestris dikenal dengan cacing tanah,dan ciri-cirinya sebagai berikut


• Tubuh dengan segmen yang jelas, berjumlah 15 – 200 buah

Alat eksresi berupa sepasang nefridia pada setiap segmen dan disebut

metanefridia.

• Pada setiap segmen terdapat setae kecuali pada segmen pertama dan terakhir.

Hewan ini hermafrodit, tetapi pembuahan sendiri tidak akan terjadi


• melainkan pembuahan silang yakni pada waktu dua hewan mengadakan

kopulasi.
• Pada segmen ke 32 sampai segmen ke 37 terdapat klitelum sebagai alat
kopulasi.
• Bernafas dengan menggunakan seluruh permukaan tubuh yang lembab.
• Darah terdiri dari plasma darah, mengandung haemoglobin hingga berwarna
merah, sedangkan butir-butir darahnya tidak berwarna.
• Sistem saraf merupakan sistem saraf tangga tali.
• Sistem pencernaan makanan sempurna, yaitu mulai dari mulut, faring, atau
esofagus, tembolok, lambung, usus dan anus.

Gambar 27. a) Struktur tubuh cacing tanah (Lumbricus terestris)

b) potongan melintang tubuh, dan


c) bagian sistem pencernaan didekat kepala

c. Hirudinea

Ciri-ciri Hirudinea:
• Banyak terdapat di air tawar, air laut atau di darat.
• Tubuh tidak memiliki parapodia atau setae dan memiliki alat penghisap pada
bagian anterior dan posterior.
• Pada hewan hermafrodit, lubang genetalia jantan terletak di muka lubang
genetalia betina.
• Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum,
anus. Anus terletak pada bagian dorsal.
• Peredaran darah tertutup dan pernafasan berlangsung melalui kulit.
• Pengeluaran (eksresi) melalui nefridium yang terdapat pada setiap segmen.
• Hewan ini mempunyai kelenjar ludah yang menghasilkan sekret yang
mengandung bahan anti koagulasi (mencegah penggumpalan darah).
http://xyber-breaker.blogspot.com/2010/04/annelida-dalam-bahasa-latin-annulus.html

Annelida (dalam bahasa latin, annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok
cacing dengan tubuh bersegmen.

Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan


tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata).Namun Annelida
merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana.

Ciri tubuh
Ciri tubuh annelida meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.

Ukuran dan bentuk tubuh


Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m.Contoh annelida yang
panjangnya 3 m adalah cacing tanah Australia.Bentuk tubuhnya simetris bilateral dan
bersegmen menyerupai cincin.

Struktur dan fungsi tubuh


Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya.Antara satu segmen
dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa.Pembuluh darah, sistem ekskresi,
dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan
menembus septa.
Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan
sekaligus melibatkan kontraksi otot.
Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal).
Sistem pencernaan annelida sudah lengkap, terdiri dari mulut, faring, esofagus
(kerongkongan), usus, dan anus.Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga
memiliki sistem peredaran darah tertutup.Darahnya mengandung hemoglobin, sehingga
berwarna merah.Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke
seluruh tubuh.
Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tangga tali.Ganglia otak terletak di depan faring
pada anterior.Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia,
nefrostom, dan nefrotor.Nefridia ( tunggal – nefridium ) merupaka organ ekskresi yang
terdiri dari saluran.Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh.Nefrotor merupaka
npori permukaan tubuh tempat kotoran keluar.Terdapat sepasang organ ekskresi tiap
segmen tubuhnya.

Cara hidup dan habitat


Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan
menempel pada vertebrata, termasuk manusia.Habitat annelida umumnya berada di dasar
laut dan perairan tawar, dan juga ada yang segaian hidup di tanah atau tempat-tempat
lembap.Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri.

Reproduksi
Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet.Namun ada
juga yang bereproduksi secara fregmentasi, yang kemudian beregenerasi.Organ seksual
annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada
individu lain (gonokoris).

Klasifikasi
Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta (cacing berambut banyak),
Oligochaeta (cacing berambut sedikit), dan Hirudinea.

Polychaeta

polychaeta

Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly = banyak, chaetae = rambut kaku) merupakan
annelida berambut banyak.Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala
(prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus.
Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal =
parapodium) pada setiap segmen tubuhnya.Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak
dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang
untuk bernapas.Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun
dari kitin.
Contoh Polychaeta yang sesil adalah cacing kipas (Sabellastarte indica) yang berwarna
cerah.Sedangkan yang bergerak bebas adalah Nereis virens, Marphysa sanguinea, Eunice
viridis(cacing palolo), dan Lysidice oele(cacing wawo).

Oligochaeta

cacing-tanah
Oligochaeta (dalam bahasa yunani, oligo = sedikit, chaetae = rambut kaku) yang
merupakan annelida berambut sedikit.Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun
memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen.Contoh Oligochaeta yang paling terkenal
adalah cacing tanah.Jenis cacing tanah antara lain adalah cacing tanah Amerika
(Lumbricus terrestris), cacing tanah Asia (Pheretima), cacing merah (Tubifex), dan
cacing tanah raksasa Australia (Digaster longmani).Cacing ini memakan oarganisme
hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah.Kemampuannya yang dapat
menggali bermanfaat dalam menggemburkan tanah.Manfaat lain dari cacing ini adalah
digunakan untuk bahan kosmetik, obat, dan campuran makan berprotein tinggi bagi
hewan ternak.

Hirudinea
Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit.Hewan ini tidak memiliki
arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya.Panjang Hirudinea bervariasi dari 1 – 30
cm.Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing.
Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan
bergerak.Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh
inangnya.Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia.Hirudinea parasit hidup
denga mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa
invertebrata kecil seperti siput.Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan
hirudo (lintah).
Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit),
sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan.Setelah ada lubang, lintah akan
mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin.Dengan zat tersebut lintah dapat
mengisap darah sebanyak mungkin.

http://auvicena.blogspot.com/2009/07/bab-5-animalia.html

E. Filum Annelida

Filum cacing yang lain adalah Annelida (annulus berarti cincin kecil), artinya bentuk
cacing ini seperti cincin atau gelang-gelang. Anggota filum ini adalah cacing tanah.
Pernahkan Anda melihat cacing tanah? Habitat cacing ini pada tanah yang lembap, dan
air. Ada yang hidup bebas dan ada juga yang hidup sebagai parasit.

1) Morfologi dan Fisiologi Annelida

golongan cacing ini mempunyai tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang
lain. Jika Anda amati, cacing tersebut sudah mempunyai rongga sejati disebut
triplobastik selomata. Bentuk tubuhnya bersegmen-segmen dilapisi oleh kutikula,
tersusun oleh gelang kecil yang dibatasi dengan sekat berbentuk seperti cincin atau
gelang. Jika cacing ini dipotong menjadi dua bagian yang sama, maka bentuk tubuhnya
simetri bilateral. Tahukah Anda bahwa Annelida ini mempunyai sistem pencernaan
sempurna yaitu mulut, faring, esofagus, tembolok, usus halus, dan anus. Selain itu, juga
mempunyai sistem ekskresi berupa nefridia. Respirasinya melalui permukaan tubuh atau
insang. Pada tiap-tiap segmen terdapat organ ekskresi, sistem saraf, dan sistem
reproduksi.

2) Perkembangbiakan Annelida

Bagaimana cacing ini berkembang biak? Pada cacing yang sudah dewasa akan terjadi
penebalan epidermis yang disebut klitelum. Alat ini dapat digunakan untuk kopulasi dan
akan menghasilkan kelenjar-kelenjar yang membentuk lapisan lendir sangat kuat untuk
membentuk kokon, yaitu tempat/ wadah telur yang telah dibuahi. Meskipun Annelida ini
bersifat hemaprodit, tetapi pada saat terjadinya pembuahan harus dilakukan pada dua
individu dengan saling memberikan sperma yang disimpan dalam reseptakulum seminis.
Setelah selesai terjadinya perkawinan, maka kokon akan lepas dan berisi butir-butir telur
yang telah dibuahi