DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

KURIKULUM DAN GBPP PROGRAM DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI AKUNTANSI PEMERINTAHAN TAHUN 2009
(KURIKULUM TAHUN 2007)

DAFTAR ISI
1. 2. 3. 4. 5. MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) Pendidikan Agama Islam Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris I Bahasa Inggris II MATA KULIAH KEILMUAN DAN KETERAMPILAN (MKK) Pengantar Ilmu Ekonomi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Aplikasi Komputer Statistika Deskriptif Organisasi Bisnis dan Manajemen Ekonomi Internasional Pengantar Akuntansi I
Lab. Pengantar Akuntansi I

1 3 4 6 9

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Pengantar Akuntansi II Lab Pengantar Akuntansi II Keuangan Publik Perpajakan I Perpajakan II Manajemen Keuangan MATA KULIAH KEAHLIAN BERKARYA (MKB) Akuntansi Keuangan Menengah I Lab. Akuntansi Keuangan Menengah I Akuntansi Keuangan Menengah II Lab. Akuntansi Keuangan Menengah II Akuntansi Keuangan lanjutan Akuntansi Biaya Sistem Informasi Akuntansi Hukum Administrasi Keuangan Negara I Hukum Administrasi Keuangan Negara II Akuntansi Pemerintah I Akuntansi Pemerintah II Auditing Audit Sektor Publik. Akuntansi Perpajakan Aplikasi Komputer Akuntansi dan Keuangan.

12 14 16 18 20 23 26 28 31 34 36 38 40 43 46

21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.

49 52 55 57 60 62 65 67 70 72 74 76 79 81 83

MATA KULIAH PERILAKU BERKARYA (MPB) 36. 40. Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) Pengantar Ilmu hukum Pengantar Hukum Pidana Hukum Perdata Peradilan Tata Usaha Negara Budaya Nusantara 84 87 38. 42. 89 91 94 97 100 . Etika PNS 37. 41. 39.

Serta Peranan Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Sebagai Rasul Terakhir g. Manusia Dan Agama a. Kerangka Dasar Ajaran Islam b. Syariat Islam Dan Pengertian Fiqih b. Tugas Nabi Dan Rasul. Kedudukan Akal Dan Peranan Ijtihad Sebagai Sumber Pengembangan Ajaran Islam 4. Kemahaesaan Allah Untuk Meningkatkan Keyakinan Kepada-Nya Sebagai Sumber Segala Yang Ada Di Alam d. Aqidah Islam a. Mempalajari Komponen Dasar Ajaran Islam Yang Melahirkan Berbagai Madzhab Dalam Islam 5. Eksistensi Kitab-Kitab Suci Dan Khususnya Al-Qur’an 6. Pengertian. Mempealjari Pelaksanaan Dan Hikmah Ibadah Puasa e. Perbandingan Agama-Agama Besar Dan Mengetahui Kedudukan Agama Islam Di Antara Agama-Agama Tersebut b. berpandangan luas. Hubungan Sumber Ajaran Islam Dan Kerangka Dasar Ajaran Islam c. Mempelajati Hari Akhirat Dan Hukum Alam Tentang Kiamat e. Kedudukan Dan Hikmah Ibadah Dalam Islam c. Hakikat Manusia Menurut Ajaran Islam c. Pelaksanaan Dan Hikmah Ibadah Haji g. Sumber Ajaran Islam a. Pelaksanaan Dan Hikmah Zakat f. berfikir filosofis.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman. Alam Semesta Sebagai Ciptaan Allah b. dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Syariat Islam a. Makna Qadha Dan Qadar c. berbudi luhur. Kedudukan Dan Peranan Malaikat Serta Makhluk Ghaib Lainnya Terhadap Manusia f. Agama Islam Sebagai Petunjuk Bagi Manusia a. Wawasan Islam Dan Hubungan Sumber Dengan Dasar Ajaran Islam a. bersikap rasional dan dinamis. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Tujuan. Aqidah Dan Ruang Lingkupnya b. ikut serta dalam kerjasama antarumat beragama dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Pengertian Dan Kaidah Muamalah Dalam Islam 1    . Agama Islam Sebagai Petunjuk Dalam Mencapai Kebahagiaan Dunia Dan Akhirat 3. Sistematika Sumber Ajaran Islam Serta Kedudukan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Kegiatan Umat Islam b. Kebutuhan Manusia Akan Agama Bagi Kehidupan 2. Arti Shalat Serta Hikmahnya Bagi Kehidupan d.

Kerjasama Intern Umat Bergama. Dan Umat Bergama Dengan Penyelenggara Negara. Asas.h. 2    . Antar Umar Beragama. Kaidah Dan Sistem Kewarisan Islam i.

Definisi HAM b. Bela Negara a. Kondisi Politik Dan Strategi Nasional 3    . Pengertian Demokrasi b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengertian Ketahanan Nasional b. Pengertian Wawasan Nusantara b. Pengantar b. Ruang Lingkup Ketahanan Nasional 8. Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku 5. Politik dan Strategi Nasional a.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Kewarganegaraan Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Pengertian Hak Dan Kewajiban b. Kewajiban Sebagai WNI 4. Demokrasi Pancasila c. Kewarganegaraan a. Pentingnya Wawasan Nusantara 7. Hak Asasi Manusia a. Ruang Lingkup c. Pengertian Bela Negara b. Wawasan Nusantara a. Demokrasi a. Hak Sebagai WNI c. Wawasan Politik b. Wawasan Kewarganegaraan 2. Hak dan Kewajiban WNI a. Ketahanan Nasional a. Peraturan Perundang-Undangan 3. Latar Belakang Pentingnya Bela Negara c. Demokrasi Bangsa-Bangsa Lain 6.

Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Artikel 6. Penyusunan. Kiat Memikat Pendengar 4    . Pengertian Berbagai Bentuk Formulir b. Pengertian Mengenai Surat Dinas. Dan Pemakaian Bahasa Dalam Memo Atau Nota Dinas 4. Laporan Teknis Dan Laporan Karya Ilmiah Serta Pidato Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar. Hakikat. Nota Dinas Dan Surat Dinas b. Sikap Bahasa b. Cara. Santun Berpidato c. Bahasa Surat Dinas c. Santun. Perbedaan Memo/Nota Dinas Dan Surat Dinas a. Sikap Positif Terhadap Bahasa Indonesia a. Penyusunan Surat Dinas 3. Pengertian Dan Fungsi Surat Dinas b. Memo/Nota Dinas. Pengertian Laporan Teknis Yang Berbentuk Artikel a. Pengisian Formulir Laporan Dalam Bahasa Yang Benar c. Dan Penulisan Surat Dinas a. Fungsi Surat Dinas. Pengertian Laporan Teknis Yang Berupa Naskah b. Pengertian Laporan Teknis Yang Berbentuk Artikel b. Ragam Bahasa 2. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Formulir. Dan Daya Tarik Pidato Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar a. Penyusunan Laporan Dalam Bentuk Formulir 5. Bahasa Surat Dinas. Kesistematisan Dalam Laporan Teknis Yang Berupa Naskah c. Laporan Teknis Berupa Naskah Yang Tertuang Dalam Beberapa Bab Atau Bagian a. Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia c. Hakikat Berpidato b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Indonesia Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Tentang Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia Sehingga Mereka Dapat Membuat Surat. Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Pemakaian Bahasa Yang Benar Dalam Laporan Teknis Yang Berupa Naskah 7. Pembuatan Laporan Dalam Formulir a. Pengertian Memo. Penggunaan.

Santun Protokoler d. Hakikat Berdiskusi b. Bahasa Dalam Diskusi 9. Bahasa Indonesia Dalam Bertelepon 5    . Bertelepon Yang Sangkil Dalam Bahasa Indonesia Yang Benar a. Hakikat Bertelepon b. Santun Bertelepon c. Bahasa Protokoler 10.8. Pengertian Protokoler b. Jenis Protokoler c. Hakikat Protokoler Serta Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar Dalam Acara Keprotokolan a. Hakikat Berdiskusi Yang Mangkus Dan Sangkil Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar a. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Diskusi c.

Vocabulary & Special Terms 8. Simple Present Tense a. Simple Future 9. Past Tense & Past Continuous Tense 7. Future Continuous b. Word Function In A Sentence 3. Topic Sentence. Vocabulary & Special Terms 6    . Future Perfect c. Past Future d. Paragraph Writing a. Vocabulary & Special Terms 6.Nama Program : Program D III Akuntansi Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Inggris I Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan keterampilan dasar berbahasa inggris yang dapat mendukung prestasi akademiknya. Kinds Of Paragraph 11. Reading Comprehension a. Parts Of Speech a. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. Concluding Sentence b. Parts Of Speech 2. Present Tense & Present Continuous Tense 5. General Reading c. Reading : Bookkeeping b. Vocabulary & Special Terms 4. Vocabulary & Special Terms 10. Sentence Arrangement b. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Future Tense a. Supporting Details. Recretional Reading (College Life) c. Derivatives a. Past Tense a. Reading : Recreational Reading e. Reading : The Field Of Accounting b. Reading Comprehension a.

Reading Comprehension a. Reading : Business Transactions And Financial Statements b. Summary Writing a. An. Some. Articles And Zero Articles a. Opinion & Facts 17. Passive With Causative Verbs b. Question Tags 13. Any. Paragraph Writing a. Reading Comprehension a. The & No Article 20. Reading Comprehension a. Stative Passive d. Reading : Cost Accounting e. Cumulative Review Of Structure Problems 15. Participial Adjectives a. Samples Of Opinion Paragraph 18. Vocabulary & Special Terms b. Vocabulary & Special Terms 24. Participial Adjectives 25. Vocabulary & Special Terms 7    . Reading Comprehension a. Cumulative Review Of Structure Problems a. Vocabulary 16.12. Rules Of Passive Voice 23. Reading : Budgetting b. General Reading b. Summarizing The Paragraph Of Reading 22. Reading Comprehension a. Sentence That Cannot Be Cahanged Into Passive c. General/Recreational Reading 21. Opinion Paragraph a. Vocabulary & Special Terms 14. Reading Comprehension a. Reading : Tax Accounting b. Passive & Active Voice a. A. Vocabulary & Special Terms 19.

Vocabulary 28. Vocabulary & Special Terms 30. Reading : General Reading 8    . Cumulative Review Of Structure Problems 36. Reading : A Career In Accounting 32. Conditional Sentence a. Gerunds And Infinitives 27. Differences Between Gerund And Presen Participle Form b. Reported Speech b. Summarizing : Computer Component 35. Indirect Speech/Reported b. Cumulative Review Of Structure Problems a. Reading : Auditing b. Relative Clause 33.26. Summary Writing a. Reading : Computers 34. General Reading c. The Relative Clause b. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. Gerund And Infinitives a. Reading Comprehension a. Direct Speech 31. Vocabulary & Special Terms b. Reading Comprehension a. Conditional Sentence 29. Reading Comprehension a.

Bacaan: More Than Two-Paragraph Reading e. Tone. Parts Of Speech a. Definisi Dari Structure g. Type I b. Synthesizing/Latihan2 Soal TOEFL 3. Comparative Degree c. Would Or Other Modals) i. Perfect Tenses j. Word Order c. Sentences That Cannot Be Changed Into Passive c. Bacaan: Free Trade e. Arti Dari Bagian Kalimat h. Superlative Degree d. Argument Paragraph 9    . Menemukan Arti Kata Yang Sulit f. Passive Voice a. Arti Kata Sederhana g. Bacaan: Short Reading d. Stated Detail Questions f. Opinion Paragraph 4. Type II c. Jenis-Jenis Parts Of Speech dan Soal-Soal Grammar Dasar TOEFL b. Type III d. Past Tense & Past Continuous Ts h. Menemukan Main Idea Tiap Paragraph e. Purpose/Course f. Pronoun Referent 2. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Implied Detail Questions f. Rules Of Passive Voice b. Simple Present Tense & Present Continuous Tense g. Bacaan: Short Reading k. Stative Passive d. Future Tenses(Will. Degree Of Comparison a. Positive Degree b. Bacaan: TOEFL Reading e. Find Unstated Details l.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Inggris II Setelah mengikuti mata kuliah ini Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan meningkatkan ketrampilan berbahasa inggris yang dapat diukur melalui nilai toefl skor untuk mendukung prestasi akademiknya. Conditional Sentence a.

Conversation Material a. Appositive a. General Conversation d. Membedakan Orang Dengan Benda/Kata Ganti Serta Predikat c. Listening On Suggestion And Passive 10. Struct. Words. Adjective Clause b. Adverb Problems dan Listening Dasar a. Homonym. Specific Information On Reading e. Subject dan Verb Kalimat . Bacaan: Decisions 11. Kata Benda. Bacaan: Compilation Short And Mid Reading Problem c. Bacaan: Long Reading TOEFL d. Plural. Sisipan Subjects And Verbs. Gerunds And Infinitives b. . Style Dalam Bahasa Inggris dan Memahami Bacaan a. Other Sound Alike e. Homophone.Word Verb d. Who And Where) 7. Academic Discussion e. Cumulative Review Of Structure Problems b. Parallel Structure dan Memahami Bacaan a. Gerunds dan Infinitives a. Serta Pronoun a. Bacaan: Combination Short Reading And Long Reading 12. Negative. Negatives And Conditionals c. -Er Structure d.5. Par. Struct. Comparisons b. Homograph. Problems With Subject/Verb Agreement c. Short Dialogues (Agreement. Styles In Written English 1 b. With Coordinate Conjunction b. Long Reading TOEFL 14. Other Verb Connector d. Membedakan Possesif dan Pronoun d. Object Preposisi c. & Present Part. Lecturing. Figurative Expression /Two. Adjective Clause. Listening TOEFL Simulation 8. Preposisi. Comparisons c. Long Conversation Listening Material 10    . –Er. Styles In Written English 2 b. Reduced Adverb Clause c. Correct Singular And Plural Serta Irregular Plural b. Apositive d. Academic Discussion. Independent Essay 9. Coordinate Connectors 6. Subject And Verb Of Sentence b. c. Reduced Clause Sentences dan Short Dialogues a. Irregular. With Paired Conjunction. Adverb Time And Cause Connector c. Invert The Subject And Verb With Place Expression. Reduced Adjective Clause b. Announcement 13. Par. Past Part. Style Lain dalam Bahasa Inggris dan Memahami Bacaan a. Invert The Subject And Verb With Quest. Grammar a.

Tapping The Interview 15. Cumulative Review Of Structure Problems b. Latihan Grammar dan Memahami Bacaan dan Listening Pada Simulasi TOEFL 2 a.e. Compilation Of TOEFL Listening Material 11    . Bacaan: Compilation Short And Long TOEFL Reading c.

Apa. Pengertian Permintaan & Hukum Permintaan. Sistem Ekonomi a. Bentuk Pasar a. Fungsi Pasar. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan b. Objek Ekonomi 2. Break Even 12    . Kebutuhan yang tidak Terbatas dan Pemuas Kebutuhan yang Terbatas b. Pengertian Ilmu Ekonomi a. Normal Profit c. Jenis-jenis Elastisitas d. Elastisitas Penawaran dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya 7. Pengertian Nilai Pakai dan Nilai Tukar : Subjektif dan Objektif c. Ekuilibrium 6.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Ilmu Ekonomi Setelah mengikuti pelajaran ini perserta diharapkan mampu memahami tentang Pengertian Ilmu Eekonomi. Pengaruh Permintaan dan Penawaran Atas Keseimbangan a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum : : Pokok Bahasan 1. Kebudayaan. Bagaimana dan untuk Siapa Barang Produksi d. Perusahaan dan Pemerintah e. Pengetahuan Politik dan Keamanan c. Pengertian Elastisitas b. Duopoly d. Motivasi Kegiatan Ekonomi f. Hubungan Kausal dan Hubungan Fungsional b. Tingkah Laku Konsumen a. Rumah Tangga Perorangan. Persaingan Sempurna dan Bentuk Kurvanya c. Pasar Monopoli dan Bentuk Kurvanya b. Terciptanya Harga b. Perubahan Harga c. Hubungan Ketiga Pelaku Ekonomi 3. Hukum dan Asas Ekonomi. Pendekatan Indeference Curve 4. Sistem Ekonomi dan Peran dan Lingkup Ekonomi secara Mikro dan Makro. Kurva Keuntungan dan Kerugian Pada Bentuk Pasar a. Pasar Persaingan Monopoli 8. Super Normal Profit b. Nilai dan Teori Ekonomi. Pendekatan Marginal d. Pengertian Penawaran & Hukum Penawaran. Kurva Permintaan dan Hukum Permintaan a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran 5. Definisi dan Batasan Ilmu Ekonomi b. Sebab Timbulnya Permintaan. Oligopoly e. Faktor Biologis. Elastisitas a. Manfaat Elastisitas Permintaan c.

Marginal Cost. dan Kurva: Total Cost. Pasar Uang a. Jenis-jenis c. Pendahuluan a. Sebab-sebab ditempuhnya Kebijakan Fiskal dan Moneter c. Penganguran a. 13. Average Revenue dan Marginal Revenue. 11. Fungsi dan Motif Permintaan Uang c. Langkah-langkah Penanggulangan 18. Sebab-sebab c. Pengertian b. Akibat Pengangguran dalam Perkembangan Ekonomi dan Masyarakat d. Pengertian b. Sejarah Bank c. Kebijakan Fiskal dan Moneter a. Kebijakan yang dilakukan Pemerintah f. 10. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional. Pengertian Biaya dan Jenis-jenis Biaya b. Circular Flow of Income b. Average Fixed Cost. Variasi-variasi dalam Kesimbangan Simultan c. c. Pengertian dan Kurva Total Revenue. Jenis Bank Primer dan Sekunder d. Perhitungan Nilai Tambah. Bank a. Variabel-variabel Ekonomi Makro b. Variabel-variabel Ekonomi Mikro dan Makro c. Penawaran Uang b. Sebab-sebab d. Biaya dan Hasil Penjualan (Lanjutan) a. Jenis-jenis dan Hubungan dalam Model Ekonomi 12. Pengaruh Kebijakan Fiskal dan Moneter terhadap Nilai-nilai Keseimbangan 15. Biaya dan Hasil Penjualan a. Pengertian. Jenis-jenis Kebijaksanaan d. Pengertian b. Ruang Lingkup Teori Ekonomi Makro b. Perhitungan Penentuan Laba Rugi. Fixed Cost. Bank Snetral e. Kesimbangan Simultan di Pasar Uang a. Lembaga-lembaga Keuangan 16. Keseimbangan Umum di Pasar Uang 14. Average Variable Cost. Pengertian b. Variable Cost. Subnormal Profit 9. Penegndalian 17. Average Total Cost. Jenis-jenis e.d. b. Fungsi dan Sruktur APBN 13    . Inflasi dan Deflasi a. Perhitungan. Pendapatan Nasional a.

2. Pengertian dan Ruang Lingkup Teori Ekonomi b. Pengertian Pemecahan Masalah 3. Proses Pembentukan Permintaan Konsumen Menurut Versi Guna Batas (Marginal Utility Approach). Dan Engel Curve. Hubungan Antara Income Elasticity Pada Berbagai Bentuk Engel Curve f. a. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengaruh Perubahan Harga. Elastisitas Harga c. Keseimbangan Konsumen dalam Marginal Utility Approach. Teori Permintaan Konsumen. a. serta Beberapa Penyimpangan yang Terjadi. Elastisitas Income. Teori Ekonomi Mikro dan Teori Ekonomi Makro. b. Baik Untuk Barang Normal. 5. Mekanisme Pasar Memecahkan Tiga Masalah dalam Perekonomian. Super Normal (Lux). 14    . Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. 4. Proses Terbentuknya Harga. b. Fungsi Pasar. Price Consumption Curve (Pcc) g. Perubahan Income. Hubungan Input Dan Output (Produksi) Baik Dalam Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Analisis-Analisis Ekonomi Seacara Mikro. e.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Mikro Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Teori Ekonomi Mikro. c. Pengertian Total Utility dan Marginal Utility b. Maupun Barang Super Inferior (Giffen) 6. Income Consumption Curve (Icc). Teori Ekonomi Mikro Secara Umum. Konsep Teori Permintaan Melalui Pendekatan Indifference Curve a. Keseimbangan Konsumen Menurut Pendekatan Indifference c. a. Hukum Permintaan dan Penawaran. Mempelajari Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. a. Eksistensi Hukum Permintaan dan Penawaran. Inferior. Fungsi Produksi Dengan Satu Variabel Input b. Terhadap Keseimbangan Konsumen d. Substitution Effect Dan Income Effect. Pengertian Konsep Indifference Curve b. Tiga Tahapan Dalam Proses Produksi 7. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi.

Keseimbangan Pertukaran pada Contoh Perekonomian Sederhana. Diskriminasi Harga f. Membahas Permintaan Input Untuk Perusahaan Yang Menggunakan Satu Input Variabel (Value Marginal Product dan Marginal Revenue Product) b. Keseimbangan Jangka Panjang pada Pasar Monopoli g. (Dua Individu.8. a. Pendekatan Total d. Sementara Jumlah Produsen Input yang Bersangkutan Cukup Banyak 14. Keseimbangan Jangka Panjang dalam Pasar Persaingan Sempurna. Least Cost Combination b. Pengertian Biaya. Model Kurva Permintaan Yang Patah (The Kinked Demand Curve Model) Dan Bentuk Lain Dari Oligopoli Yakni Kartel c. Dan Chamberlin Model b. Menjelaskan Production Contract Curve b. Variabel Maupun Biaya Total b. a. Pendekatan Total d. Fungsi Produksi Jangka Panjang Didalamnya Dibahas Pula Tentang Hubungan Antara Biaya Produksi Jangka Pendek Dan Biaya Jangka Panjang 10. dan pengetahuan Tentang Konsep Biaya Produksi Jangka Panjang. Proses Pembentukan Harga dan Kuantitas Keseimbangan Sehingga Diperoleh Maximisasi Profit Baik dalam Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang. Monopsoni yaitu Bentuk Pasar Input Dimana Hanya Ada Satu Pembeli. Hubungan Antara Biaya dan Produksi dalam Tahap Kedua. Produksi Linier Homogen 9. h. Membahas Antara Biaya Rata-Rata Jangka Pendek (Sac). Berbagai Sifat dan Perilaku Biaya Produksi Jangka Pendek. Pendekatan Marginal e. Smc Dengan Marginal Produ-Ct (Mp) Dan Averege Product (Ap) Pada Stage Ke Ii d. a. b. Kurva Penawaran Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna. Termasuk Didalamnya Pembahasan Mengenai Proses Pencapaian Keseimbangan Pada Model Pasar Ini 13. Mambahas Tentang Biay-A Rata-Rata (Ac). Production Tranformation Curve 15    . Pengertian Pasar Persaingan Sempurna b. Biaya Marginal (Mc) Maupun Biaya Total (Tc) c. Pengertian Pasar Monopoli. g. Keseimbangan Jangka Panjang 12. Decreasing Cost Industri 11. Proses Penentuan Harga c. Beberapa Pengaturan Pajak pada Pasar Monopoli h. Yang Meliputi Biaya Tetap. a. Pendekatan Marginal e. Edge Worth. Proses Pencapaian Keseimbangan Perusahaan yang Beroperasi di Pasar Monopoli. Fungsi Permintaan Maximisasi Profit c. Keseimbangan Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna f. a. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Kurva Peluasan Produksi (The Expansion Path) c. Membahas Cournot Model. Increasing Cost Industry j. Constant Cost Industri i. Keseimbangan Di Pasar Input. Beberapa Bentuk (Model) Oligopoli. Dua Input dan Dua Output dalam Mencapai Pareto Optimal) a. a.

dan Derifasi Fungsi C dan Fungsi S c. Pengertian Teori Ekonomi Makro dan Perbedaannya Dengan Teori Ekonomi Mikro b. a. Konsep. dan Terbuka 3. prinsip dasar invesatasi. Social Analisys 6. Teori-Teori Keynes Friendam. Cara-Cara Menghitung GDP b. teori konsumsi dan saving. dan S Serta Teori-Teori Konsumsi dan Faktor2 Yang Mempengaruhi C a. Berbagai Bentuk Model Ekonomi c. Struktur Lembaga-Lembaga b. dan Duessenbery Mengenai Konsumsi 5. Pengertian Teori Ekonomi Makro dan Ruang Lingkupnya a. Siklus. NNP. a. analisis pasar tenaga kerja. Financial Analisys e. MPS/APS. Konsep dan Siklus GDP (GNP. PI. Analisis Terhadap Besaran-Besaran Kontraksi dan Ekspansi Ekonomi d. Economic Analisys f.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Makro Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tentang ruang lingkup teori ekonomi makro. Konsep Circular Flow Of Income a. Investment Decision: d. Contoh Penurunan Curva Investasi c. Lingkup Permasalahan Investasi. Prinsip-Prinsip Dasar Keputusan Investasi. Hubungan MPC/APC. NP. Contoh Analisa Neraca Moneter d. Bentuk Pergeseran Curva LM Dan Curva IS e. Contoh-Contoh Analisisi Model Ekonomi Sederhana. Kekuatan Permintaan dan Penawaran Di Pasar Uang dan Pasar Komoditi a. DI) c. Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional. Derifasi Fungsi C dan Fungsi S b. Prinsip Dasar Pembuatan Model b. konsep dan siklus pendapatan nasional. konsep uang beredar dan inflasi. Tertutup. konsep circular flow of income. Contoh-Contoh Analisa Makro dan Mikro c. analisis keseimbangan agregat. Mata Pelajaran Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Contoh-Contoh Kritik Terhadap Penggunaan GDP dalam Mengukur Tingkat Kemakmuran 4. Keuntungan Mempelajari Toeri Ekonomi Makro d. peran APBN dalam kehidupan dan peran perdagangan dalam ekonomi sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam analisis-analisis ekonomi secara makro. Real Investment dan Portfolio Investment b. Y. Keuangan di Indonesia c. Rencana Materi Perkuliahan Selama Satu Semester dan Buku Referensi Yang Digunakan 2. Pergeseran Keseimbangan IS-LM dan Kaitannya Dengan Pigou Effect dan Keynes Effect 16    . Hubungan C.

Pergeseran Keseimbangan IS-LM dan Kaitannya dengan Pigou Effect dan Keynes Effect 8. 11. a. Peran Perdagangan (Barang dan Jasa) dalam Kehidupan Ekonomi. a. Fungsi Produksi dan Kapasitas Produksi Nasional f. Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curva AD c. Arti Kebijaksanaan Perdagangan. Arti. Cara Menurunkan b. Arti Dari Balance. Bentuk. Contoh Penggunaan Piranti Moneter d. Arti Kebijaksanaan Fiskal. Analisis Keseimbangan AD dan AS. Contoh Analisis Neraca Pembayaran 17    . dan Interdependency Metode Laba Bruto a. Pentingnya Pengendalian Jumlah Uang Beredardan Seluk-Beluk Inflasi. Contoh Analisa Neraca Moneter d. Instrumen-Instrumen Moneter Yang Langsung Maupun Tidak Langsung Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar c.7. dan Surplus Budget c. Curva Interdependency Pasar-Pasar Ekonomi 9. Defisit. dan Bentuk-Bentuk Kebijaksanaan Perdagangan b. Analisis Kurva Inflationary dan Deflationary Gap g. Peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Kehidupan. Dan Faktor2 yang Mempengaruhi Curva AS d. Keuangan di Indonesia c. dan Teori-Teori Inflasi 10. Sebab-Sebab Meningkatnya Inflasi. Analisis Curva Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja e. Dampak Dari Kebijaksanaan Fiskal Terhadap Kegiatan Ekonomi. Arti Inflasi. Curva AS. Pengertian Kebijaksaan Moneter b. Kekuatan Permintaan dan Penawaran di Pasar Uang dan Pasar Komoditi a. Curva AD. a. dan Beberapa Isu Mengenai Neraca Pembayaran c. Analisis Pasar Tenaga Kerja. Bentuk Pergeseran Curva LM dan Curva IS e. Struktur Lembaga-Lembaga b. dan Contoh Analisis Kebijaksanaan Fiskal b.

3. Praktikum Ms-Excel a. Reprentasi data d. perangkat keras. Formula If b. Efek Suara 7. Praktikum Ms-Powerpoint a. Juga mahir mempergunakan beberapa paket aplikasi perkantoran yaitu pengolah kata (ms-word). Praktikum Ms-Powerpoint a. Operating Sistem d. perangkat lunak. database (msaccess). Motherboar. alat presentasi (ms-power point). Praktikum Ms-Excel a. Memory c. Double If 10. Windows Xp. CPU. Praktikum Ms-Excel a. Praktikum Ms-Powerpoint a. Seluruh Materi Pokok Powerpoint 6. Definisi Komputer dan Komputerisasi b. Kapasitas dan Kecepatan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak a. Praktikum Ms-Word 5. Presentasi Hasil Karya Perorangan 8. dan spread-sheet (ms-excel). Alat-Alat Input dan Output b. Dos Vs Windows dan Komunikasi Data a. b. perangkat komunikasi data. Definisi Komputer dan Komputerisasi a. Tipologi Jaringan. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Nested If 18    . Apllication Sistem 2. Efek Grafis b. Seluruh Materi Pokok Word a. teori dasar database. Internet 4. Sejarah Komputer c.Program Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Aplikasi Komputer Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dasar-dasar komputer. Seluruh Materi Dasar Excel 9. Dos.

Report 15. Konsep Database a. Query 19    .11. Min 12. Praktikum Ms-Excel a. Grafik 13. Komponen Basis Data d. Max. Dml Dan Query 14. Praktikum Ms-Access a. Formula Counta b. Form. Praktikum Ms-Excel a. Countif c. Ddl. Praktikum Ms-Access a. Vlookup e. Hirarki Data b. Pendekatan Tradisional Vs Database c. Sumif d.

Mempelajari Analisis Regresi Linier Berganda Untuk Meramalkan Memperhitungkan Banyaknya Faktor Yang Mempengaruhi Variabel Y. Mempelajari Arti dan Kegunaan Statistik. Pentingnya Matematika dalam Statistik b. Arti Analisa Korelasi b. Beberapa Macam Fungsi dan Bentuk Kurvanya c. Melakukan Penjumlahan dengan Menggunakan Simbol Sigma. Mempelajari Analisa Korelasi dan Regresi Khususnya untuk Meramal. Simpangan Baku. dan Sampling Error) f. Pokok Bahasan 1. Arti Koefisien Determinasi 8. dan Koefisien Variasi. Sensus. Mengetahui Syarat Data Yang Baik dan Pembagian Data Serta Mengetahui Beberapa Istilah Pokok. median. Populasi. ukuran lokasi ratarata. Desil. Beberapa Istilah Pokok (Elemen. Simpangan Baku. dan pengujian hipotesis sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam memanfaatkan statistik sebagai alat analisis dan pengolahan data. Median dan Modus. dan Persentil. Mempelajari Ukuran Kemencengan dan Keruncingan Kurva. a. deviasi. Mempelajari Arti Kuartil. 5. 7. Simbol Penjumlahan dengan Sigma d. kuartil. Mempelajari Memilih Bentuk Fungsi Yang Tepat Untuk Mewakili Data Yang Dikumpulkan. Karakteristik. Deviasi. modus. a. Persentil Data Berkelompok dan Tidak. distribusi teoritis. Arti dan Kegunaan Rata-Rata Hitung (Mean). Sampling. a. 4. Mempelajari Analisa Korelasi dan Regresi Khususnya untuk Meramal a. Arti Dan Kegunaan Ukuran Kemencengan dan Keruncingan Kurva. Arti Statistik e. Deviasi. Rata-Rata. dan Kualitatif 9. Arti Kuartil. range. Syarat Data Yang Baik c. Rata-Rata. kemencengan dan keruncingan kurva. Sampel. 6. simpangan baku. Rank.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Statistika Deskriptif : Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang kegunaan statistik. Arti dan Kegunaan Berbagai Ukuran Variasi Seperti Range. Desil. Mempelajari Arti Ukuran Lokasi Rata-Rata Hitung. regresi. Arti Sempit dan Luas. desil. dengan 20    . Ramalan Dengan Regresi Koefisien Korelasi Data Berkelompok. Arti Pengumpulan Data 2. a. Median dan Modus untuk Data Berkelompok dan Tidak. Frekuensi Relatif dan Kumulatif 3. Arti dan Kegunaan Data b. Variabel. Arti Analisa Regresi c. dan Koefisien Variasi. analisi time series. a. a. Mempelajari Range. korelasi. Pembagian Data d. varians. Metode Least Square untuk Regresi b. a.

Relatif Bersambung. Non Exclusive. Trend Parabola b. Agregatif Tertimbang dan Tidak Tertimbang. c. Trend Logistik dan Gompertz 11. Transformasi Semi Log dan Full Log c.a. Menentukan Trend Dengan Metode Tangan Bebas. Pembuatan PR Dan Absensi e. Mempelajari Gerakan Siklis dan Cara Mengukurnya. Arti dan Pentingnya Analisis Time Series b. Mempelajari Indeks Musiman dan Cara Menghilangkan Pengaruh Musiman. Cara Menghilangkan Pengaruh Musiman d. Mempelajari Analisis Time Series dan Sekaligus Cara Menghitungnya. Tujuan dan Pengertian Dasar Statistik II 17. Pengertian Set. Penggunaan Regresi Linear Berganda Untuk Menemukan Ukuran Musiman 16. Pengertian tentang Mutually Exclusif Event. Khususnya yang Terkait Dengan Kesimpulan yang Tidak Pasti a. Arti dan Kegunaan Indeks Musiman b. a. Independent. Arti Dan Kegunaan Angka Indeks Sederhana. Mempelajari Fungsi Non Linear untuk Meramalkan. a. a. Mempelajari Probabilitas Sebagai Ukuran Ketidak Pastian dan Kegunaan dalam Ekonomi. dan Perhitungan Probabilitas a. Arti Hubungan Lebih dari Dua Variabel Koefisien Regresi Parsial Koefisien Korelasi Parsial Koefisien Determinasi Berganda Meramalkan Dengan Persamaan Regresi Linier Berganda 10. a. Penjelasan Tentang b. Cara Menghitung Indeks Musiman c. Frekuensi Relatif Subyetif b. Pemberian Nilai. Rata-Rata Semi. dan Rasio 15. dan Penggunaan Analisis Regresi Berganda Untuk Ukuran Musiman. Relatif. Gerakan Siklis dan Cara Mengukurnya b. Metode Rata-Rata Sederhana. Menentukan Trend Dengan Metode Tangan Bebas. b. Rata-Rata Bergerak dan Metode Least Square 14. a. Gabungan [Union] & Probabilitas Bersyarat [Bayes Theory]. Mempelajari Arti Stastik II. Permutasi dan Kombinasi . Dependent Kejadian. Mempelajari Angka Indeks dan Sekaligus Cara Menggunakannya. 21    . e. Pembobotan Nilai. d. Set Ruangan Sampel dan Kejadian 18. Sub. Frekuensi. Rata-Rata Bergerak dan Metode Least Square 13. dan Pengujiannya 12. a. Arti dan Pentingnya Analisis Time Series b. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu a. Mempelajari Analisis Time Series dan Sekaligus Cara Menghitungnya. d. c. Probabilitas dengan Pendekatan Klasik. Rata-Rata Semi. Subyektif. a. Mempelajari Konsep Pendekatan Probabilitas Secara Klasik. 19.

b. Fungsi Probabilitas Diskkrit & Kontinyu; c. Fungsi Probabilitas Bersama 20. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu. a. Fungsi Binominal b. Fungsi Poisson c. Fungsi Hipergeometrik 21. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu. c. Fungsi Normal 22. Mempelajari Nilai Harapan untuk Fungsi-Fungsi Probabilitas a. E (X) ; b. E [X – E (X) ] 2 untuk Fungsi Fungsi Probabilitas

23. Mepel Sampel Secara Acak, Baik Dengan Pengembalian Maupun Tidak. b. Pengambilan Sampel “ With & Without Replacement “ serta Perhitungan Standar Error 24. Mempelajari Perkiraan Tunggal & Interval. a. Unbiased & Biased Estimator; b. Perkiraan Tunggal 1 & 2 Rata-Rata X 1 − X 2

[

]

c.

1&2

Proporsi ⎜ P1 − P2 ⎟

⎛ ⎝

⎞ ⎠

25. Mempelajari Perkiraan Tunggal & Interval c. Perkiraan Interval untuk U & P serta [ U1 – U2] & [ P1 – P2 ] 26. Mempelajari Hipotesis. a. Pengujian Hipotesis Satu Rata-Rata dan Satu Proporsi b. Pengujian Hipotesis dua Rata-Rata Dan 2 Proporsi c. Pengujuan Hipotesis Lebih dua Rata Data [ ANOVA ] d. Pengujian Hipotesis Lebih Dari dua Proporsi [ Chi – Square ]

22   

Nama Program

:

Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Organisasi, Bisnis, dan Manajemen Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dasar-dasar manajemen , dunia usaha, fungsi-fungsi manajemen, pengelolaan SDM, risiko bisnis, manajemen pemasaran dan produksi, dan ekspansi usaha

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU)

: :

Pokok Bahasan 1. Dunia Usaha Dan Lingkungannya a. Pengertian Usaha Bisnis b. Latar Belakang Munculnya Usaha c. Maksud Dan Tujuan Bisnis d. Ruang Lingkup Dunia Usaha/Bisnis e. Lingkungan Internal Dan Eksternal Dunia Usaha

2. Pengertian, Ciri Dan Fungsi Perusahaan a. Pengertian Dasar Perusahaan b. Ciri-Ciri Perusahan c. Fungsi-Fungsi Perusahaan d. Lokasi Perusahaan 3. Bentuk-Bentuk Perusahaan, Kelebihan Dan Kekurangannya a. Perusahaan Perseorangan b. Firma c. Persekutuan Komanditer d. Perseroan Terbatas e. Koperasi Di Indonesia f. Yayasan 4. Dasar-Dasar Manajemen a. Pengertian Manajemen b. Mengapa Manajemen Dibutuhkan c. Definisi Manajemen 5. Manajemen Dan Manajer a. Definisi Manajemen b. Tingkatan Manejemen c. Manajer Fungsional Dan Manejer Umum d. Fungsi-Fungsi Yang Dilaksanakan Manajer e. Kegatan-Kegiatan Manajer f. Peranan Manajer Dalam Perusahaan 6. Perkembangan Teori Manajemen a. Keterampilan Manajer b. Teori Manajemen Klasik c. Manajemen Ilmiah d. Teori Organisasi Klasik e. Aliran Hubungan Manusiawi f. Aliran Manajemen Modern

23   

7. Manajemen Dan Lingkungan Eksternal Organisasi a. Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal b. Lingkungan Ekstern Mikro c. Lingkungan Ekstern Makro 8. Perencanaan Dalam Pengambilan Keputusan a. Penjelasan Perencanaan b. Alasan-Alasan Perlunya Perencanaan c. Hubungan Perencanaan Dengan Fungsi-Fungsi Lainnya d. Tipe-Tipe [Erencanaan Dan Rencana e. Perencanaan Strategik f. Hambatan Dalam Perencanaan Efektif 9. Penetapan Tujuan Dan Pengambilan Keputusan a. Visi Dan Visi Organisasi b. Fungsi Tujuan Organisasi c. Kebutuhan Penyeimbangan Tujuan d. Manajemen By Objective (MBO) 10. Pengertian Pengorganisasian a. Struktur Organisasi b. Pembagian Kerja c. Departementalisasi 11. Koordinasi Dan Rentang Manajemen a. Koordinasi b. Rentang Manajemen 12. Wewenang, Delegasi Dan Desentralisasi a. Pengertian Wewenang, Kekuasaan Dan Pengaruh b. Struktur Lini Dan Staf c. Wewenang Lini Dan Staff d. Sentralisasi Versus Desentralisasi 13. Perencanaan SDM a. Penarikan Dan Seleksi SDM b. Latihan Pengembangan SDM c. Pemberian Kompensasi Kepada Karyawan 14. Kepemimpinan Dalam Organisasi a. Motivasi b. Motivasi Bukan Sekedar Teknik-Teknik c. Pengertian Kepemimpinan d. Pendekatan-Pendekatan Studi Dan Sifat Kepemimpinan 15. Dasar-Dasar Proses Pengawasan a. Pengertian Pengawasan b. Tipe-Tipe Pengawasan c. Tahap-Tahap Dalm Proses Pengawasan d. Pentingnya Pengawasan e. Perancangan Proses Pengawasan f. Alat Bantu Pengawasan Manajerial g. Karakteristik-Karakteristik Pengawasan Yang Efektif 16. Manajemen Produksi Dan Operasi a. Perbedaan Produksi, Manufaktur Dan Operasi b. Tugas Manajer Produksi Dan Operasi c. Mengorganisasikan Proses Produksi d. Pengelolaan Material, Pembelian Dan Persediaan

24   

Bentuk Ekspansi e. Konsep Pemasaran d. Mengelola Bauran Produk d. Resiko Dan Asuransi a. Manajemen Pemasaran a. Arah Ekspansi d. Pengertian Dan Tujuan Penetapan Harga e. Metode Penanganan Resiko d.17. Daur Hidup Produk c. Merger Dan Akuisisi 25    . Proses Pemasaran g. Arti Ekspansi b. Proses Pemasaran f. Sistem Kerja Asuransi 20. Jenis Resiko c. Metode Penetapan Harga 19. Ekspansi Bisnis a. Produk Dan Harga a. Pengertian Pemasaran b. Peran Pemasaran Dalam Masyarakat c. Fungsi Pemasaran e. Motif Ekspansi c. Bauran Pemasaran 18. Pengertian Resiko b. Kategori Produk b.

Kurva Kemungkinan Produksi dan Indefference Curve e. Instrumen Kebijakan Ekonomi Internasional c. neraca pembayaran. Factor Price Equalization c. Ekuilibrium tanpa Perdagangan 5. Keunggulan Mutlak Adam Smith c. Kebijakan Ekonomi Internasional a. Offer Curve 4. Teori Perdagangan Modern a. Teori Permintaan dan Penawaran d. Teori Liberalisasi perdagangan b. Ilustrasi Terms of Trade d. Subsidi 6. Teori Hecksher & Ohlin b. Pembahasan Ekonomi internasional d. Pengukuran Terms of Trade c. Kurva Indiferen Masyarakat c. Terms of Trade a. Hukum Keunggulan Komparatif a. dan kebijakan ekonomi internasional Mata Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Tujuan Kebijakan Ekonomi Internasional d. Pentingnya Ilmu Ekonomi Internasional c. Filosofi Perdagangan Internasional b. Tujuan dan Kebijakan Ekonomi Internasional 2. Kurva Kemungkinan Produksi dgn Biaya Meningkat b. Macam-Macam Retriksi dalam Perdagangan Internasional e. Kegunaan Model Perdagangan 7.Program Diploma : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Internasional Setelah mengikuti mata kuliah ini. Teori Standar Perdagangan Internasional a. Pengertian dan Ruang Lingkup Ekonomi Internasional a. Liberalisasi Perdagangan a. Definisi b. Liberalisasi Perdagangan dalam Praktek 26    . diharapkan mahasiswa memahami konsep-konsep perdagangan internasional. Keunggulan Komparatif dan Biaya Oportunitas 3. Definisi b. Keunggulan Komparatif David Ricardo d. Teori Perdagangan Non Klasik b.

Customs Union 9. Hambatan Non Tarif lainnya d. Analisis Keseimbangan Umum thd Pemberlakuan Tarif di Negara Kecil e. Modal d. MNC a. Neraca Perhitungan dan Ketidakseimbangan Dalam Transaksi Internasional d. Pendahuluan b. Analisis Keseimbangan Parsial terhadap Tarif c. Customs Union a. Pendahluan b. Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi a. Pendahuluan b.8. Hambatan Perdagangan Tarif a. Pendahuluan b. Sejarah Kebijakan Komersial AS f. Teori Optimum 13. Pendahuluan b. Analisis Keseimbangan Umum thd Pemberlakuan Tarif di Negara Besar f. Kurva Permintaan dan Penawaran Valas d. Arti dan Fungsi b. Stusi Kasus AS Sebagai Negara Peg-Hutang Tersebar di dunia 27    . Peranan Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi b. Kasus Pertumbuhan Negara Besar 12. Pendahuluan b. Sifat MNC c. Kuota Impor c. Kebijakan Industri dan Kebijakan Perdagngan Strategis e. Purchasing Power Parity 15. Faktor Non Ekonomi e. Putaran Uruguai 14. Teori Struktur Tarif d. Sistem Kurs Valas e. Perpindahan Faktor prosuksi Antar Negara a. Neraca Pembayaran a. Hambatan Perdagangan Non Tarif dan Proteksionis Baru a. Prinsip-prinsip Akuntansi Neraca Pembayaran c. Efek Pertumbuhan Faktor Produksi (kasus negara kecil) c. Ekonomi Politik Proteksionaisme. Faktor yang mempengaruhi Keputusan MNC d. Pasar Valuta Asing a. Tanagan Kerja c. Perpindahan Modal antar Dua Negara 10. Spekulasi c. Efek Global MNC 11. Kekuatan Bersaing MNC f.

Statement Of Cash Flow g. Chart Of Accounts c. Dan Laporan Keuangan Serta Dapat Menyimpulkan Siklus Akuntansi a. Transaksi Bisnis e. Worksheet e. Pengertian Akuntansi Dan Bidang-Bidang Yang Berhubungan Dengan Akuntansi a. Financial Statement f. Penyesuaian Persediaan g. Pokok Bahasan 1. Jurnal. Profession Of Accountancy c. Prinsip Dan Praktik Akuntansi d. Jurnal Penutup h. Pengklasifikasiannya Serta Proses Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa Dan Perusahaan Dagang. Statement Of Owner’s Equity. Neraca Percobaan 3. Biaya Transportasi & Pajak Penjualan d. Dilanjutkan Dengan Pengertian Dan Pembahasan Tentang Pos-Pos Neraca Yang Meliputi Unsur-Unsur Aktiva Dan Hutang Jangka Pendek Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Praktek Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan. Sifat Akun d. Akuntansi Untuk Penjualan c. Akuntansi Untuk Pembelian b. Prinsip Cara Yang Digunakan Dalam Penataan Transaksi Keuangan. Balance Sheet. Prinsip Penandingan b. Buku Besar. Karakteristik Perusahaan Dagang Dan Perlakuan Akuntansinya a. Jurnal Dan Posting Ayat Jurnal Penyesuaian g. Laporan Keuangan Korporasi 2. Sifat Proses Penyesuaian c. Laporan Keuangan Perusahaan Perorangan: Income Statement. Sistem Persediaan f. Klasifikasi Akun b. Penyesuaian Untuk Deferrals Dan Accruals h. Persamaan Akuntansi Dan Elemen Dasarnya f. Tahun Fiscal 4. Siklus Akuntansi Dan Menyusun Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Tutup Buku Untuk Penyusunan Laporan Keuangan a. Pengertian Perkiraan. Worksheet Untuk Perusahaan Dagang 28    .Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan : Pengantar Akuntansi I Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Akuntansi. Pelaporan Periodik Untuk Perusahaan Dagang e. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi b. Jurnal Penyesuaian d. Jurnal e.

Capital And Revenue Expenditure f. Karakteristik Notes Receivables d. Sistem Akuntansi Dan Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus a. Karakteristik. Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang: Income Statement. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Cost h. Perkiraan Kas Dan Pengendaliaannya a. Metode Penyusutan. Estimating Inventory Cost 10. Depresiasi c. Modifikasi Sistem Akuntansi Lain 7. Pengertian. Intangible Assets 29    . Pengendalian Kas b. Balance Sheet b. Jurnal Penutup d.5. Piutang Tak Tertagih f. Direct Method Of Accounting For Uncollectibles h. Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Pada Saat Tutup Buku Pada Perusahaan Dagang a. Menentukan Kuantitas Aktual Dalam Persediaan d. Inventory Systems c. Inventory Costing Methods Under A Periodic System f. f. Retained Earnings Statement. Perolehan Plant Assets Melalui Leasing h. Transaksi Kas Dan Electronic Fund Transfer 8. Jurnal Balik e. Instalasi Dan Revisi Siatem Akuntansi c. Penyajian Persediaan Pada Neraca i. Importance Of Inventories b. Dan Metode Yang Digunakan Dalam Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan a. Klasifikasi Dan Metode-Metode Yang Berhubungan Dengan Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Dan Investasi Sementara a. Accounting For Reporting Inventory Under A Perpetual System g. Menentukan Cost Of Inventory e. Deplesi i. Temporary Investments i. Struktur Pengendalian Intern d. Pengendalian Piutang c. Allowance Method Of Accounting For Uncollectibles g. Jurnal Penyesuaian c. Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus. Pengendalian Inern Terhadap Pengeluaran Kas d. Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas c. Disposal Of Plant Assets g. Metode Pemrosesan Data e. Akuntansi Untuk Depresiasi d. Perolehan Plant Assets b. Dan Pelaporan Aktiva Tetap a. Harga Perolehan. Koreksi Kesalahan 6. Penilaian. Akuntansi Untuk Notes Receivables e. Prinsip-Prinsip Sistem Akuntansi b. Composite-Rate Depreciation Method e. Interim Statement f. Klasifikasi Piutang b. Temporary Investments Dan Receivables Di Neraca 9.

Pelaporan Di Laporan Keuangan 11. Payroll Dan Payroll Taxes b. Sistem Akuntansi Untuk Payroll Dan Payroll Taxes c. Product Warranty Liability 30    .j. Liability For Employee’s Fringe Benefits d. Karakteristik Kewajiban Jangka Pendek Dan Perlakuan Akuntansinya a. Short –Term Notes Payables e.

Tahun Fiscal 4. Dilanjutkan Dengan Pengertian Dan Pembahasan Tentang Pos-Pos Neraca Yang Meliputi Unsur-Unsur Aktiva Dan Hutang Jangka Pendek Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Praktek Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan. Statement Of Owner’s Equity. Transaksi Bisnis e. Karakteristik Perusahaan Dagang Dan Perlakuan Akuntansinya a. Persamaan Akuntansi Dan Elemen Dasarnya f. Pelaporan Periodik Untuk Perusahaan Dagang e. Buku Besar. Biaya Transportasi & Pajak Penjualan d. Sistem Persediaan f. Sifat Proses Penyesuaian c. Balance Sheet. Chart Of Accounts c. Financial Statement f. Profession Of Accountancy c. Akuntansi Untuk Pembelian b. Dan Laporan Keuangan Serta Dapat Menyimpulkan Siklus Akuntansi a. Worksheet Untuk Perusahaan Dagang 31    . Pengantar Akuntansi I Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Akuntansi. Prinsip Penandingan b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Pengertian Akuntansi Dan Bidang-Bidang Yang Berhubungan Dengan Akuntansi a. Pengklasifikasiannya Serta Proses Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa Dan Perusahaan Dagang. Siklus Akuntansi Dan Menyusun Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Tutup Buku Untuk Penyusunan Laporan Keuangan a. Jurnal Penyesuaian d. Prinsip Cara Yang Digunakan Dalam Penataan Transaksi Keuangan. Jurnal Penutup h. Prinsip Dan Praktik Akuntansi d. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi b. Jurnal. Penyesuaian Untuk Deferrals Dan Accruals h. Akuntansi Untuk Penjualan c. Statement Of Cash Flow g. Neraca Percobaan 3. Worksheet e. Laporan Keuangan Korporasi 2. Pengertian Perkiraan. Jurnal e. Sifat Akun d. Klasifikasi Akun b. Jurnal Dan Posting Ayat Jurnal Penyesuaian g. Penyesuaian Persediaan g. Pokok Bahasan 1. Laporan Keuangan Perusahaan Perorangan: Income Statement.

Akuntansi Untuk Depresiasi d. Accounting For Reporting Inventory Under A Perpetual System g. Dan Pelaporan Aktiva Tetap a. f. Deplesi a. Disposal Of Plant Assets g. Depresiasi c. Allowance Method Of Accounting For Uncollectibles g. Pengendalian Inern Terhadap Pengeluaran Kas d. Modifikasi Sistem Akuntansi Lain 7. Temporary Investments i. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Cost h. Karakteristik Notes Receivables d. Capital And Revenue Expenditure f. Perolehan Plant Assets b. Karakteristik. Piutang Tak Tertagih f. Perolehan Plant Assets Melalui Leasing h. Importance Of Inventories b.5. Pengertian. Sistem Akuntansi Dan Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus a. Prinsip-Prinsip Sistem Akuntansi b. Struktur Pengendalian Intern d. Metode Pemrosesan Data e. Interim Statement f. Direct Method Of Accounting For Uncollectibles h. Balance Sheet b. Inventory Systems c. Penyajian Persediaan Pada Neraca i. Instalasi Dan Revisi Siatem Akuntansi c. Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus. Perkiraan Kas Dan Pengendaliaannya a. Intangible Assets b. Composite-Rate Depreciation Method e. Pengendalian Kas b. Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas c. Akuntansi Untuk Notes Receivables e. Temporary Investments Dan Receivables Di Neraca 9. Jurnal Penutup d. Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang: Income Statement. Pelaporan Di Laporan Keuangan 32    . Penilaian. Pengendalian Piutang c. Transaksi Kas Dan Electronic Fund Transfer 8. Estimating Inventory Cost 10. Metode Penyusutan. Dan Metode Yang Digunakan Dalam Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan a. Inventory Costing Methods Under A Periodic System f. Jurnal Balik e. Jurnal Penyesuaian c. Koreksi Kesalahan 6. Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Pada Saat Tutup Buku Pada Perusahaan Dagang a. Klasifikasi Piutang b. Retained Earnings Statement. Menentukan Cost Of Inventory e. Klasifikasi Dan Metode-Metode Yang Berhubungan Dengan Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Dan Investasi Sementara a. Harga Perolehan. Menentukan Kuantitas Aktual Dalam Persediaan d.

Karakteristik Kewajiban Jangka Pendek Dan Perlakuan Akuntansinya a. Short –Term Notes Payables e. Sistem Akuntansi Untuk Payroll Dan Payroll Taxes c. Payroll Dan Payroll Taxes b. Product Warranty Liability 33    .11. Liability For Employee’s Fringe Benefits d.

Investasi pada saham b. Comprehensive Income 4. Akuntansi untuk investasi dalam saham a. Akuntansi untuk partnership c. Bond Redemption g. Stockholder’s equity c. Penyajian laporan keuangan partnership 2. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Penyajian Bonds Payable dan Investment in Bonds di Neraca i. Penyusunan laporan keuangan perusahaan korporasi a. Earnings per common share c. Investasi pada obligasi h. Karakteristik dan Pembentukan korporasi b. Partnership a. Partnership dissolution e. Appendix: Effective Interest Method of Amortization 34    . Karakteristik. Appropriation of Retained Earnings d.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Akuntansi II Setelah mengikuti mata pelajaran ini. Likuidasi partnership f. Akuntansi untuk investasi jangka panjang pada saham 5. Perusahaan korporasi a. Melaporkan unusual items dalam laporan keuangan b. Akuntansi untuk Bonds Payable e. Pendanaan korporasi b. Pembagian net income atau net loss d. Karakteristik obligasi c. keuntungan dan kerugian partnership b. Source of Paid In Capital d. Perlakuan akuntansi untuk dividen 3. Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) g. Penerbitan Capital Stock f. Bond Sinking Fund f. Hutang Obligasi dan Investasi dalam surat hutang obligasi a. Laporan Arus Kas. Stock Split h. Konsep Present Value dan penerapannya pada Bonds Payable d. Hutang Obligasi dan Investasi dalam Surat Hutang Obligasi. mahasiswa diharapkan mampu memahami transaksi keuangan yang ada dalam Partnership dan PT (Perseroan). Karakteristik Capital Stock e. pengantar akuntansi manajerial dan Job Order Cost System serta mampu mengoperasikan Software MYOB Accounting dalam pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan.

Laporan Arus Kas – Indirect Method d. Jurnal pembelian c. Time billing 10. Verifikasi Pencatatan Transaksi dan Pencetakan Laporan Keuangan mengggunakan Software MYOB Accounting a. Verifikasi pencatatan transaksi b. Kode Pajak e. Item-item Pelaporan arus kas c. Purchase Accounts g. Job Order Cost System a. Job order cost system untuk perusahaan manufaktur e. Daftar Relasi (Card File) i. Transaksi payroll f. Saldo Awal Akun-Akun 9. Pencetakan neraca 35    . Software MYOB Accounting a. Payroll Accounts h. Istilah dan Komponen Biaya Manufaktur c. Pencetakan laporan laba rugi c. Job order cost system untuk perusahaan jasa 8. Daftar Persediaan j. Laporan Arus Kas a. Overview Sistem Akuntansi Biaya d. Pencatatan Transaksi Keuangan menggunakan Software MYOB Accounting a. Transaksi terkait bank e. Perbedaan Financial Accounting dan Managerial Accounting b. Accounts Dan Banking Accounts f. Tujuan Laporan Arus Kas b. Transaksi terkait inventory g. Jurnal umum b. Melakukan Setting: d. Membuat File Data Akuntansi Perusahaan c. Laporan Arus Kas – Direct Method 7. Jurnal penjualan d. Instalasi Software Myob Accounting b.6.

Earnings per common share d. Pajak penghasilan. Bond Sinking Fund f. Item-item Pelaporan arus kas c. Investasi pada obligasi h. Perusahaan korporasi a. Laporan Arus Kas – Direct Method 36    . Akuntansi untuk Bonds Payable e. Likuidasi partnership f. Hutang Obligasi dan Investasi dalam surat hutang obligasi a. Pendanaan korporasi b. Karakteristik obligasi c. Pajak penghasilan perusahaan b. Source of Paid In Capital d. Penerbitan Capital Stock f. Penyajian laporan keuangan partnership 3.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Kewajiban pajak 2. Karakteristik Capital Stock e. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengantar Akuntansi II Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan keterampilan dasar berbahasa inggris yang dapat mendukung prestasi akademiknya. Karakteristik. Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) g. Comprehensive Income f. dan investasi dalam saham a. Kewajiban lancar a. Karakteristik dan Pembentukan korporasi b. Stock Split h. Sifat kewajiban lancar b. Stockholder’s equity c. Laporan Arus Kas a. Appropriation of Retained Earnings e. Appendix: Effective Interest Method of Amortization 6. keuntungan dan kerugian partnership b. Bond Redemption g. Laporan Arus Kas – Indirect Method d. Tujuan Laporan Arus Kas b. Partnership a. Partnership dissolution e. Akuntansi investasi dalam saham 5. item yang tidak biasa. Pembagian net income atau net loss d. Melaporkan unusual items dalam laporan keuangan c. Penyajian Bonds Payable dan Investment in Bonds di Neraca i. Konsep Present Value dan penerapannya pada Bonds Payable d. Akuntansi untuk partnership c. Wesel bayar dan kewajiban lancar lainnya c. Perlakuan akuntansi untuk dividen 4. Kewajiban kontinjensi d.

Setting awal Software MYOB Accounting a. payroll accounts h. Membuat file data akuntansi perusahaan c. Transaksi terkait Inventory g. Melakukan setting: d. Istilah dan Komponen Biaya Manufaktur c. Perbedaan Financial Accounting dan Managerial Accounting b. Job order cost system untuk perusahaan manufaktur e. Jurnal Penjualan d. Job order cost system untuk perusahaan jasa 8. Jurnal Pembelian c. Overview Sistem Akuntansi Biaya d. daftar relasi (card file) i. accounts dan banking accounts f. Akuntansi manajemen dan aplikasinya: Job Order Cost System a. Pencetakan Laporan Laba Rugi c. Instalasi Software MYOB Accounting b. Time Billing 10. Pencetakan Neraca 37    . Jurnal Umum b. Transaksi Payroll f. saldo awal akun-akun 9. Transaksi terkait Bank e. Transaksi Keuangan menggunakan Software MYOB Accounting a. daftar persediaan j. purchase accounts g. Verifikasi Pencatatan Transaksi dan Pencetakan Laporan Keuangan mengggunakan Software MYOB Accounting a.7. Verifikasi Pencatatan Transaksi b. kode pajak e.

Mengenal Dan Mengukur Manfaat Suatu Proyek d. Mengenal Dan Mengukur Biaya Suatu Proyek e. Pengeluaran Pemerintah a. Pajak Penghasilan e. Pengalaman Di Indonesia 4. Macam Manfaat Dan Biaya Suatu Proyek c. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. utang negara.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Keuangan Publik Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang teori peranan keuangan pemerintah. Kebijakan Anggaran c. Kebijakan Harga Hasil Pertanian 38    . Sumber-Sumber Penerimaan Negara b. Kebijakan Apbn. Pengertian Anggaran b. Menentukan Waktu Dan Bunga Diskonto 5. Pengertian Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung b. Kriteria Investasi b. Pajak Bumi Dan Bangunan 7. Kepincangan-Kepincangan Dalam Mekanisme Pasar c. dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Pajak Pertambahan Nilai g. Penggeseran Beban Pajak e. Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian b. Pejak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung Sebagai Sumber Penerimaan Negara c. Distribusi Beban Pemerintah c. Pengaruh Subsidi Barang Dalam Jumlah Tertentu e. Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung a. Sistem Perpajakan Dan Politik Pajak d. Analisa Biaya Dan Manfaat a. kebijakan fiskal. Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah 3. Penerimaan Pemerintah a. Pengaruh Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung Terhadap Kesejahteraan Konsumen d. Kegiatan Dan Pengeluaran Pemerintah Selalu Meningkat b. Peranan Keuangan Pemerintah a. Penetuan Harga Barang Publik b. Pajak Kekayaan f. penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Efisiensi Dalam Pengeluaran Negara c. Macam-Macam Kegiatan Pemerintah 2. Eksternalitas Dan Barang Publik d. Hubungan Antara Penjual/Produsen Dengan Pasar f. Kesejahteraan Yang Hilang Karena Pajak 6. Kebijakan Subsidi d. Penentuan Harga Barang Oleh Pemerintah a. APBN a.

Besarnya Transfer Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Daerah c. Distribusi Pendapatan a. Tujuan Kebijakan Fiskal d. Ikhtisar Dan Kesimpulan 39    . Kesimpulan 12. Meringankan Beban Pinjaman g. Kapasitas Untuk Memabyar Utang Luar Negeri Indonesia f. Kaitan Kebijakan Fiskal Dan Moneter 11. Macam-Macam Kebijakan Fiskal c. Konflik Antara Stabilitas Dan Kesempatan e. Bantuan Pemerintah Dan Pembangunan Daerah Yang Seimbang d. Macam Dan Ciri Utang Negara b. Masalah Pengelolaan Negara 10. Posisi Utang-Utang Indonesia Di Antara Negara-Negara Asean h. Biaya Sosial Dan Pembebanan Pajak 13. Bantuan Pusat “Tax Effort” Dan “Fiscal Need” e. Teknik Redistribusi Pendapatan d. Asal Mula Kebijakan Fiskal b. Pengaruh Pajak Terhadap Distribusi Pendapatan c. Sumber Pinjaman Negara c. Utang Negara a. Pendahuluan b. Pengaruh Pajak Terhadap Produksi b. Pembayaran Utang Luar Negeri Dan Bunga Dalam Hubungannya Dengan Apbn i. Pinjaman Luar Negeri Sebagai Sumber Kapital c. Beberapa Kesulitan Pengukuran Ketidakmerataan c. Masalah Kebijakan Fiscal a. Pengaruh Kebijakan Redistribusi Pendapatan Terhadap Keinginan Untuk Bekerja. Pro Dan Kontra Redistribusi Pendapatan b. Hubungan Pembangunan Ekonomi Dan Pinjman Luar Negeri a. Pengaruh Pajak Dalam Perekonomian a. Pemilihan Antara Pinjaman Dalam Negeri Dan Pinjaman Luar Negeri d.8. Transfer Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Daerah b. Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah a. Pinjaman Luar Negeri Dan Inflasi e. Macam Dan Ciri Utang Negara 9. Pengaruh Pajak Terhadap Keinginan Untuk Bekerja d.

Pengertian Pajak Menurut Ahli Dan Undang-Undang b. hukum pajak. Sistem Pemungutan Pajak. Pengertian Hukum Pajak c. Azas Pemungutan Pajak d. Pengertian Pungutan Selain Pajak c. Hukum Pajak Di Indonesia Beserta Fungsi Dan Tujuannya a. Penerimaan Negara Bukan Pajak 2. Penghasilan Pasal 23/26. Kewajiban Mendaftarkan Diri Menjadi Wajib Pajak Dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak a. Syarat. Jenis Pajak Dan Tarif Pajak a. NPWP c. Sumber Hukum Dan Perkembangan Hukum Pajak b. Syarat. Landasan.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Perpajakan I Agar peserta kuliah dapat menjelaskan pengertian dan fungsi pajak. Perpindahan Tempat Usaha Wajib Pajak g. Reformasi Perpajakan Dan Perubahan UU Pajak 3. Penghapusan NPWP Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 40    . Pengertian Wajib Pajak b. jenis pajak dan tarif pajak. Filosofi Dan Penafsiran Hukum Pajak a. Sejarah Dan Perubahan-Perubahan Hukum Pajak d. Fungsi Dan Tujuan Hukum Pajak e. Fungsi-Fungsi Pajak Dan Turunannya d. Tarif-Tarif Pajak 5. Penagihan Pajak dan ketetapan pajak. Pajak Penghasilan Pasal 22. Pengertian Dan Fungsi Pajak a. Jenis-Jenis Pajak e. Pajak Penghasilan Pasal 21. sengketa pajak. Kegunaan Dan Tatacara Penafsiran Hukum Pajak 4. Sistem Pemungutan Pajak c. Perubahan Data Wajib Pajak. Wajib Pajak dan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Pembukuan dan Pelaporan Pajak. Sanksi Tidak Mendaftarkan Diri f. Pengertian Penafsiran Hukum Pajak c. Tempat Dan Waktu Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak e. Pemeriksaan pajak. Dasar Dan Teori Pemungutan Pajak b. Tempat Dan Waktu Pendaftaran Wajib Pajak d. Pembayaran Pajak. Azas-Azas Di Dalam Penyusunan UU Pajak b. Pajak Penghasilan Pasal 4(2)/15 dan menjelaskan subyek dan obyek pasal 4(2)15 beserta penghitungan PPh pasal 4(2)/15 dan pelaporannya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Sistem pemungutan pajak.

Pengertian Keberatan f. Kewajiban Pembayaran Pajak b. Non Subyek. Sanksi Keterlambatan Pembayaran d. Pengertian Pemeriksaan Pajak b. Dasar-Dasar Penagihan Pajak c. Pengertian Pph b. Pph Pasal 21. Pengertian Pembukuan Dan Pencatatan b. Penagihan Pajak a. Hak Dan Kewajiban Dalam Pemeriksaan Pajak c. Pengertian Pembetulan Ketetapan Pajak b. Latar Belakang Pemotongan Dan Pemungutan Pph c. Tindakan Penagihan Pajak Dari Penerbitan Surat Teguran Sampai Dengan Pelaksanaan Lelang 10. Sanksi -Sanksi 7. Sanksi Tidak Melakukan Pembayaran Pajak 8. Angsuran Dan Penundaan Pembayaran Pajak d. Pengertian Pengurangan Dan Atau Penghapusan Sanksi Administrasi d. Pph Pasal 21 Dan Penghasilan Yang Non Obyek Pph Pasal 21 e. Pasal 22. Pemeriksaan Pajak Dan Ketetapan Pajak a. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan Menjelaskan Subyek. Surat Setoran Pajak c. Tatacara Pengurangan Dan Atau Pengh Sanksi Adm e. Kewajiban Pembukuan Bagi Wajib Pajak c. Pemotong Pph Pasal 21 Yang Dipotong Pph Pasal 21 Dan Penghasilan Yang Merupakan Obyek Pph Ps 21 c. Pengertian Penagihan Pajak b. Pembayaran Pajak a. SKPKB e. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 21 Beserta Komponen Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap a. STP d. Pemotong Dan Pemungut Pph d. Surat Pemberitahauan (SPT) • Kewajiban Penyampaian SPT • Tatacara Penyampaian SPT d. Pengertian Pph Pasal 21 b. Bukan Pemotong Pph Pasal 21. Surat Keputusan Keberatan h. Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap Disetahunkan Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap Tidak Disetahunkan 41    . SKPKBT f. Pengertian Banding i.6. Bukan Yang Dipotong d. Putusan Banding 11. Pasal 23/26 Dan Pph Pasal 4(2) 12. Tatacara Dan Syarat Pengajuan Permohonan Keberatan g. Sengketa Pajak a. Tatacara Dan Syarat Pengajuan Permohonan Banding j. SKPN 9. Pengertian Pajak Penghasilan (Pph) Dan Latar Belakang Pemotongan Dan Pemungutan Pph a. SKPLB g. Tatacara Pembetulan Ketetapan Pajak c. Pembukuan Dan Pelaporan Pajak a.

Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 23/26 Beserta Penghitungan Pph Pasal 23/26 Dan Pelaporannya a. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 22 Dan Menjelaskan Subyek. Pengertian Pph Pasal 22 b. Penghitungan Pph Pasal 23/26 d. Penghitungan Pph Pasal 22 d. Pengertian Pph Pasal 4(2)/15 b. Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 d. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 4(2)/15 Dan Menjelaskan Subyek Dan Obyek Pasal 4(2)/ 15 Beserta Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 Dan Pelaporannya a. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Dan Menjelaskan Subyek. Pelaporan Pph Pasal 22 14. Penghitungan Pph Pasal 21 Bukan Pegawai h. Penghitungan Pph Pasal 21 Tenaga Ahli Penghitungan Pph Pasal 21 Yang Bersifat Final 13. Pelaporan Pph Pasal 23/26 15. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 22 Beserta Penghitungan Pph Pasal 22 Dan Pelaporannya a. Non Subyek. Pengertian Pph Pasal 23/26 b. Subyek Dan Obyek Pph Ps 22 Non Subyek Dan Non Obyek Pph Pasal 22 c. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 23/26. Pelaporan Pph Pasal 4(2)/15 42    . Non Subyek. Penghitungan Pph Pasal 21 Non Pegawai Tetap g. Non Subyek Dan Non Obyek Pph Pasal 23/26 c. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 4(2)/15 c.f.

Obyek Pajak Bersifat Non Final c. c. obyek dan penghitungannya. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Non Usahawan a. Non Obyek Pajak e. obyek dan penghitungannya. Biaya-Biaya Yang Tidak Boleh Dikurangkan (Nondeductible Exp) 6.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Perpajakan II Agar pesrta kuliah mampu menjelaskan pengertian PPh beserta subyek. Pengertian PPh Dan Perkembanganya b. Pengertian Pajak Penghasilan (PPh) Dan Subjek PPh a. Penggolongan Subjek Pajak c. Objek PPh a. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Badan a. obyek dan penghitungannya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Penyusutan Dan Amortisasi c. Wajib Pajak Orang Pribadi d. Penghitungan Pph Pasal 29 Dan 25 Orang Pribadi Usahawan Yang Tidak 5. Pengertian PPN beserta subyek. Kredit Pajak Dan Zakat 4. Kredit Pajak f. pengertian PBB beserta subyek. Norma Penghitungan b. PTKP Dan Penggabungan d. Obyek Pajak Bersifat Final Pajak d. Pokok Penjualan c. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Menyelenggarakan Pembukuan a. Penghasilan Neto. Biaya-Biaya Yang Boleh Dikurangkan (Deductible Expense) b. Omzet Usaha Dan Harga b. Pengertian Dan Pengelompokan Penghasilan b. Wajib Pajak Orang Pribadi b. Penghasilan Bentuk Usaha Tetap 3. Penghitungan PPh Pasal 29 Dan 25 43    . Penghasilan e. Perbedaan WPDN Dan WPLN Non Subjek Pajak 2. Penghasilan Dari Ln Dan Pph Pasal 24 • Kompensasi Kerugian • Kredit Pajak d. Biaya-Biaya Yang Boleh Dan Yang Tidak Boleh Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto a. Pengusaha Tertentu e. ketentuan bea materai. Karyawan c.

Karakteristik PPN 10. Penghitungan PPN d. Karakterisitik PPNBM 44    . Pengertian Dan Macam Dasar Pengenaan Pajak 13. Wajib Pajak Yang Semata-Mata Mempunyai Penghasilan Bersifat Final Dan Ketentuan Tentang Revaluasi Aktiva Tetap a. Obyek PPN Dan Bukan Obyek Ppn Serta Subyek PPN a. Pengertian PPN Dan Karakteristiknya a. Pengkreditan Pajak Masukan. Cara Melunasi Bea Meterai h. Tatacara Pengkreditan Pajak Masukan b. Obyek PPN Dan Perkembangan Obyek Ppn d. Kriteria Pajak Masukan Yang Dapat/Tidak Dapat Dikreditkan c. Penyerahan Bkp/Jkp Dan Kegiatan Usaha/Pekerjaan c. Penghitungan Pph Terutang Untuk Wp Yang Mempunyai Penghasilan Yang Bersifat Non Final Sekaligus Bersifat Final c. Tempat Pajak Terutang Pemusatan Tempat Pajak Terutang 12. Saat Pembuatan Faktur Pajak d. Pengertian Revaluasi Aktiva Tetap d. Pengusaha Kecil f. Saat Pajak Terutang c. Saat Dan Tempat Pajak Terutang a. Daerah b. Penghitungan Ppn Dan PPN a. Pengertian Dan Macam Faktur Pajak b. Terminologi Bkp/Non Bkp Dan Jkp/Non Jkp. Pengertian Faktur Pajak Dan Dasar Pengenaan Pajak a. Saat Terutang f. Subyek PPN e. Pemungut PPN 11. Obyek Bea Meterai d. Pengertian PPN b. Saat Pembuatan Faktur Pajak c. Materiil Faktur Pajak e.7. Persyaratan Formil Dan d. Saat Pelunasan g. Penghitungan Pph Atas Revaluasi Aktiva Tetap 8. Ketentuan Yang Mengatur Tentang Bea Meterai a. Pabean. Sanksi-Sanksi f. Penghasilan Bersifat Final b. Dasar Hukum b. Dasar Hukum PPN c. Hubungan Istimewa g. Jenis Bea Meterai e. Sanksi-Sanksi 9. Saat Terjadi Penyerahan b. Pengertian Bea Meterai c.

Pengertian Subjek Pajak f. Bumi. Dan NJOPTKP e. Pelaporan Pph Pasal 4(2)/15 45    . Tidak Dikenakan. Bangunan. Penagihan. Penghitungan. Penghitungan PBB. Kriteria Subyek Pajak Yang Dapat Ditunjuk sebagai WP 15. Penghitungan Sanksi d. Penghitungan PPNBM 14. Keberatan. Dan Subyek PBB a. SPPT d. Keberatan. Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 d. Obyek Yg Dikenakan. Penghitungan PBB b. Banding Dan Pengurangan PBB a. Pelunasan PBB. Obyek PBB. Keberatan f. Banding g. Banding Dan Pengurangan a. b. Pengertian PBB. SPOP c. Obyek Dan Tarif PPNBM f. Subyek Dan Obyek. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 4(2)/15 c. Saat Dan Tempat PBB Terutang. Penghitungan Sanksi. Pengurangan 16. Pengertian Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB). Pengertian Pph Pasal 4(2)/15 b. Pengertian Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB). NJOP. Saat Dan Tempat PBB Terutang c.e. Penagihan e.

dan nilai tunai f. Perencanaan dan Penganggaran a. Sepuluh aksioma yang mendasari manajemen keuangan 2. Risiko. Arus kas bebas 3. diversifikasi. Perencanaan keuangan dan anggaran d. dan Arus Kas a. Hubungan antara nilai dan penghasilan 8. Laporan Keuangan. metode pembungaan. Tingkat imbal hasil yang diharapkan b. manajemen pembiayaan. Peramalan. Nilai obligasi dan yield to maturity d. Anuitas dan perpetuitas g. Nilai yang akan datang. Nilai saham biasa e. Jenis dan karakteristik obligasi c. Nama Mata kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Laporan laba rugi dan neraca b. Efek inflasi atas tingkat imbal hasil dan hubungan waktu dan tingkat bunga 6. Kriteria Pengambilan Keputusan Penganggaran Modal Cara menurunkan a. Analisis rasio keuangan b. Definisi manajemen keuangan b. Metode net present value 46    . Portofolio beta dan tingkat imbal hasil yang diminta investor d. Karakteristik saham biasa d. Nilai saham preferen c. dan kebijakan dividen. Peramalan Keuangan b. Tingkat Pertumbuhan yang Dapat Dicapai c. Nilai Waktu dari Uang e. Metode payback period b. dan risiko pasar c. Analisis dupont 4. Definisi nilai dan proses dasar penilaian b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Manajemen Keuangan Agar peserta kuliah mampu untuk menjelaskan prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan. Penilaian Obligasi a. Tingkat bunga 5. Risiko dan Imbal Hasil a. Tujuan perusahaan c. Pajak perusahaan c. Jenis dan ciri saham preferen b. tujuan perusahaan. Pengantar Manajemen Keuangan a. Pajak. Lima hubungan penting pada penilaian obligasi 7. Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan dan Cara-cara menghitung GDP a. Penilaian Saham a. Tingkat imbal hasil yang diharapkan pemegang saham f. Bentuk-bentuk organisasi perusahaan d. manajemen investasi.

Penilaian perusahaan – kunci penciptaan nilai perusahaan b. Pengaruh keterbatasan modal c. Risiko keuangan dan risiko bisnis b. Menetapkan komposisi surat berharga yang mudah dijual yang bijak 18. Biaya Modal a. Mendefinisikan modal kerja bersih b.c. keuangan. Analisis leverage operasi. Analisis Risiko dalam Penganggaran Modal a. Metode profitability index d. Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal 9. Kebijakan dividen dalam praktek d. Pengelolaan Nilai Pemegang saham a. Risiko dan keputusan investasi b. Analisis dan Pengaruh dari Leverage a. Menjelaskan pemicu nilai c. dan gabungan 14. Kebijakan Dividen dan Pembiayaan Internal a. Alat dasar pengelolaan struktur modal 15. Kebijakan Dividen dan Pembiayaan Internal a. Pengelolaan Kas dan Surat Berharga. Menggunakan cost of capital perusahaan untuk mengevaluasi investasi baru 12. Metode internal rate of return e. Prinsip hedging dalam pengelolaan modal kerja d. Economic value added (EVA) d. a. Pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham c. Faktor penentu dalam pengelolaan piutang b. Proyek yang bersifat mutually exclusive 10. Metode memasukkan risiko ke dalam penganggaran modal c. Agency cost dan nilai perusahaan d. Pendekatan lain untuk mengevaluasi risiko dalam penganggaran modal 11. Kompensasi berdasarkan kinerja 13. Menghitung biaya modal individual dan biaya modal rata-rata tertimbang c. Tujuan pengelolaan kas b. Menghitung arus kas bebas proyek b. Menganalisa mekanisme-mekanisme yang berbeda untuk pengelolaan prosedur penerimaan dan pengeluaran kas c. Alasan perusahaan mempunyai persediaan 47    . Analisis titik impas c. Perencanaan Struktur Keuangan Perusahaan b. Trade off dalam hal tingkat risiko dan return pada pengelolaan modal kerja c. Pengelolaan Piutang dan Persedian a. Dividen saham dan pemecaham saham e. Teori struktur modal c. Pembelian kembali saham 16. Konsep dan definisi biaya modal b. Mernghitung biaya kredit jangka pendek 17. Pengelolaan Modal Kerja dan Sumber Dana jangka Pendek a. Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal a. Kebijakan dividen b.

Term Loan dan Leases a. Menyimpulkan persediaan pengaruh Total Quality Management terhadap pengelolaan 19. Sumber potensi keuntungan ekonomi leasing dibandingkan pembelian 48    . Menghitung komponen pokok dan bunga dalam hutang cicilan c.c. Karakteristik dasar term loan. Jenis-jenis dasar perjanjian lease d. Menghitung keuntungan bersih leasing dibandingkan membeli aset e. b.

Unsur-Unsur Laporan Arus Kas h. Penentuan Laba c. Implikasi-Implikasi Kerangka Konseptual Akuntansi (SFAC #6) Terhadap Pelaporan Laba 4. Penyertaan Pemilik c. Neraca Dan Laporan Arus Kas a. siklus akuntansi. Tahapan-Tahapan Dalam Proses Akuntansi a. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi f. Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Model Akuntansi Keuangan 2. persediaan. Pelaporan h. kas. Pengikhtisaran d. laporan arus kas. Kerangka Konseptual Akuntansi Menurut FASB: c. Kebutuhan Akan Suatu Kerangka Konseptual Akuntansi b. Pentingnya Pengakuan. Kerangka Konseptual Akuntansi a. Bentuk-Bentuk Laporan Laba Rugi g. Pengungkapan Tambahan Untuk Neraca f. Pengertian Dan Kegunaan Laporan Arus Kas g. Pengakuan Dan Pengukuran Laba a. Kewajiban. Pengukuran. Konsep Pemeliharaan Modal Fisik f. piutang.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Menengah I Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut kerangka kerja konseptual. Pengertian Laba d. Akuntansi Akrual Dan Basis Kas e. Latar Belakang d. Tinjauan Umum Tentang Prinsip-Prinsip Pengakuan. Pengertian Dan Kegunaan Neraca b. Contoh Akuntansi Akrual Dan Basis Kas 3. Pengertian Dan Komposisi Kas b. Konsep Pemeliharaan Modal Finansial e. Manajemen Dan Pengendalian Kas 49    . Tujuan Pelaporan Keuangan e. Kas Dan Investasi Jangka Pendek a. Tahap-Tahap Dalam Proses Akuntansi: b. Pencatatan c. neraca. dan aktiva tetap sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos aktiva. Unsur-Unsur Laporan Keuangan g. Laporan Perubahan-Perubahan Laba Ditahan h. Saldo Kompensasi c. Metode-Metode Pelaporan Arus Kas 5. Perkiran Offset d. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Metode Penutupan Persediaan g. Bentuk-Bentuk Neraca e. Unsur-Unsur Neraca Dan Klasifikasinya: Aktiva. konsep penentuan pendapatan dan pengukuran laba. Pengukuran Dan Pelaporan Laba b. Jurnal-Jurnal Khusus Dan Buku Besar Pembantu f.

Mana Yang Lebih Rendah 6. Pengaruh Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencatatan Persediaan i. Metode Harga Pokok Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah f. LIFO. Pendiskontoan Wesel Tagih k. Penilaian Wesel Tagih Dan Masalah-Masalah Khusus Yang Terkait j. Dan Penilaiannya Berdasarkan Harga Pokok a. l. Metode Harga Jual Eceran Dengan Nilai Dolar/Rupiah d. Metode-Metode Penilaian f. Pengakuan Pendapatan Setelah Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa f. Perbandingan Antara Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Persediaan i. Masalah-Masalah Yang Berhubungan Dengan Pengakuan Pendapatan a. Penjualan Komisi/ Konsinyasi 50    . i. Sistem Periodek d. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Pembangunan Jangka Panjang d. Evaluasi Lifo Sebagai Suatu Metode Alokasi Harga Pokok j. j. Pengertian Dan Klasifikasi Piutang b. Metode-Metode Akuntansi Sebelum Pengakuan Pendapatan j. Kerugian Atas Komitmen-Komitmen Pembelian g. Pengakuan/Pencatatan Piutang c. g. FIFO. Penilaian Dan Tukar Tambah Dan Pemilikan Kembali h. Persediaan. Jenis-Jenis Wesel Tagih i. f. dan Rata-Rata h. Pengakuan Pendapatan Sebelum Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa b. Penyajian Persediaan Di Neraca 9. Metode Deposit-Umum k. Unsur-Unsur Persediaan f. Pengertian Dan Klasifikasi Persediaan b. Basis Penilaian e. Penilaian Dan Pelaporan Piutang d. Penjaminan Dan Penjualan Piutang h. Piutang Dan Wesel Tagih a. Penyajian Piutang Dan Wesel Tagih Di Neraca 7. Metode Penjualan Angsuran g. Metode Harga Jual Eceran c. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang c. Pemilihan Suatu Metode Persediaan 8. e. Sistem-Sistem Persediaan: c. Metode Deposit-Industri Franchise l. Metode Tunai i. Metode Laba Bruto b. h.d. Sistem Perpetual e. Penentuan Harga Pokok Persediaan g. Penilaian Persediaan Berdasarkan Harga-Harga Selain Harga Pokok: e. k. Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Tradisional: Identifikasi Khusus. Metode Pemulihan Biaya h. Kas Kecil Rekonsiliasi Bank Kriteria Untuk Mengklasifikasikan Investasi Jangka Pendek Komposisi Investasi Jangka Pendek Pencatatan Pembelian Dan Penjualan Surat Berharga Yang Dapat Dipasarkan Penilaian Surat Berharga Yang Dapat Segera Dipasarkan Metode Harga Perolehan Metode Harga Pasar Metode Harga Perolehan Atau Harga Pasar. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang Di Bidang Jasa e. Penaksiran Piutang Tak Tertagih g. Prosedur Taksiran Dan Penilaian Harga Pokok Berdasarkan Harga Selain Harga Pokok a.

Penyajian Informasi Aktiva Tetap Di Neraca Dan Pengungkapan Tambahan Yang Diperlukan 51    . Perubahan Dalam Taksiran Variabel Dlm Penyusutan g. Deplesi Sumber Daya Alam f. Melalui Pertukaran Dengan Aktiva Lain j. Melalui Penjualan i. Pengertian Penyusutan b.10. Penghentian Penggunaan Aktiva Tetap: h. Penggunaan Dan Pengafkiran Aktiva Tetap a. Penggantian Kerugian Aktiva Yg Diasuransikan l. Metode-Metode Penyusutan d. Akun. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Penyusutan Periodik c. Pengafkiran k. Amortisasi Aktiva Tetap Tak Berwujud e.

Penentuan Laba c.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Konsep Pemeliharaan Modal Fisik f. Saldo Kompensasi c. Konsep Pemeliharaan Modal Finansial e. Implikasi-Implikasi Kerangka Konseptual Akuntansi (SFAC #6) Terhadap Pelaporan Laba 4. Latar Belakang d. Tahapan-Tahapan Dalam Proses Akuntansi a. piutang. siklus akuntansi. Pengikhtisaran d. Pengukuran. Pencatatan c. Akuntansi Keuangan Menengah I Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut kerangka kerja konseptual. Neraca Dan Laporan Arus Kas a. Bentuk-Bentuk Neraca e. Unsur-Unsur Laporan Keuangan g. Pengungkapan Tambahan Untuk Neraca f. Unsur-Unsur Neraca Dan Klasifikasinya: Aktiva. Pengakuan Dan Pengukuran Laba a. Kerangka Konseptual Akuntansi Menurut FASB: c. Pelaporan h. Perkiran Offset d. Penyertaan Pemilik c. Pengertian Dan Komposisi Kas b. Contoh Akuntansi Akrual Dan Basis Kas 3. neraca. Akuntansi Akrual Dan Basis Kas e. Kebutuhan Akan Suatu Kerangka Konseptual Akuntansi b. persediaan. Metode-Metode Pelaporan Arus Kas 5. Laporan Perubahan-Perubahan Laba Ditahan h. Unsur-Unsur Laporan Arus Kas h. Manajemen Dan Pengendalian Kas 52    . dan aktiva tetap sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos aktiva. Kewajiban. Kerangka Konseptual Akuntansi a. kas. Pengertian Dan Kegunaan Neraca b. Tujuan Pelaporan Keuangan e. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi f. Metode Penutupan Persediaan g. konsep penentuan pendapatan dan pengukuran laba. Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Model Akuntansi Keuangan 2. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengukuran Dan Pelaporan Laba b. Tahap-Tahap Dalam Proses Akuntansi: b. Pengertian Laba d. Kas Dan Investasi Jangka Pendek a. Pengertian Dan Kegunaan Laporan Arus Kas g. Jurnal-Jurnal Khusus Dan Buku Besar Pembantu f. Pentingnya Pengakuan. Bentuk-Bentuk Laporan Laba Rugi g. Tinjauan Umum Tentang Prinsip-Prinsip Pengakuan. laporan arus kas.

Prosedur Taksiran Dan Penilaian Harga Pokok Berdasarkan Harga Selain Harga Pokok a. e. l. Penyajian Persediaan Di Neraca 9. Sistem Perpetual e. k. Penjualan Komisi/ Konsinyasi 53    . Metode Deposit-Industri Franchise l. Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Tradisional: Identifikasi Khusus. Kas Kecil Rekonsiliasi Bank Kriteria Untuk Mengklasifikasikan Investasi Jangka Pendek Komposisi Investasi Jangka Pendek Pencatatan Pembelian Dan Penjualan Surat Berharga Yang Dapat Dipasarkan Penilaian Surat Berharga Yang Dapat Segera Dipasarkan Metode Harga Perolehan Metode Harga Pasar Metode Harga Perolehan Atau Harga Pasar. Pendiskontoan Wesel Tagih k. Penilaian Dan Pelaporan Piutang d. Metode Pemulihan Biaya h. Pengaruh Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencatatan Persediaan i. Pengakuan/Pencatatan Piutang c. Penilaian Persediaan Berdasarkan Harga-Harga Selain Harga Pokok: e. Sistem-Sistem Persediaan: c. g. f. Evaluasi LIFO Sebagai Suatu Metode Alokasi Harga Pokok j. dan rata-rata h. Penyajian Piutang Dan Wesel Tagih Di Neraca 7. Pengakuan Pendapatan Setelah Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa f. Penjaminan Dan Penjualan Piutang h. Persediaan. Metode Tunai i. Metode Laba Bruto b. Kerugian Atas Komitmen-Komitmen Pembelian g. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang Di Bidang Jasa e. Unsur-Unsur Persediaan f. Penaksiran Piutang Tak Tertagih g. Pemilihan Suatu Metode Persediaan 8. Metode-Metode Akuntansi Sebelum Pengakuan Pendapatan j. FIFO. Penentuan Harga Pokok Persediaan g. Metode Penjualan Angsuran g. Dan Penilaiannya Berdasarkan Harga Pokok a. Metode Harga Jual Eceran c. Basis Penilaian e. Metode Harga Jual Eceran Dengan Nilai Dolar/Rupiah d. i. Sistem Periodek d. Pengertian Dan Klasifikasi Piutang b. Penilaian Wesel Tagih Dan Masalah-Masalah Khusus Yang Terkait j. Mana Yang Lebih Rendah 6. Pengakuan Pendapatan Sebelum Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa b. h. Metode-Metode Penilaian f. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang c. Perbandingan Antara Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Persediaan i. LIFO. Jenis-Jenis Wesel Tagih i. Metode Deposit-Umum k. Pengertian Dan Klasifikasi Persediaan b. j. Masalah-Masalah Yang Berhubungan Dengan Pengakuan Pendapatan a.d. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Pembangunan Jangka Panjang d. Piutang Dan Wesel Tagih a. Penilaian Dan Tukar Tambah Dan Pemilikan Kembali h. Metode Harga Pokok Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah f.

Perubahan Dalam Taksiran Variabel Dlm Penyusutan g. Amortisasi Aktiva Tetap Tak Berwujud e. Pengafkiran k. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Penyusutan Periodik c. Penggantian Kerugian Aktiva Yg Diasuransikan l. Metode-Metode Penyusutan d. Akun.10. Penghentian Penggunaan Aktiva Tetap: h. Deplesi Sumber Daya Alam f. Pengertian Penyusutan b. Penggunaan Dan Pengafkiran Aktiva Tetap a. Melalui Pertukaran Dengan Aktiva Lain j. Penyajian Informasi Aktiva Tetap Di Neraca Dan Pengungkapan Tambahan Yang Diperlukan 54    . Melalui Penjualan i.

2. Perubahan Estimasi d. laba per saham. f. Akuntansi Hutang Jangka Pendek. c. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. & Equipment 4. Amortisasi Dan Impairment Aktiva Tak Berwujud Yang Menjadi Subjek Amortisasi f. Pendanaan Dengan Ekuitas a. Impairment Aktiva Tak Berwujud Yang Tidak Menjadi Subjek Amortisasi g. Kapitalisasi Atau Pembebanan d. Akuntansi Untuk Stock Rights. Impairment e. laba ditahan. kewajiban jangka panjang. Pendanaan Dengan Hutang a. Penilaian Aktiva Pada Nilai Kini f. Penarikan Aktiva 55    . Aktiva Tetap –Penggunaan Dan Penarikan a. modal saham. Analisis Posisi Hutang. Off-Balance Sheet Financing. Penyusutan b. Akuntansi Aktiva Tak Berwujud e. leasing. g. Pengungkapan Ekuitas 3. pengakuan pendapatan. PV Obligasi. Penerbitan Modal Saham c. Akuisisi Aktiva Selain Dengan Kas c.Dan Options e. Akuntansi Untuk Pembelian Debt & Equity Securities b. e. Pendanaan Dengan Obligasi. Jenis Dan Klasifikasi Saham b. dan analisis laporan keuangan sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos pasiva dan praktik bisnis yang lain. Pengukuran Efisiensi Property. investasi. perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan. Akuntansi Untuk Saham Treasury d. Plant. Akuntansi Dividen i. Ekuitas Lainnya j. Deplesi c. Klasifikasi Dan Pengukuran Liabilities b. Aktiva Tetap –Akuisisi a. d. Impairment Goodwill h. Stock Conversion g. Akuntansi Stock-Based Compensation f. Faktor Yang Mempengaruhi Laba Ditahan h.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Menengah II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep akuntansi menyangkut pengakuan dan pelaporan atas pos-pos kewajiban lancar. Warrants. Pengungkapan Hutang.

Kerangka Analisis Laporan Keuangan b. Alasan Berinvestasi b. Efek Dari Actual Exercise Or Conversion e. Ikhtisar Perubahan Dan Koreksi Kesalahan 9. Akuntansi Perubahan Nilai Sekuritas f. Kriteria Klasifikasi Leasing c. Penjualan Sekuritas g. Akuntansi Untuk Leasing-Lessee d. Perubahan Akuntansi Dan Koreksi Kesalahan a. Earning Per Share (EPS) a. Perubahan Dalam Akuntansi b. Multiple Potentially Dilutive Securities f. Pembelian Sekuitas d. Pengungkapan Untuk Leasing f. Dampak Penjualan Sekuritas h. Klasifikasi Investasi c. Akuntansi Investasi Ke Sekuritas Hutang Dan Sekuritas Ekuitas a. Diluted EPS d. Klasifikasi Dan Pengungkapan 6. Koreksi Kesalahan c. Dampak Alternative Metode Akuntansi 56    . Penyajian Di Laporan Keuangan g. Analisis Laporan Keuangan a.5. Ilustrasi Komprehensif Multiple Potentially Dilutive Securities 8. Struktur Modal Sederhana Dan Kompleks b. Transfer Sekuritas i. Basic EPS c. Keuntungan Dari Leasing b. Akuntansi Leasing a. Akuntansi Untuk Leasing-Lessor e. Pengakuan Pendapatan Dari Investasi Sekuritas e. Akuntansi Untuk Sale-Leaseback 7.

Akuntansi untuk serial bonds 3. warrants. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis dan klasifikasi modal saham. Klasifikasi dan pengukuran liabilities c. pencatatan untuk penerbitan obligasi. options. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus definisi liabilities. Jenis dan klasifikasi saham b. Penyajian Liabilities di neraca 2. dan stock splits. serta laba per saham sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos pasiva dan praktek bisnis yang lain Pokok Bahasan 1. Stock conversion dan Stock Splits g. kewajiban jangka panjang. Analisis posisi hutang perusahaan i. pengakuan pendapatan. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis dan karakteristik obligasi. Akuntansi untuk Stock rights. leasing. Pelaporan obligasi di neraca j. laba ditahan. pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo. Akuntansi untuk liabilities dengan jumlah yang pasti d. Akuntansi untuk bunga obligasi d. warrants. Akuntansi untuk contingent liabilities f. penerbitan dan pembelian kembali saham. Akuntansi untuk saham treasury e. Definisi Laibilities b. Penyajian Contributed capital di neraca 57    . analisis terhadap posisi hutang perusahaan a.dan options f. Akuntansi Keuangan Menengah II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut pengakuan dan pelaporan atas pos-pos kewajiban lancar. Dan Akuntansi Untuk Liabilities. Off Balance Sheet Financing h. restrukturisai hutang. perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan. Jenis dan karakteristik obligasi b. stock conversion. a. Pelunasan obligasi saat jatuh tempo e. pelunasan obligasi pada saat jatuh tempo. Penerbitan Modal saham d. investasi.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Akuntansi Pemerintahan Spesialisasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Lab. stock rigths. Pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo f. Restrukturisasi hutang g. klasifikasi dan Pengukurannya. a. Akuntansi untuk liabilities dengan jumlah yang diestimasikan e. modal saham. Penerbitan obligasi c. Saham Preferen dan Saham Biasa c.

Pengaruh Conversi atau Penukaran Sekuritas terhadap EPS f. Accounting by Creditors for Impairment of a Loan 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi retained earnings b. Fully Diluted EPS e. Installment Sales Method f. Akuntansi untuk koreksi kesalahan 9. Struktur modal sederhana & kompleks c. Basic EPS d. Klasifikasi dan pengungkapan investasi di neraca f. Akuntansi untuk pembelian Debt & Equity Securities b. Keuntungan dari leasing b. Cash Method h. Kriteria klasifikasi leasing untuk real estate h. Akuntansi untuk Long Term Service Contract d. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis-jenis perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan a. Pencatatan perubahan kategori sekuritas e. Penyajian retained earnings di neraca 5. Cash Surrender Value of Life Insurance h. Kriteria klasifikasi leasing c.4. Kehaursan pengungkapan untuk leasing f. Cost Recovery Method g. Pengaruh Rugi bersih terhadap EPS g. Perubahan di dalam estimasi b. Jenis-jenis dividen dan pencatatannya e. Penyajian EPS di neraca 58    . Perubahan di dalam prinsip akuntansi c. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis-jenis investment in debt & equity securities. Prior period adjustment c. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus akuntansi untuk leasing a. Primary EPS & Fully Diluted EPS h. Pengakuan pendapatan sebelum barang/jasa diserahkan b. Leveraged Leases 8. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus mendalami proses pengakuan pendapatan sebelum barang/jasa diserahkan dan setelah barang/jasa diserahkan a. Long Term Investment in Funds g. S. Keharusan pengungkapan EPS b. Metode Akuntansi untuk transfer asset sebelum pengakuan pendapatan 7. Akuntansi untuk leasing-lessor e. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus faktor-faktor yang mempengaruhi retained earnings dan pembatasan-pembatasan terhadap retained earnings a. Pengakuan pendapatan dari Investments in Securities c. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus earning per share (EPS) a. Akuntansi untuk perubahan nilai sekuritas d. Akuntansi untuk leasing-lessee d. Pengakuan pendapatan setelah barang/jasa dikirimkan/diserahkan e. a. Pembatasan-pembatasan terhadap retaiend earnings d. Akuntansi untuk sale-Leaseback g. Akuntansi untuk Long Term Construction-type Contracts c. Quasi reorganization f. Perubahan di dalam entitas akuntansi d.

Financial Ratio: 59    . Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus analisis laporan keuangan a. Tujuan Analisis Laporan Keuangan b. Comparative Statement Analysis c.10.

Reorganisasi. Pengakuan Laba Kotor c. Pengertian b. a. Likuidasi Perseroan b. 4. Perbedaan Agen Dengan Cabang b. Dan Restrukturisasi Hutang. Pelaporan Transaksi Penjualan Konsinyasi 6. Pembubaran Karena Perubahan Kepemilikan c. reorganisasi. Pengertian b. Penjualan Cicilan Barang Dagangan e. Cicilan Dan Memahami Latar Belakang Teoritisnya. prosedur akuntansi penjualan cicilan. Operasi Penjualan Cicilan c. Pembukuan Atas Komisioner d. Pengertian Joint Venture b. Likudasi d. a. Partnership a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Lanjutan Spesialisasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi menyangkut persekutuan. Akuntansi Joint Venture c. Likuidasi Bertahap Likuidasi Perseroan. Operasi Dan Prosedur Akuntansi Agen c. 3. Pembukuan Untuk “Consignor” e. penggabungan usaha dan konsolidasi. Pokok Bahasan 1. Reorganisasi c. Pembentukan Persekutuan b. restrukturisasi dan likuidasi dari perseroan terbatas. prosedur penjualan konsinyasi. akuntansi cabang. Restrukturisasi Hutang Joint Venture. Retur f. Pembatalan Dan Pemilikan Kembali h. Konsinyasi. a. bentuk usaha joint venture. a. serta transaksi mata uang asing sehingga mahasiswa mampu mempraktekkan masalah-masalah akuntansi yang lebih komplek dalam dunia usaha. Kantor Pusat Dan Cabang a. Penjualan Cicilan Harta Tak Gerak d. Masalah Penghitungan Bunga 5. Penutupan Pembukuan Joint Venture 2. Operasi Dan Prosedur Akuntansi Cabang 60    . Pelaporan Transaksi f. Pertukaran (Trade In) g.

Neraca Konsolidasi Setelah Tanggal Perolehan c. Bentuk Penggabungan Usaha c. Konsolidasi Dengan Menggunakan Cost Method h.d. Laporan Rugi Laba Konsolidasi d. Akuntansi Penggabungan Usaha Dengan Pooling Of Interest Method e. Laporan Keuangan Mata Uang Asing 61    . g. Konsolidasi Dengan Menggunakan Incomplete Equity Method g. Laporan Keuangan Konsolidasi a. Indirect Holdings Dan Mutual Holding a. Transaksi Antar Perusahaan i. Mutual Holdings 10. h. Konsep Transaksi Mata Uang Asing b. Jenis Penggabungan Usaha b. Alokasi Kelebihan Harga Perolehan Investasi Pada Net Asset Dan Goodwill e. f. Struktur Afiliasi b. Penggabungan Usaha a. Indirect Holdings. Neraca Konsolidasi Pada Tanggal Perolehan b. Konsolidasi Dengan Menggunakan Equity Method f. e. Laporan Keuangan Konsolidasi 9. i. Konsep Akuntansi Untuk Penggabungan Usaha d. Akuntansi Penggabungan Usaha Dengan Purchase Method 8. Transaksi Mata Uang Asing Dan Laporan Keuangan Mata Uang Asing a. j. Transaksi-Transaksi Mata Uang Asing c. Laporan Keuangan Gabungan Kantor Pusat Dan Cabang Penyesuaian Atas Perkiraan Timbal Balik (“Reciprocal”) Pengiriman Uang Antar Cabang Pengiriman Barang Dagang Antar Cabang Laporan Keuangan Gabungan Apabila Pengiriman Barang Ke Cabang Dibebani Harga Di Atas Harga Pokok Masalah Kurs Mata Uang Laporan Keuangan Gabungan 7.Connecting Affiliates Structure d. Indirect Holdings-Father-Son-Grandson Strucuture c.

job order. Klasifikasi Biaya 3. Sekilas Tentang Sistem Harga Pokok Pesanan b. sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik kalkulasi harga pokok. Sertifikasi & Etika Dan Badan-Badan Yang Mempengaruhi Profesi 2. departementalisasi factory overhead. perencanaan dan pengendalian biaya. Konsep Biaya b. Sistem Biaya d. Sistem Dan Akumulasi Biaya a. metode akumulasi biaya. Klasifikasian Biaya Berdasarkan Volume. Pengembangan Regresi Dan Persamaan Korelasi 4. Sistem Harga Pokok Proses. Sistem Harga Pokok Pesanan Dalam Perusahaan Jasa 6. Departemen Biaya d. biaya bahan. Pelaporan Hasil-Hasil Operasi. klasifikasi biaya dan sistem informasi biaya. Sistem Harga Pokok Pesanan Dan Akuntansinya Dalam Perusahaan Industri Dan Jasa a. konsep biaya kualitas. dan akuntansi berdasar aktivitas. proses costing. Sistem Informasi Akuntansi Biaya Dan Klasifikasi Biaya a. peran controller. joint cost dan joint product. Akuntansi Tenaga Kerja d. Pelaporan Hasil-Hasil Operasi c. Konsep Biaya. konsep biaya. Dan Pemilahan Biaya Tetap Dan Variable a. Memisahkan Biaya Tetap Dan Variabel c. Arus Biaya Dalam Perusahaan Industri b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Arus Biaya Dalam Perusahaan Industri. Akuntansi Pekerjaan Telah Selesai Dan Terjual f. Peranan Kontroller. Laporan Harga Pokok Produksi 62    . Fungsi-Fungsi Manajemen b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Biaya Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang fungsi manajemen. penganggaran. Akuntansi Overhead Pabrik e. Proses Akumulasi Biaya b. Fungsi-Fungsi Manajemen. a. siklus biaya. peran akuntansi biaya. Akumulasi Biaya 5. dan analisis biaya dan laba. Sistem Informasi Akuntansi Biaya c. Akuntansi Bahan c. Peranan Akuntansi Biaya e. Dan Peranan Akuntansi Biaya a. Partisipasi Kontroller Dalam Perencanaan & Pengendalian c. biaya overhead. Mengklasifikasi Biaya b.

Perubahan Tarif Overhead 12. Penganggaran: Pengeluaran Modal. Prinsip Penganggaran c. Metode Penghitungan Harga Pokok Produk Sampingan 9. Dan PERT a. Penganggaran: Laba. Departementalisasi a. Pengendalian Bahan d.Time Dan Backflushing a. Riset Dan Pengembangan. Penentuan Varians Biaya c. Keuntungan Strategis ABC d. ABC Dan Distrosi Harga Pokok Produk c. Just. Riset Dan Pengembangan c. Departemen Produksi Dan Pendukung c. Perolehan Dan Penggunaan Bahan b. Anggaran Pengeluaran Modal b. PERT 16. Penghitungan Tarif Overhead e. Biaya-Biaya Kualitas b.In. Anggaran Lengkap 15. Biaya Bahan a. Akuntansi Untuk Kerugian Produksi Dalam Sistem Harga Pokok Pesanan c. Backflushing 11. Biaya-Biaya Langsung Departemen d. Definisi Produk Sampingan Dan Produk Bersama b. Biaya-Biaya Tidak Langsung Departemen e. Standard Costing: Penyusunan Standar Dan Analisis Varians a. Sifat Overhead Pabrik b. Tarif Overhead Pabrik a. Departementalisasi b. Model Kuantitatif c. Penjualan. Penetapan Tarif Overhead Departemental 13. Biaya Kualitas Dan Akuntansi Kegagalan Untuk Kerugian Produksi a. Overhead Pabrik Dibebankan Dan Kelebihan/Kekurangan Pembebanan g. Anggaran Kas d. Perencanaan Laba b. Akuntansi Aktivitas a. Just-In-Time b. Kelebihan Dan Kekurangan ABC f. Kas. Dan Biaya a. Varians Bauran Dan Yield 63    . Metode-Metode Penghitungan Persediaan 10. Sistem ABC b. Harga Pokok Produk Sampingan Dan Produk Bersama a. ABM 14. Akuntansi Untuk Kerugian Produksi Dalam Sistem Harga Pokok Proses 8. Contoh Implementasi ABC e. Penyusunan Standar b. Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Penentuan Tarif Overhead d. Menggunakan Tarif Overhead Yang Ditentukan Dimuka c. Penambahan Bahan Di Departemen 2 Dan Selanjutnya 7.c. Overhead Pabrik Aktual f.

d. Pertanggungjawaban Dan Pengendalian Varians 17. Standard Costing: Incorporating Standards Into The Accounting Records a. Penyusunan Standar b. Penentuan Varians Biaya c. Varians Bauran Dan Yield d. Pertanggungjawaban Dan Pengendalian Varians 18. Pembiayaan Langsung, CVP, Dan Theory Of Constraint a. Direct Costing b. CVP Analysis c. TOC

64   

Nama Program

:

Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Sistem Informasi Akuntansi Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang siklus utama bisnis, peran E business, desain database, system tools, penggunaan teknologi informasi, pengendalian dan audit sistem informasi serta penerapan Sistem Informasi Akuntansi.

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU)

: :

Pokok Bahasan 1. Introduction Of AIS Dan Metode Pembelajaran SIA a. Metode Pembelajaran SIA Dan Materi Pelajaran Selama 1 Semester b. Definisi SIA c. Peranan SIA Dalam Dunia Usaha SIA Dalam Dunia Usaha a. Proses Data Transaksi SIA Dalam Dunia Usaha Dan Pengantar E Busines a. E Business b. Metode Meminimalisir Hambatan E Business c. Teknologi Communication Network Dalam E Business d. Hambatan E Business e. Teknologi Communication Network Dalam E Business Data Base Relasional a. Sistem Database Dan File b. Pengorganisasian Data Ke Dalam Base Relasional Pembuatan Model Database Dan Desain Database a. Pembuatan Diagram ER b. Analisa Diagram ER

2.

3.

4.

5.

6. Pengembangan Sistem Dan Teknik Dokumentasinya a. Pembuatan DFD Dan Flowchart b. Evaluasi DFD Dan Flowchart 7. Pengendalian Intern Dan Pengendalian SIA Berbasis Komputer a. Definisi Dan Komponen Pengendalian Intern b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi Dan Prosedur Pengendaliannya c. Prinsip Keandalan Sistem d. Kriteria Pencapaian Prinsip Tsb 8. Penipuan Dan Pengamanan Komputer a. Peluang Terjadinya Penipuan b. Teknik2 Penipuan Via Komputer c. Cara Mendeteksi Penipuan 9. Siklus Pendapatan: Penjualan Dan Penagihan Kas a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pendapatan b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Pendapatan

65   

10. Siklus Pengeluaran : Pembelian Dan Pengeluaran Kas a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pengeluaran b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Pengeluaran 11. Siklus Produksi a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Produksi b. Ancaman Yg Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Produksi 12. Siklus Penggajian Dan Manajemen Sumber Daya Manusia a. Aktivitas Bisnis Siklus Penggajian Dan MSDM b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Penggajian Dan MSDM 13. Sistem Buku Besar Dan Pelaporan a. Proses Update Buku Besar. b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Implikasi Perkembangan TI d. Evaluasi Model Data REA Sistem Buku Besar Dan Pelaporan 14. Pengantar Pengembangan Sistem Dan Analisis Sistem a. Tahap-Tahap Dalam Siklus Pengembangan Sistem (SDLC) b. Langkah2 Dlm Analisa Sistem 15. Strategi Pengembangan SIA a. Alternatif Pengadaan Software b. Penggunaan Prototipe c. Penggunaan Computer Aided Software Engineering 16. Desain, Implementasi Dan Operasi Sistem a. Tahap Desain Sistem b. Iahap Implementasi Sisten c. Tahap Operasi & Pemeliharaan

66   

Prinsip-Prinsip. Fungsi. Sistem Penyusunan/Perenca-Naan Anggaran 67    . Pengertian Pajak Langsung Dan Tak Langsung b. Pinjaman Luar Negeri Sebagai Sumber Kapital b. Pajak Langsung Dan Tak Langsung Sebagai Sumber Penerimaan Negara c. Pemilihan Antara Pinjaman DN Dan LN. Pengaruh Pajak Terhadap Pro-Duksi i. 5. Pengaruh Pajak Terhadap Dis-Tribusi Pendapatan j. Penerimaan Pemerintah Dan Pengaruh Pajak Dalam Perekonomian Serta Pinjaman Luar Negeri a. a. Pajak Langsung Maupun Pajak Langsung a. Pajak Pertambahan Nilai g. Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara a. Pengaruh Pajak Langsung Dan Tak Langsung Terhadap Kesejahteraan Konsumen d. Kebijakan Subsidi d. Distribusi Beban Pemerintah c. dalam kaitannya sebagai stabilisasi pembangunan ekonomi. Hubungan Antara Penjual / Produsen Dengan Pasar f.Nama Program : Program Diploma III Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Administrasi Keuangan Negara I Membekali peserta didik dengan teori mengenai fungsi pemerintah dalam perekonomian yang tercermin dalam kebijaksanaan anggaran belanja dan kebijaksanaan fiskal serta kegagalan mekanisme pasar akibat campur tangan pemerintah. Dan Klasifikasi Anggaran b. 4. 2. Eksternalitas Dan Barang Publik d. 6. Kegiatan Dan Pengeluaran Pemerintah Selalu Meningkat b. Pengeluaran Pemerintah a. Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Penggeseran Beban Pajak e. Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah. Efisiensi Dalam Pengeluaran Negara c. Pajak Kekayaan f. Hubungan Antara Pembangunan Ekonomi Dan Pinjaman Luar Negeri.Sumber Penerimaan Negara b. Kesejahteraan Yang Hilang Karena Pajak. Sistem Perpajakan Dan Politik Pajak d. Macam . Asas-Asas. Pengaruh Subsidi Barang Dalam Jumlah Tertentu e. 3. Pajak Penghasilan e.Macam Kegiatan Pemerintah. Kepincangan-Kepincangan Dalam Mekanisme Pasar c. Pajak Bumi Dan Bangunan h. Pengaruh Pajak Terhadap Keinginan Untuk Bekerja. Pengetian Dan Ruang Lingkup Keuangan Negara a. Sumber .

. Belanja Rutin g. Jenis Pengeluaran Dalam Anggaran Rutin b. Konflik Antara Stabilitas Dan Kesempatan Kerja e. Dana Yang Dikelola Oleh Bendaharawan UYHD. Penganggaran d. Kebijakan Anggaran d. Kebijakan APBN. Pengertian. Perlengkapan Dan Kekayaan Milik Negara a. Asal Mula Kebijakan Fiskal b. Pengurusan Comptable (Khu-Sus) d. Belanja Pegawai c. Pertanggungjawaban Keuangan Negara (PAN). Pemeriksaan Pelaksanaan Anggaran Oleh BPK f. Siklus Anggaran a. Perencanaan Dan Penentuan Kebutuhan c. 7.c. Proses Pengelolaan Barang. Pengertian Siklus Anggaran b. Penyusunan Rancangan Anggaran Oleh Pemerintah c. Ruang Lingkup. Pengurusan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara a. Kebijakan Fiskal a. Pengurusan Keuangan Negara b. 13. Pengajuan Rancangan Anggaran Kepada DPR Dan Pembahasan Rancangan Anggaran d. Obyek. Pengertian Dan Ruang Ling-Kup Administrasi Keuangan Negara 10. 9. Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Negara a. Perbaikan (Revisi) Terhadap Anggaran Pembangunan. Utang Negara a. Perjalanan Dinas f. Fungsi Bendaharawan e. Perbaikan (Revisi) Terhadap Anggaran Rutin h. Tujuan Kebijakan Fiskal d. Pelaksanaan Anggaran Oleh Pemerintah. Dan Tugas Administrasi b. Pengalaman Di Indonesia. Belanja Pemeliharaan e. Belanja Subsidi/Bantuan g. 12. Jenis Pengeluaran Dalam Belanja Pembangunan i. Administrasi Keuangan Negara a.Pengurusan Administratif (Umum) c. Macam-Macam Kebijakan Fiskal c. Macam Dan Ciri Utang Negara b. Pelaksanaan Anggaran Oleh Pemerintah e. Pengadaan Barang / Jasa Instansi Pemerintah e. Kaitan Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter. Jenis-Jenis Pengeluaran a. Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Negara 11. Masalah Pengelolaan Utang Negara 8. Belanja Barang d. Pendahuluan b. Sumber Pinjaman Negara c. 14. Pengertian Dan Peristilahan Mengenai Barang/Jasa 68    . Dana Yang Dikelola Oleh Bendaharawan Proyek h. Macam-Macam Bendaharawan f. Tingkatan Peraturan Admi-Nistrasi Keuangan Negara b.

Pengertian Tuntutan Ganti Rugi (TGR) c. Tuntutan Ganti Rugi Dan Tuntutan Perbendaharaan a.Sumber Penerimaan Keuangan Daerah Otonom f. Jenis-Jenis Pinjaman Luar Negeri c. Perencanaan Pinjaman Proyek / Bantuan Teknik Luar Negeri 69    . Pengertian Pinjaman Luar Negeri b. Pembagian Daerah c. Penelitian Dan Tindakan Pendahuluan TP i. 16. Perkembangan Hubungan Keuangan Pusat Dan Daerah c. Hubungan Keuangan Pusat Dan Daerah a. Pengertian Dan Dasar Hukum Tuntutan Perbendaharaan (TP) h. Pengadaan Dalam Negeri / Lokal : Pelelangan Pemilikan Swakelola Pengadaan Luar Negeri / Internasional Penyaluran Dan Penyimpanan Pergudangan. Dasar-Dasar Pembiayaan Pemerintahan Daerah Otonom e. o. Dasar Pemikiran Dan Dasar Hukum Otonomi Daerah b. h. Tinjauan Luar Negeri a. Kadaluarsa TGR g. Pengertian. n. Sistem Informasi Keuangan Daerah otonom 18. m. Pengawasan TGR Dan TP. j. Penghapusan k. l. Pendahuluan b. g. Dan Penghapusan Inventarisasi Pengendalian/Pengawasan Barang Kekayaan Milik Negara. i. Pengaturan Subsidi / Perimbangan Keuangan d. Pengertian Hubungan Keuangan Pusat (APBN) Dan Daerah (APBD) b. 15. Proses Tuntutan Ganti Rugi f. 17. Penelitian Dan Tindakan Pen-Dahuluan TGR e. Prosedur Tuntutan Perbendaharaan Biasa Dan Khusus j. Pemeliharaan. Otonomi Daerah a. Dasar Hukum TGR d. Pengelolaan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Otonom g. Sumber . Pembentukan Dan Susunan Pemerintahan Daerah d. Bantuan Pembiayaan Kepada Daerah Dan Penggunaannya.f. k.

ketentuan pengadaan barang dan jasa. pemanfaatan dan pemindahtangan. Jenis-Jenis Penawaran b. Dan Fungsi Administrasi Dan Keuangan Terkait Pengelolaan Aset Negara a. Unsur-Unsur. perencanaan pengadaan. Tatacara Pelelangan Terbatas d. Pengertian Asset Negara. penatausahaan barang milik negara. Mempelajari Tatacara Penilaian/Evaluasi Pengadaan Pelaksanaan Pengadaan a. Penentuan HPS 4. Penyusunan Dokumen Pengadaan Jasa 6. Tatacara Seleksi Umum e. Pengumuman Dan Penentuan Biaya d. pengelolaan piutang dan utang. dan badan layanan Umum. Lingkup. Pengertian Aset Negara. Pemaketan b. Kebijakan Pengadaan 3. Pengertian Dan Ruang Lingkup Pengelolaan Asset Negara. Dasar Hukum Pengelolaan Asset Negara 2. Tatacara Swakelola f. Tatacara Penunjukan Langsung b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Jenis-Jenis Penilaian/Metode Evaluasi Pembuatan Kontrak. Mempelajari Tatacara Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah a. Asas-Asas. c. Prinsip-Prinsip. Tatacara Pelelangan Umum e. Data Dukung Penganggaran Asset Negara c. pengelolaan Investasi. Dan 70    . Tatacara Pemilihan Langsun c. Penyusunan Jadwal Pengadaan f. Jenis-Jenis Pengadaan Asset Negara d. Penyusunan Dokumen Pengadaan 5. Tatacara Penunjukan Langsung b. Tatacara Swakeola f. Pembentukan Panitia c. Fungsi. Dan Jenis-Jenis Asset Negara b. Tatacara Seleksi Terbatas d. Mempelajari Tatacara Pengadaan Jasa a. Tatacara Pemilihan Langsung c. Penentuan Sistem Pengadaan e. Perencanaan Dan Penganggaran Asset Negara b. Pengertian.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Administrasi Keuangan Negara II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengertian pengelolaan barang milik negara. Mempelajari Tatacara Pelaksanaan Pengadaan Barang Pemerintah a. penghapusan. Dan Pengelolaan Asset Negara d. Mempelajari Masalah Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah a.

Pembukuan Termasuk Klasifikasi Dan Koding c. Mempelajari Penghapusan Dan Pemindahtangan Aset Negara a.c. Mempelajari Penggunaan. Pelaksanaan Pekerjaan 7. Tatacara Pengawasan c. Inventarisasi Fisik b. Mempelajari Pengendalian Dan Penawasan Asset Negara a. Mempelajari Pemanfaatan Asset Negara a. Tatacara Pengamanan 8. Tuntutan Gant Rugi 71    . Tatacara Pemeliharaan c. Penyewaan b. Tatacara Dan Syarat Penghapusan b. Kerjasama Operasi c. Isi Kontrak e. Pemeliharaan Dan Pengamanan Asset Negara a. Tatacara Penggunaan Aset Negara b. Mempelajari Penatausahaan Asset Negara a. Pelaporan 10. Tatacara Dan Syarat Pemindahtangan 11. Bangun Serah Guna (BTO) 9. Jenis-Jenis Kontrak d. Bangun Guna Serah (BOT) d. Tatacara Pengedalian b.

Sumber Pendapatan (Pajak.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintah I Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu memahami. Evolusi Prinsip Akuntansi b. Overview Atas Pelaporan Anggaran 4. Prinsip Akuntansi Dan Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Organisasi Non Profit 2. Karakteristik Dan Tipe Organisasi Pemerintah Dan Non Profit b. Jurnal Pembalik e. General And Special Revenue Fund a. Tujuan Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Non Profit c. Expenditures. menjelaskan dan mengevaluasi praktik-praktik akuntansi yang berlaku di pemerintah termasuk institusi pemerintah dan swasta yang mengelola dana publik Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Konsep Penganggaran. Jurnal Penutup c. Lingkungan Dan Karakteristik Akuntansi Pemerintah Dan Organisasi Nonprofit a. Expenditures. Penyiapan Anggaran e. Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Pemerintah a. Akuntansi Anggaran Dan Pelaporan Anggaran a. Perubahan Prinsip Akuntansi 72    . Intergovernmental. Statement Of Revenues. Statement Of Revenues. Perencanaan. Neraca d. Perijinan. Prinsip Government Accounting Standard Board 3. Terminologi Penganggaran Dasar c. And Change In Fund Balance e. And Change In Fund Balance (Budget And Actual) 5. Pengendalian Dan Evaluasi Anggaran b. Dll) c. Pendekatan Dalam Penganggaran d. Revisi Anggaran Pendapatan d. Koreksi Kesalahan f. Revenue Accounting (Governmental Funds) a. Akuntansi General Fund b. Definisi Dan Pengakuan Pendapatan b. Karakteristik Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Non Profit d. Pertimbangan Dan Tindakan Legislative f. Lingkungan Dan Tujuan c. Overview Atas Akuntansi Penganggaran g.

Expenditure Accounting (Governmental Funds) a. Lingkungan DSF. Ilustrawsi Kasus DSF (Terkait Dengan Bonds) 9. Pengendalian Akuntansi Expenditure d. Trust And Agency (Fiduciary) Funds a. Operasi Dan Standar Akuntansi CPF b. Fokus Akuntabilitas b.6. Definisi Dan Pengakuan Expenditure b. Pensions Trust Funds e. Perubahan Prinsip Akuntansi k. Trust Funds c. Jurnal Penutup 7. Ilustrasi Kasus CPF 8. Pembiayaan Dan Pengakuan Expenditure b. Jurnal Penyesuaian i. Agency Funds d. General Fixed Assets Accounting b. Prosedur Akuntansi Expenditure e. Klasifikasi Expenditure f. Capital Project Funds (CPF) a. Pengungkapan Dalam Laporan Keuangan 73    . Revisi Apropriasi h. Laporan Keuangan f. Klasifikasi Expenditure c. General Fixed Assets And General Long Term Debts Accounting a. Jurnal Koreksi j. Debt Service Funds (DSF) a. General Long Term Debts Accounting 10. Akuntansi Atas Alokasi Dan Allotments g.

Standar Pelaporan d. Lembaga Penyadang Bea Siswa 7. Special Fund c. Dana Pensiun Di Indonesia c. Dan Tujuan Pembukuan a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. GFAAG/GLTDAG b. Dan Tujuan Pembukuan a. Hubungan Dengan Dana Lain Praktik-Praktik Akuntansi Organisasi. Pelaporan Dan Tujuan Pembukuan a. Pelaporan 6. Hubungan Dengan Dana Lain Praktik-Praktik Akuntansi Organisasi. dan mampu mengidentifikasikan serta mengevaluasi praktik-praktik yang diterapkan oleh satuan kerja pemerintah dan institusi yang mengelola dana publik. 3. BUMN/BUMD Organisasi Yang Dibentuk Untuk Mengelola Dana Masyarakat a. Kelompok Institusi Dana Menurut GASB Akuntansi . Hubungan Dengan Dana Lain 2. 5.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintah II Setelah mata kuliah ini mahasiswa mempunyai bekal yang memadai mengenai praktik-praktik akuntansi yang berlaku pada pemerintah. Institusi Pengelola b. Pelaporan. Standar Akuntansi c. Pelaporan. Proprietary Fund b. Pelaporan d. General Fund b. Praktik Akuntansi. Pencatatan c. Pelaporan Dan Perbandingan a. Fiduciary Fund b. Debt Servise Fund b. 74    . Tujuan Pembentukan Dana Yang Bertujuan Mencari Laba. 4. Pelaporan d. Capital Project Fund b. Praktik-Praktik Akuntansi Dalam Institusi Pengelola Dana Publik Baik Pemerintah Maupun ONL Swasta a. Journal Entry c. Journal Entri d. Pelaporan e. Journal Entry c. Belanja Modal Dan Penerbitan Surat Utang Jangka Panjang Untuk Dana Yang Tujuannya Pelaporan a.

8. 75    . Rumah Sakit Tujuan Pembentukan Perguruan Tinggi Baik Negeri Maupun Swasta a. Perguruan Tinggi 9. Praktik Akuntansi Dan Pelaporan Rumah Sakit Serta Perbandingan Antar Rumah Sakit Pemerintah Dengan Rumah Sakit Swasta a.

jenis dan proses memperoleh bahan bukti audit. Standar Teknis. Kewajiban Kepada Pihak Ketiga d. pokok-pokok tujuan audit. a. Isi Laporan Audit b. modal dan laba ditahan. Penyimpangan Dari Pendapat WTP d. aktiva tetap termasuk penyusutannya serta memahami karakteristik capital expenditure dan revenue expenditure. persediaan dan harga pokok penjualan. Materialitas e. Integritas. kewajiban hukum. 5. Dan Penawaran Kewajiban Hukum. Kepastian Negative Penyusunan Laporan Audit Sesuai Kaidah Yang Berlaku. kerangka dasar materialitas dan risiko. Kewajiban Terhadap Klien c. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. tujuan pengendalian intern serta dasar-dasar audit kas. a. dan arti penting tahap perampungan audit. Kewajiban Criminal 2.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Auditing Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tentang audit dan profesi auditor. Hakikat Auditing b. Jenis Audit Dan Auditor Penyusunan Laporan Audit Sesuai Kaidah Yang Berlaku. studi atas struktur pengendalian intern. 3. Laporan Audit Dengan Opini WTP c. Materialitas e. Definisi Hukum b. Standar Audit d. hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan audit. kewajiban. perhitungan rugi laba. piutang. a. Laporan Audit Dengan Opini WTP c. Obyektivitas. Kerangka Dasar Audit Dan Profesi Akuntan / Auditor. Perbedaan Auditing Dan Akuntansi c. Isi Laporaan Audit b. Etika Dalam Bisnis c. Penyimpangan Dari Pendapat WTP d. Kepastian Negative Prinsip-Prinsip Kode Etik Profesi Akuntan a. proses penyusunan rencana dan program audit. kaidah-kaidah laporan audit. 4. Kode Etik b. prinsipprinsip kode etik profesi akuntan. Kode Perilaku Akuntan Indonesia d. 76    . a.

Auditor c. Pertimbangan Materialitas c. a. a. Materialitas Dan Risiko Audit. Evaluasi Hasil h. Prosedur Audit Dan KKA d. Inventarisasi Fisik Persediaan e. Tanggung Jawab Manajemen . Penilaian Atas SPI Perusahaan. Going Concern 9. a. Bebarapa Contoh Penggelapan Kas f. Penyajian Di Laporan Keuangan 77    . Tujuan Audit Piutang Dan Penagihan b. Siklus Transaksi Kas d. Prosedur Analitis f. Perencanaan Nama Program Audit e. Metode Pemrosesan Data d. Pencapaian Tujuan Audit Jenis Dan Proses Mengumpulkan Bahan Bukti Audit. Teknik Statistik Dan Komputerisasi 7. Pengendalian Intern Piutang c. Audit Piutang. Ikhtisar Proses Audit 11. Keputusan Bahan Bukti Audit c. 8. Nama Program Audit Kasrekonsiliasi Kas/Bank e. a. Audit Persediaan Dan Harga Pokok Penjualan. Bauran Bahan Bukti d. Tujuan Laporan Audit Atas Laporan Keuangan b. Nama Program Audit Piutang Dan Konfirmasi Piutang d. Pertimbangan Materialitas Dan Risiko g. Kepentingan Klien Dan Auditor b. Penyajian Di Neraca 12. Rencana Dan Program Audit Secara Lengkap. Lingkungan SPI 10. Menetapkan Tujuan Audit d. Audit Kas a. Tujuan Audit Umum e. Pengendalian Intern Kas c. a. a. Penilaian Persediaan f. Pengendalian Intern Persediaan Dan Harga Pokok Penjualan c. Alokasi Pertimbangan d. Risiko Bawaan f. Elemen SPI e. Tujuan Audit Persediaan HPP b. Sistem Akuntansi Tipikal c. Tujuan Audit Kas b. Pokok-Pokok Tujuan Audit. Hubungan Antara Pengujian Dan Bahan Bukti c. Hakkikat Risiko e. Jenis-Jenis Pengujian b. Materialitas b. Bahan Bukti Yang Menyimpulkan d. Hakikat Bahan Bukti b.6. Jenis Bahan Bukti e. Penyajian Piutang Di Neraca 13. a.

Prosedur Audit b. Audit Atas Modal dan Laba Yang Ditahan a. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 15. Audit Berbagai Jenis Kewajiban Jangka Pendek Dan Jangka Panjang a. Prosedur Dan Reviu Audit a. Tujuan Audit Aktiva Tetap b. Prosedur Audit Dan KKA b. Tujuan Audit Kewajiban Jangka Panjang b. Capital Expenditure Dan Revenue Expenditure e. Reviu Audit 18. Prosedur Audit Dan KKA c. Audit Perhitungan Rugi-Laba a. Prosedur Audit Mencakup Audit Atas Penyusutan Aktiva Tetap d.14. Audit Aktiva Tetap a. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 16. Pengendalian Intern Aktiva Tetap c. Prosedur Audit b. Reviu Audit 78    . Penyajian Dalam Laporan Keuangan 17.

a. Bukti Audit Teknik Audit. Kode Etik Dari BPKP. Kode Etik Dari BPK RI. Audit Neraca. 10. Pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu di pemerintahan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.D 7. b. Jenis Bukti Audit.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Audit Sektor Publik. 2. Laporan Audit. Unsur Pengendalian Intern Dan Evaluasinya a. Standar Pemeriksaan Keuangan Di SPAP a. 3. Kode Etik Di Pemerintahan a. 7. Reviu a. 79    . Rencana Di Unit Pemeriksa. Laporan Audit Standar. Jenis Audit Dalam SPKN Dan Lembaga Pemeriksa Di Pemerintahan a. Teknik Audit 8. b. b. Audit Akun Asset Lancar Dan Investasi. Peranan Lembaga Pemeriksa Di Pemerintahan. a. b. b. 9. Standar. c. Audit Aktiva Tetap. b. a. Reviu Pokok Bahasan 1 S. Evaluasi Pengendalian Intern. Laporan Yang Menyimpang Dari Bentuk Standar. Unsur Pengendalian Intern. 5. Risiko Dalam Audit. Standar Pemeriksaan Keuangan Di SPAP Yang Berlaku Juga Bagi Pemeriksaan Keuangan Di Pemerintahan. Perencanaan Pemeriksaan Di Pemerintahan a. Audit Kewajiban Dan Ekuitas. b. Standar Tambahan Pemeriaksaan Keuangan Di Pemerintahan Dari SPAP Di SPKN a. Beberapa Ciri Standar Tambahan. 4. Ruang Lingkup Standar Pemeriksaan Keuangan. Rencana Pemeriksaan Di Tim Pemeriksa 6. Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pemeriksaan pada pemerintahan yang meliputi pemeriksaan keuangan pemerintah pusat dan daerah. Mendokumentasikan Bukti Audit . b. c. b. Jenis Audit Di Pemerintahan.Standar Pemeriksaan Keuangan Tambahan Di SPKN. c.

a.11. Audit Belanja Dan Pembiayaan 12. 80    . Audit Laporan Realisasi Anggaran. a. Audit Pendapatan. Perencanaan Audit Kinerja. b. Reviu. Pengumpulan Dan Pengorganisasian Bukti Audit. Pelaksanaan Audit Kinerja.D 7 (Setelah Mid-Term). 16. b. Pendistribusian Dan Laporan Yang Bersifat Rahasia. Laporan Audit Kinerja. Contoh Audit Kinerja Di Instansi. Reviu Pokok Bahasan 1 S. b. a. Kasus Audit Kinerja a. Temuan Dan Pengembangan Temuan. a. Contoh Audit Kinerja Di Nama Program Dan Kegiatan. Tahapan Perencanaan Audit Kinerja 13. b. Laporan Audit Kinerja. 15. a. 14.

Baik Sebagai Pembeli Yang Memungut/Dipungut Maupun Sebagai Penjual Yang Memungut/Dipungut Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Klasifikasi PPh Pasal 22 b. Klasifikasi PPh Pasal 23 c. Perbedaan Akuntansi Pajak Dengan Akuntansi Secara Umum. Klasifikasi PPh Pasal 26 c. Transaksi PPh Pasal 22 Secara Menyeluruh. Pencatatan Dan Pembebanan PPh Pasal 21. Baik Ditanggung Perusahaan Atau Sebagai Tunjangan Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. a. 2. Cash Basis Atau Accrual Basis. Neraca Dan Transaksi Yang Terkait Dengan Aspek Perpajakan. Objek PPh Pasal 21 b. d. Klasifikasi PPh Pasal 21 c. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 21. THR. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 21 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 23 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. PSAK Dengan UU KUP Pasal 28 a. 4. Definisi Akuntansi b. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 23 atas Biaya dan Pendapatan. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 22 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 26 atas Biaya dan Pendapatan. 81    . 3. 22.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Perpajakan Membekali peserta didik dengan pengetahuan pencatatan transaksi. d. 22 dan 23 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Objek PPh Pasal 26 b. penyajian laporan laba rugi dan neraca yang berkaitan dengan perpajakan. Definisi Pencatatan e. Tata Cara Penyajian Transaksi Di Neraca Dan Laba Rugi Secara Umum. Objek PPh Pasal 23 b. Transaksi PPh Pasal 26 Secara Menyeluruh. 6. Baik Penghasilan Bruto atau Gross Up dan Penyajiaannya Dalam Neraca dan Laba Rugi. 22. Dan Impor c. dan 23 Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi dan Pembahasan. Pembelian. Pembahasan PSAK dan UU KUP d. Perbedaan Antara Akuntansi Pajak Dengan Akuntansi Umum. Transaksi PPh Pasal 21 Secara Menyeluruh. Pencatatan Jurnal Terkait PPh Pasal 21. Rapelan dll. Transaksi PPh Pasal 23 Secara Menyeluruh. 5. Pencatatan PPh Pasal 21 atas Bonus. Gabungan Transaksi PPh Pasal 21. f. a. Baik Sebagai Biaya Atau Sebagai Penghasilan Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 22 Atas Penjualan. f. Definisi Pajak dan Jenis Pajak c. Perbedaan Tunjangan Pajak dan Beban PPh Pasal 21 e. 23 l b.

Tata cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 26 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Gabungan Transaksi PPh Pasal 26. 4(2). 22. pasal 15. 8.d. d. Pencatatan Jurnal Terkait PPh Pasal 26. 23. Objek PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 b. a. Tata cara Penyajian transaksi PPh Pasal 26 dan 4(2). Pencatatan Dan Pembebanan PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 atas Biaya dan Pendapatan. Latihan Soal Komprehensif Perlakuan Transaksi PPh pasal 21. 22. di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum 9. Baik Penghasilan Bruto Atau Gross Up dan Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi. Tata Cara Penyajian transaksi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. dan 4(2) Terkait Dengan Penyajian Laporan Neraca Dan Laba Rugi 82    . 23. Gabungan Perlakuan Transaksi PPh pasal 21. Klasifikasi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 c. 26. 15 b. a. Transaksi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 Secara Menyeluruh. 7. dan 4(2) Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi a. 26. dan 4(2) Terkait Dengan Penyajian Laporan Neraca dan Laba Rugi.

Perkalian. Weekday. Formula IF. Downloading Data c. Month. Pengertian Komputer Audit dan Hubungan dengan Audit Konvensional 2. Isna. 7. Konsep Audit Komputer a. 8. 5. 9. Minimum Requirement b. mendownload database yang akan diaudit ke dalam MS-Excel kemudian melakukan audit data. Jaringan 3. Pengurangan. Condition Formating pada Penjumlahan. Formula Date. Teknologi Informasi / SIM a. Formula Counta. Database bukan lagi suatu blackbox yang isinya pasti benar tidak pernah salah. Audit Data dengan Berbagai Formula dalam Excel a. Formula IF dalam IF d. Filter dan Fivot Table 11. Organisasi PDE b. Pembagian c. Formula Subtotal. Countif. 6. Mata Kuliah ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang pelaksanaan tugas audit dengan mempergunakan alat bantu komputer. b. Realtime dan Online Pengendalian / Control a. Transfer Data b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Aplikasi Komputer Akuntansi dan Keuangan. Metode Batch. Impor Data Memahami Pengantar TABK 4. Sampel Data 10. Countblank. General Control b. Application Control Proses dan Langkah Audit Database Akuntansi Memahami Download / Transfer / Konversi Data a. maka dengan pengetahuan ini dimungkinkan ditemukan isi database yang menyimpang dari semestinya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Year e. Audit tentang Depresiasi 83    . Vlookup f.

Profesionalisme Akuntansi a. Teori dan Konsep Etika a. Keadilan/Justice f. Objektivitas dan Independensi a. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat Memunculkan kesadaran dan kepekaan terhadap issue-issue etika profesi akuntan dan etika PNS sekaligus meningkatkan ketaatan terhadap setiap ketentuan yang berlaku danMeningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilemma etis tanpa mengabaikan pertimbangan-pertimbangan teknis yang penting. Teori Etika Keutamaan d. Independensi dan Profesionalisme c. Profesi dan Etika d. Pengertian dan Ciri-Ciri Profesi b. Independensi dalam kode Etik Akuntan Indonesia 84    . Pengertian Kode Etik b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Kerangka Dasar Etika Profesi c. Etika Bisnis dan Akuntan Profesional f. Teori Teleologi b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Etika PNS (Pegawai Negeri Sipil) Memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai akuntan dan sebagai PNS. Integritas. Kode Etik Akuntan Publik AS (AICPA) d. Independensi dan Akuntan Publik d. Kode Etik Akuntan Indonesia 5. Sumber-Sumber Panduan Etika e. Kode Etik Akuntan Mgt As (IMA) e. Etika Profesi dan Etika Kerja 2. Akuntan Sebagai Profesi f. Pengertian Etika c. Kewajiban dan Sifat Hubungan Dgn Klien c. Profesi sebagai Komunitas d. Hak/Right e. Teori Deontologi c. Pentingnya Etika Profesi bagi Akuntan b. Harapan Publik akan Profesi Akuntan 4. Peranan Etika dalam Profesi Akuntan e. Pendahuluan a. Panduan Etika bagi Profesi Akuntansi a. Kepedulian 3. Independensi dalam Kenyataan dan Penampilan e. Rencana Perkuliahan b.

Prinsip-Prinsip Anti Korupsi c. Pentingnya Kode Etik dan Perilaku bagi Pelayan Publik b. Benturan Kepentingan d. Korupsi c.f. Informasi Rahasia dan Benturan Kepentingan 7. Kewajiban Kerahasiaan bagi Akuntan Non Publik i. Mal Praktik dalam Pelayanan Publik b. Bentuk-Bentuk Benturan Kepentingan d. Pengertian Korupsi. Aturan Disiplin PNS a. Kerangka Analisis Etika c. Prinsip-prinsip Etika dalam Pelayanan Publik (PP) a. Isu-Isu Etika dan Prinsip-Prinsip Manajemen Etika Pelayan Publik a. Analisa Dampak Stakeholder 8. Penalaran Moral dan Pendekatan Standar Moral d. Kode Etik dan Perilaku Pelayanan Publik a. Bentu-Bentuk Korupsi 85    . Prinsip-Prinsip Umum Etika dalam Pelayanan Publik b. Kerahasiaan dan Akuntan g. Netralitas Birokrasi PNS 11. Pelayanan Publik. Aturan Anti KKN 14. Nilai-nilai Profesionalisme dalam Pelayanan Publik d. Sumber-Sumber Nilai Etika Pelayanan Publik 9. Fungsi Pelayanan Publik c. Kerangka Analisis Etika dan Isu-Isu Etika dalam Praktik Akuntansi a. Kerahasiaan dan Akuntan Publik h. Pentingnya Profesionalisme dalam Birokrasi Pelayanan Publik b. Karakteristik Pelayanan Bermutu c. Pentingnya Kepekaan Etis b. Kewajiban dan larangan bagi PNS c. Kode Etik dan Perilaku bagi PNS 12. Standar Pelayanan Publik di Indonesia • Prinsip-prinsip Pelayanan Publik • Kriteria Pelayanan Publik 10. Independensi dalam kode Etik Akuntansi manajemen 6. Pengertian Etika Pelayanan Publik d. dan Etika a. Definisi Korupsi b. Jenis-Jenis Benturan Kepentingan f. Kewajiban Profesional dalam Pelayanan Publik c. Prinsip-prinsip manajemen Etika Pelayanan Publik 13. Prinsip-Prinsip Korupsi dan Bentuk-Bentuk Korupsi a. Hakekat Profesionalisme dalam Pelayanan Publik a. Benturan Kepentingan dan Kerahasiaan a. Klasifikasi Benturan Kepentingan c. Pengertian Umum Benturan Kepentingan b. Aturan Absensi b. Birokrasi. Benturan Kepentingan dan Akuntansi Profesi e. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik e. Pengertian Birokrasi b. Aturan Etika PNS c.

Lima Prinsip untuk Berperilaku Etis e. Membangun Etos Pribadi a.15. Faktor-Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis c. Faktor Penyebab Korupsi b. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis d. Tiga Unsur Etos Pribadi b. Faktor Penyebab Korupsi dan Dampak Negatifnya a. Pengecekan Etika 86    . Dampak Masif Korupsi Terhadap Eksistensi Negara dan Bangsa 16.

Penyembuhan d. Kecemasan dan Ketakutan 4. Unsur-Unsur Etika 87    . Asal-Usul Stress b. Citra Diri 6. Distribusi dan Penggunaan Energi Psikis c. Belajar Mengatasi Keadaan c. Justice b. Teori Kepribadian c. Mempelajari Dinamika Kepribadian a. Berprestasi. Mempelajari Kepribadian a. Mempelajari Etos Kerja a. Kanak-Kanak b. Orang Dewasa 3. mengatasi ketegangan (stress). Temperamen 2. Pengertian Etika b. dan pengembangan kemampuan komunikasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik pengembangan kepribadian yang meliputi aspek-aspek seperti etiket. Berkomunikasi dan Inovasi 5. Hierarki Kebutuhan Manusia Abraham Maslow b. Pihak yang Berkepentingan • Internal • Eksternal d. Perilaku Efektif e. Mempelajari Motivasi Diri a. Mempelajari Cara Mengatasi Stress a. Etos Kerja Semangat untuk Berkolaborasi. Mempelajari Pengembangan Kepribadian a. Mempelajari Etika a. Kepribadian. Transformasi Kanak-Kanak c. Hal-Hal Yang Menjadi Perhatian dalam Etika c. Manajemen Stress 7. 10 Prinsip Motivasi c. watak dan temperamen b. Perilaku Positif Asertif d.

Mempelajari Komunikasi a. Etiket Bertamu d. Seni Berbicara. Mempelajari Cara Menulis Laporan a. Etiket Berbicara f. Mempelajari Etiket a. Rapat c. Body Language e. Etiket Berpakaian e. Etiket Makan g. Presentasi 88    . Praktik b. Menulis Surat d. Protokoler 10. Master Of Ceremony b. Etiket Bertelepon c. Etiket Pergaulan dengan Atasan. Bawahan dan Sepangkat b.8. Lain-Lain 9.

Definisi Hukum Sebagai Pegangan 2. Asas Keseimbangan 4. Arti Tata Hukum b. Teori Kedaulatan Rakyat e. Penafsiran Hukum c. Sumber-Sumber Hukum a. Manusia dan Masyarakat b. Sumber Hukum Formal c. Ilmu Hukum Sebagai Kaedah Hukum a. Arti dan Tujuan Hukum a. ( UU 10 Tahun 2004 ) 3. Mazab Hukum Alam b. penemuan hukum. Masyarakat Hukum b. Teori Kedaulatan Hukum g.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Ilmu hukum Mata Kuliah ini membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengantar Hukum di Indonesia sehingga di akhir perkuliahan mahasiswa dapat mengetahui arti dan tujuan hukum. Pengertian Tata Hukum Indonesia a. Penemuan Hukum a. Mazab-Mazab Ilmu Hukum a. Sumber Hukum Material b. Teori Teokrasi d. Peristiwa Hukum 8. Kaedah Hukum dan Kaedah Lainnya 7. Macam-Macam Pembagian Hukum 6. sumber-sumber hukum. Teori Kedaulatan Negara f. Perbuatan Hukum d. Pengertian Hukum c. Pengertian dan Macam-Macam Hak e. Kodifikasi Hukum b. Hakekat Kaedah b. Pengisian Kekosongan Hukum 5. Subyek Hukum dan Obyek Hukum c. Tata Hukum Indonesia c. sampai dengan asas-asas hukum acara pengadilan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. mazab-mazab ilmu hukum. Peraturan Perundang-Undangan Negara Indonesia d. Pembidangan Ilmu Pengetahuan Hukum a. Ilmu Hukum Sebagai Pengertian Hukum a. Mazab Sejarah c. Dasar-Dasar Berlakunya Beraneka Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia 89    . Pembentukan Hukum oleh Hakim b.

Kasasi dan Peninjauan Kembali. Pelaksanaan Acara Pidana d. Pembagian dan Sistematika c. Pelanggaran dalam KUHP g. UU Hukum Pidana Khusus yang Bersifat Nasional h. Asas-asas Hukum Acara Pengadilan a. Sejarah KUHD e. Riwayat Hukum Pidana di Indonesia c. Buku III KUHD: Kepailitan dan Penundaan Pembayaran i. Pembagian & Tujuan Hukum Pidana b. Proklamasi Kemerdekaan dan Lahirnya Pemerintah Indonesia b. Asas-asas Hukum Perdata a. Hubungan Hukum Dagang dan Hukum Perdata f. KUHP dan UU Hukum Pidana Khusus yang Bersifat Nasional d. UU Nasional diluar KUHD 13. 90    . Hukum Perdata d. Pengertian Pokok Hukum Acara b. Arti dan Tugas Perdagangan b. Hukum Pembuktian & Daluarsa 11. Tindak Pidana Khusus diluar KUHP 12. Pra Peradilan e. Asas-asas Hukum Tata Negara Indonesia a. SEMA 3 Tahun 1963 dan UU Nasional dalam bidang perdata f. Sumber-Sumber c. Hukum Perikatan i. Sejarah Hukum Perdata di Indonesia b. Pelaksanaan Acara Perdata c. Kekuasaan Pemerintahan Negara RI Menurut UUD 1945 Sebelum Amandemen c. Banding. Hukum Pribadi & Keluarga g. Ketentuan-Ketentuan Umum dalam KUHP e. Sistematika Hukum Dagang d. Hukum Benda & Waris h. Status KUH Perdata e. Pengertian. Pokok-Pokok Tata Pemerintah RI Menurut UUD 1945 Sesudah Amandemen Ke-4 10. Asas-Asas Hukum Pidana a. Buku I KUHD : Perdagangan pada Umumnya g. Asas-Asas Hukum Dagang a. Buku II KUHD: Hak dan Kewajiban yang Lahir dari Pelayaran h.9. Kejahatan dalam KUHP f.

interpretasi hukum pidana. Penafsiran A Contrario g. subyek dan pertanggungjawaban korupsi. perbandingan antar UU tindak pidana korupsi. 3. Pengertian dan Istilah Hukum Pidana b. perbuatan dan rumusan delik. Penafsiran Historis e. dasar pemberatan dan peringanan pidana. Pengertian Delik b. Menurut Tempat : • Asas Teritorial • Asas Nasional Aktif • Asas Universal. Penafsiran Gramatikal b. Penafsiran Analogis f.penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN. asas-asas berlakunya hukum pidana. Penafsiran Logis d. komisi pemberantasan korupsi (KPK). Penafsiran Ekstensif h. Asas-Asas Berlakunya Hukum Pidana Menurut Waktu dan Tempat a. dasar peniadaan pidana. ajaran kausalitas. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana 2. pembahasan umum pemberantasan tindak pidana korupsi. Penafsiran Undang-Undang Hukum Pidana a. Cara Merumuskan Delik c. Pengertian dan Istilah Hukum Pidana Di Indonesia a. Hukum Pidana yang Berlaku di Indonesia c. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Jenis-Jenis Delik 91    . Penafsiran Sistimatis c. rumusan delik korupsi. kesalahan dalam arti luas dan melawan hukum .peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi serta percepatan pemberantasan korupsi. Perbuatan Dan Rumusan Delik a. Penafsiran Terbatas 4.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Hukum Pidana Membekali peserta didik dengan pengetahuan mengenai pengertian hukum pidana di Indonesia. Menurut Waktu : • Asas Legalitas • Asas Nonretroaktif • Penerapan Asas Legalitas b.

Keadaan Darurat (JES:60) j. Kesalahan dalam Arti Luas b. Ontoerekeningsvatbaarheid. Pendekatan Normatif e. UU No 31 Tahun 1999 92    . Lukisan Sebab Akibat Korupsi d. Melaksanakan Undang-Undang (JES:64) f. Melawan Hukum (Jes: 37-47) e. PTPK 10. Ajaran Kausalitas a. Hukum Pidana diluar KUHP b.Tidak Dapat Dihukum karena Orangnya Sendiri (Pasal 44) c. Dasar Peniadaan/Penghapusan Pidana Menurut KUHP dan diluar KUHP a. Perintah Jabatan yang Tidak Sah (JES:65) h. Dapat Dipertanggungjawabkan d. Pertanggungjawaban Pidana Dalam Delik Korupsi 11. UU No 3 Tahun 1971 b. Kesalahan Dalam Arti Luas dan Melawan Hukum Serta Kesengajaan a. Pembahasan Umum Tindak Pidana Korupsi a. Melaksanakan Perintah Jabatan yang Sah g. Dasar Pemberatan Pidana • Ambtelijkheid( Tanggungjawab Pejabat) • Recidive( Tanggungjawab Ulang ) • Samenloop( Tanggungjawab Majemuk ) b. Dasar Peniadaan Pidana Menurut KUHP b. Perbandingan UU PTPK a. Ketidakmampuan Bertanggungjawab 7. Sifat Melawan Hukum Materiil i. Kesalahan dalam Arti Hukum Pidana c. Asal Kata dan Pengertian Korupsi c. Kesengajaan (Jes: 81-95) 6. Overmacht (Daya Paksa) d. Sifat Melawan Hukum Umum f. Subyek dan Pertanggungjawaban Pidana dalam Delik Korupsi a. Noodweer (Pembelaan Terpaksa) e. Pemberatan dan Peringanan Pidana a. Pembelaan Melampaui Batas (JES:59) i. Dasar Peniadaan Pidana Diluar KUHP • Umum • Khusus • Tidak Tertulis k. Korupsi Materiil dan Keuangan Dalam UU f. Macam-Macam Ajaran Kausalitas (Von Buri. Pengertian Ajaran Kausalitas b.5. Sifat Melawan Hukum Khusus g.Traeger ) c. Subyek Delik Korupsi adalah Orang dan Korporasi b. Dasar Peringanan Pidana • Poging(Percobaan) • Medeplichtigheid • Minderjarigheid 8. Sifat Melawan Hukum Formal h. Ajaran Yang Menginvidualiseer Dan Menggeneraliseer 9.

93    . Inpres No 5 Tahun 2004. UU No 20 Tahun 2001 12. Rumusan Delik Korupsi a. Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( KPK ) a. Undang-Undang No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( KPK ) 14. Penyelenggaraan Negara yang Bersih a. Rumusan Delik yang Dibuat oleh Pembuat b. UU No 28 Tahun 1999 b. UUPTPK c.c. Rumusan Delik yang Diadopsi dari KUHP 13. PP No 71 Tahun 2000 c.

Kedudukan dan Macam Badan Hukum d. Pengertian Hukum Berdasarkan Kepentingan yang Diatur. Pengertian Tempat Kediaman Hukum dan Tempat Kediaman Sesusungguhnya c.Wujud dan Bentuknya Hukum Perdata dan Sistematika KUH Perdata a. objek. Pengertian Kecakapan Berbuat e. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum : : Pokok Bahasan 1. Pengertian Subyek Hukum b. Pengertian Domisili dan Macam Domisili b. Hukum dan Pembedaan a. Pengertian dan Hakekat Badan Hukum b. Tanggung Jawab Badan Hukum Domisili dan Catatan Sipil a. Sifat/Waktu/Wilayah Berlakunya d. Sejarah Catatan Catatan Sipil di Indonesia g. Formal dan Material. unsur-unsur. pembuktian dan penilaian alat bukti. Pengertian Kewenangan Berhak d. subyek. Pengertian Hukum dalam Arti Definisi Hukum b. Fungsinya. putusan pengadilan. ruang lingkup. Keadaan Hukum Perdata di Indonesia dan status/kedudukan KUH Perdata/BW dan Pendapat para Ahli Hukum d. Tertulis dan Tidak Tertulis b. upaya banding serta pemeriksaan kasasi dan pemeriksaan peninjauan kembali. Akibat Ketidakwenangan berhak Badan Hukum a. Siapa yang mewakili Badan Hukum e. Pengertian Hukum sebagai Sumber Formil. Pengertian Hukum Perdata dalam arti Luas dan Sempit. Sejarah dan Sistematika KUHPerdata/BW di Indonesia Hukum Perorangan a. Pengertian dan Kegunaan AKTA yang dibuat Catatan Sipil 2. proses ber_acara didepan majelis hakim. Pengertian Arti Pentingnya Domisili d. Macam-macam Domisisli menurut BW e. 5. Pengertian Syarat Formal dan Material Badan Hukum c. Macam-macam Akta Catatan Sipil h. 94    . Pengertian Hukum menurut Pendapat Masyarakat c.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Perdata Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengertian Hukum Perdata dan Bisnis dengan segala aspeknya yang meliputi Hukum Material dan Formal: pengertian.. 4. Pengertian Manusia sebagai Subyek Hukum c. 3. Pengertian Asas-Asas dan Sifat Hukum Perdata c. Pengertian dan Fungsi Catatan Sipil f.

Alasan Peninjauan Kembali h. Pengertian Melaksanakan Perjanjian g. Pengertian Legitimie Porte h. Pengertian Subyek Hukum Waris e. Pengertian Pengampuan. Kekuasaan Hakim untuk Mencampuri Suatu Perjanjian j. Pemahaman terhadap UU No. 9. Tindakan Kreditur terhadap Debitur d. Penafsiran Perjanjian h. Pengaturan dan Sumber-sumber Hukum Perikatan c. Pengaturan Keadaan memaksa g. Perihal Pembagian Warisan i. Harta Peninggalan yang Tidak Terurus 7. Putusan Mahkamah Agung Hukum Waris dalam Hukum Perdata a. Pengertian Perwalian / Voogdij Hukum Keluarga (2) a. Hukum Keluarga (1) a. Pengertian Peninjauan Kembali f. Azas-azas Hukum Perikatan b. Pengertian Pewaris dan Ahli Waris c. Pengertian Keadaan Memaksa e.6. Pengertian Wanprestasi c. Pengertian Keturunan /Afstaming d. Wan Prestasi dan Keadaan Memaksa dalam Hukum Perdata a. Hukum Perikatan dan Pelaksanaan Perjanjian dalam Hukum Perdata a. Sifat Keadaan memaksa 95    . Syarat untuk Sahnya Perjanjian d. Pengertian dan Proses Pemeriksaan Kasasi e. Pengertian Orang Yang Hilang ( Keadaan Tidak Hadir / Afwezeigheid) d. Risiko. Empat Teori tentang Kesepakatan e. Unsur-unsur Keadaan memaksa f. Permintaan dan Akibat Hukumnya c. Pengertian dan Hakikat Pendewasaan (Handlichting/Perlunakan) b. Pengertian dan Pengaturan Resiko b. Pengertian Perkawinan/Asas dan Hakikat c. Pengertian Adopsi (Pengangkatan Anak) e. Pengertian Putusan Pengadilan c. Hak dan Kewajiban Pewaris. I’tikad Baik dalam Perjanjian i. Pengertian Hukum Waris b. Pengertian dan Proses Banding d. 10. Pengertian Kekuasaan Orang Tua / Ouderlijke Macht e. Macam-macam Perikatan f.12/2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Hukum Acara Perdata dan Ulangan Pemeriksaan pada Peradilan Perdata dan Bisnis a. Pengertian Proses Beracara di Pengadilan b. Azas yang Berlaku dalam Hukum Waris d. Pengertian Obyek Hukum Waris f. Prinsip Peninjauan Kembali g. 8. Dasar Hukum dan Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan b. Ahli Waris g. Pembatalan Suatu Perjanjian 11.

Schenking f. Sepuluh Macam Cara Hapusnya Perikatan b. Tindakan Sementara g. Persekutuan Perdata/Maatschap g. Penghapusan Perikatan dan Perjanjian-perjanjian Khusus (Perjanjian Nominatif) a. Perjanjian Kerja / Perburuhan 13. Permohonan dan Persyaratan Pailit f. Pengertian – Pengertian Hukum Dagang b. Pengertian Decheance (Verval Termijn) 14. Perdamaian. Persamaan dan Perbedaan antara Kepailitan dan Penundaan Kepailitan 96    . Pengertian Hukum Dagang dalam Hukum Perdata a. Penundaan Kewajiban k. Istilah dan Pengertian PT b. Pengertian Daluwarsa (Lewat Waktu/Verjaring) g. Sewa Menyewa e. (Rechtsverwerking) i. Sistematika KUH Dagang c. Pengertian Persangkaan d. Insolvensi. Pengertian Ekonomi dalam KUHD e. Yang Berhak Mengajukan Kepailitan d. Hapusnya Perikatan karena Ketetapan Waktu Menurut Perjanjian c. Organisasi PT 16. Pembuktian dan Daluwarsa dalam Hukum Perdata a. Verifikasi. Perkumpulan Dagang 15. Pentingnya Suatu Perusahaan Memiliki Pembukuan g. Hapusnya Perikatan dengan Cara-Cara Khusus yang Ditetapkan dalam Materi Perikatan d. Tagihan. Yang Dapat Dinyatakan Pailit e. Pengertian Pengakuan e.12. Pengertian dan proses Kepailitan b. Penanggungan Utang (Borgtooht) j. Pengurusan Harta Pailit j. Orang-orang Perantara h. Perjanjian Jual Beli. Pentingnya Pengertian Perusahaan/Bedrijf f. Penyuruhan/Lastgeving ( Pemberian Kuasa ) h. Macam Daluwarsa h. Perjanjian Perdamaian (Dading/Kompromie) k. Pengertian Kesaksian c. Pengertian Sumpah f. Modal dan Saham Perseroan d. Upaya Hukum h. Pengertian Pelepasan Hak. Kepailitan dan Penundaan Kepailitan pada Peradilan Perdata dan Bisnis a. Pemberian/Hibah. Nama dan Pendirian PT c. Perseroan Terbatas (PT) dalam Hukum Perdata dan Bisnis a. Pengaturan Hukum Kepailitan c. Perjanjian Pinjam Barang yang Tak Dapat Diganti/ Dapat Diganti i. Hubungan KUHD dengan BW (KUHPdt) d. Pengertian Bukti Tulisan b. Akibat Hukum Putusan Kepailitan i.

Pengertian dan Peristilahan Administrasi b. Ruang Lingkup Perbuatan Pemerintahan a. penyelesaian sengketa. Kedudukan. proses penyelesaian peradilan tata usaha negara. Pengertian Sumber Hukum Formil Hukum Administrasi d. Pengertian Kedudukan dan Landasan Hukum Administrasi b. Pengertian Susunan Pemerintahan Negara Indonesia dan Lembaga-lembaga Negara c. Pengertian Penyelenggara Pemerintahan Tingkat Pusat/Daerah 5. Pengertian Hakikat Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik b. Pengertian Peraturan-peraturan Kebijaksanaan c. Pengertian Perbuatan Pemerintahan b. Pengertian Izin. Objek. Delegatif. Administrasi dan Hukum Administrasi a. Kompetensi/Kewenangan : Atributif. Landasan dan Ruang Lingkup Hukum Administrasi a. Dasar Penerapan Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik c. Subjek. Susunan. Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik a. Pengertian Freies Ermessen e. Pengertian Pemerintah dan Pemerintahan c.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Peradilan Tata Usaha Negara Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dasar-dasar peradilan tata usaha negara yang meliputi aspek seperti objek. Azas-azas Umum Pemerintahan yang Baik di Indonesia 97    . PTUN berdasar UU No.5 Tahun 1986 6. Pengertian Sumber Hukum Materiil Hukum Administrasi c. Pengertian Perundangan dan KTUN yang memuat pengaturan yang bersifat umum b. Lisensi dan Konsesi d. Ciri-Ciri KTUN (Beschikking) d. ruang lingkup. Sarana atau Instrumen Yuridis Tata Usaha Negara a. Pengertian Rencana atau Het Plan 7. Mandat e. wewenang peradilan. Sumber Hukum Formil (perbandingan) berdasarkan TAP MPR Nomor XX Tahun 1966 dan TAP MPR Nomor III/MPR/ 2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Perundang-undangan 4. Hubungan antara Tingkatan Pemerintahan a. Pengertian Hubungan antara Tingkatan dalam Pemerintahan b. Pengertian Sumber Hukum b. Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Administrasi 3. Sumber Hukum Administrasi Mempelajari Sumber Materiil dan Formil Hukum Administrasi a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Dispensasi. Pengerian dan Peristilahan Hukum Administrasi Negara/Hukum Tata Usaha Negara dalam Tata Hukum Indonesia 2.

Saksi c. Pengertian Subjek. Pemeriksaan dengan Acara Biasa e. Pengertian Sengketa Tata Usaha Negara b. Tujuan. Pengajuan Gugatan Proforma proses penyusunannya 14. Surat atau Tulisan. Pelaksanaan Putusan Pengadilan d. dan fungsi Peradilan Tata Usaha Negara b. Azas-Azas Pembuatan Keputusan Tata Usaha Negara a. Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara b. Ruang Lingkup. PTUN yang berwenang e. Pengertian Kewenangan. Pengetahuan Hakim d. Permusyawaratan dan persiapan f. Pengertian dan Praktek Pembuatan KTUN b. Upaya administratif banding c. Perlawanan terhadap Penetapan Ketua Pengadilan h. Rehabilitasi 98    . Permohonan Penundaan Pelaksanaan KTUN d. Penetapan Ketua Pengadilan terhadap gugatan berkenaan g. Prosedure/Proses Beracara pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Penetapan Susunan Hakim b. Upaya Peradilan dan Pengujian KTUN 12. Rangkap Jabatan dan Hakim Ad Hoc 11. Tenggang waktu dan biaya perkara e. Objek. Putusan Pengadilan pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengertian Gugatan b. Pengajuan dan Alasan Gugatan c. Intervensi dalam Persidangan f. Dasar Hukum Peradilan Tata Usaha Negara 10. Pengertian Landasan Pembuatan KTUN c. Susunan Pengadilan dan Tempat Kedudukan c. Penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara a. Kuasa Hukum pihak-pihak yang bersengketa d. Pengertian Hukum Acara b. Pokok Sengketa Peradilan Tata Usaha Negara a. Administratif dan Keberatan Administratif d. Pengertian Alat Bukti b. Proses pengambilan Putusan b. Penetapan Hari Sidang dan pemanggilan c. Pengertian Pembuatan Dokumen 9. Kewenangan dan Susunan Peradilan Tata Usaha Negara a. Objek pada HAPTUN d. Pengertian Putusan Ganti Rugi. Hakim dan Panitera Pengadilan d. Ketua. Penilaian Hasil Pembuktian 16. Sekretaris Pengadilan. Gugatan pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Unsur-Unsur Dan Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara a. Mengadili 13. Pembuktian pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Wakil Ketua. Subjek pada HAPTUN c.Keterangan Ahli. Macam dan syarat Putusan Pengadilan c. Pemeriksaan dengan Acara Cepat 15.8.

Banding.e. Pemeriksaan Kasasi dan Peninjauan Kembali pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengertian Peninjauan 99    . Pengertian Putusan Kompensasi 17. Pengertian dan proses pemeriksaan Kasasi c. Pengertian dan proses Banding b.

Faktor pendorong c. Pengaruhnya Terhadap Kebudayaan Indonesia 100    . Kebudayaan Betawi a. Kebudayaan Aceh a. Pengertian Kemajemukan Budaya b. Kebudayaan Islam d. Etos Budayanya 8. Kebudayaan Hindu b. Kebudayaan Minang a. Etos Budayanya 9. Wujud c. Dampak dan Cara Penanggulangannya 4. Etos Budayanya 7. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Budha c. Definisi b. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Etos Budayanya c. Kebudayaan a. Pengaruh Kebudayaan Timur dan Barat a. Unsur-unsur 3. Kebudayaan Barat 5. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Budaya Nusantara Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang Keanekaragaman Kebudayaan yang ada di Indonesia. Pengertian b. Dinamika Kebudayaan dan Dampaknya a. Manusia Indonesia dan Suku-Suku Bangsanya a. Etos Budayanya c. Kebudayaan Jawa a. Masalah Konflik Sosial 6. Kebudayaan Batak a. Gambaran Kebudayaan Indonesia 2.

Orang Tionghoa di Indonesia a. Makasar. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Ambon a. Unsur-Unsurnya b. Etos Budayanya c. Persamaan dan Perbedaannya dengan Kebudayaan Jawa 11. Irian Barat / Papua a. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Sunda a. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Etos Budayanya 101    . Unsur-Unsurnya b. Toraja. Nusa Tenggara Timur (Flores Dan Timor) a. Tri Hita Karana 12.10. Etos Budayanya 14. Konflik Dayak dengan Madura 13. Unsur-Unsurnya b. Etos Budayanya 17. Bugis. dan Mandar a. Kebudayaan Dayak a. Kebudayaan Bali a. Etos Budayanya 16. Etos Budayanya 15.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful