P. 1
KURIKULUM GBPP STAN 2007

KURIKULUM GBPP STAN 2007

|Views: 1,433|Likes:
Dipublikasikan oleh TalisaNoor

More info:

Published by: TalisaNoor on Oct 19, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

pdf

text

original

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

KURIKULUM DAN GBPP PROGRAM DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI AKUNTANSI PEMERINTAHAN TAHUN 2009
(KURIKULUM TAHUN 2007)

DAFTAR ISI
1. 2. 3. 4. 5. MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) Pendidikan Agama Islam Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris I Bahasa Inggris II MATA KULIAH KEILMUAN DAN KETERAMPILAN (MKK) Pengantar Ilmu Ekonomi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Aplikasi Komputer Statistika Deskriptif Organisasi Bisnis dan Manajemen Ekonomi Internasional Pengantar Akuntansi I
Lab. Pengantar Akuntansi I

1 3 4 6 9

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Pengantar Akuntansi II Lab Pengantar Akuntansi II Keuangan Publik Perpajakan I Perpajakan II Manajemen Keuangan MATA KULIAH KEAHLIAN BERKARYA (MKB) Akuntansi Keuangan Menengah I Lab. Akuntansi Keuangan Menengah I Akuntansi Keuangan Menengah II Lab. Akuntansi Keuangan Menengah II Akuntansi Keuangan lanjutan Akuntansi Biaya Sistem Informasi Akuntansi Hukum Administrasi Keuangan Negara I Hukum Administrasi Keuangan Negara II Akuntansi Pemerintah I Akuntansi Pemerintah II Auditing Audit Sektor Publik. Akuntansi Perpajakan Aplikasi Komputer Akuntansi dan Keuangan.

12 14 16 18 20 23 26 28 31 34 36 38 40 43 46

21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.

49 52 55 57 60 62 65 67 70 72 74 76 79 81 83

MATA KULIAH PERILAKU BERKARYA (MPB) 36. 41. Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) Pengantar Ilmu hukum Pengantar Hukum Pidana Hukum Perdata Peradilan Tata Usaha Negara Budaya Nusantara 84 87 38. 40. Etika PNS 37. 42. 89 91 94 97 100 . 39.

Tugas Nabi Dan Rasul. Makna Qadha Dan Qadar c. berfikir filosofis. bersikap rasional dan dinamis. Eksistensi Kitab-Kitab Suci Dan Khususnya Al-Qur’an 6. Agama Islam Sebagai Petunjuk Bagi Manusia a. Perbandingan Agama-Agama Besar Dan Mengetahui Kedudukan Agama Islam Di Antara Agama-Agama Tersebut b. Kedudukan Dan Hikmah Ibadah Dalam Islam c. Tujuan. Wawasan Islam Dan Hubungan Sumber Dengan Dasar Ajaran Islam a. Mempelajati Hari Akhirat Dan Hukum Alam Tentang Kiamat e. Sistematika Sumber Ajaran Islam Serta Kedudukan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Kegiatan Umat Islam b. Kedudukan Akal Dan Peranan Ijtihad Sebagai Sumber Pengembangan Ajaran Islam 4. Kerangka Dasar Ajaran Islam b. Mempalajari Komponen Dasar Ajaran Islam Yang Melahirkan Berbagai Madzhab Dalam Islam 5. Pelaksanaan Dan Hikmah Ibadah Haji g. Manusia Dan Agama a. Kedudukan Dan Peranan Malaikat Serta Makhluk Ghaib Lainnya Terhadap Manusia f. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. berbudi luhur. Kebutuhan Manusia Akan Agama Bagi Kehidupan 2. dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Alam Semesta Sebagai Ciptaan Allah b. Hakikat Manusia Menurut Ajaran Islam c. Arti Shalat Serta Hikmahnya Bagi Kehidupan d. ikut serta dalam kerjasama antarumat beragama dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Aqidah Dan Ruang Lingkupnya b. berpandangan luas. Kemahaesaan Allah Untuk Meningkatkan Keyakinan Kepada-Nya Sebagai Sumber Segala Yang Ada Di Alam d. Pengertian. Agama Islam Sebagai Petunjuk Dalam Mencapai Kebahagiaan Dunia Dan Akhirat 3.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman. Hubungan Sumber Ajaran Islam Dan Kerangka Dasar Ajaran Islam c. Serta Peranan Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Sebagai Rasul Terakhir g. Aqidah Islam a. Pengertian Dan Kaidah Muamalah Dalam Islam 1    . Pelaksanaan Dan Hikmah Zakat f. Syariat Islam a. Syariat Islam Dan Pengertian Fiqih b. Mempealjari Pelaksanaan Dan Hikmah Ibadah Puasa e. Sumber Ajaran Islam a.

h. Kaidah Dan Sistem Kewarisan Islam i. Dan Umat Bergama Dengan Penyelenggara Negara. 2    . Kerjasama Intern Umat Bergama. Asas. Antar Umar Beragama.

Latar Belakang Pentingnya Bela Negara c. Pengertian Bela Negara b. Hak dan Kewajiban WNI a. Peraturan Perundang-Undangan 3. Kewarganegaraan a. Pengertian Ketahanan Nasional b. Hak Asasi Manusia a. Ketahanan Nasional a. Ruang Lingkup Ketahanan Nasional 8. Kondisi Politik Dan Strategi Nasional 3    . Pentingnya Wawasan Nusantara 7. Pengertian Wawasan Nusantara b. Pengantar b. Demokrasi Bangsa-Bangsa Lain 6. Wawasan Nusantara a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Definisi HAM b. Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku 5.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Kewarganegaraan Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Hak Sebagai WNI c. Demokrasi Pancasila c. Kewajiban Sebagai WNI 4. Wawasan Politik b. Bela Negara a. Wawasan Kewarganegaraan 2. Ruang Lingkup c. Demokrasi a. Politik dan Strategi Nasional a. Pengertian Demokrasi b. Pengertian Hak Dan Kewajiban b.

Perbedaan Memo/Nota Dinas Dan Surat Dinas a. Kesistematisan Dalam Laporan Teknis Yang Berupa Naskah c. Dan Pemakaian Bahasa Dalam Memo Atau Nota Dinas 4. Cara. Sikap Positif Terhadap Bahasa Indonesia a. Sikap Bahasa b. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pembuatan Laporan Dalam Formulir a. Bahasa Surat Dinas. Memo/Nota Dinas. Santun Berpidato c. Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia c. Dan Penulisan Surat Dinas a. Nota Dinas Dan Surat Dinas b. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Artikel 6. Kiat Memikat Pendengar 4    . Pengertian Dan Fungsi Surat Dinas b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Indonesia Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Tentang Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia Sehingga Mereka Dapat Membuat Surat. Dan Daya Tarik Pidato Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar a. Hakikat Berpidato b. Fungsi Surat Dinas. Penggunaan. Pengertian Laporan Teknis Yang Berupa Naskah b. Pengertian Berbagai Bentuk Formulir b. Ragam Bahasa 2. Pengisian Formulir Laporan Dalam Bahasa Yang Benar c. Pengertian Mengenai Surat Dinas. Formulir. Santun. Laporan Teknis Berupa Naskah Yang Tertuang Dalam Beberapa Bab Atau Bagian a. Penyusunan. Bahasa Surat Dinas c. Penyusunan Laporan Dalam Bentuk Formulir 5. Hakikat. Laporan Teknis Dan Laporan Karya Ilmiah Serta Pidato Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar. Penyusunan Surat Dinas 3. Pengertian Memo. Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Pemakaian Bahasa Yang Benar Dalam Laporan Teknis Yang Berupa Naskah 7. Pengertian Laporan Teknis Yang Berbentuk Artikel a. Pengertian Laporan Teknis Yang Berbentuk Artikel b.

Santun Protokoler d. Hakikat Berdiskusi b. Santun Bertelepon c. Bahasa Indonesia Dalam Bertelepon 5    . Bertelepon Yang Sangkil Dalam Bahasa Indonesia Yang Benar a. Hakikat Berdiskusi Yang Mangkus Dan Sangkil Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar a. Bahasa Protokoler 10. Bahasa Dalam Diskusi 9. Hakikat Bertelepon b. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Diskusi c. Pengertian Protokoler b.8. Jenis Protokoler c. Hakikat Protokoler Serta Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar Dalam Acara Keprotokolan a.

Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Simple Future 9. Future Perfect c. General Reading c. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. Parts Of Speech 2. Past Future d. Reading : The Field Of Accounting b. Parts Of Speech a. Topic Sentence. Future Continuous b.Nama Program : Program D III Akuntansi Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Inggris I Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan keterampilan dasar berbahasa inggris yang dapat mendukung prestasi akademiknya. Sentence Arrangement b. Recretional Reading (College Life) c. Present Tense & Present Continuous Tense 5. Vocabulary & Special Terms 8. Future Tense a. Past Tense a. Simple Present Tense a. Concluding Sentence b. Paragraph Writing a. Reading : Bookkeeping b. Vocabulary & Special Terms 10. Reading Comprehension a. Reading : Recreational Reading e. Reading Comprehension a. Derivatives a. Vocabulary & Special Terms 6    . Kinds Of Paragraph 11. Past Tense & Past Continuous Tense 7. Vocabulary & Special Terms 4. Vocabulary & Special Terms 6. Word Function In A Sentence 3. Reading Comprehension a. Supporting Details.

Reading : Tax Accounting b. Sentence That Cannot Be Cahanged Into Passive c. Vocabulary 16. Some. Paragraph Writing a. Reading Comprehension a. Vocabulary & Special Terms 19. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. Any. Rules Of Passive Voice 23. Reading Comprehension a. Reading : Budgetting b. The & No Article 20. Reading : Business Transactions And Financial Statements b. Vocabulary & Special Terms 14. Opinion & Facts 17. A. Vocabulary & Special Terms b. Question Tags 13. Opinion Paragraph a. Samples Of Opinion Paragraph 18. Vocabulary & Special Terms 24. Passive With Causative Verbs b. Summary Writing a. Participial Adjectives a.12. Vocabulary & Special Terms 7    . Cumulative Review Of Structure Problems a. Articles And Zero Articles a. Cumulative Review Of Structure Problems 15. General Reading b. An. Stative Passive d. Reading Comprehension a. Reading : Cost Accounting e. Summarizing The Paragraph Of Reading 22. Passive & Active Voice a. Participial Adjectives 25. Reading Comprehension a. General/Recreational Reading 21.

Conditional Sentence a. Reading Comprehension a. Differences Between Gerund And Presen Participle Form b. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. Vocabulary 28. Direct Speech 31. Cumulative Review Of Structure Problems 36. Indirect Speech/Reported b. Reading Comprehension a. Reading : General Reading 8    . Vocabulary & Special Terms 30. Relative Clause 33. Summary Writing a.26. Conditional Sentence 29. Reading : Computers 34. Reported Speech b. Gerunds And Infinitives 27. Gerund And Infinitives a. The Relative Clause b. Reading : Auditing b. Summarizing : Computer Component 35. Reading Comprehension a. Vocabulary & Special Terms b. Reading : A Career In Accounting 32. Cumulative Review Of Structure Problems a. General Reading c.

Word Order c. Future Tenses(Will. Stative Passive d. Would Or Other Modals) i. Menemukan Main Idea Tiap Paragraph e. Jenis-Jenis Parts Of Speech dan Soal-Soal Grammar Dasar TOEFL b. Bacaan: Short Reading d. Conditional Sentence a. Synthesizing/Latihan2 Soal TOEFL 3. Bacaan: TOEFL Reading e. Superlative Degree d.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Inggris II Setelah mengikuti mata kuliah ini Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan meningkatkan ketrampilan berbahasa inggris yang dapat diukur melalui nilai toefl skor untuk mendukung prestasi akademiknya. Rules Of Passive Voice b. Type II c. Perfect Tenses j. Bacaan: Short Reading k. Type III d. Definisi Dari Structure g. Opinion Paragraph 4. Tone. Stated Detail Questions f. Sentences That Cannot Be Changed Into Passive c. Pronoun Referent 2. Bacaan: More Than Two-Paragraph Reading e. Implied Detail Questions f. Positive Degree b. Arti Dari Bagian Kalimat h. Simple Present Tense & Present Continuous Tense g. Argument Paragraph 9    . Past Tense & Past Continuous Ts h. Menemukan Arti Kata Yang Sulit f. Passive Voice a. Comparative Degree c. Type I b. Bacaan: Free Trade e. Find Unstated Details l. Parts Of Speech a. Degree Of Comparison a. Purpose/Course f. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Arti Kata Sederhana g.

Membedakan Possesif dan Pronoun d. Par. Comparisons b. Problems With Subject/Verb Agreement c. Cumulative Review Of Structure Problems b. Bacaan: Compilation Short And Mid Reading Problem c. Short Dialogues (Agreement. -Er Structure d. Gerunds dan Infinitives a. Apositive d. Subject dan Verb Kalimat . Object Preposisi c. Announcement 13. Bacaan: Long Reading TOEFL d. . Invert The Subject And Verb With Place Expression.5. Reduced Adjective Clause b. Adverb Problems dan Listening Dasar a. Styles In Written English 1 b. Lecturing. Gerunds And Infinitives b. With Paired Conjunction. Academic Discussion. Invert The Subject And Verb With Quest. Style Lain dalam Bahasa Inggris dan Memahami Bacaan a. Reduced Adverb Clause c. Academic Discussion e. Par. –Er. Serta Pronoun a. Parallel Structure dan Memahami Bacaan a. Who And Where) 7. Struct. Adverb Time And Cause Connector c. Appositive a. Adjective Clause. Plural. Other Verb Connector d. Conversation Material a. Coordinate Connectors 6. Adjective Clause b. Reduced Clause Sentences dan Short Dialogues a. Style Dalam Bahasa Inggris dan Memahami Bacaan a. Grammar a. Long Reading TOEFL 14. Comparisons c. Bacaan: Decisions 11. Correct Singular And Plural Serta Irregular Plural b. Figurative Expression /Two. Homophone. General Conversation d. Listening On Suggestion And Passive 10. Listening TOEFL Simulation 8. Subject And Verb Of Sentence b. With Coordinate Conjunction b. Homograph. c. & Present Part. Membedakan Orang Dengan Benda/Kata Ganti Serta Predikat c. Independent Essay 9. Words. Irregular.Word Verb d. Kata Benda. Struct. Specific Information On Reading e. Negative. Other Sound Alike e. Sisipan Subjects And Verbs. Homonym. Long Conversation Listening Material 10    . Styles In Written English 2 b. Preposisi. Past Part. Bacaan: Combination Short Reading And Long Reading 12. Negatives And Conditionals c.

Latihan Grammar dan Memahami Bacaan dan Listening Pada Simulasi TOEFL 2 a. Compilation Of TOEFL Listening Material 11    . Tapping The Interview 15.e. Cumulative Review Of Structure Problems b. Bacaan: Compilation Short And Long TOEFL Reading c.

Pasar Persaingan Monopoli 8. Fungsi Pasar. Kurva Permintaan dan Hukum Permintaan a. Hubungan Ketiga Pelaku Ekonomi 3. Pengertian Elastisitas b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan b. Sistem Ekonomi a. Pengertian Nilai Pakai dan Nilai Tukar : Subjektif dan Objektif c. Hukum dan Asas Ekonomi. Elastisitas Penawaran dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya 7. Kurva Keuntungan dan Kerugian Pada Bentuk Pasar a. Break Even 12    . Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum : : Pokok Bahasan 1. Hubungan Kausal dan Hubungan Fungsional b. Terciptanya Harga b. Duopoly d. Pengertian Ilmu Ekonomi a. Bagaimana dan untuk Siapa Barang Produksi d. Sebab Timbulnya Permintaan. Apa. Ekuilibrium 6. Pengertian Penawaran & Hukum Penawaran. Kebudayaan. Elastisitas a. Faktor Biologis. Bentuk Pasar a. Pengaruh Permintaan dan Penawaran Atas Keseimbangan a. Oligopoly e. Pengetahuan Politik dan Keamanan c. Normal Profit c. Sistem Ekonomi dan Peran dan Lingkup Ekonomi secara Mikro dan Makro. Kebutuhan yang tidak Terbatas dan Pemuas Kebutuhan yang Terbatas b. Rumah Tangga Perorangan. Pendekatan Marginal d. Perusahaan dan Pemerintah e. Objek Ekonomi 2. Motivasi Kegiatan Ekonomi f. Pengertian Permintaan & Hukum Permintaan. Perubahan Harga c. Tingkah Laku Konsumen a.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Ilmu Ekonomi Setelah mengikuti pelajaran ini perserta diharapkan mampu memahami tentang Pengertian Ilmu Eekonomi. Definisi dan Batasan Ilmu Ekonomi b. Nilai dan Teori Ekonomi. Jenis-jenis Elastisitas d. Pasar Monopoli dan Bentuk Kurvanya b. Persaingan Sempurna dan Bentuk Kurvanya c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran 5. Manfaat Elastisitas Permintaan c. Pendekatan Indeference Curve 4. Super Normal Profit b.

Subnormal Profit 9. Bank Snetral e. 13. Average Revenue dan Marginal Revenue. Pendahuluan a. Penganguran a. Average Variable Cost. Keseimbangan Umum di Pasar Uang 14. Pengertian b. Kebijakan Fiskal dan Moneter a. Kesimbangan Simultan di Pasar Uang a. Circular Flow of Income b. Jenis-jenis Kebijaksanaan d. Biaya dan Hasil Penjualan (Lanjutan) a. Variabel-variabel Ekonomi Mikro dan Makro c. dan Kurva: Total Cost. Jenis Bank Primer dan Sekunder d. Average Total Cost. Marginal Cost. 10. Jenis-jenis e. Pengertian Biaya dan Jenis-jenis Biaya b. Lembaga-lembaga Keuangan 16. Fungsi dan Sruktur APBN 13    . Langkah-langkah Penanggulangan 18. Inflasi dan Deflasi a. Akibat Pengangguran dalam Perkembangan Ekonomi dan Masyarakat d. Pengertian b. Penegndalian 17. Perhitungan Nilai Tambah. Kebijakan yang dilakukan Pemerintah f. Bank a. Ruang Lingkup Teori Ekonomi Makro b. Pasar Uang a. Variable Cost. Sebab-sebab d. Penawaran Uang b. Pengertian b. Fungsi dan Motif Permintaan Uang c. 11. Fixed Cost. Pendapatan Nasional a. Pengertian. Sebab-sebab c. Variasi-variasi dalam Kesimbangan Simultan c. c.d. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional. Pengertian b. Variabel-variabel Ekonomi Makro b. b. Sebab-sebab ditempuhnya Kebijakan Fiskal dan Moneter c. Perhitungan. Jenis-jenis c. Average Fixed Cost. Biaya dan Hasil Penjualan a. Pengertian dan Kurva Total Revenue. Sejarah Bank c. Perhitungan Penentuan Laba Rugi. Pengaruh Kebijakan Fiskal dan Moneter terhadap Nilai-nilai Keseimbangan 15. Jenis-jenis dan Hubungan dalam Model Ekonomi 12.

Substitution Effect Dan Income Effect. b. 5. Baik Untuk Barang Normal. Mekanisme Pasar Memecahkan Tiga Masalah dalam Perekonomian. Terhadap Keseimbangan Konsumen d. Keseimbangan Konsumen dalam Marginal Utility Approach. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Dan Engel Curve. a. Proses Pembentukan Permintaan Konsumen Menurut Versi Guna Batas (Marginal Utility Approach). Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. 4. Pengaruh Perubahan Harga. Perubahan Income. Tiga Tahapan Dalam Proses Produksi 7. Pengertian Konsep Indifference Curve b. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Elastisitas Harga c. Proses Terbentuknya Harga. Elastisitas Income. serta Beberapa Penyimpangan yang Terjadi. Teori Permintaan Konsumen. Hubungan Input Dan Output (Produksi) Baik Dalam Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Analisis-Analisis Ekonomi Seacara Mikro. Eksistensi Hukum Permintaan dan Penawaran. Fungsi Produksi Dengan Satu Variabel Input b. Teori Ekonomi Mikro dan Teori Ekonomi Makro. Keseimbangan Konsumen Menurut Pendekatan Indifference c. b. Maupun Barang Super Inferior (Giffen) 6. Hubungan Antara Income Elasticity Pada Berbagai Bentuk Engel Curve f.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Mikro Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Teori Ekonomi Mikro. 14    . Pengertian Pemecahan Masalah 3. Inferior. Mempelajari Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Hukum Permintaan dan Penawaran. Income Consumption Curve (Icc). Konsep Teori Permintaan Melalui Pendekatan Indifference Curve a. Pengertian dan Ruang Lingkup Teori Ekonomi b. Fungsi Pasar. 2. e. Super Normal (Lux). a. c. Pengertian Total Utility dan Marginal Utility b. Price Consumption Curve (Pcc) g. a. Teori Ekonomi Mikro Secara Umum. a.

Kurva Peluasan Produksi (The Expansion Path) c. a. Beberapa Bentuk (Model) Oligopoli. Pengertian Pasar Persaingan Sempurna b. Pendekatan Total d. Menjelaskan Production Contract Curve b. Keseimbangan Pertukaran pada Contoh Perekonomian Sederhana.8. Biaya Marginal (Mc) Maupun Biaya Total (Tc) c. Monopsoni yaitu Bentuk Pasar Input Dimana Hanya Ada Satu Pembeli. Diskriminasi Harga f. a. Increasing Cost Industry j. Yang Meliputi Biaya Tetap. Mambahas Tentang Biay-A Rata-Rata (Ac). Produksi Linier Homogen 9. Pendekatan Total d. Smc Dengan Marginal Produ-Ct (Mp) Dan Averege Product (Ap) Pada Stage Ke Ii d. Keseimbangan Jangka Panjang pada Pasar Monopoli g. Keseimbangan Jangka Panjang 12. Membahas Permintaan Input Untuk Perusahaan Yang Menggunakan Satu Input Variabel (Value Marginal Product dan Marginal Revenue Product) b. Constant Cost Industri i. Fungsi Produksi Jangka Panjang Didalamnya Dibahas Pula Tentang Hubungan Antara Biaya Produksi Jangka Pendek Dan Biaya Jangka Panjang 10. Production Tranformation Curve 15    . a. Dan Chamberlin Model b. a. b. (Dua Individu. Fungsi Permintaan Maximisasi Profit c. Pendekatan Marginal e. Variabel Maupun Biaya Total b. Beberapa Pengaturan Pajak pada Pasar Monopoli h. a. Berbagai Sifat dan Perilaku Biaya Produksi Jangka Pendek. h. Pengertian Pasar Monopoli. a. Proses Penentuan Harga c. g. dan pengetahuan Tentang Konsep Biaya Produksi Jangka Panjang. Membahas Antara Biaya Rata-Rata Jangka Pendek (Sac). Kurva Penawaran Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna. Pengertian Biaya. Hubungan Antara Biaya dan Produksi dalam Tahap Kedua. Termasuk Didalamnya Pembahasan Mengenai Proses Pencapaian Keseimbangan Pada Model Pasar Ini 13. Membahas Cournot Model. Proses Pembentukan Harga dan Kuantitas Keseimbangan Sehingga Diperoleh Maximisasi Profit Baik dalam Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang. Keseimbangan Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna f. Proses Pencapaian Keseimbangan Perusahaan yang Beroperasi di Pasar Monopoli. Least Cost Combination b. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Keseimbangan Jangka Panjang dalam Pasar Persaingan Sempurna. Sementara Jumlah Produsen Input yang Bersangkutan Cukup Banyak 14. Pendekatan Marginal e. Keseimbangan Di Pasar Input. Model Kurva Permintaan Yang Patah (The Kinked Demand Curve Model) Dan Bentuk Lain Dari Oligopoli Yakni Kartel c. Edge Worth. Dua Input dan Dua Output dalam Mencapai Pareto Optimal) a. Decreasing Cost Industri 11.

Konsep. Struktur Lembaga-Lembaga b. Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional. Cara-Cara Menghitung GDP b. Lingkup Permasalahan Investasi. Investment Decision: d. Tertutup. a. Derifasi Fungsi C dan Fungsi S b. Social Analisys 6. NP. Analisis Terhadap Besaran-Besaran Kontraksi dan Ekspansi Ekonomi d. Economic Analisys f. Keuntungan Mempelajari Toeri Ekonomi Makro d. dan S Serta Teori-Teori Konsumsi dan Faktor2 Yang Mempengaruhi C a. Financial Analisys e. konsep circular flow of income. Pengertian Teori Ekonomi Makro dan Perbedaannya Dengan Teori Ekonomi Mikro b. Mata Pelajaran Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. dan Derifasi Fungsi C dan Fungsi S c. Konsep Circular Flow Of Income a. PI. dan Duessenbery Mengenai Konsumsi 5. dan Terbuka 3. Berbagai Bentuk Model Ekonomi c. Hubungan C. Prinsip Dasar Pembuatan Model b. Pergeseran Keseimbangan IS-LM dan Kaitannya Dengan Pigou Effect dan Keynes Effect 16    . Rencana Materi Perkuliahan Selama Satu Semester dan Buku Referensi Yang Digunakan 2. NNP. Contoh-Contoh Analisisi Model Ekonomi Sederhana. analisis pasar tenaga kerja. Y. a. analisis keseimbangan agregat. Contoh Analisa Neraca Moneter d. Kekuatan Permintaan dan Penawaran Di Pasar Uang dan Pasar Komoditi a. prinsip dasar invesatasi. DI) c.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Makro Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tentang ruang lingkup teori ekonomi makro. Contoh-Contoh Kritik Terhadap Penggunaan GDP dalam Mengukur Tingkat Kemakmuran 4. Bentuk Pergeseran Curva LM Dan Curva IS e. Prinsip-Prinsip Dasar Keputusan Investasi. Pengertian Teori Ekonomi Makro dan Ruang Lingkupnya a. Siklus. teori konsumsi dan saving. peran APBN dalam kehidupan dan peran perdagangan dalam ekonomi sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam analisis-analisis ekonomi secara makro. konsep uang beredar dan inflasi. Teori-Teori Keynes Friendam. Contoh Penurunan Curva Investasi c. Real Investment dan Portfolio Investment b. MPS/APS. Hubungan MPC/APC. konsep dan siklus pendapatan nasional. Contoh-Contoh Analisa Makro dan Mikro c. Konsep dan Siklus GDP (GNP. Keuangan di Indonesia c.

Arti. 11.7. Instrumen-Instrumen Moneter Yang Langsung Maupun Tidak Langsung Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar c. Analisis Curva Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja e. Arti Kebijaksanaan Fiskal. Cara Menurunkan b. Curva AS. Contoh Penggunaan Piranti Moneter d. Contoh Analisis Neraca Pembayaran 17    . Arti Inflasi. Arti Kebijaksanaan Perdagangan. dan Teori-Teori Inflasi 10. Curva Interdependency Pasar-Pasar Ekonomi 9. Contoh Analisa Neraca Moneter d. Analisis Keseimbangan AD dan AS. dan Bentuk-Bentuk Kebijaksanaan Perdagangan b. Sebab-Sebab Meningkatnya Inflasi. dan Contoh Analisis Kebijaksanaan Fiskal b. Pentingnya Pengendalian Jumlah Uang Beredardan Seluk-Beluk Inflasi. Bentuk Pergeseran Curva LM dan Curva IS e. Arti Dari Balance. Keuangan di Indonesia c. Curva AD. Struktur Lembaga-Lembaga b. dan Beberapa Isu Mengenai Neraca Pembayaran c. Peran Perdagangan (Barang dan Jasa) dalam Kehidupan Ekonomi. a. Fungsi Produksi dan Kapasitas Produksi Nasional f. Analisis Kurva Inflationary dan Deflationary Gap g. a. Dan Faktor2 yang Mempengaruhi Curva AS d. Bentuk. Pengertian Kebijaksaan Moneter b. Pergeseran Keseimbangan IS-LM dan Kaitannya dengan Pigou Effect dan Keynes Effect 8. dan Surplus Budget c. Peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Kehidupan. Defisit. Dampak Dari Kebijaksanaan Fiskal Terhadap Kegiatan Ekonomi. a. Analisis Pasar Tenaga Kerja. Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curva AD c. dan Interdependency Metode Laba Bruto a. Kekuatan Permintaan dan Penawaran di Pasar Uang dan Pasar Komoditi a.

dan spread-sheet (ms-excel). Sejarah Komputer c. Tipologi Jaringan. Praktikum Ms-Excel a. Seluruh Materi Dasar Excel 9. Presentasi Hasil Karya Perorangan 8. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Seluruh Materi Pokok Powerpoint 6. Definisi Komputer dan Komputerisasi a. Kapasitas dan Kecepatan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak a. Praktikum Ms-Powerpoint a. Internet 4. Definisi Komputer dan Komputerisasi b. Operating Sistem d. teori dasar database.Program Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Aplikasi Komputer Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dasar-dasar komputer. Windows Xp. Juga mahir mempergunakan beberapa paket aplikasi perkantoran yaitu pengolah kata (ms-word). CPU. Dos Vs Windows dan Komunikasi Data a. alat presentasi (ms-power point). Praktikum Ms-Excel a. Memory c. Efek Suara 7. Double If 10. Praktikum Ms-Excel a. Dos. perangkat keras. Motherboar. database (msaccess). perangkat lunak. Efek Grafis b. 3. Praktikum Ms-Powerpoint a. Seluruh Materi Pokok Word a. perangkat komunikasi data. Formula If b. Nested If 18    . Apllication Sistem 2. Alat-Alat Input dan Output b. Praktikum Ms-Word 5. Reprentasi data d. b. Praktikum Ms-Powerpoint a.

Hirarki Data b. Sumif d. Formula Counta b. Konsep Database a. Form. Praktikum Ms-Excel a. Max. Praktikum Ms-Access a. Report 15. Min 12. Dml Dan Query 14. Grafik 13. Ddl. Vlookup e. Komponen Basis Data d.11. Query 19    . Praktikum Ms-Access a. Countif c. Pendekatan Tradisional Vs Database c. Praktikum Ms-Excel a.

Simpangan Baku. Mempelajari Analisis Regresi Linier Berganda Untuk Meramalkan Memperhitungkan Banyaknya Faktor Yang Mempengaruhi Variabel Y. Melakukan Penjumlahan dengan Menggunakan Simbol Sigma. Metode Least Square untuk Regresi b. Mempelajari Arti Ukuran Lokasi Rata-Rata Hitung. Arti Koefisien Determinasi 8. regresi. simpangan baku. Arti Sempit dan Luas. Rank. Mempelajari Analisa Korelasi dan Regresi Khususnya untuk Meramal a. a. dan Kualitatif 9. Arti dan Kegunaan Data b. Arti Pengumpulan Data 2. Mengetahui Syarat Data Yang Baik dan Pembagian Data Serta Mengetahui Beberapa Istilah Pokok. Arti Dan Kegunaan Ukuran Kemencengan dan Keruncingan Kurva. desil. kemencengan dan keruncingan kurva. Rata-Rata. a. Pentingnya Matematika dalam Statistik b. Sampling. Beberapa Macam Fungsi dan Bentuk Kurvanya c. Simbol Penjumlahan dengan Sigma d. modus. Deviasi. Populasi. analisi time series. Karakteristik. Mempelajari Analisa Korelasi dan Regresi Khususnya untuk Meramal.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Statistika Deskriptif : Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang kegunaan statistik. 4. distribusi teoritis. a. Beberapa Istilah Pokok (Elemen. Frekuensi Relatif dan Kumulatif 3. Ramalan Dengan Regresi Koefisien Korelasi Data Berkelompok. Arti Statistik e. Syarat Data Yang Baik c. a. Arti dan Kegunaan Rata-Rata Hitung (Mean). Mempelajari Arti Kuartil. Deviasi. Pokok Bahasan 1. Mempelajari Range. Mempelajari Memilih Bentuk Fungsi Yang Tepat Untuk Mewakili Data Yang Dikumpulkan. Simpangan Baku. dan Sampling Error) f. Mempelajari Ukuran Kemencengan dan Keruncingan Kurva. Arti dan Kegunaan Berbagai Ukuran Variasi Seperti Range. 5. median. a. Median dan Modus untuk Data Berkelompok dan Tidak. 6. Mempelajari Arti dan Kegunaan Statistik. 7. dan Koefisien Variasi. Arti Kuartil. Variabel. dan Persentil. Desil. korelasi. a. Sampel. Pembagian Data d. Sensus. ukuran lokasi ratarata. dengan 20    . Arti Analisa Korelasi b. dan Koefisien Variasi. range. deviasi. varians. Arti Analisa Regresi c. Persentil Data Berkelompok dan Tidak. Desil. Median dan Modus. kuartil. dan pengujian hipotesis sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam memanfaatkan statistik sebagai alat analisis dan pengolahan data. Rata-Rata. a.

Mempelajari Fungsi Non Linear untuk Meramalkan. Cara Menghitung Indeks Musiman c. 19. Agregatif Tertimbang dan Tidak Tertimbang. Sub. d. Mempelajari Analisis Time Series dan Sekaligus Cara Menghitungnya. Gabungan [Union] & Probabilitas Bersyarat [Bayes Theory]. Arti Hubungan Lebih dari Dua Variabel Koefisien Regresi Parsial Koefisien Korelasi Parsial Koefisien Determinasi Berganda Meramalkan Dengan Persamaan Regresi Linier Berganda 10. Metode Rata-Rata Sederhana. Subyektif. Arti dan Pentingnya Analisis Time Series b. Rata-Rata Bergerak dan Metode Least Square 14. b. Set Ruangan Sampel dan Kejadian 18. Mempelajari Analisis Time Series dan Sekaligus Cara Menghitungnya. Menentukan Trend Dengan Metode Tangan Bebas. Mempelajari Konsep Pendekatan Probabilitas Secara Klasik. a. d. Permutasi dan Kombinasi . Dependent Kejadian. Relatif. Rata-Rata Semi.a. Pembobotan Nilai. Frekuensi Relatif Subyetif b. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu a. a. Khususnya yang Terkait Dengan Kesimpulan yang Tidak Pasti a. Arti Dan Kegunaan Angka Indeks Sederhana. dan Pengujiannya 12. Pengertian Set. 21    . Arti dan Pentingnya Analisis Time Series b. Rata-Rata Semi. a. Pembuatan PR Dan Absensi e. c. Mempelajari Indeks Musiman dan Cara Menghilangkan Pengaruh Musiman. dan Penggunaan Analisis Regresi Berganda Untuk Ukuran Musiman. dan Rasio 15. a. Probabilitas dengan Pendekatan Klasik. Mempelajari Gerakan Siklis dan Cara Mengukurnya. Trend Parabola b. Pengertian tentang Mutually Exclusif Event. Tujuan dan Pengertian Dasar Statistik II 17. Transformasi Semi Log dan Full Log c. dan Perhitungan Probabilitas a. Menentukan Trend Dengan Metode Tangan Bebas. Penggunaan Regresi Linear Berganda Untuk Menemukan Ukuran Musiman 16. Cara Menghilangkan Pengaruh Musiman d. c. Penjelasan Tentang b. Mempelajari Arti Stastik II. e. Gerakan Siklis dan Cara Mengukurnya b. Mempelajari Angka Indeks dan Sekaligus Cara Menggunakannya. Pemberian Nilai. Mempelajari Probabilitas Sebagai Ukuran Ketidak Pastian dan Kegunaan dalam Ekonomi. a. Relatif Bersambung. Non Exclusive. Arti dan Kegunaan Indeks Musiman b. Independent. Trend Logistik dan Gompertz 11. Rata-Rata Bergerak dan Metode Least Square 13. Frekuensi. a. a.

b. Fungsi Probabilitas Diskkrit & Kontinyu; c. Fungsi Probabilitas Bersama 20. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu. a. Fungsi Binominal b. Fungsi Poisson c. Fungsi Hipergeometrik 21. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu. c. Fungsi Normal 22. Mempelajari Nilai Harapan untuk Fungsi-Fungsi Probabilitas a. E (X) ; b. E [X – E (X) ] 2 untuk Fungsi Fungsi Probabilitas

23. Mepel Sampel Secara Acak, Baik Dengan Pengembalian Maupun Tidak. b. Pengambilan Sampel “ With & Without Replacement “ serta Perhitungan Standar Error 24. Mempelajari Perkiraan Tunggal & Interval. a. Unbiased & Biased Estimator; b. Perkiraan Tunggal 1 & 2 Rata-Rata X 1 − X 2

[

]

c.

1&2

Proporsi ⎜ P1 − P2 ⎟

⎛ ⎝

⎞ ⎠

25. Mempelajari Perkiraan Tunggal & Interval c. Perkiraan Interval untuk U & P serta [ U1 – U2] & [ P1 – P2 ] 26. Mempelajari Hipotesis. a. Pengujian Hipotesis Satu Rata-Rata dan Satu Proporsi b. Pengujian Hipotesis dua Rata-Rata Dan 2 Proporsi c. Pengujuan Hipotesis Lebih dua Rata Data [ ANOVA ] d. Pengujian Hipotesis Lebih Dari dua Proporsi [ Chi – Square ]

22   

Nama Program

:

Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Organisasi, Bisnis, dan Manajemen Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dasar-dasar manajemen , dunia usaha, fungsi-fungsi manajemen, pengelolaan SDM, risiko bisnis, manajemen pemasaran dan produksi, dan ekspansi usaha

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU)

: :

Pokok Bahasan 1. Dunia Usaha Dan Lingkungannya a. Pengertian Usaha Bisnis b. Latar Belakang Munculnya Usaha c. Maksud Dan Tujuan Bisnis d. Ruang Lingkup Dunia Usaha/Bisnis e. Lingkungan Internal Dan Eksternal Dunia Usaha

2. Pengertian, Ciri Dan Fungsi Perusahaan a. Pengertian Dasar Perusahaan b. Ciri-Ciri Perusahan c. Fungsi-Fungsi Perusahaan d. Lokasi Perusahaan 3. Bentuk-Bentuk Perusahaan, Kelebihan Dan Kekurangannya a. Perusahaan Perseorangan b. Firma c. Persekutuan Komanditer d. Perseroan Terbatas e. Koperasi Di Indonesia f. Yayasan 4. Dasar-Dasar Manajemen a. Pengertian Manajemen b. Mengapa Manajemen Dibutuhkan c. Definisi Manajemen 5. Manajemen Dan Manajer a. Definisi Manajemen b. Tingkatan Manejemen c. Manajer Fungsional Dan Manejer Umum d. Fungsi-Fungsi Yang Dilaksanakan Manajer e. Kegatan-Kegiatan Manajer f. Peranan Manajer Dalam Perusahaan 6. Perkembangan Teori Manajemen a. Keterampilan Manajer b. Teori Manajemen Klasik c. Manajemen Ilmiah d. Teori Organisasi Klasik e. Aliran Hubungan Manusiawi f. Aliran Manajemen Modern

23   

7. Manajemen Dan Lingkungan Eksternal Organisasi a. Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal b. Lingkungan Ekstern Mikro c. Lingkungan Ekstern Makro 8. Perencanaan Dalam Pengambilan Keputusan a. Penjelasan Perencanaan b. Alasan-Alasan Perlunya Perencanaan c. Hubungan Perencanaan Dengan Fungsi-Fungsi Lainnya d. Tipe-Tipe [Erencanaan Dan Rencana e. Perencanaan Strategik f. Hambatan Dalam Perencanaan Efektif 9. Penetapan Tujuan Dan Pengambilan Keputusan a. Visi Dan Visi Organisasi b. Fungsi Tujuan Organisasi c. Kebutuhan Penyeimbangan Tujuan d. Manajemen By Objective (MBO) 10. Pengertian Pengorganisasian a. Struktur Organisasi b. Pembagian Kerja c. Departementalisasi 11. Koordinasi Dan Rentang Manajemen a. Koordinasi b. Rentang Manajemen 12. Wewenang, Delegasi Dan Desentralisasi a. Pengertian Wewenang, Kekuasaan Dan Pengaruh b. Struktur Lini Dan Staf c. Wewenang Lini Dan Staff d. Sentralisasi Versus Desentralisasi 13. Perencanaan SDM a. Penarikan Dan Seleksi SDM b. Latihan Pengembangan SDM c. Pemberian Kompensasi Kepada Karyawan 14. Kepemimpinan Dalam Organisasi a. Motivasi b. Motivasi Bukan Sekedar Teknik-Teknik c. Pengertian Kepemimpinan d. Pendekatan-Pendekatan Studi Dan Sifat Kepemimpinan 15. Dasar-Dasar Proses Pengawasan a. Pengertian Pengawasan b. Tipe-Tipe Pengawasan c. Tahap-Tahap Dalm Proses Pengawasan d. Pentingnya Pengawasan e. Perancangan Proses Pengawasan f. Alat Bantu Pengawasan Manajerial g. Karakteristik-Karakteristik Pengawasan Yang Efektif 16. Manajemen Produksi Dan Operasi a. Perbedaan Produksi, Manufaktur Dan Operasi b. Tugas Manajer Produksi Dan Operasi c. Mengorganisasikan Proses Produksi d. Pengelolaan Material, Pembelian Dan Persediaan

24   

Manajemen Pemasaran a. Sistem Kerja Asuransi 20. Bentuk Ekspansi e. Merger Dan Akuisisi 25    . Ekspansi Bisnis a. Pengertian Pemasaran b. Kategori Produk b.17. Motif Ekspansi c. Mengelola Bauran Produk d. Bauran Pemasaran 18. Metode Penetapan Harga 19. Arah Ekspansi d. Pengertian Dan Tujuan Penetapan Harga e. Proses Pemasaran f. Pengertian Resiko b. Proses Pemasaran g. Konsep Pemasaran d. Daur Hidup Produk c. Arti Ekspansi b. Jenis Resiko c. Fungsi Pemasaran e. Peran Pemasaran Dalam Masyarakat c. Metode Penanganan Resiko d. Produk Dan Harga a. Resiko Dan Asuransi a.

Teori Perdagangan Modern a. Terms of Trade a. Kegunaan Model Perdagangan 7. Pentingnya Ilmu Ekonomi Internasional c. Pengukuran Terms of Trade c. neraca pembayaran. Definisi b. Instrumen Kebijakan Ekonomi Internasional c. Pembahasan Ekonomi internasional d. Macam-Macam Retriksi dalam Perdagangan Internasional e. Teori Standar Perdagangan Internasional a. Teori Perdagangan Non Klasik b. Tujuan dan Kebijakan Ekonomi Internasional 2. Kurva Kemungkinan Produksi dgn Biaya Meningkat b. Ekuilibrium tanpa Perdagangan 5. Pengertian dan Ruang Lingkup Ekonomi Internasional a. Definisi b. Subsidi 6. Ilustrasi Terms of Trade d. Filosofi Perdagangan Internasional b. Liberalisasi Perdagangan dalam Praktek 26    . dan kebijakan ekonomi internasional Mata Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Keunggulan Komparatif dan Biaya Oportunitas 3. Factor Price Equalization c. Kurva Indiferen Masyarakat c. Kurva Kemungkinan Produksi dan Indefference Curve e. Teori Permintaan dan Penawaran d. Tujuan Kebijakan Ekonomi Internasional d. diharapkan mahasiswa memahami konsep-konsep perdagangan internasional. Teori Hecksher & Ohlin b. Keunggulan Mutlak Adam Smith c. Liberalisasi Perdagangan a. Kebijakan Ekonomi Internasional a. Hukum Keunggulan Komparatif a. Offer Curve 4. Keunggulan Komparatif David Ricardo d. Teori Liberalisasi perdagangan b.Program Diploma : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Internasional Setelah mengikuti mata kuliah ini.

Customs Union 9. Perpindahan Modal antar Dua Negara 10. Ekonomi Politik Proteksionaisme. Prinsip-prinsip Akuntansi Neraca Pembayaran c. Pendahuluan b. Sifat MNC c. Efek Pertumbuhan Faktor Produksi (kasus negara kecil) c. Sistem Kurs Valas e. Efek Global MNC 11. MNC a.8. Stusi Kasus AS Sebagai Negara Peg-Hutang Tersebar di dunia 27    . Kurva Permintaan dan Penawaran Valas d. Pendahuluan b. Pendahuluan b. Pendahuluan b. Kebijakan Industri dan Kebijakan Perdagngan Strategis e. Purchasing Power Parity 15. Kuota Impor c. Faktor yang mempengaruhi Keputusan MNC d. Neraca Pembayaran a. Hambatan Perdagangan Tarif a. Analisis Keseimbangan Umum thd Pemberlakuan Tarif di Negara Kecil e. Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi a. Arti dan Fungsi b. Pasar Valuta Asing a. Kekuatan Bersaing MNC f. Customs Union a. Putaran Uruguai 14. Tanagan Kerja c. Kasus Pertumbuhan Negara Besar 12. Hambatan Non Tarif lainnya d. Teori Optimum 13. Spekulasi c. Pendahuluan b. Teori Struktur Tarif d. Sejarah Kebijakan Komersial AS f. Analisis Keseimbangan Umum thd Pemberlakuan Tarif di Negara Besar f. Neraca Perhitungan dan Ketidakseimbangan Dalam Transaksi Internasional d. Faktor Non Ekonomi e. Perpindahan Faktor prosuksi Antar Negara a. Modal d. Pendahluan b. Hambatan Perdagangan Non Tarif dan Proteksionis Baru a. Analisis Keseimbangan Parsial terhadap Tarif c. Peranan Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi b.

Statement Of Owner’s Equity. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan : Pengantar Akuntansi I Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Akuntansi. Sifat Proses Penyesuaian c. Prinsip Dan Praktik Akuntansi d. Penyesuaian Untuk Deferrals Dan Accruals h. Laporan Keuangan Korporasi 2. Pengklasifikasiannya Serta Proses Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa Dan Perusahaan Dagang. Klasifikasi Akun b. Pengertian Perkiraan. Worksheet Untuk Perusahaan Dagang 28    . Penyesuaian Persediaan g. Dan Laporan Keuangan Serta Dapat Menyimpulkan Siklus Akuntansi a. Karakteristik Perusahaan Dagang Dan Perlakuan Akuntansinya a. Jurnal e. Jurnal Dan Posting Ayat Jurnal Penyesuaian g. Biaya Transportasi & Pajak Penjualan d. Chart Of Accounts c. Pelaporan Periodik Untuk Perusahaan Dagang e. Prinsip Cara Yang Digunakan Dalam Penataan Transaksi Keuangan. Sifat Akun d. Pengertian Akuntansi Dan Bidang-Bidang Yang Berhubungan Dengan Akuntansi a. Pokok Bahasan 1. Persamaan Akuntansi Dan Elemen Dasarnya f. Siklus Akuntansi Dan Menyusun Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Tutup Buku Untuk Penyusunan Laporan Keuangan a. Tahun Fiscal 4. Jurnal Penyesuaian d. Worksheet e. Jurnal Penutup h. Jurnal. Profession Of Accountancy c. Transaksi Bisnis e. Balance Sheet. Dilanjutkan Dengan Pengertian Dan Pembahasan Tentang Pos-Pos Neraca Yang Meliputi Unsur-Unsur Aktiva Dan Hutang Jangka Pendek Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Praktek Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan. Laporan Keuangan Perusahaan Perorangan: Income Statement. Prinsip Penandingan b. Buku Besar. Akuntansi Untuk Penjualan c. Akuntansi Untuk Pembelian b. Sistem Persediaan f. Neraca Percobaan 3. Financial Statement f. Statement Of Cash Flow g.

Transaksi Kas Dan Electronic Fund Transfer 8. Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus. Temporary Investments Dan Receivables Di Neraca 9. Pengendalian Kas b. Menentukan Kuantitas Aktual Dalam Persediaan d. Balance Sheet b. Intangible Assets 29    . Harga Perolehan. Klasifikasi Dan Metode-Metode Yang Berhubungan Dengan Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Dan Investasi Sementara a. Inventory Systems c. Direct Method Of Accounting For Uncollectibles h. Karakteristik. Menentukan Cost Of Inventory e. Allowance Method Of Accounting For Uncollectibles g. Perkiraan Kas Dan Pengendaliaannya a. Disposal Of Plant Assets g. Capital And Revenue Expenditure f. Pengertian. Struktur Pengendalian Intern d. Koreksi Kesalahan 6. Dan Pelaporan Aktiva Tetap a. Jurnal Balik e. Estimating Inventory Cost 10. Temporary Investments i. Depresiasi c. Jurnal Penutup d. Inventory Costing Methods Under A Periodic System f. Pengendalian Piutang c. Prinsip-Prinsip Sistem Akuntansi b. Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang: Income Statement. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Cost h. Accounting For Reporting Inventory Under A Perpetual System g. Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas c. Pengendalian Inern Terhadap Pengeluaran Kas d. Deplesi i. Piutang Tak Tertagih f. Importance Of Inventories b. Karakteristik Notes Receivables d. Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Pada Saat Tutup Buku Pada Perusahaan Dagang a. Instalasi Dan Revisi Siatem Akuntansi c. f. Metode Penyusutan.5. Penyajian Persediaan Pada Neraca i. Retained Earnings Statement. Akuntansi Untuk Notes Receivables e. Jurnal Penyesuaian c. Dan Metode Yang Digunakan Dalam Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan a. Modifikasi Sistem Akuntansi Lain 7. Klasifikasi Piutang b. Composite-Rate Depreciation Method e. Interim Statement f. Metode Pemrosesan Data e. Sistem Akuntansi Dan Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus a. Penilaian. Perolehan Plant Assets b. Perolehan Plant Assets Melalui Leasing h. Akuntansi Untuk Depresiasi d.

Liability For Employee’s Fringe Benefits d.j. Short –Term Notes Payables e. Payroll Dan Payroll Taxes b. Sistem Akuntansi Untuk Payroll Dan Payroll Taxes c. Karakteristik Kewajiban Jangka Pendek Dan Perlakuan Akuntansinya a. Pelaporan Di Laporan Keuangan 11. Product Warranty Liability 30    .

Laporan Keuangan Korporasi 2. Prinsip Penandingan b. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi b. Persamaan Akuntansi Dan Elemen Dasarnya f. Dan Laporan Keuangan Serta Dapat Menyimpulkan Siklus Akuntansi a. Jurnal Penutup h. Pelaporan Periodik Untuk Perusahaan Dagang e. Prinsip Dan Praktik Akuntansi d. Balance Sheet. Jurnal Penyesuaian d. Pokok Bahasan 1. Worksheet Untuk Perusahaan Dagang 31    . Biaya Transportasi & Pajak Penjualan d. Chart Of Accounts c. Sifat Akun d. Pengertian Perkiraan. Buku Besar. Statement Of Owner’s Equity. Worksheet e. Karakteristik Perusahaan Dagang Dan Perlakuan Akuntansinya a. Dilanjutkan Dengan Pengertian Dan Pembahasan Tentang Pos-Pos Neraca Yang Meliputi Unsur-Unsur Aktiva Dan Hutang Jangka Pendek Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Praktek Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan. Pengantar Akuntansi I Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Akuntansi. Statement Of Cash Flow g. Transaksi Bisnis e. Jurnal. Sistem Persediaan f. Financial Statement f. Jurnal e. Pengertian Akuntansi Dan Bidang-Bidang Yang Berhubungan Dengan Akuntansi a. Akuntansi Untuk Penjualan c. Akuntansi Untuk Pembelian b. Penyesuaian Persediaan g. Siklus Akuntansi Dan Menyusun Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Tutup Buku Untuk Penyusunan Laporan Keuangan a. Klasifikasi Akun b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Penyesuaian Untuk Deferrals Dan Accruals h. Neraca Percobaan 3. Prinsip Cara Yang Digunakan Dalam Penataan Transaksi Keuangan. Laporan Keuangan Perusahaan Perorangan: Income Statement. Pengklasifikasiannya Serta Proses Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa Dan Perusahaan Dagang. Sifat Proses Penyesuaian c. Tahun Fiscal 4. Jurnal Dan Posting Ayat Jurnal Penyesuaian g. Profession Of Accountancy c.

Perolehan Plant Assets b. Deplesi a. Perolehan Plant Assets Melalui Leasing h. Menentukan Cost Of Inventory e. Penyajian Persediaan Pada Neraca i. Instalasi Dan Revisi Siatem Akuntansi c. Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas c. Struktur Pengendalian Intern d. Koreksi Kesalahan 6. Inventory Systems c. Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Pada Saat Tutup Buku Pada Perusahaan Dagang a. Jurnal Balik e. Composite-Rate Depreciation Method e. Temporary Investments Dan Receivables Di Neraca 9. Pengendalian Inern Terhadap Pengeluaran Kas d. Karakteristik. Menentukan Kuantitas Aktual Dalam Persediaan d. Harga Perolehan. Inventory Costing Methods Under A Periodic System f. Direct Method Of Accounting For Uncollectibles h. Intangible Assets b. Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang: Income Statement.5. Pelaporan Di Laporan Keuangan 32    . Karakteristik Notes Receivables d. Estimating Inventory Cost 10. Modifikasi Sistem Akuntansi Lain 7. Allowance Method Of Accounting For Uncollectibles g. Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus. Metode Pemrosesan Data e. Capital And Revenue Expenditure f. Akuntansi Untuk Depresiasi d. Perkiraan Kas Dan Pengendaliaannya a. Dan Metode Yang Digunakan Dalam Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan a. Jurnal Penyesuaian c. Depresiasi c. f. Klasifikasi Piutang b. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Cost h. Importance Of Inventories b. Balance Sheet b. Jurnal Penutup d. Metode Penyusutan. Sistem Akuntansi Dan Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus a. Pengertian. Temporary Investments i. Pengendalian Kas b. Klasifikasi Dan Metode-Metode Yang Berhubungan Dengan Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Dan Investasi Sementara a. Dan Pelaporan Aktiva Tetap a. Penilaian. Prinsip-Prinsip Sistem Akuntansi b. Akuntansi Untuk Notes Receivables e. Accounting For Reporting Inventory Under A Perpetual System g. Retained Earnings Statement. Pengendalian Piutang c. Disposal Of Plant Assets g. Piutang Tak Tertagih f. Interim Statement f. Transaksi Kas Dan Electronic Fund Transfer 8.

Product Warranty Liability 33    . Sistem Akuntansi Untuk Payroll Dan Payroll Taxes c. Karakteristik Kewajiban Jangka Pendek Dan Perlakuan Akuntansinya a.11. Short –Term Notes Payables e. Payroll Dan Payroll Taxes b. Liability For Employee’s Fringe Benefits d.

mahasiswa diharapkan mampu memahami transaksi keuangan yang ada dalam Partnership dan PT (Perseroan). Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) g. Penyajian Bonds Payable dan Investment in Bonds di Neraca i. Akuntansi untuk investasi jangka panjang pada saham 5. Bond Sinking Fund f. Akuntansi untuk Bonds Payable e. Karakteristik obligasi c. Partnership dissolution e. Konsep Present Value dan penerapannya pada Bonds Payable d. Appropriation of Retained Earnings d. keuntungan dan kerugian partnership b. Karakteristik. Penerbitan Capital Stock f. Perusahaan korporasi a. Penyajian laporan keuangan partnership 2. Likuidasi partnership f.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Akuntansi II Setelah mengikuti mata pelajaran ini. Laporan Arus Kas. Melaporkan unusual items dalam laporan keuangan b. Perlakuan akuntansi untuk dividen 3. Comprehensive Income 4. Stockholder’s equity c. Pembagian net income atau net loss d. Partnership a. Karakteristik Capital Stock e. Hutang Obligasi dan Investasi dalam Surat Hutang Obligasi. Stock Split h. Appendix: Effective Interest Method of Amortization 34    . Penyusunan laporan keuangan perusahaan korporasi a. Source of Paid In Capital d. Earnings per common share c. Investasi pada obligasi h. pengantar akuntansi manajerial dan Job Order Cost System serta mampu mengoperasikan Software MYOB Accounting dalam pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan. Hutang Obligasi dan Investasi dalam surat hutang obligasi a. Bond Redemption g. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Investasi pada saham b. Pendanaan korporasi b. Karakteristik dan Pembentukan korporasi b. Akuntansi untuk partnership c. Akuntansi untuk investasi dalam saham a.

Membuat File Data Akuntansi Perusahaan c. Job order cost system untuk perusahaan jasa 8.6. Transaksi payroll f. Laporan Arus Kas a. Instalasi Software Myob Accounting b. Transaksi terkait bank e. Jurnal pembelian c. Istilah dan Komponen Biaya Manufaktur c. Pencetakan neraca 35    . Verifikasi pencatatan transaksi b. Saldo Awal Akun-Akun 9. Overview Sistem Akuntansi Biaya d. Verifikasi Pencatatan Transaksi dan Pencetakan Laporan Keuangan mengggunakan Software MYOB Accounting a. Melakukan Setting: d. Daftar Relasi (Card File) i. Tujuan Laporan Arus Kas b. Perbedaan Financial Accounting dan Managerial Accounting b. Laporan Arus Kas – Indirect Method d. Kode Pajak e. Time billing 10. Pencatatan Transaksi Keuangan menggunakan Software MYOB Accounting a. Job order cost system untuk perusahaan manufaktur e. Payroll Accounts h. Accounts Dan Banking Accounts f. Item-item Pelaporan arus kas c. Jurnal umum b. Pencetakan laporan laba rugi c. Laporan Arus Kas – Direct Method 7. Software MYOB Accounting a. Purchase Accounts g. Daftar Persediaan j. Job Order Cost System a. Transaksi terkait inventory g. Jurnal penjualan d.

Source of Paid In Capital d. Penyajian Bonds Payable dan Investment in Bonds di Neraca i. Pembagian net income atau net loss d. Akuntansi investasi dalam saham 5. Bond Redemption g. Karakteristik dan Pembentukan korporasi b. Sifat kewajiban lancar b. Pengantar Akuntansi II Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan keterampilan dasar berbahasa inggris yang dapat mendukung prestasi akademiknya. Akuntansi untuk partnership c. keuntungan dan kerugian partnership b. Perlakuan akuntansi untuk dividen 4. Penyajian laporan keuangan partnership 3. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Stockholder’s equity c. Kewajiban kontinjensi d. Bond Sinking Fund f. Appropriation of Retained Earnings e. Tujuan Laporan Arus Kas b. Item-item Pelaporan arus kas c. Earnings per common share d. Hutang Obligasi dan Investasi dalam surat hutang obligasi a. Konsep Present Value dan penerapannya pada Bonds Payable d. Stock Split h. Laporan Arus Kas a. Kewajiban lancar a. Pajak penghasilan perusahaan b. Appendix: Effective Interest Method of Amortization 6. Karakteristik Capital Stock e. Kewajiban pajak 2. Laporan Arus Kas – Indirect Method d. Pajak penghasilan. Karakteristik. Melaporkan unusual items dalam laporan keuangan c. Partnership a. Pendanaan korporasi b. Comprehensive Income f. Likuidasi partnership f. Laporan Arus Kas – Direct Method 36    . dan investasi dalam saham a. Investasi pada obligasi h. Karakteristik obligasi c. item yang tidak biasa. Wesel bayar dan kewajiban lancar lainnya c. Partnership dissolution e.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Perusahaan korporasi a. Akuntansi untuk Bonds Payable e. Penerbitan Capital Stock f. Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) g.

Setting awal Software MYOB Accounting a. accounts dan banking accounts f. Perbedaan Financial Accounting dan Managerial Accounting b. Jurnal Pembelian c. Istilah dan Komponen Biaya Manufaktur c. Transaksi terkait Bank e. Membuat file data akuntansi perusahaan c. Verifikasi Pencatatan Transaksi b. Akuntansi manajemen dan aplikasinya: Job Order Cost System a. Melakukan setting: d. Instalasi Software MYOB Accounting b. kode pajak e. Verifikasi Pencatatan Transaksi dan Pencetakan Laporan Keuangan mengggunakan Software MYOB Accounting a. Jurnal Umum b.7. Pencetakan Laporan Laba Rugi c. daftar relasi (card file) i. purchase accounts g. Overview Sistem Akuntansi Biaya d. daftar persediaan j. Pencetakan Neraca 37    . payroll accounts h. Jurnal Penjualan d. Transaksi Payroll f. Job order cost system untuk perusahaan jasa 8. Time Billing 10. Transaksi Keuangan menggunakan Software MYOB Accounting a. Transaksi terkait Inventory g. saldo awal akun-akun 9. Job order cost system untuk perusahaan manufaktur e.

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Peranan Keuangan Pemerintah a. Pajak Penghasilan e. Penetuan Harga Barang Publik b. Pajak Kekayaan f. Macam Manfaat Dan Biaya Suatu Proyek c. Penentuan Harga Barang Oleh Pemerintah a.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Keuangan Publik Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang teori peranan keuangan pemerintah. Penggeseran Beban Pajak e. Kepincangan-Kepincangan Dalam Mekanisme Pasar c. Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung a. Pajak Bumi Dan Bangunan 7. Mengenal Dan Mengukur Manfaat Suatu Proyek d. Kebijakan Anggaran c. APBN a. Kebijakan Subsidi d. Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah 3. Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian b. Kegiatan Dan Pengeluaran Pemerintah Selalu Meningkat b. Mengenal Dan Mengukur Biaya Suatu Proyek e. penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Sumber-Sumber Penerimaan Negara b. Eksternalitas Dan Barang Publik d. Pajak Pertambahan Nilai g. utang negara. Kriteria Investasi b. dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Distribusi Beban Pemerintah c. Hubungan Antara Penjual/Produsen Dengan Pasar f. Pengertian Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung b. Kebijakan Harga Hasil Pertanian 38    . kebijakan fiskal. Pengaruh Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung Terhadap Kesejahteraan Konsumen d. Pengaruh Subsidi Barang Dalam Jumlah Tertentu e. Pengeluaran Pemerintah a. Sistem Perpajakan Dan Politik Pajak d. Pengalaman Di Indonesia 4. Kebijakan Apbn. Efisiensi Dalam Pengeluaran Negara c. Macam-Macam Kegiatan Pemerintah 2. Kesejahteraan Yang Hilang Karena Pajak 6. Menentukan Waktu Dan Bunga Diskonto 5. Pejak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung Sebagai Sumber Penerimaan Negara c. Analisa Biaya Dan Manfaat a. Penerimaan Pemerintah a. Pengertian Anggaran b.

Posisi Utang-Utang Indonesia Di Antara Negara-Negara Asean h. Pendahuluan b. Pembayaran Utang Luar Negeri Dan Bunga Dalam Hubungannya Dengan Apbn i. Pengaruh Kebijakan Redistribusi Pendapatan Terhadap Keinginan Untuk Bekerja. Pengaruh Pajak Terhadap Produksi b.8. Masalah Pengelolaan Negara 10. Biaya Sosial Dan Pembebanan Pajak 13. Transfer Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Daerah b. Masalah Kebijakan Fiscal a. Beberapa Kesulitan Pengukuran Ketidakmerataan c. Hubungan Pembangunan Ekonomi Dan Pinjman Luar Negeri a. Pengaruh Pajak Dalam Perekonomian a. Bantuan Pusat “Tax Effort” Dan “Fiscal Need” e. Bantuan Pemerintah Dan Pembangunan Daerah Yang Seimbang d. Ikhtisar Dan Kesimpulan 39    . Teknik Redistribusi Pendapatan d. Pemilihan Antara Pinjaman Dalam Negeri Dan Pinjaman Luar Negeri d. Distribusi Pendapatan a. Pengaruh Pajak Terhadap Keinginan Untuk Bekerja d. Pinjaman Luar Negeri Dan Inflasi e. Kapasitas Untuk Memabyar Utang Luar Negeri Indonesia f. Pengaruh Pajak Terhadap Distribusi Pendapatan c. Tujuan Kebijakan Fiskal d. Macam Dan Ciri Utang Negara 9. Kesimpulan 12. Kaitan Kebijakan Fiskal Dan Moneter 11. Pinjaman Luar Negeri Sebagai Sumber Kapital c. Pro Dan Kontra Redistribusi Pendapatan b. Besarnya Transfer Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Daerah c. Asal Mula Kebijakan Fiskal b. Macam Dan Ciri Utang Negara b. Macam-Macam Kebijakan Fiskal c. Konflik Antara Stabilitas Dan Kesempatan e. Meringankan Beban Pinjaman g. Sumber Pinjaman Negara c. Utang Negara a. Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah a.

Syarat. Penagihan Pajak dan ketetapan pajak. Penghasilan Pasal 23/26. Penghapusan NPWP Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 40    . Reformasi Perpajakan Dan Perubahan UU Pajak 3. Tempat Dan Waktu Pendaftaran Wajib Pajak d. Fungsi-Fungsi Pajak Dan Turunannya d. Pemeriksaan pajak. Sistem pemungutan pajak. Dasar Dan Teori Pemungutan Pajak b. Sejarah Dan Perubahan-Perubahan Hukum Pajak d. Kewajiban Mendaftarkan Diri Menjadi Wajib Pajak Dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak a. Pengertian Hukum Pajak c. Filosofi Dan Penafsiran Hukum Pajak a. Sumber Hukum Dan Perkembangan Hukum Pajak b. Wajib Pajak dan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Pembukuan dan Pelaporan Pajak. Pajak Penghasilan Pasal 21. Tempat Dan Waktu Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak e. Pajak Penghasilan Pasal 22. Jenis Pajak Dan Tarif Pajak a. Jenis-Jenis Pajak e. Sistem Pemungutan Pajak. Pengertian Pungutan Selain Pajak c. Perubahan Data Wajib Pajak. jenis pajak dan tarif pajak. Pajak Penghasilan Pasal 4(2)/15 dan menjelaskan subyek dan obyek pasal 4(2)15 beserta penghitungan PPh pasal 4(2)/15 dan pelaporannya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Fungsi Dan Tujuan Hukum Pajak e. Tarif-Tarif Pajak 5. Hukum Pajak Di Indonesia Beserta Fungsi Dan Tujuannya a. sengketa pajak. Pengertian Penafsiran Hukum Pajak c. Penerimaan Negara Bukan Pajak 2. Sanksi Tidak Mendaftarkan Diri f. Pengertian Dan Fungsi Pajak a. NPWP c. Azas-Azas Di Dalam Penyusunan UU Pajak b. Pengertian Pajak Menurut Ahli Dan Undang-Undang b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Perpajakan I Agar peserta kuliah dapat menjelaskan pengertian dan fungsi pajak. Syarat. hukum pajak. Pengertian Wajib Pajak b. Azas Pemungutan Pajak d. Sistem Pemungutan Pajak c. Pembayaran Pajak. Landasan. Perpindahan Tempat Usaha Wajib Pajak g. Kegunaan Dan Tatacara Penafsiran Hukum Pajak 4.

Tatacara Dan Syarat Pengajuan Permohonan Keberatan g. STP d. Pengertian Pembetulan Ketetapan Pajak b. Pengertian Pph Pasal 21 b. SKPN 9. Hak Dan Kewajiban Dalam Pemeriksaan Pajak c. Pph Pasal 21. Tatacara Dan Syarat Pengajuan Permohonan Banding j. Pasal 22. Non Subyek. Pemotong Dan Pemungut Pph d. Kewajiban Pembayaran Pajak b. Tatacara Pengurangan Dan Atau Pengh Sanksi Adm e. Dasar-Dasar Penagihan Pajak c. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan Menjelaskan Subyek. Pengertian Keberatan f. SKPKB e. Pembayaran Pajak a. Surat Pemberitahauan (SPT) • Kewajiban Penyampaian SPT • Tatacara Penyampaian SPT d. Penagihan Pajak a. Pembukuan Dan Pelaporan Pajak a. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 21 Beserta Komponen Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap a. Pengertian Pemeriksaan Pajak b. Sanksi -Sanksi 7. Tindakan Penagihan Pajak Dari Penerbitan Surat Teguran Sampai Dengan Pelaksanaan Lelang 10. Pengertian Banding i. Tatacara Pembetulan Ketetapan Pajak c. Kewajiban Pembukuan Bagi Wajib Pajak c. Latar Belakang Pemotongan Dan Pemungutan Pph c. Sanksi Tidak Melakukan Pembayaran Pajak 8. SKPKBT f. Pemeriksaan Pajak Dan Ketetapan Pajak a. Pengertian Pph b. Pengertian Pajak Penghasilan (Pph) Dan Latar Belakang Pemotongan Dan Pemungutan Pph a. Pasal 23/26 Dan Pph Pasal 4(2) 12. Surat Keputusan Keberatan h.6. Sanksi Keterlambatan Pembayaran d. Bukan Yang Dipotong d. Pph Pasal 21 Dan Penghasilan Yang Non Obyek Pph Pasal 21 e. Putusan Banding 11. Pengertian Pengurangan Dan Atau Penghapusan Sanksi Administrasi d. Sengketa Pajak a. Pemotong Pph Pasal 21 Yang Dipotong Pph Pasal 21 Dan Penghasilan Yang Merupakan Obyek Pph Ps 21 c. Angsuran Dan Penundaan Pembayaran Pajak d. Surat Setoran Pajak c. Pengertian Penagihan Pajak b. Bukan Pemotong Pph Pasal 21. Pengertian Pembukuan Dan Pencatatan b. Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap Disetahunkan Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap Tidak Disetahunkan 41    . SKPLB g.

Pelaporan Pph Pasal 22 14. Pelaporan Pph Pasal 4(2)/15 42    . Subyek Dan Obyek Pph Ps 22 Non Subyek Dan Non Obyek Pph Pasal 22 c. Penghitungan Pph Pasal 23/26 d. Pengertian Pph Pasal 22 b. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 4(2)/15 Dan Menjelaskan Subyek Dan Obyek Pasal 4(2)/ 15 Beserta Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 Dan Pelaporannya a. Non Subyek. Penghitungan Pph Pasal 21 Bukan Pegawai h. Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 d. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 23/26. Pengertian Pph Pasal 23/26 b.f. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 22 Beserta Penghitungan Pph Pasal 22 Dan Pelaporannya a. Penghitungan Pph Pasal 21 Non Pegawai Tetap g. Non Subyek Dan Non Obyek Pph Pasal 23/26 c. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 23/26 Beserta Penghitungan Pph Pasal 23/26 Dan Pelaporannya a. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 4(2)/15 c. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 22 Dan Menjelaskan Subyek. Pelaporan Pph Pasal 23/26 15. Non Subyek. Pengertian Pph Pasal 4(2)/15 b. Penghitungan Pph Pasal 21 Tenaga Ahli Penghitungan Pph Pasal 21 Yang Bersifat Final 13. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Dan Menjelaskan Subyek. Penghitungan Pph Pasal 22 d.

Pengertian PPN beserta subyek. c. obyek dan penghitungannya. Perbedaan WPDN Dan WPLN Non Subjek Pajak 2. Obyek Pajak Bersifat Non Final c. Obyek Pajak Bersifat Final Pajak d. Penghasilan Dari Ln Dan Pph Pasal 24 • Kompensasi Kerugian • Kredit Pajak d. Wajib Pajak Orang Pribadi d. Objek PPh a. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Menyelenggarakan Pembukuan a. Penggolongan Subjek Pajak c. pengertian PBB beserta subyek. Penghitungan Pph Pasal 29 Dan 25 Orang Pribadi Usahawan Yang Tidak 5. ketentuan bea materai. Biaya-Biaya Yang Boleh Dan Yang Tidak Boleh Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto a. obyek dan penghitungannya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Kredit Pajak f. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Badan a. Pengusaha Tertentu e. Kredit Pajak Dan Zakat 4. Pengertian Pajak Penghasilan (PPh) Dan Subjek PPh a. Pokok Penjualan c. Biaya-Biaya Yang Tidak Boleh Dikurangkan (Nondeductible Exp) 6. Biaya-Biaya Yang Boleh Dikurangkan (Deductible Expense) b. Wajib Pajak Orang Pribadi b. obyek dan penghitungannya.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Perpajakan II Agar pesrta kuliah mampu menjelaskan pengertian PPh beserta subyek. Non Obyek Pajak e. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Non Usahawan a. Norma Penghitungan b. Pengertian PPh Dan Perkembanganya b. Penghasilan Neto. Pengertian Dan Pengelompokan Penghasilan b. Karyawan c. PTKP Dan Penggabungan d. Penyusutan Dan Amortisasi c. Omzet Usaha Dan Harga b. Penghitungan PPh Pasal 29 Dan 25 43    . Penghasilan Bentuk Usaha Tetap 3. Penghasilan e.

Tempat Pajak Terutang Pemusatan Tempat Pajak Terutang 12. Penghitungan Pph Atas Revaluasi Aktiva Tetap 8. Dasar Hukum b. Saat Pajak Terutang c. Obyek PPN Dan Perkembangan Obyek Ppn d. Dasar Hukum PPN c. Materiil Faktur Pajak e. Ketentuan Yang Mengatur Tentang Bea Meterai a. Penghitungan Ppn Dan PPN a. Sanksi-Sanksi 9. Obyek Bea Meterai d. Saat Terutang f. Subyek PPN e. Karakteristik PPN 10. Pabean. Pengertian Dan Macam Faktur Pajak b. Tatacara Pengkreditan Pajak Masukan b. Pengertian Faktur Pajak Dan Dasar Pengenaan Pajak a. Saat Dan Tempat Pajak Terutang a. Cara Melunasi Bea Meterai h. Kriteria Pajak Masukan Yang Dapat/Tidak Dapat Dikreditkan c. Saat Pelunasan g. Terminologi Bkp/Non Bkp Dan Jkp/Non Jkp. Penghasilan Bersifat Final b. Penyerahan Bkp/Jkp Dan Kegiatan Usaha/Pekerjaan c. Pengertian PPN b. Karakterisitik PPNBM 44    . Pengertian Bea Meterai c. Jenis Bea Meterai e. Pengertian Dan Macam Dasar Pengenaan Pajak 13. Pengusaha Kecil f. Pengkreditan Pajak Masukan. Pengertian Revaluasi Aktiva Tetap d. Pengertian PPN Dan Karakteristiknya a.7. Hubungan Istimewa g. Pemungut PPN 11. Sanksi-Sanksi f. Daerah b. Obyek PPN Dan Bukan Obyek Ppn Serta Subyek PPN a. Saat Pembuatan Faktur Pajak c. Penghitungan PPN d. Saat Terjadi Penyerahan b. Penghitungan Pph Terutang Untuk Wp Yang Mempunyai Penghasilan Yang Bersifat Non Final Sekaligus Bersifat Final c. Persyaratan Formil Dan d. Wajib Pajak Yang Semata-Mata Mempunyai Penghasilan Bersifat Final Dan Ketentuan Tentang Revaluasi Aktiva Tetap a. Saat Pembuatan Faktur Pajak d.

Penagihan e. NJOP.e. Pengertian PBB. Keberatan. Kriteria Subyek Pajak Yang Dapat Ditunjuk sebagai WP 15. Obyek Dan Tarif PPNBM f. Penghitungan PPNBM 14. Penghitungan PBB b. Obyek Yg Dikenakan. Banding Dan Pengurangan PBB a. Penghitungan Sanksi. Saat Dan Tempat PBB Terutang c. Obyek PBB. Pengertian Pph Pasal 4(2)/15 b. Tidak Dikenakan. Penghitungan PBB. SPPT d. Pengertian Subjek Pajak f. Pengertian Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB). Pelunasan PBB. Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 d. Dan NJOPTKP e. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 4(2)/15 c. Dan Subyek PBB a. Saat Dan Tempat PBB Terutang. Bumi. b. Banding Dan Pengurangan a. Pelaporan Pph Pasal 4(2)/15 45    . Subyek Dan Obyek. Keberatan. Banding g. Penghitungan Sanksi d. Keberatan f. SPOP c. Bangunan. Penghitungan. Pengurangan 16. Pengertian Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB). Penagihan.

Nama Mata kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Risiko. dan nilai tunai f. Perencanaan dan Penganggaran a. Perencanaan keuangan dan anggaran d. dan risiko pasar c. Tingkat imbal hasil yang diharapkan b. metode pembungaan. manajemen investasi. Arus kas bebas 3. Penilaian Saham a. Definisi manajemen keuangan b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Manajemen Keuangan Agar peserta kuliah mampu untuk menjelaskan prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan. Lima hubungan penting pada penilaian obligasi 7. Sepuluh aksioma yang mendasari manajemen keuangan 2. Hubungan antara nilai dan penghasilan 8. Tujuan perusahaan c. Tingkat imbal hasil yang diharapkan pemegang saham f. Analisis dupont 4. Analisis rasio keuangan b. tujuan perusahaan. Risiko dan Imbal Hasil a. Laporan Keuangan. Portofolio beta dan tingkat imbal hasil yang diminta investor d. Bentuk-bentuk organisasi perusahaan d. Pajak perusahaan c. Metode net present value 46    . Anuitas dan perpetuitas g. Pengantar Manajemen Keuangan a. manajemen pembiayaan. Laporan laba rugi dan neraca b. Penilaian Obligasi a. dan Arus Kas a. Karakteristik saham biasa d. Tingkat Pertumbuhan yang Dapat Dicapai c. Nilai saham biasa e. Peramalan Keuangan b. Nilai yang akan datang. dan kebijakan dividen. Tingkat bunga 5. diversifikasi. Definisi nilai dan proses dasar penilaian b. Jenis dan ciri saham preferen b. Nilai Waktu dari Uang e. Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan dan Cara-cara menghitung GDP a. Efek inflasi atas tingkat imbal hasil dan hubungan waktu dan tingkat bunga 6. Pajak. Nilai saham preferen c. Jenis dan karakteristik obligasi c. Nilai obligasi dan yield to maturity d. Metode payback period b. Kriteria Pengambilan Keputusan Penganggaran Modal Cara menurunkan a. Peramalan.

Pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham c. Pengelolaan Modal Kerja dan Sumber Dana jangka Pendek a. Menghitung arus kas bebas proyek b. Analisis Risiko dalam Penganggaran Modal a. Biaya Modal a.c. Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal 9. Metode profitability index d. Menghitung biaya modal individual dan biaya modal rata-rata tertimbang c. Pengelolaan Piutang dan Persedian a. Konsep dan definisi biaya modal b. Faktor penentu dalam pengelolaan piutang b. Kebijakan dividen b. Kebijakan Dividen dan Pembiayaan Internal a. Menjelaskan pemicu nilai c. Economic value added (EVA) d. Teori struktur modal c. Pendekatan lain untuk mengevaluasi risiko dalam penganggaran modal 11. Pengelolaan Kas dan Surat Berharga. Menggunakan cost of capital perusahaan untuk mengevaluasi investasi baru 12. Proyek yang bersifat mutually exclusive 10. Analisis titik impas c. Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal a. Kompensasi berdasarkan kinerja 13. Analisis leverage operasi. dan gabungan 14. Perencanaan Struktur Keuangan Perusahaan b. Menetapkan komposisi surat berharga yang mudah dijual yang bijak 18. Alasan perusahaan mempunyai persediaan 47    . Kebijakan dividen dalam praktek d. Pengaruh keterbatasan modal c. a. Metode memasukkan risiko ke dalam penganggaran modal c. Mendefinisikan modal kerja bersih b. Pembelian kembali saham 16. Analisis dan Pengaruh dari Leverage a. Mernghitung biaya kredit jangka pendek 17. Risiko dan keputusan investasi b. keuangan. Agency cost dan nilai perusahaan d. Risiko keuangan dan risiko bisnis b. Metode internal rate of return e. Trade off dalam hal tingkat risiko dan return pada pengelolaan modal kerja c. Prinsip hedging dalam pengelolaan modal kerja d. Kebijakan Dividen dan Pembiayaan Internal a. Dividen saham dan pemecaham saham e. Menganalisa mekanisme-mekanisme yang berbeda untuk pengelolaan prosedur penerimaan dan pengeluaran kas c. Pengelolaan Nilai Pemegang saham a. Alat dasar pengelolaan struktur modal 15. Penilaian perusahaan – kunci penciptaan nilai perusahaan b. Tujuan pengelolaan kas b.

Sumber potensi keuntungan ekonomi leasing dibandingkan pembelian 48    .c. b. Menghitung keuntungan bersih leasing dibandingkan membeli aset e. Karakteristik dasar term loan. Menyimpulkan persediaan pengaruh Total Quality Management terhadap pengelolaan 19. Menghitung komponen pokok dan bunga dalam hutang cicilan c. Jenis-jenis dasar perjanjian lease d. Term Loan dan Leases a.

Konsep Pemeliharaan Modal Finansial e. Pengertian Laba d. Unsur-Unsur Laporan Arus Kas h. Unsur-Unsur Neraca Dan Klasifikasinya: Aktiva. Pengungkapan Tambahan Untuk Neraca f. piutang. Contoh Akuntansi Akrual Dan Basis Kas 3. Pengakuan Dan Pengukuran Laba a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Akuntansi Akrual Dan Basis Kas e. Pencatatan c. persediaan. Kerangka Konseptual Akuntansi Menurut FASB: c. laporan arus kas. Unsur-Unsur Laporan Keuangan g. Tahapan-Tahapan Dalam Proses Akuntansi a. Pengukuran Dan Pelaporan Laba b. neraca. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi f. Bentuk-Bentuk Neraca e. Kerangka Konseptual Akuntansi a. Pengertian Dan Komposisi Kas b. Penentuan Laba c. Pentingnya Pengakuan. Konsep Pemeliharaan Modal Fisik f. Latar Belakang d. Laporan Perubahan-Perubahan Laba Ditahan h. Kewajiban. Neraca Dan Laporan Arus Kas a. Pengertian Dan Kegunaan Neraca b. kas. Perkiran Offset d. Saldo Kompensasi c. Pengukuran. Penyertaan Pemilik c. Bentuk-Bentuk Laporan Laba Rugi g. Tinjauan Umum Tentang Prinsip-Prinsip Pengakuan. Tahap-Tahap Dalam Proses Akuntansi: b. Kas Dan Investasi Jangka Pendek a. Pelaporan h. Manajemen Dan Pengendalian Kas 49    . Tujuan Pelaporan Keuangan e. Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Model Akuntansi Keuangan 2. Pengikhtisaran d. dan aktiva tetap sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos aktiva.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Menengah I Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut kerangka kerja konseptual. Pengertian Dan Kegunaan Laporan Arus Kas g. siklus akuntansi. Kebutuhan Akan Suatu Kerangka Konseptual Akuntansi b. Metode Penutupan Persediaan g. Jurnal-Jurnal Khusus Dan Buku Besar Pembantu f. konsep penentuan pendapatan dan pengukuran laba. Implikasi-Implikasi Kerangka Konseptual Akuntansi (SFAC #6) Terhadap Pelaporan Laba 4. Metode-Metode Pelaporan Arus Kas 5.

Persediaan. Piutang Dan Wesel Tagih a. Pengertian Dan Klasifikasi Persediaan b. Penentuan Harga Pokok Persediaan g. Penilaian Persediaan Berdasarkan Harga-Harga Selain Harga Pokok: e. Metode-Metode Akuntansi Sebelum Pengakuan Pendapatan j. Metode Deposit-Umum k. Jenis-Jenis Wesel Tagih i. Metode Deposit-Industri Franchise l. Pengakuan/Pencatatan Piutang c. i. Pengakuan Pendapatan Sebelum Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa b. FIFO. Penjaminan Dan Penjualan Piutang h. Metode Tunai i. dan Rata-Rata h. e. Metode Penjualan Angsuran g. Evaluasi Lifo Sebagai Suatu Metode Alokasi Harga Pokok j. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang c. Perbandingan Antara Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Persediaan i. h. k. Pengakuan Pendapatan Setelah Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa f. Sistem Perpetual e. Penjualan Komisi/ Konsinyasi 50    . Prosedur Taksiran Dan Penilaian Harga Pokok Berdasarkan Harga Selain Harga Pokok a. Metode Harga Pokok Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah f. f. Penilaian Dan Pelaporan Piutang d. Metode Laba Bruto b. Kas Kecil Rekonsiliasi Bank Kriteria Untuk Mengklasifikasikan Investasi Jangka Pendek Komposisi Investasi Jangka Pendek Pencatatan Pembelian Dan Penjualan Surat Berharga Yang Dapat Dipasarkan Penilaian Surat Berharga Yang Dapat Segera Dipasarkan Metode Harga Perolehan Metode Harga Pasar Metode Harga Perolehan Atau Harga Pasar. Pengaruh Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencatatan Persediaan i. Metode-Metode Penilaian f. LIFO. Pemilihan Suatu Metode Persediaan 8. Unsur-Unsur Persediaan f.d. g. Basis Penilaian e. Penilaian Wesel Tagih Dan Masalah-Masalah Khusus Yang Terkait j. Penyajian Persediaan Di Neraca 9. Metode Harga Jual Eceran Dengan Nilai Dolar/Rupiah d. Penyajian Piutang Dan Wesel Tagih Di Neraca 7. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Pembangunan Jangka Panjang d. Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Tradisional: Identifikasi Khusus. l. Mana Yang Lebih Rendah 6. Masalah-Masalah Yang Berhubungan Dengan Pengakuan Pendapatan a. Penaksiran Piutang Tak Tertagih g. Kerugian Atas Komitmen-Komitmen Pembelian g. Sistem-Sistem Persediaan: c. Metode Harga Jual Eceran c. Pendiskontoan Wesel Tagih k. Penilaian Dan Tukar Tambah Dan Pemilikan Kembali h. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang Di Bidang Jasa e. Sistem Periodek d. j. Metode Pemulihan Biaya h. Pengertian Dan Klasifikasi Piutang b. Dan Penilaiannya Berdasarkan Harga Pokok a.

Penggantian Kerugian Aktiva Yg Diasuransikan l.10. Deplesi Sumber Daya Alam f. Penyajian Informasi Aktiva Tetap Di Neraca Dan Pengungkapan Tambahan Yang Diperlukan 51    . Pengertian Penyusutan b. Akun. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Penyusutan Periodik c. Perubahan Dalam Taksiran Variabel Dlm Penyusutan g. Penghentian Penggunaan Aktiva Tetap: h. Amortisasi Aktiva Tetap Tak Berwujud e. Melalui Pertukaran Dengan Aktiva Lain j. Melalui Penjualan i. Pengafkiran k. Metode-Metode Penyusutan d. Penggunaan Dan Pengafkiran Aktiva Tetap a.

Pengungkapan Tambahan Untuk Neraca f. Jurnal-Jurnal Khusus Dan Buku Besar Pembantu f. Pengukuran Dan Pelaporan Laba b. Akuntansi Akrual Dan Basis Kas e. Kebutuhan Akan Suatu Kerangka Konseptual Akuntansi b. Tinjauan Umum Tentang Prinsip-Prinsip Pengakuan. Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Model Akuntansi Keuangan 2. konsep penentuan pendapatan dan pengukuran laba. Unsur-Unsur Neraca Dan Klasifikasinya: Aktiva.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. persediaan. Unsur-Unsur Laporan Keuangan g. Bentuk-Bentuk Neraca e. Kerangka Konseptual Akuntansi Menurut FASB: c. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi f. Perkiran Offset d. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengertian Laba d. Kas Dan Investasi Jangka Pendek a. Pengukuran. Saldo Kompensasi c. Implikasi-Implikasi Kerangka Konseptual Akuntansi (SFAC #6) Terhadap Pelaporan Laba 4. Pelaporan h. Penentuan Laba c. piutang. Unsur-Unsur Laporan Arus Kas h. Laporan Perubahan-Perubahan Laba Ditahan h. Kewajiban. Tujuan Pelaporan Keuangan e. Tahap-Tahap Dalam Proses Akuntansi: b. Metode-Metode Pelaporan Arus Kas 5. Akuntansi Keuangan Menengah I Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut kerangka kerja konseptual. Pengertian Dan Kegunaan Laporan Arus Kas g. Penyertaan Pemilik c. laporan arus kas. Neraca Dan Laporan Arus Kas a. neraca. siklus akuntansi. Pengakuan Dan Pengukuran Laba a. Manajemen Dan Pengendalian Kas 52    . Pengikhtisaran d. Pentingnya Pengakuan. Kerangka Konseptual Akuntansi a. Contoh Akuntansi Akrual Dan Basis Kas 3. Tahapan-Tahapan Dalam Proses Akuntansi a. Bentuk-Bentuk Laporan Laba Rugi g. Latar Belakang d. Pencatatan c. Pengertian Dan Kegunaan Neraca b. kas. Pengertian Dan Komposisi Kas b. Konsep Pemeliharaan Modal Fisik f. Metode Penutupan Persediaan g. Konsep Pemeliharaan Modal Finansial e. dan aktiva tetap sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos aktiva.

Penyajian Piutang Dan Wesel Tagih Di Neraca 7. FIFO. Penilaian Wesel Tagih Dan Masalah-Masalah Khusus Yang Terkait j. Unsur-Unsur Persediaan f. j. Penilaian Dan Tukar Tambah Dan Pemilikan Kembali h. Metode Penjualan Angsuran g. Pengakuan Pendapatan Setelah Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa f. Evaluasi LIFO Sebagai Suatu Metode Alokasi Harga Pokok j. Basis Penilaian e. Persediaan. Sistem Perpetual e. Prosedur Taksiran Dan Penilaian Harga Pokok Berdasarkan Harga Selain Harga Pokok a. Metode Harga Jual Eceran c. Sistem Periodek d. Penjualan Komisi/ Konsinyasi 53    . Dan Penilaiannya Berdasarkan Harga Pokok a. Kas Kecil Rekonsiliasi Bank Kriteria Untuk Mengklasifikasikan Investasi Jangka Pendek Komposisi Investasi Jangka Pendek Pencatatan Pembelian Dan Penjualan Surat Berharga Yang Dapat Dipasarkan Penilaian Surat Berharga Yang Dapat Segera Dipasarkan Metode Harga Perolehan Metode Harga Pasar Metode Harga Perolehan Atau Harga Pasar. Penentuan Harga Pokok Persediaan g. Penaksiran Piutang Tak Tertagih g. h. Penjaminan Dan Penjualan Piutang h. Metode Deposit-Industri Franchise l. f. Metode Deposit-Umum k. Jenis-Jenis Wesel Tagih i. Pengertian Dan Klasifikasi Persediaan b. Penilaian Persediaan Berdasarkan Harga-Harga Selain Harga Pokok: e. Metode Harga Jual Eceran Dengan Nilai Dolar/Rupiah d. Penilaian Dan Pelaporan Piutang d. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang c. Pemilihan Suatu Metode Persediaan 8.d. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang Di Bidang Jasa e. LIFO. l. Pengaruh Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencatatan Persediaan i. e. i. Perbandingan Antara Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Persediaan i. Metode-Metode Penilaian f. Mana Yang Lebih Rendah 6. Sistem-Sistem Persediaan: c. Pendiskontoan Wesel Tagih k. Metode Harga Pokok Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah f. Pengakuan Pendapatan Sebelum Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa b. Metode-Metode Akuntansi Sebelum Pengakuan Pendapatan j. g. k. Pengertian Dan Klasifikasi Piutang b. Metode Tunai i. Penyajian Persediaan Di Neraca 9. Metode Laba Bruto b. Piutang Dan Wesel Tagih a. Metode Pemulihan Biaya h. dan rata-rata h. Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Tradisional: Identifikasi Khusus. Masalah-Masalah Yang Berhubungan Dengan Pengakuan Pendapatan a. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Pembangunan Jangka Panjang d. Kerugian Atas Komitmen-Komitmen Pembelian g. Pengakuan/Pencatatan Piutang c.

Akun. Penggunaan Dan Pengafkiran Aktiva Tetap a. Melalui Pertukaran Dengan Aktiva Lain j.10. Perubahan Dalam Taksiran Variabel Dlm Penyusutan g. Pengertian Penyusutan b. Pengafkiran k. Amortisasi Aktiva Tetap Tak Berwujud e. Deplesi Sumber Daya Alam f. Penghentian Penggunaan Aktiva Tetap: h. Melalui Penjualan i. Penyajian Informasi Aktiva Tetap Di Neraca Dan Pengungkapan Tambahan Yang Diperlukan 54    . Penggantian Kerugian Aktiva Yg Diasuransikan l. Metode-Metode Penyusutan d. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Penyusutan Periodik c.

Akuntansi Untuk Stock Rights. kewajiban jangka panjang. Amortisasi Dan Impairment Aktiva Tak Berwujud Yang Menjadi Subjek Amortisasi f. perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan.Dan Options e. Ekuitas Lainnya j. laba per saham. Pendanaan Dengan Obligasi. Akuntansi Hutang Jangka Pendek. Penyusutan b. Akuntansi Untuk Pembelian Debt & Equity Securities b. Deplesi c. Akuntansi Stock-Based Compensation f. 2. Akuntansi Untuk Saham Treasury d. g. Penilaian Aktiva Pada Nilai Kini f. Pengungkapan Hutang. Pengungkapan Ekuitas 3. Pendanaan Dengan Ekuitas a. Off-Balance Sheet Financing. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. modal saham. Aktiva Tetap –Akuisisi a. e. Klasifikasi Dan Pengukuran Liabilities b. Jenis Dan Klasifikasi Saham b. investasi. Impairment Goodwill h. laba ditahan. Akuntansi Dividen i. Pengukuran Efisiensi Property. Warrants. Akuisisi Aktiva Selain Dengan Kas c. f. dan analisis laporan keuangan sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos pasiva dan praktik bisnis yang lain. c. Analisis Posisi Hutang. pengakuan pendapatan. PV Obligasi. Penarikan Aktiva 55    . Faktor Yang Mempengaruhi Laba Ditahan h. Perubahan Estimasi d. Stock Conversion g. Akuntansi Aktiva Tak Berwujud e. leasing. d. & Equipment 4. Kapitalisasi Atau Pembebanan d. Impairment Aktiva Tak Berwujud Yang Tidak Menjadi Subjek Amortisasi g. Aktiva Tetap –Penggunaan Dan Penarikan a. Pendanaan Dengan Hutang a. Impairment e.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Menengah II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep akuntansi menyangkut pengakuan dan pelaporan atas pos-pos kewajiban lancar. Penerbitan Modal Saham c. Plant.

5. Multiple Potentially Dilutive Securities f. Koreksi Kesalahan c. Diluted EPS d. Akuntansi Leasing a. Klasifikasi Investasi c. Analisis Laporan Keuangan a. Pembelian Sekuitas d. Dampak Penjualan Sekuritas h. Earning Per Share (EPS) a. Penyajian Di Laporan Keuangan g. Akuntansi Perubahan Nilai Sekuritas f. Dampak Alternative Metode Akuntansi 56    . Klasifikasi Dan Pengungkapan 6. Transfer Sekuritas i. Keuntungan Dari Leasing b. Ikhtisar Perubahan Dan Koreksi Kesalahan 9. Akuntansi Untuk Sale-Leaseback 7. Kerangka Analisis Laporan Keuangan b. Efek Dari Actual Exercise Or Conversion e. Kriteria Klasifikasi Leasing c. Struktur Modal Sederhana Dan Kompleks b. Alasan Berinvestasi b. Ilustrasi Komprehensif Multiple Potentially Dilutive Securities 8. Penjualan Sekuritas g. Akuntansi Untuk Leasing-Lessee d. Pengakuan Pendapatan Dari Investasi Sekuritas e. Perubahan Akuntansi Dan Koreksi Kesalahan a. Pengungkapan Untuk Leasing f. Akuntansi Investasi Ke Sekuritas Hutang Dan Sekuritas Ekuitas a. Basic EPS c. Perubahan Dalam Akuntansi b. Akuntansi Untuk Leasing-Lessor e.

options. Penerbitan obligasi c. laba ditahan. Definisi Laibilities b. klasifikasi dan Pengukurannya. warrants. stock rigths. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus definisi liabilities. restrukturisai hutang. Dan Akuntansi Untuk Liabilities. kewajiban jangka panjang. Akuntansi untuk bunga obligasi d. perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan. Restrukturisasi hutang g. Pelunasan obligasi saat jatuh tempo e. Akuntansi untuk serial bonds 3. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis dan karakteristik obligasi. Saham Preferen dan Saham Biasa c. Jenis dan karakteristik obligasi b. Analisis posisi hutang perusahaan i. Akuntansi untuk Stock rights. Penerbitan Modal saham d. pengakuan pendapatan. Off Balance Sheet Financing h. pelunasan obligasi pada saat jatuh tempo. Penyajian Liabilities di neraca 2. Akuntansi Keuangan Menengah II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut pengakuan dan pelaporan atas pos-pos kewajiban lancar. modal saham. Akuntansi untuk contingent liabilities f. stock conversion. leasing. Pelaporan obligasi di neraca j. Pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo f. Penyajian Contributed capital di neraca 57    .dan options f. Jenis dan klasifikasi saham b. pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo. investasi. Akuntansi untuk saham treasury e. Stock conversion dan Stock Splits g. dan stock splits. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis dan klasifikasi modal saham. pencatatan untuk penerbitan obligasi. serta laba per saham sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos pasiva dan praktek bisnis yang lain Pokok Bahasan 1. Klasifikasi dan pengukuran liabilities c. analisis terhadap posisi hutang perusahaan a. Akuntansi untuk liabilities dengan jumlah yang diestimasikan e. warrants. a. a. penerbitan dan pembelian kembali saham. Akuntansi untuk liabilities dengan jumlah yang pasti d.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Akuntansi Pemerintahan Spesialisasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Lab.

Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus faktor-faktor yang mempengaruhi retained earnings dan pembatasan-pembatasan terhadap retained earnings a. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus earning per share (EPS) a. Cost Recovery Method g. Perubahan di dalam estimasi b. Cash Method h. Pengaruh Conversi atau Penukaran Sekuritas terhadap EPS f. Akuntansi untuk leasing-lessor e. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis-jenis investment in debt & equity securities. Pengaruh Rugi bersih terhadap EPS g. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis-jenis perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan a. Primary EPS & Fully Diluted EPS h. Cash Surrender Value of Life Insurance h. Fully Diluted EPS e. Akuntansi untuk leasing-lessee d. Perubahan di dalam entitas akuntansi d. Kriteria klasifikasi leasing untuk real estate h. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus mendalami proses pengakuan pendapatan sebelum barang/jasa diserahkan dan setelah barang/jasa diserahkan a. Keuntungan dari leasing b. Klasifikasi dan pengungkapan investasi di neraca f. Long Term Investment in Funds g. Pengakuan pendapatan dari Investments in Securities c. Quasi reorganization f. Pengakuan pendapatan sebelum barang/jasa diserahkan b. Akuntansi untuk Long Term Construction-type Contracts c. Pencatatan perubahan kategori sekuritas e. Akuntansi untuk koreksi kesalahan 9. Leveraged Leases 8. Kriteria klasifikasi leasing c. Pengakuan pendapatan setelah barang/jasa dikirimkan/diserahkan e. Prior period adjustment c. Perubahan di dalam prinsip akuntansi c. Basic EPS d. Faktor-faktor yang mempengaruhi retained earnings b. Struktur modal sederhana & kompleks c. Installment Sales Method f. Jenis-jenis dividen dan pencatatannya e.4. Akuntansi untuk sale-Leaseback g. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus akuntansi untuk leasing a. S. Akuntansi untuk pembelian Debt & Equity Securities b. Penyajian EPS di neraca 58    . Akuntansi untuk Long Term Service Contract d. a. Pembatasan-pembatasan terhadap retaiend earnings d. Kehaursan pengungkapan untuk leasing f. Metode Akuntansi untuk transfer asset sebelum pengakuan pendapatan 7. Penyajian retained earnings di neraca 5. Akuntansi untuk perubahan nilai sekuritas d. Accounting by Creditors for Impairment of a Loan 6. Keharusan pengungkapan EPS b.

Financial Ratio: 59    . Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus analisis laporan keuangan a. Comparative Statement Analysis c.10. Tujuan Analisis Laporan Keuangan b.

prosedur penjualan konsinyasi. Retur f. Perbedaan Agen Dengan Cabang b. Restrukturisasi Hutang Joint Venture. Penjualan Cicilan Barang Dagangan e. Penutupan Pembukuan Joint Venture 2. Pengertian Joint Venture b. Operasi Penjualan Cicilan c. Operasi Dan Prosedur Akuntansi Cabang 60    . akuntansi cabang. 3. Likuidasi Perseroan b. Pengakuan Laba Kotor c. Reorganisasi c. Pertukaran (Trade In) g. Reorganisasi. Dan Restrukturisasi Hutang. Kantor Pusat Dan Cabang a. bentuk usaha joint venture. Pelaporan Transaksi f. serta transaksi mata uang asing sehingga mahasiswa mampu mempraktekkan masalah-masalah akuntansi yang lebih komplek dalam dunia usaha. Pengertian b. 4. a. Pembentukan Persekutuan b. a. penggabungan usaha dan konsolidasi. reorganisasi. Pembukuan Atas Komisioner d. Cicilan Dan Memahami Latar Belakang Teoritisnya. a. Penjualan Cicilan Harta Tak Gerak d. a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Lanjutan Spesialisasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi menyangkut persekutuan. Pelaporan Transaksi Penjualan Konsinyasi 6. Pokok Bahasan 1. prosedur akuntansi penjualan cicilan. Likuidasi Bertahap Likuidasi Perseroan. Pembubaran Karena Perubahan Kepemilikan c. Pembukuan Untuk “Consignor” e. Pembatalan Dan Pemilikan Kembali h. Partnership a. restrukturisasi dan likuidasi dari perseroan terbatas. Pengertian b. Operasi Dan Prosedur Akuntansi Agen c. Konsinyasi. Masalah Penghitungan Bunga 5. Akuntansi Joint Venture c. Likudasi d.

Konsolidasi Dengan Menggunakan Cost Method h. Laporan Keuangan Gabungan Kantor Pusat Dan Cabang Penyesuaian Atas Perkiraan Timbal Balik (“Reciprocal”) Pengiriman Uang Antar Cabang Pengiriman Barang Dagang Antar Cabang Laporan Keuangan Gabungan Apabila Pengiriman Barang Ke Cabang Dibebani Harga Di Atas Harga Pokok Masalah Kurs Mata Uang Laporan Keuangan Gabungan 7. Konsolidasi Dengan Menggunakan Equity Method f. j. f. Bentuk Penggabungan Usaha c. Indirect Holdings Dan Mutual Holding a. Konsep Transaksi Mata Uang Asing b. Laporan Keuangan Mata Uang Asing 61    . Neraca Konsolidasi Setelah Tanggal Perolehan c. Neraca Konsolidasi Pada Tanggal Perolehan b. Indirect Holdings-Father-Son-Grandson Strucuture c. h. Mutual Holdings 10. e.d. Penggabungan Usaha a.Connecting Affiliates Structure d. Jenis Penggabungan Usaha b. Laporan Keuangan Konsolidasi a. Akuntansi Penggabungan Usaha Dengan Pooling Of Interest Method e. Konsep Akuntansi Untuk Penggabungan Usaha d. Transaksi Mata Uang Asing Dan Laporan Keuangan Mata Uang Asing a. Konsolidasi Dengan Menggunakan Incomplete Equity Method g. Akuntansi Penggabungan Usaha Dengan Purchase Method 8. Laporan Keuangan Konsolidasi 9. Transaksi Antar Perusahaan i. Transaksi-Transaksi Mata Uang Asing c. i. Indirect Holdings. Laporan Rugi Laba Konsolidasi d. g. Struktur Afiliasi b. Alokasi Kelebihan Harga Perolehan Investasi Pada Net Asset Dan Goodwill e.

Pengembangan Regresi Dan Persamaan Korelasi 4. Dan Peranan Akuntansi Biaya a. Sistem Harga Pokok Pesanan Dalam Perusahaan Jasa 6. Pelaporan Hasil-Hasil Operasi c. Sistem Harga Pokok Proses. dan akuntansi berdasar aktivitas. Sistem Biaya d. Sistem Informasi Akuntansi Biaya c. klasifikasi biaya dan sistem informasi biaya. biaya bahan. Dan Pemilahan Biaya Tetap Dan Variable a. Proses Akumulasi Biaya b. Pelaporan Hasil-Hasil Operasi. Peranan Kontroller. sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik kalkulasi harga pokok. departementalisasi factory overhead. Akuntansi Tenaga Kerja d. Sertifikasi & Etika Dan Badan-Badan Yang Mempengaruhi Profesi 2. Akuntansi Pekerjaan Telah Selesai Dan Terjual f. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. konsep biaya. dan analisis biaya dan laba. a. Fungsi-Fungsi Manajemen. metode akumulasi biaya. Konsep Biaya b. Laporan Harga Pokok Produksi 62    . Departemen Biaya d. Klasifikasi Biaya 3. Akuntansi Overhead Pabrik e. Konsep Biaya. penganggaran. Memisahkan Biaya Tetap Dan Variabel c. Sistem Informasi Akuntansi Biaya Dan Klasifikasi Biaya a. Sistem Harga Pokok Pesanan Dan Akuntansinya Dalam Perusahaan Industri Dan Jasa a. peran controller. konsep biaya kualitas. Peranan Akuntansi Biaya e. Partisipasi Kontroller Dalam Perencanaan & Pengendalian c. Fungsi-Fungsi Manajemen b. siklus biaya. proses costing. Mengklasifikasi Biaya b. job order. joint cost dan joint product.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Biaya Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang fungsi manajemen. biaya overhead. Akuntansi Bahan c. peran akuntansi biaya. Sistem Dan Akumulasi Biaya a. perencanaan dan pengendalian biaya. Arus Biaya Dalam Perusahaan Industri b. Klasifikasian Biaya Berdasarkan Volume. Akumulasi Biaya 5. Sekilas Tentang Sistem Harga Pokok Pesanan b. Arus Biaya Dalam Perusahaan Industri.

Varians Bauran Dan Yield 63    . Just-In-Time b. Just. Dan Biaya a. Perencanaan Laba b. Penghitungan Tarif Overhead e. Menggunakan Tarif Overhead Yang Ditentukan Dimuka c. Metode Penghitungan Harga Pokok Produk Sampingan 9.In. Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Penentuan Tarif Overhead d. Penjualan. Overhead Pabrik Aktual f. Standard Costing: Penyusunan Standar Dan Analisis Varians a. Departementalisasi a. Penyusunan Standar b. Dan PERT a. Sifat Overhead Pabrik b. Riset Dan Pengembangan c. Departemen Produksi Dan Pendukung c. ABM 14. Penganggaran: Pengeluaran Modal. Biaya-Biaya Langsung Departemen d. Kelebihan Dan Kekurangan ABC f. Biaya Bahan a. Perolehan Dan Penggunaan Bahan b. PERT 16. Penganggaran: Laba. Perubahan Tarif Overhead 12. Akuntansi Untuk Kerugian Produksi Dalam Sistem Harga Pokok Proses 8. Anggaran Kas d. Sistem ABC b. Metode-Metode Penghitungan Persediaan 10. Definisi Produk Sampingan Dan Produk Bersama b. Riset Dan Pengembangan. Anggaran Pengeluaran Modal b. Keuntungan Strategis ABC d. Prinsip Penganggaran c. Penentuan Varians Biaya c. ABC Dan Distrosi Harga Pokok Produk c. Pengendalian Bahan d. Biaya-Biaya Kualitas b. Biaya-Biaya Tidak Langsung Departemen e. Contoh Implementasi ABC e. Model Kuantitatif c. Harga Pokok Produk Sampingan Dan Produk Bersama a. Kas. Overhead Pabrik Dibebankan Dan Kelebihan/Kekurangan Pembebanan g. Biaya Kualitas Dan Akuntansi Kegagalan Untuk Kerugian Produksi a. Penetapan Tarif Overhead Departemental 13. Penambahan Bahan Di Departemen 2 Dan Selanjutnya 7. Akuntansi Aktivitas a. Tarif Overhead Pabrik a.Time Dan Backflushing a.c. Akuntansi Untuk Kerugian Produksi Dalam Sistem Harga Pokok Pesanan c. Backflushing 11. Departementalisasi b. Anggaran Lengkap 15.

d. Pertanggungjawaban Dan Pengendalian Varians 17. Standard Costing: Incorporating Standards Into The Accounting Records a. Penyusunan Standar b. Penentuan Varians Biaya c. Varians Bauran Dan Yield d. Pertanggungjawaban Dan Pengendalian Varians 18. Pembiayaan Langsung, CVP, Dan Theory Of Constraint a. Direct Costing b. CVP Analysis c. TOC

64   

Nama Program

:

Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Sistem Informasi Akuntansi Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang siklus utama bisnis, peran E business, desain database, system tools, penggunaan teknologi informasi, pengendalian dan audit sistem informasi serta penerapan Sistem Informasi Akuntansi.

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU)

: :

Pokok Bahasan 1. Introduction Of AIS Dan Metode Pembelajaran SIA a. Metode Pembelajaran SIA Dan Materi Pelajaran Selama 1 Semester b. Definisi SIA c. Peranan SIA Dalam Dunia Usaha SIA Dalam Dunia Usaha a. Proses Data Transaksi SIA Dalam Dunia Usaha Dan Pengantar E Busines a. E Business b. Metode Meminimalisir Hambatan E Business c. Teknologi Communication Network Dalam E Business d. Hambatan E Business e. Teknologi Communication Network Dalam E Business Data Base Relasional a. Sistem Database Dan File b. Pengorganisasian Data Ke Dalam Base Relasional Pembuatan Model Database Dan Desain Database a. Pembuatan Diagram ER b. Analisa Diagram ER

2.

3.

4.

5.

6. Pengembangan Sistem Dan Teknik Dokumentasinya a. Pembuatan DFD Dan Flowchart b. Evaluasi DFD Dan Flowchart 7. Pengendalian Intern Dan Pengendalian SIA Berbasis Komputer a. Definisi Dan Komponen Pengendalian Intern b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi Dan Prosedur Pengendaliannya c. Prinsip Keandalan Sistem d. Kriteria Pencapaian Prinsip Tsb 8. Penipuan Dan Pengamanan Komputer a. Peluang Terjadinya Penipuan b. Teknik2 Penipuan Via Komputer c. Cara Mendeteksi Penipuan 9. Siklus Pendapatan: Penjualan Dan Penagihan Kas a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pendapatan b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Pendapatan

65   

10. Siklus Pengeluaran : Pembelian Dan Pengeluaran Kas a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pengeluaran b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Pengeluaran 11. Siklus Produksi a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Produksi b. Ancaman Yg Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Produksi 12. Siklus Penggajian Dan Manajemen Sumber Daya Manusia a. Aktivitas Bisnis Siklus Penggajian Dan MSDM b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Penggajian Dan MSDM 13. Sistem Buku Besar Dan Pelaporan a. Proses Update Buku Besar. b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Implikasi Perkembangan TI d. Evaluasi Model Data REA Sistem Buku Besar Dan Pelaporan 14. Pengantar Pengembangan Sistem Dan Analisis Sistem a. Tahap-Tahap Dalam Siklus Pengembangan Sistem (SDLC) b. Langkah2 Dlm Analisa Sistem 15. Strategi Pengembangan SIA a. Alternatif Pengadaan Software b. Penggunaan Prototipe c. Penggunaan Computer Aided Software Engineering 16. Desain, Implementasi Dan Operasi Sistem a. Tahap Desain Sistem b. Iahap Implementasi Sisten c. Tahap Operasi & Pemeliharaan

66   

4. 3. Sumber . Pajak Kekayaan f. 2. Pengaruh Pajak Terhadap Dis-Tribusi Pendapatan j.Nama Program : Program Diploma III Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Administrasi Keuangan Negara I Membekali peserta didik dengan teori mengenai fungsi pemerintah dalam perekonomian yang tercermin dalam kebijaksanaan anggaran belanja dan kebijaksanaan fiskal serta kegagalan mekanisme pasar akibat campur tangan pemerintah. Kegiatan Dan Pengeluaran Pemerintah Selalu Meningkat b. Pajak Penghasilan e. Pengeluaran Pemerintah a. Pajak Pertambahan Nilai g. Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah. Distribusi Beban Pemerintah c. 5. Pengetian Dan Ruang Lingkup Keuangan Negara a. Hubungan Antara Penjual / Produsen Dengan Pasar f. Pengaruh Pajak Terhadap Keinginan Untuk Bekerja. Kebijakan Subsidi d. Pinjaman Luar Negeri Sebagai Sumber Kapital b. Efisiensi Dalam Pengeluaran Negara c. Pemilihan Antara Pinjaman DN Dan LN. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengaruh Subsidi Barang Dalam Jumlah Tertentu e. Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara a. Eksternalitas Dan Barang Publik d. Kepincangan-Kepincangan Dalam Mekanisme Pasar c. Macam . Sistem Penyusunan/Perenca-Naan Anggaran 67    . Pengertian Pajak Langsung Dan Tak Langsung b. a. Pajak Langsung Maupun Pajak Langsung a. Asas-Asas. Penggeseran Beban Pajak e. Hubungan Antara Pembangunan Ekonomi Dan Pinjaman Luar Negeri. Pajak Bumi Dan Bangunan h.Macam Kegiatan Pemerintah. Pajak Langsung Dan Tak Langsung Sebagai Sumber Penerimaan Negara c. 6. Penerimaan Pemerintah Dan Pengaruh Pajak Dalam Perekonomian Serta Pinjaman Luar Negeri a. Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian b. Dan Klasifikasi Anggaran b. Pengaruh Pajak Langsung Dan Tak Langsung Terhadap Kesejahteraan Konsumen d. Sistem Perpajakan Dan Politik Pajak d.Sumber Penerimaan Negara b. dalam kaitannya sebagai stabilisasi pembangunan ekonomi. Kesejahteraan Yang Hilang Karena Pajak. Fungsi. Pengaruh Pajak Terhadap Pro-Duksi i. Prinsip-Prinsip.

Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Negara 11. Pelaksanaan Anggaran Oleh Pemerintah. Pengurusan Comptable (Khu-Sus) d. Kebijakan APBN. Sumber Pinjaman Negara c. 14. Pengadaan Barang / Jasa Instansi Pemerintah e. Jenis Pengeluaran Dalam Belanja Pembangunan i. Masalah Pengelolaan Utang Negara 8. Perencanaan Dan Penentuan Kebutuhan c. Pengertian Siklus Anggaran b. Pendahuluan b. Siklus Anggaran a.Pengurusan Administratif (Umum) c. Macam Dan Ciri Utang Negara b. Konflik Antara Stabilitas Dan Kesempatan Kerja e. Belanja Pemeliharaan e. Tingkatan Peraturan Admi-Nistrasi Keuangan Negara b. Pengurusan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara a. Penyusunan Rancangan Anggaran Oleh Pemerintah c. Perbaikan (Revisi) Terhadap Anggaran Pembangunan. Kaitan Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter. Perbaikan (Revisi) Terhadap Anggaran Rutin h. Penganggaran d. . 13. Asal Mula Kebijakan Fiskal b. Macam-Macam Kebijakan Fiskal c. Belanja Rutin g. Pemeriksaan Pelaksanaan Anggaran Oleh BPK f. Pengajuan Rancangan Anggaran Kepada DPR Dan Pembahasan Rancangan Anggaran d. Pengertian Dan Ruang Ling-Kup Administrasi Keuangan Negara 10. Macam-Macam Bendaharawan f. Perlengkapan Dan Kekayaan Milik Negara a. Pengertian Dan Peristilahan Mengenai Barang/Jasa 68    . 9. Dana Yang Dikelola Oleh Bendaharawan UYHD. Jenis-Jenis Pengeluaran a. Administrasi Keuangan Negara a. Perjalanan Dinas f. 7. Pelaksanaan Anggaran Oleh Pemerintah e. Obyek. Ruang Lingkup. Tujuan Kebijakan Fiskal d. Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Negara a. 12. Fungsi Bendaharawan e. Proses Pengelolaan Barang. Kebijakan Anggaran d. Pertanggungjawaban Keuangan Negara (PAN). Dana Yang Dikelola Oleh Bendaharawan Proyek h. Belanja Barang d. Jenis Pengeluaran Dalam Anggaran Rutin b. Belanja Pegawai c. Utang Negara a. Dan Tugas Administrasi b. Kebijakan Fiskal a. Pengurusan Keuangan Negara b. Pengalaman Di Indonesia.c. Belanja Subsidi/Bantuan g. Pengertian.

o. l. Dasar Pemikiran Dan Dasar Hukum Otonomi Daerah b. Jenis-Jenis Pinjaman Luar Negeri c. h. Pengawasan TGR Dan TP. Prosedur Tuntutan Perbendaharaan Biasa Dan Khusus j. Pengadaan Dalam Negeri / Lokal : Pelelangan Pemilikan Swakelola Pengadaan Luar Negeri / Internasional Penyaluran Dan Penyimpanan Pergudangan. Dan Penghapusan Inventarisasi Pengendalian/Pengawasan Barang Kekayaan Milik Negara. Proses Tuntutan Ganti Rugi f. 15. n. k. g. Pengertian Hubungan Keuangan Pusat (APBN) Dan Daerah (APBD) b. i. m. Dasar Hukum TGR d. Pengertian. Penghapusan k. Tinjauan Luar Negeri a. 16. Otonomi Daerah a. Pendahuluan b. Pembentukan Dan Susunan Pemerintahan Daerah d. Pengaturan Subsidi / Perimbangan Keuangan d. Pemeliharaan. Pengertian Dan Dasar Hukum Tuntutan Perbendaharaan (TP) h. Pembagian Daerah c. Sistem Informasi Keuangan Daerah otonom 18.Sumber Penerimaan Keuangan Daerah Otonom f. Perencanaan Pinjaman Proyek / Bantuan Teknik Luar Negeri 69    . Dasar-Dasar Pembiayaan Pemerintahan Daerah Otonom e. 17. Pengelolaan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Otonom g. Penelitian Dan Tindakan Pen-Dahuluan TGR e. Kadaluarsa TGR g. Tuntutan Ganti Rugi Dan Tuntutan Perbendaharaan a. Penelitian Dan Tindakan Pendahuluan TP i. Sumber . Bantuan Pembiayaan Kepada Daerah Dan Penggunaannya. Hubungan Keuangan Pusat Dan Daerah a.f. j. Perkembangan Hubungan Keuangan Pusat Dan Daerah c. Pengertian Pinjaman Luar Negeri b. Pengertian Tuntutan Ganti Rugi (TGR) c.

Tatacara Penunjukan Langsung b. ketentuan pengadaan barang dan jasa. Jenis-Jenis Pengadaan Asset Negara d. Tatacara Pelelangan Umum e. Fungsi. Penentuan Sistem Pengadaan e.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Administrasi Keuangan Negara II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengertian pengelolaan barang milik negara. Tatacara Pemilihan Langsun c. Data Dukung Penganggaran Asset Negara c. Tatacara Pemilihan Langsung c. Penyusunan Dokumen Pengadaan 5. Penentuan HPS 4. penghapusan. Dan Pengelolaan Asset Negara d. Pembentukan Panitia c. perencanaan pengadaan. Unsur-Unsur. Tatacara Penunjukan Langsung b. Pengertian Dan Ruang Lingkup Pengelolaan Asset Negara. Asas-Asas. Mempelajari Tatacara Penilaian/Evaluasi Pengadaan Pelaksanaan Pengadaan a. dan badan layanan Umum. Mempelajari Tatacara Pengadaan Jasa a. Pengumuman Dan Penentuan Biaya d. Tatacara Seleksi Terbatas d. Dan Jenis-Jenis Asset Negara b. Dan Fungsi Administrasi Dan Keuangan Terkait Pengelolaan Aset Negara a. pengelolaan piutang dan utang. Kebijakan Pengadaan 3. Tatacara Pelelangan Terbatas d. Perencanaan Dan Penganggaran Asset Negara b. Penyusunan Jadwal Pengadaan f. Pemaketan b. Prinsip-Prinsip. pemanfaatan dan pemindahtangan. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Dan 70    . pengelolaan Investasi. Tatacara Swakelola f. Lingkup. Mempelajari Masalah Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah a. Pengertian. Mempelajari Tatacara Pelaksanaan Pengadaan Barang Pemerintah a. Jenis-Jenis Penawaran b. Jenis-Jenis Penilaian/Metode Evaluasi Pembuatan Kontrak. Penyusunan Dokumen Pengadaan Jasa 6. Tatacara Swakeola f. Dasar Hukum Pengelolaan Asset Negara 2. Pengertian Asset Negara. c. Mempelajari Tatacara Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah a. Tatacara Seleksi Umum e. Pengertian Aset Negara. penatausahaan barang milik negara.

Tatacara Pemeliharaan c. Penyewaan b. Kerjasama Operasi c. Mempelajari Penghapusan Dan Pemindahtangan Aset Negara a. Tuntutan Gant Rugi 71    .c. Tatacara Pengamanan 8. Mempelajari Pemanfaatan Asset Negara a. Jenis-Jenis Kontrak d. Pembukuan Termasuk Klasifikasi Dan Koding c. Tatacara Pengedalian b. Bangun Serah Guna (BTO) 9. Pemeliharaan Dan Pengamanan Asset Negara a. Tatacara Dan Syarat Pemindahtangan 11. Tatacara Dan Syarat Penghapusan b. Isi Kontrak e. Mempelajari Penatausahaan Asset Negara a. Pelaporan 10. Tatacara Penggunaan Aset Negara b. Mempelajari Pengendalian Dan Penawasan Asset Negara a. Bangun Guna Serah (BOT) d. Pelaksanaan Pekerjaan 7. Mempelajari Penggunaan. Tatacara Pengawasan c. Inventarisasi Fisik b.

And Change In Fund Balance (Budget And Actual) 5. Penyiapan Anggaran e. Prinsip Government Accounting Standard Board 3. Jurnal Penutup c. Revisi Anggaran Pendapatan d. Karakteristik Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Non Profit d. Akuntansi General Fund b. Expenditures. Intergovernmental. Neraca d. Overview Atas Akuntansi Penganggaran g. menjelaskan dan mengevaluasi praktik-praktik akuntansi yang berlaku di pemerintah termasuk institusi pemerintah dan swasta yang mengelola dana publik Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Dll) c. Karakteristik Dan Tipe Organisasi Pemerintah Dan Non Profit b. And Change In Fund Balance e.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintah I Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu memahami. Konsep Penganggaran. Statement Of Revenues. Perencanaan. Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Pemerintah a. Overview Atas Pelaporan Anggaran 4. Perubahan Prinsip Akuntansi 72    . Pertimbangan Dan Tindakan Legislative f. Prinsip Akuntansi Dan Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Organisasi Non Profit 2. Sumber Pendapatan (Pajak. Expenditures. Revenue Accounting (Governmental Funds) a. Pendekatan Dalam Penganggaran d. Terminologi Penganggaran Dasar c. General And Special Revenue Fund a. Perijinan. Lingkungan Dan Tujuan c. Akuntansi Anggaran Dan Pelaporan Anggaran a. Lingkungan Dan Karakteristik Akuntansi Pemerintah Dan Organisasi Nonprofit a. Statement Of Revenues. Jurnal Pembalik e. Koreksi Kesalahan f. Pengendalian Dan Evaluasi Anggaran b. Definisi Dan Pengakuan Pendapatan b. Evolusi Prinsip Akuntansi b. Tujuan Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Non Profit c.

Fokus Akuntabilitas b. Klasifikasi Expenditure f. Klasifikasi Expenditure c. Revisi Apropriasi h. Perubahan Prinsip Akuntansi k. Pembiayaan Dan Pengakuan Expenditure b. Lingkungan DSF. Jurnal Penutup 7. Ilustrasi Kasus CPF 8. Agency Funds d.6. Pengungkapan Dalam Laporan Keuangan 73    . Operasi Dan Standar Akuntansi CPF b. Pensions Trust Funds e. Capital Project Funds (CPF) a. Expenditure Accounting (Governmental Funds) a. Trust And Agency (Fiduciary) Funds a. General Fixed Assets Accounting b. Laporan Keuangan f. General Fixed Assets And General Long Term Debts Accounting a. Definisi Dan Pengakuan Expenditure b. Prosedur Akuntansi Expenditure e. Ilustrawsi Kasus DSF (Terkait Dengan Bonds) 9. Akuntansi Atas Alokasi Dan Allotments g. Debt Service Funds (DSF) a. Trust Funds c. Pengendalian Akuntansi Expenditure d. General Long Term Debts Accounting 10. Jurnal Koreksi j. Jurnal Penyesuaian i.

Pelaporan e. Belanja Modal Dan Penerbitan Surat Utang Jangka Panjang Untuk Dana Yang Tujuannya Pelaporan a. Pelaporan. Dan Tujuan Pembukuan a. Journal Entri d. 5. Journal Entry c. 3. Hubungan Dengan Dana Lain Praktik-Praktik Akuntansi Organisasi. Capital Project Fund b. Tujuan Pembentukan Dana Yang Bertujuan Mencari Laba. Dana Pensiun Di Indonesia c. Lembaga Penyadang Bea Siswa 7. BUMN/BUMD Organisasi Yang Dibentuk Untuk Mengelola Dana Masyarakat a. Special Fund c. Pencatatan c. Pelaporan Dan Tujuan Pembukuan a. Hubungan Dengan Dana Lain 2. Pelaporan 6. 74    . GFAAG/GLTDAG b. Dan Tujuan Pembukuan a. Praktik Akuntansi. Institusi Pengelola b. Kelompok Institusi Dana Menurut GASB Akuntansi . Pelaporan Dan Perbandingan a. Journal Entry c. Praktik-Praktik Akuntansi Dalam Institusi Pengelola Dana Publik Baik Pemerintah Maupun ONL Swasta a. Pelaporan d. Fiduciary Fund b. Hubungan Dengan Dana Lain Praktik-Praktik Akuntansi Organisasi. Debt Servise Fund b. Pelaporan. Standar Akuntansi c. General Fund b. 4.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintah II Setelah mata kuliah ini mahasiswa mempunyai bekal yang memadai mengenai praktik-praktik akuntansi yang berlaku pada pemerintah. dan mampu mengidentifikasikan serta mengevaluasi praktik-praktik yang diterapkan oleh satuan kerja pemerintah dan institusi yang mengelola dana publik. Pelaporan d. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Proprietary Fund b. Standar Pelaporan d.

8. 75    . Praktik Akuntansi Dan Pelaporan Rumah Sakit Serta Perbandingan Antar Rumah Sakit Pemerintah Dengan Rumah Sakit Swasta a. Perguruan Tinggi 9. Rumah Sakit Tujuan Pembentukan Perguruan Tinggi Baik Negeri Maupun Swasta a.

Etika Dalam Bisnis c. a. Obyektivitas. aktiva tetap termasuk penyusutannya serta memahami karakteristik capital expenditure dan revenue expenditure. Hakikat Auditing b. kaidah-kaidah laporan audit. jenis dan proses memperoleh bahan bukti audit. prinsipprinsip kode etik profesi akuntan. Isi Laporaan Audit b. modal dan laba ditahan. 76    . Penyimpangan Dari Pendapat WTP d. Perbedaan Auditing Dan Akuntansi c. proses penyusunan rencana dan program audit. Kepastian Negative Prinsip-Prinsip Kode Etik Profesi Akuntan a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Auditing Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tentang audit dan profesi auditor. Kepastian Negative Penyusunan Laporan Audit Sesuai Kaidah Yang Berlaku. Dan Penawaran Kewajiban Hukum. Standar Teknis. Kode Etik b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Materialitas e. Kode Perilaku Akuntan Indonesia d. Laporan Audit Dengan Opini WTP c. Penyimpangan Dari Pendapat WTP d. kerangka dasar materialitas dan risiko. Kewajiban Terhadap Klien c. 5. Kewajiban Criminal 2. a. piutang. tujuan pengendalian intern serta dasar-dasar audit kas. a. Kewajiban Kepada Pihak Ketiga d. 3. dan arti penting tahap perampungan audit. kewajiban hukum. persediaan dan harga pokok penjualan. 4. Materialitas e. Standar Audit d. hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan audit. kewajiban. a. Definisi Hukum b. pokok-pokok tujuan audit. studi atas struktur pengendalian intern. Jenis Audit Dan Auditor Penyusunan Laporan Audit Sesuai Kaidah Yang Berlaku. perhitungan rugi laba. Isi Laporan Audit b. Laporan Audit Dengan Opini WTP c. Kerangka Dasar Audit Dan Profesi Akuntan / Auditor. Integritas.

Elemen SPI e. Jenis-Jenis Pengujian b. Penyajian Piutang Di Neraca 13. Lingkungan SPI 10. Kepentingan Klien Dan Auditor b. Audit Persediaan Dan Harga Pokok Penjualan. Siklus Transaksi Kas d. Tujuan Audit Persediaan HPP b. Metode Pemrosesan Data d. Penilaian Atas SPI Perusahaan. Pokok-Pokok Tujuan Audit. a. Penyajian Di Neraca 12. Penyajian Di Laporan Keuangan 77    . Ikhtisar Proses Audit 11. Menetapkan Tujuan Audit d. Prosedur Audit Dan KKA d. Tujuan Laporan Audit Atas Laporan Keuangan b. Going Concern 9. Materialitas Dan Risiko Audit. a. a. a. Audit Kas a. Sistem Akuntansi Tipikal c. Keputusan Bahan Bukti Audit c. Teknik Statistik Dan Komputerisasi 7. Pencapaian Tujuan Audit Jenis Dan Proses Mengumpulkan Bahan Bukti Audit. Pertimbangan Materialitas c. Prosedur Analitis f.Auditor c. Risiko Bawaan f. Rencana Dan Program Audit Secara Lengkap. Pengendalian Intern Persediaan Dan Harga Pokok Penjualan c. Penilaian Persediaan f. Pengendalian Intern Piutang c. Jenis Bahan Bukti e. a. Nama Program Audit Kasrekonsiliasi Kas/Bank e. Perencanaan Nama Program Audit e. Materialitas b. Alokasi Pertimbangan d. 8. Bahan Bukti Yang Menyimpulkan d. Bauran Bahan Bukti d. Bebarapa Contoh Penggelapan Kas f. Hakikat Bahan Bukti b. Hakkikat Risiko e. a. Tujuan Audit Umum e. Evaluasi Hasil h. Nama Program Audit Piutang Dan Konfirmasi Piutang d. Tujuan Audit Kas b. Audit Piutang. Pengendalian Intern Kas c. Inventarisasi Fisik Persediaan e.6. Hubungan Antara Pengujian Dan Bahan Bukti c. Tujuan Audit Piutang Dan Penagihan b. Pertimbangan Materialitas Dan Risiko g. Tanggung Jawab Manajemen . a.

Capital Expenditure Dan Revenue Expenditure e. Audit Aktiva Tetap a. Prosedur Audit b. Audit Atas Modal dan Laba Yang Ditahan a. Prosedur Dan Reviu Audit a. Prosedur Audit Dan KKA b. Audit Berbagai Jenis Kewajiban Jangka Pendek Dan Jangka Panjang a. Prosedur Audit Dan KKA c. Tujuan Audit Aktiva Tetap b. Audit Perhitungan Rugi-Laba a. Pengendalian Intern Aktiva Tetap c. Reviu Audit 18. Reviu Audit 78    . Penyajian Dalam Laporan Keuangan 17. Tujuan Audit Kewajiban Jangka Panjang b.14. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 16. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 15. Prosedur Audit b. Prosedur Audit Mencakup Audit Atas Penyusutan Aktiva Tetap d.

b. Laporan Audit. Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pemeriksaan pada pemerintahan yang meliputi pemeriksaan keuangan pemerintah pusat dan daerah. Standar. c.Standar Pemeriksaan Keuangan Tambahan Di SPKN. Audit Akun Asset Lancar Dan Investasi. Mendokumentasikan Bukti Audit . 3. Kode Etik Di Pemerintahan a. Unsur Pengendalian Intern Dan Evaluasinya a. Reviu a. a. c. 2.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Audit Sektor Publik.D 7. Ruang Lingkup Standar Pemeriksaan Keuangan. Audit Kewajiban Dan Ekuitas. Standar Pemeriksaan Keuangan Di SPAP Yang Berlaku Juga Bagi Pemeriksaan Keuangan Di Pemerintahan. Audit Aktiva Tetap. Reviu Pokok Bahasan 1 S. c. Standar Tambahan Pemeriaksaan Keuangan Di Pemerintahan Dari SPAP Di SPKN a. b. Beberapa Ciri Standar Tambahan. b. 7. Perencanaan Pemeriksaan Di Pemerintahan a. Audit Neraca. Rencana Pemeriksaan Di Tim Pemeriksa 6. Laporan Yang Menyimpang Dari Bentuk Standar. b. Peranan Lembaga Pemeriksa Di Pemerintahan. Unsur Pengendalian Intern. Evaluasi Pengendalian Intern. 10. a. b. Jenis Audit Dalam SPKN Dan Lembaga Pemeriksa Di Pemerintahan a. b. 9. Kode Etik Dari BPK RI. 5. Teknik Audit 8. 79    . Jenis Bukti Audit. b. b. Risiko Dalam Audit. Kode Etik Dari BPKP. Jenis Audit Di Pemerintahan. Pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu di pemerintahan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. b. Standar Pemeriksaan Keuangan Di SPAP a. Bukti Audit Teknik Audit. 4. Rencana Di Unit Pemeriksa. Laporan Audit Standar. a.

b. Pendistribusian Dan Laporan Yang Bersifat Rahasia. Reviu. b. Audit Belanja Dan Pembiayaan 12. Tahapan Perencanaan Audit Kinerja 13. Kasus Audit Kinerja a. Temuan Dan Pengembangan Temuan. Laporan Audit Kinerja. b. a. a. Contoh Audit Kinerja Di Instansi.11. a. Pelaksanaan Audit Kinerja. Audit Laporan Realisasi Anggaran. 15. b. Audit Pendapatan. 80    .D 7 (Setelah Mid-Term). Contoh Audit Kinerja Di Nama Program Dan Kegiatan. Laporan Audit Kinerja. 14. Perencanaan Audit Kinerja. a. Pengumpulan Dan Pengorganisasian Bukti Audit. a. Reviu Pokok Bahasan 1 S. 16.

Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 23 atas Biaya dan Pendapatan. penyajian laporan laba rugi dan neraca yang berkaitan dengan perpajakan. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 23 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Objek PPh Pasal 23 b. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 22 Atas Penjualan. 23 l b. Pencatatan Dan Pembebanan PPh Pasal 21. a. Tata Cara Penyajian Transaksi Di Neraca Dan Laba Rugi Secara Umum. Gabungan Transaksi PPh Pasal 21. Pencatatan Jurnal Terkait PPh Pasal 21. 22. Transaksi PPh Pasal 21 Secara Menyeluruh. PSAK Dengan UU KUP Pasal 28 a. Pembelian. Objek PPh Pasal 21 b. 4. Baik Sebagai Pembeli Yang Memungut/Dipungut Maupun Sebagai Penjual Yang Memungut/Dipungut Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Definisi Akuntansi b. dan 23 Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi dan Pembahasan. Definisi Pencatatan e. Transaksi PPh Pasal 26 Secara Menyeluruh. Baik Ditanggung Perusahaan Atau Sebagai Tunjangan Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Dan Impor c. f. Klasifikasi PPh Pasal 22 b. Klasifikasi PPh Pasal 23 c. f. 2. d. Pencatatan PPh Pasal 21 atas Bonus. 22 dan 23 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Transaksi PPh Pasal 22 Secara Menyeluruh.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Perpajakan Membekali peserta didik dengan pengetahuan pencatatan transaksi. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 21 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Baik Penghasilan Bruto atau Gross Up dan Penyajiaannya Dalam Neraca dan Laba Rugi. 6. THR. Perbedaan Tunjangan Pajak dan Beban PPh Pasal 21 e. Perbedaan Antara Akuntansi Pajak Dengan Akuntansi Umum. Definisi Pajak dan Jenis Pajak c. d. Neraca Dan Transaksi Yang Terkait Dengan Aspek Perpajakan. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 21. Cash Basis Atau Accrual Basis. a. Klasifikasi PPh Pasal 26 c. 5. Klasifikasi PPh Pasal 21 c. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 22 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. 22. Pembahasan PSAK dan UU KUP d. Transaksi PPh Pasal 23 Secara Menyeluruh. 3. Objek PPh Pasal 26 b. Rapelan dll. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 26 atas Biaya dan Pendapatan. Baik Sebagai Biaya Atau Sebagai Penghasilan Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. 81    . Perbedaan Akuntansi Pajak Dengan Akuntansi Secara Umum.

23. d. 4(2). dan 4(2) Terkait Dengan Penyajian Laporan Neraca Dan Laba Rugi 82    . Latihan Soal Komprehensif Perlakuan Transaksi PPh pasal 21. pasal 15. di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum 9. 15 b. Tata cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 26 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Klasifikasi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 c. Pencatatan Dan Pembebanan PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 atas Biaya dan Pendapatan. Objek PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 b.d. Pencatatan Jurnal Terkait PPh Pasal 26. Tata Cara Penyajian transaksi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. dan 4(2) Terkait Dengan Penyajian Laporan Neraca dan Laba Rugi. 7. 23. Transaksi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 Secara Menyeluruh. a. 22. 26. a. 22. Gabungan Transaksi PPh Pasal 26. 8. dan 4(2) Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi a. Tata cara Penyajian transaksi PPh Pasal 26 dan 4(2). Gabungan Perlakuan Transaksi PPh pasal 21. Baik Penghasilan Bruto Atau Gross Up dan Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi. 26.

maka dengan pengetahuan ini dimungkinkan ditemukan isi database yang menyimpang dari semestinya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Countblank.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Aplikasi Komputer Akuntansi dan Keuangan. Month. 6. b. Jaringan 3. Pengertian Komputer Audit dan Hubungan dengan Audit Konvensional 2. Pengurangan. Application Control Proses dan Langkah Audit Database Akuntansi Memahami Download / Transfer / Konversi Data a. Isna. mendownload database yang akan diaudit ke dalam MS-Excel kemudian melakukan audit data. Formula Date. Vlookup f. Countif. Minimum Requirement b. Metode Batch. Audit tentang Depresiasi 83    . General Control b. Pembagian c. Downloading Data c. Filter dan Fivot Table 11. Perkalian. Formula IF dalam IF d. 9. Konsep Audit Komputer a. Year e. Impor Data Memahami Pengantar TABK 4. Database bukan lagi suatu blackbox yang isinya pasti benar tidak pernah salah. Condition Formating pada Penjumlahan. 7. Organisasi PDE b. Mata Kuliah ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang pelaksanaan tugas audit dengan mempergunakan alat bantu komputer. Formula Subtotal. Teknologi Informasi / SIM a. 8. 5. Weekday. Audit Data dengan Berbagai Formula dalam Excel a. Formula IF. Realtime dan Online Pengendalian / Control a. Formula Counta. Transfer Data b. Sampel Data 10.

Etika Profesi dan Etika Kerja 2. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pendahuluan a. Kode Etik Akuntan Mgt As (IMA) e. Sumber-Sumber Panduan Etika e. Kode Etik Akuntan Indonesia 5.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Etika PNS (Pegawai Negeri Sipil) Memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai akuntan dan sebagai PNS. Kerangka Dasar Etika Profesi c. Rencana Perkuliahan b. Integritas. Independensi dan Akuntan Publik d. Independensi dan Profesionalisme c. Teori Deontologi c. Pengertian dan Ciri-Ciri Profesi b. Hak/Right e. Kode Etik Akuntan Publik AS (AICPA) d. Keadilan/Justice f. Akuntan Sebagai Profesi f. Pengertian Etika c. Profesi sebagai Komunitas d. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat Memunculkan kesadaran dan kepekaan terhadap issue-issue etika profesi akuntan dan etika PNS sekaligus meningkatkan ketaatan terhadap setiap ketentuan yang berlaku danMeningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilemma etis tanpa mengabaikan pertimbangan-pertimbangan teknis yang penting. Profesionalisme Akuntansi a. Peranan Etika dalam Profesi Akuntan e. Teori dan Konsep Etika a. Teori Etika Keutamaan d. Panduan Etika bagi Profesi Akuntansi a. Harapan Publik akan Profesi Akuntan 4. Kewajiban dan Sifat Hubungan Dgn Klien c. Etika Bisnis dan Akuntan Profesional f. Independensi dalam kode Etik Akuntan Indonesia 84    . Objektivitas dan Independensi a. Independensi dalam Kenyataan dan Penampilan e. Teori Teleologi b. Kepedulian 3. Pengertian Kode Etik b. Pentingnya Etika Profesi bagi Akuntan b. Profesi dan Etika d.

Independensi dalam kode Etik Akuntansi manajemen 6. Prinsip-Prinsip Umum Etika dalam Pelayanan Publik b.f. Kode Etik dan Perilaku Pelayanan Publik a. Kerahasiaan dan Akuntan Publik h. Isu-Isu Etika dan Prinsip-Prinsip Manajemen Etika Pelayan Publik a. Fungsi Pelayanan Publik c. Jenis-Jenis Benturan Kepentingan f. dan Etika a. Prinsip-prinsip manajemen Etika Pelayanan Publik 13. Aturan Disiplin PNS a. Pengertian Etika Pelayanan Publik d. Pengertian Korupsi. Aturan Etika PNS c. Sumber-Sumber Nilai Etika Pelayanan Publik 9. Karakteristik Pelayanan Bermutu c. Kewajiban dan larangan bagi PNS c. Prinsip-prinsip Etika dalam Pelayanan Publik (PP) a. Pentingnya Kode Etik dan Perilaku bagi Pelayan Publik b. Penalaran Moral dan Pendekatan Standar Moral d. Kerangka Analisis Etika c. Birokrasi. Hakekat Profesionalisme dalam Pelayanan Publik a. Definisi Korupsi b. Benturan Kepentingan d. Klasifikasi Benturan Kepentingan c. Benturan Kepentingan dan Akuntansi Profesi e. Kerahasiaan dan Akuntan g. Pengertian Birokrasi b. Kewajiban Profesional dalam Pelayanan Publik c. Pengertian Umum Benturan Kepentingan b. Netralitas Birokrasi PNS 11. Nilai-nilai Profesionalisme dalam Pelayanan Publik d. Kewajiban Kerahasiaan bagi Akuntan Non Publik i. Pelayanan Publik. Bentu-Bentuk Korupsi 85    . Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik e. Pentingnya Kepekaan Etis b. Mal Praktik dalam Pelayanan Publik b. Korupsi c. Analisa Dampak Stakeholder 8. Kode Etik dan Perilaku bagi PNS 12. Informasi Rahasia dan Benturan Kepentingan 7. Aturan Absensi b. Kerangka Analisis Etika dan Isu-Isu Etika dalam Praktik Akuntansi a. Aturan Anti KKN 14. Benturan Kepentingan dan Kerahasiaan a. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi c. Bentuk-Bentuk Benturan Kepentingan d. Pentingnya Profesionalisme dalam Birokrasi Pelayanan Publik b. Prinsip-Prinsip Korupsi dan Bentuk-Bentuk Korupsi a. Standar Pelayanan Publik di Indonesia • Prinsip-prinsip Pelayanan Publik • Kriteria Pelayanan Publik 10.

Faktor Penyebab Korupsi b. Membangun Etos Pribadi a. Lima Prinsip untuk Berperilaku Etis e. Faktor-Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis c.15. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis d. Faktor Penyebab Korupsi dan Dampak Negatifnya a. Pengecekan Etika 86    . Tiga Unsur Etos Pribadi b. Dampak Masif Korupsi Terhadap Eksistensi Negara dan Bangsa 16.

Unsur-Unsur Etika 87    . Temperamen 2. Kepribadian. Hal-Hal Yang Menjadi Perhatian dalam Etika c. Asal-Usul Stress b. Transformasi Kanak-Kanak c. Manajemen Stress 7. Mempelajari Kepribadian a. 10 Prinsip Motivasi c. Distribusi dan Penggunaan Energi Psikis c. Kecemasan dan Ketakutan 4. Justice b. Pihak yang Berkepentingan • Internal • Eksternal d. Teori Kepribadian c. Pengertian Etika b. Etos Kerja Semangat untuk Berkolaborasi. Perilaku Efektif e. Mempelajari Cara Mengatasi Stress a. Mempelajari Pengembangan Kepribadian a. mengatasi ketegangan (stress). Penyembuhan d. Mempelajari Dinamika Kepribadian a. Kanak-Kanak b. Mempelajari Motivasi Diri a. watak dan temperamen b. dan pengembangan kemampuan komunikasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik pengembangan kepribadian yang meliputi aspek-aspek seperti etiket. Berkomunikasi dan Inovasi 5. Orang Dewasa 3. Mempelajari Etos Kerja a. Perilaku Positif Asertif d. Mempelajari Etika a. Hierarki Kebutuhan Manusia Abraham Maslow b. Belajar Mengatasi Keadaan c. Citra Diri 6. Berprestasi.

Etiket Berpakaian e. Mempelajari Etiket a. Mempelajari Cara Menulis Laporan a.8. Body Language e. Seni Berbicara. Master Of Ceremony b. Etiket Makan g. Rapat c. Etiket Bertelepon c. Etiket Pergaulan dengan Atasan. Etiket Berbicara f. Protokoler 10. Mempelajari Komunikasi a. Etiket Bertamu d. Bawahan dan Sepangkat b. Praktik b. Presentasi 88    . Menulis Surat d. Lain-Lain 9.

Pengisian Kekosongan Hukum 5. Penafsiran Hukum c. sumber-sumber hukum. Hakekat Kaedah b. ( UU 10 Tahun 2004 ) 3. Teori Kedaulatan Rakyat e. Kodifikasi Hukum b. Arti Tata Hukum b. Sumber-Sumber Hukum a. Ilmu Hukum Sebagai Pengertian Hukum a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Ilmu hukum Mata Kuliah ini membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengantar Hukum di Indonesia sehingga di akhir perkuliahan mahasiswa dapat mengetahui arti dan tujuan hukum. Sumber Hukum Material b. sampai dengan asas-asas hukum acara pengadilan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Teori Teokrasi d. Subyek Hukum dan Obyek Hukum c. Dasar-Dasar Berlakunya Beraneka Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia 89    . mazab-mazab ilmu hukum. Teori Kedaulatan Negara f. Sumber Hukum Formal c. penemuan hukum. Masyarakat Hukum b. Tata Hukum Indonesia c. Perbuatan Hukum d. Ilmu Hukum Sebagai Kaedah Hukum a. Penemuan Hukum a. Manusia dan Masyarakat b. Arti dan Tujuan Hukum a. Pengertian Tata Hukum Indonesia a. Definisi Hukum Sebagai Pegangan 2. Macam-Macam Pembagian Hukum 6. Pembentukan Hukum oleh Hakim b. Kaedah Hukum dan Kaedah Lainnya 7. Pengertian Hukum c. Pengertian dan Macam-Macam Hak e. Mazab Hukum Alam b. Teori Kedaulatan Hukum g. Mazab-Mazab Ilmu Hukum a. Asas Keseimbangan 4. Mazab Sejarah c. Peristiwa Hukum 8. Pembidangan Ilmu Pengetahuan Hukum a. Peraturan Perundang-Undangan Negara Indonesia d.

Kekuasaan Pemerintahan Negara RI Menurut UUD 1945 Sebelum Amandemen c. Pelaksanaan Acara Pidana d. Pembagian & Tujuan Hukum Pidana b. SEMA 3 Tahun 1963 dan UU Nasional dalam bidang perdata f. Buku II KUHD: Hak dan Kewajiban yang Lahir dari Pelayaran h. Asas-Asas Hukum Dagang a. Tindak Pidana Khusus diluar KUHP 12.9. 90    . Pelaksanaan Acara Perdata c. Sejarah KUHD e. Hubungan Hukum Dagang dan Hukum Perdata f. Asas-asas Hukum Tata Negara Indonesia a. Pengertian. Kejahatan dalam KUHP f. Asas-asas Hukum Acara Pengadilan a. Proklamasi Kemerdekaan dan Lahirnya Pemerintah Indonesia b. Riwayat Hukum Pidana di Indonesia c. Hukum Pribadi & Keluarga g. Sistematika Hukum Dagang d. Pelanggaran dalam KUHP g. Pengertian Pokok Hukum Acara b. Pokok-Pokok Tata Pemerintah RI Menurut UUD 1945 Sesudah Amandemen Ke-4 10. Pembagian dan Sistematika c. Status KUH Perdata e. Hukum Benda & Waris h. UU Nasional diluar KUHD 13. KUHP dan UU Hukum Pidana Khusus yang Bersifat Nasional d. Buku I KUHD : Perdagangan pada Umumnya g. Banding. Asas-asas Hukum Perdata a. Asas-Asas Hukum Pidana a. Kasasi dan Peninjauan Kembali. Pra Peradilan e. Sumber-Sumber c. UU Hukum Pidana Khusus yang Bersifat Nasional h. Hukum Pembuktian & Daluarsa 11. Ketentuan-Ketentuan Umum dalam KUHP e. Buku III KUHD: Kepailitan dan Penundaan Pembayaran i. Sejarah Hukum Perdata di Indonesia b. Hukum Perikatan i. Hukum Perdata d. Arti dan Tugas Perdagangan b.

Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Hukum Pidana Membekali peserta didik dengan pengetahuan mengenai pengertian hukum pidana di Indonesia. pembahasan umum pemberantasan tindak pidana korupsi. kesalahan dalam arti luas dan melawan hukum . Pengertian dan Istilah Hukum Pidana Di Indonesia a. Cara Merumuskan Delik c. Penafsiran Sistimatis c. Penafsiran Terbatas 4. Penafsiran A Contrario g. perbuatan dan rumusan delik. Hukum Pidana yang Berlaku di Indonesia c. Penafsiran Undang-Undang Hukum Pidana a. perbandingan antar UU tindak pidana korupsi. Penafsiran Gramatikal b. Menurut Tempat : • Asas Teritorial • Asas Nasional Aktif • Asas Universal. asas-asas berlakunya hukum pidana. Penafsiran Logis d. komisi pemberantasan korupsi (KPK).penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN. Pengertian dan Istilah Hukum Pidana b. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana 2. Penafsiran Analogis f. Penafsiran Ekstensif h. 3. subyek dan pertanggungjawaban korupsi. rumusan delik korupsi. Jenis-Jenis Delik 91    . dasar peniadaan pidana. ajaran kausalitas.peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi serta percepatan pemberantasan korupsi. Pengertian Delik b. Asas-Asas Berlakunya Hukum Pidana Menurut Waktu dan Tempat a. Menurut Waktu : • Asas Legalitas • Asas Nonretroaktif • Penerapan Asas Legalitas b. Perbuatan Dan Rumusan Delik a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. interpretasi hukum pidana. dasar pemberatan dan peringanan pidana. Penafsiran Historis e.

Asal Kata dan Pengertian Korupsi c. Pemberatan dan Peringanan Pidana a. Sifat Melawan Hukum Umum f. Melawan Hukum (Jes: 37-47) e. Ketidakmampuan Bertanggungjawab 7.Traeger ) c. Perbandingan UU PTPK a. UU No 3 Tahun 1971 b. Pertanggungjawaban Pidana Dalam Delik Korupsi 11. Sifat Melawan Hukum Formal h. UU No 31 Tahun 1999 92    . Kesalahan dalam Arti Hukum Pidana c. Dapat Dipertanggungjawabkan d. Hukum Pidana diluar KUHP b. Melaksanakan Perintah Jabatan yang Sah g. Dasar Peniadaan Pidana Menurut KUHP b. Pendekatan Normatif e. Ajaran Kausalitas a. Dasar Peniadaan Pidana Diluar KUHP • Umum • Khusus • Tidak Tertulis k. Noodweer (Pembelaan Terpaksa) e. Ajaran Yang Menginvidualiseer Dan Menggeneraliseer 9. Sifat Melawan Hukum Materiil i.5. Keadaan Darurat (JES:60) j. Kesalahan Dalam Arti Luas dan Melawan Hukum Serta Kesengajaan a. Pembahasan Umum Tindak Pidana Korupsi a. Perintah Jabatan yang Tidak Sah (JES:65) h. Pengertian Ajaran Kausalitas b. Ontoerekeningsvatbaarheid. Dasar Peniadaan/Penghapusan Pidana Menurut KUHP dan diluar KUHP a. Melaksanakan Undang-Undang (JES:64) f. PTPK 10. Dasar Pemberatan Pidana • Ambtelijkheid( Tanggungjawab Pejabat) • Recidive( Tanggungjawab Ulang ) • Samenloop( Tanggungjawab Majemuk ) b. Lukisan Sebab Akibat Korupsi d. Dasar Peringanan Pidana • Poging(Percobaan) • Medeplichtigheid • Minderjarigheid 8. Korupsi Materiil dan Keuangan Dalam UU f. Overmacht (Daya Paksa) d. Sifat Melawan Hukum Khusus g.Tidak Dapat Dihukum karena Orangnya Sendiri (Pasal 44) c. Subyek dan Pertanggungjawaban Pidana dalam Delik Korupsi a. Subyek Delik Korupsi adalah Orang dan Korporasi b. Macam-Macam Ajaran Kausalitas (Von Buri. Kesalahan dalam Arti Luas b. Kesengajaan (Jes: 81-95) 6. Pembelaan Melampaui Batas (JES:59) i.

93    . UU No 28 Tahun 1999 b. Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( KPK ) a. Inpres No 5 Tahun 2004. UUPTPK c. Rumusan Delik yang Diadopsi dari KUHP 13. UU No 20 Tahun 2001 12. Penyelenggaraan Negara yang Bersih a. Undang-Undang No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( KPK ) 14. Rumusan Delik Korupsi a. Rumusan Delik yang Dibuat oleh Pembuat b.c. PP No 71 Tahun 2000 c.

Pengertian Kewenangan Berhak d. unsur-unsur. 3. Pengertian Hukum menurut Pendapat Masyarakat c. Pengertian Syarat Formal dan Material Badan Hukum c. Fungsinya. Formal dan Material. Macam-macam Akta Catatan Sipil h. Tertulis dan Tidak Tertulis b. putusan pengadilan. Pengertian Manusia sebagai Subyek Hukum c. ruang lingkup. upaya banding serta pemeriksaan kasasi dan pemeriksaan peninjauan kembali. 4. 5. Keadaan Hukum Perdata di Indonesia dan status/kedudukan KUH Perdata/BW dan Pendapat para Ahli Hukum d. subyek. objek. Pengertian dan Hakekat Badan Hukum b. pembuktian dan penilaian alat bukti. Pengertian Tempat Kediaman Hukum dan Tempat Kediaman Sesusungguhnya c. proses ber_acara didepan majelis hakim. Sejarah Catatan Catatan Sipil di Indonesia g. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum : : Pokok Bahasan 1. Pengertian Hukum sebagai Sumber Formil. Pengertian Hukum Perdata dalam arti Luas dan Sempit. Pengertian dan Kegunaan AKTA yang dibuat Catatan Sipil 2. 94    . Pengertian Kecakapan Berbuat e.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Perdata Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengertian Hukum Perdata dan Bisnis dengan segala aspeknya yang meliputi Hukum Material dan Formal: pengertian. Pengertian dan Fungsi Catatan Sipil f. Pengertian Domisili dan Macam Domisili b.Wujud dan Bentuknya Hukum Perdata dan Sistematika KUH Perdata a. Macam-macam Domisisli menurut BW e. Sejarah dan Sistematika KUHPerdata/BW di Indonesia Hukum Perorangan a. Pengertian Hukum Berdasarkan Kepentingan yang Diatur.. Pengertian Arti Pentingnya Domisili d. Pengertian Asas-Asas dan Sifat Hukum Perdata c. Siapa yang mewakili Badan Hukum e. Hukum dan Pembedaan a. Akibat Ketidakwenangan berhak Badan Hukum a. Kedudukan dan Macam Badan Hukum d. Tanggung Jawab Badan Hukum Domisili dan Catatan Sipil a. Pengertian Hukum dalam Arti Definisi Hukum b. Pengertian Subyek Hukum b. Sifat/Waktu/Wilayah Berlakunya d.

Pengertian Pewaris dan Ahli Waris c. Pengertian dan Proses Banding d. Pengertian Melaksanakan Perjanjian g. Pengertian Subyek Hukum Waris e. Perihal Pembagian Warisan i. 9. Wan Prestasi dan Keadaan Memaksa dalam Hukum Perdata a. Pengertian Putusan Pengadilan c. Sifat Keadaan memaksa 95    . I’tikad Baik dalam Perjanjian i. Pembatalan Suatu Perjanjian 11. Syarat untuk Sahnya Perjanjian d. Prinsip Peninjauan Kembali g. Macam-macam Perikatan f. Tindakan Kreditur terhadap Debitur d. Penafsiran Perjanjian h. Pengertian dan Hakikat Pendewasaan (Handlichting/Perlunakan) b. Azas-azas Hukum Perikatan b.12/2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Hukum Acara Perdata dan Ulangan Pemeriksaan pada Peradilan Perdata dan Bisnis a. Pengertian Pengampuan. Putusan Mahkamah Agung Hukum Waris dalam Hukum Perdata a. Pengertian Obyek Hukum Waris f. Pengertian Keadaan Memaksa e. Pengertian Legitimie Porte h. Azas yang Berlaku dalam Hukum Waris d. Pengertian dan Proses Pemeriksaan Kasasi e. 10. Alasan Peninjauan Kembali h. Pengertian Keturunan /Afstaming d. 8. Pengertian Orang Yang Hilang ( Keadaan Tidak Hadir / Afwezeigheid) d. Pengaturan Keadaan memaksa g. Pengertian Perkawinan/Asas dan Hakikat c. Dasar Hukum dan Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan b. Pengertian Peninjauan Kembali f. Unsur-unsur Keadaan memaksa f. Pengertian Adopsi (Pengangkatan Anak) e. Permintaan dan Akibat Hukumnya c. Pengertian Perwalian / Voogdij Hukum Keluarga (2) a. Ahli Waris g. Hak dan Kewajiban Pewaris. Empat Teori tentang Kesepakatan e. Pemahaman terhadap UU No. Pengertian Kekuasaan Orang Tua / Ouderlijke Macht e. Kekuasaan Hakim untuk Mencampuri Suatu Perjanjian j. Pengertian dan Pengaturan Resiko b. Hukum Perikatan dan Pelaksanaan Perjanjian dalam Hukum Perdata a.6. Risiko. Pengertian Proses Beracara di Pengadilan b. Pengaturan dan Sumber-sumber Hukum Perikatan c. Harta Peninggalan yang Tidak Terurus 7. Pengertian Hukum Waris b. Pengertian Wanprestasi c. Hukum Keluarga (1) a.

Upaya Hukum h. Modal dan Saham Perseroan d. Perkumpulan Dagang 15. Pengertian – Pengertian Hukum Dagang b. Tindakan Sementara g. Insolvensi. Pengertian Persangkaan d. Pentingnya Pengertian Perusahaan/Bedrijf f. Hapusnya Perikatan karena Ketetapan Waktu Menurut Perjanjian c. Pengertian Decheance (Verval Termijn) 14. Perjanjian Pinjam Barang yang Tak Dapat Diganti/ Dapat Diganti i. Pembuktian dan Daluwarsa dalam Hukum Perdata a. Pentingnya Suatu Perusahaan Memiliki Pembukuan g. Pengaturan Hukum Kepailitan c. Yang Berhak Mengajukan Kepailitan d. Pengertian Daluwarsa (Lewat Waktu/Verjaring) g. Hapusnya Perikatan dengan Cara-Cara Khusus yang Ditetapkan dalam Materi Perikatan d. Pengertian Hukum Dagang dalam Hukum Perdata a. Pengertian Pengakuan e. Permohonan dan Persyaratan Pailit f. Sepuluh Macam Cara Hapusnya Perikatan b. (Rechtsverwerking) i. Pengertian dan proses Kepailitan b. Kepailitan dan Penundaan Kepailitan pada Peradilan Perdata dan Bisnis a. Tagihan. Pengertian Pelepasan Hak. Pengertian Sumpah f. Persekutuan Perdata/Maatschap g. Perdamaian. Persamaan dan Perbedaan antara Kepailitan dan Penundaan Kepailitan 96    . Perjanjian Kerja / Perburuhan 13. Nama dan Pendirian PT c. Pemberian/Hibah. Pengertian Kesaksian c. Perseroan Terbatas (PT) dalam Hukum Perdata dan Bisnis a. Organisasi PT 16. Sistematika KUH Dagang c. Orang-orang Perantara h. Perjanjian Jual Beli. Penanggungan Utang (Borgtooht) j. Hubungan KUHD dengan BW (KUHPdt) d. Pengertian Bukti Tulisan b. Perjanjian Perdamaian (Dading/Kompromie) k. Penghapusan Perikatan dan Perjanjian-perjanjian Khusus (Perjanjian Nominatif) a. Penundaan Kewajiban k. Verifikasi. Pengurusan Harta Pailit j.12. Schenking f. Macam Daluwarsa h. Akibat Hukum Putusan Kepailitan i. Penyuruhan/Lastgeving ( Pemberian Kuasa ) h. Istilah dan Pengertian PT b. Pengertian Ekonomi dalam KUHD e. Sewa Menyewa e. Yang Dapat Dinyatakan Pailit e.

Pengertian dan Peristilahan Administrasi b. Pengertian Perundangan dan KTUN yang memuat pengaturan yang bersifat umum b. Ruang Lingkup Perbuatan Pemerintahan a. Pengertian Sumber Hukum b. Ciri-Ciri KTUN (Beschikking) d. Subjek. Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Administrasi 3. Pengertian Perbuatan Pemerintahan b. Pengertian Freies Ermessen e. Hubungan antara Tingkatan Pemerintahan a. proses penyelesaian peradilan tata usaha negara. Pengertian Susunan Pemerintahan Negara Indonesia dan Lembaga-lembaga Negara c. Pengertian Pemerintah dan Pemerintahan c. Sumber Hukum Formil (perbandingan) berdasarkan TAP MPR Nomor XX Tahun 1966 dan TAP MPR Nomor III/MPR/ 2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Perundang-undangan 4. Pengertian Penyelenggara Pemerintahan Tingkat Pusat/Daerah 5. PTUN berdasar UU No. Objek. Pengertian Rencana atau Het Plan 7. Pengertian Peraturan-peraturan Kebijaksanaan c. Pengerian dan Peristilahan Hukum Administrasi Negara/Hukum Tata Usaha Negara dalam Tata Hukum Indonesia 2.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Peradilan Tata Usaha Negara Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dasar-dasar peradilan tata usaha negara yang meliputi aspek seperti objek. Pengertian Izin. Azas-azas Umum Pemerintahan yang Baik di Indonesia 97    . Pengertian Kedudukan dan Landasan Hukum Administrasi b. Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik a. Sumber Hukum Administrasi Mempelajari Sumber Materiil dan Formil Hukum Administrasi a. Delegatif. Dispensasi. Pengertian Sumber Hukum Formil Hukum Administrasi d. Kompetensi/Kewenangan : Atributif. Susunan. Dasar Penerapan Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik c. Pengertian Hakikat Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik b. Pengertian Sumber Hukum Materiil Hukum Administrasi c. Pengertian Hubungan antara Tingkatan dalam Pemerintahan b. Landasan dan Ruang Lingkup Hukum Administrasi a. Kedudukan. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. penyelesaian sengketa. wewenang peradilan. Mandat e. ruang lingkup.5 Tahun 1986 6. Lisensi dan Konsesi d. Administrasi dan Hukum Administrasi a. Sarana atau Instrumen Yuridis Tata Usaha Negara a.

Pemeriksaan dengan Acara Biasa e. Rangkap Jabatan dan Hakim Ad Hoc 11. Rehabilitasi 98    . Pengertian Putusan Ganti Rugi. Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara b. Pengertian Landasan Pembuatan KTUN c. Susunan Pengadilan dan Tempat Kedudukan c. Perlawanan terhadap Penetapan Ketua Pengadilan h. Subjek pada HAPTUN c. Pengertian Kewenangan. Administratif dan Keberatan Administratif d. Gugatan pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Ketua. Upaya Peradilan dan Pengujian KTUN 12. Kuasa Hukum pihak-pihak yang bersengketa d. Hakim dan Panitera Pengadilan d. Tujuan. Pembuktian pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Upaya administratif banding c. Penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara a. Prosedure/Proses Beracara pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Permusyawaratan dan persiapan f. Pengertian Hukum Acara b. Permohonan Penundaan Pelaksanaan KTUN d. Pelaksanaan Putusan Pengadilan d. Kewenangan dan Susunan Peradilan Tata Usaha Negara a.8. Tenggang waktu dan biaya perkara e. Ruang Lingkup. Unsur-Unsur Dan Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara a. Azas-Azas Pembuatan Keputusan Tata Usaha Negara a. Pengajuan dan Alasan Gugatan c. Pengetahuan Hakim d. Objek. Pengertian Subjek. Wakil Ketua. PTUN yang berwenang e. Pengajuan Gugatan Proforma proses penyusunannya 14.Keterangan Ahli. Dasar Hukum Peradilan Tata Usaha Negara 10. Surat atau Tulisan. Pemeriksaan dengan Acara Cepat 15. Putusan Pengadilan pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Penetapan Hari Sidang dan pemanggilan c. Pengertian Alat Bukti b. Pengertian Sengketa Tata Usaha Negara b. Pokok Sengketa Peradilan Tata Usaha Negara a. Proses pengambilan Putusan b. Pengertian dan Praktek Pembuatan KTUN b. Intervensi dalam Persidangan f. Macam dan syarat Putusan Pengadilan c. Mengadili 13. Saksi c. Objek pada HAPTUN d. Sekretaris Pengadilan. Penetapan Susunan Hakim b. Penilaian Hasil Pembuktian 16. Pengertian Gugatan b. Pengertian Pembuatan Dokumen 9. Penetapan Ketua Pengadilan terhadap gugatan berkenaan g. dan fungsi Peradilan Tata Usaha Negara b.

Pengertian Putusan Kompensasi 17. Banding. Pemeriksaan Kasasi dan Peninjauan Kembali pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengertian Peninjauan 99    . Pengertian dan proses pemeriksaan Kasasi c.e. Pengertian dan proses Banding b.

Kebudayaan Hindu b. Pengertian b. Unsur-unsur 3. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Etos Budayanya c. Masalah Konflik Sosial 6. Wujud c. Faktor pendorong c. Unsur-Unsurnya b. Etos Budayanya c. Etos Budayanya 9. Pengaruh Kebudayaan Timur dan Barat a. Kebudayaan Barat 5. Dinamika Kebudayaan dan Dampaknya a. Kebudayaan Jawa a. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Pengertian Kemajemukan Budaya b. Kebudayaan Minang a. Dampak dan Cara Penanggulangannya 4. Etos Budayanya 7. Kebudayaan Batak a. Definisi b. Etos Budayanya 8. Gambaran Kebudayaan Indonesia 2. Kebudayaan Aceh a. Manusia Indonesia dan Suku-Suku Bangsanya a. Kebudayaan Budha c. Pengaruhnya Terhadap Kebudayaan Indonesia 100    . Unsur-Unsurnya b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Budaya Nusantara Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang Keanekaragaman Kebudayaan yang ada di Indonesia. Kebudayaan Betawi a. Kebudayaan a. Kebudayaan Islam d.

Etos Budayanya 15. Etos Budayanya 101    . Etos Budayanya 16. Unsur-Unsurnya b. Etos Budayanya c. Kebudayaan Ambon a. Kebudayaan Dayak a. Makasar. Toraja. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Bali a. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Orang Tionghoa di Indonesia a. Tri Hita Karana 12. Etos Budayanya 17. Kebudayaan Sunda a.10. Konflik Dayak dengan Madura 13. Unsur-Unsurnya b. Nusa Tenggara Timur (Flores Dan Timor) a. Etos Budayanya 14. Irian Barat / Papua a. Persamaan dan Perbedaannya dengan Kebudayaan Jawa 11. Unsur-Unsurnya b. dan Mandar a. Bugis.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->