DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

KURIKULUM DAN GBPP PROGRAM DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI AKUNTANSI PEMERINTAHAN TAHUN 2009
(KURIKULUM TAHUN 2007)

DAFTAR ISI
1. 2. 3. 4. 5. MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) Pendidikan Agama Islam Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris I Bahasa Inggris II MATA KULIAH KEILMUAN DAN KETERAMPILAN (MKK) Pengantar Ilmu Ekonomi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Aplikasi Komputer Statistika Deskriptif Organisasi Bisnis dan Manajemen Ekonomi Internasional Pengantar Akuntansi I
Lab. Pengantar Akuntansi I

1 3 4 6 9

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Pengantar Akuntansi II Lab Pengantar Akuntansi II Keuangan Publik Perpajakan I Perpajakan II Manajemen Keuangan MATA KULIAH KEAHLIAN BERKARYA (MKB) Akuntansi Keuangan Menengah I Lab. Akuntansi Keuangan Menengah I Akuntansi Keuangan Menengah II Lab. Akuntansi Keuangan Menengah II Akuntansi Keuangan lanjutan Akuntansi Biaya Sistem Informasi Akuntansi Hukum Administrasi Keuangan Negara I Hukum Administrasi Keuangan Negara II Akuntansi Pemerintah I Akuntansi Pemerintah II Auditing Audit Sektor Publik. Akuntansi Perpajakan Aplikasi Komputer Akuntansi dan Keuangan.

12 14 16 18 20 23 26 28 31 34 36 38 40 43 46

21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.

49 52 55 57 60 62 65 67 70 72 74 76 79 81 83

41.MATA KULIAH PERILAKU BERKARYA (MPB) 36. Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) Pengantar Ilmu hukum Pengantar Hukum Pidana Hukum Perdata Peradilan Tata Usaha Negara Budaya Nusantara 84 87 38. 40. 39. 89 91 94 97 100 . Etika PNS 37. 42.

berpandangan luas. Sistematika Sumber Ajaran Islam Serta Kedudukan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Kegiatan Umat Islam b. Kedudukan Dan Peranan Malaikat Serta Makhluk Ghaib Lainnya Terhadap Manusia f. Makna Qadha Dan Qadar c. Mempalajari Komponen Dasar Ajaran Islam Yang Melahirkan Berbagai Madzhab Dalam Islam 5. Pengertian Dan Kaidah Muamalah Dalam Islam 1    . Alam Semesta Sebagai Ciptaan Allah b. Agama Islam Sebagai Petunjuk Bagi Manusia a. Tujuan. Perbandingan Agama-Agama Besar Dan Mengetahui Kedudukan Agama Islam Di Antara Agama-Agama Tersebut b. Kemahaesaan Allah Untuk Meningkatkan Keyakinan Kepada-Nya Sebagai Sumber Segala Yang Ada Di Alam d. Syariat Islam a. Agama Islam Sebagai Petunjuk Dalam Mencapai Kebahagiaan Dunia Dan Akhirat 3. Wawasan Islam Dan Hubungan Sumber Dengan Dasar Ajaran Islam a. Aqidah Dan Ruang Lingkupnya b. Kerangka Dasar Ajaran Islam b. ikut serta dalam kerjasama antarumat beragama dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Pengertian.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman. Kedudukan Akal Dan Peranan Ijtihad Sebagai Sumber Pengembangan Ajaran Islam 4. Manusia Dan Agama a. bersikap rasional dan dinamis. berfikir filosofis. dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Mempelajati Hari Akhirat Dan Hukum Alam Tentang Kiamat e. Eksistensi Kitab-Kitab Suci Dan Khususnya Al-Qur’an 6. Tugas Nabi Dan Rasul. Hakikat Manusia Menurut Ajaran Islam c. Pelaksanaan Dan Hikmah Zakat f. Kebutuhan Manusia Akan Agama Bagi Kehidupan 2. Aqidah Islam a. Pelaksanaan Dan Hikmah Ibadah Haji g. berbudi luhur. Hubungan Sumber Ajaran Islam Dan Kerangka Dasar Ajaran Islam c. Mempealjari Pelaksanaan Dan Hikmah Ibadah Puasa e. Arti Shalat Serta Hikmahnya Bagi Kehidupan d. Syariat Islam Dan Pengertian Fiqih b. Serta Peranan Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Sebagai Rasul Terakhir g. Kedudukan Dan Hikmah Ibadah Dalam Islam c. Sumber Ajaran Islam a.

2    .h. Asas. Dan Umat Bergama Dengan Penyelenggara Negara. Kaidah Dan Sistem Kewarisan Islam i. Kerjasama Intern Umat Bergama. Antar Umar Beragama.

Pengertian Bela Negara b. Ketahanan Nasional a. Pengertian Hak Dan Kewajiban b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Kewarganegaraan Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Kondisi Politik Dan Strategi Nasional 3    . Pengertian Demokrasi b. Pentingnya Wawasan Nusantara 7. Hak Sebagai WNI c. Demokrasi Pancasila c. Demokrasi a. Bela Negara a. Kewajiban Sebagai WNI 4. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Demokrasi Bangsa-Bangsa Lain 6. Wawasan Nusantara a. Definisi HAM b. Hak dan Kewajiban WNI a. Peraturan Perundang-Undangan 3. Wawasan Politik b. Kewarganegaraan a. Pengantar b. Ruang Lingkup c. Latar Belakang Pentingnya Bela Negara c. Politik dan Strategi Nasional a. Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku 5. Pengertian Wawasan Nusantara b. Pengertian Ketahanan Nasional b. Hak Asasi Manusia a. Ruang Lingkup Ketahanan Nasional 8. Wawasan Kewarganegaraan 2.

Pengertian Laporan Teknis Yang Berbentuk Artikel b. Nota Dinas Dan Surat Dinas b. Pembuatan Laporan Dalam Formulir a. Formulir. Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia c. Santun Berpidato c. Pengertian Laporan Teknis Yang Berbentuk Artikel a. Hakikat Berpidato b. Ragam Bahasa 2. Penyusunan Laporan Dalam Bentuk Formulir 5. Bahasa Surat Dinas. Penggunaan. Kiat Memikat Pendengar 4    . Kesistematisan Dalam Laporan Teknis Yang Berupa Naskah c. Santun. Bahasa Surat Dinas c. Penyusunan. Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Pemakaian Bahasa Yang Benar Dalam Laporan Teknis Yang Berupa Naskah 7. Laporan Teknis Berupa Naskah Yang Tertuang Dalam Beberapa Bab Atau Bagian a. Memo/Nota Dinas. Pengertian Memo. Perbedaan Memo/Nota Dinas Dan Surat Dinas a. Pengertian Berbagai Bentuk Formulir b. Laporan Teknis Dan Laporan Karya Ilmiah Serta Pidato Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar. Sikap Bahasa b. Fungsi Surat Dinas. Pengisian Formulir Laporan Dalam Bahasa Yang Benar c. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Dan Daya Tarik Pidato Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar a. Pengertian Mengenai Surat Dinas. Dan Pemakaian Bahasa Dalam Memo Atau Nota Dinas 4. Pengertian Dan Fungsi Surat Dinas b. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Artikel 6. Penyusunan Surat Dinas 3.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Indonesia Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Tentang Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia Sehingga Mereka Dapat Membuat Surat. Dan Penulisan Surat Dinas a. Pengertian Laporan Teknis Yang Berupa Naskah b. Hakikat. Sikap Positif Terhadap Bahasa Indonesia a. Cara.

Hakikat Bertelepon b. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Diskusi c. Bahasa Protokoler 10. Bertelepon Yang Sangkil Dalam Bahasa Indonesia Yang Benar a.8. Hakikat Berdiskusi Yang Mangkus Dan Sangkil Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar a. Santun Bertelepon c. Bahasa Dalam Diskusi 9. Hakikat Berdiskusi b. Hakikat Protokoler Serta Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar Dalam Acara Keprotokolan a. Jenis Protokoler c. Pengertian Protokoler b. Bahasa Indonesia Dalam Bertelepon 5    . Santun Protokoler d.

Simple Present Tense a. Past Tense a. Simple Future 9. Reading : Bookkeeping b. Vocabulary & Special Terms 10. Word Function In A Sentence 3. Reading : Recreational Reading e. Future Tense a. Vocabulary & Special Terms 8. General Reading c. Concluding Sentence b. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. Paragraph Writing a. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Derivatives a. Topic Sentence. Vocabulary & Special Terms 6    . Parts Of Speech 2. Future Perfect c. Parts Of Speech a. Reading Comprehension a. Future Continuous b. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. Present Tense & Present Continuous Tense 5. Reading : The Field Of Accounting b. Past Future d. Recretional Reading (College Life) c. Supporting Details.Nama Program : Program D III Akuntansi Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Inggris I Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan keterampilan dasar berbahasa inggris yang dapat mendukung prestasi akademiknya. Vocabulary & Special Terms 6. Kinds Of Paragraph 11. Past Tense & Past Continuous Tense 7. Vocabulary & Special Terms 4. Sentence Arrangement b.

Participial Adjectives 25. Reading Comprehension a. Opinion Paragraph a. Stative Passive d. Vocabulary & Special Terms 7    . Vocabulary & Special Terms 14. Vocabulary & Special Terms 19. Vocabulary & Special Terms b. Passive With Causative Verbs b. Vocabulary 16. Reading : Business Transactions And Financial Statements b. A. Cumulative Review Of Structure Problems a. Any. Reading Comprehension a. Participial Adjectives a. Reading : Tax Accounting b. Reading : Cost Accounting e.12. Sentence That Cannot Be Cahanged Into Passive c. Reading Comprehension a. Vocabulary & Special Terms 24. General Reading b. Paragraph Writing a. Rules Of Passive Voice 23. Reading : Budgetting b. An. General/Recreational Reading 21. Opinion & Facts 17. Cumulative Review Of Structure Problems 15. Passive & Active Voice a. Some. Reading Comprehension a. Samples Of Opinion Paragraph 18. Reading Comprehension a. The & No Article 20. Question Tags 13. Summarizing The Paragraph Of Reading 22. Reading Comprehension a. Summary Writing a. Articles And Zero Articles a.

Conditional Sentence a. Reading : Auditing b. Reading : General Reading 8    . The Relative Clause b. Gerunds And Infinitives 27. Relative Clause 33. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. General Reading c.26. Cumulative Review Of Structure Problems 36. Cumulative Review Of Structure Problems a. Vocabulary & Special Terms b. Reading Comprehension a. Differences Between Gerund And Presen Participle Form b. Summary Writing a. Reading : Computers 34. Reading Comprehension a. Reported Speech b. Vocabulary 28. Conditional Sentence 29. Vocabulary & Special Terms 30. Reading Comprehension a. Summarizing : Computer Component 35. Reading : A Career In Accounting 32. Gerund And Infinitives a. Indirect Speech/Reported b. Direct Speech 31.

Jenis-Jenis Parts Of Speech dan Soal-Soal Grammar Dasar TOEFL b. Comparative Degree c. Arti Kata Sederhana g. Purpose/Course f. Passive Voice a. Future Tenses(Will. Definisi Dari Structure g. Arti Dari Bagian Kalimat h. Bacaan: Free Trade e. Menemukan Main Idea Tiap Paragraph e. Type III d. Tone. Opinion Paragraph 4. Past Tense & Past Continuous Ts h. Simple Present Tense & Present Continuous Tense g. Perfect Tenses j. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Find Unstated Details l. Type II c. Menemukan Arti Kata Yang Sulit f. Would Or Other Modals) i. Synthesizing/Latihan2 Soal TOEFL 3. Degree Of Comparison a. Implied Detail Questions f. Pronoun Referent 2. Positive Degree b. Bacaan: More Than Two-Paragraph Reading e. Sentences That Cannot Be Changed Into Passive c. Bacaan: Short Reading d. Bacaan: Short Reading k. Argument Paragraph 9    . Word Order c. Stated Detail Questions f. Parts Of Speech a. Rules Of Passive Voice b. Conditional Sentence a. Type I b. Bacaan: TOEFL Reading e.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Inggris II Setelah mengikuti mata kuliah ini Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan meningkatkan ketrampilan berbahasa inggris yang dapat diukur melalui nilai toefl skor untuk mendukung prestasi akademiknya. Superlative Degree d. Stative Passive d.

Reduced Adverb Clause c. Problems With Subject/Verb Agreement c. Parallel Structure dan Memahami Bacaan a. Struct. Short Dialogues (Agreement. c. Adverb Problems dan Listening Dasar a. Academic Discussion. Lecturing. With Coordinate Conjunction b. Styles In Written English 2 b. Bacaan: Decisions 11. Academic Discussion e. Par. Homograph. Par. & Present Part. Coordinate Connectors 6. Subject And Verb Of Sentence b. Homonym. Comparisons c. Long Conversation Listening Material 10    . -Er Structure d. Other Verb Connector d. Adjective Clause. Bacaan: Long Reading TOEFL d. Other Sound Alike e. Negatives And Conditionals c. Irregular. Style Lain dalam Bahasa Inggris dan Memahami Bacaan a. Adverb Time And Cause Connector c. Gerunds And Infinitives b. Struct. . Figurative Expression /Two. Past Part. Membedakan Possesif dan Pronoun d. Comparisons b. Correct Singular And Plural Serta Irregular Plural b. Appositive a. Invert The Subject And Verb With Place Expression. Announcement 13. Specific Information On Reading e. Plural. Sisipan Subjects And Verbs. –Er. Style Dalam Bahasa Inggris dan Memahami Bacaan a. Gerunds dan Infinitives a. Homophone. Grammar a. Bacaan: Combination Short Reading And Long Reading 12.Word Verb d. Subject dan Verb Kalimat . General Conversation d. Reduced Clause Sentences dan Short Dialogues a. Listening On Suggestion And Passive 10. Membedakan Orang Dengan Benda/Kata Ganti Serta Predikat c. Reduced Adjective Clause b. Bacaan: Compilation Short And Mid Reading Problem c. Conversation Material a.5. Kata Benda. Listening TOEFL Simulation 8. Long Reading TOEFL 14. Object Preposisi c. Words. Adjective Clause b. Who And Where) 7. Apositive d. Cumulative Review Of Structure Problems b. Preposisi. Serta Pronoun a. Negative. With Paired Conjunction. Independent Essay 9. Invert The Subject And Verb With Quest. Styles In Written English 1 b.

Latihan Grammar dan Memahami Bacaan dan Listening Pada Simulasi TOEFL 2 a. Compilation Of TOEFL Listening Material 11    .e. Bacaan: Compilation Short And Long TOEFL Reading c. Tapping The Interview 15. Cumulative Review Of Structure Problems b.

Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Ilmu Ekonomi Setelah mengikuti pelajaran ini perserta diharapkan mampu memahami tentang Pengertian Ilmu Eekonomi. Sistem Ekonomi dan Peran dan Lingkup Ekonomi secara Mikro dan Makro. Kebudayaan. Pengertian Permintaan & Hukum Permintaan. Pasar Monopoli dan Bentuk Kurvanya b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran 5. Elastisitas a. Pengaruh Permintaan dan Penawaran Atas Keseimbangan a. Kebutuhan yang tidak Terbatas dan Pemuas Kebutuhan yang Terbatas b. Perubahan Harga c. Normal Profit c. Pengertian Ilmu Ekonomi a. Ekuilibrium 6. Super Normal Profit b. Hubungan Kausal dan Hubungan Fungsional b. Bentuk Pasar a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan b. Oligopoly e. Kurva Keuntungan dan Kerugian Pada Bentuk Pasar a. Motivasi Kegiatan Ekonomi f. Jenis-jenis Elastisitas d. Sistem Ekonomi a. Kurva Permintaan dan Hukum Permintaan a. Manfaat Elastisitas Permintaan c. Rumah Tangga Perorangan. Pengertian Nilai Pakai dan Nilai Tukar : Subjektif dan Objektif c. Faktor Biologis. Pengertian Penawaran & Hukum Penawaran. Pengetahuan Politik dan Keamanan c. Fungsi Pasar. Pendekatan Indeference Curve 4. Sebab Timbulnya Permintaan. Break Even 12    . Objek Ekonomi 2. Bagaimana dan untuk Siapa Barang Produksi d. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum : : Pokok Bahasan 1. Hukum dan Asas Ekonomi. Pasar Persaingan Monopoli 8. Definisi dan Batasan Ilmu Ekonomi b. Tingkah Laku Konsumen a. Nilai dan Teori Ekonomi. Pendekatan Marginal d. Apa. Hubungan Ketiga Pelaku Ekonomi 3. Terciptanya Harga b. Pengertian Elastisitas b. Perusahaan dan Pemerintah e. Duopoly d. Persaingan Sempurna dan Bentuk Kurvanya c. Elastisitas Penawaran dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya 7.

Fungsi dan Motif Permintaan Uang c. Keseimbangan Umum di Pasar Uang 14. Variasi-variasi dalam Kesimbangan Simultan c. Pengertian b. Marginal Cost. Jenis-jenis dan Hubungan dalam Model Ekonomi 12. Pengertian dan Kurva Total Revenue. Pendahuluan a. Pengertian Biaya dan Jenis-jenis Biaya b. Penawaran Uang b. Jenis Bank Primer dan Sekunder d. Pasar Uang a. Variabel-variabel Ekonomi Mikro dan Makro c. Pengertian.d. Pengertian b. Biaya dan Hasil Penjualan a. Subnormal Profit 9. c. Akibat Pengangguran dalam Perkembangan Ekonomi dan Masyarakat d. Jenis-jenis Kebijaksanaan d. dan Kurva: Total Cost. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional. Perhitungan Nilai Tambah. Sebab-sebab ditempuhnya Kebijakan Fiskal dan Moneter c. Circular Flow of Income b. Perhitungan Penentuan Laba Rugi. Average Fixed Cost. Average Variable Cost. Bank Snetral e. Lembaga-lembaga Keuangan 16. Pendapatan Nasional a. Jenis-jenis c. 10. Penegndalian 17. b. Fixed Cost. Biaya dan Hasil Penjualan (Lanjutan) a. Average Total Cost. Perhitungan. Pengertian b. Penganguran a. Pengaruh Kebijakan Fiskal dan Moneter terhadap Nilai-nilai Keseimbangan 15. Langkah-langkah Penanggulangan 18. Fungsi dan Sruktur APBN 13    . Variable Cost. 13. Ruang Lingkup Teori Ekonomi Makro b. Sejarah Bank c. Pengertian b. Inflasi dan Deflasi a. Kebijakan yang dilakukan Pemerintah f. Bank a. Jenis-jenis e. Average Revenue dan Marginal Revenue. Sebab-sebab d. Kebijakan Fiskal dan Moneter a. Sebab-sebab c. Kesimbangan Simultan di Pasar Uang a. Variabel-variabel Ekonomi Makro b. 11.

a. Elastisitas Income. Hubungan Antara Income Elasticity Pada Berbagai Bentuk Engel Curve f. Eksistensi Hukum Permintaan dan Penawaran. e. Tiga Tahapan Dalam Proses Produksi 7. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Pengertian Total Utility dan Marginal Utility b. serta Beberapa Penyimpangan yang Terjadi. Teori Permintaan Konsumen. Pengertian dan Ruang Lingkup Teori Ekonomi b. 2. Hubungan Input Dan Output (Produksi) Baik Dalam Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Analisis-Analisis Ekonomi Seacara Mikro. Price Consumption Curve (Pcc) g. Baik Untuk Barang Normal. 5. b. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Elastisitas Harga c. b. Super Normal (Lux). 14    . Teori Ekonomi Mikro Secara Umum. Teori Ekonomi Mikro dan Teori Ekonomi Makro. Mempelajari Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Keseimbangan Konsumen Menurut Pendekatan Indifference c. Dan Engel Curve. Keseimbangan Konsumen dalam Marginal Utility Approach. c. Fungsi Pasar. Pengertian Pemecahan Masalah 3. a. 4. Pengaruh Perubahan Harga.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Mikro Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Teori Ekonomi Mikro. Maupun Barang Super Inferior (Giffen) 6. Konsep Teori Permintaan Melalui Pendekatan Indifference Curve a. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Mekanisme Pasar Memecahkan Tiga Masalah dalam Perekonomian. a. Pengertian Konsep Indifference Curve b. Income Consumption Curve (Icc). Terhadap Keseimbangan Konsumen d. Fungsi Produksi Dengan Satu Variabel Input b. Hukum Permintaan dan Penawaran. Proses Terbentuknya Harga. Proses Pembentukan Permintaan Konsumen Menurut Versi Guna Batas (Marginal Utility Approach). a. Substitution Effect Dan Income Effect. Perubahan Income. Inferior.

Mambahas Tentang Biay-A Rata-Rata (Ac). Kurva Penawaran Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna. Edge Worth. Dan Chamberlin Model b. a. Keseimbangan Jangka Panjang 12. Kurva Peluasan Produksi (The Expansion Path) c. Yang Meliputi Biaya Tetap. Keseimbangan Jangka Panjang dalam Pasar Persaingan Sempurna. Termasuk Didalamnya Pembahasan Mengenai Proses Pencapaian Keseimbangan Pada Model Pasar Ini 13. Fungsi Produksi Jangka Panjang Didalamnya Dibahas Pula Tentang Hubungan Antara Biaya Produksi Jangka Pendek Dan Biaya Jangka Panjang 10. Monopsoni yaitu Bentuk Pasar Input Dimana Hanya Ada Satu Pembeli. a. Model Kurva Permintaan Yang Patah (The Kinked Demand Curve Model) Dan Bentuk Lain Dari Oligopoli Yakni Kartel c. a. Keseimbangan Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna f. b. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Keseimbangan Pertukaran pada Contoh Perekonomian Sederhana. Berbagai Sifat dan Perilaku Biaya Produksi Jangka Pendek. Pendekatan Total d. Pengertian Biaya. Beberapa Pengaturan Pajak pada Pasar Monopoli h. Diskriminasi Harga f. Pendekatan Marginal e. Smc Dengan Marginal Produ-Ct (Mp) Dan Averege Product (Ap) Pada Stage Ke Ii d. Fungsi Permintaan Maximisasi Profit c. Least Cost Combination b. a. Increasing Cost Industry j. Pendekatan Total d. Produksi Linier Homogen 9. Membahas Antara Biaya Rata-Rata Jangka Pendek (Sac). Production Tranformation Curve 15    . g. (Dua Individu. Biaya Marginal (Mc) Maupun Biaya Total (Tc) c. Proses Pencapaian Keseimbangan Perusahaan yang Beroperasi di Pasar Monopoli. Keseimbangan Jangka Panjang pada Pasar Monopoli g. Proses Penentuan Harga c. Pengertian Pasar Persaingan Sempurna b. a. Proses Pembentukan Harga dan Kuantitas Keseimbangan Sehingga Diperoleh Maximisasi Profit Baik dalam Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang. a. Keseimbangan Di Pasar Input. dan pengetahuan Tentang Konsep Biaya Produksi Jangka Panjang. h. Beberapa Bentuk (Model) Oligopoli. Membahas Cournot Model. Pendekatan Marginal e. Hubungan Antara Biaya dan Produksi dalam Tahap Kedua. Dua Input dan Dua Output dalam Mencapai Pareto Optimal) a.8. Membahas Permintaan Input Untuk Perusahaan Yang Menggunakan Satu Input Variabel (Value Marginal Product dan Marginal Revenue Product) b. Constant Cost Industri i. Variabel Maupun Biaya Total b. Decreasing Cost Industri 11. Pengertian Pasar Monopoli. Menjelaskan Production Contract Curve b. Sementara Jumlah Produsen Input yang Bersangkutan Cukup Banyak 14.

dan S Serta Teori-Teori Konsumsi dan Faktor2 Yang Mempengaruhi C a. teori konsumsi dan saving. Y. Teori-Teori Keynes Friendam. konsep circular flow of income. konsep dan siklus pendapatan nasional. Struktur Lembaga-Lembaga b. Contoh-Contoh Analisisi Model Ekonomi Sederhana. Rencana Materi Perkuliahan Selama Satu Semester dan Buku Referensi Yang Digunakan 2. Financial Analisys e. Contoh Analisa Neraca Moneter d. Kekuatan Permintaan dan Penawaran Di Pasar Uang dan Pasar Komoditi a. Berbagai Bentuk Model Ekonomi c. dan Terbuka 3. analisis pasar tenaga kerja. analisis keseimbangan agregat. Prinsip Dasar Pembuatan Model b. Pengertian Teori Ekonomi Makro dan Perbedaannya Dengan Teori Ekonomi Mikro b. NP. prinsip dasar invesatasi. Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional. MPS/APS. Hubungan C. Keuangan di Indonesia c. Pengertian Teori Ekonomi Makro dan Ruang Lingkupnya a. Siklus. Pergeseran Keseimbangan IS-LM dan Kaitannya Dengan Pigou Effect dan Keynes Effect 16    . Economic Analisys f. Hubungan MPC/APC. Analisis Terhadap Besaran-Besaran Kontraksi dan Ekspansi Ekonomi d. Prinsip-Prinsip Dasar Keputusan Investasi. peran APBN dalam kehidupan dan peran perdagangan dalam ekonomi sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam analisis-analisis ekonomi secara makro.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Makro Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tentang ruang lingkup teori ekonomi makro. a. a. Lingkup Permasalahan Investasi. Konsep Circular Flow Of Income a. konsep uang beredar dan inflasi. DI) c. Cara-Cara Menghitung GDP b. Konsep. dan Derifasi Fungsi C dan Fungsi S c. Konsep dan Siklus GDP (GNP. PI. Social Analisys 6. Tertutup. Bentuk Pergeseran Curva LM Dan Curva IS e. Mata Pelajaran Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. dan Duessenbery Mengenai Konsumsi 5. Real Investment dan Portfolio Investment b. Contoh-Contoh Analisa Makro dan Mikro c. Keuntungan Mempelajari Toeri Ekonomi Makro d. NNP. Derifasi Fungsi C dan Fungsi S b. Contoh Penurunan Curva Investasi c. Contoh-Contoh Kritik Terhadap Penggunaan GDP dalam Mengukur Tingkat Kemakmuran 4. Investment Decision: d.

Analisis Keseimbangan AD dan AS. a. Curva AD. Curva Interdependency Pasar-Pasar Ekonomi 9. Keuangan di Indonesia c. Instrumen-Instrumen Moneter Yang Langsung Maupun Tidak Langsung Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar c. dan Surplus Budget c. Kekuatan Permintaan dan Penawaran di Pasar Uang dan Pasar Komoditi a. Arti Inflasi. Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curva AD c. Pentingnya Pengendalian Jumlah Uang Beredardan Seluk-Beluk Inflasi. Pengertian Kebijaksaan Moneter b. Contoh Penggunaan Piranti Moneter d. Contoh Analisis Neraca Pembayaran 17    . dan Beberapa Isu Mengenai Neraca Pembayaran c. dan Interdependency Metode Laba Bruto a.7. Contoh Analisa Neraca Moneter d. dan Contoh Analisis Kebijaksanaan Fiskal b. a. Peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Kehidupan. dan Bentuk-Bentuk Kebijaksanaan Perdagangan b. Bentuk. Dan Faktor2 yang Mempengaruhi Curva AS d. Arti Kebijaksanaan Fiskal. Struktur Lembaga-Lembaga b. Analisis Curva Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja e. dan Teori-Teori Inflasi 10. Analisis Kurva Inflationary dan Deflationary Gap g. Sebab-Sebab Meningkatnya Inflasi. Dampak Dari Kebijaksanaan Fiskal Terhadap Kegiatan Ekonomi. Pergeseran Keseimbangan IS-LM dan Kaitannya dengan Pigou Effect dan Keynes Effect 8. 11. Analisis Pasar Tenaga Kerja. Curva AS. Fungsi Produksi dan Kapasitas Produksi Nasional f. Arti. Cara Menurunkan b. Arti Kebijaksanaan Perdagangan. Defisit. Arti Dari Balance. a. Peran Perdagangan (Barang dan Jasa) dalam Kehidupan Ekonomi. Bentuk Pergeseran Curva LM dan Curva IS e.

Apllication Sistem 2. Formula If b. Windows Xp. Presentasi Hasil Karya Perorangan 8. Double If 10. Tipologi Jaringan. Praktikum Ms-Word 5. Motherboar. Juga mahir mempergunakan beberapa paket aplikasi perkantoran yaitu pengolah kata (ms-word). Praktikum Ms-Powerpoint a. perangkat lunak. Sejarah Komputer c. Efek Suara 7. Internet 4. Seluruh Materi Pokok Word a. alat presentasi (ms-power point). Praktikum Ms-Excel a. Operating Sistem d. Efek Grafis b. Praktikum Ms-Excel a. Praktikum Ms-Powerpoint a. dan spread-sheet (ms-excel). Definisi Komputer dan Komputerisasi b. 3. Seluruh Materi Dasar Excel 9. Reprentasi data d. Definisi Komputer dan Komputerisasi a. database (msaccess). Dos. teori dasar database. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. CPU. Dos Vs Windows dan Komunikasi Data a. Praktikum Ms-Excel a. Kapasitas dan Kecepatan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak a. Memory c. Seluruh Materi Pokok Powerpoint 6. perangkat komunikasi data. Alat-Alat Input dan Output b.Program Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Aplikasi Komputer Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dasar-dasar komputer. b. Praktikum Ms-Powerpoint a. perangkat keras. Nested If 18    .

Max. Query 19    . Praktikum Ms-Excel a. Formula Counta b. Report 15. Praktikum Ms-Access a. Praktikum Ms-Excel a. Komponen Basis Data d. Form. Ddl. Konsep Database a. Countif c. Praktikum Ms-Access a. Pendekatan Tradisional Vs Database c. Grafik 13. Min 12. Sumif d. Hirarki Data b.11. Vlookup e. Dml Dan Query 14.

Metode Least Square untuk Regresi b. 6. Mempelajari Range. Beberapa Istilah Pokok (Elemen. desil. korelasi. analisi time series. Mempelajari Analisa Korelasi dan Regresi Khususnya untuk Meramal. Simpangan Baku. Arti dan Kegunaan Berbagai Ukuran Variasi Seperti Range. simpangan baku. Sensus. 4. Beberapa Macam Fungsi dan Bentuk Kurvanya c. Arti Dan Kegunaan Ukuran Kemencengan dan Keruncingan Kurva. deviasi. Desil. Arti Sempit dan Luas. median. dan Sampling Error) f. Pembagian Data d. dan Persentil. Deviasi. Mempelajari Arti dan Kegunaan Statistik. Arti dan Kegunaan Data b. modus. 7. varians. Simpangan Baku. a. Sampling. Mempelajari Analisa Korelasi dan Regresi Khususnya untuk Meramal a. a. ukuran lokasi ratarata. Mempelajari Ukuran Kemencengan dan Keruncingan Kurva.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Statistika Deskriptif : Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang kegunaan statistik. Arti Statistik e. a. Mempelajari Analisis Regresi Linier Berganda Untuk Meramalkan Memperhitungkan Banyaknya Faktor Yang Mempengaruhi Variabel Y. Arti Koefisien Determinasi 8. Ramalan Dengan Regresi Koefisien Korelasi Data Berkelompok. Mengetahui Syarat Data Yang Baik dan Pembagian Data Serta Mengetahui Beberapa Istilah Pokok. Arti dan Kegunaan Rata-Rata Hitung (Mean). a. dan pengujian hipotesis sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam memanfaatkan statistik sebagai alat analisis dan pengolahan data. Variabel. Rata-Rata. range. Sampel. Arti Pengumpulan Data 2. a. Median dan Modus. Arti Analisa Korelasi b. dengan 20    . Populasi. kemencengan dan keruncingan kurva. a. Simbol Penjumlahan dengan Sigma d. a. Median dan Modus untuk Data Berkelompok dan Tidak. Persentil Data Berkelompok dan Tidak. 5. Melakukan Penjumlahan dengan Menggunakan Simbol Sigma. Mempelajari Arti Kuartil. dan Koefisien Variasi. Pokok Bahasan 1. Rank. Desil. dan Kualitatif 9. Frekuensi Relatif dan Kumulatif 3. Rata-Rata. kuartil. Pentingnya Matematika dalam Statistik b. regresi. Mempelajari Arti Ukuran Lokasi Rata-Rata Hitung. Deviasi. distribusi teoritis. Mempelajari Memilih Bentuk Fungsi Yang Tepat Untuk Mewakili Data Yang Dikumpulkan. Karakteristik. Syarat Data Yang Baik c. dan Koefisien Variasi. Arti Analisa Regresi c. Arti Kuartil.

Mempelajari Probabilitas Sebagai Ukuran Ketidak Pastian dan Kegunaan dalam Ekonomi. Probabilitas dengan Pendekatan Klasik. Pemberian Nilai. Metode Rata-Rata Sederhana. Mempelajari Analisis Time Series dan Sekaligus Cara Menghitungnya. Gabungan [Union] & Probabilitas Bersyarat [Bayes Theory]. Subyektif. Tujuan dan Pengertian Dasar Statistik II 17. Rata-Rata Semi. Arti Hubungan Lebih dari Dua Variabel Koefisien Regresi Parsial Koefisien Korelasi Parsial Koefisien Determinasi Berganda Meramalkan Dengan Persamaan Regresi Linier Berganda 10. Khususnya yang Terkait Dengan Kesimpulan yang Tidak Pasti a. Arti dan Kegunaan Indeks Musiman b. Menentukan Trend Dengan Metode Tangan Bebas. Penjelasan Tentang b. Non Exclusive. Relatif Bersambung. Mempelajari Arti Stastik II. Menentukan Trend Dengan Metode Tangan Bebas. Penggunaan Regresi Linear Berganda Untuk Menemukan Ukuran Musiman 16. Transformasi Semi Log dan Full Log c. Set Ruangan Sampel dan Kejadian 18. Mempelajari Gerakan Siklis dan Cara Mengukurnya. Relatif. Frekuensi Relatif Subyetif b. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu a. dan Perhitungan Probabilitas a. a. Arti dan Pentingnya Analisis Time Series b. Mempelajari Analisis Time Series dan Sekaligus Cara Menghitungnya. Rata-Rata Bergerak dan Metode Least Square 14. Agregatif Tertimbang dan Tidak Tertimbang. d. Arti dan Pentingnya Analisis Time Series b. Pengertian Set. Trend Logistik dan Gompertz 11. Rata-Rata Bergerak dan Metode Least Square 13. Permutasi dan Kombinasi . e. Trend Parabola b. Frekuensi. a. Mempelajari Indeks Musiman dan Cara Menghilangkan Pengaruh Musiman. Independent. b. Dependent Kejadian. c. d. 21    . dan Pengujiannya 12. a. Mempelajari Konsep Pendekatan Probabilitas Secara Klasik. a. dan Penggunaan Analisis Regresi Berganda Untuk Ukuran Musiman. a. Pembuatan PR Dan Absensi e. Arti Dan Kegunaan Angka Indeks Sederhana. dan Rasio 15. Rata-Rata Semi. a. Pembobotan Nilai. a. c. Cara Menghitung Indeks Musiman c. Cara Menghilangkan Pengaruh Musiman d. Pengertian tentang Mutually Exclusif Event. Mempelajari Fungsi Non Linear untuk Meramalkan. 19. Gerakan Siklis dan Cara Mengukurnya b. Sub.a. Mempelajari Angka Indeks dan Sekaligus Cara Menggunakannya.

b. Fungsi Probabilitas Diskkrit & Kontinyu; c. Fungsi Probabilitas Bersama 20. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu. a. Fungsi Binominal b. Fungsi Poisson c. Fungsi Hipergeometrik 21. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu. c. Fungsi Normal 22. Mempelajari Nilai Harapan untuk Fungsi-Fungsi Probabilitas a. E (X) ; b. E [X – E (X) ] 2 untuk Fungsi Fungsi Probabilitas

23. Mepel Sampel Secara Acak, Baik Dengan Pengembalian Maupun Tidak. b. Pengambilan Sampel “ With & Without Replacement “ serta Perhitungan Standar Error 24. Mempelajari Perkiraan Tunggal & Interval. a. Unbiased & Biased Estimator; b. Perkiraan Tunggal 1 & 2 Rata-Rata X 1 − X 2

[

]

c.

1&2

Proporsi ⎜ P1 − P2 ⎟

⎛ ⎝

⎞ ⎠

25. Mempelajari Perkiraan Tunggal & Interval c. Perkiraan Interval untuk U & P serta [ U1 – U2] & [ P1 – P2 ] 26. Mempelajari Hipotesis. a. Pengujian Hipotesis Satu Rata-Rata dan Satu Proporsi b. Pengujian Hipotesis dua Rata-Rata Dan 2 Proporsi c. Pengujuan Hipotesis Lebih dua Rata Data [ ANOVA ] d. Pengujian Hipotesis Lebih Dari dua Proporsi [ Chi – Square ]

22   

Nama Program

:

Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Organisasi, Bisnis, dan Manajemen Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dasar-dasar manajemen , dunia usaha, fungsi-fungsi manajemen, pengelolaan SDM, risiko bisnis, manajemen pemasaran dan produksi, dan ekspansi usaha

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU)

: :

Pokok Bahasan 1. Dunia Usaha Dan Lingkungannya a. Pengertian Usaha Bisnis b. Latar Belakang Munculnya Usaha c. Maksud Dan Tujuan Bisnis d. Ruang Lingkup Dunia Usaha/Bisnis e. Lingkungan Internal Dan Eksternal Dunia Usaha

2. Pengertian, Ciri Dan Fungsi Perusahaan a. Pengertian Dasar Perusahaan b. Ciri-Ciri Perusahan c. Fungsi-Fungsi Perusahaan d. Lokasi Perusahaan 3. Bentuk-Bentuk Perusahaan, Kelebihan Dan Kekurangannya a. Perusahaan Perseorangan b. Firma c. Persekutuan Komanditer d. Perseroan Terbatas e. Koperasi Di Indonesia f. Yayasan 4. Dasar-Dasar Manajemen a. Pengertian Manajemen b. Mengapa Manajemen Dibutuhkan c. Definisi Manajemen 5. Manajemen Dan Manajer a. Definisi Manajemen b. Tingkatan Manejemen c. Manajer Fungsional Dan Manejer Umum d. Fungsi-Fungsi Yang Dilaksanakan Manajer e. Kegatan-Kegiatan Manajer f. Peranan Manajer Dalam Perusahaan 6. Perkembangan Teori Manajemen a. Keterampilan Manajer b. Teori Manajemen Klasik c. Manajemen Ilmiah d. Teori Organisasi Klasik e. Aliran Hubungan Manusiawi f. Aliran Manajemen Modern

23   

7. Manajemen Dan Lingkungan Eksternal Organisasi a. Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal b. Lingkungan Ekstern Mikro c. Lingkungan Ekstern Makro 8. Perencanaan Dalam Pengambilan Keputusan a. Penjelasan Perencanaan b. Alasan-Alasan Perlunya Perencanaan c. Hubungan Perencanaan Dengan Fungsi-Fungsi Lainnya d. Tipe-Tipe [Erencanaan Dan Rencana e. Perencanaan Strategik f. Hambatan Dalam Perencanaan Efektif 9. Penetapan Tujuan Dan Pengambilan Keputusan a. Visi Dan Visi Organisasi b. Fungsi Tujuan Organisasi c. Kebutuhan Penyeimbangan Tujuan d. Manajemen By Objective (MBO) 10. Pengertian Pengorganisasian a. Struktur Organisasi b. Pembagian Kerja c. Departementalisasi 11. Koordinasi Dan Rentang Manajemen a. Koordinasi b. Rentang Manajemen 12. Wewenang, Delegasi Dan Desentralisasi a. Pengertian Wewenang, Kekuasaan Dan Pengaruh b. Struktur Lini Dan Staf c. Wewenang Lini Dan Staff d. Sentralisasi Versus Desentralisasi 13. Perencanaan SDM a. Penarikan Dan Seleksi SDM b. Latihan Pengembangan SDM c. Pemberian Kompensasi Kepada Karyawan 14. Kepemimpinan Dalam Organisasi a. Motivasi b. Motivasi Bukan Sekedar Teknik-Teknik c. Pengertian Kepemimpinan d. Pendekatan-Pendekatan Studi Dan Sifat Kepemimpinan 15. Dasar-Dasar Proses Pengawasan a. Pengertian Pengawasan b. Tipe-Tipe Pengawasan c. Tahap-Tahap Dalm Proses Pengawasan d. Pentingnya Pengawasan e. Perancangan Proses Pengawasan f. Alat Bantu Pengawasan Manajerial g. Karakteristik-Karakteristik Pengawasan Yang Efektif 16. Manajemen Produksi Dan Operasi a. Perbedaan Produksi, Manufaktur Dan Operasi b. Tugas Manajer Produksi Dan Operasi c. Mengorganisasikan Proses Produksi d. Pengelolaan Material, Pembelian Dan Persediaan

24   

Proses Pemasaran f. Pengertian Dan Tujuan Penetapan Harga e. Merger Dan Akuisisi 25    . Metode Penanganan Resiko d. Bentuk Ekspansi e. Resiko Dan Asuransi a. Mengelola Bauran Produk d.17. Konsep Pemasaran d. Fungsi Pemasaran e. Daur Hidup Produk c. Bauran Pemasaran 18. Kategori Produk b. Pengertian Pemasaran b. Metode Penetapan Harga 19. Arti Ekspansi b. Manajemen Pemasaran a. Pengertian Resiko b. Ekspansi Bisnis a. Motif Ekspansi c. Arah Ekspansi d. Produk Dan Harga a. Peran Pemasaran Dalam Masyarakat c. Sistem Kerja Asuransi 20. Jenis Resiko c. Proses Pemasaran g.

dan kebijakan ekonomi internasional Mata Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Kurva Indiferen Masyarakat c. Liberalisasi Perdagangan dalam Praktek 26    . diharapkan mahasiswa memahami konsep-konsep perdagangan internasional. Filosofi Perdagangan Internasional b. Ilustrasi Terms of Trade d. Subsidi 6. Kebijakan Ekonomi Internasional a. Teori Permintaan dan Penawaran d. Teori Liberalisasi perdagangan b. Offer Curve 4. Teori Standar Perdagangan Internasional a. Teori Perdagangan Modern a. Keunggulan Komparatif dan Biaya Oportunitas 3. Pengukuran Terms of Trade c. Macam-Macam Retriksi dalam Perdagangan Internasional e. Liberalisasi Perdagangan a. Definisi b. Teori Hecksher & Ohlin b. Hukum Keunggulan Komparatif a. Factor Price Equalization c. Pentingnya Ilmu Ekonomi Internasional c. Tujuan Kebijakan Ekonomi Internasional d. Terms of Trade a. Kurva Kemungkinan Produksi dgn Biaya Meningkat b. neraca pembayaran. Kurva Kemungkinan Produksi dan Indefference Curve e. Kegunaan Model Perdagangan 7. Pembahasan Ekonomi internasional d. Definisi b. Keunggulan Komparatif David Ricardo d. Pengertian dan Ruang Lingkup Ekonomi Internasional a. Teori Perdagangan Non Klasik b.Program Diploma : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Internasional Setelah mengikuti mata kuliah ini. Instrumen Kebijakan Ekonomi Internasional c. Ekuilibrium tanpa Perdagangan 5. Tujuan dan Kebijakan Ekonomi Internasional 2. Keunggulan Mutlak Adam Smith c.

Stusi Kasus AS Sebagai Negara Peg-Hutang Tersebar di dunia 27    . Prinsip-prinsip Akuntansi Neraca Pembayaran c. Pendahuluan b. Pendahuluan b. Analisis Keseimbangan Parsial terhadap Tarif c. Faktor yang mempengaruhi Keputusan MNC d. Spekulasi c. Efek Pertumbuhan Faktor Produksi (kasus negara kecil) c. Teori Optimum 13. Teori Struktur Tarif d. Hambatan Non Tarif lainnya d. Efek Global MNC 11. MNC a. Tanagan Kerja c. Neraca Pembayaran a. Faktor Non Ekonomi e. Perpindahan Modal antar Dua Negara 10. Neraca Perhitungan dan Ketidakseimbangan Dalam Transaksi Internasional d. Kurva Permintaan dan Penawaran Valas d. Customs Union 9. Ekonomi Politik Proteksionaisme. Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi a. Pendahuluan b. Kuota Impor c. Analisis Keseimbangan Umum thd Pemberlakuan Tarif di Negara Besar f. Analisis Keseimbangan Umum thd Pemberlakuan Tarif di Negara Kecil e. Pasar Valuta Asing a. Kebijakan Industri dan Kebijakan Perdagngan Strategis e. Pendahuluan b. Peranan Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi b. Sistem Kurs Valas e. Arti dan Fungsi b. Hambatan Perdagangan Non Tarif dan Proteksionis Baru a. Pendahluan b. Putaran Uruguai 14. Modal d.8. Kekuatan Bersaing MNC f. Hambatan Perdagangan Tarif a. Perpindahan Faktor prosuksi Antar Negara a. Kasus Pertumbuhan Negara Besar 12. Purchasing Power Parity 15. Sejarah Kebijakan Komersial AS f. Customs Union a. Pendahuluan b. Sifat MNC c.

Jurnal Penyesuaian d. Prinsip Penandingan b. Penyesuaian Persediaan g. Pengklasifikasiannya Serta Proses Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa Dan Perusahaan Dagang. Sifat Akun d. Dilanjutkan Dengan Pengertian Dan Pembahasan Tentang Pos-Pos Neraca Yang Meliputi Unsur-Unsur Aktiva Dan Hutang Jangka Pendek Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Praktek Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan. Persamaan Akuntansi Dan Elemen Dasarnya f. Jurnal Penutup h. Laporan Keuangan Korporasi 2. Transaksi Bisnis e. Worksheet Untuk Perusahaan Dagang 28    . Chart Of Accounts c. Statement Of Cash Flow g. Biaya Transportasi & Pajak Penjualan d. Akuntansi Untuk Penjualan c. Prinsip Cara Yang Digunakan Dalam Penataan Transaksi Keuangan. Financial Statement f. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi b. Akuntansi Untuk Pembelian b. Siklus Akuntansi Dan Menyusun Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Tutup Buku Untuk Penyusunan Laporan Keuangan a. Buku Besar. Pengertian Akuntansi Dan Bidang-Bidang Yang Berhubungan Dengan Akuntansi a. Laporan Keuangan Perusahaan Perorangan: Income Statement. Karakteristik Perusahaan Dagang Dan Perlakuan Akuntansinya a. Penyesuaian Untuk Deferrals Dan Accruals h. Pokok Bahasan 1. Worksheet e. Jurnal. Pelaporan Periodik Untuk Perusahaan Dagang e. Balance Sheet. Dan Laporan Keuangan Serta Dapat Menyimpulkan Siklus Akuntansi a. Jurnal e. Prinsip Dan Praktik Akuntansi d. Pengertian Perkiraan. Tahun Fiscal 4.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan : Pengantar Akuntansi I Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Akuntansi. Klasifikasi Akun b. Jurnal Dan Posting Ayat Jurnal Penyesuaian g. Statement Of Owner’s Equity. Sistem Persediaan f. Profession Of Accountancy c. Sifat Proses Penyesuaian c. Neraca Percobaan 3.

Penilaian Persediaan Selain Berdasar Cost h. Klasifikasi Dan Metode-Metode Yang Berhubungan Dengan Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Dan Investasi Sementara a. Retained Earnings Statement. Modifikasi Sistem Akuntansi Lain 7. Piutang Tak Tertagih f. Transaksi Kas Dan Electronic Fund Transfer 8. Karakteristik. Allowance Method Of Accounting For Uncollectibles g. Temporary Investments Dan Receivables Di Neraca 9. Prinsip-Prinsip Sistem Akuntansi b. Intangible Assets 29    . Pengendalian Kas b. Harga Perolehan. Menentukan Cost Of Inventory e. Pengendalian Piutang c. Akuntansi Untuk Notes Receivables e. Metode Pemrosesan Data e. f. Dan Pelaporan Aktiva Tetap a. Akuntansi Untuk Depresiasi d. Temporary Investments i. Penyajian Persediaan Pada Neraca i. Jurnal Penyesuaian c. Importance Of Inventories b. Klasifikasi Piutang b. Perkiraan Kas Dan Pengendaliaannya a. Sistem Akuntansi Dan Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus a. Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas c. Instalasi Dan Revisi Siatem Akuntansi c. Perolehan Plant Assets b. Jurnal Balik e. Deplesi i. Interim Statement f. Inventory Costing Methods Under A Periodic System f. Inventory Systems c. Dan Metode Yang Digunakan Dalam Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan a. Balance Sheet b. Pengertian.5. Jurnal Penutup d. Struktur Pengendalian Intern d. Metode Penyusutan. Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus. Disposal Of Plant Assets g. Accounting For Reporting Inventory Under A Perpetual System g. Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang: Income Statement. Direct Method Of Accounting For Uncollectibles h. Perolehan Plant Assets Melalui Leasing h. Karakteristik Notes Receivables d. Capital And Revenue Expenditure f. Menentukan Kuantitas Aktual Dalam Persediaan d. Penilaian. Depresiasi c. Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Pada Saat Tutup Buku Pada Perusahaan Dagang a. Estimating Inventory Cost 10. Composite-Rate Depreciation Method e. Pengendalian Inern Terhadap Pengeluaran Kas d. Koreksi Kesalahan 6.

Pelaporan Di Laporan Keuangan 11. Short –Term Notes Payables e. Sistem Akuntansi Untuk Payroll Dan Payroll Taxes c.j. Liability For Employee’s Fringe Benefits d. Payroll Dan Payroll Taxes b. Karakteristik Kewajiban Jangka Pendek Dan Perlakuan Akuntansinya a. Product Warranty Liability 30    .

Jurnal e. Pengertian Akuntansi Dan Bidang-Bidang Yang Berhubungan Dengan Akuntansi a. Pokok Bahasan 1.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Laporan Keuangan Korporasi 2. Klasifikasi Akun b. Profession Of Accountancy c. Siklus Akuntansi Dan Menyusun Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Tutup Buku Untuk Penyusunan Laporan Keuangan a. Jurnal Penyesuaian d. Jurnal Dan Posting Ayat Jurnal Penyesuaian g. Financial Statement f. Akuntansi Untuk Penjualan c. Prinsip Cara Yang Digunakan Dalam Penataan Transaksi Keuangan. Balance Sheet. Penyesuaian Untuk Deferrals Dan Accruals h. Pelaporan Periodik Untuk Perusahaan Dagang e. Worksheet Untuk Perusahaan Dagang 31    . Laporan Keuangan Perusahaan Perorangan: Income Statement. Penyesuaian Persediaan g. Tahun Fiscal 4. Neraca Percobaan 3. Worksheet e. Pengklasifikasiannya Serta Proses Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa Dan Perusahaan Dagang. Chart Of Accounts c. Sifat Proses Penyesuaian c. Pengertian Perkiraan. Jurnal Penutup h. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi b. Sifat Akun d. Statement Of Owner’s Equity. Buku Besar. Dilanjutkan Dengan Pengertian Dan Pembahasan Tentang Pos-Pos Neraca Yang Meliputi Unsur-Unsur Aktiva Dan Hutang Jangka Pendek Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Praktek Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan. Biaya Transportasi & Pajak Penjualan d. Persamaan Akuntansi Dan Elemen Dasarnya f. Prinsip Penandingan b. Pengantar Akuntansi I Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Akuntansi. Sistem Persediaan f. Transaksi Bisnis e. Statement Of Cash Flow g. Akuntansi Untuk Pembelian b. Jurnal. Karakteristik Perusahaan Dagang Dan Perlakuan Akuntansinya a. Prinsip Dan Praktik Akuntansi d. Dan Laporan Keuangan Serta Dapat Menyimpulkan Siklus Akuntansi a.

Menentukan Cost Of Inventory e. Temporary Investments i. Interim Statement f. Modifikasi Sistem Akuntansi Lain 7. Inventory Costing Methods Under A Periodic System f. Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas c. Estimating Inventory Cost 10. Pengendalian Piutang c. Composite-Rate Depreciation Method e. Sistem Akuntansi Dan Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus a. Intangible Assets b. Struktur Pengendalian Intern d. Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus. Pelaporan Di Laporan Keuangan 32    . Klasifikasi Dan Metode-Metode Yang Berhubungan Dengan Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Dan Investasi Sementara a. f. Penyajian Persediaan Pada Neraca i. Depresiasi c. Dan Pelaporan Aktiva Tetap a. Accounting For Reporting Inventory Under A Perpetual System g. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Cost h. Karakteristik. Allowance Method Of Accounting For Uncollectibles g. Inventory Systems c. Retained Earnings Statement.5. Koreksi Kesalahan 6. Jurnal Penutup d. Perolehan Plant Assets Melalui Leasing h. Direct Method Of Accounting For Uncollectibles h. Jurnal Penyesuaian c. Dan Metode Yang Digunakan Dalam Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan a. Disposal Of Plant Assets g. Metode Penyusutan. Pengendalian Inern Terhadap Pengeluaran Kas d. Harga Perolehan. Akuntansi Untuk Notes Receivables e. Perolehan Plant Assets b. Transaksi Kas Dan Electronic Fund Transfer 8. Pengertian. Pengendalian Kas b. Piutang Tak Tertagih f. Deplesi a. Balance Sheet b. Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang: Income Statement. Klasifikasi Piutang b. Prinsip-Prinsip Sistem Akuntansi b. Perkiraan Kas Dan Pengendaliaannya a. Menentukan Kuantitas Aktual Dalam Persediaan d. Importance Of Inventories b. Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Pada Saat Tutup Buku Pada Perusahaan Dagang a. Metode Pemrosesan Data e. Jurnal Balik e. Temporary Investments Dan Receivables Di Neraca 9. Penilaian. Akuntansi Untuk Depresiasi d. Instalasi Dan Revisi Siatem Akuntansi c. Karakteristik Notes Receivables d. Capital And Revenue Expenditure f.

Liability For Employee’s Fringe Benefits d. Product Warranty Liability 33    . Karakteristik Kewajiban Jangka Pendek Dan Perlakuan Akuntansinya a. Sistem Akuntansi Untuk Payroll Dan Payroll Taxes c. Payroll Dan Payroll Taxes b. Short –Term Notes Payables e.11.

Konsep Present Value dan penerapannya pada Bonds Payable d. Akuntansi untuk Bonds Payable e. Partnership a. keuntungan dan kerugian partnership b. Investasi pada obligasi h. Penyusunan laporan keuangan perusahaan korporasi a. Penyajian laporan keuangan partnership 2. Akuntansi untuk investasi dalam saham a. Karakteristik. Partnership dissolution e. Akuntansi untuk partnership c. Karakteristik obligasi c. Stock Split h. Perlakuan akuntansi untuk dividen 3. pengantar akuntansi manajerial dan Job Order Cost System serta mampu mengoperasikan Software MYOB Accounting dalam pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan. Pembagian net income atau net loss d. Comprehensive Income 4. Appendix: Effective Interest Method of Amortization 34    . Stockholder’s equity c. Hutang Obligasi dan Investasi dalam surat hutang obligasi a. mahasiswa diharapkan mampu memahami transaksi keuangan yang ada dalam Partnership dan PT (Perseroan).Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Akuntansi II Setelah mengikuti mata pelajaran ini. Appropriation of Retained Earnings d. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Karakteristik dan Pembentukan korporasi b. Investasi pada saham b. Penyajian Bonds Payable dan Investment in Bonds di Neraca i. Bond Redemption g. Pendanaan korporasi b. Karakteristik Capital Stock e. Source of Paid In Capital d. Bond Sinking Fund f. Likuidasi partnership f. Akuntansi untuk investasi jangka panjang pada saham 5. Penerbitan Capital Stock f. Perusahaan korporasi a. Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) g. Hutang Obligasi dan Investasi dalam Surat Hutang Obligasi. Earnings per common share c. Laporan Arus Kas. Melaporkan unusual items dalam laporan keuangan b.

Laporan Arus Kas – Direct Method 7. Instalasi Software Myob Accounting b. Item-item Pelaporan arus kas c. Transaksi terkait inventory g. Payroll Accounts h. Laporan Arus Kas a. Jurnal pembelian c. Tujuan Laporan Arus Kas b. Laporan Arus Kas – Indirect Method d.6. Daftar Relasi (Card File) i. Daftar Persediaan j. Perbedaan Financial Accounting dan Managerial Accounting b. Jurnal penjualan d. Kode Pajak e. Jurnal umum b. Saldo Awal Akun-Akun 9. Verifikasi pencatatan transaksi b. Melakukan Setting: d. Overview Sistem Akuntansi Biaya d. Job order cost system untuk perusahaan manufaktur e. Software MYOB Accounting a. Time billing 10. Istilah dan Komponen Biaya Manufaktur c. Pencetakan neraca 35    . Purchase Accounts g. Pencetakan laporan laba rugi c. Accounts Dan Banking Accounts f. Transaksi payroll f. Job order cost system untuk perusahaan jasa 8. Membuat File Data Akuntansi Perusahaan c. Pencatatan Transaksi Keuangan menggunakan Software MYOB Accounting a. Transaksi terkait bank e. Job Order Cost System a. Verifikasi Pencatatan Transaksi dan Pencetakan Laporan Keuangan mengggunakan Software MYOB Accounting a.

Likuidasi partnership f. Pendanaan korporasi b. Karakteristik obligasi c. Partnership dissolution e.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Appendix: Effective Interest Method of Amortization 6. Akuntansi untuk partnership c. Penyajian Bonds Payable dan Investment in Bonds di Neraca i. Karakteristik. Melaporkan unusual items dalam laporan keuangan c. Investasi pada obligasi h. Karakteristik Capital Stock e. Penerbitan Capital Stock f. dan investasi dalam saham a. Stock Split h. Pajak penghasilan. Akuntansi investasi dalam saham 5. Pengantar Akuntansi II Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan keterampilan dasar berbahasa inggris yang dapat mendukung prestasi akademiknya. Laporan Arus Kas – Direct Method 36    . Konsep Present Value dan penerapannya pada Bonds Payable d. Laporan Arus Kas a. Earnings per common share d. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) g. Tujuan Laporan Arus Kas b. Pajak penghasilan perusahaan b. Stockholder’s equity c. Laporan Arus Kas – Indirect Method d. Kewajiban lancar a. Pembagian net income atau net loss d. Kewajiban pajak 2. Sifat kewajiban lancar b. Bond Redemption g. Item-item Pelaporan arus kas c. Appropriation of Retained Earnings e. Karakteristik dan Pembentukan korporasi b. Bond Sinking Fund f. Akuntansi untuk Bonds Payable e. Partnership a. Perlakuan akuntansi untuk dividen 4. Comprehensive Income f. keuntungan dan kerugian partnership b. item yang tidak biasa. Kewajiban kontinjensi d. Hutang Obligasi dan Investasi dalam surat hutang obligasi a. Perusahaan korporasi a. Source of Paid In Capital d. Wesel bayar dan kewajiban lancar lainnya c. Penyajian laporan keuangan partnership 3.

Instalasi Software MYOB Accounting b. Setting awal Software MYOB Accounting a. Overview Sistem Akuntansi Biaya d. Melakukan setting: d. Job order cost system untuk perusahaan jasa 8. payroll accounts h. Pencetakan Neraca 37    . Transaksi terkait Inventory g. Membuat file data akuntansi perusahaan c. Verifikasi Pencatatan Transaksi dan Pencetakan Laporan Keuangan mengggunakan Software MYOB Accounting a. Pencetakan Laporan Laba Rugi c. Jurnal Penjualan d. Transaksi Keuangan menggunakan Software MYOB Accounting a. Transaksi terkait Bank e. Time Billing 10. saldo awal akun-akun 9. Jurnal Pembelian c. purchase accounts g. Akuntansi manajemen dan aplikasinya: Job Order Cost System a. Istilah dan Komponen Biaya Manufaktur c. daftar persediaan j. Perbedaan Financial Accounting dan Managerial Accounting b. Verifikasi Pencatatan Transaksi b. Job order cost system untuk perusahaan manufaktur e. kode pajak e. Jurnal Umum b.7. Transaksi Payroll f. accounts dan banking accounts f. daftar relasi (card file) i.

Penentuan Harga Barang Oleh Pemerintah a. Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian b. penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Pengaruh Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung Terhadap Kesejahteraan Konsumen d. Kriteria Investasi b. Eksternalitas Dan Barang Publik d. Kepincangan-Kepincangan Dalam Mekanisme Pasar c. Kebijakan Harga Hasil Pertanian 38    . Mengenal Dan Mengukur Manfaat Suatu Proyek d. Penetuan Harga Barang Publik b. Distribusi Beban Pemerintah c. Mengenal Dan Mengukur Biaya Suatu Proyek e. Pajak Bumi Dan Bangunan 7. Pajak Penghasilan e. Efisiensi Dalam Pengeluaran Negara c. Penerimaan Pemerintah a. APBN a. Kebijakan Subsidi d. Sumber-Sumber Penerimaan Negara b. utang negara. Pejak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung Sebagai Sumber Penerimaan Negara c. Kegiatan Dan Pengeluaran Pemerintah Selalu Meningkat b. Macam Manfaat Dan Biaya Suatu Proyek c. Pengeluaran Pemerintah a. Peranan Keuangan Pemerintah a. Kesejahteraan Yang Hilang Karena Pajak 6. Penggeseran Beban Pajak e. Pengalaman Di Indonesia 4. Pengaruh Subsidi Barang Dalam Jumlah Tertentu e. dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengertian Anggaran b. Pajak Kekayaan f. Pengertian Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung b. Analisa Biaya Dan Manfaat a. Menentukan Waktu Dan Bunga Diskonto 5. Macam-Macam Kegiatan Pemerintah 2. Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung a. Pajak Pertambahan Nilai g. Hubungan Antara Penjual/Produsen Dengan Pasar f. Sistem Perpajakan Dan Politik Pajak d.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Keuangan Publik Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang teori peranan keuangan pemerintah. Kebijakan Apbn. Kebijakan Anggaran c. kebijakan fiskal. Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah 3.

Biaya Sosial Dan Pembebanan Pajak 13. Distribusi Pendapatan a. Besarnya Transfer Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Daerah c. Kapasitas Untuk Memabyar Utang Luar Negeri Indonesia f. Asal Mula Kebijakan Fiskal b. Transfer Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Daerah b. Masalah Pengelolaan Negara 10. Macam Dan Ciri Utang Negara b. Ikhtisar Dan Kesimpulan 39    . Pengaruh Pajak Terhadap Keinginan Untuk Bekerja d. Konflik Antara Stabilitas Dan Kesempatan e. Sumber Pinjaman Negara c. Hubungan Pembangunan Ekonomi Dan Pinjman Luar Negeri a. Macam-Macam Kebijakan Fiskal c.8. Beberapa Kesulitan Pengukuran Ketidakmerataan c. Posisi Utang-Utang Indonesia Di Antara Negara-Negara Asean h. Pengaruh Pajak Terhadap Distribusi Pendapatan c. Pinjaman Luar Negeri Sebagai Sumber Kapital c. Kesimpulan 12. Pendahuluan b. Macam Dan Ciri Utang Negara 9. Pengaruh Pajak Terhadap Produksi b. Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah a. Teknik Redistribusi Pendapatan d. Tujuan Kebijakan Fiskal d. Pembayaran Utang Luar Negeri Dan Bunga Dalam Hubungannya Dengan Apbn i. Pinjaman Luar Negeri Dan Inflasi e. Pengaruh Pajak Dalam Perekonomian a. Kaitan Kebijakan Fiskal Dan Moneter 11. Pengaruh Kebijakan Redistribusi Pendapatan Terhadap Keinginan Untuk Bekerja. Pemilihan Antara Pinjaman Dalam Negeri Dan Pinjaman Luar Negeri d. Bantuan Pemerintah Dan Pembangunan Daerah Yang Seimbang d. Masalah Kebijakan Fiscal a. Utang Negara a. Meringankan Beban Pinjaman g. Pro Dan Kontra Redistribusi Pendapatan b. Bantuan Pusat “Tax Effort” Dan “Fiscal Need” e.

Reformasi Perpajakan Dan Perubahan UU Pajak 3. Perpindahan Tempat Usaha Wajib Pajak g. Fungsi Dan Tujuan Hukum Pajak e. Sanksi Tidak Mendaftarkan Diri f. Sistem Pemungutan Pajak. Penghapusan NPWP Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 40    . Pengertian Wajib Pajak b. Jenis Pajak Dan Tarif Pajak a. Sistem pemungutan pajak. sengketa pajak. Jenis-Jenis Pajak e. Pengertian Dan Fungsi Pajak a. Tarif-Tarif Pajak 5. Sejarah Dan Perubahan-Perubahan Hukum Pajak d. Pengertian Hukum Pajak c. Syarat. Filosofi Dan Penafsiran Hukum Pajak a. Tempat Dan Waktu Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak e. Pemeriksaan pajak. Wajib Pajak dan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Pembukuan dan Pelaporan Pajak. Azas-Azas Di Dalam Penyusunan UU Pajak b. jenis pajak dan tarif pajak. Sumber Hukum Dan Perkembangan Hukum Pajak b. Hukum Pajak Di Indonesia Beserta Fungsi Dan Tujuannya a. Perubahan Data Wajib Pajak. Sistem Pemungutan Pajak c. Pajak Penghasilan Pasal 22. Kewajiban Mendaftarkan Diri Menjadi Wajib Pajak Dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak a. Kegunaan Dan Tatacara Penafsiran Hukum Pajak 4. Fungsi-Fungsi Pajak Dan Turunannya d. Landasan. Pengertian Penafsiran Hukum Pajak c.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Perpajakan I Agar peserta kuliah dapat menjelaskan pengertian dan fungsi pajak. Pengertian Pajak Menurut Ahli Dan Undang-Undang b. Tempat Dan Waktu Pendaftaran Wajib Pajak d. Penghasilan Pasal 23/26. Azas Pemungutan Pajak d. Pembayaran Pajak. Penerimaan Negara Bukan Pajak 2. NPWP c. Syarat. hukum pajak. Penagihan Pajak dan ketetapan pajak. Dasar Dan Teori Pemungutan Pajak b. Pajak Penghasilan Pasal 4(2)/15 dan menjelaskan subyek dan obyek pasal 4(2)15 beserta penghitungan PPh pasal 4(2)/15 dan pelaporannya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pajak Penghasilan Pasal 21. Pengertian Pungutan Selain Pajak c.

Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 21 Beserta Komponen Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap a. Pengertian Pembukuan Dan Pencatatan b. Pph Pasal 21. Bukan Yang Dipotong d. Surat Setoran Pajak c. STP d. Surat Pemberitahauan (SPT) • Kewajiban Penyampaian SPT • Tatacara Penyampaian SPT d. Sanksi Tidak Melakukan Pembayaran Pajak 8. Pengertian Pemeriksaan Pajak b. Bukan Pemotong Pph Pasal 21. Dasar-Dasar Penagihan Pajak c. Pasal 23/26 Dan Pph Pasal 4(2) 12. Putusan Banding 11. Non Subyek.6. SKPKB e. Surat Keputusan Keberatan h. Tindakan Penagihan Pajak Dari Penerbitan Surat Teguran Sampai Dengan Pelaksanaan Lelang 10. Tatacara Pengurangan Dan Atau Pengh Sanksi Adm e. Penagihan Pajak a. Pemotong Dan Pemungut Pph d. Pengertian Pembetulan Ketetapan Pajak b. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan Menjelaskan Subyek. Pengertian Banding i. Tatacara Pembetulan Ketetapan Pajak c. Kewajiban Pembukuan Bagi Wajib Pajak c. Pemotong Pph Pasal 21 Yang Dipotong Pph Pasal 21 Dan Penghasilan Yang Merupakan Obyek Pph Ps 21 c. Pph Pasal 21 Dan Penghasilan Yang Non Obyek Pph Pasal 21 e. Pengertian Pengurangan Dan Atau Penghapusan Sanksi Administrasi d. Pengertian Keberatan f. Sanksi Keterlambatan Pembayaran d. SKPLB g. Pengertian Penagihan Pajak b. Tatacara Dan Syarat Pengajuan Permohonan Keberatan g. Kewajiban Pembayaran Pajak b. Pengertian Pph b. SKPKBT f. SKPN 9. Sengketa Pajak a. Pembukuan Dan Pelaporan Pajak a. Sanksi -Sanksi 7. Pembayaran Pajak a. Latar Belakang Pemotongan Dan Pemungutan Pph c. Pengertian Pajak Penghasilan (Pph) Dan Latar Belakang Pemotongan Dan Pemungutan Pph a. Hak Dan Kewajiban Dalam Pemeriksaan Pajak c. Angsuran Dan Penundaan Pembayaran Pajak d. Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap Disetahunkan Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap Tidak Disetahunkan 41    . Tatacara Dan Syarat Pengajuan Permohonan Banding j. Pemeriksaan Pajak Dan Ketetapan Pajak a. Pengertian Pph Pasal 21 b. Pasal 22.

Pelaporan Pph Pasal 22 14. Non Subyek. Penghitungan Pph Pasal 21 Non Pegawai Tetap g. Penghitungan Pph Pasal 21 Bukan Pegawai h.f. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 22 Dan Menjelaskan Subyek. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 22 Beserta Penghitungan Pph Pasal 22 Dan Pelaporannya a. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Dan Menjelaskan Subyek. Pelaporan Pph Pasal 23/26 15. Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 d. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 4(2)/15 Dan Menjelaskan Subyek Dan Obyek Pasal 4(2)/ 15 Beserta Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 Dan Pelaporannya a. Non Subyek Dan Non Obyek Pph Pasal 23/26 c. Pengertian Pph Pasal 22 b. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 23/26. Penghitungan Pph Pasal 23/26 d. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 23/26 Beserta Penghitungan Pph Pasal 23/26 Dan Pelaporannya a. Pelaporan Pph Pasal 4(2)/15 42    . Non Subyek. Subyek Dan Obyek Pph Ps 22 Non Subyek Dan Non Obyek Pph Pasal 22 c. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 4(2)/15 c. Pengertian Pph Pasal 4(2)/15 b. Penghitungan Pph Pasal 22 d. Pengertian Pph Pasal 23/26 b. Penghitungan Pph Pasal 21 Tenaga Ahli Penghitungan Pph Pasal 21 Yang Bersifat Final 13.

Obyek Pajak Bersifat Non Final c. Objek PPh a. Pengertian PPh Dan Perkembanganya b. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Badan a. Wajib Pajak Orang Pribadi d. Pengertian PPN beserta subyek. Penghasilan Bentuk Usaha Tetap 3. Penyusutan Dan Amortisasi c. Penghitungan PPh Pasal 29 Dan 25 43    . c. Penghitungan Pph Pasal 29 Dan 25 Orang Pribadi Usahawan Yang Tidak 5. pengertian PBB beserta subyek. Penghasilan e. Penghasilan Neto. Pengusaha Tertentu e. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Menyelenggarakan Pembukuan a. Penghasilan Dari Ln Dan Pph Pasal 24 • Kompensasi Kerugian • Kredit Pajak d. Biaya-Biaya Yang Boleh Dikurangkan (Deductible Expense) b. Perbedaan WPDN Dan WPLN Non Subjek Pajak 2. obyek dan penghitungannya.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Perpajakan II Agar pesrta kuliah mampu menjelaskan pengertian PPh beserta subyek. Obyek Pajak Bersifat Final Pajak d. Non Obyek Pajak e. Biaya-Biaya Yang Boleh Dan Yang Tidak Boleh Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto a. Karyawan c. Penggolongan Subjek Pajak c. obyek dan penghitungannya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Norma Penghitungan b. Pengertian Pajak Penghasilan (PPh) Dan Subjek PPh a. Pengertian Dan Pengelompokan Penghasilan b. Omzet Usaha Dan Harga b. Pokok Penjualan c. PTKP Dan Penggabungan d. Biaya-Biaya Yang Tidak Boleh Dikurangkan (Nondeductible Exp) 6. Kredit Pajak f. obyek dan penghitungannya. Wajib Pajak Orang Pribadi b. ketentuan bea materai. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Non Usahawan a. Kredit Pajak Dan Zakat 4.

Pengertian PPN Dan Karakteristiknya a. Materiil Faktur Pajak e. Karakteristik PPN 10. Persyaratan Formil Dan d. Obyek Bea Meterai d. Pengertian Revaluasi Aktiva Tetap d. Pabean. Pengusaha Kecil f. Pemungut PPN 11. Pengertian Faktur Pajak Dan Dasar Pengenaan Pajak a. Pengertian Dan Macam Faktur Pajak b. Subyek PPN e. Terminologi Bkp/Non Bkp Dan Jkp/Non Jkp. Obyek PPN Dan Perkembangan Obyek Ppn d. Pengkreditan Pajak Masukan. Saat Terutang f. Pengertian PPN b. Tempat Pajak Terutang Pemusatan Tempat Pajak Terutang 12. Penghitungan Pph Atas Revaluasi Aktiva Tetap 8. Saat Pembuatan Faktur Pajak c. Pengertian Dan Macam Dasar Pengenaan Pajak 13. Daerah b. Karakterisitik PPNBM 44    . Penghasilan Bersifat Final b. Sanksi-Sanksi 9. Penghitungan Ppn Dan PPN a. Pengertian Bea Meterai c.7. Penghitungan PPN d. Obyek PPN Dan Bukan Obyek Ppn Serta Subyek PPN a. Penghitungan Pph Terutang Untuk Wp Yang Mempunyai Penghasilan Yang Bersifat Non Final Sekaligus Bersifat Final c. Tatacara Pengkreditan Pajak Masukan b. Cara Melunasi Bea Meterai h. Penyerahan Bkp/Jkp Dan Kegiatan Usaha/Pekerjaan c. Kriteria Pajak Masukan Yang Dapat/Tidak Dapat Dikreditkan c. Hubungan Istimewa g. Saat Dan Tempat Pajak Terutang a. Dasar Hukum b. Saat Pajak Terutang c. Saat Terjadi Penyerahan b. Sanksi-Sanksi f. Saat Pelunasan g. Saat Pembuatan Faktur Pajak d. Jenis Bea Meterai e. Wajib Pajak Yang Semata-Mata Mempunyai Penghasilan Bersifat Final Dan Ketentuan Tentang Revaluasi Aktiva Tetap a. Ketentuan Yang Mengatur Tentang Bea Meterai a. Dasar Hukum PPN c.

Dan NJOPTKP e. Penghitungan Sanksi d. Saat Dan Tempat PBB Terutang. SPOP c. Pengertian Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB). Penghitungan PPNBM 14. Obyek PBB. Pelaporan Pph Pasal 4(2)/15 45    . Obyek Yg Dikenakan. Keberatan. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 4(2)/15 c. Banding Dan Pengurangan a. Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 d. Pengertian Pph Pasal 4(2)/15 b. Pelunasan PBB. b. NJOP. Pengertian Subjek Pajak f. Banding g. Keberatan. Kriteria Subyek Pajak Yang Dapat Ditunjuk sebagai WP 15. Dan Subyek PBB a. Penghitungan. Pengurangan 16. Tidak Dikenakan. Penghitungan PBB b. Penghitungan PBB. Penagihan e. Obyek Dan Tarif PPNBM f. Pengertian PBB.e. Penghitungan Sanksi. Pengertian Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB). Banding Dan Pengurangan PBB a. Bumi. SPPT d. Penagihan. Subyek Dan Obyek. Bangunan. Keberatan f. Saat Dan Tempat PBB Terutang c.

Tingkat imbal hasil yang diharapkan pemegang saham f. Pengantar Manajemen Keuangan a. Analisis rasio keuangan b. Nilai Waktu dari Uang e. Analisis dupont 4. Hubungan antara nilai dan penghasilan 8. Lima hubungan penting pada penilaian obligasi 7.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Manajemen Keuangan Agar peserta kuliah mampu untuk menjelaskan prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan. Arus kas bebas 3. Tujuan perusahaan c. Pajak perusahaan c. Tingkat Pertumbuhan yang Dapat Dicapai c. Tingkat imbal hasil yang diharapkan b. dan nilai tunai f. Risiko dan Imbal Hasil a. Nilai yang akan datang. Nilai saham preferen c. Tingkat bunga 5. Kriteria Pengambilan Keputusan Penganggaran Modal Cara menurunkan a. Perencanaan dan Penganggaran a. Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan dan Cara-cara menghitung GDP a. Efek inflasi atas tingkat imbal hasil dan hubungan waktu dan tingkat bunga 6. metode pembungaan. Sepuluh aksioma yang mendasari manajemen keuangan 2. Peramalan Keuangan b. dan risiko pasar c. Peramalan. Jenis dan ciri saham preferen b. Bentuk-bentuk organisasi perusahaan d. Metode net present value 46    . Penilaian Saham a. dan Arus Kas a. Laporan Keuangan. Nilai saham biasa e. Definisi nilai dan proses dasar penilaian b. Perencanaan keuangan dan anggaran d. Definisi manajemen keuangan b. diversifikasi. Penilaian Obligasi a. Anuitas dan perpetuitas g. Nilai obligasi dan yield to maturity d. dan kebijakan dividen. Karakteristik saham biasa d. Portofolio beta dan tingkat imbal hasil yang diminta investor d. Metode payback period b. Risiko. tujuan perusahaan. Pajak. manajemen pembiayaan. manajemen investasi. Nama Mata kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Laporan laba rugi dan neraca b. Jenis dan karakteristik obligasi c.

Faktor penentu dalam pengelolaan piutang b. Analisis titik impas c. Penilaian perusahaan – kunci penciptaan nilai perusahaan b. Menghitung biaya modal individual dan biaya modal rata-rata tertimbang c. Prinsip hedging dalam pengelolaan modal kerja d. a. Agency cost dan nilai perusahaan d. keuangan. Konsep dan definisi biaya modal b. Alasan perusahaan mempunyai persediaan 47    . Pengelolaan Piutang dan Persedian a. Pengelolaan Kas dan Surat Berharga. Menganalisa mekanisme-mekanisme yang berbeda untuk pengelolaan prosedur penerimaan dan pengeluaran kas c. Pengelolaan Nilai Pemegang saham a. Menggunakan cost of capital perusahaan untuk mengevaluasi investasi baru 12. Pendekatan lain untuk mengevaluasi risiko dalam penganggaran modal 11. Metode internal rate of return e. Mendefinisikan modal kerja bersih b. Metode memasukkan risiko ke dalam penganggaran modal c. Proyek yang bersifat mutually exclusive 10. Dividen saham dan pemecaham saham e. Menetapkan komposisi surat berharga yang mudah dijual yang bijak 18. Teori struktur modal c. Menghitung arus kas bebas proyek b. Analisis Risiko dalam Penganggaran Modal a. Pengelolaan Modal Kerja dan Sumber Dana jangka Pendek a. Analisis dan Pengaruh dari Leverage a.c. Mernghitung biaya kredit jangka pendek 17. Trade off dalam hal tingkat risiko dan return pada pengelolaan modal kerja c. Kebijakan dividen b. Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal 9. Metode profitability index d. Biaya Modal a. Risiko dan keputusan investasi b. Pengaruh keterbatasan modal c. Analisis leverage operasi. Kebijakan Dividen dan Pembiayaan Internal a. Kebijakan Dividen dan Pembiayaan Internal a. Pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham c. Alat dasar pengelolaan struktur modal 15. Risiko keuangan dan risiko bisnis b. Economic value added (EVA) d. dan gabungan 14. Kompensasi berdasarkan kinerja 13. Perencanaan Struktur Keuangan Perusahaan b. Menjelaskan pemicu nilai c. Pembelian kembali saham 16. Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal a. Kebijakan dividen dalam praktek d. Tujuan pengelolaan kas b.

Jenis-jenis dasar perjanjian lease d. Term Loan dan Leases a. Karakteristik dasar term loan. b. Menyimpulkan persediaan pengaruh Total Quality Management terhadap pengelolaan 19. Menghitung komponen pokok dan bunga dalam hutang cicilan c. Menghitung keuntungan bersih leasing dibandingkan membeli aset e.c. Sumber potensi keuntungan ekonomi leasing dibandingkan pembelian 48    .

Implikasi-Implikasi Kerangka Konseptual Akuntansi (SFAC #6) Terhadap Pelaporan Laba 4. Kerangka Konseptual Akuntansi a. piutang. Latar Belakang d. Kerangka Konseptual Akuntansi Menurut FASB: c. siklus akuntansi. laporan arus kas. Pengertian Dan Kegunaan Neraca b. Contoh Akuntansi Akrual Dan Basis Kas 3. Pengungkapan Tambahan Untuk Neraca f. Penyertaan Pemilik c. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Penentuan Laba c. Unsur-Unsur Neraca Dan Klasifikasinya: Aktiva. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi f. Pengukuran Dan Pelaporan Laba b. Tinjauan Umum Tentang Prinsip-Prinsip Pengakuan. Pengakuan Dan Pengukuran Laba a. Metode Penutupan Persediaan g. Pengertian Dan Kegunaan Laporan Arus Kas g. Kas Dan Investasi Jangka Pendek a. Bentuk-Bentuk Laporan Laba Rugi g. Unsur-Unsur Laporan Keuangan g. Manajemen Dan Pengendalian Kas 49    . neraca. Kewajiban. Unsur-Unsur Laporan Arus Kas h. Tahap-Tahap Dalam Proses Akuntansi: b. persediaan. Neraca Dan Laporan Arus Kas a. Saldo Kompensasi c. dan aktiva tetap sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos aktiva. Pentingnya Pengakuan. Laporan Perubahan-Perubahan Laba Ditahan h. Konsep Pemeliharaan Modal Finansial e. konsep penentuan pendapatan dan pengukuran laba. Akuntansi Akrual Dan Basis Kas e. Pencatatan c. Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Model Akuntansi Keuangan 2. Tujuan Pelaporan Keuangan e. Bentuk-Bentuk Neraca e. Pengertian Dan Komposisi Kas b. Konsep Pemeliharaan Modal Fisik f. Perkiran Offset d. Pengikhtisaran d. Jurnal-Jurnal Khusus Dan Buku Besar Pembantu f. Kebutuhan Akan Suatu Kerangka Konseptual Akuntansi b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Menengah I Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut kerangka kerja konseptual. Tahapan-Tahapan Dalam Proses Akuntansi a. kas. Pelaporan h. Metode-Metode Pelaporan Arus Kas 5. Pengertian Laba d. Pengukuran.

Masalah-Masalah Yang Berhubungan Dengan Pengakuan Pendapatan a. Persediaan. Pengakuan Pendapatan Setelah Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa f. f. Penilaian Wesel Tagih Dan Masalah-Masalah Khusus Yang Terkait j. Piutang Dan Wesel Tagih a. Evaluasi Lifo Sebagai Suatu Metode Alokasi Harga Pokok j. Jenis-Jenis Wesel Tagih i. Pengaruh Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencatatan Persediaan i. Unsur-Unsur Persediaan f. Basis Penilaian e. FIFO. j. Perbandingan Antara Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Persediaan i. Pengertian Dan Klasifikasi Persediaan b. i. Penilaian Dan Tukar Tambah Dan Pemilikan Kembali h. Metode Penjualan Angsuran g. Pengertian Dan Klasifikasi Piutang b. Metode Harga Pokok Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah f. Pemilihan Suatu Metode Persediaan 8. Pengakuan/Pencatatan Piutang c. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Pembangunan Jangka Panjang d. Penilaian Dan Pelaporan Piutang d. Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Tradisional: Identifikasi Khusus. Penyajian Persediaan Di Neraca 9. Penilaian Persediaan Berdasarkan Harga-Harga Selain Harga Pokok: e. Metode Deposit-Umum k. Metode-Metode Akuntansi Sebelum Pengakuan Pendapatan j. Metode Harga Jual Eceran Dengan Nilai Dolar/Rupiah d. Penentuan Harga Pokok Persediaan g. Penjualan Komisi/ Konsinyasi 50    .d. Dan Penilaiannya Berdasarkan Harga Pokok a. Metode Tunai i. e. Penyajian Piutang Dan Wesel Tagih Di Neraca 7. Sistem-Sistem Persediaan: c. LIFO. Mana Yang Lebih Rendah 6. Metode-Metode Penilaian f. Penaksiran Piutang Tak Tertagih g. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang c. Sistem Periodek d. g. Pengakuan Pendapatan Sebelum Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa b. Metode Deposit-Industri Franchise l. h. Metode Laba Bruto b. Metode Harga Jual Eceran c. Kas Kecil Rekonsiliasi Bank Kriteria Untuk Mengklasifikasikan Investasi Jangka Pendek Komposisi Investasi Jangka Pendek Pencatatan Pembelian Dan Penjualan Surat Berharga Yang Dapat Dipasarkan Penilaian Surat Berharga Yang Dapat Segera Dipasarkan Metode Harga Perolehan Metode Harga Pasar Metode Harga Perolehan Atau Harga Pasar. Penjaminan Dan Penjualan Piutang h. Sistem Perpetual e. Prosedur Taksiran Dan Penilaian Harga Pokok Berdasarkan Harga Selain Harga Pokok a. k. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang Di Bidang Jasa e. Pendiskontoan Wesel Tagih k. dan Rata-Rata h. Metode Pemulihan Biaya h. Kerugian Atas Komitmen-Komitmen Pembelian g. l.

10. Akun. Melalui Penjualan i. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Penyusutan Periodik c. Pengafkiran k. Penggunaan Dan Pengafkiran Aktiva Tetap a. Deplesi Sumber Daya Alam f. Penyajian Informasi Aktiva Tetap Di Neraca Dan Pengungkapan Tambahan Yang Diperlukan 51    . Penggantian Kerugian Aktiva Yg Diasuransikan l. Metode-Metode Penyusutan d. Amortisasi Aktiva Tetap Tak Berwujud e. Pengertian Penyusutan b. Penghentian Penggunaan Aktiva Tetap: h. Perubahan Dalam Taksiran Variabel Dlm Penyusutan g. Melalui Pertukaran Dengan Aktiva Lain j.

Pengungkapan Tambahan Untuk Neraca f. Kerangka Konseptual Akuntansi a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengertian Laba d. kas. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi f.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Pengertian Dan Kegunaan Neraca b. Pengikhtisaran d. Unsur-Unsur Laporan Arus Kas h. piutang. laporan arus kas. Latar Belakang d. Manajemen Dan Pengendalian Kas 52    . Metode Penutupan Persediaan g. Pengukuran. Penyertaan Pemilik c. dan aktiva tetap sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos aktiva. Akuntansi Akrual Dan Basis Kas e. Contoh Akuntansi Akrual Dan Basis Kas 3. Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Model Akuntansi Keuangan 2. Kebutuhan Akan Suatu Kerangka Konseptual Akuntansi b. Tujuan Pelaporan Keuangan e. Bentuk-Bentuk Laporan Laba Rugi g. Bentuk-Bentuk Neraca e. Pengakuan Dan Pengukuran Laba a. Pencatatan c. Akuntansi Keuangan Menengah I Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut kerangka kerja konseptual. Pengertian Dan Kegunaan Laporan Arus Kas g. Laporan Perubahan-Perubahan Laba Ditahan h. Tahapan-Tahapan Dalam Proses Akuntansi a. Jurnal-Jurnal Khusus Dan Buku Besar Pembantu f. Pengertian Dan Komposisi Kas b. Saldo Kompensasi c. Tinjauan Umum Tentang Prinsip-Prinsip Pengakuan. Tahap-Tahap Dalam Proses Akuntansi: b. Penentuan Laba c. Konsep Pemeliharaan Modal Finansial e. konsep penentuan pendapatan dan pengukuran laba. Pentingnya Pengakuan. Kerangka Konseptual Akuntansi Menurut FASB: c. Unsur-Unsur Neraca Dan Klasifikasinya: Aktiva. neraca. Metode-Metode Pelaporan Arus Kas 5. Neraca Dan Laporan Arus Kas a. Pelaporan h. Unsur-Unsur Laporan Keuangan g. Kewajiban. Pengukuran Dan Pelaporan Laba b. siklus akuntansi. Konsep Pemeliharaan Modal Fisik f. Perkiran Offset d. Implikasi-Implikasi Kerangka Konseptual Akuntansi (SFAC #6) Terhadap Pelaporan Laba 4. persediaan. Kas Dan Investasi Jangka Pendek a.

Pengertian Dan Klasifikasi Persediaan b. h. Basis Penilaian e. Pemilihan Suatu Metode Persediaan 8. Pendiskontoan Wesel Tagih k. Metode-Metode Penilaian f. Penentuan Harga Pokok Persediaan g. Unsur-Unsur Persediaan f. Penilaian Persediaan Berdasarkan Harga-Harga Selain Harga Pokok: e. Penilaian Dan Tukar Tambah Dan Pemilikan Kembali h. f. Penaksiran Piutang Tak Tertagih g. Mana Yang Lebih Rendah 6. Pengakuan Pendapatan Setelah Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa f. l. Penilaian Wesel Tagih Dan Masalah-Masalah Khusus Yang Terkait j. Metode Pemulihan Biaya h. Pengaruh Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencatatan Persediaan i. Sistem-Sistem Persediaan: c. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Pembangunan Jangka Panjang d. Metode Tunai i. i. Penjualan Komisi/ Konsinyasi 53    . Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang Di Bidang Jasa e. Kerugian Atas Komitmen-Komitmen Pembelian g. Penyajian Piutang Dan Wesel Tagih Di Neraca 7. FIFO. Piutang Dan Wesel Tagih a. Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Tradisional: Identifikasi Khusus. Perbandingan Antara Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Persediaan i. Penyajian Persediaan Di Neraca 9. Metode Harga Jual Eceran Dengan Nilai Dolar/Rupiah d. g. j. Masalah-Masalah Yang Berhubungan Dengan Pengakuan Pendapatan a. dan rata-rata h. Pengakuan Pendapatan Sebelum Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa b. Sistem Periodek d. Persediaan. Metode Deposit-Umum k. Kas Kecil Rekonsiliasi Bank Kriteria Untuk Mengklasifikasikan Investasi Jangka Pendek Komposisi Investasi Jangka Pendek Pencatatan Pembelian Dan Penjualan Surat Berharga Yang Dapat Dipasarkan Penilaian Surat Berharga Yang Dapat Segera Dipasarkan Metode Harga Perolehan Metode Harga Pasar Metode Harga Perolehan Atau Harga Pasar. Pengertian Dan Klasifikasi Piutang b. LIFO. Penjaminan Dan Penjualan Piutang h. k. Evaluasi LIFO Sebagai Suatu Metode Alokasi Harga Pokok j. e.d. Metode Harga Pokok Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah f. Metode Laba Bruto b. Metode-Metode Akuntansi Sebelum Pengakuan Pendapatan j. Prosedur Taksiran Dan Penilaian Harga Pokok Berdasarkan Harga Selain Harga Pokok a. Pengakuan/Pencatatan Piutang c. Metode Deposit-Industri Franchise l. Sistem Perpetual e. Penilaian Dan Pelaporan Piutang d. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang c. Metode Penjualan Angsuran g. Jenis-Jenis Wesel Tagih i. Metode Harga Jual Eceran c. Dan Penilaiannya Berdasarkan Harga Pokok a.

Deplesi Sumber Daya Alam f. Metode-Metode Penyusutan d. Melalui Penjualan i. Penggantian Kerugian Aktiva Yg Diasuransikan l. Akun. Perubahan Dalam Taksiran Variabel Dlm Penyusutan g. Penyajian Informasi Aktiva Tetap Di Neraca Dan Pengungkapan Tambahan Yang Diperlukan 54    . Penghentian Penggunaan Aktiva Tetap: h. Pengafkiran k.10. Melalui Pertukaran Dengan Aktiva Lain j. Pengertian Penyusutan b. Amortisasi Aktiva Tetap Tak Berwujud e. Penggunaan Dan Pengafkiran Aktiva Tetap a. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Penyusutan Periodik c.

investasi. Kapitalisasi Atau Pembebanan d. Akuntansi Aktiva Tak Berwujud e. Deplesi c. Aktiva Tetap –Penggunaan Dan Penarikan a. & Equipment 4. Stock Conversion g. d. Aktiva Tetap –Akuisisi a. Akuntansi Stock-Based Compensation f. Perubahan Estimasi d. Faktor Yang Mempengaruhi Laba Ditahan h. Akuntansi Hutang Jangka Pendek. pengakuan pendapatan. modal saham. Pengukuran Efisiensi Property. Akuntansi Dividen i. e. Impairment Aktiva Tak Berwujud Yang Tidak Menjadi Subjek Amortisasi g. Akuntansi Untuk Pembelian Debt & Equity Securities b. Analisis Posisi Hutang. Akuntansi Untuk Stock Rights. Penerbitan Modal Saham c. perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan. 2. c. Penyusutan b. Ekuitas Lainnya j.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Menengah II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep akuntansi menyangkut pengakuan dan pelaporan atas pos-pos kewajiban lancar. Warrants. Penarikan Aktiva 55    . Pengungkapan Ekuitas 3. Pendanaan Dengan Ekuitas a. Akuisisi Aktiva Selain Dengan Kas c. Impairment Goodwill h. Penilaian Aktiva Pada Nilai Kini f. Plant. Pendanaan Dengan Hutang a. dan analisis laporan keuangan sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos pasiva dan praktik bisnis yang lain. Amortisasi Dan Impairment Aktiva Tak Berwujud Yang Menjadi Subjek Amortisasi f. Jenis Dan Klasifikasi Saham b. laba per saham. Pendanaan Dengan Obligasi. Pengungkapan Hutang. kewajiban jangka panjang. Off-Balance Sheet Financing. Klasifikasi Dan Pengukuran Liabilities b. leasing. PV Obligasi. laba ditahan. Akuntansi Untuk Saham Treasury d. g. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. f.Dan Options e. Impairment e.

Pengungkapan Untuk Leasing f. Perubahan Dalam Akuntansi b. Diluted EPS d. Transfer Sekuritas i. Dampak Penjualan Sekuritas h. Analisis Laporan Keuangan a. Pengakuan Pendapatan Dari Investasi Sekuritas e. Akuntansi Untuk Leasing-Lessee d. Penjualan Sekuritas g. Ikhtisar Perubahan Dan Koreksi Kesalahan 9. Akuntansi Untuk Leasing-Lessor e. Akuntansi Investasi Ke Sekuritas Hutang Dan Sekuritas Ekuitas a. Earning Per Share (EPS) a. Akuntansi Untuk Sale-Leaseback 7. Alasan Berinvestasi b. Pembelian Sekuitas d. Perubahan Akuntansi Dan Koreksi Kesalahan a. Ilustrasi Komprehensif Multiple Potentially Dilutive Securities 8. Dampak Alternative Metode Akuntansi 56    . Efek Dari Actual Exercise Or Conversion e. Klasifikasi Investasi c. Keuntungan Dari Leasing b. Klasifikasi Dan Pengungkapan 6. Kerangka Analisis Laporan Keuangan b. Akuntansi Leasing a. Basic EPS c. Kriteria Klasifikasi Leasing c.5. Koreksi Kesalahan c. Penyajian Di Laporan Keuangan g. Struktur Modal Sederhana Dan Kompleks b. Akuntansi Perubahan Nilai Sekuritas f. Multiple Potentially Dilutive Securities f.

Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus definisi liabilities. laba ditahan. restrukturisai hutang.dan options f. Akuntansi untuk liabilities dengan jumlah yang diestimasikan e. Penerbitan obligasi c. Pelaporan obligasi di neraca j. kewajiban jangka panjang.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Akuntansi Pemerintahan Spesialisasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Lab. serta laba per saham sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos pasiva dan praktek bisnis yang lain Pokok Bahasan 1. klasifikasi dan Pengukurannya. penerbitan dan pembelian kembali saham. dan stock splits. a. Penerbitan Modal saham d. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis dan karakteristik obligasi. warrants. Jenis dan karakteristik obligasi b. Akuntansi untuk saham treasury e. Jenis dan klasifikasi saham b. Akuntansi Keuangan Menengah II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut pengakuan dan pelaporan atas pos-pos kewajiban lancar. Pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo f. Akuntansi untuk liabilities dengan jumlah yang pasti d. modal saham. pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo. Definisi Laibilities b. Penyajian Liabilities di neraca 2. stock rigths. Analisis posisi hutang perusahaan i. Saham Preferen dan Saham Biasa c. pengakuan pendapatan. Klasifikasi dan pengukuran liabilities c. leasing. investasi. Stock conversion dan Stock Splits g. Akuntansi untuk contingent liabilities f. analisis terhadap posisi hutang perusahaan a. perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan. stock conversion. pencatatan untuk penerbitan obligasi. Penyajian Contributed capital di neraca 57    . Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis dan klasifikasi modal saham. Off Balance Sheet Financing h. Pelunasan obligasi saat jatuh tempo e. Akuntansi untuk Stock rights. options. a. Akuntansi untuk bunga obligasi d. Restrukturisasi hutang g. pelunasan obligasi pada saat jatuh tempo. warrants. Akuntansi untuk serial bonds 3. Dan Akuntansi Untuk Liabilities.

Prior period adjustment c. Pengakuan pendapatan dari Investments in Securities c. Perubahan di dalam estimasi b. Akuntansi untuk perubahan nilai sekuritas d. S. Akuntansi untuk pembelian Debt & Equity Securities b. Akuntansi untuk sale-Leaseback g. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus earning per share (EPS) a. Akuntansi untuk leasing-lessee d. Jenis-jenis dividen dan pencatatannya e. Pengaruh Rugi bersih terhadap EPS g. Akuntansi untuk leasing-lessor e. Pembatasan-pembatasan terhadap retaiend earnings d. Installment Sales Method f. Keharusan pengungkapan EPS b. Kehaursan pengungkapan untuk leasing f. Kriteria klasifikasi leasing untuk real estate h. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis-jenis investment in debt & equity securities. Penyajian EPS di neraca 58    . Perubahan di dalam prinsip akuntansi c. Pengakuan pendapatan setelah barang/jasa dikirimkan/diserahkan e. Struktur modal sederhana & kompleks c. Kriteria klasifikasi leasing c. Metode Akuntansi untuk transfer asset sebelum pengakuan pendapatan 7. Leveraged Leases 8. Primary EPS & Fully Diluted EPS h. Perubahan di dalam entitas akuntansi d. Quasi reorganization f. Cost Recovery Method g. Accounting by Creditors for Impairment of a Loan 6. Cash Surrender Value of Life Insurance h. Basic EPS d. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus faktor-faktor yang mempengaruhi retained earnings dan pembatasan-pembatasan terhadap retained earnings a. Keuntungan dari leasing b. Penyajian retained earnings di neraca 5. a. Cash Method h. Akuntansi untuk Long Term Service Contract d. Fully Diluted EPS e. Pencatatan perubahan kategori sekuritas e. Akuntansi untuk koreksi kesalahan 9. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis-jenis perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan a. Klasifikasi dan pengungkapan investasi di neraca f. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus akuntansi untuk leasing a. Pengaruh Conversi atau Penukaran Sekuritas terhadap EPS f.4. Akuntansi untuk Long Term Construction-type Contracts c. Faktor-faktor yang mempengaruhi retained earnings b. Pengakuan pendapatan sebelum barang/jasa diserahkan b. Long Term Investment in Funds g. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus mendalami proses pengakuan pendapatan sebelum barang/jasa diserahkan dan setelah barang/jasa diserahkan a.

Financial Ratio: 59    . Tujuan Analisis Laporan Keuangan b.10. Comparative Statement Analysis c. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus analisis laporan keuangan a.

Pengertian Joint Venture b. Pengertian b. a. Penjualan Cicilan Barang Dagangan e. 3. Dan Restrukturisasi Hutang. Pembukuan Atas Komisioner d. Cicilan Dan Memahami Latar Belakang Teoritisnya. Likudasi d. prosedur akuntansi penjualan cicilan.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Lanjutan Spesialisasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi menyangkut persekutuan. Pembatalan Dan Pemilikan Kembali h. Pertukaran (Trade In) g. Masalah Penghitungan Bunga 5. Konsinyasi. Perbedaan Agen Dengan Cabang b. Pelaporan Transaksi Penjualan Konsinyasi 6. Operasi Dan Prosedur Akuntansi Agen c. a. restrukturisasi dan likuidasi dari perseroan terbatas. Pengertian b. bentuk usaha joint venture. Restrukturisasi Hutang Joint Venture. Pembukuan Untuk “Consignor” e. Retur f. akuntansi cabang. Partnership a. Reorganisasi. a. Likuidasi Bertahap Likuidasi Perseroan. Operasi Dan Prosedur Akuntansi Cabang 60    . a. Penutupan Pembukuan Joint Venture 2. Likuidasi Perseroan b. serta transaksi mata uang asing sehingga mahasiswa mampu mempraktekkan masalah-masalah akuntansi yang lebih komplek dalam dunia usaha. Operasi Penjualan Cicilan c. penggabungan usaha dan konsolidasi. Akuntansi Joint Venture c. Pelaporan Transaksi f. 4. Kantor Pusat Dan Cabang a. reorganisasi. Penjualan Cicilan Harta Tak Gerak d. Pembentukan Persekutuan b. prosedur penjualan konsinyasi. Pokok Bahasan 1. Pengakuan Laba Kotor c. Pembubaran Karena Perubahan Kepemilikan c. Reorganisasi c.

Alokasi Kelebihan Harga Perolehan Investasi Pada Net Asset Dan Goodwill e. Indirect Holdings-Father-Son-Grandson Strucuture c. Konsolidasi Dengan Menggunakan Cost Method h. Laporan Keuangan Mata Uang Asing 61    . Laporan Rugi Laba Konsolidasi d.Connecting Affiliates Structure d. Mutual Holdings 10. Laporan Keuangan Konsolidasi a. j. Konsolidasi Dengan Menggunakan Equity Method f. Jenis Penggabungan Usaha b. Laporan Keuangan Konsolidasi 9. h. Indirect Holdings. Konsolidasi Dengan Menggunakan Incomplete Equity Method g. Transaksi-Transaksi Mata Uang Asing c. Struktur Afiliasi b. Indirect Holdings Dan Mutual Holding a. Konsep Akuntansi Untuk Penggabungan Usaha d. Transaksi Mata Uang Asing Dan Laporan Keuangan Mata Uang Asing a. Neraca Konsolidasi Setelah Tanggal Perolehan c. f. g. e. Akuntansi Penggabungan Usaha Dengan Pooling Of Interest Method e. Konsep Transaksi Mata Uang Asing b.d. Laporan Keuangan Gabungan Kantor Pusat Dan Cabang Penyesuaian Atas Perkiraan Timbal Balik (“Reciprocal”) Pengiriman Uang Antar Cabang Pengiriman Barang Dagang Antar Cabang Laporan Keuangan Gabungan Apabila Pengiriman Barang Ke Cabang Dibebani Harga Di Atas Harga Pokok Masalah Kurs Mata Uang Laporan Keuangan Gabungan 7. i. Penggabungan Usaha a. Transaksi Antar Perusahaan i. Neraca Konsolidasi Pada Tanggal Perolehan b. Akuntansi Penggabungan Usaha Dengan Purchase Method 8. Bentuk Penggabungan Usaha c.

biaya bahan. sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik kalkulasi harga pokok. Akuntansi Bahan c. Pengembangan Regresi Dan Persamaan Korelasi 4. dan analisis biaya dan laba. Dan Peranan Akuntansi Biaya a. Sertifikasi & Etika Dan Badan-Badan Yang Mempengaruhi Profesi 2. a. Mengklasifikasi Biaya b. Fungsi-Fungsi Manajemen b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. departementalisasi factory overhead. siklus biaya. peran controller. perencanaan dan pengendalian biaya. Sistem Biaya d. Konsep Biaya. Sistem Informasi Akuntansi Biaya c. penganggaran. Sistem Dan Akumulasi Biaya a. Fungsi-Fungsi Manajemen. Klasifikasi Biaya 3. konsep biaya. Dan Pemilahan Biaya Tetap Dan Variable a. Sekilas Tentang Sistem Harga Pokok Pesanan b. Akuntansi Pekerjaan Telah Selesai Dan Terjual f. peran akuntansi biaya. Konsep Biaya b. Akumulasi Biaya 5. Arus Biaya Dalam Perusahaan Industri. biaya overhead. dan akuntansi berdasar aktivitas. Peranan Kontroller. Sistem Harga Pokok Pesanan Dan Akuntansinya Dalam Perusahaan Industri Dan Jasa a. Klasifikasian Biaya Berdasarkan Volume. Peranan Akuntansi Biaya e. Akuntansi Tenaga Kerja d. Pelaporan Hasil-Hasil Operasi c. Sistem Informasi Akuntansi Biaya Dan Klasifikasi Biaya a. konsep biaya kualitas.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Biaya Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang fungsi manajemen. metode akumulasi biaya. job order. Proses Akumulasi Biaya b. Laporan Harga Pokok Produksi 62    . Memisahkan Biaya Tetap Dan Variabel c. joint cost dan joint product. Sistem Harga Pokok Pesanan Dalam Perusahaan Jasa 6. Partisipasi Kontroller Dalam Perencanaan & Pengendalian c. Arus Biaya Dalam Perusahaan Industri b. Sistem Harga Pokok Proses. Akuntansi Overhead Pabrik e. proses costing. Departemen Biaya d. klasifikasi biaya dan sistem informasi biaya. Pelaporan Hasil-Hasil Operasi.

Penentuan Varians Biaya c. Anggaran Kas d. Metode-Metode Penghitungan Persediaan 10. PERT 16. Backflushing 11. Tarif Overhead Pabrik a. Akuntansi Untuk Kerugian Produksi Dalam Sistem Harga Pokok Proses 8. Riset Dan Pengembangan. Kas. Biaya-Biaya Tidak Langsung Departemen e. ABC Dan Distrosi Harga Pokok Produk c. Contoh Implementasi ABC e. Dan Biaya a. Overhead Pabrik Aktual f.c. Biaya-Biaya Kualitas b.In. Riset Dan Pengembangan c. Penjualan. Departementalisasi a. Akuntansi Untuk Kerugian Produksi Dalam Sistem Harga Pokok Pesanan c. Just-In-Time b. Biaya-Biaya Langsung Departemen d. Perencanaan Laba b. Overhead Pabrik Dibebankan Dan Kelebihan/Kekurangan Pembebanan g. ABM 14. Penetapan Tarif Overhead Departemental 13. Penganggaran: Pengeluaran Modal. Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Penentuan Tarif Overhead d. Harga Pokok Produk Sampingan Dan Produk Bersama a. Just. Kelebihan Dan Kekurangan ABC f. Sifat Overhead Pabrik b. Anggaran Pengeluaran Modal b. Penambahan Bahan Di Departemen 2 Dan Selanjutnya 7. Biaya Kualitas Dan Akuntansi Kegagalan Untuk Kerugian Produksi a. Menggunakan Tarif Overhead Yang Ditentukan Dimuka c. Departemen Produksi Dan Pendukung c. Perolehan Dan Penggunaan Bahan b. Penyusunan Standar b. Dan PERT a. Metode Penghitungan Harga Pokok Produk Sampingan 9. Perubahan Tarif Overhead 12. Pengendalian Bahan d. Model Kuantitatif c. Sistem ABC b. Anggaran Lengkap 15. Penganggaran: Laba. Keuntungan Strategis ABC d. Prinsip Penganggaran c. Standard Costing: Penyusunan Standar Dan Analisis Varians a. Departementalisasi b.Time Dan Backflushing a. Biaya Bahan a. Penghitungan Tarif Overhead e. Definisi Produk Sampingan Dan Produk Bersama b. Varians Bauran Dan Yield 63    . Akuntansi Aktivitas a.

d. Pertanggungjawaban Dan Pengendalian Varians 17. Standard Costing: Incorporating Standards Into The Accounting Records a. Penyusunan Standar b. Penentuan Varians Biaya c. Varians Bauran Dan Yield d. Pertanggungjawaban Dan Pengendalian Varians 18. Pembiayaan Langsung, CVP, Dan Theory Of Constraint a. Direct Costing b. CVP Analysis c. TOC

64   

Nama Program

:

Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Sistem Informasi Akuntansi Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang siklus utama bisnis, peran E business, desain database, system tools, penggunaan teknologi informasi, pengendalian dan audit sistem informasi serta penerapan Sistem Informasi Akuntansi.

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU)

: :

Pokok Bahasan 1. Introduction Of AIS Dan Metode Pembelajaran SIA a. Metode Pembelajaran SIA Dan Materi Pelajaran Selama 1 Semester b. Definisi SIA c. Peranan SIA Dalam Dunia Usaha SIA Dalam Dunia Usaha a. Proses Data Transaksi SIA Dalam Dunia Usaha Dan Pengantar E Busines a. E Business b. Metode Meminimalisir Hambatan E Business c. Teknologi Communication Network Dalam E Business d. Hambatan E Business e. Teknologi Communication Network Dalam E Business Data Base Relasional a. Sistem Database Dan File b. Pengorganisasian Data Ke Dalam Base Relasional Pembuatan Model Database Dan Desain Database a. Pembuatan Diagram ER b. Analisa Diagram ER

2.

3.

4.

5.

6. Pengembangan Sistem Dan Teknik Dokumentasinya a. Pembuatan DFD Dan Flowchart b. Evaluasi DFD Dan Flowchart 7. Pengendalian Intern Dan Pengendalian SIA Berbasis Komputer a. Definisi Dan Komponen Pengendalian Intern b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi Dan Prosedur Pengendaliannya c. Prinsip Keandalan Sistem d. Kriteria Pencapaian Prinsip Tsb 8. Penipuan Dan Pengamanan Komputer a. Peluang Terjadinya Penipuan b. Teknik2 Penipuan Via Komputer c. Cara Mendeteksi Penipuan 9. Siklus Pendapatan: Penjualan Dan Penagihan Kas a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pendapatan b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Pendapatan

65   

10. Siklus Pengeluaran : Pembelian Dan Pengeluaran Kas a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pengeluaran b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Pengeluaran 11. Siklus Produksi a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Produksi b. Ancaman Yg Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Produksi 12. Siklus Penggajian Dan Manajemen Sumber Daya Manusia a. Aktivitas Bisnis Siklus Penggajian Dan MSDM b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Penggajian Dan MSDM 13. Sistem Buku Besar Dan Pelaporan a. Proses Update Buku Besar. b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Implikasi Perkembangan TI d. Evaluasi Model Data REA Sistem Buku Besar Dan Pelaporan 14. Pengantar Pengembangan Sistem Dan Analisis Sistem a. Tahap-Tahap Dalam Siklus Pengembangan Sistem (SDLC) b. Langkah2 Dlm Analisa Sistem 15. Strategi Pengembangan SIA a. Alternatif Pengadaan Software b. Penggunaan Prototipe c. Penggunaan Computer Aided Software Engineering 16. Desain, Implementasi Dan Operasi Sistem a. Tahap Desain Sistem b. Iahap Implementasi Sisten c. Tahap Operasi & Pemeliharaan

66   

a. Prinsip-Prinsip. Hubungan Antara Penjual / Produsen Dengan Pasar f. 3. Fungsi.Macam Kegiatan Pemerintah. Pemilihan Antara Pinjaman DN Dan LN. Pajak Kekayaan f. dalam kaitannya sebagai stabilisasi pembangunan ekonomi. Efisiensi Dalam Pengeluaran Negara c. 2. Pajak Langsung Maupun Pajak Langsung a. Kesejahteraan Yang Hilang Karena Pajak. Macam . Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara a. Pengaruh Subsidi Barang Dalam Jumlah Tertentu e. Pajak Penghasilan e. 5. Pajak Bumi Dan Bangunan h.Sumber Penerimaan Negara b. Kepincangan-Kepincangan Dalam Mekanisme Pasar c. Dan Klasifikasi Anggaran b. Pengaruh Pajak Terhadap Pro-Duksi i. 4. Sistem Perpajakan Dan Politik Pajak d.Nama Program : Program Diploma III Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Administrasi Keuangan Negara I Membekali peserta didik dengan teori mengenai fungsi pemerintah dalam perekonomian yang tercermin dalam kebijaksanaan anggaran belanja dan kebijaksanaan fiskal serta kegagalan mekanisme pasar akibat campur tangan pemerintah. Pengertian Pajak Langsung Dan Tak Langsung b. Kegiatan Dan Pengeluaran Pemerintah Selalu Meningkat b. 6. Kebijakan Subsidi d. Eksternalitas Dan Barang Publik d. Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah. Pajak Pertambahan Nilai g. Distribusi Beban Pemerintah c. Hubungan Antara Pembangunan Ekonomi Dan Pinjaman Luar Negeri. Pengaruh Pajak Langsung Dan Tak Langsung Terhadap Kesejahteraan Konsumen d. Pengetian Dan Ruang Lingkup Keuangan Negara a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengaruh Pajak Terhadap Keinginan Untuk Bekerja. Pinjaman Luar Negeri Sebagai Sumber Kapital b. Asas-Asas. Sistem Penyusunan/Perenca-Naan Anggaran 67    . Pengeluaran Pemerintah a. Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian b. Pajak Langsung Dan Tak Langsung Sebagai Sumber Penerimaan Negara c. Pengaruh Pajak Terhadap Dis-Tribusi Pendapatan j. Penggeseran Beban Pajak e. Penerimaan Pemerintah Dan Pengaruh Pajak Dalam Perekonomian Serta Pinjaman Luar Negeri a. Sumber .

Jenis-Jenis Pengeluaran a. Dana Yang Dikelola Oleh Bendaharawan UYHD. Belanja Subsidi/Bantuan g. Penganggaran d. Perbaikan (Revisi) Terhadap Anggaran Rutin h. Tingkatan Peraturan Admi-Nistrasi Keuangan Negara b. Masalah Pengelolaan Utang Negara 8. Belanja Rutin g. Macam Dan Ciri Utang Negara b. Perlengkapan Dan Kekayaan Milik Negara a. Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Negara 11. 13. Pengadaan Barang / Jasa Instansi Pemerintah e. Konflik Antara Stabilitas Dan Kesempatan Kerja e. Pengertian Dan Ruang Ling-Kup Administrasi Keuangan Negara 10. Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Negara a. Perencanaan Dan Penentuan Kebutuhan c. Pertanggungjawaban Keuangan Negara (PAN). Pengajuan Rancangan Anggaran Kepada DPR Dan Pembahasan Rancangan Anggaran d. Tujuan Kebijakan Fiskal d. Pelaksanaan Anggaran Oleh Pemerintah e. Proses Pengelolaan Barang. . Belanja Pemeliharaan e. Penyusunan Rancangan Anggaran Oleh Pemerintah c. Asal Mula Kebijakan Fiskal b. Ruang Lingkup. Utang Negara a. Sumber Pinjaman Negara c. Macam-Macam Bendaharawan f. Pengertian Dan Peristilahan Mengenai Barang/Jasa 68    . Perbaikan (Revisi) Terhadap Anggaran Pembangunan. Jenis Pengeluaran Dalam Anggaran Rutin b. Jenis Pengeluaran Dalam Belanja Pembangunan i. Kebijakan APBN. Dana Yang Dikelola Oleh Bendaharawan Proyek h. Pengurusan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara a. 14. Obyek. Belanja Pegawai c. Fungsi Bendaharawan e. Pelaksanaan Anggaran Oleh Pemerintah.Pengurusan Administratif (Umum) c. Dan Tugas Administrasi b. Kebijakan Anggaran d. Administrasi Keuangan Negara a. Pengurusan Comptable (Khu-Sus) d. Perjalanan Dinas f. 9. Kaitan Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter. Siklus Anggaran a. 7. Pengurusan Keuangan Negara b. Pemeriksaan Pelaksanaan Anggaran Oleh BPK f. Pengertian. Belanja Barang d. Kebijakan Fiskal a.c. Pengalaman Di Indonesia. 12. Pendahuluan b. Pengertian Siklus Anggaran b. Macam-Macam Kebijakan Fiskal c.

Penghapusan k. Sistem Informasi Keuangan Daerah otonom 18. Tinjauan Luar Negeri a. k. 16. Pengertian Hubungan Keuangan Pusat (APBN) Dan Daerah (APBD) b. Dasar Hukum TGR d. Pengelolaan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Otonom g. Otonomi Daerah a. Pemeliharaan. Perkembangan Hubungan Keuangan Pusat Dan Daerah c. g. Sumber . Pengadaan Dalam Negeri / Lokal : Pelelangan Pemilikan Swakelola Pengadaan Luar Negeri / Internasional Penyaluran Dan Penyimpanan Pergudangan. l. j. Hubungan Keuangan Pusat Dan Daerah a. Dan Penghapusan Inventarisasi Pengendalian/Pengawasan Barang Kekayaan Milik Negara. i. m. Pengertian. Pengertian Pinjaman Luar Negeri b. Pengertian Dan Dasar Hukum Tuntutan Perbendaharaan (TP) h. Kadaluarsa TGR g. Perencanaan Pinjaman Proyek / Bantuan Teknik Luar Negeri 69    . Tuntutan Ganti Rugi Dan Tuntutan Perbendaharaan a. Pengawasan TGR Dan TP. 15.f. Pengaturan Subsidi / Perimbangan Keuangan d. h. Proses Tuntutan Ganti Rugi f. Pembagian Daerah c. Dasar-Dasar Pembiayaan Pemerintahan Daerah Otonom e. Prosedur Tuntutan Perbendaharaan Biasa Dan Khusus j. Penelitian Dan Tindakan Pen-Dahuluan TGR e. Pengertian Tuntutan Ganti Rugi (TGR) c. 17. Penelitian Dan Tindakan Pendahuluan TP i. Dasar Pemikiran Dan Dasar Hukum Otonomi Daerah b. Pendahuluan b. Pembentukan Dan Susunan Pemerintahan Daerah d. o. Jenis-Jenis Pinjaman Luar Negeri c. n.Sumber Penerimaan Keuangan Daerah Otonom f. Bantuan Pembiayaan Kepada Daerah Dan Penggunaannya.

Penyusunan Dokumen Pengadaan Jasa 6. Penentuan HPS 4. c. Jenis-Jenis Penilaian/Metode Evaluasi Pembuatan Kontrak. Mempelajari Masalah Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah a. perencanaan pengadaan. Jenis-Jenis Penawaran b. Kebijakan Pengadaan 3. Unsur-Unsur. Tatacara Pelelangan Umum e. Lingkup. Perencanaan Dan Penganggaran Asset Negara b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Dan Fungsi Administrasi Dan Keuangan Terkait Pengelolaan Aset Negara a. Jenis-Jenis Pengadaan Asset Negara d. Pengertian Asset Negara. Penyusunan Dokumen Pengadaan 5. Pengertian Dan Ruang Lingkup Pengelolaan Asset Negara. Tatacara Penunjukan Langsung b. Dan Pengelolaan Asset Negara d. Mempelajari Tatacara Penilaian/Evaluasi Pengadaan Pelaksanaan Pengadaan a. Mempelajari Tatacara Pelaksanaan Pengadaan Barang Pemerintah a. dan badan layanan Umum. Asas-Asas. Pengertian. Tatacara Swakelola f. penghapusan. Penentuan Sistem Pengadaan e. Tatacara Seleksi Umum e. Pengumuman Dan Penentuan Biaya d. Penyusunan Jadwal Pengadaan f. Pemaketan b. pengelolaan piutang dan utang. ketentuan pengadaan barang dan jasa. Tatacara Pemilihan Langsung c. Tatacara Penunjukan Langsung b. Pembentukan Panitia c. Tatacara Swakeola f. Mempelajari Tatacara Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah a. Dan Jenis-Jenis Asset Negara b. pengelolaan Investasi. Prinsip-Prinsip. Dasar Hukum Pengelolaan Asset Negara 2. Pengertian Aset Negara. Data Dukung Penganggaran Asset Negara c. pemanfaatan dan pemindahtangan. Mempelajari Tatacara Pengadaan Jasa a. Fungsi.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Administrasi Keuangan Negara II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengertian pengelolaan barang milik negara. Tatacara Seleksi Terbatas d. penatausahaan barang milik negara. Dan 70    . Tatacara Pemilihan Langsun c. Tatacara Pelelangan Terbatas d.

Bangun Guna Serah (BOT) d. Pelaporan 10. Mempelajari Penatausahaan Asset Negara a. Pembukuan Termasuk Klasifikasi Dan Koding c. Mempelajari Pengendalian Dan Penawasan Asset Negara a. Mempelajari Penggunaan. Mempelajari Pemanfaatan Asset Negara a. Tatacara Pengawasan c. Jenis-Jenis Kontrak d. Isi Kontrak e. Pelaksanaan Pekerjaan 7. Tatacara Dan Syarat Penghapusan b. Tuntutan Gant Rugi 71    . Tatacara Pengamanan 8. Tatacara Pengedalian b. Tatacara Pemeliharaan c. Penyewaan b. Kerjasama Operasi c. Bangun Serah Guna (BTO) 9. Tatacara Dan Syarat Pemindahtangan 11. Mempelajari Penghapusan Dan Pemindahtangan Aset Negara a. Tatacara Penggunaan Aset Negara b. Pemeliharaan Dan Pengamanan Asset Negara a. Inventarisasi Fisik b.c.

Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintah I Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu memahami. Tujuan Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Non Profit c. Sumber Pendapatan (Pajak. Neraca d. Akuntansi Anggaran Dan Pelaporan Anggaran a. Akuntansi General Fund b. And Change In Fund Balance e. Koreksi Kesalahan f. Overview Atas Akuntansi Penganggaran g. Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Pemerintah a. Penyiapan Anggaran e. Statement Of Revenues. Expenditures. Konsep Penganggaran. Revenue Accounting (Governmental Funds) a. Pengendalian Dan Evaluasi Anggaran b. Karakteristik Dan Tipe Organisasi Pemerintah Dan Non Profit b. Perijinan. And Change In Fund Balance (Budget And Actual) 5. Prinsip Akuntansi Dan Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Organisasi Non Profit 2. Prinsip Government Accounting Standard Board 3. Revisi Anggaran Pendapatan d. Pendekatan Dalam Penganggaran d. Expenditures. Jurnal Pembalik e. Statement Of Revenues. Karakteristik Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Non Profit d. Perubahan Prinsip Akuntansi 72    . Overview Atas Pelaporan Anggaran 4. Terminologi Penganggaran Dasar c. Definisi Dan Pengakuan Pendapatan b. Intergovernmental. General And Special Revenue Fund a. menjelaskan dan mengevaluasi praktik-praktik akuntansi yang berlaku di pemerintah termasuk institusi pemerintah dan swasta yang mengelola dana publik Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Lingkungan Dan Karakteristik Akuntansi Pemerintah Dan Organisasi Nonprofit a. Jurnal Penutup c. Lingkungan Dan Tujuan c. Pertimbangan Dan Tindakan Legislative f. Perencanaan. Dll) c. Evolusi Prinsip Akuntansi b.

Jurnal Penyesuaian i. Pengungkapan Dalam Laporan Keuangan 73    .6. Klasifikasi Expenditure c. Perubahan Prinsip Akuntansi k. Definisi Dan Pengakuan Expenditure b. Revisi Apropriasi h. Ilustrawsi Kasus DSF (Terkait Dengan Bonds) 9. Pensions Trust Funds e. General Fixed Assets Accounting b. Capital Project Funds (CPF) a. Jurnal Penutup 7. Expenditure Accounting (Governmental Funds) a. Fokus Akuntabilitas b. Operasi Dan Standar Akuntansi CPF b. General Long Term Debts Accounting 10. Trust And Agency (Fiduciary) Funds a. Trust Funds c. General Fixed Assets And General Long Term Debts Accounting a. Pembiayaan Dan Pengakuan Expenditure b. Lingkungan DSF. Akuntansi Atas Alokasi Dan Allotments g. Prosedur Akuntansi Expenditure e. Debt Service Funds (DSF) a. Agency Funds d. Ilustrasi Kasus CPF 8. Jurnal Koreksi j. Laporan Keuangan f. Klasifikasi Expenditure f. Pengendalian Akuntansi Expenditure d.

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pelaporan d. Praktik-Praktik Akuntansi Dalam Institusi Pengelola Dana Publik Baik Pemerintah Maupun ONL Swasta a. Hubungan Dengan Dana Lain Praktik-Praktik Akuntansi Organisasi. dan mampu mengidentifikasikan serta mengevaluasi praktik-praktik yang diterapkan oleh satuan kerja pemerintah dan institusi yang mengelola dana publik. Dan Tujuan Pembukuan a. Praktik Akuntansi. Belanja Modal Dan Penerbitan Surat Utang Jangka Panjang Untuk Dana Yang Tujuannya Pelaporan a. Proprietary Fund b. Kelompok Institusi Dana Menurut GASB Akuntansi . Standar Akuntansi c. Debt Servise Fund b. Fiduciary Fund b. Lembaga Penyadang Bea Siswa 7. 5. Pelaporan 6. Journal Entri d. Hubungan Dengan Dana Lain 2. GFAAG/GLTDAG b. Tujuan Pembentukan Dana Yang Bertujuan Mencari Laba. Hubungan Dengan Dana Lain Praktik-Praktik Akuntansi Organisasi. Pencatatan c. Institusi Pengelola b. General Fund b. Pelaporan. Pelaporan Dan Tujuan Pembukuan a. Journal Entry c. Pelaporan d. Dan Tujuan Pembukuan a. 74    . Pelaporan Dan Perbandingan a. Pelaporan e. Capital Project Fund b. Pelaporan. 3. Journal Entry c.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintah II Setelah mata kuliah ini mahasiswa mempunyai bekal yang memadai mengenai praktik-praktik akuntansi yang berlaku pada pemerintah. Special Fund c. Standar Pelaporan d. 4. Dana Pensiun Di Indonesia c. BUMN/BUMD Organisasi Yang Dibentuk Untuk Mengelola Dana Masyarakat a.

Rumah Sakit Tujuan Pembentukan Perguruan Tinggi Baik Negeri Maupun Swasta a. Perguruan Tinggi 9.8. 75    . Praktik Akuntansi Dan Pelaporan Rumah Sakit Serta Perbandingan Antar Rumah Sakit Pemerintah Dengan Rumah Sakit Swasta a.

Obyektivitas. Etika Dalam Bisnis c. a. Perbedaan Auditing Dan Akuntansi c. a. proses penyusunan rencana dan program audit. Isi Laporaan Audit b. Kewajiban Criminal 2. persediaan dan harga pokok penjualan. Definisi Hukum b. Kerangka Dasar Audit Dan Profesi Akuntan / Auditor. Kepastian Negative Penyusunan Laporan Audit Sesuai Kaidah Yang Berlaku. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. 3. Kewajiban Terhadap Klien c. Jenis Audit Dan Auditor Penyusunan Laporan Audit Sesuai Kaidah Yang Berlaku. Laporan Audit Dengan Opini WTP c. Penyimpangan Dari Pendapat WTP d. Penyimpangan Dari Pendapat WTP d. Standar Teknis.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Auditing Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tentang audit dan profesi auditor. pokok-pokok tujuan audit. 4. kerangka dasar materialitas dan risiko. Kode Perilaku Akuntan Indonesia d. dan arti penting tahap perampungan audit. kewajiban. Laporan Audit Dengan Opini WTP c. Dan Penawaran Kewajiban Hukum. hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan audit. Isi Laporan Audit b. a. Hakikat Auditing b. kewajiban hukum. jenis dan proses memperoleh bahan bukti audit. aktiva tetap termasuk penyusutannya serta memahami karakteristik capital expenditure dan revenue expenditure. kaidah-kaidah laporan audit. Integritas. perhitungan rugi laba. tujuan pengendalian intern serta dasar-dasar audit kas. piutang. a. prinsipprinsip kode etik profesi akuntan. Kepastian Negative Prinsip-Prinsip Kode Etik Profesi Akuntan a. Standar Audit d. 76    . Materialitas e. Kode Etik b. Materialitas e. 5. Kewajiban Kepada Pihak Ketiga d. modal dan laba ditahan. studi atas struktur pengendalian intern.

Bauran Bahan Bukti d. a. Metode Pemrosesan Data d. Pengendalian Intern Kas c.Auditor c. Tujuan Audit Kas b. Tujuan Audit Piutang Dan Penagihan b. Pencapaian Tujuan Audit Jenis Dan Proses Mengumpulkan Bahan Bukti Audit. Audit Persediaan Dan Harga Pokok Penjualan. Hakikat Bahan Bukti b. Materialitas Dan Risiko Audit. Bahan Bukti Yang Menyimpulkan d. Penyajian Di Neraca 12. Penilaian Persediaan f. Jenis Bahan Bukti e. Elemen SPI e. Tujuan Laporan Audit Atas Laporan Keuangan b. Evaluasi Hasil h. Hakkikat Risiko e. Ikhtisar Proses Audit 11. Perencanaan Nama Program Audit e. Jenis-Jenis Pengujian b.6. Hubungan Antara Pengujian Dan Bahan Bukti c. 8. Bebarapa Contoh Penggelapan Kas f. a. Pokok-Pokok Tujuan Audit. Lingkungan SPI 10. Teknik Statistik Dan Komputerisasi 7. Penilaian Atas SPI Perusahaan. a. a. Audit Piutang. Kepentingan Klien Dan Auditor b. Alokasi Pertimbangan d. Prosedur Analitis f. Nama Program Audit Piutang Dan Konfirmasi Piutang d. Rencana Dan Program Audit Secara Lengkap. Siklus Transaksi Kas d. Keputusan Bahan Bukti Audit c. Penyajian Piutang Di Neraca 13. Tanggung Jawab Manajemen . Materialitas b. Sistem Akuntansi Tipikal c. Pertimbangan Materialitas Dan Risiko g. Inventarisasi Fisik Persediaan e. Audit Kas a. Pertimbangan Materialitas c. Penyajian Di Laporan Keuangan 77    . Menetapkan Tujuan Audit d. Tujuan Audit Persediaan HPP b. a. Pengendalian Intern Piutang c. Pengendalian Intern Persediaan Dan Harga Pokok Penjualan c. Going Concern 9. a. a. Prosedur Audit Dan KKA d. Tujuan Audit Umum e. Nama Program Audit Kasrekonsiliasi Kas/Bank e. Risiko Bawaan f.

Penyajian Dalam Laporan Keuangan 16. Capital Expenditure Dan Revenue Expenditure e.14. Reviu Audit 78    . Prosedur Audit Mencakup Audit Atas Penyusutan Aktiva Tetap d. Prosedur Dan Reviu Audit a. Tujuan Audit Kewajiban Jangka Panjang b. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 15. Reviu Audit 18. Pengendalian Intern Aktiva Tetap c. Audit Perhitungan Rugi-Laba a. Tujuan Audit Aktiva Tetap b. Prosedur Audit b. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 17. Audit Atas Modal dan Laba Yang Ditahan a. Prosedur Audit Dan KKA c. Prosedur Audit b. Audit Aktiva Tetap a. Audit Berbagai Jenis Kewajiban Jangka Pendek Dan Jangka Panjang a. Prosedur Audit Dan KKA b.

Standar Pemeriksaan Keuangan Di SPAP Yang Berlaku Juga Bagi Pemeriksaan Keuangan Di Pemerintahan. Audit Kewajiban Dan Ekuitas. Reviu Pokok Bahasan 1 S. 79    . Reviu a.D 7. 7. 10. Standar. Beberapa Ciri Standar Tambahan. Pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu di pemerintahan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Unsur Pengendalian Intern Dan Evaluasinya a. b. Teknik Audit 8. a. 3. b. b. b. Audit Akun Asset Lancar Dan Investasi. Laporan Audit Standar. 4. a. 2. c. Kode Etik Dari BPKP. Standar Pemeriksaan Keuangan Di SPAP a. b. Jenis Audit Di Pemerintahan. 5. Unsur Pengendalian Intern. Jenis Bukti Audit. Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pemeriksaan pada pemerintahan yang meliputi pemeriksaan keuangan pemerintah pusat dan daerah. Mendokumentasikan Bukti Audit . Rencana Di Unit Pemeriksa. Kode Etik Dari BPK RI. b. Peranan Lembaga Pemeriksa Di Pemerintahan. Standar Tambahan Pemeriaksaan Keuangan Di Pemerintahan Dari SPAP Di SPKN a. Audit Neraca. Audit Aktiva Tetap. Bukti Audit Teknik Audit. Rencana Pemeriksaan Di Tim Pemeriksa 6. Evaluasi Pengendalian Intern. b. Laporan Yang Menyimpang Dari Bentuk Standar. 9. Risiko Dalam Audit. b. c. Ruang Lingkup Standar Pemeriksaan Keuangan. Kode Etik Di Pemerintahan a. b. Perencanaan Pemeriksaan Di Pemerintahan a. Jenis Audit Dalam SPKN Dan Lembaga Pemeriksa Di Pemerintahan a. a. c. Laporan Audit.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Audit Sektor Publik.Standar Pemeriksaan Keuangan Tambahan Di SPKN.

Tahapan Perencanaan Audit Kinerja 13. a. a. b. b. b. b. a. Kasus Audit Kinerja a. Temuan Dan Pengembangan Temuan. a. Perencanaan Audit Kinerja. Contoh Audit Kinerja Di Nama Program Dan Kegiatan. a. Laporan Audit Kinerja. 16.11. Audit Pendapatan. Audit Laporan Realisasi Anggaran. Audit Belanja Dan Pembiayaan 12. Reviu Pokok Bahasan 1 S. Pendistribusian Dan Laporan Yang Bersifat Rahasia. Pengumpulan Dan Pengorganisasian Bukti Audit. 80    . Reviu. Pelaksanaan Audit Kinerja. Laporan Audit Kinerja.D 7 (Setelah Mid-Term). 14. Contoh Audit Kinerja Di Instansi. 15.

Baik Ditanggung Perusahaan Atau Sebagai Tunjangan Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 26 atas Biaya dan Pendapatan. Objek PPh Pasal 26 b. Objek PPh Pasal 21 b. a. 22. Transaksi PPh Pasal 23 Secara Menyeluruh. Perbedaan Antara Akuntansi Pajak Dengan Akuntansi Umum. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 21. Baik Penghasilan Bruto atau Gross Up dan Penyajiaannya Dalam Neraca dan Laba Rugi. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 21 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 23 atas Biaya dan Pendapatan. 22. 22 dan 23 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Klasifikasi PPh Pasal 23 c. 5. penyajian laporan laba rugi dan neraca yang berkaitan dengan perpajakan. Definisi Akuntansi b. Definisi Pajak dan Jenis Pajak c. Perbedaan Akuntansi Pajak Dengan Akuntansi Secara Umum. PSAK Dengan UU KUP Pasal 28 a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. 2. Baik Sebagai Pembeli Yang Memungut/Dipungut Maupun Sebagai Penjual Yang Memungut/Dipungut Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Objek PPh Pasal 23 b. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 23 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. 6. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 22 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Pencatatan Dan Pembebanan PPh Pasal 21. Cash Basis Atau Accrual Basis. f. Pembelian. Pencatatan PPh Pasal 21 atas Bonus. d. Klasifikasi PPh Pasal 26 c. Klasifikasi PPh Pasal 21 c. 4. THR. Definisi Pencatatan e. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 22 Atas Penjualan. Transaksi PPh Pasal 21 Secara Menyeluruh.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Perpajakan Membekali peserta didik dengan pengetahuan pencatatan transaksi. Transaksi PPh Pasal 22 Secara Menyeluruh. Dan Impor c. Tata Cara Penyajian Transaksi Di Neraca Dan Laba Rugi Secara Umum. dan 23 Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi dan Pembahasan. Klasifikasi PPh Pasal 22 b. 23 l b. Neraca Dan Transaksi Yang Terkait Dengan Aspek Perpajakan. Pembahasan PSAK dan UU KUP d. 81    . f. 3. Gabungan Transaksi PPh Pasal 21. Transaksi PPh Pasal 26 Secara Menyeluruh. Baik Sebagai Biaya Atau Sebagai Penghasilan Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. d. Perbedaan Tunjangan Pajak dan Beban PPh Pasal 21 e. Rapelan dll. Pencatatan Jurnal Terkait PPh Pasal 21. a.

Baik Penghasilan Bruto Atau Gross Up dan Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi. d. 23. 23. 26. Tata cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 26 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. dan 4(2) Terkait Dengan Penyajian Laporan Neraca Dan Laba Rugi 82    . Latihan Soal Komprehensif Perlakuan Transaksi PPh pasal 21. dan 4(2) Terkait Dengan Penyajian Laporan Neraca dan Laba Rugi. dan 4(2) Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi a. Objek PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 b. Transaksi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 Secara Menyeluruh. 26. Pencatatan Dan Pembebanan PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 atas Biaya dan Pendapatan. 4(2). a. 7. Gabungan Perlakuan Transaksi PPh pasal 21. Tata Cara Penyajian transaksi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Gabungan Transaksi PPh Pasal 26.d. di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum 9. Pencatatan Jurnal Terkait PPh Pasal 26. Tata cara Penyajian transaksi PPh Pasal 26 dan 4(2). 8. 15 b. 22. a. pasal 15. 22. Klasifikasi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 c.

Mata Kuliah ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang pelaksanaan tugas audit dengan mempergunakan alat bantu komputer. 8. Countif. Impor Data Memahami Pengantar TABK 4. Metode Batch. Month. 5. Formula Date. Audit tentang Depresiasi 83    . Formula Counta. maka dengan pengetahuan ini dimungkinkan ditemukan isi database yang menyimpang dari semestinya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Weekday. Formula IF dalam IF d. Pengurangan. 6. Formula Subtotal. Database bukan lagi suatu blackbox yang isinya pasti benar tidak pernah salah. 9. Vlookup f. Audit Data dengan Berbagai Formula dalam Excel a. Isna. Downloading Data c. mendownload database yang akan diaudit ke dalam MS-Excel kemudian melakukan audit data. Konsep Audit Komputer a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Aplikasi Komputer Akuntansi dan Keuangan. Teknologi Informasi / SIM a. Realtime dan Online Pengendalian / Control a. Minimum Requirement b. Transfer Data b. Perkalian. b. Application Control Proses dan Langkah Audit Database Akuntansi Memahami Download / Transfer / Konversi Data a. Pengertian Komputer Audit dan Hubungan dengan Audit Konvensional 2. Sampel Data 10. Countblank. Filter dan Fivot Table 11. 7. Organisasi PDE b. Pembagian c. Condition Formating pada Penjumlahan. General Control b. Year e. Jaringan 3. Formula IF.

Pengertian dan Ciri-Ciri Profesi b. Kode Etik Akuntan Mgt As (IMA) e. Peranan Etika dalam Profesi Akuntan e. Teori Deontologi c. Independensi dalam kode Etik Akuntan Indonesia 84    . Etika Profesi dan Etika Kerja 2. Kerangka Dasar Etika Profesi c. Integritas. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Teori Teleologi b. Rencana Perkuliahan b. Profesi dan Etika d. Independensi dalam Kenyataan dan Penampilan e. Kepedulian 3. Teori Etika Keutamaan d. Profesi sebagai Komunitas d. Harapan Publik akan Profesi Akuntan 4. Akuntan Sebagai Profesi f. Hak/Right e. Pentingnya Etika Profesi bagi Akuntan b. Kode Etik Akuntan Indonesia 5. Teori dan Konsep Etika a. Pengertian Etika c. Panduan Etika bagi Profesi Akuntansi a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Etika PNS (Pegawai Negeri Sipil) Memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai akuntan dan sebagai PNS. Independensi dan Akuntan Publik d. Profesionalisme Akuntansi a. Objektivitas dan Independensi a. Independensi dan Profesionalisme c. Sumber-Sumber Panduan Etika e. Etika Bisnis dan Akuntan Profesional f. Kewajiban dan Sifat Hubungan Dgn Klien c. Kode Etik Akuntan Publik AS (AICPA) d. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat Memunculkan kesadaran dan kepekaan terhadap issue-issue etika profesi akuntan dan etika PNS sekaligus meningkatkan ketaatan terhadap setiap ketentuan yang berlaku danMeningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilemma etis tanpa mengabaikan pertimbangan-pertimbangan teknis yang penting. Keadilan/Justice f. Pengertian Kode Etik b. Pendahuluan a.

Pengertian Korupsi. Independensi dalam kode Etik Akuntansi manajemen 6. Korupsi c. Pentingnya Profesionalisme dalam Birokrasi Pelayanan Publik b. Aturan Etika PNS c. Pelayanan Publik. Standar Pelayanan Publik di Indonesia • Prinsip-prinsip Pelayanan Publik • Kriteria Pelayanan Publik 10. Bentu-Bentuk Korupsi 85    . Definisi Korupsi b. Sumber-Sumber Nilai Etika Pelayanan Publik 9. Jenis-Jenis Benturan Kepentingan f. Pengertian Etika Pelayanan Publik d. Bentuk-Bentuk Benturan Kepentingan d. Prinsip-Prinsip Umum Etika dalam Pelayanan Publik b. Kerangka Analisis Etika dan Isu-Isu Etika dalam Praktik Akuntansi a. Kode Etik dan Perilaku Pelayanan Publik a. Aturan Absensi b. Netralitas Birokrasi PNS 11. Penalaran Moral dan Pendekatan Standar Moral d. Pengertian Birokrasi b. Fungsi Pelayanan Publik c. Prinsip-prinsip Etika dalam Pelayanan Publik (PP) a. Benturan Kepentingan dan Akuntansi Profesi e. Benturan Kepentingan d. Kewajiban Profesional dalam Pelayanan Publik c. Nilai-nilai Profesionalisme dalam Pelayanan Publik d. Mal Praktik dalam Pelayanan Publik b. Aturan Anti KKN 14. Pentingnya Kode Etik dan Perilaku bagi Pelayan Publik b. Pentingnya Kepekaan Etis b. Informasi Rahasia dan Benturan Kepentingan 7. Kewajiban dan larangan bagi PNS c. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi c. Prinsip-prinsip manajemen Etika Pelayanan Publik 13. Kode Etik dan Perilaku bagi PNS 12. Hakekat Profesionalisme dalam Pelayanan Publik a. Kewajiban Kerahasiaan bagi Akuntan Non Publik i. Karakteristik Pelayanan Bermutu c. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik e. Birokrasi. Klasifikasi Benturan Kepentingan c. Kerahasiaan dan Akuntan Publik h.f. Prinsip-Prinsip Korupsi dan Bentuk-Bentuk Korupsi a. Isu-Isu Etika dan Prinsip-Prinsip Manajemen Etika Pelayan Publik a. Benturan Kepentingan dan Kerahasiaan a. dan Etika a. Pengertian Umum Benturan Kepentingan b. Kerangka Analisis Etika c. Kerahasiaan dan Akuntan g. Aturan Disiplin PNS a. Analisa Dampak Stakeholder 8.

Dampak Masif Korupsi Terhadap Eksistensi Negara dan Bangsa 16. Membangun Etos Pribadi a. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis d. Pengecekan Etika 86    . Faktor Penyebab Korupsi dan Dampak Negatifnya a. Faktor Penyebab Korupsi b. Lima Prinsip untuk Berperilaku Etis e. Faktor-Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis c. Tiga Unsur Etos Pribadi b.15.

Manajemen Stress 7. Unsur-Unsur Etika 87    . Mempelajari Dinamika Kepribadian a. Hal-Hal Yang Menjadi Perhatian dalam Etika c. dan pengembangan kemampuan komunikasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Berprestasi. watak dan temperamen b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik pengembangan kepribadian yang meliputi aspek-aspek seperti etiket. Kanak-Kanak b. Mempelajari Cara Mengatasi Stress a. Mempelajari Pengembangan Kepribadian a. Kecemasan dan Ketakutan 4. Etos Kerja Semangat untuk Berkolaborasi. Temperamen 2. Penyembuhan d. Distribusi dan Penggunaan Energi Psikis c. Citra Diri 6. Perilaku Efektif e. Orang Dewasa 3. Transformasi Kanak-Kanak c. Justice b. Teori Kepribadian c. Perilaku Positif Asertif d. Mempelajari Kepribadian a. 10 Prinsip Motivasi c. Pengertian Etika b. Mempelajari Etika a. Mempelajari Etos Kerja a. Belajar Mengatasi Keadaan c. mengatasi ketegangan (stress). Asal-Usul Stress b. Pihak yang Berkepentingan • Internal • Eksternal d. Kepribadian. Berkomunikasi dan Inovasi 5. Mempelajari Motivasi Diri a. Hierarki Kebutuhan Manusia Abraham Maslow b.

Etiket Makan g. Mempelajari Komunikasi a. Body Language e. Mempelajari Etiket a. Mempelajari Cara Menulis Laporan a. Master Of Ceremony b. Rapat c. Etiket Berpakaian e. Presentasi 88    . Seni Berbicara. Bawahan dan Sepangkat b. Etiket Bertamu d. Etiket Berbicara f. Protokoler 10.8. Etiket Pergaulan dengan Atasan. Lain-Lain 9. Praktik b. Etiket Bertelepon c. Menulis Surat d.

Manusia dan Masyarakat b. penemuan hukum. sumber-sumber hukum. Pembidangan Ilmu Pengetahuan Hukum a. Subyek Hukum dan Obyek Hukum c. Peristiwa Hukum 8. Kodifikasi Hukum b. Pengisian Kekosongan Hukum 5.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Ilmu hukum Mata Kuliah ini membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengantar Hukum di Indonesia sehingga di akhir perkuliahan mahasiswa dapat mengetahui arti dan tujuan hukum. Sumber Hukum Material b. Peraturan Perundang-Undangan Negara Indonesia d. Teori Kedaulatan Rakyat e. Sumber Hukum Formal c. Dasar-Dasar Berlakunya Beraneka Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia 89    . Teori Teokrasi d. Hakekat Kaedah b. Pengertian Tata Hukum Indonesia a. Penemuan Hukum a. Ilmu Hukum Sebagai Kaedah Hukum a. sampai dengan asas-asas hukum acara pengadilan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Macam-Macam Pembagian Hukum 6. Pembentukan Hukum oleh Hakim b. Asas Keseimbangan 4. Kaedah Hukum dan Kaedah Lainnya 7. Ilmu Hukum Sebagai Pengertian Hukum a. mazab-mazab ilmu hukum. Sumber-Sumber Hukum a. Perbuatan Hukum d. Arti Tata Hukum b. Masyarakat Hukum b. Teori Kedaulatan Hukum g. Mazab Sejarah c. Arti dan Tujuan Hukum a. Teori Kedaulatan Negara f. Mazab Hukum Alam b. Penafsiran Hukum c. Tata Hukum Indonesia c. Mazab-Mazab Ilmu Hukum a. ( UU 10 Tahun 2004 ) 3. Pengertian dan Macam-Macam Hak e. Definisi Hukum Sebagai Pegangan 2. Pengertian Hukum c.

Riwayat Hukum Pidana di Indonesia c. Pengertian. Hukum Benda & Waris h. Pelaksanaan Acara Perdata c. Asas-Asas Hukum Dagang a. Pembagian dan Sistematika c. Sumber-Sumber c. Buku II KUHD: Hak dan Kewajiban yang Lahir dari Pelayaran h. UU Hukum Pidana Khusus yang Bersifat Nasional h. Status KUH Perdata e. Kekuasaan Pemerintahan Negara RI Menurut UUD 1945 Sebelum Amandemen c. Sistematika Hukum Dagang d. SEMA 3 Tahun 1963 dan UU Nasional dalam bidang perdata f. Pelaksanaan Acara Pidana d. Arti dan Tugas Perdagangan b. Asas-asas Hukum Perdata a. Sejarah KUHD e. Pra Peradilan e. 90    . Pokok-Pokok Tata Pemerintah RI Menurut UUD 1945 Sesudah Amandemen Ke-4 10. Tindak Pidana Khusus diluar KUHP 12. UU Nasional diluar KUHD 13. Asas-asas Hukum Tata Negara Indonesia a. Hukum Perdata d. Banding. Ketentuan-Ketentuan Umum dalam KUHP e. Sejarah Hukum Perdata di Indonesia b. KUHP dan UU Hukum Pidana Khusus yang Bersifat Nasional d. Asas-asas Hukum Acara Pengadilan a. Buku I KUHD : Perdagangan pada Umumnya g. Proklamasi Kemerdekaan dan Lahirnya Pemerintah Indonesia b. Hukum Pembuktian & Daluarsa 11.9. Buku III KUHD: Kepailitan dan Penundaan Pembayaran i. Pelanggaran dalam KUHP g. Hukum Perikatan i. Hubungan Hukum Dagang dan Hukum Perdata f. Asas-Asas Hukum Pidana a. Hukum Pribadi & Keluarga g. Pengertian Pokok Hukum Acara b. Pembagian & Tujuan Hukum Pidana b. Kasasi dan Peninjauan Kembali. Kejahatan dalam KUHP f.

Penafsiran A Contrario g. komisi pemberantasan korupsi (KPK). Menurut Tempat : • Asas Teritorial • Asas Nasional Aktif • Asas Universal. dasar pemberatan dan peringanan pidana. perbuatan dan rumusan delik. Pengertian dan Istilah Hukum Pidana b. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana 2. perbandingan antar UU tindak pidana korupsi. subyek dan pertanggungjawaban korupsi. 3.peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi serta percepatan pemberantasan korupsi. Penafsiran Gramatikal b. Penafsiran Historis e. dasar peniadaan pidana. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengertian Delik b. Penafsiran Sistimatis c. Penafsiran Analogis f.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Hukum Pidana Membekali peserta didik dengan pengetahuan mengenai pengertian hukum pidana di Indonesia. Asas-Asas Berlakunya Hukum Pidana Menurut Waktu dan Tempat a. Cara Merumuskan Delik c. asas-asas berlakunya hukum pidana. kesalahan dalam arti luas dan melawan hukum .penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN. ajaran kausalitas. Menurut Waktu : • Asas Legalitas • Asas Nonretroaktif • Penerapan Asas Legalitas b. Penafsiran Undang-Undang Hukum Pidana a. Penafsiran Ekstensif h. pembahasan umum pemberantasan tindak pidana korupsi. Pengertian dan Istilah Hukum Pidana Di Indonesia a. Perbuatan Dan Rumusan Delik a. Penafsiran Logis d. Hukum Pidana yang Berlaku di Indonesia c. rumusan delik korupsi. Penafsiran Terbatas 4. Jenis-Jenis Delik 91    . interpretasi hukum pidana.

Dasar Peringanan Pidana • Poging(Percobaan) • Medeplichtigheid • Minderjarigheid 8. Perintah Jabatan yang Tidak Sah (JES:65) h. Ajaran Yang Menginvidualiseer Dan Menggeneraliseer 9. Sifat Melawan Hukum Materiil i.Traeger ) c. Pengertian Ajaran Kausalitas b. Kesalahan dalam Arti Hukum Pidana c. Ajaran Kausalitas a. Pembahasan Umum Tindak Pidana Korupsi a. UU No 3 Tahun 1971 b.Tidak Dapat Dihukum karena Orangnya Sendiri (Pasal 44) c. Subyek dan Pertanggungjawaban Pidana dalam Delik Korupsi a. Noodweer (Pembelaan Terpaksa) e.5. Pendekatan Normatif e. PTPK 10. Sifat Melawan Hukum Khusus g. Dasar Pemberatan Pidana • Ambtelijkheid( Tanggungjawab Pejabat) • Recidive( Tanggungjawab Ulang ) • Samenloop( Tanggungjawab Majemuk ) b. Dapat Dipertanggungjawabkan d. Kesalahan dalam Arti Luas b. Dasar Peniadaan Pidana Menurut KUHP b. Pembelaan Melampaui Batas (JES:59) i. Kesengajaan (Jes: 81-95) 6. Subyek Delik Korupsi adalah Orang dan Korporasi b. Sifat Melawan Hukum Umum f. Ontoerekeningsvatbaarheid. UU No 31 Tahun 1999 92    . Lukisan Sebab Akibat Korupsi d. Korupsi Materiil dan Keuangan Dalam UU f. Dasar Peniadaan Pidana Diluar KUHP • Umum • Khusus • Tidak Tertulis k. Ketidakmampuan Bertanggungjawab 7. Overmacht (Daya Paksa) d. Dasar Peniadaan/Penghapusan Pidana Menurut KUHP dan diluar KUHP a. Pemberatan dan Peringanan Pidana a. Hukum Pidana diluar KUHP b. Asal Kata dan Pengertian Korupsi c. Sifat Melawan Hukum Formal h. Melaksanakan Perintah Jabatan yang Sah g. Melaksanakan Undang-Undang (JES:64) f. Keadaan Darurat (JES:60) j. Melawan Hukum (Jes: 37-47) e. Kesalahan Dalam Arti Luas dan Melawan Hukum Serta Kesengajaan a. Perbandingan UU PTPK a. Pertanggungjawaban Pidana Dalam Delik Korupsi 11. Macam-Macam Ajaran Kausalitas (Von Buri.

Undang-Undang No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( KPK ) 14. PP No 71 Tahun 2000 c. UU No 28 Tahun 1999 b.c. Rumusan Delik Korupsi a. UUPTPK c. 93    . Rumusan Delik yang Dibuat oleh Pembuat b. UU No 20 Tahun 2001 12. Inpres No 5 Tahun 2004. Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( KPK ) a. Penyelenggaraan Negara yang Bersih a. Rumusan Delik yang Diadopsi dari KUHP 13.

Pengertian Syarat Formal dan Material Badan Hukum c. Macam-macam Akta Catatan Sipil h. Pengertian Kecakapan Berbuat e. Hukum dan Pembedaan a. Siapa yang mewakili Badan Hukum e. Pengertian Domisili dan Macam Domisili b.Wujud dan Bentuknya Hukum Perdata dan Sistematika KUH Perdata a. pembuktian dan penilaian alat bukti. 4. Keadaan Hukum Perdata di Indonesia dan status/kedudukan KUH Perdata/BW dan Pendapat para Ahli Hukum d. Fungsinya.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Perdata Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengertian Hukum Perdata dan Bisnis dengan segala aspeknya yang meliputi Hukum Material dan Formal: pengertian. Tanggung Jawab Badan Hukum Domisili dan Catatan Sipil a. Pengertian Hukum menurut Pendapat Masyarakat c. Macam-macam Domisisli menurut BW e. objek. Tertulis dan Tidak Tertulis b. 3. 94    . Pengertian Manusia sebagai Subyek Hukum c. Pengertian dan Fungsi Catatan Sipil f. Pengertian Kewenangan Berhak d. upaya banding serta pemeriksaan kasasi dan pemeriksaan peninjauan kembali. Pengertian Hukum dalam Arti Definisi Hukum b. proses ber_acara didepan majelis hakim. Pengertian Hukum Berdasarkan Kepentingan yang Diatur. Pengertian dan Hakekat Badan Hukum b. 5. Pengertian Asas-Asas dan Sifat Hukum Perdata c. putusan pengadilan. Pengertian Subyek Hukum b. subyek. Pengertian Hukum sebagai Sumber Formil.. unsur-unsur. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum : : Pokok Bahasan 1. ruang lingkup. Pengertian dan Kegunaan AKTA yang dibuat Catatan Sipil 2. Sifat/Waktu/Wilayah Berlakunya d. Akibat Ketidakwenangan berhak Badan Hukum a. Pengertian Arti Pentingnya Domisili d. Sejarah Catatan Catatan Sipil di Indonesia g. Formal dan Material. Pengertian Hukum Perdata dalam arti Luas dan Sempit. Pengertian Tempat Kediaman Hukum dan Tempat Kediaman Sesusungguhnya c. Kedudukan dan Macam Badan Hukum d. Sejarah dan Sistematika KUHPerdata/BW di Indonesia Hukum Perorangan a.

Pembatalan Suatu Perjanjian 11. Pengertian Hukum Waris b. Hak dan Kewajiban Pewaris. Pengertian Proses Beracara di Pengadilan b. Pengertian Pewaris dan Ahli Waris c. Pengertian Putusan Pengadilan c. Azas yang Berlaku dalam Hukum Waris d. Tindakan Kreditur terhadap Debitur d. Prinsip Peninjauan Kembali g. Penafsiran Perjanjian h. Pengertian Kekuasaan Orang Tua / Ouderlijke Macht e. Pengertian Obyek Hukum Waris f.12/2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Hukum Acara Perdata dan Ulangan Pemeriksaan pada Peradilan Perdata dan Bisnis a. 10. Macam-macam Perikatan f. Sifat Keadaan memaksa 95    . Pengertian Perwalian / Voogdij Hukum Keluarga (2) a. Permintaan dan Akibat Hukumnya c. Wan Prestasi dan Keadaan Memaksa dalam Hukum Perdata a. Empat Teori tentang Kesepakatan e. Hukum Keluarga (1) a. 9. Pengertian dan Proses Pemeriksaan Kasasi e. Hukum Perikatan dan Pelaksanaan Perjanjian dalam Hukum Perdata a. Syarat untuk Sahnya Perjanjian d. Pengertian Adopsi (Pengangkatan Anak) e. Harta Peninggalan yang Tidak Terurus 7. Ahli Waris g. Pengertian Keturunan /Afstaming d.6. Perihal Pembagian Warisan i. Kekuasaan Hakim untuk Mencampuri Suatu Perjanjian j. Pengertian Orang Yang Hilang ( Keadaan Tidak Hadir / Afwezeigheid) d. Pengertian Subyek Hukum Waris e. Pengertian Legitimie Porte h. Azas-azas Hukum Perikatan b. Pengertian Pengampuan. Unsur-unsur Keadaan memaksa f. Pengertian Peninjauan Kembali f. Risiko. Pemahaman terhadap UU No. 8. Pengertian dan Hakikat Pendewasaan (Handlichting/Perlunakan) b. Pengaturan Keadaan memaksa g. Pengertian Perkawinan/Asas dan Hakikat c. I’tikad Baik dalam Perjanjian i. Pengertian Melaksanakan Perjanjian g. Putusan Mahkamah Agung Hukum Waris dalam Hukum Perdata a. Pengertian Wanprestasi c. Pengaturan dan Sumber-sumber Hukum Perikatan c. Dasar Hukum dan Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan b. Pengertian dan Proses Banding d. Alasan Peninjauan Kembali h. Pengertian dan Pengaturan Resiko b. Pengertian Keadaan Memaksa e.

Pentingnya Pengertian Perusahaan/Bedrijf f. Sistematika KUH Dagang c. Perjanjian Pinjam Barang yang Tak Dapat Diganti/ Dapat Diganti i. Orang-orang Perantara h. Persekutuan Perdata/Maatschap g. Insolvensi. Persamaan dan Perbedaan antara Kepailitan dan Penundaan Kepailitan 96    . Penyuruhan/Lastgeving ( Pemberian Kuasa ) h. Macam Daluwarsa h. Modal dan Saham Perseroan d. Pengurusan Harta Pailit j. Sewa Menyewa e. Pengertian Bukti Tulisan b. Permohonan dan Persyaratan Pailit f. Pembuktian dan Daluwarsa dalam Hukum Perdata a. Perkumpulan Dagang 15. Perseroan Terbatas (PT) dalam Hukum Perdata dan Bisnis a. Pengertian Pengakuan e. Pengertian Decheance (Verval Termijn) 14. Pengertian Hukum Dagang dalam Hukum Perdata a. Pengaturan Hukum Kepailitan c. Yang Berhak Mengajukan Kepailitan d. Verifikasi. Nama dan Pendirian PT c. Perjanjian Perdamaian (Dading/Kompromie) k. Tagihan. Penundaan Kewajiban k. Penanggungan Utang (Borgtooht) j. Yang Dapat Dinyatakan Pailit e. Istilah dan Pengertian PT b. Hubungan KUHD dengan BW (KUHPdt) d. Pengertian Pelepasan Hak. Pengertian Kesaksian c. Pengertian Persangkaan d. Organisasi PT 16. Schenking f. Hapusnya Perikatan dengan Cara-Cara Khusus yang Ditetapkan dalam Materi Perikatan d.12. Pengertian Ekonomi dalam KUHD e. Kepailitan dan Penundaan Kepailitan pada Peradilan Perdata dan Bisnis a. Sepuluh Macam Cara Hapusnya Perikatan b. Akibat Hukum Putusan Kepailitan i. (Rechtsverwerking) i. Perjanjian Kerja / Perburuhan 13. Pemberian/Hibah. Pengertian Daluwarsa (Lewat Waktu/Verjaring) g. Pengertian – Pengertian Hukum Dagang b. Hapusnya Perikatan karena Ketetapan Waktu Menurut Perjanjian c. Upaya Hukum h. Pentingnya Suatu Perusahaan Memiliki Pembukuan g. Perjanjian Jual Beli. Penghapusan Perikatan dan Perjanjian-perjanjian Khusus (Perjanjian Nominatif) a. Tindakan Sementara g. Pengertian dan proses Kepailitan b. Pengertian Sumpah f. Perdamaian.

Pengertian Penyelenggara Pemerintahan Tingkat Pusat/Daerah 5. PTUN berdasar UU No. proses penyelesaian peradilan tata usaha negara. Delegatif. Pengertian Sumber Hukum Materiil Hukum Administrasi c. Susunan. Pengertian Hakikat Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik b. Azas-azas Umum Pemerintahan yang Baik di Indonesia 97    . Pengertian Sumber Hukum Formil Hukum Administrasi d. Sumber Hukum Administrasi Mempelajari Sumber Materiil dan Formil Hukum Administrasi a. Pengertian Peraturan-peraturan Kebijaksanaan c. Dispensasi. Pengertian Kedudukan dan Landasan Hukum Administrasi b. Pengertian Susunan Pemerintahan Negara Indonesia dan Lembaga-lembaga Negara c. Kedudukan. Ciri-Ciri KTUN (Beschikking) d. Pengertian Izin. Objek. Sarana atau Instrumen Yuridis Tata Usaha Negara a. Pengertian Rencana atau Het Plan 7. Pengertian Pemerintah dan Pemerintahan c. Pengertian Sumber Hukum b. Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Peradilan Tata Usaha Negara Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dasar-dasar peradilan tata usaha negara yang meliputi aspek seperti objek. wewenang peradilan. Lisensi dan Konsesi d. Kompetensi/Kewenangan : Atributif. Pengertian dan Peristilahan Administrasi b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Subjek. Ruang Lingkup Perbuatan Pemerintahan a. Pengerian dan Peristilahan Hukum Administrasi Negara/Hukum Tata Usaha Negara dalam Tata Hukum Indonesia 2. Pengertian Hubungan antara Tingkatan dalam Pemerintahan b. Dasar Penerapan Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik c. ruang lingkup. Pengertian Perundangan dan KTUN yang memuat pengaturan yang bersifat umum b. Mandat e. Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Administrasi 3. Hubungan antara Tingkatan Pemerintahan a. Pengertian Freies Ermessen e. penyelesaian sengketa. Pengertian Perbuatan Pemerintahan b.5 Tahun 1986 6. Administrasi dan Hukum Administrasi a. Landasan dan Ruang Lingkup Hukum Administrasi a. Sumber Hukum Formil (perbandingan) berdasarkan TAP MPR Nomor XX Tahun 1966 dan TAP MPR Nomor III/MPR/ 2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Perundang-undangan 4.

Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara b. Objek. Proses pengambilan Putusan b. Susunan Pengadilan dan Tempat Kedudukan c. Pengertian Gugatan b. Unsur-Unsur Dan Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara a. Pembuktian pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengertian Hukum Acara b.8. Tenggang waktu dan biaya perkara e. Kuasa Hukum pihak-pihak yang bersengketa d. Upaya Peradilan dan Pengujian KTUN 12. Surat atau Tulisan. Pengertian Kewenangan. Pengertian Sengketa Tata Usaha Negara b. Hakim dan Panitera Pengadilan d. Dasar Hukum Peradilan Tata Usaha Negara 10. Sekretaris Pengadilan. Rehabilitasi 98    . Intervensi dalam Persidangan f. Penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara a. Pengertian dan Praktek Pembuatan KTUN b. Rangkap Jabatan dan Hakim Ad Hoc 11. Putusan Pengadilan pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Penetapan Susunan Hakim b. Administratif dan Keberatan Administratif d. Tujuan. Prosedure/Proses Beracara pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengertian Subjek. Macam dan syarat Putusan Pengadilan c.Keterangan Ahli. Pokok Sengketa Peradilan Tata Usaha Negara a. Gugatan pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Upaya administratif banding c. Penetapan Ketua Pengadilan terhadap gugatan berkenaan g. Pengertian Pembuatan Dokumen 9. Ketua. PTUN yang berwenang e. Mengadili 13. Pemeriksaan dengan Acara Cepat 15. dan fungsi Peradilan Tata Usaha Negara b. Pengajuan dan Alasan Gugatan c. Permohonan Penundaan Pelaksanaan KTUN d. Saksi c. Pengertian Putusan Ganti Rugi. Pemeriksaan dengan Acara Biasa e. Pelaksanaan Putusan Pengadilan d. Pengetahuan Hakim d. Perlawanan terhadap Penetapan Ketua Pengadilan h. Objek pada HAPTUN d. Penetapan Hari Sidang dan pemanggilan c. Kewenangan dan Susunan Peradilan Tata Usaha Negara a. Subjek pada HAPTUN c. Pengajuan Gugatan Proforma proses penyusunannya 14. Pengertian Landasan Pembuatan KTUN c. Ruang Lingkup. Penilaian Hasil Pembuktian 16. Pengertian Alat Bukti b. Permusyawaratan dan persiapan f. Azas-Azas Pembuatan Keputusan Tata Usaha Negara a. Wakil Ketua.

e. Pengertian Peninjauan 99    . Pengertian Putusan Kompensasi 17. Pemeriksaan Kasasi dan Peninjauan Kembali pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengertian dan proses pemeriksaan Kasasi c. Pengertian dan proses Banding b. Banding.

Gambaran Kebudayaan Indonesia 2. Etos Budayanya 9. Kebudayaan Jawa a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Budaya Nusantara Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang Keanekaragaman Kebudayaan yang ada di Indonesia. Pengertian Kemajemukan Budaya b. Kebudayaan Islam d. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Pengaruh Kebudayaan Timur dan Barat a. Kebudayaan Hindu b. Kebudayaan Batak a. Etos Budayanya 8. Kebudayaan Aceh a. Pengaruhnya Terhadap Kebudayaan Indonesia 100    . Unsur-unsur 3. Manusia Indonesia dan Suku-Suku Bangsanya a. Faktor pendorong c. Wujud c. Definisi b. Pengertian b. Dinamika Kebudayaan dan Dampaknya a. Kebudayaan Minang a. Etos Budayanya c. Dampak dan Cara Penanggulangannya 4. Etos Budayanya 7. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Etos Budayanya c. Kebudayaan Budha c. Kebudayaan Betawi a. Kebudayaan a. Kebudayaan Barat 5. Masalah Konflik Sosial 6. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.

10. Konflik Dayak dengan Madura 13. Unsur-Unsurnya b. Irian Barat / Papua a. dan Mandar a. Makasar. Unsur-Unsurnya b. Etos Budayanya 101    . Bugis. Unsur-Unsurnya b. Orang Tionghoa di Indonesia a. Kebudayaan Sunda a. Etos Budayanya 15. Kebudayaan Bali a. Kebudayaan Dayak a. Etos Budayanya 17. Etos Budayanya c. Etos Budayanya 16. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Persamaan dan Perbedaannya dengan Kebudayaan Jawa 11. Etos Budayanya 14. Nusa Tenggara Timur (Flores Dan Timor) a. Tri Hita Karana 12. Kebudayaan Ambon a. Unsur-Unsurnya b. Toraja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful