DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

KURIKULUM DAN GBPP PROGRAM DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI AKUNTANSI PEMERINTAHAN TAHUN 2009
(KURIKULUM TAHUN 2007)

DAFTAR ISI
1. 2. 3. 4. 5. MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) Pendidikan Agama Islam Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris I Bahasa Inggris II MATA KULIAH KEILMUAN DAN KETERAMPILAN (MKK) Pengantar Ilmu Ekonomi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Aplikasi Komputer Statistika Deskriptif Organisasi Bisnis dan Manajemen Ekonomi Internasional Pengantar Akuntansi I
Lab. Pengantar Akuntansi I

1 3 4 6 9

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Pengantar Akuntansi II Lab Pengantar Akuntansi II Keuangan Publik Perpajakan I Perpajakan II Manajemen Keuangan MATA KULIAH KEAHLIAN BERKARYA (MKB) Akuntansi Keuangan Menengah I Lab. Akuntansi Keuangan Menengah I Akuntansi Keuangan Menengah II Lab. Akuntansi Keuangan Menengah II Akuntansi Keuangan lanjutan Akuntansi Biaya Sistem Informasi Akuntansi Hukum Administrasi Keuangan Negara I Hukum Administrasi Keuangan Negara II Akuntansi Pemerintah I Akuntansi Pemerintah II Auditing Audit Sektor Publik. Akuntansi Perpajakan Aplikasi Komputer Akuntansi dan Keuangan.

12 14 16 18 20 23 26 28 31 34 36 38 40 43 46

21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.

49 52 55 57 60 62 65 67 70 72 74 76 79 81 83

40.MATA KULIAH PERILAKU BERKARYA (MPB) 36. 39. 42. Etika PNS 37. 89 91 94 97 100 . 41. Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) Pengantar Ilmu hukum Pengantar Hukum Pidana Hukum Perdata Peradilan Tata Usaha Negara Budaya Nusantara 84 87 38.

Hakikat Manusia Menurut Ajaran Islam c. Pelaksanaan Dan Hikmah Ibadah Haji g. Agama Islam Sebagai Petunjuk Dalam Mencapai Kebahagiaan Dunia Dan Akhirat 3. Serta Peranan Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Sebagai Rasul Terakhir g. Eksistensi Kitab-Kitab Suci Dan Khususnya Al-Qur’an 6. Hubungan Sumber Ajaran Islam Dan Kerangka Dasar Ajaran Islam c. berfikir filosofis. Kerangka Dasar Ajaran Islam b. Syariat Islam a. Mempelajati Hari Akhirat Dan Hukum Alam Tentang Kiamat e.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman. Perbandingan Agama-Agama Besar Dan Mengetahui Kedudukan Agama Islam Di Antara Agama-Agama Tersebut b. Aqidah Islam a. Tugas Nabi Dan Rasul. Kebutuhan Manusia Akan Agama Bagi Kehidupan 2. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Sumber Ajaran Islam a. Manusia Dan Agama a. Arti Shalat Serta Hikmahnya Bagi Kehidupan d. Makna Qadha Dan Qadar c. Wawasan Islam Dan Hubungan Sumber Dengan Dasar Ajaran Islam a. Aqidah Dan Ruang Lingkupnya b. ikut serta dalam kerjasama antarumat beragama dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Mempalajari Komponen Dasar Ajaran Islam Yang Melahirkan Berbagai Madzhab Dalam Islam 5. Mempealjari Pelaksanaan Dan Hikmah Ibadah Puasa e. dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Pengertian Dan Kaidah Muamalah Dalam Islam 1    . Agama Islam Sebagai Petunjuk Bagi Manusia a. bersikap rasional dan dinamis. Pelaksanaan Dan Hikmah Zakat f. Kemahaesaan Allah Untuk Meningkatkan Keyakinan Kepada-Nya Sebagai Sumber Segala Yang Ada Di Alam d. berpandangan luas. Tujuan. Syariat Islam Dan Pengertian Fiqih b. Sistematika Sumber Ajaran Islam Serta Kedudukan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Kegiatan Umat Islam b. Pengertian. Kedudukan Akal Dan Peranan Ijtihad Sebagai Sumber Pengembangan Ajaran Islam 4. Kedudukan Dan Hikmah Ibadah Dalam Islam c. Alam Semesta Sebagai Ciptaan Allah b. berbudi luhur. Kedudukan Dan Peranan Malaikat Serta Makhluk Ghaib Lainnya Terhadap Manusia f.

Kaidah Dan Sistem Kewarisan Islam i. 2    . Kerjasama Intern Umat Bergama.h. Asas. Antar Umar Beragama. Dan Umat Bergama Dengan Penyelenggara Negara.

Pengertian Ketahanan Nasional b. Bela Negara a. Peraturan Perundang-Undangan 3.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Kewarganegaraan Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Wawasan Politik b. Latar Belakang Pentingnya Bela Negara c. Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku 5. Pengertian Wawasan Nusantara b. Politik dan Strategi Nasional a. Kondisi Politik Dan Strategi Nasional 3    . Wawasan Kewarganegaraan 2. Demokrasi Bangsa-Bangsa Lain 6. Demokrasi Pancasila c. Pengertian Bela Negara b. Pengantar b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Kewajiban Sebagai WNI 4. Hak Sebagai WNI c. Hak Asasi Manusia a. Hak dan Kewajiban WNI a. Ruang Lingkup c. Wawasan Nusantara a. Kewarganegaraan a. Demokrasi a. Pengertian Demokrasi b. Pentingnya Wawasan Nusantara 7. Definisi HAM b. Pengertian Hak Dan Kewajiban b. Ketahanan Nasional a. Ruang Lingkup Ketahanan Nasional 8.

Pengisian Formulir Laporan Dalam Bahasa Yang Benar c. Fungsi Surat Dinas. Pengertian Memo. Kiat Memikat Pendengar 4    . Bahasa Surat Dinas. Ragam Bahasa 2. Dan Daya Tarik Pidato Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar a. Pengertian Dan Fungsi Surat Dinas b. Penyusunan. Penggunaan. Santun. Memo/Nota Dinas. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Artikel 6. Penyusunan Laporan Dalam Bentuk Formulir 5. Nota Dinas Dan Surat Dinas b. Cara. Pembuatan Laporan Dalam Formulir a. Sikap Positif Terhadap Bahasa Indonesia a. Bahasa Surat Dinas c.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Indonesia Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Tentang Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia Sehingga Mereka Dapat Membuat Surat. Pengertian Laporan Teknis Yang Berbentuk Artikel a. Laporan Teknis Dan Laporan Karya Ilmiah Serta Pidato Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar. Santun Berpidato c. Kesistematisan Dalam Laporan Teknis Yang Berupa Naskah c. Pengertian Mengenai Surat Dinas. Laporan Teknis Berupa Naskah Yang Tertuang Dalam Beberapa Bab Atau Bagian a. Pengertian Laporan Teknis Yang Berbentuk Artikel b. Penyusunan Surat Dinas 3. Dan Pemakaian Bahasa Dalam Memo Atau Nota Dinas 4. Dan Penulisan Surat Dinas a. Pengertian Laporan Teknis Yang Berupa Naskah b. Hakikat Berpidato b. Sikap Bahasa b. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Hakikat. Formulir. Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Pemakaian Bahasa Yang Benar Dalam Laporan Teknis Yang Berupa Naskah 7. Perbedaan Memo/Nota Dinas Dan Surat Dinas a. Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia c. Pengertian Berbagai Bentuk Formulir b.

Jenis Protokoler c. Bahasa Indonesia Dalam Bertelepon 5    . Hakikat Berdiskusi b. Hakikat Protokoler Serta Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar Dalam Acara Keprotokolan a. Bahasa Dalam Diskusi 9. Bertelepon Yang Sangkil Dalam Bahasa Indonesia Yang Benar a. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Diskusi c. Pengertian Protokoler b.8. Hakikat Bertelepon b. Bahasa Protokoler 10. Hakikat Berdiskusi Yang Mangkus Dan Sangkil Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar a. Santun Protokoler d. Santun Bertelepon c.

Future Continuous b. Supporting Details. Vocabulary & Special Terms 6    . Reading Comprehension a. Past Tense & Past Continuous Tense 7. Paragraph Writing a. Word Function In A Sentence 3. Future Tense a. Parts Of Speech a. Past Tense a. Vocabulary & Special Terms 6. Simple Future 9. Reading Comprehension a. Reading : Bookkeeping b. Reading Comprehension a. Vocabulary & Special Terms 8. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Derivatives a. Reading : Recreational Reading e. Recretional Reading (College Life) c. Topic Sentence. Reading Comprehension a. Present Tense & Present Continuous Tense 5. Kinds Of Paragraph 11. Reading : The Field Of Accounting b. Vocabulary & Special Terms 4. Future Perfect c. Sentence Arrangement b.Nama Program : Program D III Akuntansi Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Inggris I Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan keterampilan dasar berbahasa inggris yang dapat mendukung prestasi akademiknya. Concluding Sentence b. Past Future d. Reading Comprehension a. Simple Present Tense a. General Reading c. Vocabulary & Special Terms 10. Parts Of Speech 2.

Some. Vocabulary & Special Terms 14. Vocabulary & Special Terms 7    . Reading Comprehension a. Reading : Budgetting b. General Reading b. Reading Comprehension a. Any. Stative Passive d. Reading : Cost Accounting e. An. Vocabulary 16. The & No Article 20. Vocabulary & Special Terms 19. Reading Comprehension a. Opinion & Facts 17. Cumulative Review Of Structure Problems 15. Reading Comprehension a. Paragraph Writing a. Reading Comprehension a. Vocabulary & Special Terms b. Question Tags 13. Reading Comprehension a. A. Passive & Active Voice a. Samples Of Opinion Paragraph 18. Rules Of Passive Voice 23.12. Reading : Tax Accounting b. Summarizing The Paragraph Of Reading 22. Participial Adjectives 25. Passive With Causative Verbs b. Opinion Paragraph a. Articles And Zero Articles a. Reading : Business Transactions And Financial Statements b. Vocabulary & Special Terms 24. Participial Adjectives a. Cumulative Review Of Structure Problems a. Summary Writing a. Sentence That Cannot Be Cahanged Into Passive c. General/Recreational Reading 21.

General Reading c. Reading : Auditing b. Reading : General Reading 8    . Reported Speech b. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. The Relative Clause b. Reading Comprehension a. Vocabulary & Special Terms b. Gerund And Infinitives a. Summarizing : Computer Component 35. Vocabulary 28. Reading Comprehension a.26. Differences Between Gerund And Presen Participle Form b. Cumulative Review Of Structure Problems 36. Direct Speech 31. Conditional Sentence a. Conditional Sentence 29. Reading Comprehension a. Vocabulary & Special Terms 30. Cumulative Review Of Structure Problems a. Summary Writing a. Gerunds And Infinitives 27. Reading : Computers 34. Indirect Speech/Reported b. Reading : A Career In Accounting 32. Relative Clause 33.

Future Tenses(Will. Word Order c. Bacaan: Short Reading d. Definisi Dari Structure g. Arti Kata Sederhana g. Find Unstated Details l. Would Or Other Modals) i. Implied Detail Questions f. Degree Of Comparison a. Purpose/Course f. Stated Detail Questions f. Type I b. Synthesizing/Latihan2 Soal TOEFL 3. Simple Present Tense & Present Continuous Tense g. Arti Dari Bagian Kalimat h. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Type III d. Rules Of Passive Voice b. Argument Paragraph 9    . Positive Degree b. Bacaan: Short Reading k. Menemukan Arti Kata Yang Sulit f. Bacaan: Free Trade e. Bacaan: More Than Two-Paragraph Reading e. Conditional Sentence a. Superlative Degree d. Opinion Paragraph 4. Comparative Degree c. Pronoun Referent 2. Parts Of Speech a. Passive Voice a. Stative Passive d. Menemukan Main Idea Tiap Paragraph e. Type II c.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Inggris II Setelah mengikuti mata kuliah ini Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan meningkatkan ketrampilan berbahasa inggris yang dapat diukur melalui nilai toefl skor untuk mendukung prestasi akademiknya. Jenis-Jenis Parts Of Speech dan Soal-Soal Grammar Dasar TOEFL b. Bacaan: TOEFL Reading e. Sentences That Cannot Be Changed Into Passive c. Perfect Tenses j. Past Tense & Past Continuous Ts h. Tone.

Comparisons b. Figurative Expression /Two. Par. Styles In Written English 2 b. Bacaan: Decisions 11. Specific Information On Reading e. Other Verb Connector d. Homophone. Bacaan: Combination Short Reading And Long Reading 12. Irregular. Serta Pronoun a. Academic Discussion e. Apositive d. Bacaan: Long Reading TOEFL d. Lecturing. Subject And Verb Of Sentence b. Reduced Adjective Clause b. With Coordinate Conjunction b. Homograph. Plural. Struct. Long Conversation Listening Material 10    . Cumulative Review Of Structure Problems b. Styles In Written English 1 b. Membedakan Possesif dan Pronoun d. Subject dan Verb Kalimat . Short Dialogues (Agreement. Who And Where) 7. Words. Announcement 13. Style Dalam Bahasa Inggris dan Memahami Bacaan a. Par. . Struct. Negative. Membedakan Orang Dengan Benda/Kata Ganti Serta Predikat c. With Paired Conjunction. c. Correct Singular And Plural Serta Irregular Plural b. Style Lain dalam Bahasa Inggris dan Memahami Bacaan a. Adverb Time And Cause Connector c. Comparisons c. Reduced Clause Sentences dan Short Dialogues a. General Conversation d. Adjective Clause. Preposisi.Word Verb d. Adjective Clause b. Invert The Subject And Verb With Quest. Object Preposisi c. Listening TOEFL Simulation 8. Independent Essay 9. Gerunds And Infinitives b. Conversation Material a. Sisipan Subjects And Verbs. Other Sound Alike e. Negatives And Conditionals c. Listening On Suggestion And Passive 10. Academic Discussion. Bacaan: Compilation Short And Mid Reading Problem c. Problems With Subject/Verb Agreement c.5. Homonym. & Present Part. -Er Structure d. Long Reading TOEFL 14. –Er. Past Part. Parallel Structure dan Memahami Bacaan a. Appositive a. Adverb Problems dan Listening Dasar a. Coordinate Connectors 6. Invert The Subject And Verb With Place Expression. Gerunds dan Infinitives a. Kata Benda. Grammar a. Reduced Adverb Clause c.

Bacaan: Compilation Short And Long TOEFL Reading c. Cumulative Review Of Structure Problems b. Latihan Grammar dan Memahami Bacaan dan Listening Pada Simulasi TOEFL 2 a.e. Compilation Of TOEFL Listening Material 11    . Tapping The Interview 15.

Elastisitas Penawaran dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya 7. Pasar Monopoli dan Bentuk Kurvanya b. Hubungan Kausal dan Hubungan Fungsional b. Sistem Ekonomi dan Peran dan Lingkup Ekonomi secara Mikro dan Makro. Persaingan Sempurna dan Bentuk Kurvanya c. Kurva Permintaan dan Hukum Permintaan a. Bentuk Pasar a. Normal Profit c. Pengaruh Permintaan dan Penawaran Atas Keseimbangan a.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Ilmu Ekonomi Setelah mengikuti pelajaran ini perserta diharapkan mampu memahami tentang Pengertian Ilmu Eekonomi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan b. Pasar Persaingan Monopoli 8. Pendekatan Marginal d. Jenis-jenis Elastisitas d. Tingkah Laku Konsumen a. Apa. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran 5. Pengertian Penawaran & Hukum Penawaran. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum : : Pokok Bahasan 1. Kebudayaan. Motivasi Kegiatan Ekonomi f. Sistem Ekonomi a. Sebab Timbulnya Permintaan. Elastisitas a. Perusahaan dan Pemerintah e. Duopoly d. Pengertian Ilmu Ekonomi a. Perubahan Harga c. Definisi dan Batasan Ilmu Ekonomi b. Pengertian Nilai Pakai dan Nilai Tukar : Subjektif dan Objektif c. Hubungan Ketiga Pelaku Ekonomi 3. Kebutuhan yang tidak Terbatas dan Pemuas Kebutuhan yang Terbatas b. Rumah Tangga Perorangan. Bagaimana dan untuk Siapa Barang Produksi d. Hukum dan Asas Ekonomi. Pengertian Elastisitas b. Fungsi Pasar. Terciptanya Harga b. Manfaat Elastisitas Permintaan c. Faktor Biologis. Super Normal Profit b. Ekuilibrium 6. Pendekatan Indeference Curve 4. Kurva Keuntungan dan Kerugian Pada Bentuk Pasar a. Nilai dan Teori Ekonomi. Pengertian Permintaan & Hukum Permintaan. Break Even 12    . Oligopoly e. Pengetahuan Politik dan Keamanan c. Objek Ekonomi 2.

Sebab-sebab ditempuhnya Kebijakan Fiskal dan Moneter c. Variable Cost. Bank Snetral e. Jenis Bank Primer dan Sekunder d. Bank a. Fungsi dan Sruktur APBN 13    . Kebijakan yang dilakukan Pemerintah f. Pengertian Biaya dan Jenis-jenis Biaya b. Sejarah Bank c. Ruang Lingkup Teori Ekonomi Makro b. Pengertian b. Perhitungan Penentuan Laba Rugi. Pengertian b. Sebab-sebab d. Kesimbangan Simultan di Pasar Uang a. Inflasi dan Deflasi a. Marginal Cost. Keseimbangan Umum di Pasar Uang 14. Average Total Cost. Penegndalian 17. c. Pengertian dan Kurva Total Revenue. Average Variable Cost. Average Fixed Cost. Variabel-variabel Ekonomi Mikro dan Makro c. Perhitungan. 11. Pengertian b. Jenis-jenis c. Kebijakan Fiskal dan Moneter a. 10. Variasi-variasi dalam Kesimbangan Simultan c. Fixed Cost. Pengertian.d. Langkah-langkah Penanggulangan 18. Pendapatan Nasional a. Sebab-sebab c. b. Circular Flow of Income b. Perhitungan Nilai Tambah. Jenis-jenis e. Pengertian b. Penawaran Uang b. Fungsi dan Motif Permintaan Uang c. Akibat Pengangguran dalam Perkembangan Ekonomi dan Masyarakat d. Jenis-jenis Kebijaksanaan d. Biaya dan Hasil Penjualan a. Subnormal Profit 9. Lembaga-lembaga Keuangan 16. Variabel-variabel Ekonomi Makro b. Pendahuluan a. Jenis-jenis dan Hubungan dalam Model Ekonomi 12. dan Kurva: Total Cost. Pengaruh Kebijakan Fiskal dan Moneter terhadap Nilai-nilai Keseimbangan 15. Biaya dan Hasil Penjualan (Lanjutan) a. Average Revenue dan Marginal Revenue. 13. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional. Pasar Uang a. Penganguran a.

a. Income Consumption Curve (Icc). Hubungan Antara Income Elasticity Pada Berbagai Bentuk Engel Curve f. Eksistensi Hukum Permintaan dan Penawaran. Dan Engel Curve. Price Consumption Curve (Pcc) g. Baik Untuk Barang Normal. a. a. Pengaruh Perubahan Harga. Mekanisme Pasar Memecahkan Tiga Masalah dalam Perekonomian. e. Fungsi Pasar. Maupun Barang Super Inferior (Giffen) 6. Teori Ekonomi Mikro Secara Umum. 5. Keseimbangan Konsumen dalam Marginal Utility Approach. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. a. Pengertian Konsep Indifference Curve b. serta Beberapa Penyimpangan yang Terjadi. Teori Permintaan Konsumen. Terhadap Keseimbangan Konsumen d. Pengertian Total Utility dan Marginal Utility b. 2. Hukum Permintaan dan Penawaran. 14    . Substitution Effect Dan Income Effect. Pengertian Pemecahan Masalah 3. Proses Pembentukan Permintaan Konsumen Menurut Versi Guna Batas (Marginal Utility Approach). Tiga Tahapan Dalam Proses Produksi 7. Inferior. Elastisitas Income. Hubungan Input Dan Output (Produksi) Baik Dalam Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Analisis-Analisis Ekonomi Seacara Mikro. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. b. Super Normal (Lux). Elastisitas Harga c. Perubahan Income. Pengertian dan Ruang Lingkup Teori Ekonomi b. Konsep Teori Permintaan Melalui Pendekatan Indifference Curve a. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Teori Ekonomi Mikro dan Teori Ekonomi Makro. c. Proses Terbentuknya Harga. 4. Fungsi Produksi Dengan Satu Variabel Input b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Mikro Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Teori Ekonomi Mikro. b. Mempelajari Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Keseimbangan Konsumen Menurut Pendekatan Indifference c.

Produksi Linier Homogen 9. Membahas Antara Biaya Rata-Rata Jangka Pendek (Sac). b. dan pengetahuan Tentang Konsep Biaya Produksi Jangka Panjang. Beberapa Bentuk (Model) Oligopoli. h. Proses Pembentukan Harga dan Kuantitas Keseimbangan Sehingga Diperoleh Maximisasi Profit Baik dalam Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang. Dua Input dan Dua Output dalam Mencapai Pareto Optimal) a. Berbagai Sifat dan Perilaku Biaya Produksi Jangka Pendek. Pengertian Biaya. Sementara Jumlah Produsen Input yang Bersangkutan Cukup Banyak 14. a. Keseimbangan Di Pasar Input. Biaya Marginal (Mc) Maupun Biaya Total (Tc) c. Proses Penentuan Harga c. Keseimbangan Jangka Panjang dalam Pasar Persaingan Sempurna. Termasuk Didalamnya Pembahasan Mengenai Proses Pencapaian Keseimbangan Pada Model Pasar Ini 13. Variabel Maupun Biaya Total b.8. Kurva Peluasan Produksi (The Expansion Path) c. Edge Worth. Kurva Penawaran Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna. Increasing Cost Industry j. Yang Meliputi Biaya Tetap. Menjelaskan Production Contract Curve b. Least Cost Combination b. Membahas Permintaan Input Untuk Perusahaan Yang Menggunakan Satu Input Variabel (Value Marginal Product dan Marginal Revenue Product) b. (Dua Individu. Pendekatan Marginal e. Membahas Cournot Model. Proses Pencapaian Keseimbangan Perusahaan yang Beroperasi di Pasar Monopoli. Diskriminasi Harga f. Pengertian Pasar Monopoli. a. Keseimbangan Pertukaran pada Contoh Perekonomian Sederhana. a. Keseimbangan Jangka Panjang 12. a. Keseimbangan Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna f. Constant Cost Industri i. Decreasing Cost Industri 11. Beberapa Pengaturan Pajak pada Pasar Monopoli h. a. Smc Dengan Marginal Produ-Ct (Mp) Dan Averege Product (Ap) Pada Stage Ke Ii d. Mambahas Tentang Biay-A Rata-Rata (Ac). Pengertian Pasar Persaingan Sempurna b. Pendekatan Total d. Dan Chamberlin Model b. a. Pendekatan Marginal e. Fungsi Permintaan Maximisasi Profit c. Production Tranformation Curve 15    . Hubungan Antara Biaya dan Produksi dalam Tahap Kedua. Monopsoni yaitu Bentuk Pasar Input Dimana Hanya Ada Satu Pembeli. Fungsi Produksi Jangka Panjang Didalamnya Dibahas Pula Tentang Hubungan Antara Biaya Produksi Jangka Pendek Dan Biaya Jangka Panjang 10. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Pendekatan Total d. g. Keseimbangan Jangka Panjang pada Pasar Monopoli g. Model Kurva Permintaan Yang Patah (The Kinked Demand Curve Model) Dan Bentuk Lain Dari Oligopoli Yakni Kartel c.

dan Duessenbery Mengenai Konsumsi 5. Pengertian Teori Ekonomi Makro dan Ruang Lingkupnya a. Struktur Lembaga-Lembaga b. analisis pasar tenaga kerja. a. Berbagai Bentuk Model Ekonomi c. Y. Contoh Penurunan Curva Investasi c. Contoh-Contoh Analisa Makro dan Mikro c. Keuangan di Indonesia c. konsep uang beredar dan inflasi. Contoh Analisa Neraca Moneter d. Mata Pelajaran Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Teori-Teori Keynes Friendam. Rencana Materi Perkuliahan Selama Satu Semester dan Buku Referensi Yang Digunakan 2. Prinsip-Prinsip Dasar Keputusan Investasi. Hubungan C. konsep circular flow of income. Tertutup. teori konsumsi dan saving. Contoh-Contoh Analisisi Model Ekonomi Sederhana. Real Investment dan Portfolio Investment b. Konsep dan Siklus GDP (GNP. Keuntungan Mempelajari Toeri Ekonomi Makro d. Financial Analisys e. NP. Lingkup Permasalahan Investasi. konsep dan siklus pendapatan nasional. Economic Analisys f. a. Investment Decision: d. DI) c. dan Terbuka 3. Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional. analisis keseimbangan agregat. dan S Serta Teori-Teori Konsumsi dan Faktor2 Yang Mempengaruhi C a. Hubungan MPC/APC. Konsep Circular Flow Of Income a. Bentuk Pergeseran Curva LM Dan Curva IS e. Cara-Cara Menghitung GDP b. Konsep. Siklus. prinsip dasar invesatasi. Analisis Terhadap Besaran-Besaran Kontraksi dan Ekspansi Ekonomi d. peran APBN dalam kehidupan dan peran perdagangan dalam ekonomi sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam analisis-analisis ekonomi secara makro. Derifasi Fungsi C dan Fungsi S b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Makro Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tentang ruang lingkup teori ekonomi makro. Kekuatan Permintaan dan Penawaran Di Pasar Uang dan Pasar Komoditi a. Contoh-Contoh Kritik Terhadap Penggunaan GDP dalam Mengukur Tingkat Kemakmuran 4. NNP. Prinsip Dasar Pembuatan Model b. Pergeseran Keseimbangan IS-LM dan Kaitannya Dengan Pigou Effect dan Keynes Effect 16    . dan Derifasi Fungsi C dan Fungsi S c. MPS/APS. PI. Pengertian Teori Ekonomi Makro dan Perbedaannya Dengan Teori Ekonomi Mikro b. Social Analisys 6.

Peran Perdagangan (Barang dan Jasa) dalam Kehidupan Ekonomi. Contoh Analisa Neraca Moneter d. 11. Curva Interdependency Pasar-Pasar Ekonomi 9. Keuangan di Indonesia c. Analisis Pasar Tenaga Kerja. a. a. Contoh Penggunaan Piranti Moneter d. Analisis Kurva Inflationary dan Deflationary Gap g. Instrumen-Instrumen Moneter Yang Langsung Maupun Tidak Langsung Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar c. Bentuk. Pergeseran Keseimbangan IS-LM dan Kaitannya dengan Pigou Effect dan Keynes Effect 8. Dan Faktor2 yang Mempengaruhi Curva AS d. Cara Menurunkan b. Dampak Dari Kebijaksanaan Fiskal Terhadap Kegiatan Ekonomi. Fungsi Produksi dan Kapasitas Produksi Nasional f. Curva AD. Arti Kebijaksanaan Perdagangan. Defisit. Arti Kebijaksanaan Fiskal. Contoh Analisis Neraca Pembayaran 17    . Arti. Analisis Curva Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja e. dan Surplus Budget c. Arti Dari Balance. dan Interdependency Metode Laba Bruto a. Struktur Lembaga-Lembaga b. Pentingnya Pengendalian Jumlah Uang Beredardan Seluk-Beluk Inflasi. a. Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curva AD c. Arti Inflasi. Sebab-Sebab Meningkatnya Inflasi. dan Beberapa Isu Mengenai Neraca Pembayaran c.7. Analisis Keseimbangan AD dan AS. Kekuatan Permintaan dan Penawaran di Pasar Uang dan Pasar Komoditi a. dan Bentuk-Bentuk Kebijaksanaan Perdagangan b. Bentuk Pergeseran Curva LM dan Curva IS e. Curva AS. Pengertian Kebijaksaan Moneter b. dan Teori-Teori Inflasi 10. Peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Kehidupan. dan Contoh Analisis Kebijaksanaan Fiskal b.

Operating Sistem d. Motherboar. Praktikum Ms-Excel a. Internet 4. Praktikum Ms-Powerpoint a. Efek Suara 7. 3. Juga mahir mempergunakan beberapa paket aplikasi perkantoran yaitu pengolah kata (ms-word). Efek Grafis b. Praktikum Ms-Powerpoint a. Dos. Apllication Sistem 2. Double If 10. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Tipologi Jaringan. Alat-Alat Input dan Output b. Reprentasi data d. perangkat lunak. Memory c. Praktikum Ms-Excel a. Kapasitas dan Kecepatan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak a. CPU. perangkat keras. b. Seluruh Materi Pokok Powerpoint 6. Praktikum Ms-Word 5. Praktikum Ms-Powerpoint a. dan spread-sheet (ms-excel). alat presentasi (ms-power point). Seluruh Materi Pokok Word a. teori dasar database. Definisi Komputer dan Komputerisasi a. Nested If 18    . Seluruh Materi Dasar Excel 9. Formula If b. Dos Vs Windows dan Komunikasi Data a. perangkat komunikasi data. Definisi Komputer dan Komputerisasi b. Sejarah Komputer c.Program Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Aplikasi Komputer Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dasar-dasar komputer. Presentasi Hasil Karya Perorangan 8. database (msaccess). Windows Xp. Praktikum Ms-Excel a.

Praktikum Ms-Access a. Hirarki Data b. Report 15. Max. Praktikum Ms-Access a. Grafik 13. Formula Counta b. Countif c.11. Dml Dan Query 14. Konsep Database a. Vlookup e. Pendekatan Tradisional Vs Database c. Komponen Basis Data d. Min 12. Praktikum Ms-Excel a. Query 19    . Sumif d. Ddl. Form. Praktikum Ms-Excel a.

simpangan baku. analisi time series. regresi. Mempelajari Arti Kuartil. Metode Least Square untuk Regresi b. modus. kemencengan dan keruncingan kurva. kuartil. dan pengujian hipotesis sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam memanfaatkan statistik sebagai alat analisis dan pengolahan data. Simbol Penjumlahan dengan Sigma d. Deviasi. Simpangan Baku. Persentil Data Berkelompok dan Tidak. Pentingnya Matematika dalam Statistik b. Desil. Sensus. ukuran lokasi ratarata. Arti Analisa Korelasi b. Simpangan Baku. Deviasi. Arti dan Kegunaan Berbagai Ukuran Variasi Seperti Range. 6. Arti Koefisien Determinasi 8. Arti Statistik e. varians. Mempelajari Ukuran Kemencengan dan Keruncingan Kurva. median. a. Arti dan Kegunaan Rata-Rata Hitung (Mean). Mempelajari Arti Ukuran Lokasi Rata-Rata Hitung. dan Sampling Error) f. a. a. Karakteristik. Arti Pengumpulan Data 2. Beberapa Istilah Pokok (Elemen. Sampling. a. dan Koefisien Variasi. Mempelajari Analisa Korelasi dan Regresi Khususnya untuk Meramal. Mempelajari Analisis Regresi Linier Berganda Untuk Meramalkan Memperhitungkan Banyaknya Faktor Yang Mempengaruhi Variabel Y. Mempelajari Analisa Korelasi dan Regresi Khususnya untuk Meramal a. Mengetahui Syarat Data Yang Baik dan Pembagian Data Serta Mengetahui Beberapa Istilah Pokok. 4. desil. Rank. Pembagian Data d. a. a. Arti Dan Kegunaan Ukuran Kemencengan dan Keruncingan Kurva. Populasi. Ramalan Dengan Regresi Koefisien Korelasi Data Berkelompok. Beberapa Macam Fungsi dan Bentuk Kurvanya c. range. Rata-Rata. Variabel. Melakukan Penjumlahan dengan Menggunakan Simbol Sigma. Mempelajari Memilih Bentuk Fungsi Yang Tepat Untuk Mewakili Data Yang Dikumpulkan. a. 7. Arti Analisa Regresi c. Mempelajari Range. Desil. Arti Kuartil. Sampel. Arti Sempit dan Luas. Median dan Modus untuk Data Berkelompok dan Tidak. dan Koefisien Variasi. korelasi. Median dan Modus. Rata-Rata. deviasi. distribusi teoritis.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Statistika Deskriptif : Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang kegunaan statistik. dan Kualitatif 9. Frekuensi Relatif dan Kumulatif 3. Mempelajari Arti dan Kegunaan Statistik. Arti dan Kegunaan Data b. dan Persentil. 5. Pokok Bahasan 1. Syarat Data Yang Baik c. dengan 20    .

dan Perhitungan Probabilitas a. Penggunaan Regresi Linear Berganda Untuk Menemukan Ukuran Musiman 16. Mempelajari Analisis Time Series dan Sekaligus Cara Menghitungnya. Arti Dan Kegunaan Angka Indeks Sederhana. Trend Logistik dan Gompertz 11. c. Frekuensi. a. Mempelajari Gerakan Siklis dan Cara Mengukurnya. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu a. Trend Parabola b. Relatif. Gerakan Siklis dan Cara Mengukurnya b. Khususnya yang Terkait Dengan Kesimpulan yang Tidak Pasti a. d. Pengertian tentang Mutually Exclusif Event. Non Exclusive. a. Pengertian Set. Mempelajari Konsep Pendekatan Probabilitas Secara Klasik. Penjelasan Tentang b. Pemberian Nilai. Mempelajari Arti Stastik II. Metode Rata-Rata Sederhana. Tujuan dan Pengertian Dasar Statistik II 17. Menentukan Trend Dengan Metode Tangan Bebas. c. Mempelajari Indeks Musiman dan Cara Menghilangkan Pengaruh Musiman. dan Pengujiannya 12. Independent. Cara Menghilangkan Pengaruh Musiman d. Frekuensi Relatif Subyetif b. b. Pembuatan PR Dan Absensi e. dan Penggunaan Analisis Regresi Berganda Untuk Ukuran Musiman. Agregatif Tertimbang dan Tidak Tertimbang. Sub. a. Mempelajari Angka Indeks dan Sekaligus Cara Menggunakannya. Rata-Rata Semi. Rata-Rata Bergerak dan Metode Least Square 13. dan Rasio 15. Pembobotan Nilai. Cara Menghitung Indeks Musiman c. a. 19.a. Transformasi Semi Log dan Full Log c. Probabilitas dengan Pendekatan Klasik. Subyektif. a. Arti dan Pentingnya Analisis Time Series b. Gabungan [Union] & Probabilitas Bersyarat [Bayes Theory]. Rata-Rata Bergerak dan Metode Least Square 14. Permutasi dan Kombinasi . Relatif Bersambung. d. e. Arti Hubungan Lebih dari Dua Variabel Koefisien Regresi Parsial Koefisien Korelasi Parsial Koefisien Determinasi Berganda Meramalkan Dengan Persamaan Regresi Linier Berganda 10. 21    . Dependent Kejadian. a. Menentukan Trend Dengan Metode Tangan Bebas. Arti dan Kegunaan Indeks Musiman b. Mempelajari Fungsi Non Linear untuk Meramalkan. a. Mempelajari Analisis Time Series dan Sekaligus Cara Menghitungnya. Arti dan Pentingnya Analisis Time Series b. Set Ruangan Sampel dan Kejadian 18. Rata-Rata Semi. Mempelajari Probabilitas Sebagai Ukuran Ketidak Pastian dan Kegunaan dalam Ekonomi.

b. Fungsi Probabilitas Diskkrit & Kontinyu; c. Fungsi Probabilitas Bersama 20. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu. a. Fungsi Binominal b. Fungsi Poisson c. Fungsi Hipergeometrik 21. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu. c. Fungsi Normal 22. Mempelajari Nilai Harapan untuk Fungsi-Fungsi Probabilitas a. E (X) ; b. E [X – E (X) ] 2 untuk Fungsi Fungsi Probabilitas

23. Mepel Sampel Secara Acak, Baik Dengan Pengembalian Maupun Tidak. b. Pengambilan Sampel “ With & Without Replacement “ serta Perhitungan Standar Error 24. Mempelajari Perkiraan Tunggal & Interval. a. Unbiased & Biased Estimator; b. Perkiraan Tunggal 1 & 2 Rata-Rata X 1 − X 2

[

]

c.

1&2

Proporsi ⎜ P1 − P2 ⎟

⎛ ⎝

⎞ ⎠

25. Mempelajari Perkiraan Tunggal & Interval c. Perkiraan Interval untuk U & P serta [ U1 – U2] & [ P1 – P2 ] 26. Mempelajari Hipotesis. a. Pengujian Hipotesis Satu Rata-Rata dan Satu Proporsi b. Pengujian Hipotesis dua Rata-Rata Dan 2 Proporsi c. Pengujuan Hipotesis Lebih dua Rata Data [ ANOVA ] d. Pengujian Hipotesis Lebih Dari dua Proporsi [ Chi – Square ]

22   

Nama Program

:

Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Organisasi, Bisnis, dan Manajemen Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dasar-dasar manajemen , dunia usaha, fungsi-fungsi manajemen, pengelolaan SDM, risiko bisnis, manajemen pemasaran dan produksi, dan ekspansi usaha

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU)

: :

Pokok Bahasan 1. Dunia Usaha Dan Lingkungannya a. Pengertian Usaha Bisnis b. Latar Belakang Munculnya Usaha c. Maksud Dan Tujuan Bisnis d. Ruang Lingkup Dunia Usaha/Bisnis e. Lingkungan Internal Dan Eksternal Dunia Usaha

2. Pengertian, Ciri Dan Fungsi Perusahaan a. Pengertian Dasar Perusahaan b. Ciri-Ciri Perusahan c. Fungsi-Fungsi Perusahaan d. Lokasi Perusahaan 3. Bentuk-Bentuk Perusahaan, Kelebihan Dan Kekurangannya a. Perusahaan Perseorangan b. Firma c. Persekutuan Komanditer d. Perseroan Terbatas e. Koperasi Di Indonesia f. Yayasan 4. Dasar-Dasar Manajemen a. Pengertian Manajemen b. Mengapa Manajemen Dibutuhkan c. Definisi Manajemen 5. Manajemen Dan Manajer a. Definisi Manajemen b. Tingkatan Manejemen c. Manajer Fungsional Dan Manejer Umum d. Fungsi-Fungsi Yang Dilaksanakan Manajer e. Kegatan-Kegiatan Manajer f. Peranan Manajer Dalam Perusahaan 6. Perkembangan Teori Manajemen a. Keterampilan Manajer b. Teori Manajemen Klasik c. Manajemen Ilmiah d. Teori Organisasi Klasik e. Aliran Hubungan Manusiawi f. Aliran Manajemen Modern

23   

7. Manajemen Dan Lingkungan Eksternal Organisasi a. Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal b. Lingkungan Ekstern Mikro c. Lingkungan Ekstern Makro 8. Perencanaan Dalam Pengambilan Keputusan a. Penjelasan Perencanaan b. Alasan-Alasan Perlunya Perencanaan c. Hubungan Perencanaan Dengan Fungsi-Fungsi Lainnya d. Tipe-Tipe [Erencanaan Dan Rencana e. Perencanaan Strategik f. Hambatan Dalam Perencanaan Efektif 9. Penetapan Tujuan Dan Pengambilan Keputusan a. Visi Dan Visi Organisasi b. Fungsi Tujuan Organisasi c. Kebutuhan Penyeimbangan Tujuan d. Manajemen By Objective (MBO) 10. Pengertian Pengorganisasian a. Struktur Organisasi b. Pembagian Kerja c. Departementalisasi 11. Koordinasi Dan Rentang Manajemen a. Koordinasi b. Rentang Manajemen 12. Wewenang, Delegasi Dan Desentralisasi a. Pengertian Wewenang, Kekuasaan Dan Pengaruh b. Struktur Lini Dan Staf c. Wewenang Lini Dan Staff d. Sentralisasi Versus Desentralisasi 13. Perencanaan SDM a. Penarikan Dan Seleksi SDM b. Latihan Pengembangan SDM c. Pemberian Kompensasi Kepada Karyawan 14. Kepemimpinan Dalam Organisasi a. Motivasi b. Motivasi Bukan Sekedar Teknik-Teknik c. Pengertian Kepemimpinan d. Pendekatan-Pendekatan Studi Dan Sifat Kepemimpinan 15. Dasar-Dasar Proses Pengawasan a. Pengertian Pengawasan b. Tipe-Tipe Pengawasan c. Tahap-Tahap Dalm Proses Pengawasan d. Pentingnya Pengawasan e. Perancangan Proses Pengawasan f. Alat Bantu Pengawasan Manajerial g. Karakteristik-Karakteristik Pengawasan Yang Efektif 16. Manajemen Produksi Dan Operasi a. Perbedaan Produksi, Manufaktur Dan Operasi b. Tugas Manajer Produksi Dan Operasi c. Mengorganisasikan Proses Produksi d. Pengelolaan Material, Pembelian Dan Persediaan

24   

Proses Pemasaran f. Fungsi Pemasaran e. Ekspansi Bisnis a. Daur Hidup Produk c. Motif Ekspansi c. Konsep Pemasaran d. Merger Dan Akuisisi 25    . Bentuk Ekspansi e. Jenis Resiko c. Bauran Pemasaran 18. Mengelola Bauran Produk d. Kategori Produk b. Pengertian Dan Tujuan Penetapan Harga e. Arti Ekspansi b. Metode Penanganan Resiko d. Arah Ekspansi d. Manajemen Pemasaran a. Proses Pemasaran g. Sistem Kerja Asuransi 20. Metode Penetapan Harga 19. Resiko Dan Asuransi a. Pengertian Pemasaran b. Pengertian Resiko b. Produk Dan Harga a. Peran Pemasaran Dalam Masyarakat c.17.

neraca pembayaran. Kurva Kemungkinan Produksi dan Indefference Curve e. Tujuan dan Kebijakan Ekonomi Internasional 2. Ekuilibrium tanpa Perdagangan 5. Terms of Trade a. Liberalisasi Perdagangan dalam Praktek 26    . Teori Permintaan dan Penawaran d. Kurva Kemungkinan Produksi dgn Biaya Meningkat b. Teori Liberalisasi perdagangan b. Kebijakan Ekonomi Internasional a. Pembahasan Ekonomi internasional d. Filosofi Perdagangan Internasional b. Definisi b. Liberalisasi Perdagangan a. Teori Standar Perdagangan Internasional a. Factor Price Equalization c. Keunggulan Komparatif David Ricardo d. Ilustrasi Terms of Trade d. Macam-Macam Retriksi dalam Perdagangan Internasional e. Tujuan Kebijakan Ekonomi Internasional d.Program Diploma : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Internasional Setelah mengikuti mata kuliah ini. Kegunaan Model Perdagangan 7. Teori Perdagangan Modern a. Instrumen Kebijakan Ekonomi Internasional c. Keunggulan Mutlak Adam Smith c. Pengukuran Terms of Trade c. diharapkan mahasiswa memahami konsep-konsep perdagangan internasional. Pentingnya Ilmu Ekonomi Internasional c. Offer Curve 4. Teori Hecksher & Ohlin b. dan kebijakan ekonomi internasional Mata Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Kurva Indiferen Masyarakat c. Definisi b. Subsidi 6. Teori Perdagangan Non Klasik b. Pengertian dan Ruang Lingkup Ekonomi Internasional a. Hukum Keunggulan Komparatif a. Keunggulan Komparatif dan Biaya Oportunitas 3.

Ekonomi Politik Proteksionaisme. Kasus Pertumbuhan Negara Besar 12. Hambatan Non Tarif lainnya d. Efek Global MNC 11. Stusi Kasus AS Sebagai Negara Peg-Hutang Tersebar di dunia 27    . Customs Union a. MNC a. Hambatan Perdagangan Non Tarif dan Proteksionis Baru a. Tanagan Kerja c. Teori Optimum 13. Faktor Non Ekonomi e. Arti dan Fungsi b. Neraca Perhitungan dan Ketidakseimbangan Dalam Transaksi Internasional d. Neraca Pembayaran a. Analisis Keseimbangan Parsial terhadap Tarif c. Purchasing Power Parity 15. Teori Struktur Tarif d. Kurva Permintaan dan Penawaran Valas d. Efek Pertumbuhan Faktor Produksi (kasus negara kecil) c. Kekuatan Bersaing MNC f. Sistem Kurs Valas e. Sejarah Kebijakan Komersial AS f.8. Spekulasi c. Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi a. Pendahuluan b. Customs Union 9. Kuota Impor c. Pasar Valuta Asing a. Faktor yang mempengaruhi Keputusan MNC d. Pendahuluan b. Hambatan Perdagangan Tarif a. Pendahluan b. Pendahuluan b. Pendahuluan b. Modal d. Perpindahan Faktor prosuksi Antar Negara a. Putaran Uruguai 14. Prinsip-prinsip Akuntansi Neraca Pembayaran c. Peranan Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi b. Analisis Keseimbangan Umum thd Pemberlakuan Tarif di Negara Kecil e. Kebijakan Industri dan Kebijakan Perdagngan Strategis e. Analisis Keseimbangan Umum thd Pemberlakuan Tarif di Negara Besar f. Pendahuluan b. Perpindahan Modal antar Dua Negara 10. Sifat MNC c.

Profession Of Accountancy c. Financial Statement f. Akuntansi Untuk Pembelian b. Buku Besar. Neraca Percobaan 3. Prinsip Dan Praktik Akuntansi d. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi b. Biaya Transportasi & Pajak Penjualan d. Prinsip Cara Yang Digunakan Dalam Penataan Transaksi Keuangan. Balance Sheet. Statement Of Cash Flow g. Jurnal. Pengertian Perkiraan. Siklus Akuntansi Dan Menyusun Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Tutup Buku Untuk Penyusunan Laporan Keuangan a. Pokok Bahasan 1. Worksheet Untuk Perusahaan Dagang 28    . Worksheet e. Jurnal e. Transaksi Bisnis e.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan : Pengantar Akuntansi I Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Akuntansi. Pelaporan Periodik Untuk Perusahaan Dagang e. Sifat Proses Penyesuaian c. Dan Laporan Keuangan Serta Dapat Menyimpulkan Siklus Akuntansi a. Chart Of Accounts c. Jurnal Penyesuaian d. Akuntansi Untuk Penjualan c. Prinsip Penandingan b. Jurnal Penutup h. Jurnal Dan Posting Ayat Jurnal Penyesuaian g. Persamaan Akuntansi Dan Elemen Dasarnya f. Laporan Keuangan Korporasi 2. Pengertian Akuntansi Dan Bidang-Bidang Yang Berhubungan Dengan Akuntansi a. Karakteristik Perusahaan Dagang Dan Perlakuan Akuntansinya a. Statement Of Owner’s Equity. Sifat Akun d. Penyesuaian Untuk Deferrals Dan Accruals h. Klasifikasi Akun b. Sistem Persediaan f. Penyesuaian Persediaan g. Laporan Keuangan Perusahaan Perorangan: Income Statement. Pengklasifikasiannya Serta Proses Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa Dan Perusahaan Dagang. Tahun Fiscal 4. Dilanjutkan Dengan Pengertian Dan Pembahasan Tentang Pos-Pos Neraca Yang Meliputi Unsur-Unsur Aktiva Dan Hutang Jangka Pendek Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Praktek Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan.

Klasifikasi Dan Metode-Metode Yang Berhubungan Dengan Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Dan Investasi Sementara a. Jurnal Penutup d. Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus.5. Intangible Assets 29    . f. Sistem Akuntansi Dan Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus a. Akuntansi Untuk Depresiasi d. Pengendalian Inern Terhadap Pengeluaran Kas d. Karakteristik Notes Receivables d. Metode Penyusutan. Transaksi Kas Dan Electronic Fund Transfer 8. Retained Earnings Statement. Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas c. Estimating Inventory Cost 10. Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Pada Saat Tutup Buku Pada Perusahaan Dagang a. Karakteristik. Disposal Of Plant Assets g. Penilaian. Koreksi Kesalahan 6. Temporary Investments i. Jurnal Penyesuaian c. Struktur Pengendalian Intern d. Perolehan Plant Assets Melalui Leasing h. Inventory Systems c. Inventory Costing Methods Under A Periodic System f. Menentukan Cost Of Inventory e. Instalasi Dan Revisi Siatem Akuntansi c. Pengendalian Piutang c. Perolehan Plant Assets b. Pengendalian Kas b. Depresiasi c. Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang: Income Statement. Modifikasi Sistem Akuntansi Lain 7. Harga Perolehan. Dan Pelaporan Aktiva Tetap a. Capital And Revenue Expenditure f. Klasifikasi Piutang b. Penyajian Persediaan Pada Neraca i. Menentukan Kuantitas Aktual Dalam Persediaan d. Piutang Tak Tertagih f. Balance Sheet b. Direct Method Of Accounting For Uncollectibles h. Pengertian. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Cost h. Perkiraan Kas Dan Pengendaliaannya a. Importance Of Inventories b. Metode Pemrosesan Data e. Composite-Rate Depreciation Method e. Dan Metode Yang Digunakan Dalam Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan a. Prinsip-Prinsip Sistem Akuntansi b. Allowance Method Of Accounting For Uncollectibles g. Accounting For Reporting Inventory Under A Perpetual System g. Temporary Investments Dan Receivables Di Neraca 9. Jurnal Balik e. Akuntansi Untuk Notes Receivables e. Interim Statement f. Deplesi i.

Liability For Employee’s Fringe Benefits d.j. Pelaporan Di Laporan Keuangan 11. Payroll Dan Payroll Taxes b. Sistem Akuntansi Untuk Payroll Dan Payroll Taxes c. Short –Term Notes Payables e. Product Warranty Liability 30    . Karakteristik Kewajiban Jangka Pendek Dan Perlakuan Akuntansinya a.

Jurnal Dan Posting Ayat Jurnal Penyesuaian g. Pengklasifikasiannya Serta Proses Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa Dan Perusahaan Dagang. Akuntansi Untuk Penjualan c. Profession Of Accountancy c. Dilanjutkan Dengan Pengertian Dan Pembahasan Tentang Pos-Pos Neraca Yang Meliputi Unsur-Unsur Aktiva Dan Hutang Jangka Pendek Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Praktek Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan. Klasifikasi Akun b. Pengantar Akuntansi I Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Akuntansi. Pengertian Akuntansi Dan Bidang-Bidang Yang Berhubungan Dengan Akuntansi a. Sifat Akun d. Statement Of Cash Flow g. Prinsip Penandingan b. Laporan Keuangan Korporasi 2. Karakteristik Perusahaan Dagang Dan Perlakuan Akuntansinya a. Persamaan Akuntansi Dan Elemen Dasarnya f. Pokok Bahasan 1. Tahun Fiscal 4. Neraca Percobaan 3. Prinsip Dan Praktik Akuntansi d. Transaksi Bisnis e. Jurnal. Chart Of Accounts c. Balance Sheet. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi b. Statement Of Owner’s Equity. Buku Besar. Jurnal Penyesuaian d. Siklus Akuntansi Dan Menyusun Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Tutup Buku Untuk Penyusunan Laporan Keuangan a. Penyesuaian Untuk Deferrals Dan Accruals h. Sifat Proses Penyesuaian c. Penyesuaian Persediaan g.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Laporan Keuangan Perusahaan Perorangan: Income Statement. Jurnal e. Biaya Transportasi & Pajak Penjualan d. Dan Laporan Keuangan Serta Dapat Menyimpulkan Siklus Akuntansi a. Worksheet e. Worksheet Untuk Perusahaan Dagang 31    . Jurnal Penutup h. Sistem Persediaan f. Pelaporan Periodik Untuk Perusahaan Dagang e. Akuntansi Untuk Pembelian b. Prinsip Cara Yang Digunakan Dalam Penataan Transaksi Keuangan. Financial Statement f. Pengertian Perkiraan.

Importance Of Inventories b. Sistem Akuntansi Dan Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus a. Metode Pemrosesan Data e. Deplesi a. Perolehan Plant Assets Melalui Leasing h. Menentukan Kuantitas Aktual Dalam Persediaan d. Piutang Tak Tertagih f. Jurnal Balik e. Perkiraan Kas Dan Pengendaliaannya a. Akuntansi Untuk Notes Receivables e. Accounting For Reporting Inventory Under A Perpetual System g. Allowance Method Of Accounting For Uncollectibles g. Penyajian Persediaan Pada Neraca i. Klasifikasi Piutang b. Capital And Revenue Expenditure f. Estimating Inventory Cost 10. Depresiasi c. Disposal Of Plant Assets g. Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus. Pelaporan Di Laporan Keuangan 32    . Dan Metode Yang Digunakan Dalam Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan a. Karakteristik Notes Receivables d. Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang: Income Statement. Dan Pelaporan Aktiva Tetap a. Menentukan Cost Of Inventory e. Balance Sheet b. Karakteristik. Pengendalian Kas b. Metode Penyusutan. Instalasi Dan Revisi Siatem Akuntansi c. Klasifikasi Dan Metode-Metode Yang Berhubungan Dengan Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Dan Investasi Sementara a. Pengendalian Piutang c. Transaksi Kas Dan Electronic Fund Transfer 8. Retained Earnings Statement. Jurnal Penutup d.5. Inventory Costing Methods Under A Periodic System f. Temporary Investments i. Pengendalian Inern Terhadap Pengeluaran Kas d. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Cost h. Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas c. Composite-Rate Depreciation Method e. Harga Perolehan. Prinsip-Prinsip Sistem Akuntansi b. Struktur Pengendalian Intern d. Koreksi Kesalahan 6. Direct Method Of Accounting For Uncollectibles h. Inventory Systems c. f. Perolehan Plant Assets b. Modifikasi Sistem Akuntansi Lain 7. Akuntansi Untuk Depresiasi d. Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Pada Saat Tutup Buku Pada Perusahaan Dagang a. Penilaian. Pengertian. Interim Statement f. Jurnal Penyesuaian c. Intangible Assets b. Temporary Investments Dan Receivables Di Neraca 9.

Liability For Employee’s Fringe Benefits d. Sistem Akuntansi Untuk Payroll Dan Payroll Taxes c. Karakteristik Kewajiban Jangka Pendek Dan Perlakuan Akuntansinya a. Product Warranty Liability 33    . Short –Term Notes Payables e. Payroll Dan Payroll Taxes b.11.

keuntungan dan kerugian partnership b. Perusahaan korporasi a. Partnership dissolution e. Karakteristik dan Pembentukan korporasi b. Akuntansi untuk partnership c. Penyajian Bonds Payable dan Investment in Bonds di Neraca i. Pendanaan korporasi b. Hutang Obligasi dan Investasi dalam surat hutang obligasi a. Penyajian laporan keuangan partnership 2. Investasi pada saham b. Karakteristik Capital Stock e. Karakteristik obligasi c. Bond Redemption g. Akuntansi untuk investasi jangka panjang pada saham 5. pengantar akuntansi manajerial dan Job Order Cost System serta mampu mengoperasikan Software MYOB Accounting dalam pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan. Appendix: Effective Interest Method of Amortization 34    . Comprehensive Income 4. Stockholder’s equity c. Akuntansi untuk investasi dalam saham a. Laporan Arus Kas. Partnership a. Akuntansi untuk Bonds Payable e. Melaporkan unusual items dalam laporan keuangan b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Akuntansi II Setelah mengikuti mata pelajaran ini. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pembagian net income atau net loss d. Penyusunan laporan keuangan perusahaan korporasi a. Likuidasi partnership f. Karakteristik. Perlakuan akuntansi untuk dividen 3. Konsep Present Value dan penerapannya pada Bonds Payable d. Bond Sinking Fund f. Earnings per common share c. Investasi pada obligasi h. Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) g. Stock Split h. Source of Paid In Capital d. Penerbitan Capital Stock f. Hutang Obligasi dan Investasi dalam Surat Hutang Obligasi. Appropriation of Retained Earnings d. mahasiswa diharapkan mampu memahami transaksi keuangan yang ada dalam Partnership dan PT (Perseroan).

Overview Sistem Akuntansi Biaya d. Item-item Pelaporan arus kas c. Laporan Arus Kas – Direct Method 7. Laporan Arus Kas a. Pencetakan neraca 35    . Jurnal umum b. Job Order Cost System a. Jurnal pembelian c. Transaksi terkait bank e. Purchase Accounts g. Perbedaan Financial Accounting dan Managerial Accounting b. Transaksi terkait inventory g. Software MYOB Accounting a. Pencetakan laporan laba rugi c. Membuat File Data Akuntansi Perusahaan c.6. Payroll Accounts h. Tujuan Laporan Arus Kas b. Pencatatan Transaksi Keuangan menggunakan Software MYOB Accounting a. Time billing 10. Verifikasi pencatatan transaksi b. Accounts Dan Banking Accounts f. Jurnal penjualan d. Job order cost system untuk perusahaan manufaktur e. Job order cost system untuk perusahaan jasa 8. Istilah dan Komponen Biaya Manufaktur c. Daftar Persediaan j. Verifikasi Pencatatan Transaksi dan Pencetakan Laporan Keuangan mengggunakan Software MYOB Accounting a. Instalasi Software Myob Accounting b. Transaksi payroll f. Saldo Awal Akun-Akun 9. Daftar Relasi (Card File) i. Melakukan Setting: d. Kode Pajak e. Laporan Arus Kas – Indirect Method d.

Kewajiban lancar a. Melaporkan unusual items dalam laporan keuangan c. Source of Paid In Capital d. Akuntansi untuk partnership c. Perlakuan akuntansi untuk dividen 4.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. keuntungan dan kerugian partnership b. Karakteristik Capital Stock e. Partnership a. Konsep Present Value dan penerapannya pada Bonds Payable d. Pajak penghasilan. Pajak penghasilan perusahaan b. Karakteristik obligasi c. Appendix: Effective Interest Method of Amortization 6. Stock Split h. Penerbitan Capital Stock f. item yang tidak biasa. Bond Sinking Fund f. Appropriation of Retained Earnings e. Bond Redemption g. Earnings per common share d. Perusahaan korporasi a. Penyajian laporan keuangan partnership 3. Stockholder’s equity c. Akuntansi investasi dalam saham 5. dan investasi dalam saham a. Investasi pada obligasi h. Laporan Arus Kas a. Kewajiban kontinjensi d. Penyajian Bonds Payable dan Investment in Bonds di Neraca i. Karakteristik dan Pembentukan korporasi b. Kewajiban pajak 2. Pembagian net income atau net loss d. Wesel bayar dan kewajiban lancar lainnya c. Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) g. Pengantar Akuntansi II Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan keterampilan dasar berbahasa inggris yang dapat mendukung prestasi akademiknya. Tujuan Laporan Arus Kas b. Hutang Obligasi dan Investasi dalam surat hutang obligasi a. Likuidasi partnership f. Comprehensive Income f. Sifat kewajiban lancar b. Item-item Pelaporan arus kas c. Pendanaan korporasi b. Karakteristik. Laporan Arus Kas – Indirect Method d. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Laporan Arus Kas – Direct Method 36    . Akuntansi untuk Bonds Payable e. Partnership dissolution e.

Jurnal Umum b. daftar relasi (card file) i. Pencetakan Laporan Laba Rugi c.7. Transaksi Payroll f. Akuntansi manajemen dan aplikasinya: Job Order Cost System a. accounts dan banking accounts f. Transaksi Keuangan menggunakan Software MYOB Accounting a. Membuat file data akuntansi perusahaan c. Transaksi terkait Bank e. Time Billing 10. payroll accounts h. kode pajak e. Verifikasi Pencatatan Transaksi dan Pencetakan Laporan Keuangan mengggunakan Software MYOB Accounting a. daftar persediaan j. Verifikasi Pencatatan Transaksi b. Jurnal Pembelian c. saldo awal akun-akun 9. Job order cost system untuk perusahaan manufaktur e. Job order cost system untuk perusahaan jasa 8. Instalasi Software MYOB Accounting b. Setting awal Software MYOB Accounting a. Jurnal Penjualan d. Melakukan setting: d. Istilah dan Komponen Biaya Manufaktur c. purchase accounts g. Overview Sistem Akuntansi Biaya d. Perbedaan Financial Accounting dan Managerial Accounting b. Pencetakan Neraca 37    . Transaksi terkait Inventory g.

Macam-Macam Kegiatan Pemerintah 2. Sistem Perpajakan Dan Politik Pajak d. Mengenal Dan Mengukur Manfaat Suatu Proyek d. Pajak Kekayaan f. Efisiensi Dalam Pengeluaran Negara c. Penggeseran Beban Pajak e. Pajak Penghasilan e. Kebijakan Apbn. Hubungan Antara Penjual/Produsen Dengan Pasar f. Pengeluaran Pemerintah a. penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Pajak Bumi Dan Bangunan 7. Kegiatan Dan Pengeluaran Pemerintah Selalu Meningkat b. Penerimaan Pemerintah a. Peranan Keuangan Pemerintah a. Distribusi Beban Pemerintah c. Pengaruh Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung Terhadap Kesejahteraan Konsumen d. Menentukan Waktu Dan Bunga Diskonto 5. utang negara. Kriteria Investasi b. Pengaruh Subsidi Barang Dalam Jumlah Tertentu e. Eksternalitas Dan Barang Publik d. Pengertian Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung b. kebijakan fiskal. Penetuan Harga Barang Publik b. Pejak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung Sebagai Sumber Penerimaan Negara c. Mengenal Dan Mengukur Biaya Suatu Proyek e. Kebijakan Harga Hasil Pertanian 38    . Pajak Pertambahan Nilai g. Kepincangan-Kepincangan Dalam Mekanisme Pasar c. Sumber-Sumber Penerimaan Negara b. Kebijakan Anggaran c. Pengalaman Di Indonesia 4. Macam Manfaat Dan Biaya Suatu Proyek c. Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah 3. Penentuan Harga Barang Oleh Pemerintah a.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Keuangan Publik Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang teori peranan keuangan pemerintah. APBN a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Kebijakan Subsidi d. Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian b. Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung a. Kesejahteraan Yang Hilang Karena Pajak 6. Analisa Biaya Dan Manfaat a. Pengertian Anggaran b.

Utang Negara a. Sumber Pinjaman Negara c. Tujuan Kebijakan Fiskal d. Meringankan Beban Pinjaman g. Pembayaran Utang Luar Negeri Dan Bunga Dalam Hubungannya Dengan Apbn i. Kaitan Kebijakan Fiskal Dan Moneter 11. Pengaruh Pajak Dalam Perekonomian a. Pendahuluan b. Teknik Redistribusi Pendapatan d. Pemilihan Antara Pinjaman Dalam Negeri Dan Pinjaman Luar Negeri d. Biaya Sosial Dan Pembebanan Pajak 13. Bantuan Pemerintah Dan Pembangunan Daerah Yang Seimbang d. Pro Dan Kontra Redistribusi Pendapatan b.8. Transfer Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Daerah b. Beberapa Kesulitan Pengukuran Ketidakmerataan c. Pinjaman Luar Negeri Dan Inflasi e. Masalah Pengelolaan Negara 10. Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah a. Pengaruh Pajak Terhadap Keinginan Untuk Bekerja d. Pengaruh Pajak Terhadap Distribusi Pendapatan c. Pengaruh Pajak Terhadap Produksi b. Ikhtisar Dan Kesimpulan 39    . Masalah Kebijakan Fiscal a. Besarnya Transfer Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Daerah c. Kapasitas Untuk Memabyar Utang Luar Negeri Indonesia f. Posisi Utang-Utang Indonesia Di Antara Negara-Negara Asean h. Hubungan Pembangunan Ekonomi Dan Pinjman Luar Negeri a. Distribusi Pendapatan a. Pinjaman Luar Negeri Sebagai Sumber Kapital c. Macam Dan Ciri Utang Negara b. Macam Dan Ciri Utang Negara 9. Kesimpulan 12. Pengaruh Kebijakan Redistribusi Pendapatan Terhadap Keinginan Untuk Bekerja. Asal Mula Kebijakan Fiskal b. Macam-Macam Kebijakan Fiskal c. Konflik Antara Stabilitas Dan Kesempatan e. Bantuan Pusat “Tax Effort” Dan “Fiscal Need” e.

Sistem Pemungutan Pajak. Jenis-Jenis Pajak e. NPWP c. Pengertian Wajib Pajak b. Perubahan Data Wajib Pajak. Landasan. Pengertian Penafsiran Hukum Pajak c. Tempat Dan Waktu Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak e. Penghapusan NPWP Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 40    . Penghasilan Pasal 23/26. Syarat. Pajak Penghasilan Pasal 4(2)/15 dan menjelaskan subyek dan obyek pasal 4(2)15 beserta penghitungan PPh pasal 4(2)/15 dan pelaporannya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Reformasi Perpajakan Dan Perubahan UU Pajak 3. Kegunaan Dan Tatacara Penafsiran Hukum Pajak 4. Sejarah Dan Perubahan-Perubahan Hukum Pajak d. Kewajiban Mendaftarkan Diri Menjadi Wajib Pajak Dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak a. Azas-Azas Di Dalam Penyusunan UU Pajak b. Syarat. Pengertian Dan Fungsi Pajak a. Pengertian Hukum Pajak c. Pengertian Pungutan Selain Pajak c. sengketa pajak. Pajak Penghasilan Pasal 21. Tarif-Tarif Pajak 5. Sanksi Tidak Mendaftarkan Diri f. Pengertian Pajak Menurut Ahli Dan Undang-Undang b. Penagihan Pajak dan ketetapan pajak. Sumber Hukum Dan Perkembangan Hukum Pajak b. Dasar Dan Teori Pemungutan Pajak b. Sistem pemungutan pajak. Wajib Pajak dan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Pembukuan dan Pelaporan Pajak. jenis pajak dan tarif pajak.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Perpajakan I Agar peserta kuliah dapat menjelaskan pengertian dan fungsi pajak. Jenis Pajak Dan Tarif Pajak a. Pajak Penghasilan Pasal 22. Fungsi Dan Tujuan Hukum Pajak e. Fungsi-Fungsi Pajak Dan Turunannya d. Hukum Pajak Di Indonesia Beserta Fungsi Dan Tujuannya a. Penerimaan Negara Bukan Pajak 2. Pembayaran Pajak. Sistem Pemungutan Pajak c. Pemeriksaan pajak. Perpindahan Tempat Usaha Wajib Pajak g. Tempat Dan Waktu Pendaftaran Wajib Pajak d. Azas Pemungutan Pajak d. Filosofi Dan Penafsiran Hukum Pajak a. hukum pajak.

Pembayaran Pajak a. Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap Disetahunkan Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap Tidak Disetahunkan 41    . Pengertian Pemeriksaan Pajak b. Pengertian Pajak Penghasilan (Pph) Dan Latar Belakang Pemotongan Dan Pemungutan Pph a. Sengketa Pajak a. Pengertian Penagihan Pajak b. Pph Pasal 21. Bukan Yang Dipotong d. Pengertian Banding i. SKPKBT f. Pengertian Keberatan f. Surat Setoran Pajak c. Pengertian Pph Pasal 21 b. Pemotong Pph Pasal 21 Yang Dipotong Pph Pasal 21 Dan Penghasilan Yang Merupakan Obyek Pph Ps 21 c. Tindakan Penagihan Pajak Dari Penerbitan Surat Teguran Sampai Dengan Pelaksanaan Lelang 10. Pemeriksaan Pajak Dan Ketetapan Pajak a. Penagihan Pajak a. Surat Pemberitahauan (SPT) • Kewajiban Penyampaian SPT • Tatacara Penyampaian SPT d. Pengertian Pembukuan Dan Pencatatan b. Sanksi Tidak Melakukan Pembayaran Pajak 8. Surat Keputusan Keberatan h. Hak Dan Kewajiban Dalam Pemeriksaan Pajak c. Latar Belakang Pemotongan Dan Pemungutan Pph c. SKPKB e. Tatacara Pengurangan Dan Atau Pengh Sanksi Adm e. Angsuran Dan Penundaan Pembayaran Pajak d. Pemotong Dan Pemungut Pph d. Pengertian Pph b. Dasar-Dasar Penagihan Pajak c. Kewajiban Pembayaran Pajak b. Pengertian Pengurangan Dan Atau Penghapusan Sanksi Administrasi d. Pengertian Pembetulan Ketetapan Pajak b. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 21 Beserta Komponen Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap a. Tatacara Pembetulan Ketetapan Pajak c. Kewajiban Pembukuan Bagi Wajib Pajak c. Pph Pasal 21 Dan Penghasilan Yang Non Obyek Pph Pasal 21 e. STP d. SKPLB g. Tatacara Dan Syarat Pengajuan Permohonan Banding j. Sanksi -Sanksi 7. Pasal 23/26 Dan Pph Pasal 4(2) 12. Sanksi Keterlambatan Pembayaran d.6. Putusan Banding 11. Bukan Pemotong Pph Pasal 21. Non Subyek. Pasal 22. Tatacara Dan Syarat Pengajuan Permohonan Keberatan g. SKPN 9. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan Menjelaskan Subyek. Pembukuan Dan Pelaporan Pajak a.

Penghitungan Pph Pasal 21 Tenaga Ahli Penghitungan Pph Pasal 21 Yang Bersifat Final 13. Pelaporan Pph Pasal 23/26 15. Pengertian Pph Pasal 23/26 b. Pengertian Pph Pasal 4(2)/15 b. Non Subyek. Non Subyek. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Dan Menjelaskan Subyek. Penghitungan Pph Pasal 23/26 d. Penghitungan Pph Pasal 21 Bukan Pegawai h. Pelaporan Pph Pasal 4(2)/15 42    . Subyek Dan Obyek Pph Ps 22 Non Subyek Dan Non Obyek Pph Pasal 22 c. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 23/26 Beserta Penghitungan Pph Pasal 23/26 Dan Pelaporannya a. Non Subyek Dan Non Obyek Pph Pasal 23/26 c. Penghitungan Pph Pasal 22 d. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 22 Dan Menjelaskan Subyek.f. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 4(2)/15 Dan Menjelaskan Subyek Dan Obyek Pasal 4(2)/ 15 Beserta Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 Dan Pelaporannya a. Penghitungan Pph Pasal 21 Non Pegawai Tetap g. Pelaporan Pph Pasal 22 14. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 4(2)/15 c. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 23/26. Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 d. Pengertian Pph Pasal 22 b. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 22 Beserta Penghitungan Pph Pasal 22 Dan Pelaporannya a.

Perbedaan WPDN Dan WPLN Non Subjek Pajak 2. Biaya-Biaya Yang Boleh Dikurangkan (Deductible Expense) b. PTKP Dan Penggabungan d. Penghitungan PPh Pasal 29 Dan 25 43    . ketentuan bea materai. Non Obyek Pajak e. Omzet Usaha Dan Harga b. Penghasilan Dari Ln Dan Pph Pasal 24 • Kompensasi Kerugian • Kredit Pajak d. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Non Usahawan a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Perpajakan II Agar pesrta kuliah mampu menjelaskan pengertian PPh beserta subyek. Pengertian Dan Pengelompokan Penghasilan b. obyek dan penghitungannya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengertian Pajak Penghasilan (PPh) Dan Subjek PPh a. Pengertian PPN beserta subyek. obyek dan penghitungannya. Norma Penghitungan b. c. Pengertian PPh Dan Perkembanganya b. Obyek Pajak Bersifat Final Pajak d. Pengusaha Tertentu e. Penghasilan Bentuk Usaha Tetap 3. Penghasilan Neto. Kredit Pajak f. Penghitungan Pph Pasal 29 Dan 25 Orang Pribadi Usahawan Yang Tidak 5. obyek dan penghitungannya. Kredit Pajak Dan Zakat 4. Penggolongan Subjek Pajak c. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Badan a. Pokok Penjualan c. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Menyelenggarakan Pembukuan a. Wajib Pajak Orang Pribadi d. Obyek Pajak Bersifat Non Final c. Biaya-Biaya Yang Tidak Boleh Dikurangkan (Nondeductible Exp) 6. pengertian PBB beserta subyek. Penyusutan Dan Amortisasi c. Objek PPh a. Wajib Pajak Orang Pribadi b. Biaya-Biaya Yang Boleh Dan Yang Tidak Boleh Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto a. Karyawan c. Penghasilan e.

Pengertian Revaluasi Aktiva Tetap d. Penghitungan PPN d. Hubungan Istimewa g. Pengertian Dan Macam Faktur Pajak b. Obyek PPN Dan Bukan Obyek Ppn Serta Subyek PPN a. Karakteristik PPN 10. Pengertian Bea Meterai c. Saat Pelunasan g. Tempat Pajak Terutang Pemusatan Tempat Pajak Terutang 12. Ketentuan Yang Mengatur Tentang Bea Meterai a. Jenis Bea Meterai e. Obyek PPN Dan Perkembangan Obyek Ppn d. Materiil Faktur Pajak e. Penghitungan Ppn Dan PPN a. Kriteria Pajak Masukan Yang Dapat/Tidak Dapat Dikreditkan c. Tatacara Pengkreditan Pajak Masukan b. Dasar Hukum PPN c. Saat Pembuatan Faktur Pajak d. Penghitungan Pph Terutang Untuk Wp Yang Mempunyai Penghasilan Yang Bersifat Non Final Sekaligus Bersifat Final c. Daerah b. Terminologi Bkp/Non Bkp Dan Jkp/Non Jkp. Saat Dan Tempat Pajak Terutang a. Cara Melunasi Bea Meterai h. Penyerahan Bkp/Jkp Dan Kegiatan Usaha/Pekerjaan c. Obyek Bea Meterai d. Wajib Pajak Yang Semata-Mata Mempunyai Penghasilan Bersifat Final Dan Ketentuan Tentang Revaluasi Aktiva Tetap a. Saat Pembuatan Faktur Pajak c. Pengertian Dan Macam Dasar Pengenaan Pajak 13. Karakterisitik PPNBM 44    . Pemungut PPN 11. Pengkreditan Pajak Masukan. Saat Terjadi Penyerahan b. Pengertian PPN b. Pengertian Faktur Pajak Dan Dasar Pengenaan Pajak a. Subyek PPN e.7. Penghasilan Bersifat Final b. Dasar Hukum b. Saat Terutang f. Sanksi-Sanksi f. Penghitungan Pph Atas Revaluasi Aktiva Tetap 8. Pengertian PPN Dan Karakteristiknya a. Sanksi-Sanksi 9. Pabean. Pengusaha Kecil f. Persyaratan Formil Dan d. Saat Pajak Terutang c.

Banding Dan Pengurangan PBB a. Tidak Dikenakan. Obyek Yg Dikenakan. Penghitungan. Pengertian Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB). Penghitungan PPNBM 14. Obyek Dan Tarif PPNBM f. Bangunan. Penghitungan Sanksi d. Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 d. Penghitungan PBB. Penghitungan PBB b. Pengertian PBB. Banding Dan Pengurangan a. Dan NJOPTKP e. Pengertian Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB). Saat Dan Tempat PBB Terutang c. Penghitungan Sanksi. Pengurangan 16. Obyek PBB. Penagihan e. Kriteria Subyek Pajak Yang Dapat Ditunjuk sebagai WP 15. Penagihan. Keberatan. SPPT d. b. SPOP c. Keberatan f. Pengertian Subjek Pajak f.e. Pelunasan PBB. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 4(2)/15 c. NJOP. Bumi. Saat Dan Tempat PBB Terutang. Pengertian Pph Pasal 4(2)/15 b. Dan Subyek PBB a. Banding g. Pelaporan Pph Pasal 4(2)/15 45    . Subyek Dan Obyek. Keberatan.

Jenis dan karakteristik obligasi c. dan risiko pasar c. Anuitas dan perpetuitas g. tujuan perusahaan. Portofolio beta dan tingkat imbal hasil yang diminta investor d. Arus kas bebas 3. Bentuk-bentuk organisasi perusahaan d. Tingkat imbal hasil yang diharapkan pemegang saham f. manajemen investasi. Penilaian Obligasi a. Tujuan perusahaan c. Nilai yang akan datang. Nilai saham preferen c. Lima hubungan penting pada penilaian obligasi 7. dan nilai tunai f. Hubungan antara nilai dan penghasilan 8. Tingkat bunga 5. Sepuluh aksioma yang mendasari manajemen keuangan 2. dan Arus Kas a. Metode net present value 46    . Nilai Waktu dari Uang e. Pajak. Kriteria Pengambilan Keputusan Penganggaran Modal Cara menurunkan a. Pengantar Manajemen Keuangan a. Metode payback period b. Nilai obligasi dan yield to maturity d. Nama Mata kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. manajemen pembiayaan. Tingkat imbal hasil yang diharapkan b. Perencanaan keuangan dan anggaran d. Analisis dupont 4. Analisis rasio keuangan b. Pajak perusahaan c. metode pembungaan. dan kebijakan dividen. Perencanaan dan Penganggaran a. diversifikasi. Risiko. Laporan laba rugi dan neraca b. Tingkat Pertumbuhan yang Dapat Dicapai c. Peramalan. Efek inflasi atas tingkat imbal hasil dan hubungan waktu dan tingkat bunga 6. Laporan Keuangan. Karakteristik saham biasa d. Risiko dan Imbal Hasil a. Peramalan Keuangan b. Definisi nilai dan proses dasar penilaian b. Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan dan Cara-cara menghitung GDP a. Definisi manajemen keuangan b. Jenis dan ciri saham preferen b. Nilai saham biasa e.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Manajemen Keuangan Agar peserta kuliah mampu untuk menjelaskan prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan. Penilaian Saham a.

Analisis titik impas c. dan gabungan 14. Risiko dan keputusan investasi b. Biaya Modal a. Pengelolaan Nilai Pemegang saham a. Pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham c. Dividen saham dan pemecaham saham e. Pengelolaan Piutang dan Persedian a. Metode internal rate of return e. Menghitung biaya modal individual dan biaya modal rata-rata tertimbang c. Menghitung arus kas bebas proyek b. Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal a. Pengaruh keterbatasan modal c. Penilaian perusahaan – kunci penciptaan nilai perusahaan b. Agency cost dan nilai perusahaan d. Risiko keuangan dan risiko bisnis b. Menetapkan komposisi surat berharga yang mudah dijual yang bijak 18. Kebijakan dividen b. Tujuan pengelolaan kas b. Kebijakan Dividen dan Pembiayaan Internal a. Konsep dan definisi biaya modal b. Kebijakan Dividen dan Pembiayaan Internal a. Perencanaan Struktur Keuangan Perusahaan b. Metode profitability index d. Kompensasi berdasarkan kinerja 13. Pendekatan lain untuk mengevaluasi risiko dalam penganggaran modal 11. Analisis dan Pengaruh dari Leverage a.c. Mernghitung biaya kredit jangka pendek 17. Economic value added (EVA) d. Trade off dalam hal tingkat risiko dan return pada pengelolaan modal kerja c. Prinsip hedging dalam pengelolaan modal kerja d. a. Teori struktur modal c. Mendefinisikan modal kerja bersih b. Alat dasar pengelolaan struktur modal 15. Menjelaskan pemicu nilai c. Metode memasukkan risiko ke dalam penganggaran modal c. Kebijakan dividen dalam praktek d. Alasan perusahaan mempunyai persediaan 47    . Menggunakan cost of capital perusahaan untuk mengevaluasi investasi baru 12. Pengelolaan Modal Kerja dan Sumber Dana jangka Pendek a. Faktor penentu dalam pengelolaan piutang b. Analisis Risiko dalam Penganggaran Modal a. keuangan. Proyek yang bersifat mutually exclusive 10. Analisis leverage operasi. Pembelian kembali saham 16. Pengelolaan Kas dan Surat Berharga. Menganalisa mekanisme-mekanisme yang berbeda untuk pengelolaan prosedur penerimaan dan pengeluaran kas c. Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal 9.

Menghitung keuntungan bersih leasing dibandingkan membeli aset e. Menyimpulkan persediaan pengaruh Total Quality Management terhadap pengelolaan 19. b. Sumber potensi keuntungan ekonomi leasing dibandingkan pembelian 48    . Term Loan dan Leases a.c. Menghitung komponen pokok dan bunga dalam hutang cicilan c. Jenis-jenis dasar perjanjian lease d. Karakteristik dasar term loan.

Kewajiban. Neraca Dan Laporan Arus Kas a. Kerangka Konseptual Akuntansi a. Bentuk-Bentuk Neraca e. persediaan. Tujuan Pelaporan Keuangan e. Pengukuran Dan Pelaporan Laba b. laporan arus kas. piutang.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Menengah I Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut kerangka kerja konseptual. Konsep Pemeliharaan Modal Fisik f. Latar Belakang d. Laporan Perubahan-Perubahan Laba Ditahan h. Pengertian Laba d. Implikasi-Implikasi Kerangka Konseptual Akuntansi (SFAC #6) Terhadap Pelaporan Laba 4. Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Model Akuntansi Keuangan 2. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Jurnal-Jurnal Khusus Dan Buku Besar Pembantu f. neraca. Pengertian Dan Komposisi Kas b. Kebutuhan Akan Suatu Kerangka Konseptual Akuntansi b. Penyertaan Pemilik c. Saldo Kompensasi c. Pentingnya Pengakuan. Tahapan-Tahapan Dalam Proses Akuntansi a. dan aktiva tetap sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos aktiva. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi f. Bentuk-Bentuk Laporan Laba Rugi g. Pengungkapan Tambahan Untuk Neraca f. Pencatatan c. Unsur-Unsur Neraca Dan Klasifikasinya: Aktiva. kas. Tahap-Tahap Dalam Proses Akuntansi: b. Pengukuran. Kas Dan Investasi Jangka Pendek a. Akuntansi Akrual Dan Basis Kas e. Pengikhtisaran d. Penentuan Laba c. Pengakuan Dan Pengukuran Laba a. siklus akuntansi. Manajemen Dan Pengendalian Kas 49    . konsep penentuan pendapatan dan pengukuran laba. Konsep Pemeliharaan Modal Finansial e. Contoh Akuntansi Akrual Dan Basis Kas 3. Metode-Metode Pelaporan Arus Kas 5. Tinjauan Umum Tentang Prinsip-Prinsip Pengakuan. Unsur-Unsur Laporan Keuangan g. Unsur-Unsur Laporan Arus Kas h. Pengertian Dan Kegunaan Neraca b. Metode Penutupan Persediaan g. Pengertian Dan Kegunaan Laporan Arus Kas g. Pelaporan h. Kerangka Konseptual Akuntansi Menurut FASB: c. Perkiran Offset d.

Pengertian Dan Klasifikasi Persediaan b. Piutang Dan Wesel Tagih a. Masalah-Masalah Yang Berhubungan Dengan Pengakuan Pendapatan a. Metode Penjualan Angsuran g. Sistem Periodek d. FIFO. Kas Kecil Rekonsiliasi Bank Kriteria Untuk Mengklasifikasikan Investasi Jangka Pendek Komposisi Investasi Jangka Pendek Pencatatan Pembelian Dan Penjualan Surat Berharga Yang Dapat Dipasarkan Penilaian Surat Berharga Yang Dapat Segera Dipasarkan Metode Harga Perolehan Metode Harga Pasar Metode Harga Perolehan Atau Harga Pasar. Penyajian Persediaan Di Neraca 9. Penilaian Dan Tukar Tambah Dan Pemilikan Kembali h. dan Rata-Rata h. Penentuan Harga Pokok Persediaan g. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Pembangunan Jangka Panjang d. i. Metode-Metode Akuntansi Sebelum Pengakuan Pendapatan j. j. Kerugian Atas Komitmen-Komitmen Pembelian g. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang Di Bidang Jasa e. Pengaruh Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencatatan Persediaan i. Penjaminan Dan Penjualan Piutang h. Metode-Metode Penilaian f. Metode Harga Pokok Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah f. l.d. Penaksiran Piutang Tak Tertagih g. k. Penilaian Dan Pelaporan Piutang d. Unsur-Unsur Persediaan f. Metode Harga Jual Eceran c. Pendiskontoan Wesel Tagih k. Sistem Perpetual e. Metode Harga Jual Eceran Dengan Nilai Dolar/Rupiah d. Penyajian Piutang Dan Wesel Tagih Di Neraca 7. Jenis-Jenis Wesel Tagih i. Pemilihan Suatu Metode Persediaan 8. Mana Yang Lebih Rendah 6. Penjualan Komisi/ Konsinyasi 50    . Prosedur Taksiran Dan Penilaian Harga Pokok Berdasarkan Harga Selain Harga Pokok a. Metode Tunai i. Basis Penilaian e. h. Pengertian Dan Klasifikasi Piutang b. Penilaian Persediaan Berdasarkan Harga-Harga Selain Harga Pokok: e. Metode Deposit-Umum k. f. e. Metode Deposit-Industri Franchise l. Perbandingan Antara Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Persediaan i. g. LIFO. Evaluasi Lifo Sebagai Suatu Metode Alokasi Harga Pokok j. Persediaan. Penilaian Wesel Tagih Dan Masalah-Masalah Khusus Yang Terkait j. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang c. Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Tradisional: Identifikasi Khusus. Dan Penilaiannya Berdasarkan Harga Pokok a. Pengakuan/Pencatatan Piutang c. Pengakuan Pendapatan Setelah Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa f. Metode Laba Bruto b. Metode Pemulihan Biaya h. Pengakuan Pendapatan Sebelum Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa b. Sistem-Sistem Persediaan: c.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Penyusutan Periodik c. Perubahan Dalam Taksiran Variabel Dlm Penyusutan g. Melalui Pertukaran Dengan Aktiva Lain j. Penyajian Informasi Aktiva Tetap Di Neraca Dan Pengungkapan Tambahan Yang Diperlukan 51    . Melalui Penjualan i. Amortisasi Aktiva Tetap Tak Berwujud e. Penggantian Kerugian Aktiva Yg Diasuransikan l. Deplesi Sumber Daya Alam f. Metode-Metode Penyusutan d. Pengafkiran k. Penggunaan Dan Pengafkiran Aktiva Tetap a.10. Penghentian Penggunaan Aktiva Tetap: h. Akun. Pengertian Penyusutan b.

Bentuk-Bentuk Laporan Laba Rugi g. Pengertian Dan Kegunaan Neraca b. Tinjauan Umum Tentang Prinsip-Prinsip Pengakuan. piutang. Latar Belakang d. Akuntansi Akrual Dan Basis Kas e. Saldo Kompensasi c. Neraca Dan Laporan Arus Kas a. dan aktiva tetap sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos aktiva. Pentingnya Pengakuan. Kewajiban. neraca. Laporan Perubahan-Perubahan Laba Ditahan h.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Pencatatan c. Kas Dan Investasi Jangka Pendek a. Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Model Akuntansi Keuangan 2. Unsur-Unsur Laporan Arus Kas h. Pengukuran Dan Pelaporan Laba b. Unsur-Unsur Laporan Keuangan g. Bentuk-Bentuk Neraca e. Manajemen Dan Pengendalian Kas 52    . Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi f. persediaan. Perkiran Offset d. Contoh Akuntansi Akrual Dan Basis Kas 3. Tahapan-Tahapan Dalam Proses Akuntansi a. laporan arus kas. Pengertian Dan Kegunaan Laporan Arus Kas g. Tujuan Pelaporan Keuangan e. kas. Kerangka Konseptual Akuntansi Menurut FASB: c. Akuntansi Keuangan Menengah I Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut kerangka kerja konseptual. Pengukuran. Kebutuhan Akan Suatu Kerangka Konseptual Akuntansi b. Implikasi-Implikasi Kerangka Konseptual Akuntansi (SFAC #6) Terhadap Pelaporan Laba 4. Konsep Pemeliharaan Modal Fisik f. konsep penentuan pendapatan dan pengukuran laba. Pengungkapan Tambahan Untuk Neraca f. Jurnal-Jurnal Khusus Dan Buku Besar Pembantu f. Konsep Pemeliharaan Modal Finansial e. Pelaporan h. Metode-Metode Pelaporan Arus Kas 5. Pengakuan Dan Pengukuran Laba a. Pengertian Dan Komposisi Kas b. Metode Penutupan Persediaan g. siklus akuntansi. Kerangka Konseptual Akuntansi a. Pengikhtisaran d. Pengertian Laba d. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Unsur-Unsur Neraca Dan Klasifikasinya: Aktiva. Tahap-Tahap Dalam Proses Akuntansi: b. Penentuan Laba c. Penyertaan Pemilik c.

h. Penilaian Wesel Tagih Dan Masalah-Masalah Khusus Yang Terkait j. Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Tradisional: Identifikasi Khusus. Pemilihan Suatu Metode Persediaan 8. Basis Penilaian e. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang Di Bidang Jasa e. Sistem-Sistem Persediaan: c. Metode Deposit-Umum k. f. Kerugian Atas Komitmen-Komitmen Pembelian g. Pendiskontoan Wesel Tagih k.d. Evaluasi LIFO Sebagai Suatu Metode Alokasi Harga Pokok j. Metode Laba Bruto b. Penyajian Persediaan Di Neraca 9. Persediaan. Penyajian Piutang Dan Wesel Tagih Di Neraca 7. Pengakuan/Pencatatan Piutang c. Unsur-Unsur Persediaan f. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Pembangunan Jangka Panjang d. Metode Harga Pokok Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah f. Kas Kecil Rekonsiliasi Bank Kriteria Untuk Mengklasifikasikan Investasi Jangka Pendek Komposisi Investasi Jangka Pendek Pencatatan Pembelian Dan Penjualan Surat Berharga Yang Dapat Dipasarkan Penilaian Surat Berharga Yang Dapat Segera Dipasarkan Metode Harga Perolehan Metode Harga Pasar Metode Harga Perolehan Atau Harga Pasar. Metode-Metode Akuntansi Sebelum Pengakuan Pendapatan j. Penjaminan Dan Penjualan Piutang h. Jenis-Jenis Wesel Tagih i. Metode Tunai i. Pengaruh Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencatatan Persediaan i. i. dan rata-rata h. Sistem Perpetual e. Metode Harga Jual Eceran c. Pengertian Dan Klasifikasi Persediaan b. k. Metode Penjualan Angsuran g. e. Masalah-Masalah Yang Berhubungan Dengan Pengakuan Pendapatan a. Penilaian Persediaan Berdasarkan Harga-Harga Selain Harga Pokok: e. Prosedur Taksiran Dan Penilaian Harga Pokok Berdasarkan Harga Selain Harga Pokok a. Perbandingan Antara Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Persediaan i. Metode Pemulihan Biaya h. Pengakuan Pendapatan Setelah Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa f. Penilaian Dan Pelaporan Piutang d. Penentuan Harga Pokok Persediaan g. Metode-Metode Penilaian f. Penaksiran Piutang Tak Tertagih g. Penilaian Dan Tukar Tambah Dan Pemilikan Kembali h. l. Mana Yang Lebih Rendah 6. Piutang Dan Wesel Tagih a. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang c. g. Pengertian Dan Klasifikasi Piutang b. Sistem Periodek d. Metode Deposit-Industri Franchise l. Metode Harga Jual Eceran Dengan Nilai Dolar/Rupiah d. Dan Penilaiannya Berdasarkan Harga Pokok a. FIFO. LIFO. Penjualan Komisi/ Konsinyasi 53    . Pengakuan Pendapatan Sebelum Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa b. j.

Akun. Metode-Metode Penyusutan d. Deplesi Sumber Daya Alam f.10. Melalui Penjualan i. Perubahan Dalam Taksiran Variabel Dlm Penyusutan g. Penyajian Informasi Aktiva Tetap Di Neraca Dan Pengungkapan Tambahan Yang Diperlukan 54    . Pengertian Penyusutan b. Penggantian Kerugian Aktiva Yg Diasuransikan l. Melalui Pertukaran Dengan Aktiva Lain j. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Penyusutan Periodik c. Penghentian Penggunaan Aktiva Tetap: h. Amortisasi Aktiva Tetap Tak Berwujud e. Pengafkiran k. Penggunaan Dan Pengafkiran Aktiva Tetap a.

Off-Balance Sheet Financing. Faktor Yang Mempengaruhi Laba Ditahan h. investasi. Akuisisi Aktiva Selain Dengan Kas c. Akuntansi Stock-Based Compensation f. Pendanaan Dengan Hutang a. Analisis Posisi Hutang. Ekuitas Lainnya j. leasing. f. g. Akuntansi Untuk Stock Rights. PV Obligasi. Pendanaan Dengan Ekuitas a. Impairment e. Akuntansi Hutang Jangka Pendek. Warrants. Amortisasi Dan Impairment Aktiva Tak Berwujud Yang Menjadi Subjek Amortisasi f. Pengungkapan Ekuitas 3. pengakuan pendapatan. Penarikan Aktiva 55    . Pengungkapan Hutang. Pengukuran Efisiensi Property. perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan. laba per saham. Kapitalisasi Atau Pembebanan d. Klasifikasi Dan Pengukuran Liabilities b. Pendanaan Dengan Obligasi. Aktiva Tetap –Akuisisi a. Stock Conversion g. laba ditahan. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Impairment Goodwill h. modal saham. 2. Penilaian Aktiva Pada Nilai Kini f. & Equipment 4. Akuntansi Untuk Saham Treasury d. dan analisis laporan keuangan sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos pasiva dan praktik bisnis yang lain. Akuntansi Untuk Pembelian Debt & Equity Securities b. Jenis Dan Klasifikasi Saham b. e.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Menengah II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep akuntansi menyangkut pengakuan dan pelaporan atas pos-pos kewajiban lancar. kewajiban jangka panjang.Dan Options e. Penyusutan b. Akuntansi Aktiva Tak Berwujud e. Impairment Aktiva Tak Berwujud Yang Tidak Menjadi Subjek Amortisasi g. Akuntansi Dividen i. c. Aktiva Tetap –Penggunaan Dan Penarikan a. Perubahan Estimasi d. Penerbitan Modal Saham c. Deplesi c. d. Plant.

Ikhtisar Perubahan Dan Koreksi Kesalahan 9. Analisis Laporan Keuangan a. Earning Per Share (EPS) a. Keuntungan Dari Leasing b.5. Pengakuan Pendapatan Dari Investasi Sekuritas e. Struktur Modal Sederhana Dan Kompleks b. Klasifikasi Investasi c. Perubahan Dalam Akuntansi b. Transfer Sekuritas i. Akuntansi Perubahan Nilai Sekuritas f. Perubahan Akuntansi Dan Koreksi Kesalahan a. Koreksi Kesalahan c. Efek Dari Actual Exercise Or Conversion e. Ilustrasi Komprehensif Multiple Potentially Dilutive Securities 8. Alasan Berinvestasi b. Diluted EPS d. Penjualan Sekuritas g. Klasifikasi Dan Pengungkapan 6. Penyajian Di Laporan Keuangan g. Multiple Potentially Dilutive Securities f. Dampak Alternative Metode Akuntansi 56    . Kerangka Analisis Laporan Keuangan b. Akuntansi Untuk Leasing-Lessor e. Pengungkapan Untuk Leasing f. Basic EPS c. Akuntansi Untuk Leasing-Lessee d. Akuntansi Leasing a. Akuntansi Investasi Ke Sekuritas Hutang Dan Sekuritas Ekuitas a. Pembelian Sekuitas d. Kriteria Klasifikasi Leasing c. Dampak Penjualan Sekuritas h. Akuntansi Untuk Sale-Leaseback 7.

Akuntansi Keuangan Menengah II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut pengakuan dan pelaporan atas pos-pos kewajiban lancar. Jenis dan karakteristik obligasi b. pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo. pengakuan pendapatan. Pelunasan obligasi saat jatuh tempo e. Akuntansi untuk Stock rights. modal saham. restrukturisai hutang. kewajiban jangka panjang. penerbitan dan pembelian kembali saham. a. Pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo f. dan stock splits. stock conversion. pencatatan untuk penerbitan obligasi. Penerbitan Modal saham d. Penerbitan obligasi c.dan options f. Dan Akuntansi Untuk Liabilities. Stock conversion dan Stock Splits g. Definisi Laibilities b. Akuntansi untuk serial bonds 3. perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan. klasifikasi dan Pengukurannya. warrants. stock rigths. analisis terhadap posisi hutang perusahaan a. serta laba per saham sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos pasiva dan praktek bisnis yang lain Pokok Bahasan 1. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus definisi liabilities. leasing. Jenis dan klasifikasi saham b. Klasifikasi dan pengukuran liabilities c. Saham Preferen dan Saham Biasa c. Off Balance Sheet Financing h. investasi. Akuntansi untuk contingent liabilities f. Penyajian Liabilities di neraca 2. Restrukturisasi hutang g. Akuntansi untuk saham treasury e. pelunasan obligasi pada saat jatuh tempo. Akuntansi untuk liabilities dengan jumlah yang pasti d. Akuntansi untuk liabilities dengan jumlah yang diestimasikan e. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis dan klasifikasi modal saham. options. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis dan karakteristik obligasi. a. laba ditahan.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Akuntansi Pemerintahan Spesialisasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Lab. warrants. Penyajian Contributed capital di neraca 57    . Analisis posisi hutang perusahaan i. Akuntansi untuk bunga obligasi d. Pelaporan obligasi di neraca j.

Pengakuan pendapatan setelah barang/jasa dikirimkan/diserahkan e. Akuntansi untuk sale-Leaseback g. Installment Sales Method f. Pengaruh Conversi atau Penukaran Sekuritas terhadap EPS f. Akuntansi untuk pembelian Debt & Equity Securities b. Cost Recovery Method g. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis-jenis perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan a. Pencatatan perubahan kategori sekuritas e. Pengakuan pendapatan sebelum barang/jasa diserahkan b. Penyajian EPS di neraca 58    . Jenis-jenis dividen dan pencatatannya e. Primary EPS & Fully Diluted EPS h. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus mendalami proses pengakuan pendapatan sebelum barang/jasa diserahkan dan setelah barang/jasa diserahkan a. Akuntansi untuk perubahan nilai sekuritas d. Keharusan pengungkapan EPS b. Basic EPS d. Leveraged Leases 8. Perubahan di dalam estimasi b. Akuntansi untuk koreksi kesalahan 9. Akuntansi untuk Long Term Service Contract d. Metode Akuntansi untuk transfer asset sebelum pengakuan pendapatan 7. Cash Surrender Value of Life Insurance h. Long Term Investment in Funds g. Accounting by Creditors for Impairment of a Loan 6. Quasi reorganization f. Perubahan di dalam prinsip akuntansi c. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus earning per share (EPS) a. Perubahan di dalam entitas akuntansi d. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus faktor-faktor yang mempengaruhi retained earnings dan pembatasan-pembatasan terhadap retained earnings a. Pembatasan-pembatasan terhadap retaiend earnings d. Fully Diluted EPS e. Penyajian retained earnings di neraca 5. Keuntungan dari leasing b. Faktor-faktor yang mempengaruhi retained earnings b. Cash Method h. Akuntansi untuk leasing-lessor e. Pengakuan pendapatan dari Investments in Securities c.4. Akuntansi untuk Long Term Construction-type Contracts c. Struktur modal sederhana & kompleks c. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis-jenis investment in debt & equity securities. Prior period adjustment c. S. Kriteria klasifikasi leasing c. Pengaruh Rugi bersih terhadap EPS g. Kriteria klasifikasi leasing untuk real estate h. Akuntansi untuk leasing-lessee d. a. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus akuntansi untuk leasing a. Klasifikasi dan pengungkapan investasi di neraca f. Kehaursan pengungkapan untuk leasing f.

Financial Ratio: 59    .10. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus analisis laporan keuangan a. Tujuan Analisis Laporan Keuangan b. Comparative Statement Analysis c.

Nama Program : Program Diploma III Keuangan Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Lanjutan Spesialisasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi menyangkut persekutuan. penggabungan usaha dan konsolidasi. Pelaporan Transaksi Penjualan Konsinyasi 6. bentuk usaha joint venture. a. Pembatalan Dan Pemilikan Kembali h. Pengertian Joint Venture b. Akuntansi Joint Venture c. Pembukuan Atas Komisioner d. Konsinyasi. Reorganisasi c. Penjualan Cicilan Harta Tak Gerak d. Pembubaran Karena Perubahan Kepemilikan c. Likuidasi Bertahap Likuidasi Perseroan. Cicilan Dan Memahami Latar Belakang Teoritisnya. Pembukuan Untuk “Consignor” e. Kantor Pusat Dan Cabang a. Penjualan Cicilan Barang Dagangan e. Reorganisasi. 4. Perbedaan Agen Dengan Cabang b. a. Pengertian b. 3. Operasi Dan Prosedur Akuntansi Agen c. Likudasi d. Pengertian b. reorganisasi. Restrukturisasi Hutang Joint Venture. a. restrukturisasi dan likuidasi dari perseroan terbatas. Operasi Penjualan Cicilan c. prosedur penjualan konsinyasi. Pelaporan Transaksi f. Partnership a. Pembentukan Persekutuan b. prosedur akuntansi penjualan cicilan. Dan Restrukturisasi Hutang. serta transaksi mata uang asing sehingga mahasiswa mampu mempraktekkan masalah-masalah akuntansi yang lebih komplek dalam dunia usaha. Retur f. Pertukaran (Trade In) g. Likuidasi Perseroan b. Operasi Dan Prosedur Akuntansi Cabang 60    . Masalah Penghitungan Bunga 5. akuntansi cabang. a. Pokok Bahasan 1. Pengakuan Laba Kotor c. Penutupan Pembukuan Joint Venture 2.

Penggabungan Usaha a. Konsep Transaksi Mata Uang Asing b.d. Konsep Akuntansi Untuk Penggabungan Usaha d. Alokasi Kelebihan Harga Perolehan Investasi Pada Net Asset Dan Goodwill e. Laporan Rugi Laba Konsolidasi d. Transaksi-Transaksi Mata Uang Asing c. g. Jenis Penggabungan Usaha b. Konsolidasi Dengan Menggunakan Incomplete Equity Method g. e. Struktur Afiliasi b. i.Connecting Affiliates Structure d. Laporan Keuangan Gabungan Kantor Pusat Dan Cabang Penyesuaian Atas Perkiraan Timbal Balik (“Reciprocal”) Pengiriman Uang Antar Cabang Pengiriman Barang Dagang Antar Cabang Laporan Keuangan Gabungan Apabila Pengiriman Barang Ke Cabang Dibebani Harga Di Atas Harga Pokok Masalah Kurs Mata Uang Laporan Keuangan Gabungan 7. Transaksi Antar Perusahaan i. Indirect Holdings. f. Indirect Holdings Dan Mutual Holding a. Indirect Holdings-Father-Son-Grandson Strucuture c. Neraca Konsolidasi Pada Tanggal Perolehan b. Laporan Keuangan Konsolidasi 9. Konsolidasi Dengan Menggunakan Cost Method h. Transaksi Mata Uang Asing Dan Laporan Keuangan Mata Uang Asing a. Konsolidasi Dengan Menggunakan Equity Method f. h. j. Akuntansi Penggabungan Usaha Dengan Purchase Method 8. Mutual Holdings 10. Laporan Keuangan Konsolidasi a. Laporan Keuangan Mata Uang Asing 61    . Bentuk Penggabungan Usaha c. Neraca Konsolidasi Setelah Tanggal Perolehan c. Akuntansi Penggabungan Usaha Dengan Pooling Of Interest Method e.

Konsep Biaya. biaya overhead. Pengembangan Regresi Dan Persamaan Korelasi 4. Arus Biaya Dalam Perusahaan Industri b. Sistem Biaya d. Klasifikasi Biaya 3. konsep biaya kualitas. peran akuntansi biaya. Arus Biaya Dalam Perusahaan Industri. Pelaporan Hasil-Hasil Operasi c. dan akuntansi berdasar aktivitas. Sistem Informasi Akuntansi Biaya c. Sistem Dan Akumulasi Biaya a. joint cost dan joint product. Fungsi-Fungsi Manajemen. Peranan Akuntansi Biaya e. Dan Pemilahan Biaya Tetap Dan Variable a. Pelaporan Hasil-Hasil Operasi. dan analisis biaya dan laba. Sertifikasi & Etika Dan Badan-Badan Yang Mempengaruhi Profesi 2. proses costing. Dan Peranan Akuntansi Biaya a. Sistem Harga Pokok Pesanan Dan Akuntansinya Dalam Perusahaan Industri Dan Jasa a. Klasifikasian Biaya Berdasarkan Volume.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Biaya Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang fungsi manajemen. Akuntansi Overhead Pabrik e. Mengklasifikasi Biaya b. Memisahkan Biaya Tetap Dan Variabel c. job order. Akuntansi Pekerjaan Telah Selesai Dan Terjual f. Konsep Biaya b. metode akumulasi biaya. Akumulasi Biaya 5. departementalisasi factory overhead. Laporan Harga Pokok Produksi 62    . klasifikasi biaya dan sistem informasi biaya. sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik kalkulasi harga pokok. Sistem Informasi Akuntansi Biaya Dan Klasifikasi Biaya a. a. konsep biaya. Sistem Harga Pokok Proses. Sekilas Tentang Sistem Harga Pokok Pesanan b. Proses Akumulasi Biaya b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. penganggaran. Akuntansi Tenaga Kerja d. Fungsi-Fungsi Manajemen b. perencanaan dan pengendalian biaya. siklus biaya. Peranan Kontroller. Akuntansi Bahan c. biaya bahan. Sistem Harga Pokok Pesanan Dalam Perusahaan Jasa 6. peran controller. Partisipasi Kontroller Dalam Perencanaan & Pengendalian c. Departemen Biaya d.

Penambahan Bahan Di Departemen 2 Dan Selanjutnya 7. Just-In-Time b. Riset Dan Pengembangan. Overhead Pabrik Dibebankan Dan Kelebihan/Kekurangan Pembebanan g. Pengendalian Bahan d.In. Penetapan Tarif Overhead Departemental 13. Akuntansi Aktivitas a. Penyusunan Standar b. Overhead Pabrik Aktual f. ABM 14. Departementalisasi b. Anggaran Lengkap 15. Biaya-Biaya Kualitas b. Tarif Overhead Pabrik a. Akuntansi Untuk Kerugian Produksi Dalam Sistem Harga Pokok Pesanan c. Biaya-Biaya Tidak Langsung Departemen e. Perolehan Dan Penggunaan Bahan b. Penganggaran: Pengeluaran Modal. Kelebihan Dan Kekurangan ABC f. Penjualan. Akuntansi Untuk Kerugian Produksi Dalam Sistem Harga Pokok Proses 8. Riset Dan Pengembangan c. Penghitungan Tarif Overhead e. Keuntungan Strategis ABC d. Penganggaran: Laba. Departementalisasi a. Biaya-Biaya Langsung Departemen d. Just. Metode-Metode Penghitungan Persediaan 10. ABC Dan Distrosi Harga Pokok Produk c. Anggaran Pengeluaran Modal b. Contoh Implementasi ABC e. Dan Biaya a. Penentuan Varians Biaya c. Varians Bauran Dan Yield 63    . Prinsip Penganggaran c. Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Penentuan Tarif Overhead d. Anggaran Kas d. Sifat Overhead Pabrik b. Harga Pokok Produk Sampingan Dan Produk Bersama a. Dan PERT a. Menggunakan Tarif Overhead Yang Ditentukan Dimuka c. Perubahan Tarif Overhead 12. Biaya Kualitas Dan Akuntansi Kegagalan Untuk Kerugian Produksi a. Model Kuantitatif c. Kas. PERT 16.Time Dan Backflushing a. Departemen Produksi Dan Pendukung c. Definisi Produk Sampingan Dan Produk Bersama b. Metode Penghitungan Harga Pokok Produk Sampingan 9.c. Biaya Bahan a. Standard Costing: Penyusunan Standar Dan Analisis Varians a. Sistem ABC b. Perencanaan Laba b. Backflushing 11.

d. Pertanggungjawaban Dan Pengendalian Varians 17. Standard Costing: Incorporating Standards Into The Accounting Records a. Penyusunan Standar b. Penentuan Varians Biaya c. Varians Bauran Dan Yield d. Pertanggungjawaban Dan Pengendalian Varians 18. Pembiayaan Langsung, CVP, Dan Theory Of Constraint a. Direct Costing b. CVP Analysis c. TOC

64   

Nama Program

:

Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Sistem Informasi Akuntansi Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang siklus utama bisnis, peran E business, desain database, system tools, penggunaan teknologi informasi, pengendalian dan audit sistem informasi serta penerapan Sistem Informasi Akuntansi.

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU)

: :

Pokok Bahasan 1. Introduction Of AIS Dan Metode Pembelajaran SIA a. Metode Pembelajaran SIA Dan Materi Pelajaran Selama 1 Semester b. Definisi SIA c. Peranan SIA Dalam Dunia Usaha SIA Dalam Dunia Usaha a. Proses Data Transaksi SIA Dalam Dunia Usaha Dan Pengantar E Busines a. E Business b. Metode Meminimalisir Hambatan E Business c. Teknologi Communication Network Dalam E Business d. Hambatan E Business e. Teknologi Communication Network Dalam E Business Data Base Relasional a. Sistem Database Dan File b. Pengorganisasian Data Ke Dalam Base Relasional Pembuatan Model Database Dan Desain Database a. Pembuatan Diagram ER b. Analisa Diagram ER

2.

3.

4.

5.

6. Pengembangan Sistem Dan Teknik Dokumentasinya a. Pembuatan DFD Dan Flowchart b. Evaluasi DFD Dan Flowchart 7. Pengendalian Intern Dan Pengendalian SIA Berbasis Komputer a. Definisi Dan Komponen Pengendalian Intern b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi Dan Prosedur Pengendaliannya c. Prinsip Keandalan Sistem d. Kriteria Pencapaian Prinsip Tsb 8. Penipuan Dan Pengamanan Komputer a. Peluang Terjadinya Penipuan b. Teknik2 Penipuan Via Komputer c. Cara Mendeteksi Penipuan 9. Siklus Pendapatan: Penjualan Dan Penagihan Kas a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pendapatan b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Pendapatan

65   

10. Siklus Pengeluaran : Pembelian Dan Pengeluaran Kas a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pengeluaran b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Pengeluaran 11. Siklus Produksi a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Produksi b. Ancaman Yg Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Produksi 12. Siklus Penggajian Dan Manajemen Sumber Daya Manusia a. Aktivitas Bisnis Siklus Penggajian Dan MSDM b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Penggajian Dan MSDM 13. Sistem Buku Besar Dan Pelaporan a. Proses Update Buku Besar. b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Implikasi Perkembangan TI d. Evaluasi Model Data REA Sistem Buku Besar Dan Pelaporan 14. Pengantar Pengembangan Sistem Dan Analisis Sistem a. Tahap-Tahap Dalam Siklus Pengembangan Sistem (SDLC) b. Langkah2 Dlm Analisa Sistem 15. Strategi Pengembangan SIA a. Alternatif Pengadaan Software b. Penggunaan Prototipe c. Penggunaan Computer Aided Software Engineering 16. Desain, Implementasi Dan Operasi Sistem a. Tahap Desain Sistem b. Iahap Implementasi Sisten c. Tahap Operasi & Pemeliharaan

66   

Pengetian Dan Ruang Lingkup Keuangan Negara a. Pemilihan Antara Pinjaman DN Dan LN. Pengaruh Subsidi Barang Dalam Jumlah Tertentu e. 5. Sistem Penyusunan/Perenca-Naan Anggaran 67    . 2. Penerimaan Pemerintah Dan Pengaruh Pajak Dalam Perekonomian Serta Pinjaman Luar Negeri a.Nama Program : Program Diploma III Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Administrasi Keuangan Negara I Membekali peserta didik dengan teori mengenai fungsi pemerintah dalam perekonomian yang tercermin dalam kebijaksanaan anggaran belanja dan kebijaksanaan fiskal serta kegagalan mekanisme pasar akibat campur tangan pemerintah. dalam kaitannya sebagai stabilisasi pembangunan ekonomi. Distribusi Beban Pemerintah c. Pengaruh Pajak Terhadap Dis-Tribusi Pendapatan j. Penggeseran Beban Pajak e. Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah. Efisiensi Dalam Pengeluaran Negara c. Sumber . Prinsip-Prinsip. Pajak Pertambahan Nilai g. Kesejahteraan Yang Hilang Karena Pajak. Asas-Asas. Pengaruh Pajak Terhadap Keinginan Untuk Bekerja. 6. Hubungan Antara Pembangunan Ekonomi Dan Pinjaman Luar Negeri. Eksternalitas Dan Barang Publik d. Dan Klasifikasi Anggaran b. 3. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pajak Kekayaan f. Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian b. Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara a. Pajak Langsung Maupun Pajak Langsung a. 4. Pajak Langsung Dan Tak Langsung Sebagai Sumber Penerimaan Negara c. Pengertian Pajak Langsung Dan Tak Langsung b. Fungsi. Pengaruh Pajak Terhadap Pro-Duksi i. Pengeluaran Pemerintah a. Hubungan Antara Penjual / Produsen Dengan Pasar f. Macam . Pajak Bumi Dan Bangunan h. Pinjaman Luar Negeri Sebagai Sumber Kapital b. a. Kepincangan-Kepincangan Dalam Mekanisme Pasar c. Kegiatan Dan Pengeluaran Pemerintah Selalu Meningkat b.Sumber Penerimaan Negara b. Pajak Penghasilan e.Macam Kegiatan Pemerintah. Sistem Perpajakan Dan Politik Pajak d. Pengaruh Pajak Langsung Dan Tak Langsung Terhadap Kesejahteraan Konsumen d. Kebijakan Subsidi d.

Perjalanan Dinas f. 9. Pengadaan Barang / Jasa Instansi Pemerintah e. Pelaksanaan Anggaran Oleh Pemerintah e. Belanja Pegawai c. Pelaksanaan Anggaran Oleh Pemerintah. Perencanaan Dan Penentuan Kebutuhan c. Masalah Pengelolaan Utang Negara 8. Dana Yang Dikelola Oleh Bendaharawan UYHD. Pengertian Dan Peristilahan Mengenai Barang/Jasa 68    . Pendahuluan b. Pemeriksaan Pelaksanaan Anggaran Oleh BPK f. Tujuan Kebijakan Fiskal d. 7. Belanja Rutin g. Pengertian. Konflik Antara Stabilitas Dan Kesempatan Kerja e. Proses Pengelolaan Barang. Dan Tugas Administrasi b. Penganggaran d. 14. Pengurusan Keuangan Negara b. Macam Dan Ciri Utang Negara b. Macam-Macam Bendaharawan f. Jenis Pengeluaran Dalam Belanja Pembangunan i. . Ruang Lingkup. Obyek. Jenis Pengeluaran Dalam Anggaran Rutin b. Pengertian Siklus Anggaran b. Kaitan Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter. Macam-Macam Kebijakan Fiskal c. Penyusunan Rancangan Anggaran Oleh Pemerintah c. Sumber Pinjaman Negara c. Fungsi Bendaharawan e. Kebijakan Fiskal a. Perlengkapan Dan Kekayaan Milik Negara a. Pengajuan Rancangan Anggaran Kepada DPR Dan Pembahasan Rancangan Anggaran d.Pengurusan Administratif (Umum) c. Pengurusan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara a. Dana Yang Dikelola Oleh Bendaharawan Proyek h. Pengertian Dan Ruang Ling-Kup Administrasi Keuangan Negara 10. Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Negara a. Pengalaman Di Indonesia. Administrasi Keuangan Negara a. Tingkatan Peraturan Admi-Nistrasi Keuangan Negara b. Pertanggungjawaban Keuangan Negara (PAN). Perbaikan (Revisi) Terhadap Anggaran Rutin h. Perbaikan (Revisi) Terhadap Anggaran Pembangunan. Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Negara 11. Jenis-Jenis Pengeluaran a. Pengurusan Comptable (Khu-Sus) d. Kebijakan Anggaran d. Utang Negara a. Belanja Subsidi/Bantuan g. Belanja Barang d. Siklus Anggaran a. 12. Kebijakan APBN. Belanja Pemeliharaan e.c. Asal Mula Kebijakan Fiskal b. 13.

n. Pengadaan Dalam Negeri / Lokal : Pelelangan Pemilikan Swakelola Pengadaan Luar Negeri / Internasional Penyaluran Dan Penyimpanan Pergudangan. Tuntutan Ganti Rugi Dan Tuntutan Perbendaharaan a. Pembentukan Dan Susunan Pemerintahan Daerah d. Penelitian Dan Tindakan Pendahuluan TP i. Pengawasan TGR Dan TP. 16. o. Sumber . 15. j. m. Dasar Pemikiran Dan Dasar Hukum Otonomi Daerah b. Pendahuluan b. Proses Tuntutan Ganti Rugi f. h. Pengertian Pinjaman Luar Negeri b. Jenis-Jenis Pinjaman Luar Negeri c. Kadaluarsa TGR g.f. Pengertian Dan Dasar Hukum Tuntutan Perbendaharaan (TP) h. 17. Dasar Hukum TGR d. Perkembangan Hubungan Keuangan Pusat Dan Daerah c. Otonomi Daerah a. Pengertian Tuntutan Ganti Rugi (TGR) c. k. Hubungan Keuangan Pusat Dan Daerah a. Pengertian Hubungan Keuangan Pusat (APBN) Dan Daerah (APBD) b. i. Pembagian Daerah c. Tinjauan Luar Negeri a. Dasar-Dasar Pembiayaan Pemerintahan Daerah Otonom e. Sistem Informasi Keuangan Daerah otonom 18. Pengelolaan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Otonom g. g.Sumber Penerimaan Keuangan Daerah Otonom f. Dan Penghapusan Inventarisasi Pengendalian/Pengawasan Barang Kekayaan Milik Negara. Penelitian Dan Tindakan Pen-Dahuluan TGR e. Penghapusan k. Bantuan Pembiayaan Kepada Daerah Dan Penggunaannya. Prosedur Tuntutan Perbendaharaan Biasa Dan Khusus j. Pemeliharaan. Pengaturan Subsidi / Perimbangan Keuangan d. l. Perencanaan Pinjaman Proyek / Bantuan Teknik Luar Negeri 69    . Pengertian.

Penyusunan Dokumen Pengadaan Jasa 6. Mempelajari Masalah Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah a. c. Jenis-Jenis Pengadaan Asset Negara d. Tatacara Penunjukan Langsung b. Tatacara Pemilihan Langsun c. Unsur-Unsur. Tatacara Swakelola f. Kebijakan Pengadaan 3. Dan Jenis-Jenis Asset Negara b. Penyusunan Jadwal Pengadaan f. Penyusunan Dokumen Pengadaan 5. Mempelajari Tatacara Pelaksanaan Pengadaan Barang Pemerintah a. Penentuan HPS 4. pengelolaan Investasi. Jenis-Jenis Penilaian/Metode Evaluasi Pembuatan Kontrak. Pengertian Aset Negara. dan badan layanan Umum. perencanaan pengadaan. Pengertian Asset Negara. Jenis-Jenis Penawaran b. pemanfaatan dan pemindahtangan. Asas-Asas. Pengumuman Dan Penentuan Biaya d. Dan Pengelolaan Asset Negara d. Dan Fungsi Administrasi Dan Keuangan Terkait Pengelolaan Aset Negara a. Tatacara Pelelangan Umum e. Pemaketan b. Data Dukung Penganggaran Asset Negara c. Dan 70    . Tatacara Penunjukan Langsung b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Mempelajari Tatacara Penilaian/Evaluasi Pengadaan Pelaksanaan Pengadaan a. Dasar Hukum Pengelolaan Asset Negara 2. pengelolaan piutang dan utang. penghapusan. Penentuan Sistem Pengadaan e.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Administrasi Keuangan Negara II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengertian pengelolaan barang milik negara. Prinsip-Prinsip. Pembentukan Panitia c. ketentuan pengadaan barang dan jasa. Lingkup. Tatacara Swakeola f. Fungsi. Tatacara Pemilihan Langsung c. Pengertian Dan Ruang Lingkup Pengelolaan Asset Negara. Mempelajari Tatacara Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah a. Tatacara Seleksi Umum e. Tatacara Pelelangan Terbatas d. Mempelajari Tatacara Pengadaan Jasa a. penatausahaan barang milik negara. Perencanaan Dan Penganggaran Asset Negara b. Tatacara Seleksi Terbatas d. Pengertian.

Bangun Guna Serah (BOT) d. Tuntutan Gant Rugi 71    . Tatacara Pemeliharaan c. Tatacara Dan Syarat Pemindahtangan 11. Pembukuan Termasuk Klasifikasi Dan Koding c. Mempelajari Pemanfaatan Asset Negara a. Tatacara Pengawasan c. Tatacara Pengedalian b. Inventarisasi Fisik b. Bangun Serah Guna (BTO) 9. Kerjasama Operasi c. Pelaporan 10. Pemeliharaan Dan Pengamanan Asset Negara a. Jenis-Jenis Kontrak d. Pelaksanaan Pekerjaan 7. Tatacara Dan Syarat Penghapusan b. Mempelajari Penghapusan Dan Pemindahtangan Aset Negara a. Mempelajari Pengendalian Dan Penawasan Asset Negara a. Penyewaan b. Tatacara Penggunaan Aset Negara b. Mempelajari Penatausahaan Asset Negara a. Isi Kontrak e.c. Tatacara Pengamanan 8. Mempelajari Penggunaan.

Akuntansi General Fund b. Perencanaan. Definisi Dan Pengakuan Pendapatan b. Revenue Accounting (Governmental Funds) a. menjelaskan dan mengevaluasi praktik-praktik akuntansi yang berlaku di pemerintah termasuk institusi pemerintah dan swasta yang mengelola dana publik Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Lingkungan Dan Tujuan c. Expenditures. Perijinan. Perubahan Prinsip Akuntansi 72    . Karakteristik Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Non Profit d. Tujuan Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Non Profit c. Pertimbangan Dan Tindakan Legislative f. Lingkungan Dan Karakteristik Akuntansi Pemerintah Dan Organisasi Nonprofit a. Jurnal Pembalik e. Statement Of Revenues. Karakteristik Dan Tipe Organisasi Pemerintah Dan Non Profit b. Neraca d. Prinsip Akuntansi Dan Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Organisasi Non Profit 2. Revisi Anggaran Pendapatan d. Overview Atas Akuntansi Penganggaran g. Evolusi Prinsip Akuntansi b. Expenditures. Pendekatan Dalam Penganggaran d. Jurnal Penutup c.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintah I Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu memahami. Overview Atas Pelaporan Anggaran 4. Penyiapan Anggaran e. Pengendalian Dan Evaluasi Anggaran b. Statement Of Revenues. General And Special Revenue Fund a. Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Pemerintah a. Terminologi Penganggaran Dasar c. Prinsip Government Accounting Standard Board 3. Sumber Pendapatan (Pajak. Intergovernmental. Dll) c. Konsep Penganggaran. Koreksi Kesalahan f. And Change In Fund Balance e. And Change In Fund Balance (Budget And Actual) 5. Akuntansi Anggaran Dan Pelaporan Anggaran a.

Klasifikasi Expenditure f. Operasi Dan Standar Akuntansi CPF b. Ilustrawsi Kasus DSF (Terkait Dengan Bonds) 9. Lingkungan DSF. Ilustrasi Kasus CPF 8. Klasifikasi Expenditure c. General Fixed Assets And General Long Term Debts Accounting a. Perubahan Prinsip Akuntansi k. Laporan Keuangan f. Debt Service Funds (DSF) a. Akuntansi Atas Alokasi Dan Allotments g. General Fixed Assets Accounting b. Agency Funds d. Jurnal Koreksi j. Capital Project Funds (CPF) a. Revisi Apropriasi h.6. Jurnal Penutup 7. Expenditure Accounting (Governmental Funds) a. Definisi Dan Pengakuan Expenditure b. Fokus Akuntabilitas b. Prosedur Akuntansi Expenditure e. Jurnal Penyesuaian i. Pengendalian Akuntansi Expenditure d. Pengungkapan Dalam Laporan Keuangan 73    . Trust And Agency (Fiduciary) Funds a. General Long Term Debts Accounting 10. Trust Funds c. Pensions Trust Funds e. Pembiayaan Dan Pengakuan Expenditure b.

74    . Hubungan Dengan Dana Lain 2. General Fund b. Journal Entry c. Lembaga Penyadang Bea Siswa 7. 4. Belanja Modal Dan Penerbitan Surat Utang Jangka Panjang Untuk Dana Yang Tujuannya Pelaporan a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Praktik-Praktik Akuntansi Dalam Institusi Pengelola Dana Publik Baik Pemerintah Maupun ONL Swasta a. Dan Tujuan Pembukuan a. Kelompok Institusi Dana Menurut GASB Akuntansi . GFAAG/GLTDAG b. Standar Akuntansi c. Pelaporan d. Journal Entry c. Standar Pelaporan d. Pelaporan Dan Tujuan Pembukuan a. Praktik Akuntansi. Institusi Pengelola b. Pelaporan. Dana Pensiun Di Indonesia c. Debt Servise Fund b. Pencatatan c. Pelaporan d.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintah II Setelah mata kuliah ini mahasiswa mempunyai bekal yang memadai mengenai praktik-praktik akuntansi yang berlaku pada pemerintah. 5. Capital Project Fund b. Dan Tujuan Pembukuan a. Hubungan Dengan Dana Lain Praktik-Praktik Akuntansi Organisasi. 3. Pelaporan 6. dan mampu mengidentifikasikan serta mengevaluasi praktik-praktik yang diterapkan oleh satuan kerja pemerintah dan institusi yang mengelola dana publik. Pelaporan. Tujuan Pembentukan Dana Yang Bertujuan Mencari Laba. Hubungan Dengan Dana Lain Praktik-Praktik Akuntansi Organisasi. Special Fund c. Pelaporan e. Journal Entri d. BUMN/BUMD Organisasi Yang Dibentuk Untuk Mengelola Dana Masyarakat a. Fiduciary Fund b. Proprietary Fund b. Pelaporan Dan Perbandingan a.

8. Praktik Akuntansi Dan Pelaporan Rumah Sakit Serta Perbandingan Antar Rumah Sakit Pemerintah Dengan Rumah Sakit Swasta a. Rumah Sakit Tujuan Pembentukan Perguruan Tinggi Baik Negeri Maupun Swasta a. Perguruan Tinggi 9. 75    .

prinsipprinsip kode etik profesi akuntan. Obyektivitas. dan arti penting tahap perampungan audit. Kerangka Dasar Audit Dan Profesi Akuntan / Auditor. Kepastian Negative Penyusunan Laporan Audit Sesuai Kaidah Yang Berlaku. pokok-pokok tujuan audit. Jenis Audit Dan Auditor Penyusunan Laporan Audit Sesuai Kaidah Yang Berlaku. kewajiban hukum. modal dan laba ditahan. Laporan Audit Dengan Opini WTP c. Standar Audit d. Kewajiban Kepada Pihak Ketiga d. Kode Perilaku Akuntan Indonesia d. persediaan dan harga pokok penjualan. kerangka dasar materialitas dan risiko. studi atas struktur pengendalian intern. perhitungan rugi laba. a. a. a. Kepastian Negative Prinsip-Prinsip Kode Etik Profesi Akuntan a. Dan Penawaran Kewajiban Hukum. Etika Dalam Bisnis c. kewajiban. 3. Materialitas e. Isi Laporaan Audit b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Auditing Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tentang audit dan profesi auditor. Hakikat Auditing b. Kewajiban Terhadap Klien c. Perbedaan Auditing Dan Akuntansi c. Laporan Audit Dengan Opini WTP c. Kode Etik b. kaidah-kaidah laporan audit. 76    . Standar Teknis. tujuan pengendalian intern serta dasar-dasar audit kas. Penyimpangan Dari Pendapat WTP d. hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan audit. Materialitas e. jenis dan proses memperoleh bahan bukti audit. piutang. a. Definisi Hukum b. Penyimpangan Dari Pendapat WTP d. Isi Laporan Audit b. aktiva tetap termasuk penyusutannya serta memahami karakteristik capital expenditure dan revenue expenditure. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Integritas. proses penyusunan rencana dan program audit. 5. Kewajiban Criminal 2. 4.

Bahan Bukti Yang Menyimpulkan d. Tujuan Audit Umum e. Prosedur Analitis f.Auditor c. Ikhtisar Proses Audit 11. Teknik Statistik Dan Komputerisasi 7. Alokasi Pertimbangan d. Penilaian Persediaan f. Penilaian Atas SPI Perusahaan. a. Bauran Bahan Bukti d. Tujuan Audit Piutang Dan Penagihan b. Nama Program Audit Kasrekonsiliasi Kas/Bank e. Hakikat Bahan Bukti b. Hakkikat Risiko e. Nama Program Audit Piutang Dan Konfirmasi Piutang d. Risiko Bawaan f. Tujuan Audit Kas b. Pengendalian Intern Persediaan Dan Harga Pokok Penjualan c. Perencanaan Nama Program Audit e.6. Bebarapa Contoh Penggelapan Kas f. Tujuan Laporan Audit Atas Laporan Keuangan b. Rencana Dan Program Audit Secara Lengkap. Inventarisasi Fisik Persediaan e. a. Pencapaian Tujuan Audit Jenis Dan Proses Mengumpulkan Bahan Bukti Audit. a. Evaluasi Hasil h. Pokok-Pokok Tujuan Audit. a. Tanggung Jawab Manajemen . Going Concern 9. Pertimbangan Materialitas c. Audit Persediaan Dan Harga Pokok Penjualan. Audit Kas a. Tujuan Audit Persediaan HPP b. Elemen SPI e. a. Materialitas b. Keputusan Bahan Bukti Audit c. Menetapkan Tujuan Audit d. Penyajian Di Laporan Keuangan 77    . a. Lingkungan SPI 10. Penyajian Di Neraca 12. Penyajian Piutang Di Neraca 13. Pengendalian Intern Piutang c. Jenis-Jenis Pengujian b. Pengendalian Intern Kas c. Prosedur Audit Dan KKA d. Hubungan Antara Pengujian Dan Bahan Bukti c. 8. Kepentingan Klien Dan Auditor b. Materialitas Dan Risiko Audit. a. Siklus Transaksi Kas d. Jenis Bahan Bukti e. Metode Pemrosesan Data d. Sistem Akuntansi Tipikal c. Pertimbangan Materialitas Dan Risiko g. Audit Piutang.

Audit Atas Modal dan Laba Yang Ditahan a. Prosedur Audit b. Audit Aktiva Tetap a. Audit Perhitungan Rugi-Laba a. Capital Expenditure Dan Revenue Expenditure e. Pengendalian Intern Aktiva Tetap c. Tujuan Audit Aktiva Tetap b. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 16. Reviu Audit 78    . Prosedur Audit b. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 17. Prosedur Dan Reviu Audit a. Prosedur Audit Mencakup Audit Atas Penyusutan Aktiva Tetap d. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 15. Audit Berbagai Jenis Kewajiban Jangka Pendek Dan Jangka Panjang a. Reviu Audit 18. Tujuan Audit Kewajiban Jangka Panjang b. Prosedur Audit Dan KKA b.14. Prosedur Audit Dan KKA c.

Teknik Audit 8. 10. Unsur Pengendalian Intern. Ruang Lingkup Standar Pemeriksaan Keuangan. Standar Tambahan Pemeriaksaan Keuangan Di Pemerintahan Dari SPAP Di SPKN a. Standar. Rencana Di Unit Pemeriksa. a. Laporan Audit. b.D 7. Jenis Bukti Audit. a. Evaluasi Pengendalian Intern. c. Perencanaan Pemeriksaan Di Pemerintahan a. Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pemeriksaan pada pemerintahan yang meliputi pemeriksaan keuangan pemerintah pusat dan daerah. 79    . b. b. Unsur Pengendalian Intern Dan Evaluasinya a. Kode Etik Dari BPKP. Jenis Audit Dalam SPKN Dan Lembaga Pemeriksa Di Pemerintahan a. Audit Kewajiban Dan Ekuitas. 4. Risiko Dalam Audit. Audit Aktiva Tetap. Jenis Audit Di Pemerintahan. Rencana Pemeriksaan Di Tim Pemeriksa 6. Mendokumentasikan Bukti Audit . Beberapa Ciri Standar Tambahan. 9. Reviu Pokok Bahasan 1 S. b. b. Kode Etik Dari BPK RI. Peranan Lembaga Pemeriksa Di Pemerintahan. c. Pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu di pemerintahan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.Standar Pemeriksaan Keuangan Tambahan Di SPKN. Kode Etik Di Pemerintahan a. Standar Pemeriksaan Keuangan Di SPAP a. b. Bukti Audit Teknik Audit. b. Standar Pemeriksaan Keuangan Di SPAP Yang Berlaku Juga Bagi Pemeriksaan Keuangan Di Pemerintahan. Laporan Yang Menyimpang Dari Bentuk Standar. b. Laporan Audit Standar. Audit Akun Asset Lancar Dan Investasi.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Audit Sektor Publik. a. Reviu a. c. 5. 7. 2. Audit Neraca. b. 3.

Pengumpulan Dan Pengorganisasian Bukti Audit. Audit Pendapatan. b. Contoh Audit Kinerja Di Nama Program Dan Kegiatan. Pendistribusian Dan Laporan Yang Bersifat Rahasia. Laporan Audit Kinerja. b. Reviu. a. 14. 80    . b. a. Laporan Audit Kinerja. Tahapan Perencanaan Audit Kinerja 13. a. Temuan Dan Pengembangan Temuan. Reviu Pokok Bahasan 1 S. a.11. Contoh Audit Kinerja Di Instansi. Perencanaan Audit Kinerja. Kasus Audit Kinerja a. Audit Laporan Realisasi Anggaran. 15. a. 16.D 7 (Setelah Mid-Term). Pelaksanaan Audit Kinerja. b. Audit Belanja Dan Pembiayaan 12.

Definisi Pencatatan e. Klasifikasi PPh Pasal 26 c. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 21. Dan Impor c. Klasifikasi PPh Pasal 21 c. Tata Cara Penyajian Transaksi Di Neraca Dan Laba Rugi Secara Umum. THR. Definisi Akuntansi b. Neraca Dan Transaksi Yang Terkait Dengan Aspek Perpajakan. PSAK Dengan UU KUP Pasal 28 a. Perbedaan Tunjangan Pajak dan Beban PPh Pasal 21 e. a. Transaksi PPh Pasal 26 Secara Menyeluruh. Baik Sebagai Pembeli Yang Memungut/Dipungut Maupun Sebagai Penjual Yang Memungut/Dipungut Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Objek PPh Pasal 26 b. f. Definisi Pajak dan Jenis Pajak c. f. 22 dan 23 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. 2. Baik Sebagai Biaya Atau Sebagai Penghasilan Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Pencatatan Dan Pembebanan PPh Pasal 21. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 23 atas Biaya dan Pendapatan. 5. Transaksi PPh Pasal 23 Secara Menyeluruh. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 21 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Perbedaan Akuntansi Pajak Dengan Akuntansi Secara Umum. Pembelian. Klasifikasi PPh Pasal 22 b. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 26 atas Biaya dan Pendapatan. 23 l b. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 23 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. 6. Pembahasan PSAK dan UU KUP d. d. Pencatatan PPh Pasal 21 atas Bonus. 4. Baik Ditanggung Perusahaan Atau Sebagai Tunjangan Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Objek PPh Pasal 23 b. Klasifikasi PPh Pasal 23 c. 3. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 22 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Cash Basis Atau Accrual Basis. 22. Pencatatan Jurnal Terkait PPh Pasal 21. Objek PPh Pasal 21 b. d. Transaksi PPh Pasal 21 Secara Menyeluruh. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 22 Atas Penjualan. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Perpajakan Membekali peserta didik dengan pengetahuan pencatatan transaksi. Rapelan dll. dan 23 Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi dan Pembahasan. penyajian laporan laba rugi dan neraca yang berkaitan dengan perpajakan. Baik Penghasilan Bruto atau Gross Up dan Penyajiaannya Dalam Neraca dan Laba Rugi. 22. Transaksi PPh Pasal 22 Secara Menyeluruh. Perbedaan Antara Akuntansi Pajak Dengan Akuntansi Umum. a. Gabungan Transaksi PPh Pasal 21. 81    .

Tata cara Penyajian transaksi PPh Pasal 26 dan 4(2). Latihan Soal Komprehensif Perlakuan Transaksi PPh pasal 21. 23. dan 4(2) Terkait Dengan Penyajian Laporan Neraca Dan Laba Rugi 82    . dan 4(2) Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi a. di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum 9. 8. Transaksi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 Secara Menyeluruh. Tata Cara Penyajian transaksi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Pencatatan Dan Pembebanan PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 atas Biaya dan Pendapatan. Tata cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 26 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. 4(2). 15 b. Klasifikasi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 c. 26.d. a. 23. a. 22. Gabungan Perlakuan Transaksi PPh pasal 21. Gabungan Transaksi PPh Pasal 26. 22. 7. 26. pasal 15. Baik Penghasilan Bruto Atau Gross Up dan Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi. dan 4(2) Terkait Dengan Penyajian Laporan Neraca dan Laba Rugi. Pencatatan Jurnal Terkait PPh Pasal 26. d. Objek PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 b.

Mata Kuliah ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang pelaksanaan tugas audit dengan mempergunakan alat bantu komputer. Formula Subtotal. Vlookup f. Downloading Data c. 7. maka dengan pengetahuan ini dimungkinkan ditemukan isi database yang menyimpang dari semestinya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Application Control Proses dan Langkah Audit Database Akuntansi Memahami Download / Transfer / Konversi Data a. 9. Filter dan Fivot Table 11. Impor Data Memahami Pengantar TABK 4. Month. Formula Date. 8. Realtime dan Online Pengendalian / Control a. Audit Data dengan Berbagai Formula dalam Excel a. Isna. Year e. Transfer Data b. 5. Countblank. Audit tentang Depresiasi 83    . Teknologi Informasi / SIM a. b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Aplikasi Komputer Akuntansi dan Keuangan. Formula Counta. Pengurangan. Countif. Formula IF. Sampel Data 10. Pembagian c. 6. Jaringan 3. mendownload database yang akan diaudit ke dalam MS-Excel kemudian melakukan audit data. Weekday. Condition Formating pada Penjumlahan. Perkalian. Konsep Audit Komputer a. Pengertian Komputer Audit dan Hubungan dengan Audit Konvensional 2. Formula IF dalam IF d. Organisasi PDE b. General Control b. Database bukan lagi suatu blackbox yang isinya pasti benar tidak pernah salah. Metode Batch. Minimum Requirement b.

Pengertian Etika c. Kode Etik Akuntan Indonesia 5. Independensi dalam kode Etik Akuntan Indonesia 84    . Panduan Etika bagi Profesi Akuntansi a. Teori Etika Keutamaan d. Keadilan/Justice f. Sumber-Sumber Panduan Etika e. Objektivitas dan Independensi a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Etika PNS (Pegawai Negeri Sipil) Memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai akuntan dan sebagai PNS. Profesionalisme Akuntansi a. Kode Etik Akuntan Mgt As (IMA) e. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat Memunculkan kesadaran dan kepekaan terhadap issue-issue etika profesi akuntan dan etika PNS sekaligus meningkatkan ketaatan terhadap setiap ketentuan yang berlaku danMeningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilemma etis tanpa mengabaikan pertimbangan-pertimbangan teknis yang penting. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Harapan Publik akan Profesi Akuntan 4. Etika Bisnis dan Akuntan Profesional f. Pendahuluan a. Pengertian Kode Etik b. Integritas. Peranan Etika dalam Profesi Akuntan e. Pentingnya Etika Profesi bagi Akuntan b. Pengertian dan Ciri-Ciri Profesi b. Etika Profesi dan Etika Kerja 2. Independensi dalam Kenyataan dan Penampilan e. Kerangka Dasar Etika Profesi c. Kewajiban dan Sifat Hubungan Dgn Klien c. Independensi dan Profesionalisme c. Profesi sebagai Komunitas d. Rencana Perkuliahan b. Teori Deontologi c. Kode Etik Akuntan Publik AS (AICPA) d. Kepedulian 3. Independensi dan Akuntan Publik d. Akuntan Sebagai Profesi f. Hak/Right e. Teori dan Konsep Etika a. Profesi dan Etika d. Teori Teleologi b.

Kewajiban dan larangan bagi PNS c. Standar Pelayanan Publik di Indonesia • Prinsip-prinsip Pelayanan Publik • Kriteria Pelayanan Publik 10. Prinsip-Prinsip Umum Etika dalam Pelayanan Publik b. dan Etika a. Benturan Kepentingan d. Kerahasiaan dan Akuntan g. Prinsip-Prinsip Korupsi dan Bentuk-Bentuk Korupsi a. Aturan Anti KKN 14. Netralitas Birokrasi PNS 11. Prinsip-prinsip manajemen Etika Pelayanan Publik 13. Karakteristik Pelayanan Bermutu c. Prinsip-prinsip Etika dalam Pelayanan Publik (PP) a. Kerangka Analisis Etika dan Isu-Isu Etika dalam Praktik Akuntansi a.f. Analisa Dampak Stakeholder 8. Jenis-Jenis Benturan Kepentingan f. Penalaran Moral dan Pendekatan Standar Moral d. Fungsi Pelayanan Publik c. Sumber-Sumber Nilai Etika Pelayanan Publik 9. Aturan Absensi b. Nilai-nilai Profesionalisme dalam Pelayanan Publik d. Klasifikasi Benturan Kepentingan c. Kerangka Analisis Etika c. Birokrasi. Kewajiban Kerahasiaan bagi Akuntan Non Publik i. Pentingnya Kode Etik dan Perilaku bagi Pelayan Publik b. Bentu-Bentuk Korupsi 85    . Isu-Isu Etika dan Prinsip-Prinsip Manajemen Etika Pelayan Publik a. Bentuk-Bentuk Benturan Kepentingan d. Kerahasiaan dan Akuntan Publik h. Pengertian Etika Pelayanan Publik d. Aturan Disiplin PNS a. Hakekat Profesionalisme dalam Pelayanan Publik a. Kode Etik dan Perilaku bagi PNS 12. Pelayanan Publik. Pengertian Birokrasi b. Definisi Korupsi b. Mal Praktik dalam Pelayanan Publik b. Kode Etik dan Perilaku Pelayanan Publik a. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi c. Independensi dalam kode Etik Akuntansi manajemen 6. Benturan Kepentingan dan Kerahasiaan a. Pengertian Korupsi. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik e. Benturan Kepentingan dan Akuntansi Profesi e. Informasi Rahasia dan Benturan Kepentingan 7. Kewajiban Profesional dalam Pelayanan Publik c. Pentingnya Profesionalisme dalam Birokrasi Pelayanan Publik b. Aturan Etika PNS c. Pengertian Umum Benturan Kepentingan b. Pentingnya Kepekaan Etis b. Korupsi c.

Dampak Masif Korupsi Terhadap Eksistensi Negara dan Bangsa 16. Lima Prinsip untuk Berperilaku Etis e.15. Faktor-Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis c. Pengecekan Etika 86    . Tiga Unsur Etos Pribadi b. Faktor Penyebab Korupsi dan Dampak Negatifnya a. Faktor Penyebab Korupsi b. Membangun Etos Pribadi a. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis d.

Mempelajari Cara Mengatasi Stress a. Perilaku Positif Asertif d. Unsur-Unsur Etika 87    . watak dan temperamen b. Mempelajari Pengembangan Kepribadian a. Mempelajari Etika a. Hal-Hal Yang Menjadi Perhatian dalam Etika c. Perilaku Efektif e. Temperamen 2. Orang Dewasa 3. Mempelajari Kepribadian a. Justice b. Manajemen Stress 7. Pihak yang Berkepentingan • Internal • Eksternal d. Hierarki Kebutuhan Manusia Abraham Maslow b. Berkomunikasi dan Inovasi 5. dan pengembangan kemampuan komunikasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Belajar Mengatasi Keadaan c. Etos Kerja Semangat untuk Berkolaborasi. Distribusi dan Penggunaan Energi Psikis c. Kecemasan dan Ketakutan 4. Citra Diri 6. Teori Kepribadian c.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik pengembangan kepribadian yang meliputi aspek-aspek seperti etiket. Mempelajari Dinamika Kepribadian a. Pengertian Etika b. mengatasi ketegangan (stress). Asal-Usul Stress b. 10 Prinsip Motivasi c. Transformasi Kanak-Kanak c. Mempelajari Etos Kerja a. Berprestasi. Kanak-Kanak b. Kepribadian. Mempelajari Motivasi Diri a. Penyembuhan d.

Master Of Ceremony b. Etiket Makan g. Mempelajari Cara Menulis Laporan a. Presentasi 88    . Etiket Bertelepon c. Etiket Berbicara f.8. Etiket Berpakaian e. Mempelajari Komunikasi a. Protokoler 10. Rapat c. Praktik b. Mempelajari Etiket a. Etiket Pergaulan dengan Atasan. Etiket Bertamu d. Menulis Surat d. Lain-Lain 9. Seni Berbicara. Body Language e. Bawahan dan Sepangkat b.

Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Ilmu hukum Mata Kuliah ini membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengantar Hukum di Indonesia sehingga di akhir perkuliahan mahasiswa dapat mengetahui arti dan tujuan hukum. sumber-sumber hukum. sampai dengan asas-asas hukum acara pengadilan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Subyek Hukum dan Obyek Hukum c. Mazab Hukum Alam b. Macam-Macam Pembagian Hukum 6. Pengertian Tata Hukum Indonesia a. Manusia dan Masyarakat b. Pengisian Kekosongan Hukum 5. Definisi Hukum Sebagai Pegangan 2. Teori Teokrasi d. Penafsiran Hukum c. mazab-mazab ilmu hukum. penemuan hukum. Dasar-Dasar Berlakunya Beraneka Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia 89    . Mazab Sejarah c. Ilmu Hukum Sebagai Kaedah Hukum a. Peristiwa Hukum 8. Teori Kedaulatan Hukum g. Tata Hukum Indonesia c. Mazab-Mazab Ilmu Hukum a. Pembidangan Ilmu Pengetahuan Hukum a. Pembentukan Hukum oleh Hakim b. Perbuatan Hukum d. Sumber Hukum Formal c. Asas Keseimbangan 4. Teori Kedaulatan Rakyat e. Sumber Hukum Material b. Peraturan Perundang-Undangan Negara Indonesia d. Masyarakat Hukum b. Penemuan Hukum a. Kaedah Hukum dan Kaedah Lainnya 7. Arti dan Tujuan Hukum a. Pengertian Hukum c. Hakekat Kaedah b. Kodifikasi Hukum b. Arti Tata Hukum b. Teori Kedaulatan Negara f. ( UU 10 Tahun 2004 ) 3. Sumber-Sumber Hukum a. Pengertian dan Macam-Macam Hak e. Ilmu Hukum Sebagai Pengertian Hukum a.

Ketentuan-Ketentuan Umum dalam KUHP e. Hukum Perikatan i. Asas-Asas Hukum Dagang a. UU Nasional diluar KUHD 13.9. Tindak Pidana Khusus diluar KUHP 12. Hukum Perdata d. Banding. Pelaksanaan Acara Perdata c. Pengertian. Buku III KUHD: Kepailitan dan Penundaan Pembayaran i. Hukum Benda & Waris h. Buku I KUHD : Perdagangan pada Umumnya g. Pelaksanaan Acara Pidana d. Hukum Pribadi & Keluarga g. Sumber-Sumber c. Kasasi dan Peninjauan Kembali. SEMA 3 Tahun 1963 dan UU Nasional dalam bidang perdata f. Asas-asas Hukum Perdata a. Sistematika Hukum Dagang d. Asas-Asas Hukum Pidana a. Pembagian dan Sistematika c. Hukum Pembuktian & Daluarsa 11. Buku II KUHD: Hak dan Kewajiban yang Lahir dari Pelayaran h. Arti dan Tugas Perdagangan b. Pembagian & Tujuan Hukum Pidana b. Kejahatan dalam KUHP f. Pra Peradilan e. Proklamasi Kemerdekaan dan Lahirnya Pemerintah Indonesia b. Asas-asas Hukum Tata Negara Indonesia a. Sejarah Hukum Perdata di Indonesia b. 90    . Asas-asas Hukum Acara Pengadilan a. Pokok-Pokok Tata Pemerintah RI Menurut UUD 1945 Sesudah Amandemen Ke-4 10. Pengertian Pokok Hukum Acara b. UU Hukum Pidana Khusus yang Bersifat Nasional h. Riwayat Hukum Pidana di Indonesia c. Hubungan Hukum Dagang dan Hukum Perdata f. Sejarah KUHD e. KUHP dan UU Hukum Pidana Khusus yang Bersifat Nasional d. Status KUH Perdata e. Kekuasaan Pemerintahan Negara RI Menurut UUD 1945 Sebelum Amandemen c. Pelanggaran dalam KUHP g.

Penafsiran Terbatas 4. Jenis-Jenis Delik 91    . Penafsiran Gramatikal b. Pengertian Delik b.peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi serta percepatan pemberantasan korupsi. ajaran kausalitas. dasar pemberatan dan peringanan pidana. Penafsiran Sistimatis c. pembahasan umum pemberantasan tindak pidana korupsi. Cara Merumuskan Delik c. Penafsiran Analogis f. Perbuatan Dan Rumusan Delik a. Penafsiran Logis d. komisi pemberantasan korupsi (KPK). Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Penafsiran Historis e.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Hukum Pidana Membekali peserta didik dengan pengetahuan mengenai pengertian hukum pidana di Indonesia. dasar peniadaan pidana. Penafsiran Ekstensif h. Pengertian dan Istilah Hukum Pidana Di Indonesia a. asas-asas berlakunya hukum pidana. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana 2. rumusan delik korupsi. Menurut Tempat : • Asas Teritorial • Asas Nasional Aktif • Asas Universal. interpretasi hukum pidana. subyek dan pertanggungjawaban korupsi. perbandingan antar UU tindak pidana korupsi. Pengertian dan Istilah Hukum Pidana b. Penafsiran A Contrario g. Menurut Waktu : • Asas Legalitas • Asas Nonretroaktif • Penerapan Asas Legalitas b. kesalahan dalam arti luas dan melawan hukum .penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN. Penafsiran Undang-Undang Hukum Pidana a. Hukum Pidana yang Berlaku di Indonesia c. perbuatan dan rumusan delik. 3. Asas-Asas Berlakunya Hukum Pidana Menurut Waktu dan Tempat a.

Lukisan Sebab Akibat Korupsi d. Pemberatan dan Peringanan Pidana a. Pengertian Ajaran Kausalitas b. Ajaran Kausalitas a.5. Dasar Peringanan Pidana • Poging(Percobaan) • Medeplichtigheid • Minderjarigheid 8. Korupsi Materiil dan Keuangan Dalam UU f. Subyek dan Pertanggungjawaban Pidana dalam Delik Korupsi a. Sifat Melawan Hukum Materiil i. Asal Kata dan Pengertian Korupsi c. Kesalahan Dalam Arti Luas dan Melawan Hukum Serta Kesengajaan a. Melaksanakan Perintah Jabatan yang Sah g. Hukum Pidana diluar KUHP b. Keadaan Darurat (JES:60) j. Melawan Hukum (Jes: 37-47) e. Sifat Melawan Hukum Formal h. Subyek Delik Korupsi adalah Orang dan Korporasi b. Dasar Peniadaan Pidana Diluar KUHP • Umum • Khusus • Tidak Tertulis k. Perintah Jabatan yang Tidak Sah (JES:65) h. Noodweer (Pembelaan Terpaksa) e. Melaksanakan Undang-Undang (JES:64) f.Tidak Dapat Dihukum karena Orangnya Sendiri (Pasal 44) c. Macam-Macam Ajaran Kausalitas (Von Buri. Ontoerekeningsvatbaarheid. Dasar Peniadaan Pidana Menurut KUHP b. Dasar Peniadaan/Penghapusan Pidana Menurut KUHP dan diluar KUHP a.Traeger ) c. PTPK 10. Kesengajaan (Jes: 81-95) 6. Ketidakmampuan Bertanggungjawab 7. Ajaran Yang Menginvidualiseer Dan Menggeneraliseer 9. Pendekatan Normatif e. Dasar Pemberatan Pidana • Ambtelijkheid( Tanggungjawab Pejabat) • Recidive( Tanggungjawab Ulang ) • Samenloop( Tanggungjawab Majemuk ) b. Pertanggungjawaban Pidana Dalam Delik Korupsi 11. UU No 3 Tahun 1971 b. UU No 31 Tahun 1999 92    . Pembelaan Melampaui Batas (JES:59) i. Sifat Melawan Hukum Umum f. Kesalahan dalam Arti Luas b. Sifat Melawan Hukum Khusus g. Perbandingan UU PTPK a. Dapat Dipertanggungjawabkan d. Kesalahan dalam Arti Hukum Pidana c. Pembahasan Umum Tindak Pidana Korupsi a. Overmacht (Daya Paksa) d.

UU No 28 Tahun 1999 b. Undang-Undang No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( KPK ) 14. Inpres No 5 Tahun 2004. PP No 71 Tahun 2000 c. 93    . Rumusan Delik Korupsi a. Rumusan Delik yang Dibuat oleh Pembuat b. Rumusan Delik yang Diadopsi dari KUHP 13. UU No 20 Tahun 2001 12.c. Penyelenggaraan Negara yang Bersih a. Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( KPK ) a. UUPTPK c.

3.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Perdata Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengertian Hukum Perdata dan Bisnis dengan segala aspeknya yang meliputi Hukum Material dan Formal: pengertian. Pengertian Kewenangan Berhak d. Pengertian dan Kegunaan AKTA yang dibuat Catatan Sipil 2. Pengertian Hukum dalam Arti Definisi Hukum b. Sifat/Waktu/Wilayah Berlakunya d. Sejarah Catatan Catatan Sipil di Indonesia g. Akibat Ketidakwenangan berhak Badan Hukum a. Macam-macam Domisisli menurut BW e. objek. Tanggung Jawab Badan Hukum Domisili dan Catatan Sipil a. Pengertian Kecakapan Berbuat e. Keadaan Hukum Perdata di Indonesia dan status/kedudukan KUH Perdata/BW dan Pendapat para Ahli Hukum d. 5. Pengertian Hukum Berdasarkan Kepentingan yang Diatur. Siapa yang mewakili Badan Hukum e. Pengertian Asas-Asas dan Sifat Hukum Perdata c. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum : : Pokok Bahasan 1. 4. upaya banding serta pemeriksaan kasasi dan pemeriksaan peninjauan kembali. Pengertian Arti Pentingnya Domisili d. Pengertian Hukum Perdata dalam arti Luas dan Sempit. unsur-unsur. Fungsinya. Pengertian Domisili dan Macam Domisili b.Wujud dan Bentuknya Hukum Perdata dan Sistematika KUH Perdata a. Pengertian Syarat Formal dan Material Badan Hukum c. proses ber_acara didepan majelis hakim. Formal dan Material. Pengertian Hukum sebagai Sumber Formil. Pengertian Manusia sebagai Subyek Hukum c. Sejarah dan Sistematika KUHPerdata/BW di Indonesia Hukum Perorangan a. Tertulis dan Tidak Tertulis b. Hukum dan Pembedaan a. putusan pengadilan. subyek. 94    .. Kedudukan dan Macam Badan Hukum d. pembuktian dan penilaian alat bukti. Pengertian Subyek Hukum b. ruang lingkup. Pengertian Hukum menurut Pendapat Masyarakat c. Pengertian dan Hakekat Badan Hukum b. Macam-macam Akta Catatan Sipil h. Pengertian dan Fungsi Catatan Sipil f. Pengertian Tempat Kediaman Hukum dan Tempat Kediaman Sesusungguhnya c.

Pengertian Putusan Pengadilan c. Pengertian Pewaris dan Ahli Waris c. Pengertian Keadaan Memaksa e. Kekuasaan Hakim untuk Mencampuri Suatu Perjanjian j. 9. Pengertian Perwalian / Voogdij Hukum Keluarga (2) a. Dasar Hukum dan Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan b. Tindakan Kreditur terhadap Debitur d. Pengertian Wanprestasi c. Pengaturan dan Sumber-sumber Hukum Perikatan c. Perihal Pembagian Warisan i. Pengertian Hukum Waris b. Unsur-unsur Keadaan memaksa f. I’tikad Baik dalam Perjanjian i. Pengertian Peninjauan Kembali f. Harta Peninggalan yang Tidak Terurus 7. Pengertian Adopsi (Pengangkatan Anak) e. Syarat untuk Sahnya Perjanjian d. Macam-macam Perikatan f. Alasan Peninjauan Kembali h. Pengertian Orang Yang Hilang ( Keadaan Tidak Hadir / Afwezeigheid) d. Penafsiran Perjanjian h. Pengertian Kekuasaan Orang Tua / Ouderlijke Macht e.12/2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Hukum Acara Perdata dan Ulangan Pemeriksaan pada Peradilan Perdata dan Bisnis a. Pengertian Proses Beracara di Pengadilan b. Hukum Perikatan dan Pelaksanaan Perjanjian dalam Hukum Perdata a. Putusan Mahkamah Agung Hukum Waris dalam Hukum Perdata a. Hak dan Kewajiban Pewaris. Wan Prestasi dan Keadaan Memaksa dalam Hukum Perdata a. Pengertian dan Proses Pemeriksaan Kasasi e.6. Pengertian dan Proses Banding d. Pengertian dan Hakikat Pendewasaan (Handlichting/Perlunakan) b. Pemahaman terhadap UU No. Pengertian Pengampuan. Pembatalan Suatu Perjanjian 11. Pengertian Perkawinan/Asas dan Hakikat c. Pengertian Melaksanakan Perjanjian g. Pengertian Legitimie Porte h. Hukum Keluarga (1) a. 10. Pengertian Keturunan /Afstaming d. 8. Azas-azas Hukum Perikatan b. Ahli Waris g. Azas yang Berlaku dalam Hukum Waris d. Prinsip Peninjauan Kembali g. Empat Teori tentang Kesepakatan e. Permintaan dan Akibat Hukumnya c. Pengertian Obyek Hukum Waris f. Sifat Keadaan memaksa 95    . Pengertian dan Pengaturan Resiko b. Pengertian Subyek Hukum Waris e. Pengaturan Keadaan memaksa g. Risiko.

Hubungan KUHD dengan BW (KUHPdt) d. Persekutuan Perdata/Maatschap g. Macam Daluwarsa h. Pengertian Daluwarsa (Lewat Waktu/Verjaring) g. Schenking f. Sepuluh Macam Cara Hapusnya Perikatan b. Perjanjian Kerja / Perburuhan 13. Kepailitan dan Penundaan Kepailitan pada Peradilan Perdata dan Bisnis a. Persamaan dan Perbedaan antara Kepailitan dan Penundaan Kepailitan 96    . Perkumpulan Dagang 15. Pengertian Bukti Tulisan b. Pengertian Persangkaan d. Pengaturan Hukum Kepailitan c. Organisasi PT 16. Pembuktian dan Daluwarsa dalam Hukum Perdata a. Perjanjian Perdamaian (Dading/Kompromie) k. Pentingnya Pengertian Perusahaan/Bedrijf f. Sistematika KUH Dagang c. Sewa Menyewa e. Verifikasi. Penghapusan Perikatan dan Perjanjian-perjanjian Khusus (Perjanjian Nominatif) a. Penundaan Kewajiban k. Pengertian Sumpah f. Istilah dan Pengertian PT b. Pengertian Ekonomi dalam KUHD e. Yang Dapat Dinyatakan Pailit e. Pengertian – Pengertian Hukum Dagang b. Upaya Hukum h. Pemberian/Hibah. Orang-orang Perantara h. Tindakan Sementara g. Akibat Hukum Putusan Kepailitan i. Pentingnya Suatu Perusahaan Memiliki Pembukuan g. Pengertian Pengakuan e. Permohonan dan Persyaratan Pailit f. Perseroan Terbatas (PT) dalam Hukum Perdata dan Bisnis a. Pengurusan Harta Pailit j. Tagihan. Insolvensi. Modal dan Saham Perseroan d. Perdamaian. Hapusnya Perikatan dengan Cara-Cara Khusus yang Ditetapkan dalam Materi Perikatan d. Perjanjian Jual Beli. Pengertian Decheance (Verval Termijn) 14. Hapusnya Perikatan karena Ketetapan Waktu Menurut Perjanjian c.12. Pengertian Hukum Dagang dalam Hukum Perdata a. Penyuruhan/Lastgeving ( Pemberian Kuasa ) h. Pengertian Pelepasan Hak. Pengertian Kesaksian c. Penanggungan Utang (Borgtooht) j. Yang Berhak Mengajukan Kepailitan d. Nama dan Pendirian PT c. Pengertian dan proses Kepailitan b. (Rechtsverwerking) i. Perjanjian Pinjam Barang yang Tak Dapat Diganti/ Dapat Diganti i.

Kedudukan. Mandat e. Pengertian Penyelenggara Pemerintahan Tingkat Pusat/Daerah 5. Hubungan antara Tingkatan Pemerintahan a. Pengertian Pemerintah dan Pemerintahan c. Objek. Kompetensi/Kewenangan : Atributif. Dasar Penerapan Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik c. Pengertian Sumber Hukum Materiil Hukum Administrasi c. Pengertian Hubungan antara Tingkatan dalam Pemerintahan b. Administrasi dan Hukum Administrasi a. Sumber Hukum Administrasi Mempelajari Sumber Materiil dan Formil Hukum Administrasi a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.5 Tahun 1986 6. Pengertian Freies Ermessen e. wewenang peradilan. Pengertian Hakikat Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik b. Pengerian dan Peristilahan Hukum Administrasi Negara/Hukum Tata Usaha Negara dalam Tata Hukum Indonesia 2. Dispensasi. Pengertian Susunan Pemerintahan Negara Indonesia dan Lembaga-lembaga Negara c.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Peradilan Tata Usaha Negara Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dasar-dasar peradilan tata usaha negara yang meliputi aspek seperti objek. Delegatif. Lisensi dan Konsesi d. ruang lingkup. Azas-azas Umum Pemerintahan yang Baik di Indonesia 97    . Sarana atau Instrumen Yuridis Tata Usaha Negara a. PTUN berdasar UU No. Pengertian Sumber Hukum b. Pengertian Izin. Pengertian Peraturan-peraturan Kebijaksanaan c. Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik a. Ciri-Ciri KTUN (Beschikking) d. Sumber Hukum Formil (perbandingan) berdasarkan TAP MPR Nomor XX Tahun 1966 dan TAP MPR Nomor III/MPR/ 2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Perundang-undangan 4. Pengertian Perundangan dan KTUN yang memuat pengaturan yang bersifat umum b. Subjek. Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Administrasi 3. penyelesaian sengketa. Pengertian Perbuatan Pemerintahan b. Pengertian dan Peristilahan Administrasi b. Pengertian Sumber Hukum Formil Hukum Administrasi d. Susunan. Pengertian Rencana atau Het Plan 7. proses penyelesaian peradilan tata usaha negara. Pengertian Kedudukan dan Landasan Hukum Administrasi b. Ruang Lingkup Perbuatan Pemerintahan a. Landasan dan Ruang Lingkup Hukum Administrasi a.

Perlawanan terhadap Penetapan Ketua Pengadilan h. Penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara a. Pengertian Subjek. Pengertian Gugatan b. Pemeriksaan dengan Acara Cepat 15. Intervensi dalam Persidangan f. Permusyawaratan dan persiapan f. Pengertian Landasan Pembuatan KTUN c. Pengertian Alat Bukti b. Pelaksanaan Putusan Pengadilan d. Objek pada HAPTUN d. Macam dan syarat Putusan Pengadilan c. Pengajuan dan Alasan Gugatan c. Tenggang waktu dan biaya perkara e. Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara b. Pengertian Sengketa Tata Usaha Negara b. Unsur-Unsur Dan Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara a. Kuasa Hukum pihak-pihak yang bersengketa d. Ruang Lingkup. Susunan Pengadilan dan Tempat Kedudukan c. Pokok Sengketa Peradilan Tata Usaha Negara a. Penetapan Hari Sidang dan pemanggilan c. Pengertian Kewenangan. Pengertian dan Praktek Pembuatan KTUN b. Azas-Azas Pembuatan Keputusan Tata Usaha Negara a.8. Rangkap Jabatan dan Hakim Ad Hoc 11. Dasar Hukum Peradilan Tata Usaha Negara 10. Ketua. Rehabilitasi 98    . Administratif dan Keberatan Administratif d. Pemeriksaan dengan Acara Biasa e. Pembuktian pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Hakim dan Panitera Pengadilan d. Kewenangan dan Susunan Peradilan Tata Usaha Negara a. Sekretaris Pengadilan. Subjek pada HAPTUN c. PTUN yang berwenang e. Pengetahuan Hakim d. Mengadili 13. Penetapan Susunan Hakim b. Pengajuan Gugatan Proforma proses penyusunannya 14. Pengertian Putusan Ganti Rugi. Objek. Upaya Peradilan dan Pengujian KTUN 12. Saksi c. Pengertian Pembuatan Dokumen 9. dan fungsi Peradilan Tata Usaha Negara b. Penetapan Ketua Pengadilan terhadap gugatan berkenaan g. Prosedure/Proses Beracara pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Gugatan pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Proses pengambilan Putusan b.Keterangan Ahli. Surat atau Tulisan. Pengertian Hukum Acara b. Tujuan. Putusan Pengadilan pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Upaya administratif banding c. Permohonan Penundaan Pelaksanaan KTUN d. Penilaian Hasil Pembuktian 16. Wakil Ketua.

e. Pemeriksaan Kasasi dan Peninjauan Kembali pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengertian Peninjauan 99    . Pengertian dan proses pemeriksaan Kasasi c. Pengertian Putusan Kompensasi 17. Banding. Pengertian dan proses Banding b.

Pengaruh Kebudayaan Timur dan Barat a. Pengertian Kemajemukan Budaya b. Unsur-Unsurnya b. Unsur-unsur 3. Kebudayaan Islam d. Etos Budayanya 7. Gambaran Kebudayaan Indonesia 2. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Jawa a. Kebudayaan Batak a. Dampak dan Cara Penanggulangannya 4. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan a. Kebudayaan Barat 5. Kebudayaan Minang a. Unsur-Unsurnya b. Masalah Konflik Sosial 6. Unsur-Unsurnya b. Pengaruhnya Terhadap Kebudayaan Indonesia 100    . Etos Budayanya c. Kebudayaan Betawi a. Etos Budayanya 9. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Dinamika Kebudayaan dan Dampaknya a. Faktor pendorong c. Wujud c. Kebudayaan Aceh a. Manusia Indonesia dan Suku-Suku Bangsanya a. Kebudayaan Hindu b. Pengertian b. Kebudayaan Budha c. Etos Budayanya c. Definisi b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Budaya Nusantara Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang Keanekaragaman Kebudayaan yang ada di Indonesia. Etos Budayanya 8.

Unsur-Unsurnya b. Irian Barat / Papua a. Konflik Dayak dengan Madura 13. Etos Budayanya 17. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Ambon a. Etos Budayanya c. Tri Hita Karana 12. Nusa Tenggara Timur (Flores Dan Timor) a. Etos Budayanya 16. Etos Budayanya 101    . Kebudayaan Sunda a. Kebudayaan Bali a. Etos Budayanya 15. Bugis. Orang Tionghoa di Indonesia a. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Etos Budayanya 14. dan Mandar a. Unsur-Unsurnya b. Toraja. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Persamaan dan Perbedaannya dengan Kebudayaan Jawa 11. Kebudayaan Dayak a. Makasar.10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful