DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

KURIKULUM DAN GBPP PROGRAM DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI AKUNTANSI PEMERINTAHAN TAHUN 2009
(KURIKULUM TAHUN 2007)

DAFTAR ISI
1. 2. 3. 4. 5. MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) Pendidikan Agama Islam Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris I Bahasa Inggris II MATA KULIAH KEILMUAN DAN KETERAMPILAN (MKK) Pengantar Ilmu Ekonomi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Aplikasi Komputer Statistika Deskriptif Organisasi Bisnis dan Manajemen Ekonomi Internasional Pengantar Akuntansi I
Lab. Pengantar Akuntansi I

1 3 4 6 9

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Pengantar Akuntansi II Lab Pengantar Akuntansi II Keuangan Publik Perpajakan I Perpajakan II Manajemen Keuangan MATA KULIAH KEAHLIAN BERKARYA (MKB) Akuntansi Keuangan Menengah I Lab. Akuntansi Keuangan Menengah I Akuntansi Keuangan Menengah II Lab. Akuntansi Keuangan Menengah II Akuntansi Keuangan lanjutan Akuntansi Biaya Sistem Informasi Akuntansi Hukum Administrasi Keuangan Negara I Hukum Administrasi Keuangan Negara II Akuntansi Pemerintah I Akuntansi Pemerintah II Auditing Audit Sektor Publik. Akuntansi Perpajakan Aplikasi Komputer Akuntansi dan Keuangan.

12 14 16 18 20 23 26 28 31 34 36 38 40 43 46

21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.

49 52 55 57 60 62 65 67 70 72 74 76 79 81 83

41. 39. Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) Pengantar Ilmu hukum Pengantar Hukum Pidana Hukum Perdata Peradilan Tata Usaha Negara Budaya Nusantara 84 87 38.MATA KULIAH PERILAKU BERKARYA (MPB) 36. 42. 89 91 94 97 100 . Etika PNS 37. 40.

Hubungan Sumber Ajaran Islam Dan Kerangka Dasar Ajaran Islam c. Kedudukan Dan Peranan Malaikat Serta Makhluk Ghaib Lainnya Terhadap Manusia f. Tujuan. Pengertian. Pengertian Dan Kaidah Muamalah Dalam Islam 1    . Kedudukan Akal Dan Peranan Ijtihad Sebagai Sumber Pengembangan Ajaran Islam 4. berpandangan luas. ikut serta dalam kerjasama antarumat beragama dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Kedudukan Dan Hikmah Ibadah Dalam Islam c. Aqidah Dan Ruang Lingkupnya b. Agama Islam Sebagai Petunjuk Dalam Mencapai Kebahagiaan Dunia Dan Akhirat 3. Alam Semesta Sebagai Ciptaan Allah b. Wawasan Islam Dan Hubungan Sumber Dengan Dasar Ajaran Islam a. Agama Islam Sebagai Petunjuk Bagi Manusia a. Tugas Nabi Dan Rasul. Hakikat Manusia Menurut Ajaran Islam c.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman. Eksistensi Kitab-Kitab Suci Dan Khususnya Al-Qur’an 6. Arti Shalat Serta Hikmahnya Bagi Kehidupan d. dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. bersikap rasional dan dinamis. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Makna Qadha Dan Qadar c. Mempealjari Pelaksanaan Dan Hikmah Ibadah Puasa e. Pelaksanaan Dan Hikmah Zakat f. Pelaksanaan Dan Hikmah Ibadah Haji g. berbudi luhur. Manusia Dan Agama a. berfikir filosofis. Mempelajati Hari Akhirat Dan Hukum Alam Tentang Kiamat e. Sistematika Sumber Ajaran Islam Serta Kedudukan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Kegiatan Umat Islam b. Kemahaesaan Allah Untuk Meningkatkan Keyakinan Kepada-Nya Sebagai Sumber Segala Yang Ada Di Alam d. Perbandingan Agama-Agama Besar Dan Mengetahui Kedudukan Agama Islam Di Antara Agama-Agama Tersebut b. Kerangka Dasar Ajaran Islam b. Kebutuhan Manusia Akan Agama Bagi Kehidupan 2. Serta Peranan Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Sebagai Rasul Terakhir g. Syariat Islam Dan Pengertian Fiqih b. Syariat Islam a. Mempalajari Komponen Dasar Ajaran Islam Yang Melahirkan Berbagai Madzhab Dalam Islam 5. Sumber Ajaran Islam a. Aqidah Islam a.

Kerjasama Intern Umat Bergama. Asas. Kaidah Dan Sistem Kewarisan Islam i.h. 2    . Dan Umat Bergama Dengan Penyelenggara Negara. Antar Umar Beragama.

Wawasan Politik b. Kondisi Politik Dan Strategi Nasional 3    . Pengertian Demokrasi b. Demokrasi a. Definisi HAM b. Demokrasi Pancasila c. Pentingnya Wawasan Nusantara 7. Wawasan Nusantara a. Hak dan Kewajiban WNI a. Demokrasi Bangsa-Bangsa Lain 6. Ketahanan Nasional a. Bela Negara a. Hak Sebagai WNI c. Ruang Lingkup Ketahanan Nasional 8. Latar Belakang Pentingnya Bela Negara c. Hak Asasi Manusia a. Pengertian Bela Negara b. Kewarganegaraan a. Kewajiban Sebagai WNI 4. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Ruang Lingkup c. Politik dan Strategi Nasional a. Pengertian Ketahanan Nasional b. Peraturan Perundang-Undangan 3. Pengertian Wawasan Nusantara b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Kewarganegaraan Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Wawasan Kewarganegaraan 2. Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku 5. Pengantar b. Pengertian Hak Dan Kewajiban b.

Laporan Teknis Dan Laporan Karya Ilmiah Serta Pidato Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Perbedaan Memo/Nota Dinas Dan Surat Dinas a. Pengertian Memo. Ragam Bahasa 2. Sikap Positif Terhadap Bahasa Indonesia a. Laporan Teknis Berupa Naskah Yang Tertuang Dalam Beberapa Bab Atau Bagian a. Penggunaan. Bahasa Surat Dinas. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Artikel 6. Pengertian Laporan Teknis Yang Berbentuk Artikel a. Kesistematisan Dalam Laporan Teknis Yang Berupa Naskah c. Sikap Bahasa b. Pengisian Formulir Laporan Dalam Bahasa Yang Benar c. Memo/Nota Dinas. Hakikat Berpidato b. Hakikat. Kiat Memikat Pendengar 4    . Cara. Nota Dinas Dan Surat Dinas b. Penyusunan Surat Dinas 3. Dan Pemakaian Bahasa Dalam Memo Atau Nota Dinas 4. Penyusunan. Dan Penulisan Surat Dinas a. Pengertian Mengenai Surat Dinas. Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Pemakaian Bahasa Yang Benar Dalam Laporan Teknis Yang Berupa Naskah 7. Santun Berpidato c. Fungsi Surat Dinas. Bahasa Surat Dinas c. Formulir.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Indonesia Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Tentang Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia Sehingga Mereka Dapat Membuat Surat. Pembuatan Laporan Dalam Formulir a. Penyusunan Laporan Dalam Bentuk Formulir 5. Pengertian Laporan Teknis Yang Berbentuk Artikel b. Pengertian Dan Fungsi Surat Dinas b. Pengertian Berbagai Bentuk Formulir b. Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia c. Dan Daya Tarik Pidato Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar a. Santun. Pengertian Laporan Teknis Yang Berupa Naskah b.

Santun Bertelepon c. Jenis Protokoler c.8. Bahasa Protokoler 10. Pengertian Protokoler b. Bahasa Indonesia Dalam Bertelepon 5    . Bahasa Dalam Diskusi 9. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Diskusi c. Hakikat Berdiskusi Yang Mangkus Dan Sangkil Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar a. Bertelepon Yang Sangkil Dalam Bahasa Indonesia Yang Benar a. Hakikat Protokoler Serta Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar Dalam Acara Keprotokolan a. Hakikat Berdiskusi b. Santun Protokoler d. Hakikat Bertelepon b.

Reading : The Field Of Accounting b. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Vocabulary & Special Terms 6    . Reading Comprehension a. Past Tense & Past Continuous Tense 7. Parts Of Speech a. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. Vocabulary & Special Terms 8. Kinds Of Paragraph 11. Recretional Reading (College Life) c. Topic Sentence. Sentence Arrangement b. Concluding Sentence b. Vocabulary & Special Terms 10. Reading Comprehension a. Future Tense a. Vocabulary & Special Terms 4. Future Perfect c. Word Function In A Sentence 3. Present Tense & Present Continuous Tense 5. Reading : Recreational Reading e. Paragraph Writing a. Past Tense a. Parts Of Speech 2. Simple Present Tense a. Simple Future 9. Derivatives a.Nama Program : Program D III Akuntansi Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Inggris I Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan keterampilan dasar berbahasa inggris yang dapat mendukung prestasi akademiknya. Vocabulary & Special Terms 6. Reading : Bookkeeping b. Future Continuous b. Supporting Details. Reading Comprehension a. Past Future d. General Reading c.

Vocabulary & Special Terms b. General/Recreational Reading 21. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. Passive & Active Voice a. Reading : Budgetting b. Reading Comprehension a. Paragraph Writing a. Stative Passive d. The & No Article 20. Vocabulary & Special Terms 14. Participial Adjectives 25. An. Vocabulary & Special Terms 24. Reading Comprehension a. General Reading b. Opinion Paragraph a. Question Tags 13. Articles And Zero Articles a. Vocabulary & Special Terms 7    . Reading Comprehension a.12. Cumulative Review Of Structure Problems a. Summary Writing a. Any. Rules Of Passive Voice 23. Passive With Causative Verbs b. Reading : Cost Accounting e. Reading : Business Transactions And Financial Statements b. Vocabulary 16. Some. Samples Of Opinion Paragraph 18. Reading Comprehension a. Cumulative Review Of Structure Problems 15. Reading : Tax Accounting b. Participial Adjectives a. Vocabulary & Special Terms 19. Opinion & Facts 17. Sentence That Cannot Be Cahanged Into Passive c. Summarizing The Paragraph Of Reading 22. A.

Summary Writing a. Reading Comprehension a. Cumulative Review Of Structure Problems 36. Direct Speech 31. Cumulative Review Of Structure Problems a. Reading : Computers 34. Reading Comprehension a. Reading : Auditing b. Reported Speech b. Reading : A Career In Accounting 32. Differences Between Gerund And Presen Participle Form b. Gerunds And Infinitives 27. Reading : General Reading 8    . Vocabulary 28. Vocabulary & Special Terms 30. Reading Comprehension a.26. The Relative Clause b. Reading Comprehension a. Conditional Sentence 29. Summarizing : Computer Component 35. Relative Clause 33. Vocabulary & Special Terms b. Reading Comprehension a. General Reading c. Gerund And Infinitives a. Conditional Sentence a. Indirect Speech/Reported b.

Rules Of Passive Voice b. Past Tense & Past Continuous Ts h. Positive Degree b. Find Unstated Details l. Bacaan: Short Reading d. Would Or Other Modals) i. Superlative Degree d. Passive Voice a. Synthesizing/Latihan2 Soal TOEFL 3. Tone. Menemukan Arti Kata Yang Sulit f. Bacaan: TOEFL Reading e. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Definisi Dari Structure g.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Inggris II Setelah mengikuti mata kuliah ini Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan meningkatkan ketrampilan berbahasa inggris yang dapat diukur melalui nilai toefl skor untuk mendukung prestasi akademiknya. Comparative Degree c. Pronoun Referent 2. Parts Of Speech a. Stative Passive d. Sentences That Cannot Be Changed Into Passive c. Menemukan Main Idea Tiap Paragraph e. Jenis-Jenis Parts Of Speech dan Soal-Soal Grammar Dasar TOEFL b. Bacaan: Short Reading k. Type II c. Opinion Paragraph 4. Argument Paragraph 9    . Stated Detail Questions f. Future Tenses(Will. Conditional Sentence a. Type I b. Degree Of Comparison a. Word Order c. Simple Present Tense & Present Continuous Tense g. Bacaan: More Than Two-Paragraph Reading e. Implied Detail Questions f. Bacaan: Free Trade e. Arti Dari Bagian Kalimat h. Purpose/Course f. Arti Kata Sederhana g. Perfect Tenses j. Type III d.

Serta Pronoun a. Short Dialogues (Agreement. Negative. Gerunds dan Infinitives a. Object Preposisi c. Adjective Clause. Independent Essay 9.Word Verb d. Who And Where) 7. With Coordinate Conjunction b. Invert The Subject And Verb With Quest. Par. Homonym. Reduced Adverb Clause c. Bacaan: Compilation Short And Mid Reading Problem c. Adverb Time And Cause Connector c. Coordinate Connectors 6. Gerunds And Infinitives b. Long Reading TOEFL 14. Other Verb Connector d. Irregular. & Present Part. Struct. Apositive d. Style Dalam Bahasa Inggris dan Memahami Bacaan a. Bacaan: Decisions 11. Homophone. Past Part. Specific Information On Reading e. Adjective Clause b. Parallel Structure dan Memahami Bacaan a. . –Er. c. Grammar a. Invert The Subject And Verb With Place Expression. Comparisons b. Homograph. Bacaan: Combination Short Reading And Long Reading 12. Subject dan Verb Kalimat . Plural. Reduced Clause Sentences dan Short Dialogues a. Cumulative Review Of Structure Problems b. Membedakan Possesif dan Pronoun d. Listening TOEFL Simulation 8. Lecturing.5. Correct Singular And Plural Serta Irregular Plural b. Adverb Problems dan Listening Dasar a. Appositive a. With Paired Conjunction. Academic Discussion e. Sisipan Subjects And Verbs. Styles In Written English 2 b. -Er Structure d. Negatives And Conditionals c. Preposisi. Figurative Expression /Two. Struct. Comparisons c. Style Lain dalam Bahasa Inggris dan Memahami Bacaan a. Other Sound Alike e. Subject And Verb Of Sentence b. Reduced Adjective Clause b. Conversation Material a. Membedakan Orang Dengan Benda/Kata Ganti Serta Predikat c. Problems With Subject/Verb Agreement c. Styles In Written English 1 b. Academic Discussion. Bacaan: Long Reading TOEFL d. Kata Benda. Words. Announcement 13. Par. Long Conversation Listening Material 10    . General Conversation d. Listening On Suggestion And Passive 10.

Bacaan: Compilation Short And Long TOEFL Reading c. Latihan Grammar dan Memahami Bacaan dan Listening Pada Simulasi TOEFL 2 a. Tapping The Interview 15. Compilation Of TOEFL Listening Material 11    . Cumulative Review Of Structure Problems b.e.

Jenis-jenis Elastisitas d. Nilai dan Teori Ekonomi. Hukum dan Asas Ekonomi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan b. Kurva Keuntungan dan Kerugian Pada Bentuk Pasar a. Perubahan Harga c. Kebudayaan. Sistem Ekonomi a. Hubungan Kausal dan Hubungan Fungsional b. Pengertian Elastisitas b. Pengertian Ilmu Ekonomi a. Definisi dan Batasan Ilmu Ekonomi b. Pengertian Permintaan & Hukum Permintaan. Objek Ekonomi 2. Rumah Tangga Perorangan. Pendekatan Indeference Curve 4. Duopoly d. Perusahaan dan Pemerintah e. Pengertian Penawaran & Hukum Penawaran. Normal Profit c. Elastisitas a. Kebutuhan yang tidak Terbatas dan Pemuas Kebutuhan yang Terbatas b. Persaingan Sempurna dan Bentuk Kurvanya c. Pasar Persaingan Monopoli 8. Tingkah Laku Konsumen a. Ekuilibrium 6. Pasar Monopoli dan Bentuk Kurvanya b. Hubungan Ketiga Pelaku Ekonomi 3. Break Even 12    . Pengetahuan Politik dan Keamanan c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran 5. Oligopoly e. Apa. Bagaimana dan untuk Siapa Barang Produksi d. Manfaat Elastisitas Permintaan c. Bentuk Pasar a. Kurva Permintaan dan Hukum Permintaan a. Pengaruh Permintaan dan Penawaran Atas Keseimbangan a.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Ilmu Ekonomi Setelah mengikuti pelajaran ini perserta diharapkan mampu memahami tentang Pengertian Ilmu Eekonomi. Super Normal Profit b. Faktor Biologis. Fungsi Pasar. Pengertian Nilai Pakai dan Nilai Tukar : Subjektif dan Objektif c. Elastisitas Penawaran dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya 7. Pendekatan Marginal d. Terciptanya Harga b. Sebab Timbulnya Permintaan. Motivasi Kegiatan Ekonomi f. Sistem Ekonomi dan Peran dan Lingkup Ekonomi secara Mikro dan Makro. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum : : Pokok Bahasan 1.

Biaya dan Hasil Penjualan (Lanjutan) a. Pendapatan Nasional a. Average Revenue dan Marginal Revenue. Fungsi dan Motif Permintaan Uang c. Ruang Lingkup Teori Ekonomi Makro b. Pasar Uang a. Jenis-jenis e. Pengertian b. Sebab-sebab d. Pengaruh Kebijakan Fiskal dan Moneter terhadap Nilai-nilai Keseimbangan 15. Variabel-variabel Ekonomi Makro b. Langkah-langkah Penanggulangan 18. Pengertian b. Penganguran a. Marginal Cost. Jenis-jenis c. Circular Flow of Income b. 10. Pengertian Biaya dan Jenis-jenis Biaya b. Bank Snetral e. Kebijakan Fiskal dan Moneter a. Pengertian dan Kurva Total Revenue.d. Kesimbangan Simultan di Pasar Uang a. Bank a. Perhitungan. Variasi-variasi dalam Kesimbangan Simultan c. Variable Cost. Perhitungan Nilai Tambah. Average Variable Cost. c. Fungsi dan Sruktur APBN 13    . Biaya dan Hasil Penjualan a. Kebijakan yang dilakukan Pemerintah f. Inflasi dan Deflasi a. Pengertian b. b. Variabel-variabel Ekonomi Mikro dan Makro c. Lembaga-lembaga Keuangan 16. Penegndalian 17. Sebab-sebab c. 11. Pengertian. Sebab-sebab ditempuhnya Kebijakan Fiskal dan Moneter c. Jenis Bank Primer dan Sekunder d. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional. Perhitungan Penentuan Laba Rugi. Akibat Pengangguran dalam Perkembangan Ekonomi dan Masyarakat d. Pendahuluan a. Average Total Cost. Pengertian b. dan Kurva: Total Cost. Fixed Cost. Jenis-jenis dan Hubungan dalam Model Ekonomi 12. 13. Keseimbangan Umum di Pasar Uang 14. Average Fixed Cost. Subnormal Profit 9. Penawaran Uang b. Jenis-jenis Kebijaksanaan d. Sejarah Bank c.

Tiga Tahapan Dalam Proses Produksi 7. Teori Ekonomi Mikro Secara Umum. Proses Pembentukan Permintaan Konsumen Menurut Versi Guna Batas (Marginal Utility Approach). Keseimbangan Konsumen dalam Marginal Utility Approach. Baik Untuk Barang Normal. e. a. Mekanisme Pasar Memecahkan Tiga Masalah dalam Perekonomian. serta Beberapa Penyimpangan yang Terjadi. Teori Ekonomi Mikro dan Teori Ekonomi Makro. Pengertian Total Utility dan Marginal Utility b. Income Consumption Curve (Icc). Maupun Barang Super Inferior (Giffen) 6. b. Konsep Teori Permintaan Melalui Pendekatan Indifference Curve a. Teori Permintaan Konsumen. Substitution Effect Dan Income Effect. b. Hukum Permintaan dan Penawaran. Keseimbangan Konsumen Menurut Pendekatan Indifference c. Fungsi Produksi Dengan Satu Variabel Input b. Proses Terbentuknya Harga. Hubungan Input Dan Output (Produksi) Baik Dalam Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Analisis-Analisis Ekonomi Seacara Mikro. c. 2. a. Inferior. 14    . 5. Eksistensi Hukum Permintaan dan Penawaran. a. Dan Engel Curve. Fungsi Pasar. Price Consumption Curve (Pcc) g. a. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Mikro Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Teori Ekonomi Mikro. Pengaruh Perubahan Harga. Terhadap Keseimbangan Konsumen d. Elastisitas Harga c. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Elastisitas Income. Perubahan Income. 4. Mempelajari Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Hubungan Antara Income Elasticity Pada Berbagai Bentuk Engel Curve f. Pengertian Konsep Indifference Curve b. Pengertian dan Ruang Lingkup Teori Ekonomi b. Super Normal (Lux). Pengertian Pemecahan Masalah 3.

Pengertian Pasar Monopoli. Pendekatan Marginal e. Edge Worth. Membahas Cournot Model. Keseimbangan Jangka Panjang dalam Pasar Persaingan Sempurna. Decreasing Cost Industri 11. Constant Cost Industri i. Beberapa Pengaturan Pajak pada Pasar Monopoli h. Pendekatan Total d. Least Cost Combination b. Beberapa Bentuk (Model) Oligopoli. Membahas Permintaan Input Untuk Perusahaan Yang Menggunakan Satu Input Variabel (Value Marginal Product dan Marginal Revenue Product) b. Termasuk Didalamnya Pembahasan Mengenai Proses Pencapaian Keseimbangan Pada Model Pasar Ini 13. Production Tranformation Curve 15    . g.8. Kurva Penawaran Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna. Sementara Jumlah Produsen Input yang Bersangkutan Cukup Banyak 14. a. Keseimbangan Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna f. Model Kurva Permintaan Yang Patah (The Kinked Demand Curve Model) Dan Bentuk Lain Dari Oligopoli Yakni Kartel c. (Dua Individu. Proses Penentuan Harga c. Mambahas Tentang Biay-A Rata-Rata (Ac). Fungsi Produksi Jangka Panjang Didalamnya Dibahas Pula Tentang Hubungan Antara Biaya Produksi Jangka Pendek Dan Biaya Jangka Panjang 10. dan pengetahuan Tentang Konsep Biaya Produksi Jangka Panjang. Produksi Linier Homogen 9. Dua Input dan Dua Output dalam Mencapai Pareto Optimal) a. Keseimbangan Pertukaran pada Contoh Perekonomian Sederhana. Monopsoni yaitu Bentuk Pasar Input Dimana Hanya Ada Satu Pembeli. Pendekatan Total d. h. Yang Meliputi Biaya Tetap. a. Keseimbangan Jangka Panjang pada Pasar Monopoli g. Smc Dengan Marginal Produ-Ct (Mp) Dan Averege Product (Ap) Pada Stage Ke Ii d. a. Variabel Maupun Biaya Total b. Kurva Peluasan Produksi (The Expansion Path) c. Dan Chamberlin Model b. a. Increasing Cost Industry j. Berbagai Sifat dan Perilaku Biaya Produksi Jangka Pendek. Membahas Antara Biaya Rata-Rata Jangka Pendek (Sac). a. b. Proses Pembentukan Harga dan Kuantitas Keseimbangan Sehingga Diperoleh Maximisasi Profit Baik dalam Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang. Pendekatan Marginal e. Pengertian Pasar Persaingan Sempurna b. Keseimbangan Di Pasar Input. Hubungan Antara Biaya dan Produksi dalam Tahap Kedua. Fungsi Permintaan Maximisasi Profit c. Pengertian Biaya. Biaya Marginal (Mc) Maupun Biaya Total (Tc) c. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Diskriminasi Harga f. Keseimbangan Jangka Panjang 12. a. Proses Pencapaian Keseimbangan Perusahaan yang Beroperasi di Pasar Monopoli. Menjelaskan Production Contract Curve b.

Analisis Terhadap Besaran-Besaran Kontraksi dan Ekspansi Ekonomi d. DI) c. Investment Decision: d. konsep circular flow of income. Keuangan di Indonesia c. Contoh-Contoh Kritik Terhadap Penggunaan GDP dalam Mengukur Tingkat Kemakmuran 4. dan S Serta Teori-Teori Konsumsi dan Faktor2 Yang Mempengaruhi C a. Rencana Materi Perkuliahan Selama Satu Semester dan Buku Referensi Yang Digunakan 2. Kekuatan Permintaan dan Penawaran Di Pasar Uang dan Pasar Komoditi a. Prinsip-Prinsip Dasar Keputusan Investasi. Pengertian Teori Ekonomi Makro dan Perbedaannya Dengan Teori Ekonomi Mikro b. NNP. PI. Prinsip Dasar Pembuatan Model b. Konsep dan Siklus GDP (GNP. analisis pasar tenaga kerja. Contoh-Contoh Analisisi Model Ekonomi Sederhana. konsep uang beredar dan inflasi. Konsep. Contoh Analisa Neraca Moneter d. Cara-Cara Menghitung GDP b. NP. Social Analisys 6. Bentuk Pergeseran Curva LM Dan Curva IS e. teori konsumsi dan saving. Pengertian Teori Ekonomi Makro dan Ruang Lingkupnya a. Derifasi Fungsi C dan Fungsi S b. Teori-Teori Keynes Friendam. Y. Berbagai Bentuk Model Ekonomi c. Financial Analisys e. analisis keseimbangan agregat. dan Derifasi Fungsi C dan Fungsi S c. Pergeseran Keseimbangan IS-LM dan Kaitannya Dengan Pigou Effect dan Keynes Effect 16    . Lingkup Permasalahan Investasi. Hubungan MPC/APC. Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional. MPS/APS. Tertutup. Struktur Lembaga-Lembaga b. Contoh-Contoh Analisa Makro dan Mikro c. Economic Analisys f.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Makro Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tentang ruang lingkup teori ekonomi makro. konsep dan siklus pendapatan nasional. Mata Pelajaran Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. dan Terbuka 3. dan Duessenbery Mengenai Konsumsi 5. prinsip dasar invesatasi. Konsep Circular Flow Of Income a. Keuntungan Mempelajari Toeri Ekonomi Makro d. Siklus. a. a. Hubungan C. Real Investment dan Portfolio Investment b. peran APBN dalam kehidupan dan peran perdagangan dalam ekonomi sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam analisis-analisis ekonomi secara makro. Contoh Penurunan Curva Investasi c.

Bentuk Pergeseran Curva LM dan Curva IS e. a. Dampak Dari Kebijaksanaan Fiskal Terhadap Kegiatan Ekonomi. a. Curva AS. Peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Kehidupan. Pengertian Kebijaksaan Moneter b. a. Struktur Lembaga-Lembaga b. dan Interdependency Metode Laba Bruto a. Pergeseran Keseimbangan IS-LM dan Kaitannya dengan Pigou Effect dan Keynes Effect 8. Analisis Kurva Inflationary dan Deflationary Gap g. Pentingnya Pengendalian Jumlah Uang Beredardan Seluk-Beluk Inflasi. dan Beberapa Isu Mengenai Neraca Pembayaran c. Analisis Curva Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja e. Kekuatan Permintaan dan Penawaran di Pasar Uang dan Pasar Komoditi a. Fungsi Produksi dan Kapasitas Produksi Nasional f. Dan Faktor2 yang Mempengaruhi Curva AS d. Arti Dari Balance. Peran Perdagangan (Barang dan Jasa) dalam Kehidupan Ekonomi. Defisit. 11. dan Teori-Teori Inflasi 10. Keuangan di Indonesia c. Instrumen-Instrumen Moneter Yang Langsung Maupun Tidak Langsung Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar c. dan Contoh Analisis Kebijaksanaan Fiskal b. Contoh Penggunaan Piranti Moneter d. Arti. Arti Kebijaksanaan Fiskal. Arti Kebijaksanaan Perdagangan. Analisis Keseimbangan AD dan AS. Bentuk. Curva AD. Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curva AD c. Sebab-Sebab Meningkatnya Inflasi. Arti Inflasi. Contoh Analisa Neraca Moneter d. Curva Interdependency Pasar-Pasar Ekonomi 9. dan Surplus Budget c. Cara Menurunkan b. Analisis Pasar Tenaga Kerja.7. dan Bentuk-Bentuk Kebijaksanaan Perdagangan b. Contoh Analisis Neraca Pembayaran 17    .

Reprentasi data d. Formula If b. CPU. Seluruh Materi Pokok Word a. Efek Suara 7. 3. Definisi Komputer dan Komputerisasi b. teori dasar database. Apllication Sistem 2. b. Motherboar. Internet 4. Kapasitas dan Kecepatan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak a. Double If 10. Windows Xp. Praktikum Ms-Word 5. database (msaccess). perangkat lunak. Dos Vs Windows dan Komunikasi Data a. Praktikum Ms-Excel a. Juga mahir mempergunakan beberapa paket aplikasi perkantoran yaitu pengolah kata (ms-word). Presentasi Hasil Karya Perorangan 8. Alat-Alat Input dan Output b. Efek Grafis b. alat presentasi (ms-power point). Praktikum Ms-Excel a. Operating Sistem d. Praktikum Ms-Powerpoint a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Memory c. Seluruh Materi Pokok Powerpoint 6.Program Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Aplikasi Komputer Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dasar-dasar komputer. perangkat komunikasi data. Praktikum Ms-Powerpoint a. Definisi Komputer dan Komputerisasi a. dan spread-sheet (ms-excel). Praktikum Ms-Powerpoint a. Seluruh Materi Dasar Excel 9. Tipologi Jaringan. perangkat keras. Nested If 18    . Sejarah Komputer c. Praktikum Ms-Excel a. Dos.

Report 15. Sumif d. Grafik 13. Form. Praktikum Ms-Access a. Praktikum Ms-Excel a. Min 12. Ddl. Pendekatan Tradisional Vs Database c. Praktikum Ms-Access a. Countif c. Max. Praktikum Ms-Excel a. Hirarki Data b.11. Dml Dan Query 14. Komponen Basis Data d. Vlookup e. Konsep Database a. Query 19    . Formula Counta b.

Deviasi. a. Sampel. Mempelajari Arti Kuartil. regresi. ukuran lokasi ratarata. 4. Arti Analisa Regresi c. Arti Analisa Korelasi b. a. Rata-Rata. Mempelajari Analisa Korelasi dan Regresi Khususnya untuk Meramal a. Variabel. Arti dan Kegunaan Data b. Mempelajari Analisis Regresi Linier Berganda Untuk Meramalkan Memperhitungkan Banyaknya Faktor Yang Mempengaruhi Variabel Y. dan Koefisien Variasi. Arti Sempit dan Luas. Mempelajari Memilih Bentuk Fungsi Yang Tepat Untuk Mewakili Data Yang Dikumpulkan. simpangan baku. Simpangan Baku. Sampling. 6. korelasi. Arti Pengumpulan Data 2. Median dan Modus. Melakukan Penjumlahan dengan Menggunakan Simbol Sigma. Median dan Modus untuk Data Berkelompok dan Tidak. a. Mempelajari Range. Arti Statistik e. distribusi teoritis. Deviasi. Arti Kuartil. dan Kualitatif 9. Simbol Penjumlahan dengan Sigma d. deviasi. desil. range. a. a. Rank. varians. Arti Dan Kegunaan Ukuran Kemencengan dan Keruncingan Kurva. Pokok Bahasan 1. Frekuensi Relatif dan Kumulatif 3. kemencengan dan keruncingan kurva. Rata-Rata. Beberapa Istilah Pokok (Elemen.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Statistika Deskriptif : Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang kegunaan statistik. kuartil. median. Populasi. Desil. dan Koefisien Variasi. Sensus. Arti dan Kegunaan Rata-Rata Hitung (Mean). modus. Ramalan Dengan Regresi Koefisien Korelasi Data Berkelompok. Pembagian Data d. Mempelajari Analisa Korelasi dan Regresi Khususnya untuk Meramal. Mempelajari Arti dan Kegunaan Statistik. 5. Beberapa Macam Fungsi dan Bentuk Kurvanya c. Metode Least Square untuk Regresi b. Persentil Data Berkelompok dan Tidak. dan pengujian hipotesis sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam memanfaatkan statistik sebagai alat analisis dan pengolahan data. Pentingnya Matematika dalam Statistik b. Desil. Arti Koefisien Determinasi 8. Arti dan Kegunaan Berbagai Ukuran Variasi Seperti Range. a. a. 7. Simpangan Baku. Mempelajari Arti Ukuran Lokasi Rata-Rata Hitung. dan Sampling Error) f. Karakteristik. analisi time series. Mempelajari Ukuran Kemencengan dan Keruncingan Kurva. dan Persentil. dengan 20    . Mengetahui Syarat Data Yang Baik dan Pembagian Data Serta Mengetahui Beberapa Istilah Pokok. Syarat Data Yang Baik c.

a. Khususnya yang Terkait Dengan Kesimpulan yang Tidak Pasti a. Trend Parabola b. Pemberian Nilai. Subyektif. 21    . Rata-Rata Bergerak dan Metode Least Square 13. Trend Logistik dan Gompertz 11. Rata-Rata Semi. dan Penggunaan Analisis Regresi Berganda Untuk Ukuran Musiman. c. Mempelajari Analisis Time Series dan Sekaligus Cara Menghitungnya. Mempelajari Arti Stastik II. Independent. Frekuensi. Arti Hubungan Lebih dari Dua Variabel Koefisien Regresi Parsial Koefisien Korelasi Parsial Koefisien Determinasi Berganda Meramalkan Dengan Persamaan Regresi Linier Berganda 10. e. Gabungan [Union] & Probabilitas Bersyarat [Bayes Theory]. Probabilitas dengan Pendekatan Klasik. Pengertian tentang Mutually Exclusif Event. Menentukan Trend Dengan Metode Tangan Bebas. Arti dan Pentingnya Analisis Time Series b. Dependent Kejadian. a. Menentukan Trend Dengan Metode Tangan Bebas. Penjelasan Tentang b. a. Cara Menghitung Indeks Musiman c. Arti dan Pentingnya Analisis Time Series b. a. Mempelajari Gerakan Siklis dan Cara Mengukurnya. a. Arti dan Kegunaan Indeks Musiman b. a. a. Relatif Bersambung. Set Ruangan Sampel dan Kejadian 18. dan Pengujiannya 12. Rata-Rata Semi. Mempelajari Angka Indeks dan Sekaligus Cara Menggunakannya. d. dan Perhitungan Probabilitas a. Mempelajari Probabilitas Sebagai Ukuran Ketidak Pastian dan Kegunaan dalam Ekonomi. a. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu a. Frekuensi Relatif Subyetif b. Metode Rata-Rata Sederhana. Pembobotan Nilai. Mempelajari Analisis Time Series dan Sekaligus Cara Menghitungnya. d. Rata-Rata Bergerak dan Metode Least Square 14. Transformasi Semi Log dan Full Log c. Penggunaan Regresi Linear Berganda Untuk Menemukan Ukuran Musiman 16. Sub. c. Mempelajari Konsep Pendekatan Probabilitas Secara Klasik. Cara Menghilangkan Pengaruh Musiman d. Mempelajari Indeks Musiman dan Cara Menghilangkan Pengaruh Musiman. Agregatif Tertimbang dan Tidak Tertimbang. 19. Tujuan dan Pengertian Dasar Statistik II 17. Arti Dan Kegunaan Angka Indeks Sederhana. b. Relatif. Pembuatan PR Dan Absensi e. Permutasi dan Kombinasi . Pengertian Set. Gerakan Siklis dan Cara Mengukurnya b. Mempelajari Fungsi Non Linear untuk Meramalkan. dan Rasio 15. Non Exclusive.

b. Fungsi Probabilitas Diskkrit & Kontinyu; c. Fungsi Probabilitas Bersama 20. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu. a. Fungsi Binominal b. Fungsi Poisson c. Fungsi Hipergeometrik 21. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu. c. Fungsi Normal 22. Mempelajari Nilai Harapan untuk Fungsi-Fungsi Probabilitas a. E (X) ; b. E [X – E (X) ] 2 untuk Fungsi Fungsi Probabilitas

23. Mepel Sampel Secara Acak, Baik Dengan Pengembalian Maupun Tidak. b. Pengambilan Sampel “ With & Without Replacement “ serta Perhitungan Standar Error 24. Mempelajari Perkiraan Tunggal & Interval. a. Unbiased & Biased Estimator; b. Perkiraan Tunggal 1 & 2 Rata-Rata X 1 − X 2

[

]

c.

1&2

Proporsi ⎜ P1 − P2 ⎟

⎛ ⎝

⎞ ⎠

25. Mempelajari Perkiraan Tunggal & Interval c. Perkiraan Interval untuk U & P serta [ U1 – U2] & [ P1 – P2 ] 26. Mempelajari Hipotesis. a. Pengujian Hipotesis Satu Rata-Rata dan Satu Proporsi b. Pengujian Hipotesis dua Rata-Rata Dan 2 Proporsi c. Pengujuan Hipotesis Lebih dua Rata Data [ ANOVA ] d. Pengujian Hipotesis Lebih Dari dua Proporsi [ Chi – Square ]

22   

Nama Program

:

Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Organisasi, Bisnis, dan Manajemen Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dasar-dasar manajemen , dunia usaha, fungsi-fungsi manajemen, pengelolaan SDM, risiko bisnis, manajemen pemasaran dan produksi, dan ekspansi usaha

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU)

: :

Pokok Bahasan 1. Dunia Usaha Dan Lingkungannya a. Pengertian Usaha Bisnis b. Latar Belakang Munculnya Usaha c. Maksud Dan Tujuan Bisnis d. Ruang Lingkup Dunia Usaha/Bisnis e. Lingkungan Internal Dan Eksternal Dunia Usaha

2. Pengertian, Ciri Dan Fungsi Perusahaan a. Pengertian Dasar Perusahaan b. Ciri-Ciri Perusahan c. Fungsi-Fungsi Perusahaan d. Lokasi Perusahaan 3. Bentuk-Bentuk Perusahaan, Kelebihan Dan Kekurangannya a. Perusahaan Perseorangan b. Firma c. Persekutuan Komanditer d. Perseroan Terbatas e. Koperasi Di Indonesia f. Yayasan 4. Dasar-Dasar Manajemen a. Pengertian Manajemen b. Mengapa Manajemen Dibutuhkan c. Definisi Manajemen 5. Manajemen Dan Manajer a. Definisi Manajemen b. Tingkatan Manejemen c. Manajer Fungsional Dan Manejer Umum d. Fungsi-Fungsi Yang Dilaksanakan Manajer e. Kegatan-Kegiatan Manajer f. Peranan Manajer Dalam Perusahaan 6. Perkembangan Teori Manajemen a. Keterampilan Manajer b. Teori Manajemen Klasik c. Manajemen Ilmiah d. Teori Organisasi Klasik e. Aliran Hubungan Manusiawi f. Aliran Manajemen Modern

23   

7. Manajemen Dan Lingkungan Eksternal Organisasi a. Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal b. Lingkungan Ekstern Mikro c. Lingkungan Ekstern Makro 8. Perencanaan Dalam Pengambilan Keputusan a. Penjelasan Perencanaan b. Alasan-Alasan Perlunya Perencanaan c. Hubungan Perencanaan Dengan Fungsi-Fungsi Lainnya d. Tipe-Tipe [Erencanaan Dan Rencana e. Perencanaan Strategik f. Hambatan Dalam Perencanaan Efektif 9. Penetapan Tujuan Dan Pengambilan Keputusan a. Visi Dan Visi Organisasi b. Fungsi Tujuan Organisasi c. Kebutuhan Penyeimbangan Tujuan d. Manajemen By Objective (MBO) 10. Pengertian Pengorganisasian a. Struktur Organisasi b. Pembagian Kerja c. Departementalisasi 11. Koordinasi Dan Rentang Manajemen a. Koordinasi b. Rentang Manajemen 12. Wewenang, Delegasi Dan Desentralisasi a. Pengertian Wewenang, Kekuasaan Dan Pengaruh b. Struktur Lini Dan Staf c. Wewenang Lini Dan Staff d. Sentralisasi Versus Desentralisasi 13. Perencanaan SDM a. Penarikan Dan Seleksi SDM b. Latihan Pengembangan SDM c. Pemberian Kompensasi Kepada Karyawan 14. Kepemimpinan Dalam Organisasi a. Motivasi b. Motivasi Bukan Sekedar Teknik-Teknik c. Pengertian Kepemimpinan d. Pendekatan-Pendekatan Studi Dan Sifat Kepemimpinan 15. Dasar-Dasar Proses Pengawasan a. Pengertian Pengawasan b. Tipe-Tipe Pengawasan c. Tahap-Tahap Dalm Proses Pengawasan d. Pentingnya Pengawasan e. Perancangan Proses Pengawasan f. Alat Bantu Pengawasan Manajerial g. Karakteristik-Karakteristik Pengawasan Yang Efektif 16. Manajemen Produksi Dan Operasi a. Perbedaan Produksi, Manufaktur Dan Operasi b. Tugas Manajer Produksi Dan Operasi c. Mengorganisasikan Proses Produksi d. Pengelolaan Material, Pembelian Dan Persediaan

24   

Daur Hidup Produk c. Produk Dan Harga a. Peran Pemasaran Dalam Masyarakat c. Manajemen Pemasaran a. Arti Ekspansi b. Pengertian Dan Tujuan Penetapan Harga e. Jenis Resiko c. Metode Penetapan Harga 19. Bentuk Ekspansi e. Konsep Pemasaran d. Merger Dan Akuisisi 25    . Kategori Produk b. Resiko Dan Asuransi a. Fungsi Pemasaran e. Bauran Pemasaran 18. Metode Penanganan Resiko d. Pengertian Pemasaran b. Sistem Kerja Asuransi 20. Pengertian Resiko b. Proses Pemasaran f. Ekspansi Bisnis a. Proses Pemasaran g. Motif Ekspansi c. Arah Ekspansi d.17. Mengelola Bauran Produk d.

Teori Perdagangan Modern a. Factor Price Equalization c. Kebijakan Ekonomi Internasional a. Ekuilibrium tanpa Perdagangan 5. Pengertian dan Ruang Lingkup Ekonomi Internasional a. Liberalisasi Perdagangan a. Offer Curve 4. Teori Liberalisasi perdagangan b. Definisi b. Definisi b. Teori Permintaan dan Penawaran d. Keunggulan Komparatif dan Biaya Oportunitas 3. Filosofi Perdagangan Internasional b. Tujuan Kebijakan Ekonomi Internasional d. diharapkan mahasiswa memahami konsep-konsep perdagangan internasional. Terms of Trade a. Pentingnya Ilmu Ekonomi Internasional c. Keunggulan Komparatif David Ricardo d. Pembahasan Ekonomi internasional d. Keunggulan Mutlak Adam Smith c. Macam-Macam Retriksi dalam Perdagangan Internasional e. Kurva Kemungkinan Produksi dan Indefference Curve e. Teori Perdagangan Non Klasik b. dan kebijakan ekonomi internasional Mata Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.Program Diploma : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Internasional Setelah mengikuti mata kuliah ini. Tujuan dan Kebijakan Ekonomi Internasional 2. Kurva Indiferen Masyarakat c. Teori Standar Perdagangan Internasional a. Kurva Kemungkinan Produksi dgn Biaya Meningkat b. Instrumen Kebijakan Ekonomi Internasional c. Kegunaan Model Perdagangan 7. Hukum Keunggulan Komparatif a. neraca pembayaran. Ilustrasi Terms of Trade d. Subsidi 6. Teori Hecksher & Ohlin b. Pengukuran Terms of Trade c. Liberalisasi Perdagangan dalam Praktek 26    .

Efek Pertumbuhan Faktor Produksi (kasus negara kecil) c. Kekuatan Bersaing MNC f. Perpindahan Modal antar Dua Negara 10.8. Hambatan Non Tarif lainnya d. Arti dan Fungsi b. Kuota Impor c. Hambatan Perdagangan Non Tarif dan Proteksionis Baru a. Teori Struktur Tarif d. Pendahuluan b. Customs Union 9. Pendahuluan b. Neraca Perhitungan dan Ketidakseimbangan Dalam Transaksi Internasional d. Peranan Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi b. Modal d. Faktor yang mempengaruhi Keputusan MNC d. Kebijakan Industri dan Kebijakan Perdagngan Strategis e. Sifat MNC c. Customs Union a. Sistem Kurs Valas e. Sejarah Kebijakan Komersial AS f. Kurva Permintaan dan Penawaran Valas d. Pendahuluan b. Pendahuluan b. Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi a. Perpindahan Faktor prosuksi Antar Negara a. Stusi Kasus AS Sebagai Negara Peg-Hutang Tersebar di dunia 27    . Efek Global MNC 11. Spekulasi c. Analisis Keseimbangan Parsial terhadap Tarif c. Pendahluan b. Analisis Keseimbangan Umum thd Pemberlakuan Tarif di Negara Kecil e. Faktor Non Ekonomi e. Teori Optimum 13. Ekonomi Politik Proteksionaisme. Prinsip-prinsip Akuntansi Neraca Pembayaran c. MNC a. Pendahuluan b. Analisis Keseimbangan Umum thd Pemberlakuan Tarif di Negara Besar f. Hambatan Perdagangan Tarif a. Kasus Pertumbuhan Negara Besar 12. Putaran Uruguai 14. Purchasing Power Parity 15. Tanagan Kerja c. Pasar Valuta Asing a. Neraca Pembayaran a.

Pengertian Akuntansi Dan Bidang-Bidang Yang Berhubungan Dengan Akuntansi a. Sistem Persediaan f. Dilanjutkan Dengan Pengertian Dan Pembahasan Tentang Pos-Pos Neraca Yang Meliputi Unsur-Unsur Aktiva Dan Hutang Jangka Pendek Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Praktek Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan : Pengantar Akuntansi I Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Akuntansi. Jurnal Dan Posting Ayat Jurnal Penyesuaian g. Pengklasifikasiannya Serta Proses Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa Dan Perusahaan Dagang. Sifat Proses Penyesuaian c. Klasifikasi Akun b. Biaya Transportasi & Pajak Penjualan d. Jurnal Penutup h. Laporan Keuangan Korporasi 2. Profession Of Accountancy c. Akuntansi Untuk Pembelian b. Statement Of Owner’s Equity. Tahun Fiscal 4. Dan Laporan Keuangan Serta Dapat Menyimpulkan Siklus Akuntansi a. Akuntansi Untuk Penjualan c. Laporan Keuangan Perusahaan Perorangan: Income Statement. Neraca Percobaan 3. Transaksi Bisnis e. Buku Besar. Jurnal e. Worksheet Untuk Perusahaan Dagang 28    . Pengertian Perkiraan. Penyesuaian Persediaan g. Worksheet e. Karakteristik Perusahaan Dagang Dan Perlakuan Akuntansinya a. Persamaan Akuntansi Dan Elemen Dasarnya f. Jurnal. Sifat Akun d. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi b. Balance Sheet. Prinsip Cara Yang Digunakan Dalam Penataan Transaksi Keuangan. Statement Of Cash Flow g. Prinsip Dan Praktik Akuntansi d. Pokok Bahasan 1. Jurnal Penyesuaian d. Siklus Akuntansi Dan Menyusun Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Tutup Buku Untuk Penyusunan Laporan Keuangan a. Penyesuaian Untuk Deferrals Dan Accruals h. Financial Statement f. Pelaporan Periodik Untuk Perusahaan Dagang e. Chart Of Accounts c. Prinsip Penandingan b.

Allowance Method Of Accounting For Uncollectibles g. Perolehan Plant Assets b. Dan Metode Yang Digunakan Dalam Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan a. Metode Pemrosesan Data e. Prinsip-Prinsip Sistem Akuntansi b. Direct Method Of Accounting For Uncollectibles h. Menentukan Kuantitas Aktual Dalam Persediaan d. Transaksi Kas Dan Electronic Fund Transfer 8. Inventory Costing Methods Under A Periodic System f. Karakteristik Notes Receivables d. Metode Penyusutan. Pengendalian Kas b. Akuntansi Untuk Notes Receivables e. Perolehan Plant Assets Melalui Leasing h. Jurnal Penyesuaian c. Klasifikasi Dan Metode-Metode Yang Berhubungan Dengan Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Dan Investasi Sementara a. Retained Earnings Statement. Importance Of Inventories b. Accounting For Reporting Inventory Under A Perpetual System g. Sistem Akuntansi Dan Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus a. Penilaian. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Cost h. Depresiasi c. Balance Sheet b. Klasifikasi Piutang b. Struktur Pengendalian Intern d. Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus. Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas c. Pengendalian Piutang c. f. Temporary Investments i. Composite-Rate Depreciation Method e. Piutang Tak Tertagih f. Dan Pelaporan Aktiva Tetap a. Karakteristik. Interim Statement f. Menentukan Cost Of Inventory e. Akuntansi Untuk Depresiasi d. Pengertian. Estimating Inventory Cost 10. Harga Perolehan. Temporary Investments Dan Receivables Di Neraca 9. Pengendalian Inern Terhadap Pengeluaran Kas d. Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Pada Saat Tutup Buku Pada Perusahaan Dagang a. Instalasi Dan Revisi Siatem Akuntansi c. Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang: Income Statement. Deplesi i. Disposal Of Plant Assets g. Inventory Systems c.5. Penyajian Persediaan Pada Neraca i. Jurnal Penutup d. Koreksi Kesalahan 6. Perkiraan Kas Dan Pengendaliaannya a. Jurnal Balik e. Capital And Revenue Expenditure f. Intangible Assets 29    . Modifikasi Sistem Akuntansi Lain 7.

Product Warranty Liability 30    . Karakteristik Kewajiban Jangka Pendek Dan Perlakuan Akuntansinya a. Liability For Employee’s Fringe Benefits d. Pelaporan Di Laporan Keuangan 11. Sistem Akuntansi Untuk Payroll Dan Payroll Taxes c. Short –Term Notes Payables e.j. Payroll Dan Payroll Taxes b.

Profession Of Accountancy c. Sifat Akun d. Prinsip Dan Praktik Akuntansi d. Laporan Keuangan Perusahaan Perorangan: Income Statement. Buku Besar. Laporan Keuangan Korporasi 2. Balance Sheet. Siklus Akuntansi Dan Menyusun Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Tutup Buku Untuk Penyusunan Laporan Keuangan a. Jurnal.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Statement Of Owner’s Equity. Dan Laporan Keuangan Serta Dapat Menyimpulkan Siklus Akuntansi a. Worksheet e. Pelaporan Periodik Untuk Perusahaan Dagang e. Pokok Bahasan 1. Dilanjutkan Dengan Pengertian Dan Pembahasan Tentang Pos-Pos Neraca Yang Meliputi Unsur-Unsur Aktiva Dan Hutang Jangka Pendek Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Praktek Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan. Jurnal Penutup h. Jurnal e. Financial Statement f. Prinsip Cara Yang Digunakan Dalam Penataan Transaksi Keuangan. Klasifikasi Akun b. Prinsip Penandingan b. Worksheet Untuk Perusahaan Dagang 31    . Karakteristik Perusahaan Dagang Dan Perlakuan Akuntansinya a. Pengklasifikasiannya Serta Proses Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa Dan Perusahaan Dagang. Jurnal Dan Posting Ayat Jurnal Penyesuaian g. Transaksi Bisnis e. Pengertian Akuntansi Dan Bidang-Bidang Yang Berhubungan Dengan Akuntansi a. Chart Of Accounts c. Sifat Proses Penyesuaian c. Tahun Fiscal 4. Penyesuaian Untuk Deferrals Dan Accruals h. Persamaan Akuntansi Dan Elemen Dasarnya f. Pengertian Perkiraan. Biaya Transportasi & Pajak Penjualan d. Neraca Percobaan 3. Sistem Persediaan f. Penyesuaian Persediaan g. Statement Of Cash Flow g. Jurnal Penyesuaian d. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi b. Akuntansi Untuk Penjualan c. Akuntansi Untuk Pembelian b. Pengantar Akuntansi I Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Akuntansi.

Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Pada Saat Tutup Buku Pada Perusahaan Dagang a. Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus. Jurnal Penutup d. Akuntansi Untuk Notes Receivables e. Pengendalian Kas b. Interim Statement f. Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang: Income Statement. Pengertian.5. Jurnal Penyesuaian c. Koreksi Kesalahan 6. Perolehan Plant Assets Melalui Leasing h. Jurnal Balik e. Retained Earnings Statement. Metode Penyusutan. Menentukan Cost Of Inventory e. f. Sistem Akuntansi Dan Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus a. Depresiasi c. Penilaian. Menentukan Kuantitas Aktual Dalam Persediaan d. Perkiraan Kas Dan Pengendaliaannya a. Pengendalian Piutang c. Inventory Systems c. Metode Pemrosesan Data e. Dan Pelaporan Aktiva Tetap a. Pelaporan Di Laporan Keuangan 32    . Disposal Of Plant Assets g. Piutang Tak Tertagih f. Inventory Costing Methods Under A Periodic System f. Estimating Inventory Cost 10. Deplesi a. Penyajian Persediaan Pada Neraca i. Composite-Rate Depreciation Method e. Accounting For Reporting Inventory Under A Perpetual System g. Direct Method Of Accounting For Uncollectibles h. Balance Sheet b. Importance Of Inventories b. Temporary Investments i. Struktur Pengendalian Intern d. Intangible Assets b. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Cost h. Temporary Investments Dan Receivables Di Neraca 9. Pengendalian Inern Terhadap Pengeluaran Kas d. Instalasi Dan Revisi Siatem Akuntansi c. Klasifikasi Piutang b. Prinsip-Prinsip Sistem Akuntansi b. Capital And Revenue Expenditure f. Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas c. Perolehan Plant Assets b. Dan Metode Yang Digunakan Dalam Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan a. Akuntansi Untuk Depresiasi d. Harga Perolehan. Transaksi Kas Dan Electronic Fund Transfer 8. Modifikasi Sistem Akuntansi Lain 7. Allowance Method Of Accounting For Uncollectibles g. Karakteristik Notes Receivables d. Karakteristik. Klasifikasi Dan Metode-Metode Yang Berhubungan Dengan Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Dan Investasi Sementara a.

Liability For Employee’s Fringe Benefits d.11. Karakteristik Kewajiban Jangka Pendek Dan Perlakuan Akuntansinya a. Sistem Akuntansi Untuk Payroll Dan Payroll Taxes c. Product Warranty Liability 33    . Payroll Dan Payroll Taxes b. Short –Term Notes Payables e.

Source of Paid In Capital d. Perlakuan akuntansi untuk dividen 3. Investasi pada saham b. Penyajian laporan keuangan partnership 2.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Akuntansi II Setelah mengikuti mata pelajaran ini. Pendanaan korporasi b. Penyusunan laporan keuangan perusahaan korporasi a. Karakteristik. Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) g. Partnership dissolution e. Appropriation of Retained Earnings d. Earnings per common share c. Karakteristik dan Pembentukan korporasi b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Laporan Arus Kas. Stockholder’s equity c. keuntungan dan kerugian partnership b. Akuntansi untuk investasi jangka panjang pada saham 5. Karakteristik Capital Stock e. Akuntansi untuk partnership c. Penyajian Bonds Payable dan Investment in Bonds di Neraca i. Appendix: Effective Interest Method of Amortization 34    . Bond Sinking Fund f. pengantar akuntansi manajerial dan Job Order Cost System serta mampu mengoperasikan Software MYOB Accounting dalam pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan. Hutang Obligasi dan Investasi dalam Surat Hutang Obligasi. Investasi pada obligasi h. Comprehensive Income 4. Melaporkan unusual items dalam laporan keuangan b. Konsep Present Value dan penerapannya pada Bonds Payable d. Bond Redemption g. Karakteristik obligasi c. Akuntansi untuk investasi dalam saham a. Akuntansi untuk Bonds Payable e. Partnership a. Stock Split h. Perusahaan korporasi a. Pembagian net income atau net loss d. mahasiswa diharapkan mampu memahami transaksi keuangan yang ada dalam Partnership dan PT (Perseroan). Penerbitan Capital Stock f. Likuidasi partnership f. Hutang Obligasi dan Investasi dalam surat hutang obligasi a.

Perbedaan Financial Accounting dan Managerial Accounting b. Job order cost system untuk perusahaan jasa 8. Kode Pajak e.6. Job order cost system untuk perusahaan manufaktur e. Membuat File Data Akuntansi Perusahaan c. Daftar Relasi (Card File) i. Laporan Arus Kas – Direct Method 7. Daftar Persediaan j. Accounts Dan Banking Accounts f. Verifikasi Pencatatan Transaksi dan Pencetakan Laporan Keuangan mengggunakan Software MYOB Accounting a. Transaksi payroll f. Time billing 10. Laporan Arus Kas – Indirect Method d. Saldo Awal Akun-Akun 9. Istilah dan Komponen Biaya Manufaktur c. Transaksi terkait inventory g. Laporan Arus Kas a. Payroll Accounts h. Pencetakan neraca 35    . Overview Sistem Akuntansi Biaya d. Pencetakan laporan laba rugi c. Jurnal pembelian c. Job Order Cost System a. Melakukan Setting: d. Software MYOB Accounting a. Tujuan Laporan Arus Kas b. Instalasi Software Myob Accounting b. Pencatatan Transaksi Keuangan menggunakan Software MYOB Accounting a. Verifikasi pencatatan transaksi b. Item-item Pelaporan arus kas c. Transaksi terkait bank e. Jurnal umum b. Jurnal penjualan d. Purchase Accounts g.

Penyajian laporan keuangan partnership 3. Akuntansi untuk Bonds Payable e. Karakteristik. Hutang Obligasi dan Investasi dalam surat hutang obligasi a. Pengantar Akuntansi II Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan keterampilan dasar berbahasa inggris yang dapat mendukung prestasi akademiknya. Sifat kewajiban lancar b. Penerbitan Capital Stock f. Laporan Arus Kas a. Kewajiban lancar a. Item-item Pelaporan arus kas c. Melaporkan unusual items dalam laporan keuangan c. Pendanaan korporasi b. Kewajiban pajak 2. Bond Sinking Fund f. dan investasi dalam saham a. Laporan Arus Kas – Direct Method 36    . Likuidasi partnership f. Laporan Arus Kas – Indirect Method d. Comprehensive Income f. Stock Split h. Perlakuan akuntansi untuk dividen 4.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Wesel bayar dan kewajiban lancar lainnya c. Investasi pada obligasi h. Partnership a. Partnership dissolution e. Karakteristik obligasi c. Pajak penghasilan perusahaan b. Penyajian Bonds Payable dan Investment in Bonds di Neraca i. Earnings per common share d. Karakteristik Capital Stock e. Kewajiban kontinjensi d. Perusahaan korporasi a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Bond Redemption g. Pajak penghasilan. Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) g. Pembagian net income atau net loss d. Appropriation of Retained Earnings e. Tujuan Laporan Arus Kas b. Akuntansi investasi dalam saham 5. Akuntansi untuk partnership c. Konsep Present Value dan penerapannya pada Bonds Payable d. Source of Paid In Capital d. Karakteristik dan Pembentukan korporasi b. Stockholder’s equity c. Appendix: Effective Interest Method of Amortization 6. item yang tidak biasa. keuntungan dan kerugian partnership b.

Job order cost system untuk perusahaan manufaktur e. daftar persediaan j. purchase accounts g. Job order cost system untuk perusahaan jasa 8. Istilah dan Komponen Biaya Manufaktur c. Jurnal Pembelian c. Jurnal Penjualan d. Transaksi Keuangan menggunakan Software MYOB Accounting a. Perbedaan Financial Accounting dan Managerial Accounting b. Jurnal Umum b. Instalasi Software MYOB Accounting b. Overview Sistem Akuntansi Biaya d. Pencetakan Laporan Laba Rugi c. Transaksi terkait Bank e. kode pajak e. Verifikasi Pencatatan Transaksi dan Pencetakan Laporan Keuangan mengggunakan Software MYOB Accounting a. Verifikasi Pencatatan Transaksi b. saldo awal akun-akun 9. daftar relasi (card file) i.7. Time Billing 10. Transaksi terkait Inventory g. accounts dan banking accounts f. Melakukan setting: d. Setting awal Software MYOB Accounting a. Pencetakan Neraca 37    . Membuat file data akuntansi perusahaan c. Transaksi Payroll f. payroll accounts h. Akuntansi manajemen dan aplikasinya: Job Order Cost System a.

Pengalaman Di Indonesia 4. Kriteria Investasi b. Kebijakan Apbn. Mengenal Dan Mengukur Biaya Suatu Proyek e. Penggeseran Beban Pajak e. Kegiatan Dan Pengeluaran Pemerintah Selalu Meningkat b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pajak Bumi Dan Bangunan 7. Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah 3. Pajak Penghasilan e. Peranan Keuangan Pemerintah a. Pejak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung Sebagai Sumber Penerimaan Negara c. Efisiensi Dalam Pengeluaran Negara c. Pajak Pertambahan Nilai g. Analisa Biaya Dan Manfaat a. Pengaruh Subsidi Barang Dalam Jumlah Tertentu e. APBN a. Sumber-Sumber Penerimaan Negara b. Penentuan Harga Barang Oleh Pemerintah a. Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian b. Pengeluaran Pemerintah a. Pengertian Anggaran b. Pengertian Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung b. Pengaruh Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung Terhadap Kesejahteraan Konsumen d. Kebijakan Harga Hasil Pertanian 38    . Kepincangan-Kepincangan Dalam Mekanisme Pasar c. Penetuan Harga Barang Publik b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Keuangan Publik Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang teori peranan keuangan pemerintah. Pajak Kekayaan f. Mengenal Dan Mengukur Manfaat Suatu Proyek d. Menentukan Waktu Dan Bunga Diskonto 5. Hubungan Antara Penjual/Produsen Dengan Pasar f. Kebijakan Subsidi d. Kesejahteraan Yang Hilang Karena Pajak 6. Sistem Perpajakan Dan Politik Pajak d. Macam Manfaat Dan Biaya Suatu Proyek c. Penerimaan Pemerintah a. dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. kebijakan fiskal. Distribusi Beban Pemerintah c. Kebijakan Anggaran c. Macam-Macam Kegiatan Pemerintah 2. Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung a. utang negara. penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Eksternalitas Dan Barang Publik d.

Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah a. Bantuan Pusat “Tax Effort” Dan “Fiscal Need” e. Pengaruh Pajak Terhadap Keinginan Untuk Bekerja d. Beberapa Kesulitan Pengukuran Ketidakmerataan c. Pengaruh Kebijakan Redistribusi Pendapatan Terhadap Keinginan Untuk Bekerja. Pengaruh Pajak Dalam Perekonomian a. Macam Dan Ciri Utang Negara b. Pro Dan Kontra Redistribusi Pendapatan b. Ikhtisar Dan Kesimpulan 39    . Pengaruh Pajak Terhadap Produksi b. Kesimpulan 12. Distribusi Pendapatan a. Bantuan Pemerintah Dan Pembangunan Daerah Yang Seimbang d. Konflik Antara Stabilitas Dan Kesempatan e. Meringankan Beban Pinjaman g. Hubungan Pembangunan Ekonomi Dan Pinjman Luar Negeri a. Macam Dan Ciri Utang Negara 9. Pengaruh Pajak Terhadap Distribusi Pendapatan c. Biaya Sosial Dan Pembebanan Pajak 13. Asal Mula Kebijakan Fiskal b. Pemilihan Antara Pinjaman Dalam Negeri Dan Pinjaman Luar Negeri d. Transfer Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Daerah b. Sumber Pinjaman Negara c. Macam-Macam Kebijakan Fiskal c. Pembayaran Utang Luar Negeri Dan Bunga Dalam Hubungannya Dengan Apbn i. Tujuan Kebijakan Fiskal d. Pinjaman Luar Negeri Dan Inflasi e. Pinjaman Luar Negeri Sebagai Sumber Kapital c. Posisi Utang-Utang Indonesia Di Antara Negara-Negara Asean h. Teknik Redistribusi Pendapatan d. Kapasitas Untuk Memabyar Utang Luar Negeri Indonesia f. Besarnya Transfer Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Daerah c. Pendahuluan b. Kaitan Kebijakan Fiskal Dan Moneter 11. Utang Negara a. Masalah Pengelolaan Negara 10.8. Masalah Kebijakan Fiscal a.

Syarat. Sejarah Dan Perubahan-Perubahan Hukum Pajak d. Pemeriksaan pajak. Azas Pemungutan Pajak d. Pajak Penghasilan Pasal 21. Tempat Dan Waktu Pendaftaran Wajib Pajak d. Pembayaran Pajak. Jenis Pajak Dan Tarif Pajak a. Sanksi Tidak Mendaftarkan Diri f. Sumber Hukum Dan Perkembangan Hukum Pajak b. sengketa pajak. Sistem Pemungutan Pajak. Kegunaan Dan Tatacara Penafsiran Hukum Pajak 4. Fungsi-Fungsi Pajak Dan Turunannya d. Penghasilan Pasal 23/26. Pengertian Dan Fungsi Pajak a. Kewajiban Mendaftarkan Diri Menjadi Wajib Pajak Dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak a. Penagihan Pajak dan ketetapan pajak. Pengertian Pajak Menurut Ahli Dan Undang-Undang b. Pajak Penghasilan Pasal 22. jenis pajak dan tarif pajak. Sistem pemungutan pajak. Penerimaan Negara Bukan Pajak 2. Landasan. Pengertian Wajib Pajak b. Tempat Dan Waktu Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak e. Fungsi Dan Tujuan Hukum Pajak e. Penghapusan NPWP Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 40    . Dasar Dan Teori Pemungutan Pajak b. Reformasi Perpajakan Dan Perubahan UU Pajak 3. Tarif-Tarif Pajak 5. Pengertian Hukum Pajak c. Wajib Pajak dan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Pembukuan dan Pelaporan Pajak.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Perpajakan I Agar peserta kuliah dapat menjelaskan pengertian dan fungsi pajak. Sistem Pemungutan Pajak c. Jenis-Jenis Pajak e. Pengertian Pungutan Selain Pajak c. hukum pajak. Azas-Azas Di Dalam Penyusunan UU Pajak b. Filosofi Dan Penafsiran Hukum Pajak a. NPWP c. Pajak Penghasilan Pasal 4(2)/15 dan menjelaskan subyek dan obyek pasal 4(2)15 beserta penghitungan PPh pasal 4(2)/15 dan pelaporannya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Perpindahan Tempat Usaha Wajib Pajak g. Hukum Pajak Di Indonesia Beserta Fungsi Dan Tujuannya a. Perubahan Data Wajib Pajak. Syarat. Pengertian Penafsiran Hukum Pajak c.

Pengertian Keberatan f. Pph Pasal 21 Dan Penghasilan Yang Non Obyek Pph Pasal 21 e. Tindakan Penagihan Pajak Dari Penerbitan Surat Teguran Sampai Dengan Pelaksanaan Lelang 10. Pengertian Pajak Penghasilan (Pph) Dan Latar Belakang Pemotongan Dan Pemungutan Pph a. Pengertian Pph Pasal 21 b. Pemotong Pph Pasal 21 Yang Dipotong Pph Pasal 21 Dan Penghasilan Yang Merupakan Obyek Pph Ps 21 c. Sanksi -Sanksi 7. SKPKBT f. SKPLB g. Pengertian Pph b. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan Menjelaskan Subyek. Tatacara Pembetulan Ketetapan Pajak c. Pasal 22. Surat Pemberitahauan (SPT) • Kewajiban Penyampaian SPT • Tatacara Penyampaian SPT d. Pemeriksaan Pajak Dan Ketetapan Pajak a. Pengertian Pembukuan Dan Pencatatan b. Pengertian Pembetulan Ketetapan Pajak b. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 21 Beserta Komponen Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap a. Angsuran Dan Penundaan Pembayaran Pajak d. Sanksi Tidak Melakukan Pembayaran Pajak 8. SKPN 9. Surat Keputusan Keberatan h. Tatacara Dan Syarat Pengajuan Permohonan Banding j. Dasar-Dasar Penagihan Pajak c. Sanksi Keterlambatan Pembayaran d. Pengertian Penagihan Pajak b.6. Bukan Yang Dipotong d. Non Subyek. STP d. Pengertian Pengurangan Dan Atau Penghapusan Sanksi Administrasi d. Pengertian Pemeriksaan Pajak b. Pembukuan Dan Pelaporan Pajak a. Pembayaran Pajak a. Pasal 23/26 Dan Pph Pasal 4(2) 12. Tatacara Dan Syarat Pengajuan Permohonan Keberatan g. Penagihan Pajak a. Pph Pasal 21. Kewajiban Pembayaran Pajak b. Sengketa Pajak a. Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap Disetahunkan Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap Tidak Disetahunkan 41    . Putusan Banding 11. SKPKB e. Pengertian Banding i. Bukan Pemotong Pph Pasal 21. Tatacara Pengurangan Dan Atau Pengh Sanksi Adm e. Kewajiban Pembukuan Bagi Wajib Pajak c. Pemotong Dan Pemungut Pph d. Surat Setoran Pajak c. Latar Belakang Pemotongan Dan Pemungutan Pph c. Hak Dan Kewajiban Dalam Pemeriksaan Pajak c.

Penghitungan Pph Pasal 21 Bukan Pegawai h. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 4(2)/15 Dan Menjelaskan Subyek Dan Obyek Pasal 4(2)/ 15 Beserta Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 Dan Pelaporannya a. Penghitungan Pph Pasal 22 d. Pelaporan Pph Pasal 4(2)/15 42    . Penghitungan Pph Pasal 21 Tenaga Ahli Penghitungan Pph Pasal 21 Yang Bersifat Final 13. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 23/26 Beserta Penghitungan Pph Pasal 23/26 Dan Pelaporannya a. Pengertian Pph Pasal 23/26 b. Non Subyek. Penghitungan Pph Pasal 21 Non Pegawai Tetap g.f. Penghitungan Pph Pasal 23/26 d. Pelaporan Pph Pasal 22 14. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 4(2)/15 c. Pengertian Pph Pasal 4(2)/15 b. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 22 Dan Menjelaskan Subyek. Pelaporan Pph Pasal 23/26 15. Non Subyek. Non Subyek Dan Non Obyek Pph Pasal 23/26 c. Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 d. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 22 Beserta Penghitungan Pph Pasal 22 Dan Pelaporannya a. Pengertian Pph Pasal 22 b. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Dan Menjelaskan Subyek. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 23/26. Subyek Dan Obyek Pph Ps 22 Non Subyek Dan Non Obyek Pph Pasal 22 c.

Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Menyelenggarakan Pembukuan a. Obyek Pajak Bersifat Final Pajak d. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Non Usahawan a. Penghasilan Dari Ln Dan Pph Pasal 24 • Kompensasi Kerugian • Kredit Pajak d. Kredit Pajak f. Penghitungan PPh Pasal 29 Dan 25 43    . Penghasilan e. Objek PPh a. Omzet Usaha Dan Harga b. Penghasilan Bentuk Usaha Tetap 3. Pengertian PPh Dan Perkembanganya b. Pokok Penjualan c. Penghasilan Neto. pengertian PBB beserta subyek. PTKP Dan Penggabungan d. Wajib Pajak Orang Pribadi d. Obyek Pajak Bersifat Non Final c. Non Obyek Pajak e. Penyusutan Dan Amortisasi c. Pengusaha Tertentu e. obyek dan penghitungannya. Biaya-Biaya Yang Boleh Dikurangkan (Deductible Expense) b. c. Biaya-Biaya Yang Tidak Boleh Dikurangkan (Nondeductible Exp) 6. Karyawan c. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Badan a. Wajib Pajak Orang Pribadi b. Pengertian Pajak Penghasilan (PPh) Dan Subjek PPh a. obyek dan penghitungannya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Kredit Pajak Dan Zakat 4. Penghitungan Pph Pasal 29 Dan 25 Orang Pribadi Usahawan Yang Tidak 5. Norma Penghitungan b. obyek dan penghitungannya. Penggolongan Subjek Pajak c. Perbedaan WPDN Dan WPLN Non Subjek Pajak 2.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Perpajakan II Agar pesrta kuliah mampu menjelaskan pengertian PPh beserta subyek. ketentuan bea materai. Pengertian Dan Pengelompokan Penghasilan b. Biaya-Biaya Yang Boleh Dan Yang Tidak Boleh Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto a. Pengertian PPN beserta subyek.

7. Wajib Pajak Yang Semata-Mata Mempunyai Penghasilan Bersifat Final Dan Ketentuan Tentang Revaluasi Aktiva Tetap a. Penghitungan Pph Terutang Untuk Wp Yang Mempunyai Penghasilan Yang Bersifat Non Final Sekaligus Bersifat Final c. Persyaratan Formil Dan d. Pengertian PPN Dan Karakteristiknya a. Pengkreditan Pajak Masukan. Saat Pajak Terutang c. Penghitungan PPN d. Penghasilan Bersifat Final b. Penyerahan Bkp/Jkp Dan Kegiatan Usaha/Pekerjaan c. Terminologi Bkp/Non Bkp Dan Jkp/Non Jkp. Subyek PPN e. Kriteria Pajak Masukan Yang Dapat/Tidak Dapat Dikreditkan c. Materiil Faktur Pajak e. Karakteristik PPN 10. Obyek PPN Dan Bukan Obyek Ppn Serta Subyek PPN a. Dasar Hukum b. Pengertian Bea Meterai c. Hubungan Istimewa g. Saat Pembuatan Faktur Pajak c. Pengertian Dan Macam Faktur Pajak b. Tatacara Pengkreditan Pajak Masukan b. Obyek PPN Dan Perkembangan Obyek Ppn d. Daerah b. Penghitungan Ppn Dan PPN a. Sanksi-Sanksi 9. Pengertian PPN b. Jenis Bea Meterai e. Ketentuan Yang Mengatur Tentang Bea Meterai a. Pengertian Faktur Pajak Dan Dasar Pengenaan Pajak a. Penghitungan Pph Atas Revaluasi Aktiva Tetap 8. Tempat Pajak Terutang Pemusatan Tempat Pajak Terutang 12. Sanksi-Sanksi f. Saat Pembuatan Faktur Pajak d. Pengusaha Kecil f. Pengertian Dan Macam Dasar Pengenaan Pajak 13. Karakterisitik PPNBM 44    . Pabean. Cara Melunasi Bea Meterai h. Saat Dan Tempat Pajak Terutang a. Saat Terjadi Penyerahan b. Dasar Hukum PPN c. Saat Pelunasan g. Pengertian Revaluasi Aktiva Tetap d. Saat Terutang f. Obyek Bea Meterai d. Pemungut PPN 11.

Banding Dan Pengurangan a. NJOP. Pelunasan PBB. SPOP c. Pengertian Pph Pasal 4(2)/15 b. Dan NJOPTKP e. Penagihan. Penghitungan PBB. Penagihan e. Penghitungan Sanksi d. Penghitungan PPNBM 14. Tidak Dikenakan. Obyek Yg Dikenakan. Subyek Dan Obyek. b. Keberatan. Kriteria Subyek Pajak Yang Dapat Ditunjuk sebagai WP 15. Pengertian PBB. Bumi. Banding g. Pelaporan Pph Pasal 4(2)/15 45    . Saat Dan Tempat PBB Terutang. Pengertian Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB). Bangunan. Saat Dan Tempat PBB Terutang c. Dan Subyek PBB a. Banding Dan Pengurangan PBB a. Penghitungan Sanksi. Keberatan. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 4(2)/15 c. Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 d. Obyek Dan Tarif PPNBM f. Obyek PBB. Pengertian Subjek Pajak f. Pengertian Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB).e. Penghitungan. Penghitungan PBB b. SPPT d. Keberatan f. Pengurangan 16.

Efek inflasi atas tingkat imbal hasil dan hubungan waktu dan tingkat bunga 6. Tingkat Pertumbuhan yang Dapat Dicapai c. Nilai Waktu dari Uang e. dan risiko pasar c. Risiko dan Imbal Hasil a. Hubungan antara nilai dan penghasilan 8. dan nilai tunai f. Pengantar Manajemen Keuangan a. Tingkat bunga 5. Anuitas dan perpetuitas g. Nilai saham preferen c. Perencanaan keuangan dan anggaran d.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Manajemen Keuangan Agar peserta kuliah mampu untuk menjelaskan prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan. Peramalan. Metode net present value 46    . Pajak. Bentuk-bentuk organisasi perusahaan d. Sepuluh aksioma yang mendasari manajemen keuangan 2. Pajak perusahaan c. metode pembungaan. tujuan perusahaan. Penilaian Saham a. manajemen pembiayaan. Tingkat imbal hasil yang diharapkan pemegang saham f. Tingkat imbal hasil yang diharapkan b. Lima hubungan penting pada penilaian obligasi 7. manajemen investasi. Portofolio beta dan tingkat imbal hasil yang diminta investor d. Kriteria Pengambilan Keputusan Penganggaran Modal Cara menurunkan a. Analisis rasio keuangan b. Arus kas bebas 3. Tujuan perusahaan c. Jenis dan ciri saham preferen b. Definisi nilai dan proses dasar penilaian b. Nama Mata kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Metode payback period b. Definisi manajemen keuangan b. Penilaian Obligasi a. Laporan Keuangan. Analisis dupont 4. Risiko. Nilai obligasi dan yield to maturity d. Nilai yang akan datang. dan Arus Kas a. diversifikasi. Perencanaan dan Penganggaran a. Peramalan Keuangan b. dan kebijakan dividen. Jenis dan karakteristik obligasi c. Laporan laba rugi dan neraca b. Nilai saham biasa e. Karakteristik saham biasa d. Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan dan Cara-cara menghitung GDP a.

Metode profitability index d. Risiko dan keputusan investasi b. Menetapkan komposisi surat berharga yang mudah dijual yang bijak 18. Alat dasar pengelolaan struktur modal 15. Analisis titik impas c. Metode internal rate of return e. Prinsip hedging dalam pengelolaan modal kerja d. Menjelaskan pemicu nilai c. Perencanaan Struktur Keuangan Perusahaan b. Konsep dan definisi biaya modal b. Pengelolaan Nilai Pemegang saham a. Kebijakan Dividen dan Pembiayaan Internal a. Dividen saham dan pemecaham saham e. Menganalisa mekanisme-mekanisme yang berbeda untuk pengelolaan prosedur penerimaan dan pengeluaran kas c. Kompensasi berdasarkan kinerja 13. Analisis leverage operasi. Menggunakan cost of capital perusahaan untuk mengevaluasi investasi baru 12. Kebijakan dividen b. Faktor penentu dalam pengelolaan piutang b. Menghitung arus kas bebas proyek b. Pengelolaan Piutang dan Persedian a. Pengelolaan Modal Kerja dan Sumber Dana jangka Pendek a. Alasan perusahaan mempunyai persediaan 47    . Proyek yang bersifat mutually exclusive 10. Economic value added (EVA) d. Agency cost dan nilai perusahaan d. Analisis Risiko dalam Penganggaran Modal a. Pendekatan lain untuk mengevaluasi risiko dalam penganggaran modal 11. Trade off dalam hal tingkat risiko dan return pada pengelolaan modal kerja c. Pengelolaan Kas dan Surat Berharga. Pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham c. Menghitung biaya modal individual dan biaya modal rata-rata tertimbang c. keuangan. Penilaian perusahaan – kunci penciptaan nilai perusahaan b. Pembelian kembali saham 16.c. dan gabungan 14. Kebijakan Dividen dan Pembiayaan Internal a. Pengaruh keterbatasan modal c. a. Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal 9. Teori struktur modal c. Biaya Modal a. Risiko keuangan dan risiko bisnis b. Analisis dan Pengaruh dari Leverage a. Metode memasukkan risiko ke dalam penganggaran modal c. Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal a. Mendefinisikan modal kerja bersih b. Mernghitung biaya kredit jangka pendek 17. Kebijakan dividen dalam praktek d. Tujuan pengelolaan kas b.

Term Loan dan Leases a. Jenis-jenis dasar perjanjian lease d. Sumber potensi keuntungan ekonomi leasing dibandingkan pembelian 48    . Menyimpulkan persediaan pengaruh Total Quality Management terhadap pengelolaan 19. Karakteristik dasar term loan. Menghitung komponen pokok dan bunga dalam hutang cicilan c. Menghitung keuntungan bersih leasing dibandingkan membeli aset e. b.c.

Tahapan-Tahapan Dalam Proses Akuntansi a. Unsur-Unsur Laporan Arus Kas h. konsep penentuan pendapatan dan pengukuran laba. Pelaporan h. siklus akuntansi. Metode-Metode Pelaporan Arus Kas 5. neraca. Kerangka Konseptual Akuntansi a. Laporan Perubahan-Perubahan Laba Ditahan h. Pengertian Laba d. Akuntansi Akrual Dan Basis Kas e. laporan arus kas. Jurnal-Jurnal Khusus Dan Buku Besar Pembantu f. Kerangka Konseptual Akuntansi Menurut FASB: c. Pengertian Dan Komposisi Kas b. Pentingnya Pengakuan. Pengungkapan Tambahan Untuk Neraca f. Pengertian Dan Kegunaan Neraca b. Perkiran Offset d. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. kas. Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Model Akuntansi Keuangan 2. Saldo Kompensasi c.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Menengah I Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut kerangka kerja konseptual. Unsur-Unsur Neraca Dan Klasifikasinya: Aktiva. piutang. Implikasi-Implikasi Kerangka Konseptual Akuntansi (SFAC #6) Terhadap Pelaporan Laba 4. Tahap-Tahap Dalam Proses Akuntansi: b. Bentuk-Bentuk Laporan Laba Rugi g. Tinjauan Umum Tentang Prinsip-Prinsip Pengakuan. Pengikhtisaran d. persediaan. Penentuan Laba c. Penyertaan Pemilik c. dan aktiva tetap sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos aktiva. Manajemen Dan Pengendalian Kas 49    . Kewajiban. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi f. Metode Penutupan Persediaan g. Tujuan Pelaporan Keuangan e. Pengertian Dan Kegunaan Laporan Arus Kas g. Pengukuran Dan Pelaporan Laba b. Kas Dan Investasi Jangka Pendek a. Konsep Pemeliharaan Modal Fisik f. Bentuk-Bentuk Neraca e. Contoh Akuntansi Akrual Dan Basis Kas 3. Unsur-Unsur Laporan Keuangan g. Kebutuhan Akan Suatu Kerangka Konseptual Akuntansi b. Konsep Pemeliharaan Modal Finansial e. Neraca Dan Laporan Arus Kas a. Pengukuran. Latar Belakang d. Pengakuan Dan Pengukuran Laba a. Pencatatan c.

Kas Kecil Rekonsiliasi Bank Kriteria Untuk Mengklasifikasikan Investasi Jangka Pendek Komposisi Investasi Jangka Pendek Pencatatan Pembelian Dan Penjualan Surat Berharga Yang Dapat Dipasarkan Penilaian Surat Berharga Yang Dapat Segera Dipasarkan Metode Harga Perolehan Metode Harga Pasar Metode Harga Perolehan Atau Harga Pasar. Evaluasi Lifo Sebagai Suatu Metode Alokasi Harga Pokok j. Jenis-Jenis Wesel Tagih i. Penaksiran Piutang Tak Tertagih g. Penjaminan Dan Penjualan Piutang h. Metode Harga Jual Eceran Dengan Nilai Dolar/Rupiah d. Kerugian Atas Komitmen-Komitmen Pembelian g. k. dan Rata-Rata h. Penilaian Dan Tukar Tambah Dan Pemilikan Kembali h. FIFO. Metode Harga Jual Eceran c. Pengakuan Pendapatan Setelah Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa f. Pengakuan/Pencatatan Piutang c. Sistem Periodek d. Pendiskontoan Wesel Tagih k. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang c. Unsur-Unsur Persediaan f. f. j. Metode-Metode Akuntansi Sebelum Pengakuan Pendapatan j. g. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang Di Bidang Jasa e. Metode Pemulihan Biaya h. h. Persediaan. Penjualan Komisi/ Konsinyasi 50    . Metode Deposit-Industri Franchise l. Pengertian Dan Klasifikasi Piutang b. Metode Tunai i. LIFO. Metode-Metode Penilaian f. Metode Penjualan Angsuran g. Penilaian Dan Pelaporan Piutang d. Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Tradisional: Identifikasi Khusus. i. Pengertian Dan Klasifikasi Persediaan b. Masalah-Masalah Yang Berhubungan Dengan Pengakuan Pendapatan a. Penilaian Persediaan Berdasarkan Harga-Harga Selain Harga Pokok: e. Penilaian Wesel Tagih Dan Masalah-Masalah Khusus Yang Terkait j. e. Metode Laba Bruto b. Pemilihan Suatu Metode Persediaan 8. Penyajian Piutang Dan Wesel Tagih Di Neraca 7. Metode Harga Pokok Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah f. Piutang Dan Wesel Tagih a. Basis Penilaian e. l. Metode Deposit-Umum k. Pengakuan Pendapatan Sebelum Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa b.d. Dan Penilaiannya Berdasarkan Harga Pokok a. Sistem Perpetual e. Mana Yang Lebih Rendah 6. Sistem-Sistem Persediaan: c. Prosedur Taksiran Dan Penilaian Harga Pokok Berdasarkan Harga Selain Harga Pokok a. Pengaruh Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencatatan Persediaan i. Perbandingan Antara Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Persediaan i. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Pembangunan Jangka Panjang d. Penentuan Harga Pokok Persediaan g. Penyajian Persediaan Di Neraca 9.

Melalui Penjualan i. Pengafkiran k. Penghentian Penggunaan Aktiva Tetap: h. Perubahan Dalam Taksiran Variabel Dlm Penyusutan g. Penyajian Informasi Aktiva Tetap Di Neraca Dan Pengungkapan Tambahan Yang Diperlukan 51    .10. Deplesi Sumber Daya Alam f. Pengertian Penyusutan b. Penggantian Kerugian Aktiva Yg Diasuransikan l. Metode-Metode Penyusutan d. Melalui Pertukaran Dengan Aktiva Lain j. Penggunaan Dan Pengafkiran Aktiva Tetap a. Akun. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Penyusutan Periodik c. Amortisasi Aktiva Tetap Tak Berwujud e.

Pengakuan Dan Pengukuran Laba a. konsep penentuan pendapatan dan pengukuran laba. Implikasi-Implikasi Kerangka Konseptual Akuntansi (SFAC #6) Terhadap Pelaporan Laba 4. Saldo Kompensasi c. Unsur-Unsur Neraca Dan Klasifikasinya: Aktiva. Konsep Pemeliharaan Modal Fisik f. Pentingnya Pengakuan. Penentuan Laba c. Pengertian Laba d.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Perkiran Offset d. Kebutuhan Akan Suatu Kerangka Konseptual Akuntansi b. Bentuk-Bentuk Neraca e. Akuntansi Keuangan Menengah I Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut kerangka kerja konseptual. Pengertian Dan Komposisi Kas b. Metode-Metode Pelaporan Arus Kas 5. Contoh Akuntansi Akrual Dan Basis Kas 3. Pengertian Dan Kegunaan Laporan Arus Kas g. Pengungkapan Tambahan Untuk Neraca f. Konsep Pemeliharaan Modal Finansial e. siklus akuntansi. Unsur-Unsur Laporan Arus Kas h. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi f. Bentuk-Bentuk Laporan Laba Rugi g. Kewajiban. kas. Tujuan Pelaporan Keuangan e. Manajemen Dan Pengendalian Kas 52    . Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Model Akuntansi Keuangan 2. laporan arus kas. Unsur-Unsur Laporan Keuangan g. Tinjauan Umum Tentang Prinsip-Prinsip Pengakuan. dan aktiva tetap sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos aktiva. Tahapan-Tahapan Dalam Proses Akuntansi a. Metode Penutupan Persediaan g. Kerangka Konseptual Akuntansi a. Pengertian Dan Kegunaan Neraca b. Penyertaan Pemilik c. Pengukuran. Latar Belakang d. Kerangka Konseptual Akuntansi Menurut FASB: c. piutang. Kas Dan Investasi Jangka Pendek a. Jurnal-Jurnal Khusus Dan Buku Besar Pembantu f. persediaan. Pelaporan h. Akuntansi Akrual Dan Basis Kas e. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. neraca. Neraca Dan Laporan Arus Kas a. Laporan Perubahan-Perubahan Laba Ditahan h. Pengukuran Dan Pelaporan Laba b. Pencatatan c. Tahap-Tahap Dalam Proses Akuntansi: b. Pengikhtisaran d.

dan rata-rata h. Basis Penilaian e. Metode Penjualan Angsuran g. Evaluasi LIFO Sebagai Suatu Metode Alokasi Harga Pokok j. Penilaian Dan Tukar Tambah Dan Pemilikan Kembali h. Perbandingan Antara Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Persediaan i. h. Pengakuan/Pencatatan Piutang c. Metode Pemulihan Biaya h. Persediaan. Penentuan Harga Pokok Persediaan g. Kas Kecil Rekonsiliasi Bank Kriteria Untuk Mengklasifikasikan Investasi Jangka Pendek Komposisi Investasi Jangka Pendek Pencatatan Pembelian Dan Penjualan Surat Berharga Yang Dapat Dipasarkan Penilaian Surat Berharga Yang Dapat Segera Dipasarkan Metode Harga Perolehan Metode Harga Pasar Metode Harga Perolehan Atau Harga Pasar. Pemilihan Suatu Metode Persediaan 8. Pengakuan Pendapatan Sebelum Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa b. Metode Deposit-Industri Franchise l. Masalah-Masalah Yang Berhubungan Dengan Pengakuan Pendapatan a. k. Penaksiran Piutang Tak Tertagih g. LIFO. Metode Deposit-Umum k. Metode-Metode Akuntansi Sebelum Pengakuan Pendapatan j. Metode Harga Jual Eceran c. Metode Harga Jual Eceran Dengan Nilai Dolar/Rupiah d. Penjaminan Dan Penjualan Piutang h. f. Pengertian Dan Klasifikasi Piutang b. l. Jenis-Jenis Wesel Tagih i. Kerugian Atas Komitmen-Komitmen Pembelian g. Metode Tunai i. Unsur-Unsur Persediaan f. Sistem-Sistem Persediaan: c. Pengakuan Pendapatan Setelah Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa f. Penyajian Piutang Dan Wesel Tagih Di Neraca 7. Penilaian Dan Pelaporan Piutang d. i. Pengertian Dan Klasifikasi Persediaan b. Mana Yang Lebih Rendah 6. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang Di Bidang Jasa e. Sistem Periodek d. Prosedur Taksiran Dan Penilaian Harga Pokok Berdasarkan Harga Selain Harga Pokok a. j. Metode Laba Bruto b. Sistem Perpetual e. Pendiskontoan Wesel Tagih k. Pengaruh Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencatatan Persediaan i. e. Metode-Metode Penilaian f. Penjualan Komisi/ Konsinyasi 53    . Penyajian Persediaan Di Neraca 9. Dan Penilaiannya Berdasarkan Harga Pokok a. Piutang Dan Wesel Tagih a. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Pembangunan Jangka Panjang d. FIFO.d. Penilaian Wesel Tagih Dan Masalah-Masalah Khusus Yang Terkait j. Metode Harga Pokok Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah f. Penilaian Persediaan Berdasarkan Harga-Harga Selain Harga Pokok: e. Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Tradisional: Identifikasi Khusus. g. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang c.

Pengertian Penyusutan b. Melalui Pertukaran Dengan Aktiva Lain j.10. Perubahan Dalam Taksiran Variabel Dlm Penyusutan g. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Penyusutan Periodik c. Amortisasi Aktiva Tetap Tak Berwujud e. Melalui Penjualan i. Akun. Metode-Metode Penyusutan d. Penyajian Informasi Aktiva Tetap Di Neraca Dan Pengungkapan Tambahan Yang Diperlukan 54    . Penggantian Kerugian Aktiva Yg Diasuransikan l. Pengafkiran k. Penggunaan Dan Pengafkiran Aktiva Tetap a. Penghentian Penggunaan Aktiva Tetap: h. Deplesi Sumber Daya Alam f.

Akuntansi Dividen i. Stock Conversion g. Pendanaan Dengan Obligasi. Akuntansi Untuk Pembelian Debt & Equity Securities b. Klasifikasi Dan Pengukuran Liabilities b. Impairment Aktiva Tak Berwujud Yang Tidak Menjadi Subjek Amortisasi g. Perubahan Estimasi d. g. dan analisis laporan keuangan sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos pasiva dan praktik bisnis yang lain. Akuisisi Aktiva Selain Dengan Kas c. pengakuan pendapatan. Aktiva Tetap –Penggunaan Dan Penarikan a. Pengungkapan Hutang. Warrants. d. PV Obligasi. Pendanaan Dengan Ekuitas a. Akuntansi Untuk Saham Treasury d. perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan. Pengukuran Efisiensi Property. Penerbitan Modal Saham c. 2. Pendanaan Dengan Hutang a. Penilaian Aktiva Pada Nilai Kini f. e. investasi. Impairment Goodwill h. Pengungkapan Ekuitas 3. leasing. Akuntansi Hutang Jangka Pendek. Plant. Amortisasi Dan Impairment Aktiva Tak Berwujud Yang Menjadi Subjek Amortisasi f. modal saham.Dan Options e. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Akuntansi Aktiva Tak Berwujud e. Penarikan Aktiva 55    . Kapitalisasi Atau Pembebanan d.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Menengah II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep akuntansi menyangkut pengakuan dan pelaporan atas pos-pos kewajiban lancar. Impairment e. Analisis Posisi Hutang. Akuntansi Stock-Based Compensation f. Penyusutan b. laba ditahan. f. laba per saham. Deplesi c. Jenis Dan Klasifikasi Saham b. kewajiban jangka panjang. & Equipment 4. Faktor Yang Mempengaruhi Laba Ditahan h. Off-Balance Sheet Financing. Aktiva Tetap –Akuisisi a. Ekuitas Lainnya j. Akuntansi Untuk Stock Rights. c.

Alasan Berinvestasi b. Struktur Modal Sederhana Dan Kompleks b. Pengakuan Pendapatan Dari Investasi Sekuritas e. Perubahan Akuntansi Dan Koreksi Kesalahan a. Akuntansi Untuk Leasing-Lessor e. Klasifikasi Dan Pengungkapan 6. Penjualan Sekuritas g. Dampak Alternative Metode Akuntansi 56    . Earning Per Share (EPS) a. Ilustrasi Komprehensif Multiple Potentially Dilutive Securities 8. Akuntansi Leasing a. Klasifikasi Investasi c.5. Perubahan Dalam Akuntansi b. Diluted EPS d. Keuntungan Dari Leasing b. Koreksi Kesalahan c. Analisis Laporan Keuangan a. Ikhtisar Perubahan Dan Koreksi Kesalahan 9. Akuntansi Untuk Sale-Leaseback 7. Akuntansi Untuk Leasing-Lessee d. Efek Dari Actual Exercise Or Conversion e. Basic EPS c. Akuntansi Investasi Ke Sekuritas Hutang Dan Sekuritas Ekuitas a. Akuntansi Perubahan Nilai Sekuritas f. Multiple Potentially Dilutive Securities f. Pembelian Sekuitas d. Kriteria Klasifikasi Leasing c. Transfer Sekuritas i. Pengungkapan Untuk Leasing f. Dampak Penjualan Sekuritas h. Kerangka Analisis Laporan Keuangan b. Penyajian Di Laporan Keuangan g.

Analisis posisi hutang perusahaan i. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus definisi liabilities. laba ditahan. analisis terhadap posisi hutang perusahaan a. stock conversion. Penyajian Liabilities di neraca 2. kewajiban jangka panjang. klasifikasi dan Pengukurannya.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Akuntansi Pemerintahan Spesialisasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Lab. serta laba per saham sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos pasiva dan praktek bisnis yang lain Pokok Bahasan 1. warrants. Stock conversion dan Stock Splits g.dan options f. modal saham. Penerbitan Modal saham d. Jenis dan karakteristik obligasi b. pencatatan untuk penerbitan obligasi. Akuntansi untuk saham treasury e. Definisi Laibilities b. Jenis dan klasifikasi saham b. leasing. Akuntansi Keuangan Menengah II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut pengakuan dan pelaporan atas pos-pos kewajiban lancar. Dan Akuntansi Untuk Liabilities. Restrukturisasi hutang g. options. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis dan klasifikasi modal saham. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis dan karakteristik obligasi. restrukturisai hutang. Pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo f. a. Akuntansi untuk liabilities dengan jumlah yang pasti d. Penerbitan obligasi c. Saham Preferen dan Saham Biasa c. a. Akuntansi untuk bunga obligasi d. Off Balance Sheet Financing h. warrants. Akuntansi untuk liabilities dengan jumlah yang diestimasikan e. Akuntansi untuk contingent liabilities f. dan stock splits. Akuntansi untuk serial bonds 3. Akuntansi untuk Stock rights. pengakuan pendapatan. Pelaporan obligasi di neraca j. pelunasan obligasi pada saat jatuh tempo. penerbitan dan pembelian kembali saham. stock rigths. perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan. investasi. pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo. Penyajian Contributed capital di neraca 57    . Klasifikasi dan pengukuran liabilities c. Pelunasan obligasi saat jatuh tempo e.

Pengaruh Conversi atau Penukaran Sekuritas terhadap EPS f. Akuntansi untuk pembelian Debt & Equity Securities b. Cash Method h. Pembatasan-pembatasan terhadap retaiend earnings d. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus akuntansi untuk leasing a. Installment Sales Method f. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus faktor-faktor yang mempengaruhi retained earnings dan pembatasan-pembatasan terhadap retained earnings a. a. Pencatatan perubahan kategori sekuritas e. Klasifikasi dan pengungkapan investasi di neraca f. Primary EPS & Fully Diluted EPS h. S. Akuntansi untuk leasing-lessor e. Perubahan di dalam prinsip akuntansi c. Long Term Investment in Funds g. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis-jenis investment in debt & equity securities. Leveraged Leases 8. Akuntansi untuk koreksi kesalahan 9. Akuntansi untuk sale-Leaseback g. Penyajian EPS di neraca 58    . Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis-jenis perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan a. Accounting by Creditors for Impairment of a Loan 6. Pengakuan pendapatan sebelum barang/jasa diserahkan b. Cost Recovery Method g. Perubahan di dalam estimasi b. Perubahan di dalam entitas akuntansi d. Keuntungan dari leasing b. Basic EPS d. Quasi reorganization f. Penyajian retained earnings di neraca 5. Akuntansi untuk perubahan nilai sekuritas d. Kehaursan pengungkapan untuk leasing f. Keharusan pengungkapan EPS b. Kriteria klasifikasi leasing untuk real estate h. Pengakuan pendapatan dari Investments in Securities c. Prior period adjustment c. Faktor-faktor yang mempengaruhi retained earnings b. Cash Surrender Value of Life Insurance h. Metode Akuntansi untuk transfer asset sebelum pengakuan pendapatan 7. Pengaruh Rugi bersih terhadap EPS g. Pengakuan pendapatan setelah barang/jasa dikirimkan/diserahkan e. Akuntansi untuk leasing-lessee d. Kriteria klasifikasi leasing c. Akuntansi untuk Long Term Construction-type Contracts c. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus mendalami proses pengakuan pendapatan sebelum barang/jasa diserahkan dan setelah barang/jasa diserahkan a. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus earning per share (EPS) a. Jenis-jenis dividen dan pencatatannya e.4. Struktur modal sederhana & kompleks c. Fully Diluted EPS e. Akuntansi untuk Long Term Service Contract d.

Financial Ratio: 59    . Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus analisis laporan keuangan a.10. Tujuan Analisis Laporan Keuangan b. Comparative Statement Analysis c.

Retur f. Penutupan Pembukuan Joint Venture 2. Pembukuan Atas Komisioner d. 4. Masalah Penghitungan Bunga 5. Pokok Bahasan 1. Penjualan Cicilan Barang Dagangan e. Likuidasi Perseroan b. a. restrukturisasi dan likuidasi dari perseroan terbatas. Reorganisasi. serta transaksi mata uang asing sehingga mahasiswa mampu mempraktekkan masalah-masalah akuntansi yang lebih komplek dalam dunia usaha. Likuidasi Bertahap Likuidasi Perseroan. akuntansi cabang. Pengertian b. Reorganisasi c. Pelaporan Transaksi Penjualan Konsinyasi 6. Cicilan Dan Memahami Latar Belakang Teoritisnya. Operasi Dan Prosedur Akuntansi Agen c. a. bentuk usaha joint venture. Likudasi d. Pengertian Joint Venture b. Pembatalan Dan Pemilikan Kembali h. a. Penjualan Cicilan Harta Tak Gerak d. Pembukuan Untuk “Consignor” e. Operasi Penjualan Cicilan c. Restrukturisasi Hutang Joint Venture. Dan Restrukturisasi Hutang. Kantor Pusat Dan Cabang a. reorganisasi. Pembubaran Karena Perubahan Kepemilikan c. Konsinyasi. Pengertian b. prosedur penjualan konsinyasi. a. 3. prosedur akuntansi penjualan cicilan. penggabungan usaha dan konsolidasi. Pengakuan Laba Kotor c. Partnership a. Akuntansi Joint Venture c. Perbedaan Agen Dengan Cabang b. Pelaporan Transaksi f. Pembentukan Persekutuan b. Pertukaran (Trade In) g.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Lanjutan Spesialisasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi menyangkut persekutuan. Operasi Dan Prosedur Akuntansi Cabang 60    .

Struktur Afiliasi b. Transaksi-Transaksi Mata Uang Asing c. f. j. Laporan Keuangan Konsolidasi a. Mutual Holdings 10. Transaksi Mata Uang Asing Dan Laporan Keuangan Mata Uang Asing a. Konsep Akuntansi Untuk Penggabungan Usaha d. Transaksi Antar Perusahaan i. Konsolidasi Dengan Menggunakan Equity Method f.d. i. Bentuk Penggabungan Usaha c. Jenis Penggabungan Usaha b. Akuntansi Penggabungan Usaha Dengan Purchase Method 8.Connecting Affiliates Structure d. Konsep Transaksi Mata Uang Asing b. Akuntansi Penggabungan Usaha Dengan Pooling Of Interest Method e. Alokasi Kelebihan Harga Perolehan Investasi Pada Net Asset Dan Goodwill e. Laporan Keuangan Mata Uang Asing 61    . g. Indirect Holdings. Indirect Holdings-Father-Son-Grandson Strucuture c. Penggabungan Usaha a. Laporan Keuangan Gabungan Kantor Pusat Dan Cabang Penyesuaian Atas Perkiraan Timbal Balik (“Reciprocal”) Pengiriman Uang Antar Cabang Pengiriman Barang Dagang Antar Cabang Laporan Keuangan Gabungan Apabila Pengiriman Barang Ke Cabang Dibebani Harga Di Atas Harga Pokok Masalah Kurs Mata Uang Laporan Keuangan Gabungan 7. Indirect Holdings Dan Mutual Holding a. Konsolidasi Dengan Menggunakan Cost Method h. Laporan Keuangan Konsolidasi 9. h. Neraca Konsolidasi Setelah Tanggal Perolehan c. Neraca Konsolidasi Pada Tanggal Perolehan b. Laporan Rugi Laba Konsolidasi d. e. Konsolidasi Dengan Menggunakan Incomplete Equity Method g.

biaya overhead. Laporan Harga Pokok Produksi 62    . Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Departemen Biaya d. Fungsi-Fungsi Manajemen. Sertifikasi & Etika Dan Badan-Badan Yang Mempengaruhi Profesi 2. Memisahkan Biaya Tetap Dan Variabel c. Peranan Akuntansi Biaya e. Dan Pemilahan Biaya Tetap Dan Variable a. departementalisasi factory overhead.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Biaya Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang fungsi manajemen. proses costing. konsep biaya kualitas. Klasifikasian Biaya Berdasarkan Volume. Konsep Biaya b. job order. Arus Biaya Dalam Perusahaan Industri b. siklus biaya. Sistem Biaya d. konsep biaya. Sistem Harga Pokok Pesanan Dalam Perusahaan Jasa 6. Klasifikasi Biaya 3. Akumulasi Biaya 5. Pelaporan Hasil-Hasil Operasi. Sistem Dan Akumulasi Biaya a. Arus Biaya Dalam Perusahaan Industri. Akuntansi Overhead Pabrik e. Sekilas Tentang Sistem Harga Pokok Pesanan b. dan analisis biaya dan laba. perencanaan dan pengendalian biaya. Dan Peranan Akuntansi Biaya a. joint cost dan joint product. penganggaran. Konsep Biaya. peran controller. klasifikasi biaya dan sistem informasi biaya. Fungsi-Fungsi Manajemen b. Akuntansi Tenaga Kerja d. sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik kalkulasi harga pokok. Akuntansi Bahan c. Proses Akumulasi Biaya b. metode akumulasi biaya. Sistem Informasi Akuntansi Biaya c. Pengembangan Regresi Dan Persamaan Korelasi 4. Peranan Kontroller. a. biaya bahan. dan akuntansi berdasar aktivitas. Mengklasifikasi Biaya b. peran akuntansi biaya. Akuntansi Pekerjaan Telah Selesai Dan Terjual f. Partisipasi Kontroller Dalam Perencanaan & Pengendalian c. Pelaporan Hasil-Hasil Operasi c. Sistem Harga Pokok Proses. Sistem Informasi Akuntansi Biaya Dan Klasifikasi Biaya a. Sistem Harga Pokok Pesanan Dan Akuntansinya Dalam Perusahaan Industri Dan Jasa a.

Dan PERT a. Anggaran Pengeluaran Modal b. Contoh Implementasi ABC e. Backflushing 11. Biaya Bahan a. Prinsip Penganggaran c. ABC Dan Distrosi Harga Pokok Produk c. Akuntansi Untuk Kerugian Produksi Dalam Sistem Harga Pokok Pesanan c. Just.c. Akuntansi Aktivitas a. Overhead Pabrik Dibebankan Dan Kelebihan/Kekurangan Pembebanan g.In. Penghitungan Tarif Overhead e. Varians Bauran Dan Yield 63    . Metode Penghitungan Harga Pokok Produk Sampingan 9. Sistem ABC b. Perencanaan Laba b. Pengendalian Bahan d. Biaya Kualitas Dan Akuntansi Kegagalan Untuk Kerugian Produksi a. Penentuan Varians Biaya c. Definisi Produk Sampingan Dan Produk Bersama b. Penjualan. Penambahan Bahan Di Departemen 2 Dan Selanjutnya 7. Sifat Overhead Pabrik b.Time Dan Backflushing a. Departemen Produksi Dan Pendukung c. Penyusunan Standar b. Departementalisasi b. Just-In-Time b. Riset Dan Pengembangan. Biaya-Biaya Tidak Langsung Departemen e. Anggaran Kas d. Harga Pokok Produk Sampingan Dan Produk Bersama a. Kas. ABM 14. Dan Biaya a. Perolehan Dan Penggunaan Bahan b. Penganggaran: Laba. Model Kuantitatif c. Kelebihan Dan Kekurangan ABC f. Perubahan Tarif Overhead 12. Riset Dan Pengembangan c. Penganggaran: Pengeluaran Modal. Departementalisasi a. Keuntungan Strategis ABC d. Akuntansi Untuk Kerugian Produksi Dalam Sistem Harga Pokok Proses 8. PERT 16. Biaya-Biaya Kualitas b. Menggunakan Tarif Overhead Yang Ditentukan Dimuka c. Overhead Pabrik Aktual f. Standard Costing: Penyusunan Standar Dan Analisis Varians a. Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Penentuan Tarif Overhead d. Anggaran Lengkap 15. Metode-Metode Penghitungan Persediaan 10. Penetapan Tarif Overhead Departemental 13. Tarif Overhead Pabrik a. Biaya-Biaya Langsung Departemen d.

d. Pertanggungjawaban Dan Pengendalian Varians 17. Standard Costing: Incorporating Standards Into The Accounting Records a. Penyusunan Standar b. Penentuan Varians Biaya c. Varians Bauran Dan Yield d. Pertanggungjawaban Dan Pengendalian Varians 18. Pembiayaan Langsung, CVP, Dan Theory Of Constraint a. Direct Costing b. CVP Analysis c. TOC

64   

Nama Program

:

Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Sistem Informasi Akuntansi Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang siklus utama bisnis, peran E business, desain database, system tools, penggunaan teknologi informasi, pengendalian dan audit sistem informasi serta penerapan Sistem Informasi Akuntansi.

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU)

: :

Pokok Bahasan 1. Introduction Of AIS Dan Metode Pembelajaran SIA a. Metode Pembelajaran SIA Dan Materi Pelajaran Selama 1 Semester b. Definisi SIA c. Peranan SIA Dalam Dunia Usaha SIA Dalam Dunia Usaha a. Proses Data Transaksi SIA Dalam Dunia Usaha Dan Pengantar E Busines a. E Business b. Metode Meminimalisir Hambatan E Business c. Teknologi Communication Network Dalam E Business d. Hambatan E Business e. Teknologi Communication Network Dalam E Business Data Base Relasional a. Sistem Database Dan File b. Pengorganisasian Data Ke Dalam Base Relasional Pembuatan Model Database Dan Desain Database a. Pembuatan Diagram ER b. Analisa Diagram ER

2.

3.

4.

5.

6. Pengembangan Sistem Dan Teknik Dokumentasinya a. Pembuatan DFD Dan Flowchart b. Evaluasi DFD Dan Flowchart 7. Pengendalian Intern Dan Pengendalian SIA Berbasis Komputer a. Definisi Dan Komponen Pengendalian Intern b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi Dan Prosedur Pengendaliannya c. Prinsip Keandalan Sistem d. Kriteria Pencapaian Prinsip Tsb 8. Penipuan Dan Pengamanan Komputer a. Peluang Terjadinya Penipuan b. Teknik2 Penipuan Via Komputer c. Cara Mendeteksi Penipuan 9. Siklus Pendapatan: Penjualan Dan Penagihan Kas a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pendapatan b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Pendapatan

65   

10. Siklus Pengeluaran : Pembelian Dan Pengeluaran Kas a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pengeluaran b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Pengeluaran 11. Siklus Produksi a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Produksi b. Ancaman Yg Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Produksi 12. Siklus Penggajian Dan Manajemen Sumber Daya Manusia a. Aktivitas Bisnis Siklus Penggajian Dan MSDM b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Penggajian Dan MSDM 13. Sistem Buku Besar Dan Pelaporan a. Proses Update Buku Besar. b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Implikasi Perkembangan TI d. Evaluasi Model Data REA Sistem Buku Besar Dan Pelaporan 14. Pengantar Pengembangan Sistem Dan Analisis Sistem a. Tahap-Tahap Dalam Siklus Pengembangan Sistem (SDLC) b. Langkah2 Dlm Analisa Sistem 15. Strategi Pengembangan SIA a. Alternatif Pengadaan Software b. Penggunaan Prototipe c. Penggunaan Computer Aided Software Engineering 16. Desain, Implementasi Dan Operasi Sistem a. Tahap Desain Sistem b. Iahap Implementasi Sisten c. Tahap Operasi & Pemeliharaan

66   

Macam . Hubungan Antara Pembangunan Ekonomi Dan Pinjaman Luar Negeri. Hubungan Antara Penjual / Produsen Dengan Pasar f. Prinsip-Prinsip. Penerimaan Pemerintah Dan Pengaruh Pajak Dalam Perekonomian Serta Pinjaman Luar Negeri a. Pajak Langsung Dan Tak Langsung Sebagai Sumber Penerimaan Negara c. 4.Macam Kegiatan Pemerintah. 5. Pengaruh Pajak Terhadap Keinginan Untuk Bekerja. Pengaruh Pajak Terhadap Pro-Duksi i. a. 3. Pajak Pertambahan Nilai g. Efisiensi Dalam Pengeluaran Negara c. Pajak Kekayaan f. Kepincangan-Kepincangan Dalam Mekanisme Pasar c. dalam kaitannya sebagai stabilisasi pembangunan ekonomi. Pengeluaran Pemerintah a. Pengaruh Pajak Terhadap Dis-Tribusi Pendapatan j. Dan Klasifikasi Anggaran b. Penggeseran Beban Pajak e. 6.Sumber Penerimaan Negara b. Sistem Perpajakan Dan Politik Pajak d. Pengaruh Pajak Langsung Dan Tak Langsung Terhadap Kesejahteraan Konsumen d. Pajak Penghasilan e. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.Nama Program : Program Diploma III Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Administrasi Keuangan Negara I Membekali peserta didik dengan teori mengenai fungsi pemerintah dalam perekonomian yang tercermin dalam kebijaksanaan anggaran belanja dan kebijaksanaan fiskal serta kegagalan mekanisme pasar akibat campur tangan pemerintah. Pengaruh Subsidi Barang Dalam Jumlah Tertentu e. Pajak Langsung Maupun Pajak Langsung a. Eksternalitas Dan Barang Publik d. Asas-Asas. Pinjaman Luar Negeri Sebagai Sumber Kapital b. Pemilihan Antara Pinjaman DN Dan LN. Pengetian Dan Ruang Lingkup Keuangan Negara a. Sistem Penyusunan/Perenca-Naan Anggaran 67    . Distribusi Beban Pemerintah c. Kebijakan Subsidi d. Kegiatan Dan Pengeluaran Pemerintah Selalu Meningkat b. Pengertian Pajak Langsung Dan Tak Langsung b. Sumber . 2. Kesejahteraan Yang Hilang Karena Pajak. Fungsi. Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah. Pajak Bumi Dan Bangunan h. Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian b. Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara a.

Penganggaran d. Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Negara 11. Pendahuluan b. Pelaksanaan Anggaran Oleh Pemerintah e. Dan Tugas Administrasi b. Belanja Barang d. Masalah Pengelolaan Utang Negara 8. Belanja Pegawai c. Pengertian Dan Peristilahan Mengenai Barang/Jasa 68    . Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Negara a. Perbaikan (Revisi) Terhadap Anggaran Rutin h. Tujuan Kebijakan Fiskal d. Pengurusan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara a. Asal Mula Kebijakan Fiskal b. Fungsi Bendaharawan e.Pengurusan Administratif (Umum) c. Pengalaman Di Indonesia. Belanja Subsidi/Bantuan g. Jenis Pengeluaran Dalam Anggaran Rutin b. 9. Pelaksanaan Anggaran Oleh Pemerintah. Siklus Anggaran a. Perjalanan Dinas f. Dana Yang Dikelola Oleh Bendaharawan Proyek h. Pengertian Siklus Anggaran b.c. Penyusunan Rancangan Anggaran Oleh Pemerintah c. Macam-Macam Kebijakan Fiskal c. . Kebijakan Anggaran d. 7. Ruang Lingkup. Kaitan Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter. Pertanggungjawaban Keuangan Negara (PAN). Perbaikan (Revisi) Terhadap Anggaran Pembangunan. Dana Yang Dikelola Oleh Bendaharawan UYHD. Perencanaan Dan Penentuan Kebutuhan c. Perlengkapan Dan Kekayaan Milik Negara a. Jenis-Jenis Pengeluaran a. Macam-Macam Bendaharawan f. Proses Pengelolaan Barang. Belanja Pemeliharaan e. Pengertian. Belanja Rutin g. Pengurusan Comptable (Khu-Sus) d. Pemeriksaan Pelaksanaan Anggaran Oleh BPK f. 12. Pengadaan Barang / Jasa Instansi Pemerintah e. Obyek. Kebijakan APBN. Tingkatan Peraturan Admi-Nistrasi Keuangan Negara b. Konflik Antara Stabilitas Dan Kesempatan Kerja e. Pengertian Dan Ruang Ling-Kup Administrasi Keuangan Negara 10. Macam Dan Ciri Utang Negara b. Kebijakan Fiskal a. Administrasi Keuangan Negara a. 14. Utang Negara a. Jenis Pengeluaran Dalam Belanja Pembangunan i. Sumber Pinjaman Negara c. Pengajuan Rancangan Anggaran Kepada DPR Dan Pembahasan Rancangan Anggaran d. 13. Pengurusan Keuangan Negara b.

j. Sumber . Perkembangan Hubungan Keuangan Pusat Dan Daerah c. Pengadaan Dalam Negeri / Lokal : Pelelangan Pemilikan Swakelola Pengadaan Luar Negeri / Internasional Penyaluran Dan Penyimpanan Pergudangan. Pengertian Pinjaman Luar Negeri b. Prosedur Tuntutan Perbendaharaan Biasa Dan Khusus j.f. Dasar Pemikiran Dan Dasar Hukum Otonomi Daerah b. Dan Penghapusan Inventarisasi Pengendalian/Pengawasan Barang Kekayaan Milik Negara. Perencanaan Pinjaman Proyek / Bantuan Teknik Luar Negeri 69    . Pengawasan TGR Dan TP. Penelitian Dan Tindakan Pendahuluan TP i. Proses Tuntutan Ganti Rugi f. 17.Sumber Penerimaan Keuangan Daerah Otonom f. i. Dasar-Dasar Pembiayaan Pemerintahan Daerah Otonom e. m. 15. Bantuan Pembiayaan Kepada Daerah Dan Penggunaannya. Pengertian Hubungan Keuangan Pusat (APBN) Dan Daerah (APBD) b. Pembentukan Dan Susunan Pemerintahan Daerah d. Pengaturan Subsidi / Perimbangan Keuangan d. Pengertian Tuntutan Ganti Rugi (TGR) c. Otonomi Daerah a. 16. h. Pemeliharaan. Pembagian Daerah c. Dasar Hukum TGR d. k. Pengertian Dan Dasar Hukum Tuntutan Perbendaharaan (TP) h. Penelitian Dan Tindakan Pen-Dahuluan TGR e. Tuntutan Ganti Rugi Dan Tuntutan Perbendaharaan a. l. Pengelolaan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Otonom g. Pengertian. o. g. Kadaluarsa TGR g. Jenis-Jenis Pinjaman Luar Negeri c. Penghapusan k. n. Pendahuluan b. Sistem Informasi Keuangan Daerah otonom 18. Hubungan Keuangan Pusat Dan Daerah a. Tinjauan Luar Negeri a.

pemanfaatan dan pemindahtangan. penghapusan. Unsur-Unsur. Mempelajari Tatacara Pelaksanaan Pengadaan Barang Pemerintah a. Tatacara Swakeola f. ketentuan pengadaan barang dan jasa. Penentuan Sistem Pengadaan e. Pengertian. Pengertian Aset Negara. Dan 70    . dan badan layanan Umum. Dan Jenis-Jenis Asset Negara b. c. Penyusunan Dokumen Pengadaan 5. Tatacara Pelelangan Umum e. Jenis-Jenis Pengadaan Asset Negara d. Kebijakan Pengadaan 3. Tatacara Pelelangan Terbatas d. Tatacara Seleksi Terbatas d. Tatacara Penunjukan Langsung b. Perencanaan Dan Penganggaran Asset Negara b. Dasar Hukum Pengelolaan Asset Negara 2. Jenis-Jenis Penawaran b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Administrasi Keuangan Negara II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengertian pengelolaan barang milik negara. Asas-Asas. Tatacara Pemilihan Langsun c. pengelolaan piutang dan utang. Lingkup. Pemaketan b. pengelolaan Investasi. Mempelajari Masalah Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah a. Mempelajari Tatacara Pengadaan Jasa a. Tatacara Penunjukan Langsung b. Fungsi. Mempelajari Tatacara Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah a. Pengumuman Dan Penentuan Biaya d. penatausahaan barang milik negara. Tatacara Seleksi Umum e. Penyusunan Jadwal Pengadaan f. Mempelajari Tatacara Penilaian/Evaluasi Pengadaan Pelaksanaan Pengadaan a. Pengertian Dan Ruang Lingkup Pengelolaan Asset Negara. Tatacara Pemilihan Langsung c. Prinsip-Prinsip. Pengertian Asset Negara. Tatacara Swakelola f. Pembentukan Panitia c. Dan Fungsi Administrasi Dan Keuangan Terkait Pengelolaan Aset Negara a. Data Dukung Penganggaran Asset Negara c. Jenis-Jenis Penilaian/Metode Evaluasi Pembuatan Kontrak. Penentuan HPS 4. Penyusunan Dokumen Pengadaan Jasa 6. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. perencanaan pengadaan. Dan Pengelolaan Asset Negara d.

Tatacara Penggunaan Aset Negara b. Kerjasama Operasi c. Tatacara Pengamanan 8. Pemeliharaan Dan Pengamanan Asset Negara a. Mempelajari Penatausahaan Asset Negara a. Bangun Guna Serah (BOT) d. Tatacara Dan Syarat Pemindahtangan 11. Penyewaan b. Pelaksanaan Pekerjaan 7. Inventarisasi Fisik b. Mempelajari Pemanfaatan Asset Negara a. Mempelajari Penggunaan. Tatacara Pengedalian b. Tatacara Pemeliharaan c. Mempelajari Penghapusan Dan Pemindahtangan Aset Negara a. Bangun Serah Guna (BTO) 9. Tatacara Pengawasan c. Jenis-Jenis Kontrak d. Tatacara Dan Syarat Penghapusan b. Tuntutan Gant Rugi 71    . Mempelajari Pengendalian Dan Penawasan Asset Negara a. Pelaporan 10. Pembukuan Termasuk Klasifikasi Dan Koding c.c. Isi Kontrak e.

Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Pemerintah a. Intergovernmental. Sumber Pendapatan (Pajak. Prinsip Government Accounting Standard Board 3. Dll) c. And Change In Fund Balance (Budget And Actual) 5. Neraca d. Lingkungan Dan Tujuan c. Perijinan. Lingkungan Dan Karakteristik Akuntansi Pemerintah Dan Organisasi Nonprofit a. Koreksi Kesalahan f. Expenditures. Overview Atas Pelaporan Anggaran 4. And Change In Fund Balance e. Overview Atas Akuntansi Penganggaran g. Statement Of Revenues. Pertimbangan Dan Tindakan Legislative f. Jurnal Penutup c. Akuntansi Anggaran Dan Pelaporan Anggaran a. Evolusi Prinsip Akuntansi b. Tujuan Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Non Profit c. Konsep Penganggaran. Karakteristik Dan Tipe Organisasi Pemerintah Dan Non Profit b. Definisi Dan Pengakuan Pendapatan b. Prinsip Akuntansi Dan Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Organisasi Non Profit 2. Perubahan Prinsip Akuntansi 72    . Pengendalian Dan Evaluasi Anggaran b. Penyiapan Anggaran e. Revisi Anggaran Pendapatan d. Pendekatan Dalam Penganggaran d. Karakteristik Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Non Profit d. Jurnal Pembalik e. Statement Of Revenues. Terminologi Penganggaran Dasar c. Expenditures.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintah I Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu memahami. Perencanaan. Akuntansi General Fund b. General And Special Revenue Fund a. Revenue Accounting (Governmental Funds) a. menjelaskan dan mengevaluasi praktik-praktik akuntansi yang berlaku di pemerintah termasuk institusi pemerintah dan swasta yang mengelola dana publik Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.

Pembiayaan Dan Pengakuan Expenditure b. Capital Project Funds (CPF) a. Jurnal Koreksi j. Laporan Keuangan f. Prosedur Akuntansi Expenditure e. Klasifikasi Expenditure f. Fokus Akuntabilitas b. Akuntansi Atas Alokasi Dan Allotments g. Agency Funds d. General Fixed Assets And General Long Term Debts Accounting a. Jurnal Penyesuaian i. Operasi Dan Standar Akuntansi CPF b. Pengungkapan Dalam Laporan Keuangan 73    . Klasifikasi Expenditure c. Trust Funds c. Definisi Dan Pengakuan Expenditure b. Ilustrawsi Kasus DSF (Terkait Dengan Bonds) 9. Perubahan Prinsip Akuntansi k. Revisi Apropriasi h. Jurnal Penutup 7. Pengendalian Akuntansi Expenditure d. Lingkungan DSF. Pensions Trust Funds e. General Fixed Assets Accounting b. General Long Term Debts Accounting 10. Ilustrasi Kasus CPF 8. Expenditure Accounting (Governmental Funds) a. Trust And Agency (Fiduciary) Funds a. Debt Service Funds (DSF) a.6.

Debt Servise Fund b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. GFAAG/GLTDAG b. Special Fund c. Tujuan Pembentukan Dana Yang Bertujuan Mencari Laba. Pelaporan. Pelaporan Dan Tujuan Pembukuan a. Pelaporan Dan Perbandingan a. Belanja Modal Dan Penerbitan Surat Utang Jangka Panjang Untuk Dana Yang Tujuannya Pelaporan a. Hubungan Dengan Dana Lain Praktik-Praktik Akuntansi Organisasi. Dan Tujuan Pembukuan a. Praktik-Praktik Akuntansi Dalam Institusi Pengelola Dana Publik Baik Pemerintah Maupun ONL Swasta a. Pelaporan d. Fiduciary Fund b. Pelaporan. dan mampu mengidentifikasikan serta mengevaluasi praktik-praktik yang diterapkan oleh satuan kerja pemerintah dan institusi yang mengelola dana publik. Capital Project Fund b. Praktik Akuntansi. Pelaporan 6. Pencatatan c. Standar Akuntansi c. Standar Pelaporan d. Hubungan Dengan Dana Lain 2. Journal Entri d. 4. Hubungan Dengan Dana Lain Praktik-Praktik Akuntansi Organisasi. Dan Tujuan Pembukuan a. Lembaga Penyadang Bea Siswa 7. Proprietary Fund b. Journal Entry c. Institusi Pengelola b. Pelaporan d. 5. Journal Entry c. Pelaporan e. General Fund b. Dana Pensiun Di Indonesia c.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintah II Setelah mata kuliah ini mahasiswa mempunyai bekal yang memadai mengenai praktik-praktik akuntansi yang berlaku pada pemerintah. BUMN/BUMD Organisasi Yang Dibentuk Untuk Mengelola Dana Masyarakat a. 74    . 3. Kelompok Institusi Dana Menurut GASB Akuntansi .

8. 75    . Perguruan Tinggi 9. Rumah Sakit Tujuan Pembentukan Perguruan Tinggi Baik Negeri Maupun Swasta a. Praktik Akuntansi Dan Pelaporan Rumah Sakit Serta Perbandingan Antar Rumah Sakit Pemerintah Dengan Rumah Sakit Swasta a.

a. Standar Teknis. persediaan dan harga pokok penjualan. Kode Etik b. Penyimpangan Dari Pendapat WTP d. Kepastian Negative Penyusunan Laporan Audit Sesuai Kaidah Yang Berlaku. Kepastian Negative Prinsip-Prinsip Kode Etik Profesi Akuntan a. 5. Materialitas e. a. hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan audit. Kewajiban Kepada Pihak Ketiga d. Definisi Hukum b. Perbedaan Auditing Dan Akuntansi c. kewajiban hukum. prinsipprinsip kode etik profesi akuntan. Materialitas e. Jenis Audit Dan Auditor Penyusunan Laporan Audit Sesuai Kaidah Yang Berlaku. Isi Laporan Audit b. Obyektivitas. kewajiban. jenis dan proses memperoleh bahan bukti audit. modal dan laba ditahan. studi atas struktur pengendalian intern. Dan Penawaran Kewajiban Hukum. 3. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. a. dan arti penting tahap perampungan audit. proses penyusunan rencana dan program audit. piutang. perhitungan rugi laba. kerangka dasar materialitas dan risiko. Integritas. kaidah-kaidah laporan audit. Kode Perilaku Akuntan Indonesia d. Laporan Audit Dengan Opini WTP c. Standar Audit d. tujuan pengendalian intern serta dasar-dasar audit kas. Laporan Audit Dengan Opini WTP c. a. Isi Laporaan Audit b. 4. 76    .Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Auditing Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tentang audit dan profesi auditor. Kerangka Dasar Audit Dan Profesi Akuntan / Auditor. pokok-pokok tujuan audit. aktiva tetap termasuk penyusutannya serta memahami karakteristik capital expenditure dan revenue expenditure. Hakikat Auditing b. Kewajiban Terhadap Klien c. Etika Dalam Bisnis c. Penyimpangan Dari Pendapat WTP d. Kewajiban Criminal 2.

Keputusan Bahan Bukti Audit c. Pencapaian Tujuan Audit Jenis Dan Proses Mengumpulkan Bahan Bukti Audit. Bahan Bukti Yang Menyimpulkan d. Bebarapa Contoh Penggelapan Kas f. Prosedur Analitis f. 8. Pengendalian Intern Kas c. Elemen SPI e. Tujuan Audit Persediaan HPP b. Materialitas Dan Risiko Audit. Perencanaan Nama Program Audit e. Ikhtisar Proses Audit 11. Kepentingan Klien Dan Auditor b. Risiko Bawaan f. Jenis Bahan Bukti e. Tanggung Jawab Manajemen . Pengendalian Intern Piutang c. Hubungan Antara Pengujian Dan Bahan Bukti c. a. Penilaian Persediaan f. Penilaian Atas SPI Perusahaan. Hakkikat Risiko e. Pokok-Pokok Tujuan Audit. Metode Pemrosesan Data d. Tujuan Laporan Audit Atas Laporan Keuangan b. a. Teknik Statistik Dan Komputerisasi 7. Going Concern 9. Penyajian Piutang Di Neraca 13. Evaluasi Hasil h. Materialitas b. Menetapkan Tujuan Audit d. Pengendalian Intern Persediaan Dan Harga Pokok Penjualan c. Nama Program Audit Piutang Dan Konfirmasi Piutang d. a. Lingkungan SPI 10. Siklus Transaksi Kas d. Hakikat Bahan Bukti b. Inventarisasi Fisik Persediaan e. Alokasi Pertimbangan d. Audit Persediaan Dan Harga Pokok Penjualan.6. Tujuan Audit Umum e. Jenis-Jenis Pengujian b. Penyajian Di Laporan Keuangan 77    . Bauran Bahan Bukti d. a. Pertimbangan Materialitas Dan Risiko g. a. Nama Program Audit Kasrekonsiliasi Kas/Bank e. Audit Kas a. Sistem Akuntansi Tipikal c. Tujuan Audit Piutang Dan Penagihan b. a. Prosedur Audit Dan KKA d. Rencana Dan Program Audit Secara Lengkap.Auditor c. Penyajian Di Neraca 12. a. Tujuan Audit Kas b. Pertimbangan Materialitas c. Audit Piutang.

Prosedur Audit Dan KKA b. Reviu Audit 18. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 15. Pengendalian Intern Aktiva Tetap c. Tujuan Audit Kewajiban Jangka Panjang b. Capital Expenditure Dan Revenue Expenditure e. Audit Perhitungan Rugi-Laba a. Audit Aktiva Tetap a.14. Audit Atas Modal dan Laba Yang Ditahan a. Prosedur Dan Reviu Audit a. Tujuan Audit Aktiva Tetap b. Prosedur Audit b. Audit Berbagai Jenis Kewajiban Jangka Pendek Dan Jangka Panjang a. Reviu Audit 78    . Prosedur Audit Mencakup Audit Atas Penyusutan Aktiva Tetap d. Prosedur Audit Dan KKA c. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 17. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 16. Prosedur Audit b.

a. Standar Pemeriksaan Keuangan Di SPAP Yang Berlaku Juga Bagi Pemeriksaan Keuangan Di Pemerintahan. Standar. Kode Etik Di Pemerintahan a. Kode Etik Dari BPK RI. Ruang Lingkup Standar Pemeriksaan Keuangan. Rencana Di Unit Pemeriksa. 5. Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pemeriksaan pada pemerintahan yang meliputi pemeriksaan keuangan pemerintah pusat dan daerah. Audit Aktiva Tetap. 7. Jenis Audit Dalam SPKN Dan Lembaga Pemeriksa Di Pemerintahan a. Standar Tambahan Pemeriaksaan Keuangan Di Pemerintahan Dari SPAP Di SPKN a. c. Risiko Dalam Audit. Jenis Audit Di Pemerintahan. Perencanaan Pemeriksaan Di Pemerintahan a. b. 4. 2. b. Teknik Audit 8. b. 10. Unsur Pengendalian Intern Dan Evaluasinya a. b. 79    . Mendokumentasikan Bukti Audit . Audit Neraca. Rencana Pemeriksaan Di Tim Pemeriksa 6. b. Unsur Pengendalian Intern. Laporan Audit Standar. b. Laporan Yang Menyimpang Dari Bentuk Standar. Audit Kewajiban Dan Ekuitas.D 7. a. b. Kode Etik Dari BPKP. Bukti Audit Teknik Audit. 9. Jenis Bukti Audit. a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Audit Sektor Publik. c. b. Laporan Audit. Reviu Pokok Bahasan 1 S. Standar Pemeriksaan Keuangan Di SPAP a. 3. b. Audit Akun Asset Lancar Dan Investasi. Beberapa Ciri Standar Tambahan. Pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu di pemerintahan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.Standar Pemeriksaan Keuangan Tambahan Di SPKN. Peranan Lembaga Pemeriksa Di Pemerintahan. Reviu a. c. Evaluasi Pengendalian Intern.

Pelaksanaan Audit Kinerja. 16. Pendistribusian Dan Laporan Yang Bersifat Rahasia. b. Audit Laporan Realisasi Anggaran.11. a. Temuan Dan Pengembangan Temuan. Laporan Audit Kinerja. b. b. a. Tahapan Perencanaan Audit Kinerja 13. Laporan Audit Kinerja. 80    . Contoh Audit Kinerja Di Instansi. Perencanaan Audit Kinerja. a. Contoh Audit Kinerja Di Nama Program Dan Kegiatan. Reviu Pokok Bahasan 1 S. Kasus Audit Kinerja a. a.D 7 (Setelah Mid-Term). Audit Belanja Dan Pembiayaan 12. Pengumpulan Dan Pengorganisasian Bukti Audit. 14. Reviu. 15. a. Audit Pendapatan. b.

Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 21. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 23 atas Biaya dan Pendapatan. 22. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 26 atas Biaya dan Pendapatan. Klasifikasi PPh Pasal 23 c. Baik Sebagai Pembeli Yang Memungut/Dipungut Maupun Sebagai Penjual Yang Memungut/Dipungut Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Objek PPh Pasal 21 b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Perbedaan Akuntansi Pajak Dengan Akuntansi Secara Umum. Definisi Akuntansi b. Baik Sebagai Biaya Atau Sebagai Penghasilan Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. a. 4. 22. Klasifikasi PPh Pasal 22 b. 23 l b. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 22 Atas Penjualan. Transaksi PPh Pasal 23 Secara Menyeluruh. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 23 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. f.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Perpajakan Membekali peserta didik dengan pengetahuan pencatatan transaksi. Pembelian. Transaksi PPh Pasal 21 Secara Menyeluruh. Baik Penghasilan Bruto atau Gross Up dan Penyajiaannya Dalam Neraca dan Laba Rugi. Tata Cara Penyajian Transaksi Di Neraca Dan Laba Rugi Secara Umum. 81    . Pencatatan Dan Pembebanan PPh Pasal 21. 3. Objek PPh Pasal 26 b. Cash Basis Atau Accrual Basis. Pembahasan PSAK dan UU KUP d. Pencatatan PPh Pasal 21 atas Bonus. Klasifikasi PPh Pasal 21 c. 22 dan 23 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. THR. 2. Baik Ditanggung Perusahaan Atau Sebagai Tunjangan Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. d. Dan Impor c. Perbedaan Antara Akuntansi Pajak Dengan Akuntansi Umum. Gabungan Transaksi PPh Pasal 21. Definisi Pajak dan Jenis Pajak c. PSAK Dengan UU KUP Pasal 28 a. Definisi Pencatatan e. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 22 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. 5. d. Rapelan dll. Klasifikasi PPh Pasal 26 c. f. 6. Transaksi PPh Pasal 22 Secara Menyeluruh. dan 23 Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi dan Pembahasan. Perbedaan Tunjangan Pajak dan Beban PPh Pasal 21 e. Objek PPh Pasal 23 b. a. penyajian laporan laba rugi dan neraca yang berkaitan dengan perpajakan. Neraca Dan Transaksi Yang Terkait Dengan Aspek Perpajakan. Pencatatan Jurnal Terkait PPh Pasal 21. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 21 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Transaksi PPh Pasal 26 Secara Menyeluruh.

d. 23. 22. Tata cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 26 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. dan 4(2) Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi a. Tata cara Penyajian transaksi PPh Pasal 26 dan 4(2). Transaksi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 Secara Menyeluruh. 8. 22. 26. 4(2). 26. Tata Cara Penyajian transaksi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. a. dan 4(2) Terkait Dengan Penyajian Laporan Neraca Dan Laba Rugi 82    . Pencatatan Dan Pembebanan PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 atas Biaya dan Pendapatan. 15 b. dan 4(2) Terkait Dengan Penyajian Laporan Neraca dan Laba Rugi. Latihan Soal Komprehensif Perlakuan Transaksi PPh pasal 21. Gabungan Transaksi PPh Pasal 26. pasal 15.d. Klasifikasi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 c. Baik Penghasilan Bruto Atau Gross Up dan Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi. 7. Pencatatan Jurnal Terkait PPh Pasal 26. Gabungan Perlakuan Transaksi PPh pasal 21. Objek PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 b. di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum 9. a. 23.

8. Countif. Pembagian c. 7. Downloading Data c. Condition Formating pada Penjumlahan. Minimum Requirement b. Formula Subtotal. Realtime dan Online Pengendalian / Control a. Transfer Data b. Isna. Formula IF dalam IF d. Audit Data dengan Berbagai Formula dalam Excel a. Filter dan Fivot Table 11. Pengurangan. 9. 5. Sampel Data 10. Weekday. General Control b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Aplikasi Komputer Akuntansi dan Keuangan. Countblank. Formula Counta. Metode Batch. Teknologi Informasi / SIM a. Pengertian Komputer Audit dan Hubungan dengan Audit Konvensional 2. b. Formula Date. 6. Impor Data Memahami Pengantar TABK 4. maka dengan pengetahuan ini dimungkinkan ditemukan isi database yang menyimpang dari semestinya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Formula IF. Audit tentang Depresiasi 83    . Organisasi PDE b. Konsep Audit Komputer a. Year e. Vlookup f. Jaringan 3. Perkalian. Mata Kuliah ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang pelaksanaan tugas audit dengan mempergunakan alat bantu komputer. Month. mendownload database yang akan diaudit ke dalam MS-Excel kemudian melakukan audit data. Application Control Proses dan Langkah Audit Database Akuntansi Memahami Download / Transfer / Konversi Data a. Database bukan lagi suatu blackbox yang isinya pasti benar tidak pernah salah.

Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Etika PNS (Pegawai Negeri Sipil) Memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai akuntan dan sebagai PNS. Sumber-Sumber Panduan Etika e. Profesi dan Etika d. Pengertian Kode Etik b. Kewajiban dan Sifat Hubungan Dgn Klien c. Kode Etik Akuntan Indonesia 5. Hak/Right e. Kepedulian 3. Teori dan Konsep Etika a. Pendahuluan a. Etika Bisnis dan Akuntan Profesional f. Kode Etik Akuntan Publik AS (AICPA) d. Integritas. Pengertian Etika c. Profesionalisme Akuntansi a. Etika Profesi dan Etika Kerja 2. Profesi sebagai Komunitas d. Teori Etika Keutamaan d. Harapan Publik akan Profesi Akuntan 4. Pengertian dan Ciri-Ciri Profesi b. Panduan Etika bagi Profesi Akuntansi a. Pentingnya Etika Profesi bagi Akuntan b. Teori Teleologi b. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat Memunculkan kesadaran dan kepekaan terhadap issue-issue etika profesi akuntan dan etika PNS sekaligus meningkatkan ketaatan terhadap setiap ketentuan yang berlaku danMeningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilemma etis tanpa mengabaikan pertimbangan-pertimbangan teknis yang penting. Keadilan/Justice f. Independensi dalam Kenyataan dan Penampilan e. Independensi dalam kode Etik Akuntan Indonesia 84    . Teori Deontologi c. Kerangka Dasar Etika Profesi c. Independensi dan Akuntan Publik d. Independensi dan Profesionalisme c. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Kode Etik Akuntan Mgt As (IMA) e. Rencana Perkuliahan b. Objektivitas dan Independensi a. Peranan Etika dalam Profesi Akuntan e. Akuntan Sebagai Profesi f.

Klasifikasi Benturan Kepentingan c. Prinsip-prinsip Etika dalam Pelayanan Publik (PP) a.f. Benturan Kepentingan d. Birokrasi. Independensi dalam kode Etik Akuntansi manajemen 6. Karakteristik Pelayanan Bermutu c. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi c. Korupsi c. Definisi Korupsi b. Kode Etik dan Perilaku Pelayanan Publik a. Prinsip-prinsip manajemen Etika Pelayanan Publik 13. Bentu-Bentuk Korupsi 85    . Kerahasiaan dan Akuntan g. Mal Praktik dalam Pelayanan Publik b. Pentingnya Kepekaan Etis b. Isu-Isu Etika dan Prinsip-Prinsip Manajemen Etika Pelayan Publik a. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik e. Benturan Kepentingan dan Kerahasiaan a. Kerahasiaan dan Akuntan Publik h. Aturan Disiplin PNS a. Pentingnya Profesionalisme dalam Birokrasi Pelayanan Publik b. Jenis-Jenis Benturan Kepentingan f. Kode Etik dan Perilaku bagi PNS 12. Prinsip-Prinsip Korupsi dan Bentuk-Bentuk Korupsi a. Aturan Etika PNS c. Aturan Absensi b. Aturan Anti KKN 14. Kewajiban dan larangan bagi PNS c. Prinsip-Prinsip Umum Etika dalam Pelayanan Publik b. Kewajiban Kerahasiaan bagi Akuntan Non Publik i. Netralitas Birokrasi PNS 11. Kerangka Analisis Etika dan Isu-Isu Etika dalam Praktik Akuntansi a. Fungsi Pelayanan Publik c. Pengertian Umum Benturan Kepentingan b. Analisa Dampak Stakeholder 8. Informasi Rahasia dan Benturan Kepentingan 7. Pengertian Birokrasi b. dan Etika a. Penalaran Moral dan Pendekatan Standar Moral d. Nilai-nilai Profesionalisme dalam Pelayanan Publik d. Pelayanan Publik. Benturan Kepentingan dan Akuntansi Profesi e. Kerangka Analisis Etika c. Bentuk-Bentuk Benturan Kepentingan d. Kewajiban Profesional dalam Pelayanan Publik c. Standar Pelayanan Publik di Indonesia • Prinsip-prinsip Pelayanan Publik • Kriteria Pelayanan Publik 10. Hakekat Profesionalisme dalam Pelayanan Publik a. Sumber-Sumber Nilai Etika Pelayanan Publik 9. Pengertian Etika Pelayanan Publik d. Pengertian Korupsi. Pentingnya Kode Etik dan Perilaku bagi Pelayan Publik b.

Membangun Etos Pribadi a. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis d.15. Faktor Penyebab Korupsi b. Tiga Unsur Etos Pribadi b. Lima Prinsip untuk Berperilaku Etis e. Faktor-Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis c. Dampak Masif Korupsi Terhadap Eksistensi Negara dan Bangsa 16. Faktor Penyebab Korupsi dan Dampak Negatifnya a. Pengecekan Etika 86    .

Perilaku Efektif e. Orang Dewasa 3. mengatasi ketegangan (stress). Belajar Mengatasi Keadaan c. Kecemasan dan Ketakutan 4. watak dan temperamen b. Pengertian Etika b. 10 Prinsip Motivasi c. Kepribadian. Mempelajari Motivasi Diri a. Temperamen 2. Transformasi Kanak-Kanak c. Citra Diri 6. Teori Kepribadian c. Distribusi dan Penggunaan Energi Psikis c. Mempelajari Dinamika Kepribadian a. Mempelajari Etos Kerja a. dan pengembangan kemampuan komunikasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Manajemen Stress 7. Perilaku Positif Asertif d. Hierarki Kebutuhan Manusia Abraham Maslow b. Justice b. Kanak-Kanak b. Penyembuhan d. Unsur-Unsur Etika 87    . Berprestasi. Pihak yang Berkepentingan • Internal • Eksternal d.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik pengembangan kepribadian yang meliputi aspek-aspek seperti etiket. Mempelajari Pengembangan Kepribadian a. Etos Kerja Semangat untuk Berkolaborasi. Berkomunikasi dan Inovasi 5. Mempelajari Etika a. Asal-Usul Stress b. Mempelajari Cara Mengatasi Stress a. Hal-Hal Yang Menjadi Perhatian dalam Etika c. Mempelajari Kepribadian a.

Rapat c. Bawahan dan Sepangkat b. Body Language e. Mempelajari Etiket a. Praktik b.8. Lain-Lain 9. Etiket Berbicara f. Etiket Pergaulan dengan Atasan. Etiket Bertamu d. Presentasi 88    . Master Of Ceremony b. Etiket Bertelepon c. Seni Berbicara. Menulis Surat d. Etiket Berpakaian e. Etiket Makan g. Mempelajari Cara Menulis Laporan a. Mempelajari Komunikasi a. Protokoler 10.

( UU 10 Tahun 2004 ) 3. Masyarakat Hukum b. Arti dan Tujuan Hukum a. Sumber Hukum Material b. Subyek Hukum dan Obyek Hukum c. Teori Kedaulatan Negara f. Definisi Hukum Sebagai Pegangan 2. Teori Teokrasi d. Dasar-Dasar Berlakunya Beraneka Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia 89    . Penemuan Hukum a. Kodifikasi Hukum b. Teori Kedaulatan Rakyat e. Arti Tata Hukum b. sumber-sumber hukum. Teori Kedaulatan Hukum g. Pengisian Kekosongan Hukum 5. Asas Keseimbangan 4. Pengertian dan Macam-Macam Hak e. Kaedah Hukum dan Kaedah Lainnya 7. Mazab Hukum Alam b. Mazab Sejarah c. sampai dengan asas-asas hukum acara pengadilan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Tata Hukum Indonesia c.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Ilmu hukum Mata Kuliah ini membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengantar Hukum di Indonesia sehingga di akhir perkuliahan mahasiswa dapat mengetahui arti dan tujuan hukum. Ilmu Hukum Sebagai Kaedah Hukum a. Mazab-Mazab Ilmu Hukum a. Perbuatan Hukum d. Pembentukan Hukum oleh Hakim b. Pengertian Tata Hukum Indonesia a. Hakekat Kaedah b. Peristiwa Hukum 8. penemuan hukum. Peraturan Perundang-Undangan Negara Indonesia d. Pengertian Hukum c. Pembidangan Ilmu Pengetahuan Hukum a. Penafsiran Hukum c. Sumber Hukum Formal c. mazab-mazab ilmu hukum. Ilmu Hukum Sebagai Pengertian Hukum a. Macam-Macam Pembagian Hukum 6. Sumber-Sumber Hukum a. Manusia dan Masyarakat b.

Buku I KUHD : Perdagangan pada Umumnya g. Kekuasaan Pemerintahan Negara RI Menurut UUD 1945 Sebelum Amandemen c. Pelanggaran dalam KUHP g. Sumber-Sumber c. Tindak Pidana Khusus diluar KUHP 12. Pembagian dan Sistematika c. Arti dan Tugas Perdagangan b.9. Pengertian. Sejarah KUHD e. Asas-asas Hukum Tata Negara Indonesia a. Asas-asas Hukum Perdata a. Pelaksanaan Acara Perdata c. Pokok-Pokok Tata Pemerintah RI Menurut UUD 1945 Sesudah Amandemen Ke-4 10. Banding. Hukum Benda & Waris h. SEMA 3 Tahun 1963 dan UU Nasional dalam bidang perdata f. Pengertian Pokok Hukum Acara b. Status KUH Perdata e. Riwayat Hukum Pidana di Indonesia c. Hukum Pribadi & Keluarga g. Pembagian & Tujuan Hukum Pidana b. Kejahatan dalam KUHP f. Asas-Asas Hukum Dagang a. Pra Peradilan e. Hukum Perikatan i. Asas-asas Hukum Acara Pengadilan a. Hukum Pembuktian & Daluarsa 11. Hubungan Hukum Dagang dan Hukum Perdata f. Hukum Perdata d. 90    . Asas-Asas Hukum Pidana a. Buku III KUHD: Kepailitan dan Penundaan Pembayaran i. Kasasi dan Peninjauan Kembali. KUHP dan UU Hukum Pidana Khusus yang Bersifat Nasional d. UU Nasional diluar KUHD 13. UU Hukum Pidana Khusus yang Bersifat Nasional h. Pelaksanaan Acara Pidana d. Ketentuan-Ketentuan Umum dalam KUHP e. Sistematika Hukum Dagang d. Buku II KUHD: Hak dan Kewajiban yang Lahir dari Pelayaran h. Proklamasi Kemerdekaan dan Lahirnya Pemerintah Indonesia b. Sejarah Hukum Perdata di Indonesia b.

Penafsiran Ekstensif h. Asas-Asas Berlakunya Hukum Pidana Menurut Waktu dan Tempat a. Perbuatan Dan Rumusan Delik a. Menurut Waktu : • Asas Legalitas • Asas Nonretroaktif • Penerapan Asas Legalitas b.peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi serta percepatan pemberantasan korupsi. dasar pemberatan dan peringanan pidana. 3. Penafsiran Undang-Undang Hukum Pidana a. Pengertian dan Istilah Hukum Pidana b. asas-asas berlakunya hukum pidana. Penafsiran A Contrario g. subyek dan pertanggungjawaban korupsi. perbuatan dan rumusan delik.penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Hukum Pidana Membekali peserta didik dengan pengetahuan mengenai pengertian hukum pidana di Indonesia. Pengertian Delik b. Penafsiran Sistimatis c. perbandingan antar UU tindak pidana korupsi. Penafsiran Terbatas 4. ajaran kausalitas. Menurut Tempat : • Asas Teritorial • Asas Nasional Aktif • Asas Universal. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana 2. kesalahan dalam arti luas dan melawan hukum . Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. pembahasan umum pemberantasan tindak pidana korupsi. komisi pemberantasan korupsi (KPK). Pengertian dan Istilah Hukum Pidana Di Indonesia a. Cara Merumuskan Delik c. Jenis-Jenis Delik 91    . dasar peniadaan pidana. Penafsiran Historis e. Hukum Pidana yang Berlaku di Indonesia c. Penafsiran Logis d. interpretasi hukum pidana. rumusan delik korupsi. Penafsiran Gramatikal b. Penafsiran Analogis f.

Sifat Melawan Hukum Formal h. Dasar Peniadaan/Penghapusan Pidana Menurut KUHP dan diluar KUHP a. Dasar Pemberatan Pidana • Ambtelijkheid( Tanggungjawab Pejabat) • Recidive( Tanggungjawab Ulang ) • Samenloop( Tanggungjawab Majemuk ) b. Melaksanakan Undang-Undang (JES:64) f. Ontoerekeningsvatbaarheid. Kesengajaan (Jes: 81-95) 6.Tidak Dapat Dihukum karena Orangnya Sendiri (Pasal 44) c. Dasar Peringanan Pidana • Poging(Percobaan) • Medeplichtigheid • Minderjarigheid 8. Hukum Pidana diluar KUHP b. Ajaran Yang Menginvidualiseer Dan Menggeneraliseer 9. Pembelaan Melampaui Batas (JES:59) i. Korupsi Materiil dan Keuangan Dalam UU f. Pendekatan Normatif e. Asal Kata dan Pengertian Korupsi c. Subyek dan Pertanggungjawaban Pidana dalam Delik Korupsi a. Dasar Peniadaan Pidana Diluar KUHP • Umum • Khusus • Tidak Tertulis k. Lukisan Sebab Akibat Korupsi d. Pembahasan Umum Tindak Pidana Korupsi a. Perbandingan UU PTPK a. Pengertian Ajaran Kausalitas b. Dasar Peniadaan Pidana Menurut KUHP b. Dapat Dipertanggungjawabkan d. PTPK 10. Macam-Macam Ajaran Kausalitas (Von Buri. Ketidakmampuan Bertanggungjawab 7. Perintah Jabatan yang Tidak Sah (JES:65) h. Overmacht (Daya Paksa) d. Pemberatan dan Peringanan Pidana a. Pertanggungjawaban Pidana Dalam Delik Korupsi 11.5. Ajaran Kausalitas a.Traeger ) c. Melaksanakan Perintah Jabatan yang Sah g. Kesalahan dalam Arti Hukum Pidana c. Melawan Hukum (Jes: 37-47) e. Kesalahan Dalam Arti Luas dan Melawan Hukum Serta Kesengajaan a. UU No 3 Tahun 1971 b. Subyek Delik Korupsi adalah Orang dan Korporasi b. Noodweer (Pembelaan Terpaksa) e. Sifat Melawan Hukum Materiil i. Sifat Melawan Hukum Khusus g. Keadaan Darurat (JES:60) j. UU No 31 Tahun 1999 92    . Kesalahan dalam Arti Luas b. Sifat Melawan Hukum Umum f.

Rumusan Delik Korupsi a. Rumusan Delik yang Dibuat oleh Pembuat b. UU No 20 Tahun 2001 12.c. UUPTPK c. Undang-Undang No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( KPK ) 14. Penyelenggaraan Negara yang Bersih a. 93    . Inpres No 5 Tahun 2004. UU No 28 Tahun 1999 b. Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( KPK ) a. PP No 71 Tahun 2000 c. Rumusan Delik yang Diadopsi dari KUHP 13.

94    . proses ber_acara didepan majelis hakim. Sifat/Waktu/Wilayah Berlakunya d. subyek. Pengertian dan Fungsi Catatan Sipil f. Pengertian dan Kegunaan AKTA yang dibuat Catatan Sipil 2. Pengertian Syarat Formal dan Material Badan Hukum c. Pengertian Hukum menurut Pendapat Masyarakat c. Keadaan Hukum Perdata di Indonesia dan status/kedudukan KUH Perdata/BW dan Pendapat para Ahli Hukum d. Fungsinya. objek. putusan pengadilan. Pengertian Asas-Asas dan Sifat Hukum Perdata c. pembuktian dan penilaian alat bukti. Pengertian Kewenangan Berhak d. Pengertian Hukum Berdasarkan Kepentingan yang Diatur. Formal dan Material. Pengertian Kecakapan Berbuat e. unsur-unsur.. 5. Hukum dan Pembedaan a. Pengertian Domisili dan Macam Domisili b. Sejarah Catatan Catatan Sipil di Indonesia g. Pengertian Hukum sebagai Sumber Formil. Pengertian Hukum Perdata dalam arti Luas dan Sempit. Pengertian Tempat Kediaman Hukum dan Tempat Kediaman Sesusungguhnya c. Siapa yang mewakili Badan Hukum e. Pengertian dan Hakekat Badan Hukum b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum : : Pokok Bahasan 1. Akibat Ketidakwenangan berhak Badan Hukum a. 3. Pengertian Manusia sebagai Subyek Hukum c. upaya banding serta pemeriksaan kasasi dan pemeriksaan peninjauan kembali. 4.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Perdata Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengertian Hukum Perdata dan Bisnis dengan segala aspeknya yang meliputi Hukum Material dan Formal: pengertian. Macam-macam Akta Catatan Sipil h. Sejarah dan Sistematika KUHPerdata/BW di Indonesia Hukum Perorangan a.Wujud dan Bentuknya Hukum Perdata dan Sistematika KUH Perdata a. Kedudukan dan Macam Badan Hukum d. Pengertian Arti Pentingnya Domisili d. ruang lingkup. Macam-macam Domisisli menurut BW e. Pengertian Subyek Hukum b. Tanggung Jawab Badan Hukum Domisili dan Catatan Sipil a. Pengertian Hukum dalam Arti Definisi Hukum b. Tertulis dan Tidak Tertulis b.

Pengertian Peninjauan Kembali f. Pengertian dan Pengaturan Resiko b. 9. Pengertian Orang Yang Hilang ( Keadaan Tidak Hadir / Afwezeigheid) d. I’tikad Baik dalam Perjanjian i. Macam-macam Perikatan f. Perihal Pembagian Warisan i. Ahli Waris g. Pengertian Legitimie Porte h. 8. Azas yang Berlaku dalam Hukum Waris d. Sifat Keadaan memaksa 95    . Pengertian Keadaan Memaksa e. Hukum Perikatan dan Pelaksanaan Perjanjian dalam Hukum Perdata a. Putusan Mahkamah Agung Hukum Waris dalam Hukum Perdata a. Pengertian dan Hakikat Pendewasaan (Handlichting/Perlunakan) b. Dasar Hukum dan Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan b. Unsur-unsur Keadaan memaksa f. Pembatalan Suatu Perjanjian 11. Hak dan Kewajiban Pewaris. Pemahaman terhadap UU No. Hukum Keluarga (1) a. Pengertian Pewaris dan Ahli Waris c. Pengertian Obyek Hukum Waris f. Pengertian Putusan Pengadilan c. Pengertian Melaksanakan Perjanjian g. Pengertian dan Proses Pemeriksaan Kasasi e. Pengertian Subyek Hukum Waris e. Pengertian Adopsi (Pengangkatan Anak) e. Risiko. Permintaan dan Akibat Hukumnya c. Pengertian Keturunan /Afstaming d. Pengertian Proses Beracara di Pengadilan b. Alasan Peninjauan Kembali h. Azas-azas Hukum Perikatan b. Tindakan Kreditur terhadap Debitur d. Pengertian Hukum Waris b. Pengertian Pengampuan. Pengaturan dan Sumber-sumber Hukum Perikatan c. 10. Harta Peninggalan yang Tidak Terurus 7. Wan Prestasi dan Keadaan Memaksa dalam Hukum Perdata a. Pengertian Wanprestasi c. Empat Teori tentang Kesepakatan e. Syarat untuk Sahnya Perjanjian d. Pengertian dan Proses Banding d.6. Pengertian Perwalian / Voogdij Hukum Keluarga (2) a. Penafsiran Perjanjian h. Pengertian Kekuasaan Orang Tua / Ouderlijke Macht e. Kekuasaan Hakim untuk Mencampuri Suatu Perjanjian j. Prinsip Peninjauan Kembali g. Pengertian Perkawinan/Asas dan Hakikat c. Pengaturan Keadaan memaksa g.12/2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Hukum Acara Perdata dan Ulangan Pemeriksaan pada Peradilan Perdata dan Bisnis a.

Perkumpulan Dagang 15. Pengertian Pelepasan Hak. Pengertian Daluwarsa (Lewat Waktu/Verjaring) g. Macam Daluwarsa h. Hapusnya Perikatan dengan Cara-Cara Khusus yang Ditetapkan dalam Materi Perikatan d. Pengertian Pengakuan e. Hapusnya Perikatan karena Ketetapan Waktu Menurut Perjanjian c. Pentingnya Suatu Perusahaan Memiliki Pembukuan g. Penyuruhan/Lastgeving ( Pemberian Kuasa ) h. Pengertian Decheance (Verval Termijn) 14. Perdamaian. Sistematika KUH Dagang c. Pengaturan Hukum Kepailitan c.12. Pengertian Kesaksian c. Pengertian Persangkaan d. Kepailitan dan Penundaan Kepailitan pada Peradilan Perdata dan Bisnis a. Pengertian Bukti Tulisan b. Penghapusan Perikatan dan Perjanjian-perjanjian Khusus (Perjanjian Nominatif) a. Persamaan dan Perbedaan antara Kepailitan dan Penundaan Kepailitan 96    . Persekutuan Perdata/Maatschap g. Modal dan Saham Perseroan d. Verifikasi. Tindakan Sementara g. Pengertian dan proses Kepailitan b. Yang Dapat Dinyatakan Pailit e. Nama dan Pendirian PT c. Permohonan dan Persyaratan Pailit f. Pemberian/Hibah. Istilah dan Pengertian PT b. Upaya Hukum h. Penanggungan Utang (Borgtooht) j. Pentingnya Pengertian Perusahaan/Bedrijf f. Orang-orang Perantara h. Sewa Menyewa e. Schenking f. (Rechtsverwerking) i. Insolvensi. Organisasi PT 16. Pengertian Ekonomi dalam KUHD e. Hubungan KUHD dengan BW (KUHPdt) d. Perjanjian Perdamaian (Dading/Kompromie) k. Perjanjian Kerja / Perburuhan 13. Pengertian – Pengertian Hukum Dagang b. Pengertian Hukum Dagang dalam Hukum Perdata a. Pembuktian dan Daluwarsa dalam Hukum Perdata a. Perjanjian Pinjam Barang yang Tak Dapat Diganti/ Dapat Diganti i. Penundaan Kewajiban k. Akibat Hukum Putusan Kepailitan i. Perjanjian Jual Beli. Sepuluh Macam Cara Hapusnya Perikatan b. Pengurusan Harta Pailit j. Pengertian Sumpah f. Yang Berhak Mengajukan Kepailitan d. Perseroan Terbatas (PT) dalam Hukum Perdata dan Bisnis a. Tagihan.

Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik a. Azas-azas Umum Pemerintahan yang Baik di Indonesia 97    . Pengertian Hakikat Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik b. Susunan. Kedudukan. Pengertian Susunan Pemerintahan Negara Indonesia dan Lembaga-lembaga Negara c. Pengertian Perundangan dan KTUN yang memuat pengaturan yang bersifat umum b. Lisensi dan Konsesi d.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Peradilan Tata Usaha Negara Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dasar-dasar peradilan tata usaha negara yang meliputi aspek seperti objek. Mandat e. Kompetensi/Kewenangan : Atributif. Landasan dan Ruang Lingkup Hukum Administrasi a. Pengertian Sumber Hukum Materiil Hukum Administrasi c. Ruang Lingkup Perbuatan Pemerintahan a. Pengertian Pemerintah dan Pemerintahan c. Delegatif. ruang lingkup. Objek. Sarana atau Instrumen Yuridis Tata Usaha Negara a. Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Administrasi 3.5 Tahun 1986 6. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Hubungan antara Tingkatan Pemerintahan a. wewenang peradilan. Dispensasi. Sumber Hukum Administrasi Mempelajari Sumber Materiil dan Formil Hukum Administrasi a. Pengertian Rencana atau Het Plan 7. Pengertian Freies Ermessen e. Pengertian Kedudukan dan Landasan Hukum Administrasi b. Subjek. Pengertian Perbuatan Pemerintahan b. Pengertian dan Peristilahan Administrasi b. penyelesaian sengketa. proses penyelesaian peradilan tata usaha negara. Pengerian dan Peristilahan Hukum Administrasi Negara/Hukum Tata Usaha Negara dalam Tata Hukum Indonesia 2. Pengertian Sumber Hukum Formil Hukum Administrasi d. Dasar Penerapan Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik c. PTUN berdasar UU No. Pengertian Sumber Hukum b. Administrasi dan Hukum Administrasi a. Pengertian Hubungan antara Tingkatan dalam Pemerintahan b. Pengertian Izin. Sumber Hukum Formil (perbandingan) berdasarkan TAP MPR Nomor XX Tahun 1966 dan TAP MPR Nomor III/MPR/ 2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Perundang-undangan 4. Ciri-Ciri KTUN (Beschikking) d. Pengertian Peraturan-peraturan Kebijaksanaan c. Pengertian Penyelenggara Pemerintahan Tingkat Pusat/Daerah 5.

Kewenangan dan Susunan Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengertian Alat Bukti b. Pengertian Sengketa Tata Usaha Negara b. Tujuan. Upaya Peradilan dan Pengujian KTUN 12. Penetapan Ketua Pengadilan terhadap gugatan berkenaan g. Permusyawaratan dan persiapan f. Pembuktian pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Surat atau Tulisan. Ruang Lingkup. Proses pengambilan Putusan b. Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara b. PTUN yang berwenang e. Penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara a. Pengertian Gugatan b. Tenggang waktu dan biaya perkara e. Intervensi dalam Persidangan f. Unsur-Unsur Dan Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengetahuan Hakim d. Pengertian Pembuatan Dokumen 9. Macam dan syarat Putusan Pengadilan c. Pelaksanaan Putusan Pengadilan d. Rangkap Jabatan dan Hakim Ad Hoc 11. Pengertian dan Praktek Pembuatan KTUN b. Ketua. Susunan Pengadilan dan Tempat Kedudukan c.Keterangan Ahli. Azas-Azas Pembuatan Keputusan Tata Usaha Negara a. dan fungsi Peradilan Tata Usaha Negara b. Pengertian Subjek. Penetapan Hari Sidang dan pemanggilan c. Pengajuan dan Alasan Gugatan c. Objek. Pengertian Hukum Acara b. Pemeriksaan dengan Acara Biasa e. Mengadili 13. Wakil Ketua. Objek pada HAPTUN d. Administratif dan Keberatan Administratif d.8. Perlawanan terhadap Penetapan Ketua Pengadilan h. Prosedure/Proses Beracara pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Hakim dan Panitera Pengadilan d. Permohonan Penundaan Pelaksanaan KTUN d. Dasar Hukum Peradilan Tata Usaha Negara 10. Rehabilitasi 98    . Putusan Pengadilan pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Penilaian Hasil Pembuktian 16. Pengertian Putusan Ganti Rugi. Pemeriksaan dengan Acara Cepat 15. Pengertian Landasan Pembuatan KTUN c. Sekretaris Pengadilan. Subjek pada HAPTUN c. Penetapan Susunan Hakim b. Kuasa Hukum pihak-pihak yang bersengketa d. Pengajuan Gugatan Proforma proses penyusunannya 14. Saksi c. Gugatan pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Upaya administratif banding c. Pokok Sengketa Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengertian Kewenangan.

Pengertian Putusan Kompensasi 17.e. Banding. Pemeriksaan Kasasi dan Peninjauan Kembali pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengertian Peninjauan 99    . Pengertian dan proses Banding b. Pengertian dan proses pemeriksaan Kasasi c.

Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Hindu b. Pengaruh Kebudayaan Timur dan Barat a. Pengaruhnya Terhadap Kebudayaan Indonesia 100    . Gambaran Kebudayaan Indonesia 2. Kebudayaan Batak a. Etos Budayanya c. Etos Budayanya c. Kebudayaan a. Dinamika Kebudayaan dan Dampaknya a. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Betawi a. Kebudayaan Islam d. Masalah Konflik Sosial 6. Etos Budayanya 8. Dampak dan Cara Penanggulangannya 4. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Kebudayaan Barat 5. Manusia Indonesia dan Suku-Suku Bangsanya a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Budaya Nusantara Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang Keanekaragaman Kebudayaan yang ada di Indonesia. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Jawa a. Wujud c. Kebudayaan Minang a. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Unsur-unsur 3. Pengertian Kemajemukan Budaya b. Pengertian b. Etos Budayanya 9. Etos Budayanya 7. Kebudayaan Budha c. Faktor pendorong c. Definisi b. Kebudayaan Aceh a.

Persamaan dan Perbedaannya dengan Kebudayaan Jawa 11. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Sunda a. Kebudayaan Ambon a. Orang Tionghoa di Indonesia a. Etos Budayanya 17. Konflik Dayak dengan Madura 13. Etos Budayanya 15. Unsur-Unsurnya b. Bugis. Etos Budayanya 14. Unsur-Unsurnya b. Etos Budayanya 101    . Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Nusa Tenggara Timur (Flores Dan Timor) a. Irian Barat / Papua a.10. Kebudayaan Dayak a. dan Mandar a. Etos Budayanya 16. Makasar. Etos Budayanya c. Tri Hita Karana 12. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Bali a. Toraja. Unsur-Unsurnya b.