DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

KURIKULUM DAN GBPP PROGRAM DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI AKUNTANSI PEMERINTAHAN TAHUN 2009
(KURIKULUM TAHUN 2007)

DAFTAR ISI
1. 2. 3. 4. 5. MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) Pendidikan Agama Islam Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris I Bahasa Inggris II MATA KULIAH KEILMUAN DAN KETERAMPILAN (MKK) Pengantar Ilmu Ekonomi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Aplikasi Komputer Statistika Deskriptif Organisasi Bisnis dan Manajemen Ekonomi Internasional Pengantar Akuntansi I
Lab. Pengantar Akuntansi I

1 3 4 6 9

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Pengantar Akuntansi II Lab Pengantar Akuntansi II Keuangan Publik Perpajakan I Perpajakan II Manajemen Keuangan MATA KULIAH KEAHLIAN BERKARYA (MKB) Akuntansi Keuangan Menengah I Lab. Akuntansi Keuangan Menengah I Akuntansi Keuangan Menengah II Lab. Akuntansi Keuangan Menengah II Akuntansi Keuangan lanjutan Akuntansi Biaya Sistem Informasi Akuntansi Hukum Administrasi Keuangan Negara I Hukum Administrasi Keuangan Negara II Akuntansi Pemerintah I Akuntansi Pemerintah II Auditing Audit Sektor Publik. Akuntansi Perpajakan Aplikasi Komputer Akuntansi dan Keuangan.

12 14 16 18 20 23 26 28 31 34 36 38 40 43 46

21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.

49 52 55 57 60 62 65 67 70 72 74 76 79 81 83

41. 42. 39. 89 91 94 97 100 . Etika PNS 37. Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) Pengantar Ilmu hukum Pengantar Hukum Pidana Hukum Perdata Peradilan Tata Usaha Negara Budaya Nusantara 84 87 38. 40.MATA KULIAH PERILAKU BERKARYA (MPB) 36.

ikut serta dalam kerjasama antarumat beragama dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Aqidah Islam a. berbudi luhur. Kedudukan Dan Hikmah Ibadah Dalam Islam c. Sumber Ajaran Islam a. Serta Peranan Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Sebagai Rasul Terakhir g. berpandangan luas. Kerangka Dasar Ajaran Islam b. Pengertian Dan Kaidah Muamalah Dalam Islam 1    . Perbandingan Agama-Agama Besar Dan Mengetahui Kedudukan Agama Islam Di Antara Agama-Agama Tersebut b. Wawasan Islam Dan Hubungan Sumber Dengan Dasar Ajaran Islam a. Kebutuhan Manusia Akan Agama Bagi Kehidupan 2. Pelaksanaan Dan Hikmah Zakat f. Mempealjari Pelaksanaan Dan Hikmah Ibadah Puasa e. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Kemahaesaan Allah Untuk Meningkatkan Keyakinan Kepada-Nya Sebagai Sumber Segala Yang Ada Di Alam d. Syariat Islam a. Agama Islam Sebagai Petunjuk Dalam Mencapai Kebahagiaan Dunia Dan Akhirat 3. Pengertian. Syariat Islam Dan Pengertian Fiqih b. Makna Qadha Dan Qadar c.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman. Kedudukan Akal Dan Peranan Ijtihad Sebagai Sumber Pengembangan Ajaran Islam 4. Tugas Nabi Dan Rasul. Arti Shalat Serta Hikmahnya Bagi Kehidupan d. dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Mempalajari Komponen Dasar Ajaran Islam Yang Melahirkan Berbagai Madzhab Dalam Islam 5. Hubungan Sumber Ajaran Islam Dan Kerangka Dasar Ajaran Islam c. bersikap rasional dan dinamis. Tujuan. Manusia Dan Agama a. Pelaksanaan Dan Hikmah Ibadah Haji g. Aqidah Dan Ruang Lingkupnya b. Alam Semesta Sebagai Ciptaan Allah b. Agama Islam Sebagai Petunjuk Bagi Manusia a. berfikir filosofis. Eksistensi Kitab-Kitab Suci Dan Khususnya Al-Qur’an 6. Sistematika Sumber Ajaran Islam Serta Kedudukan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Kegiatan Umat Islam b. Mempelajati Hari Akhirat Dan Hukum Alam Tentang Kiamat e. Hakikat Manusia Menurut Ajaran Islam c. Kedudukan Dan Peranan Malaikat Serta Makhluk Ghaib Lainnya Terhadap Manusia f.

Antar Umar Beragama. Dan Umat Bergama Dengan Penyelenggara Negara.h. 2    . Kaidah Dan Sistem Kewarisan Islam i. Kerjasama Intern Umat Bergama. Asas.

Pengertian Bela Negara b. Pengertian Demokrasi b. Pengertian Hak Dan Kewajiban b. Kewarganegaraan a. Hak Sebagai WNI c. Hak dan Kewajiban WNI a. Bela Negara a. Demokrasi Pancasila c. Pengertian Ketahanan Nasional b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Peraturan Perundang-Undangan 3. Latar Belakang Pentingnya Bela Negara c. Demokrasi Bangsa-Bangsa Lain 6. Ruang Lingkup Ketahanan Nasional 8. Demokrasi a. Wawasan Nusantara a. Pengantar b. Politik dan Strategi Nasional a. Wawasan Politik b.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Kewarganegaraan Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Wawasan Kewarganegaraan 2. Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku 5. Kewajiban Sebagai WNI 4. Definisi HAM b. Ketahanan Nasional a. Pengertian Wawasan Nusantara b. Ruang Lingkup c. Hak Asasi Manusia a. Kondisi Politik Dan Strategi Nasional 3    . Pentingnya Wawasan Nusantara 7.

Nota Dinas Dan Surat Dinas b. Memo/Nota Dinas. Hakikat Berpidato b. Dan Pemakaian Bahasa Dalam Memo Atau Nota Dinas 4. Santun. Pengertian Memo. Pengisian Formulir Laporan Dalam Bahasa Yang Benar c. Penyusunan. Sikap Positif Terhadap Bahasa Indonesia a. Penyusunan Laporan Dalam Bentuk Formulir 5. Pengertian Laporan Teknis Yang Berbentuk Artikel a. Perbedaan Memo/Nota Dinas Dan Surat Dinas a. Bahasa Surat Dinas c. Santun Berpidato c. Bahasa Surat Dinas. Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Pemakaian Bahasa Yang Benar Dalam Laporan Teknis Yang Berupa Naskah 7. Formulir. Dan Penulisan Surat Dinas a. Laporan Teknis Dan Laporan Karya Ilmiah Serta Pidato Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar. Pengertian Dan Fungsi Surat Dinas b. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Artikel 6. Laporan Teknis Berupa Naskah Yang Tertuang Dalam Beberapa Bab Atau Bagian a. Hakikat. Dan Daya Tarik Pidato Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar a. Kesistematisan Dalam Laporan Teknis Yang Berupa Naskah c. Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia c. Ragam Bahasa 2. Sikap Bahasa b. Penggunaan. Kiat Memikat Pendengar 4    . Pengertian Mengenai Surat Dinas. Pengertian Laporan Teknis Yang Berupa Naskah b. Fungsi Surat Dinas. Pengertian Berbagai Bentuk Formulir b. Cara.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Indonesia Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Tentang Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia Sehingga Mereka Dapat Membuat Surat. Pembuatan Laporan Dalam Formulir a. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Penyusunan Surat Dinas 3. Pengertian Laporan Teknis Yang Berbentuk Artikel b.

Santun Bertelepon c. Bahasa Indonesia Dalam Bertelepon 5    . Bertelepon Yang Sangkil Dalam Bahasa Indonesia Yang Benar a. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Diskusi c. Bahasa Dalam Diskusi 9. Jenis Protokoler c. Pengertian Protokoler b. Hakikat Bertelepon b.8. Hakikat Berdiskusi Yang Mangkus Dan Sangkil Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar a. Hakikat Berdiskusi b. Santun Protokoler d. Bahasa Protokoler 10. Hakikat Protokoler Serta Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar Dalam Acara Keprotokolan a.

Paragraph Writing a.Nama Program : Program D III Akuntansi Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Inggris I Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan keterampilan dasar berbahasa inggris yang dapat mendukung prestasi akademiknya. Vocabulary & Special Terms 8. Topic Sentence. Supporting Details. Vocabulary & Special Terms 4. Present Tense & Present Continuous Tense 5. Reading Comprehension a. Future Tense a. Past Tense & Past Continuous Tense 7. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Vocabulary & Special Terms 10. Future Perfect c. Reading Comprehension a. Sentence Arrangement b. Derivatives a. Reading Comprehension a. Reading : Recreational Reading e. Parts Of Speech a. General Reading c. Recretional Reading (College Life) c. Kinds Of Paragraph 11. Past Future d. Vocabulary & Special Terms 6. Reading Comprehension a. Future Continuous b. Past Tense a. Simple Future 9. Reading : The Field Of Accounting b. Vocabulary & Special Terms 6    . Simple Present Tense a. Concluding Sentence b. Reading : Bookkeeping b. Reading Comprehension a. Word Function In A Sentence 3. Parts Of Speech 2.

Vocabulary 16. Opinion Paragraph a. Reading : Cost Accounting e. Some. Reading Comprehension a. Reading : Budgetting b. Reading : Tax Accounting b. Samples Of Opinion Paragraph 18. Reading Comprehension a. Opinion & Facts 17. Sentence That Cannot Be Cahanged Into Passive c. Reading : Business Transactions And Financial Statements b. Vocabulary & Special Terms b. The & No Article 20. Participial Adjectives 25. Question Tags 13. General/Recreational Reading 21. Passive & Active Voice a. Vocabulary & Special Terms 7    . Any. Cumulative Review Of Structure Problems 15. Rules Of Passive Voice 23. A. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. Summary Writing a. Participial Adjectives a. Passive With Causative Verbs b. Vocabulary & Special Terms 24. Vocabulary & Special Terms 19. Reading Comprehension a. Paragraph Writing a. Vocabulary & Special Terms 14. Cumulative Review Of Structure Problems a. General Reading b. Stative Passive d. An. Reading Comprehension a. Summarizing The Paragraph Of Reading 22.12. Articles And Zero Articles a.

Vocabulary 28. Vocabulary & Special Terms b. Differences Between Gerund And Presen Participle Form b. Reading : General Reading 8    . Direct Speech 31. Summarizing : Computer Component 35. Reading Comprehension a. Reading Comprehension a. The Relative Clause b. Reading Comprehension a. Reading : A Career In Accounting 32. Relative Clause 33. Reading Comprehension a. Summary Writing a. Gerund And Infinitives a. Reading Comprehension a. Reported Speech b. Indirect Speech/Reported b. Reading : Auditing b. Reading : Computers 34. General Reading c. Cumulative Review Of Structure Problems a. Gerunds And Infinitives 27. Conditional Sentence 29. Cumulative Review Of Structure Problems 36. Vocabulary & Special Terms 30.26. Conditional Sentence a.

Word Order c. Sentences That Cannot Be Changed Into Passive c. Purpose/Course f. Menemukan Main Idea Tiap Paragraph e. Would Or Other Modals) i. Bacaan: TOEFL Reading e. Future Tenses(Will.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Bahasa Inggris II Setelah mengikuti mata kuliah ini Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan meningkatkan ketrampilan berbahasa inggris yang dapat diukur melalui nilai toefl skor untuk mendukung prestasi akademiknya. Bacaan: Free Trade e. Synthesizing/Latihan2 Soal TOEFL 3. Stative Passive d. Pronoun Referent 2. Jenis-Jenis Parts Of Speech dan Soal-Soal Grammar Dasar TOEFL b. Positive Degree b. Menemukan Arti Kata Yang Sulit f. Type III d. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Conditional Sentence a. Bacaan: Short Reading k. Tone. Rules Of Passive Voice b. Perfect Tenses j. Implied Detail Questions f. Bacaan: Short Reading d. Opinion Paragraph 4. Degree Of Comparison a. Parts Of Speech a. Type II c. Comparative Degree c. Arti Kata Sederhana g. Stated Detail Questions f. Past Tense & Past Continuous Ts h. Arti Dari Bagian Kalimat h. Type I b. Passive Voice a. Find Unstated Details l. Argument Paragraph 9    . Definisi Dari Structure g. Superlative Degree d. Bacaan: More Than Two-Paragraph Reading e. Simple Present Tense & Present Continuous Tense g.

Serta Pronoun a. Adverb Problems dan Listening Dasar a. Par. Lecturing. Cumulative Review Of Structure Problems b. With Paired Conjunction. Plural. Irregular. Comparisons b. Style Lain dalam Bahasa Inggris dan Memahami Bacaan a. Preposisi. Homonym. Independent Essay 9. & Present Part. Negative. Kata Benda. Gerunds dan Infinitives a. . Membedakan Possesif dan Pronoun d. Sisipan Subjects And Verbs. Adjective Clause b. Styles In Written English 2 b. Coordinate Connectors 6. Words. Reduced Adverb Clause c. Academic Discussion e. Long Conversation Listening Material 10    . Announcement 13. Listening On Suggestion And Passive 10. Bacaan: Long Reading TOEFL d. Long Reading TOEFL 14. Specific Information On Reading e. Problems With Subject/Verb Agreement c.5. Subject dan Verb Kalimat . Bacaan: Decisions 11. Membedakan Orang Dengan Benda/Kata Ganti Serta Predikat c. Negatives And Conditionals c. Correct Singular And Plural Serta Irregular Plural b. Bacaan: Compilation Short And Mid Reading Problem c. Figurative Expression /Two. Comparisons c. With Coordinate Conjunction b. -Er Structure d. Apositive d. Grammar a. Other Verb Connector d. Subject And Verb Of Sentence b. Other Sound Alike e. Appositive a. Gerunds And Infinitives b. Past Part.Word Verb d. Homophone. Parallel Structure dan Memahami Bacaan a. Who And Where) 7. Academic Discussion. Struct. Object Preposisi c. Homograph. Reduced Clause Sentences dan Short Dialogues a. Adjective Clause. –Er. c. Listening TOEFL Simulation 8. Invert The Subject And Verb With Place Expression. Conversation Material a. Short Dialogues (Agreement. Styles In Written English 1 b. Adverb Time And Cause Connector c. Style Dalam Bahasa Inggris dan Memahami Bacaan a. Bacaan: Combination Short Reading And Long Reading 12. General Conversation d. Reduced Adjective Clause b. Struct. Invert The Subject And Verb With Quest. Par.

Tapping The Interview 15. Bacaan: Compilation Short And Long TOEFL Reading c. Latihan Grammar dan Memahami Bacaan dan Listening Pada Simulasi TOEFL 2 a. Cumulative Review Of Structure Problems b. Compilation Of TOEFL Listening Material 11    .e.

Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Ilmu Ekonomi Setelah mengikuti pelajaran ini perserta diharapkan mampu memahami tentang Pengertian Ilmu Eekonomi. Jenis-jenis Elastisitas d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan b. Bagaimana dan untuk Siapa Barang Produksi d. Hukum dan Asas Ekonomi. Motivasi Kegiatan Ekonomi f. Pasar Persaingan Monopoli 8. Sebab Timbulnya Permintaan. Perusahaan dan Pemerintah e. Duopoly d. Bentuk Pasar a. Elastisitas a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum : : Pokok Bahasan 1. Pengetahuan Politik dan Keamanan c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran 5. Objek Ekonomi 2. Pendekatan Marginal d. Pengertian Penawaran & Hukum Penawaran. Hubungan Kausal dan Hubungan Fungsional b. Oligopoly e. Elastisitas Penawaran dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya 7. Kebutuhan yang tidak Terbatas dan Pemuas Kebutuhan yang Terbatas b. Pengaruh Permintaan dan Penawaran Atas Keseimbangan a. Definisi dan Batasan Ilmu Ekonomi b. Rumah Tangga Perorangan. Super Normal Profit b. Apa. Ekuilibrium 6. Normal Profit c. Pengertian Nilai Pakai dan Nilai Tukar : Subjektif dan Objektif c. Tingkah Laku Konsumen a. Manfaat Elastisitas Permintaan c. Kurva Permintaan dan Hukum Permintaan a. Pendekatan Indeference Curve 4. Kurva Keuntungan dan Kerugian Pada Bentuk Pasar a. Pengertian Elastisitas b. Terciptanya Harga b. Sistem Ekonomi dan Peran dan Lingkup Ekonomi secara Mikro dan Makro. Pasar Monopoli dan Bentuk Kurvanya b. Sistem Ekonomi a. Perubahan Harga c. Kebudayaan. Fungsi Pasar. Break Even 12    . Pengertian Permintaan & Hukum Permintaan. Nilai dan Teori Ekonomi. Pengertian Ilmu Ekonomi a. Persaingan Sempurna dan Bentuk Kurvanya c. Hubungan Ketiga Pelaku Ekonomi 3. Faktor Biologis.

Pengertian Biaya dan Jenis-jenis Biaya b. Pengertian b. Pendahuluan a. Kebijakan Fiskal dan Moneter a. Pasar Uang a. Pengertian b. Sebab-sebab c. 10. Fungsi dan Motif Permintaan Uang c. Inflasi dan Deflasi a. Perhitungan. Kesimbangan Simultan di Pasar Uang a. Sebab-sebab ditempuhnya Kebijakan Fiskal dan Moneter c. Average Variable Cost. Perhitungan Nilai Tambah. Jenis-jenis c.d. Jenis Bank Primer dan Sekunder d. Pengertian b. Jenis-jenis Kebijaksanaan d. Subnormal Profit 9. Average Revenue dan Marginal Revenue. Pengaruh Kebijakan Fiskal dan Moneter terhadap Nilai-nilai Keseimbangan 15. Variasi-variasi dalam Kesimbangan Simultan c. Pengertian. Variable Cost. Keseimbangan Umum di Pasar Uang 14. Langkah-langkah Penanggulangan 18. Bank Snetral e. Sejarah Bank c. Sebab-sebab d. Jenis-jenis e. Circular Flow of Income b. Biaya dan Hasil Penjualan (Lanjutan) a. Biaya dan Hasil Penjualan a. b. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional. Fixed Cost. Penegndalian 17. Variabel-variabel Ekonomi Mikro dan Makro c. Lembaga-lembaga Keuangan 16. dan Kurva: Total Cost. Penganguran a. Penawaran Uang b. Bank a. Fungsi dan Sruktur APBN 13    . Kebijakan yang dilakukan Pemerintah f. 13. Ruang Lingkup Teori Ekonomi Makro b. Perhitungan Penentuan Laba Rugi. Average Fixed Cost. Pengertian b. Variabel-variabel Ekonomi Makro b. Pengertian dan Kurva Total Revenue. c. Marginal Cost. Akibat Pengangguran dalam Perkembangan Ekonomi dan Masyarakat d. Average Total Cost. 11. Pendapatan Nasional a. Jenis-jenis dan Hubungan dalam Model Ekonomi 12.

2. 14    . Keseimbangan Konsumen dalam Marginal Utility Approach. Pengertian Pemecahan Masalah 3. Teori Permintaan Konsumen. Pengaruh Perubahan Harga. a. Fungsi Produksi Dengan Satu Variabel Input b. a. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Proses Terbentuknya Harga. Elastisitas Harga c. 5.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Mikro Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Teori Ekonomi Mikro. Konsep Teori Permintaan Melalui Pendekatan Indifference Curve a. Substitution Effect Dan Income Effect. Pengertian Total Utility dan Marginal Utility b. Mempelajari Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Terhadap Keseimbangan Konsumen d. Elastisitas Income. Hukum Permintaan dan Penawaran. Perubahan Income. Inferior. Teori Ekonomi Mikro dan Teori Ekonomi Makro. b. Eksistensi Hukum Permintaan dan Penawaran. Proses Pembentukan Permintaan Konsumen Menurut Versi Guna Batas (Marginal Utility Approach). a. Super Normal (Lux). Teori Ekonomi Mikro Secara Umum. Hubungan Antara Income Elasticity Pada Berbagai Bentuk Engel Curve f. Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Dan Engel Curve. Maupun Barang Super Inferior (Giffen) 6. b. Pengertian dan Ruang Lingkup Teori Ekonomi b. Fungsi Pasar. Keseimbangan Konsumen Menurut Pendekatan Indifference c. a. Hubungan Input Dan Output (Produksi) Baik Dalam Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Analisis-Analisis Ekonomi Seacara Mikro. c. serta Beberapa Penyimpangan yang Terjadi. Baik Untuk Barang Normal. Income Consumption Curve (Icc). 4. Price Consumption Curve (Pcc) g. Mekanisme Pasar Memecahkan Tiga Masalah dalam Perekonomian. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Tiga Tahapan Dalam Proses Produksi 7. e. Pengertian Konsep Indifference Curve b.

Variabel Maupun Biaya Total b. Pengertian Pasar Monopoli. Berbagai Sifat dan Perilaku Biaya Produksi Jangka Pendek. Model Kurva Permintaan Yang Patah (The Kinked Demand Curve Model) Dan Bentuk Lain Dari Oligopoli Yakni Kartel c. Proses Penentuan Harga c. a. Fungsi Permintaan Maximisasi Profit c. Least Cost Combination b. Smc Dengan Marginal Produ-Ct (Mp) Dan Averege Product (Ap) Pada Stage Ke Ii d. Constant Cost Industri i. Keseimbangan Jangka Panjang dalam Pasar Persaingan Sempurna. Proses Pembentukan Harga dan Kuantitas Keseimbangan Sehingga Diperoleh Maximisasi Profit Baik dalam Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang. Pendekatan Total d. Decreasing Cost Industri 11. Membahas Antara Biaya Rata-Rata Jangka Pendek (Sac). Pendekatan Total d. Sementara Jumlah Produsen Input yang Bersangkutan Cukup Banyak 14. Production Tranformation Curve 15    . Dan Chamberlin Model b.8. Kurva Penawaran Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna. Fungsi Produksi Jangka Panjang Didalamnya Dibahas Pula Tentang Hubungan Antara Biaya Produksi Jangka Pendek Dan Biaya Jangka Panjang 10. Diskriminasi Harga f. Dua Input dan Dua Output dalam Mencapai Pareto Optimal) a. Pendekatan Marginal e. Membahas Permintaan Input Untuk Perusahaan Yang Menggunakan Satu Input Variabel (Value Marginal Product dan Marginal Revenue Product) b. Keseimbangan Jangka Panjang 12. Increasing Cost Industry j. g. a. Keseimbangan Pertukaran pada Contoh Perekonomian Sederhana. Proses Pencapaian Keseimbangan Perusahaan yang Beroperasi di Pasar Monopoli. (Dua Individu. Keseimbangan Jangka Panjang pada Pasar Monopoli g. dan pengetahuan Tentang Konsep Biaya Produksi Jangka Panjang. Mambahas Tentang Biay-A Rata-Rata (Ac). Beberapa Pengaturan Pajak pada Pasar Monopoli h. a. Pengertian Pasar Persaingan Sempurna b. Edge Worth. Beberapa Bentuk (Model) Oligopoli. h. Hubungan yang Spesifik dari Input dan Output Seperti yang Digambarkan oleh Fungsi Produksi. Termasuk Didalamnya Pembahasan Mengenai Proses Pencapaian Keseimbangan Pada Model Pasar Ini 13. Membahas Cournot Model. Kurva Peluasan Produksi (The Expansion Path) c. Hubungan Antara Biaya dan Produksi dalam Tahap Kedua. Yang Meliputi Biaya Tetap. a. Biaya Marginal (Mc) Maupun Biaya Total (Tc) c. b. Pengertian Biaya. Menjelaskan Production Contract Curve b. a. a. Keseimbangan Di Pasar Input. Pendekatan Marginal e. Keseimbangan Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Sempurna f. Produksi Linier Homogen 9. Monopsoni yaitu Bentuk Pasar Input Dimana Hanya Ada Satu Pembeli.

Investment Decision: d. peran APBN dalam kehidupan dan peran perdagangan dalam ekonomi sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam analisis-analisis ekonomi secara makro. Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional. Financial Analisys e. Economic Analisys f. Tertutup. NP. Pengertian Teori Ekonomi Makro dan Perbedaannya Dengan Teori Ekonomi Mikro b. MPS/APS. a. Siklus. konsep dan siklus pendapatan nasional. Real Investment dan Portfolio Investment b. konsep uang beredar dan inflasi. Berbagai Bentuk Model Ekonomi c. prinsip dasar invesatasi. Bentuk Pergeseran Curva LM Dan Curva IS e. Contoh Analisa Neraca Moneter d. Keuntungan Mempelajari Toeri Ekonomi Makro d. Konsep Circular Flow Of Income a. Hubungan C. Prinsip-Prinsip Dasar Keputusan Investasi. a. Rencana Materi Perkuliahan Selama Satu Semester dan Buku Referensi Yang Digunakan 2. Analisis Terhadap Besaran-Besaran Kontraksi dan Ekspansi Ekonomi d. dan Duessenbery Mengenai Konsumsi 5. DI) c. Konsep dan Siklus GDP (GNP. Y. Social Analisys 6. Contoh-Contoh Analisa Makro dan Mikro c. analisis keseimbangan agregat. Pengertian Teori Ekonomi Makro dan Ruang Lingkupnya a. Struktur Lembaga-Lembaga b. Derifasi Fungsi C dan Fungsi S b. dan Terbuka 3. Hubungan MPC/APC. Keuangan di Indonesia c. Contoh-Contoh Analisisi Model Ekonomi Sederhana. Mata Pelajaran Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. teori konsumsi dan saving. analisis pasar tenaga kerja. Kekuatan Permintaan dan Penawaran Di Pasar Uang dan Pasar Komoditi a. Cara-Cara Menghitung GDP b. konsep circular flow of income. dan S Serta Teori-Teori Konsumsi dan Faktor2 Yang Mempengaruhi C a. Lingkup Permasalahan Investasi. Teori-Teori Keynes Friendam. PI. NNP. Pergeseran Keseimbangan IS-LM dan Kaitannya Dengan Pigou Effect dan Keynes Effect 16    . Contoh-Contoh Kritik Terhadap Penggunaan GDP dalam Mengukur Tingkat Kemakmuran 4. Contoh Penurunan Curva Investasi c. Konsep.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Makro Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tentang ruang lingkup teori ekonomi makro. Prinsip Dasar Pembuatan Model b. dan Derifasi Fungsi C dan Fungsi S c.

Curva AS. Contoh Analisis Neraca Pembayaran 17    . Defisit. dan Beberapa Isu Mengenai Neraca Pembayaran c. Instrumen-Instrumen Moneter Yang Langsung Maupun Tidak Langsung Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar c. Curva Interdependency Pasar-Pasar Ekonomi 9. dan Teori-Teori Inflasi 10. Bentuk Pergeseran Curva LM dan Curva IS e. a. Sebab-Sebab Meningkatnya Inflasi. Fungsi Produksi dan Kapasitas Produksi Nasional f. Cara Menurunkan b.7. Analisis Keseimbangan AD dan AS. 11. Keuangan di Indonesia c. Arti Inflasi. Pentingnya Pengendalian Jumlah Uang Beredardan Seluk-Beluk Inflasi. a. Bentuk. Analisis Pasar Tenaga Kerja. Contoh Analisa Neraca Moneter d. Arti. dan Surplus Budget c. Peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Kehidupan. Contoh Penggunaan Piranti Moneter d. Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curva AD c. Curva AD. dan Contoh Analisis Kebijaksanaan Fiskal b. Arti Kebijaksanaan Perdagangan. dan Bentuk-Bentuk Kebijaksanaan Perdagangan b. Dan Faktor2 yang Mempengaruhi Curva AS d. Arti Kebijaksanaan Fiskal. Analisis Kurva Inflationary dan Deflationary Gap g. dan Interdependency Metode Laba Bruto a. Kekuatan Permintaan dan Penawaran di Pasar Uang dan Pasar Komoditi a. Pengertian Kebijaksaan Moneter b. Struktur Lembaga-Lembaga b. a. Dampak Dari Kebijaksanaan Fiskal Terhadap Kegiatan Ekonomi. Analisis Curva Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja e. Peran Perdagangan (Barang dan Jasa) dalam Kehidupan Ekonomi. Pergeseran Keseimbangan IS-LM dan Kaitannya dengan Pigou Effect dan Keynes Effect 8. Arti Dari Balance.

Praktikum Ms-Excel a. perangkat komunikasi data. Seluruh Materi Pokok Powerpoint 6. database (msaccess).Program Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Aplikasi Komputer Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dasar-dasar komputer. Praktikum Ms-Powerpoint a. Memory c. CPU. Praktikum Ms-Powerpoint a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. perangkat lunak. Nested If 18    . Sejarah Komputer c. Apllication Sistem 2. Presentasi Hasil Karya Perorangan 8. Motherboar. dan spread-sheet (ms-excel). teori dasar database. Dos Vs Windows dan Komunikasi Data a. Praktikum Ms-Excel a. Seluruh Materi Pokok Word a. 3. Definisi Komputer dan Komputerisasi a. Praktikum Ms-Powerpoint a. Efek Suara 7. perangkat keras. Definisi Komputer dan Komputerisasi b. Praktikum Ms-Word 5. alat presentasi (ms-power point). Formula If b. Reprentasi data d. Internet 4. Kapasitas dan Kecepatan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak a. Windows Xp. Juga mahir mempergunakan beberapa paket aplikasi perkantoran yaitu pengolah kata (ms-word). Dos. b. Tipologi Jaringan. Alat-Alat Input dan Output b. Efek Grafis b. Praktikum Ms-Excel a. Double If 10. Operating Sistem d. Seluruh Materi Dasar Excel 9.

Komponen Basis Data d. Konsep Database a. Countif c. Pendekatan Tradisional Vs Database c. Ddl. Min 12. Form.11. Max. Formula Counta b. Praktikum Ms-Access a. Query 19    . Sumif d. Praktikum Ms-Excel a. Hirarki Data b. Report 15. Grafik 13. Praktikum Ms-Access a. Dml Dan Query 14. Vlookup e. Praktikum Ms-Excel a.

Arti dan Kegunaan Data b. Pentingnya Matematika dalam Statistik b. range. Karakteristik. Mempelajari Ukuran Kemencengan dan Keruncingan Kurva. Arti dan Kegunaan Berbagai Ukuran Variasi Seperti Range. a. Sampling. Simpangan Baku. a. kuartil. median. Populasi. Mengetahui Syarat Data Yang Baik dan Pembagian Data Serta Mengetahui Beberapa Istilah Pokok. Deviasi. Deviasi. Mempelajari Arti Ukuran Lokasi Rata-Rata Hitung. Arti Pengumpulan Data 2. Variabel. Mempelajari Analisis Regresi Linier Berganda Untuk Meramalkan Memperhitungkan Banyaknya Faktor Yang Mempengaruhi Variabel Y. Rata-Rata. 4. Beberapa Istilah Pokok (Elemen.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Statistika Deskriptif : Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang kegunaan statistik. Simpangan Baku. Arti Analisa Regresi c. distribusi teoritis. Arti Koefisien Determinasi 8. dan pengujian hipotesis sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam memanfaatkan statistik sebagai alat analisis dan pengolahan data. Mempelajari Arti dan Kegunaan Statistik. a. ukuran lokasi ratarata. a. Mempelajari Memilih Bentuk Fungsi Yang Tepat Untuk Mewakili Data Yang Dikumpulkan. dan Koefisien Variasi. Arti Statistik e. Mempelajari Analisa Korelasi dan Regresi Khususnya untuk Meramal. Sampel. 5. Median dan Modus. regresi. Persentil Data Berkelompok dan Tidak. Desil. Metode Least Square untuk Regresi b. 6. Melakukan Penjumlahan dengan Menggunakan Simbol Sigma. korelasi. Median dan Modus untuk Data Berkelompok dan Tidak. Rata-Rata. a. Simbol Penjumlahan dengan Sigma d. Sensus. Pokok Bahasan 1. Frekuensi Relatif dan Kumulatif 3. Arti Dan Kegunaan Ukuran Kemencengan dan Keruncingan Kurva. modus. dengan 20    . Arti Sempit dan Luas. Desil. deviasi. dan Sampling Error) f. 7. a. Ramalan Dengan Regresi Koefisien Korelasi Data Berkelompok. Mempelajari Analisa Korelasi dan Regresi Khususnya untuk Meramal a. dan Kualitatif 9. Pembagian Data d. dan Persentil. simpangan baku. Syarat Data Yang Baik c. Rank. analisi time series. dan Koefisien Variasi. a. Mempelajari Arti Kuartil. Mempelajari Range. Arti dan Kegunaan Rata-Rata Hitung (Mean). Arti Analisa Korelasi b. kemencengan dan keruncingan kurva. varians. Arti Kuartil. Beberapa Macam Fungsi dan Bentuk Kurvanya c. desil.

Rata-Rata Bergerak dan Metode Least Square 13. Agregatif Tertimbang dan Tidak Tertimbang. 21    . a. Set Ruangan Sampel dan Kejadian 18. Arti dan Kegunaan Indeks Musiman b. dan Rasio 15. Pengertian Set. Cara Menghitung Indeks Musiman c. Sub. Mempelajari Gerakan Siklis dan Cara Mengukurnya. Subyektif. Rata-Rata Semi. Metode Rata-Rata Sederhana. a. Pembobotan Nilai. Rata-Rata Semi. Dependent Kejadian. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu a. Gerakan Siklis dan Cara Mengukurnya b. Frekuensi. Mempelajari Fungsi Non Linear untuk Meramalkan. Mempelajari Probabilitas Sebagai Ukuran Ketidak Pastian dan Kegunaan dalam Ekonomi. c. Penjelasan Tentang b. Pengertian tentang Mutually Exclusif Event.a. Menentukan Trend Dengan Metode Tangan Bebas. 19. a. a. Tujuan dan Pengertian Dasar Statistik II 17. Menentukan Trend Dengan Metode Tangan Bebas. Gabungan [Union] & Probabilitas Bersyarat [Bayes Theory]. dan Penggunaan Analisis Regresi Berganda Untuk Ukuran Musiman. Trend Parabola b. Trend Logistik dan Gompertz 11. Khususnya yang Terkait Dengan Kesimpulan yang Tidak Pasti a. c. Mempelajari Angka Indeks dan Sekaligus Cara Menggunakannya. Arti Hubungan Lebih dari Dua Variabel Koefisien Regresi Parsial Koefisien Korelasi Parsial Koefisien Determinasi Berganda Meramalkan Dengan Persamaan Regresi Linier Berganda 10. Frekuensi Relatif Subyetif b. b. Relatif. d. Arti dan Pentingnya Analisis Time Series b. Arti Dan Kegunaan Angka Indeks Sederhana. a. Cara Menghilangkan Pengaruh Musiman d. Permutasi dan Kombinasi . e. Mempelajari Konsep Pendekatan Probabilitas Secara Klasik. Mempelajari Arti Stastik II. Pembuatan PR Dan Absensi e. Arti dan Pentingnya Analisis Time Series b. Penggunaan Regresi Linear Berganda Untuk Menemukan Ukuran Musiman 16. a. Transformasi Semi Log dan Full Log c. d. Independent. Mempelajari Analisis Time Series dan Sekaligus Cara Menghitungnya. Probabilitas dengan Pendekatan Klasik. Mempelajari Indeks Musiman dan Cara Menghilangkan Pengaruh Musiman. dan Pengujiannya 12. Pemberian Nilai. Relatif Bersambung. Non Exclusive. dan Perhitungan Probabilitas a. Mempelajari Analisis Time Series dan Sekaligus Cara Menghitungnya. Rata-Rata Bergerak dan Metode Least Square 14. a.

b. Fungsi Probabilitas Diskkrit & Kontinyu; c. Fungsi Probabilitas Bersama 20. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu. a. Fungsi Binominal b. Fungsi Poisson c. Fungsi Hipergeometrik 21. Mempelajari Nilai Probabilitas Berdasarkan Fungsi Probabilitas untuk Variable Diskrit dan Kontinyu. c. Fungsi Normal 22. Mempelajari Nilai Harapan untuk Fungsi-Fungsi Probabilitas a. E (X) ; b. E [X – E (X) ] 2 untuk Fungsi Fungsi Probabilitas

23. Mepel Sampel Secara Acak, Baik Dengan Pengembalian Maupun Tidak. b. Pengambilan Sampel “ With & Without Replacement “ serta Perhitungan Standar Error 24. Mempelajari Perkiraan Tunggal & Interval. a. Unbiased & Biased Estimator; b. Perkiraan Tunggal 1 & 2 Rata-Rata X 1 − X 2

[

]

c.

1&2

Proporsi ⎜ P1 − P2 ⎟

⎛ ⎝

⎞ ⎠

25. Mempelajari Perkiraan Tunggal & Interval c. Perkiraan Interval untuk U & P serta [ U1 – U2] & [ P1 – P2 ] 26. Mempelajari Hipotesis. a. Pengujian Hipotesis Satu Rata-Rata dan Satu Proporsi b. Pengujian Hipotesis dua Rata-Rata Dan 2 Proporsi c. Pengujuan Hipotesis Lebih dua Rata Data [ ANOVA ] d. Pengujian Hipotesis Lebih Dari dua Proporsi [ Chi – Square ]

22   

Nama Program

:

Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Organisasi, Bisnis, dan Manajemen Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dasar-dasar manajemen , dunia usaha, fungsi-fungsi manajemen, pengelolaan SDM, risiko bisnis, manajemen pemasaran dan produksi, dan ekspansi usaha

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU)

: :

Pokok Bahasan 1. Dunia Usaha Dan Lingkungannya a. Pengertian Usaha Bisnis b. Latar Belakang Munculnya Usaha c. Maksud Dan Tujuan Bisnis d. Ruang Lingkup Dunia Usaha/Bisnis e. Lingkungan Internal Dan Eksternal Dunia Usaha

2. Pengertian, Ciri Dan Fungsi Perusahaan a. Pengertian Dasar Perusahaan b. Ciri-Ciri Perusahan c. Fungsi-Fungsi Perusahaan d. Lokasi Perusahaan 3. Bentuk-Bentuk Perusahaan, Kelebihan Dan Kekurangannya a. Perusahaan Perseorangan b. Firma c. Persekutuan Komanditer d. Perseroan Terbatas e. Koperasi Di Indonesia f. Yayasan 4. Dasar-Dasar Manajemen a. Pengertian Manajemen b. Mengapa Manajemen Dibutuhkan c. Definisi Manajemen 5. Manajemen Dan Manajer a. Definisi Manajemen b. Tingkatan Manejemen c. Manajer Fungsional Dan Manejer Umum d. Fungsi-Fungsi Yang Dilaksanakan Manajer e. Kegatan-Kegiatan Manajer f. Peranan Manajer Dalam Perusahaan 6. Perkembangan Teori Manajemen a. Keterampilan Manajer b. Teori Manajemen Klasik c. Manajemen Ilmiah d. Teori Organisasi Klasik e. Aliran Hubungan Manusiawi f. Aliran Manajemen Modern

23   

7. Manajemen Dan Lingkungan Eksternal Organisasi a. Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal b. Lingkungan Ekstern Mikro c. Lingkungan Ekstern Makro 8. Perencanaan Dalam Pengambilan Keputusan a. Penjelasan Perencanaan b. Alasan-Alasan Perlunya Perencanaan c. Hubungan Perencanaan Dengan Fungsi-Fungsi Lainnya d. Tipe-Tipe [Erencanaan Dan Rencana e. Perencanaan Strategik f. Hambatan Dalam Perencanaan Efektif 9. Penetapan Tujuan Dan Pengambilan Keputusan a. Visi Dan Visi Organisasi b. Fungsi Tujuan Organisasi c. Kebutuhan Penyeimbangan Tujuan d. Manajemen By Objective (MBO) 10. Pengertian Pengorganisasian a. Struktur Organisasi b. Pembagian Kerja c. Departementalisasi 11. Koordinasi Dan Rentang Manajemen a. Koordinasi b. Rentang Manajemen 12. Wewenang, Delegasi Dan Desentralisasi a. Pengertian Wewenang, Kekuasaan Dan Pengaruh b. Struktur Lini Dan Staf c. Wewenang Lini Dan Staff d. Sentralisasi Versus Desentralisasi 13. Perencanaan SDM a. Penarikan Dan Seleksi SDM b. Latihan Pengembangan SDM c. Pemberian Kompensasi Kepada Karyawan 14. Kepemimpinan Dalam Organisasi a. Motivasi b. Motivasi Bukan Sekedar Teknik-Teknik c. Pengertian Kepemimpinan d. Pendekatan-Pendekatan Studi Dan Sifat Kepemimpinan 15. Dasar-Dasar Proses Pengawasan a. Pengertian Pengawasan b. Tipe-Tipe Pengawasan c. Tahap-Tahap Dalm Proses Pengawasan d. Pentingnya Pengawasan e. Perancangan Proses Pengawasan f. Alat Bantu Pengawasan Manajerial g. Karakteristik-Karakteristik Pengawasan Yang Efektif 16. Manajemen Produksi Dan Operasi a. Perbedaan Produksi, Manufaktur Dan Operasi b. Tugas Manajer Produksi Dan Operasi c. Mengorganisasikan Proses Produksi d. Pengelolaan Material, Pembelian Dan Persediaan

24   

Metode Penanganan Resiko d. Pengertian Pemasaran b. Arti Ekspansi b. Merger Dan Akuisisi 25    . Ekspansi Bisnis a. Mengelola Bauran Produk d.17. Proses Pemasaran g. Konsep Pemasaran d. Daur Hidup Produk c. Motif Ekspansi c. Metode Penetapan Harga 19. Proses Pemasaran f. Pengertian Dan Tujuan Penetapan Harga e. Pengertian Resiko b. Sistem Kerja Asuransi 20. Peran Pemasaran Dalam Masyarakat c. Arah Ekspansi d. Jenis Resiko c. Bauran Pemasaran 18. Fungsi Pemasaran e. Produk Dan Harga a. Manajemen Pemasaran a. Kategori Produk b. Resiko Dan Asuransi a. Bentuk Ekspansi e.

Pentingnya Ilmu Ekonomi Internasional c. Definisi b. Teori Hecksher & Ohlin b. Tujuan dan Kebijakan Ekonomi Internasional 2. Kegunaan Model Perdagangan 7. Teori Perdagangan Modern a. Ilustrasi Terms of Trade d.Program Diploma : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Ekonomi Internasional Setelah mengikuti mata kuliah ini. Instrumen Kebijakan Ekonomi Internasional c. Hukum Keunggulan Komparatif a. neraca pembayaran. Liberalisasi Perdagangan a. Pengertian dan Ruang Lingkup Ekonomi Internasional a. diharapkan mahasiswa memahami konsep-konsep perdagangan internasional. Kebijakan Ekonomi Internasional a. Kurva Indiferen Masyarakat c. Keunggulan Komparatif dan Biaya Oportunitas 3. Teori Standar Perdagangan Internasional a. Definisi b. Liberalisasi Perdagangan dalam Praktek 26    . Teori Permintaan dan Penawaran d. Factor Price Equalization c. Subsidi 6. Keunggulan Mutlak Adam Smith c. Kurva Kemungkinan Produksi dan Indefference Curve e. Offer Curve 4. Kurva Kemungkinan Produksi dgn Biaya Meningkat b. Tujuan Kebijakan Ekonomi Internasional d. Pengukuran Terms of Trade c. Teori Liberalisasi perdagangan b. Ekuilibrium tanpa Perdagangan 5. Pembahasan Ekonomi internasional d. Terms of Trade a. Keunggulan Komparatif David Ricardo d. Teori Perdagangan Non Klasik b. Filosofi Perdagangan Internasional b. dan kebijakan ekonomi internasional Mata Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Macam-Macam Retriksi dalam Perdagangan Internasional e.

Hambatan Perdagangan Tarif a. Pendahuluan b. Sejarah Kebijakan Komersial AS f. Analisis Keseimbangan Umum thd Pemberlakuan Tarif di Negara Kecil e. Teori Optimum 13. Kasus Pertumbuhan Negara Besar 12. Customs Union a. Modal d. Kebijakan Industri dan Kebijakan Perdagngan Strategis e. Efek Global MNC 11. Hambatan Non Tarif lainnya d. MNC a. Analisis Keseimbangan Umum thd Pemberlakuan Tarif di Negara Besar f. Analisis Keseimbangan Parsial terhadap Tarif c. Prinsip-prinsip Akuntansi Neraca Pembayaran c. Hambatan Perdagangan Non Tarif dan Proteksionis Baru a. Purchasing Power Parity 15. Ekonomi Politik Proteksionaisme. Stusi Kasus AS Sebagai Negara Peg-Hutang Tersebar di dunia 27    . Kurva Permintaan dan Penawaran Valas d. Kuota Impor c. Pasar Valuta Asing a. Peranan Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi b. Pendahuluan b. Customs Union 9. Arti dan Fungsi b. Pendahluan b. Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi a. Tanagan Kerja c. Faktor yang mempengaruhi Keputusan MNC d. Sistem Kurs Valas e. Faktor Non Ekonomi e. Teori Struktur Tarif d. Perpindahan Faktor prosuksi Antar Negara a. Neraca Perhitungan dan Ketidakseimbangan Dalam Transaksi Internasional d. Efek Pertumbuhan Faktor Produksi (kasus negara kecil) c. Sifat MNC c.8. Pendahuluan b. Spekulasi c. Pendahuluan b. Pendahuluan b. Perpindahan Modal antar Dua Negara 10. Neraca Pembayaran a. Putaran Uruguai 14. Kekuatan Bersaing MNC f.

Prinsip Penandingan b. Pengklasifikasiannya Serta Proses Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa Dan Perusahaan Dagang. Jurnal e. Penyesuaian Untuk Deferrals Dan Accruals h. Statement Of Owner’s Equity. Laporan Keuangan Perusahaan Perorangan: Income Statement. Karakteristik Perusahaan Dagang Dan Perlakuan Akuntansinya a. Jurnal. Persamaan Akuntansi Dan Elemen Dasarnya f. Sifat Akun d. Profession Of Accountancy c. Pengertian Perkiraan. Prinsip Cara Yang Digunakan Dalam Penataan Transaksi Keuangan. Sifat Proses Penyesuaian c. Statement Of Cash Flow g. Pelaporan Periodik Untuk Perusahaan Dagang e. Jurnal Dan Posting Ayat Jurnal Penyesuaian g.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan : Pengantar Akuntansi I Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Akuntansi. Pengertian Akuntansi Dan Bidang-Bidang Yang Berhubungan Dengan Akuntansi a. Siklus Akuntansi Dan Menyusun Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Tutup Buku Untuk Penyusunan Laporan Keuangan a. Worksheet e. Pokok Bahasan 1. Dilanjutkan Dengan Pengertian Dan Pembahasan Tentang Pos-Pos Neraca Yang Meliputi Unsur-Unsur Aktiva Dan Hutang Jangka Pendek Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Praktek Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi b. Jurnal Penyesuaian d. Dan Laporan Keuangan Serta Dapat Menyimpulkan Siklus Akuntansi a. Biaya Transportasi & Pajak Penjualan d. Balance Sheet. Worksheet Untuk Perusahaan Dagang 28    . Tahun Fiscal 4. Akuntansi Untuk Pembelian b. Klasifikasi Akun b. Laporan Keuangan Korporasi 2. Buku Besar. Jurnal Penutup h. Neraca Percobaan 3. Penyesuaian Persediaan g. Transaksi Bisnis e. Akuntansi Untuk Penjualan c. Financial Statement f. Chart Of Accounts c. Sistem Persediaan f. Prinsip Dan Praktik Akuntansi d.

Pengendalian Kas b. Perolehan Plant Assets b. Struktur Pengendalian Intern d. Pengertian. Allowance Method Of Accounting For Uncollectibles g. Akuntansi Untuk Depresiasi d. Importance Of Inventories b. Estimating Inventory Cost 10. Pengendalian Piutang c. Intangible Assets 29    . Instalasi Dan Revisi Siatem Akuntansi c. Klasifikasi Piutang b. Metode Pemrosesan Data e. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Cost h.5. Depresiasi c. Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Pada Saat Tutup Buku Pada Perusahaan Dagang a. Disposal Of Plant Assets g. Klasifikasi Dan Metode-Metode Yang Berhubungan Dengan Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Dan Investasi Sementara a. Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang: Income Statement. Balance Sheet b. Accounting For Reporting Inventory Under A Perpetual System g. Penyajian Persediaan Pada Neraca i. Karakteristik Notes Receivables d. Inventory Systems c. Retained Earnings Statement. Karakteristik. Menentukan Kuantitas Aktual Dalam Persediaan d. Harga Perolehan. Capital And Revenue Expenditure f. Koreksi Kesalahan 6. Temporary Investments Dan Receivables Di Neraca 9. Perkiraan Kas Dan Pengendaliaannya a. Jurnal Penutup d. Dan Metode Yang Digunakan Dalam Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan a. f. Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas c. Composite-Rate Depreciation Method e. Menentukan Cost Of Inventory e. Metode Penyusutan. Jurnal Penyesuaian c. Temporary Investments i. Penilaian. Dan Pelaporan Aktiva Tetap a. Akuntansi Untuk Notes Receivables e. Sistem Akuntansi Dan Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus a. Deplesi i. Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus. Transaksi Kas Dan Electronic Fund Transfer 8. Prinsip-Prinsip Sistem Akuntansi b. Inventory Costing Methods Under A Periodic System f. Piutang Tak Tertagih f. Modifikasi Sistem Akuntansi Lain 7. Pengendalian Inern Terhadap Pengeluaran Kas d. Direct Method Of Accounting For Uncollectibles h. Jurnal Balik e. Interim Statement f. Perolehan Plant Assets Melalui Leasing h.

Product Warranty Liability 30    . Karakteristik Kewajiban Jangka Pendek Dan Perlakuan Akuntansinya a. Payroll Dan Payroll Taxes b. Sistem Akuntansi Untuk Payroll Dan Payroll Taxes c. Short –Term Notes Payables e. Liability For Employee’s Fringe Benefits d. Pelaporan Di Laporan Keuangan 11.j.

Jurnal Penutup h. Akuntansi Untuk Pembelian b. Dilanjutkan Dengan Pengertian Dan Pembahasan Tentang Pos-Pos Neraca Yang Meliputi Unsur-Unsur Aktiva Dan Hutang Jangka Pendek Sehingga Mahasiswa Mempunyai Konsep Dasar Dalam Praktek Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan. Pokok Bahasan 1.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Penyesuaian Untuk Deferrals Dan Accruals h. Biaya Transportasi & Pajak Penjualan d. Pengantar Akuntansi I Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Membekali Peserta Didik Dengan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Akuntansi. Siklus Akuntansi Dan Menyusun Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Tutup Buku Untuk Penyusunan Laporan Keuangan a. Pengertian Akuntansi Dan Bidang-Bidang Yang Berhubungan Dengan Akuntansi a. Balance Sheet. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi b. Laporan Keuangan Korporasi 2. Buku Besar. Statement Of Cash Flow g. Tahun Fiscal 4. Chart Of Accounts c. Transaksi Bisnis e. Persamaan Akuntansi Dan Elemen Dasarnya f. Sifat Proses Penyesuaian c. Worksheet e. Statement Of Owner’s Equity. Profession Of Accountancy c. Prinsip Penandingan b. Laporan Keuangan Perusahaan Perorangan: Income Statement. Akuntansi Untuk Penjualan c. Financial Statement f. Pengklasifikasiannya Serta Proses Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa Dan Perusahaan Dagang. Sifat Akun d. Neraca Percobaan 3. Prinsip Dan Praktik Akuntansi d. Worksheet Untuk Perusahaan Dagang 31    . Pengertian Perkiraan. Jurnal Penyesuaian d. Karakteristik Perusahaan Dagang Dan Perlakuan Akuntansinya a. Klasifikasi Akun b. Jurnal Dan Posting Ayat Jurnal Penyesuaian g. Jurnal. Pelaporan Periodik Untuk Perusahaan Dagang e. Dan Laporan Keuangan Serta Dapat Menyimpulkan Siklus Akuntansi a. Sistem Persediaan f. Penyesuaian Persediaan g. Jurnal e. Prinsip Cara Yang Digunakan Dalam Penataan Transaksi Keuangan.

Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Pada Saat Tutup Buku Pada Perusahaan Dagang a. Interim Statement f. Modifikasi Sistem Akuntansi Lain 7. Importance Of Inventories b. Deplesi a. Composite-Rate Depreciation Method e. Jurnal Balik e. Menentukan Cost Of Inventory e. f. Pengendalian Inern Terhadap Pengeluaran Kas d. Akuntansi Untuk Depresiasi d. Inventory Costing Methods Under A Periodic System f. Transaksi Kas Dan Electronic Fund Transfer 8. Pengendalian Piutang c. Sistem Akuntansi Dan Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus a. Metode Penyusutan. Penilaian Persediaan Selain Berdasar Cost h. Buku Besar Pembantu Dan Jurnal Khusus. Retained Earnings Statement. Perolehan Plant Assets Melalui Leasing h. Jurnal Penutup d. Dan Pelaporan Aktiva Tetap a. Harga Perolehan. Karakteristik Notes Receivables d. Depresiasi c. Piutang Tak Tertagih f. Struktur Pengendalian Intern d. Direct Method Of Accounting For Uncollectibles h. Menentukan Kuantitas Aktual Dalam Persediaan d. Metode Pemrosesan Data e. Jurnal Penyesuaian c. Temporary Investments Dan Receivables Di Neraca 9. Balance Sheet b. Allowance Method Of Accounting For Uncollectibles g. Akuntansi Untuk Notes Receivables e. Perkiraan Kas Dan Pengendaliaannya a. Penyajian Persediaan Pada Neraca i. Koreksi Kesalahan 6. Dan Metode Yang Digunakan Dalam Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan a. Perolehan Plant Assets b. Estimating Inventory Cost 10. Penilaian. Accounting For Reporting Inventory Under A Perpetual System g. Instalasi Dan Revisi Siatem Akuntansi c. Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang: Income Statement. Disposal Of Plant Assets g. Klasifikasi Piutang b.5. Pelaporan Di Laporan Keuangan 32    . Pengertian. Temporary Investments i. Pengendalian Kas b. Prinsip-Prinsip Sistem Akuntansi b. Capital And Revenue Expenditure f. Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas c. Klasifikasi Dan Metode-Metode Yang Berhubungan Dengan Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Dan Investasi Sementara a. Karakteristik. Intangible Assets b. Inventory Systems c.

Liability For Employee’s Fringe Benefits d.11. Short –Term Notes Payables e. Payroll Dan Payroll Taxes b. Sistem Akuntansi Untuk Payroll Dan Payroll Taxes c. Product Warranty Liability 33    . Karakteristik Kewajiban Jangka Pendek Dan Perlakuan Akuntansinya a.

Pendanaan korporasi b. Penyajian Bonds Payable dan Investment in Bonds di Neraca i. Stockholder’s equity c. Investasi pada saham b. Perusahaan korporasi a. Karakteristik dan Pembentukan korporasi b. Hutang Obligasi dan Investasi dalam Surat Hutang Obligasi. Penyusunan laporan keuangan perusahaan korporasi a. Melaporkan unusual items dalam laporan keuangan b. Pembagian net income atau net loss d. Bond Sinking Fund f. Perlakuan akuntansi untuk dividen 3. mahasiswa diharapkan mampu memahami transaksi keuangan yang ada dalam Partnership dan PT (Perseroan). Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. keuntungan dan kerugian partnership b. Akuntansi untuk Bonds Payable e. Bond Redemption g. Karakteristik Capital Stock e. Partnership dissolution e. Akuntansi untuk investasi dalam saham a. Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) g. Source of Paid In Capital d. Investasi pada obligasi h.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Akuntansi II Setelah mengikuti mata pelajaran ini. Penyajian laporan keuangan partnership 2. Hutang Obligasi dan Investasi dalam surat hutang obligasi a. Konsep Present Value dan penerapannya pada Bonds Payable d. Appendix: Effective Interest Method of Amortization 34    . Appropriation of Retained Earnings d. Akuntansi untuk investasi jangka panjang pada saham 5. Laporan Arus Kas. Partnership a. Karakteristik obligasi c. Akuntansi untuk partnership c. Karakteristik. Earnings per common share c. Likuidasi partnership f. Penerbitan Capital Stock f. Stock Split h. Comprehensive Income 4. pengantar akuntansi manajerial dan Job Order Cost System serta mampu mengoperasikan Software MYOB Accounting dalam pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan.

Pencetakan neraca 35    . Job order cost system untuk perusahaan manufaktur e. Pencetakan laporan laba rugi c. Verifikasi pencatatan transaksi b. Software MYOB Accounting a. Laporan Arus Kas – Direct Method 7. Saldo Awal Akun-Akun 9. Jurnal penjualan d. Payroll Accounts h. Overview Sistem Akuntansi Biaya d. Perbedaan Financial Accounting dan Managerial Accounting b. Item-item Pelaporan arus kas c. Verifikasi Pencatatan Transaksi dan Pencetakan Laporan Keuangan mengggunakan Software MYOB Accounting a. Pencatatan Transaksi Keuangan menggunakan Software MYOB Accounting a. Instalasi Software Myob Accounting b. Transaksi terkait inventory g. Job Order Cost System a. Accounts Dan Banking Accounts f. Kode Pajak e. Tujuan Laporan Arus Kas b. Job order cost system untuk perusahaan jasa 8. Laporan Arus Kas a. Istilah dan Komponen Biaya Manufaktur c. Transaksi terkait bank e. Transaksi payroll f.6. Jurnal umum b. Jurnal pembelian c. Daftar Relasi (Card File) i. Purchase Accounts g. Melakukan Setting: d. Daftar Persediaan j. Time billing 10. Laporan Arus Kas – Indirect Method d. Membuat File Data Akuntansi Perusahaan c.

Appropriation of Retained Earnings e. Comprehensive Income f. Appendix: Effective Interest Method of Amortization 6. Melaporkan unusual items dalam laporan keuangan c. Pengantar Akuntansi II Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan keterampilan dasar berbahasa inggris yang dapat mendukung prestasi akademiknya. Pendanaan korporasi b. Penerbitan Capital Stock f. Item-item Pelaporan arus kas c. Stock Split h. Tujuan Laporan Arus Kas b. Laporan Arus Kas – Direct Method 36    . Earnings per common share d. Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) g. Akuntansi untuk partnership c. Stockholder’s equity c. Wesel bayar dan kewajiban lancar lainnya c. Partnership a. Pajak penghasilan. dan investasi dalam saham a. Konsep Present Value dan penerapannya pada Bonds Payable d. Karakteristik obligasi c. Laporan Arus Kas a. Kewajiban kontinjensi d. Kewajiban lancar a. Bond Sinking Fund f. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Akuntansi untuk Bonds Payable e.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. Source of Paid In Capital d. Karakteristik dan Pembentukan korporasi b. Hutang Obligasi dan Investasi dalam surat hutang obligasi a. Akuntansi investasi dalam saham 5. Likuidasi partnership f. Bond Redemption g. Karakteristik Capital Stock e. Penyajian laporan keuangan partnership 3. Perlakuan akuntansi untuk dividen 4. Laporan Arus Kas – Indirect Method d. Pembagian net income atau net loss d. Kewajiban pajak 2. Sifat kewajiban lancar b. Perusahaan korporasi a. Karakteristik. Partnership dissolution e. Penyajian Bonds Payable dan Investment in Bonds di Neraca i. keuntungan dan kerugian partnership b. Investasi pada obligasi h. Pajak penghasilan perusahaan b. item yang tidak biasa.

Istilah dan Komponen Biaya Manufaktur c. Transaksi Payroll f. daftar relasi (card file) i. Transaksi Keuangan menggunakan Software MYOB Accounting a. daftar persediaan j. Overview Sistem Akuntansi Biaya d. Membuat file data akuntansi perusahaan c. Setting awal Software MYOB Accounting a. purchase accounts g. Transaksi terkait Bank e. payroll accounts h. Pencetakan Neraca 37    . Verifikasi Pencatatan Transaksi b. Time Billing 10. Jurnal Penjualan d. Instalasi Software MYOB Accounting b. Akuntansi manajemen dan aplikasinya: Job Order Cost System a. Job order cost system untuk perusahaan jasa 8. saldo awal akun-akun 9. Perbedaan Financial Accounting dan Managerial Accounting b. Melakukan setting: d. Jurnal Umum b. Pencetakan Laporan Laba Rugi c.7. accounts dan banking accounts f. kode pajak e. Transaksi terkait Inventory g. Verifikasi Pencatatan Transaksi dan Pencetakan Laporan Keuangan mengggunakan Software MYOB Accounting a. Job order cost system untuk perusahaan manufaktur e. Jurnal Pembelian c.

Pengeluaran Pemerintah a. Peranan Keuangan Pemerintah a. Sumber-Sumber Penerimaan Negara b. Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian b. Kebijakan Anggaran c. Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah 3. Pejak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung Sebagai Sumber Penerimaan Negara c. Pajak Bumi Dan Bangunan 7. Distribusi Beban Pemerintah c. APBN a. Pajak Kekayaan f. Macam-Macam Kegiatan Pemerintah 2. Pengaruh Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung Terhadap Kesejahteraan Konsumen d. Mengenal Dan Mengukur Manfaat Suatu Proyek d. Kepincangan-Kepincangan Dalam Mekanisme Pasar c. kebijakan fiskal. Hubungan Antara Penjual/Produsen Dengan Pasar f. Mengenal Dan Mengukur Biaya Suatu Proyek e. Pengertian Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung b. Penentuan Harga Barang Oleh Pemerintah a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Analisa Biaya Dan Manfaat a. Efisiensi Dalam Pengeluaran Negara c. dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Pajak Penghasilan e. Penggeseran Beban Pajak e. Kebijakan Harga Hasil Pertanian 38    . Kriteria Investasi b. Kesejahteraan Yang Hilang Karena Pajak 6. Kebijakan Apbn. Macam Manfaat Dan Biaya Suatu Proyek c. Pengertian Anggaran b. Pengaruh Subsidi Barang Dalam Jumlah Tertentu e.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Keuangan Publik Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang teori peranan keuangan pemerintah. Penetuan Harga Barang Publik b. Kebijakan Subsidi d. Pajak Langsung Dan Pajak Tidak Langsung a. Pajak Pertambahan Nilai g. utang negara. Kegiatan Dan Pengeluaran Pemerintah Selalu Meningkat b. penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Penerimaan Pemerintah a. Eksternalitas Dan Barang Publik d. Sistem Perpajakan Dan Politik Pajak d. Menentukan Waktu Dan Bunga Diskonto 5. Pengalaman Di Indonesia 4.

Pengaruh Kebijakan Redistribusi Pendapatan Terhadap Keinginan Untuk Bekerja. Besarnya Transfer Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Daerah c. Utang Negara a. Tujuan Kebijakan Fiskal d. Pengaruh Pajak Dalam Perekonomian a. Bantuan Pemerintah Dan Pembangunan Daerah Yang Seimbang d. Teknik Redistribusi Pendapatan d. Pinjaman Luar Negeri Sebagai Sumber Kapital c. Kapasitas Untuk Memabyar Utang Luar Negeri Indonesia f. Pengaruh Pajak Terhadap Produksi b. Kesimpulan 12. Pengaruh Pajak Terhadap Distribusi Pendapatan c. Pembayaran Utang Luar Negeri Dan Bunga Dalam Hubungannya Dengan Apbn i. Pinjaman Luar Negeri Dan Inflasi e. Pengaruh Pajak Terhadap Keinginan Untuk Bekerja d. Kaitan Kebijakan Fiskal Dan Moneter 11. Transfer Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Daerah b. Masalah Pengelolaan Negara 10. Macam Dan Ciri Utang Negara b. Meringankan Beban Pinjaman g.8. Pro Dan Kontra Redistribusi Pendapatan b. Ikhtisar Dan Kesimpulan 39    . Pemilihan Antara Pinjaman Dalam Negeri Dan Pinjaman Luar Negeri d. Pendahuluan b. Konflik Antara Stabilitas Dan Kesempatan e. Bantuan Pusat “Tax Effort” Dan “Fiscal Need” e. Beberapa Kesulitan Pengukuran Ketidakmerataan c. Masalah Kebijakan Fiscal a. Posisi Utang-Utang Indonesia Di Antara Negara-Negara Asean h. Asal Mula Kebijakan Fiskal b. Distribusi Pendapatan a. Biaya Sosial Dan Pembebanan Pajak 13. Macam Dan Ciri Utang Negara 9. Sumber Pinjaman Negara c. Hubungan Pembangunan Ekonomi Dan Pinjman Luar Negeri a. Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah a. Macam-Macam Kebijakan Fiskal c.

Kewajiban Mendaftarkan Diri Menjadi Wajib Pajak Dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak a. Pembayaran Pajak. Penerimaan Negara Bukan Pajak 2. Fungsi-Fungsi Pajak Dan Turunannya d. Pengertian Pajak Menurut Ahli Dan Undang-Undang b. Pajak Penghasilan Pasal 22. Syarat. Azas-Azas Di Dalam Penyusunan UU Pajak b. Pajak Penghasilan Pasal 4(2)/15 dan menjelaskan subyek dan obyek pasal 4(2)15 beserta penghitungan PPh pasal 4(2)/15 dan pelaporannya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Sistem Pemungutan Pajak c. Jenis Pajak Dan Tarif Pajak a. Landasan. Pengertian Dan Fungsi Pajak a. Pengertian Wajib Pajak b. Filosofi Dan Penafsiran Hukum Pajak a. Fungsi Dan Tujuan Hukum Pajak e. hukum pajak. Pemeriksaan pajak. Sejarah Dan Perubahan-Perubahan Hukum Pajak d. jenis pajak dan tarif pajak. Perpindahan Tempat Usaha Wajib Pajak g. Penagihan Pajak dan ketetapan pajak. Jenis-Jenis Pajak e. Penghasilan Pasal 23/26. Reformasi Perpajakan Dan Perubahan UU Pajak 3. Tarif-Tarif Pajak 5. Pengertian Penafsiran Hukum Pajak c. Pengertian Pungutan Selain Pajak c. Sanksi Tidak Mendaftarkan Diri f. Tempat Dan Waktu Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak e. NPWP c. Sistem pemungutan pajak. Kegunaan Dan Tatacara Penafsiran Hukum Pajak 4. Syarat. Dasar Dan Teori Pemungutan Pajak b. Azas Pemungutan Pajak d. Tempat Dan Waktu Pendaftaran Wajib Pajak d. Sistem Pemungutan Pajak. Perubahan Data Wajib Pajak. sengketa pajak. Hukum Pajak Di Indonesia Beserta Fungsi Dan Tujuannya a. Pajak Penghasilan Pasal 21. Sumber Hukum Dan Perkembangan Hukum Pajak b. Penghapusan NPWP Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 40    . Wajib Pajak dan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Pembukuan dan Pelaporan Pajak.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Perpajakan I Agar peserta kuliah dapat menjelaskan pengertian dan fungsi pajak. Pengertian Hukum Pajak c.

Tatacara Pembetulan Ketetapan Pajak c. Pembukuan Dan Pelaporan Pajak a. Sanksi Keterlambatan Pembayaran d.6. Pengertian Keberatan f. Penagihan Pajak a. Pengertian Pemeriksaan Pajak b. Pph Pasal 21 Dan Penghasilan Yang Non Obyek Pph Pasal 21 e. STP d. Kewajiban Pembayaran Pajak b. SKPKBT f. Kewajiban Pembukuan Bagi Wajib Pajak c. Tatacara Dan Syarat Pengajuan Permohonan Banding j. Pasal 22. SKPLB g. Hak Dan Kewajiban Dalam Pemeriksaan Pajak c. Non Subyek. Sengketa Pajak a. Pengertian Pembukuan Dan Pencatatan b. Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap Disetahunkan Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap Tidak Disetahunkan 41    . Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 21 Beserta Komponen Penghitungan Pph Pasal 21 Pegawai Tetap a. Bukan Pemotong Pph Pasal 21. Surat Setoran Pajak c. Pasal 23/26 Dan Pph Pasal 4(2) 12. Pengertian Pph Pasal 21 b. Pengertian Banding i. Pemotong Pph Pasal 21 Yang Dipotong Pph Pasal 21 Dan Penghasilan Yang Merupakan Obyek Pph Ps 21 c. Angsuran Dan Penundaan Pembayaran Pajak d. Pph Pasal 21. SKPKB e. Pengertian Penagihan Pajak b. Surat Pemberitahauan (SPT) • Kewajiban Penyampaian SPT • Tatacara Penyampaian SPT d. Pengertian Pajak Penghasilan (Pph) Dan Latar Belakang Pemotongan Dan Pemungutan Pph a. Pembayaran Pajak a. Tatacara Dan Syarat Pengajuan Permohonan Keberatan g. Pemeriksaan Pajak Dan Ketetapan Pajak a. Putusan Banding 11. Pengertian Pembetulan Ketetapan Pajak b. Dasar-Dasar Penagihan Pajak c. Pengertian Pengurangan Dan Atau Penghapusan Sanksi Administrasi d. Pemotong Dan Pemungut Pph d. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan Menjelaskan Subyek. Bukan Yang Dipotong d. Pengertian Pph b. Tindakan Penagihan Pajak Dari Penerbitan Surat Teguran Sampai Dengan Pelaksanaan Lelang 10. Sanksi -Sanksi 7. Latar Belakang Pemotongan Dan Pemungutan Pph c. Surat Keputusan Keberatan h. SKPN 9. Tatacara Pengurangan Dan Atau Pengh Sanksi Adm e. Sanksi Tidak Melakukan Pembayaran Pajak 8.

Pelaporan Pph Pasal 22 14. Penghitungan Pph Pasal 21 Tenaga Ahli Penghitungan Pph Pasal 21 Yang Bersifat Final 13. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 23/26. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 22 Beserta Penghitungan Pph Pasal 22 Dan Pelaporannya a. Penghitungan Pph Pasal 21 Non Pegawai Tetap g. Pelaporan Pph Pasal 23/26 15. Subyek Dan Obyek Pph Ps 22 Non Subyek Dan Non Obyek Pph Pasal 22 c.f. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 22 Dan Menjelaskan Subyek. Non Subyek. Pelaporan Pph Pasal 4(2)/15 42    . Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 d. Pengertian Pph Pasal 22 b. Pengertian Pph Pasal 23/26 b. Penghitungan Pph Pasal 23/26 d. Pengertian Pph Pasal 4(2)/15 b. Penghitungan Pph Pasal 21 Bukan Pegawai h. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 4(2)/15 c. Obyek Dan Non Obyek Pph Pasal 23/26 Beserta Penghitungan Pph Pasal 23/26 Dan Pelaporannya a. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Dan Menjelaskan Subyek. Non Subyek. Penghitungan Pph Pasal 22 d. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 4(2)/15 Dan Menjelaskan Subyek Dan Obyek Pasal 4(2)/ 15 Beserta Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 Dan Pelaporannya a. Non Subyek Dan Non Obyek Pph Pasal 23/26 c.

Pengertian PPh Dan Perkembanganya b. obyek dan penghitungannya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Kredit Pajak Dan Zakat 4. PTKP Dan Penggabungan d. Perbedaan WPDN Dan WPLN Non Subjek Pajak 2. Wajib Pajak Orang Pribadi d. Obyek Pajak Bersifat Non Final c. Karyawan c. Obyek Pajak Bersifat Final Pajak d. Penghitungan PPh Pasal 29 Dan 25 43    . Penghitungan Pph Pasal 29 Dan 25 Orang Pribadi Usahawan Yang Tidak 5. Penghasilan Neto. Objek PPh a. Penghasilan Dari Ln Dan Pph Pasal 24 • Kompensasi Kerugian • Kredit Pajak d. Penggolongan Subjek Pajak c. Biaya-Biaya Yang Boleh Dan Yang Tidak Boleh Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto a. c.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Perpajakan II Agar pesrta kuliah mampu menjelaskan pengertian PPh beserta subyek. Omzet Usaha Dan Harga b. Pengertian Pajak Penghasilan (PPh) Dan Subjek PPh a. Non Obyek Pajak e. Norma Penghitungan b. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Menyelenggarakan Pembukuan a. ketentuan bea materai. Kredit Pajak f. Pengertian PPN beserta subyek. Penghasilan Bentuk Usaha Tetap 3. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Non Usahawan a. Biaya-Biaya Yang Tidak Boleh Dikurangkan (Nondeductible Exp) 6. Biaya-Biaya Yang Boleh Dikurangkan (Deductible Expense) b. Pokok Penjualan c. Penghasilan e. pengertian PBB beserta subyek. obyek dan penghitungannya. Pengusaha Tertentu e. obyek dan penghitungannya. Penghitungan PPh Bagi Wajib Pajak Badan a. Pengertian Dan Pengelompokan Penghasilan b. Wajib Pajak Orang Pribadi b. Penyusutan Dan Amortisasi c.

Penghitungan PPN d. Hubungan Istimewa g. Ketentuan Yang Mengatur Tentang Bea Meterai a. Saat Terutang f. Saat Dan Tempat Pajak Terutang a. Wajib Pajak Yang Semata-Mata Mempunyai Penghasilan Bersifat Final Dan Ketentuan Tentang Revaluasi Aktiva Tetap a. Obyek Bea Meterai d. Pengertian Dan Macam Dasar Pengenaan Pajak 13. Persyaratan Formil Dan d. Penghasilan Bersifat Final b. Pengertian Bea Meterai c. Saat Pembuatan Faktur Pajak c. Tatacara Pengkreditan Pajak Masukan b. Pengertian Revaluasi Aktiva Tetap d. Saat Terjadi Penyerahan b. Penghitungan Pph Atas Revaluasi Aktiva Tetap 8. Pengertian Faktur Pajak Dan Dasar Pengenaan Pajak a. Pengusaha Kecil f. Dasar Hukum b. Subyek PPN e. Saat Pelunasan g. Sanksi-Sanksi f. Dasar Hukum PPN c. Saat Pembuatan Faktur Pajak d. Saat Pajak Terutang c. Sanksi-Sanksi 9. Materiil Faktur Pajak e. Karakterisitik PPNBM 44    . Pengertian PPN Dan Karakteristiknya a. Karakteristik PPN 10. Obyek PPN Dan Bukan Obyek Ppn Serta Subyek PPN a. Pemungut PPN 11.7. Penyerahan Bkp/Jkp Dan Kegiatan Usaha/Pekerjaan c. Obyek PPN Dan Perkembangan Obyek Ppn d. Daerah b. Kriteria Pajak Masukan Yang Dapat/Tidak Dapat Dikreditkan c. Penghitungan Ppn Dan PPN a. Pengertian Dan Macam Faktur Pajak b. Terminologi Bkp/Non Bkp Dan Jkp/Non Jkp. Penghitungan Pph Terutang Untuk Wp Yang Mempunyai Penghasilan Yang Bersifat Non Final Sekaligus Bersifat Final c. Pabean. Jenis Bea Meterai e. Pengertian PPN b. Cara Melunasi Bea Meterai h. Tempat Pajak Terutang Pemusatan Tempat Pajak Terutang 12. Pengkreditan Pajak Masukan.

Obyek PBB. Pengertian Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB). NJOP.e. Dan Subyek PBB a. Banding Dan Pengurangan PBB a. Bumi. Pengertian Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB). Obyek Yg Dikenakan. Banding Dan Pengurangan a. Kriteria Subyek Pajak Yang Dapat Ditunjuk sebagai WP 15. SPOP c. Dan NJOPTKP e. b. Penghitungan PBB. Penghitungan Sanksi d. SPPT d. Keberatan. Subyek Dan Obyek. Pelaporan Pph Pasal 4(2)/15 45    . Bangunan. Penghitungan PPNBM 14. Penghitungan Pph Pasal 4(2)/15 d. Tidak Dikenakan. Pengertian Subjek Pajak f. Pengertian PBB. Saat Dan Tempat PBB Terutang c. Keberatan. Pengertian Pph Pasal 4(2)/15 b. Pengurangan 16. Penagihan. Obyek Dan Tarif PPNBM f. Saat Dan Tempat PBB Terutang. Keberatan f. Penghitungan Sanksi. Penagihan e. Subyek Dan Obyek Pph Pasal 4(2)/15 c. Pelunasan PBB. Penghitungan. Penghitungan PBB b. Banding g.

Pajak. Perencanaan dan Penganggaran a. Risiko dan Imbal Hasil a. Metode net present value 46    . Tujuan perusahaan c. Penilaian Obligasi a. Definisi nilai dan proses dasar penilaian b. dan risiko pasar c. Nilai obligasi dan yield to maturity d. Nilai saham preferen c. Laporan laba rugi dan neraca b. Tingkat bunga 5. Tingkat imbal hasil yang diharapkan pemegang saham f. manajemen pembiayaan.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Manajemen Keuangan Agar peserta kuliah mampu untuk menjelaskan prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan. Definisi manajemen keuangan b. dan Arus Kas a. Tingkat imbal hasil yang diharapkan b. Arus kas bebas 3. Analisis rasio keuangan b. diversifikasi. Hubungan antara nilai dan penghasilan 8. manajemen investasi. Karakteristik saham biasa d. Bentuk-bentuk organisasi perusahaan d. Efek inflasi atas tingkat imbal hasil dan hubungan waktu dan tingkat bunga 6. Peramalan Keuangan b. Pengantar Manajemen Keuangan a. Lima hubungan penting pada penilaian obligasi 7. Risiko. dan kebijakan dividen. Nilai Waktu dari Uang e. Analisis dupont 4. tujuan perusahaan. Nama Mata kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Nilai saham biasa e. Metode payback period b. Pajak perusahaan c. Penilaian Saham a. Perencanaan keuangan dan anggaran d. Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan dan Cara-cara menghitung GDP a. Jenis dan karakteristik obligasi c. Peramalan. Laporan Keuangan. Portofolio beta dan tingkat imbal hasil yang diminta investor d. Sepuluh aksioma yang mendasari manajemen keuangan 2. Kriteria Pengambilan Keputusan Penganggaran Modal Cara menurunkan a. Tingkat Pertumbuhan yang Dapat Dicapai c. Anuitas dan perpetuitas g. Jenis dan ciri saham preferen b. metode pembungaan. Nilai yang akan datang. dan nilai tunai f.

Kebijakan dividen dalam praktek d. Pengelolaan Kas dan Surat Berharga. Konsep dan definisi biaya modal b. Agency cost dan nilai perusahaan d. Analisis dan Pengaruh dari Leverage a. Analisis leverage operasi. Trade off dalam hal tingkat risiko dan return pada pengelolaan modal kerja c. Mendefinisikan modal kerja bersih b. Alasan perusahaan mempunyai persediaan 47    . Proyek yang bersifat mutually exclusive 10. Menghitung biaya modal individual dan biaya modal rata-rata tertimbang c. Risiko dan keputusan investasi b. Pembelian kembali saham 16. Kebijakan Dividen dan Pembiayaan Internal a. Menggunakan cost of capital perusahaan untuk mengevaluasi investasi baru 12. Metode profitability index d. Pengaruh keterbatasan modal c. Teori struktur modal c. Mernghitung biaya kredit jangka pendek 17. Metode memasukkan risiko ke dalam penganggaran modal c. Analisis Risiko dalam Penganggaran Modal a. Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal a. Risiko keuangan dan risiko bisnis b. Pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham c. Menghitung arus kas bebas proyek b.c. Perencanaan Struktur Keuangan Perusahaan b. Economic value added (EVA) d. Menetapkan komposisi surat berharga yang mudah dijual yang bijak 18. Penilaian perusahaan – kunci penciptaan nilai perusahaan b. Prinsip hedging dalam pengelolaan modal kerja d. a. Kebijakan Dividen dan Pembiayaan Internal a. Biaya Modal a. Tujuan pengelolaan kas b. keuangan. Menjelaskan pemicu nilai c. Metode internal rate of return e. Kompensasi berdasarkan kinerja 13. Pengelolaan Modal Kerja dan Sumber Dana jangka Pendek a. dan gabungan 14. Alat dasar pengelolaan struktur modal 15. Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal 9. Kebijakan dividen b. Faktor penentu dalam pengelolaan piutang b. Menganalisa mekanisme-mekanisme yang berbeda untuk pengelolaan prosedur penerimaan dan pengeluaran kas c. Pengelolaan Piutang dan Persedian a. Pendekatan lain untuk mengevaluasi risiko dalam penganggaran modal 11. Dividen saham dan pemecaham saham e. Pengelolaan Nilai Pemegang saham a. Analisis titik impas c.

c. Menghitung komponen pokok dan bunga dalam hutang cicilan c. Term Loan dan Leases a. Menyimpulkan persediaan pengaruh Total Quality Management terhadap pengelolaan 19. b. Menghitung keuntungan bersih leasing dibandingkan membeli aset e. Jenis-jenis dasar perjanjian lease d. Sumber potensi keuntungan ekonomi leasing dibandingkan pembelian 48    . Karakteristik dasar term loan.

persediaan. Pentingnya Pengakuan. Pengertian Laba d. Pengertian Dan Kegunaan Neraca b. Kebutuhan Akan Suatu Kerangka Konseptual Akuntansi b. Konsep Pemeliharaan Modal Fisik f. Konsep Pemeliharaan Modal Finansial e. Laporan Perubahan-Perubahan Laba Ditahan h. Pengertian Dan Kegunaan Laporan Arus Kas g. Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Model Akuntansi Keuangan 2. Metode Penutupan Persediaan g. Tahap-Tahap Dalam Proses Akuntansi: b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Akuntansi Akrual Dan Basis Kas e. Tinjauan Umum Tentang Prinsip-Prinsip Pengakuan. Pengertian Dan Komposisi Kas b. Kerangka Konseptual Akuntansi a. Pengungkapan Tambahan Untuk Neraca f. Tahapan-Tahapan Dalam Proses Akuntansi a. Latar Belakang d. Penentuan Laba c. Pencatatan c. Jurnal-Jurnal Khusus Dan Buku Besar Pembantu f. konsep penentuan pendapatan dan pengukuran laba. siklus akuntansi. Unsur-Unsur Laporan Keuangan g. Saldo Kompensasi c. Implikasi-Implikasi Kerangka Konseptual Akuntansi (SFAC #6) Terhadap Pelaporan Laba 4. Manajemen Dan Pengendalian Kas 49    . Unsur-Unsur Laporan Arus Kas h. Pengukuran Dan Pelaporan Laba b. Kerangka Konseptual Akuntansi Menurut FASB: c. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi f. Neraca Dan Laporan Arus Kas a. dan aktiva tetap sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos aktiva. Pelaporan h. Bentuk-Bentuk Laporan Laba Rugi g. Pengikhtisaran d. Contoh Akuntansi Akrual Dan Basis Kas 3. Pengukuran. Metode-Metode Pelaporan Arus Kas 5. kas. Kas Dan Investasi Jangka Pendek a. Unsur-Unsur Neraca Dan Klasifikasinya: Aktiva. laporan arus kas.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Menengah I Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut kerangka kerja konseptual. Pengakuan Dan Pengukuran Laba a. Penyertaan Pemilik c. Kewajiban. Perkiran Offset d. Tujuan Pelaporan Keuangan e. neraca. Bentuk-Bentuk Neraca e. piutang.

Sistem Perpetual e. Penyajian Piutang Dan Wesel Tagih Di Neraca 7. i. Penaksiran Piutang Tak Tertagih g. Penilaian Dan Pelaporan Piutang d. Metode Harga Pokok Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah f. Pengakuan Pendapatan Sebelum Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa b. Metode Harga Jual Eceran Dengan Nilai Dolar/Rupiah d. Dan Penilaiannya Berdasarkan Harga Pokok a. Kerugian Atas Komitmen-Komitmen Pembelian g. Pemilihan Suatu Metode Persediaan 8. f. Metode Laba Bruto b. Sistem Periodek d. Metode Deposit-Umum k. Penjaminan Dan Penjualan Piutang h. FIFO. Sistem-Sistem Persediaan: c. Metode Pemulihan Biaya h. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang Di Bidang Jasa e. Pengakuan/Pencatatan Piutang c. Penjualan Komisi/ Konsinyasi 50    . l. e. Kas Kecil Rekonsiliasi Bank Kriteria Untuk Mengklasifikasikan Investasi Jangka Pendek Komposisi Investasi Jangka Pendek Pencatatan Pembelian Dan Penjualan Surat Berharga Yang Dapat Dipasarkan Penilaian Surat Berharga Yang Dapat Segera Dipasarkan Metode Harga Perolehan Metode Harga Pasar Metode Harga Perolehan Atau Harga Pasar. Perbandingan Antara Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Persediaan i. Penilaian Dan Tukar Tambah Dan Pemilikan Kembali h. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang c. Penilaian Persediaan Berdasarkan Harga-Harga Selain Harga Pokok: e. h. Metode Deposit-Industri Franchise l. Pendiskontoan Wesel Tagih k. Penyajian Persediaan Di Neraca 9. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Pembangunan Jangka Panjang d. Metode Tunai i. g. Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Tradisional: Identifikasi Khusus. Metode Penjualan Angsuran g.d. LIFO. Prosedur Taksiran Dan Penilaian Harga Pokok Berdasarkan Harga Selain Harga Pokok a. Pengertian Dan Klasifikasi Persediaan b. k. j. Piutang Dan Wesel Tagih a. Pengaruh Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencatatan Persediaan i. Mana Yang Lebih Rendah 6. Pengakuan Pendapatan Setelah Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa f. Metode-Metode Penilaian f. Evaluasi Lifo Sebagai Suatu Metode Alokasi Harga Pokok j. Masalah-Masalah Yang Berhubungan Dengan Pengakuan Pendapatan a. Persediaan. Unsur-Unsur Persediaan f. Penentuan Harga Pokok Persediaan g. Penilaian Wesel Tagih Dan Masalah-Masalah Khusus Yang Terkait j. Pengertian Dan Klasifikasi Piutang b. Jenis-Jenis Wesel Tagih i. Metode-Metode Akuntansi Sebelum Pengakuan Pendapatan j. dan Rata-Rata h. Basis Penilaian e. Metode Harga Jual Eceran c.

Akun. Melalui Penjualan i. Melalui Pertukaran Dengan Aktiva Lain j. Penggantian Kerugian Aktiva Yg Diasuransikan l. Amortisasi Aktiva Tetap Tak Berwujud e. Metode-Metode Penyusutan d. Pengafkiran k. Penyajian Informasi Aktiva Tetap Di Neraca Dan Pengungkapan Tambahan Yang Diperlukan 51    .10. Pengertian Penyusutan b. Penghentian Penggunaan Aktiva Tetap: h. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Penyusutan Periodik c. Perubahan Dalam Taksiran Variabel Dlm Penyusutan g. Deplesi Sumber Daya Alam f. Penggunaan Dan Pengafkiran Aktiva Tetap a.

Metode-Metode Pelaporan Arus Kas 5. Neraca Dan Laporan Arus Kas a. Pencatatan c. Tahap-Tahap Dalam Proses Akuntansi: b. Penyertaan Pemilik c. Pengakuan Dan Pengukuran Laba a. Implikasi-Implikasi Kerangka Konseptual Akuntansi (SFAC #6) Terhadap Pelaporan Laba 4. Konsep Pemeliharaan Modal Fisik f. Kas Dan Investasi Jangka Pendek a. Pengukuran. Pengukuran Dan Pelaporan Laba b. Laporan Perubahan-Perubahan Laba Ditahan h. Pentingnya Pengakuan. Jurnal-Jurnal Khusus Dan Buku Besar Pembantu f. Contoh Akuntansi Akrual Dan Basis Kas 3. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi f. laporan arus kas. Latar Belakang d. Unsur-Unsur Laporan Keuangan g. Bentuk-Bentuk Neraca e. piutang. Tinjauan Umum Tentang Prinsip-Prinsip Pengakuan. Konsep Pemeliharaan Modal Finansial e.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lab. siklus akuntansi. Pelaporan h. persediaan. Bentuk-Bentuk Laporan Laba Rugi g. Manajemen Dan Pengendalian Kas 52    . Pengikhtisaran d. Asumsi-Asumsi Yang Mendasari Model Akuntansi Keuangan 2. Tujuan Pelaporan Keuangan e. Tahapan-Tahapan Dalam Proses Akuntansi a. neraca. Akuntansi Keuangan Menengah I Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut kerangka kerja konseptual. Pengertian Dan Kegunaan Laporan Arus Kas g. Pengertian Laba d. Kerangka Konseptual Akuntansi Menurut FASB: c. Unsur-Unsur Laporan Arus Kas h. Kerangka Konseptual Akuntansi a. Penentuan Laba c. Metode Penutupan Persediaan g. Saldo Kompensasi c. Pengertian Dan Kegunaan Neraca b. Pengertian Dan Komposisi Kas b. konsep penentuan pendapatan dan pengukuran laba. Unsur-Unsur Neraca Dan Klasifikasinya: Aktiva. dan aktiva tetap sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos aktiva. Perkiran Offset d. kas. Akuntansi Akrual Dan Basis Kas e. Kebutuhan Akan Suatu Kerangka Konseptual Akuntansi b. Kewajiban. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengungkapan Tambahan Untuk Neraca f.

Pengakuan Pendapatan Setelah Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa f. Perbandingan Antara Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Persediaan i. Kerugian Atas Komitmen-Komitmen Pembelian g. Unsur-Unsur Persediaan f. Pengakuan/Pencatatan Piutang c. Sistem Periodek d. Kas Kecil Rekonsiliasi Bank Kriteria Untuk Mengklasifikasikan Investasi Jangka Pendek Komposisi Investasi Jangka Pendek Pencatatan Pembelian Dan Penjualan Surat Berharga Yang Dapat Dipasarkan Penilaian Surat Berharga Yang Dapat Segera Dipasarkan Metode Harga Perolehan Metode Harga Pasar Metode Harga Perolehan Atau Harga Pasar. Pengakuan Pendapatan Sebelum Penyerahan Barang Atau Pelaksanaan Jasa b. k. Metode-Metode Penilaian f. Penilaian Wesel Tagih Dan Masalah-Masalah Khusus Yang Terkait j. Metode Laba Bruto b. Metode-Metode Akuntansi Sebelum Pengakuan Pendapatan j. Dan Penilaiannya Berdasarkan Harga Pokok a. Persediaan. Pengaruh Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencatatan Persediaan i. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang c. Metode Harga Jual Eceran c. h. Metode Tunai i. Metode-Metode Alokasi Harga Pokok Tradisional: Identifikasi Khusus. LIFO. Metode Harga Pokok Atau Harga Pasar Yang Lebih Rendah f. Evaluasi LIFO Sebagai Suatu Metode Alokasi Harga Pokok j. Penilaian Persediaan Berdasarkan Harga-Harga Selain Harga Pokok: e. f.d. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Pembangunan Jangka Panjang d. Penentuan Harga Pokok Persediaan g. Penaksiran Piutang Tak Tertagih g. Jenis-Jenis Wesel Tagih i. dan rata-rata h. Sistem-Sistem Persediaan: c. Basis Penilaian e. Masalah-Masalah Yang Berhubungan Dengan Pengakuan Pendapatan a. Mana Yang Lebih Rendah 6. Penyajian Piutang Dan Wesel Tagih Di Neraca 7. Penyajian Persediaan Di Neraca 9. l. FIFO. Prosedur Taksiran Dan Penilaian Harga Pokok Berdasarkan Harga Selain Harga Pokok a. Penjaminan Dan Penjualan Piutang h. Pengertian Dan Klasifikasi Persediaan b. Akuntansi Untuk Kontrak-Kontrak Jangka Panjang Di Bidang Jasa e. Penjualan Komisi/ Konsinyasi 53    . Metode Deposit-Industri Franchise l. Metode Pemulihan Biaya h. Penilaian Dan Pelaporan Piutang d. e. Sistem Perpetual e. j. Metode Penjualan Angsuran g. Penilaian Dan Tukar Tambah Dan Pemilikan Kembali h. Piutang Dan Wesel Tagih a. Pendiskontoan Wesel Tagih k. g. i. Pemilihan Suatu Metode Persediaan 8. Metode Deposit-Umum k. Pengertian Dan Klasifikasi Piutang b. Metode Harga Jual Eceran Dengan Nilai Dolar/Rupiah d.

Perubahan Dalam Taksiran Variabel Dlm Penyusutan g. Pengafkiran k. Penggantian Kerugian Aktiva Yg Diasuransikan l. Deplesi Sumber Daya Alam f. Penyajian Informasi Aktiva Tetap Di Neraca Dan Pengungkapan Tambahan Yang Diperlukan 54    . Amortisasi Aktiva Tetap Tak Berwujud e.10. Pengertian Penyusutan b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Penyusutan Periodik c. Akun. Melalui Penjualan i. Metode-Metode Penyusutan d. Penghentian Penggunaan Aktiva Tetap: h. Melalui Pertukaran Dengan Aktiva Lain j. Penggunaan Dan Pengafkiran Aktiva Tetap a.

Akuntansi Dividen i. Ekuitas Lainnya j. Perubahan Estimasi d. d. laba ditahan. PV Obligasi. Akuntansi Untuk Stock Rights. Penyusutan b. perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan. Pendanaan Dengan Ekuitas a. modal saham. Akuntansi Stock-Based Compensation f. Penerbitan Modal Saham c. 2. Warrants. c. f. Plant. laba per saham. Pengukuran Efisiensi Property.Dan Options e. Impairment e. Pendanaan Dengan Hutang a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. & Equipment 4. Akuntansi Aktiva Tak Berwujud e. Akuisisi Aktiva Selain Dengan Kas c. g. Pendanaan Dengan Obligasi. Kapitalisasi Atau Pembebanan d. Aktiva Tetap –Akuisisi a. pengakuan pendapatan. Impairment Goodwill h. Stock Conversion g. Aktiva Tetap –Penggunaan Dan Penarikan a. Pengungkapan Ekuitas 3. Penilaian Aktiva Pada Nilai Kini f. Pengungkapan Hutang. Jenis Dan Klasifikasi Saham b. Klasifikasi Dan Pengukuran Liabilities b. Akuntansi Hutang Jangka Pendek. Faktor Yang Mempengaruhi Laba Ditahan h. Amortisasi Dan Impairment Aktiva Tak Berwujud Yang Menjadi Subjek Amortisasi f. Analisis Posisi Hutang. Penarikan Aktiva 55    . e. Deplesi c. leasing. Akuntansi Untuk Saham Treasury d. dan analisis laporan keuangan sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos pasiva dan praktik bisnis yang lain.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Menengah II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep akuntansi menyangkut pengakuan dan pelaporan atas pos-pos kewajiban lancar. Akuntansi Untuk Pembelian Debt & Equity Securities b. Off-Balance Sheet Financing. investasi. Impairment Aktiva Tak Berwujud Yang Tidak Menjadi Subjek Amortisasi g. kewajiban jangka panjang.

Klasifikasi Investasi c. Pengakuan Pendapatan Dari Investasi Sekuritas e. Kriteria Klasifikasi Leasing c. Efek Dari Actual Exercise Or Conversion e. Alasan Berinvestasi b. Multiple Potentially Dilutive Securities f. Keuntungan Dari Leasing b. Pengungkapan Untuk Leasing f. Kerangka Analisis Laporan Keuangan b.5. Earning Per Share (EPS) a. Pembelian Sekuitas d. Penjualan Sekuritas g. Akuntansi Investasi Ke Sekuritas Hutang Dan Sekuritas Ekuitas a. Ikhtisar Perubahan Dan Koreksi Kesalahan 9. Diluted EPS d. Penyajian Di Laporan Keuangan g. Ilustrasi Komprehensif Multiple Potentially Dilutive Securities 8. Akuntansi Untuk Leasing-Lessee d. Akuntansi Perubahan Nilai Sekuritas f. Akuntansi Leasing a. Akuntansi Untuk Sale-Leaseback 7. Perubahan Akuntansi Dan Koreksi Kesalahan a. Akuntansi Untuk Leasing-Lessor e. Koreksi Kesalahan c. Struktur Modal Sederhana Dan Kompleks b. Perubahan Dalam Akuntansi b. Analisis Laporan Keuangan a. Transfer Sekuritas i. Klasifikasi Dan Pengungkapan 6. Dampak Alternative Metode Akuntansi 56    . Dampak Penjualan Sekuritas h. Basic EPS c.

Restrukturisasi hutang g.dan options f. Jenis dan karakteristik obligasi b. Akuntansi untuk Stock rights. a. dan stock splits. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus definisi liabilities. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis dan klasifikasi modal saham. laba ditahan. Akuntansi untuk liabilities dengan jumlah yang diestimasikan e. a. Saham Preferen dan Saham Biasa c. warrants. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis dan karakteristik obligasi. Penerbitan Modal saham d. Pelunasan obligasi saat jatuh tempo e. analisis terhadap posisi hutang perusahaan a. Akuntansi Keuangan Menengah II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi yang menyangkut pengakuan dan pelaporan atas pos-pos kewajiban lancar. Penerbitan obligasi c. kewajiban jangka panjang. Pelaporan obligasi di neraca j. Akuntansi untuk serial bonds 3. Klasifikasi dan pengukuran liabilities c. modal saham. Akuntansi untuk liabilities dengan jumlah yang pasti d. stock rigths. leasing. Akuntansi untuk saham treasury e. Pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo f. Jenis dan klasifikasi saham b. investasi. Definisi Laibilities b. Analisis posisi hutang perusahaan i. Akuntansi untuk bunga obligasi d. Off Balance Sheet Financing h. penerbitan dan pembelian kembali saham. perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan. pengakuan pendapatan.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Akuntansi Pemerintahan Spesialisasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Lab. warrants. restrukturisai hutang. stock conversion. serta laba per saham sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik akuntansi keuangan terutama menyangkut pos-pos pasiva dan praktek bisnis yang lain Pokok Bahasan 1. pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo. Akuntansi untuk contingent liabilities f. pelunasan obligasi pada saat jatuh tempo. klasifikasi dan Pengukurannya. Penyajian Liabilities di neraca 2. options. Penyajian Contributed capital di neraca 57    . Stock conversion dan Stock Splits g. pencatatan untuk penerbitan obligasi. Dan Akuntansi Untuk Liabilities.

Akuntansi untuk pembelian Debt & Equity Securities b. Akuntansi untuk Long Term Construction-type Contracts c. Klasifikasi dan pengungkapan investasi di neraca f. Cash Surrender Value of Life Insurance h. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus mendalami proses pengakuan pendapatan sebelum barang/jasa diserahkan dan setelah barang/jasa diserahkan a. Fully Diluted EPS e. Penyajian retained earnings di neraca 5. Akuntansi untuk perubahan nilai sekuritas d. Primary EPS & Fully Diluted EPS h. Cost Recovery Method g. Pembatasan-pembatasan terhadap retaiend earnings d. Basic EPS d. Quasi reorganization f. a. Pengakuan pendapatan sebelum barang/jasa diserahkan b. Penyajian EPS di neraca 58    . Perubahan di dalam estimasi b. Cash Method h. Long Term Investment in Funds g. Keuntungan dari leasing b. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus akuntansi untuk leasing a. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis-jenis perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan a. Faktor-faktor yang mempengaruhi retained earnings b. Keharusan pengungkapan EPS b. Accounting by Creditors for Impairment of a Loan 6. S. Akuntansi untuk leasing-lessor e. Perubahan di dalam prinsip akuntansi c. Akuntansi untuk sale-Leaseback g. Kriteria klasifikasi leasing untuk real estate h. Akuntansi untuk leasing-lessee d. Leveraged Leases 8. Installment Sales Method f.4. Akuntansi untuk koreksi kesalahan 9. Jenis-jenis dividen dan pencatatannya e. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus faktor-faktor yang mempengaruhi retained earnings dan pembatasan-pembatasan terhadap retained earnings a. Pengakuan pendapatan dari Investments in Securities c. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus earning per share (EPS) a. Akuntansi untuk Long Term Service Contract d. Prior period adjustment c. Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus jenis-jenis investment in debt & equity securities. Pencatatan perubahan kategori sekuritas e. Kehaursan pengungkapan untuk leasing f. Kriteria klasifikasi leasing c. Struktur modal sederhana & kompleks c. Pengaruh Rugi bersih terhadap EPS g. Pengaruh Conversi atau Penukaran Sekuritas terhadap EPS f. Perubahan di dalam entitas akuntansi d. Metode Akuntansi untuk transfer asset sebelum pengakuan pendapatan 7. Pengakuan pendapatan setelah barang/jasa dikirimkan/diserahkan e.

Tujuan Analisis Laporan Keuangan b.10. Comparative Statement Analysis c. Financial Ratio: 59    . Mengerjakan latihan dan menyelesaikan kasus analisis laporan keuangan a.

Restrukturisasi Hutang Joint Venture. Pelaporan Transaksi Penjualan Konsinyasi 6. penggabungan usaha dan konsolidasi. Likuidasi Bertahap Likuidasi Perseroan. Reorganisasi c. Pengertian b. Pembentukan Persekutuan b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Keuangan Lanjutan Spesialisasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik akuntansi menyangkut persekutuan. Pembukuan Untuk “Consignor” e. prosedur akuntansi penjualan cicilan. restrukturisasi dan likuidasi dari perseroan terbatas. 4. Masalah Penghitungan Bunga 5. Likuidasi Perseroan b. serta transaksi mata uang asing sehingga mahasiswa mampu mempraktekkan masalah-masalah akuntansi yang lebih komplek dalam dunia usaha. Cicilan Dan Memahami Latar Belakang Teoritisnya. Operasi Dan Prosedur Akuntansi Cabang 60    . Akuntansi Joint Venture c. Likudasi d. Pembatalan Dan Pemilikan Kembali h. a. Pembubaran Karena Perubahan Kepemilikan c. Pembukuan Atas Komisioner d. Partnership a. akuntansi cabang. prosedur penjualan konsinyasi. Perbedaan Agen Dengan Cabang b. bentuk usaha joint venture. a. Operasi Dan Prosedur Akuntansi Agen c. Penutupan Pembukuan Joint Venture 2. Pengertian b. Dan Restrukturisasi Hutang. Pengakuan Laba Kotor c. reorganisasi. Kantor Pusat Dan Cabang a. Pengertian Joint Venture b. Pokok Bahasan 1. Retur f. Penjualan Cicilan Barang Dagangan e. Pertukaran (Trade In) g. a. Operasi Penjualan Cicilan c. Konsinyasi. Pelaporan Transaksi f. Reorganisasi. Penjualan Cicilan Harta Tak Gerak d. 3. a.

Jenis Penggabungan Usaha b. Indirect Holdings. Konsolidasi Dengan Menggunakan Incomplete Equity Method g. i. Mutual Holdings 10. Neraca Konsolidasi Pada Tanggal Perolehan b. Indirect Holdings Dan Mutual Holding a. Penggabungan Usaha a. Akuntansi Penggabungan Usaha Dengan Pooling Of Interest Method e. Laporan Keuangan Gabungan Kantor Pusat Dan Cabang Penyesuaian Atas Perkiraan Timbal Balik (“Reciprocal”) Pengiriman Uang Antar Cabang Pengiriman Barang Dagang Antar Cabang Laporan Keuangan Gabungan Apabila Pengiriman Barang Ke Cabang Dibebani Harga Di Atas Harga Pokok Masalah Kurs Mata Uang Laporan Keuangan Gabungan 7. Akuntansi Penggabungan Usaha Dengan Purchase Method 8.Connecting Affiliates Structure d. Laporan Keuangan Konsolidasi a. Bentuk Penggabungan Usaha c. Alokasi Kelebihan Harga Perolehan Investasi Pada Net Asset Dan Goodwill e. g. Neraca Konsolidasi Setelah Tanggal Perolehan c. Laporan Keuangan Mata Uang Asing 61    . Konsolidasi Dengan Menggunakan Equity Method f. f. e. j. Struktur Afiliasi b. Transaksi Antar Perusahaan i. Konsep Transaksi Mata Uang Asing b. Laporan Keuangan Konsolidasi 9. Konsep Akuntansi Untuk Penggabungan Usaha d.d. Transaksi Mata Uang Asing Dan Laporan Keuangan Mata Uang Asing a. Konsolidasi Dengan Menggunakan Cost Method h. h. Laporan Rugi Laba Konsolidasi d. Transaksi-Transaksi Mata Uang Asing c. Indirect Holdings-Father-Son-Grandson Strucuture c.

sehingga mahasiswa mempunyai konsep dasar dalam praktik kalkulasi harga pokok. Konsep Biaya b. departementalisasi factory overhead. Partisipasi Kontroller Dalam Perencanaan & Pengendalian c. Sekilas Tentang Sistem Harga Pokok Pesanan b. Pengembangan Regresi Dan Persamaan Korelasi 4. Peranan Akuntansi Biaya e. Sistem Harga Pokok Pesanan Dan Akuntansinya Dalam Perusahaan Industri Dan Jasa a. Dan Pemilahan Biaya Tetap Dan Variable a. siklus biaya. Dan Peranan Akuntansi Biaya a. Arus Biaya Dalam Perusahaan Industri. konsep biaya. biaya overhead. Fungsi-Fungsi Manajemen. peran akuntansi biaya. Akuntansi Overhead Pabrik e. Klasifikasi Biaya 3. Sistem Informasi Akuntansi Biaya c. Sertifikasi & Etika Dan Badan-Badan Yang Mempengaruhi Profesi 2. Fungsi-Fungsi Manajemen b. Departemen Biaya d.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Biaya Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang fungsi manajemen. Akuntansi Bahan c. perencanaan dan pengendalian biaya. Memisahkan Biaya Tetap Dan Variabel c. Akumulasi Biaya 5. proses costing. Arus Biaya Dalam Perusahaan Industri b. Pelaporan Hasil-Hasil Operasi. Akuntansi Pekerjaan Telah Selesai Dan Terjual f. dan akuntansi berdasar aktivitas. Konsep Biaya. Laporan Harga Pokok Produksi 62    . Mengklasifikasi Biaya b. konsep biaya kualitas. job order. Sistem Harga Pokok Proses. penganggaran. Sistem Informasi Akuntansi Biaya Dan Klasifikasi Biaya a. Klasifikasian Biaya Berdasarkan Volume. metode akumulasi biaya. a. joint cost dan joint product. klasifikasi biaya dan sistem informasi biaya. biaya bahan. Sistem Harga Pokok Pesanan Dalam Perusahaan Jasa 6. Akuntansi Tenaga Kerja d. Sistem Biaya d. peran controller. Peranan Kontroller. Proses Akumulasi Biaya b. Pelaporan Hasil-Hasil Operasi c. dan analisis biaya dan laba. Sistem Dan Akumulasi Biaya a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.

ABC Dan Distrosi Harga Pokok Produk c. Perolehan Dan Penggunaan Bahan b. Backflushing 11. Riset Dan Pengembangan c. Departemen Produksi Dan Pendukung c. ABM 14. Departementalisasi a. Dan PERT a. Perencanaan Laba b. Biaya-Biaya Kualitas b. Metode-Metode Penghitungan Persediaan 10. Prinsip Penganggaran c. Menggunakan Tarif Overhead Yang Ditentukan Dimuka c. Biaya Kualitas Dan Akuntansi Kegagalan Untuk Kerugian Produksi a.In. Anggaran Pengeluaran Modal b. Akuntansi Untuk Kerugian Produksi Dalam Sistem Harga Pokok Pesanan c. Penetapan Tarif Overhead Departemental 13. Penambahan Bahan Di Departemen 2 Dan Selanjutnya 7. PERT 16. Tarif Overhead Pabrik a. Penyusunan Standar b. Pengendalian Bahan d. Akuntansi Untuk Kerugian Produksi Dalam Sistem Harga Pokok Proses 8. Biaya Bahan a. Anggaran Kas d. Anggaran Lengkap 15. Riset Dan Pengembangan. Kas. Kelebihan Dan Kekurangan ABC f. Harga Pokok Produk Sampingan Dan Produk Bersama a. Standard Costing: Penyusunan Standar Dan Analisis Varians a. Keuntungan Strategis ABC d. Model Kuantitatif c. Biaya-Biaya Langsung Departemen d.Time Dan Backflushing a. Sistem ABC b. Penjualan. Overhead Pabrik Aktual f. Perubahan Tarif Overhead 12. Penganggaran: Laba. Biaya-Biaya Tidak Langsung Departemen e. Just. Metode Penghitungan Harga Pokok Produk Sampingan 9. Akuntansi Aktivitas a. Dan Biaya a. Just-In-Time b. Sifat Overhead Pabrik b. Overhead Pabrik Dibebankan Dan Kelebihan/Kekurangan Pembebanan g. Penentuan Varians Biaya c. Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Penentuan Tarif Overhead d. Definisi Produk Sampingan Dan Produk Bersama b.c. Contoh Implementasi ABC e. Varians Bauran Dan Yield 63    . Penghitungan Tarif Overhead e. Penganggaran: Pengeluaran Modal. Departementalisasi b.

d. Pertanggungjawaban Dan Pengendalian Varians 17. Standard Costing: Incorporating Standards Into The Accounting Records a. Penyusunan Standar b. Penentuan Varians Biaya c. Varians Bauran Dan Yield d. Pertanggungjawaban Dan Pengendalian Varians 18. Pembiayaan Langsung, CVP, Dan Theory Of Constraint a. Direct Costing b. CVP Analysis c. TOC

64   

Nama Program

:

Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Sistem Informasi Akuntansi Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang siklus utama bisnis, peran E business, desain database, system tools, penggunaan teknologi informasi, pengendalian dan audit sistem informasi serta penerapan Sistem Informasi Akuntansi.

Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU)

: :

Pokok Bahasan 1. Introduction Of AIS Dan Metode Pembelajaran SIA a. Metode Pembelajaran SIA Dan Materi Pelajaran Selama 1 Semester b. Definisi SIA c. Peranan SIA Dalam Dunia Usaha SIA Dalam Dunia Usaha a. Proses Data Transaksi SIA Dalam Dunia Usaha Dan Pengantar E Busines a. E Business b. Metode Meminimalisir Hambatan E Business c. Teknologi Communication Network Dalam E Business d. Hambatan E Business e. Teknologi Communication Network Dalam E Business Data Base Relasional a. Sistem Database Dan File b. Pengorganisasian Data Ke Dalam Base Relasional Pembuatan Model Database Dan Desain Database a. Pembuatan Diagram ER b. Analisa Diagram ER

2.

3.

4.

5.

6. Pengembangan Sistem Dan Teknik Dokumentasinya a. Pembuatan DFD Dan Flowchart b. Evaluasi DFD Dan Flowchart 7. Pengendalian Intern Dan Pengendalian SIA Berbasis Komputer a. Definisi Dan Komponen Pengendalian Intern b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi Dan Prosedur Pengendaliannya c. Prinsip Keandalan Sistem d. Kriteria Pencapaian Prinsip Tsb 8. Penipuan Dan Pengamanan Komputer a. Peluang Terjadinya Penipuan b. Teknik2 Penipuan Via Komputer c. Cara Mendeteksi Penipuan 9. Siklus Pendapatan: Penjualan Dan Penagihan Kas a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pendapatan b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Pendapatan

65   

10. Siklus Pengeluaran : Pembelian Dan Pengeluaran Kas a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pengeluaran b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Pengeluaran 11. Siklus Produksi a. Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Produksi b. Ancaman Yg Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Produksi 12. Siklus Penggajian Dan Manajemen Sumber Daya Manusia a. Aktivitas Bisnis Siklus Penggajian Dan MSDM b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Evaluasi Model Data REA Siklus Penggajian Dan MSDM 13. Sistem Buku Besar Dan Pelaporan a. Proses Update Buku Besar. b. Ancaman Yang Mungkin Terjadi c. Implikasi Perkembangan TI d. Evaluasi Model Data REA Sistem Buku Besar Dan Pelaporan 14. Pengantar Pengembangan Sistem Dan Analisis Sistem a. Tahap-Tahap Dalam Siklus Pengembangan Sistem (SDLC) b. Langkah2 Dlm Analisa Sistem 15. Strategi Pengembangan SIA a. Alternatif Pengadaan Software b. Penggunaan Prototipe c. Penggunaan Computer Aided Software Engineering 16. Desain, Implementasi Dan Operasi Sistem a. Tahap Desain Sistem b. Iahap Implementasi Sisten c. Tahap Operasi & Pemeliharaan

66   

2.Macam Kegiatan Pemerintah. Pajak Bumi Dan Bangunan h. Kegiatan Dan Pengeluaran Pemerintah Selalu Meningkat b. Kepincangan-Kepincangan Dalam Mekanisme Pasar c. Pengaruh Subsidi Barang Dalam Jumlah Tertentu e. Sumber . a. Macam . Pajak Pertambahan Nilai g. Pengaruh Pajak Langsung Dan Tak Langsung Terhadap Kesejahteraan Konsumen d. 4. Asas-Asas. Hubungan Antara Pembangunan Ekonomi Dan Pinjaman Luar Negeri. Efisiensi Dalam Pengeluaran Negara c. Fungsi. Penerimaan Pemerintah Dan Pengaruh Pajak Dalam Perekonomian Serta Pinjaman Luar Negeri a. 6. Sistem Penyusunan/Perenca-Naan Anggaran 67    . Pengaruh Pajak Terhadap Dis-Tribusi Pendapatan j. Pajak Penghasilan e. Pajak Langsung Dan Tak Langsung Sebagai Sumber Penerimaan Negara c. 5. Kesejahteraan Yang Hilang Karena Pajak. Dan Klasifikasi Anggaran b. Pengaruh Pajak Terhadap Keinginan Untuk Bekerja. Hubungan Antara Penjual / Produsen Dengan Pasar f. Pajak Kekayaan f. Pemilihan Antara Pinjaman DN Dan LN. Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara a. Pengaruh Pajak Terhadap Pro-Duksi i. Eksternalitas Dan Barang Publik d. 3. dalam kaitannya sebagai stabilisasi pembangunan ekonomi. Pengertian Pajak Langsung Dan Tak Langsung b. Sistem Perpajakan Dan Politik Pajak d. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian b.Nama Program : Program Diploma III Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Administrasi Keuangan Negara I Membekali peserta didik dengan teori mengenai fungsi pemerintah dalam perekonomian yang tercermin dalam kebijaksanaan anggaran belanja dan kebijaksanaan fiskal serta kegagalan mekanisme pasar akibat campur tangan pemerintah. Prinsip-Prinsip. Pinjaman Luar Negeri Sebagai Sumber Kapital b. Pengetian Dan Ruang Lingkup Keuangan Negara a.Sumber Penerimaan Negara b. Pengeluaran Pemerintah a. Kebijakan Subsidi d. Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah. Pajak Langsung Maupun Pajak Langsung a. Distribusi Beban Pemerintah c. Penggeseran Beban Pajak e.

Sumber Pinjaman Negara c. Pertanggungjawaban Keuangan Negara (PAN). Penganggaran d. . 14. Dana Yang Dikelola Oleh Bendaharawan Proyek h. Pengurusan Comptable (Khu-Sus) d. Tujuan Kebijakan Fiskal d. Pengertian. 12. Macam-Macam Bendaharawan f. Asal Mula Kebijakan Fiskal b. Obyek. Jenis Pengeluaran Dalam Anggaran Rutin b. Siklus Anggaran a. Macam Dan Ciri Utang Negara b. Ruang Lingkup. Belanja Barang d. Jenis Pengeluaran Dalam Belanja Pembangunan i. Perbaikan (Revisi) Terhadap Anggaran Rutin h. Perjalanan Dinas f. Pengalaman Di Indonesia. Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Negara a. Proses Pengelolaan Barang. Pengertian Siklus Anggaran b. Jenis-Jenis Pengeluaran a. Pendahuluan b. Belanja Pemeliharaan e. Perencanaan Dan Penentuan Kebutuhan c. Penyusunan Rancangan Anggaran Oleh Pemerintah c. Utang Negara a. Belanja Pegawai c. Kebijakan APBN. Kebijakan Fiskal a. Macam-Macam Kebijakan Fiskal c. Tingkatan Peraturan Admi-Nistrasi Keuangan Negara b. Administrasi Keuangan Negara a. Dasar Hukum Pengelolaan Keuangan Negara 11. Dana Yang Dikelola Oleh Bendaharawan UYHD. Pelaksanaan Anggaran Oleh Pemerintah e. Belanja Rutin g. Belanja Subsidi/Bantuan g. Kaitan Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter. Pengurusan Keuangan Negara b. 9. 7. Pengurusan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara a. Pengertian Dan Ruang Ling-Kup Administrasi Keuangan Negara 10. Pemeriksaan Pelaksanaan Anggaran Oleh BPK f. Perbaikan (Revisi) Terhadap Anggaran Pembangunan. Pengajuan Rancangan Anggaran Kepada DPR Dan Pembahasan Rancangan Anggaran d. Fungsi Bendaharawan e. Masalah Pengelolaan Utang Negara 8. Perlengkapan Dan Kekayaan Milik Negara a. Kebijakan Anggaran d.Pengurusan Administratif (Umum) c. Dan Tugas Administrasi b. Pengertian Dan Peristilahan Mengenai Barang/Jasa 68    . Pelaksanaan Anggaran Oleh Pemerintah. 13. Pengadaan Barang / Jasa Instansi Pemerintah e.c. Konflik Antara Stabilitas Dan Kesempatan Kerja e.

Penelitian Dan Tindakan Pendahuluan TP i. Hubungan Keuangan Pusat Dan Daerah a. Dan Penghapusan Inventarisasi Pengendalian/Pengawasan Barang Kekayaan Milik Negara. h. Kadaluarsa TGR g. Pengaturan Subsidi / Perimbangan Keuangan d.f. Pemeliharaan. o. Dasar Hukum TGR d. Dasar-Dasar Pembiayaan Pemerintahan Daerah Otonom e. Penelitian Dan Tindakan Pen-Dahuluan TGR e. k. 17. Pembagian Daerah c. Tinjauan Luar Negeri a. Proses Tuntutan Ganti Rugi f. Penghapusan k. Bantuan Pembiayaan Kepada Daerah Dan Penggunaannya. Dasar Pemikiran Dan Dasar Hukum Otonomi Daerah b. Perencanaan Pinjaman Proyek / Bantuan Teknik Luar Negeri 69    . Pembentukan Dan Susunan Pemerintahan Daerah d. Pengelolaan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Otonom g. Prosedur Tuntutan Perbendaharaan Biasa Dan Khusus j. Sistem Informasi Keuangan Daerah otonom 18. Jenis-Jenis Pinjaman Luar Negeri c. Pengertian Hubungan Keuangan Pusat (APBN) Dan Daerah (APBD) b. Perkembangan Hubungan Keuangan Pusat Dan Daerah c. Pengertian Tuntutan Ganti Rugi (TGR) c. 15. j. Tuntutan Ganti Rugi Dan Tuntutan Perbendaharaan a.Sumber Penerimaan Keuangan Daerah Otonom f. Pengertian. m. Pengawasan TGR Dan TP. l. Sumber . Otonomi Daerah a. Pengertian Pinjaman Luar Negeri b. Pendahuluan b. g. i. 16. Pengadaan Dalam Negeri / Lokal : Pelelangan Pemilikan Swakelola Pengadaan Luar Negeri / Internasional Penyaluran Dan Penyimpanan Pergudangan. Pengertian Dan Dasar Hukum Tuntutan Perbendaharaan (TP) h. n.

Asas-Asas. Tatacara Pemilihan Langsun c. Tatacara Swakelola f. Pengumuman Dan Penentuan Biaya d. Perencanaan Dan Penganggaran Asset Negara b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Administrasi Keuangan Negara II Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengertian pengelolaan barang milik negara. Pengertian Aset Negara. Tatacara Penunjukan Langsung b. perencanaan pengadaan. penatausahaan barang milik negara. pengelolaan Investasi. Tatacara Swakeola f. penghapusan. Tatacara Penunjukan Langsung b. Penentuan Sistem Pengadaan e. Prinsip-Prinsip. Pengertian Dan Ruang Lingkup Pengelolaan Asset Negara. Lingkup. c. Mempelajari Tatacara Pelaksanaan Pengadaan Barang Pemerintah a. Pembentukan Panitia c. Mempelajari Tatacara Pengadaan Jasa a. Data Dukung Penganggaran Asset Negara c. Tatacara Pelelangan Terbatas d. ketentuan pengadaan barang dan jasa. Dan 70    . Penyusunan Jadwal Pengadaan f. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengertian. Jenis-Jenis Penawaran b. Tatacara Pemilihan Langsung c. Dasar Hukum Pengelolaan Asset Negara 2. Fungsi. Jenis-Jenis Pengadaan Asset Negara d. Jenis-Jenis Penilaian/Metode Evaluasi Pembuatan Kontrak. Dan Pengelolaan Asset Negara d. Mempelajari Masalah Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah a. Penyusunan Dokumen Pengadaan Jasa 6. Penentuan HPS 4. Penyusunan Dokumen Pengadaan 5. Tatacara Pelelangan Umum e. dan badan layanan Umum. Pemaketan b. pengelolaan piutang dan utang. Mempelajari Tatacara Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah a. Unsur-Unsur. Kebijakan Pengadaan 3. Mempelajari Tatacara Penilaian/Evaluasi Pengadaan Pelaksanaan Pengadaan a. Tatacara Seleksi Terbatas d. Tatacara Seleksi Umum e. Pengertian Asset Negara. Dan Jenis-Jenis Asset Negara b. Dan Fungsi Administrasi Dan Keuangan Terkait Pengelolaan Aset Negara a. pemanfaatan dan pemindahtangan.

Mempelajari Penghapusan Dan Pemindahtangan Aset Negara a. Mempelajari Penatausahaan Asset Negara a. Tatacara Pemeliharaan c. Pembukuan Termasuk Klasifikasi Dan Koding c. Pemeliharaan Dan Pengamanan Asset Negara a. Penyewaan b. Bangun Serah Guna (BTO) 9. Kerjasama Operasi c. Tatacara Pengamanan 8. Tatacara Pengedalian b. Isi Kontrak e. Mempelajari Pemanfaatan Asset Negara a. Inventarisasi Fisik b. Mempelajari Pengendalian Dan Penawasan Asset Negara a. Pelaporan 10. Tuntutan Gant Rugi 71    . Jenis-Jenis Kontrak d.c. Tatacara Dan Syarat Pemindahtangan 11. Tatacara Pengawasan c. Mempelajari Penggunaan. Tatacara Penggunaan Aset Negara b. Tatacara Dan Syarat Penghapusan b. Bangun Guna Serah (BOT) d. Pelaksanaan Pekerjaan 7.

Expenditures. Perubahan Prinsip Akuntansi 72    . Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Pemerintah a. Pengendalian Dan Evaluasi Anggaran b. Pendekatan Dalam Penganggaran d. Intergovernmental. menjelaskan dan mengevaluasi praktik-praktik akuntansi yang berlaku di pemerintah termasuk institusi pemerintah dan swasta yang mengelola dana publik Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Statement Of Revenues. Prinsip Akuntansi Dan Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Organisasi Non Profit 2. Karakteristik Dan Tipe Organisasi Pemerintah Dan Non Profit b. Perencanaan. Koreksi Kesalahan f. Akuntansi General Fund b. Lingkungan Dan Tujuan c. Konsep Penganggaran. Perijinan. Revenue Accounting (Governmental Funds) a. Dll) c. Overview Atas Akuntansi Penganggaran g. And Change In Fund Balance e. Sumber Pendapatan (Pajak. Akuntansi Anggaran Dan Pelaporan Anggaran a. Statement Of Revenues. Tujuan Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Non Profit c. Evolusi Prinsip Akuntansi b.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintah I Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu memahami. Neraca d. Revisi Anggaran Pendapatan d. Jurnal Pembalik e. Expenditures. Penyiapan Anggaran e. Terminologi Penganggaran Dasar c. Lingkungan Dan Karakteristik Akuntansi Pemerintah Dan Organisasi Nonprofit a. And Change In Fund Balance (Budget And Actual) 5. Prinsip Government Accounting Standard Board 3. Pertimbangan Dan Tindakan Legislative f. General And Special Revenue Fund a. Definisi Dan Pengakuan Pendapatan b. Jurnal Penutup c. Overview Atas Pelaporan Anggaran 4. Karakteristik Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Organisasi Pemerintah Dan Non Profit d.

6. Revisi Apropriasi h. Jurnal Penutup 7. General Fixed Assets Accounting b. Operasi Dan Standar Akuntansi CPF b. Pengungkapan Dalam Laporan Keuangan 73    . Trust And Agency (Fiduciary) Funds a. Ilustrawsi Kasus DSF (Terkait Dengan Bonds) 9. General Fixed Assets And General Long Term Debts Accounting a. Klasifikasi Expenditure c. Ilustrasi Kasus CPF 8. Pensions Trust Funds e. Lingkungan DSF. Akuntansi Atas Alokasi Dan Allotments g. Definisi Dan Pengakuan Expenditure b. Debt Service Funds (DSF) a. Klasifikasi Expenditure f. Prosedur Akuntansi Expenditure e. Expenditure Accounting (Governmental Funds) a. Perubahan Prinsip Akuntansi k. Agency Funds d. Pembiayaan Dan Pengakuan Expenditure b. Fokus Akuntabilitas b. Trust Funds c. Capital Project Funds (CPF) a. Pengendalian Akuntansi Expenditure d. Jurnal Penyesuaian i. Laporan Keuangan f. Jurnal Koreksi j. General Long Term Debts Accounting 10.

Hubungan Dengan Dana Lain 2. Lembaga Penyadang Bea Siswa 7. Dan Tujuan Pembukuan a. Dan Tujuan Pembukuan a. Journal Entry c. Pelaporan. dan mampu mengidentifikasikan serta mengevaluasi praktik-praktik yang diterapkan oleh satuan kerja pemerintah dan institusi yang mengelola dana publik.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintah II Setelah mata kuliah ini mahasiswa mempunyai bekal yang memadai mengenai praktik-praktik akuntansi yang berlaku pada pemerintah. BUMN/BUMD Organisasi Yang Dibentuk Untuk Mengelola Dana Masyarakat a. Capital Project Fund b. Pencatatan c. Pelaporan e. 3. Pelaporan d. Pelaporan 6. Tujuan Pembentukan Dana Yang Bertujuan Mencari Laba. Fiduciary Fund b. Debt Servise Fund b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Institusi Pengelola b. Standar Akuntansi c. Journal Entri d. GFAAG/GLTDAG b. Belanja Modal Dan Penerbitan Surat Utang Jangka Panjang Untuk Dana Yang Tujuannya Pelaporan a. Kelompok Institusi Dana Menurut GASB Akuntansi . Pelaporan d. Special Fund c. Praktik Akuntansi. 4. Hubungan Dengan Dana Lain Praktik-Praktik Akuntansi Organisasi. General Fund b. Journal Entry c. Standar Pelaporan d. Dana Pensiun Di Indonesia c. 5. Praktik-Praktik Akuntansi Dalam Institusi Pengelola Dana Publik Baik Pemerintah Maupun ONL Swasta a. Pelaporan Dan Perbandingan a. Pelaporan. Pelaporan Dan Tujuan Pembukuan a. Hubungan Dengan Dana Lain Praktik-Praktik Akuntansi Organisasi. Proprietary Fund b. 74    .

Perguruan Tinggi 9. Rumah Sakit Tujuan Pembentukan Perguruan Tinggi Baik Negeri Maupun Swasta a. Praktik Akuntansi Dan Pelaporan Rumah Sakit Serta Perbandingan Antar Rumah Sakit Pemerintah Dengan Rumah Sakit Swasta a. 75    .8.

Laporan Audit Dengan Opini WTP c. 5. Standar Audit d. Dan Penawaran Kewajiban Hukum. Laporan Audit Dengan Opini WTP c. a. 4. pokok-pokok tujuan audit. piutang. Isi Laporaan Audit b. Etika Dalam Bisnis c. Hakikat Auditing b. kerangka dasar materialitas dan risiko. dan arti penting tahap perampungan audit. prinsipprinsip kode etik profesi akuntan. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. kaidah-kaidah laporan audit. Kewajiban Criminal 2. 76    . Perbedaan Auditing Dan Akuntansi c. Integritas. 3. proses penyusunan rencana dan program audit. Kewajiban Kepada Pihak Ketiga d. Kerangka Dasar Audit Dan Profesi Akuntan / Auditor. Materialitas e. hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan audit. Kewajiban Terhadap Klien c. modal dan laba ditahan. Isi Laporan Audit b. aktiva tetap termasuk penyusutannya serta memahami karakteristik capital expenditure dan revenue expenditure. Standar Teknis. perhitungan rugi laba.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Auditing Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tentang audit dan profesi auditor. Penyimpangan Dari Pendapat WTP d. Kode Etik b. Penyimpangan Dari Pendapat WTP d. studi atas struktur pengendalian intern. a. a. Kepastian Negative Penyusunan Laporan Audit Sesuai Kaidah Yang Berlaku. Kepastian Negative Prinsip-Prinsip Kode Etik Profesi Akuntan a. persediaan dan harga pokok penjualan. Jenis Audit Dan Auditor Penyusunan Laporan Audit Sesuai Kaidah Yang Berlaku. Obyektivitas. kewajiban. kewajiban hukum. Materialitas e. Kode Perilaku Akuntan Indonesia d. Definisi Hukum b. tujuan pengendalian intern serta dasar-dasar audit kas. jenis dan proses memperoleh bahan bukti audit. a.

Tanggung Jawab Manajemen . a. Materialitas b. Tujuan Audit Persediaan HPP b. Tujuan Audit Piutang Dan Penagihan b. Tujuan Audit Kas b. Pertimbangan Materialitas c. Prosedur Audit Dan KKA d. Sistem Akuntansi Tipikal c. Pokok-Pokok Tujuan Audit. Hakikat Bahan Bukti b.6. a. a. Bauran Bahan Bukti d. Siklus Transaksi Kas d. Pengendalian Intern Persediaan Dan Harga Pokok Penjualan c. a. Inventarisasi Fisik Persediaan e. Penyajian Piutang Di Neraca 13. Jenis-Jenis Pengujian b. a.Auditor c. Evaluasi Hasil h. Penilaian Persediaan f. Penyajian Di Neraca 12. Jenis Bahan Bukti e. Bahan Bukti Yang Menyimpulkan d. Pengendalian Intern Kas c. Ikhtisar Proses Audit 11. Audit Persediaan Dan Harga Pokok Penjualan. Rencana Dan Program Audit Secara Lengkap. Menetapkan Tujuan Audit d. a. Perencanaan Nama Program Audit e. Hubungan Antara Pengujian Dan Bahan Bukti c. Pencapaian Tujuan Audit Jenis Dan Proses Mengumpulkan Bahan Bukti Audit. Audit Kas a. Tujuan Laporan Audit Atas Laporan Keuangan b. Nama Program Audit Kasrekonsiliasi Kas/Bank e. Prosedur Analitis f. Lingkungan SPI 10. Alokasi Pertimbangan d. Tujuan Audit Umum e. Keputusan Bahan Bukti Audit c. Kepentingan Klien Dan Auditor b. Bebarapa Contoh Penggelapan Kas f. Hakkikat Risiko e. Audit Piutang. Pengendalian Intern Piutang c. Going Concern 9. a. Penilaian Atas SPI Perusahaan. Teknik Statistik Dan Komputerisasi 7. Materialitas Dan Risiko Audit. Metode Pemrosesan Data d. Risiko Bawaan f. Pertimbangan Materialitas Dan Risiko g. Nama Program Audit Piutang Dan Konfirmasi Piutang d. Elemen SPI e. 8. Penyajian Di Laporan Keuangan 77    .

Tujuan Audit Kewajiban Jangka Panjang b. Audit Berbagai Jenis Kewajiban Jangka Pendek Dan Jangka Panjang a. Audit Perhitungan Rugi-Laba a. Reviu Audit 78    . Prosedur Audit b. Audit Atas Modal dan Laba Yang Ditahan a. Audit Aktiva Tetap a. Prosedur Audit Mencakup Audit Atas Penyusutan Aktiva Tetap d. Pengendalian Intern Aktiva Tetap c. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 16. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 15. Prosedur Audit Dan KKA c. Tujuan Audit Aktiva Tetap b. Prosedur Audit b. Capital Expenditure Dan Revenue Expenditure e. Prosedur Audit Dan KKA b. Reviu Audit 18.14. Penyajian Dalam Laporan Keuangan 17. Prosedur Dan Reviu Audit a.

b. b. Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pemeriksaan pada pemerintahan yang meliputi pemeriksaan keuangan pemerintah pusat dan daerah. Jenis Audit Di Pemerintahan. Audit Aktiva Tetap. 10. Pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu di pemerintahan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Unsur Pengendalian Intern Dan Evaluasinya a. c. Peranan Lembaga Pemeriksa Di Pemerintahan. Reviu a. a. Kode Etik Dari BPKP. Ruang Lingkup Standar Pemeriksaan Keuangan. Standar. 2. b. Unsur Pengendalian Intern. Beberapa Ciri Standar Tambahan. Laporan Audit Standar. Mendokumentasikan Bukti Audit . 9. 4. Rencana Di Unit Pemeriksa. Laporan Audit. Rencana Pemeriksaan Di Tim Pemeriksa 6. Risiko Dalam Audit. Perencanaan Pemeriksaan Di Pemerintahan a. Reviu Pokok Bahasan 1 S.D 7.Standar Pemeriksaan Keuangan Tambahan Di SPKN. Kode Etik Dari BPK RI. Audit Akun Asset Lancar Dan Investasi.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Audit Sektor Publik. Jenis Bukti Audit. Teknik Audit 8. c. Audit Neraca. Standar Pemeriksaan Keuangan Di SPAP a. 5. b. Jenis Audit Dalam SPKN Dan Lembaga Pemeriksa Di Pemerintahan a. Standar Pemeriksaan Keuangan Di SPAP Yang Berlaku Juga Bagi Pemeriksaan Keuangan Di Pemerintahan. c. Bukti Audit Teknik Audit. Laporan Yang Menyimpang Dari Bentuk Standar. a. Evaluasi Pengendalian Intern. b. b. Kode Etik Di Pemerintahan a. 3. b. b. b. 79    . a. 7. Audit Kewajiban Dan Ekuitas. Standar Tambahan Pemeriaksaan Keuangan Di Pemerintahan Dari SPAP Di SPKN a.

Audit Belanja Dan Pembiayaan 12. Tahapan Perencanaan Audit Kinerja 13.D 7 (Setelah Mid-Term). a. Reviu. Pengumpulan Dan Pengorganisasian Bukti Audit. Laporan Audit Kinerja. Reviu Pokok Bahasan 1 S. 15. 14. Contoh Audit Kinerja Di Instansi. Perencanaan Audit Kinerja. Kasus Audit Kinerja a. 16. Laporan Audit Kinerja. a. Temuan Dan Pengembangan Temuan. b. 80    . Pelaksanaan Audit Kinerja. Audit Pendapatan. Audit Laporan Realisasi Anggaran. b. a. a.11. b. Pendistribusian Dan Laporan Yang Bersifat Rahasia. Contoh Audit Kinerja Di Nama Program Dan Kegiatan. a. b.

Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 23 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Klasifikasi PPh Pasal 21 c. Objek PPh Pasal 21 b. Objek PPh Pasal 23 b. Pembelian. 3. Klasifikasi PPh Pasal 26 c. Klasifikasi PPh Pasal 22 b. THR. 81    .Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Perpajakan Membekali peserta didik dengan pengetahuan pencatatan transaksi. d. Transaksi PPh Pasal 21 Secara Menyeluruh. Cash Basis Atau Accrual Basis. penyajian laporan laba rugi dan neraca yang berkaitan dengan perpajakan. dan 23 Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi dan Pembahasan. 23 l b. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 21. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 26 atas Biaya dan Pendapatan. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Rapelan dll. Baik Ditanggung Perusahaan Atau Sebagai Tunjangan Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 21 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. d. 5. a. 4. Pembahasan PSAK dan UU KUP d. Definisi Akuntansi b. Pencatatan PPh Pasal 21 atas Bonus. Perbedaan Akuntansi Pajak Dengan Akuntansi Secara Umum. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 23 atas Biaya dan Pendapatan. Pencatatan dan Pembebanan PPh Pasal 22 Atas Penjualan. f. Objek PPh Pasal 26 b. 22. Baik Sebagai Biaya Atau Sebagai Penghasilan Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Definisi Pencatatan e. Neraca Dan Transaksi Yang Terkait Dengan Aspek Perpajakan. Klasifikasi PPh Pasal 23 c. 6. Pencatatan Dan Pembebanan PPh Pasal 21. Tata Cara Penyajian Transaksi Di Neraca Dan Laba Rugi Secara Umum. Pencatatan Jurnal Terkait PPh Pasal 21. Tata Cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 22 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Transaksi PPh Pasal 23 Secara Menyeluruh. Perbedaan Tunjangan Pajak dan Beban PPh Pasal 21 e. 2. Dan Impor c. 22 dan 23 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. Transaksi PPh Pasal 26 Secara Menyeluruh. Definisi Pajak dan Jenis Pajak c. PSAK Dengan UU KUP Pasal 28 a. Transaksi PPh Pasal 22 Secara Menyeluruh. 22. Gabungan Transaksi PPh Pasal 21. a. Baik Sebagai Pembeli Yang Memungut/Dipungut Maupun Sebagai Penjual Yang Memungut/Dipungut Dan Penyajiaannya Dalam Neraca Dan Laba Rugi a. Perbedaan Antara Akuntansi Pajak Dengan Akuntansi Umum. Baik Penghasilan Bruto atau Gross Up dan Penyajiaannya Dalam Neraca dan Laba Rugi. f.

23. Tata cara Penyajian transaksi PPh Pasal 26 dan 4(2). Tata cara Penyajian Transaksi PPh Pasal 26 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum. 8. 26. a. dan 4(2) Terkait Dengan Penyajian Laporan Neraca Dan Laba Rugi 82    . Klasifikasi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 c. di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum 9. 4(2). 7. Objek PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 b. Pencatatan Jurnal Terkait PPh Pasal 26. Gabungan Perlakuan Transaksi PPh pasal 21. Transaksi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 Secara Menyeluruh. 23. dan 4(2) Terkait Dengan Penyajian Laporan Neraca dan Laba Rugi. a. 26. dan 4(2) Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi a. pasal 15.d. 22. 15 b. Latihan Soal Komprehensif Perlakuan Transaksi PPh pasal 21. 22. Gabungan Transaksi PPh Pasal 26. Pencatatan Dan Pembebanan PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 atas Biaya dan Pendapatan. d. Baik Penghasilan Bruto Atau Gross Up dan Penyajiaannya dalam Neraca dan Laba Rugi. Tata Cara Penyajian transaksi PPh Pasal 4(2) dan Pasal 15 di Neraca dan Laba Rugi Secara Umum.

Formula IF dalam IF d. 8. Realtime dan Online Pengendalian / Control a. Minimum Requirement b. Condition Formating pada Penjumlahan. Isna. Teknologi Informasi / SIM a. Filter dan Fivot Table 11. Vlookup f. Month.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Aplikasi Komputer Akuntansi dan Keuangan. Pembagian c. maka dengan pengetahuan ini dimungkinkan ditemukan isi database yang menyimpang dari semestinya Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Sampel Data 10. General Control b. Application Control Proses dan Langkah Audit Database Akuntansi Memahami Download / Transfer / Konversi Data a. Weekday. Transfer Data b. Database bukan lagi suatu blackbox yang isinya pasti benar tidak pernah salah. Audit Data dengan Berbagai Formula dalam Excel a. Formula Counta. Metode Batch. Perkalian. Year e. Pengertian Komputer Audit dan Hubungan dengan Audit Konvensional 2. Jaringan 3. Countblank. 9. Downloading Data c. b. Konsep Audit Komputer a. Countif. Formula Date. 6. 5. mendownload database yang akan diaudit ke dalam MS-Excel kemudian melakukan audit data. Mata Kuliah ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang pelaksanaan tugas audit dengan mempergunakan alat bantu komputer. 7. Organisasi PDE b. Formula IF. Pengurangan. Audit tentang Depresiasi 83    . Impor Data Memahami Pengantar TABK 4. Formula Subtotal.

Profesi sebagai Komunitas d. Peranan Etika dalam Profesi Akuntan e. Kerangka Dasar Etika Profesi c. Pentingnya Etika Profesi bagi Akuntan b. Independensi dan Profesionalisme c.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Etika PNS (Pegawai Negeri Sipil) Memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang tepat atas penerapan standar etika dalam profesi sebagai akuntan dan sebagai PNS. Akuntan Sebagai Profesi f. Kode Etik Akuntan Indonesia 5. Independensi dan Akuntan Publik d. Teori Teleologi b. Kode Etik Akuntan Mgt As (IMA) e. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat Memunculkan kesadaran dan kepekaan terhadap issue-issue etika profesi akuntan dan etika PNS sekaligus meningkatkan ketaatan terhadap setiap ketentuan yang berlaku danMeningkatkan kemampuan dalam memecahkan dilemma etis tanpa mengabaikan pertimbangan-pertimbangan teknis yang penting. Profesi dan Etika d. Panduan Etika bagi Profesi Akuntansi a. Etika Bisnis dan Akuntan Profesional f. Teori Etika Keutamaan d. Pengertian Kode Etik b. Independensi dalam Kenyataan dan Penampilan e. Rencana Perkuliahan b. Etika Profesi dan Etika Kerja 2. Independensi dalam kode Etik Akuntan Indonesia 84    . Objektivitas dan Independensi a. Sumber-Sumber Panduan Etika e. Pengertian dan Ciri-Ciri Profesi b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pendahuluan a. Kode Etik Akuntan Publik AS (AICPA) d. Teori dan Konsep Etika a. Integritas. Keadilan/Justice f. Teori Deontologi c. Hak/Right e. Pengertian Etika c. Kewajiban dan Sifat Hubungan Dgn Klien c. Profesionalisme Akuntansi a. Harapan Publik akan Profesi Akuntan 4. Kepedulian 3.

Bentu-Bentuk Korupsi 85    . Aturan Etika PNS c. Pengertian Korupsi. Aturan Anti KKN 14. Kerangka Analisis Etika c. Pengertian Umum Benturan Kepentingan b. Relevansi Etika dalam Pelayanan Publik e. Jenis-Jenis Benturan Kepentingan f. Aturan Absensi b. Prinsip-Prinsip Umum Etika dalam Pelayanan Publik b. Kewajiban dan larangan bagi PNS c. Kode Etik dan Perilaku bagi PNS 12. Fungsi Pelayanan Publik c. Pelayanan Publik. Korupsi c. Benturan Kepentingan dan Akuntansi Profesi e. Prinsip-prinsip Etika dalam Pelayanan Publik (PP) a. Isu-Isu Etika dan Prinsip-Prinsip Manajemen Etika Pelayan Publik a. Definisi Korupsi b. Benturan Kepentingan d. Informasi Rahasia dan Benturan Kepentingan 7. Pentingnya Kode Etik dan Perilaku bagi Pelayan Publik b. Kode Etik dan Perilaku Pelayanan Publik a. Pengertian Etika Pelayanan Publik d. Karakteristik Pelayanan Bermutu c. Pengertian Birokrasi b. Benturan Kepentingan dan Kerahasiaan a. Birokrasi. Sumber-Sumber Nilai Etika Pelayanan Publik 9. Pentingnya Kepekaan Etis b. Aturan Disiplin PNS a. Netralitas Birokrasi PNS 11. Independensi dalam kode Etik Akuntansi manajemen 6. Pentingnya Profesionalisme dalam Birokrasi Pelayanan Publik b. Prinsip-prinsip manajemen Etika Pelayanan Publik 13. dan Etika a. Kerahasiaan dan Akuntan Publik h. Bentuk-Bentuk Benturan Kepentingan d. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi c. Kewajiban Kerahasiaan bagi Akuntan Non Publik i. Mal Praktik dalam Pelayanan Publik b. Klasifikasi Benturan Kepentingan c. Standar Pelayanan Publik di Indonesia • Prinsip-prinsip Pelayanan Publik • Kriteria Pelayanan Publik 10. Prinsip-Prinsip Korupsi dan Bentuk-Bentuk Korupsi a. Kerahasiaan dan Akuntan g.f. Analisa Dampak Stakeholder 8. Kerangka Analisis Etika dan Isu-Isu Etika dalam Praktik Akuntansi a. Kewajiban Profesional dalam Pelayanan Publik c. Hakekat Profesionalisme dalam Pelayanan Publik a. Penalaran Moral dan Pendekatan Standar Moral d. Nilai-nilai Profesionalisme dalam Pelayanan Publik d.

Pengecekan Etika 86    . Lima Prinsip untuk Berperilaku Etis e. Faktor Penyebab Korupsi dan Dampak Negatifnya a. Rasionalisasi Perilaku Tidak Etis d. Tiga Unsur Etos Pribadi b. Faktor-Faktor Pendorong Perilaku Tidak Etis c.15. Faktor Penyebab Korupsi b. Membangun Etos Pribadi a. Dampak Masif Korupsi Terhadap Eksistensi Negara dan Bangsa 16.

Kepribadian. Manajemen Stress 7. Belajar Mengatasi Keadaan c. Pengertian Etika b. Hal-Hal Yang Menjadi Perhatian dalam Etika c. Orang Dewasa 3. Mempelajari Etos Kerja a. Pihak yang Berkepentingan • Internal • Eksternal d. Kanak-Kanak b. Kecemasan dan Ketakutan 4. Berkomunikasi dan Inovasi 5. Mempelajari Dinamika Kepribadian a. Perilaku Positif Asertif d. Mempelajari Etika a. Perilaku Efektif e. Mempelajari Pengembangan Kepribadian a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang konsep dan praktik pengembangan kepribadian yang meliputi aspek-aspek seperti etiket. Asal-Usul Stress b. Teori Kepribadian c. Unsur-Unsur Etika 87    . Mempelajari Motivasi Diri a. mengatasi ketegangan (stress). Temperamen 2. Citra Diri 6. Distribusi dan Penggunaan Energi Psikis c. Justice b. Mempelajari Kepribadian a. Berprestasi. Hierarki Kebutuhan Manusia Abraham Maslow b. Etos Kerja Semangat untuk Berkolaborasi. Mempelajari Cara Mengatasi Stress a. watak dan temperamen b. 10 Prinsip Motivasi c. Transformasi Kanak-Kanak c. Penyembuhan d. dan pengembangan kemampuan komunikasi Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1.

Bawahan dan Sepangkat b. Etiket Pergaulan dengan Atasan. Body Language e. Seni Berbicara. Mempelajari Komunikasi a. Etiket Berpakaian e. Etiket Bertelepon c. Master Of Ceremony b. Protokoler 10.8. Praktik b. Mempelajari Cara Menulis Laporan a. Menulis Surat d. Presentasi 88    . Etiket Makan g. Etiket Berbicara f. Lain-Lain 9. Mempelajari Etiket a. Etiket Bertamu d. Rapat c.

Pembentukan Hukum oleh Hakim b. Arti dan Tujuan Hukum a. Masyarakat Hukum b. Perbuatan Hukum d. Tata Hukum Indonesia c. penemuan hukum. sumber-sumber hukum. Peristiwa Hukum 8. Teori Kedaulatan Negara f. Macam-Macam Pembagian Hukum 6. Hakekat Kaedah b. Peraturan Perundang-Undangan Negara Indonesia d.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Ilmu hukum Mata Kuliah ini membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengantar Hukum di Indonesia sehingga di akhir perkuliahan mahasiswa dapat mengetahui arti dan tujuan hukum. Mazab Sejarah c. Kodifikasi Hukum b. Kaedah Hukum dan Kaedah Lainnya 7. Asas Keseimbangan 4. sampai dengan asas-asas hukum acara pengadilan Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. ( UU 10 Tahun 2004 ) 3. Ilmu Hukum Sebagai Pengertian Hukum a. Pengertian Tata Hukum Indonesia a. Pengertian dan Macam-Macam Hak e. Teori Teokrasi d. Subyek Hukum dan Obyek Hukum c. Dasar-Dasar Berlakunya Beraneka Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia 89    . Pembidangan Ilmu Pengetahuan Hukum a. Sumber Hukum Formal c. Sumber-Sumber Hukum a. Teori Kedaulatan Rakyat e. mazab-mazab ilmu hukum. Ilmu Hukum Sebagai Kaedah Hukum a. Pengertian Hukum c. Mazab Hukum Alam b. Teori Kedaulatan Hukum g. Sumber Hukum Material b. Penafsiran Hukum c. Penemuan Hukum a. Mazab-Mazab Ilmu Hukum a. Manusia dan Masyarakat b. Definisi Hukum Sebagai Pegangan 2. Pengisian Kekosongan Hukum 5. Arti Tata Hukum b.

Pelaksanaan Acara Pidana d. Pembagian & Tujuan Hukum Pidana b. SEMA 3 Tahun 1963 dan UU Nasional dalam bidang perdata f. Pengertian. Arti dan Tugas Perdagangan b. UU Hukum Pidana Khusus yang Bersifat Nasional h. Kejahatan dalam KUHP f. Sumber-Sumber c. Sejarah Hukum Perdata di Indonesia b. Proklamasi Kemerdekaan dan Lahirnya Pemerintah Indonesia b. KUHP dan UU Hukum Pidana Khusus yang Bersifat Nasional d. Pelaksanaan Acara Perdata c. Status KUH Perdata e. Pelanggaran dalam KUHP g. Asas-asas Hukum Perdata a. Buku III KUHD: Kepailitan dan Penundaan Pembayaran i. Sejarah KUHD e. UU Nasional diluar KUHD 13. Asas-asas Hukum Acara Pengadilan a. Hukum Pembuktian & Daluarsa 11. Asas-Asas Hukum Pidana a. Pembagian dan Sistematika c. Hukum Perikatan i. Pengertian Pokok Hukum Acara b. 90    . Asas-Asas Hukum Dagang a. Banding. Buku I KUHD : Perdagangan pada Umumnya g. Pra Peradilan e. Kasasi dan Peninjauan Kembali. Hukum Benda & Waris h. Tindak Pidana Khusus diluar KUHP 12. Riwayat Hukum Pidana di Indonesia c. Asas-asas Hukum Tata Negara Indonesia a. Kekuasaan Pemerintahan Negara RI Menurut UUD 1945 Sebelum Amandemen c. Sistematika Hukum Dagang d.9. Hubungan Hukum Dagang dan Hukum Perdata f. Hukum Perdata d. Pokok-Pokok Tata Pemerintah RI Menurut UUD 1945 Sesudah Amandemen Ke-4 10. Hukum Pribadi & Keluarga g. Buku II KUHD: Hak dan Kewajiban yang Lahir dari Pelayaran h. Ketentuan-Ketentuan Umum dalam KUHP e.

Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Pengantar Hukum Pidana Membekali peserta didik dengan pengetahuan mengenai pengertian hukum pidana di Indonesia. Penafsiran Logis d. rumusan delik korupsi. Menurut Tempat : • Asas Teritorial • Asas Nasional Aktif • Asas Universal. Penafsiran Analogis f. dasar pemberatan dan peringanan pidana. Penafsiran Terbatas 4. Penafsiran Sistimatis c. Cara Merumuskan Delik c.peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi serta percepatan pemberantasan korupsi. perbandingan antar UU tindak pidana korupsi. Pengertian dan Istilah Hukum Pidana Di Indonesia a. Asas-Asas Berlakunya Hukum Pidana Menurut Waktu dan Tempat a. Penafsiran Ekstensif h. Pengertian Delik b.penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN. pembahasan umum pemberantasan tindak pidana korupsi. ajaran kausalitas. Penafsiran Undang-Undang Hukum Pidana a. Penafsiran A Contrario g. komisi pemberantasan korupsi (KPK). kesalahan dalam arti luas dan melawan hukum . Kitab Undang-Undang Hukum Pidana 2. asas-asas berlakunya hukum pidana. Penafsiran Historis e. interpretasi hukum pidana. Pengertian dan Istilah Hukum Pidana b. Menurut Waktu : • Asas Legalitas • Asas Nonretroaktif • Penerapan Asas Legalitas b. 3. Jenis-Jenis Delik 91    . dasar peniadaan pidana. Hukum Pidana yang Berlaku di Indonesia c. Perbuatan Dan Rumusan Delik a. Penafsiran Gramatikal b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. subyek dan pertanggungjawaban korupsi. perbuatan dan rumusan delik.

Dasar Peringanan Pidana • Poging(Percobaan) • Medeplichtigheid • Minderjarigheid 8. Pertanggungjawaban Pidana Dalam Delik Korupsi 11. Subyek Delik Korupsi adalah Orang dan Korporasi b. Kesalahan dalam Arti Hukum Pidana c. Pembelaan Melampaui Batas (JES:59) i. Pemberatan dan Peringanan Pidana a. Korupsi Materiil dan Keuangan Dalam UU f. Hukum Pidana diluar KUHP b. Pembahasan Umum Tindak Pidana Korupsi a. Overmacht (Daya Paksa) d. Dasar Peniadaan Pidana Menurut KUHP b. UU No 3 Tahun 1971 b. Pengertian Ajaran Kausalitas b.Traeger ) c. Sifat Melawan Hukum Khusus g. Kesalahan dalam Arti Luas b. PTPK 10. Ajaran Yang Menginvidualiseer Dan Menggeneraliseer 9. Melawan Hukum (Jes: 37-47) e. Dapat Dipertanggungjawabkan d. Subyek dan Pertanggungjawaban Pidana dalam Delik Korupsi a. Sifat Melawan Hukum Formal h.Tidak Dapat Dihukum karena Orangnya Sendiri (Pasal 44) c. Lukisan Sebab Akibat Korupsi d. Asal Kata dan Pengertian Korupsi c. Dasar Peniadaan/Penghapusan Pidana Menurut KUHP dan diluar KUHP a. Melaksanakan Perintah Jabatan yang Sah g.5. Ajaran Kausalitas a. Perbandingan UU PTPK a. Sifat Melawan Hukum Materiil i. Perintah Jabatan yang Tidak Sah (JES:65) h. Ketidakmampuan Bertanggungjawab 7. Dasar Peniadaan Pidana Diluar KUHP • Umum • Khusus • Tidak Tertulis k. Macam-Macam Ajaran Kausalitas (Von Buri. Kesengajaan (Jes: 81-95) 6. Ontoerekeningsvatbaarheid. Melaksanakan Undang-Undang (JES:64) f. Sifat Melawan Hukum Umum f. Kesalahan Dalam Arti Luas dan Melawan Hukum Serta Kesengajaan a. Keadaan Darurat (JES:60) j. Pendekatan Normatif e. Noodweer (Pembelaan Terpaksa) e. UU No 31 Tahun 1999 92    . Dasar Pemberatan Pidana • Ambtelijkheid( Tanggungjawab Pejabat) • Recidive( Tanggungjawab Ulang ) • Samenloop( Tanggungjawab Majemuk ) b.

UU No 20 Tahun 2001 12. UUPTPK c. Undang-Undang No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( KPK ) 14. Rumusan Delik Korupsi a. Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ( KPK ) a. Rumusan Delik yang Diadopsi dari KUHP 13. UU No 28 Tahun 1999 b. 93    .c. PP No 71 Tahun 2000 c. Penyelenggaraan Negara yang Bersih a. Rumusan Delik yang Dibuat oleh Pembuat b. Inpres No 5 Tahun 2004.

proses ber_acara didepan majelis hakim. 5. Pengertian Arti Pentingnya Domisili d. Siapa yang mewakili Badan Hukum e. Pengertian Syarat Formal dan Material Badan Hukum c. Pengertian dan Hakekat Badan Hukum b. Akibat Ketidakwenangan berhak Badan Hukum a. Sejarah dan Sistematika KUHPerdata/BW di Indonesia Hukum Perorangan a. pembuktian dan penilaian alat bukti. Formal dan Material.Nama Program : Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Hukum Perdata Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengertian Hukum Perdata dan Bisnis dengan segala aspeknya yang meliputi Hukum Material dan Formal: pengertian. Pengertian Kewenangan Berhak d.. Fungsinya. subyek.Wujud dan Bentuknya Hukum Perdata dan Sistematika KUH Perdata a. Sifat/Waktu/Wilayah Berlakunya d. Pengertian Hukum Perdata dalam arti Luas dan Sempit. Pengertian Manusia sebagai Subyek Hukum c. Tanggung Jawab Badan Hukum Domisili dan Catatan Sipil a. unsur-unsur. 94    . Pengertian Hukum Berdasarkan Kepentingan yang Diatur. ruang lingkup. Pengertian Subyek Hukum b. Pengertian Tempat Kediaman Hukum dan Tempat Kediaman Sesusungguhnya c. objek. Pengertian Hukum menurut Pendapat Masyarakat c. upaya banding serta pemeriksaan kasasi dan pemeriksaan peninjauan kembali. 4. Pengertian dan Kegunaan AKTA yang dibuat Catatan Sipil 2. Hukum dan Pembedaan a. Macam-macam Akta Catatan Sipil h. Pengertian dan Fungsi Catatan Sipil f. putusan pengadilan. Pengertian Domisili dan Macam Domisili b. Pengertian Hukum dalam Arti Definisi Hukum b. Sejarah Catatan Catatan Sipil di Indonesia g. Pengertian Kecakapan Berbuat e. Kedudukan dan Macam Badan Hukum d. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum : : Pokok Bahasan 1. Pengertian Asas-Asas dan Sifat Hukum Perdata c. Macam-macam Domisisli menurut BW e. 3. Pengertian Hukum sebagai Sumber Formil. Tertulis dan Tidak Tertulis b. Keadaan Hukum Perdata di Indonesia dan status/kedudukan KUH Perdata/BW dan Pendapat para Ahli Hukum d.

Pengertian Wanprestasi c. Pengertian dan Hakikat Pendewasaan (Handlichting/Perlunakan) b. Pengertian Pewaris dan Ahli Waris c. Pengertian dan Proses Pemeriksaan Kasasi e. 9. I’tikad Baik dalam Perjanjian i. Pengertian dan Proses Banding d. Pembatalan Suatu Perjanjian 11. Alasan Peninjauan Kembali h. Pengertian Legitimie Porte h. Pengertian Keadaan Memaksa e. Pengertian Proses Beracara di Pengadilan b. Pengertian dan Pengaturan Resiko b. Pengertian Subyek Hukum Waris e. Unsur-unsur Keadaan memaksa f. Ahli Waris g. Dasar Hukum dan Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan b. Hak dan Kewajiban Pewaris. Perihal Pembagian Warisan i. Pengertian Perkawinan/Asas dan Hakikat c. Pengaturan Keadaan memaksa g. Pengertian Peninjauan Kembali f. Pengertian Keturunan /Afstaming d. Permintaan dan Akibat Hukumnya c. 8. Tindakan Kreditur terhadap Debitur d. 10. Harta Peninggalan yang Tidak Terurus 7.12/2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Hukum Acara Perdata dan Ulangan Pemeriksaan pada Peradilan Perdata dan Bisnis a.6. Pengertian Pengampuan. Azas-azas Hukum Perikatan b. Sifat Keadaan memaksa 95    . Macam-macam Perikatan f. Empat Teori tentang Kesepakatan e. Pengertian Melaksanakan Perjanjian g. Putusan Mahkamah Agung Hukum Waris dalam Hukum Perdata a. Pemahaman terhadap UU No. Syarat untuk Sahnya Perjanjian d. Prinsip Peninjauan Kembali g. Pengertian Adopsi (Pengangkatan Anak) e. Azas yang Berlaku dalam Hukum Waris d. Penafsiran Perjanjian h. Pengertian Putusan Pengadilan c. Kekuasaan Hakim untuk Mencampuri Suatu Perjanjian j. Pengaturan dan Sumber-sumber Hukum Perikatan c. Pengertian Perwalian / Voogdij Hukum Keluarga (2) a. Hukum Keluarga (1) a. Wan Prestasi dan Keadaan Memaksa dalam Hukum Perdata a. Pengertian Obyek Hukum Waris f. Risiko. Hukum Perikatan dan Pelaksanaan Perjanjian dalam Hukum Perdata a. Pengertian Kekuasaan Orang Tua / Ouderlijke Macht e. Pengertian Orang Yang Hilang ( Keadaan Tidak Hadir / Afwezeigheid) d. Pengertian Hukum Waris b.

Pengertian – Pengertian Hukum Dagang b. Perjanjian Kerja / Perburuhan 13. Verifikasi. Pengertian Pengakuan e. Sewa Menyewa e. Hapusnya Perikatan karena Ketetapan Waktu Menurut Perjanjian c. Penundaan Kewajiban k. Pemberian/Hibah.12. (Rechtsverwerking) i. Kepailitan dan Penundaan Kepailitan pada Peradilan Perdata dan Bisnis a. Upaya Hukum h. Orang-orang Perantara h. Pengertian Hukum Dagang dalam Hukum Perdata a. Organisasi PT 16. Hubungan KUHD dengan BW (KUHPdt) d. Penanggungan Utang (Borgtooht) j. Sistematika KUH Dagang c. Akibat Hukum Putusan Kepailitan i. Persekutuan Perdata/Maatschap g. Pengertian Ekonomi dalam KUHD e. Yang Berhak Mengajukan Kepailitan d. Tagihan. Tindakan Sementara g. Perjanjian Jual Beli. Pentingnya Suatu Perusahaan Memiliki Pembukuan g. Perkumpulan Dagang 15. Perseroan Terbatas (PT) dalam Hukum Perdata dan Bisnis a. Permohonan dan Persyaratan Pailit f. Pengertian Bukti Tulisan b. Pentingnya Pengertian Perusahaan/Bedrijf f. Macam Daluwarsa h. Pengertian Daluwarsa (Lewat Waktu/Verjaring) g. Modal dan Saham Perseroan d. Penghapusan Perikatan dan Perjanjian-perjanjian Khusus (Perjanjian Nominatif) a. Nama dan Pendirian PT c. Pengertian Kesaksian c. Schenking f. Pengurusan Harta Pailit j. Yang Dapat Dinyatakan Pailit e. Pengertian dan proses Kepailitan b. Pengertian Persangkaan d. Penyuruhan/Lastgeving ( Pemberian Kuasa ) h. Insolvensi. Pengertian Sumpah f. Persamaan dan Perbedaan antara Kepailitan dan Penundaan Kepailitan 96    . Perjanjian Pinjam Barang yang Tak Dapat Diganti/ Dapat Diganti i. Perjanjian Perdamaian (Dading/Kompromie) k. Pengertian Decheance (Verval Termijn) 14. Pengaturan Hukum Kepailitan c. Sepuluh Macam Cara Hapusnya Perikatan b. Pengertian Pelepasan Hak. Hapusnya Perikatan dengan Cara-Cara Khusus yang Ditetapkan dalam Materi Perikatan d. Perdamaian. Pembuktian dan Daluwarsa dalam Hukum Perdata a. Istilah dan Pengertian PT b.

5 Tahun 1986 6. Pengertian Pemerintah dan Pemerintahan c. proses penyelesaian peradilan tata usaha negara. wewenang peradilan. Dispensasi. Susunan. Dasar Penerapan Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik c. Delegatif. Pengertian Izin. Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik a. Kompetensi/Kewenangan : Atributif. Sumber Hukum Administrasi Mempelajari Sumber Materiil dan Formil Hukum Administrasi a. Pengertian Perundangan dan KTUN yang memuat pengaturan yang bersifat umum b. Lisensi dan Konsesi d. Administrasi dan Hukum Administrasi a. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Pengertian Sumber Hukum Materiil Hukum Administrasi c. Pengertian Hubungan antara Tingkatan dalam Pemerintahan b. Kedudukan. Hubungan antara Tingkatan Pemerintahan a. Pengertian dan Peristilahan Administrasi b. Sumber Hukum Formil (perbandingan) berdasarkan TAP MPR Nomor XX Tahun 1966 dan TAP MPR Nomor III/MPR/ 2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Perundang-undangan 4. Pengertian Rencana atau Het Plan 7. Pengerian dan Peristilahan Hukum Administrasi Negara/Hukum Tata Usaha Negara dalam Tata Hukum Indonesia 2. Ruang Lingkup Perbuatan Pemerintahan a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Peradilan Tata Usaha Negara Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dasar-dasar peradilan tata usaha negara yang meliputi aspek seperti objek. Azas-azas Umum Pemerintahan yang Baik di Indonesia 97    . Pengertian Hakikat Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik b. Pengertian Sumber Hukum Formil Hukum Administrasi d. Pengertian Peraturan-peraturan Kebijaksanaan c. Objek. Pengertian Perbuatan Pemerintahan b. Pengertian Susunan Pemerintahan Negara Indonesia dan Lembaga-lembaga Negara c. Mandat e. Pengertian Penyelenggara Pemerintahan Tingkat Pusat/Daerah 5. penyelesaian sengketa. ruang lingkup. Pengertian Sumber Hukum b. Pengertian Kedudukan dan Landasan Hukum Administrasi b. Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Administrasi 3. Pengertian Freies Ermessen e. Landasan dan Ruang Lingkup Hukum Administrasi a. Subjek. PTUN berdasar UU No. Ciri-Ciri KTUN (Beschikking) d. Sarana atau Instrumen Yuridis Tata Usaha Negara a.

Intervensi dalam Persidangan f. Pengertian Landasan Pembuatan KTUN c. Upaya administratif banding c. Upaya Peradilan dan Pengujian KTUN 12. Ketua. Pengajuan Gugatan Proforma proses penyusunannya 14. Ruang Lingkup.8. Permusyawaratan dan persiapan f. Dasar Hukum Peradilan Tata Usaha Negara 10. Permohonan Penundaan Pelaksanaan KTUN d. Tujuan. Perlawanan terhadap Penetapan Ketua Pengadilan h. Rangkap Jabatan dan Hakim Ad Hoc 11. Proses pengambilan Putusan b. Penetapan Susunan Hakim b. Pemeriksaan dengan Acara Biasa e. Pengertian Putusan Ganti Rugi. Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara b. Macam dan syarat Putusan Pengadilan c. Penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara a. Hakim dan Panitera Pengadilan d. Tenggang waktu dan biaya perkara e. Pengertian dan Praktek Pembuatan KTUN b. Sekretaris Pengadilan. Pengertian Hukum Acara b. Pokok Sengketa Peradilan Tata Usaha Negara a. Putusan Pengadilan pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Unsur-Unsur Dan Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengertian Gugatan b. Pelaksanaan Putusan Pengadilan d. Azas-Azas Pembuatan Keputusan Tata Usaha Negara a. PTUN yang berwenang e. Administratif dan Keberatan Administratif d. Pengertian Subjek. Objek. Susunan Pengadilan dan Tempat Kedudukan c. Pengertian Pembuatan Dokumen 9. Wakil Ketua. Prosedure/Proses Beracara pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Kuasa Hukum pihak-pihak yang bersengketa d. Pengertian Sengketa Tata Usaha Negara b. Pengetahuan Hakim d. Subjek pada HAPTUN c. Pembuktian pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Gugatan pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Penetapan Ketua Pengadilan terhadap gugatan berkenaan g. Pengajuan dan Alasan Gugatan c. Saksi c. Penilaian Hasil Pembuktian 16. Rehabilitasi 98    . Penetapan Hari Sidang dan pemanggilan c. Pemeriksaan dengan Acara Cepat 15. Mengadili 13. dan fungsi Peradilan Tata Usaha Negara b. Pengertian Kewenangan. Objek pada HAPTUN d. Kewenangan dan Susunan Peradilan Tata Usaha Negara a.Keterangan Ahli. Pengertian Alat Bukti b. Surat atau Tulisan.

Banding. Pengertian Peninjauan 99    .e. Pengertian dan proses pemeriksaan Kasasi c. Pengertian dan proses Banding b. Pemeriksaan Kasasi dan Peninjauan Kembali pada Peradilan Tata Usaha Negara a. Pengertian Putusan Kompensasi 17.

Kebudayaan Aceh a. Dampak dan Cara Penanggulangannya 4. Unsur-Unsurnya b. Definisi b. Etos Budayanya c. Unsur-Unsurnya b. Masalah Konflik Sosial 6. Gambaran Kebudayaan Indonesia 2. Kebudayaan Budha c. Etos Budayanya 8. Kebudayaan Jawa a. Dinamika Kebudayaan dan Dampaknya a. Kebudayaan Betawi a. Kebudayaan a. Etos Budayanya c. Etos Budayanya 7. Unsur-Unsurnya b. Faktor pendorong c. Kebudayaan Barat 5. Kebudayaan Islam d. Pengertian Kemajemukan Budaya b. Kebudayaan Hindu b. Unsur-Unsurnya b. Nama Mata Kuliah Tujuan Instruksional Umum (TIU) : : Pokok Bahasan 1. Manusia Indonesia dan Suku-Suku Bangsanya a. Pengertian b. Kebudayaan Minang a.Nama Program : Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Budaya Nusantara Membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang Keanekaragaman Kebudayaan yang ada di Indonesia. Wujud c. Unsur-unsur 3. Pengaruh Kebudayaan Timur dan Barat a. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Batak a. Etos Budayanya 9. Pengaruhnya Terhadap Kebudayaan Indonesia 100    .

Etos Budayanya 14. Etos Budayanya c. Bugis. Unsur-Unsurnya b. Etos Budayanya 17. Orang Tionghoa di Indonesia a. Nusa Tenggara Timur (Flores Dan Timor) a. Kebudayaan Sunda a. Unsur-Unsurnya b. Makasar. Toraja. Irian Barat / Papua a. Persamaan dan Perbedaannya dengan Kebudayaan Jawa 11. dan Mandar a. Kebudayaan Bali a. Kebudayaan Ambon a. Konflik Dayak dengan Madura 13.10. Tri Hita Karana 12. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Unsur-Unsurnya b. Etos Budayanya 15. Unsur-Unsurnya b. Kebudayaan Dayak a. Etos Budayanya 101    . Unsur-Unsurnya b. Etos Budayanya 16. Unsur-Unsurnya b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful