P. 1
Tugas Artikel TCP'IP

Tugas Artikel TCP'IP

|Views: 594|Likes:
Dipublikasikan oleh aripristiawan

More info:

Published by: aripristiawan on Oct 20, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2012

pdf

text

original

Sections

  • 2.3IP addresses
  • 2.4Class formats
  • 3.1Keuntungan TCP/IP
  • 3.2Peningkatan Tumpukan (Stack) TCP/IP
  • 3.3Utiliti-utiliti TCP/IP
  • 4.1Windows NT TCP/IP
  • 4.3NetBIOS via TCP/IP
  • 5.1Application Layer
  • 5.2Transport Layer
  • 5.3Internet Layer
  • 5.4Network Access Layer

AARRTTIIKKEELL

TTCCPP//IIPP ((TTRRAANNSSMMIISSSSIIOONN CCOONNTTRROOLL
PPRROOTTOOCCOOLL//IINNTTEERRNNEETT PPRROOTTOOCCOOLL))

Tugas

D
I
S
U
S
U
N
Oleh :

MUSNI HERIZAL SAPUTRA
Nim : 04110029

SEKOLAH TINGGI TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS AL MUSLIM
MATANG GLUMPANG DUA – BIREUEN
2007-2008

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam salawat serta salam semoga

dilimpahkan kepada Rasulullah SAW. Penulis bersyukur kepada Illahi Rabbi yang

telah memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada penulis sehingga Artikel yang

berjudul TCP/IPdapat terselesaikan.

Sayai menyadari bahwa dalam artikel ini masih banyak terdapat

kekurangan dan kekhilafan. Oleh karena atas segala kekurangan mohon

dimaafkan karena kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Kepada semua pihak yang telah membantu hingga artikel ini terselesaikan,

saya ucapkan terima kasih.

Kreung Geukueh, 02 Januari 2008

Penulis,

(Musni Herizal Saputra)

i

DAFTAR ISI

KATA PENGGANTAR…………………………………………………...... i

DAFTAR ISI……………………………………………………………….... ii

BAB I

KONSEP DASAR TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol)…………………………............. 1

BAB II

TCP/IP FUNDAMENTALS………………………………... 17

2.1OSI Seven Layer Model & Seminar Outline .. 18

2.2Definitions ............................. .................... 19

2.3IP addresses ........ 19

2.4Class formats .......... 19

BAB III

IMPLEMENTASI TCP/IP DI WINDOWS SERVER2003
………………………………………………………………... 33

3.1Keuntungan TCP/IP .... 33

3.2Peningkatan Tumpukan (Stack) TCP/IP ........................ 35

3.3Utiliti-utiliti TCP/IP ... 36

BAB IV

PENGANTAR KONSEP DAN APLIKASI TCP/IP PADA

WINDOWS NT SERVER………………………………….. 37

4.1Windows NT TCP/IP ..... 37

4.2TCP ............ 37

4.3NetBIOS via TCP/IP .......... 44

BAB V

THE TCP/IP MODEL……………………………………... 51

5.1Application Layer ......... 51

5.2Transport Layer ................ 51

5.3Internet Layer ................... 51

5.4Network Access Layer . 52

REFERENSI

ii

BAB I

Konsep Dasar TCP/IP
(Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

TCP/IP merupakan dasar dari segalanya, tanpa mempelajari TCP/PI

kemungkinan kita tidak dapat melakah maju di dunia pehackingan. Dengan kata

lain, TCP/IP merupakan awal dari segalanya. Banyak orang yg menyepelekan

pentingnya mempelajari TCP/IP, mereka mengaku dirinya "hacker" tetapi tidak

mengerti sama sekali apa itu TCP/IP. Merasa hacker hanya apabila bisa mencrash

ataupun menjebol server, tetapi sebetulnya bukan itulah maksud dari segala itu.

Hacker itu adalah orang yg haus akan pengetahuan, bukan haus akan

penghancuran. Untuk menjadi hacker dibutuhkan kerja keras, semangat, motivasi

yg tinggi serta pemahaman seluk-beluk internet itu sendiri, tanpa hal-hal tersebut

mustahil anda dapat menjadi seorang hacker yang tangguh.

TCP/IP adalah salah satu jenis protocol yg memungkinkan kumpulan

komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu network

(jaringan). Merupakan himpunan aturan yg memungkinkan komputer untuk

berhubungan antara satu dengan yg lain, biasanya berupa bentuk / waktu / barisan

/ pemeriksaan error saat transmisi data.

A.

Apa yg membuat TCP/IP menjadi penting ?

Karena TCP/IP merupakan protokol yg telah diterapkan pada hampir semua

perangkat keras dan sistem operasi. Tidak ada rangkaian protokol lain yg tersedia

pada semua sistem berikut ini :

a. Novel Netware.

b. Mainframe IBM.

c. Sistem digital VMS.

d. Server Microsoft Windows NT

e. Workstation UNIX, LinuX, FreeBSD

f. Personal komputer DOS.

1

B.

Bagaimana awalnya keberadaan TCP/IP ?

Konsep TCP/IP berawal dari kebutuhan DoD (Departement of Defense)

AS akan suatu komunikasi di antara berbagai variasi komputer yg telah ada.

Komputer-komputer DoD ini seringkali harus berhubungan antara satu organisasi

peneliti dg organisasi peneliti lainnya, dan harus tetap berhubungan sehingga

pertahanan negara tetap berjalan selama terjadi bencana, seperti ledakan nuklir.

Oleh karenanya pada tahun 1969 dimulailah penelitian terhadap serangkaian

protokol TCP/IP. Di antara tujuan-tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.Terciptanya protokol-protokol umum, DoD memerlukan suatu protokol yg

dapat ditentukan untuk semua jaringan.

2.Meningkatkan efisiensi komunikasi data.

3.Dapat dipadukan dengan teknologi WAN (Wide Area Network) yg telah ada.

4.Mudah dikonfigurasikan.

Tahun 1968 DoD ARPAnet (Advanced Reseach Project Agency) memulai

penelitian yg kemudian menjadi cikal bakal packet switching . Packet switching

inilah yg memungkinkan komunikasi antara lapisan network (dibahas nanti)

dimana data dijalankan dan disalurkan melalui jaringan dalam bentuk unit-unit

kecil yg disebut packet*. Tiap-tiap packet ini membawa informasi alamatnya

masing-masing yg ditangani dengan khusus oleh jaringan tersebut dan tidak

tergantung dengan paket-paket lain. Jaringan yg dikembangkan ini, yg

menggunakan ARPAnet sebagai tulang punggungnya, menjadi terkenal sebagai

internet.

Protokol-protokol TCP/IP dikembangkan lebih lanjut pada awal 1980 dan

menjadi protokol-protokol standar untuk ARPAnet pada tahun 1983. Protokol-

protokol ini mengalami peningkatan popularitas di komunitas pemakai ketika

TCP/IP digabungkan menjadi versi 4.2 dari BSD (Berkeley Standard Distribution)

UNIX. Versi ini digunakan secara luas pada institusi penelitian dan pendidikan

dan digunakan sebagai dasar dari beberapa penerapan UNIX komersial, termasuk

SunOS dari Sun dan Ultrix dari Digital. Karena BSD UNIX mendirikan hubungan

2

antara TCP/IP dan sistem operasi UNIX, banyak implementasi UNIX sekarang

menggabungkan TCP/IP.

Unit informasi yg mana jaringan berkomunikasi. Tiap-tiap paket berisi

identitas (header) station pengirim dan penerima, informasi error- control,

permintaan suatu layanan dalam lapisan network, informasi bagaimana menangani

permintaan dan sembarang data penting yg harus ditransfer.

C.

Layanan apa saja yg diberikan oleh TCP/IP ?

Berikut ini adalah layanan "tradisional" yg dilakukan TCP/IP :

a.Pengiriman file (file transfer). File Transfer Protokol (FTP)

memungkinkan pengguna komputer yg satu untuk dapat mengirim

ataupun menerima file ke komputer jaringan. Karena masalah keamanan

data, maka FTP seringkali memerlukan nama pengguna (user name) dan

password, meskipun banyak juga FTP yg dapat diakses melalui

anonymous, alias tidak berpassword. (lihat RFC 959 untuk spesifikasi

FTP)

b.Remote login. Network terminal Protokol (telnet) memungkinkan

pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer

didalam suatu jaringan. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan

komputernya sebagai perpanjangan tangan dari computer jaringan

tersebut.( lihat RFC 854 dan 855 untuk spesifikasi telnet lebih lanjut)

c.Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem elektronik mail.

(lihat RFC 821 dan 822)

d.Network File System (NFS). Pelayanan akses file-file jarak jauh yg

memungkinkan klien-klien untuk mengakses file-file pada komputer

jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan secara lokal. (lihat

RFC 1001 dan 1002 untuk keterangan lebih lanjut)

e.remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan

suatu program didalam komputer yg berbeda. Biasanya berguna jika

pengguna menggunakan komputer yg terbatas, sedangkan ia memerlukan

3

sumber yg banyak dalam suatu system komputer. Ada beberapa jenis

remote execution, ada yg berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yg

dapat dijalankan dalam system komputer yg sama dan ada pula yg

menggunakan "prosedure remote call system", yg memungkinkan program

untuk memanggil subroutine yg akan dijalankan di system komputer yg

berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah "rsh" dan

"rexec")

f.name servers. Nama database alamat yg digunakan pada internet (lihat

RFC 822 dan 823 yg menjelaskan mengenai penggunaan protokol name

server yg bertujuan untuk menentukan nama host di internet.)

RFC (Request For Comments) adalah merupakan standar yg digunakan

dalam internet, meskipun ada juga isinya yg merupakan bahan diskusi ataupun

omong kosong belaka. Diterbitkan oleh IAB (Internet Activities Board) yg

merupakan komite independen para peneliti dan profesional yg mengerti teknis,

kondisi dan evolusi sistem internet. Sebuah surat yg mengikuti nomor RFC

menunjukan status RFC :

S : standard, standar resmi bagi internet

DS : Draft standard, protokol tahap akhir sebelum disetujui sebagai standar

PS : Proposed Standard, protokol pertimbangan untuk standar masa depan

I

: Informational, berisikan bahan-bahan diskusi yg sifatnya informasi

E : Experimental, protokol dalam tahap percobaan tetapi bukan pada jalur

standar.

H : Historic, protokol-protokol yg telah digantikan atau tidak lagi

dipertimbankan utk standarisasi.

D.

Bagaimanakah bentuk arsitektur dari TCP/IP itu ?

Dikarenakan TCP/IP adalah serangkaian protokol di mana setiap protokol

melakukan sebagian dari keseluruhan tugas komunikasi jaringan, maka tentulah

implementasinya tak lepas dari arsitektur jaringan itu sendiri. Arsitektur rangkaian

4

protokol TCP/IP mendifinisikan berbagai cara agar TCP/IP dapat saling

menyesuaikan.

Karena TCP/IP merupakan salah satu lapisan protokol OSI * (Open

System Interconnections), berarti bahwa hierarki TCP/IP merujuk kepada 7

lapisan OSI tersebut. Berikut adalah model referensi OSI 7 lapisan, yg mana

setiap lapisan menyediakan tipe khusus pelayanan jaringan :

Peer process
|Application layer |<----------------->|Application layer |
|Presentation layer|<----------------->|Presentation layer|
|Session layer |<----------------->|Session layer |
|Transport layer |<----------------->|Transport layer |
|Network layer |<----------------->|Network layer |
|Data link layer |<----------------->|Data link layer |
|Physical layer |<----------------->|Physical layer |

Tiga lapisan teratas biasa dikenal sebagai "upper lever protocol"

sedangkan empat lapisan terbawah dikenal sebagai "lower level protocol". Tiap

lapisan berdiri sendiri tetapi fungsi dari masing-masing lapisan bergantung dari

keberhasilan operasi layer sebelumnya. Sebuah lapisan pengirim hanya perlu

berhubungan dengan lapisan yang sama di penerima (jadi misalnya lapisan data

link penerima hanya berhubungan dengan data link pengirim) selain dengan satu

layer di atas atau dibawahnya (misalnya lapisan network berhubungan dengan

lapisan transport diatasnya atau dengan lapisan data link dibawahnya).

Model dengan menggunakan lapisan ini merupakan sebuah konsep yg

penting karena suatu fungsi yg rumit yg berkaitan dengan komunikasi dapat

dipecahkan menjadi sejumlah unit yg lebih kecil. Tiap lapisan bertugas

memberikan layanan tertentu pada lapisan diatasnya dan juga melindungi lapisan

diatasnya dari rincian cara pemberian layanan tersebut. Tiap lapisan harus

transparan sehingga modifikasi yg dilakukan atasnya tidak akan menyebabkan

perubahan pada lapisan yang lain. Lapisan menjalankan perannya dalam

pengalihan data dengan mengikuti peraturan yang berlaku untuknya dan hanya

berkomunikasi dengan lapisan yang setingkat. Akibatnya sebuah layer pada satu

sistem tertentu hanya akan berhubungan dengan lapisan yang sama dari sistem

5

yang lain. Proses ini dikenal sebagai "Peer process". Dalam keadaan sebenarnya

tidak ada data yang langsung dialihkan antar lapisan yang sama dari dua sistem

yang berbeda ini. Lapisan atas akan memberikan data dan kendali ke lapisan

dibawahnya sampai lapisan yang terendah dicapai. Antara dua lapisan yang

berdekatan terdapat "interface" (antarmuka). Interface ini mendifinisikan operasi

dan layanan yang diberikan olehnya ke lapisan lebih atas. Tiap lapisan harus

melaksanakan sekumpulan fungsi khusus yang dipahami dengan sempurna.

Himpunan lapisan dan protokol dikenal sebagai "arsitektur jaringan".

Pengendalian komunikasi dalam bentuk lapisan menambah overhead

karena tiap lapisan berkomunikasi dengan lawannya melalui "header". Walaupun

rumit tetapi fungsi tiap lapisan dapat dibuat dalam bentuk modul sehingga

kerumitan dapat ditanggulangi dengan mudah.Disini kita tidak akan membahas

model OSI secara mendalam secara keseluruhannya, karena protokol TCP/IP

tidak mengikuti benar model referensi OSI tersebut. Walaupun demikian, TCP/IP

model akan terlihat seperti ini :

=========================================
|Application layer | |
|Presentation layer | Application layer |
|Session layer | |
|===================|===================|
|Transport layer | Transport layer/ |
| | Host to host |
|=======================================|
|Network layer | Network layer/ |
| | internet layer |
|===================|===================|
|Data Link layer | Network access |
|Physical layer | |
|===================|===================|
Model OSI

model internet

6

Sekarang mari kita bahas keempat lapisan tersebut.

a.Network Access

Lapisan ini hanya menggambarkan bagaimana data dikodekan menjadi sinyal-

sinyal dan karakteristik antarmuka tambahan media.

b.Internet layer/ network layer

Untuk mengirimkan pesan pada suatu internetwork (suatu jaringan yang

mengandung beberapa segmen jaringan), tiap jaringan harus secara unik

diidentifikasi oleh alamat jaringan. Ketika jaringan menerima suatu pesan dari

lapisan yang lebih atas, lapisan network akan menambahkan header pada

pesan yang termasuk alamat asal dan tujuan jaringan. Kombinasi dari data dan

lapisan network disebut "paket". Informasi alamat jaringan digunakan untuk

mengirimkan pesan ke jaringan yang benar, setelah pesan tersebut sampai

pada jaringan yg benar, lapisan data link dapat menggunakan alamat node

untuk mengirimkan pesan ke node tertentu.

_____

_____

|=====|

|=====| ################### end nodes

\-----/ \-----/

# #

|===| |===|

# #

|

|

# #

---|---------- |---- # routers

# #

|

# #

#

#

|

# #

#

#

|=---=| #

#

#

#

|=---=|

#

#

#

|

#

_____

_____

komputer *******

# |=====| |=====|
Lainnya --- * token * -----|=---=| \-----/ \-----/
* ring *

|=---=|

|===|

|===|

*******

|

|

|

|

-|-------- |---------|---------

-----
|
Komputer
Lainnya

Meneruskan paket ke jaringan yang benar disebut "routing" dan peralatan

yang meneruskan paket adalah "routers". Suatu antar jaringan mempunyai dua

tipe node :

7

-"End nodes", menyediakan pelayanan kepada pemakai. End nodes

menggunakan lapisan network utk menambah informasi alamat jaringan

kepada paket, tetapi tidak melakukan routing. End nodes kadang-kadang

disebut "end system" (istilah OSI) atau "host" (istilah TCP/IP)

-Router memasukan mekanisme khusus untuk melakukan routing. Karena

routing merupakan tugas yg kompleks, router biasanya merupakan

peralatan tersendiri yg tidak menyediakan pelayanan kepada pengguna

akhir. Router kadang-kadang disebut "intermediate system" (istilah OSI)

atau "gateway" (istilah TCP/IP).

Selain itu juga lapisan ini bertanggung jawab untuk pengiriman data

melalui antar jaringan. Protokol lapisan intenet yang utama adalah internet

protokol, IP (RFC 791, lihat juga RFC 919, 922,950). IP menggunakan protokol-

protokol lain untuk tugas-tugas khusus internet. ICMP(dibahas nanti) digunakan

untuk mengirimkan pesan-pesan ke lapisan host ke host. Adapun fungsi IP :

1.Pengalamatan

2.Fragmentasi datagram pada antar jaringan

3.Pengiriman datagram pada antar jaringan

4.Transport layer /host to host

Salah satu tanggung jawab lapisan transport adalah membagi pesan-pesan

menjadi fragment-fragment yang cocok dengan pembatasan ukuran yg dibentuk

oleh jaringan. Pada sisi penerima, lapisan transport menggabungkan kembali

fragment untuk mengembalikan pesan aslinya, sehingga dapat diketahui bahwa

lapisan transport memerlukan proses khusus pada satu komputer ke proses yg

bersesuaian pada komputer tujuan. Hal ini dikenal sebagai Service Access Point

(SAP) ID kepada setiap paket (berlaku pada model OSI, istilah TCP/IP untuk SAP

ini disebut port *).

Mengenali pesan-pesan dari beberapa proses sedemikian rupa sehingga

pesan tersebut dikirimkan melalui media jaringan yg sama disebut multiplexing .

8

Prosedur mengembalikan pesan dan mengarahkannya pada proses yg benar

disebut demultiplexing . Tanggung javab lapisan transport yg paling berat dalam

hal pengiriman pesan adalah mendeteksi kesalahan dalam pengiriman data

tersebut. Ada dua kategori umum deteksi kesalahan dapat dilakukan oleh lapisan

transport :

a.Reliable delivery, berarti kesalahan tidak dapat terjadi, tetapi kesalahan

akan dideteksi jika terjadi. Pemulihan kesalahan dilakukan dengan jalan

memberitahukan lapisan atas bahwa kesalahan telah terjadi dan meminta

pengirimna kembali paket yg kesalahannya terdeteksi.

b.Unreliable delivery, bukan berarti kesalahan mungkin terjadi, tetapi

menunjukkan bahwa lapisan transport tidak memeriksa kesalahan tersebut.

Karena pemeriksaan kesalahan memerlukan waktu dan mengurangi

penampilan jaringan. Biasanya kategori ini digunakan jika setiap paket

mengandung pesan yg lengkap, sedangkan reliable delivery, jika

mengandung banyak paket. Unreliable delivery, sering disebut datagram

delivery dan paket-paket bebas yg dikerimkan dengan cara ini sering

disebut datagram .

Karena proses lapisan atas (application layer) memiliki kebutuhan yg

bervariasi, terdapat dua protokol lapisan transport /host to host, TCP dan UDP.

TCP adalah protokol yg handal. Protokol ini berusaha secara seksama untuk

mengirimkan data ke tujuan, memeriksa kesalahan, mengirimkan data ulang bila

diperlukan dan mengirimkan error ke lapisan atas hanya bila TCP tidak berhasil

mengadakan komunikasi (dibahas nanti). Tetapi perlu dicatat bahwa kehandalan

TCP tercapai dengan mengorbankan bandwidth jaringan yg besar.

UDP (User Datagram Protocol) disisi lain adalah protokol yg tidak handal.

Protokol ini hanya semampunya saja mengirimkan data. UDP tidak akan

berusaha untuk mengembalikan datagram yg hilang dan proses pada lapisan atas

harus bertanggung jawab untuk mendeteksi data yg hilang atau rusak dan

mengirimkan ulang data tersebut bila dibutuhkan.

9

c.Application layer, Lapisan inilah biasa disebut lapisan akhir (front end)

atau bisa disebut user program. Lapisan inilah yg menjadi alasan

keberadaan lapisan sebelumnya. Lapisan sebelumnya hanya bertugas

mengirimkan pesan yg ditujukan utk lapisan ini. Di lapisan ini dapat

ditemukan program yg menyediakan pelayanan jaringan, seperti mail

server (email program), file transfer server (FTP program), remote

terminal.

Token Ring merupakan teknologi LAN data link yg didefinisikan oleh

IEEE 802.4 dimana sistem dihubungkan satu sama lain dengan menggunakan

segmen kabel twisted-pair point-to-point untuk membentuk suatu struktur ring.

Sebuah sistem diijinkan untuk mengirim hanya bila sistem tersebut memiliki

token (data unit khsusus yg digunakan bersama-sama) yg akan dilewarkan dari

satu sistem ke sistem lain sekitar ring.

Komputer port adalah tempat adalah tempat dimana informasi masuk dan

keluar. Di PC contohnya monitor sebagai keluaran informasi, keyboard dan

mouse sebagai masukan informasi. Tetapi dalam istilah internet, port berbentuk

virtual (software) bukan berbentuk fisik seperti RS232 serial port (utk koneksi

modem).

E.

Bagaimana TCP dan IP bekerja ?

Seperti yg telah dikemukakan diatas TCP/IP hanyalah merupakan suatu lapisan

protokol(penghubung) antara satu komputer dg yg lainnya dalam network,

meskipun ke dua komputer tersebut memiliki OS yg berbeda. Untuk mengerti

lebih jauh marilah kita tinjau pengiriman sebuah email.Dalam pengiriman email

ada beberapa prinsip dasar yg harus dilakukan. Pertama, mencakup hal-hal umum

berupa siapa yg mengirim email, siapa yg menerima email tersebut serta isi dari

email tersebut. Kedua, bagaimana cara agar email tersebut sampai pada

tujuannya.Dari konsep ini kita dapat mengetahui bahwa pengirim email

memerlukan "perantara" yg memungkinkan emailnya sampai ke tujuan (seperti

layaknya pak pos). Dan ini adalah tugas dari TCP/IP. Antara TCP dan IP ada

pembagian tugas masing-masing.

10

TCP merupakan connection-oriented, yg berarti bahwa kedua komputer

yg ikut serta dalam pertukaran data harus melakukan hubungan terlebih dulu

sebelum pertukaran data ( dalam hal ini email) berlangsung. Selain itu TCP juga

bertanggung jawab untuk menyakinkan bahwa email tersebut sampai ke tujuan,

memeriksa kesalahan dan mengirimkan error ke lapisan atas hanya bila TCP tidak

berhasil melakukan hubungan (hal inilah yg membuat TCP sukar untuk

dikelabuhi). Jika isi email tersebut terlalu besar untuk satu datagram * , TCP akan

membaginya kedalam beberapa datagram. IP bertanggung jawab setelah

hubungan berlangsung, tugasnya adalah untuk meroute data packet . didalam

network. IP hanya bertugas sebagai kurir dari TCP dalam penyampaian datagram

dan "tidak bertanggung jawab" jika data tersebut tidak sampai dengan utuh (hal

ini disebabkan IP tidak memiliki informasi mengenai isi data yg dikirimkan) maka

IP akan mengirimkan pesan kesalahan ICMP*. Jika hal ini terjadi maka IP hanya

akan memberikan pesan kesalahan (error message) kembali ke sumber data.

Karena IP "hanya" mengirimkan data "tanpa" mengetahui mana data yg akan

disusun berikutnya menyebabkan IP mudah untuk dimodifikasi daerah "sumber

dan tujuan" datagram. Hal inilah penyebab banyak paket hilang sebelum sampai

kembali ke sumber awalnya. (jelas ! sumber dan tujuannya sudah dimodifikasi)

Kalimat Datagram dan paket sering dipertukarkan penggunaanya. Secara

teknis, datagram adalah kalimat yg digunakan jika kita hendak menggambarkan

TCP/IP. Datagram adalah unit dari data, yg tercakup dalam protokol.

ICPM adalah kependekan dari Internet Control Message Protocol yg

bertugas memberikan pesan dalam IP. Berikut adalah beberapa pesan potensial

sering timbul (lengkapnya lihat RFC 792):

a.Destination unreachable, terjadi jika host,jaringan,port atau protokol
tertentu tidak dapat dijangkau.
b.Time exceded, dimana datagram tidak bisa dikirim karena time to live

habis.

c.Parameter problem, terjadi kesalahan parameter dan letak oktert dimana
kesalahan terdeteksi.

11

d.Source quench, terjadi karena router/host tujuan membuang datagram
karena batasan ruang buffer atau karena datagram tidak dapat diproses.
e.Redirect, pesan ini memberi saran kepada host asal datagram mengenai
router yang lebih tepat untuk menerima datagram tsb.
f.Echo request dan echo reply message, pesan ini saling mempertukarkan
data antara host.

Selain RFC 792 ada juga RFC 1256 yg isinya berupa ICMP router

discovery message dan merupakan perluasan dari ICMP, terutama membahas

mengenai kemampuan bagi host untuk menempatkan rute ke gateway.

F.

Bagaimanakah bentuk format header protokol UDP,TCP,IP ?

1.UDP

UDP memberikan alternatif transport untuk proses yg tidak membutuhkan

pengiriman yg handal. Seperti yg telah dibahas sebelumnya, UDP merupakan

protokol yg tidak handal, karena tidak menjamin pengiriman data atau

perlindungan duplikasi. UDP tidak mengurus masalah penerimaan aliran data dan

pembuatan segmen yg sesuai untuk IP.Akibatnya, UDP adalah protokol sederhana

yg berjalan dengan kemampuan jauh dibawah TCP. Header UDP tidak

mengandung banyak informasi, berikut bentuk headernya :

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+ Source Port + Destination Port +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+ Length + Checksum +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Source port, adalah port asal dimana system mengirimkan datagram.

Destination port, adalah port tujuan pada host penerima.

Length, berisikan panjang datagram dan termasuk data.

Checksum, bersifat optional yg berfungsi utk meyakinkan bahwa data tidak akan

mengalami rusak (korup)

2.TCP

Seperti yg telah dibahas sebelumnya, TCP merupakan protokol yg handal dan

bertanggung jawab untuk mengirimkan aliran data ke tujuannya secara handal dan

12

berurutan. Untuk memastikan diterimanya data, TCP menggunakan nomor urutan

segmen dan acknowlegement (jawaban). Misalkan anda ingin mengirim file

berbentuk seperti berikut :

TCP kemudian akan memecah pesan itu menjadi beberapa datagram

(untuk melakukan hal ini, TCP tidak mengetahui berapa besar datagram yg bisa

ditampung jaringan. Biasanya, TCP akan memberitahukan besarnya datagram yg

bisa dibuat, kemudian mengambil nilai yg terkecil darinya, untuk memudahkan).

TCP kemudian akan meletakan header di depan setiap datagram tersebut.

Header ini biasanya terdiri dari 20 oktet, tetapi yg terpenting adalah oktet ini

berisikan sumber dan tujuan nomor port (port number) dan nomor urut

(sequence number) . Nomor port digunakan untuk menjaga data dari banyaknya

data yg lalu lalang. Misalkan ada 3 orang yg mengirim file. TCP anda akan

mengalokasikan nomor port 1000, 1001, dan 1002 untuk transfer file. Ketika

datagram dikirim, nomor port ini menjadi sumber port (source port) number

untuk masing-masing jenis transfer. Yg perlu diperhatikan yaitu bahwa TCP perlu

mengetahui juga port yg dapat digunakan oleh tujuan (dilakukan diawal

hubungan). Port ini diletakan pada daerah tujuan port (destination port) . Tentu

saja jika ada datagram yg kembali, maka source dan destination portnya akan

terbalik, dan sejak itu port anda menjadi destination port dan port tujuan menjadi

source port.

Setiap datagram mempunyai nomor urut (sequence number) masing-

masing yg berguna agar datagram tersebut dapat tersusun pada urutan yg benar

dan agar tidak ada datagram yg hilang. TCP tidak memberi nomor datagram,

tetapi pada oktetnya. Jadi jika ada 500 oktet data dalam setiap datagram, datagram

yg pertama mungkin akan bernomor urut 0, kedua 500, ketiga 1000, selanjutnya

1500 dan eterusnya. Kemudian semua susunan oktet didalam datagram akan

diperiksa keadaannya benar atau salah, dan biasa disebut dg checksum .

Hasilnya kemudian diletakan ke header TCP. Yg perlu diperhatikan ialah bahwa

checksum ini dilakukan di kedua komputer yg melakukan hubungan. Jika nilai

keberadaan susunan oktet antara satu checksum dg checksum yg lain tidak sama,

13

maka sesuatu yg tidak diinginkan akan terjadi pada datagram tersebut, yaitu

gagalnya koneksi (lihat bahasan sebelumnya). Jadi inilah bentuk datagram

tersebut:

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+ Source Port + Destination port +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+ Sequence number +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+ Acknowledgment number +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+ Data +

|U|A|P|R|S|F|

+

+ offset+ Reserved |R|C|S|S|Y|I| Window +
+

+

|G|K|H|T|N|N|

+
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+ Checksum | Urgent pointer +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+ data anda ------ sampai 500 oktet berikut +

Jika kita misalkan TCP header sebagai , maka seluruh file akan berbentuk
sebagai berikut :
T---- T---- T---- T---- T---- T---- T---- T---- T---- T---- T----

Ada beberapa bagian dari header yg belum kita bahas. Biasanya bagian header ini

terlibat sewaktu hubungan berlangsung.

-Seperti 'acknowledgement number' misalnya, yg bertugas untuk menunggu

jawaban apakah datagram yg dikirim sudah sampai atau belum. Jika tidak

ada jawaban (acknowledgement) dalam batas waktu tertentu, maka data

akan dikirim lagi.

-Window berfungsi untuk mengontrol berapa banyak data yg bisa singgah

dalam satu waktu. Jika Window sudah terisi, ia akan segera langsung

mengirim data tersebut dan tidak akan menunggu data yg terlambat,

karena akan menyebabkan hubungan menjadi lambat.

-Urgent pointer menunjukan nomor urutan oktet menyusul data yg

mendesak. Urgent pointer adalah bilangan positif berisi posisi dari nomor

urutan pada segmen. Reserved selalu berisi nol. Dicadangkan untuk

penggunaan mendatang.

14

-Control bit (disamping kanan reserved, baca dari atas ke bawah). Ada

enam kontrol bit :

a.URG, Saat di set 1 ruang urgent pointer memiliki makna, set 0 diabaikan.

b.ACK saat di set ruang acknowledgement number memiliki arti.

c.PSH, memulai fungsi push.

d.RST, memaksa hubungan di reset.

e.SYN, melakukan sinkronisasi nomor urutan untuk hubungan. Bila diset maka

hubungan di buka.

f.FIN, hubungan tidak ada lagi.

3.IP

TCP akan mengirim setiap datagram ke IP dan meminta IP untuk

mengirimkannya ke tujuan(tentu saja dg cara mengirimkan IP alamat tujuan).

Inilah tugas IP sebenarnya. IP tidak peduli apa isi dari datagram, atau isi dari TCP

header. Tugas IP sangat sederhana, yaitu hanya mengantarkan datagram tersebut

sampai tujuan (lihat bahasan sebelumnya). Jika IP melewati suatu gateway, maka

ia kemudian akan menambahkan header miliknya. Hal yg penting dari header ini

adalah source address dan Destination address , protocol number dan

checksum . source address adalah alamat asal datagram. Destination
address adalah alamat tujuan datagram (ini penting agar gateway mengetahui ke

mana datagram akan pergi). Protocol number meminta IP tujuan untuk

mengirim datagram ke TCP. Karena meskipun jalannya IP menggunakan TCP,

tetapi ada juga protokol tertentu yg dapat menggunakan IP, jadi kita harus

memastikan IP menggunakan protokol apa untuk mengirim datagram tersebut.

Akhirnya, checksum akan meminta IP tujuan untuk meyakinkan bahwa header

tidak mengalami kerusakan. Yang perlu dicatat yaitu bahwa TCP dan IP

menggunakan checksum yang berbeda. Berikut inilah tampilan header IP :

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++
+ version + IHL + Type of Service + Total Length +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++

15

+ identification + Flag + Fragment Offset +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++
+ Time to live + Protocol + Header Checksum +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++
+ Source Address +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++
+ Destination Address +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++
+ TCP header, kemudian data ------- +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++

Jika kita misalkan IP header sebagai , maka file sekarang akan berbentuk :

IT---- IT---- IT---- IT----- IT----- IT----- IT----- IT----

16

BAB II

TCP/IP FUNDAMENTALS

2.1

OSI Seven Layer Model & Seminar Outline

This seminar will present TCP/IP communications starting from Layer 2 up to

Layer 4 (TCP/IP applications cover Layers 5-7)

•IP Addresses

•Data Link Layer

oNetwork Frames

oAddress Resolution Protocol

•Network Layer

oInternet Protocol

oIP Routing

oICMP Error Reporting

17
0

•Transport Layer

oUser Datagram Protocol

oTransmission Control Protocol

•Session through Application Layers

oDomain Name System

•Final example tracing DNS transaction through a router

2.2

Definitions

vPhysical network - a collection of computers, communications devices,

wiring, etc. that communicate directly with one another (e.g., Ethernet, Token

Ring)

vHost - A computer, connected to a physical network, that exchanges

information with another computer via TCP/IP

vGateway - A computer that interconnects two or more physical networks and

that routes TCP/IP information among those networks (accurately referred to

as arouter)

18

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->