INTEGRASI NASIONAL

Indonesia : bangsa majemuk. 1.860.359,67 Km2 220.953.634 Jiwa 583 Bahasa/Dialek 5 Agama (resmi) 18.000 Pulau 33 Provinsi 349 Kabupaten 91 Kota 5.263 Kecamatan 7.123 Kelurahan 62.806 Desa (atau sebutan lain) Komposisi Etnis (Pangkakaisa Research, 1974) Jawa Sunda Madura Minangkabau Bugis Batak Bali Cina/Tionghoa : 2,7% 24 Suku lain2 : 20,7 Untuk apa bersatu? Indonesia tercipta bukan karena ada bangsa yang bernama indonesia . Negara-negara baru di Asia dan Afrika yang terbentuk pasca PD II, pada umumnya mempunyai batas-batas wilayah peninggalan negara kolonial Barat. Masalah Pokok dalam integrasi Indonesia (Koentjaraningrat, 1982:345-346) 1. Mempersatukan Aneka Warna suku bangsa. 2. Hubungan antar Umat beragama 3. Hubungan mayoritas-minoritas 4. Integrasi Kebudayaan di Irian Jaya dengan Kebudayaan Indonesia*) *) teks asli masih termasuk dengan Timor-Timur Perlu mempelajari proses interaksi antar suku bangsa di Indonesia. Interaksi sosial merupakan perwujudan proses sosial yang dinamis. Bentuk : kerjasama, persaingan, pertentangan, akomodasi, asimilasi, akulturasi dan integrasi. Stereotype Etnik atau gambaran subjektif teradap etnik lain (terutama yang negatif) & Prejudice (Prasangka) Etnik menghambat interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat yang multi etnik. Lyoid Warner (1978) : Etnik menunjuk pada individu-individu guna mempertimbangkan dimanakah seseorang atau dirinya termasuk atau dimasukkan sebagai anggotanya, didsrkan atas latar belakang kebudayaan Etnik lebih bersifat sosio-kultural dari pada yang berkaitan dengan ras. : 45,8% : 14,1% : 7,1% : 3,3% : 2,5% : 2,0% : 1,8%

Perlunya mengkaji apakah integrasi tersebut bersifat agreement (permufakatan) congruency (penyesuaian) ataukah terjadi disagreement discrepancy (ketidaksesuaian) . Arti minoritas tidak selalu tepat jika dikaitkan dengan variabel ras. Hubungan Antar Umat ber-Agama Weber : agama sebagai alat integrasi masyarakat melalui simbol dan ritus-ritus yang dimiliki. Seringkali dikaitkan dengan kehadiran etnis Cina di Indonesia. Geertz : agama bukan hanya alat integrasi tetapi juga bisa menyebabkan disintegrasi. hubungan darah. Mayoritas Elite Primordialisme (Geertz) Rasa keterikatan terhadap golongan tertentu. karena ras. Paradigma Kelompok Dominan dan Subordinat Kelompok Dominan Jumlah Kelompok A Kelompok B + Kekuasaan + + Kelompok Subordinat Jumlah Kelompok C Kelompok D + Kekuasaan Subjek Massa Gol. Minoritas Gol. bahasa. (Hari Poerwanto. Akhirnya . Integrasi mengandung kendala psikologis.Mayoritas Minoritas Konotasi minoritas lebih dikaitkan dengan jumlah mereka yang lebih kecil daripada beberapa suku bangsa yang ada di Indonesia. 2006) Louis Wirth (1943) : kehadiran golongan minoritas tidak terlepas dari adanya kelompok dominan yang mempunyai kedudukan lebih tinggi dan memiliki hak-hak istimewa (privileges). antara lain berkaitan dengan tingkat kepuasan tertentu darisuatu sukubangsa atau golongan. adat istiadat dan agama.

Cina. atas sesama warga negara  Kamus Italia : birokrasi sebagai suatu kata baru yang artinya kekuasaan pejabat  Kelompok Kiri Radikal : sarana efektif yang mampu membantu kelompok-kelompok kuat untuk mendominasi kelompok-kelompok lemah sehingga melahirkan alienasi dan dengan demikian membahayakan proses demokrasi Peter M.BIROKRASI EKO I.formulir yang panjang . SURVIANTO ekkoinpras@yahoo.co.44 8.18 7.91 8.dll.id  Birokrasi dalam bahasa awam : .inefisiensi & inefektivitas pemerintahan .dipingpong ke berbagai tempat . . Romawi.83 7. Blau  Birokrasi pada dasarnya adalah sebuah tipe organisasi yang dirancang untuk mengerjakan tugas-tugas administrasi dalam skala besar dengan cara mengkoordinasi tugas-tugas secara sistematis  Birokrasi bukan fenomena baru.20 Keterangan Terburuk #3 di Asia Terburuk #4 di Asia Terburuk #5 di Asia Terburuk #5 di Asia Terburuk #3 di Asia Terburuk #2 di Asia  Kamus Akademi Prancis : kekuasaan atau pengaruh dari para kepala biro dan staf biro pemerintahan  Kamus Jerman: wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen pemerintah dan vabang-cabangnya memperebutkan sesuatu untuk diri mereka sendiri. sudah ada dalam bentuk yang sederhana sejak beriburibu tahun lalu di Mesir.  Sistem kapitalistik ikut mendorong lebih jauh perkembangan birokrasi.75 8.  Biro = Bureau (meja tulis) Cracy = aturan Kualitas Birokrasi di Indonesia (Survey of Political and Economic Risk Consultacy thdp 1000 ekspatriat di Asia tahun 2006) No 1 2 3 4 5 6 7 Tahun 1997 1998 1999 2000 2001 2004 2006 Nilai 8.16 7.

7. 8.Sumbangan WEBER  Tindakan manusia harus berdasarkan Rasionalitas (RATIONALITY)  Tindakan Rasional Tindakan mencapai tujuan secara efektif dan efisien tanpa menabrak/berbenturan dengan kondisi kultural maupun kondisi situasional. Cultural Conditions (norms & values) Mean 1 Mean 2 Mean 3 Mean 4 Rasionalitas :  Traditional Rationality didasarkan pada tradisi  Value Oriented Rationality didasarkan pada nilai-nilai agama  Affective Rationality didasarkan pada hubungan yang mendalam  Purpose Rationality didasarkan pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya Type ideal Birokrasi (Weber) 1. Custumer 3. 6. Disiplin dan pengawasan yang ketat dalam menjalankan jabatan sangat diharapkan Reformasi Birokrasi RI  Dekade awal Orba efisiensi dan efektivitas birokrasi sehingga dapat mendukung stabilitas nasional.  Dekade 80-an privatisasi. 2. Competition 2.  Kini? Michael Hammer & James Champy. Kenaikan jabatan diberikan berdasarkan senioritas atau prestasi dan bergantung pada pertimbangan para atasan Pekerjaan Resmi/Jabatan dipisahkan dari kepemilikan sarana administrasi Seperangkat aturan umum mengatur kinerja para pejabat. Adanya pembagian tugas yang mantap (fixed) Hierarkhi kantor dibatasi jelas. (Reenginering The Corporation) Perlunya 3 C : 1. 4. deregulasi dan debirokratisasi.  Awal 1990an pembentukan birokrasi yang mekanistis. dengan bidang kompetensinya masing-masing Para calon (personil) pemegang jabatan dipilih atas dasar kompetensi teknis dan lebih merupakan penunjukan daripada pemilihan Para pejabat diberi imbalan dengan gaji yang pasti dalam bentuk uang Jabatan merupakan kedudukan utama dari pemegang jabatan yang membentuk suatu karier . Change . 5. 3. bersih dan berwibawa.

Competition Government : Injecting competition into service delivery. ketimbang terlalu memfokuskan kepada sektor input. Anticipatory Government : Prevention rather than cure. Custumer Driven Government : Meeting the needs of the custumer. Pemerintah sebagai institusi yang dihidup di alam kompetisi. responsif. bukannya memenuhi apa yang menjadi kemauan birokrasi sendiri. Enterprising Government : Earning rather than spending. Model kerja yg terakhir lebih luwes. Pemerintah sebagai pemegang kewenangan desentralisasi harus menggeser pola kerja hierarkhi yang dianutnya ke model kerja partisipatory dan kerjasama (team work). 4. Oleh karena itu cara-cara mencari sumber penghasilan baru haruslah selalu menjadi pemikiran Pemda. Mission-Driven Government : Transforming rule-driven organization. haruslah lebih diberi kebebasan dalam berkreasi. manusiawi dan diterima masyarakat. Community Owned Government : Empowering rather than serving. Pemerintah sebagai pelayan masyarakat haruslah lebih mementingkan terpenuhinya kepuasan custumer. inovatif.David Osborne & Ted Gabler (Reinventing Government : How The enterpreurial Spirit is Transforming The Public Sector). Disamping itu. Karena semakin dekat pemerintahan dengan rakyat. memuaskan. Dengan kebebasan berkreasi. investasi yang bisa mendatangkan pemasukan uang bagi kas daerah hendaknya selalu digalakkan. Pemerintahan modern harus lebih berorientasi kepada pencegahan timbulnya masalah. Unit-unit pemerintahan sebagai lembaga yang bertugas mewujudkan misi pemerintahan. 9. Pemerintah sebagai sebuah pabrik yang berorientasi kepada hasil maka dalam strategi pembiayaannya haruslah lebih mementingkan hasil yang bakal dicapai. Semangat bersaing harus dihidupkan di kalangan para pegawai. 8. 3. 6. Result-Oriented Government : Finding Outcomes. inovatif dan lebih percaya diri. . Hanya pemerintahan tradisional saja yang berorientasi kepada pemberian pelayanan untuk memecahkan masalah. not the bureaucracy. Pemerintah sebagai pembuat semua kebijakan haruslah lebih menjadi pengarah dan penggerak ketimbang sebagai pelaksana kegiatan. semakin kuat kepercayaan rakyat. Pemerintah sebagai pihak yang berorientasi kepada pasar haruslah berusaha berubah menuju mekanisme pasar yang sehat. Pemerintah sebagai badan usaha yang besar harus pandai mencari uang dan jangan hanya jago membelanjakannya. 7. 10. Pemerintah sebagai lembaga yang memiliki daya antisipasi haruslah mampu bertindak mencegah daripada sekedar menanggulangi masalah. Pemerintah sebagai milik masyarakat haruslah lebih memberdayakan masyarakat daripada terus menerus memberikan pelayanan kepada mereka. haruslah menyuntikkan semangat kompetisi ke dalam tubuh aparat dan organisasi pelayanannya. 5. Selain itu urusan-urusan pemerintahan mesti semakin didesentralisasikan. 1. Catalitic Government : Steering rather than rowing. aparat akan apat mencapai misi pemerintah secara lebih efisien dan efektif. Decentralized Government : From hierarchy to participatory and team work. Market-Oriented Government : Leveraging change through the market. produktif. ketimbang mengaturnya dengan peraturan-peraturan dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan yang ketat. 2. efektif. Not Input.

Indonesia ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Nan-hai (Cina). Hetergogen. Letak geografis.123 Kelurahan 62. Indonesia : bangsa majemuk ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ 1. Jazair al Jawi (Arab) Nederland Indische James Richardsion Logan (1850) Nama Indonesia utk menggantikan Kepulauan India Adolf Bastian dalam bukunya Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel (1884) Suwardi Suryaningrat pertama kali menggunakan nama Indonesia. Suwarnadwipa. Sejarah panjang Indonesia. Sejarah panjang Indonesia.8% : 2. dgn berbagai suku bangsa. Negara demokratis.359. . Adat ketimuran.634 Jiwa 583 Bahasa/Dialek 5 Agama (resmi) 18.5% : 2.860. Hukum implementasi Keanekaragaman budaya Korupsi ranking kedua di dunia Kekayaan alam yang melimpah.67 Km2 220.7% : 20. gotong royong dsb. SDA yang tidak merata pemanfaatannya dan distribusinya Kultur Negara yang lahir setelah perang dunia kedua.3% : 2.263 Kecamatan 7.806 Desa (atau sebutan lain) Komposisi Etnis (Pangkakaisa Research.0% : 1.000 Pulau 33 Provinsi 349 Kabupaten 91 Kota 5. Munculnya konflik karena keanekaragaman etnik.1% : 3. Dwipantara (India).953.8% : 14. 1974) ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Jawa Sunda Madura Minangkabau Bugis Batak Bali Cina/Tionghoa 24 Suku lain2 : 45. Sopan santun.7 Beribu pulau.1% : 7.

 Konsep terdiri dari 2 hal : 1. waktu dan tempat. sesuai dengan kondisi. A process of developing ideas that can allow the scientists to explain why events should occur  Kornblum (1988): a set of interrelated concepts that seeks to explain the causes of an observable ¢ Penjelasan suatu gejala untuk menjawab why? . Tradisi Mikrointeraksi . Constanta <konstanta>. penyebab (explanation)  V. Variabel : hal-hal yang dianggap dapat berubah-ubah.Teori STRUKTURAL-FUNGSIONALISME TEORI?  Teori sebagai puncak kegiatan ilmiah  Pandangan Awam x Pandangan Ilmiah Teori X Practice Teori X Concrete Teori X Common People Teori Generalisasi Induksi Abstrak Operasionalisasi Deduksi Practice Concrete . dijelaskan (explanandus) 2. independen ¢ yang menjelaskan.  To explain ¢ scientific explanation 1.  Jonathan Turner (1978): a mental activity.. merujuk pada hal-hal yang tetap atau dianggap tetap (tidak berubah-ubah). dependen ¢ yang harus dijelaskan V. Ex: Matahari terbit dari timur.  Konsep ¢ mental image of reality.  Konstanta dan Variabel menjadi dasar dari terbentuknya Scientific Proposition (pernyataan ilmiah).  Ada tiga Scientific Proposition 1. Univariate Proposition (terdiri dari satu konsep)) 2. faktor penyebab Bangunan Teori  Teori dibangun (be constructed) dari apa yang disebut sebagai konsep . 2. Tradisi Durkheim 4. Tradisi Konflik 2. Multivariate Proposition (terdiri dari lebih dari 2 variabel) Klasifikasi Teori dalam Sosiologi  Collins : 1. Tradisi Rasional/Utilitarian 3. Bivariate Proposition (terdiri dari dua variabel yang mempunyai hubungan) 3.

Pertukaran dan Perilaku 6.  Di Inggris berkembang pada dasawarsa 1930 dan 1950  Mencapai puncaknya pada tahun 1950-an di Amerika (Harvard University)  Tahun 1960 mulai bermunculan kritik. atau antara institusi-institusi sosial di dalam suatu masyarakat. dan muncul teori-teori lain sebagai antitesis seperti teori action. Fenomenologi dan Etnometodologi 5. organisasi dll 3. yaitu pendekatan historis dan pendekatan fungsional. teori fenomenologi dan teori simbolik. Mezzososiologi ¢ hub. Ruang Lingkup : 1. perilaku dll  Ritzer : 1. Neo Marxis 3.  Conventionalism Paradigm Manusia: pada dasarnya baik dan kooperatif ¢ selalu bernegosiasi  Conflict Paradigm Manusia: pada dasarnya baik tetapi keadaanlah yang membuat manusia jahat. evolusi. Interaksionisme 4. stratifikasi dll 2. Fungsionalisme Struktural & T. sistem. licik. bentuk : adat. Pertukaran Sosial Struktural Paradigma  Jendela hati (mental) untuk melihat kenyataan. konflik.  Seperangkat asumsi dan kepercayaan yang dipergunakan untuk melihat kenyataan.homo homini lupus ¢ perlu diatur. Pendekatan Struktural (Radcliffe-Brown)  Tujuan Kajian Teori Struktural-Fungsionalisme adalah membangun suatu sistem atau struktur sosial.  Pada dasarnya Struktural-Fungsionalisme (SF) merupakan penggabungan dari dua pendekatan. Tiga Paradigma Sosiologi :  Positivism Paradigm Manusia: jahat. jaringan. . Pendekatan Fungsional (Durkheim) 2. antara kelompok-kelompok. Mikrososiologi ¢ interaksi. Pertukaran feminisme 7. Emile Durkheim  Fenomena Sosial seharusnya dieksplain melalui dua pendekatan pokok yang berbeda. t. masyarakat dan teori itu sendiri. Konflik 2. agama.  Dalam sosiologi dipergunakan untuk menjawab pertanyaan tentang : Siapa manusia. melalui pengkajian terhadap pola hubungan yang berfungsi antara individuindividu. Makro-mikro. Makrososiologi ¢ t. yaitu : 1. Tokoh-tokoh Penting Strutural Fungsional :  Kingsley Davis  Radcliffe-Brown (RB)  Malinowski  Talcott Parsons Histori :  Struktural-fungsionalisme lahir sebagai reaksi terhadap teori evolusionari. pada suatu kurun masa tertentu.  Pendekatan historis ¢ mencari asal usul dan sebab. egois.

Organisme ¢ Masyarakat  Contoh sebuah masyarakat desa.  Dalam masyarakat tersebut kita kenal adanya struktur masyrakat. .  Sepanjang hidupnya organisme tubuh menjaga kesinambungan strukturnya. Pendekatan fungsional ¢ penentuan fungsi-fungsi dari suatu fenomena sosial.  Fungsi dari setiap kegiatan warga yang berulang-ulang adalah peranan yang dimainkannya dalam kehidupan masyarakt secara keseluruhan.  Hubungan antar individu tersebut diatur oleh norma-norma yang tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah keseluruhan yang terintegrasi.  Jadi.  Suatu organisme tubuh terdiri dari sekumpulan sel dan cairan yang tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah keseluruhan kehidupan yang terintegrasi. Perbedaan Organisme Biologi dan Sosial Oganisme Biologis Unit Struktur Kegiatan Fungsi Sel-sel Hubungan antar sel Perilaku sel-sel yang terlihat nyata Peranan kegiatan-kegiatan dalam membina/menjaga struktur atau kesesuaian antara efek dari kegiatan dan keutuhan dari struktur organisme biologis Organisme Sosial Individu-individu manusia Hubungan antar manusia Perilaku manusia yang terlihat nyata Peranan kegiatan-kegiatan dalam membina/menjaga struktur atau kesesuaian antara efek dari kegiatan dan keutuhan dari struktur orgnisme sosial Malinowski  Malinowski melihat individu sebagai sebuah realitas psiko-biologis didalam sebuah masyarakat (kebudayaan).  Ada tujuh kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Radcliffe-Brown  Untuk menghubungkan jurang antara kenyataan dan konsep diperlukan sebuah model ¢ mengumpamakan sebuah masyarakat sebagai organisme tubuh manusia.  Konsep Fungsi menurut Malinowski .  Setiap unit sel mempunyai peranan yang dimainkan atau kontribusi yang diberikan. kesinambungan tersebut dijaga oleh proses kehidupan sosial atau kegiatan dan interaksi antar warga masyarakat.  Jadi kehidupan sosial adalah struktur sosial yang bekerja atau berfungsi.  Fungsi : kontribusi yang dimainkan oleh sebuah item sosial (pranata sosial) terhadap kemantapan struktur sosial. kegunaan dari institusi tersebut dalam memenuhi kebutuhan psiko-biologis indvidu anggota sebuah masyarakat .  Dalam rangka memenuhi kebutuhan psiko-biologis tersebut individu menjaga kesinambungan hidup kelompok sosial.  Kesinambungan struktur masyarakat tidak rusak oleh adanya warga yang meninggal. atau kontribusi yang diberikannya untuk pembinaan dan kesinambungan struktur. lahir atau pindah. fungsi tidak dapat dipisahkan oleh struktur.  Unit dari struktur tsb ¢ individu2 desa tsb.  Dalam kehidupan sosial.

Tidak ada satupun sistem sosial yang bersifat sempurna dimana tindakan-tindakan dari bagian-bagian secara total tersubordinasi ke dalam kebutuhan-kebutuhan keseluruhan sistem. Growth ¢ pelatihan. Walaupun integrasi tidak pernah sempurna. Sehingga penerapannya dianggap mengabaikan 2 hal penting.Kaki ¢ The Artistans Postulat/Elemen S-F 1. Temuan baru dan inovasi anggota/kelompok.Badan ¢ The Auxileries . 1. Sebagai akibat wajar adanya disfungsi. dimana didalamnya terdapat elemenelemen yang saling berkaitan atau berhubungan. walaupun titik ekuilibrium sempurna tidak pernah tercapai. Masyarakat harus dilihat secara holistik (wholism) sebagai sistem yang terdiri dari bagianbagian. sistem sosial pada dasarnya dalam titik seimbang yang dinamis (a state of dynamic equilibrium) yakni respon penyesuaian terhadap perubahan-perubahan luar hanya cenderung mengurangi perubahan akhir dalam sistem. 2. Bodily Conforts ¢ domisili. Pertumbuhan struktur dan diferensiasi fungsi. permainan 6.Kepala ¢ The Guardians . b. Safety ¢ perlindungan dan pertahanan 5. Penyesuaian sistem terhadap perubahan luar (extra sistem). Kesimpulan SF :  Masyarakat dilihat sebagai suatu sistem yang holistik. tetapi mereka cenderung untuk melakukan perbaikan sendiri atau melakukan perbaikan sendiri atau diinstusionalisasikan kembali dalam jangka panjang. Reproduction ¢ reproduksi 3. dan terdapat nilai-nilai konsensus yang menggerakkan terjadinya ekuilibrium atau integrasi yang dinamis. Faktor terpenting dan mendasar agar terjadi integrasi adalah adanya konsensus diantara anggotanya. Sehingga hubungan sebab akibat tersebut bersimak jamak dan saling mempengaruhi (resiprokal) 3.Basic Needs (Malinowski) 1. Perubahan biasanya terjadi secara gradual dan tidak secara mendadak (revolusioner) 6. Perubahan pada dasarnya berasal dari tiga sumber : a. c. Relaxation ¢ relaksasi. berpakaian 4. Tendensi yang dominan adalah terjadinya stabilitas dan kelambaman sebagaimana terpelihara melalui mekanisme adaptasi internal dan kontrol sosial. Nutrition ¢ makanan 2. . Dengan kata lain. Movement ¢ komunikasi 7. 5. namun terdapat kecenderungan menuju pada keadaan yang seimbang. 2. tekanan dan penyimpangan dapat berlangsung lama. 7. Sistem pada dasarnya memiliki tingkatan-tingkatan berbeda dalam ketergantungan dan integrasi bagian-bagian didalamnya. pembelajaran Plato  Masyarakat sebagai living organism : . 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful