P. 1
edisi 240

edisi 240

|Views: 824|Likes:
Dipublikasikan oleh aryhdy

More info:

Published by: aryhdy on Oct 20, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2012

pdf

text

original

1

Tabloid Berita Mingguan 11 - 17 Oktober 2010 EDISI 240 TAHUN VI,

EDISI 240 TAHUN VI, 11 -17 Oktober 2010

http://www.tabloidsensor.blogspot.com

Rp 4.000 (Luar Kota Rp5.000)

Aida Simpanan Ustad MZ Perjalanan Akhir Prita Mulyasari Dari Dirjen Sampai Jaksa Cirus Masih Aman-aman Saja

Terpidana Seumur Hidup Ditahan Lagi

SBY Pilih Timur Pradopo

BERANDA
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

2

TUTUP KEPALA
Memperkaya Diri
Pengalaman negara-negara Barat menunjukkan, sistem demokrasi modern menjadi basis sosial bagi ikhtiar untuk mencapai kemajuan ekonomi, yang membawa implikasi langsung pada peningkatan kesejahteraan sosial. Kemajuan ekonomi berjalan paralel dengan kemapanan sistem demokrasi negara bersangkutan. Namun, pengalaman Indonesia dalam membangun sistem politik demokrasi justru melahirkan fenomena ganjil. Sistem demokrasi yang berhasil dibangun selama lebih dari satu dasawarsa ternyata belum membawa dampak signifikan pada kemajuan ekonomi. Sistem politik Indonesia memang merujuk pada sistem demokrasi modern.Semua kelembagaan politik yang menjadi pilar utama demokrasi telah tersedia dan terbangun dengan baik,bahkan presiden dan anggota parlemen pun dipilih langsung oleh rakyat.Namun, pemerintahan demokratis tak disokong oleh institusi publik-organis yang bersih (birokrasi, aparat kepolisian, institusi peradilan). Lembaga parlemen yang sangat vital dalam proses perumusan kebijakan publik justru menjadi salah satu episentrum praktik korupsi akut dan sistemik sehingga memberi andil pada sulitnya membangun tata kelola pemerintahan yang baik. Parlemen dihuni politisi korup yang hanya berorientasi mengumpulkan modal untuk membiayai kegiatan politik dan memperkaya diri. Diyakini sepenuhnya, praktik korupsi berskala gigantis yang merajalela di lembaga-lembaga politik dan pemerintahan menjadi faktor negatif dan diskredit bagi ikhtiar akselerasi pertumbuhan ekonomi. Sistem demokrasi di Indonesia tak menyumbang pada pertumbuhan ekonomi karena terhalang oleh praktik korupsi berjenjang dan berkelanjutan sehingga tak mampu menciptakan iklim kondusif bagi aktivitas bisnis, investasi,serta pertukaran dan lalu lintas modal domestik maupun asing. @

Cuaca Ekstrem
Pembaca budiman, pemerintah pusat akan mengumpulkan bupati dan walikota dari seluruh Indonesia untuk membahas antisipasi dampak iklim dan cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di Indonesia hingga Februari 2011. Tujuan mengumpulkan seluruh kepala daerah adalah menyamakan persepsi dalam mengatasi dampak cuaca ekstrem yang belakangan ini dirasakan masyarakat luas. Melalui pemerintah kabupaten/ kota diharapkan sosialisasi terhadap iklim dan cuaca ekstrim bisa sampai ke lapisan terkecil masyarakat sekaligus menemukan langkah antisipasi yang efektif. Perubahan iklim dan cuaca ekstrim selain memunculkan berbagai wabah penyakit dan gangguan kesehatan lainnya juga akan berdampak pada petani yakni perubahan pola tanam dan gagal panen serta nelayan yang tidak berani melaut akibat ombak tinggi. Hal tersebut jika tidak segera diantisipasi akan menimbulkan kerawanan sosial. Pembaca, kita harus meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem untuk waktu yang agak lama.Hujan lebat disertai angin dan petir yang terjadi belakangan ini masih akan berlanjut hingga awal 2011. Bahkan ke depan ancaman akan semakin meningkat karena puncak

RAGAM

INDEKS

cuaca ekstrem baru mulai terjadi Desember nanti. Peneliti Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Eddy Hermawan mengatakan, sebelum Desember, hujan lebat hanya berlangsung singkat.“Puncaknya (hujan) terjadi Desember, berlanjut ke Januari dan Februari. Perlu diketahui, saat ini terjadi anomali iklim dengan kondisi curah hujan tidak normal. Musim penghujan yang semestinya dimulai pada bulanbulan terakhir

justru telah terjadi sejak 2009 lalu hingga sepanjang tahun ini kondisinya basah. Pembaca, korban telah berjatuhan. Di Papua Barat, misalnya, banjir bandang menerjang Wasior di Kabupaten Teluk Wondama. Musibah tersebut mengakibat 91 warga tewas, 61 orang hilang, dan 82 lainnya harus dirawat di rumah sakit. Banjir bandang juga memorakporandakan ratusan rumah. Dan tak mungkin di sekitar kita juga akan ada bencana, semisal pohon yang bertumbangan. Jadi,waspadalah. Salam!

AKP SUMARTINI DIVONIS BERSALAH

Hal 04

SBY Pilih Timur Pradopo

Hal 06

Tanpa Tatib, DPRD DKI Amburadul! Proyek JLS Rugikan Negara Rp12,23 M
Kasus Hukum Olah Raga Pendidikan Nasional

Hal 16

Sumartini terbukti melakukan tindakan korupsi bersama Arafat Enanie dan secara berulang dan menerima hadiah berupa uang dari Gayus Tambunan.

Internal kepolisian solid mendukung calon Kapolri pilihan Presiden SBY, Timur Pradopo, menggantikan Bambang Hendarso Danuri.

Hal 23 06 10 13 15 16

Terpidana Seumur Hidup Ditahan Lagi 32% Putus Sekolah Ada di Jateng

Hal 10

Hal 15

PENERBIT : CV. TABLOID SENSOR Akta Notaris ISWANDONO POERWODINOTO, SH Nomor 31 Tanggal 12 Januari 2009 SIUP : Nomor 3.201/1.824.51 Komisaris Utama : Drs. Rivai Zakaria S. Yahya SH Pimpinan Umum : Johny Sulu Pimpinan Redaksi : Mas Yoyok BP Redaktur Pelaksana : Ary Hidayat Redaktur : Mumu Najmudin, Simon Leo Siahaan, Sofyan Hadi, Naba Silitonga Lawyer : Drs. Rivai Zakaria S. Yahya SH, Syahrir Siregar SH, Christian P. Tambunan SH, Jimmy Pangau SH Staf Redaksi : Elfaber Hutapea, Mahadir Ramadhon, Jemmy Holderman, John Effendi, Freddy Tuela, Marulitua Manurung, Heri Susanto, Jhony Marlen Siahaan, Soebardjo S. Muljono, Indra Sukma, Delwandra Gani, Rahmat, Ahmad Hariri, Sanjaya H. Siahaan, Armenius Barus, Vanlif Tompinit, Murtirina, SH, Jerry Pati, Effendi Siahaan, Johny Siregar, Kusmana Eka, Tommy Albertus Manajer Keuangan : Edward Pangau Administrasi: Michael Sirkulasi Jimmy Maukar, Agus Ma’mur, Asep Awaludin PERWAKILAN/BIRO: JAWA BARAT : Borman Timbert Tobing, Sonny Partomuan N., Endang Rukmana, Ida Farida Bekasi: Deddy Suryadi, H. Hambali, Donny Pakpahan, M. Nur Bogor : H. Lazuardi A Depok : Joko Warihnyo, Juni Amir Sukabumi : Jaya T, Bobie PN, Irwan D Indramayu: Duliman, Sony S, Imam Santo, Nurohman, Jhoys Arcan Majalengka : Yessy Pande Iroot Cirebon : Tri Van Royen BA, Sutawijaya Karawang : Asgan Abdulgani Tasikmalaya : H.Madjid. RW, Sabihin Tangerang : David Aryanto, Bumi Sunyoto, Amal Jamaludin, Agus Solihin Serang : Nuraeni Semarang: Tulus Supangkat, Hardjanto MS Kedu/Banyumas : Tri Winarto, Miftahulalim, Ridwan Abdul Wahab Wonosobo: Dwi Kusmanahadi RW Temanggung : Teguh Lima Sudarlin Sidoarjo : Wachid Yulianto Pekalongan : Hadi Sulistiyono Tegal: R. Arnest ST, Ernawati, Dyah Setyawati Pontianak: Syafri Murni, Budi Gautama Pekanbaru : A Z Akbar Luis (Koordinator),Tedy Makmur, Didi Rinaldo, Elfiadi ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA: Jalan Pegangsaan Barat No 32 Menteng Jakarta Pusat 10310 Telepon. 021 31931366, 3154587, 70642551 Fax. 021 3154586 Email : redaksi_sensor@yahoo.co.id No. Rekening Bank Mandiri KCP Cik Ditiro I No. 1220005252534 a/n CV. Tabloid Sensor Harga Iklan : Display: Hitam Putih/BW:Rp 5.000,-mmk, Warna/FC:Rp.7.000,-mmk,Duka Cita/keluarga:Rp.4.000,-/mmk, iklan Baris : Rp.10.000,-/baris (min 5 baris maks 10 baris). Wartawan Tabloid SENSOR dibekali Surat Tugas atau Kartu Pers serta namanya tertera dalam box redaksi. Diluar nama yang tertera diatas bukan menjadi tanggungjawab redaksi.

3

FORUM
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

NAMA

INFO POLISI

TELEPON
021-721-8000 021-492 -600 021-523-4000 021-570-9261 021-570-3037 021-570-8011 021-570-8035 021-384-9020 021-344-6674 021-872 -7167 021-570-8013 021-8370-4162 021-739 -8025 021-570 -9250 021-570-8007 021-570-9252

Mabes Polri Yanmas KPPP Pelabuhan Polda Metro Jaya Ka Polda Metro Jaya Ka Dit Serse Metro Jaya Ka Dit Sabhara Metro Jaya Ka Sat Sabhara Dan Sat Brimobda Wadansat Brimobda Gegana Kadit Lantas Kasat Patroli Jalan Raya Kadispen Mabes Polri Kadispen Polda Metro Jaya Kadit Intel PAMPOL Kasat INTELKRIM

KSAL BuKA SeminAr imi—KSAL Laksamana TNI Soeparno membuka Seminar Nasional Indonesia Maritim Institute (IMI) di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (7/10). Seminar ini dengan tema ‘Membangun Negara Maritim dalam Perspektif Ekonomi, Sosial Budaya, Politik dan Pertahanan’. n

MOU Dua Kampus
Kerja sama dua buah univesitas di tandatangani antara Universitas Paramadina dan Victoria University of Wellington, New Zealand, Senin (4/10). Penandatangan MOU diwakili oleh Rektor Univ. Paramadina, Anies Baswedan Ph.D dan Prof. Pat Walsh, Vice-Chancellor International UVW.n

Polres Jakarta Pusat Polres Jakarta Selatan Polres Jakarta Timur Polres Jakarta Barat Polres Jakarta Utara Polres Metro Bekasi Polres Bekasi Poires Metro Depok Polres Tangerang Polres Metro Tangerang Polres Bandara Soekarno-Hatta KP3 Tanjung Priok KP3 Kepulauan Seribu Direktorat I Bareskrim Mabes Polri Kepala Bareskrim Mabes Polri

PENGADUAN

0811902355 08121118686 08122212212 081311197777 0811844321 08170868686 08121238989 08123039065 021-93778789 815111187781 0811857170 0811891213 0818617171 021-7218041 08159771977

INFO JAKSA
Kejaksaan Agung RI/Jaksa Agung, Jl Sultan Hasanuddin No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (021) 720 8557 Wakil Jaksa Agung (021) 739 3889 JAM Pembinaan (021) 725 1403 JAM Intelijen (021) 722 1401, 724 8116 JAM Tindak Pidum (021) 726 2667 JAM Tindak Pidsus (021) 725 0176 JAM Datun (021) 724 3201 JAM Pengawasan (021) 720 8748, 725 0346 Ses JAM BIN (021) 726 1828 Ses JAM Intel (021) 724 5216 Ses JAM Pidum (021) 724 3201 Ses JAM Pidsus (021) 725 0166 Ses JAM Datun (021) 724 3201 Ses JAM Was (021) 724 5026 Kepala Pusat Penerangan Hukum (021) 723 6510 Pusdiklat Kejagung RI (021) 780 6861 Nanggroe Aceh D. Jl Tgk Moh Daud Beureueh No 18, Telp 0651-21270 Banda Aceh Fax 0651-280 94 Sumatera Utara Jl A.H. Nasution No 3, Telp 061-4514290 Medan Fax 061-4514871 Sumatera Barat Jl Raden Saleh No 4, Telp 0751-55530 Padang Fax 0751-40908 Riau Jl Sudirman No 375, Telp 0761-29677 Riau Fax 0761-32103 Jambi Jl A Yani No 12 Telanaipura, Telp 0741-63034 Jambi Fax 0741-63004 Sumatera Selatan Jl Ade Irma Nasution 14, Telp 0711-311555 Palembang Fax 0711-310936 Lampung Jl W Monginsidi 236, Telp 0721-482409 Bandar Lampung Fax 0721-482209 Bengkulu Jl S Parman No 2, Telp 0736-21631 Bengkulu Fax 0736 -21622 Banten Jl Raya Pandeglang KM 4, Telp 0254- 251053 Serang, Banten Fax 0254- 251053 DKI Jakarta Jl HR Rasuna Said No 2, Telp 021-5254128 Jakarta Selatan Fax 021-5265722 Jawa Barat Jl Madura No 1, Telp 022-4239375 Bandung Fax 022-4239375 Jawa Tengah Jl Pahlawan No 14, Telp 024-8311850 Semarang Fax 024-8311451 DI Yogyakarta Jl Sokanandi No 4, Telp 0274-562928 Yogyakarta Fax 0274-554070 Jawa Timur Jl A Yani 54-56, Telp 031-8290577 Surabaya Fax 031-8290577 Bali Jl Kapten Tantular 5 Renon, Telp 0361-261438 Denpasar Fax 0361-261438

LAPORAN UTAMA
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

4

AKP SUMARTINI DIVONIS BERSALAH
I
Sumartini terbukti melakukan tindakan korupsi bersama Arafat Enanie dan secara berulang dan menerima hadiah berupa uang dari Gayus Tambunan.
atas putusan itu. Lebih jauh Sumbur menjelaskan bahwa Sumartini dikorbankan oleh atasan. “Fakta dipersidangan menunjukkan bahwa Sumartini hanya bawahan yang tugasnya membantu penyidikan,” pungkasnya. Dalam pertimbangannya, majelis menemukan fakta bahwa Sri Sumartini adalah anggota Polri yang ditugaskan menyidik perkara Gayus berdasarkan Surat Tugas dan Surat Penyidikan Tambahan tertanggal 31 Juli 2009. Kedua surat itu ditandatangani Kanit Asuransi, Pajak dan Money Laundering Direktorat II Ekonomi Khusus (Eksus) Bareskrim Polri Pambudi Pamungkas. Dengan masuknya Sri Sumartini sebagai penyidik, bertambahlah jumlah penyidik perkara Gayus menjadi sembilan orang yang dua diantaranya adalah M Arafat Enanie dan Mardiyani. Meski penyidik perkara Gayus berjumlah sembilan orang, majelis menemukan fakta bahwa yang aktif melakukan penyidikan adalah Arafat, Mardiyani, dan Sri Sumartini. Sri Sumartini ini selanjutnya melakukan pemanggilan terhadap orangorang yang terkait dengan Laporan Hasil Analisa (LHA) Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) yang antara lain adalah Roberto Santonius dan Gayus. Roberto dan Gayus diketahui sebagai pihak yang awalnya menjadi terlapor dalam Laporan Polisi (LP) model A yang ditandatangani saksi Angga Haryokusumo. Namun, belakangan, Sri Sumartini (atas persetujuan Arafat) menyodorkan perbaikan LP dengan hanya mencantumkan satu terlapor saja, yaitu Gayus. Sementara Roberto yang sempat dipanggil dan diperiksa sebagai tersangka, penyidikannya tidak ditindaklanjuti lagi. Soalnya, Sri Sumartini pada Agustus 2009 pernah menerima Rp1,5 juta dari Roberto yang keberatan dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Selanjutnya, sak tangis memecah keheningan ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa pekan lalu. Malah, seorang di antaranya nyaris pingsan lantaran mendengar ketuk palu vonis hakim. Dia adalah Anggi, anak pertama dari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sri Sumartini alias Tini, terdakwa dalam kasus mafia hukum. “Menjatuhkan pidana penjara 2 tahun dan denda Rp 50 juta. Apabila denda tidak dibayar, subsider kurungan 1 bulan,” ujar hakim ketua majelis hakim. Anak perempuan berusia dua puluh tahun yang mengenakan celana panjang dan blazer bungabunga itu langsung dipeluk kerabatnya yang lain. “Anggi, istighfar.” kata sang ibu. Setelah tersadar Anggi menangis histeris atas putusan yang diberikan majelis hakim Ahmad Shalihin, Artha Theresia dan Haswandi. Sebelumnya jaksa menuntut Sri Sumartini dengan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp100 juta. Hal yang meringankan Sri Sumartini adalah dirinya belum pernah dihukum, bersikap sopan, dan masih memiliki keluarga yang membutuhkan kasih sayang. Sumartini terbukti melanggar pasal Pasal 5 ayat 2 UU No 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dan pasal 11 UU No 20 Tahun 2001 mengenai tindak pidana korupsi. Menurut hakim Sumartini terbukti melakukan tindakan korupsi bersama Arafat Enanie secara berulang dan menerima hadiah berupa uang dari Gayus Tambunan dan Roberto Santonius baik secara langsung maupun melalui Haposan Hutagalung dan Kompol Arafat Enanie. Seusai persidangan Sumartini milih untuk bungkam ketika ditanyai oleh wartawan. Pengacara Sumartini, Sumbur Simanjuntak, mengatakan akan pikir-pikir apakah akan melakukan banding atau tidak

untuk perkara Gayus, Direktur II Eksus Edmond Ilyas telah memerintahkan pemblokiran dua rekening Gayus di Bank BCA dan Panin yang jumlahnya sekitar Rp28 miliar. Kemudian, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Gayus tidak ditahan dan rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara tidak pula disita. Hal ini, menurut majelis berkaitan dengan sejumlah uang yang diterima Sri Sumartini bersama Arafat. Seperti tertera dalam dakwaan penuntut umum, Sri Sumartini telah menerima hadiah atau sejumlah uang dari pihak-pihak yang terkait dengan perkara Gayus. Selain dari Roberto, Sri Sumartini pada bulan September 2009 telah menerima uang dari Arafat maupun melalui Haposan Hutagalung. Haposan adalah kuasa hukum Gayus. Berdasarkan fakta persidangan, setidaknya Sri Sumartini beberapa kali menerima uang antara Rp1,5 juta hingga Rp5 juta. Tujuannya agar rumah Gayus di Kelapa Gading tak disita dan tidak ada penahanan terhadap diri Gayus. Pemberian uang-uang tersebut diikuti pula dengan sejumlah pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait dengan perkara, seperti Gayus, Andi Kosasih, dan Haposan. Namun, pertemuan itu tidak hanya dilakukan di kantor Bareskrim, tetapi juga dilakukan

antara lain di Park Lane Hotel, Hotel Sultan, Hotel Manhattan, Hotel Crystal, Hotel Ambhara, dan Restauran King Palace. Dimana, keseluruhan pembicaraan berkaitan dengan proses perkara Gayus yang sedang ditangani Sri Sumartini. Kemudian, selain fakta-fakta tersebut, terungkap pula fakta bahwa sekitar bulan Januari 2010, setelah pemblokiran terhadap rekening Gayus dibuka oleh Direktur II Eksus Raja Erizman (yang menggantikan Edmond Ilyas) Sri Sumartini telah menerima 70 lembar pecahan AS$100 dari Arafat. Fakta ini terungkap dari pemutaran video pemeriksaan Arafat di tingkat penyidikan. Meski Arafat membantah telah memberikan uang kepada Sri Sumartini, dalam video itu, Arafat menyatakan dirinya telah memberikan sekitar Rp70 juta sampai Rp80 juta, berupa uang operasional penyidikan perkara Gayus, sebagai imbalan karena Sri Sumartini telah membantu menyelesaikan penyidikan perkara Gayus. Uang “operasional” ini, menurut majelis, juga sempat dikemukakan Gayus dalam kesaksiannya di persidangan. Setelah pemblokiran terhadap rekeningnya dibuka, Gayus menyerahkan uang kepada Haposan sebesar Rp20 miliar. Uang ini, dialokasikan untuk

polisi, jaksa, hakim dan pengacara masing-masing sebesar Rp5 miliar. Sri Sumartini menyangkal, karena meski pernah mengajukan dana operasional perkara Gayus, ia hanya menerima uang sebesar Rp43 juta dari Bareskrim. Pernyataan Sri Sumartini ini juga diamini saksi Nurlaeli yang menyatakan bahwa dana operasional perkara Gayus yang diterima pada 18 November 2009 besarnya kurang lebih Rp43 juta. Tapi, untuk selanjutnya tidak ada pencairan dana operasional penyidikan antara bulan Januari 2010. Atas vonis majelis hakim tersebut, salah satu pengacara Sri Sumartini, Tumbur Simanjuntak menyatakan pihaknya akan pikir-pikir mengajukan banding. Karena, dalam pertimbangannya, majelis justru menggunakan BAP para saksi di penyidikan untuk menyatakan Sri Sumartini bersalah. Padahal, saksi-saksi itu telah mencabut keterangannya di persidangan. Terlebih lagi, untuk menyatakan Sri Sumartini telah menerima uang sekitar Rp70 juta dari Arafat. “Itu kan dicabut di persidangan,” katanya. Maka dari itu, Tumbur mengatakan, “sepertinya arahnya ke sana (mengajukan banding). Tapi, kan kami punya waktu untuk mengajukan banding”. n sofyan hadi, elfaber hutapea, simon leosi

5

LAPORAN UTAMA
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

Dari Dirjen Sampai Jaksa Cirus Masih Aman-aman Saja
Kejaksaan akan menindaklanjuti hasil temuan penyidik Polri jika memang ada indikasi Cirus terlibat secara pidana.

S

osok jaksa Cirus Sinaga bak seorang yang memiliki ilmu kebal terhadap senjata apapun. Termasuk sangkaan dalam kasus mafia pajak. Betapa tidak hingga detik ini, tak ada satu pun saksi yang mampu menyeret keterlibatan mantan asisten tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah itu. Meski pihak Kepolisian telah menetapkan Cirus sebagai tersangka, namun status tersebut buru-buru dianulir Komjen Ito Sumardi selaku Kabareskrim Mabes Polri. Tak hanya Ito yang melindungi pria asal Sumatera Utara itu, Pelaksana Tugas Harian Kejaksaan Agung, Darmono juga melakukan aksi serupa. “Tidak ada satu bukti pun kebijakan yang dilakukan saudara jaksa CS (Cirus Sinaga) dilatarbelakangi oleh penerimaan suatu dana atau penerimaan uang,” kata Darmono kepada wartawan usai rapat pimpinan Kejaksaan Agung di Jakarta, Selasa (5/10) pekan lalu kepada wartawan termasuk Tabloid Sensor. Selain itu, lanjut Darmono, kepada Cirus tidak dapat dijerat pasal menghalang-halangi penyidikan atau pun penuntutan. Karena, pasal itu hanya bisa diterapkan kepada orang di luar posisi penyidik atau penuntut umum. “Pasal menghalang-halangi penyidikan ataupun penuntutan itu hanya bisa dikenakan oleh orang yang berada diluar posisi penyidik (atau penuntut umum). Misalnya kita sebagai penyidik, kemudian saudara Babul orang di luar, dan kemudian menghalanghalangi dengan berbagai macam (tindakan), ini adalah orang yang dapat disangkakan menghalangi penyidikan,” terangnya. Namun, Darmono melanjutkan, pihaknya menyerahkan penanganan perkara keterlibatan Cirus ini ke penyidik Polri.

Kejaksaan akan menindaklanjuti hasil temuan penyidik Polri jika memang ada indikasi Cirus terlibat secara pidana. Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Marwoto Soeto menyatakan pihaknya sampai saat ini memang belum menemukan indikasi pidana untuk Cirus. Karena, tidak ada satu pun bukti yang menunjukan adanya penyerahan uang. Lagipula, lanjutnya, sebenarnya Kejaksaan sendiri dapat menindaklanjuti apabila memang ditemukan indikasi pidana atas keterlibatan Cirus dalam perkara Gayus. Tidak harus ditangani Mabes Polri. “Kan itu internnya mereka ada kode etik. Dari kode etik itu, kalau sudah melanggar, dia bisa dinaikkan ke pidana. Kalau masalah korupsi, money laundering, dan sebagainya, jaksa bisa melakukan suatu tindakan sendiri. Dari instansinya masingmasing, dia bisa melakukan tindakan sendiri,” tuturnya melalui sambungan telepon. Sebagaimana diketahui, peranan Cirus Sinaga terungkap dalam keterangan sejumlah saksi dalam persidangan perkara Gayus. Bahkan dalam putusan dengan terdakwa M Arafat Enanie, majelis hakim menyatakan bahwa Jaksa Cirus dan Fadil Regan sempat mengadakan pertemuan di Hotel Crystal yang meminta penyidik agar memasukkan pasal penggelapan agar perkara Gayus dikualifikasi sebagai tindak pidana umum. Dengan dimasukannya pasal penggelapan itu, perkara Gayus yang seharusnya ditangani Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, jadi ditangani olehnya yang merupakan Jaksa Peneliti di Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum. Selain itu, Cirus juga hanya memerintahkan untuk menyita Rp370 juta dari keseluruhan uang Gayus yang diblokir (sebesar Rp28 miliar), sehingga Direktur II

Ekonomi Khusus Bareskrim Raja Erizman, akhirnya mencabut blokir terhadap sisa uang Gayus di dua rekeningnya di Bank BCA dan Panin. melindungi korps Pengamat hukum pidana yang sekaligus penasehat Kapolri Chaerul Huda mengatakan sebenarnya berdasarkan fakta persidangan yang muncul, semakin jelas keterlibatan Cirus dalam perkara Gayus. Namun, lanjut Huda, keterlibatan Cirus ini menjadi sulit dibuktikan karena terputus pada pengakuan Haposan Hutagalung yang menyatakan tidak pernah ada penyerahan uang. Untuk mengingatkan, Haposan memang merupakan pihak yang diakui Gayus membagi-bagikan uang kepada sejumlah pihak, seperti penyidik Polri, Jaksa, dan Hakim. Sehingga, menurut Huda, apabila Haposan mengakui dirinya telah menyerahkan uang kepada Cirus, “pasti (Cirus) sudah dimasukin, meski penyerahan itu disangkal (Cirus)”. Huda mengatakan dirinya sudah pernah memberi masukan kepada penyidik, setidak-tidaknya Cirus dapat dikenakan delik pidana menghalang-halangi penyidikan tindak pidana korupsi (Pasal 21 UU Korupsi). “Membuat-buat suatu perkara yang sebenarnya jelas masuk kualifikasi itu (korupsi) jadi diakal-akali supaya tidak (jadi tindak pidana korupsi). Kan jelas dong, dia orang yang sudah jelas-jelas misalnya korupsi, tapi dibikin seolah-olah jadi penggelapan kan,” kata Huda. Penerapan pasal ini, menurut Huda dapat dikenakan kepada Cirus, apabila perbuatan Gayus ketika itu (2009) diklasifikasikan ke dalam tindak pidana korupsi. “Sehingga, rekayasa yang dilakukan oleh Cirus itu masuk ke dalam bentuk penghalanghalangan penyidikan tindak pidana korupsi,” imbuhnya. Pendapat Chaerul ini sangat bertolak belakang dengan pendapat Darmono yang

menyatakan bahwa Cirus tidak dapat dikenakan pasal penghalang-halangan penyidikan. “Justru pasal itu digunakan, ditujukan untuk aparatnya. Misalnya, ada bawahan mau memeriksa tersangka, tapi dilarang oleh atasannya. Atau seperti Cirus tadi, sudah tahu kalau ini memang arahnya ke korupsi, terima suap, tapi diarahkan ke penggelapan. Itu berarti dia menghalang-halangi penyidikan tindak pidana korupsi. Itu ada larangannya,” tuturnya. Lebih jauh Huda tak sependapat dengan pernyataan Darmono yang menyatakan pasal penghalang-halangan penyidikan tak bisa dikenakan kepada aparat penegak hukum. “Kalau begitu, ya saya bilang. Pertama, semangat melindungi korps. Dan kedua, (mereka) belajar hukumnya di bawah pohon bambu.” Karena, lanjutnya, “justru pasal itu ditujukan, diantaranya untuk aparat pemerintah yang tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi. Coba kalau kita lihat Cirus di sini, bukan kewenangan dia dong untuk mengarah-ngarahkan yang salah. Sehingga, ketika dia mengarahkan (Gayus) untuk tidak dikenakan tindak pidana korupsi, bisa dikualifikasikan sebagai menghalang-halangi.” Padahal kesaksian mantan penyidik kasus Gayus Tambunan, M Arafat Enanie dalam persidangan Sri Sumartini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membuka tabir keterlibatan jaksa peneliti kasus Gayus, Cirus Sinaga. Di dalam dakwaan Arafat dan Sri Sumartini, penuntut umum sama sekali tidak mengungkapkan adanya pertemuan antara Arafat, Sri Sumartini, Cirus Sinaga, Fadil Regan (juga jaksa peneliti), dan Haposan Hutagalung di Hotel Crystal. Pertemuan itu, menurut Arafat untuk membicarakan mengenai masuknya Pasal 372

(penggelapan) ke dalam perkara Gayus. Padahal, sebelumnya, Gayus diduga melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Namun, karena Cirus meminta penyidik memasukan pasal penggelapan, maka perkara Gayus yang seharusnya ditangani oleh Jaksa Agung Tindak Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung), langsung beralih ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung. Akhirnya Cirus yang menjadi Ketua Tim Jaksa Peneliti perkara Gayus. Dipilihnya Cirus menjadi jaksa peneliti perkara Gayus, lanjut Arafat, tak lain karena Cirus adalah rekan Haposan, yang merupakan kuasa hukum Gayus. Seperti diketahui, Haposan kini telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga merekayasa perkara Gayus, sehingga pegawai Direktorat Jenderal Pajak ini lolos dari jerat hukum. Dengan tidak disebutnya peran Cirus dalam dakwaan Arafat maupun Sri Sumartini, menimbulkan pertanyaan besar. Apakah memang penuntut umum sengaja tidak memasukannya ke dalam dakwaan kedua mantan penyidik Gayus itu atau memang penyidik yang sengaja tidak memasukannya dalam berkas perkara? Ketika dikonfirmasi, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan M Yusuf mengatakan dirinya belum mendapat laporan ataupun permintaan dari penuntut umum untuk menghadirkan Cirus dan Fadil sebagai saksi dalam persidangan Sri Sumartini. “Waduh, belum ada konfirmasi dari jaksanya. Belum ada laporan ke saya. Untuk pemanggilan, biasanya jaksa minta ke saya, tapi belum ada permintaan sampai saat ini,” ujarnya. n sofyan hadi, simon leosi

KASUS
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

6

SBY Pilih Timur Pradopo
Internal kepolisian solid mendukung calon Kapolri pilihan Presiden SBY, Timur Pradopo, menggantikan Bambang Hendarso Danuri.

S

elembar surat bernomor R.83/Pres/10/2010 tertanggal 4 Oktober 2010 singgah di meja Ketua DPR RI Marzuki Alie, Senin pekan lalu. Surat yang telah lama dinantikan itu berisi tentang pengusulan nama Komjen Polisi Timur Pradopo sebagai calon Kapolri. Sebelum dibaca, map warna kuning itu diantar langsung oleh dua staf Sekretariat Negara. Menurut Marzuki ada dua hal dalam surat Presiden itu. Pertama, adalah pemberitahuan perihal pemberhentian Jendral (Pol) Bambang Hendarso Danuri dari jabatan Kapolri. Sedangkan poin kedua, adalah pengangkatan Komjen (Pol) Timur Pradopo sebagai Kapolri. Terpilihnya Timur jadi kejutan. Pertama, karena jabatannya harus dikarbit dan pangkatnya dinaikkan sebelum dianggap layak secara administratif sebagai Kapolri. Indonesian Police Watch bahkan menyebut ini kali pertama dalam sejarah Polri. Sebab penerbitan telegram Kapolri, serah terima jabatan, kenaikan pangkat, sampai dikirimnya nama Timur Pradopo ke Komisi III DPR terjadi dalam hitungan jam. Kejutan kedua, karena rekam jejak Timur Pradopo, katanya bernoda. Timur menjabat sebagai Kepala Kepolisian Jakarta ketika terjadi bentrok antar kelompok pemuda di Jalan Ampera, Jakarta Selatan. Bentrok yang terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pekan lalu menunjukkan tidak sigapnya polisi mengantisipasi aksi kekerasan yang melibatkan senjata tajam dan senjata api ini. Bentrok berdarah ini terjadi tak lama setelah Presiden meminta aparat hukum meredakan ketegangan di Tarakan yang juga tengah dilanda konflik

horisontal. Nama Timur juga ternoda di kasus Trisakti-Semanggi pada 1998 lalu. Saat itu, Timur adalah Kapolres Jakarta Barat dan Pusat. Komnas HAM pernah memanggil Timur untuk dimintai keterangan soal kasus ini. Dan Timur menolak panggilan tersebut. Selain itu kasus pengeroyokan aktivis ICW Tama S Langkun hingga kasus penganiyaan disertai penusukan anggota dan pendeta jemaat HKBP di Bekasi dan perkara pelemparan bom molotov di dekat kantor majalah Tempo, jalan Proklamasi Jakarta Pusat, hingga kini tidak jelas arah penyelidikan dan penyidikan masalah tersebut. Malah, semasa memangku menjabat sebagai Kapolwiltabes Bandung pada tahun 2001, Timur juga pernah tersangkut kasus unjuk rasa besar-besaran buruh di Bandung menuntut kenaikan upah. Timur dianggap sebagai sosok yang bertanggung jawab terkait penangkapan sejumlah buruh. Namun, catatan hitam Timur itu sekadar curahan pandangan partama. Pasalnya, Timur dinilai tidak bersalah dalam berbagai insiden buruk itu. “Terkait masalah itu, itu kan masalah hukum. Tidak ada keputusan bahwa Pak Timur bersalah,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Iskandar Hasan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan. Iskandar juga mengatakan, Timur Pradopo tidak pernah terbukti bersalah dalam kasus tragedi Semanggi. Artinya, dia sudah menjalani proses dan dinyatakan bersih. “Ada nggak vonis? Sejauh ini dari segi hukum kan harus berdasarkan fakta yuridis. Nggak diproses ya nggak ada masalah,” imbuh jenderal bintang dua ini. Iskandar yakin Timur akan diterima DPR.

Menurutnya, internal di kepolisian solid mendukung Timur sebagai calon Kapolri pilihan Presiden. “Saya kira lihat nanti. Insya Allah disetujui,” harapnya. Lalu apa tanggapan Polri terkait kedekatan SBY dengan Timur saat bertugas di Bosnia? “Namanya tugas nggak ada masalah. Saya pernah tugas ke luar negeri kalau ketemu sama-sama Indonesia itu enak banget, nggak ada masalah,” kilahnya. minta Penjelasan Sementara itu anggota Komisi III DPR RI, Gayus Lumbuun mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus memberi penjelasan tambahan soal pengajuan Komjen Pol Timur Pradopo sebagai calon Kapolri. “Untuk mendapatkan persetujuan yang objektif dari DPR RI, Presiden sebaiknya memberikan penjelasan tentang alasan mengenai usulan calon Kapolri itu,” kata Gayus di Jakarta, Selasa (5/10). Hal itu, menurutnya, sesuai dengan yang ditegaskan pasal

11 ayat (2) Undang Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI. “Dalam hal ini, khususnya tentang pengajuan nama calon Kapolri Timur Pradopo yang pada tanggal 4 Oktober 2010 diangkat menjadi Kabaharkam dengan dinaikan pangkatnya menjadi Komjen Pol dan pada malamnya, atau masih pada hari yang sama dicalonkan menjadi Kapolri,” katanya. Penjelasan yang argumentatif dan logis tentang hal ini penting, kata Gayus Lumbuun. “Hal tersebut juga perlu mendapatkan pertimbangan sebagaimana yang seharusnya disyaratkan pada Pasal 11 ayat (6) bahwa calon Kapolri adalah Perwira Tinggi Polri aktif dengan mempertimbangkan jenjang Kepangkatan dan Karier,” tegasnya. Anggota DPR lainnya, Bambang Soesatyo mempertanyakan jenjang karier dan kepangkatan di lingkup Polri terkait kenaikan pangkat dan jabatan Komjen Pol Timur Pradopo dalam sehari. Bambang mengatakan, Timur Pradopo masih menjabat Kapolda Metro Jaya dengan

pangkat inspektur jenderal (Irjen) namun siangnya dilantik sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri dengan pangkat komisaris jenderal. “Tak berhenti di situ, selanjutnya pada malamnya, Timur Pradopo langsung diajukan menjadi Kapolri dan bila itu terealisasi, Tmur Pradopo segera berpangkat jenderal. Presiden telah mengirim nama Timur Pradopo sebagai calon Kapolri ke DPR RI kan,” ujarnya. Bambang mengingatkan bahwa tidak ada jaminan usulan nama calon Kapolri ini mendapat dukungan penuh dari Komisi III DPR RI. “Pasalnya, berbagai masukan dari masyarakat tentang rekam jejak Timur akan kami tanyakan saat uji kelayakan nanti,” ungkapnya. Bagi Bambang Soesatyo dan kawan-kawan, keluarnya nama Timur Pradopo sebagai calon Kapolri mengejutkan. Bambang Soesatyo menambahkan, yang patut dipertanyakan ialah sistem jenjang karier dan kepangkatan di tubuh Polri. n sofyan hadi

Biodata
Nama: Drs Timur Pradopo Pangkat : Komisaris Jenderal Jabatan terakhir: Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Tempat Lahir : Jombang, 10 Januari 1956 Suku Bangsa : Jawa Agama: Islam Riwayat Pendidikan 1. Akabri (Akpol) 1978 2. PTIK 1989 3. Sespim Polri 1996 4. Sespati Polri 2001 Riwayat Jabatan 1. Perwira Samapta Poltabes Semarang 2. Kasi Operasi Poltabes Semarang 3. Kapolsekta Semarang Timur 4. Kabag Lantas Polwil Kedu 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Kabag Ops Dit Lantas Polda Metro Jaya Kasat Lantas Wil Jakarta Pusat Kapolsek Metro Sawah Besar Wakapolres Tangerang Kabag Jianmas Lantas Polda Metro Jaya Kapolres Metro Jakarta Barat Kapolres Metro Jakarta Pusat Kapiskodal Ops Polda Jawa Barat Kapolwiltabes Bandung Polda Jawa Barat Kakortarsis Dediklat Akpol Irwasda Polda Bali Kapolda Banten Kaselapa Lemdiklat Polri Staf Ahli Bid Sospol Kapolri Kapolda Jawa Barat Kapolda Metro Jaya.

7

KASUS
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

Terdakwa yang berstatus sebagai tahanan sementara di Rutan Salemba itu tiba-tiba menghilang dari pengadilan, sebelum dia dibawa kembali ke ruangan tahanan pengadilan.
Sudah jatuh tertimpa tangga dialami Yusrin Nicoriawan. Dalam dua pekan terakhir ini, dia dirundung masalah yang kurang mengenakan jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kejari Jakbar). Suara miring pun menggema ke lembaga penuntutan umum itu. Betapa tidak, pertama dia ditegur atasannya atas kasus Iwan Djaja Admadja, seorang kurir narkoba jenis ekstasi lima ribu butir yang bebas demi hukum. Meski akhirnya Iwan kembali mendekam sel tahanan Rutan Pondok Bambu, namun prosesnya menjadi pertanyaan banyak pihak. Kini, kali kedua tersangkut dengan perkara raibnya terdakwa Syahrudin alias Batek. Batek merupakan terdakwa kepemilikan sabu-sabu sebanyak empat gram. Anehnya, aksi lolosnya Batek dari pantuan pengawal tahanan. Kisah lolosnya Batek berawal seusai pembacaan requisitor atau tuntutan atas terdakwa oleh jaksa penuntut umum pengganti (JPUP), A. Erwandhyaksa, dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Terdakwa yang berstatus sebagai tahanan sementara di Rutan Salemba ini tiba-tiba menghilang dari pengadilan, sebelum dia dibawa kembali ke ruangan tahanan pengadilan. Setelah dituntut sembilan tahun, A. Erwandhyaksa kemudian meminta Batek untuk duduk di kursi pengunjung. Maklum saja jaksa saat itu tidak hanya menyidangkan kasus Batek seorang. Anehnya A. Erwandhyaksa langsung meninggalkan Batek seorang diri. Tanpa terlebih dahulu meminta kepada pengawal tahanan untuk mendampingi Batek selama persidangan berlangsung. Menyadari situasi longgar alias tanpa pengamanan. Batek pun dengan santai melenggang keluar dari gedung Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Jaksa A. Erwandhyaksa baru sadar Batek telah melarikan diri setelah pengawal tahanan mengabsen satu persatu tahanan. Kontan saja seluruh jaksa dan pengawal mencari keberadaan Batek. Alhasil jaksa maupun pengawal tahanan ‘tutup mulut’ saat ditanya wartawan soal raibnya Batek Untuk diketahui Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini adalah Fitria Tambunan dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, namun tuntutan atas terdakwa dibacakan oleh penggantinya, A. Erwandhyaksa, dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Saat Tabloid Sensor melakukan konfirmasi kepada Yusrin, Kamis (7/10) pekan lalu, yang bersangkutan mengatakan telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinannya.”Saya sudah laporkan hal ini kepada Kejaksaan Tinggi DKI, Asiten pengawasan hingga Jaksa Agung Pengawasan. Terserah pimpinan hasilnya apa,” ucap Yusrin melalui sambungan telepon. Terkait jaksa tinggi DKI yang malas bersidang, Yusrin meminta Kajati sebagai atasan diberikan sanksi. Di tempat terpisah Jaksa Agung Muda bidang pengawasan (Jam-Was) Marwan Effedi kepada tabloid ini mengatakan akan mengevaluasi kinerja Yusrin sebagai Kajari Jakbar. “Kami tidak segan-segan akan memanggil yang bersangkutan dan mengevaluasi kinerjanya, masa dalam dua minggu bisa kecolongan” tegas Marwan, Kamis (7/10) di ruang kerjannya. Mantan Kajati Jawa Timur itu juga mengungkapkan

Jaksa Biarkan Terdakwa Kabur

K

Ingat Kasus Zarima
masa hukumannya yang 15 tahun, karena terbukti menjadi pengedar selain menggunakan narkoba. Derry Drajat adalah pelawak lain yang namanya sempat terpuruk karena pil setan itu. Ada lagi Avi ‘Naif’ yang bahkan sempat jatuh sakit ketika masih dalam proses pengadilan. Nama Yohan Tanamal, putri pasangan Enteng Tanamal dan almarhumah Tanti Yosepha tiba-tiba kembali muncul karena tersangkut masalah narkoba. Ia mengaku tak sanggup menjalani hidup yang dirasakannya sangat berat sepeninggal sang mama. Secara psikologis Yohan memang mulai tergoncang setelah perpisahan kedua orang tuanya. Apalagi Tanti kemudian hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit. Sepeninggal Tanti, Yohan seperti anak ayam kehilangan induk. Apalagi ia memang tidak dekat dengan sang ayah. Sejak itulah ia memilih narkoba sebagai pelampiasan duka hidupnya. Maya, mantan istri Ari Sigit, termasuk keluarga Cendana yang kesenggol kasus ini. n sofyan hadi

alau ditelusur ke belakang, sudah cukup banyak artis yang terpaksa berurusan dengan polisi gara-gara masalah narkoba ini. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah si Ratu Ekstasi, Zarima. Ia justru mulai naik daun setelah buron hingga ke Amerika Serikat karena kedapatan memiliki ratusan butir pil ekstasi. Zarima dua kali harus berurusan dengan polisi. Meski yang kedua ia mengaku telah menjadi korban seorang oknum polisi yang ingin naik pangkat. Tetapi ia kemudian justru menjadi selebritis setelah keluar dari penjara. Namanya disejajarkan dengan artis-artis lain, meski sebelum tertangkap polisi karena kasus narkoba, namanya sebagai artis nyaris tak terdengar. Masih ada sederet nama lain yang harus masuk penjara karena masalah ini. Di antaranya adalah Doyok dan Polo yang bahkan sudah dua kali masuk penjara. Ibra Azhari pun kini masih berada di rumah tahanan dan menjalani

memberi sanksi setimpal apabila ditemukan bukti kelalaian serupa. Pengawasan lemah Lucunya meski Batek telah melarikan diri, ketua majelis hakim pimpinan I Wayan Sedhana, Senin (4/10). Tampaknya masih berbaik hati dengan memvonis selama enam tahun penjara plus denda Rp1 miliar dengan subsider enam bulan kurungan badan. Menurut hakim, terdakwa terbukti bersalah menjadi kurir dalam pengedaran empat gram narkotik jenis shabu-shabu di Jalan Sasak II Kelapa Dua, Kebon Jeruk Jakarta Barat, pada 30 Januari lalu, sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UndangUndang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Syahrudin alias Batek sebelumnya dituntut dengan pidana penjara selama sembilan tahun, plus denda Rp1 miliar, dengan subsider enam bulan kurungan. Menurut pengamatan Tabloid

Sensor di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pengawasan terhadap terdakwa oleh pihak kejaksaan terkesan sangat lemah, sehingga sangat memungkinkan terdakwa kabur. Dari ruang tahanan pengadilan, para terdakwa memang dibawa ke ruang sidang dengan tangan diborgol. Namun, setelah borgolnya dibuka, tak sedikit di antaranya harus menunggu berjam-jam menunggu giliran disidangkan. Sudah begitu, jaksanya pun sibuk mondar-mandir ke sana ke mari menghubungi Panitera Pengganti atau majelis hakim lain, karena satu orang jaksa terkadang harus menyidangkan belasan berkas perkara per hari dengan majelis hakim yang berbeda-beda pula. Kondisi itu diperunyam lagi dengan “penyakit kronis” lain, yakni sangat lambatnya pihak kejaksaan mendatangkan para terdakwa dari Rutan ke pengadilan, bahkan ada yang baru datang setelah pukul 14.00 WIB. n sofyan hadi

KASUS
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

8

Perjalanan Akhir Prita Mulyasari
P
MA mengabulkan kasasi Prita Mulyasari dan menolak gugatan RS Omni Internasional.
uang denda sebesar Rp 204 juta kepada RS Omni I n t e r n a s i o n a l . S e mentara, untuk kasus pencemaran nama baik, Prita divonis bebas oleh PN Tangerang. Hakim menilai Prita tidak terbukti bersalah melakukan pencemaran nama baik terhadap RS Omni Internasional. Jaksa mengajukan kasasi. Kasus Prita menjadi keprihatinan publik sehingga melahirkan gerakan Koin untuk Prita dan berhasil mengumpulkan uang senilai Rp 800 juta. Kasus Prita dipicu salah satu media kampanye paling sukses sosial di negeri ini. Penggemar Facebook dan halaman advokasi untuk mendukung Prita menarik ribuan anggota. Sebuah kampanye online diluncurkan untuk mengumpulkan uang yang dibutuhkan untuk membayar pengadilan-bulan terakhir dikenakan denda. Koin untuk website keadilan didirikan untuk mengumpulkan sumbangan online dan offline untuk Prita. Penyelenggara ingin mengumpulkan 2,5 ton koin. Donatur datang dari manamana. Seorang mantan menteri menjanjikan Rp100 juta atau setengah denda. Anggota Dewan Perwakilan Daerah mengangkat Rp50 juta. Sebuah konser penggalangan dana diadakan. Sebelum akhir Desember, kampanye tersebut telah mengumpulkan dana hampir Rp900 juta. Uang itu sekarang akan disumbangkan ke organisasi amal. Tunduk pada tuntutan publik, pemerintah mengisyaratkan bahwa bersedia untuk meninjau Cyber UU kontroversial yang digunakan dalam kasus Prita. Ini adalah berita baik untuk netizens yang menarik untuk sebuah hukum yang lebih demokratis yang akan mengatur aktivitas internet di negara ini. Itu adalah internet yang memfasilitasi penyebaran keluhan terkenal Prita e-mail. Ini juga melalui Internet bahwa Prita, dokter Omni dapat eluh serta letih seakan sirna ketika saat majelis hakim mengabulkan seluruh permohonan untuk pencari keadilan. Meskipun harus menanti selama satu tahun lamanya. Prita Mulyasari begitulah nama seorang perempuan yang digugat sebuah rumah sakit terkenal di Tangerang, Banten. Ia digugat lantaran menulis keluhan terhadap pelayanan seorang dokter di Rumah Sakit Omni Internasional melalui media massa. Akibatnya, Prita dianggap melakukan pencemaran nama baik. Hingga perempuan tiga puluh empat tahun ini. Terpaksa merasakan ‘tembok derita’ Rutan Tangerang. Namun kini ending semua itu berakhir bahagia. “Alhamdulillah. Ya ini sebenarnya beban dari hidup kami, dengan adanya putusan ini saya dan keluarga merasa lega, ini untuk masa depan kami,” kata Prita, Jumat pekan lalu kepada wartawan termasuk Tabloid Sensor. Kabar ditolaknya gugatan perdata Rumah Sakit Omni Internasional, dikatakan Ketua Mahkamah Agung (MA), Harifin Tumpa. “Kita tolak gugatan perdatanya Omni dan mengabulkan permohonan Prita,” ujar Harifin di Gedung MA. Sehingga secara otomatis gugatan yang diajukan RS Omni kandas. Menurut Tumpa, pada pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding pihak Rumah Sakit Omni memenangkan gugatan perkaranya. “Kalau di PT dan PN dikabulkan gugatan Omni,” jelasnya. Karyawati yang bekerja di sebuah perusahaan swasta ini menjelaskan, selama ini dia selalu memikirkan bagaimana kelanjutan kasusnya tersebut. “Pastinya tentu kepikiran terus,” ujarnya. Atas putusan MK itu, Prita segera berkonsultasi dengan pengacaranya. Dia ingin mengetahui secara jelas bagaimana isi putusannya. Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Banten, mewajibkan Prita membayar mengakses surat kontroversial. Pada akhirnya, internet yang membantu Prita siaran permohonannya untuk keadilan dan dukungan keuangan. Internet merupakan tempat yang mengagumkan, tapi berbahaya. Dengan meletakkan ke rumah sakit malu yang menuduhnya fitnah, Prita telah memaksa perusahaan untuk mengevaluasi kembali prosedur standar saat menerima keluhan pelanggan. Dengan menolak untuk mundur dalam perang hukumnya, Prita membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan besar tidak selalu menang di pengadilan. Kisah Jered-Jayden Belum selesai kasus Prita, muncul lagi “˜Prita baru” korban RS Omni International. Juliana, orangtua bayi kembar Jayden dan Jared melapor ke polisi dan mendatangi OC Kaligis untuk meminta bantuan hukum. Anaknya, Jayden Christophel, buta setelah dirawat di rumah sakit tersebut. Ceritanya berawal pada 26 Mei 2008, Juliana melahirkan sepasang anak kembar lelaki yang diberi nama Jered Christophel dan Jayden Christophel dengan kondisi belum cukup usia kandungan (prematur), yakni 33 minggu. Karena lahir prematur, dokter yang menangani memutuskan bayi kembar ini dimasukkan ke inkubator. Namun beberapa minggu kemudian, kedua anaknya mengalami gangguan di bagian matanya. Menurut Juliana, ketika itu tidak ada dokter spesialis yang menangani kedua bayinya hingga mengalami kebutaan. Juliana lalu membawa kedua buah hatinya itu ke rumah sakit di Australia. Dokter di Australia mengatakan, kerusakan mata anaknya diduga akibat penanganan yang tidak benar terhadap bayi prematur. Selain itu, kedua anaknya juga over oksigen ketika dimasukkan ke dalam inkubator sehingga sarat mata Jayden lepas dari retina karena kelebihan oksigen saat di inkubator. Sudah stadium empat. Setelah sebulan di negeri kangguru itu, Juliana dan kedua bayinya kembali ke Indonesia. Lalu dengan berbekal berbagai dokumen pemeriksaan

para dokter di Australia, dirinya mendatangi RS Omni International untuk meminta catatan medis bayinya selama ditangani rumah sakit itu. Namun permintaannya selalu ditolak. Pada pertengahan April lalu, pihak RS Omni memang sempat meminta bertemu dengan Juliana dan suaminya. Dalam pertemuan itu, manajemen memberi penjelasan tentang kondisi Jared dan Jayden selama dirawat. Namun, pihak RS tetap menolak memberi catatan medis kedua anaknya. Bahkan melalui majelis etika pihak RS Omni yang dijawab lewat surat menyatakan mereka tidak bersalah dan telah melakukan prosedur yang benar. Jawaban ini membuat ibu yang malang ini meminta pengacara senior O.C. Kaligis untuk membantu kasusnya sekaligus melaporkannya ke Polda DKI. Dalam laporannya, RS Omni dituduhkan pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan luka berat. Menanggapi hal ini, manajemen Omni Internasional Alam Sutera menyatakan pihaknya sudah berbuat maksimal terhadap

pasien Juliana dan kedua anak kembarnya. Kerusakan mata pada si kembar Jayden Christophel dan Jared Christophel sudah pernah dikomunikasikan dengan Juliana. Namun, hal ini dibantah oleh Juliana. Memang benar dokter telah menyampaikan soal gangguan mata pada kedua anaknya. Tetapi, hanya sebatas mengatakan, anak saya mungkin akan memakai kacamata Oleh sebab itu, Juliana menduga, RS Omni tidak memiliki standar prosedur operasional (SOP). Sebab, kalau RS itu memiliki SOP, seharusnya ia diberitahu tentang ROP (Retinapathy of Prematurity), yaitu penyakit yang menyebabkan kerusakan pada mata kedua anaknya. Dengan pemberitahuan itu, dirinya bisa lebih cepat mengantisipasi keadaan sehingga penyakit mata anaknya tidak bertambah parah. Seharusnya, kedua anaknya dirawat lebih intensif selama perawatan. “Ini kok bisa, dokter meninggalkan perawatan kedua anak saya hanya untuk mengikuti seminar di Surabaya (maksudnya dokter FL),” tegas Juliana. n simon leosi

9

KASUS
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

Aida Simpanan Ustad MZ
K
Orang tua Aida sempat menanyakan siapa yang meneleponnya, namun begitu dikasih tahu Zainuddin MZ yang ingin bersilaturahmi, sang ayah langsung mengizinkan.
lanjut Aida Saskia, tiba-tiba sang ustad menelepon yang sama sekali tidak disangka. Saat itu orang tua Aida juga sempat menanyakan siapa yang meneleponnya, namun begitu dikasih tahu kalau Zainuddin MZ yang ingin bersilaturahmi, sang ayah langsung mengizinkan. “Padahal selama itu papaku tidak pernah mengizinkan cowok datang main ke rumah, mungkin karena dia, kyai kondang, jadi sebuah kebanggaan juga buat papaku bisa kedatangan orang sebesar dia,” tegasnya. Pada akhirnya Aida Saskia menjalin hubungan dengan Zainuddin MZ, dan kabarkan nikah secara siri di usia yang sangat belia. Bahkan untuk pernikahan itu Zainuddin rela menceraikan dua istri sebelumnya, Siti Khairunisa dan Hajah Rostiati demi mendapatkan gadis yang saat masih berusia 17 tahun. Cerita ini sebenarnya bukan cerita baru, karena sempat tersiar heboh di beberapa media infotainment. Tapi hanya sekedar menjadi gosip belaka dan hilang seiring waktu. Sementara Aida Saskia yakin bahwa dirinya adalah korban. “Aku cuman tidak ingin ada Aida-Aida yang lain jadi korban, apalagi sekarang ini nama dia sedang naik lagi, aku tidak ingin apa yang aku alami menimpa orang lain,” tegasnya. Selain Aida, Zainuddin juga disebut-sebut telah menikah siri dengan Anggi Novita. Yang tak lain istri dari pesinteron Ferry Irawan. Hal tersebut diungkapkan istri Ferry, Noviyana Sintawati saat ditemui wartawan di kediamannya, kawasan Town House, Jalan Kemang Utara, Jakarta Selatan. “Saat menikah, status Anggi masih isteri Zainuddin MZ. Saya tahu dari Ustaz Nirwan,” katanya. Selain Ustaz Nirwan, Ki Kusumo juga mengetahui bahwa Anggi masih berstatus istri Zainuddin MZ. Ki Kusumo merupakan orang yang eindahan ragawi setiap wanita merupakan anugrah sang pencipta. Sebaliknya pesona itu membuat kaum Adam pasti terperangah. Sehingga tidak jarang harmonisasi rumah tangga pun menjadi taruhan. Salah satunya adalah Aida Saskia yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut berjudul “Ayam Jago”. Sembilan tahun silam saat Aida masih duduk di bangku Sekolah Menengah Umum (SMU), popularitasnya sudah di atas langit. Tiba-tiba namanya raib begitu saja, seperti ditelan hingar bingar dunia hiburan. Usut punya usut ternyata perempuan berusia dua puluh lima tahun itu telah berkenalan dengan seorang dai besar, Zainuddin MZ. Perkenalan ini membawa perubahan yang tidak pernah terbayangkan. “Aku ketemu sewaktu mengisi acara nyanyi di puncak yang diselenggarakan sebuah organisasi. Waktu itu teman aku bilang bahwa Zainuddin MZ akan datang. Tapi aku tidak percaya, sebab dia itu kan dai besar, tidak mungkinlah datang ke acara dangdutan seperti itu. Tapi ternyata bener dia datang,” ungkap Aida Saskia, Senin pekan lalu, mengawali cerita pertemuan dengan dai sejuta umat itu. Sejak saat itu Aida Saskia mengaku mendapat angin dapat berjumpa dai terkenal itu. Saat selesai mengisi sebuah acara, dirinya punya kesempatan makan bersama. Apalagi saat itu gadis kelahiran Bogor, Jawa Barat itu belum sempat makan siang, karena pulang sekolah langsung berangkat ke lokasi. “Jadi pas acara selesai nyanyi, telah disiapkan ruang untuk makan-makan. Di situ saya makan, pak dai juga makan, dia mulai mendekat tanyatanya, sampai dia minta nomor telepon dengan alasan dia mau mengundang aku nyanyi. Karena alasan bisnis aku kasih nomor telepon,” ungkapnya. Beberapa hari dari acara itu, mempertemukan Anggi dengan Ferry, dalam sebuah pembuatan film yang diproduseri Ki Kusumo Desember 2008 lalu. “Mereka cuma selang 10 hari bertemu langsung menikah,” ujarnya. Secara syariah memang tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh sang kyai mempersunting Aida. Agama hanya membatasi perkawinan seorang muslim (laki-laki) maksimal dengan 4 wanita. Kendati hukum perkawinan yang berlaku di negeri ini, mengharuskan seorang suami menikah lagi dengan alasan tertentu dan harus mendapatkan ijin dari istri tuanya, tetapi yang tertulis dalam kitab-kitab fikih yang banyak dirujuk oleh para da’i tidak ada keharusan seperti itu. Bagi gadis Aida, tentu memimpikan keterjaminan dari sisi materi menjadi istri seorang da’i kaya. Mungkin saja ada alasan ideal Aida mau dipersunting oleh sang kyai, yakni agar sang kyai bisa membimbing hidupnya ke jalan yang lurus dan bisa mendalami masalah agama yang dipeluknya. Melakukan pernikahan yang dihalalkan oleh agama tentu lebih baik dari pada harus berbuat zina dengan perempuan “baik-baik” maupun perempuan yang berprofesi mengakomodasi hasrat kaum

laki-laki. Terkadang ada juga selentingan yang keluar dari mulut laki-laki (suami) daripada memelihara kambing, lebih baik beli sate. Habis menikmati

sate, tusuknya bisa langsung dibuang. Sementara dari mulut para istri keluar boleh minum tehnya, tapi botol tetap harus kembali. n simon leosi

Aktif di Partai Juga

N

ama lengkap dai sejuta umat ini adalah KH Zainuddin Muhammad Zein (MZ). Pria ini lahir di Jakarta, 2 Maret 1951. Setelah menamatkan sarjana dari IAIN Syarif Hidayatullah, MZ mendapat doctor honoris causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia. MZ pernah menjabat sebagai ketua umum Partai Bintang Reformasi. Seiring pergantian ketua partai, terjadilan friksi di dalam partai Zainuddin yang pernah aktif di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kemudian dikabarkan kembali ke Partai berlambang Ka’bah itu atas tawaran Surya Dharma Ali, Ketua Umum PPP. “Karena saya penasaran

mengapa partai berbasis Islam tidak memenangkan pemilu. Ketika ia baru masuk, karena popularitasnya, ia dengan cepat bisa langsung menempati posisi salah satu ketua DPP,” katanya. Harapan PPP untuk memanfaatkan dai sejuta umat untuk mendongkrak perolehan suaranya (jadi vote-getter) yang jeblok pada Pemilu 1999 justru menjadi persoalan baru. Pasalnya, Zainuddin hengkang dari PPP dan mendeklerasikan PPP Reformasi. Sebelum masuk DPP, dia sudah menjadi pengurus aktif PPP, yakni menjadi anggota dewan penasihat DPW DKI Jakarta. Lebih jauh lagi, berkat kelihaiannya mengomunikasikan

ajaran agama dengan gaya tutur yang luwes, sederhana, dan dibumbui humor segar, partai yang merupakan fusi beberapa partai Islam itu jauh-jauh hari (sejak Pemilu 1977) sudah memanfaatkannya sebagai vote-getter. Bersama Raja Dangdut H Rhoma Irama, dia berkeliling berbagai wilayah mengam p a n y ekan partai yang saat itu bergambar Ka’bah sebelu m b e r g a n t i gambar bintang. Hasil yang diperoleh sangat signifikan dan mempengaruhi dominasi Golkar. Tak ayal, kondisi itu membuat penguasa Orde Baru waswas. “Akibatnya, kita dapat teror. Saat itu ganas-ganasnya Golkar,” tuturnya. n simon

HUKUM
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

10

VARIA
Divonis Seumur Hidup
JaKaRTa – Baekhuni alias Babe (50), terdakwa kasus sodomi dan mutilasi para korban anak jalanan ini divonis seumur hidup oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu (6/10) pekan lalu. Mantan pedagang asongan ini, telah terbukti melakukan rangkaian pembunuhan berencana terhadap anak-anak jalanan, juga melakukan mutilasi sebagian para korbannya. Dalam pertimbangan putusan Majelis Hakim yang diketuai Mahfud Saefullah mengatakan, hal yang memberatkan Babe, sebagian korbannya di mutilasi, dengan begitu unsure melakukan pembunuhan berencana seperti diatur dalam pasal 340 KUHP, telah terpenuhi. Mendengar putusan Majelis Hakim, Babe seperti biasanya tetap melempar senyum diruang persidangan. Sebelumnnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Trimo dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Babe yang sudah melakukan pembunuhan sebanyak 14 anak jalanan. n indra sukma

Terpidana Seumur Hidup Ditahan Lagi
JaKaRTa – Dengan alasan tidak terkontrol, Iwan Djaja Admadja terpidana seumur hidup kasus narkoba, yang semula dilepas demi hukum, akhirnya ditahan kembali. Iwan, ayah dua anak ini, dilepas demi hukum pada 11 September 2010 karena masa tahanannya habis dan tidak dapat diperpanjang. Sebab, telah dua kali diperpanjang Pengadilan Tinggi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (PT DKI). Kasus ini heboh ketika vonis dibacakan pada 21 September 2010. Ternyata terdakwa sudah dilepaskan. Namun, pada persidangan itu ia tetap datang dengan menggunakan angkutan kota (angkot). Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat yang diketuai Joni Palayukan dalam putusannya menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada terdakwa. Vonis itu sekaligus mengabulkan tuntutan jaksa. Panitera Pengganti PN Jakbar, Ricar Soroinda Nasution menyebutkan, penahanan terhadap Iwan dilakukan setelah jaksa penuntut umum Bambang Saputra menyatakan banding pada 28 September 2010. Majelis hakim pun mengabulkan semua tuntutan jaksa. Bambang Saputra yang dihubungi terpisah menyatakan, ia mengajukan banding agar Iwan ditahan lagi. “Kami sudah menahan Iwan Senin (4/10) malam. Masa penahanan terhitung sejak 21 September hingga 20 Oktober 2010,” jelas Bambang. Kasus Iwan menimbulkan kontroversi sehubungan dengan habisnya masa penahanan terdakwa yang dituntut hukuman seumur hidup. Bambang menjelaskan, sebelum masa penahanan habis, ia tidak dapat hadir dalam persidangan pada 6 September 2010 karena mertuanya meninggal. Ia sudah berpesan kepada jaksa pengganti, Slamet Riyadi, untuk mendesak majelis hakim agar menjatuhkan vonis pada 6 September 2010, namun ditolak. Iwan sendiri sangat menutup diri dari wartawan. “Bukannya saya tidak mau dibantu. Saat ini, saya masih bingung dan khawatir jadi ramai, malah nanti jadi tidak karuan,” ujarnya lewat layanan pesan singkat.n sofyan hadi

Menjual Film Porno Ariel, Luna Maya dan Cut Tari
JaKaRTa – Berharap mendapat keuntungan besar dari hasil menjual VCD/DVD porno Ariel-Luna Maya-Cut Tari, malah Martinus Jalil nasibnya berakhir di jeruji besi penjara. Pedagang VCD/ DVD bajakan itu, ditangkap Selasa (15 Juni 2010), di terminal bus Pasar Senen, Jl. Pasar Senen, Jakarta Pusat. Penangkapan Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya oleh saksi Eben Patar Opsunggu, saksi Sarwan Anton, dan saksi Edi Prayitno dari Satuan Industri dan Perdagangan. Penangkapan dikarenakan Martinus melakukan penjualan/ pengedaran VCD/DVD film bajakan, lagu bajakan dan film porno tanpa ada ijin. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suntoro, dihadapan Majelis Hakim diketuai Nani Indrawati, dengan Hakim Anggota FX. Jiwo Santoso dan Herdi Agusten mengatakan, terdakwa melanggar pasal 72 ayat (2) UURI No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, dan pasal 29 jo. Pasal 4 ayat (1) atau pasal 32 UURI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta pasal 80 jo pasal 6 UURI No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (7/10). Dalam kesaksiannya Eben Patar Opsunggu menerangkan, dari penggeledahan Martinus Jalil disita barang bukti (BB) berupa 7 keping VCD film porno Indonesia berjudul Ariel-Luna Maya-Cut Tari yang Jakarta Barat. VCD itu biasa dijual seharga Rp3.000, sedangkan film porno tiap kepingnya Rp10.000. Berdasarkan keterangan saksi ahli dari Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia, perbuatan terdakwa selaku pemilik dan penanggung jawab atas BB yang tidak memperoleh surat tanda lulus sensor, karena tidak terdapat keterangan mengenai nomor tanda lulus sensor untuk VDC/DVD film porno oleh LSF Indonesia. Bahkan, tulisan, gambar atau benda itu sudah jelas dari kasat mata melanggar kesusilaan dan dilarang diedarkan atau ditayangkan di wilayah hukum Indonesia. Untuk agenda tuntutan, sidang ditunda sepekan. n simon leosi

Dipenjara 4 Tahun

JaKaRTa – Terdakwa Bun Kiong Kiong alias Alexsin (34), pemilik Narkotika jenis shabu-shabu seberat 0, 1700 gram, dihukum empat tahun penjara. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Harsini menuntut selama lima tahun penjara, denda Rp800 juta, subsidiar enam bulan penjara. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/10). Menurut Majelis Hakim diketuai Sugeng Riyono, dengan Hakim Anggota Syarifuddin dan Sunardi, perbuatan terdakwa melanggar pasal 112 ayat (1) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Menjatuhkan pidana terhadap Bun Kiong Kiong alias Alexsin selama empat tahun penjara, denda Rp 800 juta atau subsidiar empat bulan penjara,” ucap Sugeng Riyono saat membacakan amar putusannya. Hukuman tersebut lebih ringan satu tahun penjara dan subsidiar dikurangi dua bulan penjara. Saat ditangkap saksi (polisi) Hisar Murphy Tua dan saksi Freddy Marpaung, dari celana terdakwa ditemukan satu bungkus rokok Marlboro putih berisikan plastik bening kristal warna putih mengandung Metamfetamina golongan 1 No. 61 lampiran UURI No. 35/2009 tentang Narkotika. Penangkapan didalam kamar No. V-2 Wisma 63 Jl. Gajah Mada, Taman Sari, Jakarta Barat, pada Sabtu (17 Juli 2010). Dalam pengakuan terdakwa, barang bukti (bb) dibeli seharga Rp350 ribu dari Apuk didaerah Jembatan Lima Tambora, Jakarta Barat. Selain bb kristal warna putih, terdapat cangklong (alat hisap) milik terdakwa yang dihadirkan ke persidangan. n simon leosi

sampulnya menggunakan sampul lagu. Ditemukan juga 10 keping DVD film porno Barat, sebanyak 1.450 keping DVD film bajakan berbagai judul dan 500 keping CD serta MP3 lagu bajakan berbagai judul. Menurut pengakuan Martinus Jalil, barang bukti tersebut dibeli dari pedagang di pasar Glodok, Taman Sari,

Wakil Ketua PN Pekalongan Dilantik
PeKalOngan - Wakil Ketua Pengadilan Negeri (Waka PN) Pekalongan, H. Sumpeno, SH, MH, Kamis (7/10) secara resmi dilantik. Ketua Pengangadilan Negeri Pekalongan, H.R. Unggul Warso Mukti, SH, MH, dalam sambutanya menyampaikan, rasa syukur pelaksanaan pelantikan Wakil Ketua berjalan lancar sesuai rencana. Dirinya berharap, untuk kedepan H. Sumpeno dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam menata mekanisme pekerjaan dan penegakan hukum khususnya di wilayah PN Pekalongan. “Sehingga nantinya mampu secara sinergi bersama komponen ucapan terimakasih kepada Ketua dan seluruh jajaran pegawai PN Pekalongan. Sebagai pejabat yang baru dilantik, perlu baginyanya mengucap ‘kulo nuwun’ untuk bisa diterima dirinya dengan baik alam keluarga besar PN Pekalongan. Lebih dari itu, ia juga mengatakan bahwa Pekalongan adalah daerah keenam ia dipindah tugas. Sebelumnya dia pernah bertugas di Mahkamah Agung, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jakarta, Solo, dan terakhir di Bengkalis. Masuk Pekalongan, menurutnya, juga merasa senang. Karena kini dekat dengan daerah asal kelahirannya, yakni Bantul Yogyakarta. Dalam kesempatan usai acara pelantikan, kepada Tabloid Sensor mengatakan, sebagai pejabat wakil ketua baru ia akan berusaha untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya di PN Pekalongan, serta akan turut menata mekanisme kerja dengan baik. “Terutama menyangkut kasu-kasus korupsi. Tidak menutup mata siapapun akan ditindak tegas sesui hukum. Lain itu juga terkait Narkoba, juga akan ditindak tegas,” jelasnya seraya menambahkan pengalaman yang baru-baru ini juga ditangani, ia telah menjerat pengedar narkoba dengan hukuman 20 tahun penjara. n hadi sulistiyono

serta staf lainnya didalam upaya meningkatkan pelayanan hukum terhadap masyarakat,” papar ketua. Sementara Wakil Ketua, H.Sumpeno usai dilantik juga menyampaikan rasa syukur dan

11
VARIA
Eksepsi Ditolak
PeKalOngan - Ekspresi prihatin pada wajah terdakwa terlihat jelas ketika sidang perkara Sertifikat Masal Swadaya (SMS), saat mendengar Majelis Hakim menolak eksepsi yang diajukan oleh penasehat hukum Arif NS dari terdakwa M. Sahlan (Camat Kota Pekalongan Selatan), dan terdakwa Aidin (Camat Kota Pekalongan Utara). Dalam agenda sidang putusan sela, Kamis (7/10) lalu itu, Majelis Hakim yang diketuai Wiwin Arodawati SH menolak eksepsi penasehat hukum dengan mengatakan, “Surat dakwaan tidak memenuhi syarat materil, tidak lengkat dan tidak jelas. Sehingga dakwaan dinyatakan kabur”. Berdasarkan eksepsi tersebut, hakim berpendapat bahwa semua ketentuan yang diatur dalam surat dakwaan sudah memenuhi materil. Sementara sidang ditunda dan dilanjutkan kembali minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksisaksi. Dalam hal ini JPU diberi waktu untuk mempersiapkan saksisaksi. Sidang ditunda sampai Kamis (14/10) mendatang. “Untuk mempercepat waktu, sidang perkara SMS akan digelar dua kali dalam satu minggunya, yaitu hari Senin dan Kamis setiap pukul 09.00 WIB,” kata majelis hakim. Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus tersebut, Cumondo Trisno SH, meminta kepada majelis agar eksepsi penasehat hukum terdakwa ditolak. n hadi sulistiyono

HUKUM
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

Keterangan Saksi Dibantah Terdakwa
JaKaRTa – Terdakwa Hariyanto Luhendo alias Jovian Kurnia (42) membantah k e t e r a n g a n s a k s i R ic k y Kargo alias Tomy Setiawan, ketika sidang perkara Narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat digelar, Kamis (7/10). “Saya tidak melakukan transaksi Narkotika dengan saksi Ricky Kargo. Kami melakukan pembayaran hutang-piutang,” ucap terdakwa dihadapan Majelis Hakim diketuai, Bayu Isdiatmoko dengan Hakim Anggota Ahmad Rivai dan Marsudin Nainggolan. Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Silvia Desty yang digantikan Yossie, telah terjadi jual beli Narkotika jenis shabushabu sebanyak 8 kali antara terdakwa dan saksi, sejak tanggal 2 Mei 2010 sampai 15 Mei 2010, dengan nilai transaksi Rp30 juta lebih. Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris UPT Laboratorium Uji Narkoba BNN No. 311E/ V/2010/UPT UJI NARKOBA tanggal 25 Mei 2010 menyimpulkan barang bukti berupa; satu buah tas kulit warna hitam didalamnya terdapat tiga bungkus plastik bening berisikan kristal warna putih berat netto 3,2294 gram mengandung Metamfetamina golongan 1. Ditemukan juga satu bungkus plastik bening berisikan 35 butir tablet warna kuning logo ‘kepiting’ seberat 9,3524 gram adalah Negatif tidak mengandung golongan Narkotika sesuai UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Akibat perbuatannya itu, terdakwa diancam pasal 114 ayat (1) jo. Pasal 132 ayat (1) UURI No. 35/2009 tentang Narkotika. Untuk membuktikan perbuatan terdakwa, akan dihadirkan saksi dari kepolisian yakni, saksi Freddy Marpaung, saksi Hisar Myrphy Tua, saksi Ahmad Imam Koesmayadi dan saksi Ferdinand P Manurung, SH yang menangkap pada Senin (17 Mei 2010), di Jl. Mangga Besar I Gg. Masjid, Taman Sari, Jakarta Barat. Sidang ditunda sampai, Selasa (12/10), agenda pemeriksaan saksi. n simon leosi

MPHI Laporkan Hakim PN Jaktim ke Pengawas
JaKaRTa – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jeyasas Tarigan. SH dilaporkan oleh LSM Monitoring Penegakan Hukum Indonesia (MPHI) yang diketuai Reinaldi Lumban Gaol, SH ke Hakim Pengawas Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. Kepada Tabloid Sensor, Reinaldi mengatakan, hingga kini masih banyak para pencari keadilan mengeluhkan sulitnya mendapatkan keadilan. “Hukum mestinya tidak pandang bulu, baik yang miskin ataupun yang kaya (dalam posisi setara, red). Namun pada prakteknya, warga yang tidak mampu selalu dicederai rasa ketidak adilan,“ jelasnya. Selain itu, Renaldi menjelaskan, laporannya kepada Hakim Pengawas karena nasib pencari keadilan bernama Tiur Mauli Siregar yang terpaksa harus menelan pil pahit ketidakadilaan oleh oknum aparat penegak hukum. Tiur Mauli Siregar menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada Universitas Indonesia (UI), DR. Andi Muhammad Asnun. Andi Muhammad Asnun pun telah terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap Tiur Mauli Siregar, dan divonis 4 bulan penjara, dengan delapan bulan masa percobaan oleh Majelis Hakim Jeyasas Tarigan. Dalam proses persidangan pun terdakwa sudah masuk ke ruangan Ketua Majelis Hakim Jeyasas Tarigan, dan tiga jam sebelum sidang putusan dimulai, terdakwa juga keluar dari ruang Panitera Muda Perdata Ristiari, SH, “Hal ini jelas sudah melanggar Surat Edaran Mahkamah Agung RI No.3 Tahun 2010 tentang menerima tamu. Kami menduga terdakwa masuk ke ruangan Panitera untuk negoisasi dengan memastikan putusan apa yang akan dijatuhkan. Sebab, setelah terdakwa keluar ruangan, Panitera Rustini langsung masuk ke ruangan Hakim Yesayas Tarigan SH,” ungkap Reinaldi. Dan yang paling aneh, menurut Reinaidi, sudah jelas berdasarkan bukti dari JPU bahwa terdakwa telah melanggar pasal 351 dengan bukti hasil Visum et Repertum, tapi anehnya hakim Jeyasas Tarigan melarikannya ke pasal 44 ayat 4 tentang KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) untuk meringankan hukuman. ”Pertanyaan paling besar adalah, untuk apa terdakwa masuk ke ruangan hakim dan Panitera Pengganti. Diduga telah terjadi praktik suap yang membuat terdakwa hanya divonis hukuman percobaan dengan melarikan ke UU kekerasan dalam rumah tangga, sementara pernikahan mereka hanya pernikahan sirih,” tandasnya. Berdasarkan fakta tersebut, menurutnya, ada permainan hukum dimana status hukum untuk pernikahan sirih tidak diakui Negara, tapi mengapa hakim ketua majelis melarikan pasal tersebut ke UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga. “Atas putusan maupun perilaku hakim tersebut, kami dari MPHI telah melaporkan Majelis hakim yang menangani perkara tersebut ke hakim Pengawas Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta,” jelasnya. n indra sukma

Didakwa Bandar Ekstasy
JaKaRTa – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kamaru Zaman dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, mendakwa Dedy Sujadi (39) sebagai pengedar atau bandar ekstasy, telah melanggar pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sidang diketuai Majelis Hakim Sunardi, dengan Hakim Anggota Sugeng Riyono dan Syarifuddin, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/10). Terdakwa Dedy Sujadi ditangkap di parkiran lantai 4 Diskotik Crown, Jakarta Barat, pada Minggu (30 Mei 2010). Dalam penangkapan itu, ditemukan barang bukti satu bungkus plastik besar berisikan 840 butir tablet berlogo Buterfly mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam golongan 1. Bahkan, ditemukan serbuk warna putih seberat netto 89,2 gram mengandung golongan Opiat, Amfetamina dan Benzodiazepine. Usai JPU membacakan dakwaan Primair melanggar pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) atau Subsidair melanggar pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sidang ditunda sepekan, Selasa (12/10), dengan agenda pemeriksaan saksi. n simon leosi

Saksi Polisi Beri Keterangan Dipersidangan
JaKaRTa - Terdakwa Sugiri alias Gire Bin Surirman, bapak lima anak hanya mampu mampu tertunduk lesu saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vera Donna dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, menghadirkan dua orang saksi Polisi, Edi dan Hary anggota Reserse Polsek Pademangan Jakarta Utara untuk memberi keterangan. Berkat informasi dari masyarakat bahwa sering dilakukan transaksi narkotika di Jl. Budi Mulya Pademangan, dan polisi berhasil menangkap terdakwa Sugiri. Saksi pun menerangka bahwa terdakwa adalah DPO yang sudah diburu selama empat bulan oleh anggotanya. “Saat dilakukan pengembangan, bandar besar Sema, tidak berhasil kami tangkap,’’ jelas saksi kepada Majelis Hakim Boedi Soesanto SH. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada Kamis (7/10) tersebut, agak membingungkan Majelis Hakim dan para pengunjung sidang, karena kesaksian kedua anggota Polisi tersebut di bantah seluruhnya oleh terdakwa. ‘’ Tidak benar Majelis, saya bukan DPO yang sudah diburu selama empat bulan . Saksi Hary-lah yang mengajak saya untuk bekerjasama menangkap Sema dan memberikan uang sebesar Rp700 000 untuk melakukan transaksi shabusabu. Setelah uang diberikan, kami pun sama-sama berangkat menggunakan motor, dan saksi Hary mengikuti saya seberat 0,2 gram yang saya beli dari Sema. Baru saya mau serahkan kepada Hary, tiba-tiba saya di berhentikan dan langsung di tangkap oleh saksi Edi dan kepala unit nya,’’ jelas Sugiri. Ketika Hakim kembali bertanya kepada kedua saksi, dan kedua saksi pun membenarkan semua bantahan terdakwa. “Benar, uang sebesar Rp700.000 tersebut saksi yang berikan?” tanya majelis Hakim kepada saksi. “Benar majelis,” ucap saksi Hary. ‘’ Kok bisa ya bandar besarnya ngga di tangkap, malah mata-matanya Polisi sendiri yang di tangkap. Padahal bandar besarnya sudah berhasil di pancing,” kata hakim. n sanjaya siahaan

dari belakang. Ketika saya bertransaksi, saksi Hary memantau dari kejauhan. Tak lama bertransaksi, saya pun bergegas pergi untuk menemui saudara Hary guna memberikan shabu-sabu

FIGUR
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

12
Krisdayanti

Bercita-cita Jadi Jaksa
menyelesaikan studi S1-nya, ia justru mendapat peluang bekerja di lingkungan Pemprov DKI. Budi pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu meskipun pekerjaan barunya buka cita-cita masa kecilnya. Bahkan, untuk mendalami pekerjaannya di bidang pemerintahan, Budi tidak setengahsetengah. Ia pun kembali mengasah ilmunya dengan mengambil S2 di Jurusan Administrasi Publik Universitas Indonesia (UI). “Background saya di bidang hukum pidana. Tapi karena terjun ke pemerintahan, saya ambil S2 untuk lebih total lagi. Dengan begitu, saya punya banyak ilmu pengetahuan,” urai ayah dua anak ini. Walaupun cita-cita awalnya tidak tercapai, ia tidak menyesal dengan jalan hidupnya. Ia beranggapan orang boleh bercita-cita, namun yang menentukan tetap Tuhan. Meski kini bergelut dengan dunia pemerintahan yang bukanlah cita-cita masa kecilnya, tak membuatnya asal-asalan menjalankan pekerjaan tersebut. Justru dirinya semakin total melakukan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya kepada warga Kecamatan Kebayoranlama, tempat ia mengabdi sebagai camat. n delwandra

Budi Wibowo

Bantah Lamaran
“Banyak yang minta konfrimasi tentang hal itu, tapi itu tidak benar, tidak benar tanggal segitu. KD hanya merayakan ulang tahun mamanya saja, bukan acara lamaran atau menikah,” ungkap Elsi Lontoh. Menurut Elsie, KD akan menikah atau lamaran jika surat cerai Raul sudah keluar dari penggadilan. Raul sendiri kini tengah dalam proses perceraian dengan istrinya, Atha di pengadilan Timor Leste. “Untuk menikah tetap, keluarga besar dalam hal ini diwakili mbak Yuni, hanya menginginkan surat cerai itu ada dulu, baru membicarakan hal menikah atau sebagainya,” terang Elsie. n ary

PenYanYi Krisdayanti melalui juru bicaranya, Elsie Lontoh, membantah jika pada Minggu (10/10) kemarin, menggelar lamaran sekaligus pernikahan dengan Raul Lemos. Namun pihaknya membenarkan jika pada tanggal tersebut akan ada acara keluarga di rumahnya.

Didukung Suami

Angel Karamoy

Jalan hidup manusia bagaikan misteri yang tidak bisa ditebak manusia. Kecuali, oleh Tuhan sendiri selaku Sang Pencipta. Begitu pun jalan hidup Budi Wibowo, yang kini menjadi Camat Kebayoranlama sejak Januari 2009 silam, sejak kecil tak pernah mengimpikan menduduki jabatan itu. Sebab, sejak

kecil pria berkumis ini justru ingin menjadi jaksa agar kelak bisa menjadi seperti idolanya almarhum Jaksa Agung Ali Said. Ya, sejak kecil Budi memang sangat mengagumi sosok jaksa, karena dapat menegakkan hukum. Selain mantan Jaksa Agung Ali Said, pengacara senior Adnan Buyung Nasution

juga menjadi idolanya. Kedua sosok tersebut menjadi penyemangat dirinya untuk meraih citacita di bidang hukum. Pria kelahiran Jakarta 21 Februari 1964 ini mengaku untuk meraih cita-citanya menjadi seorang jaksa, ia pun mengambil S1 Hukum di Universitas Jaya Baya pada 1988. Namun setelah

Belum Ingin Tambah Anak
PaSangan Sarah Sechan dan Emir Hakim akan mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan, dan belum memikirkan rencana untuk kembali menambah momongan. “Saya sama suami nggak terlalu bicarakan. Tiga tahun lalu hamil lagi, tapi keguguran di usia 4 bulan, punya Rajata saja buat saya sudah happy,” ungkap Sarah Sechan saat ditemui di konferensi pers film ‘Madame X’, di Senayan City, Jakarta, pekan lalu. Sarah Sechan memang mengaku tidak trauma dengan kasus keguguran yang dialaminya saat itu, namun dipastikan menjadi peristiwa yang menyedihkan. Baginya kalau memang nanti dikasih akan diterimanya, namun terpenting saat ini membesarkan sang anak yang sudah dikaruniakan pada keluarganya. “Saya nggak trauma. Sedih, saya keguguran. Rajata ngelihatin saya, kalau dikasih sama Tuhan nanti ada lagi. Okay aja, punya satu, nggak masalah. Ngapain nangisin yang nggak ada, syukurin saja yang ada. Rajata,” ungkapnya. n ary KembalinYa Angel Karamoy ke panggung hiburan, diakuinya mendapat dukungan dari sang suami. Walau kini berstatus sebagai seorang istri dan sekaligus ibu bagi anak-anaknya, namun Angel diberi kebebasan untuk bisa mengatur waktunya. “Dia apa aja, dia mensupport, yang penting aku tau waktu. Jangan sampai terlalu asyik sama kegiatan jadi lupa waktu. Dia support aku banget,” ujarnya saat ditemui di acara peluncuran tim basket Citra Satria di Backstage Ancol, Jakarta, pekan lalu. Lebih jauh, Angel mengungkapkan bahwa hubungannya dengan sang suami sangat romantis serta komunikatif. Ia dan suami terkadang masih tetap meluangkan waktu untuk bisa berdua. “Simple lah, komunikasi, perhatian tetep, kayak masih pacaran. Malem minggu tetep pacaran, tetep midnight. Sekarang lebih mikirin keluarga pastinya, apapun yang kita lakukan kalau ujungnya ke keluarga pasti baik,” pungkas wanita kelahiran Manado, 16 Januari 1987 itu.n ary

Sarah Sechan

13
PREDIKSI
SERI-A ITALIA 17/10 - AC Milan vs Chievo 17/10 - Roma vs Genoa 17/10 - Cagliari vs Inter Milan 17/10 - Brescia vs Udinese 17/10 - Catania vs Napoli 17/10 - Cesena vs Parma 17/10 - Juventus vs Lecce 17/10 - Palermo vs Bologna 17/10 - Samp. vs Fiorentina 18/10 - Bari vs Lazio 0:1 0 : 3/4 3/4 : 0 0 : 1/4 0:0 0 : 1/4 0 : 1 1/4 0 : 1/2 0 : 1/4 0 : 1/4

OLAH RAGA
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

Selangkah Lagi, Wozniacki!
PeTeniS Denmark Caroline Wozniacki melangkah ke babak 16 besar Caroline Wozniacki Rabu, yang membuat dia hanya memerlukan satu kemenangan lagi untuk merebut posisi puncak dalam daftar peringkat WTA dari Serena Williams untuk pekan ini. Petenis Denmark berusia 20 tahun, yang baru bertanding pada turnamen itu sebagai unggulan teratas, harus berjuang pada set pertama namun kemudian relatif lebih mudah untuk dengan mudah meraih kemenangan atas petenis Italia Sara Errani, 6-4, 6-2. Wozniacki, yang kini menempati peringkat dua dunia, perlu mencapai perempat final atau lebih baik lagi di China Terbuka, untuk bisa menggeser Williamas, yang sudah tidak bermain sejak mengalami cedera kaki setelah menjuarai Wimbledon untuk keempat kalinya Juli lalu.

Benayoun Cedera Parah
cedeRa yang dialami gelandang Chelsea dan timnas Israel, Yossi Benayoun, ternyata lebih buruk dari yang diperkirakan. Pemain ini mengalami cedera tendon Achilles saat tampil di Piala Carling 22 September lalu. Federasi Sepakbola (FA) Israel dalam pernyataan persnya kemarin mengatakan bahwa Benayoun datang dari Chelsea untuk bergabung dengan timnas Israel dalam kondisi kurang fit. Hasil pemeriksaan MRI yang dilakukan tim medis Israel kemarin menunjukkan kalau Benayoun mengalami cedera tendon achilles yang cukup parah. “Dia tiba dari Chelsea pada Selasa pagi dan mengeluh sakit. Dokter tim kemudian mengirimkannya ke klinik untuk melakukan scan. Hasilnya cukup mengejutkan. Ada ototnya yang sobek,” ungkap juru bicara timnas Israel, Gil Levanoni. Cedera tadi dialami Benayoun saat Chelsea dikalahkan Newcastle 4-2 p a d a p e r t a n d i n g a n P i a l a Carling 22 September lalu. Chelsea memperkirakan dia siap bermain lagi pekan depan, sedangkan FA Israel memprediksi Benayoun akan istirahat beberapa bulan. n ary

Petenis Denmark itu akan menghadapi Petra Kvitova dari Republik Ceko pada Kamis (7/10) untuk merebut peluang menjadi nomor satu dunia dalam tenis putri dunia, namun dia mengaku posisi puncak itu bukan menjadi fokus utamanya. “Sejujurnya, saya tidak memikirkannya. Saya sangat senang bisa di sini dan bahwa saya memenangi pertandingan hari ini. Besok hanya pertandingan lainnya, dan mudah-mudahan saya dapat memenanginya dan terus melaju. Kita lihat saja nanti,” katanya pada para pewarta. Wozniacki, yang bergabung di Tour lima tahun lalu, menempati peringkat 64 pada 2007. Setahun berikutnya, dia merebut gelar WTA pertamanya dan sejak itu peringkatnya tidak pernah turun. Tahun ini, dia merebut gelar di Ponte Vedra Beach, Kopenhagen, Montreal, dan New Haven, sebelum merebut gelar di Tokyo pekan lalu. n ary

Uruguay Bantai Indonesia 7-1
JaKaRTa - Uruguay memang bukan tandingan Indonesia. Bermain dalam laga persahabatan, La Celete tampil serius dan total. Kemenangan telak 7-1 pun sukses dikantongi skuad Oscar Tabarez itu. Bermain di bawah dukungan puluhan ribu pendukung setianya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (8/10), Indonesia mengejutkan di awal dengan unggul lebih dahulu lewat gol Boaz Solossa. Namun setelah itu, Uruguay bangkit dan menceploskan tujuh gol beruntun. Duet striker Uruguay, Luis Suarez dan Edinson Cavani, samasama menyarangkan hat-trick, satu gol lagi dicetak Sebastian Eguren. Sejak awal pertandingan, Uruguay tampil serius dan langsung menekan. Tapi Indonesia justru mampu mencuri gol di menit 17. Dari umpan Bambang Pamungkas, Boaz Solossa lolos dari jebakan off-side dan setelah mengecoh kiper ia menceploskan bola ke gawang kosong. Terus memegang kendali permainan, Uruguay akhirnya membalas di menit 34. Suarez yang jadi andalan Uruguay yang tidak dibela Diego Forlan membalikkan skor jadi 2-1 di menit 43. Uruguay mengubah skor jadi 3-1 di menit 54. Cuma tiga menit berselang, Uruguay mencetak gol keempat. Uruguay mendapatkan hadiah penalti di menit 69 ketika Cavani dijatuhkan kiper Markus Horison. Suarez yang bertindak sebagai algojo sukses melaksanakan tugasnya dan mengubah skor jadi 5-1. Gol keenam Uruguay lahir di menit 79. Cavani menutup pertandingan dengan sebuah hat-trick ketika ia melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti yang merobek jala Markus untuk kali ketujuh. Skor 7-1 buat Uruguay. n ary

Tak Ada Krisis di Nou Camp

STRiKeR David Villa membantah rumor adanya krisis internal di Barcelona yang membuat juara bertahan La Liga itu mencatat hasil kurang memuaskan di awal musim ini. Barcelona menempati peringkat keempat klasemen sementara La Liga dengan 13 poin dari enam kali bertanding. Tertinggal tiga poin di bawah pemuncak klasemen Valencia, dua angka di belakang Villarreal dan satu poin di bawah Real Madrid. Kekalahan paling mengejutkan terjadi ketika mereka ditekuk klub promosi Hercules 2-0 di Nou Camp tiga pekan lalu. Di tempat yang sama pekan lalu, mereka juga ditahan Real Mallorca dengan skor 1-1. Menurut Villa, dua hasil buruk tersebut tidak mengindikasikan terjadi krisis di dalam. Menurut dia, El Barca cuma kurang beruntung dalam menyelesaikan begitu banyak peluang yang mereka ciptakan di mulut gawang lawan. “Saya kira kami cuma menghadapi masalah minimnya gol yang kami ciptakan. Tetapi soal banyaknya peluang, tak ada klub lain yang bisa menyaingi Barcelona,” ungkap Villa. n ary

SeJumlaH kemenangan gagal didapatkan Manchester United alias ‘Setan Merah’ dalam pertandingannya di Liga Primer. Menurut Sir Alex Ferguson, timnya tak punya kendala dalam bikin gol, melainkan cuma kurang naluri membunuh. Lewat tujuh pertandingan Liga Primer, MU masih ketinggalan lima poin dari juara bertahan Chelsea dan bahkan ada di bawah Manchester City yang unggul satu angka. Dari jumlah pertandingan itu, MU memang belum pernah kalah. Namun, selain menang tiga kali, ‘Setan Merah’ kehilangan poin karena sudah empat kali hanya bermain imbang saat menghadapi Fulham, Everton, Bolton dan terakhir Sunderland.

‘Setan Merah’ Kehilangan Naluri Membunuh

“Tim yang ada saat ini tak bisa langsung menyudahi perlawanan tim lawan, sebagaimana harusnya mereka lakukan,” gerutu Ferguson kepada majalah resmi MU,

seperti dikutip Sporting Life. “Di Goodison,” ujar Fergie merujuk laga kontra Everton, “Kami punya tiga atau empat peluang saat unggul 3-1 untuk

segera menyudahinya, tapi kami membuang kesempatan dan akhirnya harus membayar. Kami kebobolan dua gol di menit akhir. Itu sulit dibayangkan.” Fergie menolak jika para pemain MU saat ini dinilai kurang tajam. Ia menyebut timnya masih punya taji untuk merobek gawang lawan-lawannya sejauh ini. “Kami bikin tiga ke gawang Liverpool, Everton dan West Ham, dua di kandang Fulham, tiga di Community Shield; itu menunjukkan kami tak kesulitan menjebol gawang lawan.” “Sesungguhnya, yang tak kami lakukan adalah segera membunuh tim-tim lawan. Saat ini naluri membunuh itu tidak ada dan inilah yang harus dibenahi,” papar manajer asal Skotlandia tersebut. n ary

EKONOMI
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

14

SINGKAT
Penanggulangan Kemiskinan di Jateng
SemaRang - Kemiskinan merupakan masalah utama di Jawa Tengah, karena sampai dengan tahun 2009, jumlah penduduk miskin masih sebanyak 5.72 juta jiwa. Dalam upaya untuk mengurangi penduduk miskin, pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Sosial melaksanakan program pemberdayaan fakir miskin melalui pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), yaitu program penanggulangan kemiskinan melalui mekanisme pembentukan kelompok dengan tujuan meningkatkan kemampuan anggota dalam memenuhi kebutuhan hidup sehar-hari. Melalui KUBE diharapkan akan terwujud peningkatan kemampuan anggota dalam memenuhi kebutuhan hidup ditandai dengan meningkatnya pendapatan keluarga, meningkatnya kualitas pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan yang diperolehnya serta meningkatnya kemampuan mengatasi masalah dalam keluarga maupun lingkungan sosial dengan kebersamaan dan kesepakatan dalam pengambilan keputusan. Pengembangan masyarakat melalui KUBE memiliki keunggulan yaitu pembinaan dan monitoring lebih efektif dan efisien dari segi pembiayaan, tenaga maupun waktu. n tulus supangkat

Tarif Cukai Rokok Naik
JaKaRTa - Pemerintah akan menaikkan tarif cukai rokok secara moderat pada 2011 untuk memenuhi target penerimaan negara dari sektor cukai yang selalu meningkat. “Akan ada penyesuaian tarif cukai, tetapi penyesuaian itu masih dalam tahap moderat. Artinya kalau dinaikan tidak akan terlalu signifikan,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Thomas Sugijata di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan di Jakarta, barubaru ini. Thomas mengatakan, hingga sekarang belum ada kesepakatan besaran kenaikan target penerimaan negara yang harus dihimpun instansi yang dipimpinnya dalam APBN 2010. “Belum, belum (belum ada kesepakatan), tetapi memang ada kenaikan khususnya di cukai,” kata Thomas. Menurut dia, kenaikan target penerimaan cukai akan dipenuhi dari cukai rokok, bukan dari cukai minuman mengandung ethyl alkohol atau minuman keras. Tarif cukai miras sudah mengalami kenaikan lebih dari 100 persen pada 2010 sehingga tidak mungkin dinaikkan kembali pada 2011. Jika kenaikan cukai itu disetujui DPR maka kenaikan tarif cukai rokok akan mulai berlaku sejak semester pertama 2011. Penerimaan negara dari cukai untuk tahun 2011 direncanakan naik Rp1,4 triliun atau 2,4 persen dari Rp59,3 triliun di 2010 menjadi Rp60,7 triliun. Sementara untuk penerimaan bea masuk, naik Rp900 miliar atau 5,2 persen dibandingkan penerimaan pada tahun 2010, yaitu dari Rp17,1 triliun menjadi Rp18 triliun. Sebelumnya pada awal 2010, pemerintah juga memberlakukan kebijakan cukai hasil tembakau. Dalam kebijakan cukai 2010, sistem tarif cukai meneruskan kebijakan yang telah diambil pada tahun 2009, yaitu sistem tarif spesifik untuk semua jenis hasil tembakau dengan tetap mempertimbanqkan batasan produksi dan batasan harga jual eceran. Pertimbangan atas batasan harga jual eceran ini dilakukan mengingat varian harga jual eceran yang masih berlaku dalam sistem tarif cukai sebelumnya sangat tinggi sehingga tidak memungkinkan disimplifikasikan secara langsung melainkan dilakukan secara bertahap. n soebardjo

Metode Baru Pengobatan Stroke Dikembangkan
atau karena berkurang atau terhentinya aliran darah yang menuju ke otak. Semua gangguan itu sangat besar pengaruhnya terhadap fungsi otak, bahkan dapat menyebabkan matinya sebagian sel-sel otak. Direktur Senior Mayapada Hospital, Prof. DR. dr. Satyanegara SpBS, dalam penjelasannya mengemukakan sel-sel otak yang tidak mendapat aliran darah akan mati dan tidak berfungsi lagi. Tragisnya, sampai saat ini pengobatan stroke belum bisa menyentuh untuk memulihkan kembali fungsi sel-sel otak yang sudah mati itu. “Pengobatan stroke hingga kini masih terbatas pada upaya penyelamatan daerah iskemik agar tidak semakin parah, serta mencegah komplikasi yang menyertai stroke. Selain itu juga pengendalian terhadap faktor resiko stroke seperti diabetis, hipertensi, penyakit jantung, dan sebagainya,” ujar Satyanegara disela-sela acara Simposium “Recent Advance On Stroke” yang berlangsung di Mayapada Hospital Tangerang, akhir pekan lalu. Namun demikian, katanya lebih lanjut, saat ini para ahli tengah mengembangkan metode baru pengobatan stroke untuk memulihkan kembali fungsi selsel otak yang sudah mati seperti sediakala. Bila itu berhasil berarti ada setitik harapan bagi penderita stroke untuk sembuh total dan bisa kembali beraktifitas seperti semula. Menyinggung tentang penanganan terhadap orang yang baru terserang stroke dikatakan pasien tersebut harus ditangani dengan cepat dan akurat sesuai dengan diagnosanya, mengingat keadaan darurat itu hanya memiliki waktu (golden time) tiga jam. Hal ini sangat penting artinya untuk mencegah semakin parahnya kerusakan sel-sel otak. Simposium menghadirkan tujuh pembicara kondang, antara lain Prof. DR. Dr. Satyanegara SpBS, Prof. dr. Jusuf Nisbach SpS(K) FAAN, Prof. DR. Dr. Kahdar Wiriadisastra SpBS, Dr. Samsul Ashari SpBS, Dr. Roslan Yusni Hasan SpBS, dan lainnya. Peserta simposium lebih dari 250 orang dan semuanya adalah dokter dari berbagai rumah sakit di Tangerang dan sekitarnya, Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, dan sebagainya. Simposium ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian Mayapada Hospital untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan para dokter dalam menangani penderita stroke, seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi bidang tersebut saat ini. n soebardjo

Pemberdayaan Kelembagaan Petani Perkebunan
SemaRang - Visi pembangunan Provinsi Jawa Tengah yaitu mewujudkan Masyarakat yang semakin sejahtera yang dijabarkan melalui enam misi dan salah satu misi pembangunan Jawa Tengah adalah Membangun Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pertanian, UMKM dan Industri Padat Karya. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah petani perkebunan belum sepenuhnya membudidayakan tanaman perkebunan sesuai dengan baku teknis yang antara lain belum menggunakan benih bermutu dan pemeliharaan tanaman kurang intensif, sehingga mengakibatkan produksi dan produktivitasnya rendah. hal ini berdampak pada pangsa pasar yang tidak dapat terpenuhi dan nilai jual hasil perkebunan yang rendah, sehingga pendapatan petani pun menjadi rendah. Guna mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perkebunan provinsi Jawa Tengah berupaya meningkatkan dan memberdayakan kelembagaan petani perkebunan melalui lomba Kelompok Tani Tebu, kopi, Kapas, cengkeh, Koperasi Petani Tebu Rakyat dan petugas teknis komoditas tingkat provinsi Jawa Tengah. n tulus supangkat

Prof. DR. dr. Satyanegara, Sp.BS

JAKARTA - Stroke merupakan penyakit yang disebabkan oleh terganggunya peredaran darah di otak, sebagai akibat adanya perdarahan di pembuluh darah otak

700 SPBU Siap Laksanakan Program Pembatasan BBM
JAKARTA - Pemerintah dalam upayanya melaksanakan program penghematan penggunaan BBM bersubsidi (premium, dan lainnya) akan melakukan pembatasan penjualan bensin premium di SPBU-SPBU. Sebagai imbangannya dan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, pemerintah akan menggalakkan penggunaan BBM non subsidi (Pertamax, dan lainnya). Itu berarti jatah BBM bersubsidi di SPBU berkurang volumenya, sedangkan untuk BBM non subsidi bertambah. “Program ini akan dilakukan secara bertahap mulai awal Oktober 2010. Tahap pertama akan diterapkan diwilayah Jadebotabek (Jakarta, Depok, Tangerang, Bogor dan Bekasi). Bila pilot projek ini berhasil akan dilanjutkan di berbagai kota besar lainnya mengingat yang mengkonsumsi infrastruktur tangki timbun untuk BBM non susbsidi. Demikian juga halnya dengan besarnya volume suplai premium maupun pertamax, mereka tidak masalah. Selanjutnya dikatakan, bagi SPBU yang belum memiliki infrastruktur (tangki timbun, dispenser, pompa dan sticker) untuk penyediaan BBM non subsidi tetapi memiliki dua tangki timbun, maka salah satu tangki tersebut dapat dialihkan untuk BBM non subsidi itu. Namun jika hanya memiliki satu tangki harus membangun infrastruktur tambahan. Mengenai kebutuhan BBM nasional untuk tahun 2010 ini menurut Hasto diperkirakan mencapai 1,8 juta KL Sedangkan untuk Jawa-Bali sekitar 1,2 juta dan di Jawa Barat, DKI Jakarta serta Banten sebesar 600.000 KL. n soebardjo

bahan bakar non subsidi ini untuk sementara adalah mereka yang memiliki mobil produksi tahun 2005 keatas dan tinggalnya pun di kota,” ujar General Manager Pertamina Region-III, Hasto Wibowo, baru-baru ini di Jakarta. Menurutnya diwilayah kerja

Pertamina Region-III yang meliputi propinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan propinsi Banten saat ini terdapat 1.136 SPBU. Dari jumlah itu sebanyak 700 SPBU di antaranya telah siap beroperasional untuk melaksanakan program tersebut. Mereka telah mempersiapkan

15
SINGKAT
Beasiswa SD dan SMP akan Ditambah

PENDIDIKAN
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

32% Putus Sekolah Ada di Jateng
SemaRang - Menurut Ketua Yayasan Lembaga GNOTA, Jeannette Sudjunadi, berdasarkan data dari badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat tahun 2009, di Indonesia terdapat sedikitnya 13.685.324 anak sekolah (usia 7 hingga 15 tahun) yang putus sekolah. Dari jumlah ini, sebanyak 419.940 (32 persen) di antaranya berada di provinsi Jawa Tengah. “Dari jumlah angka putus sekolah ini, yang dapat diakses programprogram bantuan agar anak tersebut tidak putus sekolah masih sangat minim,” ujarnya, saat menghadiri penyerahan bantuan program ‘Berbagi untuk Maju’ tahap II yang dilaksanakan di SDN Mangunharjo, Kecamatan Mangkang, Kota Semarang, Rabu (6/10). Besarnya angka putus sekolah maupun anak yang terancam putus sekolah di negeri ini, diakui masih menjadi kendala bagi GNOTA dalam memaksimalkan perannya. Pasalnya kemampuan GNOTA untuk dapat mengentaskan anak bangsa yang putus sekolah ini masih sangat terbatas. Sehingga gerakan untuk meminimalisir angka putus sekolah maupun anak yang terancam putus sekolah ini butuh sinergi antar pihak yang berkompeten bagi masa depan anak bangsa. “Kita terus mendorong agar para orang tua yang lain ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan pendidikan serta masa depan anak bangsa ini,” imbuh Jeannette dalam jumpa pers dengan wartawan usai penyerahan bantuan ini. Terkait dengan masih tingginya angka anak yang terancam putus sekolah ini juga diakui oleh Kepala Sekolah SDN Mangunharjo, Khoiri. Ia mencontohkan, mayoritas murid sekolahnya yang berlatar belakang dari keluarga nelayan dan petani. Akibat faktor kemiskinan ini, tak sedikit siswa di sekolahnya yang harus ‘gantung buku’ alias putus sekolah. Kalaupun ada yang menuntaskan proses belajarnya masih belum memenuhi pendidikan dasar sembilan tahun. n hardjanto ms

JaKaRTa - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan menambah beasiswa bagi siswa SD dan SMP pada 2011. Penambahan beasiswa itu diperuntukkan untuk percepatan menuntasan program Wajib Belajar (Wajar) 9 Tahun. Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas), Fasli Jalal, mengatakan meski ditingkat SD dan SMP sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pemerintah tetap akan memberikan beasiswa tersebut sebagai tambahan biaya sekolah atau pengganti uang jajan bagi masyarakat yang tidak mampu memberikan uang jajan sekolah bagi anaknya. “Dengan adanya beasiswa dan dana BOS, maka program Wajar diharapkan berhasil dalam waktu dekat,” ujar FAsli. FAsli menjelaskan beasiswa bagi siswa SD tahun depan naik mencapai 2,7 juta orang dari 2,1 juta siswa tahun lalu. Nilai beasiswa yang diberikan sebesar Rp 380 per anak per tahun. Sementara tahun lalu beasiswa hanya sebesar Rp 360 per anak per tahun. n sofyan hadi

Idealnya Anggaran Pendidikan Rp 9 Triliun
JaKaRTa - Upaya peningkatan kualitas pendidikan di DKI Jakarta yang dilakukan Pemprov DKI dengan meningkatkan anggaran pendidikan hingga Rp7,08 triliun pada tahun ini mendapat dukungan penuh DPRD DKI. Bahkan, kalangan politisi Kebonsirih itu menilai idealnya anggaran pendidikan Rp9 triliun, karena angka saat ini dirasa belum cukup agar benar-benar bisa menunjang seluruh program yang dirancang. Dengan anggaran sebesar itu, pendidikan murah untuk SMP dan SMA bisa terealisasi. Namun harus dilihat juga kemampuan APBD yang dimiliki oleh Pemprov DKI, yang saat ini belum bisa merealisasikan anggaran sebesar itu. Namun, DPRD optimis anggaran itu baru bisa terealisasi tiga tahun lagi atau 2013 mendatang mengingat keterbatasan keuangan yang dimiliki. “Anggaran yang ada saat ini memang sudah cukup besar, namun saya kira belum bisa mencukupi kebutuhan pendidikan DKI secara maksimal,” kata Dwi Rio Sambodo, anggota Komisi E DPRD DKI, saat acara talk show di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/10). Anggota Komisi E lainnya, Wanda Hamidah, mengatakan, kualitas pendidikan di DKI Jakarta perlu terus ditingkatkan. Hasil kurang memuaskan dalam Ujian Nasional (UN) beberapa waktu lalu, harus bisa menjadi pelecut guna meraih hasil maksimal di masa mendatang. Komunikasi antara Pemprov DKI Jakarta, DPRD, dan masyarakat juga harus diintensifkan. Selain itu, evaluasi terhadap berbagai program pendidikan juga perlu dilakukan. Ini penting guna mencari kekurangan dan memperbaikinya. “Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di DKI Jakarta sejauh ini sudah ada. Namun, perlu ditingkatkan terus menerus,” jelas politisi PAN ini. n armenius barus

Perusahaan Diharapkan Bantu Pendidikan

JaKaRTa - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) telah mewajibkan perguruan tinggi negeri (PTN) menampung siswa miskin sebesar 20 persen. Setiap perusahaan swasta dan BUMN juga diharapkan memberikan bantuan minimal 10 persen untuk pendidikan. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, mengatakan, kepedulian perusahaan dari program corporate social responsibility (CSR) dapat memotong mata rantai siswa putus sekolah. ‘’CSR dapat bantu mengantarkan siswa miskin berprestasi menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri,’’ ujarnya di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Rabu (6/10). Kemdiknas, imbuh Mendiknas, mempunyai database siswa miskin dan berprestasi. Nantinya, data base itu dapat diserahkan kepada CSR perusahaan untuk membantu memberikan bantuan pendidikan kepada siswa yang belum terlayani pendidikannya. ‘’Paling tidak CSR Perusahaan dapat membantu siswa miskin di sekitar lingkungan mereka,’’ jelasnya. n sofyan hadi

PGRI Minta Mendiknas Atur Pengelolaan Guru
PMPTK berdasarkan Perpres No 24/2010. Padahal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah merespons positif keinginan PGRI agar likuidasi tersebut tidak dilakukan. ”Setelah dicermati ternyata apa yang telah diusulkan oleh PGRI tidak memeroleh perhatian sebagaimana mestinya dan tidak diakomodasi oleh Mendiknas. Karena itu, PGRI menyatakan keprihatinan mendalam dan merumuskan penyataan sikap menolak restrukturisasi Kemendiknas yang melikuidasi Ditjen PMPTK,” jelas Sulistyo. Menurutnya, PGRI juga mengapresiasi langkah presiden yang telah mengirim utusan khusus untuk menyampaikan pesan bahwa presiden menyetujui guru akan dikelola badan khusus dan tidak akan melikudasi Ditjen PMPTK. Sulistyo berpendapat, memperhatikan UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, PGRI menilai pengelolaan guru dan tenaga kependidikan dalam sebuah direktorat jenderal khusus, seperti PMPTK telah menunjukkan tandatanda penanganan yang baik. Karena itu, PGRI meminta pada masa yang akan datang bisa ditangani secara khusus dalam sebuah direktorat jenderal atau badan khusus yang mengatur dan mengelola guru. ”PGRI mencatat perbedaan yang sangat signifikan perkembangan guru yang ditangani oleh unit utama yang dipimpin pejabat eselon I dibandingkan dengan saat diurusi oleh pejabat eselon II di berbagai direktorat, seperti yang diusulkan Mendiknas saat ini,” ungkap anggota DPD RI asal Jateng ini. Karena itu, PGRI menyerahkan semuanya kepada pemerintah untuk segera menetapkan apakah guru akan dikelola Ditjen PMPTK seperti sekarang dengan berbagai perbaikan atau oleh Badan Khusus yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. n hardjanto ms

SemaRang - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta Mendiknas M Nuh segera menetapkan pengaturan dan pengelolaan guru oleh badan khusus yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Atau tetap diatur dan dikelola oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

(PMPTK) Kemendiknas dengan merevitalisasi fungsi-fungsi di dalamnya. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI Dr Sulistyo MPd mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin karena pada rapat koordinasi nasional PGRI belum lama ini, Mendiknas memastikan tetap melaksanakan restrukturisasi dengan melikuidasi Ditjen

NASIONAL
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

16

INFO
RTH Disulap Jadi Lapangan Tenis
JaKaRTa - Di tengah gencarnya Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menggalakkan pembuatan ruang terbuka hijau (RTH), Taman Ade Irma Suryani di kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan justru disulap menjadi lapangan tenis. Ironisnya lapangan tenis yang dibuat bukan berupa tanah liat, melainkan dari material semen sehingga jika turun hujan tidak mampu menyerap air. Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Selatan, Heru Bambang Ernanto, mengaku cukup prihatin dengan kondisi taman tersebut. Namun, ia pun tidak bisa berbuat banyak karena pengawasan Taman Ade Irma ada di Bagian Umum. “Sebenarnya karena ada di wilayah Jakarta Selatan kita juga harus punya rasa memiliki. Jadi penghijauan di taman tersebut masih tetap dilakukan,” kata Heru. Heru menyesalkan kondisi taman yang terlihat kurang sentuhan. Pihaknya setuju jika diminta membantu merawat Taman Ade Irma yang saat ini telah menjadi lapangan tenis, sebagai fasilitas penunjang bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. n delwandra

Tanpa Tatib, DPRD DKI Amburadul!
JaKaRTa - Keberadaan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014 dinilai tidak memiliki kemampuan memadai, baik secara kualitas maupun kedisplinanan, serta kepatuhan mereka terhadap peraturan dan UndangUndang. Terlintas pernyataan kontroversial dari mantan Presiden Alm. Gus Dur yang menyatakan bahwa, DPR tidak ubahnya kayak anak TK (Taman Kanak-kanak). Pernyataan ini juga mungkin pantas di alamatkan ke wakil rakyat warga Jakarta ini, atau bahkan lebih buruk dari anak TK. Hal ini dapat dilihat dari hasil kerja mereka yang sudah berjalan satu tahun, tetapi terkesan asal jadi. Atau dengan kata lain, tanpa adanya konsep yang jelas diterapkan, sehingga beberapa keputusan banyak ditentang oleh anggota dewan sendiri. Salah satunya, adanya Tim Penyelaras APBD Perubahan tahun 2010. Ironisnya lagi, sampai sekarang ternyata dewan tidak memiliki Tatib (Tata Tertib). Tatib yang lama tidak berlaku lagi, karena merujuk pada PP 16 tentang tata tertib DPRD. Dalam PP tersebut tercantum bahwa dalam kurun waktu 60 hari, Tatib yang lama tidak berlaku lagi. Sedangkan PP tersebut berlaku terhitung dari bulan Feberuari. Ini berarti, dewan tidak memiliki Tatib sejak Mei 2010 sampai sekarang. Menurut Wanda Hamidah, anggota komisi E dari Fraksi Partai Amanat Bangsa yang duduk di tim penyelaras APBD Perubahan tahun 2010, keberadaanya sebagai anggota tidak ada fungsi sama sekali, karena tidak dilibatkan dalam rapat-rapat penting dalam mengambil keputusan. Dijelaskan oleh Wanda, ketidaktransparan itu membuat fraksinya beberapa kali mengajukan surat minta penjelasan kepada ketua. “Mengenai APBD, kita memang sangat tidak puas kepada pimpinan dewan, karena tidak ada keterbukaandan kita jarang sekali dilibatkan dalam rapat-rapat penting,“ ujar Wanda. Selain itu, Wanda juga tidak menyetujui adanya Tim Penyelaras APBD P. Presedir Humanika, Safiul Jihad, mendesak pimpinan dewan untuk membubarkan Tim Penyelaras, karena tidak ada payung hukum yang jelas keberadaan tim yang di komandoi oleh Rhido Kamaludin tersebut. Dikatakannya, tanpa disahkannya Tatib Dewan, keberadaan Tim penyelaras dianggap tidak legimate atau ilegal. “Jika Tatibnya saja belum ada, bagaimana mereka membentuk bagian dari badan anggaran yang mereka sebut Tim Penyelaras,“ terang Saiful kepada Tabloid Sensor. Senada dengan Saiful, Ketua LSM Infra, Ir. Agus Chairudin meminta kepada pimpinan dewan agar membubarkan Tim Penyelaras anggaran. “Apa landasan hukum pembentukannya kalau tatib saja belum disahkan, ditambah keberadaan Tim Penyelaras tidak ada bila kita lihat PP 50 tentang tata cara pengajuan RAPBD dan RAPBD P,“ beber Agus. n armenius barus

Bui Kejati Menunggu Kasudin PU Jalan Jakut
JaKaRTa - Kasudin PU Jalan Jakarta Utara, Maman Suparman dan anak buahnya, hanya menunggu waktu untuk dijebloskan ke tahanan. Hal ini diungkapkan oleh sumber Tabloid Sensor di lingkungan Kejati DKI, baru-baru ini. Menurut sumber terpercaya tersebut, kasus pengelembungan Nilai Penawaran Harga proyek yang dilakukan oleh Kasudin PU Jalan Jakut, berkasnya sudah berada di tim penyidik Kejati. Bahkan tim yang beranggotakan Jaksa Fatony dan Bambang tersebut telah berencana kembali memanggil pihak terlapor, minggu depan, untuk ditingkatkan ke penyidikan. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan langsung ditetapkan jadi tersangka. Sebelumnya, kalangan anggota DPRD DKI Jakarta mendukung langkah yang di tempuh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dalam memproses kasus pengelembungan Nilai Penawaran Harga beberapa proyek di Suku Dinas PU Jalan Jakut. Menurut anggota dewan, proses hukum harus dilaksanakan apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan atau penggunaan APBD. “Jika terbukti ada penyimpangan, sebaiknya diproses di ranah hukum,“ tegas Ir. Farell Silalahi S MBA, MM, anggota komisi D . Proses lelang yang dilaksanakan oleh Sudin PU Jalan Jakut beberapa waktu lalu, dinilai tidak transparan dan panitia lelang diduga

BPN Jaksel Terus Geber Sertifikat Prona

JaKaRTa - Pelayanan bagi warga miskin untuk mendapatkan pengakuan hak atas tanah melalui sertifikasi Program Nasional (Prona) terus digeber Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan. Hingga akhir September 2010 di Jaksel telah menerbitkan 80 persen atau 1.000 bidang tanah dari target 1.250 sertifikat sepanjang tahun ini. Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT) Kantor BPN Jaksel, M. Jaya menjelaskan, dari seribu sertifikat yang telah diterbitkan pihaknya sudah menyerahkan 624 sertifikat bagi warga miskin untuk lima kelurahan di Jaksel yaitu Lenteng Agung, Cilandak Timur, Srengseng Sawah, Cipedak dan Ciganjur. “Agar target sertifikasi Prona bisa tercapai, pada hari libur petugas juga dikerahkan ke berbagai kelurahan untuk pengukuran tanah,” kata Jaya, baru-baru ini. Hanya saja diakuinya, petugas yang diterjunkan kerap kali terkendala seperti adanya warga yang tak paham maupun yang tak mampu membayar Biaya Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB). Selain itu tak jarang petugas gagal bertemu dengan pemilik tanah terlebih di saat hari kerja. Padahal lanjut Jaya, pemerintah sudah meringankannya dengan hanya membayar 25 persen dari nilai pajak tersebut asalkan mengantongi SK Prona. n delwandra

menaikan Harga Penawaran dari pemenang lelang 10% sampai 30% dari SPH (Surat Penaaran Harga) oleh rekanan. Bahkan, pemenang lelang bukan dari peringkat pertama atau penawar terendah, sehingga timbul pertanyaan dari kalangan rekanan yang merasa dirugikan oleh panitia lelang maupun dari pengguna

Anggaran (PA) yakni Kasudin, Maman Suparman. Farel menambahkan, tidak bisa dibenarkan panitia lelang menaikan SPH pemenang lelang dengan alasan apapun. “Kecuali kalau ada addendum, tetapi harus ada keputusan lelang ulang,“ terang politisi Partai PDS tersebut. n armenius barus

Rekanan Ragunan ‘Kuasai’ Komisi B
JaKaRTa - Komisi B DPRD DKI disinyalir telah ‘dikuasai’ oleh salah satu rekanan langganan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Margasatwa Ragunan (TMR) untuk ‘menggolkan’ anggaran proyek dan menutup kasus yang ada di unit kerja tersebut. Bahkan, pimpinan komisi B beserta beberapa anggota, beberapa kali terlihat melakukan pertemuan dengan sang rekanan, baik di hotel maupun di restoran ternama di Jakarta. Salah satu anggota dewan dari komisi B yang enggan disebutkan namanya, mengakui bahwa ada pertemuan tersebut, tetapi dirinya tidak dapat ikut karena ada kesibukan lain. “Memang ada pertemuan antara pimpinan komisi B dan beberapa anggota beberapa waktu lalu. Intinya, perkenalan terhadap para anggota komisi,“ ujar anggota komisi B tadi. Lebih lanjut tentang isi pertemuan, dia enggan menceritakan. “Pokoknya mereka hanya memperkenalkan dirinya sebagai rekanan langganan di UPT Ragunan,“ jelasnya. Disinggung mengenani adanya kucuran ‘dana segar’ untuk komisi B dari rekanan tersebut, dia pun enggan berkomentar. Sedangkan anggota Komisi B lainnya, Taufik Azhar mengakau, tidak tahu sama sekali ada pertemuan dan bagi bagi ‘dana segar’ tersebut. “Saya nggak pernah dikasih tahu sama teman-teman, nanti saya pertanyakan dirapat,“ tegas Taufik. Sebelumnya, anggota komisi B, Budi Santoso membantah bila dikatakan komisi B diatur atau ‘dikuasai’ oleh oknum pengusaha dalam memflot mata anggaran proyek di UPT Ragunan. “Kalau pribadi kita nggak tahu tapi atas komisi itu nggak ada,“ tegas politisi PDI P itu. Seperti diketahui, proyek pengadaan pakan ternak di UPT Ragunan selalu bermasalah dari dulu, dan pemenang lelang proyek tersebut sepertinya dikuasai oleh satu pengusaha saja. Bahkan ICW, lembaga penggiat anti korupsi beberapa waktu lalu telah melakukan investigasi ke lapangan. n armenius barus

17
SEPUTAR
Sedimentasi Situ di Depok Memprihatinkan
dePOK - Kota Depok memiliki banyak situ, tapi tidak satu pun terpelihara. Buktinya, sedimentasiproses pengendapan materialmencapai ketinggian dua meter. Dadang MH, ketua Kelompok Kerja (Pokja) Situ Cilodong, mengatakan, pada musim kemarau seluruh situ kering total. Saat hujan, situ terjadi sedimentasi, karena sungai menumpahkan material lumpurnya. Dadang mengambil contoh Situ Cilodong. Saat kemarau, situ kering total. Akibatnya, Pokja Situ Cilodong kerap melakukan penggalian agar sungai tetap mengalir ke dalam situ. Sungai menghubungkan Situ Cilodong dengan Situ Cikaret. “Kami mengimbau pemerintah lebih memperhatikan nasib seluruh situ di Kota Depok. Karena, program revitalisasi apa pun akan gagal jika pendangkalan situ dibiarkan,” ujar Dadang di sela-sela acara penebaran benih oleh ketua Tim Penggerak PKK Jabar, Netty Prasetyani Heryawan, Selasa (5/10). Netty mengatakan, perbaikan dan revitalisasi seluruh situ sangat penting, karena Depok merupakan kawasan penyangga DKI Jakarta. n joko warihnyo

NASIONAL
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

Jangan Membohongi Publik
dePOK - Pelebaran Jalan Margonda merupakan program dari Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (BM SDA) Provinsi Jabar. Hal itu dilakukan karena Jalan Margonda merupakan jalan protokol atau jalan provinsi. “Provinsilah yang memiliki gawenya, jadi aneh kalau Nur Mahmudi mengklaim bahwa pelebaran jalan tersebut sebagai sebuah keberhasilannya,” kata Rahmin Siahaan anggota DPRD Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDI P) Kota Depok, Rabu (5/10). Rahmin memaparkan, karena calon Wakil Walilota Idrus Abdul Somad yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Banteng Kemerdekaan Indonesia (PNBK), dan Partai Pelopor dalam pamflet (selebaran) visi, misinya, mengerjakan pelebaran Jalan Margonda Raya sebagai program keberhasilan dirinya mengatasi kemacetan Margonda, namun kenyataan nya pelebaran Jalan Margonda tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar). ‘’Jadi jangan ada kebohongan publik disana.’’ paparnya Rahmin menambahkan, sebaiknya Walikota Nur Mahmudi yang sekarang mencalonkan diri menjadi walikota, kembali melakukan evaluasi terhadap kinerjanya selama ini. Pelebaran Jalan Margonda, ternyata tidak dapat mengatasi masalah kemacetan yang selama ini menjadi pokok masalah yang dikeluhkan masyarakat. “Jangan hanya membanggakan dan mengklaim tapi tidak memberikan solusi berarti,” tambahnya. Pembangunan Jalan Margonda yang dilakukan pihak provinsi subtansinya untuk mengatasi kemacetan. Tapi kemudian, Walikota Nur Mahmudi tidak dapat menjabarkan subtansi dalam realitasnya di lapangan. Seharusnya, walikota mengerti maksud dan tujuan pelebaran jalan tersebut. Walikota tidak membiarkan jalan yang baru dilebarkan hanya berfungsi sebagai tempat parkir kendaraan roda dua maupun empat. “Kalau penyebab kemacetan dapat

diatasi wali kota maka saya tidak akan protes terhadap klaim tersebut. Ini kan sama sekali tidak dilakukan. Pelebaran jalannya saja yang dibanggakan,” tegas anggota dari komisi A ini. Sedangkan Sutopo anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) mengatakan, tidak bijak kalau keberhasilan seseorang diklaim sebagai keberhasilan diri sendiri. Maksudnya, pelebaran Jalan Margonda merupakan inisiatif Pemrov Jabar. “Kok sudah ada yang mengklaim. Kalau mau mengklaim ya’ santunan kematian yang masih menunggak, dan UPS yang mengalami penolakkan sana sini,’’ katanya. n joko warihnyo

Banyak Masa Bayaran dari Luar Depok
dePOK - Memanasnya tahapan kampanye masing-masing pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Depok belakangan ini disikapi oleh berbagai ormas dan elemen pendukung lain dengan beragam tanggapan. Ada yang menaggapainya serius, dingin dan mengingatkan, namun ada pula yang terang-terangan mendukung habis tanpa bayaran karena hati nurani. Imbauan lain disampaikan oleh ketua Angkatan Muda Ka`bah Kota Depok, Nurul Fa`lah. Menurutnya, masyarakat kota Depok jangan terpengaruh dan terkecoh oleh banyaknya masa atau simpatisan yang mengakungaku paling banyak masa saat berkampanye, dengan berbagai cara untuk menarik perhatian terhadap warga agar terpilih sebagai orang nomor satu di Kota Depok. Padahal, semua itu belum tentu. “Saya melihat dengan jelas bahwa massa itu banyak dari luar Jabotabek dan bukan warga Depok. Kenapa? Karena banyak orang yang nyasar usai kampanye dan tidak tahu alamat jalan dan lokasi kampanye, padahal orang itu mengunakan pakaian salah satu calon,” ungkap Nurul, seraya menambahkan massa tersebut bukanlah massa murni warga Depok, melainkan massa suruhan dan bayaran di luar Depok. Lala, panggilan akrabnya, menambahkan bahwa AMK Kota Depok mendukung salah satu calon murni panggilan jiwa tanpa pamrih. Oleh sebab itu, AMK siap mensukseskan proses jalannya Pemilukada Kota Depok sampai pelantikan Walikota terpilih. “Jadi kepada warga Depok jangan terkecoh atau terpengaruh oleh banyaknya masa. Tetap teguhkan hati bahwa calon yang di usul hanya orang yang sudah tersirat dalam hati kita,” ujar Nurul. n joko warihnyo

Ratusan PKL di Pasar Kemiri Muka Dibongkar

dePOK - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Selasa (5/10), membongkar ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Kemiri Muka. Penertiban relatif lancar, dengan hanya sedikit perlawanan dari pedagang. Diki Erwin, kepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Depok, mengatakan penertiban tidak hanya di Pasar Kemiri, tapi juga akan dilakukan di sejumlah pasar lainnya.”PKL di Pasar Kemira membuat semrawut. Beberapa kali kami menegur, tapi mereka tak dengar,” kata Didi. Diki memperkirakan populasi PKL di Pasar Kemiri mencapai 200. Mereka menggelar barang dagangan di badan jalan dan trotoir, dan menyebabkan kemacetan. Situasi diperparah oleh ulah angkutan kota berlama-lama menunggu penumpang. Senada dengan Diki, kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah Dinas Pasar Tjutju Herawan mengatakan, Pasar Kemiri Muka harus ditertibkan karena semakin semrawut. Selain itu, PKL membayar retribusi kepada preman. n joko warihnyo

Puting Beliung Cabut Beringin Tua, 5 Kuburan Terangkat
beKaSi - Pohon beringin usia puluhan tahun di Taman Pemakaman Umum Pereng, Duren Jaya, Bekasi Timur tercabut angin puting beliung yang bertiup kencang disertai hujan lebat, Senin (5/10) lalu. Pemakaman umum yang luasnya sekitar empat ribu meter persegi itu, kontan dipadati ratusan pengunjung. Selain ahli waris, warga lain pun datang berduyun-duyun untuk melihat kejadian ini. Satu ahli waris yang enggan disebut namanya, mengaku, makam keluarganya rusak berat. Untuk itu, dia meminta kepada pemerintah kota Bekasi agar kejadian tersebut dijadikan pelajaran, jangan sampai terulang lagi. “Menghadapi musim hujan yang panjang seperti ini, mestinya pemerintah melakukan antisipasi. Pangkas pohon-pohon besar, periksa kondisi papan-papan reklame.

Camat Bekasi Timur saat memimpin doa didampingi Amil dan Babinkabtibmas Durenjaya di TPU Pereng (foto: deddy suryadi) Jangan menunggu terjadi, baru sibuk,” cetusnya. Selain itu, dia juga berharap, pemerintah agar membantu para ahli waris dalam proses penguburan kembali jenazah keluarganya. Dedi Supriyadi Sip, Camat Bekasi Timur, ketika ditemui Tabloid Sensor, di lokasi kejadian, Selasa (6/10) lalu, terlihat menyerahkan bantuan sejumlah uang kepada H. Muhamad Idup, ketua RW 07, selaku ketua RW setempat. “Kalau masih kurang, minta sama pak lurah Duren Jaya yah,” kata camat menyarankan. Ketika ditanya bagaimana mengenai penanganannya, camat menjelaskan bahwa dia telah berkoordinasi dengan dinas terkait, para ahli waris, tokoh agama dan tokoh masyarakat. “Insya Allah hari ini selesai, dari dinas pemakaman terlihat sudah memotong-motong dahan, sementara amil, tokoh agama dan tokoh masyarakat, disaksikan para ahli waris, sedang mengkafankan jenazah. Finishingnya, dinas kebersihan, nanti selesai prosesi penguburan,” jelas camat. Sementara menurut penuturan Syaefudin (50), penjaga makam, dalam peristiwa tumbangnya pohon beringin di TPU Pereng tersebut, tidak ada keanehan. Kecuali, suara gemuruh bersamaan dengan tumbangnya pohon itu. n deddy suryadi

NASIONAL
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

18

INFO
Jembatan Cibodas Tangerang Ambles

Terancam Gagal Nikmati Air Bersih
TangeRang - Penghentian proyek pembangunan intake PT Aetra Air Tangerang oleh Pemerintah Kota Tangerang mengancam sekitar 72.000 pelanggan atau sekitar 342.000 warga di lima kecamatan Kabupaten Tangerang untuk dapat menikmati air bersih siap minum. Rencananya, proyek ini dapat direalisasikan pada Juni 2011. Saat ini, pihak Aetra tengah melakukan koordinasi internal guna memenuhi ketentuan yang disyaratkan pemerintah kota. ”Kami sedang melengkapi persyaratan untuk IMB di atas izin dan rekomendasi yang sudah diberikan Balai Sumber Daya Air Ciliwung Cisadane,” ujar Presiden Direktur Aetra, Abdulbar M Mansoer, barubaru ini. Abdulbar menegaskan, pihaknya tetap berniat baik dengan Pemkot Tangerang sehingga akan terus berkoordinasi sehingga proyek ini tetap bisa dilanjutkan. Selain itu, pihaknya juga menjajaki kerja sama dengan Pemkot Tangerang untuk membangun instalasi air bersih bagi warga kota ini. Direktur Teknik PT Aetra Edi Hari Sasono menambahkan, penghentian proyek intake atau tempat penyimpanan air baku merupakan hambatan terbesar untuk memenuhi target selesainya proyek pengolahan air bersih untuk lima kecamatan di Kabupaten Tangerang. ”Kalau dihentikan, target Juni tahun depan bisa tidak terpenuhi dan masyarakat tidak segera dapat menikmati air bersih,” katanya. Proyek intake yang ada di kelurahan Koang Jaya rencananya akan dijadikan sebagai tempat pengambilan air baku utama proyek air bersih PT Aetra. Air baku kemudian dialirkan ke Tempat Instalasi Pengolahan Air Bersih Aetra yang berlokasi di Sepatan melalui saluran utama air Aetra sepanjang 6 kilometer. Air baku kemudian diolah menjadi air bersih siap minum dan kemudian disalurkan ke lima kecamatan di Kabupaten Tangerang yang dijadikan target utama proyek tersebut yaitu Sepatan, Pasar Kemis, Cikupa, Balaraja dan Jayanti. ”Juni nanti baru warga di Kecamatan Sepatan yang sudah bisa menikmati, selanjutnya secara bertahap warga di kecamatan lain,” katanya. Saat ini, kata dia, Aetra sedang mengerjakan pemasangan pipa utama, pipa sekunder hingga pipa tersier yang menghubungkan lima kecamatan itu sebagai saluran distribusi air bersih tersebut. ”Jadwal pengerjaan pembangunan proyek tersebut sangat ketat dan harus menyelesaikannya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dengan adanya masalah ini, pemenuhan kebutuhan air bisa terancam gagal,” ucapnya. n bumi sunyoto, amal jamaludin

TangeRang - Jembatan (overpass) Cibodas di Jalan Raya Gatot Subroto, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, belum setahun dioperasikan. Jembatan itu kini sudah ambles dan beberapa bagian pendukungnya lainnya mengalami kerusakan parah. Kondisi jembatan Cibodas ini membuat Pemkot Tangerang meradang. Walikota Tangerang Wahidin Halim, baru-baru ini mengirimkan surat ke Irjen Bina Marga Kementerian PU dan minta kontraktor segera memperbaiki bangunan yang rusak dengan memberi waktu selama 14 hari. Kalau tidak diperbaiki, Pemkot Tangerang akan melaporkan masalah ini ke Presiden. “Mereka membangunnya asal-asalan,” ujar Walikota Tangerang melalui wakilnya Arief R Wismansyah, Selasa (5/10). Jembatan Cibodas yang menghubungkan arus kendaraan dari arah Serang menuju Jakarta melalui Kota Tangerang dan sebaliknya baru dioperasikan Desember 2009, dibangun oleh Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dengan pelaksanaannya PT Nugraha Adi Taruna dan PT Rama Abadi Pratama. n bumi sunyoto, amal jamaludin

Buat KTP Sehari Jadi, Bayar Rp100 Ribu
beKaSi - Pemkot Bekasi terus melakukan upaya pemutakhiran data kependudukan. Di lain pihak, program Kartu Tanda Penduduk (KTP) Progresif justru dipertanyakan. Pemkot Bekasi berupaya sosialisasi bekerjasama dengan pihak kecamatan dan kelurahan serta RT dan RW. Tujuannya untuk mendapatkan satu kesepahaman antara petugas dan pembuat KTP. Sehingga pendataan lebih seragam dan lebih tertib. “Setiap penduduk akan memiliki nomer kependudukan, sehingga tidak bisa dobel,” kata Cecep Suherlan, Kepala Bidang Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkota Bekasi. Sosialisasi sudah dilakukan di beberapa tempat seperti di kecamatan dan kelurahan. Pesertanya selain aparat juga ketua RT dan RW. Terkait rusaknya tower online di Kecamatan Jatisampurna, Cecep menyebutkan sudah melakukkan koordinasi dengan kecamatan agar pelayanan KTP di kecamatan tidak terganggu. Di bagian lain, program KTP Progresif justru dipertanyakan sejumlah kalangan, termasuk aparat kelurahan dan kecamatan. Selain target pendapatan, juga masalah sarana termasuk kriteria yang ditetapkan. Untuk pembuatan KTP Progresif dikenakan biaya Rp100 ribu dengan kriteria sehari jadi, foto di tempat, dan kemudahan lain. Sedangkan KTP Reguler masa urus maksimal 14 hari dengan tanpa biaya (gratis). “KTP Progresif sulit diterapkan karena sarana pendukungnya belum lengkap,” kata Hudi Wijayanto, Camat Bekasi Selatan. Menurutnya, prinsipnya adalah membantu pelayanan masyarakat, sehingga meskipun reguler kalau bisa sehari jadi, kenapa harus menunggu 14 hari. Menurut informasi yang dikumpulkan ada kerancuan KTP bayar dan gratis ini sehingga menimbulkan kerenggangan hubungan antara dinas dan kecamatan. Masyarakat pun menuai dampak dengan pelayanan yang lebih lama. n deddy suryadi

Tangerang Bangun 1.617 Jamban Sehat

TangeRang - Pemerintah Tangerang membangun sedikitnya 1.617 jamban sehat bagi warga yang tinggal di permukiman padat, namun tidak memiliki jamban di rumah. Hal ini mengakibatkan derajat kesehatan masyarakat rendah, padahal sebagai masyarakat warga perkotaan sangat ironis jika dalam kesehariannya belum menggunakan jamban, bahkan tidak memiliki jamban di rumahnya. “Sebagai masyarakat perkotaan, sangat ironis jika tidak menggunakan jamban karena sangat kurang baik bagi kesehatan lingkungan,” ujar Wali Kota Wahidin Hakim saat penandatanganan kerja sama antara pihak Bank Jabar Banten (BJB) dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kota Tangerang, pekan lalu. Menurut Wahidin Halim, program pembuatan jamban sehat ini nantinya akan dilaksanakan oleh BKM di masing-masing kecamatan. Adapun, pendanaannya akan dibiayai dari dana partisipasi pihak swasta, melalui program bantuan sosial untuk pengembangan masyarakat dan lingkungan sekitar atau yang lebih dikenal dengan corporate social responsibility (CSR) dan salah satu perusahaan yang berpartisipasi dalam program pembangunan jamban sehat ini adalah Bank Jabar Banten. n bumi sunyoto, amal jamaludin

UPTD Dikdas Larangan Dukung Pelayanan Publik
TANGERANG - Digelarnya penilaian pelayanan publik terbaik pada tiap instansi oleh Pemkot Tangerang bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja yang obyektif serta mendorong tersusunnya standar pelayanan publik di setiap instansi yang berlaku bagi semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), BUMD, Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan. Seperti, Puskesmas ataupun UPTD Pendidikan yang terdiri dari SD, SMP, SMA dan SMK. Penilaiannya sendiri oleh tim yang sudah dibentuk akan melakukan cross check ke lapangan untuk melihat secara langsung unit-unit pelayanan yang dinilai, sehingga hasilnya nanti akan diperoleh SKPD yang memiliki kinerja pelayanan publik terbaik dan berstandar. Sedangkan tim penilai yang akan turun terdiri dari gabungan seluruh pegawai Pemkot dari seluruh SKPD yang ada. Demikian yang dikatakan Ketua Tim Pembinaan Pelayanan Publik, Yayan Sofyan yang juga Kepala Bagian Organisasi di Pemkot Tangerang kepada wartawan. Lebih jauh Yayan Sofyan menjelaskan, adapun penilaiannya mengacu berdasarkan Peraturan Menteri Pendayaan Aparatur Negara (Permenpan) No. 7/2010 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Pelayanan Publik dan didukung oleh instruksi Walikotan Tangerang No. 2/2009 tentang Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Adapun kriteria penilaian berdasarkan visi dan misi pelayanan unit, sistem prosedur pelayanan, SDM, serta sarana dan prasarana dari unit pelayanan instansi masingmasing. Keterkaitannya dengan penilaian pelayanan publik tersebut satu di antara unit SKPD adalah UPTD Pendidikan Dasar Kecamatan Larangan dibawah kepemimpinan Drs. Maryasan S.Pd dalam melaksanakan tugas apa yang sudah menjadi kebijakan Walikota maupun dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang dilaksanakannya dengan baik sesuai aturan dan prosedur.

Hal ini dibuktikan dalam pertemuanpertemuannya dengan kepala sekolah. Maryasan yang akrab dengan kuli tinta ini selalu mengingatkan pihak sekolah agar tidak memberatkan orang tua siswa dalam mengeluarkan kebijakan sekolah apalagi yang menyangkut dengan buku termasuk LKS didalamnya yang selalu menjadi pergunjingan dimasyarakat dan selalu

penyudutkan posisi seorang guru. Sementara itu, salah satu anggota tim penilai Amal Herawan mengatakan, karena masih adanya keluhan dan pengaduan dari masyarakat yang diterima Unit Pelayanan Publik, maupun melalui SMS secara langsung serta website yang dibuka oleh Walikota Tangerang Wahidin Halim. n bumi sunyoto, amal jamal, agus.s

19
GEMA
Bantuan Gubernur Diduga Diselewengkan
SuKabumi – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sukabumi, Oyos Sumantri membantah telah terjadi pemotongan anggaran Rp3,5 miliar. Pernyataan itu menyambung isu yang beredar di Pemkab Sukabumi tentang adanya dugaan pemotongan anggaran Bantuan Provinsi/ Gubernur Jabar untuk Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Diakui Oyos, anggaran itu barubaru ini diterimannya. Munculnya rumor ini semakin meluas apalagi jika disangkutpautkan dengan pengunduran diri yang diajukan salah satu PPTK kegiatan tersebut. Salah satu sumber dilingkungan Pemkab Sukabumi yang tidak ingin jati dirinya disebutkan mengatakan bahwa perihal pengunduran salah satu PPTK kegiatan tersebut inisial EP bersangkutan adanya dugaan pemotongan anggaran sebesar Rp3,5 miliar dari total yang diterima Rp17 miliar karena takut dirinya mempertanggungjawabkan uang itu. Kabarnya, dana itu digunakan untuk oknum anggota dewan Kab. Sukabumi sebesar Rp1 miliar, untuk dewan Propinsi Jabar Rp2 miliar, dan sisanya untuk mediator, serta pihak lain yang diduga turut menikmati uang itu. n irwand, jaya, bobi

NASIONAL
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

1.700 Guru tak Terima Tunjangan
bandung - Sebanyak 1.700 guru non-PNS Kota Bandung kecewa karena tidak menerima tunjangan fungsional. Mereka tidak masuk dalam 7.205 guru non-PNS yang menerima tunjangan tahun ini. Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung Yanyan Erdian mengungkapkan, hal itu merupakan dampak kebijakan pemerintah yang menurunkan kuota penerima subsidi tunjangan fungsional guru non-PNS di Bandung. Tahun lalu kuota penerima tunjangan fungsional berjumlah 8.843 orang, sementara tahun ini menjadi 7.205 guru. ”Jadi, ada 1.700 guru yang tidak akan menerima tunjangan satusatunya untuk guru non-PNS,” kata Yanyan, baru-baru ini. Menurutnya, guru non-PNS hanya mengandalkan tunjangan sebesar Rp200.000 per bulan yang bersumber dari APBN. Guru non-PNS tidak menerima tunjangan dari pemerintah daerah.Tunjangan fungsional guru non-PNS dirapel selama satu tahun dan akan diterima para guru pada Desember 2010 ini. Kini Dinas Pendidikan (Disdik) dan FKGH tengah mendata guru penerima. Pendataan selesai pada Jumat (15/10) mendatang. ”Sedangkan daerah lain sudah dicairkan. Kami berharap Desember ini pencairan bisa terealisasi,” ungkapnya. Pendataan dilakukan untuk mengantisipasi persoalan proses distribusi pencairan seperti halnya penerima ganda atau rekening yang bermasalah serta nama fiktif. Setelah rampung, data segera diserahkan kepada Disdik Kota Bandung. ”Tahun lalu terdapat 540 temuan. Seperti halnya penerima ganda hingga rekening yang sudah mati atau diblokir. Bahkan, sebanyak 300 guru pada tahun lalu yang berhak menerima menjadi tertunda akibat persoalan-persoalan itu,” tuturYanyan. Menurut dia, pencairan diproses di bank-bank yang sudah ditunjuk yakni BRI, BNI, BJB, BTN, Bank Mandiri, dan Bank Muamalat. Di luar bank tersebut, pencairan tidak bisa diproses. FKGH mengimbau setiap guru non-PNS memantau pendataan di kecamatan masing-masing. Hal itu agar guru dapat mengetahui apakah namanya masuk pada pendataan atau tidak. ”Guru bisa memantau di pusat pendataan di SDN Tegallega, Kota Bandung,” ucapnya. n farida

PT Indolakto Kangkangi UU Pengelolaan LH
SuKabumi - Dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT Indolakto, hingga kini tidak ada niat baik dari pihak PT Indolakto untuk memberikan keterangan baik itu secara tulis maupun lisan. PT Indolakto diduga bermasalah dengan membuang limbah yang diduga keras mencemari sungai. Akibatnya, air sungai berbau tak sedap. Menanggapi hal itu, H. Tata, anggota DPRD dari PDI Perjuangan ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa pihaknya akan membawa permasalahan ini dalam rapat anggota dewan. “Bila perlu kami akan membuat panitia khusus (pansus) tentang lingkungan hidup menyangkut limbah. Sebab, selama ini perda yang mengatur tentang tata cara pembuangan limbah B3 yang termasuk katagori berbahaya bukan hanya dilakukan PT Indolakto, tetapi banyak lagi. Bahkan, banyak pula karyawannya yang menjadi korban,” tegasnya. Sedangkan Agus TB, saat diminta keterangan seputar pencemaran yang diduga dilakukan oleh PT Indolakto dengan tegas mengatakan, akan tampil didepan membela kepentingan masyarakat. “Jangan sampai masyarakat menjadi korban, seharusnya pihak PT Indolakto mencari solusi, kenapa sampai terjadi permasalahan tersebut. Apa kendalanya, apakah kapasitas penampungan kurang, atau mungkin halhal teknis lainnya. Sebab, hanya PT Indolakto yang lebih memahaminya,” jelasnya. Agus juga meminta kepada managemen PT Indolakto untuk lebih kooperatif kepada wartawan dan masyarakat yang membutuhkan informasi. Sebelumnya, Wakil Ketua Aliansi Jurnalis Sukabumi (AJi-Su), Dadang, mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat meminta audensi kepada pihak PT Indolakto seputar permasalahan dugaan pencemaran lingkungan tersebut. n jaya taruna

indRamaYu – Terdakwa Yani bin Narso cs secara tegas menolak menyatakan memiliki barang bukti, dan membantah pernyataan para saksi dalam persidang kepemilikan ganja seberat 4 gram di Pengadilan Negeri Indramayu, baru-baru ini. Terdakwa mengaku kalau dirinya baru sekali mengisap daun haram tersebut. Persidangan dipimpin oleh Hakim Ketua Ramli Darasah SH.M.hum, dengan hakim anggota Sobandi SH, MH, Sunarti SH, Penitera Pengaganti Agus Fatah SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moh.Erma SH mengagendakan mendengarkan keterangan dua saksi dari Kepolisian Polsek Bongas Indramayu, yakni Soim dan Sukarto. Saksi Soim dan Sukarto di persidangan menjelaskan, berdasarkan informasi dari masyarakat di lokasi Pemakaman Umum Desa Marga Mulya, kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu Jawa Barat, ada beberapa orang tengah melakukan pesta ganja. Ketika diminta tanggapannya atas keterangan saksi, para terdakwa mengatakan ada beberapa keterangan saksi yang tidak benar. Menurut terdakwa Yani cs, pemilik barang haram itu adalah milik Darji. n imam santoso, duliman

Terdakwa Tolak Miliki Barang Bukti

Mobil Tak Lulus Uji Emisi Dilarang Masuk Sekolah
sekolah agar kebijakan tersebut bisa dipatuhi. Ayi tidak menyebutkan sanksi bagi sekolah yang nantinya tidak mematuhi putusan tersebut. “Ini kan bagian dari komitmen,kesadaran masyarakat agar lingkungan bisa stabil,” ujarnya. Sebelumnya, empat gedung instansi pemerintahan di Kota Bandung, yakni Kantor Pemkot Bandung di Jalan Wastukancana, Kantor Kejaksaan Negeri Bandung di Jalan LLRE Martadinata, Kantor Biofarma di Jalan Dr Djunjunan, dan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jabar di Jalan Surapatitidak boleh dimasuki mobil tak berstiker lulus uji emisi. “Saya harap aturan ini dipatuhi,” tegas Ayi. Selain melarang mobil tak lulus uji emisi memasuki lingkungan sekolah, Ayi juga mengimbau agar seluruh sekolah menginstruksikan setiap siswa barunya menanam bibit pohon di lingkungan sekolah. Hal itu untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan segar. Dari perhitungan jumlah siswa baru pada setiap tahun ajaran, jika imbauan tersebut dilaksanakan maka sekitar 150.000 bibit pohon akan tertanam setiap tahunnya di Kota Bandung. Ayi mengaku segera mengeluarkan imbauan tersebut kepada Dinas Pendidikan Kota Bandung. “Disdiklah yang akan meneruskan imbauan ini kepada sekolahsekolah. Ditargetkan dapat direalisasikan pada tahun ajaran 2011/2012 nanti,” tandas Ayi. Sementara itu, Kepala Subbidang Kampanye Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Sasmita Nugroho mengatakan bahwa pihaknya berupaya agar sekolah menjadi lembaga yang berperan penting untuk pelestarian lingkungan. “Sejak diadakan pertama kali pada 2006,sekitar 150 sekolah di Indonesia ikut Adiwiyata (sekolah peduli dan berbudaya lingkungan). Seharusnya seluruh sekolah bisa ikut program ini,”ujar Sasmita. n farida

bandung - Setelah mengeluarkan aturan agar beberapa gedung instansi pemerintahan tidak bisa dimasuki mobil tanpa stiker lulus uji emisi, kini Pemerintah Kota Bandung siap menerbitkan kebijakan serupa di seluruh sekolah negeri di Kota Bandung. Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda mengatakan, kebijakan tersebut merupakan

komitmen masyarakat untuk mengendalikan pencemaran udara. “Tahun ini bisa kita lakukan,” kata Ayi seusai Semiloka Pendidikan Lingkungan Hidup bagi Kepala Sekolah dan Guru Pendidikan Lingkungan Hidup se-Kota Bandung di Aula Dinas Pendidikan Jawa Barat, barubaru ini. Ayi menjelaskan, dibutuhkan komitmen kuat dari pihak

NASIONAL
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

20

TERAS
Pantau Gudang Bulog Gintung Tengah
ciRebOn – Kejaksaan Negeri Sumber sepertinya layak menyoroti kinerja Perum Bulog Subdivre Cirebon, termasuk Gudang Beras Bulog (GBB) Gintung Tengah. Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Subsidi Pangan Program Raksin TA 2004 dan 2005 serta Subsidi Biaya Perawatan Beras TA 2005 No:14/ AUDITAMA VII/04/2009 tanggal 13 April 2009 menerangkan, Divre Jawa Barat menanggung kelebihan pembayaran biaya giling gabah total mencapai 32.850.850 Kg Netto atau senilai Rp796,27 juta. Tim Inventarisasi Perum Bulog Divre Jabar membeberkan, khusus untuk kelebihan pembayaran harga Gabah Kering Giling (GKG) di GBB Gintung Tengah adalah 2.300.000 Kg Netto x (Rp1.765 – Rp1.740) = Rp57.500.000. Penanggung Jawab Pemeriksaan BPK, Drs J Widodo H Mumpuni Ak MBA mengungkapkan, tindakan tersebut tidak sesuai dengan Inpres No.2/2005 tentang Kebijakan Perberasan dan Keputusan Direksi Perum Bulog No:KD-57/ DO200/03/2005. Sehingga perlu diupayakan pengembalian kelebihan pembayaran tersebut, karena dana itu berguna untuk melunasi pinjaman bank (out standing) Perum Bulog Pusat. “Saya harus memberitahukan terlebih dahulu kepada Kasubdivre Bulog Cirebon sebelum memberikan jawaban,” ujar Najib selaku Kepala Gudang Beras Bulog Gintung Tengah, Rabu (6/10) lalu. n tri van royen, sutawijaya

Kawasan Sumber Rawan Maling
ciRebOn – Meski sering terlihat mobil patroli Polsek Sumber dan Polres Cirebon hilir mudik, namun wilayah Sumber yang tak jauh dari perkantoran Pemkab Cirebon tetap saja rawan pencurian. Sebut saja kasus pencurian dua tabung gas ukuran 3 kg milik Kang Amol dan Mbak Sandi di Lingkungan Kliwon Gg. Flamboyan VII RT06/ RW05 Sumber, Kamis (7/10) lalu sekitar jam 12.30 WIB. Awalnya, tiga orang berpenampian dekil dan kumel menggunakan sepeda motor Honda Revo warna merah Nopol D 2284 VU mampir untuk berbelanja di warung milik Sutama alias Kang Amol. Namun, saat sepi ketiga pelaku langsung mengambil dua tabung gas dan kabur. Warga sekitar bernama Maksum (25) sempat mengejar, namun tak berhasil menangkapnya. “Maksum sempat berteriak maling, tapi beberapa petugas Polantas yang ada didepan Polres Cirebon malah diam saja sehingga pencuri itu berhasil kabur ke arah Plumbon,” kata Kang Amol, sambil menyebutkan nilai kerugian sekitar Rp200 ribu. Kapolres Cirebon AKBP Edi Mardianto SIK menegaskan, “Saya akan memperhatikan persoalan ini, nanti kami lacak lebih lanjut. Kalau bisa laporkan kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) dan saya akan atasi untuk urusan anggota”. Kasat Reskrim AKP Johanson Sianturi melalui KBO Iptu Sudarman mengatakan, data tentang motor yang dijadikan sebagai alat untuk curanmor akan disebar ke seluruh anggota Buser. Kasat Lantas AKP WL Edwin Afandi menambahkan, pihaknya nanti atensi dan mohon perkembangan segera dilaporkan. Sedangkan Kapolsek Depok AKP Dian Setyawan SH SIK mengatakan, “Coba kami lakukan penyekatan”. Menurut Kang Amol, kasus pencurian sebenarnya sering terjadi disekitar wilayah Sumber. Bahkan, awal Januari 2009 lalu warungnya sempat kecurian satu tabung gas ukuran 3 kg. “Wilayah Sumber tergolong tidak aman juga, banyak kejadian pencurian yang luput dari perhatian aparat, seperti pencurian sepeda motor, pot bunga bernilai Rp 5 juta dan helm diareal Mesjid Agung Cirebon,” jelasnya prihatin. Untuk mencegah terulangnya aksi kejahatan semacam itu, Surat Pemberitahuan pun dikirimkan ke Kapolres Cirebon AKBP Edi Mardianto SIK, Kapolsek Sumber AKP H Wahyudi SH MH, Komandan Kodim 0620 Letkol (Arh) Jama’ah, Komandan Koramil Sumber dan Kasat Pol PP Drs Yayat Ruhyat MSi. Apalagi, locus delicti (TKP) tak jauh dari kantor Sekretariat Tabloid Sensor Biro Cirebon.. n tri van royen, sutawijaya

ciRebOn – Kadis Bina Marga Kab. Cirebon, Ir H Hendra Tardjono MM cenderung tipis kepekaannya terhadap kritik membangun. Tardjono yang disebut-sebut sejumlah pihak malas masuk kantor, hingga kini belum juga merespon sejumlah pertanyaan atas dugaan pelanggaran Peraturan Disiplin PNS termasuk menyangkut alokasi penggunaan APBD atas

Kadis Bina Marga Berlagak Pilon
proyek TA 2009 dan 2010. Kepala Kejaksaan Negeri Sumber Happy Hadiastuty SH CN melalui Kasi Pidsus Pieter Sahanaya SH dan Kasubsie Penyidikan Teuku Azhari SH, justru antusias menyikapi informasi tentang dugaan penyimpangan APBD atas sejumlah proyek di Dinas Bina Marga Kab. Cirebon. Sebut saja proyek Jalan

Kapetakan-Gegesik, belum juga setahun ternyata sudah rusak lagi. Bahkan, berdasarkan Pengumuman Pelelangan Umum No: 602.1/10-PAN/2009 tanggal 15 Mei 2009 tercatat sebanyak 140 paket pekerjaan yang ada dilingkup SKPD Kab. Cirebon. Dinas Bina Marga memiliki 83 paket pekerjaan yang dilelangkan pada TA 2009 dengan

total anggaran mencapai Rp 39.015.886. Sedangkan lelang peningkatan jalan Desa KapekatanGegesik berada pada urutan 41 dengan nilai Rp 841.947.000. “Kami akan menelaah informasi tersebut untuk mengetahui dugaan penyimpangan atas proyek tersebut,” tegas Kasi Pidsus Pieter Sahanaya SH di Gedung Kejari Sumber. n tri van royen, sutawijaya

Aroma Mark Up Lapas Narkotika Merebak
ciRebOn – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Cirebon yang beralamat di Jalan Wijaya Kusuma Desa Gintung Tengah, Kec. Ciwaringin, disinyalir menyimpan persoalan hukum yang cukup pelik. Informasi yang diperoleh Tabloid Sensor menyebutkan, awalnya Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham) pada 1996 berniat meruislag LP Kelas I Cirebon, namun dibatalkan dan dialihkan dengan proyek pembangunan Lapas Narkotika Cirebon dengan perhitungan dana sebesar Rp9.663.416.000 masing-masing untuk harga tanah 10 Ha Rp5 miliar dan bangunan Rp4.663.416.000. Namun, biaya pembebasan lahan dan pembangunan Lapas Narkotika Cirebon justru membengkak hingga mencapai Rp27.822.935.000. Kabarnya, Sekretaris Ditjen Pemasyarakatan Depkumham (waktu itu) Drs Didin Sudirman BcIP MSi memberikan uang kepada PT Sinar Mutiara Indah (SMI) melalui tiga tahapan, yakni Tahap I sesuai Surat Perjanjian Pembayaran (SPP)

Pengangkatan PNS 2010

ciRebOn – Bupati Cirebon Drs H Dedi Supardi MM beberapa waktu lalu, mengangkat sekaligus mengambil sumpah 350 PNS. Menurutnya, pengambilan sumpah PNS merupakan kewajiban kedinasan sebagaimana ketentuan UU No.43/1999 tentang Peraturan Disiplin PNS. ”Setiap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wajib mengucapkan sumpah/janji, karena berarti menjadi salah satu pelaksanaan amanah rakyat,” tuturnya. PNS yang diambil sumpah semuanya berasal dari Dinas Pendidikan Kab. Cirebon terdiri dari Golongan IIa sebanyak 168 orang, Golongan IIb 24 orang, Golongan IIc 5 orang dan Golongan IIIa 153 orang. n tri van royen

No: E1.PL.03.06-603 tanggal 29 Oktober 2001 sebesar Rp15 miliar, Tahap II sesuai SPP No:E1.PL.03.06-827A tanggal 12 November 2002 sebesar Rp10.322.935.000 dan Tahap III sesuai SPP No:E1.PL.03.06601 tanggal 30 November 2004 sebesar Rp2,5 miliar. Ironisnya, PT SMI hanya memiliki lahan seluas 3,6 Ha, bahkan tidak membayar tanah milik H Machdor seluas 63.910 M2 di Blok Kampeng dan Blok Geneng Persil No.13 dan 14 Desa Gintung Tengah Kec. Ciwaringin yang kini berdiri Lapas Narkotika Cirebon. Tak hanya itu, PT SMI pun dianggap telah menyulap tanah milik H

Machdor dengan sertifikat HGB No.1 seluas 10 Ha dan HGB tersebut kini diatasnamakan Depkumham tertanda 6 September 2006. Sayangnya, Pengadilan Negeri Sumber Kab. Cirebon melalui Putusan No:14/ Pdt.G/1999/PN Sbr tanggal 9 Agustus 1999 menolak gugatan H Machdor cs dan Mahkamah Agung juga menolak permohonan kasasi H Machdor cs sesuai Putusan No:1003.K/ Pdt/2002 tanggal 28 Agustus 2002. Selanjutnya, 33 orang (Penggugat) yang mengaku telah menjual total tanah seluas 63.910 M2 kepada H

Machdor mengajukan gugatan kepada 7 Tergugat, yaitu PT SMI, Menteri Hukum dan HAM, Dirjen Pemasyarakatan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Cirebon, Kepala BPN, Camat Ciwaringin dan Kuwu Gintung Tengah. Intinya, 33 Penggugat merasa dikelabui oknum tertentu, diantaranya Husen Tanurahaja alias Juseng, Didi Suryadi dan Ir Irwan Effendi (PT SMI), Camat Ciwaringin (saat itu) Sumaryono, Sekdes Gintung Tengah Achmad Goni dan Kadus I Desa Gintung Tengah Murnawi dan Eka Hamdani (Pemkab Cirebon) dengan modus menyodorkan blanko kosong Surat Peralihan Hak (SPH) atas tanah sekaligus diminta menandatangani kwitansi kosong bermaterai yang seolah-olah demi kepentingan pihak pembeli yang sebenarnya, padahal kenyataannya gombal belaka terlebih mereka tidak pernah menjual tanahnya kepada PT SMI. Kalapas Narkotika Cirebon, Amran Silalalahi BcIp SH belum bisa memberikan tanggapan. n tri van royen, sutawijaya

21
KILAS
Sidang DPRD Diboikot Empat Fraksi
TaSiKmalaYa - Sidang DPRD Kabupaten Tasikmalaya penetapan nota kesepakatan antara legeslatif dengan eksekutif tentang prubahan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2010 yang digelar, Rabu pekan lalu, batal digelar. Batalnya sidang karena empat fraksi yakni Golkar Demokrat, PKS dan fraksi PKB tidak hadir setelah ditunggu 2 jam dari acara yang telah ditentukan. ”Ini pembaikotan, kalau tidak hadir seharusnya memberi tahu. Ini kan kesepakatan bersama melalui Banmus,” kata Ketua DPRD, H. Ruhimat. Seharusnya acara dimulai pukul 13.00 WIB, namun sampai pukul 14.00 WIB mereka tidak hadir. Dari jumlah anggota dewan 50 orang, yang hadir hanya 20 orang. “Ini kan tidak memenuhi korum.Karenanya kami batalkan,” kata Ruhimat. Tindakan anggota dewan tersebut benar benar tidak profesional. Padahal sidang ini sudah dibahas dalam Banmus dan ini merupakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan individualis. Keterangan yang dihimpun Tabloid Sensor, pembaikotan terhadap sidang perubahan anggaran oleh empat fraksi diduga ketidak setujuan mereka terhadap pembahasan pencairan dana abadi yang jauh sebelumnya seudah rami dibicarakan. n h madjid rw

NASIONAL
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

TaSiKmalaYa - Dinamika politik jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Tasikmalaya, makin memanas. Calon bupati dari partai dan perseorangan terus melakukan penggalangan dengan tokoh masyarakat, termasuk pegawai negeri sipil (PNS) ke berbagai daerah. Informasi yang diperoleh Tabloid Sensor dilapangan, dukungan terhadap kandidat calon bupati dan wakil bupati dengan munculnya sejumlah tokoh dari Tasik Selatan yang menyatakan dukungan terhadap H. Tatang Farhanul Hakim (TFH), untuk maju kembali dalam Pemilukada bergandengan dengan H. Uu Ruzhanul Ulum yang dicalonkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Suhu Politik di Tasik Memanas
Namun, Tatang yang kini menjabat Bupati Tasikmalaya selama dua periode, belum memberikan sikap jawaban terhadap keinginan tokoh masyarakat Tasik Selatan (Tasela) untuk jadi Wakil Bupati. Tatang didaulat oleh tokoh yang mengatasnamakan masyarakat untuk menjadi Wakil Bupati berpasangan dengan H. Uu sebagai Z1nya. ”Suatu hal yang mustahil kalau pak Tatang yang semula menjabat bupati turun menjadi wakil bupati,” kata Drs. H. Mamad, pengamat Pemilukada. Penomena memanasnya Pemilukada Kabupaten Tasikmalaya ditandai dengan bercerai berainya koalisi lima partai besar, yakni PPP, Golkar, PDIP, PAN, Demokrat, dan PKPB. PPP yang semula berkoalisi dengan Golkar yang diikat dengan MoU di Suryalaya, ternyata PPP menarik diri dan berpasangan dengan PDIP. H. Uu digandengkan dengan H. Ade Sugianto dari PDIP. Bahkan, mendapat dukungan dari H. Tatang yang Sekjen DPW PPP Jawa Barat. Perkembangan politik jelang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati terus bergulir. Masalahnya, partai besar pemenang Pemilu Legislatif sampai berita ini ditulis, belum ada calon bupati dan wakil bupati yang akan maju dalam Pemilukada. Sedangkan KPUD menetapkan, pendaftaran calon Bupati dimulai tanggal 12 sampai 18 Oktober 2010. Sementara Partai Demokrat

yang semula bergabung dengan lima partai lainnya untuk berkoalisi mencabut diri. Langkah ini diambil Demokrat, karena deadline 2x24 jam sikap lima partai berkoalisi tidak bisa menentukan nama calon bupati dan wakil bupati. Ketua DPC Partai Demokrat, H. Ucu Asep Dani kepada Tabloid Sensor membenarkan bahwa partainya menarik diri dari rencana koalisi dengan PPP, PDIP, PAN dan PKPB. Adanya niat Golkar untuk bersanding dengan Demokrat, dibenarkan tapi harus ada kesamaan visi dan misi. ”Lebih cepat, lebih baik, karena waktu pendaftaran calon bupati sudah diambang pintu,” tegasnya. n h madjid rw, sabihin

Pemisahan Wilayah Tasikmalaya Direspon
TaSiKmalaYa - Keinginan masyarakat Tasik Selatan (Tasela) untuk berpisah dengan Kabupaten Tasikmalaya, terus bergulir. Bahkan pembentukan Wilayah Kabupaten Tasik Selatan ini mendapat respon dari Wakil Bupati, HE Hidayat yang kini mencalokan diri Bupati dalam Pemilukada mendatang. Menurut Hidayat, keinginan masyarakat Tasela sudah sepantasnya mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD dari Tasela. ”Kami sangat mendukung dan segera menyiapkan diri untuk pembentukan wilayah baru,” kata Hidayat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Subarna membenarkan masyarakat Tasela ingin berpisah dengan Kabupaten. Keinginan masyarakat Tasela sudah muncul beberapa tahun kebelakang. Kini, Pansus DPRD tentang Pembentukan Wilayah Kabupaten Tasela sedang melakukan verifikasi yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dari 10 Kecamatan. Pada kesempatan verifikasi dihadiri sejumlah Kepala Desa, Ketua BPD, para pemuka masyarakat. “Surat dukungan dari masyarakat Tasela untuk pembentukan wilayah kabupaten baru sudah dikirim ke DPRD beberapa waktu lalu. Pemekaran Wilayah sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang dewasa ini jauh sangat ketinggalan dalam pembangunan, bila dibanding dengan wilayah utara,” kata Kepala Desa Padawaras, Nasrudin. Sementara Ketua Presidium Tasela, Ir. Pipin Zaenal Arifin menyatakan, pelayanan publik dan kesejahetaraan masyarakat selatan jauh tertinggal dibanding dengan Tasik Utara. Pemekaran wilayah kabupaten bukan suatu rekayasa dan tidak ada kaitannya dengan poltik. ”Ini murni kehendak masyarakat yang tersebar di 10 kecamatan,” kata Ajengan Purkon kepada Tabloid Sensor. n h madjid rw

Tingkatkan Kesejahteraan Petani
ciRebOn – Untuk meningkatkan kesejahteraan petani bukan hanya d en g a n m e n in g k a tk a n produksi padi saja, melainkan juga harus didukug oleh peningkatan kapasitas sumber daya manusianya (SDM). Hal tersebut diungkapkan Bupati Cirebon Dedi Supardi, saat mendampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersilaturahmi dengan para petani di Cirebon, baru-baru ini. “Kab. Cirebon merupakan salah satu sentra produksi pangan baik di tingkat regional maupun nasional. Musim tanam 2009/2010, Kab. Cirebon berada diurutan ketujuh dalam penyediaan beras tingkat Prov. Jabar. Sedangkan Jabar adalah peringkat pertama dalam penyediaan beras tingkat nasional,” katanya. Dijelaskan, produksi beras Prov. Jabar lebih pada 2009 dari 11 juta ton dan sebanyak 361.363 ton merupakan produksi beras dari Kab. Cirebon. Sementara yang dikonsumsi penduduk Cirebon sekitar 2.194.316 jiwa sebanyak 240.278 ton. Sehingga, sisa produksi beras lebih kurang 107.067 ton adalah sumbangan dari Kab. Cirebon untuk pemenuhan kebutuhan regional dan nasional. n tri van royen

Koalisi Partai Besar Bercerai
TaSiKmalaYa - Setelah H. Edeng ZA yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) mengunduran diri dari calon bupati dari pasangan Ade Sugianto yang diusung PDIP, berimbas terhadap partai koalisi besar, yakni Partai Golkar, PPP, PDIP, PAN, PKPB dan Partai Demokrat, bercerai berai. Mereka menarik diri dari koalisi besar dan permanen. Seperti Golkar, semula bersepakat berkoalisi dengan PPP, tinggal menentukan siapa yang menjadi Z1, dan Z2, karena kedua partai pemenang Pemilu Legislatif ini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari DPP pusat masing masing. Di tengah membangun koalisi, keluar SK dari DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dari ke tiga nama yang diajukan DPC dan DPW yakni

H. Ruhimat, H. Uu Ruzhanul Ulum, dan H. Subarnas, maka H. Uu Ruzahul Ulum yang berhak maju sebagai calon bupati dari PPP dalam Pemilukada mendatang. Dari awal itulah H. Edeng ZA yang mendapat dukungan dari adiknya yakni H. Tatang Farhanul Hakim yang juga Bupati Tasikmalaya, spontanitas H. Edeng legowo dan mengundurkan diri dari

pasangan Ade Sugianto yang diusung PDIP. Konon setelah keluar SK DPP, H. UU akan berpasangan dengan Ade Sugianto dari PDIP sebagai wakil bupatinya. Sementara H. Tatang FH selaku Sekjen DPW PPP yang semula mendukung H. Edeng ZA karena mengundurkan diri, akhirnya mendukung pasangan H. Uu dengan Ade Sugianto.

Menurut wacana yang tersebar di masyarakat, H. Uu diarahkan oleh Tatang untuk berpasangan dengan Ade Sugianto, karena keduanya sudah berpengalaman dalam dunia berpolitik, semasa Tatang menjabat dua kali periode menjadi bupati. Gebrakan kedua pasangan ini akan maju dalam Pemilukada mendatang, otomatis membuat Partai Golkar gemes terhadap PPP yang sudah berjalin untuk berpasangan yang sudah disepekati di Suryalaya, pekan lalu. Sementara Hj. Dede T. Widarsih, Ketua DPD Golkar Kabupaten Tasikmalaya yang telah ditinggal pergi oleh H. Uu dari PPP, menurut informasi akan bersanding dengan Ketua Partai Demokrat, H. Ucu Asep Dani, untuk duduk sebagai wakil bupati. n h madjid rw

NASIONAL
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

22

TERAS
Pekan Batik Nusantara 2010 di Pekalongan
PeKalOngan - Sesuai rencana, Pekan Batik Nusantara 2010 akan digelar di Kota Pekalongan pada tanggal 16 Oktober hingga 3 Nopember mendatang. Panitia pelaksana, saat ini tengah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk kegiatan tersebut. Kepala Disperindag, sekaligus ketua panitia pelaksana, Drs. H. Slamet Prihantono MM kepada Tabloid Sensor memaparkan, pelaksanaan pekan batik nusantara (PBN) 2010, akan dipusatkan di lapangan bundaran simpang lima Jetayu Pekalongan. Dijelaskan bahwa tujuan diselenggarakannya PBN tersebut, untuk mengembangkan dan mempertahankan nilai budaya, khususnya batik, upaya meningkatkan pemasaran batik, memfasilitasi UKM batik Pekalongan guna mengenalkan disain/motif batik baru, dan upaya membrending Pekalongan sebagai pusat batik dunia. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pekan batik nusantara tersebut merupakan satu rangkaian kegiatan antara lain, tanggal 16 Oktober sampai 30 Oktober pameran multi produk dan permainan keluarga yang dipusatkan di lapangan jetayu. Tanggal 26-30 Oktober digelar Expo Batik Nusantara dengan tema Batik Menembus Ruang Waktu, dan tanggal 28 Oktober sampai 3 Nopember diselenggarakan di Rumah Dinas Eks Karesidenan berupa pameran buku. n hadi sulistiyono

Rapat Paripurna DPRD Didemo
indRamaYu - Agenda rapat paripurna DPRD Kabupaten Indramayu yang digelar Kamis (7/10) diwarnai aksi demo oleh masarakat yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Rakyat Indramayu menggugat (Geram). Akibatnya sejumlah kuwu dengan para demonstran nyaris bentrok. Kota Indramayu tepat tanggal 7 Oktober 2010 genap berusia 483 tahun. Oleh karenanya, agenda Rapat Paripurna Istimewa DPRD mengagendakan memperingati hari jadi Kabupaten Indramayu. Namun sayang, acara tersebut diwarnai aksi demo oleh masarakat yang mengatasnamakan Gerakan Indramayu Menggugat (Geram). Ratusan demonstran mendatangai kantor DPRD untuk menyampaikan aspirasinya terkait pemerintahan Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin yang akrab dipanggil Yance, yang dinilai banyak kemunduran dan kebohongan. Aksi demo yang jumlahnya ratusan orang antara lain menuntut, turunkan Yance sekarang juga. Kemudian, bubarkan DPRD Indramayu karena dianggab mandul, penolakan pelantikan calon bupati terpilih, Andi Hj. Annah Sopnh dan H. Supendi, ganyang dan bumi hanguskan kelompok Markus (makelar kasus Indramayu), dan adili serta gantung koruptor di Kabupten Indramayu, kroni Bupati Jelang masa akhir jabatan bupati Indramayu, Yance, pada tanggal 11 Desember 2010 kondisi dan suasana politik di Indramayu memanas. Sejumlah kasus korupsi mulai terungkap. Antara lain, mantan Kadis Pendidikan Drs H. Suhaeli yang kini duduk di kursi pesakitan. Posisinya pun sebagai terdakwa dugaan korupsi Rp690 juta, juga kasus pengadaan tanah PLTU tersangka sudah dikirim dari Kejaksaan Agung ke Rutan Indramayu. Perkara korupsi yang telah di adili seperti kasus Gis. Satu terdakwa sudah menghuni hotel prodeo, sedangkan kasus pada dinas pendidikan selain kasus Drs. H. Suhaeli, juga terdakwa Narjito yang baru beberapa hari mendapat vonis Pengadilan Negeri Indramayu. Kasus ini memang menjadi perahatian serius komunitas LSM Indramayu. Selama ini, perkara korupsi banyak yang melaporkan kepada penegak hukum, namun proses hukum yang dilakukan aparat, sampai pada proses hukum jumlahnya sangat minim. n jhoys arcan

Dugaan Penyimpangan di Dinas PU Sukabumi
SuKabumi - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tingkat I (APBD I) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tingkat II Tahun 2009 pada SKPD Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina marga Kabupaten Sukabumi, menyangkut delapan pekerjaan pos bagian Sarana Prasarana Fisik, disinyalir terjadi penyimpangan. Salah satunya terjadi pada proyek rehabilitasi/ pemeliharaan periodik jalan kota-penataan pesisir Pantai Citepus, pembuatan trotoarisasi volume pekerjaan didalam DPA 400 M dengan anggaran sebesar Rp996.051.000 yang dikerjakan oleh PT Anugerah Gemilang, diduga terjadi penyimpangan. Hal ini dilihat pekerjaan yang tidak sesuai dengan DPA, hanya seluas 350 meter persegi dengn pagu anggaran Rp908.682.200. Disinyalir telah terjadi pengurangan volume pekerjaan sepanjang 50 meter persegi. Kepala pengendalian program (DalProg) Ir. Dadang saat diminta keterangan mengatakan, pihaknya tidak pernah menandatangani cek list tentang delapan item kegiatan tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Wawan saat dijumpai menjelaskan bahwa pihaknya tidak tahu persis tentang permasalahan tersebut. “Silahkan konfirmasi dengan kabid Ir. Lukman Sudrajat,” tegasnya. Setda Kabupaten Sukabumi Deden Achadiyat selaku Ketua Tim Pengawasan Koropsi mengakui kalau dirinya baru tahu adanya dugaan penyimpangan. “Saya akan panggil kepala dinas bersangkutan untuk memberikan keterangan seputar permasalahan ini,” katanya. Ditempat terpisah, salah satu pengurus harian Lembaga Pemantau dan Investigasi Sukabumi (LPIS), Mepa, saat diminta tanggapan seputar permasalahan tersebut mengatakan, jika benar adanya dugaan penyimpangan, dia meminta kepada seluruh komponen masyarakat untuk menyikapi permasalahan tersebut, jangan sampai dibiarkan berlarutlarut. n jaya taruna

Enam Kelurahan di Pekalongan Utara Terancam Rob
PeKalOngan - Pasang air laut atau rob dalam sepekan ini sangat meresahkan masyarakat di enam kelurahan yakni, Kelurahan Panjang Wetan, Kelurahan Panjang Baru, Kelurahan Kandang Panjang, Kelurahan Krapyak Lor, Kelurahan Krapyak Kidul, Kelurahan bandengan, dan merambah pada kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Timur. Sejak Selasa (5/10) hingga Kamis (7/10), rob yang menggenangi wilayah kelurahan di kecamatan di Pekalongan Utara dinilai sangat parah, sehingga banyak petani tambak merugi. Tercatat hampir 326 hektar tambak terendam, sehingga para petani gagal panen. Tambak yang berisi ikan bandeng dan udang semuanya lepas dari tambak terbawa arus air. Imbas dari rob juga berdampak pada Obyek Wisata Pantai Slamaran, menurut Kabid Parbud Kota Pekalongan, Doyo BW, kondisinya sangat memprihatinkan, dan sulit ditanggulangi. Sehingga secara tidak langsung mengalami penurunan animo pengunjung. “Kita hanya bisa berdoa semoga semua itu bisa secepatnya tertanggulangi,” katanya. n hadi sulistiyono

Kepsek SMAN 1 Sindang Bermasalah
indRamaYu – Jika dibanding sekolah lain, SMA Negeri I Sindang terbilang berprestasi. Apalagi dengan statusnya sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Sudah tentu, orang tua murid pun bangga menyekolahkan anaknya di SMA Negeri I Sindang. Namun, dibalik keberhasilan itu, Kepala SMA Negeri I Sindang Dra Sulastri, berhadapan dengan tim penyelidik Kejaksaan Negeri Indramayu. Tuduhan yang dihadapkan kepada kepala sekolah ini, diduga terkait bantuan dari Menteri Pendidikan Republik Indonesia. Untuk kebutuhan sekolah, jumlahnya menurut informasi yang diperoleh Tabloid Sensor ratusan mencapai juta rupiah. Untuk pengadaan, uang itu dibelanjakan langsung oleh pihak sekolah. Berdasarkan hasil rapat dengan guru–guru.SMA Negeri I Sindang, uang bantuan itu

dibelanjakan barang–barang yang diperlukan. Pengadaan barang berdasarkan kebijakan rapat guru dengan kepala sekolah diduga bertentangan dengan Keppres Nomor. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan jasa. Informasi yang diperoleh

Tabloid Sensor, kasus ini sedang diperiksa oleh Kejejaksaan Negeri Indramayu dengan dugaam mark-up harga satuan dan kwalitas barang tidak sesuai. Secara terpisah Kepala SMA Negeri I Sindang Dra Sulastri, terkait pemeriksaan tersebut ketika dikonfirmasi Tabloid

Sensor usai sidang mantan Kadisdik Drs H. Suheli di halaman parkir gedung PN Indramayu mengatakan, pemanggilan oleh Jaksa itu tidak ada. “Saya sudah mengadakan pertemuan dengan sejumlah wartawan mengenai hal ini,” jelasnya. n soni s

23
SINGKAT
Upaya Pengendalian HIV dan AIDS di Provinsi Jateng
SemaRang - Kasus HIV dan AIDS di Provinsi Jawa Tengah terus mengalami peningkatan dan sangat cepat, terlebih dalam lima tahun terakhir ini. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 1993 sampai dengan akhir Juni 2010 di 16 Kabupaten/ kota se-Jawa Tengah tercatat sebanyak 2.922 kasus, dengan HIV sebanyak 1.664 kasus, AIDS 1.258 kasus (406 di antaranya telah meninggal dunia). Peringkat kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Tengah secara berurutan adalah, Kota Semarang 602 kasus, Surakarta 300 kasus, Banyumas 251 kasus, Jepara 169 kasus, Kab. Semarang 161 kasus, Pati 128 kasus, Temanggung 106 kasus, Kendal 104 kasus, Grobogan 97 kasus, Salatiga 90 kasus, Tegal 87 kasus, Cilacap 81 kasus, Demak 64 kasus, Batang 62 kasus, Kebumen 61 kasus, dan Brebes 50 kasus. Beberapa permasalahan yang dihad a p i d a l a m p e l a k s a n a a n pengendalian HIV/AIDS di Provinsi Jawa Tengah antara lain, adanya penutupan Klinik VCT, tidak tersedianya atau terbatasnya sarana dan prasarana, secretariat dan peralatan kantor, kurang lengkapnya peralatan Klinik MMT dan VCT di beberapa RS. n tulus supangkat

NASIONAL
EDISI 240 TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010

Proyek JLS Rugikan Negara Rp12,23 M
SemaRang - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perawakilan Jawa Tengah menemukan kerugian negara sebesar Rp12,23 miliar pada proyek pembangunan Jalan Lingkar Salatiga (JLS) di Kota Salatiga. Dalam proyek pembangunas JLS tahun anggaran (TA) 2008 dengan pagu anggaran Rp49,21 miliar tersebut pada paket STA 1 + 800 sampai dengan STA 8 + 350 sepanjang 6,5 kilometer. ”Pada 10 Februari 2010, Polda Jateng meminta kita untuk melakukan audit dana yang digunakan pada kegiatan pembangunan JLS di Kota Salatiga, salah satu proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Salatiga,” ungkap Kepala Perwakilan BPKP Jawa Tengah, Mochtar Husein, Kamis (7/10). BPKP dan Polda Jateng telah melakukan gelar perkara terhadap kasus JLS dan disepakati bahwa pada kasus tersebut telah memenuhui unsur tindak pidana korupsi. Dan, pihak Polda Jateng sepakat untuk menindaklanjuti proses hukum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. “Laporan hasil investigasi sudah dalam proses dijilid, dan kalau tidak ada halangan senin akan kami kirimkan ke Polda Jateng,” tambah Muchtar. Ia menjelaskan, pada kegiatan proyek pembangungan JLS tersebut, DPU Kota Salatiga mendapatkan dana dari APBD Kota Salatiga tahun anggaran 2008. Namun, ungkap dia, dalam kasus tersebut terdapat kejanggalan sejak mulai proses lelang. Yakni ketika pejabat pembuat komitmen membuat keputusan pada 19 Agustus 2008 yang memutuskan salah satu rekanan sebagai pemenang lelang. Dalam keputusan tersebut tidak mendasarkan pada laporan dan usulan calon pemenang lelang bidang pengadaan jasa pemborong/ konstruksi yang melaporkan dan mengusulkan rekanan lain (yang berhak-red) sebagai pemenang lelang namun berdasarkan disposisi pejabat tertentu. “Seharusnya yang dalam lelang tersebut pemenangnya adalah yang menawar harga Rp42 M, namun dalam keputusan yang dibuat pejabat pembuat komitmen yang dimenangkan adalah justru yang menawar Rp47 M, tanpa alasan yang jelas,” bebernya. Selain itu, lanjut dia, dalam pengerjaan proyek JLS tersebut tidak sesuai dengan bestek.Dalam melaksanakan pekerjaan itu, rekanan yang ditunjuk sebagai pemenang tidak memperhatikan metode kerja dan uraian teknis analisa harga satuan. “Contohnya harga satuan pekerjaan baru yang terlalu mahal, tanpa dilakukan koreksi maupun negosiasi harga oleh pejabat pembuat komitmen,” ungkapnya singkat. n tulus supangkat

Penghargaan Kepedulian Perusahaan Pada Lingkungan
SemaRang - Dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial bulan Desember 2010, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memberikan Penghargaan Kepedulian Sosial Perusahaan terhadap Lingkungan tingkat Jawa Tengah. Penghargaan diberikan kepada perusahaan di provinsi ini yang melaksanakan kepedulian sosial terhadap lingkungannya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sekda Provinsi Jateng, Drs. Hadi Prabowo MM, menyampaikan tujuan pemberian penghargaan kepedulian sosial perusahaan terhadap lingkungan sebagai upaya untuk menyosialisasikan dan mendorong implementasi CSR, terutama dalam penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat Jateng. Selain itu, juga memberikan apresiasi, motivasi, teladan, serta umpan balik perusahaan dalam pelaksanaan kepedulian perusahaan terhadap lingkungannya. Perusahaan yang menolak atau menghindari CSR, dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. Sebaliknya, perusahaan yang melaksanakan CSR secara proaktif dan berkontribusi optimal, seharusnya mendapatkan banyak insentif dan fasilitas dari pemerintah. “Program CSR sendiri merupakan salah satu strategi dalam penanggulangan kemiskinan di Jateng, sesuai konsep Bali Ndeso Mbangun Deso. Di mana warga yang pandai diharapkan kembali ke desa untuk menularkan ilmu yang dimilikinya kepada masyarakat, dan mereka yang memiliki kemampuan secara financial, kembali ke desa untuk membantu masyarakat dalam memberikan bantuan keuangan. Jika itu dilakukan, pencapaian masyarakat Jateng yang semakin sejahtera akan cepat terwujud,” tandas Sekda Jateng Drs. Hadi Prabowo MM. n tulus supangkat

Bimbingan Teknis Pemanfaatan Listrik

SemaRang - Tenaga listrik merupakan prasarana dasar yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan masyarakat maupun industri. Namun di sisi lain juga mengandung risiko bahaya terhadap keselamatan umum, harta benda dan lingkungan. Oleh karena itu, instalasi listrik seharusnya memiliki sertifikat Laik Operasi (SLO) yang diterbitkan oleh Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalasi L:istrik (KONSUIL) sebagai Lembaga Pemeriksa Instalasi Pemanfaatan Tenaga LIstrik Konsumen Tegangan rendah. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, pengelola fasilitas publik dan pengelola industri kecil mengenai instalasi yang benar, Balai Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kendeng Muria Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan bimbingan Teknis Pemanfaatan Listrik untuk pelaku industri kecil dan masyarakat di Kabupaten Kudus, Jepara, dan Rembang. Kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran/bahaya dari listrik akibat pemasangan instalasi yang tidak standar. Bimbingan teknis diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari masyarakat, pengelola fasilitas publik dan pengelola industri kecil di Kabupaten Kudus, Jepara dan Rembang. n tulus supangkat

Sosialisasi Penggunaan Aman Tabung Elpiji 3 Kg
SemaRang - Konversi minyak tanah ke elpiji di Jawa Tengah yang dicanangkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Prof. DR. Ir. Purnomo Yusgiantoro di Kabupaten Semarang tahun 2007 lalu, dinyatakan selesai tanggal 1 Februari 2010 lalu, ditandai dengan pernyataan status closed and dry minyak tanah bersubsidi untuk 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Pada Periode tersebut telah didistribusikan sebanyak 9.549.149 paket konversi. Selama kurun waktu 20072010, di Jawa Tengah telah terjadi 23 kecelakaan/insiden elpiji 3 kg. Evaluasi yang telah dilakukan PT. Pertamina, menyatakan faktor penyebab kecelakaan bukan saja dari peralatannya (selang, regulator, dan rubber seal) tetapi juga berasal dari faktor manusia (human error), terutama karena dalam mengoperasikan elpiji, Pemprov Jateng terus melakukan upaya sosialisasi penggunaan elpiji ke beberapa daerah dengan mengerakkan tim Pengerak PKK, Pramuka, guru-guru dan pengurus RT/ RW sehingga masyarakat mengetahui karakteristik peralatan yang digunakan, baik penggunaan kompor, cara pemasangan regulator yang tepat, hingga cara aman meletakan tabung elpiji. Dengan demikian secara berkesinambungan diharapakan dapat meminimalkan terjadinya kecelakaan karena faktor kesalahan manusia. Sosialisasi penggunaan gas elpiji yang aman meliputi persiapan penggunaan elpiji yaitu tersedianya ventilasi atau lubang udara yang cukup pada ruangan dapur, khususnya yang berada sedikit diatas lantai. n tulus supangkat

masyarakat penerima konversi tidak fasih mengoperasikan gas elpiji. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan karena faktor peralatan, SPBE/ SPPBE diharuskan melakukan standarisasi peralatan sebelum didistribusikan ke masyarakat, yaitu dengan melakukan uji kebocoran tabung dengan mencelupkan tabung isi ke dalam bak air/disemprot

air untuk menjamin bahwa tabung dalam kondisi baik, dan SPBE juga harus mengecek setiap klep (valve) tabung telah terpasang seal karet (rubber seal), memisahkan tabung yang bocor/rusak dan minimal memiliki 500 buffer stock tabung untuk penggantian tabung bocor/rusak. Sedang untuk mengatasi kekurangfasihan atau kekurangtahuan masyarakat

24
EDISI 240 TAHUN VI, EDISI 240- TAHUN VI, 11 - 17 Oktober 2010 11 17 Oktober 2010

24

Pisah Sambut Kapolda Metro Jaya
Komjen Pol Timur Pradopo akhirnya meninggalkan Polda Metro Jaya. Acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya pun digelar di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (7/10). Komjen Pol Timur Pradopo bersalaman dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman.

Drs. Yoyok Bepe
Pimpinan Redaksi Tabloid Sensor

Drs. Rivai Zakaria SH
Komisaris Utama Tabloid Sensor

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->