P. 1
edisi 241

edisi 241

|Views: 749|Likes:
Dipublikasikan oleh aryhdy

More info:

Published by: aryhdy on Oct 20, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2012

pdf

text

original

1

Tabloid Berita Mingguan18 - 24 Oktober 2010 EDISI 241 TAHUN VI,

EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

http://www.tabloidsensor.blogspot.com

Rp 4.000 (Luar Kota Rp5.000)

52 Imigran Gelap Kabur dari Rudenim Erwin Playboy Ditangkap

MA Tolak Kasasi Jakgung
Kedai Kopi Saksi Pertemuan Gayus-Haposan

BERANDA
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

2

TUTUP KEPALA
Tingkatkan Kewaspadaan
RITUAL musim haji 1431 H/2010 M dimulai. Jutaan orang dari berbagai negara, termasuk dari tanah air, sekitar 221 ribu ditambah 3.500 petugas melaksanakan ritual tahunan itu. Sejak pekan lalu, kloter per kloter mulai diberangkat dari tanah air. Selama hampir sebulan mereka menjalani ritual ibadah haji, dan akan kembali ke tanah air pada 22 November mendatang. Tidak satu jengkal pun sudut Masjid Nabawi yang sepi. Semua terisi penuh oleh jamaah haji. Ratusan ribu jamaah dari berbagai penjuru dunia memadati masjid mulia ini untuk mendirikan Sholat Arbain. Jamaah, pada Jumat (15/10) mulai pukul 04.00 waktu Arab Saudi, sudah mulai berdatangan untuk melakukan salat subuh. Sholat Arbain adalah menjalankan salat wajib lima waktu selama 8 hari berturut-turut di Masjid Nabawi. Sholat Arbain bukan merupakan ibadah wajib haji. Sebagian ulama berpendapat bahwa Arbain bersifat sunnah, namun pahalanya sangat tinggi. Sholat di Masjid Nabawi mendapatkan pahala seribu kali lebih tinggi dibandingkan salat di masjid lainnya kecuali salat di Masjidil Haram Mekkah. Maka wajarlah bila para jamaah haji membanjiri Nabawi mengejar melakukan Arbain. Tidak cuma saat subuh, pada jam-jam salat lainnya Zuhur, Asar, Maghrib dan Isya pun masjid yang dibangun pada tahun pertama hijriyah itu tetap dipadati jamaah. Di malam hari, Masjid Nabawi lebih semarak lagi. Halaman masjid dipenuhi anak-anak yang asyik bermain, para ibu yang bergerombol bersama kelompoknya, bapak-bapak yang bercengkrama dengan para sahabatnya. Namun, dalam menjalani ibadah haji, satu hal yang patut diperhatikan para jamaah, yaitu meningkatkan kewaspadaan. Wakil Ketua II Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang Pengamanan, Chambali minta jemaah calon haji Indonesia selama berada di tanah suci meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah awal antisipasi terhadap kejadian tak diinginkan. @

Dampak Mie Instan dan Rawan Bencana
PEMBACA budiman, sepekan belakangan ini kondisi cuaca kota Jakarta masih belum bersahabat. Ya, terkadang hujan deras yang tak tentu datangnya, kadang panas menyengat. Memang, Jakarta dan kota lainnya tengah dilanda cuaca ekstrim. Tentunya, kewaspadaan harus tetap terjaga. Dampak dari cuaca tak menentu juga terbilang ekstrim. Seperti wilayah Jakarta Selatan yang notabene merupakan daerah resapan air rupanya tak luput dari ancaman peristiwa tanah amblas. Ya, khususnya di daerah pemukiman penduduk atau jalan yang berada tepat di sepanjang bantaran Kali Ciliwung yang melintasi wilayah Jakarta Selatan. Bahkan, terdata sebanyak empat titik di lokasi itu dinyatakan rawan amblas berdasarkan penelitian yang dilakukan Sudin Pekerjaan Umum (PU) Jalan setempat. Tentu saja, ini merupakan peringatan bagi warga setempat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Pembaca, dalam sepekan terakhir ini berbagai peristiwa menarik terjadi. Mulai dari penarikan mie instan produksi Indonesia dari berbagai pasar swalayan oleh pemerintah Taiwan, yang belakangan mulai berdampak terhadap konsumsi

RAGAM

produk tersebut di Tanah Air. Betapa tidak, akibat pemberitaan itu, masyarakat mulai menahan diri untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut. Bahkan di sejumlah warung kopi di Jakarta, penjualan mie instan menurun lebih dari 50 persen. Ya, nasib. Mungkin hanya

perkataan itu yang bisa keluar dari mulut pedagang kecil. Memang, semua peristiwa yang terjadi ada hikmahnya. Setidaknya, semua itu menjadi pelajaran bagi kita semua di saat seperti sekarang ini. Walau demikian, kami bersyukur masih tetap setia menemani pembaca hingga saat ini. Salam.

INDEKS

PENYUAP KABARESKRIM DIGANJAR 18 BULAN

Hal 04

52 Imigran Gelap Kabur

Hal 06

Rasa sesal dan kecewa tergurat jelas di wajah Sjahril Djohan alias SD, terpidana mafia hukum kasus pajak yang juga melibatkan Gayus Tambunan Cs. Ia terbukti melakukan korupsi berjamaah.

Rumah di Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu malam lalu geger, karena para penghuninya kabur.

Pakan Ternak TMR ‘Dimakan’ Ongkos Politik Pemilukada Mahal
Kasus Hukum Olah Raga Pendidikan Nasional

Hal 16

Hal 23 06 10 13 15 16

Misbakhun dan Franky Dituntut 8 Tahun Jateng Kembangkan Infrastruktur Pariwisata

Hal 10

Hal 14

PENERBIT : CV. TABLOID SENSOR Akta Notaris ISWANDONO POERWODINOTO, SH Nomor 31 Tanggal 12 Januari 2009 SIUP : Nomor 3.201/1.824.51 Komisaris Utama : Drs. Rivai Zakaria S. Yahya SH Pimpinan Umum : Johny Sulu Pimpinan Redaksi : Mas Yoyok BP Redaktur Pelaksana : Ary Hidayat Redaktur : Mumu Najmudin, Simon Leo Siahaan, Sofyan Hadi, Naba Silitonga Lawyer : Drs. Rivai Zakaria S. Yahya SH, Syahrir Siregar SH, Christian P. Tambunan SH, Jimmy Pangau SH Staf Redaksi : Elfaber Hutapea, Mahadir Ramadhon, Jemmy Holderman, John Effendi, Freddy Tuela, Marulitua Manurung, Heri Susanto, Jhony Marlen Siahaan, Soebardjo S. Muljono, Indra Sukma, Delwandra Gani, Rahmat, Ahmad Hariri, Sanjaya H. Siahaan, Armenius Barus, Vanlif Tompinit, Murtirina, SH, Jerry Pati, Effendi Siahaan, Johny Siregar, Kusmana Eka, Tommy Albertus Manajer Keuangan : Edward Pangau Administrasi: Michael Sirkulasi Jimmy Maukar, Agus Ma’mur, Asep Awaludin PERWAKILAN/BIRO: JAWA BARAT : Borman Timbert Tobing, Sonny Partomuan N., Endang Rukmana, Ida Farida Bekasi: Deddy Suryadi, H. Hambali, Donny Pakpahan, M. Nur Bogor : H. Lazuardi A Depok : Joko Warihnyo, Juni Amir Sukabumi : Jaya T, Bobie PN, Irwan D Indramayu: Duliman, Sony S, Imam Santo, Nurohman, Jhoys Arcan Majalengka : Yessy Pande Iroot Cirebon : Tri Van Royen BA, Sutawijaya Karawang : Asgan Abdulgani Tasikmalaya : H.Madjid. RW, Sabihin Tangerang : David Aryanto, Bumi Sunyoto, Amal Jamaludin, Agus Solihin Serang : Nuraeni Semarang: Tulus Supangkat, Hardjanto MS Kedu/Banyumas : Tri Winarto, Miftahulalim, Ridwan Abdul Wahab Wonosobo: Dwi Kusmanahadi RW Temanggung : Teguh Lima Sudarlin Sidoarjo : Wachid Yulianto Pekalongan : Hadi Sulistiyono Tegal: R. Arnest ST, Ernawati, Dyah Setyawati Pontianak: Syafri Murni, Budi Gautama Pekanbaru : A Z Akbar Luis (Koordinator),Tedy Makmur, Didi Rinaldo, Elfiadi ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA: Jalan Pegangsaan Barat No 32 Menteng Jakarta Pusat 10310 Telepon. 021 31931366, 3154587, 70642551 Fax. 021 3154586 Email : redaksi_sensor@yahoo.co.id No. Rekening Bank Mandiri KCP Cik Ditiro I No. 1220005252534 a/n CV. Tabloid Sensor Harga Iklan : Display: Hitam Putih/BW:Rp 5.000,-mmk, Warna/FC:Rp.7.000,-mmk,Duka Cita/keluarga:Rp.4.000,-/mmk, iklan Baris : Rp.10.000,-/baris (min 5 baris maks 10 baris). Wartawan Tabloid SENSOR dibekali Surat Tugas atau Kartu Pers serta namanya tertera dalam box redaksi. Diluar nama yang tertera diatas bukan menjadi tanggungjawab redaksi.

3

FORUM
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

NAMA

INFO POLISI

TELEPON
021-721-8000 021-492 -600 021-523-4000 021-570-9261 021-570-3037 021-570-8011 021-570-8035 021-384-9020 021-344-6674 021-872 -7167 021-570-8013 021-8370-4162 021-739 -8025 021-570 -9250 021-570-8007 021-570-9252

Mabes Polri Yanmas KPPP Pelabuhan Polda Metro Jaya Ka Polda Metro Jaya Ka Dit Serse Metro Jaya Ka Dit Sabhara Metro Jaya Ka Sat Sabhara Dan Sat Brimobda Wadansat Brimobda Gegana Kadit Lantas Kasat Patroli Jalan Raya Kadispen Mabes Polri Kadispen Polda Metro Jaya Kadit Intel PAMPOL Kasat INTELKRIM

SBY JENGUK KORBAN BANJIR WASIOR - Presiden SBY juga mengunjungi korban luka akibat banjir bandang Wasior di RSUD Manokwari, Papua, Kamis (14/10). SBY pun berdialog dengan korban banjir yang tengah dirawat. SBY dan Ibu Negara menyalami korban banjir yang dirawat di RSUD Manokwari. n’. n

Polres Jakarta Pusat Polres Jakarta Selatan Polres Jakarta Timur Polres Jakarta Barat Polres Jakarta Utara Polres Metro Bekasi Polres Bekasi Poires Metro Depok Polres Tangerang Polres Metro Tangerang Polres Bandara Soekarno-Hatta KP3 Tanjung Priok KP3 Kepulauan Seribu Direktorat I Bareskrim Mabes Polri Kepala Bareskrim Mabes Polri

PENGADUAN

0811902355 08121118686 08122212212 081311197777 0811844321 08170868686 08121238989 08123039065 021-93778789 815111187781 0811857170 0811891213 0818617171 021-7218041 08159771977

Mega Proyek Situ Babakan Amburadul
Proyek atau pembangunan jalan dan turap sekeliling Setu Babakan, Jagakarsa, salah satu antisipasi longsor dan penataan kawasan Perkampungan Budaya Betawi (PBB) sudah empat tahun terhenti. Bahkan, kini keberadaannya makin amburadul. Di lokasi, tampak dua papan proyek pengerjaan jembatan Situ Babakan dan perluasan pembangunan turap yang tumpang tindih. n foto: delwandra

INFO JAKSA
Kejaksaan Agung RI/Jaksa Agung, Jl Sultan Hasanuddin No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (021) 720 8557 Wakil Jaksa Agung (021) 739 3889 JAM Pembinaan (021) 725 1403 JAM Intelijen (021) 722 1401, 724 8116 JAM Tindak Pidum (021) 726 2667 JAM Tindak Pidsus (021) 725 0176 JAM Datun (021) 724 3201 JAM Pengawasan (021) 720 8748, 725 0346 Ses JAM BIN (021) 726 1828 Ses JAM Intel (021) 724 5216 Ses JAM Pidum (021) 724 3201 Ses JAM Pidsus (021) 725 0166 Ses JAM Datun (021) 724 3201 Ses JAM Was (021) 724 5026 Kepala Pusat Penerangan Hukum (021) 723 6510 Pusdiklat Kejagung RI (021) 780 6861 Nanggroe Aceh D. Jl Tgk Moh Daud Beureueh No 18, Telp 0651-21270 Banda Aceh Fax 0651-280 94 Sumatera Utara Jl A.H. Nasution No 3, Telp 061-4514290 Medan Fax 061-4514871 Sumatera Barat Jl Raden Saleh No 4, Telp 0751-55530 Padang Fax 0751-40908 Riau Jl Sudirman No 375, Telp 0761-29677 Riau Fax 0761-32103 Jambi Jl A Yani No 12 Telanaipura, Telp 0741-63034 Jambi Fax 0741-63004 Sumatera Selatan Jl Ade Irma Nasution 14, Telp 0711-311555 Palembang Fax 0711-310936 Lampung Jl W Monginsidi 236, Telp 0721-482409 Bandar Lampung Fax 0721-482209 Bengkulu Jl S Parman No 2, Telp 0736-21631 Bengkulu Fax 0736 -21622 Banten Jl Raya Pandeglang KM 4, Telp 0254- 251053 Serang, Banten Fax 0254- 251053 DKI Jakarta Jl HR Rasuna Said No 2, Telp 021-5254128 Jakarta Selatan Fax 021-5265722 Jawa Barat Jl Madura No 1, Telp 022-4239375 Bandung Fax 022-4239375 Jawa Tengah Jl Pahlawan No 14, Telp 024-8311850 Semarang Fax 024-8311451 DI Yogyakarta Jl Sokanandi No 4, Telp 0274-562928 Yogyakarta Fax 0274-554070 Jawa Timur Jl A Yani 54-56, Telp 031-8290577 Surabaya Fax 031-8290577 Bali Jl Kapten Tantular 5 Renon, Telp 0361-261438 Denpasar Fax 0361-261438

LAPORAN UTAMA
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

4

PENYUAP KABARESKRIM DIGANJAR 18 BULAN
Rasa sesal dan kecewa tergurat jelas di wajah Sjahril Djohan alias SD, terpidana mafia hukum kasus pajak yang juga melibatkan Gayus Halomoan Partahanan Tambunan Cs. Ia terbukti melakukan korupsi berjamaah.

K

ekecewaan pun tergambar jelas lantaran majelis hakim memvonis dirinya selama 1,5 tahun penjara. “Menurut saya itu cukup berat. Saya kecewa, seharusnya saya bebas,” ujar Sjahril kepada wartawan termasuk Tabloid Sensor usai persidangan, Selasa pekan lalu. Majelis hakim pimpinan Sudarwin sepakat SD telah melanggar Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain kurungan badan, SD juga didenda Rp50 juta. Putusan hakim itu lebih ringan dari requisitor jaksa penuntut umum. Dalam tuntutannya, tim jaksa dikomandani Sila Pulungan, meminta majelis menjatuhkan hukuman dua tahun penjara plus denda Rp75 juta. Merujuk pada fakta persidangan, pada 2008 Syahril bertemu dengan Haposan di Hotel Ambara, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu, Haposan bercerita tentang kasus Arowana yang tersendat selama dua tahun. Lantas, Haposan meminta bantuan Syahril untuk mendekati Susno. Agar urusan itu menjadi mulus, Haposan menyiapkan uang Rp500 juta yang akan diserahkan kepada Kabareskrim Mabes Polri, Susno Duadji. Dari Haposan, menurut majelis, uang berpindah ke tangan Syahril. Di persidangan Syahril mengatakan uang tersebut diberikan kepada Susno. Setelah mengambil uang dari Haposan di Hotel Sultan, Syahril datang ke kediaman Susno di Jalan Abuserin, Jakarta Selatan. Penyerahan uang dari Haposan melalui Syahril kepada Susno bertujuan untuk memperlancar penyidikan kasus Arowana yang tersendat. Dalam uraian pertimbangan hukum, majelis hakim berpandangan Syahril yang

menjabat penasihat pada Dir IV bidang Narkoba di Mabes Polri, kerap berkunjung ke ruang Kabareskrim Susno Duadji. Kabareskrim memang memiliki kewenangan untuk mengawasi j a l a n n y a penyidikan yang dilakukan oleh penyidik dalam kasus Arowana. Haposan idem ditto. Sehingga, meminta Syahril menanyakan kasus Arowana. Di mata majelis, permintaan Haposan kepada Syahril, dan upaya Syahril menanyakan perkembangan kasus Arowana kepada Susno, bukan merupakan perbuatan melawan hukum. Mengenai pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, majelis berpandangan telah terpenuhi. Pasalnya, dalam rangkaian perbuatan, Syahril ikut serta dalam rangka pemberian uang sebesar Rp500 juta kepada Susno. “Dengan demikian, unsur turut serta melakukan telah terpenuhi. Dengan demikian terdakwa haruslah dinyatakan bersalah,” katanya. Syahril, mantan staf ahli era Jaksa Agung Marzuki Darusman, dinilai majelis tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Bahkan, tidak mendukung penyelenggaraan negara yang bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Nah, perbuatan tersebut dijadikan pertimbangan memberatkan. Sedangkan di muka persidangan, Syahril nampak kooperatif, berlaku sopan. Bahkan, Syahril yang kini berusian 65 tahun dipandang telah berlanjut usia. Jaksa Beberkan Keterlibatan Sjahril Tim jaksa penuntut umum yang diketuai Sila Pulungan, menguraikan keterlibatan mantan penasehat ahli Direktorat IV Narkoba dan Kejahatan Terorganisir Bareskrim Polri, Sjahril Djohan. Bahkan, penuntut umum menuding Sjahril

memanfaatkan kedekatannya dengan Kabareskrim Susno Duaji untuk memberi akses kepada Haposan Hutagalung sehubungan dengan penanganan perkara PT SAL dan Gayus. Kedekatan ini diketahui sendiri oleh Haposan, karena Sjahril memanggil Susno hanya dengan sebutan “Sus”, dan tidak pernah mengisi buku tamu apabila berkunjung ke ruang Susno. Ketika itu, kata jaksa, Susno menyampaikan ke Sjahril, “Ini kasus besar bang! Masak kosong-kosong bae”.

Kemudian, pernyataan Susno ini diteruskan Sjahril ke Haposan saat melakukan pertemuan di Hotel Ambhara. “San (Haposan), ini Kaba (Susno) minta diperhatiin nih,” kata Sjahril kepada Haposan, sebagaimana dikutip dalam dakwaan. Haposan, seperti tertuang dalam dakwaan, pun menjawab, “Ya, memang ada bang. Nanti aku siapkan Rp500 juta.” Tidak sampai di situ, Sjahril juga menyampaikan permintaan Susno yang meminta ‘komisi’ dari success fee. Pembicaraan mengenai success fee itu

dilakukan di beberapa tempat, yaitu Hotel Ambhara, Hotel Sultan, dan kantor Haposan di Patra Jasa. Dalam pembicaraan itu, persenan yang mulanya akan dibagikan kepada Susno sebesar 10 persen, bertambah menjadi 15 persen. Atas kesepakatan mengenai pemberian uang sebesar Rp500 juta di Hotel Ambhara itu, pada 4 Desember 2008, Haposan mengambil uang di rekeningnya. Kemudian masing-masing, sebesar Rp100 juta diikat dengan menggunakan karet gelang.n sofyan hadi

Nama SD Tiba-tiba Meroket

N

ama Sjahril Djohan (SD) tiba-tiba meroket, tatkala mantan Kabareskrim Mabes Polri Susno Duaji menyebut dengan gamblang keterlibatan Mr X kepada anggota dewan DPR RI Komisi III. SD mempunyai peranan penting dalam skandal mafia hukum kasus pajak senilai Rp28 miliar. Konon kabarnya sosok pria kelahiran Jakarta 5 Oktober 1945 sudah tenar sejak era Presiden Soeharto, meski dia bukanlah jebolan orang berpindidikan formal tinggi, namun dia adalah seorang yang hebat dalam berdiplomasi, dan bernegosiasi, serta sangat pengalaman bidang hukum, politik dan sebangsanya. SD juga orang yang sangat dekat

dengan petinggi pemerintahan serta pucuk pucuk pimpinan TNI maupun Polri. SD yang disebut-sebut sebagai makelar kasus di tubuh Polri itu mengawali karirnya dalam Satgas Suslu Laksus Kopkamtib Bidang Luar Negeri tahun 1971-1973. Selain itu, SD telah malangmelintang di Kejaksaan dan Kepolisian sejak lama. Dialah di belakang rekayasa kasus Gayus Halomoan Partahanan Tambunan. Terakhir, SD disebut-sebut sebagai sutradara di belakang kasus yang lebih besar: skandal PT SAL yakni peternakan ikan arwana di Pekanbaru, Riau. Menurut Harry Hupudio, sahabatnya, SD adalah mantan diplomat. Di kepolisian, Syahril bekerja resmi karena diangkat sebagai tenaga ahli. Sejak

kecil Syahril tinggal di Belanda. Ia pernah melobi pemerintah Australia untuk mengekstradisi Hendra Rahardja, terdakwa kasus BLBI. Namun, esktradisi terhambat hingga Hendra Rahardja meninggal di negeri Kanguru itu. SD tidak dekat dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Di antara petinggi Polri, SD amat dekat dengan Susno Duadji, kemudian mantan Kapolri Komisaris Jenderal (Purn) Makbul Padmanagara. “Dengan Susno ia bisa bercanda dan ngomong apapun. Dengan Makbul masih ada batas. Dengan Susno itu seperti kakakadik. Susno dianggap adik. Makbul masih seperti sahabat,” kata Harry. n sofyan hadi

5

LAPORAN UTAMA
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

Kedai Kopi Saksi Pertemuan Gayus-Haposan
R
Sebuah kedai kopi di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara, jadi tempat pertemuan Gayus Halomoan Partahanan Tambunan dan Haposan Hutagalung.
Andi Kosasih di PN Jaksel, 5 Oktober lalu. Mengenai penandatanganan surat perjanjian di Hotel Ambara, Feber mengaku tidak tahu apa yang ditandatangani, dan siapa yang menandatangani. Menurut Feber, proses perkenalan Gayus dan Haposan adalah ketika Feber meminta Haposan untuk menjadi kuasa hukum dalam kasus Gayus. Alasannya, karena Haposan lebih senior, dan lebih berpengalaman menangani kasus pidana. Tetapi, ia tidak mengakui siapa yang pertama kali berinisiatif untuk bertemu Haposan. Sebaliknya, Haposan Hutagalung juga mengaku tak tahu-menahu soal proses rekayasa kasus Gayus Halomoan Tambunan tahun 2009. Sehingga, pemblokiran uang senilai Rp28 miliar di rekening di Bank BCA dan Bank Panin dibuka penyidik Bareskrim Polri. “Saudara tidak kasih sesuatu atau janjikan sesuatu ke penyidik. Tapi permintaan itu terwujud. Saudara paling hebat!” kata Albertina, hakim ketua perkara Haposan Hutagalung. Ia juga berdalih tidak tahu soal proses rekayasa hingga vonis bebas Gayus di Pengadilan Negeri Tanggerang. Haposan ketika bersaksi di sidang terdakwa Gayus, Rabu (13/10) lalu, mengatakan, awalnya ia diminta oleh Feber Silalahi, pengacara Gayus, untuk bertemu di Hotel Sultan, Jakarta Selatan. Di sana, kata Haposan, ia ditanya Feber apakah punya kenalan seorang pengusaha. Haposan lalu menghubungi Andi Kosasih dan meminta bertemu di Hotel Sultan. Kemudian, kata Haposan, ia mengenalkan Andi ke Feber dan Gayus. Saat itu Gayus ikut dalam pertemuan. Haposan mengaku tak tahu apa yang dibicarakan selanjutnya. Alasannya, ia langsung menemui kliennya yang lain di restoran yang masih berada di Hotel Sultan. “Nggak lama Andi telepon saya. upanya, berita kepiawaian sang chef meramu minuman ‘hitam’, kontan tersiar dari mulut para penikmat kopi. Kabar itu pun singgah ke Gayus Halomoan Partahanan Tambunan. Gayus memang penyuka kopi hingga tidak jarang usai bekerja. Ia menyempatkan diri mampir kesana. Sehingga warung itu jadi tempat favoritnya. Suatu ketika, pegawai pajak golongan IIIa mengajak Haposan Hutagalung untuk ngopi bareng. “Saya diundang Gayus untuk ngopi di Kelapa Gading, karena katanya minum kopi disana (kedai kopi) enak,” tutur Haposan, saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan penerima suap hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dengan terdakwa Muhtadi Asnun, beberapa waktu lalu di PN Jakarta Timur. Itulah awal ‘ikatan’ antara Gayus dan pria yang berprofesi sebagai pengacara. Haposan seorang lawyer beken, sehingga wajar memiliki kantor hukum sendiri yang berada di gedung Patrajasa, Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, jauh sebelum perkenalan dengan Gayus, Haposan memberitahu kepada Feber Silalahi, partnernya, bahwa akan ada kasus yang berhubungan dengan Bareskrim Mabes Polri. Haposan minta kepada Feber untuk membawa Gayus ke kantor Haposan di Patra Jasa, Kuningan. “Setelah memperkenalkan, saya menjelaskan perkara Gayus dan blokir rekning Gayus. Setelah itu tidak tahu,” kata Feber. Ia mengakui bahwa pencantuman nama Haposan dalam surat kuasa Gayus dilakukan belakangan dengan cara disisipkan. “Setelah itu ada sisipan halaman baru dengan pencantuman Haposan dalam surat kuasa. Gayus tidak tahu,” ujarnya lagi. Hal tersebut diceritakannya saat dirinya menjadi saksi dengan terdakwa

Dia turun, katanya mau pulang,” ucap dia. Menurut Haposan, Feber saat itu meminta agar ia bergabung dalam tim pengacara. Kemudian, kata dia, Gayus menelepon bahwa ia sedang diperiksa Kompol Arafat Enanie di Bareskrim Polri. Haposan mengaku tak tahu agenda pemeriksaan itu. Ia lalu ke Bareskrim Polri dan menemui Kombes Pambudi Pamungkas (saat itu menjabat Ketua Unit). Haposan lalu meminta agar pemeriksaan dilanjutkan di luar Bareskrim. Pemeriksaan Gayus lalu dihentikan dan dilanjutkan di Hotel Manhattan. Saat itu Gayus diperiksa Arafat dibantu AKP Sri Sumartini. “Setelah itu saya nggak tahu lagi karena saya tak dampingi,” katanya. Menurut dia, kasus itu lalu ditangani tim dari kantornya. Haposan juga berdalih tak tahu adanya rekayasa asal usul uang Rp28 miliar yang dibicarakan di Hotel Sultan. Uang itu diklaim hasil kerjasama pengadaan tanah di Jakarta Utara antara Gayus dengan Andi. Menurut Haposan, ia baru tahu ada kerjasama itu setelah kasus Gayus terungkap. “Saya kaget waktu ditunjukin penyidik (tim independen) bukti kerjasama,” ucap dia. Dikatakan Haposan, sejak awal pertemuan, Gayus sudah meminta agar dirinya tidak

ditahan, rumahnya di Kelapa Gading dan rekening senilai Rp500 juta di Bank Mandiri tidak disita. Ia lalu meminta tolong Sjahril Djohan agar menyampaikan permintaan itu ke Kabareskrim Polri yang saat itu dijabat Komjen Susno Duadji. “Pak Sjahril lalu menghadap Pak Susno dan Pak Susno atensi kasus ini. Saya juga teruskan permintaan Gayus ke Arafat. Akhirnya permintaan terlaksana,” jelas dia. “Saudara pernah kasih uang ke penyidik?” tanya Albertina, ketua majelis hakim. “Tidak,” jawab dia. “Saudara pernah menjanjikan sesuatu ke penyidik?” tanya Albertina lagi. “Tidak,” timpalnya. “Saudara tidak kasih sesuatu atau janjikan sesuatu ke penyidik. Tapi permintaan itu terwujud. Saudara paling hebat!” sindir Albertina. Haposan Emosi Nada meninggi dan muka tersulut emosi, terlihat di wajah Haposan Hutagalung. Ia berang karena ditanya perihal dirinya bersekongkol dengan jaksa Cirus Sinaga, dan mengomandoi agar Gayus Tambunan dan Andi Kosasih konsisten di depan penyidik jika ditanya banyak hal. “Dia itu banyak rekayasa. Kalau (Gayus) menuduh orang dibuktikan, jangan cuma di mulut saja. Dia itu bersekongkol

sama Andi Kosasih. Ngakunya tak lulus SD-lah. Terserah dia mau ngomong apa saja,” ujar Haposan usai sidang agenda putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/10) lalu. Haposan tak cukup sekali membantah konfirmasi wartawan. Ia juga membantah soal uang yang diceritakan Gayus telah diberikan kepada Haposan untuk mengurusi penegak hukum, dari polisi, jaksa, dan hakim. Ia mengklaim mendapat uang sebatas sebagai pengacara Gayus saat kasusnya disidik kali pertama di Bareskrim Mabes Polri. “Yang penting, saya tak pernah terima satu sen pun. Uang yang saya terima pun bukan dari uang hasil pembukaan blokir. Berapa besarnya uang fee saya, itu rahasia profesi pengacara,” imbuh Haposan, lalu meninggalkan wartawan dan menuju lantai dua gedung belakang pengadilan. Menurut Gayus, selama penyidikan, ia menyerahkan uang jasa pengacara kepada Haposan sekitar 20 ribu dolar AS. Di antaranya, 100 ribu dolar AS untuk menyuap agar ia tidak ditahan, 35 ribu dolar AS agar rekening Gayus di Bank Mandiri tidak disidik, dan 45 ribu dolar AS agar rumah Gayus tidak disita. Uang dibagikan kepada sejumlah penyidik. n sofyan hadi

KASUS
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

6

52 Imigran Gelap Kabur
Rumah di Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu malam lalu geger, karena para penghuninya kabur.

R

umah itu adalah tempat penampungan bagi warga negara asing atau biasa disebut rumah detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta, yang tidak mempunyai dokumen resmi atau ijin tinggal di Indonesia. Bentuknya bangunan memang menyerupai lembaga pemasyarakatan, dengan pagar tinggi di depan dan setiap kamar diberi kerangkeng besi. Tiap kamar berukuran sekitar 3 x 3 meter tanpa ventilasi udara memadai. Antar kamar (blok) juga diberi jeruji bercat biru dan digembok. Sebuah televisi terlihat di area tengah rumah penampungan untuk mengusir suntuk. Ibuibu dan anak-anak ditempatkan di lantai Rumah detensi ini menampung 2.591 orang imigran gelap bermasalah. Mereka ini adalah imigran yang mengaku sebagai pencari suaka, namun permohonannya ditolak UNHCR. Ada pula yang permohonannya sedang diproses, dan masih sekitar 1.500 imigran tidak dapat tertampung rumah detensi. Para penghuni antara lain berasal dari negara-negara Afghanistan, Irak, Nigeria, Ba n g l a d e s h d a n S r i l a n k a . Kaburnya puluhan orang ‘gelap’ dari kerangkeng terjadi pukul 01.30 WIB, saat penghuni asal Nigeria dijenguk oleh seorang kawannya. Selesai mengobrol di ruang penerimaan tamu, petugas pun mengantar kembali penghuni di aula. Ketika tiba di aula itulah tiba-tiba penghuni rumah langsung mendorong petugas. Kontan, ketiga petugas langsung terjungkal, akibat dorongan puluhan penghuni rudenim. Beruntung ketiga petugas tidak mengalami luka serius. Kemudian, puluhan penghuni rudenim langsung menerobos pos penjagaan dan menekan tombol pintu gerbang utama agar bisa terbuka. Karena kalah jumlah, penjaga yang piket tidak berdaya melihat puluhan penghuni rudenim melarikan diri. Anehnya Kepala Rudenim Jakarta, Effy Novrie mengaku tidak tahu kalau penjaga yang bertugas saat itu memberikan

izin membesuk salah satu warga Nigeria yang berada di rudenim pada malam hari. Padahal, batas jam besuk bagi penghuni rudenim hanya dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. “Total kabur 52 orang. 26 Asal Afghanistan, 14 Irak, 4 Nigeria, 1 Bangladesh, dan 3 Srilanka,” ujar Kepala rumah Imigrasi Detensi Jakarta Effy Novrie di kantornya, Selasa (12/10) lalu. Dari semua pelarian tersebut, 4 warga Nigeria berhasil ditangkap di sekitar lokasi. Effy menjelaskan, petugas jaga yang hanya berjumlah 6 orang kala itu, tidak berdaya membendung penghuni rumah detensi itu untuk kabur. Kini, petugas jaga yang berdinas kala itu, harus diperiksa di Kantor Wilayah Hukum dan HAM DKI Jakarta. “Memang itu sudah menyalahi aturan. Seharusnya waktu menjenguk itu hari kerja. Senin sampai Jumat 09.00-17.00 WIB. Ini memang ada kelalaian,” terangnya. Soal sanksi, Effy tidak tahu keputusannya. “Keputusannya seperti apa, kantor wilayah yang memutuskan,” katanya. Namun dari lima puluh dua imigran ilegal yang berhasil melarikan diri, empat di antaranya berhasil ditangkap petugas tidak jauh dari rudenim pada Selasa (12/10) malam. Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar pun melakukan inspeksi dadakan. Ia mengakui adanya kecerobohan dan kelalaian petugas yang jaga pada saat itu, sehingga Patrialis meminta kepada Direktorat Imigrasi untuk menindak tegas petugas yang lalai tersebut. “Sementara kita dapat informasi itu kelalaian, mereka ceroboh. Akan ada sanksi untuk mereka,” tegas Patrialis usai menerima Menteri Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia Chris Bowen di Jakarta, Rabu (13/10) lalu. Untuk melakukan penangkapan terhadap 48 imigran ilegal yang kabur, Kementerian Hukum dan HAM akan membentuk tim untuk melakukan pengejaran terhadap penghuni rudenim Jakarta yang berhasil kabur. Ia menjelaskan bahwa selama ini hambatan pemulangan para pengungsi

atau pun imigran gelap yakni negara asal tidak mau menerima kembali, namun ada juga dari pengungsi ataupun imgiran gelap yang tidak mau pulang karena takut dibunuh. Persoalan lain jika imigran gelap tersebut merupakan pencari suaka politik. Contohnya, dari Aljazair yang berasal dari satu partai politik Islam di negaranya. dan lari karena takut dibunuh. Persoalan lain, menurut dia, adalah negara ketiga yang diusulkan oleh UNHCR bermasalah dan tidak mau menampung. “Dalam Undang-Undang kita bukan mau mempermudah, tapi harus ada jalan keluar. Setelah 10 tahun di Indonesia mereka (imigran gelap) tidak bisa kemana-mana ya kita kasih izin tinggal,” katanya. Pelaksana tugas Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Muhammad Indra mengatakan, sejauh ini sudah ribuan pengungsi yang dipulangkan. Sebelumnya UNHCR akan memproses status imigran gelap, apakah benar pengungsi agar dapat dicarikan negara ketiga atau tidak. Namun demikian, ada juga pengungsi tersebut yang tidak diterima. “Ada yang bukan pengungsi,

tapi tidak mau pulang. Ada pula yang mau pulang tapi ditolak oleh negaranya, seperti Vietnam,” katanya. Selain itu, Kementerian Hukum dan HAM juga akan melakukan pembangunan rudenim di wilayah Lampung, Batam, dan Balikpapan. Usai inspeksi, Menkum HAM melakukan kerja sama dengan Menteri Imigrasi dan Kependudukan Pemerintah Australia Chris Bowen, Rabu (13/10) lalu. Dalam pertemuan tersebut, dibahas Development Of Regional Framework For Irregular Migrants. Terus Diburu Sementara itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi masih berusaha mengejar 48 imigran gelap, di antara 52 imigran yang kabur dari rumah penampungan di Jakarta Barat. Petugas akan menyusuri kantong-kantong pemukiman pendatang. “Yang kabur 52 orang. Yang tertangkap empat orang. Sekarang juga sedang diusahakan untuk dicari di tempat-tempat yang dimungkinkan bagi mereka untuk bersembunyi. Misalnya, di Puncak, Bogor atau tempat lainnya yang memang banyak komunitas mereka, ada orang

Afghanistan dan Pakistan,” ujar Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi MJ Barimbing. Memang, masa hukuman para buron tersebut bervariasi, antara 20 hari hingga tiga bulan. Kewarganegaraan 48 buron tersebut juga variatif, yakni Afghanistan (26 orang), Pakistan (14 orang), Nigeria (4 orang), Irak (1 orang), dan Srilanka (3 orang). Mereka, ujar Barimbing, imigran ilegal yang mengaku sebagai pengungsi. Status mereka pun tengah diproses oleh UNHCR, apakah mereka betul-betul pengungsi atau tidak. Di sisi lain, Barimbing mengakui, kejadian ini akibat kelalaian petugas, serta daya tampung ruang detensi yang tak proporsional. Padahal, aturan berkunjung hanya dari pukul 09.00-17.00 WIB. Sedangkan daya tampung ruangan seharusnya antara 4060 orang. Tapi, saat ini dihuni antara 113 orang hingga 161 orang. “Petugas itu lagi diperiksa oleh inspektorat. Pak Menteri telah mengintruksikan bagi yang lalai agar diberikan sanksi sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” jelas Barimbing. n sofyan hadi

7

KASUS
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

MA Tolak Kasasi Jakgung
Rapat itu bubar pukul 23.00 WIB. Semua petinggi komisi hadir, termasuk Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah.

B

egitu peserta rapat keluar, puluhan juru warta yang menunggu di pelataran kantor KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, langsung menyerbu. “Kasus ini penuh rekayasa,” kata Bibit. Dia mengingatkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menegaskan bahwa kasus ini dituntaskan di luar pengadilan. Kasus yang disebut Jenderal Purnawiran bintang dua itu adalah kasus yang menyeret dirinya sendiri dan Chandra Hamzah sebagai tersangka. Mereka dituduh menyelewengkan kekuasaan. Kejaksaan pun sudah menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) atas kasus ini. Tapi kuasa hukum Anggodo Widjodo, Bonaran Situmeang menyeret kejaksaan ke Pengadilan. Dan, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan itu. Kejaksaan naik banding. Hasilnya, Mahkamah Agung (MA) menolak upaya hukum Kejaksaan Agung dan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta. “PK Bibit-Chandra No atau tidak dapat diterima,” tegas Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung. Nurhadi dalam jumpa pers di Mahkamah Agung (MA), Jakarta, baru-baru ini. Dalam pertimbangannya, majelis hakim MA menyatakan permohonan PK Bibit-Chandra tak memenuhi syarat formil sesuai UndangUndang Nomor 5 tentang MA dalam Pasal 45 Ayat 1. Ayat itu menyatakan, pengajuan PK tidak dapat diajukan melalui tahapan praperadilan, sehingga putusan banding di tingkat Pengadilan Tinggi adalah putusan inkracht, atau memiliki kekuatan tetap. “Oleh UndangUndang dibatasi perkara yang diajukan PK,” jelasnya. Saat ditanya

apakah pihak kejaksaan bisa langsung mengeksekusi kedua pimpinan KPK itu, Nurhadi membenarkannya. “Ya, bisa seperti itu,” tandasnya. Ketidakjelasan nasib kedua petinggi KPK itu bermula dari tanggal 7 April 2009. Saat itu, Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Jenderal Susno Duadji, menerbitkan sebuah surat rahasia. Surat itu bernomor: R/217/IV/2009. Ditujukan kepada Direktur PT Bank Century. Surat itu surat itu menerangkan soal uang 18 juta dolar AS milik Boedi Sampoerna di Bank Century. Para penyelidik di KPK mencurigai ada sesuatu dalam kasus ini. Mereka lalu menyelidik. Susno merasa menjadi target. Tanggal 30 Juni 2009, dia mengaku telepon selulernya disadap. Walau tidak menyebutkan siapa si penyadap itu, secara implisit Susno menuding KPK. Dan seperti menjawab tuduhan itu dua hari setelah Susno bicara, Bibit Samad Riyanto menegaskan bahwa para penyidik di KPK hanya menyadap para koruptor. Artinya, jika ada pembicaraan orang lain yang terekam, itu artinya orang itu berkomunikasi dengan sang koruptor. Di tengah perdebatan itu, kasus ini bergulir cepat. Tanggal 1 0

Juli, Susno dan Anggoro Widjojo Direktur PT Masaro dan buron KPK bertemu di Singapura. Pertemuan itu dihujat banyak orang. Sebab Susno yang adalah Kabareskrim dianggap tahu bahwa Anggoro adalah buronan KPK. Susno membantah keras. Dia mengaku bahwa pertemuan itu dilakukan untuk menyelidiki keterangan Antasari Azhar, mantan ketua KPK yang mendekam di bui dengan tuduhan terlibat pembunuhan berencana terhadap Nazarudin. Antasari bersaksi bahwa ada pimpinan KPK yang menerima suap. Sepanjang bulan Juli 2009 itu, kasus ini sungguh menyita perhatian publik. Perseteruan antara KPK dan Kepolisian terus memanas. Di tengah suasana panas itu, tanggal 13 Juli lalu, Presiden SBY mempertemukan pimpinan kedua lembaga itu guna mendinginkan suasana. Presiden mau mendinginkan, tapi kasus ini justru kian memanas. Bola panas itu diletupkan Antasari tanggal 4 Agustus 2009. Dia bersaksi bahwa Anggoro telah menyuap pejabat KPK Rp6 miliar. Polisi lalu memanggil 4 pejabat KPK. Mereka diperiksa selama 9 jam di Mabes Polri. Tanggal 16 September, Bibit dan Chandra ditetapkan sebagai

tersangka. Tuduhannya penyalahgunaan wewenang. Presiden yang gagal mendinginkan suasana langsung membentuk tim 5. Tim ini bertugas mencari penganti 3 pimpinan KPK yang sudah dinonaktifkan. Tim 5 merekomendasikan sejumlah nama. Mereka adalah Tumpak Hatorangan Panggabean, Waluyo, dan Mas Ahmad Santosa. Namun, perang belum berakhir. Sebab, publik yang kecewa membela habis-habisan Bibit dan Chandra. Sejumlah kelompok sukses menggalang dukungan untuk Bibit dan Chandra. Bahkan, kalangan Facebookers pun sukses mendulang sejuta dukungan untuk membebaskan keduanya. Kisruh panjang kasus ini mengenalkan dua binatang dalam dunia hukum Indonesia, Cicak dan Buaya. Cicak untuk menyebut Bibit dan Chandra dan buaya untuk menyebut kepolisian. Adalah Komjen Susno Duadji yang kini berseteru dengan Mabes Polri, yang mempopulerkan sebutan itu. Di tengah hiruk pikuk itu, tanggal 26 Oktober 2009, beredar transkrip percakapan antara Anggodo Widjojo, adik kandung Anggoro, dengan sejumlah orang penting di Kepolisian dan Kejaksaan Agung. Transkrip percakapan itu mengindikasikan Anggodo bisa mengatur sejumlah petinggi polisi dan kejaksaan agung. T r a n s k r i p percakapan itu adalah senjata ampuh bagi Bibit dan Chandra u n t u k melawan. Di tengah u p a y a melakukan perlawanan itu, tanggal 29 Oktober 2009, Bibit dan Chandra ditahan

di Mabes Polri. Salah satu alasannya agak unik. Menurut Wakabreskrim Mabes Polri, Irjen Dikdik Maulana, mereka melakukan konferensi pers yang menggiring opini publik. “Itu menyulitkan kami,” kata Irjen Dikdik Maulana. Rekaman percakapan antara Anggodo dengan sejumlah orang itu kemudian di putar dalam sidang terbuka di Mahkamah Konstitusi. Dari rekaman itu, publik akhirnya tahu bagaimana sejumlah oknum pejabat hukum, dan sejumlah oknum gampang bersekutu mengatur hukum. Di tengah hiruk pikuk kontroversi soal rekaman itu, Senin 2 November 2009, Presiden membentuk tim independen verifikasi fakta dan proses hukum Bibit-Chandra. Tim ini kemudian dikenal dengan sebutan Tim 8, merujuk pada jumlah personilnya. delapan orang. Ikut dalam tim ini adalah Adnan Buyung Nasution, Irjen (Purn) Koesparmono Irsan, Todung Mulya Lubis, dan Staf Khusus Presiden bidang Hukum, Denny Indrayana. Tim ini kemudian memberi rekomendasi kepada presiden bahwa kasus Bibit dan Chandra tidak cukup bukti untuk diteruskan. Karena tidak cukup bukti, polisi diduga terlalu nekat memproses kasus ini. Berdasarkan rekomendasi itu, kejaksaan lalu menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP). Sejumlah kalangan mengusulkan agar kejaksaan mendeponeering kasus ini. Sejumlah pengacara Anggodo, yang dimotori oleh Bonaran Situmeang lalu mengugat SKKP itu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim yang menangani perkara ini memutuskan SKPP itu tidak sah. Jadilah Bibit dan Chandra, lagi-lagi sebagai tersangka. Kejaksaan mengajukan banding. Hasilnya kalah juga. n sofyan hadi

KASUS
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

8

Erwin Playboy Ditangkap
L
Proses penangkapan terhadap Erwin terkesan sangat berlebihan, dan diperlakukan seperti teroris. Pengacaranya, Todung Mulya Lubis pun melontarkan kecaman.
Uni Lubis. Saat ditanya mengapa baru menyerahkan diri sekarang. Todung mengatakan, karena sedang menyiapkan memorandum Peninjauan Kembali (PK) di tingkat Mahkamah Agung. “Memo sudah siap, maka kita datang kemari,” katanya. Keterangan agak berbeda disampaikan Kepala Kejari Jaksel, Yusuf. Dia mengatakan, pihaknya mengetahui keberadaan Erwin di Bali dari daftar penumpang pesawat. Nama Erwin tercatat dalam penerbangan menuju Jakarta. Setelah itu, pihaknya mengirim tim untuk menjemput Erwin sejak dari Bandara Ngurah Rai. Todung membenarkan bahwa kliennya akan ditahan di LP Cipinang, Jakarta Timur, setelah sebelumnya ada informasi akan ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat. “Kami telah menunaikan janjinya dengan membawa Erwin secara sukarela untuk menjalani putusan Mahkamah Agung yang menjatuhkan pidana dua tahun penjara,” ujarnya. Menurut Todung, semestinya majelis hakim mengenakan Erwin dengan Undang-Undang Pers, dan tidak bisa dipidana dengan undang-undang pidana, karena Erwin adalah seorang wartawan. Dan, lanjutnya, ketika kasus Majalah Playboy merebak, Erwin menjalankan profesinya sebagai wartawan secara profesional. Terkait PK yang diajukan, dilakukan demi mendapatkan keputusan yang lebih adil, sesuai dengan kebebasan pers. Dasar pengajuan PK, ujarnya, karena ada kekeliruan dalam keputusan hakim. Kekeliruan ini, menurut Todung, karena hakim mengabaikan UU No 40 tahun 1999 tentang pers. Hakim malah merujuk pada pasal 282 KUHP tentang kesusilaan. Jeratan pasal pidana yang diterapkan kepada Erwin, ujarnya, cukup ironis. “Di negara lain, kasus seperti ini tidak akan dijerat pasal pidana. Namun, di sini dianggap sebagai kejahatan,” katanya. Kepada wartawan di Kejari Jaksel, Erwin menyatakan, ima polisi bersenjata laras panjang terus mengapitinya di dalam mobil. Sikap berlebihan itu ditunjukkan aparat kejaksaan ketika mengeksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) yang memvonis hukuman dua tahun penjara terhadap Erwin yang didakwa melakukan kejahatan asusila karena menerbitkan Majalah Playboy edisi bahasa Indonesia. Erwin yang baru turun dari pesawat yang membawanya dari Denpasar, Bali, begitu ke luar dari bandara, langsung diamankan sejumlah polisi berpakaian sipil. Pengamanan yang berlebihan ini terlihat hingga Erwin dibawa ke atas sebuah mobil Toyota Kijang warna hijau lumut milik Kejaksaan Negeri Tangerang dengan nomor polisi B 8563 CT. Mobil itu membawanya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan selaku eksekutor. Proses penangkapan terhadap Erwin yang terkesan sangat berlebihan ini, mendapat kecaman dari pengacaranya. Todung Mulya Lubis. “Kita kecewa karena Erwin diperlakukan seperti teroris, padahal dia wartawan biasa,” ujar Todung saat menemani Erwin di Kejari Jakarta Selatan. Menurut Todung, kliennya tidak ditangkap atau dijemput paksa dari Denpasar, Bali, seperti simpang siur pemberitaann yang muncul. Kliennya, kata dia, datang dan menyerahkan diri secara sukarela terkait dengan pemanggilan terhadap dirinya, sejak Kamis (7/10) lalu. Menurut Todung, pihaknya sudah menjelaskan bahwa kliennya akan datang secara sukarela. Entah kenapa, usai keluar dari dalam bandara, banyak polisi berpakaian sipil langsung mengamankan Erwin. “Dia tidak dijemput paksa. Erwin datang karena menghormati hukum. Dia tidak akan lari, tapi datang menyerahkan diri. Kami datang dari Bali pukul 13.15 WITA, dan kami berharap berjalan lancar. Walaupun, tadi di bandara udara SoekarnoHatta kita melihat banyak polisi dan seperti ada sesuatu yang genting,” timpal Todung didampingi anggota Dewan Pers,

akan berjiwa besar menghadapi kasus yang menimpanya. “Saya dengan jiwa besar menghadapi vonis ini,” ujarnya singkat seraya menegaskan bahwa dia menyerahkan diri bukan dijemput paksa. Erwin Amada sempat divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2007 lalu. Namun di tingkat kasasi, majelis hakim MA menguatkan keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menyatakan Erwin bersalah dan harus dihukum dua tahun kurungan penjara. Siapa Edwin Arnada? Bos Playboy Indonesia, Erwin Arnada, kini meringkuk dalam penjara. Siapakah dia sebenarnya? Tak banyak yang tahu siapa Erwin Arnada. Dari puluhan ribu artikel yang disearch di mesin pencari Google, hanya sedikit yang menceritakan perjalanan karir dia. Sisanya, lebih dari 10 ribu artikel, berisi berita-berita setelah Erwin diproses hukum dalam kasus Playboy. Sejumlah wartawan menceritakan. Erwin lebih dikenal sebagai fotografer dan pernah bekerja di sebuah tabloid hiburan, juga sebuah majalah.

Erwin memang tak banyak dikenal secara personal. Tapi, rasa simpati mengalir kepadanya. Lima pemimpin redaksi yaitu Arief Suditomo (RCTI), Wahyu Muryadi (Tempo), Karni Ilyas (TVOne), Sururi Al Farouk (Harian Seputar Indonesia) dan Marthen Slamet Susanto (Koran Jakarta) menyatakan rasa prihatin dan menyayangkan penahanan itu. Mereka mengharapkan agar proses hukum selanjutnya yang ditempuh oleh Mahkamah Agung, menggunakan UU Pers, bukan KUHP. Erwin juga dikabarkan pernah bekerja di Rex Cinema, sebuah rumah produksi film. “Sebelum tabloidnya ditutup, saya pernah bertemu, dan membuat beberapa artikel kerjasama dengan liputan di televisi,” kata Arief Suditomo, Pemimpin Redaksi RCTI. Pimpinan Redaksi Majalah Tempo, Wahyu Muryadi juga tak mengenal Erwin secara pribadi, tapi dia prihatin dengan penahanan itu. “Kami menolak kriminalisasi pers dalam bentuk apapun. Mestinya, untuk kasus yang terkait dengan pers, hakim menggunakan UU Pers,” katanya.

Lantaran vonis sudah jatuh dan Erwin sudah dipenjara, Wahyu mengucapkan belasungkawa atas kejadian ini. Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV, Retno Shanty mengaku kenal dengan Erwin Amada. “Kami pernah sama-sama di Majalah Editor, Erwin adalah pewarta foto,” kata dia. Retno mengenal Erwin sebagai pribadi yang memiliki integritas, bisa dipercaya dan profesional dalam bekerja. “Saya simpati dengan penahannya,” ujar Shanty. “Saya simpatisan Erwin, meski tidak mengenalnya secara pribadi. Saya menilai dia telah mengambil posisi yang berani sebagai Pemimpin Redaksi Playboy di saat ada dinamika sosial yang melawan itu,” kata Arief Suditomo. Erwin Amada dijebloskan ke penjara, setelah Mahkamah Agung dalam putusan bernomor 972 K/Pid/2008 tertanggal 29 Juli 2009 menyatakan dia terbukti melanggar pasal 282 KUHP tentang kesusilaan. Erwin dianggap telah menyiarkan tulisan, gambar atau benda yang isinya melanggar kesopanan. Mahkamah memvonis Erwin dua tahun penjara. n sofyan hadi

9

KASUS
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

Hanjaya Aji Mencari Perlindungan
Y
Hanjaya Aji jadi serba salah. Betapa tidak, lantaran kontra kebijakan Pemkab Pacitan, Jawa Timur, dia pun dijadikan ‘korban’ kriminalisasi penguasa setempat.
(SBY) dan mantan Menteri Koperasi dan UKM Adi Sasono. Ia meyakini Presiden SBY dan mantan Menteri Koperasi dan UKM Adi Sasono akan terusik melihat ketidakadilan membumi di tanah Pacitan. “ P r e s i d e n S BY tidak akan rela tanah kelahirannya rusak oleh perbuatan orangorang tak bertanggungjawab. Apalagi orang-orang tersebut melakukan kriminalisasi atas nama hukum,” kata anggota DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. Kunci dari semua permasalahan ini sebetulnya hanya satu, membungkam Handaya Aji agar tidak terlalu lantang berbicara. Tak perlu melakukan advokasi terhadap kaum tertindas. Membiarkan korupsi, kolusi, dan nepotisme meraja lela dalam tubuh birokrasi Kabupaten Pacitan. “Yang ada dalam pikiran birokrat saat ini adalah, Pak SBY tidak perlu mendengar permasalah masyarakat Pacitan. Yang harus didengar Pak SBY ya laporan yang baik-baik saja soal Pacitan,” kata Yoyok. Dirinya meyakini bila Presiden SBY mengetahui kebenaran yang terjadi di tanah tumpah darahnya. Jangan harap para pelaku dapat tidur dengan nyenyak. Apalagi sampai SBY mengetahui kalau aparat berseragam mencoba menggunakan hukum untuk menyakiti hati masyarakat. “Mencari-cari kesalahan orang lain merupakan permainan hukum yang coba dimainkan,” ujarnya. P r i a m u r a h s enyum itu menuturkan bahwa dirinya dalam waktu dekat ini akan kembali ke Pacitan. Kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Kalaupun nanti dirinya ditangkap Polres Pacitan. ia sama sekali tidak gentar. Asalkan proses hukum berjalan sesuai koridornya. Dirinya menambahkan, ia mendatangi beberapa lembaga bantuan hukum untuk minta a, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan kini hanya mampu mengasingkan diri dan mencari perlindungan hukum. Dirinya mengaku telah menjadi korban kriminalisasi Kasat Reskrim Polresta Pacitan, Jawa Timur, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sukimin. Bahkan, pihak Polresta Pacitan telah memasukan namanya dalam daftar pencarian orang (DPO). Alasannya, kader partai PKS, ini kerap mangkir dari panggilan penyidik kepolisian. Kepolisian menuding Handaya menggelapkan dana hibah Lembaga Ekonomi Produktif Masyarakat Mandiri (LEPMM) saat dirinya menjadi ketua Kelompok Tani Damai di Pacitan. Padahal menurutnya tuduhan tersebut hanya rekayasa oknum pejabat Jatim. Buktinya, tanggal 11 Juni 2010, tanpa melalui status saksi, Yoyok sapaan akrab Handoyo Aji langsung diubah statusnya menjadi tersangka oleh penyidik Polres Pacitan. Dia disangka melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana pasal 374 KUHP. Argumentasi Yoyok kontan dibantah Kapolres Pacitan AKBP Gatot Haribowo. “Tidak benar ada rekayasa politik dalam kasus ini. Kasus ini murni pidana karena Handaya melakukan penggelapan,” katanya kepada wartawan. Gatot sebaliknya mempersilakan Handaya mengadu kemana pun ia mau mengadu. Namun, ia tetap akan menahan Handaya karena sudah mendapat izin dari Gubernur Jawa Timur. Dia pun dengan tegas mengatakan, kalau ada anak buahnya melakukan tindakan tidak profesional, akan ditindak. “Saya akan menindak mereka yang bekerja tidak profesional,’’ tuturnya. Yoyok pun mengambil langkah berani dengan mengirimkan surat terbuka langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perlindungan dari mulai Komnas HAM, Kompolnas, Ombusdman, PAHAM Indonesia,YLBHI. “Semua lembaga tersebut akan mengawasi jalannya proses hukum,” katanya. Yoyok menjelaskan, dana hibah LEPMM digelontorkan pada tahun 1999 era Menteri Koperasi dan UKM Adi Sasono. Waktu itu, kelompoknya mendapatkan bantuan sebesar Rp56 juta. Dana tersebut digunakan para petani dikelompoknya untuk mengembangkan usaha. Namun, dalam perjalanannya, ada orangorang yang usahanya kemudian bangkrut. “Sekarang kok tiba-tiba saya dituduh menggelapkan dana hibah itu. Wong di rekening KTD masih terdapat dana sebanyak Rp23 juta. Toh, dalam aturannya dana tersebut merupakan dana hibah alias habis,” katanya. Lebih lanjut Yoyok mengaku telah menjadi korban rekayasa politik. Makanya, ia berusaha mencari keadilan dan perlindungan hukum di Jakarta dan Depok. Dengan mendatangi Komnas HAM, Kompolnas, Ombusdman, Direktur PAHAM Indonesia, dan para aktivis pro rakyat anti penindasan serta pakar hukum. Dia juga mengaku telah menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Saya telah mendatangi Komnas HAM, Kompolnas, Ombusdman. Saya berharap dapat menemukan keadilan. Kedatangan saya ke Depok hanya lantaran Depok dikenal sebagai kota pelajar. Saya ingin meminta pendapat dari pakar hukum di Kota Depok,” akunya. Menurut Yoyok, sebelum dirinya dipanggil polisi, ia banyak membela masyarakat dari mulai kasus pencemaran lingkungan, dugaan korupsi pembebasan lahan milik warga untuk Jalur Lintas Selatan (JL S ) yang dilakukan tim sembilan Pemerintah Kabupaten Pacitan. Penyerobotan tanah milik sekitar 50 warga Desa Kluwih, a d v o k a s i pedagang p a s a r tradisional dalam menolak kenaikan sewa bedag dan kios, mendampingi pedagang pantai Teleng Ria, dan menyuarakan revisi perjanjian sewa pantai Teleng Ria, mendampingi warga desa Sukerejo Kecamatan Sudimoro lokasi di bangunnya PLTU. “Insya Allah perjuangan saya tidak akan terhenti dengan adanya kasus ini. Alhamdulillah anggota DPR RI mendukung niat saya untuk terus berperang melawan ketidakadilan. Saya yakin Presiden SBY pun demikian,” ujar Handaya yakin. Ia menambahkan, telah mendatangi Mabes Polri dalam rangka melaporkan s i k a p arogansi dan tidak

independennya penyidik. Penyidik juga berupaya merampas barang bukti dengan mengancam melakukan penggeledahan rumah. “Saya sudah mengatakan kepada penyidik kalau barang bukti dana rekening yang masih ada sama saya akan diserahkan di muka persidangan. Upaya ancaman yang dilakukan penyidik sudah seringkali dilakukan selama dirinya aktif melakukan advokasi bagi masyarakat kecil yang ingin menuntut hak. Saya minta Kapolri melakukan penelitian terhadap kasus ini secara seksama. Jangan polisi lebih berpihak pada masyarakat kecil,” tuturnya. n joko warihnyo

HUKUM
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

10

VARIA
Adjie Notonegoro Bersalah
JAKARTA – Disainer kondang Adjie Notonegoro selama tiga bulan terakhir ini berada di balik bui. Kini, dia tinggal menjalani satu bulan lagi karena terbukti bersalah. Sebab, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, dalam sidang yang digelar Selasa (12/10), menjatuhkan hukuman empat bulan penjara akibat perbuatan yang dilakukannya. Artha Theresia, ketua majelis hakim menegaskan, Adjie terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan. “Menyatakan terdakwa Aji Notonegoro secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan. Menjatuhkan hukuman pidana selama empat bulan penjara,” tandas Artha saat membacakan amar putusan. Hukuman tersebut lebih ringan dua bulan dibanding tuntutan penuntut umum. Dalam rekusitor penuntut umum, perancang busana papan atas ini dituntut enam bulan mendekam bui. Adjie, oleh penuntut umum dijerat dengan dakwaan alternatif yakni Pasal 372 atau Pasal 378 KUHP. Dalam pertimbangannya, majelis hakim meyakini Aji melanggar Pasal 371 KUHP. Dengan menguraikan unsur-unsur tindak pidana, majelis menyatakan Adjie adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Adjie dinilai majelis memiliki barang secara melawan hukum dengan cara menjual dan menggadaikan tanpa sepengetahuan pemilik barang tersebut. n elfaber hutapea, simon

MisbakhundanFrankyDituntut8Tahun
JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengadili dan memeriksa perkara dengan terdakwa Mukhammad Misbakhun dan Franky Ongkowardoyo, Rabu (13/10) lalu, menggelar sidang pembacaan tuntutan. Jaksa Penuntut Umum, Lila Agustina dan Suroyo saat membacakan tuntutan menyatakan, dari fakta-fakta yang terungkap di persidangan telah terbukti kedua terdakwa melanggar Pasal 49 ayat (1) UU Perbankan. Untuk itu, jaksa meminta majelis menghukum masing-masing terdakwa, delapan tahun penjara ditambah dengan Rp10 Miliar subsidair enam bulan kurungan. Jaksa menyatakan, Misbakhun dan Franky melakukan tindak pidana perbankan bersama beberapa pejabat Bank Century. Antara lain, pemilik saham Robert Tantular, Direktur Utama Hermanus Hasan Muslim, Kepala Cabang Senayan Linda Wangsa Dinata, dan Kepala Divisi Legal Arga Tirta Kirana. Tindak pidana dilakukan terkait pengajuan fasilitas L/C senilai 22,5 juta dolar AS dari PT Selalang Prima Internasional (SPI) kepada Bank Century untuk pembelian Kondensat. Pemberian L/C dinilai tidak sesuai prosedur dan melanggar asas kehati-hatian perbankan. Kedua terdakwa bersama Robert, Hermanus, Linda, dan Arga, diyakini secara bersama-sama dengan sengaja membuat atau menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan atau dalam laporan maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank. Fakta-fakta yang terungkap di persidangan antara lain, tidak adanya izin import Kondensat atas nama PT SPI. Bill of Leading yang diikutsertakan dalam dokumen persyaratan L/C juga bukan atas nama PT SPI, melainkan atas nama PT Trans Pasfic Petrochemical Indotama (TPPI). Selain itu, akta gadai ditandatangani ketika deposito gadai belum ada. Akta gadai sudah ditandatangani sejak 22 November 2007. Padahal, deposito sejumlah 4,5 juta dolar AS yang dipersyaratan baru ada tanggal 27 November 2007. Memori Analisa Kredit (MAK) pun dibuat dengan tidak didasarkan prosedur. Pasalnya, tidak dilakukan survei atau kunjungan langsung kepada SPI sebagai calon debitur. MAK bahkan baru dibuat setelah L/C cair. Berbagai tindakan yang menyebabkan pencatatan palsu itu dinilai telah memenuhi unsur-unsur dalam pasal yang didakwakan. Karena itu, jaksa meminta majelis untuk menyatakan Misbakhun dan Franky telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 49 ayat 1 UU No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan jo Pasal 55 ayat 1 KUHP, atau Pasal 264 ayat 2 KUHP jo 55 ayat 1, atau Pasal 263 ayat 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1. n simon leosi

Perkosa Gadis, Diancam 10 Tahun Penjara
BATANG – Sungguh bejat perbuatan yang dilakukan Sutiman (20). Warga Dukuh Kemloko, Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang ini, nekat membawa kabur gadis di bawah umur, dan disetubuhi. Akibat perbuatannya itu, dia harus berhadapan dengan hukum. Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Batang Rabu (13/10), Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat membacakan tuntutanya dihadapan majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa Sutiman terbukti bersalah melakukan tindak pidana dan pelanggaran pasal 81 ayat (2) dan 82 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Juga dinyatakan melanggar pasal 332 ayat (1) ke 1 KUHP, telah melarikan anak dibawah umur dengan paksa sehingga mengakibatkan hilangnya masa depan korban hilang. Oleh karena itu, JPU menuntut agar terdakwa Sutiman dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun, dan terdakwa dibebankan membayar denda sebesar Rp60 juta. “Apabila terdakwa tidak mampu membayarnya, maka terdakwa harus menggantinya dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” kata JPU. Ternyata Sutiman memang ‘cerdik’. Mendengar tuntutan JPU, dirinya tidak pasrah begitu saja. Sutiman dengan keberanianya, mengajukan permohonan keringan kepada majelis hakim, dan ia mengakui penyesalan atas perbuatan yang dilakukan, serta berjanji untuk tidak melakukan kembali perbuatanya. Majelis Hakim mendengar permohonan tersebut akan mengkaji untuk dijadikan penentu dalam putusan yang akan dibacakan pada sidang mendatang. Dari agenda persidangan diketahui Sutiman telah melakukan hubungan intim kepada sebut saja Dewi (16), warga Desa Satriyan, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, pada hari Rabu (25/6) sekitar pukul 21.00 WIB. Ia melakukan aksi nekatnya itu bersama temanya Supriyono (16), di sebuah warung kosong di kawasan hutan jati Subah. n hadi sulistiyono

RS Husada Gugat Balik

JAKARTA - Peristiwa terjepitnya Rio Aliansyah di eskalator Pasar Pagi Mangga Dua, berujung gugatan balik terhadap kedua orang tua Rio. Gugatan rekonvensi dilayangkan oleh Rumah Sakit Husada yang menjadi turut tergugat II dalam perkara gugatan yang diajukan orang tua Rio. Selasa (12/10) lalu, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang perkara ini, dengan agenda duplik dari para tergugat. Usai sidang, kuasa hukum RS Husada, Arif Hidayat membenarkan adanya gugatan rekonvensi dari kliennya. Menurutnya, gugatan rekonvensi dilayangkan terkait sisa pembayaran rumah sakit. Jumlah biaya perawatan Rio mencapai Rp43.942.824 yang terdiri dari biaya kamar, biaya jasa dokter, administrasi, dan sebagainya. Sementara, biaya yang sudah dibayar adalah Rp15.114.000,00. Jadi, sisa yang belum dibayar sebanyak Rp28.828.824,00. Sementara, kerugian immateriil yang diderita berbentuk tercemarnya nama baik, dan kredibilitas RS Husada, karena adanya gugatan ini. Kerugian immateriil tersebut dinilai dengan uang sejumlah Rp1 miliar. Dimintai tanggapannya, kuasa hukum orang tua Rio, David ML Tobing menyatakan, RS Husada dijadikan turut tergugat justru karena seharusnya seluruh biaya rumah sakit Rio ditanggung oleh PT Praja, sesuai surat pernyataan bertanggungjawab yang sudah ditandatangani PT Praja. Akibatnya, orangtua Rio harus menandatangani surat utang agar Rio bisa keluar. RS Husada dijadikan turut tergugat supaya apabila putusannya menghukum PT Praja, RS Husada juga tunduk kepada putusan tersebut. n simon leosi

Pemilik Ganja dan Shabu Divonis 16 Tahun
JAKARTA - Terbukti menguasai narkotika jenis shabu-shabu seberat 1.100 gram dan dua karung daun ganja kering seberat kurang lebih 27 kg,Titin Yani dijatuhi hukuman selama 16 tahun dan denda sebesar Rp3 miliar. Apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan selama enam bulan, oleh Ketua Majelis Hakim Kamarudin Simanjuntak pada Kamis (14/10) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan, berdasarkan keterangan para saksi yang dihadirkan selama persidangan, bukti-bukti dan fakta yang terungkap di persidangan, terdakwa telah terbukti secara sah belum pernah dihukum, dan berjanji tidak akan mengulagi perbuatannya. Pada persidangan sebelumnya, JPU Yuli menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman selama 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp2 miliar subsidair tiga bulan kurungan. Dalam dakwaan JPU, terdakwa berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian pada 9 Februari 2010 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara ketika akan mengirim ‘barang haram’ tersebut ke Pontianak. Terungkap dalam persidangan bahwa barang tersebut didapat dari Saleh dan akan dikirim ke Pontianak. Terdakwa juga sudah bekalikali melakukan perbuatan tersebut. n sanjaya siahaan

dan meyakinkan melanggar tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 112 jo pasal 132 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa sangat

bertentangan dengan program Pemerintah yang sedang memberantas peredaran narkotika dan sangat merusak generasi bangsa. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dipersidangan,

11
VARIA
Keterlibatan Suap Jhonny Allen
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, jika penyelidikan terkait dugaan keterlibatan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun, dalam kasus korupsi, masih berlanjut. “Penyelidikan masih berlanjut,” ujar juru bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Kamis (14/10). Hal tersebut sekaligus menjawab desakan masyarakat terkait penuntasan kasus dugaan suap pembangunan dermaga dan bandara di kawasan timur Indonesia. Kamis itu, sekitar seratus orang yang menamakan diri Gerakan Gantung Koruptor (Gagak) berunjuk rasa di depan gedung KPK. Mereka menilai KPK berjalan lamban dalam menangani kasus ini. “KPK sangat lambat merespons faktafakta di persidangan yang menyebutkan keterlibatan Jhonny Allen,” kata Koordinator Gagak, Oki Montana Morales, saat berorasi di depan gedung KPK. Seperti diketahui, sejumlah fakta terungkap di persidangan Abdul Hadi Djamal, sejawat Jhonny di Dewan Perwakilan Rakyat periode lalu, dan asistennya, Hanan, mengaku telah menyerahkan uang Rp1 miliar kepada Jhonny lewat asistennya, Risco Pesiwarissa. “Uang itu untuk memuluskan proyek pembangunan pelabuhan dan dermaga di Indonesia Timur,” kata Hadi. KPK pernah menyebut, jika keterlibatan Jhonny akan terungkap bila Risco berhasil ditangkap. Namun, Risco yang sempat menjadi buronan, mendadak mendatangi KPK dan mengakui perbuatannya. Akan tetapi, tutur Oki, sejak pengakuan Risco, KPK tidak kunjung menetapkan Jhonny sebagai tersangka. “Mungkinkah karena Jhonny menjabat Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, sehingga membuat posisinya lebih aman?” katanya. Untuk itu, Oki mengancam akan melaporkan kasus lain yang melibatkan Jhonny, yakni proyek perluasan kantor KPK. n kusmana eka, simon

HUKUM
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

TuntutanPemalsuanLebihBeratdariKorupsi
JAKARTA – Terdakwa Alterina Hofan meradang lantaran diduga mengubah status jenis kelamin pada akta kependudukan. Ia dituntut lima tahun penjara. Tuntutan itulah yang dinilai Alterina tidak adil, karena lebih berat dari tuntutan jaksa pada sejumlah kasus korupsi. Padahal, kasus korupsi jauh lebih merugikan. Korupsi merugikan negara dan masyarakat, sedangkan penggantian identitas jenis kelamin hanya berupa perubahan pada diri Alterina. Tuntutan itu dibacakan jaksa Sutikno pada sidang lanjutan kasus pemalsuan identitas jenis kelamin pada akta kependudukan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (12/10). Alterina menilai requisitor jaksa tidak adil. “Korupsi saja dua tahun. Saya tidak ada kerugian pada perubahan diri saya,” ujar kelahiran Jayapura itu. Ia tak menyebut secara khusus kasus korupsi dimaksud. Penuntut umum Sutikno punya alasan mengapa tuntutan terhadap Alterina terbilang ‘berat’. Di persidangan, terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Terdakwa bukan hanya menyangkal, tetapi juga tak mengungkapkan penyesalan atas perbuatannya. Kalaupun masih berusia muda, berlaku sopan, dan belum pernah dihukum, terdakwa tetap tak lolos. Jaksa meyakini terdakwa Alterina Hofan telah melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan, pasal 266 ayat (1) dan ayat (2) KUHP. Alterina dengan sengaja mengajukan permohonan perubahan identitas kelamin pada 2006 silam di Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Pada KTP sebelumnya tertulis Alterina sebagai perempuan. Upaya mengubah jenis kelamin pada akta kependudukan itu dinilai jaksa sebagai perbuatan yang disengaja. Anggota tim penasihat hukum Alter, Ibnu Siena Bantayan, keberatan atas requisitor penuntut umum yang meminta hakim menjatuhkan putusan lima tahun terhadap kliennya. Menurut dia, penuntut umum tidak fair dalam pertimbangan hukumnya. Pasalnya, penuntut umum tidak memasukan keterangan ahli Forensik Mun’im Idris dan komisioner Komnas HAM, Yosep Adi Prasetyo. Majelis hakim dipimpin Sudarwin akan menggelar sidang berikutnya pada 26 Oktober 2010 dengan agenda pemabcaan nota keberatan atau pledoi. n elfaber hutapea, simon

Terdakwa Olga Dituduh Gelapkan Mobil
JAKARTA - Terdakwa penggelapan, Olga Koan Marry (45), dihadirkan ke persidangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Taufan Zakaria pada (13/10) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Di hadapan Ketua Majelis Hakim Suharto, JPU dalam dakwaanya yang dibacakan oleh JPU pengganti Rambe menyatakan, perbuatan terdakwa dilakukan pada sekitar10 Maret 2008 di rumahnya di Jalan Mayang Sari Jakarta Utara. Awalnya, saksi korban Yohanes Parintak telah menikah dengan terdakwa, namun karena sudah tidak ada kecocokan keduanya sepakat bercerai. Untuk menghindari percekcokan selama proses cerai, korban meninggalkan rumah. Pada saat korban tidak berada dirumah, terdakwa telah menjual satu unit mobil Honda Jazz. Mobil tersebut dijual oleh terdakwa seharga Rp145 juta, Ketika korban kembali ke rumah, menanyakan mobil tersebut. Namun tidak mendapat jawaban dari terdakwa. Kemudian korban mencari tahu, dan akhirnya di ketahui bahwa mobil milik korban sudah dijual oleh terdakwa. Merasa dirugikan, kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Metro Jakarta Utara. Terdakwa terancam pidana sebagaimana diatur dalam pasal 372, 376, dan 335 ayat (1) ke 1 KUHPidana. Menurut saksi korban, Yohanes Parintak, didampingi Kuasa Hukumnya A. Syahroni, dia mengaku sangat kecewa karena dalam dakwaan JPU hanya mobil yang digelapkan, sementara yang dilaporkan bukan itu saja masih banyak lagi. Di antaranya, dua buah sertifikat rumah di Bekasi Utara dan di Koja Jakarta Utara, satu unit sepeda motor, dan barangbarang isi rumah. Sebelum mengajukan gugatan cerai, korban sudah menanyakan dua buah sertifikat tersebut. Namun, setiap ditanya, terdakwa selalu ngajak rebut. Bukan itu saja, keponakan korban yang tinggal bersama selalu diperlakukan kasar setiap ada keributan dengan terdakwa. Maka dari itu, korban selalu mengalah. Selama korban tidak tinggal serumah, terdakwa juga telah merubah KTP dan KK yang menyatakan bahwa terdakwa berasal dari Medan, bukan Manado. Padahal, terdakwa asli dari Manado. Korban juga menemukan KTP seorang laki-laki di tas terdakwa yang kemudian ditelusuri ke Bogor sebagaimana yang tertera dalam KTP tersebut, dan belakangan diketahui bahwa terdakwa telah berselingkuh dengan laki-laki tersebut. Korban juga kecewa terhadap sikap penyidik danJPU yang terkesan mempermainkan korban dengan mengulur waktu penyidikan dengan alasan tidak cukup bukti. Padahal, sudah jelas semua bukti-bukti dan juga tidak menahan terdakwa. n sanjaya siahaan

Merek Mobil Audi Menggugat
JAKARTA - Pengadilan Niaga Jakarta memeriksa sengketa merek yang diajukan oleh Audi AG terhadap Achmad Taufik Syaeroji, Selasa (12/10). Gugatan diajukan Audi AG selaku pemegang hak khusus di Indonesia dan dunia terhadap nama dagang dan merek dagang Audi. Merek Audi sangat terkenal, tidak hanya di negara asalnya, Jerman. Tetapi juga di dunia, termasuk di Indonesia. Merek Audi juga sudah terdaftar di 100 negara. Di Indonesia, merek dagang Audi terdaftar di bawah No 370.593 pada tanggal 16 Mei 1995. Pendaftaran kemudian diperbarui dengan No IDM 000020006 untuk melindungi barang-barang di dalam kelas 12, antara lain mobil-mobil, beserta bagian sekeliling strukturnya, kendaraan-kendaraan bermotor maupun tidak bermotor, alat-alat untuk bergerak di darat, udara atau air bermotor maupun tidak bermotor. Audi AG kemudian merasa keberatan ketika mengetahui adanya merek dagang Auditech yang terdaftar di bawah No IDM 000229267 tertanggal 10 Desember 2009 atas nama Achmad. n simon leosi

Salah Sebut Identitas Terdakwa ‘Bendera’
JAKARTA - Akibat hakim salah sebut identitas, agenda pembacaan putusan sela terhadap aktivis LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), Mustar Bonaventura, dan Ferdi Semaun ditunda hingga pekan depan. Sidang duo aktivis ini dijaga ketat puluhan aparat kepolisian di dalam dan luar ruang sidang. Awalnya salah sebut bermula ketika ketua majelis hakim, Bayu Istiatmoko menyebut identitas agama Mustar beragama Islam. Langsung saja kuasa hukum terdakwa Mustar Bonaventura keberatan. “Salah majelis, yang betul agama Kristen. Majelis kalau belum siap ditunda saja,” kata Saor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (14/10) lalu. Hal inipun langsung disambut sorak sarai pendukung keduanya. Akhirnya setelah adu argumentasi, hakim pun langsung mengetok palu menunda sidang. “Saya juga minta saat dibacakan, kami memegang salinan putusan sela,” tambah Saor. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum mendakwa dua aktivis LSM Bendera, Mustar Bonaventura dan Ferdi Semaun, 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Terdakwa terbukti melakukan pencemaran nama baik atas keterangan persnya terkait para penerima aliran dana Bank Century sebesar Rp6,7 triliun rupiah. Mereka berdua menuding Komisi Pemilihan Umum, putra Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Bendahara Partai Demokrat Hartati Murdaya, Trio Malarangeng bersaudara, dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, menerima uang sekitar hampir Rp1,8 triliun. Keduanya terancam hukuman 4 tahun penjara. n simon leosi

melanggar pasal 311 ayat 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, pasal 310 ayat 2 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 207 KUHP Jo Pasal

FIGUR
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

12
Mayangsari

Raih Gelar Fakir

Master Limbad

Buka Usaha Restoran
Fenomena magician booming di Indonesia memang sudah tak terbantahkan. Kondisi ini berawal dari lahirnya salah satu acara di salah satu televisi swasta yang menggelar audisi pencarian gelar The Master di kalangan magician (pesulap dan penghipnotis tangguh). Dari sinilah kemudian bermunculan kalangan magician dari berbagai penjuru dan aliran. Satu nama yang kemudian muncul sebagai fenomena adalah dengan terpilihnya nama Limbad asal Tegal menjadi pemenangnya, dan berhak menyandang gelar Master. Sejak saat itu, Limbad yang berasal dari Desa Mejasem Wetan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, menjadi terkenal. Dengan spesifikasi rambut ikal gondrong, kumis tebal, jenggot serta gigi bertaring merupakan ciri khasnya yang tak terbantahkan. Karakter ini pulalah yang membuat banyak perusahaan memakainya sebagai pedukung produk iklan. Konon biaya operasi ganti gigi ini menelan biaya Rp42 juta, sementara untuk mencapai gelar “Fakir”, Limbad harus rela mencukil dua bola matanya digantikan dengan mata bionic (tembus pandang) seharga Rp2,6 miliar. n dyah setyawati, nurochman sudibyo usaha restoran namun franchise. Menurutnya bisnis makanan cukup menjanjikan karena selalu diminati oleh semua orang. “Bagi saya tidak ada orang berhenti makan, tidak ada puasa dan saya mencoba menangkap usaha itu makanya saya jalankan usaha ini,” ujarnya saat ditemui di Mayang Suki, Blok S, Jakarta Selatan, Rabu (13/10). Meskipun sebagai pemilik, Mayang juga melayani para pelanggan serta mengontrol semuanya. Mayang ingin bertanggung jawab dengan memberikan pelayanan yang terbaik. “Saya kontrol juga dan di sini pakai nama saya Mayang Suki and Pancake karena saya ingin benar-benar tanggung jawab,” paparnya. n ary

BERAWAL dari suka makan, membuat Mayangsari membuka usaha restoran yang dinamai Mayang Suki. Tampaknya dengan adanya usaha ini bisa menepis berita bahwa dirinya tengah dilanda kebangkrutan. Usaha ini merupakan pertama kali baginya. Sebelumnya Mayang juga pernah membuka

Tak Terbukti Selingkuh

Rachel Maryam

GELAR Fakir merupakan gelar tertinggi di kalangan magician di India. Kali ini, Master Limbad menyandang gelar itu. Ya, gelar ini memang layak diberikan pada seorang master yang piawai dalam menekuni ilmu magic, ditambah lagi

memiliki karakter khas. Kepada Tabloid Sensor, Master Limbad menuturkan bahwa karakter yang dimilikinya, yaitu diam, tak banyak omong, rambut gondrong gimbal, kumis tebal, berjenggot, memiliki taring seperti harimau, dan

mata tajam berkualitan tembus pandang (infra merah-red) setajam elang dengan lengkungan alis yang penuh misteri. “Karakter saya ditambah lagi dengan asesori berupa kalung, gelang dan cincin,” tutur Limbad.

Gara-Gara Pasha?
RUMOR perpecahan dalam rumah tangga Olla Ramlan dan suaminya, Alex Tian, kian merebak. Belakangan tersiar kabar bahwa Olla digugat cerai suaminya. Semua itu lantaran kesibukan Olla dan juga gosip perselingkuhannya dengan Pasha Ungu. Benarkah? Ketika kabar itu coba dikonfirmasi kepada presenter acara musik ini, ia enggan memberikan komentar. Ibu satu anak ini merasa takut salah memberikan statement kepada media. “Tanya saja ke dia (Alex), aku nggak mau ngomong. Takut salah ngomong,” ujar Olla yang ditemui usai membawakan acara ‘Dahsyat’ di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, baru-baru ini. Dicerca beberapa pertanyaan lagi, Olla masih tetap bungkam. Dirinya tidak mengiyakan ataupun menampik gosip tersebut. Berkali-kali ia mengusulkan kepada media agar langsung berhubungan dengan Alex saja. “Aku nggak mau komen apa-apa. Mas-Mas sama Mbak-Mbak tanyain aja langsung sama dia, ke Alex suami aku. Biar dia yang komen. Intinya, apapun yang terjadi, saya akan tetap sayang dan cinta sama dia,” pungkas Olla tanpa mau berbicara lagi. n ary PERMINTAAN cerai Rachel Maryam akhirnya dikabulkan pihak pengadilan. Artis yang kini sibuk urusan pemerintahan itu resmi menyandang status janda. Ditambah lagi, hak asuh Muhammad Kale Mata Angin, anak hasil pernikahannya dengan Ebes juga diberikan Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan kepadanya. Rabu (13/10) lalu, Rachel absen dalam sidang cerainya. Hanya terlihat kuasa hukumnya, Muhammad Joni SH yang mewakili dalam sidang putusan tersebut. “Putusan sudah dibacakan oleh Majelis Hakim. Kami menerima keputusan hakim dan hakim memberikan tempat pengasuhan kepada Rachel,” kata Joni usai persidangan. Soal hadanah atau hak asuh sudah beres, lantas bagaimana dengan harta gono gini dan biaya perawatan anak? Joni pun menjelaskan bahwa dalam sidang ini memang tidak ada pembicaraan mengenai harta gono gini. Hanya ada dua agenda dalam persidangan yakni perceraian dan hadanah. n ary

Olla Ramlan

13
PREDIKSI
LIGA CHAMPIONS 20/10 - Spartak vs Chelsea 1/2 : 0 20/10 - Ajax vs Auxerre 0 : 3/4 20/10 - Arsenal vs Shaktar 0 : 3/4 20/10 - Bayern vs CFR Cluj 0 : 1 1/2 20/10 - Braga vs FK Partizan 0 : 1/2 20/10 - Marseille vs MSK Zilina 0 : 1 1/2 20/10 - Real Madrid vs Milan 0 : 3/4 20/10 - Roma vs Basel 0 : 3/4 21/10 - Barca vs Copenhagen 0 : 2 21/10 - Inter vs Tottenham 0 : 3/4 21/10 - Lyon vs Benfica 0 : 1/4 21/10 - MU vs Bursaspor 0 : 1 3/4

OLAH RAGA
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

Terim Bukan Superman!
Terim dan mengaku telah mengadakan pembicaraan dengan eks pelatih AC Milan dan Fiorentina itu mengenai kemungkinan melatih Boaz Solossa cs. “Terim memiliki sebuah ketertarikan untuk menjajaki sepakbola Indonesia. Ia bilang, ia terobsesi untuk merombak fundamental persepakbolaan di Indonesia,” katanya. Mengenai hal itu PSSI mengaku tidak tahu alias tidak pernah berkomunikasi dengan pemerintah. Namun, induk sepakbola di tanah air itu sangat menyambut niatan pemerintah jika benar serius ingin mengontrak Terim. “PSSI belum tahu soal itu dan belum diberikan petunjuk. Kita juga harus tahu, nantinya siap yang bertanggung jawab atas kontrak Terim: pemerintah atau PSSI? Tapi kami berterima kasih pemerintah mau berusaha seperti itu (mendatangkan Terim),” tutur Sekjen PSSI Nugraha Besoes. Jika memang nantinya Terim

Benayoun Diparkir Enam Bulan
LINI tengah juara bertahan Liga Premier Chelsea kembali diterpa badai cedera. Kali ini giliran gelandang anyar Yossi Benayoun yang harus beristirahat selama enam bulan dari lapangan hijau. Pemain internasional Israel itu mengalami cedera Achilles saat bertugas membela negaranya itu di babak kualifikasi EURO 2012. Gelandang berusia 30 tahun, yang memutuskan untuk bergabung dengan Chelsea usai meninggalkan Liverpool pada bursa musim panas lalu, akan segera naik ke meja bedah guna mengatasi permasalahannya tersebut. Ironisnya cedera yang dialami oleh Benayoun didapati olehnya bukan saat bertugas melawan negara lain, melainkan saat mengikuti sesi latihan. Hal ini tentu saja menjadi pukulan tersendiri bagi pelatih Carlo Ancelotti, mengingat permasalahan lini tengahnya tak kunjung usai, mengingat beberapa pemain andalannya juga harus beristirahat lama. n ary

PSSI menyambut positif k l a i m p emerintah bahwa Fatih Terim tertarik melatih timnas Indonesia. Namun, untuk membuat ‘Merah Putih’ berprestasi dalam

sekejap, Terim pun akan sulit melakukannya. Sebelumnya Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam dalam kunjungannya ke Turki akhir pekan lalu, bertemu dengan

benar-benar dikontrak, Nugraha pun meminta masyarakat jangan terlalu memberi eskspetasi berlebihan padanya. Sebab, bukan tugas mudah untuk membangun timnas yang berprestasi dan pelatih sekelas Terim pun tak akan bisa melakukannya dalam semalam. “Terim bukan Superman dan juga bukan Deddy Corbuzier. Dia tidak bisa menyulap timnas dengan cepat supaya bisa jadi bagus. Dia pun butuh waktu mengenal sepakbola Indonesia dan segala hal yang berhubungan dengan sepakbola kita,” sambung Nugraha lagi. Jika ditanya apakah memang PSSI tertarik untuk merekrut Terim, Nugraha mencoba bersikap diplomatis. Menurutnya posisi Terim nantinya pun harus jelas jika jadi dikontrak, apakah itu sebagai direktur teknik, pemandu bakat atau bahkan pelatih. Saat ini Indonesia dilatih oleh Alfred Friedl yang berkebangsaan Austria. Ia dikontrak selama dua tahun sampai 2012. n ary

Inter Waspadai Spurs
INTER Milan akan menghadapi Tottenham Hotpsur pada laga ketiga fase penyisihan grup A Liga Champion, Rabu (20/10) waktu setempat. Pelatih Rafael Benitez pun berkomentar soal kemampuan yang dimiliki calon lawannya tersebut. La Beneamata dan Spurs samasama mengantongi empat angka dari dua laga yang telah dilakoni keduanya. Namun, Inter Milan lebih unggul dalam hal selisih gol. Alhasil, Inter pun memuncaki kalsemen sementara grup A Liga Champion. Kedua tim pun bakal bertemu pada laga lanjutan fase penyisihan Liga Champion, dua pekan mendatang. Rafa pun sudah bersiap dengan lawatan tim asal London Utara tersebut. Menurut bekas pelatih Liverpool itu, Spurs memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, kualitas pemain, dan semangat juang. Selain itu, Rafa pun mewaspadai serangan balik dari anak-anak asuh Harry Redknapp tersebut. “Tottenham adalah tim yang kuat dengan kecepatan, kualitas, dan semangat. Mereka memiliki pemain berkualitas seperti (Peter) Crouch, Robbie Keane, yang pernah saya miliki sewaktu di Liverpool, dan (Gareth) Bale telah bermain dengan sangat baik,” ujar Rafa seperti dilansir TMW. “Tottenham sangat berbahaya sebagai tim, karena kecepatan dan kemampuan untuk mengembangkan serangan balik,” lanjut bekas arsitek tim Valencia tersebut. n ary

Blatter Minta Keamanan Stadion Diperketat
PRESIDEN FIFA Sepp Blatter mengatakan bahwa aksi tindakan anarkis di dalam stadion yang kerap kali dilakukan oleh pendukung sebuah tim atau negara seperti laga antara Italia-Serbia seharusnya tidak terjadi bila faktor keamanan stadion meniru Inggris. Babak kualifikasi EURO 2012 yang mempertemukan Italia melawan Serbia di Genoa, terpaksa ditunda selama tujuh menit, karena pendukung Serbia melemparkan kembang api ke dalam lapangan dan berupaya merobohkan pagar yang membatasi antara penonton dengan lapangan. Mengomentari aksi dan tindakan anarkis tersebut, Blatter sedang mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, dalam kampanye tuan rumah Piala Dunia 2018. Blatter mengatakan seharusnya stadionstadion di setiap negara yang perkembangan sepakbolanya sudah berkembang meniru gaya stadion di Inggris. n ary

Cheryl Sindir Cole Lewat Lagu

PASANGAN Ashley Cole dan Cheryl memang telah resmi bercerai. Tapi perpisahan itu rupanya masih meninggalkan rasa sakit hati bagi Cheryl. Dalam album keduanya, Cheryl membuat lagu yang isinya secara khusus ditujukan untuk Ashley. Album kedua Cheryl, Messy Little Raindrops , baru akan dirilis pada 1 November mendatang. Tapi harian Inggris, The Sun, berhasil mendapatkan demo awal album kedua Cheryl itu. Ada delapan lagu dalam album kedua Cheryl. Salah satu lagu yang berjudul, Happy Tears, berisi lirik yang terang-terangan menyindir mantan suaminya, Cole. “Aku

menangis ketika mendengar kamu berselingkuh. Aku menangis ketika aku berkata aku akan pergi. Aku menangis ketika hatiku berhenti mempercayaimu. Tapi aku kehabisan air mata,” inilah bunyi lirik sepenggal lagu Happy Tears . Lagu Happy Tears memang tidak ditulis sendiri oleh Cheryl, tapi wanita yang juga menjadi juri ajang pencari bakat X Factor ini menyetujui lirik lagu tersebut. Sebelum resmi bercerai, Cole memang diketahui berselingkuh dengan seorang model seksi. Mengetahui suaminya berselingkuh, Cheryl memutuskan untuk bercerai. n ary

EKONOMI
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

14

SINGKAT
Indonesia Harus Jadi Pusat Distribusi Migas
JAKARTA - Pemerintah harus membuat rencana untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat distribusi dan perdagangan minyak dan gas (migas) di Asia Pasifik. Hal ini untuk tetap menjaga ketahanan migas nasional, karena selama ini produksi yang terus merosot dan minimnya penemuan cadangan baru. “Kedepan untuk mengamankan pasokan migas nasinal kita harus menjadi pusat perdagangan minyak. Sekarang kita masih sangat bergantung pada Singapura, padahal dari segi lokasi kita sangat strategis,” kata Pakar Kontrak-kontrak Pengusahaan Migas Sutadi Pudjo Utomo di Jakarta Rabu (13/10). Dia menjelaskan, bangsa Indonesia harus melupakan bahwa tanah air ini kaya akan migas. Pasalnya, sekarang produksi nasional terus turun dan kebutuhan akan semakin tinggi. Salah satu cara agar kedaulatan dan ketahanan energi nasional dapat dipenuhi adalah, dengan menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan dan distribusi migas di wilayah kawasan. n soebardjo

PemanfaatanGasBumiMeningkat
JAKARTA - Pemerintah dalam upayanya menghemat penggunaan BBM terus melaksanakan program pemanfaatan gas bumi sebagai bahan bakar. Kini gas tersebut bukan hanya digunakan sebagai bahan bakar bagi keperluan rumah tangga, tetapi juga untuk angkutan umum perkotaan kendati masih terbatas pada beberapa kota saja seperti Palembang, Surabaya dan Denpasar. “Kami akan terus meningkatkan pemanfaatan gas didalam negeri melalui pembangunan jaringan gas perkotaan yang saat ini tengah dilaksanakan di Depok, Bekasi, Sidoarjo, dan Tarakan,” tutur Kardaya Warnika, Staf Ahli Menteri ESDM bidang Komunikasi, Kamis (14/10), dalam paparannya tentang kinerja Kabinet Indonesia Bersatu disektor ESDM selama satu tahun ini. Menurutnya, pemanfaatan gas bumi didalam negeri saat ini sudah mencapai 50,3%, sementara alokasinya sudah sebanayak 65% dari target. Peningkatan pemanfaatan gas bumi sebagai bahan bakar akan terus dilanjutkan, seiring dengan program penghematan BBM. Selanjutnya dikatakan, guna mencapai sasaran penghematan BBM sekaligus mengurangi subsidi, pemerintah juga menggalakkan program EBT (Energi Baru Terbarukan). Pemanfaatan panas bumi terus ditingkatkan melalui pembangunan PLTP di Ulumbu NTT berkapasitas 5 MW, menyelesaikan pembangunan PLTP Ulubelu di Lampung dengan kapasitas terpasang 2 x 55 MW. Selain itu juga meningkatkan kapasitas PLTP Lahendong di Sulawesi Utara, dan menyelesaikan pembangunan PLTP Sarulia Sumatera Utara. Dalam upayanya menggalakkan program EBT ini pemerintah juga akan mengembangkan biogas dan bahan bakar nabati untuk pembangkit tenaga listrik. Agar

penanganan dan pengelolaan program ini dapat dilakukan secara serius dan terarah pemerintah telah membentuk Direktorat Jendral EBT dan Konservasi Energi. Menjawab pertanyaan tentang digalakkannya penggunaan BBM non subsidi seperti Premix, dan lainnya, dengan menambah dispenser di SPBU-SPBU, Kardaya menjelaskan hal itu tidak dimaksudkan mempersulit masyarakat dalam memperoleh BBM bersubsidi, melainkan untuk membantu konsumen pengguna BBM non subsidi agar lebih mudah mendapatkan Premix dan sejenisnya. n soebardjo

UMP Jakarta 2011 Naik 5-10 Persen
UMP tersebut. Adapun peningkatan jumlah UMP yang akan diberlakukan yakni sebesar 5-10 persen dari UMP tahun 2010 yang mencapai Rp1.118.009 per bulan. Artinya, kenaikan UMP tahun depan Rp1.173.909 hingga Rp1.229.809. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Deded Sukendar, mengatakan, rencana kenaikan UMP pada tahun depan memang telah direncanakan pihaknya. Namun, untuk menentukan persentase kenaikan jumlah UMP itu, Pemprov DKI Jakarta tidak memiliki kewenangan untuk menetapkannya. “Pada prinsipnya, Pemprov ada di tengah-tengah antara pekerja dan pengusaha. Kami tidak bisa mengintervensi dalam penetapan kenaikan jumlah UMP di DKI Jakarta. Karena untuk menetapkan hal itu harus mempertimbangkan juga keseimbangan produktivitas perusahaan,” ujar Deded, Rabu (13/10). Meski begitu, dia optimis UMP di DKI Jakarta pada tahun 2011 me n d a ta n g a ka n me n g a l a mi kenaikan sebesar 5-10 persen. Dewan pengupahan DKI Jakarta yang di dalamnya terdiri dari perwakilan pekerja, pengusaha, dan unsur pemerintahan daerah saat ini tengah memproses usulan besaran kenaikan UMP dengan persetujuan tripartit yaitu antara pekerja, perusahaan dan pemerintahan termasuk perguruan tinggi dan para pakar. Nantinya, melalui suatu pertimbangan yang matang dan proporsional, mereka akan memberikan rekomendasi kenaikan UMP. Setelah itu, rekomendasi akan disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo untuk segera ditetapkan dalam bentuk peraturan gubernur (Pergub) tentang kenaikan UMP tahun 2011 mendatang. Penetapan UMP DKI Jakarta tahun 2011, ditegaskan Deded, pasti melalui tahapan survei diantaranya, survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Jakarta. “Pastinya akan disesuaikan dengan KHL di Jakarta, sehingga penetapan kenaikan UMP di 2011 benar-benar tepat dan membantu para pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dan juga tidak memberatkan pengusaha untuk membayarkan upah pekerjanya,” paparnya. n armenius barus

Jateng Laksanakan Program Penyediaan Air Bersih
SEMARANG - Dalam rangka penyediaan air bersih di daerah-daerah rawan air, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui APBD pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi melaksanakan program penyediaan air bersih. Selain akan meningkatkan ketersediaan air bersih, diharapkan program ini mampu meningkatkan kesehatan masyarakat, menurunkan angka penyakit diare, serta meningkatkan jumlah penduduk yang memiliki akses air minum dan sanitasi, baik bagi penduduk perkotaan maupun perdesaan. Kriteria desa yang dipilih untuk program ini yaitu desa yang mempunyai sumber air baku untuk mencukupi kebutuhan pokok masyarakat, dan masyarakatnya dapat berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, termasuk dalam pembiayaan operasional dan pemerliharaan sarana air bersih setelah selesai dibangun. Dalam kegiatan ini, masyarakat dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengoperasian dan pemeliharaan sarana yang telah dibangun. Diharapkan pula masyarakat terus mengembangkan sarana yang telah dibangun sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. Sumber air yang dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut adalah mata air, sumur dalam dan air permukaan, yang diangkat dengan sistem pompa dan gravitasi. Sedang distribusi ke masyarakat pengguna dilakukan dengan jaringan pipa dan penyediaan bak tendon dan pipa langsung ke rumah-rumah. n tulus supangkat

Deded Sukendar JAKARTA - Untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja maupun pengusaha di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta kembali berusaha menaikkan besaran upah minimum provinsi (UMP) di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2011 mendatang. Saat ini, Dewan Pengupahan DKI Jakarta tengah membahas besaran kenaikan

Jateng Kembangkan Infrastruktur Pariwisata
SEMARANG - Misi ketiga pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2013 adalah, memantapkan kondisi sosial budaya berbasis kearifan lokal, meliputi pendidikan, kesehatan, KB, Perumahan, Kesetaraan Gender dan Pariwisata. Guna merealisasi misi ketiga tersebut, maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Tengah selaku SKPD teknis yang membidangi kepariwisataan di Jawa Tengah bekerjasama dengan stakeholder terkait, saat ini sedang mempersiapkan dengan sebaikbaiknya potensi SDM maupun fasilitas sarana dan prasarana kepariwisataan di Jawa Tengah. Hal ini ditempuh agar dalam pelaksanaan Visit Jateng Year 2013 sebagaimana yang diharapkan Gubernur Jawa Tengah akan terealisasi dengan baik. Semula program Visit Jawa Tengah Year akan diluncurkan pada 2011, namun karena masih buruknya infrastruktur pendukung, dan belum teridentifikasinya seluruh potensi wisata di Jawa Tengah sangat banyak dan bervariasi. Kemudian, mengharapkan kepada pemerintah Kabupaten/ Kota dapat bekerjasama dalam mengembangkan sektor wisata dan mengesampingkan ego sektoral yang selama ini masih kerap terjadi, serta mendorong biro perjalanan wisata untuk lebih meningkatkan jumlah pemandu wisata di Jawa Tengah yang saat ini jumlah pemandu wisata di Jawa Tengah baru sekitar 130 orang. Padahal, jumlah biro perjalanan wisata 280. Salah satu potensi wisata yang dimiliki Provinsi Jawa Tengah adalah lokasi wisata yang berada di Kabupaten Jepara. Selain terkenal dengan sebutan kota ukir. Kabupaten Jepara memiliki lokasi-lokasi wisata yang menarik antara lain Pantai Guamanik Pecatu. Lokasi wisata ini, pada 11 April 2010 diresmikan Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo. n tulus supangkat

yang ada di Jawa Tengah, program ini akhirnya diundur pada 2013. Dalam kunjungan wisawatan melalui program Visit Jateng Year 2013 yang akan datang, Provinsi Jawa Tengah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 35 juta orang, dengan 500 ribu di antaranya adalah turis asing. Upaya yang ditempuh oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi

Jawa Tengah untuk menggairahkan dunia kepariwisataan di Jawa Tengah antara lain ditempuh upaya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah agar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menerbitkan himbauan ke sekolah-sekolah agar para siswa di Jawa Tengah tidak perlu berwisata keluar provinsi Jawa Tengah, karena potensi wisata

15
SINGKAT
Membentuk SDM Unggul Berkualitas
TANGERANG - Pendidikan sangat penting untuk kemajuan masa depan bangsa. Dengan adanya pendidikan, membuka cakrawala dan wawasan baru, tentunya melalaui kompetensi siswa yang dapat membangun budi pekerti mulia. Dengan visi dan misi yang jelas, SDN Peninggilan 03 Pagi dalam mencerdaskan bangsa berupaya menjadikan siswa dapat berfikir secara jelas, santun dalam bertindak, dan trampil dalam berkreasi, juga menumbuhkan minat baca serta membiasakan berfikir logis sehingga mampu berinteraksi dengan lingkungan dan membiasakan sopan santun didalam kehidupan seharihari, serta membudayakan hidup disiplin tertib dan bersih. Hal itulah yang selalu ditanamkan oleh Neneng Suparti Kepala Sekolah SDN Peninggilan 03 Pagi. Dengan semangat juang layaknya anak muda, meskipun berusia 60 tahun, dan memasuki masa pensiun, terlihat energik dan berharap bisa membawa masyarakat menjadi cerdas. “Modal utama majunya suatu pendidikan adalah bagaimana kita bersama dapat memberikan kepercayaan yang dapat diterima oleh masyarakat dengan membentengi Iman dan Taqwa,” ujar Neneng sembari tersenyum. n bumi sunyoto, agus solihin

PENDIDIKAN
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

Pendidikan Vokasi SMK Berhasil
SEMARANG - Pendidikan vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diberlakukan sejak 3-4 tahun lalu dipandang sudah mulai memperlihatkan hasil. Indikasinya, kata Kepala Di n a s Pendidikan Jawa Tengah Kunto Nugroho, angka kelulusan SMK pada tahun ajaran 2010 mencapai 98 persen. Pada saat yang sama, 86 persen lulusan terserap ke dunia kerja, 5 persen berwirausaha, dan 4 persen melanjutkan. ”Sisanya, sekitar 3 persen tidak terdeteksi. Mungkin menjadi tenaga kerja informal semacam TKI ke luar negeri,” katanya, barubaru ini. Dikatakannya, pendidikan vokasi dilatarbelakangi adanya berbagai masalah sosial seperti kemiskinan dan pengangguran. Selain itu, kebijakan itu juga untuk memperbaiki citra SMK yang awalnya dipandang ladang tawuran antarpelajar ini. Hasil lainnya, ujar Kunto, yakni semakin lunturnya anggapan buruk masyarakat terhadap SMK sebagai sekolah yang kurang bermutu dan kurang bisa mencetak lulusan bermoral baik. Dikatakan, perubahan citra merupakan hasil kerja keras para lembaga pendidikan dan guru dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pelatihan untuk menggenjot skill dan keterampilan siswa. ” D i k n a s J a t e n g memperingatkan SMK yang belum menerapkan aturan ketat kepada para siswanya, misalnya kerapian menggunakan seragam dan kedisiplinan lain, serta peningkatan moral dengan menambah pembinaan keagamaan,” kata dia. Ke depan, kata Kunto, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan SMK sebagai pusat pendidikan dan latihan, serta

pengembangan sains. Bahkan SMK juga digagas menjadi pusat produksi perakitan sepeda motor, notebook, dan peralatan elektronika atau kriya yang inovatif sehingga berdampak pada penurunan pengangguran. Tiap kabupaten/kota seJateng diwajibkan menggelar forum bursa kerja secara rutin dengan kualifikasi lulusan SMK. ”Pihak sekolah hendaknya menjalin kerja sama dengan lebih banyak industri, sehingga makin banyak perusahaan yang bisa merekrut lulusan sekolah,” jelasnya. n hardjanto ms

Staf Disdik Jabar tak Paham Informasi Publik
BANDUNG – Lembaga Dinas Pendidikan Provinsi Jabar selayaknya mengenalkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, terkait pengawasan publik terhadap penyelenggaraan Negara. Sangat disayangkan, di lembaga besar dan terhormat masih ada staf lembaga yang belum bisa membedakan arti fungsi jurnalistik dengan arti kata koruptor. Hal ini dilontarkan salah satu staf Subdin PLS (Pendidikan Luar Sekolah) yang secara kedinasan merangkap Panitia Pemeriksa Kegiatan Lembaga di Subdin PLB (Pendidikan Luar Biasa) Disdik Jabar. Pada saat dikonfirmasi wartawan mengenai pekerjaan, malah balik menuduh bahwa wartawan juga koruptor. Perkataan demikian merupakan pelecehan profesi, seolah tidak mengerti persepsi arti kata koruptor yang secara jelas didalam Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi arti koruptor adalah perbuatan yang merugikan keuangan Negara, dalam pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat secara luas, sehingga digolongkan sebagai kejahatan. Sedangkan sosial kontrol mengacu kepada Undang-Undang No. 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Hal ini berpijak dari masalah kegiatan pengadaan Akom yang terindikasi adanya penyimpangan yang mengarah pada KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), antara Panitia Kegiatan dengan Pengusaha Pelaksana Kegiatan serta salah satu hotel berbintang di wilayah Lembang yaitu Hotel Takashimaya, dimana hasil prosedur lelang yang terlaksana melalui lelang di ULP, hasil proses lelang tidak sesuai dengan pelaksanaan. Ketika Tabloid Sensor mengonfirmasi masalah itu kepada panitia lelang, salah seorang staf Disdik berinisial SR melontarkan pernyataan melecehkan wartawan. “ “Jangan mengorek kesalahan pekerjaan yang salah, karena wartawan juga koruptor,” tegas staf tadi. Menyimak pernyataan staf tadi, selayaknya pimpinan di Disdik Jabar lebih menerapkan pembinaan dan memberi pengertian dalam perbedaan arti kata fungsi sosial kontrol dan arti kata koruptor. Sebelum memberi tugas untuk kegiatan pada staf, selayaknya memberi arahan tentang teknik dan prosedur kegiatan yang seharusnya dilaksanakan, mengingat saat diklarifikasi kegiatan. n farida

Kadisdik Kunjungi SMK Bina Bangsa

TANGERANG - Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Drs. H. Zaenudin. MM dalam upayanya menanggulangi tawuran antar pelajar, terutama di tempat-tempat mangkalnya siswa saat jam pelajaran, baik di pusat perbelanjaan, warnet maupun ditempat stragis di wilayah Ciledug. Salah satu sekolah yang dikunjungi oleh Kadis Pendidikan Kota Tangerang adalah SMK Bina Bangsa (SMK BB) berlokasi Jl. Dr. Setiabudi Raya No. 8, Parung Serab, Ciledug, Kota Tangerang. Dalam kunjungannya Zaenudin memberi arahan agar pihak sekolah harus lebih ekstra untuk mengawasi aktivitas peserta didik, baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah. “Tanggung jawab sekolah terhadap siswa jangan hannya pada lingkup sekolah saja, juga diluar sekolah disaat bubaran sekolah pun pihak sekolah terutama yang membidangi kesiswaan harus mengawasi turun langsung kelapangan,” ujar Zaenudin. Wakasek SMK BB, Drs. H. Taufik kepada Tabloid Sensor mengucapkan banyak terimaksih atas kunjungan Kadis Pendidikan Kota Tangerang. “Salah satu contoh arahan Kadis, sudah kami laksanakan seperti siswasiswi yang tidak masuk sekolah tanpa ijin atau surat keterangan kepada pihak sekolah, dan kami mengkroscek kepada orang tua/wali murid,” jelasnya. n bumi sunyoto, amal jamaludin

Mapel Berlalu-Lintas untuk Tekan Angka Laka
DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, menjelaskan materi semisal kecepatan kendaraan dan keseimbangan mengendarai kendaraan itu bisa dibahas dalam ilmu alam. “Ketaatan berlalu lintas seperti lampu hijau berarti kendaraan boleh jalan, lampu merah harus berhenti, itu bisa dijelaskan dalam mata pelajaran agama,” terangnya, di Kantor Ditlantas Polda Metro Jaya, Jl MT Haryono, J a k a rta S e la ta n , S ela sa (12/10) lalu. Materi-materi tersebut disesuaikan dengan jenjang pendidikannya. Bagi peserta didik TK hingga SD akan diajarkan melalui permainan. Sedangkan SMP hingga SMA akan diajarkan mengenai undang-undang berlalulintas, termasuk didalamnya ancaman hukuman jika melanggar. Materi-materi tersebut terangkum dalam modul yang akan dicetak 6.000 eksemplar. Rencananya akan dibagikan ke seluruh sekolahsekolah di Jakarta. Sejumlah 1,6 juta peserta didik akan mempelajarinya. Mulai awal November nanti guru-guru di DKI Jakarta akan diajarkan mengenai materi ini. Pengawas pendidikan tingkat Kecamatan yang berjumlah 84 orang juga akan ikut. “Modul ini sudah lama dirapatkan antara direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta,” terang Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Condro Kirono. Sejumlah 25 orang dari kedua unsur itu bergabung menyusun materi-materi pendidikan berlalu-lintas. n armenius barus

JAKARTA - Untuk menekan angka kecelakaan, Pemda DKI Jakarta akan memulai pendidikan berlalu-lintas sejak dini. Sasarannya adalah peserta didik mulai taman

kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Materi pendidikan tersebut akan diintegrasikan dalam mata pelajaran di sekolah. Kepala Dinas Pendidikan

NASIONAL
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

16

INFO
71 Pohon Dikorbankan Sudin Pertanaman Jakut
JAKARTA - Kasudin Pertanaman Jakarta Utara mengadakan Proyek Pembangunan Saluran di lokasi Jl. IGI Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam proyek itu, kurang lebih 71 pohon di pinggiran jalan terpaksa dikorbankan. Penebangan pohon itu tentunya berdampak, untuk itu masyarakat setempat berharap pihak terkait melakukan penanaman kembali dengan perhitungan satu pohon dikalikan 10 pohon yang baru. Kasudin Pertamanan Jakarta Utara, Ratna mengakui bahwa proyek pembangunan saluran itu bakal mengorbankan puluhan pohon. “Namun kami telah berkoordinasi dengan Sudin PU Tata Air yang menjadi penanggungjawab pelaksana pembangunan proyek itu,” jelasnya. Pohon-pohon yang akan ditebang, umumnya sudah berusia tua dan berukuran kurang lebih 50 meter. Bahkan, ada yang berukurannya lebih dari 50 meter dengan ketinggian mencapai 5 meter. Sedangkan pembangunan saluran itu merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Jakut untuk mencegah banjir. n jerry paty

Usut Tim Penyelaras!
JAKARTA - Keabsahan Tim Penyelaras dalam Badan Anggaran DPRD DKI mendapat reaksi keras dari beberapa kalangan. Hal ini berhubungan dengan keberadan mereka yang tidak mempunyai landasan hukum dalam pembentukannya. Ketua Presdir Humanika, Saiful Jihad mengatakan bahwa APBD Perubahan seharusnya dibatalkan oleh karena tidak adanya mekanisme dan cacat hukum. “Ini akan jadi pelajaran berharga untuk dewan, karena sampai sekarang mereka tidak memiliki Tatib. Sehingga, tidak saja pembahasan dan penetapan APBD, tetapi secara keseluruhan kerja mereka tidak punya aturan tetap,” kata Saiful. Agar tidak berbuntut panjang, Saiful menekankan DPRD dan Eksekutif supaya APBD Perubahan lebih baik dibatalkan dan segera mengusut keberadaan Tim Penyelaras. “Ini akan bermasalah besar jika dibiarkan, karena tanpa payung hukum akan menjerat anggota dewan sendiri,“ terang Saiful. Senada dengan Saiful, Amir Hamzah, pengamat Kebijakan Publik mengatakan bahwa keberadaan Tim Penyelaras tidak ubahnya menjadi tempat ajang korupsi APBD. ”Di PP tidak ada disebutkan adanya Tim Penyelaras, dan sampai sekarang Tatib mereka tidak ada. Dari mana datangnya Tim Penyelaras?” ungkap Amir. Selain itu, keberadaan Ketua Dewan di Tim Penyelaras juga menjadi sorotan “Dia sudah menjadi ketua di Badan Anggarn dan ketua lagi di Tim Penyelaras yang katanya tim kecil dari Badan Anggaran, kan lucu,“ tuturnya. Sebelumnya, Wanda Hamidah, anggota komisi E dari Fraksi Partai Amanat Bangsa yang juga anggota Tim Penyelaras APBD Perubahan tahun 2010, keberadaanya sebagai anggota tidak berfungsi sama sekali, karena tidak dilibatkan dalam rapat-rapat penting dalam mengambil keputusan. Selain itu, Wanda juga tidak menyetujui adanya Tim Penyelaras APBD P. Dia menganggap, keberadaanya justru tumpang tindih dengan Badan Anggaran. Sebab, Tim Penyelaras, kata Wanda, tidak ada dalam Tatib DPRD maupun dalam PP serta di UU 29. Dalam sidang paripurna penetapan APBD P 2010 baru-baru ini, yang dihujani interupsi oleh anggota dewan, menurut Wanda, adalah wujud ketidakpuasan kalangan anggota dewan dari ketidaktransparanan pimpinan dewan. Di samping itu, dia juga menyayangkan Tim Penyelaras yang tidak mempunyai SK penetapan atau pengangkatan. Seharusnya ada rapat Paripurna pengesahan dan pembentukan Tim Penyelaras Aliman A’at, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD, membantah bahwa keberadaan Tim Penyelaras ilegal. “Setiap pembahasan itu pasti dibutuhkan tim penyelaras, baik RAPBD maupun pembahasan Perda,“ terang Aliman. Meski pun tidak tercantum dalam UU, PP maupun Tatib, Ketua Dewan berhak menentukan dan merumuskan Tim Penyelaras. “Kalau bicara SK, masa ketua meng-SK-kan dirinya sendiri,” kilahnya menanggapi tidak adanya SK Tim Penyelaras. Sedangkan Seketaris Daerah, Fajar Panjaitan, mengaku tidak mempermasalahkan bila APBD P2010 dibatalkan. n armenius barus

Pakan Ternak TMR ‘Dimakan’
JAKARTA - Keberadaan satwa di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Margasatwa Ragunan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan jumlahnya, tetapi anggaran untuk pakan ternak tetap saja dihitung dengan jumlah yang dari tahun ke tahun tidak ada perubahan. Untuk tahun 2010, menurut sumber di Taman Marga Satwa Ragunan, tidak kurang dari Rp4 miliar dianggarkan untuk pengadaan pakan ternak Dari jumlah tersebut, ternyata satwa yang tidak ada lagi atau yang tinggal kandang pun di hitung dalam rinciann anggaran biaya (RAB). Sehingga, menjadi pertanyaan besar, dikemanakan pakan tersebut. Jika satwanya tidak ada, apakah kandang bisa makan pakan ternak? Rekanan pemenang lelang untuk pengadaan pakan ternak adalah orang yang diduga sangat dekat dengan pejabat di UPT Ragunan. Bahkan, menurut informasi yang di peroleh Tabloid Sensor, beberapa waktu lalu pihak pengusaha tersebut telah melakukan lobi dan menggelar pertemuan di salah satu restoran elit dengan komisi B. Menanggapi hal ini, Kepala UPT Ragunan, Drh. Enny Pujiwati membantah adanya pengaturan lelang dan tidak mengetahui sama sekali adanya pertemuan pengusaha dengan anggota dewan. “Ah, gila mana berani jaman sekarang lelang diatur, kalau pertemuan tersebut saya malah baru tahu sekarang,“ jawabnya singkat. n armenius barus

Stok BBM Mesin Pengendali Banjir Minim

JAKARTA - Banjir dipastikan bakal melanda ibukota pada akhir tahun ini. Hal ini di akibatkan minimnya stok BBM untuk pengoperasian titik pompa pengendali banjir milik Dinas PU DKI Jakarta. Stok BBM di Dinas PU DKI sesuai jatah yang di berikan oleh Kementerian ESDM yakni 152.640 liter per tahun, sedangkan kebutuhan untuk pompa pengendali tersebut adalah sebesar 500 ribu liter pertahun. Menurut Kepala seksi Pengendali Banjir Dinas PU DKI, Hendri mengatakan, sesuai dengan ukuran dan kekuatan mesin-mesin pompa yang berkapasitas 350-1500 KVA dibutuhkan ratusan liter untuk mengoperasikan mesin. “Kita telah mengambil sekitar 105 ribu liter dari Agustus sampai Oktober dan kita ajukan lagi 24 ribu liter sehingga jatah akan habis,“ kata Hendri. Dia menegaskan akan memaksimalkan BBM yang ada supaya mencukupi sampai akhir tahun. “Untuk mencukupinya kita akan mengefesiensi pemakaian BBM, karena mesin-mesin pompa pengendali banjir banyak yang memakai tenaga listrik,“ ujar Hendri. n armenius barus

APBD DKI 2011 untuk Benahi Kemacetan
JAKARTA - Berbagai upaya terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan di ibu kota. Salah satunya yakni dengan memprioritaskan alokasi anggaran dalam APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2011 untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta saat ini tengah membahas APBD Tahun Anggaran 2011. Dalam pembahasan itu, diusulkan alokasi anggaran untuk mengatasi kemacetan sebesar 10 persen atau Rp2,7 triliun dari proyeksi jumlah APBD DKI Tahun 2011 sebesar Rp27 triliun. Anggota DPRD DKI Jakarta, Sandy mengatakan, anggota dewan memahami, kemacetan merupakan masalah serius dan harus segera ditangani. Jika tidak cepat ditangani, diprediksi Jakarta akan dilanda kemacetan yang cukup parah. “Tidak hanya itu, masalah ini tetap sejalan beriringan dengan dua faktor tadi yakni pendidikan dan kesehatan. “Bahkan, bila perlu untuk penanganan kemacetan, dialokasikan anggaran sebesar 10 persen dari proyeksi jumlah APBD DKI Jakarta 2011 sebesar Rp27 triliun,” kata Sandy yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta. Masalah kemacetan di Jakarta, ditegaskan Sandy, tidak bisa diselesaikan secara total, namun dapat dikurangi. Salah satu langkah untuk mengatasi kemacetan yaitu dengan menambah infrastruktur jaringan jalan. “Saya mendukung rencana Pemprov DKI untuk menambah jaringan jalan melalui pembangunan flyover dan underpass. Sehingga arus kendaraan tidak tersendat akibat lampu lalu lintas yang cukup lama,” paparnya. n armenius barus

juga bersentuhan langsung dengan masyarakat Jakarta. Karena itu, badan anggaran termasuk anggota dewan lainnya mengusulkan dalam penyusunan rancangan APBD DKI 2011 agar memprioritaskan alokasi anggaran untuk program penanganan masalah

kemacetan,” ujar Sandy, Rabu (13/10). Diakuinya, sektor pendidikan dan kesehatan juga merupakan hal yang penting, dan bukan sematamata memberikan prioritas kepada penanganan masalah kemacetan saja. Melainkan

17
SEPUTAR
DPRD Depok Gelar Rapat Paripurna Istimewa

NASIONAL
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

1.640HektareLahandiDepokKritis
DEPOK - Sedikitnya 1.640 hektare, atau delapan persen dari luas Kota Depok yang mencapai 20.504 hektare, berstatus lahan kritis yang membutuhkan penanganan secepatnya. Rahmat Subagyo, kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, mengatakan, luas lahan kritis meningkat lima kali lipat lebih dari tahun sebelumnya yang hanya 300 hektare. “Ini disebabkan minimnya perhatian pemerintah dan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Penyebab lain adalah kepadatan penduduk yang tinggi,” kata Rahmat, baru-baru ini. Dari delapan persen lahan kritis, ujar Rahmat, tujuh persen di antaranya memasuki tahap kritis II, atau sangat mengkhawatirkan. Sisanya masih berada pada tahap kritis I. Sebagian besar lahan kritis berada di Cimanggis, dengan tingkat kekritisan 117 persen, serta Sawangan sebanyak 103,7 persen. Di kedua wilayah ini, kepadatan penduduk sangat tinggi, dan sebagian besar warga menyedot air tanah. Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, kerap menyuarakan pembatasan penggunaan air tanah. Rahmat juga mengatakan, Depok memang memiliki tekstur tanah cukup keras, tapi memiliki potensi ambles dan longsor di daerah aliran sungai (DAS). “DAS yang terancam longsor adalah DAS Sunter dan DAS Cipinang, yang memiliki tingkat kekritisan tinggi,” katanya. DAS semakin kritis dengan tingginya pencemaran Sungai Cipinang dan Sungai Sunter. Di tempat ini, penduduk membuang sampahnya melalui saluran yang mengarah ke sungai. Rahmat mengatakan, untuk mencegah kemungkinan terburuk di dua DAS itu, pemerintah harus segera melakukan penghijauan dan pembatasan penggunaan air tanah. “Penghijauan dilakukan dengan menanam pohon di sekitar sungai guna meminimalisasi bahaya longsor,” imbuhnya. Jayadi, staf administrasi bidang pengelolaan lingkungan BLH Kota Depok, mengatakan, masyarakat cenderung tidak peduli dengan bahaya di masa depan. Di Mekarsari, Cimanggis, misalnya, hampir setiap rumah menyedot air tanah tanpa batas. n joko warihnyo

DEPOK – DPRD Kota Depok menggelar Rapat Paripurna Istimewa pada masa sidang ke-II tahun 2010 dalam rangka penyampaian visi, misi, dan program dari pasangan walikota dan walikota periode 2011-2016. Acara paripurna DPRD kota Depok dihadiri oleh Ketua Bakorwil II Bogor, PLH Walikota Depok, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaaan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Biro Pusat Statistik, Kepala Kantor Imigrasi, Kapolres Metro Depok, Kodim 0508, anggota DPRD Depok, Ketua KPU kota Depok, dan anggota Panwas, Muspika, tokoh Parpol, akademisi, tokoh masyarakat, Ormas, LSM instansi, dan lembaga swasta serta para undangan. Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh ketua DPRD Rintis Yanto berdasarkan Undang-Undang Nomor: 32 Tahun 204, pasal 66 ayat (3) huruf (1) yaitu tentang tugas dan wewenang DPRD dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah dan wakil kepala daerah. Rapat paripurna DPRD kota Depok untuk mendengarkan penyampaian visi, misi dan program pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. n joko warihnyo

Pengembang Alam Sutera tak Bersahabat
TANGERANG - Warga Kunciran Indah dan Kunciran Induk, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang merasa terusik dan tidak lagi nyaman karena pengembang properti seperti Alam Sutera, tidak bersahabat dengan warga setempat. Hal ini terlihat bila musim hujan, warga setempat merasakan getahnya dengan kebanjiran. Begitu pula jika musim kemarau, disuguhkan untuk menghirup debu urugan, karena rumah dan jalan sudah lebih rendah dari hasil urugan pengembang Alam Sutera. Seperti diungkapkan salah satu warga, H. Bahir Alamsyah, dugaan pengembang bermain mata dengan Pemerintah Kota Tangerang, khususnya menyangkut RUTR (Rencana Umum Tata Ruang), mengakibatkan warga setempat menjadi korban keangkuhan pengembang. “Dinas Tata Ruang (RUTR) harusnya bersikap tegas. Apabila ada pengembang yang melanggar, jangan hanya nonton berpangku tangan. Diharapkan juga bisa memberikan sosialisasi terlebih dahulu terhadap masyarakat atau warga agar tidak terjadi konflik sosial, dan memberikan hak-hak warga di sekitar lokasi, serta dalam proses jual beli pun harus sama-sama sepakat. Tidak ada intimidasi, tapi harus transparan,” tegasnya. Untuk itu, peran serta RT/ RW, Kelurahan dan Kecamatan sangat penting dalam hal ini. “Jangan hanya mementingkan pribadi atau golongan saja, tetapi pikirkan juga dampak dari perbuatanya, apakah merugikan atau tidak kepada warga,” tambahnya. Bahir Alamsyah juga merasa tidak puas denga kinerja Eksekutif dan Legislatif. “Mana fungsi mereka sebagai pengendalian pemerintah daerah. Kami mengharapkan kepada Intansi terkait dan Pemerintah Daerah atau Pusat agar segera menindaklanjuti keluhan kami ini,” tegasnya. n amal jamaludin, bumi sunyoto

Lurah Duren Jaya Tebang Beringin
BEKASI - Sepekan pascatumbangnya pohon beringin tua, yang memporakporandakan puluhan kuburan itu, kini suasana di Taman Pemakaman Umum Pereng, Duren Jaya, Bekasi Timur, mulai terlihat rapih. Meski masih tampak beberapa pohon beringin besar, berdiri tegak di tengahtengah lokasi pemakaman tersebut. Apabila tidak segera dipangkas, dikhawatirkan tumbang jika diterjang puting beliung kembali. Sementara beberapa pohon besar ditepi Jalan Moch. Yamin, yang melintas dan membelah area pemakaman ini, terlihat sudah digunduli warga. Tak terkecuali dengan dua pohon beringin, yang ada di halaman kantor kelurahan Duren Jaya. Menurut cerita beberapa staf, dan pengojek yang mangkal ditempat ini, pada malam hari kadang terdengar suara-suara aneh, bahkan pernah ada penampakan di pohon itu. Ahmad Nuryadi, Lurah Duren Jaya, ketika ditemui

Program BKM Sejahterakan Kelurahan Sudimara Selatan

TANGERANG - Ketua BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Kelurahan Sudimara Selatan, Ciledug Kota Tangerang, Nawiri Spd, dalam program kerja tahun 2010 akan melanjutkan pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan dengan pemasangan konblok dan saluran air (selokan). Menurutnya, dari anggaran yang diperoleh tahun lalu sebesar Rp350 juta, dibandingkan dengan program tahun 2010 sebesar Rp100 juta, sangat jauh berkurang. “Padahal anggaran sebesar itu belum bisa memenuhi semua kebutuhan yang harus diperbaiki secara keseluruhan,” ujarnya. Adapun rencana anggaran tersebut akan diterima oleh BKM Sultan Sejahterah bulan Oktober 2010 melalui BPMKB Kota Tangerang. Nawiri berharap, untuk progran anggaran kedepannya bisa ditingkatkan lagi, agar kebutuhan perbaikan infrastruktur yang ada dilingkungan Sudimara Selatan, dapat terpenuhi. n amal jamaludin, bumi sunyoto

Lurah Duren Jaya, Ahmad Nuryadi (x) didampingi Yatat (xx), Kasie Trantib dan staf kelurahan usai menebang pohon beringin. (foto: deddy suryadi) Tabloid Sensor saat mengom a n d o i p e n e b a n g a n p ohon beringin di halaman kantornya, Minggu (10/10) lalu, menuturkan bahwa meski digayuti rasa waswas, karena berbagai cerita mistis. Namun dia tetap memutuskan untuk menebang pohon beringin tersebut. “Saya yakin, Allah SWT. adalah Maha Segalanya. Untuk itu, sebelum melakukan penebangan, kami berdoa bersama, memohan kepadaNya agar semua yang akan dikerjakan berjalan lancar. Pokoknya tujuan kami baik, dan berusaha melakukannya dengan cara yang baik. Insya Allah hasilnya akan baik,” tutur lurah berprinsip. Dia juga menjelaskan, untuk mengantisipasi halhal yang tidak diharapkan dalam musim penghujan ini. Dia akan segera mengirim surat kepada para ketua RW dan sekolah-sekolah yang ada diwilayahnya, untuk melaksanakan gerakan K-3. Terutama, masalah saluran air dan pemangkasan pohon. “Jangan ditebang, dipangkas cabang-cabangnya saja,” katanya. n deddy suryadi

NASIONAL
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

18

INFO
Penyesuaian Ijazah PNS di Tansel
PAMULANG - Menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tentunya harapan bagi semua tenaga honorer yang status dan kelegalitasannya masih sebagai TKK. Untuk menjadi PNS bisa di katagorikan hal yang sulit. Di samping faktor ijazah yang menjadi perioritas utama, juga faktor usia. Sebab, hal itu sudah di tentukan oleh pemerintah lewat Badan Kepagawaian Daerah (BKD). Harapan tersebut sudah terpenuhi bagi 54 Sekkel yang ada diwilayah Kota Tangerang Selatan. Salah satunya Misar, SE (37), dengan keberadaannya sebagai PNS yang saat ini menjabat sebagai Sekkel di Kelurahan Pondok Benda Pamulang, Kota Tangerang Selatan, dirinya berharap penyesuaian izajah yang akan di laksanakan pada bulan April 2011 yang akan datang, tidak ada indikasi politik di dalamnya. “Sebelumnya kami juga pada Agustus lalu mendapatkan arahan dari Forum Kepala Kelurahan Daerah (FKKD) serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tangerang Selatan agar dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab lebih di tingkatkan, karena jabatan itu amanah,” tegasnya. n bumi sunyoto, amal jamaludin

Dede Yusuf Ancam Investor
BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf mengancam akan mengusir perusahaan investor yang tidak mampu memberi upah pekerjanya sesuai KHL. “Investasi di Jabar termasuk tinggi. KHL tentunya akan menjadi patokan investor untuk masuk. Tapi di masa datang,jangan sampai ada lagi istilah investasi mengalir karena pekerjanya murah,” tegasnya seusai diskusi peluang kerja di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, Kamis (14/10). Sebaliknya, lanjut Dede, seharusnya justru para calon investor yang wajib menyanggupi membayar upah pekerja lokal sesuai KHL. “Kalau tidak mampu, tidak akan diberi izin usaha. KHL kan sangat menentukan kesejahteraan masyarakat Jabar. Jangan hanya berpatok pada UMK,” pungkasnya. Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jabar Iwan Kusmawan menyayangkan untuk 2011 masih banyak daerah yang belum bisa menyetarakan UMK dengan KHL. Meski begitu, dia berharap angka UMK 2011 di setiap kabupaten/kota benar-benar hasil kesepakatan bersama dan tidak ada pihak yang masih keberatan. Dengan demikian, Pemprov Jabar tak perlu lagi terlibat dalam penentuan sehingga Gubernur Jabar dapat langsung menetapkannya. “Idealnya memang hasil final, sehingga tidak ada perubahan di tingkat provinsi,”ujar Iwan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat Mustopha Djamaludin mengatakan, untuk terus meningkatkan kemampuan daerah agar angka UMK semakin mendekati KHL, pihaknya ikut melakukan survei metodologi KHL di berbagai daerah. Metode survei pembanding ini seragam di seluruh Jabar. “Survei disesuaikan dengan keadaan sosial dan kultur suatu daerah. Termasuk memperhatikan waktu karena harga kebutuhan pokok bisa berbeda pada pagi dan sore hari. Ini supaya angka KHL benar-benar riil,” kata Mustopha. Dalam penentuan KHL oleh Dewan Pengupahan, dilakukan pula analisis terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi. Menurut Mustopha, menentukan KHL adalah pekerjaan yang tidak mudah karena menyangkut kepentingan unsur pengusaha, pekerja, dan pemerintah. Karenanya, perlu komitmen dari semua unsur agar hasilnya memuaskan semua pihak. Berdasarkan data yang masuk ke Pemprov Jabar, lanjut dia, sekitar 40 perusahaan melaporkan tidak mampu memberi upah sesuai UMK 2010. Untuk 2011 sendiri, Mustopha memprediksi bahwa rata-rata kenaikan KHL di 26 kabupaten/ kota 5-11% dibanding KHL 2010 ini. n sonny pn

Karena Amanah Raih Penghargaan
PAMULANG - Bagi Drs. H. Mursidi Ilyas MM, jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, serta harus dibuktikan dengan kerja nyata untuk membangun wilayah, agar masyarakat dapat lebih maju baik di bidang ekonomi, sosial budaya, maupun politik. Untuk itu, upaya yang dilakukan H. Mursidi dalam upaya membagun wilayah sejak menjabat Kepala Desa pada tahun 1993 sampai menjabat Lurah sekarang ini di wilayah Pondok Aren, Kota Tanggerang Selatan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat guna memberikan pelayanan yang maksimal, dengan mensosialisasikan program-program pemerintah yang akan dilaksanakan ke seluruh lapisan masyarakat. “Karena bagi saya, jabatan adalah amanah, dan mudahmudahan amanah itu dapat saya laksanakan dengan sebaikbaiknya, dan tidak menjadi beban. Namun, menjadi kekuatan untuk menuju perbaikan serta kemaslahatan bagi masyarakat,” ujar H. Mursidi kepada Tabloid Sensor atas keberhasilannya mendapat penghargaan salah satu Kelurahan Terbaik dalam segi Pelayanan dan Administrasi di antara kelurahan yang ada di provinsi Banten. Alhasil ayah dari tiga putri dan satu putra dari hasil perkawinannya dengan Hj. Maryanah ini yang juga Ketua Forum Kepala Kelurahan (FKKD) Kota Tangerang Selatan, memiliki program kerja yakni melakukan konsolidasi kepada masyarakat menuju kekompakan. Karena menurutnya, masyarakat sebenarnya memiliki kekuatan besar yang dapat diperdayakan secara optimal. “Asal ditunjang dengan sistem manejerial yang baik,” jelas Drs. H. Mursidi Ilyas MM. n bumi, amal jamaludin

Dua Srikandi Bersaing di Pemilukada Tangsel

Korban Ledakan Gas Gratis Biaya Pengobatan
PAMULANG - Salah satu dari dua Srikandi, Hj. Rodhiyah Najibha, calon Walikota Tangerang Selatan dengan nomor urut 2 dari perahu Independent, maju dengan visi dan misi menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa dengan akhlakul karimah. Keoptimisannya maju dalam pemilukada untuk menjadi Walikota Tangerang Selatan, diungkapkan Hj. Rodiyah karena teguran semata dari hati nurani dan dorongan dari masyarakat yang menginginkan Kota Tangerang Selatan dapat lebih maju lagi, serta kesejahteraannya yang terpenuhi, baik sandang maupun pangan. “Bila nanti saya terpilih menjadi Walikota, yang utama akan saya berantas adalah korupsi yang menjadi program utamanya,” ungkap Rodiyah saat bincang-bincang dengan Tabloid Sensor. Dalam pesta Demokrasi Pilkada yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 Nopember 2010 mendatang, Hj. Rodiyah berharap jujur dan adil (jurdil). n bumi sunyoto, amal jamaludin MAJALENGKA - Enam warga Blok Sabtu, Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka yang menjadi korban ledakan gtabungas yang terjadi pada Rabu (13/10) lalu, saat ini masih menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Cideres, Kadipaten, Majalengka. Keenam korban yang masih satu keluarga tersebut masing -masing Udin(60), istrinya Ny Illah (50), Aah (17), Enung (25), Jihan (3), dan Roni (23) terlihat masih tergolek lemah dan harus menjalani perawatan selama satu minggu mendatang dengan biaya pengobatan gratis. Kamis (14/10) lalu, Udin beserta keluarganya ditempatkan dalam satu ruangan di ruang Dadali Kelas 3 C RSU Cideres. Empat diantaranya yang mengalami luka bakar kategori sedang. Sedangkan kedua orang lainnya luka bakar ringan. Menurut Dokter bedah RSU Cideres, dr Lukman Hakim kepada wartawan menjelaskan, keenam orang korban harus menjalani operasi untuk membersihkan luka bakar ditubuh korban. “Langkah medis selanjutnya, keenam korban ini harus menjalani operasi untuk membersihkan kulit yang mengalami luka bakar. Dengan waktu perawatan selama satu minggu,”tutur dr.Lukman. Direktur RSU Cideres, dr Ambar S Djamhur kepada wartawan menuturkan selama proses penyembuhan dan perawatan keenam korban tidak perlu memikirkan biaya pengobatan karena sudah ditanggung oleh PT Pertamina. “Mereka tidak usah khawatir memikirkan biaya pengobatan darimana karena semuanya sudah ditanggung oleh PT.Pertamina,” tutur ambar yang didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Keperawatan Diding Rukadi. Masih ditempat yang sama

Sekretaris Daerah Majalengka, Ade Rahmat Ali yang mewakili Bupati Majalengka saat mengunjungi korban ledakan di RSU Cideres, Kamis (14/10) sekitar pukul 10.15 WIB. Menjelaskan kedatangannya mewakili Pemkab Majalengka sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang dialami korban ledakan tabung gas tersebut. Atas musibah ledakan gas ini, tambahnya baik secara pribadi

maupun atas nama Pemkab Majalengka turut prihatin. “Untuk itu dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan Dinas/Instansi terkait lainnya untuk melaksanakan pengawasan secara ketat terhadap asesoris dan tabung gas yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali, “ujar Ade. n yessy pande iroot

19
GEMA
Pencairan Dana Abadi Luntur
TASIKMALAYA – Empat fraksi di DPRD Kabupaten Tasikmalaya yakni Golkar, Demokrat, PKS dan PKB yang pada Rabu (13/10) pekan lalu, membaikot pencairan Dana Abadi pada Sidang pembahasan Anggaran, akhirnya luntur, dan menyetujui Dana Abadi dicairkan. Ketidakkonsekuennya dari ke empat fraksi untuk tidak dicairkannnya Dana Abadi, mengundang berbagai tandanya dari sejumlah simpatisan pemuka masyarakat ke empat fraksi tersebut. “Semula mereka tidak menyetujui pencairan Dana Abadi dengan membaikot sidang. Tapi akhirnya mereka menyetujui. Ada apa dibalik itu?” kata KH.Undang Abdullah seraya menyebutkan, ada kepentingan lain jelang Pemilukada. Sebelumnya dinyatakan bahwa Perda tentang Dana Abadi akan dicabut. Namun akhirnya pada Rapat Banmus yang dilaksanakan, Senin 11 Oktober 2010 disetuji untuk mencairkan Dana Abadi. Pencabutan “Kiranya anggota DPRD yang semula membaikot pencairan Dana Abadi akhirnya menjadi luntur menyetujinya. Ini kemungkinan mereka saling membutuhkan kepentingan karena menjelang Pemilukada butuh duit,” ungkap Asep Maiman SH, pengamat Pilkada. n h madjid rw

NASIONAL
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

Bongkar Indikasi Korupsi Bulog
CIREBON – Kepala Gudang Beras Bulog (GBB) Gintung Tengah, Najib, cenderung rentan premanisme dan menyembunyikan transparansi publik terkait kelemahan kinerja instansinya. Buktinya, Najib memerintahkan Wagi dari LSM PC. Peduli Pribumi Cirebon untuk menghalanghalangi pemberitaan Tabloid Sensor terkait kesimpangsiuran pengembalian uang kelebihan pembelian gabah kering TA 2004/2005 sekitar Rp57.500.000. Kontan saja, Surat Pemberitahuan pun dilayangkan ke Kapolres Cirebon AKBP Edi Mardianto SIK tanggal 14 Oktober 2010 untuk mencegah kriminalisasi pers. Kepala Kejaksaan Negeri Sumber Happy Hadiastuty SH CN melalui Kasi Pidsus Pieter Sahanaya SH menegaskan, “Tindakan Najib selaku Kepala Gudang Bulog itu sudah kurang ajar, sebab beraniberaninya menyuruh pihak tertentu untuk menghambat tugas jurnalistik. Oleh karena itu, pihak kepolisian harus mewaspadai tindakan-tindakan yang kemungkinan dapat mengancam keselamatan dan keamanan wartawan saat bertugas”. Anehnya, Najib malah berkilah, “Saya tidak tahumenahu tentang masalah pengembalian kelebihan uang pembelian gabah kering pada TA 2004/2005, sebab menjadi kewenangan Kasubdivre Cirebon Rusdianto dan mantan Kepala Gudang Bulog Gintung Tengah, Mukadi Purbadi yang kini tinggal di Cibiuk, Plumbon. Lagipula, saya juga tidak punya data atau arsip menyangkut persoalan itu, termasuk kontrak kerjasama dengan mitra kerja”. Data terangkum menyebutkan, GBB Gintung Tengah mempunyai sedikitnya empat mitra kerja, yakni PB Sumber Rejeki sesuai Surat Perintah Terima Barang (SPTB) No:00602/10/2010/112/01, PB Sri Asih Sujono sesuai Kontrak No:00137/10/2010/01/KB2 tanggal 5 Oktober 2010, UPGB Gintung Tengah sesuai SPTB No:00595/10/2010/112/01 dan PB Sri Asih H Tholib sesuai Surat Perintah Pemeriksaan Kualitas (SPPK) dengan Kontrak No:00075/09/2010/02/KTG tanggal 24 September 2010. Menurut Kasi Pidsus Pieter, Najib terlihat berupaya untuk menutupi fakta yang sebenarnya, sebab semestinya Kepala GBB Gintung Tengah dan Kasubdivre Cirebon memiliki data tentang Surat Kontrak Kerjasama dengan mitra kerja dan bukti pengembalian uang kelebihan pembelian gabah kering andaikata sudah dibayar. “Kepala GBB Gintung Tengah

wajib mengembalikan uang kelebihan pembelian gabah kering pada TA 2004/2005 sebesar Rp 57.500.000. Bila uang tersebut tidak dikembalikan, maka yang bersangkutan bisa terindikasi melakukan tindak pidana korupsi karena dianggap telah menyalahgunakan kewenangan/jabatan terlebih ada kerugian uang negara. Kami akan menyelidiki kasus tersebut sampai tuntas,” tegas Pieter. n tri van royen, sutawijaya

Pendaftaran CPNS Terhambat, Belum Ada Kepastian
MAJALENGKA - Masyarakat banyak begitu antusias saat terpampang pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemkab Majalengka di buka dan di pasang hampir di semua sudut perkantoran, serta di berbagai media cetak yang ada. Namun, pendaftaran CPNS berkendala, dan belum ada ke pastian waktu pelaksanaan pendaftaran Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Majalengka, H. Siswantoro Stoven menyangkal jika terjadi keterlambatan. “Kami masih menunggu keputusan dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) menyangkut peruntukan formasi pegawai dari kuota sebanyak 200 CPNS yang ditetapkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) tahun ini. Dalam waktu dekat, kami akan menghadap langsung ke Kemenpan di Jakarta untuk menanyakan langsung perkembangan tetang masalah ini,“ jelasnya. Disebutkannya, pengumuman mengenai pendaftaran CPNS ini di buka pada bulan Oktober, kemudian bulan berikutnya sudah memasuki proses pendaftaran, sementara untuk pelaksanaannya sendiri akan dijadwalkan serentak di seluruh Jawa Barat. Pelaksanaan tes dilaksanakan bersamaan di setiap daerah-daerah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi ledakan peminat sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat secara luas untuk mengikutinya. Ia menambahkan, untuk penerimaan CPNS di Kabupaten Majalengka tahun ini terdapat persyaratan khusus yang cukup mengikat setiap pendaftar CPNS. Mereka harus bersedia untuk tidak berpindah tempat bekerja selama lima tahun sejak dari pengangkatannya. Artinya, mereka bisa mengajukan pindah setelah masa kerja mereka lima tahun, dan baru mendapatkan rekomendasi boleh pindah ke luar daerah ataupun ketempat asal mereka, sekurang-kurangnya harus mengabdi terlebih dahulu di lingkungan Pemkab Majalengka selama lima tahun. Sebab, berdasarkan pengalaman, mengikuti lowongan penerimaan CPNS hanyalah batu loncatan, mengingat tidak adanya formasi di daerah asalnya. Selanjutnya, jika hal ini terjadi, pihaknya akan memberikan sanksi terhadap pegawai tersebut berupa sanksi administratif hingga pengantian biaya. “Kami membuka pernerimaan CPNS karena benarbenar didasarkan kepada kebutuhan pegawai. Karena itu, kami masukan persyaratan tersebut agar mereka yang mendaftar CPNS dapat berpikir dan mengetahui risiko yang harus mereka terima bila melangarnya,” jelasnya. n yessy pande iroot

Ketua DKT Serahkan Cinderamata
TEGAL - Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal Nurngudiono, Rabu (13/10) lalu hadir dalam acara pentas seni dan aksi masyarakat pergerakan penyelamatan alam di Desa Pandansari brebes. Melalui kegiatan itu pula Ketua DKKT berkenan memberikan cinderamata lukisan seorang kawan penggerak seni di Pantura yang kebetulan juga tertarik dengan pergerakan di Pandansari. Kehadiran Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal Nurngudiono, dalam rangka memenuhi undangan Kelompok Tani Mangrove Pandan Sari. Kehadiran Tegal disambut dikoordinatori IPPHTI Brebes, dengan hangat bersama masyarakat setempat. Dalam kesempatan yang sama, ketua Kelompok Mangrove Mas Hadi berkesempatan menerima kado atas keberhasilan kegiatannya dalam rangka kampanye penyeimbangan alam. Mas Hadi yang didampingi komandan Jaga Segara Wasjan menerima Lukisan Foto Estu Marhaento karya sastrawan dan Pelukis kota Tegal Rofii Dimyati. Estu Marhaento sebagai salah satu penggerak kesenian di Pantura. Ia adalah seorang sahabat seniman Tegal yang dinilai sebagai orang dalam hidupnya memiliki perhatian besar terhadap konservasi pantai khususnya di Desa Pandan Sari. n nurochman sudibyo

Ade Firdaus, Mantan Anggota DPR-RI Dikejar Hutang
diketahui sebagai penagih hutang, datang ke rumah megah itu untuk meminta uang yang telah diberikan kepada Ade, dikembalikan lantaran proyek yang dijanjikan gagal terealisasi. Informasi yang di peroleh Tabloid Sensor di tempat kejadian, peristiwa ini terjadi Rabu (13/10) sekitar pukul 08.00 WIB. Sekitar sepuluh penagih hutang mendatangi rumah itu. Sebagian menunggu di luar, sebagian lagi berada di dalam rumah. Mereka datang dengan mengendarai tiga unit mobil. Ade Firdaus sendiri kaget melihat kedatangan serombongan pria asing. Masyarakat setempat pun semula menduga pria asing tersebut hendak merampok. Mereka pun mendatangi lokasi. Salah satu mobil Suzuki APV warna silver Nopol D 1142 TF yang berisi enam orang pria berhasil diamankan, dan kendaraan pun dirusak. Beruntung penumpangnya selamat setelah diamankan petugas kepolisian. Peristiwa ini mengundang perhatian Kapolres Majalengka AKBP Sonny Sonjaya SIK yang datang ke lokasi didampingi Kasat Lantas AKP Rizal Jatnika SE. “Kasus ini terkait dengan uang yang telah diterima Ade Firdaus. Setelah kami mintai keterangan dari pemilik rumah (Ade Fidaus), langsung kami amankan enam orang,” jelasnya. Kini, mobil Suzuki APV yang dirusak massa diamankan sebagai barang bukti di Mapolres Majalengka. Ade Firdaus sendiri harus mengembalikan uang yang telah diterimanya sebesar Rp1,5 miliar, dan masih tersisa Rp800 juta yang belum dikembalikan. n yessy pende iroot

MAJALENGKA - Ade Firdaus, mantan anggota Komisi X DPR-RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Majalengka, merupakan sosok yang selalu dihormati oleh masyarakat Desa Dawuan, Kecamatan Dawuan, serta Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Majalengka. Harta kekayaannya

melimpah, terlihat dari bangunan rumahnya di Blok Jombol Desa Dawuan, Kecamatan Dawuan, yang bak istana. Namun, beberapa hari belakangan ini, masyarakat setempat dikejutkan dengan keramaian yang ada di kediaman Ade Firdaus. Beberapa orang tak dikenal yang belakangan

NASIONAL
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

20

TERAS
Bupati Santuni Korban Bencana

BantuanRaskinDesaKenangaMenurun
INDRAMAYU - Bantuan beras miskin (Raskin) di Desa Kenanga Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu mengalami penurunan. Tahun 2008 mendapat bantuan raskin 9.5 ton, tahun 2009 turun menjadi 7,6 ton, dan tahun 2010 hanya 5,4 ton, Kuwu Desa Kenanga Edi Suyono kepada Tabloid Sensor menjelaskan, proses penyaluran raskin ke masarakat, khususnya Desa Kenanga telah disalurkan melalui RT dan RW masingmasing. Hal ini agar tidak ada kecemburuan dari lain pihak. Untuk tahun 2010 desa Kenanga mendapat bantuan raskin sebanyak 5,4 ton, karena masyarakat banyak yang minta kebagian maka raskin tersebut bagi habis kepada masarakat walaupun ada beberapa orang yang tidak menerima itu karena tergolong orang kaya, Jumlah penduduk atau KK di Desa Kenanga mencapai 2.000 KK. Adapun yang menerima raskin sekitar 1.800 KK. Diakuinya, untuk membagi jumlah bantuan hanya 5,4 ton sangat sulit, sebab yang menginginkan raskin bukan hanya masarakat miskin, termasuk PNS dan keluarga TNI mendapat raskin. Sebelumnya Desa Kenanga tahun 2008 mendapat raskin 9,5 ton, sehingga masarakat mendapat 5 kg. KK, sedangkan tahun 2009 terjadi penurunan dari 9,5 ton menjdi 7,6 dan tahun 2010 hanya dapat 5,4 ton. Kalau saja pembagian raskin sesuai aturan Nasional, yakni tiap keluarga miskin mendapat 15 Kg/KK, itu sangat efektif dan tidak membingungkan pemerintahan desa, namun apa boleh buat aturan pemerintah memang cukup bagus. Akan tetapi dilapangan tidak seperti teori, nyatanya semua masyarakat menginginkan raskin tersebut. “Oleh karenanya, setiap bantuan raskin kami bagi habis kepada yang menginginkan, itu ada standar atau kreteria, dan bagi warga yang mapan mungkin malu menerima raskin,” katanya . Kuwu menambahkan, Desa Kenanga dikenal sebagai desa Industri, karena banyak perusahaan krupuk, khususnya di blok Dukuh Kenanga, sedikit bisa tertopang dengan adanya pabrik krupuk tersebut. Tapi bagi masarakat lainnya, tetap sama dengan masarakat lain. Padahal di Desa Kenanga, bukan hanya pabrik krupuk yang ada, jauh sebelumnya Desa Kenanga terkenal pabrik tahu dan tempe, namun perusahan tempe dan tahu tidak berkembang. “Secara pemerintahan kami akan berupaya menghidupkan kembali pabrik tempe dan tahu, namun tentunya perlu adanya pembinaan dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Perindustrian. Sebab, jika hal ini bias dikembalikan seperti semula, tentunya di Desa Kenanga terdapat tiga perusahan selain perusahaan krupuk. Selama ini, kami belum pernah ada bantun dari APBD maupun APBN yang alokasinya khusus untuk menghidupkan perusahan yang selama ini menjadi andalan desa Kenanga seperti perusahaan tempe dan tahu,” jelasnya. n duliman

CIREBON – Bupati Cirebon Dedi Supardi, baru-baru ini, memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk korban bencana angin putting beliung di Desa Mundu Masigit Kec. Mudu. “Saya berharap bantuan tersebut berguna bagi masyarakat, terutama korban bencana alam,” terang Bupati Cirebon. Dinas Sosial Kab. Cirebon juga memberikan bantuan berupa bahan makanan, seperti beras, mie instant, makanan kaleng dan selimut. Angin puting beliung menerjang wilayah Mundu Masigit, mengakibatkan sedikitnya 62 rumah rusak berat. “Kami bersyukur atas bantuan yang diberikan Bupati Cirebon,” tutur warga. n tri van royen

Tinjau Pengembalian Utang Luar Negeri
CIREBON – Pemerintah Indonesia dan Asian Development Bank (ADB), pada 31 Juli 2003 menandatangani perjanjian pinjaman luar negeri sesuai Loan Agreement No.1964INO (SF) Sustainable Capacity Building Decentralization Project (SCBDP) senilai SDR 31.945.000. Kab. Cirebon merupakan 1 dari 23 kabupaten/kota yang kecipratan menikmati utang luar negeri tersebut terhitung sejak 5 September 2003 sampai 30 Juni 2009. Hasil laporan monitoring dan evaluasi (monev) Direktorat Evaluasi, Akuntansi dan Setelmen pada Ditjen Pengelolaan Utang Depkeu tercatat beberapa temuan penting. Untuk mendukung program SCBDP pada TA 2007 dialokasikan dana penunjang sebanyak Rp 97.644.000, TA 2008 dialokasikan juga dana pendamping dari APBD sebesar Rp 75.588.000. Kabarnya, dalam APBD TA 2009 dialokasikan dana pendamping sebesar Rp 571.159.200 dan dana penunjang Rp 200 juta. Anehnya, Pemkab Cirebon hanya menerima copy DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran), sedangkan aslinya tidak diketahui keberadaannya. Penggantian tenaga konsultan pendamping yang berasal dari CPMO pun terjadi sebanyak tiga kali, praktis menghambat proses pelaksanaan SCBDP. PP No.2/2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Dan/Atau Penerimaan Hibah Serta Penerusan Pinjaman Dan/Atau Hibah Luar Negeri, khususnya Pasal 27 Ayat (2) menegaskan, Publikasi Informasi mengenai pinjaman dan/atau hibah luar negeri, antara lain meliputi kebijakan pinjaman, sumber dan jenisnya serta valuta, struktur jatuh tempo juga komposisi suku bunga. n tri van royen, sutawijaya

Modal Pengembangan Prestasi PNS
CIREBON – Prestasi kerja yang sudah ditorehkan oleh pejabat terdahulu, hendaknya dijadikan modal acuan dalam pengembangan prestasi PNS di masa-masa berikutnya. Hal ini mengingat bahwa jabatan hanyalah amanah atau kepercayaan Allah SWT, sehingga harus dijalankan dengan kesungguhan dan keikhlasan. Demikian penegasan Bupati Dedi Supardi, saat melantik sekaligus mengambil sumpah 10 orang pejabat eselon III, 68 pejabat eselon IV dan 36 kepala sekolah di Ruang Nyi Mas Gandasari Gedung Setda Kab. Cirebon, belum lama ini. “Pelantikan pejabat selain secara admnistratif untuk mengisi kekosongan jabatan sekaligus melaksanakan tour of duty dan tour of area, secara subtantif juga bertujuan untuk memantapkan langkah dan semangat pembangunan sistem birokrasi yang berlandaskan transparansi, obyektivitas dan akuntabel. Sehingga diharapkan tercipta optimalisasi, pengalaman dan produktivitas aparatur dilingkup Pemkab Cirebon,” kata Dedi Supardi. Menurutnya, pejabat eselon III yang baru dilantik harus menandatangani Pakta Integritas. “Itu merupakan simbol dari sikap profesional dan kesiapan serta kesediaan untuk senantiasa berpegang teguh pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku,” jelasnya. n tri van royen

Kualitas Proyek Bina Marga Buruk
CIREBON – Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Sumber, Pieter Sahanaya SH menegaskan, bila mencermati sejumlah contoh gambar proyek Jalan KapetakanGegesik pada Dinas Bina Marga (DBM) Kab. Cirebon terlihat kualitasnya jelek. “Hal itu bisa saja diakibatkan besteknya yang kurang baik dan bukan karena beban berat kendaraan yang sering melintas disana. Oleh sebab itu, kami akan menyelidiki lebih jauh untuk mendeteksi dugaan penyimpangan atas proyek tersebut,” tandas Pieter. Berdasarkan Pengumuman Pelelangan Umum No:602.1/10-PAN/2009 tanggal 15 Mei 2009, proyek Jalan Kapetakan-Gegesik bernilai Rp 841.947.000. Sedangkan total proyek Dinas Bina Marga TA 2009 sebanyak pihaknya akan mengecek seluruh proyek tersebut. “Kalau kerusakan ditempat lain hampir sama seperti yang terlihat pada contoh gambar proyek Jalan KapekatanGegesik, maka kemungkinan modusnya pun tak jauh beda. Ini yang harus diwaspadai untuk mencegah kerugian keuangan negara/daerah,” tandasnya. Sementara itu, Bupati Cirebon Drs H Dedi Supardi MM, Sekda Drs H Nur Riyaman Novianto MM dan Inspektur Drs H Mansyah Rizal MSi, kelihatannya perlu waktu untuk menganalisa keluhan sejumlah pihak atas dugaan budaya malas masuk kantor yang dilakukan Kadis Bina Marga Ir H Hendra Tadjono MM, termasuk tabiat menyepelekan legitimasi pers dan buruknya kualitas proyek jalan. n tri van royen, sutawijaya

83 paket dengan nilai sekitar Rp 39 miliar.

Kasi Pidsus Pieter menambahkan, bila perlu

21
KILAS
Silaturahim Masyarakat Bahari-Ayu Tegal
TEGAL - Sebuah perhelatan tahunan belum lama ini digelar Pemkot Tegal. Kegiatan bertajuk pergelaran seni budaya dan pengenalan produk Tegal ini berlangsung di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Kegiatan tersebut dikaitkan pula dengan ajang silaturahim masyarakat Bahari-Ayu Tegal yang berada di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi). Agaknya panitia penyelenggara dalam hal ini Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga kota Tegal cukup bekerja sebagai kaca pengilon. Artinya ini sebagai cerminan kedepan bahwa keberhasilan kerja tahun ini dinilai positif. Karena sukses penyuguhan seni budaya dan produk Tegal pada Masyarakat Bahari-Ayu memberi angin segar. Bahwa pencapaian produk yang dihasilkan maupun seni budaya yang di pergelarkan adalah suatu bentuk kongkrit keseriusan kepemimpinan kepala daerah. Walikota Tegal, Ikmal Jaya SE, Ak dalam sambutannya lebih menekankan kepada kesenian Tegal agar bisa dikenal secara luas. Untuk itu sarana paling efektif adalah bagaimana caranya kesenian Tegal masuk TV Swasta. Harapan Ikmal akan menjadi realita keberhasilan pembangunan seni dan budaya, manakala masyarakat Tegal di Jakarta merespon kesenian Tegal yang tak kalah dengan kesenian daerah lain. n dyah setyawati

NASIONAL
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

TASIKMALAYA - Satu dari empat pasangan calon bupati dan wakil bupati perseorangan, yakni Ade Sumia–Nanang Mamur dinyatakan lolos verifikasi oleh KPUD. Penetapan tersebut berdasarkan hasil rapat KPUD yang digelar tanggal 8 Oktober 2010 di Kantor KPUD Singaparna. Namun bagi empat pasangan yang tidak lolos verifikasi, masih diberi kesempatan untuk melakukan persyaratan jumlah pendukung 3 persen

Satu Cabub Lolos Verifikasi
dari jumlah penduduk di Tasikmalaya. Menurut Ketua KPUD, Deden Nurul Hikmat, pasangan independen Ade Sumia dan Nanang Mamur sudah memunuhi persyaratan dukungan 3 persen dari jumlah penduduk Tasikmalaya, yakni mendapat dukungan 50.977 orang secara faktual dari jumlah penduduk Tasikmalaya 1.699.222 jiwa. Pasangan ini berhak mendaftarkan diri langsung ke KPUD. Tiga pasangan lainnya yang tidak lolos verifikasi atau belum memenuhi dukungan 3 persen dari jumlah penduduk Tasikmalaya masih diberi kesempatan untuk melengkapi data dukungan dari mulai 19 sampai 24 Oktober. Namun demikian bagi pasangan yang belum memenuhi kesempatan sampai batas tersebut diatas masih diberi kesempatan untuk mendatarkan diri. Sementara pasangan lain yang harus melengkapi jumlah dukungan yakni pasangan Harmaen Muhyi-Tachman

Iding Husen, pasangan Endang Hidayat-Ahmad Juhana, pasangan Endang KhusaeniSuparman. Ketiganya masih ada kekurangan sekitar 15.000 untuk mencapai 3 persen dari jumlah penduduk. Meski belum memenuhi persyaratan dukungan,tapi pihak KPUD masih memberi kesempatan untuk mendaftarkan diri.Dengan syarat melengkapi jumlah dukungan dri mulai tanggal 11 Oktober sampai 24 Oktober 2010. n h madjid rw

Bupati Tasik Lepas Calhaj ke Tanah Suci
TASIKMALAYA - Sebanyak 1.313 calon jemaah haji Kabupaten Tasikmalaya, dilepas Bupati Tasikmalaya, H. Tatang FH di Pontren Cipasung Singaparna, pekan lalu. Pemberangkatan calon jemaah haji dari Tasikmalaya dibagi 8 kloter. Bupati Tatang FH dalam pelepasannya mengatakan, calon jemaah haji dari Tasikmalaya harus mengingat nilai substansi pelaksanaan haji yang akan dilakukan, agar saat kembali ke Indonesia mampu menjadi suri tauladan yang baik dan bermanfaat. Kepala Kementrian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Saban Hilal, SH didampingi Kasi Urusan Haji, Drs. H. Usep kepada Tabloid Sensor mengatakan, kloter 5 sebanyak 424 orang diberangkatkan tanggal 12 Oktober, tanggal 19 Oktober untuk kloter 23 sebanyak 414 orang, kloter 40 sebanyak 29 orang, tanggal 29 Oktober kloter 54 sebanyak 140 orang, kloter 77 sebanyak 28 orang. Sementara kloter 78 sebanyak 52 orang dan kloter 85 sebanyak 222 orang diberangkatkan tanggal 8 November dan kloter 88 diberangkatkan taggal 9 November. Sedangkan untuk kloter 23 tanggal 19 Oktober, kloter 54 tanggal 29 Oktober, kloter 85 tanggal 8 Nopember dan terakhir kloter 88 tanggal 9 Nopember. Kasi Urusan haji, Drs. Usep mengatakan, semua calon jemaah haji secara fisik semuanya sehat. Sementara calon jemaah haji Kota Tasikmalaya akan diberangkatkan mulai tanggal 19 Oktober. Kelompok pertama sebanyak 10 orang akan bergabung dengan kloter 23. Untuk kloter 54 sebanyak 2 8 4 o r a n g a k an dilepas Walikota H. Syarif tanggal 29 Oktober. Kasi Urusan haji Kementrian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H . D a d a n g T o ha Muslim mengatakan, calon jemaah haji asal Kota Tasikmalaya akan diberangkatkan dalam 8 kloter. n h madjid rw, sabihin

BREBES - Dugaan Pemkab Brebes tak peduli terhadap pembangunan infrastruktur di Desa Pandansari Kecamatan Brebes memperoleh jawaban langsung dari pimpinaan tertinggi Pemkab Brebes saat ini. Wabup H. Agung Widiyantoro SH Msi hadir dalam acara Malam Pentas Seni dan aksi yang dimotori oleh mantan Lurah Desa Pandansari Wasjan. Dalam kesempatan yang tidak disangka-sangka tersebut, nampak masyarakat menjadi gembira. Pasalnya, jika demo yang dilakukan masyarakat Pandansari tidak memperoleh respon, kenyataan ketika Mas Agung selaku Wakil Bupati Brebes yang telas datang, akhirnya membuat lega masyarakat desa Pandansari. Rabu (12/10) malam lalu itu, masyarakat Desa Pandansari yang telah berkumpul di tempat lapang bersama dengan tokoh masyarakat lainnya menerima kehadiran Mas Agung. Hasilnya pun menggembirakan. Mas Agung mampu memberikan pencerahan terhadap apa yang diinginkan masyarakat setempat. Bahkan Mas Agung berjanji merealisasikan pembangunan jalan dari Desa Wanasari menuju Kecamatan Brebes. “Sabar, yang penting sabar dulu. Mengalokasikan anggaran itu ada aturannya,” katanya. n dyah setyawati

Penuhi Keinginan Warga

KPUD Buka Pendaftaan Pasangan Cabub
TASIKMALAYA - Meski dead line pendaftaran pasangan calon bupati (Cabub) oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tasikmalaya sudah dibuka tanggal 12 sampai 18 Oktober 2010, namun belum ada pasangan calon yang mendaftar ke KPUD. Partai politik yang mengusung pasangan calon masih sibuk melakukan rapat persiapan persyaratan berdasarkan peraturan KPUD. Masalahnya, berkas persayaratan calon harus lengkap. Begitu juga calon bupati dan wakil bupati perseorangan, disibukkan dengan kekurangan data pendukung yang kurang dari tiga persen dari jumlah penduduk Tasikmalaya. “Apabila persyaratan calon tidak lengkap, maka pasangan calon yang didaftarkan partai politik dan perseorangan tidak akan dicatat,” kata Ketua KPUD Kabupaten Tasikmalaya, Deden Nurul Hidayat kepada Tabloid Sensor. Menurut Deden, persyaratan calon yang diusung partai politik, meliputi foto kopi SK DPD Demokrat, H.Ucu Asep Dani. Namun dalam tempo dua hari, niat Golkar berkoalisi dengan Demokrat berubah total. Partai yang didirikan Presiden SBY itu ditinggalkan. Sementara Golkar memilih bersanding dengan H. Subarna, Sekretaris PPP Kabupaten Tasikmalaya. H.Subarna dicalonkan menjadi calon Bupati sedangkan Ketua DPD Golkar Hj. Dede T. Widarsih sebagai Wakil Bupati. Namun, Golkar masih menunggu keputusan DPP PPP masalah Subarna. Tokoh masyarakat Tasik Selatan, KH. Kundang sangat mendukung Subarna menjadi calon Bupati berpasangan dengan Hj. Dede yang keduanya sama-sama dari Tasik Selatan. Secara matematik, Subarna dan Hj. Dede mendapat dukungan masyarakat Tasik Selatan sesuai dengan daerah pemilihannya. Sedangkan H. Uu mendapat dukungan masyarakat Tasik Utara. Alhasil akan terjadi persaingan ketat antara masyarakat Selatan dan Utara. n h madjid rw

pendirian partai dan AD/ ART atau surat pernyataan berkoalisi bagi gabungan partai politik (koalisi) yang ditanda tangani ketua dan sekretaris partai, disertai dengan berita acara dari partai politik gabungan. Keterangan yang dihimpun Tabloid Sensor, Partai Golkar masih mengincar calon wakil Bupati. Menurut informasi, Golkar akan merekrut calon

Wakil Bupati dari Partai Demokrat. Karena koalisi dengan PPP yang dilaksanakan di Suryalaya sudah tidak mungkin untuk diteruskan. Salah satu jalan keluar berkoalisi adalah dengan Demokrat, karena Golkar memiliki 8 kursi di DPRD dan Demokrat 7 kursi. Maka dalam Pemilukada mendatang, akan menjadi kekuatan besar, bila bergadengan dengan Ketua

NASIONAL
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

22

TERAS
Tanah Negara Bebas Dikuasai Perorangan
INDRAMAYU - Tanah negara baik yang masuk kategori tanah Regendoom, tanah Pangonan, tanah titisarah, dan tanah timbul di Kabupaten Indramayu, saat ini dikuasai secara perorangan. Pendapat ini sebagaimana dituturkan oleh Ir. Ratmoko, salah satu Kasi di BPN Indramayu. Menurutnya pula penguasaan aset negara ini sudah berjalan sangat lama. Akibatnya Negara dirugikan miliaran rupiah. Kepada Tabloid Sensor, baru-baru ini, Ratmoko menyarankan agar ada gerakan yang melakukan pembelaan terhadap nasib rakyat yang berpuluhpuluh tahun mengelola tanah negara bebas. “Mereka sebenarnya sudah saatnya memiliki hak tanah tersebut. Pemerintah tinggal mengambil pajaknya saja, Kan bermanfaat untuk kemakmuran rakyat,“ ujar Ratmoko. Lebih lanjut dijelaskan oleh Ratmoko, selama ini ada indikasi Pemkab dan DPRD ikut bermain dalam pelaksanaannya. Padahal jika tanah-tanah tersebut di proses agar diserahkan kepada masyarakat Pemerintah daerah justru akan memperoleh retribusi yang jelas ketimbang melalui proses calo dan lelang yang menguntungkan orangperorang. “Kalau ada kelompok orang memakan keuntungan dari aset negara bebas, apa dong namanya kalau bukan korupsi?“ keluh Ratmoko. n nurochman sudibyo

LSM Polisikan Kuwu
INDRAMAYU - Lembaga Swadaya Masarakat (LSM) Anti korupsi melaporkan Kuwu Tegal Sumbadra, Kecamtan Balongan, Kabupaten Indramayu, terkait dugaan tindak pidana penggelepan dana pengembalian pajak bumi dan bangunan (PBB) tahun 2009. Demikian seperti yang diungkapkan ketua LSM Anti Korupsi Iko Rihando kepada Tabloid Sensor. Hingga sekarang dana pengembalian PBB Desa Tegal Sumbadra masih belum di gunakan untuk pembangunan desa, termasuk pembuatan SPJ desa masih belum. Ironisnya tanggal 20 Juni 2009 telah muncul SPJ yang seakan dana pengembalian PBB sudah diperuntukan. Padahal, menurut LSM hingga sekarang dana tersebut tidak tahu rimbanya. Justru timbulnya SPJ tersebut patut dupertanyakan, diduga SPJ yang di timbulkan oleh kuwu adalah fiktif. Dugaan fiktifnya SPJ ditengarai adanya kwitansi palsu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pasalnya, kwitansi tersebut diperuntukan membayar mabeler yang dapat membeli dari PD Maya. Saat di temui LSM, PD Maya tidak pernah menanda tangani kwitansi pembelian mabeler sebesar Rp2,500.000. Informasi yang muncul menurut pengakuan kuwu, uang pengembalian PBB sebesar Rp22.021.425 telah digunakan untuk bayar hutang ke Bank Perkreditan rakyat (BPR) Balongan sebesar Rp20.000.000. Laporan ke Polres Indramayu sebagaimana surat yang di tandatangani LSM bukan hanya penggelapan dana pengembalian PBB, akan tetapi uang hasil penjualan pintu air, uang penjualan Beras Miskin (raskin) dan penyalahgunaan realisasi Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Desa (RAPBDES). Hingga berita ini dibuat, laporan adanya dugaan penggelapan oleh Kuwu Tegalsumbadra M. Ruhyat masih tidak jelas sejauh mana penanganan kasus tersebut. Sementara menurut Advokat Mahfudin SH yang menangani kasus Kekerasan Dalam RumaTangga (KDRT) yang dilakukan oleh Kuwu Tegalsumbadra terhadap istrinya, hal yang sama melaporkan ke Polres Indramayu. Namun sayang, hingga sekarang kasus KDRT yang melibatkan kuwu Tegalsumbadra tidak jalan. Sementara menurut Maffudin SH, kasus KDRT sudah selayaknya bagi penegak hukum baik mulai Polres maupun Kejaksaan hendaknya jangan tebang pilih. Sebab, yang namanya pelapor adalah di lindungi undang-undang dan hak bagi semua warga, maka sangat disayangkan jika penegak hukum tidak menuntaskan persoalan KDRT. n soni s

Sejumlah Kontraktor Mengeluh
INDRAMAYU - Pembangunan tahun anggaran 2010 bersumber dari Anggaran Belanja Daerah (APBD), terancam mengurangi kualitas. Hal ini ditengarai adanya beberapa kontraktor yang diwajibkan memberi setoran, baik untuk peket lelang maupun paket pemilihan langsung (Pilsung). Keluhan ini juga dilengkapi atas jarangnya Kabid Pengelolaan Sumberdaya Air, Pertambangan dan Energi (PSDATAMBEN) berada di ruang kerjanya Fonemena seperti ini banyak dikeluhkan para kontraktor yang mendapatkan paket pekerjaan di Dinas PSDA Kabupaten Indramayu. Konon setiap mendapatkan paket lelang maupun paket pilsung, harus setor sebesar 14%, dari jumlah ril cos, belum lagi pengeluran lain saat mengerjakan pekerjan di lapangan, terutama para pengawas proyek yang selalu merecoki para kontraktor yang mendapat paket tersebut. Bahkan, terkesan menjadi penghasilan rutin bagi para pengawas. Kepada Tabloid Sensor, sumber berinitial HD menjelaskan bahwa sistem seperti ini nampaknya sudah tidak menjadi rahasia umum. Apalagi saat ini diduga ada broker proyek, sehingga pada Dinas PSDA tersebut hanya menjadi logo dari pemerintahan belaka. Ini terjadi pada paket lelang, anehnya yang mengatur semua ini adalah salah satu pengusaha yang berhasil merubah semua aturan. Oleh karenanya, Kepres 80 khususnya di Indramayu, tidak berjalan. Para kontraktor sejujurnya tidak sejalan dengan adanya broker proyek di lingkungan PSDA. Sebab, dari jumlah setoran yang ada, mau tidak mau untuk keuntungan sebesar 10%, ditambah lagi potongan PPh dan PPn. Melihat kondisi seperti ini, menurut HD, kwalitas pekerjaan di lapangan mau tidak mau akan berkurang. Maka, tidaklah heran jika pembangunan yang di dapat dari Dinas PSDA, kualitas pekerjaan sangat kurang, karena tidak mengutamakan kwalitas akan tetapi disinyalir berbau bisnis. n jhoys arcan, imam santoso

Disperindag Panggil Rekanan Nakal
KAJEN – Terkait bantuan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dari Pemkab Pekalongan melalui Disperindag dari dana APBD sebesar Rp263 juta, ditemukan adanya kenakalan pihak rekanan yang menyalahi spek. Disperindag pun langsung memanggil pihak rekanan tersebut. Dalam spek, seharusnya ATBM dibuat dengan bahan kayu Kalimantan, namun pada proses pembuatannya kayu yang digunakan campuran, yakni kayu rambutan dan durian, yang akan dibuat sebanyak 17 buah ATBM. Menurut Kasi Perindustrian, M. Nasri ketika ditemui Tabloid Sensor dikatakan bahwa pihak Disperindag sudah melakukan pemanggilan terhadap rekanan yang menangani dan akan segera diganti dengan kayu sesuai spek, yakni kayu Kalimantan. Yang menjadi ganjalan dari tim investigasi, dalam hal ini adalah LSM Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu, seperti dikatakan oleh ketuanya, Mustofa. Mengapa semudah itu Disperindag memanggil pihak rekanan yang jelas melakukan kenakalan hanya diminta segera mengganti kayu sesui speknya, tanpa memberikan sanksi tegas, karena telah melakukan indikasi penyimpangan? “Seharusnya rekanan tersebut diberikan sanksi sesuai pelanggarannya,” kata mustofa. n hadi sulistiyono

Galian C Jalan Terus, Asal Persyaratan Dipenuhi
KAJEN - Tak sekali masyarakat melancarkan aksi demo ataupun pendekatan secara persuasif, dan berkali kali pula media memberitakan masalah keberadaan sungai Singkawang Karanganyar. Terakhir masyarakat juga melancarkan aksi pemberian bingkisan batu kepada DPRD dan instansi pemerintah yang terkait. Namun, semua itu hanyalah kisah cerita pendek (cerpen) orang-orang pinggir yang ditinggalkan. Masyarakat berpendapat, wajar ketika harus mempertahankan kekayaan daerah agar tidak dinikmati oleh orang-orang luar daerah, karena kekayaan hasil sungai singkarang sangat berlimpah. H a n ya saja , p emerin tah daerah kabupaten Pekalongan tidak ada kesempatan untuk mengolahnya menjadi aset PAD. Demikian pendapat masyarakat aktivis LSM di Kabupaten Pekalongan. masyarakat pekerja atau masyarakat lingkungan sekitar lokasi kegiatan, seharusnya terjadi sinergi dalam berkomunikasi. Sehingga, nantinya tidak akan terjadi kesalahpaham menjadi permasalahan. “Untuk mengarah semua itu, kuncinya adalah ‘jalin komunikasi’ dengan tidak meninggalkan aturan main yang berlaku sesuai perda Kabupaten Pekalongan,” katanya. Lebih menukik pada pemberdayaan lingkungan yang merupakan aset daerah, bentuk pekerjaan apapun yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat khusunya dan peningkatan Pendapatan Asli Derah (PAD) serta untuk kepentingan secara umum menyangkut pengembangan dan pembangunan, Bupati tidak akan mempersulit. n hadi sulistiyono

Terkait dengan masalah yang terjadi saat ini adanya kegiatan Galian C di daerah sungai singkawang tersebut, belum lama ini Wakil Bupati Pekalongan, Wahyudi Ponco Nugroho berserta jajaran pejabat pemerintahan terkait, Rabu (13/10) serentak turun lapangan melakukan sosialisasi mekanisme galian C kepada masyarakat, perangkat kelurahan, dan para pengusaha galian C.

Dalam paparan so sialisasinya, Wakil Bupati menyampaikan beberapa hal mengenai aturan atau persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengelola atau pengusaha galian C. Dikatakan bahwa untuk kelancaran sebuah usaha seharusnya bisa dilakukan secara profesional, dan legalitas formal itu jelas yang harus dilakukan oleh pengusaha. Terlebih berkaitan dengan

23
SINGKAT
Fikri Faqih Pimpin PKS Jawa Tengah
SEMARANG - DPP PKS akhirnya menunjuk A Fikri Faqih menjabat sebagai Ketua Umum DPW PKS Jawa Tengah 2010-2015. Keputusan pemilihan wakil ketua DPRD Jateng itu tertuang dalam SK DPP PKS No/D/SKEP/DPPPKS/1431 yang diumumkan Sekjen PKS Anis Matta dalam Muswil kedua PKS Jateng di hotel Semesta Semarang, pekan lalu. Fikri Faqih dalam kepengurusan akan didampingi Sekretaris Ahamdi, Wakil Ketua Agus Latief, dan Bendahara Ihsan Mustofa, Posisi Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah Jateng dipegang Arif Awaludin, yang sebelumnya menjabat Ketua DPW PKS. Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah adalah Ahmad Dzakirin. Adapun posisi Ketua Dewan Syuro Wilayah PKS Jateng dijabat Kamal Fauzi dengan Sekretaris Anggoro Sutrisno. Namun sayangnya, Fikri Faqih belum bersedia banyak memberikan komentar kepada pers berkaitan dengan amanat barunya tersebut. Disinggung mengenai target mendatang, dia mengatakan, Fikri mengatakan, dirinya akan mendasarkan pada hasil rekomendasi para peserta Muswil. n tulus supangkat

NASIONAL
EDISI 241 TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010

OngkosPolitikPemilukadaMahal
SEMARANG - Hingga kini, ongkos politik dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Langsung (Pemilukada) yang mesti dikeluarkan calon kepala daerah terasa masih sangat tinggi. Dampaknya, cukup banyak calon yang gagal terpilih kemudian mengalami stres lantaran terlilit banyak utang. Disamping itu, kepatuhan pada etika politik dalam pilkada, termasuk di Jateng, dirasakan masih minim. Misalnya, ada mantan bupati yang telah habis dua masa jabatannya, namun nekat mencalonkan diri meski hanya menduduki sebagai wakil bupati. Kendati regulasi t i d a k melarang, namun pemandangan seperti jelas tidak lumrah dan melanggar etika politik. Permasalahan itu mengemuka dalam diskusi interaktif bertajuk “Menakar Demokrasi di Jateng: Evaluasi Pelaksanaan Pilkada di 17 Kabupaten/Kota di Jateng Tahun 2010” yang digelar Komunitas Wartawan Provinsi (KWP) Jateng, di Kantor Badan Kesbangpol Linmas Jateng Jl Ki Mangunsarkoro Semarang, Kamis (14/10). Diskuksi menampilkan Ketua Desk Pilkada Provinsi Jateng Hadi Prabowo, Ketua KPUD Jateng Ida Budhiati, Pengamat Politik Undip Teguh Yuwono, dan Ketua Komisi A DPRD Jateng Fuad Hidayat. Menurut Hadi Prabowo, di Jateng telah digelar 17 pilkada selama 2010 ini. Masingmasing Kabupaten Kebumen, Kota Semarang, Kabupaten Purbalingga, Kota Surakarta, Kabupaten Rembang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Blora, Kota Magelang, Kabupaten Kendal, Kota Pekalongan, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Pemalang pada 31 Oktober 2010 mendatang. Pengamat politik Undip, T egu h Y u w o n o , m e n i l a i , kendati secara umum pilkada di Jateng berlangsung kondusif, namun sebenarnya cukup banyak menyisakan masalah. Antara lain, masih tingginya praktik politik uang. Masyarakat menjadi sangat pragmatis, sementara ongkos politik yang harus dikeluarkan calon kepala daerah juga sangat tinggi. “Akibatnya, cukup banyak calon yang gagal terpilih, menderita stres lantaran dibelit utang yang menumpuk,” ungkap Teguh. Dia menyoroti, mulai banyaknya pelanggaran etika politik, terutama pada contoh kasus adanya beberapa incumbent yang tak bisa terpilih lagi, namun kemudian mereka menyiasati regulasi dan mencalonkan diri sebagai wakil kepala daerah. Ketua Komisi A DPRD Jateng, Fuad Hidayat, men jelaskan t i n g g i n y a o n g k o s p o l itik dalam pilkada ha rus segera diakhiri. Menurut Fuad, harus ada perbaikan dalam sistem pilkada secara keseluruhan. n tulus supangkat

Pendekatan Estetis Mengetuk Hati Pemerintah
BREBES - Dalam sambutan selaku pimpinan tertinggi di Kab. Brebes saat ini, Agung yang datang dan didaulat langsung oleh Pembawa Acara Budayawan Muda Kota Brebes Wijanarko Spd, mengingatkan pada para seniman agar tidak larut dengan karyanya. Entah guyon atau sindiran Pak Wabub menuturkan dampak manakala seniman terlalu larut dalam mengekspresikan seni, semisal pada Lagu “Jangan Ada Dusta di Antara Kita” yang akhirnya berdampak banyak kawan dan para pengagumnya terjerembab dalam dosa, begitu juga dengan pembawa lagu “Tenda Biru” Desi Ratnasari yang akhirnya dipulangkan ke orangtuanya, serta Lagu Indonesia Raya yang dalam perjuangannya banyak menumpahkan darah. Pendapat agung ini buruburu ditandaskan bukan dalam maksud tidak menghormati keagungan lagu tersebut, namun lebih pada soal penghayatan dan pengekspresian yang berlebihan yang kemudian berakibat fatal. Sementara itu Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal dalam kesempatan yang sama menolak pendapat Mas Agung. Menurut Nurngudiono bagaimana seniman bisa tampil dengan prima tanpa penghayatan pada karya yang dibawakannya. “Tidak benar apa yang disampaikan Mas Agung. Bagaimana seorang seniman dapat dikatakan tampil bagus, tanpa penghayatan yang prima. Saya yakin itu sekadar kelakar yang dimaksudkan agar masyarakat tidak terlalu mengekspresikan kondisi alam melalui demo dan unjukraya, pendapat seperti itu ya sah saja kalau memang tujuannya begitu. Dia kan pejabat, bicaranya ya prefentiflah,” tutur Nurngudiono Mas Agung dalam sambutannya menyesalkan mudahnya masyarakat Desa Pandansari diprovokasi melalui kegiatan aksi unjukrasa. “Kalau aksi seni dan kampanye penyeimbangan alam tentu saja baik, namun dengan ramai-ramai turun ke jalan akan membuat repot aparatur pemerintah,” harapnya. n nurochman sudibyo, dyah setyowati

Industri Tekstil Terancam Kolaps
SEMARANG – Membanjirnya produkproduk impor ke Jawa Tengah saat ini sudah sangat mengerikan.Barang impor khusu snya Chin a kin i mu lai mengancam industri lokal. Hal ini disampaikan Ketua Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Halida Miljani di sela-sela sosialisasi tindakan pengamanan (safeguards) di Hotel Novotel Semarang, barubaru ini. “Lonjakan impor kita telah berdampak serius pada industri lokal,kalau untuk Jawa Tengah yang paling kena industri baja,” ungkapnya. Selain Baja, industri tekstil dan mebel yang selama ini menjadi andalan Jateng kini sudah mulai terancam oleh barang impor. Apalagi melihat impor Jateng yang sudah tinggi. Yang pasti, KPPI akan terus melakukan penyelidikan terhadap industri yang terancam bangkrut akibat serangan produk asing. Dia tidak ingin industri keramik yang beberapa sudah bangkrut garagara diserbu produk impor. “Dulu industri keramik itu ada 17, namun tujuh di antaranya sudah mati. Sisanya 10 ini juga sudah minta dilindungi supaya tidak mati,” tuturnya. n tulus supangkat

Asupan Gizi di Jateng Makin Baik
SEMARANG - Peningkatan gizi bagi masyarakat sangat penting, karena kekurangan gizi akan berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh yang berakibat mudahnya seseorang terkena penyakit. Kekurangan gizi berdampak pula pada terhambatnya perkembangan kemampuan berpikir, kecerdasan dan fisik anak. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Dr. Mardiatmo, Sp.Rad bahwa salah satu masalah gizi utama di Jawa Tengah adalah kekurangan energi protein (KEP) yang disebabkan oleh rendahnya asupan zat gizi pada ibu hamil dan balita, sehingga upaya kegiatan penanganan masalah gizi difokuskan pada kelompok rentan tersebut. Dengan gerakan “Bali Ndeso didukung dengan surplus pangan (beras) di Jawa Tengah sebesar 2,6 ton pada tahun 2009. sehingga menopang 16% dari kebutuhan beras nasional. Kondisi gizi di Jawa Tengah, menurut Mardiatmo, dapat dilihat pada trend angka gizi buruk pada balita dari tahun ke tahun yang menurun secara signifikan. Pada tahun 2007 prevalensi balita dengan gizi buruk tercatat 0,91% dan menurun menjadi 0,28 pada tahun 2008. sedangkan untuk tahun 2009 berdasarkan laporan dari Kabupaten/ Kota angka balita gizi buruk dilaporkan sebanyak 0,17%. Dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah prevalensi gizi buruk pada tahun 2009 sudah jauh dibawah rata-rata angka nasional sebesar 5,4%. n tulus supangkat

Mbangun Deso” yang gencar dilaksanakan oleh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, angka gizi buruk di Jawa Tengah mengalami penurunan. Target nasional gizi buruk tahun 2010 sebesar 5,4% sedangkan target MDG’s adalah 18% pada tahun 2015. Jawa Tengah

pada tahun 2009 ternyata telah berhasil mencapai angka 0,17% yang berarti lebih baik dari angka-angka yang direkomendasikan. Melalui berbagai program yang tertuang dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) masalah gizi di Jawa Tengah dari tahun ke tahun cenderung mengalami perbaikan, apalagi

24
EDISI 241 TAHUN VI, EDISI 241- TAHUN VI, 18 - 24 Oktober 2010 18 24 Oktober 2010

24

Calhaj 2010 Diberangkatkan
KELOMPOK terbang (kloter) pertama embarkasi Jakarta diberangkatkan, Selasa (12/10) pukul 07.30 WIB dari Bandara Soekarno-Hattta. Mereka menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 7101 menuju Madinah. Tahun ini, embarkasi Jakarta memberangkatkan 22.370 orang jemaah haji, sudah termasuk 246 pendamping, yang berasal dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Lampung. Mereka terbagi dalam 49 kloter yang berangkat mulai 12 Oktober sampai 10 November 2010. n

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->