No. 34/08/51/Th.

IV, 5 Agustus 2010

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN II TAHUN 2010
Dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q) ekonomi Bali Triwulan II 2010 tumbuh sebesar 2,22 persen. Sementara jika dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y) ekonomi Bali tumbuh 5,64 persen dan secara kumulatif tumbuh 5,10 persen. Tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi secara q-to-q adalah pertambangan dan penggalian (8,02 persen), pertanian (5,25 persen), serta listrik, gas, dan air bersih (1,85 persen). Secara y-on-y, tiga sektor yang tumbuh dominan adalah pertambangan dan penggalian (14,94 persen), keuangan dan jasa perusahaan (9,81 persen), serta jasa-jasa (9,31 persen). Secara nominal, PDRB Bali atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2010 mencapai Rp 15,86 trilyun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp 6,88 trilyun. Struktur PDRB Bali triwulan II 2010 masih didominasi oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran (30,21 persen), pertanian (18,14 persen), serta pengangkutan dan komunikasi (14,45 persen). Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan PDRB pada triwulan II 2010 (q-to-q) sebesar 2,22 persen didukung oleh pengeluaran konsumsi rumahtangga yang meningkat sebesar 4,19 persen, pengeluaran konsumsi lembaga swasta nirlaba meningkat 1,65 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat 6,92 persen, pembentukan modal tetap bruto 4,17 persen, ekspor barang dan jasa 2 persen, serta impor barang dan jasa 4,41 persen. Dibandingkan dengan triwulan II-2009 (y-on-y), pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,64 persen didukung oleh pengeluaran konsumsi rumahtangga yang meningkat 20,79 persen, pengeluaran konsumsi lembaga swasta nirlaba meningkat 6,15 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 5,39 persen, pembentukan modal tetap bruto 20,75 persen, serta ekspor dan impor barang dan jasa yang masingmasing tumbuh sebesar 12,89 persen dan 17,16 persen.

1.

Pertumbuhan Ekonomi Bali Triwulan II 2010

Pertumbuhan ekonomi Bali triwulan II 2010 terhadap triwulan I 2010 (q-to-q) mencapai 2,22 persen, akibat dorongan dari seluruh sektor perekonomian. Tumbuhnya seluruh sektor tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal. Perbaikan ekonomi global yang antara lain tercermin dari meningkatnya permintaan ekspor, kunjungan wisman, maupun kondisi internal diantaranya pertanian (terutama tanaman bahan makanan) yang merupakan puncak panen, ditambah penyerapan anggaran pemerintah yang mulai tinggi telah memberi stimulus bagi kinerja ekonomi secara keseluruhan. Seperti tertera pada Tabel 1, sektor pertanian tumbuh 5,25 persen terutama
Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No. 34/08/51/Th. IV, 5 Agustus 2010

1

24 6.83 persen. Listrik.32 persen dibanding triwulan sebelumnya. II 2010 terhadap Triw.61 persen akibat proyek pemerintah yang mulai banyak terealisasi pada triwulan II disamping proyek swasta yang juga masih relatif tinggi. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Selanjutnya pertambangan dan penggalian tumbuh 8. dan Restoran 7.40 persen. 0. Keuangan. Kedua sektor tersebut 2 Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No.63 0.06 0.03 0.87 14.83 1. serta subsektor restoran sebesar 1.85 persen seiring peningkatan pemakaian pada rumahtangga.18 2. barang kulit. Pertambangan dan penggalian tumbuh fantastis yaitu sebesar 14.05 persen seiring meningkatnya kunjungan wisman dan wisatawan domestik.53 0.62 0.33 1. Sektor perdagangan. Listrik.63 1. Industri Pengolahan 4. dan Air Bersih 5. Pengangkutan dan komunikasi juga besar dipengaruhi oleh penggunaan angkutan oleh wisman dan wisdom serta pengguna telepon seluler yang terus bertambah sehingga sektor ini tumbuh 3.64 persen. hotel. dll) serta industri berbasis ekspor di antaranya tekstil.26 5. Listrik. Gas. Industri pengolahan tumbuh 6.61 5.44 0. gas.07 persen. industri.94 6. Industri pengolahan tumbuh 1.05 0.22 2. Persewaan dan Jasa Perusahaan 9.75 persen sejalan dengan penggunaan yang makin tinggi pada rumahtangga. IV. I 2010 (2) Triw. dan restoran tumbuh 5. Tabel 1 Laju Pertumbuhan PDRB Bali Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (dalam persen) Lapangan Usaha (1) Triw. lebih rendah dari pertumbuhan q-to-q akibat tabama hanya tumbuh 0. serta sektor jasa-jasa masing-masing tumbuh sebesar 1.07 0. dan alas kaki.44 persen. dan 1. 5 Agustus 2010 .22 0.87 persen. hotel.64 Selanjutnya perekonomian Bali pada triwulan II 2010 apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y) tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5. Bangunan mengalami pertumbuhan 6.02 1.63 persen didukung oleh subsektor perdagangan 2.88 9. Pertanian 2. II 2009 (3) Sumber pertumbuhan q.25 1.13 0.02 persen akibat peningkatan dari permintaan sektor bangunan yang mencapai 1. Sektor pertanian tercatat tumbuh 2. 34/08/51/Th. dan air bersih mengalami pertumbuhan sebesar 1.83 1.16 0.09 0.22 persen. persewaan dan jasa perusahaan. Bangunan 6.25 8. gas. Pertambangan dan Penggalian 3. Perdagangan. II 2010 terhadap Triw. industri maupun pemerintah. Hotel. dan air bersih tumbuh 6. Kemudian untuk tiga sektor lainnya yaitu sektor pengangkutan dan komunikasi.42 persen terutama pada industri bahan bangunan (semen.39 persen.75 6.27 persen.01 0.didorong oleh tabama yang meningkat 15. sektor keuangan.44 0. Sektor keuangan. Perdagangan.05 3. maupun pemerintah.to-q (4) Sumber pertumbuhan y.27 2.14 persen.88 persen. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari peningkatan kunjungan wisman sebesar 9. dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 9.46 persen.68 1. persewaan.85 1. Pertumbuhan ini boleh dibilang lebih riil karena tidak dipengaruhi oleh faktor musim. Jasa-jasa PDRB 5. dan restoran yang tumbuh sebesar 1. subsektor hotel 1.94 persen akibat produksi yang memang jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya terkait adanya penggalian di beberapa daerah terutama Kabupaten Karangasem yang makin digalakkan.on-y (5) 1.64 1.81 persen dan 9.33 persen didorong oleh permintaan domestik maupun ekspor.58 0.83 persen.81 9.39 5.10 0.

21 trilyun dan Rp 1. 5 Agustus 2010 3 . dan restoran dengan sumbangan sebesar 1. dan Restoran 7. Pengangkutan dan Komunikasi 8.23 15. Bangunan 6. struktur perekonomian Provinsi Bali yang dilihat dari kontribusi masing–masing sektor terhadap pembentukkan PDRB masih ditopang oleh dua sektor dominan yaitu: perdagangan.10 2. 2. Listrik.28 15.31 0. Pertambangan dan Penggalian 3.11 1.14 persen.04 0.28 trilyun. Jika dilihat dari besarnya sumbangan terhadap total pertumbuhan.73 trilyun pada triwulan I 2010 menjadi Rp 6. dan restoran masih mendominasi dengan nilai tambah mencapai Rp 4. Perdagangan.42 0.21 persen dan 18.26 2.68 0. hotel.86 1.79 2.79 trilyun. secara q-to-q sumbangan terbesar diberikan oleh sektor pertanian yaitu 1.86 trilyun pada triwulan II 2010.88 Atas dasar harga berlaku. Sementara untuk harga konstan.36 0. Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha Sejalan dengan besarnya nilai tambah masing-masing sektor.26 2.64 2. 3.21 0.29 0. PDRB Bali meningkat dari Rp 6. Berdasarkan harga berlaku.95 trilyun.11 0. dan Jasa Perusahaan 9.30 0.68 0.76 0. hotel.66 4.04 0.49 0. Keuangan.94 6. Persewaan. Perkembangan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2000 Dilihat dari nilai absolutnya.49 0. Demikian pula halnya untuk harga konstan.35 2.antara lain juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan wisman (jasa hiburan) disamping penyerapan anggaran pemerintah (jasa pemerintah) serta kinerja perbankan yang makin membaik. IV.63 persen diikuti oleh sektor jasa-jasa sebesar 1. Pertanian 2.01 persen. 34/08/51/Th. dan restoran dengan sumbangan sebesar 0. sektor perdagangan.95 6.36 trilyun sementara posisi ketiga ditempati oleh sektor jasa-jasa dengan nilai tambah mencapai Rp 0. perkembangan PDRB Provinsi Bali baik atas dasar harga berlaku maupun konstan cenderung terus meningkat.75 0. sektor perdagangan hotel dan restoran serta sektor pertanian tetap menempati urutan pertama dan kedua dengan nilai tambah masing-masing mencapai Rp 2.73 1. atau jika keduanya Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No. Industri Pengolahan 4.69 4.69 0.11 0.24 1.29 1. Kedua sektor ini memberi kontribusi masing-masing sebesar 30.26 persen. sumbangan terbesar terhadap total pertumbuhan diberikan oleh sektor perdagangan.18 0.10 1. diikuti oleh sektor pertanian serta sektor pengangkutan dan komunikasi masing-masing sebesar Rp 2.35 trilyun kemudian meningkat hingga menjadi Rp 15. Gas. pada triwulan I tahun 2010 PDRB Bali mencapai Rp 15. Sementara secara y-on-y.88 trilyun pada triwulan II 2010. Hotel.39 0.88 trilyun dan Rp 2. dan restoran serta sektor pertanian. dan Air Bersih 5. Jasa-jasa PDRB 2. Tabel 2 PDRB Bali Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (trilyun rupiah) Berlaku Lapangan Usaha (1) Konstan Triwulan II 2010 (3) Triwulan I 2010 (2) Triwulan I 2010 (4) Triwulan II 2010 (5) 1.09 2. diikuti oleh sektor perdagangan.53 persen.88 0. hotel. hotel.

dan restoran justru tercatat sedikit menurun dari triwulan sebelumnya namun masih lebih tinggi dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya.05 1.58 100. nilai ekspor meningkat 2 persen (q-to-q) dan 12. sektor perdagangan. dan 5.95 1. yang juga mengalami peningkatan. ekspor.79 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y). IV. Bangunan 6.35 30. namun jika dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya peranan sektor pertanian terlihat menurun.96 13.00 17.75 persen (y-on-y).52 persen secara nominal.64 0.15 persen (y-on-y).14 0. perubahan inventori.54 100. Sementara jika dilihat secara riil.30 persen dari triwulan sebelumnya.33 30. 34/08/51/Th.16 persen (y-on-y).25 14.89 persen secara year-on-year. Perdagangan. bahkan peningkatannya jauh lebih tinggi (9. Pertambangan dan Penggalian 3.69 8. konsumsi rumahtangga tercatat meningkat sebesar 4.39 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya.00 4. Gas.35 100.67 persen atas dasar harga berlaku.55 0.92 14. Keuangan.69 trilyun (3.92 persen dibanding triwulan sebelumnya. Selanjutnya investasi fisik (Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto) mengalami pertumbuhan sebesar 5. Nilai ekspor atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan dari Rp 9. Persewaan.21 14. sedangkan atas dasar harga konstan masing-masing meningkat 1.98 trilyun menjadi Rp 16. PDRB Provinsi Bali Menurut Penggunaan Dari sisi penggunaan. Tabel 3 Kontribusi Masing–masing Sektor Terhadap PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (dalam persen) Lapangan Usaha (1) 2009 Triwulan II (2) 2010 Triwulan I (3) Triwulan II (4) 1.36 trilyun.65 persen (q-to-q) dan 6. Secara nominal (harga berlaku) konsumsi pemerintah meningkat 8. hotel. Meski sektor pertanian memperlihatkan terjadinya peningkatan distribusi dibanding triwulan sebelumnya. Pertanian 2. PDRB Bali dapat dirinci menurut pengeluaran konsumsi rumahtangga. dan Jasa Perusahaan 9. Pengeluaran lembaga swasta nirlaba meningkat 4. 4 Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No.14 2. Hotel.51 29. Kemudian untuk impor terjadi peningkatan sebesar 4.01 persen). Industri Pengolahan 4. pembentukan modal tetap bruto. Demikian pula halnya dengan impor.65 9. yaitu dari Rp 14. Listrik. 5 Agustus 2010 .08 14.34 7.03 4. dan Restoran 7. Pengangkutan dan Komunikasi 8. dan Air Bersih 5. Sedangkan untuk harga konstan.13 14.94 4.59 7.45 6. Konsumsi pemerintah secara riil (harga konstan) meningkat 6. pengeluaran konsumsi lembaga swasta nirlaba.97 4.67 persen.00 18. dan impor.66 9. Berbeda halnya dengan pertanian.17 persen (q-to-q) dan 20.19 persen dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q) dan 20.21 persen). Jasa-jasa PDRB 18. sedangkan secara riil (harga konstan) tumbuh 4. Pengeluaran konsumsi rumahtangga secara nominal (berdasarkan harga berlaku) mengalami peningkatan sebesar 6.digabung akan memiliki peranan hampir setengah dari PDRB berlaku Provinsi Bali. pengeluaran konsumsi pemerintah.12 trilyun menjadi Rp 9.41 persen (q-to-q) dan 17.

50 14.64 2. 34/08/51/Th.96 16.12 0.79 6. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 5.67 4.19 15. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba 3.98 15.96 12. Impor PDRB 4.62 -0.17 -3.40 0.36 15.23 0.30 15.22 20. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 5.Tabel 4 Laju Pertumbuhan PDRB Bali Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Komponen Penggunaan (dalam persen) Komponen Penggunaan (1) Triw. Impor PDRB 9.22 11. I 2010 (2) Triw.02 -0.55 1.43 10.75 0.68 0.59 1. II 2010 terhadap Triw.43 5.07 0.72 4.12 4.39 20.88 Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No.92 4.91 2.81 4. Ekspor 7.15 5.04 -0.13 1.45 6.13 1.01 1.01 8. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 2. II 2010 terhadap Triw. II 2009 (3) Sumber pertumbuhan q-to-q (4) Sumber pertumbuhan y-on-y (5) 1.Perubahan Inventori b. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba 3.89 17.63 0.06 0.28 0.40 2.05 0.06 0.46 4. 5 Agustus 2010 5 . IV.64 0.05 -0.81 4. Perubahan Inventori 6.Deskripansi Statistik 6. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 4.08 4.64 Tabel 5 PDRB Menurut Penggunaan Triwulan I 2010 dan Triwulan II 2010 (trilyun rupiah) Komponen Penggunaan (1) Triwulan I 2010 Berlaku (2) Triwulan II 2010 Berlaku (4) Konstan (3) Konstan (5) 1.05 0. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 2.73 9.02 -0.75 -1.02 0.65 6.16 5.64 6. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 4.86 4. a. Ekspor 7.97 2.00 4.41 2.57 1.19 1.35 4.69 0.

10 0.04 100.82 10. Impor PDRB 59.46 100. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba 3.91 67.00 61.83 11. 5 Agustus 2010 .44 26. 34/08/51/Th.27 -1. IV.96 0.63 103.Deskripansi Statistik 6. a.98 97.48 0.Tabel 6 Distribusi Komponen-Komponen PDRB Penggunaan Provinsi Bali Triwulan I 2010 dan Triwulan II 2010 (dalam persen) Berlaku Komponen Penggunaan (1) Konstan Triwulan II 2010 (3) Triwulan I 2010 (2) Triwulan I 2010 (4) Triwulan II 2010 (5) 1.87 100.41 0.99 0.06 66.34 -1.96 8.29 -1.32 1.22 70.88 26.71 69.00 63. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 2.14 100.77 0. Ekspor 7.00 0.00 62.21 100. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 5.56 25.62 100. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 4.41 0.00 6 Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No.95 8.Perubahan Inventori b.19 25.

Si Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Bali Telepon: 0361-238159.id . M.Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Fax: 0361-238162 E-mail: bps5100@bps. Yudhadi.go.