Anda di halaman 1dari 17

Hyperandrogen

Muncul Wiyana,M.Kep
HYPERANDROGEN
 Manusia dilengkapi hormon yang mengatur fungsi
tubuhnya (Homeostatis mekanisme).
 Hormon wanita terutama dibentuk di ovarium,
hormon pria dibentuk di testis.
 Baik pria maupun wanita, pada dasarnya memiliki
jenis hormon yang relatif sama(kadarnya yang
berbeda)
 Hormon seksual wanita antara lain progesteron dan
estrogen.
 Hormon seksual pria antara lain androstenidion dan
testosteron (androgen).
 Pada wanita, hormon seksual
kewanitaannya lebih banyak ketimbang pria.
 Wanita : estrogen >> dominan,
 Pria : androgen (testosteron) >> Dominan.
 Baik pria dan wanita memiliki hormon
estrogen dan hormon androgen dalam kadar
yang sesuai.
EFEK HORMON TERHADAP WANITA

 ESTROGEN
– Peran estrogen
 Mempertahankan fungsi otak.
 Mencegah gejala menopause (seperti hot flushes) dan
gangguan mood.
 Meningkatkan pertumbuhan dan elastisitas serta
sebagai pelumas sel jaringan  (kulit, saluran kemih,
vagina, dan pembuluh darah).
 Pola distribusi lemah di bawah kulit sehingga
membentuk tubuh wanita yang feminin.
 Produksi sel pigmen kulit. 
 Estrogen mempengaruhi sirkulasi
darah pada kulit
– mempertahankan struktur normal kulit
agar tetap lentur
– menjaga kolagen kulit agar terpelihara
dan kencang serta mampu  menahan air.
Hormon Progesteron

 Peran hormon progesteron :


– Mengatur siklus haid.
– Mengembangkan jaringan payudara.
– Menyiapkan rahim pada waktu kehamilan.
– Melindungi wanita pasca menopause
terhadap kanker endometrium.
 Hormon Androgen
– Diproduksi oleh ovarium dalam jumlah sedikit.
– Dibutuhkan wanita berhubungan dengan daya
tahan tubuh dan libido (gairah seksual).
– Hormon ini berfungsi untuk:
 Merangsang dorongan seksual.
 Merangsang pembentukan otot, tulang, kulit, organ
seksual dan sel darah merah.
 Ketidakseimbangan Pengaturan terhadap
kadar hormon estrogen, progesteron dan
androgen, >> peningkatan androgen >>
hiperandrogen.

“Hiperandrogen pada wanita menyebabkan


wanita menjadi kekar, macho, berkumis &
cambang, kulit berminyak, mudah marah
yang meledak-ledak dan sering depresi
 Hiperandrogen disebabkan
– produksi androgen oleh ovarium dan kelenjar suprarenal yang
berlebihan
– Produksi protein pengikat androgen dalam darah (sex hormone
binding globulin/SHBG) yang berkurang.
– Pengeluaran androgen yang berkurang oleh ginjal,
– peningkatan perubahan testosteron di perifer,
– pemberian androgen dari luar
– sensitivitas organ-organ tertentu terhadap androgenitas
 Prevalensi hiperandrogen sebanyak ± 10-20% pada
wanita usia reproduksi
Gejala Hiper-Androgen
 Pada Kulit
– Gejala :
 Kulit berminyak dan komedo.
 Ketombe dan jerawat.
– Berlebihnya produksi minyak di kulit
wajah dipengaruhi oleh:
– Tingginya kadar androgen bebas yang akan memicu
aktivitas kelenjar minyak dan sebum.
– Meningkatnya kepekaan target organ atau sebum terhadap
androgen sehingga walaupun kadar androgen bebas dalam
batas normal aktivitas sebum tetap meningkat.
– Akne / Jerawat.
– Banyak faktor yang dapat memicu timbulnya
jerawat antara lain 
 Komedo

 minyak dan peradangan (inflamasi).

 pengaruh dari luar( kosmetik) yang bisa


menyumbat aliran sekresi kelenjar sebum
 iklim tropis yang panas dan lembab.
– Hirsutisme.
– Adalah pola    pertumbuhan  atau distribusi rambut
menyerupai pria (male hair pattern), misalnya
di atas bibir, dagu, dada,  pinggang dan paha.
– Sekitar 5-8% wanita usia reproduktif menderita
hirsutisme
– 40-80% dari penderita ini menunjukkan
peningkatan produksi  testosteron dari 200-300
juta (microgram) perhari menjadi 700-800 juta per
hari.
– Alopesia Androgenika (kebotakan).
 Gejala ini merupakan kebalikan dari
hirsutisme.
 Penyebabnya ketidakseimbangan androgen.
 Masalah kebotakan ini biasa dialami oleh 
pria.
 Rambut hilang secara perlahan-lahan di
daerah dahi, terus menjalar ke daerah ubun-
ubun dan meluas secara lambat atau cepat
ke seluruh bagian atas kepala.
 Secara sistemik
– Gangguan siklus menstruasi, a-menore (nyeri
haid), dan an-ovulasi.
–  Siklus haid yang tidak teratur merupakan
gejala ketidakseimbangan hormonal dan
berpengaruh pada tingkat kesuburan seorang
wanita.
– Siklus haid tidak teratur lebih dari 3 bulan
berturut-turut dapat menyebabkan perubahan
morfologis pada rahim yang disebut PCOS (Poly
- Cystic - Ovarian - Syndrome) dan dalam
jangka panjang bisa menyebabkan
infertilitas (mandul).
– 
 Abnormalitas metabolisme tubuh.
– Gejala yang tampak antara lain:
 Profil lemak yang tidak normal (obesitas atau
terlalu kurus).
 Resistensi insulin sehingga berakibat
peningkatan resiko kencing manis (diabetis
Mellitus).
 Peningkatan resiko penyakit jantung
(kardiovaskular).
 androgen dalam tubuh wanita Androgen
berfungsi meningkatkan libido atau gairah
seksual dan sebagai prekursor pembentukan
estrogen.
 Dalam keadaan normal, terjadi
pembentukkan estrogen dari androgen
dalam tubuh wanita.
Terapi

 Pemberian
– Progesteron
– Cyproterone acetate (CPA)

 Kini, CPA dikombinasikan dengan Etinil


Estradiol (EE) yang disebut pil KB plus
cantik.

Anda mungkin juga menyukai