Anda di halaman 1dari 47

Muncul Wiyana, M.

Kep
PENGERTIAN

Usaha yang positif untuk mempengaruhi/mengerahkan


orang lain untuk tetap atau lebih bersemangat melakukan
tugas atau mengubah tingkahlaku mereka
Inti Leadership
 Leadership utamanya adalah satu proses yang melibatkan proses
mempengaruhi, yakni satu proses dimana seorang pemimpin merubah
tindakan atau perilaku beberapa anggota kelompok atau bawahan.

 Secara umum leadership berkaitan dengan penggunaan teknik


mempengaruhi yang tidak memaksa.

 Hal ini berarti bahwa leadership mendasarkan diri pada perasaan positif
antara pemimpin dan yang dipimpin.

 Dengan kata lain bawahan menerima pengaruh dari pemimpin karena


mereka menghormati, menyukai, atau menghargai pemimpinnya, bukan
hanya karena para pemimpin tersebut memegang jabatan dari
kekuasaan secara formal.
 Leadership melibatkan penggunaan
pengaruh untuk satu maksud tertentu, yakni
untuk mencapai tujuan kelompok atau
tujuan organisasi.

 Leadership merupakan satu proses dua


arah.

 Seseorang tidak dapat memimpin kecuali


ada pengikut.
Leaders vs Managers

 Tidak semua leaders adalah managers


 Tidak semua managers adalah leaders
 Hanya sedikit yang berfungsi sebagai
keduanya, yakni sebagai managers
sekaligus sebagai leaders.
Memimpin vs Mengelola
Pemimpin manager

 Melakukan Inovasi  Mengurus


 Mengembangkan  Mempertahankan
 Memberikan Inspirasi  Mengendalikan
 Memiliki pandangan  Memiliki pandangan
jangka panjang jangka pendek
 Menanyakan apa dan  Menanyakan bagaimana
mengapa dan kapan
 Memunculkan  Mengawali
 Menantang status quo  Menerima status quo
 Melakukan Sesuatu yang  Melakukan sesuatu
benar dengan benar
Unsur pokok kepemimpinan

 Adanya pengikut atau bawahan


 Adanya pembagian kekuasaan (yang tidak seimbang)
 Pemimpin dapat mempengaruhi bawahan
Fungsi kepemimpinan

 Establishing Direction
 Aligning People
 Motivating and Inspiring
 Teori LAhirnya Kepemimpinan
• Teori Genetis (Keturunan).
 Inti dari teori menyatakan bahwa “Leader are
born and nor made” (pemimpin itu dilahirkan
(bakat) bukannya dibuat).
 Para penganut aliran teori ini
mengetengahkan pendapatnya bahwa
seorang pemimpin akan menjadi pemimpin
karena ia telah dilahirkan dengan bakat
kepemimpinan..
 Teori Sosial.
• Inti aliran teori sosial ini ialah bahwa
“Leader are made and not born”
(pemimpin itu dibuat atau dididik
bukannya kodrati).
• Para penganut teori ini mengetengahkan
pendapat yang mengatakan bahwa setiap
orang bisa menjadi pemimpin apabila
diberikan pendidikan dan pengalaman
yang cukup.
 Teori Ekologis.
• Teori yang disebut teori ekologis ini pada intinya
berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil
menjadi pemimpin yang baik apabila ia telah memiliki
bakat kepemimpinan.

• Bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui


pendidikan yang teratur dan pengalaman yang
memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut.

• Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua


teori terdahulu sehingga dapat dikatakan merupakan
teori yang paling mendekati kebenaran.
Model Kepemimpinan
 Kepemimpinan Menurut Teori Sifat (Trait Theory)
 Kepemimpinan Menurut Teori Perilaku
(Behavioral Theory)
 Situational Leadership
Theory
 Transformational Leadership
Kepemimpinan Menurut Teori
Sifat (Trait Theory)
 Asumsi
• Secara alamiah orang dibekali dengan bakat
kepemimpinan, yaitu sejumlah sifat tertentu
yang memungkinkan dia menjadi “leader” yang
berhasil dalam situasi apapun

• Sifat yang dimaksud (biasanya) berkaitan


dengan “karakteristik fisik“ (tinggi badan,
penampilan, dsb), “ability” (kemampuan
berbicara, intelegensi) dan Kepribadian
(personality
Kepemimpinan Menurut Teori Perilaku
(Behavioral Theory)
 Fokus dari Pendekatan Perilaku
• Fungsi-fungsi Kepemimpinan (leadership
functions)
• Gaya Kepemimpinan (leadership styles)

 Fungsi utama yang harus dilakukan oleh


seorang pemimpin yang efektif :
• Fungsi pemecahan masalah,
 yaitu fungsi yang berhubungan dengan
tugas (Initiating Structure)
• Fungsi sosial
 yaitu fungsi yang berhubungan dengan
pemeliharaan kelompok (Consideration)
 Kepemimpinan Menurut Teori
Perilaku (Behavioral Theory)
dikembangkan oleh :
• Hersey dan Blanchard, 1992 (Ohio)
• University of Michigan Studies
• Robert Blake dan Jane Mouton
(managerial grid theory)
• Robert Tannenbaum dan Warren H
Schmidt (
Continuum of Leadership behavior)
Model Kepemimpinan Ohio
• Hersey dan Blanchard, 1992 Melahirkan teori dua
faktor tentang gaya kepemimpinan

• Initiating structure :
• Struktur inisiasi mengacu kepada perilaku pemimpin
dalam menggambarkan hubungan antara dirinya dengan
anggota kelompok kerja dalam upaya membentuk pola
organisasi, saluran komunikasi, dan metode atau
prosedur yang ditetapkan dengan baik.

• Consideration :
• Adapun konsiderasi mengacu kepada perilaku yang
menunjukkan persahabatan, kepercayaan timbal-balik,
rasa hormat dan kehangatan dalam hubungan antara
pemimpin dengan anggota stafnya (bawahan).
 Model kepemimpinan Ohio tersebut dalam
implementasinya mengacu pada empat
kuadran, yaitu :
• Model kepemimpinan yang rendah konsiderasi
maupun struktur inisiasinya
• Model kepemimpinan yang tinggi konsiderasi
maupun struktur inisiasinya
• Model kepemimpinan yang tinggi konsiderasinya
tetapi rendah struktur inisiasinya
• Model kepemimpinan yang rendah
konsiderasinya tetapi tinggi struktur inisiasinya.
Studi Ohio mengenai Gaya
Kepemimpinan

Tinggi Orientasi Pekerjaan Orientasi Pekerjaan dan


Rendah dan Orientasi Orientasi PekerjaTinggi
PekerjaTinggi

Orientasi Pekerja
(Consideration)

Orientasi Pekerjaan dan Orientasi Pekerjaan


Orientasi Pekerja Tinggi dan Orientasi
Rendah Pekerja Rendah

Rendah Tinggi

Orientasi Pekerjaan
(Initiating Structure)
University of Michigan Studies
 Pemimpin yang berorientasi pada :
• Karyawan (employee oriented)
• Pekerjaan ( Job Oriented)

 Kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai ditandai


dengan perilaku pemimpinnya yang memandang penting
hubungan baik dan manusiawi dengan bawahannya.
 Kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan dimana
perilaku pemimpinnya dalam penyelesaiannya tugasnya
memberikan tugas, mengatur pelaksanaan, mengawasi
dan mengevaluasi kinerja bawahan sebagai hasil
pelaksanaan tugas.

 Dikembangkan dengan penelitian Rensis Likert


• Kisi-kisi (Grid) Manajerial
 Robert Blake dan Jane Mouton
mengembangkan kisi-kisi manajerial dengan
dua sumbu yaitu
• perhatian pada orang
• dan perhatian pada produksi.

 Perhatian pada orang dan produksi yang tinggi


bersimbol (9,9)
 sedangkan perhatian pada oran dan produksi
yang rendah diberi simbol (1,1).
 Simbol (1,9),(9,1), (5,5) merupakan simbol
diantara keduanya.
 Gaya kepemimpinan (9,9) merupakan gaya
kepemimpinan yang paling efektif.
Continuum of Leadership behavior.
Robert Tannenbaum dan Warren H Schmidt

 Continnum of leadership yang menjelaskan


pembagian kekuasaan pemimpin dan
bawahannya.

 Continuum membagi 7 daerah mulai dari


otoriter sd laissez - faire dengan titik
dengan demokratis.
Situasional Leadhership Theory
 Pengembangan teori ini merupakan
penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan
teori yang ada sebelumnya.

 Dasarnya adalah teori contingensi dimana


pemimpin efektif akan melakukan diagnose
situasi, memilih gaya kepemimpinan yang
efektif dan menerapkan secara tepat.
 Empat dimensi situasi yang akan memberikan
pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang.

• Kemampuan manajerial : kemampuan ini meliputi


kemampuan sosial, pengalaman, motivasi dan penelitian
terhadap reward yang disediakan oleh perusahaan.

• Karakteristik pekerjaan : tugas yang penuh tantangan


akan membuat seseorang lebih bersemangat, tingkat
kerjasama kelompok berpengaruh efektivitas
pemimpinnya.

• Karakteristik organisasi : budaya organisasi, kebijakan,


birokrasi merupakan faktor yang berpengaruh pada
efektivitas pemimpinnya.

• Karakteristik pekerja : kepribadian, kebutuhan,


ketrampilan, pengalaman bawahan akan berpengaruh
pada gaya memimpinnya.
Model Situasional
• Fiedler’s Contingency Model of
Leadership

• LIFE CYCLE THEORY OF LEADERSHIP


(Harsey Blancard)
Fiedler’s Contingency Model of
Leadership

 Keberhasilan/efektivitas seorang pemimpin dalam


menjalankan kepemimpinannya ditentukan oleh
 Faktor situasional
 Interaksi pemimpin dengan situasi yang
berkembang
Fiedler’s Contingency Model of
Leadership
 Model ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan
yang paling efektif tergantung pada situasi yang
dihadapi dan perubahan gaya bukan merupakan
suatu hal yang sulit.
 Fiedler memperkenalkan tiga variabel yaitu
• Task structure : keadaan tugas yang dihadapi apakah
structured task atau unstructured task
• Leader-member relationship : hubungan antara pimpinan
dengan bawahan, apakah kuat (saling percaya, saling
menghargai) atau lemah.
• Position power : ukuran aktual seorang pemimpin,
 Struktur tugas (task strukture)
• Merupakan elemen terpenting
kedua dan dapat diukur
berdasarkan evaluasi bawahan
terhadap:
 Kejelasan tujuan yang harus dicapai
 Tingkat konsistensi dari suatu
keputusan
 Keragaman alternatif prosedur kerja
atau pemecahan dari suatu masalah
 Hubungan pemimpin dengan
bawahan/anggota
• Merupakan elemen yang paling kritis dalam
membuat suatu situasi yang baik/disukai.
• Elemen ini dapat diketahui dengan
mengevaluasi tingkat penerimaan bawahan
terhadap pemimpin/atasannya

 Posisi kekuasaan leader yang diperoleh dari


otoritas formal.
• Elemen ini dapat diukur dengan mengevaluasi
tingkat pengaruh pimpinan terhadap
bawahannya antara lain dengan melihat
seberapa banyak “hukuman” yang harus
digunakan untuk mempengaruhi bawahan
Sumber kekuatan pemimpin
 Referent power (karisma)
 Legitimate power (pengakuan/sah)
 Expert power (Keahlian)
 Reward Power (hadiah)
 Coercive Power (paksaan)
Hasil interaksi ke 3 (tiga) elemen tersebut di atas akan membentuk situasi sebagai
berikut:

SITUATION 1 2 3 4 1 2 3 4

A GOOD POOR

B ST US ST US

C S W S W S W S W

 Structured Strong Weak


Unstructured

 Menurut hasil penelitian, gaya kepemimpinan yang task oriented atau controlling
leader lebih efektif bila digunakan pada situasi 1,2,3 dan 8 (situasi yang paling
mudah dan yang paling sukar) sedangkan untuk situasi 4,5,6 dan 7 (situasi
pertengahan/moderat), gaya yang paling efektif adalah yang relation oriented atau
permissive leader
LIFE CYCLE THEORY OF LEADERSHIP
(Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard)

Dalam pandangan teori ini, efektivitas kepemimpinan


seseorang sangat erat hubungannya dengan:
 Tingkat kematangan (maturity) bawahan
 Kemampuan pemimpin untuk menyesuaikan
orientasinya dengan kondisi kematangan bawahan (gaya
kepemimpinan)
•Kematangan (maturity) adalah kesiapan kerja
bawahan yang meliputi:

•Ability, menunjukkan kesiapan kerja bawahan


yang berkaitan dengan pengetahuan, kemampuan,
pengalaman dan keterampilan bawahan dalam
menjalankan tugas

•Willingness, merupakan kesiapan psikologis


bawahan dalam menjalankan tugas dan berkaitan
dengan keyakinan, komitmen, keinginan dan
motivasi untuk maju serta kesediaan untuk
bertanggungjawab
Ada 4 tingkat kematangan bawahan, yaitu:

 M 1 : bawahan tidak mampu dan tidak mau


atau tidak ada keyakinan
 M 2 : bawahan tidak mampu tetapi memiliki
kemauan dan keyakinan bahwa ia bisa
 M 3 : bawahan mampu tetapi tidak
mempunyai kemauan dan tidak yakin
 M 4 : bawahan mampu dan memiliki
kemauan dan keyakinan untuk
menyelesaikan tugas.
Ada 4 gaya yang efektif
untuk diterapkan yaitu:
 Gaya 1 :
• telling, pemimpin memberi instruksi dan mengawasi
pelaksanaan tugas dan kinerja anak buahnya.
 Gaya 2 :
• selling, pemimpin menjelaskan keputusannya dan membuka
kesempatan untuk bertanya bila kurang jelas.
 Gaya 3 :
• participating, pemimpin memberikan kesempatan untuk
menyampaikan ide-ide sebagai dasar pengambilan keputusan.
 Gaya 4 :
• delegating, pemimpin melimpahkan keputusan dan
pelaksanaan tugas kepada bawahannya.
Berdasarkan 2 (dua) dimensi diatas, kematangan
dibagi menjadi :

R1....Kematangan rendah...........unable and unwilling


(insecure)
R2....Kematangan moderate........unable but willing
(confident)
R3....Kematangan moderate........able but unwilling
(insecure)
R4... Kematangan tinggi..............able and willing
(confident)

LOW MODERATE HIGH

R1 R2 R3 R4
Transformational Leadership
 Robert house menyampaikan teorinya bahwa kepemimpinan
yang efektif menggunakan dominasi, memiliki keyakinan diri,
mempengaruhi dan menampilkan moralitas tinggi untuk
meningkatkan karismatiknya.

 Dengan kharismanya pemimpin transformational akan


menantang bawahannya untuk melahirkan karya istimewa.

 Langkah yang dilaksanakan pemimpin ini biasanya


membicarakan dengan pengikutnya bagaimana pentingnya
kinerja mereka, bagaimana bangga dan yakinnya mereka
sebagai anggota kelompok, bagaimana istimewanya
kelompok yang akan menghasilkan karya luar biasa.
 Pemimpin transformasional membuat para pengikut menjadi
lebih peka terhadap nilai dan pentingnya pekerjaan,
mengaktifkan kebutuhan-kebutuhan pada tingkat yang lebih
tinggi dan menyebabkan para pengikut lebih mementingkan
organisasi.

 Hasilnya adalah para pengikut merasa adanya kepercayaan dan


rasa hormat terhadap pemimpin tersebut, serta termotivasi untuk
melakukan sesuatu melebihi dari yang diharapkan darinya.

 Efek-efek transformasional dicapai dengan menggunakan


karisma, kepemimpinan inspirasional, perhatian yang
diindividualisasi serta stimulasi intelektual.

 Pada umumnya, para pemimpin transformasional


memformulasikan sebuah visi, mengembangkan sebuah
komitmen terhadapnya, melaksanakan strategi-strategi untuk
mencapai visi tersebut, dan menanamkan nilai-nilai baru.
Type Kepemimpinan
 Tipe Otokratis.
• kriteria atau ciri sebagai berikut:
 Menganggap dirinya paling berkuasa,
Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata
 Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat;
 Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya;
 Sering mempergunakan pendekatan yang
mengandung unsur paksaan dan bersifat
menghukum.
 Tipe Militeristis.

• Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang


dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme
berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer.
• Ciri2 :
 Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih
sering dipergunakan;
 Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada
pangkat dan jabatannya;
 Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan;
 Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan;
 Sukar menerima kritikan dari bawahannya;
 Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
 Tipe Paternalistis.

• Ciri sebagai berikut :


 menganggap bawahannya sebagai manusia yang
tidak dewasa;
 Bersikap terlalu melindungi (overly protective);
 Jarang memberikan kesempatan kepada
bawahannya untuk mengambil keputusan;
 Jarang memberikan kesempatan kepada
bawahannya untuk mengambil inisiatif;
 Jarang memberikan kesempatan kepada
bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi
dan fantasinya;
 dan sering bersikap maha tahu.
 Tipe Karismatik.

• Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-


sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma.
• Umumnya pemimpin mempunyai daya tarik yang amat besar dan
karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya
yang sangat besar
• Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab
seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya
dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan
kekuatan gaib (supra natural powers).
• Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan
sebagai kriteria untuk karisma.
 Tipe Demokratis.
• Pengetahuan tentang kepemimpinan telah
membuktikan bahwa tipe pemimpin yang
demokratislah yang paling tepat untuk organisasi
modern.

• Karakteristiknya sebagai berikut :


 Penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat
bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di
dunia;
 Selalu mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan
organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi
bawahan
 Senang menerima saran, pendapat, dan kritik dari
bawahan
 Mengutamakan kerjasama dan teamwork
 Memberikan kebebasan bawahanuntuk kreatif
 Mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai
pemimpin.
 Tipe Laissez Faire
Ciri-ciri antara lain :
• Memberi kebebasan kepada para bawahan
• Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
• Semua pekerjaan dan tanggung jawab
dilimpahkan kepada bawahan
• Tidak mempunyai wibawa
• Tidak ada koordinasi dan pengawasan
yang baik
 Tipe Open Leadership
 Tipe ini hampir sama dengan tipe
demokratis. Perbedaannya terletak
dalam hal pengambilan keputusan.
 Dalam tipe ini keputusan ada ditangan
pemimpin.
 Kalau Anda JAdi Pemimpin ………………..
 Mau pake gaya apa……….?