Anda di halaman 1dari 30

Y  Y

m m   
 m

     


       
O w   p   
   

w     
      p   
     
O           
     

O 0    !  " 
  "   ! 
 #
$ %
& 
O '        "'  
  (      
 " "  "  
   
 w      0  
 !  "     # 
   0 "   ! 
$ %

&     )  " " 
"     ½    ½½

        * w
+ 
 '        "'  
  New Liberalism
, '     )   
 0        
 
$       BEHAVIORAL
REVOLUTION
    !
" #

#"$ 
1. Institusi politik bukan sebagai unit dasar analisis
politik
2. Perilaku seseorang diasumsikan terkait erat dg
perilakunya dlm sejarah kehidupannya, pola
hidupnya, fungsi & keberadaannya dlm alam
semesta dll ( studi multi disipliner)
3. Hasil penelitian di berbagai kawasan menghasilkan
rumusan : terdapat hub yg erat antara perilaku dan
persepsi politik pada masy negara berkembang
4. Tujuan ilmu politik adalah membangun teori politik
yg p p  dan    yg 
Y
(berlaku tanpa
terbatas ruang dan waktu) serta  Y (menjelaskan
secara tepat ttg kehidupan politik)
      
m%

O j   




O     
 
O     
     
O  
 
O  
O    
  
  
  
    &  

O     


 
         
 
O      
         !
    
    
  "

O #        
 
O  
     
  
$$ 
# 

 m
m m
' ()

tuntutan keputusan

m m



  

dukungan kebijakan

Ñ 
¦ #   * 
m

O  -   #  


O '      
   -
      
       
p  
-
 
p 
*#m
m
6     %
   î ppp      idak ada
kesamaan ben k, karaker dan sifanya

+#
m
O j  #       
      
  
O 6     
          
   #   
$

 #    


    .  
       
  p
$ $$
r- 

!  )-

 j   


    

 j   *(w6- #
*''!-w/*6*+
    m
 '   -  # 
  
 '      
   - 
, '  #    #
$ '   -    
(0/ -01/ -  
& j  -     
 -     
  
$ $$+
rm 

Tanpa dukungan, konflik tidak akan


terselesaikan

1. Peran Ruhut dalam Pansus Century, peran PD


dalam Kabinet SBY
2. Koalisi SBY dalam Parlemen,
3. Koalisi PG dengan PDI-P dalam Parlemen
&  ,m 
O Ú m nias P liik
w      -(+1*-
  

O Rezim
*         
      

O Pemerinah
+  - -   
 #   
  m 
O 


+  -       -
         # 
        -
      -  

O   
1. Politisasi bagi individu sebagai R R
 
2. Melibatkan net-working 


3. Membangun jiwa korsa, mitos, doktrin dan filsafat
politik berkesinambungan dari generasi ke generasi
* 
îP liical F nci n)
Pemenuhan tugas dan tujuan struktur politik. Dg
demikian struktur politik dinyatakan berfungsi bila
sebagian atau keseluruhan tugasnya terlaksanan dan
tujuannya tercapai
- .   
m asana kehid an  liik masy
îsr k r  liik msy)
m   
m .   
m asana kehid an  liik
emerinahan îsr k r  liik
emerinahan)
* - m   
| Pendidikan Politik (Political Education)   
 
         p p p 
| ëempertemukan Kepentingan (Interest Articulation)
   p    p    
  
| Agregasi Kepentingan (Interest Aggregation)   
p p p  
  p p p p 
| Seleksi Kepemimpinan ( Political Selection) p 
     p  p 
| Komunikasi Politik (Political Communication)  pp
    p p  p
p 
m m     +$+
/

%& '&(%% 
B )%*+ ))% 
)+#%
C

m m
    
 
m  m 

E D
    

1!  
 

     
     ,  
% 
-! 
.
   


 "/ 
0! %       
   
    

  
   
 

   
 -  
12  
32   
42  , 
52  + 
62  

   '   0) 


       m    
-   
m m   m#$$#/

m

  
   

m m  


  
   


 -
  -
m m  8m#$$# *$+m
m



 

 


  
 


 
 
7  #

  +


m 
   ##
m 
#
  
 
7  #   
 
  

m$ * +m
 *

 
7 
#  

1. Dalam sispol terdapat dimensi penguatan fungsi


atas struktur
2. Fungsi sispol adalah mewarnai kehidupan
struktur politik
3. ëekanisme sispol menjadi poros perputaran
/kecenderungan dinamika struktur politik
4. Dalam perspektif fungsional, struktur politik
berkewajiban pula menuaikan pula tugas sistem
politik berupa: w   p       
  serta       p
mm
 m
m   
    Îabriel A. Alm nd

1. ëembentuk nilai-nilai politik yg menunjukkan


bgmn setiap anggota masy berpartisipasi dlm
sispolnya
2. Berbentuk langsung ( lewat komunikasi informasi,
nilai , perasaan secara eksplisit)
3. Tidak langsung ( lewat interaksi sosial sejak
kanak-kanak hingga dewasa, pengaruh guru, kiai,
orng tua dan pertemanan )
4. Dapat mewariskan kebudayaan politik serta
memeliharanya

m    
  


1. Disamping tetap mempertahankan nilai


keunggulan tehnologinya , Jerman Barat pasca
perang dunia II berusaha mengubah  
     -nya yg kurang menguntungkan,
semacam: nazi-isme, anti yahudi dll
2. Demi tetap menghormati kebanggaan nasional
sbg  p   (yg dlm beberapa sisi
menguntungkan) Desentralisasi selektif (untuk
urusan umum) dilakukan, sdng masalah nasional
tetap tersentralisasi
m    
  
1. ëenolak kebudayaan lama yg: materialisme, korup dan
tergantung pada AS
2. Sejak 1960-an Kuba mensetting ORANG KUBA BARU yg
revolusioner, komunis, kerjasama nasional, persamaan
politik, taat dan anti korupsi
3. Rezim Castro telah mengerahkan rakyat Kuba untuk
berproduksi di bidang pertanian
4. Ribuan anak dikirim selama beberapa minggu utk belajar
dan bekerja di desa, tinggal di barak semi permanen, dg
tujuan mencetak generasi komunis sejati dg hak &
pengorbanan yg sama atas kptngn negara
5. ëasy dewasa berswasembada pangan, tehnologi, iptek
dlm perspektif komunis Kuba
6. ëeski ada masy yng menentang, tapi hasil nyatanya adalah
: hancurnya pengaruh/nilai materialistis AS, tidak ada
perbedaan klas sosial, ikatan keluarga (nepotisme) dll
m   
1. 

. m
.   

. L   

. MM
.     
#mm     m

| Recycling process dari masy ke pemerintah dan


sebaliknya hrs dilihat sbg kenyataan, sebagamana
halnya pengaruh dr luar masy thd sistem politik.
| Suatu sispol selalu punya kapabilitas dlm menghadapi
kenyataan & tantangan

  kemampuan yg dimiliki karena


kelebihan internal yg telah ada
sebelumnya
  kemampuan yang dimiki karena
legalitas formal


 
mm m   m

1. Kapabilitas Ekstratif,  p     p 


p   
p 
p
2. Kapabilitas Distributif, p
  p p  
 
p    p   p p   p 

p
3. Kapabilitas Regulatif,       p   p  
p
  p
   p    
 p
4. Kapabilitas Simbolik,     
p   pp   pp p
5. Kapabilitas Responsif,     
 
pp       pp p    p 
6. Kapabilitas Domestik & Internasional,    
p  
p      p
     p  
p 
p
  
  p
# -  
1. ëasǯud ëoehtar & ëac Andrews Colin, 1987,
w    p w  , Gajahmada
University Press, Yogyakarta
2. Kantaprawira, Rusadi, 1985,  p w  
 p ! "  w , Penerbit
Sinar Baru, Bandung

Beri Nilai