P. 1
Sistem Politik Indonesia

Sistem Politik Indonesia

|Views: 708|Likes:
Dipublikasikan oleh Bagas N Jr.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Bagas N Jr. on Oct 21, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2014

pdf

text

original

ishworo widyanto

SISTEM POLITIK INDONESIA

Perkembangan studi perbandingan politik & Pendekatan Ilmiah yg mendukungnya:  

 

Perkembangan studi perbandingan politik (1920, Prof. Charles Merriam, Chicago University) hampir sama tuanya dg studi ilmu politik itu sendiri Yg. beda adalah pendekatan dan metode ilmiahnya pendukungnya ³wilayah baru´ diluar Eropa dan Amerika (studi wilayah Amerika dan Eropa dilakukan sejak 1940-1950) Studi ini didukung oleh pemerintah AS ( ingat konsep New Liberalism) berfocus kepada wilayah Asia, Afrika dan Amerika Latin

Karakteristik
1. Pesatnya perkembangan studi ³wilayah baru´

diluar Eropa dan Amerika melalui sejumlah studi kasus di wilayah ³luar´ Amerika dan Eropa (19401950) yg meliputi : wilayah Asia, Afrika dan Amerika Latin ( dg cultur dan specific behavioural yg beda dg studi Ilmu Politik Konvensional) 2. Studi ini didukung oleh pemerintah AS ( ingat konsep New Liberalism) 3. Studi ini melahirkan studi ttg: mslh2 politik di wilayah ³sedang berkembang´ yg selama ini terabaikan 4. Lahirlah istilah yang dikenal dg BEHAVIORAL REVOLUTION

ciri identifikasi : BEHAVIORAL REVOLUTION
1. Institusi politik bukan sebagai unit dasar analisis

politik 2. Perilaku seseorang diasumsikan terkait erat dg perilakunya dlm sejarah kehidupannya, pola hidupnya, fungsi & keberadaannya dlm alam semesta dll ( studi multi disipliner) 3. Hasil penelitian di berbagai kawasan menghasilkan rumusan : terdapat hub yg erat antara perilaku dan persepsi politik pada masy negara berkembang 4. Tujuan ilmu politik adalah membangun teori politik yg sistematik dan empirik yg reliabel (berlaku tanpa terbatas ruang dan waktu) serta valid (menjelaskan secara tepat ttg kehidupan politik)

Kenapa didukung pemerintah AS? 
Berakhirnya era perang dingin  Kekalahan rezim komunisme    

internasional Semakin terbatasnya sasaran imperialism/kolonialism AS Penguatan HAM Demokratisasi Dapat menginspirasi strategi New Liberalism

Karakter studi Wilayah Baru 
Mencari sasaran kawasan yang belum

masuk dalam studi /pemetaan politik konvensional  Konsentrasi pada dinamika dan kehidupan /perilaku politik masy. setempat dengan konsentrasi analisa struktural dan fungsional  Terdapatnya potensi sosial ekonomi non konvensional  Menghindari tuduhan sebagai bentuk penjajahan baru

TEORI ANALISA SISTEM (David Easton)

tuntutan input dukungan
SISTEM POLITIK

keputusan
output

kebijakan

FEED BACK

CIRI IDENTIFIKASI 
Unit2 sispol berwujud tindakan politik  Sispol selalu berdampingan dengan

sistem sosial yang lain Ciri identifikasi sispol adalah semua tindakan yg berkaitan dengan proses decision making yang mengikat masyarakat

DIFERENSIASI
Tugas spesifik yang khas, masing-masing elemen ( subsistem politik ) tidak ada kesamaan bentuk, karakter dan sifatnya

INTEGRASI 
Bekerja sesuai ritmenya dalam kerangka

membangun harmonisasi sistem secara keseluruhan  Tidak berfungsinya salah satu atau beberapa elemen sispol akan berpengaruh terhadap kinerja komprehensip

INPUT
terjadi karena tanggapan atas kebutuhan internal & eksternal (menyesuaikan dengan political atmosphere)

INPUT TUNTUTAN / demand
Hakekat :

1. Bagaimana tuntutan timbul dan

mendapatkan ciri khusus dalam masyarakat 2. Bagaimana merubah INPUT menjadi ISSUE POLITIK

Pentingnya Input Demand dlm Sispol
1. Sebagai media pembelajaran sispol 2. 3. 4. 5.

kepada masyarakat Sebagai representasi dinamika pemerintahan yang demokratis Sebagai uji ketangguhan kebijakan Sebagai media seleksi profesionalisme NGO, GRO, Legeslatif Bila demand dapat diselesaikan dengan baik, akan menambah penguatan politik pemerintah

INPUT DUKUNGAN/Support
Tanpa dukungan, konflik tidak akan terselesaikan
1. Peran Ruhut dalam Pansus Century, peran PD dalam Kabinet SBY 2. Koalisi SBY dalam Parlemen, 3. Koalisi PG dengan PDI-P dalam Parlemen

Wilayah Dukungan/Support 
Komunitas Politik Penekanan pada issu nasionalisme, NKRI dan kebhinekaan  Rezim Ingat studi sistemik pada teori analisa sistem dalam perspektif pemerintah  Pemerintah

Komitmen , loyalitas, dalam implementasi kebijakan pemerintahan

Mekanisme Support 
Output Karena output dari suatu sistem adalah keputusan, maka pada pemerintahan terletak tanggung jawab untuk menyesuaikan dan menseimbangkan output berupa keputusan dengan input berupa tuntutan  Politisasi 1. Politisasi bagi individu sebagai long life education 2. Melibatkan net-working reward and punishment 3. Membangun jiwa korsa, mitos, doktrin dan filsafat politik berkesinambungan dari generasi ke generasi

Fungsi politik
(Political Function) Pemenuhan tugas dan tujuan struktur politik. Dg demikian struktur politik dinyatakan berfungsi bila sebagian atau keseluruhan tugasnya terlaksanan dan tujuannya tercapai
Infra-struktur politik
Suasana kehidupan politik masy (struktur politik msy)

Struktur Politik
Supra-struktur politik
Suasana kehidupan politik pemerintahan (struktur politik pemerintahan)

Fungsi Infra Struktur Politik
‡

‡

‡ ‡ ‡

Pendidikan Politik (Political Education) meningkatkan pengeth politik rakyat agar dpt berpartisipasi maksimal Mempertemukan Kepentingan (Interest Articulation) mengakomodasi aneka keptngn masy utk menjadi program politik Agregasi Kepentingan (Interest Aggregation) menyalurkan aspirasi masy yg telah terakomodasi secara sistemik Seleksi Kepemimpinan ( Political Selection) mempersiapkan calon pemimpin masy dimasa mendatang Komunikasi Politik (Political Communication) proses pencapaian fakta, keyakinan, sikap, reaksi ttg kesadaran bermasyarakat

SISTEM POLITIK

dengan

LINGKUNGANNYA

B

LINGKUNGAN FISIK SOSIAL & EKONOMIK DOMESTIK

C

LINGKUNGAN INTERNASIONAL

SISTEM POLITIK

LINGKUNGAN INTERNASIONAL

A

E

D

Kontekstual Pengaruh
1. Pengaruh lingkungan terdiri dari dua

kelompok besar : Domestik dan Internasional 2. Masing ²masing terdiri dari lingkungan fisik, sosial ekonomi 3. Internasional terdiri dari sistem sistem lain dengan elemen sub sistem yang terkait dengan dinamika sispol domestik

Alur pesan politik
Penafsir Politik: 1. Parpol 2. Tokoh Politik 3. TNI/Polri 4. Interest Group 5. Media Massa

Pesan khusus (esetoric) sering hanya dpt dimengerti oleh fihak tertentu

Sektor Pemerintahan

SISTEM POLITIK

&

STRUKTURNYA

M A S YA R A K A T

Badan peradilan

Kelompok kepentingan

Birokrasi

S I S T E M P O L I T I K

Partai Politik

eksekutif

Badan Legestatif

SISTEM POLITIK , STRUKTUR dan FUNGSI
M A S YA R A K A T

Output & pengaruh

Input

Penghakiman kebijaksanaan

BADAN PERADILAN

KELOMPOK KEPENTINGAN

Artikulasi kepentingan

Sosialisasi politik Penerapan BIROKRASI kebijaksanaan Rekruitmen Politik Komunikasi Politik
PARTAI POLITIK

Agregasi kepentingan

EKSEKUTIF

LEGESTATIF

Pembuatan kebijaksanaan

Redaksional:
1. Dalam sispol terdapat dimensi penguatan fungsi

atas struktur 2. Fungsi sispol adalah mewarnai kehidupan struktur politik 3. Mekanisme sispol menjadi poros perputaran /kecenderungan dinamika struktur politik 4. Dalam perspektif fungsional, struktur politik berkewajiban pula menuaikan pula tugas sistem politik berupa: Political socialization, political recruitment serta political communications

SOSIALISASI POLITIK
bentuk & batasan :
Gabriel A. Almond

1. Membentuk nilai-nilai politik yg menunjukkan

bgmn setiap anggota masy berpartisipasi dlm sispolnya 2. Berbentuk langsung ( lewat komunikasi informasi, nilai , perasaan secara eksplisit) 3. Tidak langsung ( lewat interaksi sosial sejak kanak-kanak hingga dewasa, pengaruh guru, kiai, orng tua dan pertemanan ) 4. Dapat mewariskan kebudayaan politik serta memeliharanya

resosialisasi
Studi kasus Pemerintah Jerman
1. Disamping

tetap mempertahankan nilai keunggulan tehnologinya , Jerman Barat pasca perang dunia II berusaha mengubah national political cultural-nya yg kurang menguntungkan, semacam: nazi-isme, anti yahudi dll 2. Demi tetap menghormati kebanggaan nasional sbg bangsa Aria (yg dlm beberapa sisi menguntungkan) Desentralisasi selektif (untuk urusan umum) dilakukan, sdng masalah nasional tetap tersentralisasi

Studi kasus Pemerintah Kuba
1. Menolak kebudayaan lama yg: materialisme, korup dan tergantung pada AS 2. Sejak 1960-an Kuba mensetting ORANG KUBA BARU yg revolusioner, komunis, kerjasama nasional, persamaan politik, taat dan anti korupsi 3. Rezim Castro telah mengerahkan rakyat Kuba untuk berproduksi di bidang pertanian 4. Ribuan anak dikirim selama beberapa minggu utk belajar dan bekerja di desa, tinggal di barak semi permanen, dg tujuan mencetak generasi komunis sejati dg hak & pengorbanan yg sama atas kptngn negara 5. Masy dewasa berswasembada pangan, tehnologi, iptek dlm perspektif komunis Kuba 6. Meski ada masy yng menentang, tapi hasil nyatanya adalah : hancurnya pengaruh/nilai materialistis AS, tidak ada perbedaan klas sosial, ikatan keluarga (nepotisme) dll

Sarana sosialisasi pilitik
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Keluarga Sekolah Kelompok Pergaulan Lingkungan Pekerjaan Media Massa/Audio-Visual Kontak-kotak Politik

PROSES POLITIK DI INDONESIA
‡ Recycling process dari masy ke pemerintah dan

sebaliknya hrs dilihat sbg kenyataan, sebagamana halnya pengaruh dr luar masy thd sistem politik. ‡ Suatu sispol selalu punya kapabilitas dlm menghadapi kenyataan & tantangan

Kapabilitas : kemampuan yg dimiliki karena
kelebihan internal yg sebelumnya telah ada

Kapasitas

: kemampuan yang dimiki karena
legalitas formal

KAPABILITAS SISTEMIK INDONESIA
1. 2.

3.

4. 5. 6.

Kapabilitas Ekstratif, berupa sumberdaya alam dan sumberdaya manusia ( natural & human resourches) Kapabilitas Distributif, sejauhmana Kapabilitas Ekstratif dpt diolah secara ekonomis dan terdistribusikan utk kemaslahatan masy Kapabilitas Regulatif, bagaimana jaringan /strata legalitas mulai pusat hingga laps bawah dpt dilakukan sbgmn ketentuan dan dpt diawasi Kapabilitas Simbolik, kemampuan membangun pencitraan rasional yang sesuai dg obsesi masy Kapabilitas Responsif, kepekaan dan tanggap terhadap tuntutan, ekspektasi dan dinamika modernisasi masy melalui deteksi input Kapabilitas Domestik & Internasional, kemapuan utk penyikapan atas pengaruh internasional dan bagaimana merumuskan kebijakan elegan atas pengaruh tersebut tanpa harus menggadaikan harkat kebangsaan

Referensi :
1. Mas ud Moehtar & Mac Andrews Colin, 1987, Perbandingan Sistem Politik, Gajahmada University Press, Yogyakarta 2. Kantaprawira, Rusadi, 1985, Sistem Politik Indonesia: Suatu Model Pengantar, Penerbit Sinar Baru, Bandung

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->