Anda di halaman 1dari 10

GAMBARAN

BESI SERU ,KAPASITAS IKAT BESt TOTAL DAN FERI IN SERUM PADA PENDERITA DEMAM TIFOID

c'r{~{ ~,

{'/

LAPORAN PENELITIAN KARVA AKHIR

Oleh

TRI SUTOWO

B GIAN I UPF ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTA KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO RU AH SAKIT UMUM PUSAT Dr KARIADI SEMARANG

1998

Lembar pengesahan laporan penelitian karya akhir

Gambaran adar besi, kapasitas ikat besi total dan feritin s rum pada penderita demam tifoid

Oleh

Tri Sutowo

disusun dalam rangka

Program p ndidikan Doter spesialis-I IImu Penyakit Dalam Fakultas edokteran Universitas Diponegoro Semarang ,

Disetujui Oleh :

Budiriyanto, MSc. dr. S PD-KTI

I. Pembimbing Penelitian

II. Konsultan Penelitian

o . . 1 -

1. , rof Dr Soeharyo Ha lsaputro, dr.SpPD-KTI : "r~"""~"""""""""""""""''''''''

2. Prof Soenarto, dr.Sp D-KHR -:-:LJ~ ..

III. Ketua Program Studi P ndidikan Dokter Spesialls-Illmu penyak~ Dalam

Fakultas Kedokteran U iversitas Diponegoro Semarang .~

~

Dr Darmono, dr.SpPD- E : " " ~ .

Prijanto Poerjoto, dr. pPD-KKV

niversitas Diponegoro I

IV. Ketua Bagian J SMF II u Penyakit Dalam Fakultas Kedok RSUP Dr Kariadi Serna ang

KATA PENGANTAR

B~rkat rahmat Allah SWT akhirnya laporan penelitian dengan judul " Garnbaran kadar besi, kapasltas ikat besi to I dan feritin serum pad a penderitademam tifoid ", sebagai karya akhir dalarn rangka Pendidikan Dokter Spesialis-I IImu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi Samarang, dapat diselesaikan dengan salam t.

Terwujudnya lapor n penelitian ini adalah berkat adanya bantuan, bimbingan, serta dorongan dari berbagai p hak. Sehingga pada kesempatan ini saya ingin menghaturkan terimakasih dan pengharg an kepada yang terhormat:

Sulaiman, dr. SPA. M.MKes; Direktur RSUP Dr Kariadi Semarang, atas kesempatan dan fasilitas yang,· telah iberikan salama mengikuti pendidikan keahlian di Sagian IImu Penyakit Dalam FK UNOIP I RSUP Dr Kariadi Sarna rang.

Anggoro DB Sach 0 DSA : Oekan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, atas kesemp tan yang diberikan kepada saya untuk mengikuti pendidlkan kaahllan di Sagian IImu Pe yakit Dalam FK UNOIP I RSUP Dr Kariadi Semarang.

Prijanto Poerjoto, d .SpPD-KKV dan Prof Dr R Djokomoeljanto. dr.SpPD-KE ; Ketua dan mantan Ketua Bagia j SMF IImu Penyakit Dalam FK UNDI? I RSUP Dr Kanadi Semarang. atas sag ala etunjuk, dorongan dan nasahat selama mengikuti pendldikan keahlian ini.

Dr Darmono, dr.S PD-KE dan Prof Soenarto, dr.SpPD-KHR ; Ketua dan mantan Ketua Program Studi Pen idikan Dokter Spesialis-Illmu Penyakit Dalam FK UNOIP I RSUP Dr Kariadi Semarang, ata segala petunjuk, nasehat serta dorongan yang telah diberikan selama mangikuti pendidik n lnl

Sudiriyanto. MSc. r.SpPO·KTI; Pembimbing saya, yang talah banyak memberikan bimbingan, petunjuk, sara , serta dorongan dengan penuh perhatlan dan kesabaran sejak penyusunan proposal, p laksanaan panelitian hingga terwujudnya laporan ini. Tanpa

I

bantuan beliau tantu panel tian in; sullt untuk dapat dise!esaikan.

Prof Dr Soeharyo adisaputro, dr. SpPD-KTI dan Prof Soenarto, dr. SpP~-KHR ; Selaku konsultan dalam enelitian inl, atas bimbingan dan petunjuk dalam panyusunan

proposal maupun pangel laan data. Tanpa bantuannya tentu sulit laporan ini dapat diselesaikan.

Soemanto PM, . dr SpPD-KGEH dan Drg Hendry Setyawan M5c ; yang telah rnernbantu saya dalam pe yusunan proposal penalitian ini , terutama dalam hal metodologi dan per'lg11ilungan besarny sampel,

M Hussein Gasem dr.SpPD, Banteng Hanang Wibisono, dr.SPPD, Kris Pranarka, dr.SpPD-KGer dan Arwe i Arwanto, dr.5pPD ; atas bantuan 8apak semua, saya blsa mendapatkan sampal seb nyak yang dibutuhkan.

Direktur R5UO Kat madya Semarang beserta seluruh Stat 8agian Penyakit Oalam RSU D Kotamadya Semar ng; yang talah memberikan izln kepada saya untuk melakukan peneUtian di RSUD Kodya emarang.

Semua yang terga ung dalam Tim Seminar Proposal Penelitian Bagian IImu Penyakit Dalam FK UNOIP RSUP r Kariadi Semarang, atas bantuan, bimbingan serta petunjuk dan koreksi terhadap usul pen

Tjahjati OM, dr. D PK basarta Stat Laboratorium GAKI FK UNOIP Semarang, atas bantuan, perhalian dan k mudahan dalam melakukan pemeriksaan laboratarium Fe, TIBC dan feritin serum sampel ang karni butuhkan dan keringanan biaya yang diberikan kepada saya.

Seluruh Staf Bagia IImu Penyakit Dalam FK UNOIP I RSUP Dr Kariadi Semarang, yang telah mendidik dan membimbing saya dalam mengikuti Program Pendidikan Dokter 5pesiali-1 Bagian Ilmu Pen akit Dalam.

Seluruh teman saj wat residen Bagian IImu Penyakit Dalam, yang telah membantu pelaksanaan penelitian ini tanpa bantuan ternan sejawat, sang at sulit kiranya saya dapat menyelesaikan penelitian i i.

Semua Staf Param dls dan Staf Administrasi Bagian IImu Penyakit Dalam, yang telah banyak membantu pelaks naan penelltian ini, atas kerjasama yang balk dari para sejawat sekali lagi saya haturkan t rimakasih.

Kepada semua pi ak yang telah membantu, yang lidak bisa saya sebutkan satu persatu, selama saya me aksanakan penelitian dan menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis-I Bagian Ilmu Pe yakit Dalam ini.

Semarang, Oktober 1998.

Tri Sutowo

II

Kata Pengantar ..

Daftar lsi , ,.......................................... iii

Daftar Tabel dan Gambar . iv

Abstrak v

Abstract "...... vi

BAB I.PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang penelitian....................................................................... 1

1.2. Rumusan mas lah , ,... 2

1.3. Ruang lingkup enelitian 2

1.4. Manfaat penelit an 2

BAS, II. TINJAUAN PU TAKA

11.1. Patogenesis de am tifoid ;......................... 3

11.2. Diagnosis dem m tifoid ,......................... 4

11.3. Metabolisme b sl tubuh 5

11.4. Metabolisme b 5i dan tnteksl 6

11.5. Kerangka teori 9

11.6. Kerangka kons p 10

BAS III. TUJUAN PENELITIAN

1I1.1.Tujuan umum 11

1I1.2.Tujuan khusus 11

BAB IV. BAHAN DAN M TODA PENELITIAN

IV. 1. Rancangan p nelitian "................................ 12

IV.2. Populasi studi 12

IV.3. Responden : , ,.. 12

IV.4. Jumlah samp I 12

IV.5. Daflnisl opera ional :................... 13

IV.6. Pengukuran 14

IV.7. Alur penelitian " "...... 15

BAB V. HASIL PENELI IAN " ".............. 16

BAS VI. PEMBAHASAN

V1.1. Umur dan jeni kelamin......................................................................... 30

V1.2. Kadar Fe seru ...... "............................................................................ 31

V1.3. Kadar kapasit s ikat besi total (TISe) 32

VIA. Prosentase sa urasl transferin ,.................. 33

V1.5. Kadar feritin 5 rum ,.................................................................... 34

V1.6. Kadar hemogl bin "....................... 36

VL7. Keterbatasan enelitian 37

BAS VII. KESIMPULAN AN SARAN

V11.1. Kesimpulan .. 38

V11.2. Saran '".......................... 39

DAFTAR PUSTAKA "............................................................ 40

DAFTAR lSI

Halaman

DAFTAR TABEl DAN GAM AR

Tabel

1. Hasil penelitian Kadar e serum, TIBC dan feritin serum penderita demam tifoid 16

2. Distribusi responden be dasarkan kelompok umur dan janis kelamin 17

3. Hasil pemeriksaan Fe s rum penderita demam tifoid berdasarkan janis kelamin 18

4. Kadar TIBC penderita d mam tifoid berdasarkan janis kelamin 19

5. Kadar feritin serum pan arita damam tifold berdasarkan jenis kelamin 24

6. Prosantase saturasi tra sferin penderita demam tifoid berdasarkan janis kelamin 26

7. Kadar hemoglobin pen erita demam tifoid berdasarkan janis kelamin 28

8. Kadar hemoglobin dan e serum penderita demam tlfoid 29

9. Distribusi umur penderi a demam tifoid di beberapa Rumah Sakit di Indonesia 30

10. Tahap perkembangan efislensi besi 34

Gambar

1. Skema metabolisme be i dalam tubuh 5

2. Kadar Fe serum dan tr nsferin pada beberapa kelainan ".. 6

3. Kerangka teori 9

4. Kerangka konsep pene itian "..... 1 0

5. Alur penelttian 15

6. Diagram tebar kadar F serum responden laki laki 19

7. Diagram tebar kadar F serum responden perempuan 19

8. Proporsi kadar Fe seru responden laki laki............................................................. 20

9. Proporsi kadar Fe seru responden perempuan 20

10. Proporsi kadar Fe seru semua responden 20

11. C~ag~am tebar kadar TI C responden laki laki 22

12. DI,agram tebar kadar TI C responden perempuan 22

13. Proporsi kadar TIBC re ponden lakllaki 23

14. Proporsi kadar TIBC re ponden perampuan 23

15. Proporsi kadar TIBC se iua responden 23

16. Diagram tebar kadar fe itin serum responden laki laki 25

17. Diagram tebar kadar fa ltin serum responden perempuan 25

18. Diagram tebar prosent se saturasi transferin 30 orang responden 27

19. Proporsi prosentase sa urasl transferin semua responden 27

hI'

Latarbelakang mam tifoid merupakan penyakit endemis di Indonesia dengan morbiditas dan mortalitas ang tinggi, serta berpotensi menimbulkan wabah. Oemam tifoid adalah suatu penyakit s stemik akut yang disebabkan infeksi salmonela tift Infeksi merupakan salah satu kea aan yang dapat mengganggu metabolisme zat besltubuh. Pola yang khas metabolisrne be i tubuh pada keadaan infeksi adalah kadar Fe serum, T!BC dan saturasi transferin menu n, sedanqkan kadar feritin serum meningkat sehingga tidak rnencerminkan status besi t buh sebenarnya.

ABSTRAK

Metode penelitian

C. 55 sectional study (studi potong lintang), deskriptif.

Hasil peneltttan Oit lltl sebanyak 30 responden, 16 responden laki lakl dan 14 responden perempuan, d ngan umur berkisar antara 15 ~ 50 tahun, terbanyak adalah kelompok umur 15 • 20 tah n. Rerata Fe serum laki laki 39,11 ug/dl (SD ± 21,6), perempuan 35,12 u"/dl (SO ± 17,4). Kadar Fe serum sebagian besar (66,33%) responden adalah rendan, Rerata rise laki I Id 253,8% ug/dl (SO ± 77); perempuan 222,1 ug/dl (SO ± 45,9). TISC sebagian besar (7 ,33%) responden adalah rendah. Rerata prosentase saturasi transferin responden adala 16% (SO ± 6,66). Prosentase saturasi transferin sebagian besar (76,66%) responden adala rendah. Rerata feritin serum lakl laki 1329 nglml (SO ± 496), perempuan 1324ng/ml (SO.± 411). Semua responden (100%) mempunyai kadar feritin serum yang tlnggi.

Kesimpulan : Ga baran kadar Fe serum, TIBC, saturasi transferin dan feritin serum penderita demam tifoid ad lah Fe serum, rlsc dan saturasi transferin rendah sedangkan ka'(jarteritln serum tinggi. ipoferemia pada penderita demam tifoid belum tentu disebabkan karene defisiensi besi, seb Jiknya hiperferitinemia belum tentu disebabkan karena tingginya cadangan besl tubuh.

v

BACKGROUND :Typhoid f ver is an endemic disease In Indonesia with a high morbidity and mortality, with a potential of becoming an outbreak. Typhoid fever is an acute systemic illness caused by infection with s lmonena typhi. Paratyphoid fever is a clicically and pathologically rather similar, but generally milder illness that caused by Salmonella paratyphi. Infection is a situation where iron met bolism is disturbed. The specific Iron metabolism pattem In infections are the decrea e of serum iron concentration,TIBC dan transferin saturation, whereas ferritin serum can entration will rise, so it does not reflect the body iron status.

ABSTRACT

METHOD: Cross sectional study, descriptive.

RESuLTS: 30 respondent, 16 male and 14 female were studied, ages ranging between 15 and 50 years old, with the highest in the 15-20 year-old group. The male mean serum iron was 39.11 ug/dl (SO ± 21. ), female 35.12 ug/dl (SO ± 17A) and were low in the most of the respondents (66.33%).The mean male TISC was 253.8% ug/dl (SO ± 77), female 222.1 ug/dl (SO ± 45.9), and were 10 in most respondents (73.33%). The mean transferin saturation was 16% (SO ± 6.66%) an were low in most respondents (76.66%). The mean male serum ferritin was 1329 ng/ml (S ± 496), female 1324 ng/ml (SO ± 411), all respondents (100%) had a high serum ferritin c ncentration.

CONCLUSION : The stud showed a pattern of low serum iron concentration, llSC and transferin saturation, but a high serum ferritin concentration. Hypoferremia in typhoid fever patients does not indicate n iron deficiency, and hyperferritinemia also does not indicate a high body iron status.

.

V~

BAS I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG PE ELITIAN

Demam tifoid meru akan penyakit yang bersifat endemis di Indonesia. Serpotensi menimbulkan wabah, term suk kelompok penyakit menular berdasarkan Undang Undang No,6 tuhun 1962 tentang abah'", Insiden demam tifoid di Indonesia 350 • 810 kasus per 100.000 penduduk per tahun(2), dengan kematian antara 2)8 - 16% yang sebagian besar disebabkan karena syok, p rdarahan usus, atau parforasi USUS(3).

Metabolisme besi ( e) tubuh dipengaruhi oleh banyak hal; antara lain infeksi. Dalam beberapa jam setelah terj di infeksi, kadar Fe serum akan menurun, disebabkan karena redistribusi Fe dari plasma ke hati(4), Hal lain yang menyebabkan turunnya Fe serum pada keadaan infeksi adalah bsorbsi Fa di usus menurun, dihambatnya pelepasan Fa dari makrofag, dipergunakanny Fe tubuh untuk membantuk protein tasa akut dan untuk nutrisi kuman(4.5,6), Kapasitas ikat besi total (total iron binding capacity = TlBC) dan prosentase saturasi transferin pada eadaan infeksi juga akan menurun'", sedangkan kadar feritin serum akan meningkat, y ng tidak sesuai dengan cadangan Fe tubuh sebenarnya. Pada

,

orang normal, kadar feritin serum adalah indikator yang balk untuk menentukan kadar zat

besi tubuh'",

Hubungan antara k dar Fe tubuh (status Fe tubuh) dengan infeksi masih kontroversi.

Sebagian penulis menyebu kan bahwa deflsiensi Fe memberikan kekabalan ternadap infeksi bakteri(9). Menurunnya Fa arum pada infeksi akut merupakan suatu mekanisme pertahanan tubuh yang penting(10). Sedangkan penulis lain menyebutkan bahwa defisiensi Fe merupakan salah satu fakt r yang menyebabkan timbulnya atau bertamball beratnya status imunodefisiensl pada manu ia(11),

Demam tlfoid dan demam paratifoid adalah suatu penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh infeksi salmonela tifl stau salmonela paratlfi(12J• Budiriyanto (1996) melakukan penelitian kad r feritin serum pada penderita yang baru sembuh dari demam tifoid ( full recovery), mend patkan hasll bahwa pada penderita tersebut, kadar feritin serum lebih rendah secara berma na dibandingkan dengan kontrol(13).

1

l--·-,·---:,:·:,,::-:,,~: --:.::: •... ,; :

...... ,'. "~,,_,, .. rl'~_":' '.~" .

Penelitian tentang ~ ola (gambaran) Fe serum, TIBC, saturasi transferin dan fentin serum pada penderita demam tifoid, sampai saat ini belum ada. Apakah pada pendenta demam tifoid kadar Fe se um, TIBC , saturasi transferin dan feritin serum sesuai I sarna dengan pola metabolisme F e seperti pada keadaan infeksi pada umumnya ?

I. 2. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian dan latar belakang masalah seperti tersebut di atas, rnaka daoat dirumuskan masalah yang ~iajukan dalam penelltian ini adalah :

Bagaimana/(ah gambaran ( pola) Fe serum, Kapasitas Ikat 8esl Total (TISe) dan feritin serum pada penderifa deme m fifoid yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusa! Dr Kariadi Semem: rg dan Rumah Sakit Kotamadya Semarang ?

I. 3. RUANG L1NGKUP PENELITIAN

I. 3. 1. Ruang lingkup bidsl '{l ilmu yangdifeliti.

Bidang ilmu yang di eliti aoaleh i1mu kedokteran, khususnya cabang Ilmu Penyakit Dalam.

I. 3. 2. Ruang lingkup mete 1, temps! dan wektu penelitian.

Penelitian in! terbatc spada penyakit Tropik dan lnfaksi, khususnya pendertta demam tifoid yang dirawat ir ap di RSUP Df Karladi dan RS Kotamadya Semarang, periode Januari 1997 ~ Juni ~998.

I. 4. MANFMT PENELITIAN I. 4. 1. Bidang keilmuan.

Dalam bidang keilm uan diharapkan dapat menambah data tentang metabolisme Fe tubuh, khususnya p ~da penderita demam tifoid.

I. 4. 2. Bidang pengemban ~an penelitian.

Dalam bidang pen Jembangan peneJitian diharapkan dapat memberikan informasi awal untuk meneliti netabolisrne Fe tubuh pada penderita demam tifoid.

I. 4. 3. Bidang pe/syanan / praktis .



Diharapkan dapat rnemberikan informasi tentang apakah pemeriksaan Fe serum, TIBC dan feritin sen m dalam keadaan infeksi I demam tifoid dapat dipergunakan untuk mernperklraka n status Fe tubuh ?

2